Tentara Israel terus mengawasi aksi protes warga Palestina di perbatasan
Foto: AFP
PNC akan membahas posisi AS di Israel.
CB, RAMALLAH -- Dewan Nasional Palestina (PNC), akan melakukan pertemuan di
Ramallah pada Senin (30/4). Badan legislatif Organisasi Pembebasan
Palestina (PLO) itu akan membahas posisi AS di Israel, terutama setelah
mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, serta langkah-langkah untuk
menghadapinya.
"Tidak ada orang Palestina yang mau berurusan dengan Amerika Serikat
selama mereka bersikeras pada posisinya terkait Yerusalem dan menentang
hak-hak pengungsi Palestina untuk pulang," kata Anggota Komite Eksekutif
PLO, Saeb Erekat, kepada Aljazirah.
Palestina secara
konsisten menuntut agar Yerusalem timur bisa menjadi ibu kota negara
mereka yang merdeka di masa depan. Israel menduduki sisi timur Yerusalem
selama perang 1967, bersama dengan Tepi Barat, Jalur Gaza, Dataran
Tinggi Golan, dan Semenanjung Sinai.
Pertemuan PNC juga
akan membahas seruan untuk menangguhkan pengakuan PLO atas Israel. PLO
juga mempertimbangkan untuk memutuskan semua ikatan dan perjanjian
dengan Israel, serta mendiskusikan perlawanan terhadap pendudukan Israel
atas Palestina dengan cara damai.
Selain itu, PNC akan
membahas transformasi Otoritas Palestina, dari sebuah otoritas
berdasarkan perjanjian Oslo, menjadi sebuah negara formal di wilayah
yang diduduki. PNC juga diharapkan dapat membahas upaya rekonsiliasi
Palestina untuk mengakhiri perpecahan antara Fatah dan Hamas, yang
mengatur Jalur Gaza.
Untuk pertama kalinya dalam sembilan
tahun, PNC menyelenggarakan sebuah pertemuan yang membagi dua warga
Palestina antara yang mendukung dan menentang pertemuan tersebut.
Kritikus Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menganggap pertemuan PNC
sebagai sebuah manuver politik.
PNC dijadwalkan akan
memilih Komite Eksekutif PLO baru yang beranggotakan 18 orang. Badan
tersebut akan mengatur dan mendiskusikan transformasi Otoritas
Palestina, yang menguasai Tepi Barat, untuk menjadi sebuah negara yang
memiliki institusi dan sistem keuangannya sendiri.
Faksi
dominan di Palestina, Fatah, memutuskan untuk terus maju dalam pertemuan
PNC, meskipun Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP)
memboikot pertemuan itu. Hamas tidak diundang dalam pertemuan tersebut,
walaupun topik rekonsiliasi Palestina sangat penting dalam agenda PNC.
"Pertemuan
ini sangat penting untuk melanjutkan upaya Palestina untuk mengakhiri
perpecahan antar-faksi. [PNC akan] memilih badan eksekutif baru yang
akan mendorong dan mendukung hak-hak nasional Palestina," kata Wasel Abu
Yousef, anggota pengamat Komite Eksekutif PLO.
Sejumlah
kritikus berpendapat, desakan Abbas untuk menyelenggarakan pertemuan PNC
dimotivasi oleh upaya Abbas untuk melestarikan kepentingan faksi
Fatah-nya. Maher Obeid, seorang pejabat senior Hamas, mengatakan kepada
Aljazirah, Abbas tidak ingin Hamas berpartisipasi kecuali menyerah.
"Abbas ingin membalas dendam pada Hamas karena alasan pribadinya
sendiri," kata Obeid.
Setelah menolak undangan PNC, PFLP,
salah satu faksi utama PLO, mengatakan PNC seharusnya hanya bersidang
untuk menyatukan faksi-faksi di Palestina. Aktivis Palestina, Wael
Malalha, yang tinggal di Amman, mengatakan pertemuan PNC di Ramallah
bertujuan untuk memaksakan pandangan Abbas tentang masa depan gerakan
nasional Palestina.
"Abbas memiliki satu visi khusus dan
satu agenda; yaitu pelestarian diri. Sementara AS, Israel, dan
sekutu-sekutu Arab mereka meningkatkan tekanan besar pada rakyat
Palestina untuk menerima apa yang disebut 'kesepakatan abad ini'," kata
Malalha.
Menurut laporan media lokal, "kesepakatan abad
ini" adalah perjanjian yang diakui antara AS, Israel, dan sekutu Arab,
Yaitu Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Mesir, untuk
mengakhiri solusi dua negara. Perjanjian ini akan membagi kedaulatan
penduduk Palestina di wilayah pendudukan antara Israel, Yordania, dan
Mesir.
Beberapa organisasi Palestina dan tokoh-tokoh
independen telah meminta Abbas dan Fatah membatalkan pertemuan PNC
karena justru akan membuat perpecahan di Palestina.
Pertemuan
PNC pertama kali diadakan di Yerusalem pada 1964. Saat ini anggota PNC
berjumlah 723 orang. Setelah pendudukan Israel di wilayah Palestina pada
1967, PNC dianggap sebagai parlemen de facto Palestina, dengan banyak
anggotanya yang hidup di pengasingan.
Tindakan keras tentara Israel tersebut menyebabkan empat orang Palestina meninggal.
CB, MOSKOW -- Rusia prihatin dengan meningkatnya eskalasi ketegangan
diPalestina. Pihaknya menyerukan kepada semua pihak yang terkait untuk
mempertahankan pengendalian diri.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam
sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu (28/4) setelah tentara Israel
telah dengan keras menekan demonstrasi massa di Jalur Gaza. Tindakan
keras tentara Israel tersebut menyebabkan empat orang Palestina
meninggal dunia.
"Moskow
sangat prihatin dengan peristiwa tragis ini dan kemungkinan eskalasi
situasi berikutnya di wilayah Palestina, termasuk berkaitan dengan
keinginan yang disuarakan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk
mengadakan upacara di Yerusalem pada pertengahan Mei yang akan menandai
dimulainya pemindahan kedutaan Amerika di sana dari Tel Aviv," kata
Kementerian Luar Negeri.
"Kami
menyerukan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk menahan diri
dan mengendalikan diri dari langkah-langkah yang dapat memicu eskalasi
lebih lanjut yang dapat tumbuh menjadi konfrontasi skala penuh antara
Gaza dan Israel. Skenario yang agak tidak menguntungkan ini tidak hanya
akan mengancam kehidupan warga Palestina dan Israel, tetapi juga akan
menggagalkan semua upaya untuk menciptakan kondisi untuk menyelesaikan
proses negosiasi Palestina-Israel atas dasar hukum internasional yang
sudah mapan."
Pada
Jumat (27/4),warga Palestina melakukan protes massal baru terhadap
pendudukan Israel dan blokade Jalur Gaza. Tentara Israel dengan keras
menekan protes, yang menyebabkan kematian empat orang Palestina, dan
ratusan orang terluka oleh gas air mata atau terluka.
Menurut laporan TASS,Ahad
(29/4),Angkatan Udara Israel melakukan beberapa serangan terhadap
fasilitas Hamas di Gaza. Sebanyak 44 orang telah tewas di Gaza sejak
dimulainya kampanye protes Palestina pada 30 Maret 2018 tersebut.
