Rabu, 03 Oktober 2018

Guncangan gempa di NTT dirasakan hingga NTB

Guncangan gempa di NTT dirasakan hingga NTB
Seorang pengunjung mengabadikan panorama Bukit Wairinding di Kabupaten Sumba Timur, NTT (19/2/2018). Bukit Wairinding merupakan salah satu lokasi wisata alam yang mejadi destinasi bagi wisatawan domestik dan mancanegara. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

"gempa Sumba dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik"


Mataram  (CB) - Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Sumba  Nusa Tenggara Timur, Selasa pukul 07.16 WIB juga dirasakan oleh warga di Kabupaten Bima dan Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

 Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, di Mataram, Selasa, mengatakan getaran gempa bumi yang dirasakan di Bima dan Dompu dalam skala intensitas II Skala Intensitas Gempabumi (SIG) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), atau III modified mercalli intensity (MMI).

  "Gempa di Sumba Timur dengan kedalaman 10 kilometer tersebut juga terasa di Kota Waingapu, Sumba Timur dan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya sebesar II SIG BMKG (IV MMI)," katanya.

  Ia mengatakan Kabupaten Sumba Timur  Selasa pagi, diguncang empat kali gempa bumi dengan magnitudo 5,0 SR, 5,3 SR, 6,0 SR dan 6,3 SR. Namun tidak berpotensi tsunami.

 Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter pada keempat gempa bumi tersebut, Agus menjelaskan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menyusup di bawah Lempeng Eurasia.

  "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali- Nusa Tenggara tersebut, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (thrust fault).

 Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi pertama terletak pada koordinat 10,65 lintang selatan (LS) dan 120,18 bujur timur (BT).

 Episenter gempa bumi kedua terletak pada koordinat 10,54 LS dan 120,20 BT, episenter ketiga terletak pada koordinat 10,60 LS dan 120.20 BT.

 "Episenter keempat 10.52 LS dan 120.18 BT dengan kedalaman 21 kilometer arah selatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT," kata Agus.

 Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengkonfirmasi guncangan bumi di Kabupaten Sumba Timur terasa kuat selama 3-5 detik.

 "Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan. BPBD masih melakukan pemantauan dan pendataan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwonugroho.



Credit  antaranews.com

Sumba NTT diguncang gempa 6,3 SR


BMKG (id.wikipedia.org)


Jakarta  (CB) - Pulau Sumba Provinsi Nusa Tenggara Timur beberapa kali diguncang gempa bumi dengan magnitudo 5,2 SR, 5,3 SR, 6,0 SR dan 6,3 SR pada Selasa pagi.

Informasi dari Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima di Jakarta, Selasa, pada pukul 07.16.44 WIB terjadi gempa bumi berkekuatan 6,3 SR.

Episenter gempa berada di 10.57 Lintang Selatan (LS) dan 120.22 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 Kilometer.

Sebelumnya terjadi gempa bumi berkekuatan 6,0 SR pada pukul 06.59.42 WIB pada posisi episenter 10.57 LS dan 120.25 BT atau 66 kilometer barat daya Sumba Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya pada pukul 06.27.06 WIB juga terjadi gempa bumi berkekuatan 5,3 SR di Sumba dengan episenter

10.48 LS dan 120.24 BT serta kedalaman 10 kilometer.

Atau sekitar 56 kilometer Barat Daya Sumba Timur, 125 kilometer Tenggara Sumba Tengah, 131 kilometer Tenggara Sumba Barat, 375 km Barat Daya Kupang NTT.

Pada pukul 06.12.03 WIB, Sumba juga diguncang gempa 5,2 SR pada episenter 10.56 LS dan 120.20 BT dengan kedalaman 10 kilometer.

Menurut BMKG gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.



Credit  antaranews.com





Selasa, 02 Oktober 2018

Rusia Mulai Uji Coba Senjata Elektromagnetik




Rusia Mulai Uji Coba Senjata Elektromagnetik
Rusia telah menguji coba di lapangan senjata elektromagnetik. Foto/Istimewa


MOSKOW - Rusia telah memulai uji coba senjata elektromagnetik di lapangan. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Pertama CEO perusahan teknologi radio elektrinik, KRET, Vladimir Mikheyev.

Ia mengatakan bahwa sistem senjata gelombang pendek eksis dan berkembang dengan sukses.



"Pengujian dilakukan tanpa henti di laboratorium dan di lokasi uji coba," kata Mikheyev ketika ditanya apakah senjata tersebut sudah diuji seperti dinukil dari laman TASS, Selasa (2/10/2018).

Ia menambahkan bahwa penelitian aktif sedang dilakukan ke dalam sistem perlindungan dari senjata elektromagnetik.

Sebelumnya, KRET mengatakan bahwa senjata semacam itu akan dapat sepenuhnya menghancurkan sistem radio elektronik musuh, misalnya, sistem pelacak rudal. Ada rencana untuk mempersenjatai drone generasi keenam Rusia dengan senjata elektromagnetik ini.



Credit  sindonews.com



Gelar Operasi Navigasi di Laut China Selatan, China Kutuk AS


Gelar Operasi Navigasi di Laut China Selatan, China Kutuk AS
China mengungkapkan kemarahannya setelah sebuah kapal perang AS, USS Decatur, berlayar di dekat kepulauan Spratly di Laut China Selatan. Foto/Istimewa

BEIJING - China menyatakan kemarahannya setelah kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh China di Laut China Selatan. China mengatakan dengan tegas menentang operasi yang disebutnya sebagai ancaman terhadap kedaulatannya.

Kementerian Pertahanan China mengatakan sebuah kapal angkatan laut China telah dikirim untuk memperingatkan kapal AS agar pergi.



Kementerian itu mengatakan China memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas pulau-pulau LCS dan perairan di sekitar mereka, dan situasi di sana berkembang dengan baik berkat kerja keras China serta negara-negara di Asia Tenggara.

"Pihak AS berulang kali mengirim kapal-kapal militer tanpa izin ke laut dekat pulau-pulau Laut China Selatan, mengancam secara serius kedaulatan dan keamanan China, merusak hubungan militer China-AS, dan merusak serius perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Kementerian Pertahanan.

"Militer China dengan tegas menentang ini," imbuhnya  China seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/10/2018).

"Angkatan bersenjata China akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan negara," kata kementerian itu lagi.

Sementara itu dalam sebuah pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri China mendesak AS untuk segera menghentikan tindakan provokatifnya dan segera memperbaiki kesalahannya.

Sebelumnya sebuah kapal milik Angkatan Laut AS, USS Decatur melakukan perjalanan dalam jarak 12 mil laut dari Gaven dan Johnson Reefs di Kepulauan Spratly pada hari Minggu.


Operasi itu juga dilakukan ketika hubungan militer antara kedua negara telah menurun. China naik pitam dengan sanksi AS terhadap militernya karena membeli senjata Rusia dan dukungan AS atas Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai bagian dari negara itu.





