Jumat, 22 Februari 2019

Sekolah di Tepi Barat diserang oleh pemukim Yahudi, kedua dalam sepekan


Sekolah di Tepi Barat diserang oleh pemukim Yahudi, kedua dalam sepekan
Seorang guru Palestina berkerudung memberikan pelajaran matematika kepada murid-murid di sebuah kelas pada hari pertama tahun ajaran baru sekolah di sekolah yang dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di Khan Young di selatan Jalur Gaza, Minggu (28/8). (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)




Nablus, Palestina,(CB) - Untuk kedua kali dalam satu pekan, pemukim Yahudi pada Kamis (21/2) menyerang dengan menggunakan batu pada Sekolah Menengah Urif di bagian selatan Kota Nablus di bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan.

Anggota Dewan Desa Urif Adel Amer mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi, pemukim Yahudi melemparkan batu ke sekolah tersebut tak lama setelah kegiatan belajar-mengajar berakhir.

Sementara itu, tentara Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah siswa saat mereka meninggalkan sekolah tersebut.

Itu adalah untuk kedua kali dalam satu pekan pemukim Yahudi menyerang Sekolah Urif, katanya.

Pemukim Yahudi juga menyerang beberapa rumah di daerah tersebut, sehingga mengakibatkan bentrokan dengan warga setempat.

Belum ada laporan mengenai orang yang cedera.




Credit  antaranews.com





Tahanan Palestina Jadi Kelinci Percobaan Farmasi Israel


Seorang mahasiswa Palestina, berada di dalam kurungan saat berdemonstrasi dalam aksi solidaritas tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel 2014 di Kota Gaza (19/5). Ashraf Amra/Anadolu Agency/Getty Images
Seorang mahasiswa Palestina, berada di dalam kurungan saat berdemonstrasi dalam aksi solidaritas tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel 2014 di Kota Gaza (19/5). Ashraf Amra/Anadolu Agency/Getty Images

CB, Jakarta - Para tahanan Palestina telah dijadikan kelinci percobaan oleh sejumlah perusahaan farmasi Israel. Seorang profesor Israel, Nadera Shalhoub-Kevorkian saat berbicara di Universitas Columbia di New York City, AS mengungkapkan bahwa otoritas Israel mengeluarkan izin bagi perusahaan farmasi untuk melakukan tes obat kepada tahanan Palestina dan Arab, seperti dilaporkan Middle East Monitor, Rabu, 20 Februari 2019.
Pengajar di Universitas Hebrew ini kemudian mengungkapkan bahwa perusahaan perlengkapan militer Israel juga melakukan tes senjata terhadap anak-anak Palestina dan warga Palestina di Yerusalem.

"Seluruh ruang milik orang Palestina jadi laboratorium,"kata Kevorkian.

"Penemuan produk dan layanan perusahaan keamanan yang disponsori negara dipicu oleh jam malam dan penindasan orang Palestina oleh angkatan bersenjata Israel," ujarnya.
Pekan lalu, otoritas Israel menolak menyerahkan jasad Fares Baroud, yang meninggal di dalam penjara Israel setelah menderita sejumlah penyakit. Keluarga korban khawatir Baroud telah dimanfaatkan untuk tes semacam itu dan Israel khawatir hal ini terungkap melalui investigasi forensik.

Sebagai catatan, surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth pada Juli 2017 melaporkan pernyataan ketua komisi parlemen, Dalia Itzik, mengaku bahwa Kementerian Kesehatan Israel telah mengizinkan perusahaan farmasi mengadakan tes obat baru kepada para tahanan. Diperkirakan ada 5 ribu tes yang telah dilakukan.Pada Agustus 2018, Sekretaris Budaya Organisasi Buruh ACOD di Belgia, Robrecht Vanderbeeken memperingatkan penduduk di Jalur Gaza sedang menderita kelaparan parah hingga tewas, diracun, dan anak-anak diculik dan dibunuh untuk mendapatkan organ tubuh mereka.
Sebelumnya, Duta besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan, jasad warga Palestina yang dibunuh pasukan keamanan dikembalikan tanpa kornea dan organ tubuh lainnya.




Credit  tempo.co





Saksi mata: jet Israel serang Jalur Gaza timur


Saksi mata: jet Israel serang Jalur Gaza timur
Seorang pengunjuk rasa Palestina melempar kembali tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel dalam sebuah protes di pagar perbatasan Israel-Gaza, di selatan Jalur Gaza, Jumat (1/2/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/cfo




Kota Gaza, Palestina (CB) - Satu jet tempur Israel pada Rabu (20/2) melancarkan serangan udara ke bagian timur Jalur Gaza, tempat rakyat Palestina melancarkan protes, kata beberapa saksi mata.

Dua rudal ditembakkan ke dekat pemrotes, kata beberapa saksi mata kepada Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.

Tak ada laporan mengenai korban jiwa.

Militer Israel mengatakan di dalam satu pernyataan pada Rabu bahwa serangan tersebut ditujukan ke satu lokasi yang berafiliasi kepada HAMAS sebagai "reaksi atas balon terbakar" yang diluncurkan ke permukiman di Israel Selatan di dekat Jalur Gaza.

Para pegiat Palestina telah menerbangkan balon dan layangan yang terbakar ke wilayah Israel sebagai bagian dari protes antipendudukan yang berlangsung di sepanjang zona penyangga Jalur Gaza-Israel.

Menurut para pejabat Israel, "senjata udara rakitan" itu telah mengakibatkan sejumlah kebakaran di dalam permukiman Israel, sehingga menimbulkan kerugian materil besar tapi tak merenggut korban tewas atau cedera.



Credit  antaranews.com




Tarik Pasukan dari Suriah, AS Sisakan 200 Personel Perdamaian


Tarik Pasukan dari Suriah, AS Sisakan 200 Personel Perdamaian
Ilustrasi pasukan AS di Suriah. (DELIL SOULEIMAN/AFP)




Jakarta, CB -- Amerika Serikat akan meninggalkan "kelompok kecil pasukan perdamaian" yang terdiri dari 200 tentara di Suriah untuk periode waktu tertentu setelah mereka menarik pasukan militer.