Hamas hormati pejuang yang ambil bagian dalam demonstrasi.
CB, YERUSALEM -- Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh berjanji untuk membebaskan
seluruh Palestina. Ia mengatakan akan memukul dengan 'tangan besi'
siapapun yang bertarung dengannya.
"Tanah ini
adalah tanah kami, Al-Quds (nama Arab untuk Yerusalem) adalah tempat
suci kami, kembali adalah hak kami, dan siapa saja yang bertarung
melawan kami untuk hak ini - kami akan memukulnya dengan tangan besi,"
ujar Haniyeh.
Haniyeh mengungkapkan janjinya tersebut selama kampanye Great March of Return, untuk mempermalukan penjajah Israel.
Selama
kerusuhan pada Jumat, Haniyeh memberkati pemuda yang mengambil bagian
dalam kegiatan kekerasan terhadap Israel. "Pawai ini menempatkan bangsa
kami di jalan menuju kebebasan, dari sini, dari Rafah, benteng selatan,
sampai perbatasan terjauh Palestina, kami akan melanjutkan. Kami tidak
akan ragu dan kami tidak akan terhalang, dan kami akan terus maju,"
katanya.
DilaporkanIsrael National News,Ahad(29/4),selama
kerusuhan, warga Gaza membakar ban, berusaha membakar dan melanggar
pagar perbatasan, melemparkan batu ke arah tentara IDF, dan melemparkan
bom api yang menempel pada layang-layang ke wilayah Israel.
Salah satu layang-layang ini membakar ladang gandum, dan menyebabkan kerusakan yang luar biasa.
Arsip Foto. Seorang pengunjuk rasa
berlari saat bentrok dengan pasukan Israel dalam sebuah protes dimana
warga Palestina menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka di
perbatasan Israel-Gaza di selatan Jalur Gaza, Jumat (20/4/2018).
(REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB, New York (CB)- Koordinator
Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov pada
Kamis (26/4) memperingatkan bahaya perang lain di Jalur Gaza setelah
berpekan-pekan kerusuhan di perbatasan dengan Israel.
"Kombinasi memburuknya keamanan, pembangunan dan kondisi kemanusiaan
ini, ditambah dengan kebuntuan politik, membuat Jalur Gaza mudah
'meledak'. Meskipun ada perkembangan drastis di bagian lain wilayah
tersebut, kita harus melakukan semua yang mungkin untuk mencegah perang
lain di Gaza," kata Mladenov kepada Dewan Keamanan.
Dalam empat pekan terakhir, puluhan ribu orang Palestina di Gaza telah
berkumpul di perbatasan dengan Israel dalam konteks protes "Pawai Akbar
Kepulangan". Unjuk-rasa diperkirakan berlanjut dan mencapai puncaknya
seputar hari kemerdekaan Israel pada 14 Mei, dan bisa menyebar ke Tepi
Barat Sungai Jordan dan ke luar wilayah itu menurut Mladenov.
"Jika konflik lain antara Hamas dan Israel meletus, ini akan membawa
konsekuensi yang menghancurkan bagi orang Paletina di Gaza. Bisa merusak
kestabilan relatif di Tepi Barat dan memiliki gema bagi Israel dan
wilayah tersebut," ia memperingatkan.
Sejak 30 Maret, selama demonstrasi-demonstrasi itu, 35 orang Palestina
tewas dan banyak lainnya cedera akibat tindakan pasukan keamanan Israel.
Sementara di pihak Israel tidak laporan mengenai korban tewas menurut
Mladenov.
Ia mengatakan bahwa di samping itu terjadi peningkatan jumlah peristiwa
berbahaya di pagar perbatasan, termasuk pemasangan peledak rakitan --dan
setidaknya satu meledak-- pelemparan bom molotov serta upaya untuk
menjebol pagar.
Israel menuduh anggota Hamas, Jihad Islam dan milisi lain "memanfaatkan
protes, serta para perempuan, anak-anak dan orang tua sebagai tameng
untuk menyusup ke dalam wilayah Israel untuk melakukan serangan",
katanya.
Warga mengevakuasi seorang jurnalis Palestina Yasser Murtaja, 31, yang terluka parah, saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel di perbatasan Israel-Gaza, di selatan Jalur Gaza, Jumat (6/4/2018). (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Sementara protes berlanjut, ketegangan dan potensi peristiwa serius
serta lebih banyak korban jiwa akan meningkat, ia memperingatkan.
"Israel harus menyesuaikan penggunaan kekuatannya dan mengurangi
penggunaan peluru aktif. Kekuatan mematikan hanya boleh digunakan
sebagai pilihan terakhir. Hamas dan pemimpin demonstrasi harus
menjauhkan pemrotes dari pagar perbatasan Gaza dan mencegah semua aksi
kekerasan serta provokasi," katanya sebagaimana dikutip Xinhua.
Anak-anak, yang terutama mesti dilindungi, menghadapi risiko sangat
besar, kata Mladenov, yang menyatakan empat anak kena tembakan peluru
aktif Israel sehingga tewas.
"Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali menyatakan, dengan
sekeras mungkin, bahwa warga sipil, terutama anak-anak, tak boleh secara
sengaja dibiarkan menghadapi bahaya atau dijadikan sasaran apa pun," ia
menambahkan.
Dalam peristiwa lain, dua anggota Hamas ditembak mati pada 30 Maret dalam baku-tembak di dekat pagar perbatasan Jalur Gaza.
Mladenov juga mengatakan bahwa semua kegiatan militan di Gaza, termasuk
penggalian terowongan dan penembakan roket, mesti dihentikan. "Itu
mengancam keselamatan warga Israel maupun Palestina, meningkatkan risiko
eskalasi baru kekerasan, mengacaukan seruang pencabutan pemblokiran,
dan terutama merusak prospek perdamaian."
Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza adalah ketidakadilan bahwa
tidak seroang pun, perempuan atau anak-anak harus menanggung keadaan
hidup yang menyedihkan, konsekuensi-konsekuensi berlanjut pemblokiran
yang mencekik dan kontrol Hamas, dan peningkatan risiko bahwa Gaza bisa
memicu satu konflik baru.
Palestina masih menjadi pusat bagian paya kawasan. Sampai pendudukan
berakhir dan solusi dua negara dicapai melalui perundingan bermakna
berdasarkan resolusi-resolusi relevan PBB, konflik itu akan menjadi
salah satu penggerak ekstremisme dan ancamam tetap stabilitas regional,
Mladenov memperingatkan.
Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Guma)
Gaza (CB)- Kelompok Hamas menuding sejumlah pejabat
Pemerintah Palestina berupaya membunuh Perdana Menteri Palestina Rami
Hamdallah pada 13 Maret.
Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyalahkan Hamas beberapa
saat setelah serangan bom di Gaza, tempat Hamdallah, yang mengepalai
rombongan Pemerintah Palestina untuk mengupayakan rujuk dengan Hamas,
selamat dari kejadian itu tanpa cedera.
Saling tuduh mengenai serangan terhadap rombongan Hamdallah itu
memperbesar perpecahan politik kelompok Hamas, yang menguasai Jalur
Gaza, dengan pemerintahan Abbas, yang didukung negara Barat.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri di Gaza, Eyad al-Bozom, dalam jumpa
pers pada Sabtu mengatakan bahwa tiga pejabat tinggi dari Pemerintahan
Palestina, yang berkedudukan di Tepi Barat, mendalangi upaya pembunuhan
terhadap perdana menteri itu.