Credit  sindonews.com




Angkatan Laut AS: Manuver Kapal Perang Cina Berbahaya


Kapal Perang AS
Kapal Perang AS

USS Decatur bermuatan rudal berlayar di LCS untuk operasi kebebasan navigasi.




CB, WASHINGTON -- Sebuah kapal perang Cina terdeteksi berada dalam jarak beberapa meter dari kapal perusak Amerika Serikat, USS Decatur di Laut Cina Selatan (LCS).  Pejabat AS mengatakan, USS Decatur memaksa mengubah arah akibat aksi yang bisa disebut tidak aman dan tidak profesional.

USS Decatur milik AS yang bermuatan rudal perusak itu berlayar di LCS guna menggelar kebebasan operasi navigasi atau FON yang rutin dan biasa dilakukan. Pada Ahad (30/9) kemarin, kapal tersebut melewati 12 mil laut karang Gaven dan honson di Kepulauan terpencil, Spratly.

Meski jarak 12 mil pada umumnya dapat diterima di wilayah perairan dekat pulau. Namun, Beijing mengklaim, semua rantai pada perairan Spratly termasuk sebagian besar dari LCS.

"Selama operasi, kapal milter Luyang Cina mendekati USS Decatur dalam manuver yang dinilai tidak aman dan tidak profesional di sekitar Gaven Reef di LCS," ujar juru bicara Armada PAsifik AS, Nate Christensen seperti dikutip Guardian, Selasa (2/10).



Kapal Cina, kemudian mulai melakukan serangkaian manuver yang semakin gencar guna memperingatkan USS Decatur meninggalkan wilayah perairan itu.


"Kapal perusak Cina itu semakin mendekat dalam jarak 45 yard dari busur Decatur, setelah itu Decatur menghalau untuk mencegah tabrakan," ujarnya.

Hubungan di antara kedua negara mengalami ketegangan dengan berbagai tingkatannya sejak Presiden AS Donald Trump menjabat pada 2017.


Perang dagang yang dicanangkan Trump membuat Beijing murka. Apalagi dengan penjualan senjata sebesar 1,3 miliar dolar AS ke Taiwan. Cina selama ini mengakui Taiwan bagian dari wilayahnya.

Baru-baru ini, Washington memberlakukan tarif perdagangan baru terhadap Cina sebesar 200 miliar dolar AS pada bea impor. Cina tidak bisa diam dan melakukan pembalasan termasuk membatalkan kunjungan pertemuan pejabat tinggi angkatan laut mereka dengan AS.



Credit  republika.co.id


Hubungan Diplomatik dengan Vanuatu Perlu Ditinjau Kembali



Vanuatu
Vanuatu
Foto: .

Negara kepulauan Vanuatu seringkali mengusik kedaulatan Indonesia atas Papua



CB, JAKARTA -- Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari memprotes keras tindakan Perdana Menteri Vanuatu Charlot Salwai yang menyinggung soal Papua. Apalagi hal itu bukan kali pertama Vanuatu mengusik urusan kedaulatan Indonesia atas Papua.


Tindakan berulang yang dilakukan Vanuatu harus mendapatkan respons serius dari pemerintah. "Memprotes sikap Vanuatu yang secara terbuka mendukung upaya separatisme Papua," kata dia dalam keterangan pers yang diterima, Senin (1/10).

Kharis menegaskan, pemerintah bisa meninjau kembali hubungan diplomatik dengan negara yang terletak di Samudra Pasifik bagian selatan itu. "Indonesia perlu mempertimbangkan kembali hubungan diplomatik dengan Vanuatu," ujar Anggota DPR RI Fraksi PKS ini.

Negara Kepulauan Vanuatu kembali mengusik kedaulatan Indonesia. Kali ini, forum Sidang Umum PBB dijadikan tempat untuk mengangkat isu Papua. Sebelumnya, Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai menyinggung tentang Papua dalam Sidang Majelis Umum ke-73 PBB di New York, Amerika Serikat.

Salwai mengingatkan bahwa dekolonialisasi harus tetap menjadi bagian dari agenda PBB. Ia mengatakan Dewan Hak Asasi Manusia PBB harus melakukan investigas terhadap pelanggaran HAM di Papua. Vanuatu juga pernah menyatakan keprihatinannya terkait tahanan politik di Papua yang dituduh melakukan pengkhianatan

Hal itu mendapat respons keras dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. JK mengatakan Vanuatu kerap kali memunculkan isu yang tak benar tentang pelanggaran HAM di Papua dan terus menerus menggaungkan tidak sahnya penggabungan Papua ke Indonesia. JK pun menegaskan takkan tinggal diam bila Vanuatu terus mengusik kedaulatan dan teritori Indonesia.



Credit  republika.co.id



Polandia Siap Biayai Pembangunan Pangkalan Militer AS


Polandia Siap Biayai Pembangunan Pangkalan Militer AS
Presiden Polandia, Andrzej Duda menyatakan, pihaknya menanggarkan dana besar USD 2 miliar untuk biaya pembangunan pangkalan militer AS di negaranya. Foto/Istimewa

WARSAWA - Presiden Polandia, Andrzej Duda menyatakan, pihaknya menanggarkan dana besar USD 2 miliar untuk biaya pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negaranya. Dia menyebut, Presiden AS, Donald Trump setuju dengan ide tersebut.

Berbicara saat melakukan wawancara dengan surat kabar Polandia, Sieci menuturkan  ia pertama kali melontarkan gagasan untuk membangun pangkalan militer permanen dengan Trump di sela-sela pertemuan puncak NATO pada bulan Juli lalu.



"Saya berkata kepadanya bahwa kami ingin memiliki pangkalan AS permanen di Polandia. Dia menganggukkan kepalanya tetapi tidak bereaksi. Tapi ketika saya menambahkan bahwa kami siap mengalokasikan USD 2 miliar untuk mempersiapkannya, saya melihat matanya bersinar," kata Duda, seperti dilansir Sputnik pada Senin (1/10).

Dia lalu menyatakan, setelah pembicaraan itu semuanya berjalan dengan cara yang berbeda. Duda kemudian mencatat bahwa Polandia bertujuan untuk mengalihkan "perbatasan keamanan" di Eropa berkat kehadiran pasukan AS.

"Pangkalan AS telah terbukti menjadi penjamin perdamaian. Coba ingat tahun-tahun di masa Perang Dingin, di mana mereka menunjukkan kekuatan stabilisasi mereka. Salah satu contohnya bagaimana Jerman Barat yang melawan tekanan dari Jerman Timur dengan bantuan AS," ungkapnya.

Dia ingat bahwa karena banyak negara Eropa menikmati kehadiran militer AS, dia menganggap perlu untuk memperluas kehadiran pasukan AS di Polandia dan juga membuatnya permanen. 