"Sekelompok kecil pasukan perdamaian sekitar 200 personel akan tetap berada di Suriah untuk jangka waktu tertentu," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (21/2).

Keputusan itu diumumkan setelah Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Kedua pemimpin sepakat untuk "terus berkoordinasi demi menciptakan zona aman" di Suriah.


Desember lalu, Trump memerintahkan penarikan 2.000 tentara AS dari Suriah karena mereka telah mengalahkan militan ISIS di sana.


Namun, beberapa penasihat Trump meminta sang presiden mempertimbangkan lagi kebijakannya demi memastikan perlindungan terhadap pasukan Kurdi.

Selama ini, AS mendukung dan melatih pasukan Kurdi di Suriah untuk melawan ISIS. Sementara itu, Turki menganggap Kurdi sebagai teroris karena terus menggemakan pemberontakan di negaranya.

Komandan pasukan Suriah yang didukung AS telah menyerukan agar 1.000 hingga 1.500 tentara internasional tetap berada di negara itu untuk membantu memerangi ISIS.

Ia juga menyampaikan harapan kepada Amerika Serikat, khususnya, agar menghentikan rencana penarikan total.

Sampai saat ini, sekutu Eropa menolak keras menyediakan pasukan kecuali jika Washington terus berkomitmen di kawasan itu.

Seorang pejabat senior AS mengatakan keputusan Trump untuk menyisakan pasukan perdamaian sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Namun, belum jelas berapa lama 200 personel itu akan tetap berada di sana atau lokasi penempatan mereka.

Keputusan untuk mempertahankan pasukan penjaga perdamaian dapat membantu Trump mengatasi kritik.

"Ini adalah arah yang jelas bagi sekutu dan anggota koalisi lainnya bahwa kami akan berada mencapai kesepakatan mengenai beberapa hal," kata pejabat senior pemerintah AS itu.







Credit  cnnindonesia.com




Putin Sesumbar Nuklir Hipersonik Dapat Hantam AS dalam 5 Menit



Putin Sesumbar Nuklir Hipersonik Dapat Hantam AS dalam 5 Menit
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS/Maxim Zmeyev

MOSKOW - Presiden Vladimir Putin telah sesumbar senjata nuklir hipersonik Rusia dapat menghantam Amerika Serikat (AS) dalam lima menit. Dalam pesan yang mengerikan, Putin mengatakan dia tidak takut untuk memulai pengulangan Krisis Misil Kuba.

Orang nomor satu Kremlin ini mengklaim negaranya memiliki keunggulan jika meluncurkan serangan pertama.

Pada tahun 1962, Krisis Misil Kuba membawa dunia ke ambang perang nuklir. Lebih dari 50 tahun kemudian hubungan antara Rusia dan AS memanas karena Amerika dapat mengerahkan rudal nuklir jarak menengah di Eropa.

Putin sebelumnya memperingatkan Washington bahwa Rusia akan menyamai langkah AS dengan menempatkan misilnya sendiri lebih dekat ke Amerika Serikat atau dengan mengerahkan rudal yang lebih cepat dari yang dimiliki Washington.

Dia mengatakan militernya dapat mengerahkan rudal hipersonik pada kapal permukaan dan kapal selam yang dapat mengintai di luar wilayah perairan AS.

"(Kita berbicara tentang) kendaraan pengiriman laut; kapal selam atau kapal permukaan," kata Putin.

"Dan kita bisa meletakkannya, mengingat kecepatan dan jangkauan (dari rudal kita)...di perairan netral. Ditambah mereka tidak diam, mereka bergerak dan mereka harus menemukannya (target musuh)," imbuh Putin, dikutip Daily Mirror, Kamis (21/2/2019).

"Anda berhasil. (Kecepatan rudal) mach sembilan dan (jangkauannya) lebih dari 1.000 km."

Departemen Luar Negeri AS meremehkan peringatan Putin dengan menyebutnya sebagai propaganda.

Putin mengatakan dia tidak menginginkan perlombaan senjata dengan Amerika Serikat, tetapi dia tidak punya pilihan selain bertindak jika Washington mengerahkan rudal baru di Eropa.

Dia mengakui rudal AS dapat menyerang Moskow dalam 10 hingga 12 menit jika ditempatkan di Eropa.

Namun, Putin mengangggap rudal AS semacam itu akan berarti karena Rusia dapat menyerang Amerika Serikat lebih cepat daripada rudal AS yang dikerahkan di Eropa. Alasannya, waktu penerbangan rudal Moskow lebih pendek.

"(Perhitungan) itu tidak akan menguntungkan mereka, setidaknya seperti keadaan hari ini. Itu sudah pasti," kata Putin.

Menurut Putin, hubungan antara Moskow dan Washington tegang, tetapi ketegangan itu tidak sebanding dengan Krisis Misil Kuba.

"(Ketegangan) itu bukan alasan untuk meningkatkan konfrontasi ke tingkat Krisis Rudal Kuba pada 1960-an," ujarnya.

"Bagaimanapun juga bukan itu yang kita inginkan," kata Putin. "Jika seseorang menginginkan itu, baiklah dipersilakan. (Bila) Saya telah menetapkan hari ini, apa artinya," paparnya. "Biarkan mereka menghitung (waktu penerbangan rudal)." 




Credit  sindonews.com




Putin pada AS: Jika Ingin Krisis Rudal Kuba Lainya, Kami akan Berikan


Putin pada AS: Jika Ingin Krisis Rudal Kuba Lainya, Kami akan Berikan
Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia siap secara militer untuk krisis gaya Rudal Kuba jika Amerika Serikat cukup bodoh untuk menginginkannya. Foto/Reuters

MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia siap secara militer untuk krisis gaya Rudal Kuba jika Amerika Serikat (AS) cukup bodoh untuk menginginkannya. Putin mengatakan, negaranya saat ini memiliki keunggulan dalam hal serangan nuklir pertama.