Pemerintah Palestina langsung membantah tudingan itu.
Tiga orang, yang dinyatakan Hamas sebagai tersangka dalam pengeboman
itu, tewas dalam tembak-menembak dengan pasukan Hamas di Gaza pada 22
Maret.
Kementerian Dalam Negeri Gaza juga menampilkan sebuah video yang berisi
sejumlah pengakuan empat orang tahanan. Mereka mengaku menjadi bagian
dari kelompok penyerang yang dikepalai pejabat-pejabat Otoritas
Palestina.
Mereka tidak menampilkan bukti lebih jauh.
Upaya pembunuhan politik itu telah menggagalkan upaya rekonsiliasi
perpecahan antara dua faksi utama di Palestina -- Hamas, yang
mendominasi di Jalur Gaza, dan Fatah, yang menguasai pemerintahan
Otoritas Palestina di Tepi Barat.
Khalil al-Hayya, wakil kepala Hamas di Gaza, dalam konferensi pers
terpisah mengatakan bahwa para dalang ini "berniat untuk menggagalkan
rekonsiliasi."
Al-Bozom mengatakan bahwa para pejabat Otoritas Palestina yang sama juga
menjadi dalang upaya pembunuhan terhadap kepala keamanan Hamas Tawfeeq
Abu Naeem pada Oktober tahun lalu di Gaza.
Sementara itu, juru bicara badan keamanan Otoritas Palestina balik menuding Hamas terkait insiden 13 Maret.
"Semakin Hamas berusaha menghindari tanggung jawab, semakin dalam mereka
tenggelam," kata Adnan al-Damiri kepada Reuters melalui sambungan
telepon, demikian Reuters melaporkan.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/Istimewa
TEL AVIV
- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, memastikan
dukungan Washington untuk Israel dalam perselisihannya dengan Iran.
Pompeo mengatakan AS bersama Israel dalam "pertempuran" ini.
Pompeo
menggunakan kunjungannya ke Timur Tengah untuk menyerukan tindakan
internasional bersama untuk menghukum Iran atas program rudalnya. Ini
adalah perjalanan pertama Pompeo ke luar negeri sebagai diplomat top AS.
Pria
dengan pandangan garis keras ini disambut di Israel, yang menganggap
Iran sebagai ancaman terbesar dan telah menyerukan komunitas
internasional untuk merevisi perjanjian nuklirnya pada tahun 2015 dengan
Iran. Ia tiba setelah mengunjungi Arab Saudi, saingan sengit Iran
lainnya.
"Kami tetap sangat prihatin dengan eskalasi ancaman Iran
terhadap Israel dan wilayah ini serta ambisi Iran untuk mendominasi
Timur Tengah tetap ada," ujar Pompeo setelah hampir dua jam pertemuan
dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Amerika Serikat bersama Israel dalam pertarungan ini," imbuhnya seperti dikutip dari ABC News, Senin (30/4/2018).
Israel
telah menyerukan tindakan internasional yang keras terhadap Iran atas
dukungan terhadap kelompok militan anti Israel dan pengembangan rudal
jarak jauhnya. Israel juga menjadi pengkritik perjanjian nuklir
internasional yang mencegah Iran mengembangkan kemampuan senjata
nuklirnya.
Presiden Donald Trump sendiri akan memutuskan nasib
perjanjian nuklir Iran pada 12 Mei mendatang, apakah akan tetap dalam
kesepakatan tersebut atau keluar. Terkait hal ini, Pompeo mengulangi
posisi Trump.
"Jika kita tidak nisa memperbaikinya, dia akan mundur," kata Pompeo.
Netanyahu menyambut baik garis tegas yang diambil AS.
"Iran
harus dihentikan, pencariannya untuk bom nuklir harus dihentikan,
agresinya harus dihentikan dan kami berkomitmen untuk menghentikannya
bersama-sama," katanya.
Netanyahu juga menyambut baik pengakuan
AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan langkah pemindahan
kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada tanggal 14 Mei mendatang.
Pompeo mengatakan AS "sangat bangga" atas pemindahan kedutaan.
Palestina,
yang mengklaim Yerusalem timur yang dicaplok Israel sebagai Ibu Kota
mereka, telah mengecam keras langkah AS dan semuanya kecuali memutus
hubungan dengan Gedung Putih.
Menteri
Luar Negeri baru AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa sampai saat ini,
Trump belum memutuskan apakah akan menarik diri dari kesepakatan nuklir
Iran. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Menteri Luar Negeri baru Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan
bahwa sampai saat ini, Presiden AS, Donald Trump belum memutuskan
apakah akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran atau tidak.
Namun,
Pompeo menyatakan jika tidak ada revisi dalam kesepakatan tersebut
sampai Mei mendatang, maka kemungkinan besar Trump akan menarik mundur
AS dari kesepakatan tersebut.
"Tidak ada perbaikan yang
substansial, tidak ada yang mengatasi kekurangan, kekurangan dari
kesepakatan, dia tidak mungkin untuk tetap dalam kesepakatan itu
melewati Mei ini," kata Pompeo, seperti dilansir Anadolu Agency pada
Minggu (29/4).
Trump menganggap kesepakatan nuklir Iran 2015 gila
dan kesepakatan terburuk yang pernah dan telah mengancam akan menarik
AS keluar dari itu kecuali Washington dan sekutu Eropanya merevisi
kesepakatan itu, dengan memasukan kegiatan regional Iran dan program
rudal balistiknya kedalam kesepakatan itu.
Dia berpendapat bahwa segera setelah
Washington keluar dari perjanjian yang dicapai tahun 2015 itu, maka
perjanjian itu akan otomatis mati, karena Iran akan mengikuti AS untuk
keluar dari kesepakatan itu.
"Saya tidak berpikir Iran akan
tetap dalam kesepakatan jika AS memutuskan keluar dari kesepakayan
tersebut. Kemungkinan adanya perang sangat terbuka. Jika kesepakatan
nuklir dibatalkan, Iran akan segera memulai kembali program (nuklir)
ini. Kami membutuhkan JCPOA untuk mencegah Iran memiliki senjata
nuklir," kata Le Gal.
LONDON
- Para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman telah sepakat untuk
mempertahankan perjanjian nuklir internasional. Perjanjian tersebut
adalah cara terbaik saat ini untuk menghentikan Teheran mengembangkan
senjata nuklir.
Theresa May, Emmanuel Macron dan Angela Merkel
membahas pentingnya mempertahankan kesepakatan yang ada lewat telepon
terpisah selama akhir pekan. Tetapi mereka juga menyetujui perlunya
mengatasi beberapa kekhawatiran yang diangkat oleh Presiden Amerika
Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam beberapa minggu mendatang, Trump
akan memutuskan apakan akan tetap atau menanggalkan perjanjian
tersebut. Ia tekah menjadi kritikus yang keras terhadap perjanjian
internasional yang ditandatangani pada 2015 lalu, dan menyebutnya
"gila".