Credit  sindonews.com



Terganggu Suara Pesawat Militer, Warga Jepang Tuntut Rp 149 M


Sebuah pesawat Hercules terlihat di landasan pacu di Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma di Ginowan di Okinawa 3 Mei 2010. [REUTERS / Issei Kato]
Sebuah pesawat Hercules terlihat di landasan pacu di Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma di Ginowan di Okinawa 3 Mei 2010. [REUTERS / Issei Kato]

CB, Jakarta - Sekelompok warga Okinawa Jepang menuntut US$ 10 juta sebagai kompensasi atas suara bising pesawat militer AS yang melewati rumah mereka.
Dilaporkan Stripes.com, lebih dari 2.800 penggugat dari Kota Ginowan ingin pemerintah Jepang membayar uS$ 10 juta atau Rp 149 miliar karena terganggu oleh suara bising pesawat militer dari Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma, menurut pengaduan yang diajukan pada Juli di Pengadilan Distrik Naha.

"Tujuh puluh tiga tahun setelah perang, kami telah menghadapi bahaya besar dengan sejumlah pendaratan darurat, tabrakan dan jatuhnya objek oleh pesawat terbang serta kebisingan mengganggu percakapan harian kami dan menyebabkan masalah menonton TV dan mendengarkan radio," ujar perwakilan penggugat, Kenei Yamashiro, 79 tahun, kepada pengadilan.

Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma di Prefektur Okinawa pada 3 Mei 2010. [Reuters]
"Penerbangan malam mulai jam 10 malam. sampai jam 6 pagi seharusnya dibatasi, namun penerbangan menyebabkan masalah kesehatan serius akibat kurang tidur," tambah Yamashiro.
Seorang pengacara untuk penggugat, Osamu Ikeda, mengatakan bahwa warga tidak ingin menghentikan penerbangan militer.

"(Kami) hanya meminta penyelesaian moneter karena mayoritas penggugat adalah orang tua," kata kuasa hukum.
Pemerintah Jepang meminta kelompok untuk menarik gugatan dan sidang kedua dijadwalkan untuk 6 Desember.
Tuntutan hukum semacam itu telah menjadi hal yang biasa dan menghasilkan pembayaran besar pemerintah Jepang kepada penduduk yang mengatakan bahwa mereka secara tidak adil terganggu oleh penerbangan harian dari helikopter, pesawat militer AS, jet tempur, dan pesawat kargo.

Empat helikopter transportasi Sea Knight dan sebuah helikopter Super Stallion diparkir di Pangkalan Udara Korps Marinir Futenma di Ginowan di Okinawa 3 Mei 2010. [Reuters]



Putusan diharapkan musim semi berikutnya dalam kasus di mana 3.417 warga, yang diberi US$ 22.6 juta atau Rp 337 miliar karena suara bising pangkalan udara Futenma pada 2016, mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Fukuoka untuk menghentikan penerbangan di pangkalan udara.

Pada bulan Februari 2017 hakim memutuskan pemerintah Jepang harus memberikan lebih dari US$ 265 juta (Rp 3,9 triliun) atau sekitar US$ 12 (Rp 178 ribu) per penggugat untuk 22.005 orang yang tinggal di sekitar Pangkalan Udara Kadena, dan kompensasi ini adalah yang terbesar yang pernah diberikan pemerintah Jepang atas gangguan suara bising pesawat.
Sementara pada Oktober 2017, pengadilan Jepang memberikan lebih dari US$ 5,4 juta atau Rp 80,5 miliar kepada orang-orang yang tinggal di dekat Pangkalan Udara Yokota di Tokyo barat karena suara pesawat militer mengganggu permukiman.




Credit  tempo.co



S-300 Rusia Diangkut Pesawat Terbesar di Dunia ke Suriah



S-300 Rusia Diangkut Pesawat Terbesar di Dunia ke Suriah
Antonov An-124, pesawat militer Rusia yang dilaporkan mengangkut sistem rudal S-300 Moskow ke Suriah. Foto/Wikimedia/Sergey Kustov/CC BY-SA 3.0


DAMASKUS - Rusia selama seminggu terakhir telah mengirimkan sistem rudal anti-pesawat canggihnya, S-300, ke Suriah. Senjata pertahanan itu diangkut Antonov An-124, yang dinyatakan sebagai pesawat angkut militer terbesar di dunia.

Dari segi ukuran, Antonov An-124 Ruslan atau dikenal sebagai Condor, dianggap sebagai pesawat angkut militer terbesar kedua setelah Antonov An-225 Mriya. Pesawat Mriya buatan Rusia adalah pesawat terberat yang pernah dibuat dan memiliki lebar sayap pesawat terbesar, yakni 88,4 meter (290 kaki). Dengan berat kosong 314 ton, pesawat Mriya hanya dibuat satu unit saja.



Sedangkan pesawat Ruslan memiliki berat 192 ton dan memiliki lebar sayap 73,3 meter (240 kaki).

Kedua pesawat itu, yang digunakan oleh Angkatan Udara Rusia serta beberapa operator kargo, ditemukan oleh para penggemar pesawat yang melacak pergerakan pesawat (juga dikenal sebagai aircraft spotters), di rute Rusia-Suriah selama beberapa hari terakhir.

Rusia mengatakan pihaknya mulai memasok sistem pertahanan udara S-300 ke Suriah pada hari Jumat lalu, meski ada protes dari Israel. Menurut laporan Ynet yang dilansir Times of Israel, Selasa (2/10/2018), pesawat Ruslan pertama terlihat tiba di Pangkalan Udara Khmeimim di dekat Latakia, Suriah pada Kamis malam.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam konferensi pers di sela-sela Sidang Ke-73 Majelis Umum PBB mengumumkan pengiriman senjata pertahanan tersebut. "Sistem anti-pesawat akan dikhususkan untuk memastikan 100 persen keselamatan dan keamanan orang-orang kami di Suriah," katanya.

Keputusan Moskow untuk memasok sistem itu ke Suriah telah menimbulkan kekhawatiran di pihak Tel Aviv. Seorang pejabat senior Israel mengatakan pada Sabtu lalu bahwa kepemilikan S-300 Suriah merupakan tantangan serius bagi negara mayoritas Yahudi itu. Namun, kata dia, Israel sedang mengupayakan cara untuk mencegah penempatan sistem itu menjadi ancaman besar bagi keamanan negara.

“S-300 adalah tantangan rumit bagi negara Israel. Kami berurusan dengan (keputusan), dengan cara yang berbeda, tidak harus dengan mencegah pengiriman (sistem anti-pesawat)," kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim tersebut.

Pejabat itu percaya Presiden Rusia Vladimir Putin memahami bahwa ketika Moskow membuat langkah, Israel mencadangkan hak untuk melindungi dirinya sendiri dan mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Jumat mengkritik langkah Rusia sebagai keputusan yang tidak bertanggung jawab. Namun, dia mengatakan bahwa Israel berkomitmen untuk terus mempertahankan saluran deconfliction dengan Moskow dalam operasi militernya di wilayah Suriah.