Krisis Rudal Kuba meletus pada tahun 1962 ketika Moskow menanggapi penyebaran rudal AS di Turki dengan mengirimkan rudal balistik ke Kuba, memicu kebuntuan yang membawa dunia ke ambang perang nuklir.

Pernyataan Putin, yang dibuat saat melakukan wawancara dengan media setempat, mengikuti peringatannya bahwa Moskow akan menyamai langkah AS untuk mengerahkan rudal baru lebih dekat ke Rusia dengan menempatkan rudalnya sendiri lebih dekat ke AS atau dengan mengerahkan rudal yang lebih cepat atau bahkan keduanya.

Putin mengatakan Rusia dapat menempatkan rudal hipersonik di kapal perang dan kapal selam yang dapat mengintai di luar perairan teritorial AS, jika Washington sekarang memutuskan untuk menempatkan senjata nuklir jarak menengah di Eropa.

"Kita berbicara tentang kendaraan pengiriman laut, seperti kapal selam atau kapal perang dan kita dapat menempatkan mereka, mengingat kecepatan dan jangkauan (dari rudal kita) di perairan netral. Ditambah mereka tidak diam, mereka bergerak dan AS harus menemukan mereka," ucap Putin.

"Kalian bayangkan sendiri, kecepatan rudal mach 9 (sekitar 11 ribu Km perjam) dan jangkauan mereka lebih dari 1.000 km," tukasnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (21/2). 



Credit  sindonews.com




Pesawat Militer AS Patroli di Wilayah Udara Rusia


Pesawat Militer AS Patroli di Wilayah Udara Rusia
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)



Jakarta, CB -- Militer Amerika Serikat mengerahkan pesawatnya ke wilayah udara Rusia untuk melakukan operasi pengawasan pada Kamis (21/2).

Kementerian Pertahanan AS mengklaim Rusia tahu akan manuver mereka lantaran patroli tersebut dilakukan di bawah perjanjian internasional Open Skies Treaty.

"Rusia mengetahui penerbangan itu. Enam pengamat dari Rusia juga ikut serta dalam pesawat AS untuk memonitor seluruh fase penerbangan," ucap juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Jamie Davis.


Patroli itu dilakukan dengan pesawat jenis OC-135B yang tidak bersenjata dan akan berakhir hari ini, Jumat (22/2).


Davis mengatakan patroli ini adalah yang pertama dilakukan di wilayah Rusia sejak November 2017, menyusul ketegangan antara Washington dan Moskow dalam beberapa waktu terakhir.

Dikutip AFP, Desember lalu, AS dan sejumlah negara lainnya melakukan penerbangan Open Skies "luar biasa" di atas wilayah udara Ukraina.

Patroli itu dilakukan sebagai misi untuk menunjukkan dukungan bagi Kiev setelah angkatan laut Ukraina dan Rusia terlibat konfrontasi di Laut Hitam pada November lalu.


Open Skies Treaty sendiri merupakan sebuah perjanjian internasional yang bertujuan mempromosikan transparansi militer melalui penerbangan pengawasan timbal balik antara 34 negara anggotanya.

Traktat yang berlaku efektif sejak 2002 lalu itu memberikan hak bagi para anggotanya "untuk mengumpulkan informasi tentang kekuatan militer dan kegiatan masing-masing negara."

Selain AS dan Rusia, sejumlah negara seperti Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Luxemburg, Belanda, hingga Turki juga ikut serta dalam perjanjian itu.




Credit  cnnindonesia.com





Eropa Bunuh Diri Jika Setuju Jadi Basis Rudal Baru AS


Eropa Bunuh Diri Jika Setuju Jadi Basis Rudal Baru AS
Pemimpin partai Solidaritas Gerakan Hak Sipil Jerman, Helga Zepp-LaRouche sebut jika Eropa setuju jadi tempat rudal jarak menengah baru AS, sama saja dengan bunuh diri. Foto/Reuters

BERLIN - Pemimpin partai Solidaritas Gerakan Hak Sipil Jerman, Helga Zepp-LaRouche menuturkan kemungkinan ada perjanjian antara Eropa dan Amerika Serikat (AS) mengenai penempatan rudal jarak menengah baru Washington, yang sama saja dengan bunuh diri.

Zepp-LaRouche mengatakan, langkah ini amat berbahaya, mengingat Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam pidatonya di Parlemen Moskow menegaskan akan menargetkan negara-negara yang menjadi basis rudal jarak menengah baru AS.

"Jika Eropa menerima instalasi rudal AS baru di wilayahnya dalam lingkungan strategis ini, mereka sama saja menandatangani pakta bunuh diri," kata Zepp-LaRouche dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (21/2).

Menurut politisi itu, di tengah-tengah retorika yang ajakan berperang di Barat, Putin baru saja memperkenalkan kembali prinsip dan kejelasan realitas dengan peringatannya.

"Meskipun Donald Trump telah menyatakan niat untuk meningkatkan hubungan antara AS dan Rusia, termasuk bahwa ia mungkin memiliki satu gagasan untuk menggantikan perjanjian INF dengan perjanjian baru, Putin harus mempertimbangkan niat sebaliknya dari para neokons di administrasi Trump," ucapnya.

"Selain itu 'Menteri Perang Inggris', Gavin Williamson, yang mengancam akan menggunakan kekuatan keras dan juga mengklaim bahwa batas-batas antara perdamaian dan perang menjadi kabur," sambungnya merujuk pada pernyataan Williamson di Konferensi Keamanan Munich.

Seperti diketahui, kemarin Putin Rusia akan menanggapi setiap penyebaran senjata nuklir jangka pendek atau menengah AS di Eropa dengan menargetkan tidak hanya negara-negara di mana mereka ditempatkan, tetapi AS sendiri.