Di antara kritiknya adalah tidak adanya larangan terhadap
progtam rudal balistik Iran. Perjanjian itu juga tidak melakukan apa
pun untuk menghentikan dukungan Iran untuk kelompok militan di kawasan
itu.
Trump juga ingin menghapus perjanjian yang disebut "klausa
matahari terbenam", yang salah satunya memungkinkan pencabutan
pembatasan program pengayaan nuklir Iran setelah 2025.
Dalam
sebuah pernyataan pada hari Minggu, Downing Street (kantor Perdana
Menteri Inggris) mengatakan May telah setuju dengan rekan-rekannya di
Eropa bahwa kesepakatan nuklir Iran (Rencana Aksi Komprehensif Bersama)
adalah cara terbaik untuk menetralkan ancaman Iran bersenjata nuklir.
"Mereka
sepakat bahwa ada unsur-unsur penting yang tidak dibahas perjanjian
itu, tetapi perlu untuk ditangani - termasuk rudal balistik, apa yang
terjadi ketika kesepakatan itu berakhir, dan kegiatan Iran yang membuat
regional tidak stabil," pernyataan itu menambahkan seperti dikutip dari
BBC, Minggu (29/4/2018).
Menteri Luar Negeri AS yang baru, Mike
Pompeo, juga mengecam keras apa yang dikatakannya sebagai upaya Iran
untuk mengguncang kawasan itu, pada kunjungan pertamanya ke Arab Saudi.
"Ia
mendukung milisi proxy dan kelompok-kelompok teroris. Iran adalah
penyalur senjata kepada pemberontak Houthi di Yaman. Ia juga mendukung
rezim pembunuh Assad di Suriah," kata Pompeo dalam jumpa pers bersama.
Baik
Macron dan Merkel telah berusaha membujuk Presiden AS untuk tidak
membatalkan kesepakatan dalam kunjungannya ke Washington dalam seminggu
terakhir. Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan bahwa
Trump belum membuat keputusan terkait hal itu.
Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd
mengundurkan diri terkait kebijakan terhadap imigran ilegal asal negara
Persemakmuran, Minggu (29/4). ( REUTERS/Hannah McKay)
Jakarta, CB -- Menteri Dalam Negeri Inggris,
Amber Rudd mengundurkan diri, Minggu (29/4). Dia diduga memberi
informasi menyesatkan kepada Parlemen soal apakah kementriannya
menetapkan target untuk memindahkan imigran gelap dari negara itu.
"Perdana
Menteri menerima pengunduran diri Menteri Dalam Negeri malam ini," kata
juru bicara kantor Perdana Menteri Inggris, Theresa May.
Pengunduran
diri itu disampaikan Rudd lewat telepon kepada May setelah sepekan
penuh tekanan untuk mundur atas skandal imigrasi dan meningkatnya
tekanan bagi Rudd untuk mundur.
Keputusan Rudd untuk mundur
diduga menjadi pukulan besar bagi pemimpin dari Partai Konservatif
tersebut, yang secara terbuka menyatakan keyakinannya kepada Rudd.
Pengunduran diri Rudd diperkirakan bakal mempengaruhi pemilihan lokal di sejumlah tempat di Inggris, Kamis (3/4).
Rudd
terpaksa bersikap defensif setelah pekan lalu menyatakan kepada
Parlemen bahwa Kementerian Dalam Negeri tidak menetapkan target atas
jumlah imigran ilegal yang akan dipindahkan dari Inggris.
Meski
Rudd mempertahankan diri bahwa dia tidak mengetahui keberadaan daftar
tersebut, bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Kementerian Dalam Negeri
tahu soal itu, membuat posisinya kian goyah.
Rudd dikritik atas
perlakuan terhadap Generasi Windrush, yang terungkap awal pekan ini.
Warga negara Persemakmuran terutama asal negara-negara Karibia yang
datang ke Inggris pasca Perang Dunia Kedua terancam dideportasi akibat
kebijakan yang dipelopori May saat menjadi Menteri Dalam Negeri
2010-2016, yang dilanjutkan Rudd.
Kalangan oposisi, Partai Buruh, menuduh Rudd menjadi 'perisai' untuk melindungi May.
Rudd
seharusnya kembali ditanya Parlemen pada Senin (30/4), namun dia
memilih mengundurkan diri Minggu (29/4) malam. Rudd memimpin Kementerian
Dalam Negeri sejak 2016 dianggap sebagai tokoh moderat di Uni Eropa.
Dia menyeimbangkan kekuatan di kabinet yang terdiri atas beberapa tokoh
pro-Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Seperti Menteri Luar
Negeri Boris Johnson dan Menteri Lingkungan Michael Gove.
Pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in. (Foto: Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters
Jakarta, CB -- Ratusan warga di Seoul
menggelar protes di dekat balai kota sebagai bentuk penolakan terhadap
upaya rekonsiliasi antara Korea Selatan dan Korea Utara, Minggu (28/4).
Demo itu berlangsung dua hari setelah Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un bertemu dan mengeluarkan pernyataan bersama Deklarasi Panmunjom.
Sebagian
pemrotes berteriak "Moon harus pergi" sambil berjalan mengelilingi
taman di sekitar balai kota. Sejumlah pedemo lainya bahkan turun ke
jalan sambil membawa bendera Amerika Serikat, sekutu terdekat Korsel,
sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Moon yang ingin menjaga
jarak dengan Washington.
Kepada Sputnik, seorang wanita yang
turut serta dalam demo mengatakan deklarasi damai yang disepakati kedua
pemimpin Korea pada Jumat (27/4) lalu adalah "perdamaian palsu".
Seorang pedemo lainnya menganggap bahwa "Korut hanya membutuhkan uang".
Sejumlah
pengunjuk rasa lainnya meneriaki para petugas polisi yang berupaya
menertibkan mereka. Lalu lintas di pusat kota sempat terhambat karena
demonstrasi tersebut.
Sebagian besar pemrotes dilaporkan merupakan warga lanjut usia yang masih mengingat jelas kelamnya Perang Korea 1950-1953 lalu.
Banyak pula luka lama yang masih tersimpan di sebagian benak veteran dan generasi tua Korsel terkait perang saudara itu.
Pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in. (Foto: Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters)
Perang yang menewaskan hingga 2 juta warga sipil itu berakhir bukan
dengan kesepakatan damai, tapi dengan perjanjian gencatan senjata antara
Amerika Serikat dan militer Korut di bawah bendera Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB).
Korsel menolak menandatangani kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Dunia internasional menyambut baik pertemuan Moon dan Kim kemarin yang
dinilai sebagai babak baru perdamaian di Semenanjung Korea. Pertemuan
keduanya bahkan dianggap membuka jalan kedua Korea untuk kembali
membicarakan reunifikasi setelah hampir tujuh dekade terpisah.
Namun,
tak seluruh warga Korsel ternyata menginginkan penyatuannegara itu
terjadi. Dikutip Time, survey yang dilakukan Korea Institute for
National Unification menemukan bahwa 71,2 persen warga Korsel berusia
sekitar 20 tahun menolak reunifikasi kedua negara.
Dari seluruh kelompok usia, dukungan generasi muda Korsel terkait wacana
reunifikasi juga terus menurun dari 70 persen menjadi 57,8 persen
selama empat tahun terakhir.