Berbicara kepada CNN di New York setelah sidang tahunan Majelis Umum PBB, Netanyahu mengatakan bahwa dia sudah berbicara kepada Putin awal bulan ini setelah pasukan Suriah menanggapi serangan udara Israel dengan sistem rudal S-200 secara keliru, yakni menembak jatuh pesawat pengintai militer Il-200 Rusia dan menewaskan 15 tentara Moskow.

"Mari kita lanjutkan deconfliction-nya, tetapi pada saat yang sama, saya mengatakan kepadanya dengan sangat hormat dan sangat jelas bahwa Israel akan melakukannya, akan terus melakukan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan dirinya," katanya. 


Dia mengatakan kedua pihak ingin menghindari bentrokan militer di Suriah, namun mencatat bahwa banyak militer dan kelompok lain yang beroperasi di wilayah Suriah, membuat wilayah itu sangat ramai meski di ruang udara yang kecil.

"Melewati kekacauan ini, kami dapat bertahan selama tiga tahun untuk menghindari bentrokan antara antara pasukan Rusia dan Israel," katanya. "Saya pikir ada keinginan dari pihak kami dan pihak Rusia untuk menghindari bentrokan," katanya.




Credit  sindonews.com


Rusia Miliki Pasukan Penerjun Payung Terbesar di Dunia, namun...



Pasukan payung Rusia VDV atau Vozdushno-desantnye voyska, pasukan dengan kekuatan satu korps dan beberapa divisi ini merupakan pasukan payung terbesar di dunia. VDV didirikan pada tahun 1930 dengan motto Nobody, but us. Pasukan ini kerap kali diterjunkan dalam pertempuran besar seperti perang Stalingrad, perang Afganistan, Chechnya dan Ukraina. VDV menggunakan baret berwarna biru terang sebagai simbol dari korps pasukan udara. pinterest.com
Pasukan payung Rusia VDV atau Vozdushno-desantnye voyska, pasukan dengan kekuatan satu korps dan beberapa divisi ini merupakan pasukan payung terbesar di dunia. VDV didirikan pada tahun 1930 dengan motto Nobody, but us. Pasukan ini kerap kali diterjunkan dalam pertempuran besar seperti perang Stalingrad, perang Afganistan, Chechnya dan Ukraina. VDV menggunakan baret berwarna biru terang sebagai simbol dari korps pasukan udara. pinterest.com

CB, Jakarta - Rusia memiliki jumlah pasukan penerjun payung terbesar di dunia. Mereka terlatih dengan baik dan dilengkapi dengan kendaraan udara berlapis baja serta senjata yang canggih. Akan tetapi koran pro pemerintah, Izvestia, melaporkan pasukan penerjun payung Rusia terlalu banyak dan tidak cukup pesawat yang dapat membawa mereka.
“Pada saat ini, terdapat dua divisi serangan udara dan dua divisi pengaturan di udara, empat brigade serangan udara, seorang komando, dan sejumlah unit dukungan dan pelatihan yang berada dalam komposisi Pasukan Udara Rusia,” tulis Ilya Kramnik, menurut sebuah terjemahan dalam OE Watch edisi September, majalah Kantor Studi Militer Luar Negeri Angkatan Darat AS.

Angkatan Udara Rusia saat ini hanya memiliki sekitar 120 pesawat angkut Il-76, yaitu setara dengan transportasi C-17 Angkatan Udara AS. Meskipun mempertahankan kekuatan udara yang multi-divisi, Rusia hanya dapat mengurangi satu divisi pada satu waktu. Masalah ini bahkan diakui pada masa Uni Soviet.
“Hal ini kemudian menimbulkan kegelisahan khususnya dalam hal efektivitas pengeluaran sumber daya anggaran, sementara dengan mempertimbangkan biaya tinggi peralatan parasut khusus dan pelatihan lompatan personil," ujar Kramnik.

Pertanyaan yang jelas lalu muncul: mengapa Rusia tidak memangkas jumlah pasukan penerjung payung untuk mencocokkan jumlah pesawat angkut? Terlebih lagi, pasukan udara telah melakukan beberapa pertempuran yang relatif sedikit sejak hari-hari kejayaan pada Perang Dunia II. Saat ini, mereka lebih mungkin digunakan sebagai infanteri ringan elit.

Jawabannya adalah politik. “Dengan mempertimbangkan struktur tentara Rusia yang telah berkembang dan bobot politik dari pasukan penerjung payung dalam komposisi mereka, kita perlu menyadari bahwa tidak mungkin siapa pun akan melakukan reformasi radikal seperti itu di masa mendatang,” Kramnik menyimpulkan.
Contoh yang terjadi di Rusia tidak berbeda di Amerika Serikat, ketika saran untuk menutup pangkalan militer atau melepaskan pembelian senjata yang kemudian menarik tentangan sengit dari legislator dan komunitas lokal. Di bawah Komunisme atau kapitalisme, politik tetap musuh yang paling tangguh daripada akal sehat.





Credit  tempo.co


Kapal Perang China Usir Kapal Perang AS di Laut China Selatan



Kapal Perang China Usir Kapal Perang AS di Laut China Selatan Ilustrasi (Doc. US Navy)


Jakarta, CB -- Kapal perang China berlayar di sekitar pulau Spartly di Laut China Selatan untuk mengusir kapal perang Amerika Serikat (AS) yang sedang berlayar disekitar perairan itu.

Kapal perang China itu berlayar hanya beberapa meter saja dari kapal penghancur Amerika Serikat. Kapal perang China itu mendekat untuk mendesak kapal AS untuk berganti haluan. Desakan iutu disampaikan deengan cara yang tak aman dan tak profesional, jelas seorang pejabat resmi, Senin (1/10)

Kapal perang AS, USS Decatur yang membawa rudal perusak tengah melakukan apa yang militer sebut sebagai operasi navigasi bebas pada Minggu (30/9). Kapal ini berjarak 22,4 kilometer (12 mil nautikal) dari karang Gaven dan Johnson di wilayah kepulauan Spartly yang terpencil. Kepulauan ini berada di Laut China Selatan yang diklaim oleh China. 



Jarak tersebut biasanya dapat diterima sebagai batas wilayah teritorial dari daratan tertentu. Selama operasi, kapal perang China Luyang mendekatai USS Decatur dengan manuver yang tidak aman dan tak profesional di sekitar karang Gaven dan Johnson di Laut China Selatan," jelas juru bicara Komandan Nate Christensen.

Kapal Cina kemudian melakukan serangkaian "manuver yang semakin agresif, dan memperingatkan Decatur untuk meninggalkan daerah itu," tambahnya.

Kapal perang China "perusak mendekati dalam 45 meter (meter) dari busur Decatur, setelah itu Decatur bermanuver untuk mencegah tabrakan."

Hubungan AS-Cina belakangan terus mengalami ketegangan pada berbagai tingkatan sejak Donald Trump menjadi Presiden pada tahun 2017.


