Selasa, 02 Oktober 2018

Berjarak 45 Meter, Kapal Perang China dan AS Saling Berhadapan di LCS



Berjarak 45 Meter, Kapal Perang China dan AS Saling Berhadapan di LCS
Kapal perang AS USS Decatur. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Sebuah kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) bertemu dengan kapal perang China pada akhir pekan lalu. Keduanya bertemu saat kapal AS melakukan operasi navigasi di dekat Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan (LCS).

Dalam insiden itu, kapal perusak China melakukan manuver "tidak aman" yang memaksa kapal AS melakukan manuver untuk mencegah tabrakan.



"Kapal perusak China, Luyang, mendekati USS Decatur dalam manuver tidak aman dan tidak profesional di sekitar Karang Gaven di Laut Cina Selatan," ujar Kapten Charles Brown, juru bicara Armada Pasifik AS, dalam pernyataan yang mengonfirmasi insiden tersebut.

"Kapal perang China melakukan serangkaian manuver yang semakin agresif disertai dengan peringatan bagi USS Decatur untuk meninggalkan daerah itu," imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Selasa (2/10/2018).

Dia menambahkan bahwa kapal perusak Cina mendekati kapal USS Decatur dalam jarak 45 meter dari depan kapal AS. USS Decatur pun terpaksa melakukan manuver untuk mencegah tabrakan.

"Pasukan kami akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di mana saja hukum internasional memungkinkan," tegasnya.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China atas berbagai masalah. Kapal-kapal China sering membayangi kapal-kapal AS selama melakukan operasi kebebasan navigasi namun interaksi tersebut biasanya dilakukan secara aman.

USS Decatur berlayar dalam jarak 12 mil laut dari karang Gaven dan Johnson di Kepulauan Spratly sebagai bagian dari apa yang disebut Angkatan Laut AS sebagai operasi kebebasan navigasi. Operasi ini dimaksudkan untuk menegakkan hak jalur bebas di perairan internasional.

Sementara Angkatan Laut melakukan kebebasan operasi navigasi di seluruh dunia, China sangat sensitif tentang operasi ketika mereka datang mendekati daerah di mana pemerintah China telah membangun pulau dan mendirikan fasilitas militer di fitur maritim yang disengketakan.




Credit  sindonews.com