Putin mengatakan Moskow tidak mencari konfrontasi dan tidak akan mengambil langkah pertama untuk mengerahkan rudal sebagai tanggapan atas keputusan Washington bulan ini untuk mundur dari Perjanjian INF. Namun, dia mengatakan bahwa reaksi Rusia terhadap penyebaran rudal apapun akan tegas dan bahwa pembuat kebijakan AS, yang beberapa di antaranya menurutnya terobsesi dengan status istimewa AS, harus memperhitungkan risiko sebelum mengambil langkah apa pun. 





Credit  sindonews.com



Jenderal Militer Iran Beri Peringatan Keras ke Saudi



Jenderal Iran, Qassem Soleimani
Jenderal Iran, Qassem Soleimani
Foto: BBC

Saudi dinilai membangun pengaruh regionalnya hanya dengan uang.



REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Pemimpin Garda Militer Iran luar negeri Qassem Soleimani mengancam Arab Saudi dengan pembalasan atas serangan bom bunuh diri di wilayah Iran Tenggara pada 13 Februari 2019 lalu. Serangan tersebut diketahui menewaskan 27 anggota Garda.

Dalam laporan kantor berita Tasnim, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (21/2), Arab Saudi dinilai ikut memberi pengaruh atas situasi yang di wilayah kawasan Timur Tengah.

"Arab Saudi membangun pengaruh regionalnya hanya dengan uang. Ini adalah pengaruh palsu dan kegagalan. Kami akan membalas dendam bagi para martir kami, (dan) itu mungkin ada di mana saja di seluruh dunia," kata Qasem Soleimani.

Iran telah menuduh saingan regional, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mendukung militan yang melakukan serangan terhadap pasukan keamanan di negara tersebut. Namun, Arab Saudi dan UEA membantah ada hubungannya dengan serangan itu.

Kelompok militan Muslim Sunni Jaish al Adl (Tentara Keadilan), mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas serangan di dekat perbatasan dengan Pakistan.

Otoritas Muslim Syiah Iran mengatakan kelompok-kelompok militan beroperasi dari tempat-tempat yang aman di Pakistan dan telah berulang kali meminta negara tetangga untuk menindak mereka. "Saya memperingatkan Anda: Jangan menguji toleransi Iran," kata Soleimani.



Credit  republika.co.id




Lawatan Putra Mahkota Saudi, China Tetap Berkawan Dengan Iran


Lawatan Putra Mahkota Saudi, China Tetap Berkawan Dengan Iran
Presiden China, Xi Jinping. (REUTERS/Jason Lee)



Jakarta, CB -- Presiden China, Xi Jinping, menyatakan tetap mempertahankan persahabatan dengan Iran. Hal itu disampaikan di tengah kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (21/2), Iran merupakan pemasok minyak terbesar keempat ke China pada tahun lalu.

Akan tetapi, China berupaya meningkatkan kehadirannya di dunia Arab. Di sisi lain, China bersahabat dengan Iran yang merupakan seteru Arab Saudi.

Pendekatan China dengan Arab Saudi ditandai dengan kedatangan Raja Salman pada 2017.


Menurut Kementerian Luar Negeri China, dalam pertemuan dengan ketua parlemen Ira, Ali Larijani pada Rabu (20/2) kemarin, Xi mengatakan kedua negara telah bersahabat sejak lama dan saling memiliki rasa percaya yang telah teruji.

Ia juga tidak peduli dengan situasi internasional, dan tetap pada tekad awal untuk tetap mengembangkan kerjasama strategi yang komprehensif dengan Iran.

Xi juga menginginkan memperdalam sikap saling percaya dan terus saling mendukung satu sama lain.

China juga mendukung Iran dalam upaya konstruktif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional, dan bersedia untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan erat pada masalah-masalah regional.



Credit  cnnindonesia.com




Iran Klaim Retas dan Kendalikan 8 Drone AS, Ini Bukti Videonya


Iran Klaim Retas dan Kendalikan 8 Drone AS, Ini Bukti Videonya
Cuplikan video yang diklaim sebagai drone Amerika Serikat yang dikendalikan Iran. Foto/Fars News

TEHERAN - Seorang komandan senior Iran mengklaim negaranya telah berhasil mengendalikan sekitar delapan pesawat nirawak atau drone Amerika Serikat (AS). Sebagai bukti klaim itu, Teheran telah merilis beberapa rekaman yang diduga diambil dari kamera drone.

"Tujuh hingga delapan pesawat tanpa awak yang melakukan penerbangan konstan ke Suriah dan Irak dibawa di bawah kendali kami dan intelijen mereka dipantau oleh kami dan kami bisa mendapatkan tangan intelijen pertama mereka," kata komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, seperti dikutip Fars, Jumat (22/2/2019).

Jenderal itu membanggakan kekuatan militer Iran. Media Iran tersebut ikut merilis sebuah video, yang disebutnya "salah satu dari banyak bukti yang mendukung pernyataan Jenderal Hajizadeh".

Video berdurasi tiga menit itu memperlihatkan rekaman yang tampaknya diambil pada beberapa kesempatan berbeda dengan pesawat, yang kemungkinan drone AS. Setengah dari itu tampaknya menunjukkan satu episode, di mana drone MQ-9 Reaper bersenjata jatuh ke tanah setelah operatornya diduga kehilangan kendali. Drone tersebut kemudian ditampilkan hancur di tanah oleh serangan udara.

Iran dikenal karena rekornya mengganggu misi pesawat tak berawak AS selama bertahun-tahun. Misi yang paling terkenal adalah ketika memaksa pesawat pengintai RQ-170 mendarat pada 2011, dengan kondisi hampir utuh.

Video bergambar penghancuran drone MQ-9 Reaper kemungkinan tidak terjadi di Suriah pada tahun 2016. Angkatan Udara AS melaporkan telah menghancurkan salah satu drone serangannya setelah jatuh karena sebab yang tidak diungkapkan, yang bukan merupakan tembakan musuh.

Ketika ditanya oleh Russia Today tentang klaim Iran, juru bicara Pentagon, Komandan Rebecca Rebarich, mengatakan; "Kami mengetahui laporan itu dan tidak ada yang perlu ditambahkan."