Perang dagang yang diluncurkan Trump telah membuat marah Beijing, begitu pula dengan otorisasi penjualan senjata senilai 1,3 miliar dolar ke Taiwan, yang dianggap Cina sebagai provinsi pemberontak.

Washington pekan lalu memberlakukan tarif baru terhadap China yang mencakup impor lain senilai US$200 miliar.

Cina telah mengambil serangkaian tindakan pembalasan, termasuk dengan menggagalkan kunjungan kapal perang AS ke Hong Kong dan membatalkan pertemuan antara kepala angkatan laut Cina dan rekannya dari Amerika.

Pada hari Senin, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan bahwa pembicaraan keamanan yang akan berlangsung akhir bulan ini di Beijing antara Menteri Pertahanan Jim Mattis dan China telah dibatalkan.




Credit  cnnindonesia.com





Berjarak 45 Meter, Kapal Perang China dan AS Saling Berhadapan di LCS



Berjarak 45 Meter, Kapal Perang China dan AS Saling Berhadapan di LCS
Kapal perang AS USS Decatur. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Sebuah kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) bertemu dengan kapal perang China pada akhir pekan lalu. Keduanya bertemu saat kapal AS melakukan operasi navigasi di dekat Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan (LCS).

Dalam insiden itu, kapal perusak China melakukan manuver "tidak aman" yang memaksa kapal AS melakukan manuver untuk mencegah tabrakan.



"Kapal perusak China, Luyang, mendekati USS Decatur dalam manuver tidak aman dan tidak profesional di sekitar Karang Gaven di Laut Cina Selatan," ujar Kapten Charles Brown, juru bicara Armada Pasifik AS, dalam pernyataan yang mengonfirmasi insiden tersebut.

"Kapal perang China melakukan serangkaian manuver yang semakin agresif disertai dengan peringatan bagi USS Decatur untuk meninggalkan daerah itu," imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Selasa (2/10/2018).

Dia menambahkan bahwa kapal perusak Cina mendekati kapal USS Decatur dalam jarak 45 meter dari depan kapal AS. USS Decatur pun terpaksa melakukan manuver untuk mencegah tabrakan.

"Pasukan kami akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di mana saja hukum internasional memungkinkan," tegasnya.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China atas berbagai masalah. Kapal-kapal China sering membayangi kapal-kapal AS selama melakukan operasi kebebasan navigasi namun interaksi tersebut biasanya dilakukan secara aman.

USS Decatur berlayar dalam jarak 12 mil laut dari karang Gaven dan Johnson di Kepulauan Spratly sebagai bagian dari apa yang disebut Angkatan Laut AS sebagai operasi kebebasan navigasi. Operasi ini dimaksudkan untuk menegakkan hak jalur bebas di perairan internasional.

Sementara Angkatan Laut melakukan kebebasan operasi navigasi di seluruh dunia, China sangat sensitif tentang operasi ketika mereka datang mendekati daerah di mana pemerintah China telah membangun pulau dan mendirikan fasilitas militer di fitur maritim yang disengketakan.




Credit  sindonews.com


AS Tak Lepas Sanksi, Korut Bersikeras Tak Lucuti Nuklir



AS Tak Lepas Sanksi, Korut Bersikeras Tak Lucuti Nuklir
Presiden Korut Kim Jong Un (KCNA/via REUTERS)


Jakarta, CB -- Korea Utara (Korut) menyebut bahwa pihaknya tidak akan melakukan denuklirisasi selama Amerika Serikat (AS) tidak melakukan tindakan yang tepat. Hal ini mengacu pada kekerasan AS yang tak ingin melepaskan sanksi ekonominya kepada Korut sampai negara itu benar-benar melakukan denuklirisasi fasilitas-fasilitasnya.

Lebih lanjut, Korut mengatakan bahwa deklarasikan berakhirnya Perang Korea 1950-1953 "bukan menjadi tawar-menawar" untuk denuklirisasi Korea Utara. Jika Amerika Serikat tidak menginginkan akhir perang, maka Korut pun "tidak akan terlalu berharap untuk itu" seperti dilansir oleh media pemerintah Korut KCNA, Selasa (2/10).

Lebih lanjut, KCNA mengatakan menonaktifkan fasilitas nuklir Yongbyon membutuhkan tindakan yang tepat dari Amerika Serikat. Sebab, tindakan dari AS itulah yang menjadi "inti untuk program nuklirnya."


"DPRK mengambil langkah-langkah penting dan penting untuk melaksanakan pernyataan bersama yang dibuat di KTT DPRK-AS, tetapi AS masih berusaha menundukkan seseorang menggunakan sanksi," tandas komentar yang tidak disebutkan namanya itu.

Hal senada sempat diungkap pimipnan Korut Kim Jong Un pada KTT di Pyongyang bulan lalu. Dalam pernyataan bersama dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, Kim Jong Un menyatakan kesediaan untuk "secara permanen membongkar" kompleks nuklir Yongbyon jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai.

Moon mengatakan bahwa pembongkaran kompleks nuklir itu termasuk deklarasi resmi berakhirnya perang kedua negara.

Dalam komentarnya, KCNA menyebut bahwa pernyataan akhir perang seharusnya telah "diselesaikan setengah abad yang lalu". Seraya menambahkan bahwa pernyataan tersebut menjadi "proses paling dasar dan utama untuk dibentuknya hubungan dan perdamaian baru RDRK(Republik Demokratik Rakyat Korea-nama resmi Korut)-AS (Amerika Serikat)" di semenanjung Korea dan hal ini juga menuntut "komitmen AS."

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Kim secara umum sepakat untuk "membangun rezim perdamaian yang abadi dan stabil di Semenanjung Korea". Pertemuan yang terjadi Juni lalu di Singapura ini tak pernah terjadi sebelumnya.


Namun, Washington ingin agar Korea Utara membuat langkah terlebih dulu dengan menyediakan inventarisasi lengkap program senjatanya. AS juga ingin agar Korut mengambil tindakan permanen untuk melepaskan persenjataannya.

Namun, sebelumnya tiga pejabat senior AS yang terlibat dalam kebijakan Korea Utara mengatakan kepada Reuters hingga saat ini belum ada kemajuan terkait negosiasi serius untuk menghilangkan atau bahkan menghentikan senjata nuklir dan program rudal balistik Kim.

Menurut mereka, membongkar Yongbyon yang menjadi pabrik misil Korut, akan memperlambat produksi bahan misil. Tetapi tidak mengurangi persediaan plutonium dan uranium mereka yang sangat kaya. Tidak juga mengurangi kecurigaan bahwa negara itu memiliki situs produksi rahasia lainnya, seperti disampaikan seorang ahli kepada Reuters.