"Bagi generasi muda, Korea Utara tidak lagi penting," ujar seorang mahasiswa Korsel jurusan Ekonomi, Somin Yoon.
Ri Sol-ju (kiri) berjalan dengan Kim
Jung-sook istri Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada upacara
perpisahan di Desa Panmunjom, zona demiliterisasi Korea Selatan 27 April
2018. (REUTERS/HANDOUT)
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, untuk pertama kalinya melangkahi
perbatasan kedua negara di zona demiliterisasi dan bertemu secara resmi
dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in pada Jumat(27/42018) .
Perhatian seluruh dunia tentu berfokus kepada kedua tokoh tersebut, saat
mereka saling berjanji melakukan denuklirisasi Semenanjung Korea.
Secara simbolis, juga mengakhiri Perang Korea 1950-1953, yang tadinya
hanya berhenti oleh gencatan senjata.
Namun, satu hal yang juga jadi perhatian besar adalah munculnya Ri
Sol-ju, istri Kim Jong-un, yang secara resmi ikut dalam pertemuan puncak
pemimpin negara. Ini suatu pemandangan yang bersejarah bagi Korea
Utara.
Ri berpose dengan sang suami, Presiden Moon, dan istrinya, jelang makan
malam kenegaraan setelah membuat kesepakatan damai. Ia tampak cantik,
dengan tas genggam berwarna hitam, serta riasan wajah senada berwarna
merah muda cerah pada mata dan bibirnya.
Gaya busananya sangat memukau wartawan yang ingin mengambil fotonya. Ri
mengenakan jaket dan rok berwarna merah muda cerah, serta sepatu hak
berkilauan warna hitam. Ia tersenyum saat disapa oleh istri presiden
Korsel sekaligus Ibu Negara, Kim Jung-sook, lalu oleh kedua pemimpin
negara.
Penampilan Ri sangat jauh berbeda dengan perempuan Korea Utara pada
umumnya, yang jarang sekali terlihat dengan riasan dan mengenakan busana
yang tidak mencolok. Dari foto-foto yang dilansir media pemerintah
Korea Utara terdahulu, kadang Ri menenteng tas keluaran Dior dan Chanel.
Ini adalah pertama kalinya seorang istri pemimpin Korea Utara
diikutsertakan dalam acara kenegaraan antara kedua Korea. Ri berbagi
panggung dunia yang sama dengan sang suami.
Sebelumnya, ayah maupun kakek Kim Jong-un, yang memimpin Korea Utara,
tidak pernah membawa istrinya untuk pertemuan resmi dengan pemimpin
manapun. Bahkan, ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il, yang memiliki banyak
istri dan selir, tidak memperlihatkan satupun dari mereka ke hadapan
publik.
Latar Belakang
Tidak banyak yang diketahui tentang latar belakang Ri Sol-ju, termasuk
umur aslinya, kapan dia menikahi Kim Jong-un, ataupun upacara
pernikahannya. Ia diyakini berusia akhir 20-an, atau awal 30-an.
Menurut Michael Madden, yang menerbitkan North Korea Leadership Watch,
Ri lahir sekitar 1984 di Chongjin, kota ketiga terbesar di Korut, di
pantai timur negara tersebut. Ia lulusan Universitas Kim Il-sung,
sekaligus cucu dari Ri Pyong-chol, mantan kepala Angkatan Udara Tentara
Rakyat Korea. Ayahnya juga pejabat di Tentara Rakyat Korea.
Jung Chung-rai, anggota parlemen Korsel, kepada CNN pada 2012 mengutip
laporan intelijen bahwa Ri bersekolah di Geumseong Second Middle School
di Pyongyang. Ia kemudian pergi ke China untuk belajar menyanyi.
Ri pernah mengunjungi Korea Selatan selama acara Kejuaraan Atletik Asia
2005 di Incheon, sebagai bagian dari regu sorak. Beberapa foto
menampakkan Ri bersama para pemandu sorak Korea Utara lainnya. Ia
mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea, berwarna hitam dan putih,
serta mengibarkan bendera yang menunjukkan Semenanjung Korea yang
bersatu.
Pertama kali Ri menampakkan diri di hadapan publik Korea Utara dalam
acara resmi pada 2011, yaitu pemakaman ayah mertuanya, Kim Jong-il.
Namun, publik pertama kali mengenalnya sebagai istri Kim Jong-un pada
Juli 2012, pada acara pembukaan sebuah taman hiburan. Ri terlihat
menggandeng lengan Kim dengan penuh kasih saat mereka berdua
berkeliling.
Kemudian, pada kunjungan mendadak Ki Jong-un ke China untuk bertemu
dengan Presiden Xi Jinping, Ri tampak berada di sana. Bertemu Xi serta
Ibu Negara China, Peng Liyuan, Ri mendapatkan pujian dari warganet China
dengan sebutan "cantik", serta dibanding-bandingkan dengan bintang pop.
Selama ini, keluarga Kim Jong-un diliputi ketidakjelasan. Kemunculan Ri
Sol-ju yang menjadi perhatian publik menjadi tanda bahwa rezim tersebut
bermaksud menarik basis yang lebih modern. Ri telah menjalani peran yang
sangat berbeda dengan pendahulunya, menempati peran yang lebih mirip
dengan istri pemimpin Barat.
Seorang konsultan citra mengungkapkan, peran seremonial Ri Sol-ju
menghadiri beberapa acara adalah upaya menunjukkan sisi yang lebih
lembut dari warga Korea Utara kepada dunia.
Ibu Negara
Ri Sol-ju di dalam negerinya pun telah naik status dalam beberapa pekan
terakhir. Media pemerintah mulai menyebutnya sebagai "Ibu Negara" selama
kunjungan Ri dan Kim Jong-un ke China. Gelar tersebut untuk pertama
kalinya disebutkan di Korea Utara selama lebih dari 40 tahun.
Sebelumnya, Ri hanya disebut sebagai "pendamping" atau?lebih
sederhananya??istri dari Kim Jong-un".
Media pemerintah Korea Utara juga menyebut Ri sebagai "Ri Sol-ju yang
dihormati". Ini sebutan yang jarang digunakan untuk orang-orang selain
yang menduduki jabatan penting di negara tersebut. Adik Kim Jong-un, Kim
Yong-jong, disematkan dengan sebutan itu oleh karena kedudukannya di
Partai Buruh Korea.
Menurut Kementerian Unifikasi Korea Selatan, terakhir kalinya media
negara Korea Utara menyebut seseorang sebagai Ibu Negara adalah pada
1974. Tepatnya, untuk Kim Song-ae, istri Kim Il-sung, sekaligus nenek
Kim Jong-un.
Namun, gelar tersebut tidak berarti Ri memiliki kedudukan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan Kim Yo-jong. Sebagaimana dikutip dari
Reuters, menurut Jeong Yeung-tae, pemimpin Institut Studi Korea Utara di
Seoul, istri pemimpin Korea Utara tidak memiliki banyak peran. Jadi,
sulit baginya untuk langsung terjun ke dunia politik.