Credit  sindonews.com




Kedok Intervensi Militer, Rusia Curigai Bantuan Kemanusiaan AS


Kedok Intervensi Militer, Rusia Curigai Bantuan Kemanusiaan AS
Rusia mempertanyakan niat AS memberikan bantuan kemanusiaan kepada Venezuela. Foto/Istimewa

MOSKOW - Rusia mengungkapkan keraguannya atas niat Amerika Serikat (AS) untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela yang dijadwalkan pada akhir pekan ini.

"Jika penyelenggara benar-benar hanya ingin memberikan semacam bantuan kemanusiaan kepada yang membutuhkan, mengapa tidak menggunakan badan khusus PBB yang memiliki pengalaman luas dan tak ternilai dalam melakukan operasi seperti itu?" tanya Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (22/2/2019).

Zakharova mengulangi peringatan Rusia Kamis lalu terhadap langkah AS untuk menggunakan pengiriman bantuan kemanusiaan sebagai dalih intervensi militer.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyebut intervensi militer sebagai kemungkinan dari sejumlah pilihan yang dapat ia gunakan untuk membantu menyelesaikan krisis di Venezuela.

Krisi politik di Venezuela semakin dalam setelah tokoh oposisi Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai pejabat presiden pada 23 Januari lalu. Sebagai pemimpin parlemen ia mengatakan mempunyai kuasa untuk melakukan hal itu karena pemilu lalu yang dimenangkan oleh Nicolas Maduro tidak sah.

Amerika Serikat (AS) pun dengan cepat mengakui Guaido sebagai presiden sementara negara yang kaya akan minyak itu. Langkah AS diikuti oleh sejumlah negara lainnya macam Australia, negara-negara anggota Grup Lima (kecuali Meksiko), dan parlemen Eropa. 

Maduro pun tidak mengakui deklarasi itu dan memutuskan hubungan diplomatik dengan AS. Ia juga menolak bantuan kemanusiaan yang dianggap akan menjadi pintu masuk intervensi asing.

Maduro mendapat dukungan dari Turki, Rusia, Iran, Kuba, China, dan Bolivia. 



Credit  sindonews.com


Presiden Venezuela Tutup Perbatasan dengan Brasil


Presiden Venezuela Tutup Perbatasan dengan Brasil
Disebutkan, Nicolas Maduro mempertaruhkan 300 ribu nyawa jika meneruskan keputusan blokade bantuan kemanusiaa ini. (Foto: Miraflores Palace/Handout via REUTERS)



Jakarta, CB -- Venezuela terus bergolak. Pada Jumat (22/2) dikabarkan bahwa Presiden Nicolas Maduro memerintahkan penutupan perbatasan dengan Brasil sejak Kamis (21/2) sampai waktu yang belum ditentukan.

Maduro juga menyebutkan mempertimbangkan menutup total perbatasan dengan Kolombia yang terletak di sebelah barat Venezuela. Ia telah memerintahkan militer memblokade jembatan perbatasan utama untuk mencegah pasokan dari Cucuta, Kolombia, di mana berton-ton bantuan kemanusiaan yang sebagian besar datang dari Amerika, untuk rakyat Venezuela diletakkan.

Pertimbangan itu diduga lahir setelah adanya provokasi dari Presiden Kolombia Ivan Duque dan Presiden Amerika Donald Trump.


"Saya menganggap Tuan Duque secara pribadi bertanggung jawab atas kekerasan di perbatasan," kata Maduro setelah pertemuan dengan para jenderal di markas militer di Caracas.

Juan Guaido, yang diakui sebagai pemimpin sementara oleh 50 negara, disebut sedang menuju ke perbatasan Kolombia pada Kamis (21/2) bersama para pendukungnya, untuk mengumpulkan bantuan yang tertimbun di sana.

Pemimpin oposisi itu mengatakan ia bersama ratusan ribu sukarelawan siap membawa bantuan kemanusiaan yang diblokade oleh Maduro. Dirinya mengklaim 300 ribu orang bisa meninggal jika blokade terus dilanjutkan.



Credit  cnnindonesia.com



Kelly Craft Kandidat Terkuat Dubes Baru AS di PBB


Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada Kelly Craft. Ia disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi jabatan duta besar untuk PBB.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada Kelly Craft. Ia disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi jabatan duta besar untuk PBB.
Foto: Adrian Wyld/The Canadian Press via AP

Craft mendapat rekomendasi dari ketua Senat partai Republik.



CB, WASHINGTON -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada Kelly Craft akan menjadi kandidat terkuat untuk mengisi jabatan duta besar untuk PBB. Jumat (22/2) Craft mendapat rekomendasi dari ketua Senat asal partai Republik Mitch McConnell.

Baik staf Trump maupun senator asal Kentucky mengatakan McConnell sudah memberikan rekomendasi untuk memilih Craft mengisi posisi yang ditinggalkan Nikki Haley tahun lalu. Haley meninggalkan posisi tersebut dengan alasan pribadi.

Belum diketahui apakah Trump akan memilih Craft atau tidak. Ia sudah mempertimbangkan kandidat lain seperti Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell dan seorang mantan calon kandidat Senat dari Michigan John James.

Tapi McConnel merekomendasikan Craft yang juga berasal dari Kentucky dan salah satu pendonor terbesar partai Republik. Belum ada tanda-tanda Trump sudah memutuskan siapa yang akan wakili AS di PBB.

Ada ketertarikan untuk memperkerjakan Dina Powell yang pernah bekerja di Gedung Putih. Tapi salah satu pejabat mengatakan untuk saat ini Powell tidak tertarik dengan pekerjaan tersebut.

Powell kembali ke Goldman Sachs Group Inc satu tahun yang lalu setelah sempat menjadi penasihat keamanan nasional untuk Donald Trump. Kabarnya ia masih tetap populer di Gedung Putih.