Credit  cnnindonesia.com



Erdogan: Turki akan tolak sanksi-sanksi Amerika Serikat terkait pendeta


Presiden Turki Tayyip Erdogan menyapa pendukungnya dalam sebuah pertemuan partai berkuasa AK di Izmir, Turki, Sabtu (28/4/2018). (Kayhan Ozer/Presidential Palace/Handout via REUTERS)




Ankara (CB) - Turki akan menolak usaha-usaha Amerika Serikat untuk memberlakukan sanksi-sanksi atas Ankara terkait dengan peradilan seorang pendeta Kristen yang telah ditahan selama dua tahun, kata Presiden Tayyip Erdogan pada Senin, dengan menuduh pedeta tersebut memiliki "kaitan gelap dengan teror".

Perkara Pendeta Andrew Brunson, yang akan diadili lagi pada 12 Oktober, telah membuat hubungan antara Ankara dan Washington mengalami krisis. Amerika Serikat telah mengambil kebijakan untuk memberlakukan sanksi-sanksi dan tarif yang mengakibatkan nilai tukar mata uang Turki lira berada di level terendah pada Agustus.

Brunson didakwa memiliki kaitan dengan para militan Kurdi dan pendukung Fethullah Gulen, ulama yang dipersalahkan Turki karena berada di balik usaha kudeta gagal tahun 2016. Pendeta itu membantah dakwaan-dakwaan atas dirinya dan Washington menuntut pembebasannya segera, demikian Reuters melaporkan.

Hubungan antara dua sekutu NATO sudah renggang akibat perselisihan terkait dukungan AS kepada para pejuang Kurdi di bagian utara Suriah, rencana-rencana Turki untuk membeli sebuah sistem pertahanan peluru kendali, dan pemenjaraan seorang eksekutif bank Turki atas pelanggaran sanksi-sanksi AS terhadap Iran.

"Kami sangat sedih dengan pemerintahan AS saat ini, satu mitra strategis, menyasar negara kami tanpa konsistensi logis, politis dan strategis," kata Erdogan dalam pidato di depan sidang baru anggota parlemen.

Erdogan menyatakan Turki bertekad melawan, dalam kerangka kerja legal dan diplomasi, "pemahaman bengkok ini, yang memberlakukan sanksi-sanksi dengan menggunakan seorang pendeta sebagai alasan, yang diadili karena kaitan gelapnya dengan organisasi-organisasi teror."


Perkara Brunson telah menjadi isu yang paling membuat kedua negara berseberangan. Presiden AS Donald Trump berpendapat dia dan Erdogan telah menyepakati sebuah persetujuan untuk membebaskannya pada Juli, tetapi Ankara membantah setuju membebaskan pendeta itu sebagai bagian perjanjian yang lebih luas.

Brunson, yang telah dipenjara atau dikenai tahanan rumah sejak Oktober 2016, menghadapi hukumen penjara hingga 35 tahun jika terbukti. Bulan lalu jaksa utama dalam peradilannya diganti, sebuah langkah yang penasehat hukumnya sambut baik dengan hati-hati, dengan mengatakan itu mungkin isyarat dari perubahan kemauan politik.

Dalam pidatonya di sidang pertama di depan para anggota parlemen sejak reses musim panas, Erdogan menyebut kemungkinan hubungan yang lebih baik, sementara menambahkan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.

"Kami dapat katakan kami mulai membuat kemajuan ke arah tercapainya pemahaman bersama (dengan Amerika Serikat), walau ini bukan level yang dikehendaki," kata dia.

Dia juga mengulangi tuduhan Turki bahwa Washington melindungi Gulen, yang tinggal di AS selama dua dekade, dan mengatakan pengakuan di satu pengadilan New York seorang eksekutif Halkbank milik negara atas pelanggaran sanksi-sanksi AS terhadap Iran merupakan contoh dari pelanggaran hukum yang unik",





Credit  antaranews.com





Koalisi Arab: Houthi Tembakkan 200 Rudal Balistik ke Saudi


Koalisi Arab: Houthi Tembakkan 200 Rudal Balistik ke Saudi
Koalisi Arab menyebut pemberontak Houthi telah meluncurkan 200 rudal balistik ke Arab Saudi. Foto/Istimewa

RIYADH - Koalisi Arab mengumumkan bahwa pemberontak Yaman, kelompok Houthi, telah menembakkan 200 roket ke Arab Saudi. Demikian yang dikatakan juru bicara pasukan Koalisi Arab, Kolonel Turki al-Maliki.

"Milisi Houthi di Yaman menembakkan 200 rudal balistik menuju Kerajaan," ujar Maliki dalam konferensi pers untuk memberitahukan perkembangan terakhir dalam operasi militer pasukan koalisi Arab.



"Milisi Houthi terus mengancam navigasi maritim dan bahwa harus ada tindakan yang lebih keras terhadap pelanggaran mereka," imbuhnya tanpa merinsi apa yang dimaksud dengan tindakan keras.

"Roket yang ditembakkan oleh Houthi terhadap Kerajaan, menewaskan 112 warga sipil dan penduduk, dan melukai ratusan lainya sejak kudeta Houthi di Yaman," tukasnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (2/10/2018).

Sejak perang dimulai pada 26 Maret 2015, kelompok Houthi telah membom wilayah Saudi dengan rudal balistik jarak menengah dan jarak jauh. Sistem Pertahanan Udara Saudi biasanya menghalangi serangan roket ini.

Selama hampir empat tahun, Yaman telah mengobarkan perang antara pasukan pemerintah yang setia kepada Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi, didukung oleh pasukan koalisi Arab, dan Houthi, yang mengendalikan sejumlah provinsi, termasuk Ibu Kota Sanaa sejak 2014. 




Credit  sindonews.com





TV Teheran Rilis Rekaman Kapal Induk AS Dikejar Speedboat Iran


TV Teheran Rilis Rekaman Kapal Induk AS Dikejar Speedboat Iran
Rekaman kapal induk Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt dikejar beberapa speedboat Iran di Selat Hormuz. Kejadian ini berlangsung 21 Maret 2018. Foto/Twitter

TEHERAN - Stasiun televisi (TV) Iran menayangkan rekaman kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Theodore Roosevelt, dikejar beberapa speedboat yang diawaki pasukan Garda Revolusi. Kejadian itu berlangsung di Selat Hormuz pada 21 Maret 2018.

Kamera, yang dipasang di sebuah kapal Iran, membidik kapal USS Theodore Roosevelt serta kapal pengawalnya yang melintasi perairan Selat Hormuz. Beberapa speedboat Garda Revolusi terlihat mendekati kapal induk AS tersebut, sedangkan helikopter Amerika Serikat terlihat berkeliaran di atas area lokasi kejadian.



Dalam video itu, ada beberapa kegiatan yang terlihat di atas dek kapal Roosevelt, termasuk helikopter lain yang bersiap untuk lepas landas.

Belum jelas apa tujuan Iran merilis rekaman tersebut. Press TV, media pemerintah Teheran, juga membagikan rekaman itu di Twitter pada 29 September 2018.