"Adiknya lebih memiliki peran kuat sebagai pembantu kakaknya. Pada
akhirnya, Ri hanya berperan sebagai istri dari Kim Jong-un," jelasnya.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan
pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan di desa gencatan
senjata Panmunjom di dalam zona demiliterisasi yang memisahkan dua
Korea, Korea Selatan, Jumat (27/4/2018). (Korea Summit Press Pool/Pool
via Reuters)
Seoul (CB) - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji akan
mengundang para ahli dan jurnalis Amerika Serikat untuk menyaksikan
penutupan lokasi uji coba nuklir negara itu bulan depan, kata kantor
kepresidenan Korea Selatan, Minggu (29/04).
“Kim mengatakan... bahwa dia akan melakukan penutupan tempat uji coba
nuklir pada Mei, dan akan segera mengundang para ahli dari Korea Selatan
dan Amerika Serikat untuk memberi tahu proses tersebut kepada komunitas
internasional dengan transparansi,” kata juru bicara kepresidenan
Seoul, Yoon Young-chan.
Kim menyapaikan pernyataan itu dalam konferensi tingkat tinggi
bersejarah dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Jumat, kata
juru bicara tersebut, AFP.
Mantan PM Malaysia, dan pemimpin Partai Pribumi Bersatu
Malaysia, Mahathir Mohamad, menyampaikan pidato di Shah Alam, Malaysia, 8
Maret 2018. AP
CB, Jakarta - Otoritas Perhubungan Udara Malaysia (CAAM) membantah ada sabotase terhadap jet pribadi Mahathir Mohamad ketika dalam perjalanan kampanye pemilu dari Subang di Selangor menuju Langkawi pada Jumat, 27 April 2018.
Dalam
sebuah pernyataan yang disampaikan oleh bos CAAM, Azharuddin Rahman,
pada Sabtu, 28 April 2018, disebutkan, pesawat jenis Bombardier
Challenger CL60 yang terdaftar di bawah bendera Malta pada ekor pesawat
dengan tulisan 9H-VFD itu mengalami masalah teknis saat melakukan
penerbangan.
Mahathir Mohamad. [Malaysia Today]
Dia mengatakan burung besi yang dioperasikan oleh VistaJet Limited
itu tidak dapat terbang karena mengalami kesalahan teknis. Menurut dia,
ada kebocoran udara di roda kiri.
"Kami melakukan investigasi dari
segala aspek, termasuk memverifikasi dokumen pesawat, inspeksi fisik
pesawat, dan mewawancarai pilot serta personel yang merawat jet pribadi
Mahathir," ucapnya seperti dikutip Channel News Asia.
"Dari
hasil pemeriksaan dokumen pesawat tidak ada masalah, kecuali ada
catatan soal kebocoran udara di roda kiri pada 27 April 2018 oleh
personel perawat. Tekanan ban rendah dan setelah digelembungkan, tekanan
masih turun pada 2 PSI per menit."
Mahathir Mohamad. [http://utaranews.com]
Dia
menjelaskan, "Tudingan ada sabotase terhadap sebuah pesawat berdampak
serius pada reputasi penerbangan udara Malaysia dan negara secara
keseluruhan."
Pada
Jumat, CAAM diminta melakukan investigasi terkait dengan klaim yang
menyebutkan jet pribadi Mahathir batal terbang setelah pilot pesawat
tersebut mendeteksi ada kerusakan dan minta segera dilakukan perbaikan
tapi tidak mendapatkan jawaban.
Bekas Perdana Menteri Malaysia yang meninggalkan Langkawi untuk kampanye pemilihan umum pada hari ke-14 itu mengklaim bahwa pesawat yang dia naiki disabotase.
Mantan PM Malaysia, dan pemimpin Partai Pribumi Bersatu
Malaysia, Mahathir Mohamad, saat konferensi pers di Petaling Jaya,
Malaysia, 5 April 2018. AP
CB, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengklaim ada oknum yang ingin menyingkirkannya demi menang dalam Pemilihan Umum Raya Malaysia Ke-14.
Mahathir
mengatakan, pada Jumat, 27 April 2018, ada pihak yang berusaha
menyabotase jet pribadinya saat akan terbang dari Kuala Lumpur ke
Langkawi.
Upaya
mencelakakan Mahathir terungkap setelah pilotnya menemukan beberapa
kerusakan yang tampaknya disengaja sebelum lepas landas.
"Saya telah memperingatkan sebelumnya akan ada upaya jahat untuk
memaksa beberapa kandidat berhenti ikut PRU 14, tapi saya tidak berpikir
itu akan terjadi pada saya," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada 28 April 2018.
Menanggapi klaim itu, pemerintah Malaysia berjanji akan melakukan penyelidikan kasus yang sudah dilaporkan Mahathir ke polisi.
Mahathir kembali
ke dunia politik setelah pensiun 15 tahun lalu. Ia menjadi kandidat
dari oposisi Aliansi Harapan. Politikus veteran berusia 92 tahun itu
akan mencalonkan diri dari daerah pemilihan Langkawi untuk pemilihan 9
Mei mendatang.
Perdana menteri selama 22 tahun sebelum
mengundurkan diri pada 2003 ini kembali menantang Perdana Menteri Najib
Razak dalam pemilihan umum. Mahathir menuding Najib terlibat dalam berbagai skandal yang dinilai telah membawa Malaysia dalam kehancuran.
Milisi
diduga telah membunuh 40 etnis Tuareg, kebanyakan pria muda, dalam dua
serangan di wilayah Manaka, Mali Utara. Foto/Ilustrasi/Istimewa
BAMAKO
- Milisi diduga telah membunuh 40 etnis Tuareg, kebanyakan pria muda,
dalam dua serangan di wilayah Manaka, Mali Utara. Menurut gubernur
setempat peristiwa itu tampaknya memicu konflik etnis antara Tuareg dan
Fulani.
Gubernur Menaka, Daouda Maiga, mengatakan melalui telepon
bahwa serangan itu terjadi di desa-desa terpencil gurun Awakassa pada
hari Jumat dan di Anderanboucane, sehari sebelumnya.
"Yang tewas
kebanyakan adalah pemuda, tidak ada wanita atau anak-anak, sebagian
besar dari usia di mana mereka dapat membawa senjata," kata Maiga
seperti dikutip dari Reuters, Minggu (29/1/2018).
Korban
termasuk banyak anggota Gerakan Nasional milisi Tuareg untuk
Keselamatan Azawad (MSA). "MSA memerangi kelompok-kelompok Islam, yang
sebagian besar terdiri atas Fulani," terang Maiga.
“Jadi dua
serangan ini adalah pembalasan terhadap mereka. Mereka ingin mengubah
konflik menjadi sesuatu yang bersifat antar-komunal,” jelasnya.
Milisi
Islam dipandang sebagai ancaman terbesar bagi keamanan di seluruh
wilayah Sahel Afrika. Mereka telah terbukti mahir mengeksploitasi
ketegangan lokal antara kelompok etnis untuk menabur perselisihan -
seperti antara Tuareg yang kebanyakan berkulit lebih terang dan Fulani
di atas konflik yang langka di Sahara.
Bajan Ag Hamatou, seorang legislator lokal, membenarkan serangan itu, seperti yang dilakukan walikota Kota Menaka, Nanout Kotia.
Kekerasan
yang meningkat di Mali telah menimbulkan keraguan atas kelayakan pemilu
yang dijadwalkan pada akhir Juli, di mana Presiden Ibrahim Boubacar
Keita akan mencari masa jabatan kedua.