Sebelumnya, Trump mengungkapkan ingin menempatkan putrinya, Ivanka Trump, di PBB. Tapi para pejabat Gedung Putih ragu Trump akan mengambil langkah tersebut.

Trump pernah mengatakan Grenell akan bekerja dengan baik untuk mewakili AS di PBB tapi ia menyukai pekerjaaannya di Jerman. Trump juga pernah berencana menominasikan mantan juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert untuk pekerjaan itu.

Namun, Nauert tidak pernah mengikuti nominasi resmi dengan datang ke rapat dengar dan pemungutan suara di Senat. Ia sudah menarik dirinya sendiri dari pencalonan pekerjaaan itu.



Credit  republika.co.id





Israel-Polandia Ribut Soal Holocasut Yahudi, AS Memediasi


Pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman atau sering disebut Holocaust (Ilustrasi)
Pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman atau sering disebut Holocaust (Ilustrasi)
Foto: hurriyetdailynews.com

AS menilai Israel harus meminta maaf ke Polandia.




CB, WARSAWA -- Amerikat Serikat (AS) menilai Israel harus meminta maaf kepada Polandia atas tudingan bahwa Warsawa terlibat dalam peristiwa Holocaust pada Perang Dunia II. AS mendorong kedua negara menyelesaikan perselisihan diplomatik akibat kejadian tersebut.

"Saya hanya merasa bahwa dua sekutu kuat seperti Israel dan Polandia, tentu saja mereka adalah sekutu kuat AS, seharusnya tidak menggunakan retorika semacam itu. Kita terlalu penting satu sama lain untuk tidak menyelesaikan hal-hal ini," kata Duta Besar AS untuk Polandia Georgette Mosbacher pada Rabu (20/2).

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengatakan, Polandia terlibat dalam Holocaust (pembantaian Yahudi). Polandia diketahui diduduki Nazi Jerman pada era Perang Dunia II.

Pemerintah Polandia mengecam keras pernyataan Katz. Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki menilai pernyataan Katz tidak dapat diterima dan rasis.

Morawiecki pun memutuskan untuk membatalkan kunjungannya ke Israel guna menghadiri Konferensi Visegrad. Konferensi itu rencananya dihadiri para pemimpin dari Slovakia, Cezka, Polandia, dan Hungaria.



Polandia diketahui telah berusaha keras menyangkal tudingan bahwa warganya bekolaborasi dengan Nazi dalam membantai Yahudi pada Perang Dunia II. Pada Februari tahun lalu, Polandia menerbitakan Undang-Undang Holocaust.
Dalam UU tersebut diatur, siapa pun yang menyatakan atau menuduh Polandia terlibat Holokus, akan didenda atau dipenjara selama tiga tahun. UU itu diajukan oleh partai yang berkuasa di Polandia, yakni Law and Justice Party (PiS).

Menurut PiS, UU Holokus memang perlu dihadirkan untuk membersihkan martabat Polandia dari catatan kelam sejarah, yakni ketika Nazi Jerman menduduki negara tersebut. PiS menegaskan aturan ini dibutuhkan guna memastikan bahwa rakyat Polandia diakui sebagai korban pendudukan Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II. Dengan diajukannya UU tersebut, PiS menolak klaim dan tuduhan bahwa sebagian rakyat Polandia terlibat atau bertanggung jawab atas terjadinya Holocaust.

Ketika diratifikasi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sangat menentang UU tersebut. "Saya sangat menentangnya. Seseorang tidak dapat mengubah sejarah dan Holocaust tidak dapat dipungkiri," katanya.

"Kebenaran tentang Holocaust harus selalu dipelajari dan harus selalu diingat. Israel bekerja sama dengan mitra kami di seluruh dunia untuk membela dan mengungkapkan kebenaran tentang Holocaust," kata Netanyahu.

Oleh sebab itu, ia memperingatkan pemerintah Polandia agar tak berupaya mengaburkan sejarah tentang Holocaust. 





Credit  republika.co.id




Kamis, 21 Februari 2019

Putin: Rudal AS di Eropa Bisa Hantam Rusia dalam Waktu 12 Menit


Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) berbicara dengan Perwakilan Presiden Khusus untuk Perlindungan Lingkungan, Ekologi dan Transportasi Sergei Ivanov (dua dari kanan), Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kiri) dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov (dua dari kiri) ketika ia mengunjungi Pusat Kontrol Pertahanan Nasional (NDCC) untuk mengawasi uji coba sistem rudal hipersonik Rusia baru yang disebut Avangard di Moskow, Rusia 26 Desember 2018. [Sputnik / Mikhail Klimentyev / Kremlin via REUTERS]
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) berbicara dengan Perwakilan Presiden Khusus untuk Perlindungan Lingkungan, Ekologi dan Transportasi Sergei Ivanov (dua dari kanan), Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kiri) dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov (dua dari kiri) ketika ia mengunjungi Pusat Kontrol Pertahanan Nasional (NDCC) untuk mengawasi uji coba sistem rudal hipersonik Rusia baru yang disebut Avangard di Moskow, Rusia 26 Desember 2018. [Sputnik / Mikhail Klimentyev / Kremlin via REUTERS]

CB, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan setiap langkah AS menempatkan rudal baru di Eropa bisa mengancam Moskow dalam waktu 10-12 menit jika timbul skenario terburuk.
Skenario itu akan membuka kemungkinan Rusia terkena serangan nuklir sebelum rudalnya bisa mencapai wilayah AS.

Dikutip dari laporan Reuters, 21 Februari 2019, rudal darat Rusia yang saat ini menargetkan Amerika Serikat didasarkan pada wilayah Rusia dan oleh karena itu waktu penerbangan ke pusat-pusat populasi AS akan lebih lama daripada rudal AS yang dikerahkan di Eropa.
Putin tidak mengkonfirmasi bagaimana, secara teknis, Rusia akan mengerahkan rudal dengan waktu serangan yang lebih singkat. Opsi yang mungkin adalah menempatkan rudal di tanah sekutu dekat wilayah AS, menyebarkan rudal lebih cepat di kapal selam, atau menggunakan salah satu senjata hipersonik yang menurut Moskow sedang dikembangkan.

Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]





Dalam pidatonya pada hari Rabu di depan Majelis Federasi Rusia, Putin mengatakan bahwa kapal selam yang mampu membawa drone bawah laut terbaru dengan kemampuan serangan nuklir, yang disebut Poseidon, akan diluncurkan pada musim semi ini, dan juga berbicara tentang keberhasilan pengembangan rudal hipersonik baru bernama Tsirkon.

Televisi pemerintah Rusia pada hari Rabu menyiarkan rekaman Poseidon sedang diuji untuk pertama kalinya, menurut laporan kantor berita RIA.Pernyataan Vladimir Putin ini menandai ketegangan baru kedua negara setelah Amerika Serikat keluar dari perjanjian INF, yang menuding Rusia melanggar pakta dengan membuat jangkauan rudal yang dilarang.




Credit  tempo.co




Vladimir Putin Siap Arahkan Rudal Nuklir Rusia ke Amerika Serikat


Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]
Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]

CB, Jakarta - Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia akan mengerahkan rudal berhulu ledak nuklirnya semakin dekat ke wilayah Amerika Serikat. Putin juga mengancam akan mengerahkan nuklir dalam waktu yang lebih singkat, langsung mengarah ke jantung Amerika.
Sementara di Washington, Departemen Luar Negeri AS Mike Pompeo menolak komentar Putin, dengan mengatakan  ancaman Putin "sebagai propaganda yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran Rusia terhadap Perjanjian Pengawasan Senjata Nuklir (INF)."

Dari laporan Reuters, 21 Februari 2019, Putin mengatakan Rusia tidak mencari konfrontas, dan tidak akan mengambil langkah pertama untuk mengerahkan rudal sebagai tanggapan atas keputusan Washington untuk mundur dari INF bulan ini.
Namun dalam sambutannya tentang kemungkinan perlombaan senjata baru, dia mengatakan reaksi Rusia terhadap kebijakan AS sangat tegas. Putin mengatakan pembuat kebijakan AS harus menghitung risiko apapun sebelum mengambil tindakan menyebar sistem rudalnya di Eropa.

"Adalah hak mereka untuk memikirkan apa yang mereka inginkan. Tetapi bisakah mereka memperhitungkannya? Saya yakin mereka bisa. Biarkan mereka menghitung kecepatan dan jangkauan sistem senjata yang kami kembangkan," kata Putin di hadapan Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.
Vladimir Putin melihat uji coba rudal hipersonik Avangard dari Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow.[Sky News]
"Rusia akan dipaksa untuk membuat dan menggunakan jenis-jenis senjata yang dapat digunakan tidak hanya pada wilayah dari mana ancaman langsung terhadap kita berasal, tetapi juga wilayah-wilayah di mana pusat-pusat pengambilan keputusan berada," kata Putin.

"Senjata-senjata ini, dengan spesifikasi taktis dan teknis, termasuk waktu penerbangan mereka ke pusat komando yang saya bicarakan, akan sepenuhnya sesuai dengan ancaman yang akan diarahkan terhadap Rusia."
Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak mengembangkan sistem pengiriman senjata nuklir baru yang mutakhir, dan mengulangi klaimnya bahwa Rusia melanggar perjanjian INF sementara Amerika Serikat tidak.
"Pernyataan Presiden Putin adalah kelanjutan dari upaya propaganda Rusia untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan Rusia yang melanggar Perjanjian INF," tambah seorang juru bicara Departemen Luar Negeri, yang enggan disebut identitasnya.
Rudal nuklir Rusia sudah menargetkan Amerika Serikat dan sebaliknya.

Pernyataan Putin kemungkinan akan membangkitkan ingatan akan Krisis Misil Kuba pada tahun 1962 ketika Uni Soviet menanggapi penyebaran rudal AS di Turki dengan mengirim rudal balistik ke Kuba, memicu kebuntuan yang membawa dunia nyaris menuju perang nuklir.Amerika Serikat mengatakan bulan ini mereka tidak akan mematuhi kewajiban perjanjian INF 1987, dan akan mengembangkan rudal tandingan, setelah menuding Rusia melanggar poin perjanjian INF.






Credit  tempo.co




Iran Buka Kemungkinan Konflik Militer dengan Israel


Iran Buka Kemungkinan Konflik Militer dengan Israel
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif. Foto/Istimewa

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif, menuduh Israel terlibat dalam "petualangan" kampanye pemboman di Suriah. Ia pun mengatakan tidak dapat mengesampingkan kemungkinan konflik militer antara kedua negara.

Zarif mengatakan kepada surat kabar Jerman, Sueddeutsche Zeitung, bahwa Iran berada di Suriah atas permintaan pemerintah Suriah sementara Israel melanggar ruang udara Lebanon dan Suriah, serta hukum internasional.

"Ada adventurisme di pihak Israel, dan adventurisme selalu berbahaya," kata Zarif kepada surat kabar itu dalam sebuah wawancara seperti dilansir dari Middle East Monitor, Kamis (21/2/2019).

Ditanya apakah dia melihat konflik militer yang muncul antara Iran dan Israel, Zarif mengatakan: "Saya tidak, tetapi kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan itu."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah melakukan ratusan serangan di Suriah selama beberapa tahun terakhir dan akan meningkatkan perjuangannya menyusul rencana penarikan pasukan AS dari negara itu.

Israel berusaha untuk melawan pengaruh Iran di Suriah, yang telah mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang yang meletus pada tahun 2011. Ia mengatakan tindakan Teheran adalah faktor destabilisasi utama di Timur Tengah.

Zarif, berbicara di Konferensi Keamanan Munich pada hari Minggu kemarin, menuduh Israel mencari perang dan memperingatkan bahwa tindakannya dan tindakan Amerika Serikat meningkatkan kemungkinan bentrokan di wilayah tersebut.