Kapal USS Theodore Roosevelt yang memiliki bobot 100.000 ton telah dikerahkan ke Teluk sejak tahun lalu. Kapal raksasa ini membawa sekitar 5.000 awak. Selain itu, biasanya kapal tersebut juga membawa 130 pesawat, termasuk pesawat jet tempur F/A-18 Super Hornet, jet tempur EA-18G Growler serta pesawat peringatan dini E-2 Hawkeye.

Perseteruan di tengah laut antara kapal AS dan Iran bukan hal yang tidak biasa. Pertemuan terakhir terjadi pada Agustus tahun lalu, ketika sebuah pesawat tak berawak atau drone Iran membayangi kapal induk USS Nimitz pada malam hari.

Drone itu muncul cukup dekat untuk merekam jet tempur F-18 di dek kapal. Angkatan Laut AS mengklaim operator drone tidak menanggapi panggilan radio yang berulang kali dan dianggap membahayakan para pelaut AS.

Masih pada bulan yang sama, drone serupa Iran muncul dalam jarak 200 kaki (62 meter) dari jet tempur F/A-18E Super Hornet. Hal itu membuat pilot Amerika Serikat mengubah jalur. Pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya menuduh Iran bertindak dengan cara yang tidak aman dan tidak profesional.

Pada Januari 2016, Teheran pernah mempermalukan Pentagon di mana sekitar sepuluh pelaut AS ditangkap pasukan Iran setelah kapal Angkatan Laut Washington tersesat ke wilayah perairan Republik Islam Iran. Sepuluh pelaut yang merupakan awak dari dua kapal AS sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan.

Pada saat itu, Teheran menuntut permintaan maaf resmi dari Menteri Luar Negeri AS John Kerry atas pelanggaran kedaulatan Iran dan mendesak Angkatan Laut AS untuk menjauh dari perbatasan maritim Iran. Iran juga secara konsisten menuduh para pelaut AS melakukan gerakan provokatif di dekat perairannya. 




Credit  sindonews.com




Libanon Bantah Israel yang Tuduh Kembangkan Fasilitas Rudal


Libanon Bantah Israel yang Tuduh Kembangkan Fasilitas Rudal
Ilustrasi rudal (KCNA/via REUTERS)


Jakarta, CB -- Menteri Luar Negeri Libanon Gibran Bassil menyanggah tuduhan Israel bahwa Hizbullah memiliki fasilitas rudal rahasia di dekat bandara internasional Beirut. Hal ini diungkap Menlu ketika mengumpulkan para duta besar di bandara itu.

"Hari ini Libanon menyatakan dengan lantang kepada semua negara di dunia [...] untuk menyangkal tuduhan Israel," kata Bassil Senin (2/10).

Bassil berbicara kepada 73 duta besar asing yang berkumpul untuk siaran televisi dalam acara yang ia gambarkan sebagai "kampanye kontra-diplomatik".


Tidak hadirnya duta besar Amerika Serikat yang merupakan sekutu utama Israel menjadi hal yang menarik perhatian.

Bassil mengatakan utusan AS itu sedang melakukan perjalanan, tetapi tidak ada wakil yang dikirim untuk menggantikan Elizabeth Richard, kata satu sumber diplomatik kepada AFP.

Menlu lantas membawa para diplomat dan wartawam berkelilling lokasi yang diduga Israel menjadi tempat pengembangan rudal.

Pada tanggal 27 September, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pidato kepada Majelis Umum PBB bahwa Hizbullah memiliki tempat-tempat konversi rudal rahasia dekat bandara Beirut.

Ia lantas menunjukkan citra satelit yang menampilkan tiga lokasi pengembangan misil. Ia juga menuduh bahwa milisi Syiah yang didukung Iran menggunakan warga Beirut sebagai tameng manusia.

Hizbullah belum menyatakan reaksinya secara resmi terhadap tuduhan itu. Pasukan Hizbullah saat ini menguasai Libanon selatan yang berbatasan dengan Israel. Mereka juga menguasai pinggiran selatan Beirut di mana bandara itu berada.

Bulan lalu, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengumumkan bahwa pihaknya telah memperoleh "rudal presisi".

Bassil juga membawa rombongan ke sekitar stadion olahraga dan kompleks kolam renang. Situs lain yang dicurigai Netanyahu sebagai fasilitas rudal. Delegasi itu didampingi oleh personel keamanan dan jurnalis.

Dalam kesempatan yang sama, Bassil mengecam Israel yang menurutnya katanya telah 1.417 kali melanggar teritori Libanon baik di darat, udara, dan laut dalam delapan bulan terakhir.

Tur ke lokasi-lokasi yang dituduhkan Israel ini lantas dikomentari oleh Netanyahu. Menurutnya, Hizbullah "secara terang-terangan berbohong kepada komunitas internasional dengan mengadakan tur propaganda palsu."

Menurutnya alih-alih menunjukkan pabrik rudal presisi dibawah tanah, Bassil malah "mengajak para duta besar ke lapangan sepakbola" yang berada didekat pabrik itu.


"Para duta besar harus bertanya pada diri sendiri mengapa mereka menunggu tiga hari sampai tur berlangsung," kata Netanyahu.

"Sungguh menyedihkan pemerintah Libanon mengorbankan keselamatan penghuninya untuk menutupi Hizbullah, yang telah menyandera Libanon dalam agresinya melawan Israel."

Negara Yahudi telah terlibat konflik melawan Hizbullah sejak 2006. Militer Israel percaya Hizbullah memiliki antara 100.000 dan 120.000 rudal jarak pendek dan roket, serta beberapa ratus rudal jarak jauh.



Credit  cnnindonesia.com




Mesir perintahkan pengadilan ulang atas pemimpin Ikhwanul Muslim


Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie meneriakkan kalimat menentang Kementrian Dalam Negeri di balik jeruji saat sidang 738 anggota Ikhwanul Muslimin atas aksi pendudukan bersenjata di lapangan Rabaa, di pengadilan Kairo, Mesir, Selasa (31/5/2016). (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)



Kairo (CB) - Pengadilan Mesir memerintahkan agar pemeriksaan ulang dilakukan terhadap pemimpin Ikhwanul Muslim Mohamed Badie dan para tokoh senior kelompok terlarang itu mulai 7 Oktober, menurut sumber-sumber kehakiman dan laporan kantor berita negara MENA, Minggu.

Pengadilan ulang itu terkait sebuah kasus, yang di dalamnya Badie beserta 13 orang lainnya pada 2015 dikenai hukuman seumur hidup atas kekerasan antara para pendukung dan musuhnya. Bentrokan terjadi di markas Ikhwanul Muslim pada hari-hari sebelum dan setelah Mohamed Mursi digulingkan dari jabatannya sebagai presiden.

Empat orang lainnya dijatuhi hukuman mati dalam kasus yang sama.

Badie telah mendapatkan hukuman mati dan hukuman penjara seumur hidup dalam serangkaian persidangan sejak militer Mesir menggulingkan Mursi, yang berasal dari Ikwanul Muslim, pada Juli 2013.