Milisi Sahara yang
berafiliasi dengan ISIS aktif di wilayah Menaka yang berbatasan dengan
Niger. Kelompok ini dipimpin oleh seorang Afrika utara berbahasa Arab
yang disebut Adnan Abu Walid al-Sahrawi, tetapi sebagian besar
pejuangnya adalah etnis Fulani.
Mali telah berada dalam kekacauan
sejak pemberontak Tuareg dan Islamis menyapu padang pasirnya pada tahun
2012, meskipun ada intervensi Perancis untuk mendorong mereka kembali
pada tahun berikutnya, dan kehadiran militer Perancis dan penjaga
perdamaian PBB.
AS mendesak negara lain untuk menjatuhkan sanksi kepada Iran terkait program rudal balistiknya. Foto/Istimewa
RIYADH
- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyerukan
sanksi baru terhadap Iran atas program rudalnya. Ini adalah sebuah
langkah yang dapat mengakhiri kesepakatan nuklir.
Menteri Luar
Negeri AS Mike Pompeo telah tiba di Arab Saudi sebagai bagian
kunjungannya ke Timur Tengah. AS tengah mengumpulkan dukungan untuk
sanksi baru terhadap Iran.
Kunjungan ke Riyadh, Yerusalem dan
Amman hanya dua hari setelah Pompeo dilantik dilakukan ketika Presiden
Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk memutuskan apakah akan
menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran yang masih
didukung oleh kekuatan Eropa.
"Kami mendesak negara-negara di
seluruh dunia untuk memberikan sanksi kepada individu dan entitas yang
terkait dengan program rudal Iran, dan itu juga telah menjadi bagian
besar dari diskusi dengan orang Eropa," ujar Brian Hook, penasihat
kebijakan senior yang ikut bepergian dengan Pompeo, seperti dikutip dari
News.com.au, Minggu (29/4/2018).
Lebih jauh Hook
menuding Iran telah menyuplai rudal balistik kepada kelompok pemberontak
Yaman, Houthi. Rudal-rudal tersebut ditembakkan secara serentak ke Arab
Saudi dan sebelumnya menewaskan seorang pria.
"Rudal-rudal Iran
memperpanjang perang dan penderitaan di Timur Tengah, mereka mengancam
keamanan dan kepentingan ekonomi kami serta mereka terutama mengancam
Arab Saudi dan Israel," ujarnya.
Kesepakatan 2015 yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan bantuan sanksi tidak mencakup program rudal.
Trump
menyebutnya sebagai "kesepakatan terburuk" dan mengancam akan
memberlakukan kembali sanksi kecuali Inggris, Prancis dan Jerman setuju
untuk memperbaikinya. Melanjutkan sanksi kemungkinan akan membunuh
kesepakatan.
Rusia, Cina, Jerman, Inggris dan Perancis, yang
semuanya mencapai kesepakatan dengan Iran dan AS, melihat kesepakatan
itu sebagai cara terbaik untuk menghentikan Iran mengembangkan bom
nuklir.
Berbicara setelah pertemuan menteri luar negeri NATO di
Brussels pada hari Jumat, Pompeo mengatakan Trump belum mengambil
keputusan apakah akan membatalkan kesepakatan itu tetapi tidak mungkin
untuk tetap melakukannya tanpa perubahan substansial.
"Belum ada
keputusan, jadi tim itu bekerja dan saya yakin kami akan memiliki banyak
percakapan untuk menyampaikan apa yang telah diperjelas oleh presiden,"
kata Pompeo dalam konferensi pers.
Awal pekan ini, Presiden
Prancis Emmanuel Macron meminta Trump untuk tidak meninggalkan
kesepakatan, meskipun dia kemudian mengakui bahwa Trump kemungkinan akan
mundur dari kesepakatan tersebut.
Pemerintahan Trump juga sedang
mengkaji peran AS dalam memerangi ISIS pada konflik Suriah selama tujuh
tahun. Trump telah meminta negara-negara Teluk untuk menyediakan dana
dan pasukan untuk menstabilkan wilayah yang pernah dikuasai oleh
kelompok di Suriah.
Di Riyadh, Pompeo disambut oleh Menteri Luar Negeri Saudi Adel
al-Jubeir. Dia berharap bisa bertemu dengan Putra Mahkota Saudi,
Mohammed bin Salman dan Raja Salman selama kunjungan itu.
Arab Saudi berhasil menembak jatuh empat rudal balistik Houthi. Foto/Ilustrasi/Istimewa
RIYADH
- Arab Saudi menembak jatuh empat rudal yang ditembakkan dari Yaman
selatan yang ditujukan ke kota Jizan, Sabtu (28/4/2018). Rudal-rudal
tersebut ditembakkan beberapa jam setelah serangan di Sanaa menewaskan
puluhan pemberontak Houthi
Meskipun koalisi Arab melaporkan tidak
ada korban, seorang pejabat lokal mengatakan satu orang tewas dalam
serangan itu. Juru bicara pertahanan sipil Jizan, Kolonel Yahya Abdullah
al-Qahtani mengatakan, seorang warga Arab Saudi telah terbunuh oleh
pecahan rudal seperti dikutip dari laman Al Araby, Minggu (29/4/2018).
Televisi
Houthi, al-Masirah, membenarkan serangan tersebut. Dalam laporannya
al-Masirah menyebut mereka telah menembakkan delapan rudal ke Jizan.
Sehari sebelumnya, pasukan pertahanan Saudi mengatakan mereka telah menjatuhkan rudal di wilayah yang sama.
Serangan
itu terjadi ketika pemakaman umum diadakan di Sanaa untuk seorang
pejabat terkemuka Houthi. Saleh al-Sammad adalah salah satu kepala
politik Houthi dan seorang tokoh senior dalam kelompok tersebut.
Dia
telah menyebut tahun 2018 "tahun keunggulan balistik" dan membela
kebijakan Houthis menembakkan rudal ke Sapai Arabia. Dia tewas dalam
serangan udara oleh Arab Saudi dan sekutunya minggu lalu.
Kelompok Houthi menjadi semakin berani dalam serangan mereka terhadap Arab Saudi, termasuk upaya menyerang Ibu Kota Riyadh.
Pada
bulan Maret, seorang buruh Mesir menjadi korban tewas pertama yang
diketahui akibat serangan rudal pemberontak di Ibu Kota Saudi.
Arab Saudi menuduh saingannya Iran menyelundupkan rudal ke Houthi, tuduhan yang dibantah oleh Teheran.
Arab
Saudi sejak Maret 2015 memimpin koalisi negara-negara Arab yang
berjuang untuk menggulingkan kelompok Houthis di Yaman dan mengembalikan
pemerintahan Yaman yang diakui internasional.
Hampir 10.000 orang telah tewas dalam konflik itu, dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Palestina
menyebut niat Presiden Donald Trump untuk menghadiri pembukaan Kedubes
AS di Yerusalem pelanggaran yang mencolok. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
RAMALLAH
- Palestina mengecam keinginan Presiden Donald Trump untuk menghadiri
upacara pembukaan gedung kedutaan AS di Yerusalem bulan depan. Palestina
menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran mencolok.