Credit  sindonews.com


Milisi Houthi Ambil Alih Rumah Yasser Arafat di Yaman



Yasser Arafat
Yasser Arafat
Foto: AP

Mayoritas rakyat Palestina melihat sosok Arafat sebagai seorang pejuang kemerdekaan.




CB, SANAA -- Menteri Informasi Yaman Muammar Al-Iryani mengatakan kelompok milisi Houthi telah merebut dan mengambil alih rumah mendiang presiden Palestina Yasser Arafat di Ibu Kota Yaman, Sanaa. Tak hanya itu, Houthi juga memasuki beberapa markas organisasi yang mendukung perjuangan Palestina di kota tersebut.

Al-Iryani mengatakan, Houthi sebenarnya tidak memiliki perhatian terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. "Untuk milisi (Houthi), perjuangan Palestina adalah bahan propaganda yang digunakan untuk mengekploitasi orang-orang polos, menggunakan slogan-slogan seperti Yerusalem dan menolak normalisasi hubungan (dengan Israel)," kata Al-Iryani melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa (19/2), dikutip laman Middle East Monitor.

Menurut dia, milisi Houthi memang sengaja menggunakan slogan-slogan yang terkait dengan perjuangan Palestina untuk menarik warga Yaman menjadi simpatisan atau pendukungnya. Setelah termakan propaganda, Houthi akan memanfaatkan orang-orang itu untuk terlibat dalam pertempuran yang melayani proyek reaksioner mereka.


photo

Warga Yaman yang simpati dengan Houthi.



Yasser Arafat adalah seorang negarawan Palestina. Ia merupakan ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang pernah menjabat sebagai presiden Otoritas Nasional Palestina (PNA). Arafat juga diketahui pemimpin partai politik dan mantan pasukan milisi Fatah.

Arafat dikenal karena sikapnya yang keras menentang pendudukan Israel atas Palestina. Wataknya mulai melunak pada 1988, yakni ketika menerima Resolusi 242 Dewan Keamanan PBB. 

Arafat terlibat dalam serangkaian perundingan dengan Israel guna mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung selama satu dekade. Perundingan tersebut antara lain Konferensi Madrid 1991, Perjanjian Oslo, dan pertemuan di Camp David pada 2000.

Mayoritas rakyat Palestina melihat sosok Arafat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang heroik. Dia pun dianggap sebagai martir yang menyimbolkan jeritan hati rakyat Palestina.



Credit  republika.co.id




Israel Bersiap Luncurkan Misi Pendaratan di Bulan



Israel Bersiap Luncurkan Misi Pendaratan di Bulan
Tim ilmuwan Israel yang akan meluncurkan misi pertama pendaratan ke Bulan pada pekan ini. Foto/REUTERS

TEL AVIV - Tim ilmuwan Israel akan meluncurkan misi pertama pendaratan ke Bulan pada pekan ini. Misi yang didanai swasta itu berupa pengiriman pesawat ruang angkasa untuk mengumpulkan data dari permukaan Bulan.

Jika misi ini berhasil, Israel akan menjadi negara keempat yang melakukan pendaratan di Bulan setelah Rusia, Amerika Serikat (AS) dan China.

Nama pesawat ruang angkasanya adalah Beresheet. Nama itu diambil dari kata Ibrani pada Kitab Kejadian. Perangkat robot pendarat yang akan dikirim tim ilmuwan Israel berbobot 585kg. Peluncuran dilakukan dari Florida, Amerika Serikat sekitar pukul 01.45 GMT pada hari Jumat.

Perangkat tersebut akan didorong oleh salah satu roket SpaceX Falcon 9 milik Elon Musk. Setelah mendarat, dalam beberapa minggu, ia akan mengukur medan magnet Bulan untuk membantu memahami bagaimana Bulan terbentuk.

Beresheet juga akan menyimpan file digital "kapsul waktu" seukuran koin yang berisi Alkitab, gambar anak-anak, lagu kebangsaan Israel dan bendera biru dan putih, serta kenangan dari orang yang selamat dari Holocaust.

"Ini akan berada di Bulan selamanya," kata Yonatan Weintraub, pendiri SpaceIL, organisasi nirlaba yang memimpin proyek ini, seperti dikutip The Guardian, Kamis (21/2/2019).

Perusahaan milik negara Israel, Aerospace Industries (IAI), bergabung dengan status sebagai mitra, bukan inisiator.

"Ini adalah pesawat ruang angkasa dengan anggaran terendah yang pernah melakukan misi seperti itu," bunyi pernyataan IAI tentang proyek senilai 77 juta poundsterling itu.

"Kekuatan super yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa di Bulan telah menghabiskan ratusan juta," paparnya. Ia menambahkan bahwa meskipun itu adalah usaha pribadi atau swasta, Beresheet adalah prestasi nasional dan bersejarah bagi negara mayoritas Yahudi tersebut.

Perjalanan awak ke bulan pada akhir 1960-an dan awal 70-an memakan waktu sekitar tiga hari, tetapi pemeriksaan akan mengambil rute yang kurang langsung. Pertama-tama ia akan bergerak dalam orbit elips yang terus tumbuh di sekitar Bumi hingga memotong tarikan gravitasi Bulan. Pembuatnya memperkirakan akan mendarat pada 11 April 2019.

SpaceIL didirikan pada 2011 dengan tujuan memenangkan Google Lunar XPrize, yang memberikan hadiah USD30 juta untuk tim yang didanai secara pribadi untuk mendaratkan pesawat ruang angkasa otomatis di Bulan. Pesawat harus mengirimkan gambar kembali ke Bumi.

Meskipun kontes ditutup tanpa pemenang, SpaceIL memutuskan untuk melanjutkan dan mengumpulkan dana di tempat lain. Morris Kahn, miliarder Israel kelahiran Afrika Selatan, adalah pendukung utama, tetapi SpaceIL mengatakan partai Republik Amerika Serikat dan penyandang dana pro-Israel Miriam Adelson serta suaminya yang pemilik kasino, Sheldon, memberi USD24 juta. 


Credit  sindonews.com