Dakwaan-dakwaan baru yang dikenakan terhadap para tokoh senior itu antara lain "ikut serta dalam penghasutan dan bantuan ... dalam memukuli para pengunjuk rasa" dengan imbalan mendapatkan uang dan pasokan senjata.

Dua orang lainnya didakwa atas serangan, yang hingga menewaskan orang-orang, atau melakukan pengrusakan dan memiliki senjata, menurut laporan MENA.

Tidak ada penjelasan soal mengapa dakwaan-dakwaan tersebut diubah tapi menurut hukum Mesir, dakwaan bisa diubah jika ada bukti baru.

Pemeriksaan baru yang diperintahkan Pengadilan Pidana Kairo itu hanya dikenakan terhadap mereka yang ditahan dan bukan yang disidangkan tanpa kehadiran.

Khairt al-Shater, sosok senior lainnya di Ikhwanul Muslim yang dianggap kalangan luas sebagai salah satu pembuat strategi kelompok tersebut, berada di antara mereka yang diadili kembali, lapor MENA.

Setelah Mursi terguling, Mesir melancarkan penumpasan terhadap gerakan Islamis, tertua dan paling teroganisasi, tersebut hingga menewaskan ratusan pendukungnya, memenjarakan ribuan pendukung serta menetapkan kelompok itu sebagai organisasi teroris.

Ikhwanul Muslim menyatakan gerakan yang diusungnya bersifat damai dan kelompok itu membantah memiliki kaitan dengan serangan-serangan kalangan milisi, demikian Reuters.




Credit  antaranews.com




Tensi Tinggi China-AS, Mattis Batal Sambangi Beijing

Tensi Tinggi China-AS, Mattis Batal Sambangi Beijing
Menteri Pertahanan AS James Mattis membatalkan kunjungannya ke China di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), James Mattis, membatalkan rencana kunjungannya ke Beijing pada Oktober nanti. Batalnya rencana kunjungan Mattis ini sebagai tanda meningkatnya ketegangan kedua negara.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan pertemuan antara Mattis dan rekannya asal China telah dibatalkan.



"Pentagon telah menyusun rencana bagi Mattis untuk melakukan perjalanan ke Beijing akhir bulan ini untuk bertemu Jenderal Wei Fenghe untuk pembicaraan keamanan, tetapi China akhirnya menolak melakukannya," kata pejabat seperti disitir dari France24, Selasa (2/10/2018).

"Mengingat hal itu, keputusan untuk membatalkan kunjungan itu terutama datang dari pihak AS," tambah pejabat itu.

Ini akan menjadi perjalanan kedua Mattis ke China sebagai pemimpin Pentagon. Sebelumnya, Mattis telah melakukan kunjungan serupa pada bulan Juni ketika ia bertemu Presiden China Xi Jinping, serta Jenderal Wei Fenghe dan sejumlah pejabat lainnya.

Kedutaan AS di Beijing menolak berkomentar.

Pembatalan perjalanan terjadi karena gesekan antara AS dan China terus meningkat, terutama terkait masalah perdagangan.

Perang dagang Presiden Donald Trump telah membuat marah Beijing, begitu pula izinnya atas penjualan senjata senilai USD1,3 miliar ke Taiwan, yang dianggap China sebagai provinsi pemberontak.

Washington pekan lalu memberlakukan tarif baru terhadap China yang mencakup impor lain senilai USD200 miliar.

Dan Washington bulan lalu menempatkan sanksi keuangan pada China untuk pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 Rusia dan sistem rudal permukaan ke udara S-400.


China bereaksi dengan menggagalkan kunjungan pelabuhan kapal perang AS yang direncanakan ke Hong Kong dan membatalkan pertemuan antara kepala angkatan laut Cina dan rekannya dari Amerika. 

Pada hari Minggu, sebuah kapal perang AS berlayar di perairan Kepulauan Spratly yang diperebutkan di Laut Cina Selatan. Ini adalah tantangan implisit terbaru terhadap klaim teritorial Beijing di wilayah tersebut.

Tidak ada reaksi segera dari China, tetapi operasi serupa di AS pada bulan Juli, yang melibatkan pulau Paracel yang disengketakan, mendorong Beijing yang marah untuk mengerahkan kapal militer dan jet tempur.

Pentagon mengatakan semua operasi militer AS di daerah "dirancang sesuai dengan hukum internasional dan menunjukkan bahwa Amerika Serikat akan terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan."


Credit  sindonews.com



China batalkan pembicaraan keamanan dengan Amerika Serikat


Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross, kedua kiri, dan Wakil Perdana Menteri Liu He, keempat kanan, menghadiri sebuah pertemuan di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, China, Minggu (3/6/2018). (Andy Wong/Pool via REUTERS)



Washington (CB) - China telah membatalkan pertemuan bidang keamanan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis, yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Oktober, kata seorang pejabat tinggi AS, Minggu.

Kabar pembatalan itu muncul setelah seorang pejabat tinggi China mengatakan tidak ada alasan untuk panik menyangkut ketegangan antara kedua negara.

Pejabat, yang terlibat dalam kebijakan soal China dan tidak ingin diungkapkan jati dirinya, itu mengatakan tidak jelas kapan pertemuan tersebut akan dijadwalkan kembali.

Pembatalan pertama kali dilaporkan surat kabar New York Times.

Pejabat tersebut mengatakan tidak ada kejelasan soal apakah pembatalan itu dikaitkan dengan berbagai persengketaan antara Beijing dan Washington menyangkut penjualan senjata dan kegiatan militer di Laut China Selatan serta perairan lainnya di sekitar China.

China dan Amerika Serikat juga terlibat perang dagang yang meluas dan telah meningkatkan pengenaan tarif atas impor masing-masing.

"Ketegangan sedang meningkat, dan itu bisa terbukti berbahaya bagi kedua pihak," kata pejabat itu.

Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar.

Para pejabat Gedung Putih dan Departemen Pertahanan belum menanggapi permintaan untuk memberikan pernyataan.

Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan China juga belum memenuhi permintaan untuk berkomentar.

Sumber-sumber di Beijing mengatakan pekan lalu bahwa pertemuan bidang pertahanan itu kemungkinan tidak akan terjadi karena hubungan kedua negara sedang tegang.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, Jumat, "tidak ada alasan untuk panik" terkait perselisihan antara Beijing dan Washington.

Namun, ia memperingatakan bahwa China tidak akan membiarkan dirinya diperas atau mengalah pada tekanan soal perdagangan.

Dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa pada Rabu, Presiden AS Donald Trump menuding Beijing berupaya mencampuri pemilihan kongres AS 6 November untuk menghambat ia dan Partai Republik tempatnya berasal terkait kebijakan perdagangan China yang diterapkannya.

Trump tidak memberikan bukti atas tuduhan yang dilemparkannya itu.

Dalam sidang yang sama, Wang menolak tudingan tersebut.




Credit  antaranews.com