"Trump
telah melakukan kesalahan besar selama masa jabatannya terkait Palestina
dalam masalah Yerusalem, pengungsi, negara Palestina dan hak-hak rakyat
Palestina," ujar Penasehat Menteri Luar Negeri Presiden Palestina
Mahmoud Abbas, Nabil Shaath.
Dia mengatakan kepada stasiun radio
resmi Palestina Voice of Palestine bahwa kesalahan-kesalahan itu telah
didiskualifikasi dan mengakhiri peran AS secara sepihak dalam proses
perdamaian dengan Israel sejak 1991.
Dia menegaskan kembali bahwa
AS harus bertindak sesuai dengan kerangka multilateral internasional
yang berkomitmen terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
"Jika tidak, tidak akan ada peran nyata bagi Amerika Serikat dalam proses perdamaian mendatang," tegasnya seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (29/4/2018).
Shaath
juga mengatakan perubahan keseimbangan kekuatan dunia telah menyebabkan
berakhirnya peran AS, karena Washington bukan lagi penguasa dunia dan
bahwa ada kekuatan Eropa, Rusia, Cina, India dan Brasil yang membentuk
kerangka multilateral kerangka.
Sebelumnya, Trump mengatakan
bahwa ia "boleh pergi" ke kedutaan AS di Yerusalem yang dijadwalkan
dibuka 14 Mei, menandai peringatan ulang tahun kemerdekaan Israel yang
ke-70.
Palestina sendiri telah menunjuk tanggal 15 Mei, sehari setelah kemerdekaan Israel, sebagai Hari Nakba atau Hari Malapetaka.
CB, Jakarta - Presiden
Rumania, Kalus Iohannis minta Perdana Menteri Viorica Dancila
mengundurkan diri setelah dia merencanakan memindahkan kantor kedutaan
besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
"Dancila
tidak bisa mengendalikan kantor Perdana Menteri dan membuat pemerintah
Rumania bermasalah," kata Iohannis dalam sebuah pernyataan yang diterima
Al Jazeera, Jumat, 27 April 2018. "Saya meminta Dancila mengundurkan diri dari kantor Perdana Menteri," lanjutnya.
President Rumania Kalus Iohannis (kanan) dan Perdana Menteri Viorica Dancila (kiri) [File: AP]
Sebelum membuat pernyataan, Iohannis memanggil Dancila untuk sebuah
pertemuan di kediaman resmi kepresidenan di Istana Cotroceni. "Namun,
dia menolak bertemu presiden," tulis Romania Journal.
Pemanggilan
tersebut terkait dengan komplain Iohannis yang menganggap Dancila tidak
berkonsultasi dengan dia untuk membicarakan masalah memorandum rahasia
mengenai kebijakan luar negeri. Hal itu dianggap sebagai sebuah
pelanggaran konstitusi.
"Dalam konstitusi negara disebutkan bahwa
seluruh kepentingan Rumania harus dibicarakan antara Perdana Menteri dan
Presiden," ucapnya melalui pernyataan.
Menurut berbagai laporan,
yang dimaksud memorandum rahasai itu adalah masalah rencana pemindahan
kantor Kedutaan Besar Rumania dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Seorang
pejalan kaki berjalan melewati kedutaan besar Amerika Serikat di Tel
Aviv, Israel, Senin (5/8). Penutupan kantor kedutaan AS di Timur Tengah
dan Afrika diperpanjang seminggu sebagai tindakan pencegahan setelah al
Qaeda mengeluarkan ancaman pada hari Minggu (4/6). REUTERS/ Nir Elias
Kekecewaan
Iohannis lainnya adalah ketika dia minta penjelasan dari Dancila
mengenai kunjungannya ke Israel karena tidak ada mandat dari kantor
kepresidenan, tak mendapatkan respon. "Saya tidak pernah mendengar
Perdana Menteri Rumania berkunjung ke luar negeri, bahkan saya tidak
mengetahui apa yang dia lakukan di sana," ungkapnya.
Rumania melalui salah seorang anggota partai berkuasa, Livieu Dragnea, mengatakan kepada televisi ANTENA 3 bahwa Rumania akan memindahkan kantor Kedutaan Besar ke Yerusalem mengikuti jejak Amerika Serikat, Guatemala dan Honduras.
Keputusan
Rumania ini disambut gembira oleh Israel. Perdana Menteri Benjamin
Netanyahu mengatakan kepada sejumlah diplomat internasional di
kediamanya di Yerusalem,
Kamis, 19 April 2018, banyak negara yang akan memindahkan Kedutaan
Besarnya ke Yerusalem. "Israel akan memberikan hadiah khusus kepada 10
negara pertama yang memindahkan kedutaannya," kata Netanyahu.
Pemimpin partai CDU Partai Demokrat Kristen dan Kanselir
Jerman, Angela Merkel saat melihat hasil pemilihan umum di Berlin,
Jerman, 24 September 2017. REUTERS/Kai Pfaffenbach
CB, Jakarta - Parlemen Jerman, Kamis, 26 April 2018, menyiapkan Rancangan Undang-Undang pengakuan terhadap Israel sebagai Negara Yahudi. Dalam RUU tersebut dinyatakan, solusi dua negara satu-satunya jalan keluar untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel.
"Keamanan
dan kedaulatan Israel adalah kunci bagi kebijakan luar negeri serta
keamanan Jerman," bunyi salah satu butir isi RUU sebagaimana dikutip Middle East Monitor, Jumat, 27 April 2018.
Kanselir
Jerman dan pemimpin Partai Demokratis Kristen (CDU) Angela Merkel, saat
memasukan surat suara dalam pemilu di Berlin, Jerman, 24 September
2017. REUTERS/Kai Pfaffenbach
Tiga penguasa parlemen Jerman terdiri dari Partai Kristen dan Uni
Demokratik pimpinan Kanselir Angela Merkel, Partai Sosialis dan Partai
Demokratik Bebas mengajukan RUU tersebut bersamaan dengan ulang tahun
ke-70 berdirinya negara Israel.
RUU tersebut juga menetapkan bahwa
pemerintah Jerman bersama masyarakat internasional harus bekerja sama
mendukung solusi dua negara. "Satu-satunya solusi menyelesaikan konflik
Timur Tengah adalah ditekankan pada msalah Israel, Yahudi, demokrasi dan
kemerdekaan berdirinya Palestina sebagai sebuah negara."
Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri pertemuan partai Likud di
Knesset, Parlemen Israel, Jerusalem, Israel, Senin (13/2). REUTERS/Baz
Ratner
Sebelumnya, dalam sebuah sidang kontroversial pada
2014, parlemen Israel menyetujui RUU Negara Yahudi karena dapat
meningkatkan diskiriminasi terhadap warga Arab di daerah pendudukan
Palestina. RUU tersebut sempat ditentang sejumlah menteri.
Times of Israel,
mengambarkan bahwa RUU Negara Yahudi tersebut merupakan sesuatu yang
sangat kontroversial. "Para anggota kabinet berdebat membahas RUU di
ruang tertutup, namun teriakan mereka cukup keras sehingga dapat
didengar wartawan yang berada di lorong masuk."
Berpidato di depan anggota kabinetnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan "Israel
adalah Yahudi, negara nasionalis rakyat Yahudi yang memiliki kesamaan
hak bagi seluruh warga negara. Menurutnya, "Israel adalah rumah bagi
warga Yahudi."