Militer Arab Saudi siap melawan pemberontak Houthi.
Foto: Muslimmirror.
Parade digelar usai latihan militer bersama pertama bertajuk Perisai Teluk.
CB,
DAMMAM, ARAB SAUDI -- Angkatan Bersenjata Arab Saudi, Turki, Mesir,
Pakistan, Afghanistan, dan sejumlah negara yang telah menyelesaikan
latihan militer bersama pertama "Perisai Teluk" menggelar parade militer
di luar Kota Dammam, Sabtu (14/4).
Parade militer yang melibatkan kontingen pasukan peserta "Gulf Shield
Joint Exercise I" yang resmi ditutup pada 7 April itu, digelar sehari
menjelang penyelenggaraan KTT ke-29 Liga Arab, di gedung King Abdulaziz
International Cultural Center, Dhahran, Dammam.
Sebelum
parade militer yang diisi dengan defile pasukan dan unjuk alat utama
sistem persenjataan (alutsista) matra darat dan udara yang dilibatkan
dalam program latihan militer yang diikuti 24 negara itu, dilakukan
atraksi dan simulasi serangan militer.
Berulang kali
terdengar dentuman yang memecah keheningan padang pasir tempat
berlangsung simulasi serangan militer yang melibatkan matra darat, laut,
dan udara di daerah Madain Samat berjarak sekitar satu setengah jam
berkendara dari Dammam itu.
Asap hitam membubung ke angkasa
padang pasir yang berada di tepian pantai laut biru tatkala serangan
dilakukan pasukan infanteri dari tepian pantai dan kendaraan-kendaraan
tempur taktis.
Simulasi serangan militer yang menjadi
bagian dari rangkaian acara parade militer Angkatan Bersenjata Arab
Saudi dan belasan negara peserta latihan militer "Perisai Teluk" pertama
tersebut, menyita perhatian puluhan jurnalis mancanegara.
Gemuruh
suara dua jet tempur yang terbang cepat diikuti dengan manuver tiga
unit helikopter serbu "Apache" dan dua unit helikopter angkut pasukan
mewarnai simulasi serangan terhadap sejumlah bangunan buatan di lokasi
acara.
Puluhan jurnalis Arab Saudi dan mancanegara
mengabadikan rangkaian acara parade militer yang diawali dengan atraksi
kecakapan militer dalam simulasi serangan darat, laut, dan udara
tersebut dengan kamera untuk mendukung peliputan media mereka.
Seusai
digelar parade yang turut dimeriahkan dengan atraksi udara jet tempur
dan terjun payung prajurit negara peserta, Juru Bicara Angkatan
Bersenjata Arab Saudi Brigadir Abdullah Hussein Al Sobaei menggelar
konferensi pers.
Al Sobaei mengatakan latihan yang diikuti
kontingen pasukan dari 24 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan
Malaysia dari 27 Maret hingga 7 April 2018 itu dimaksudkan untuk
meningkatkan profesionalitas dan kesiapan tempur matra darat, laut, dan
udara.
Dia mengatakan pelajaran dari pengalaman latihan
bersama ini tidak hanya terkait dengan kesiapan tempur pasukan
multinasional dalam merespons ancaman dan tantangan regional, seperti
terorisme, tetapi juga mewujudkan standardisasi keyakinan militer.
Latihan
militer bersama pertama "Perisai Teluk" yang dilangsungkan di kawasan
sektor komando timur Arab Saudi itu meliputi apa yang disebut latihan
simulasi (CPX) dan lapangan (FTX), katanya pula.
Melalui
latihan bersama ini, kata Al Sobaei, operasi bersama pasukan koalisi
untuk menjawab berbagai ancaman dan tantangan keamanan di kawasan
diharapkan dapat dilakukan secara terpadu dan terintegrasi.
"Semua upaya ini akan tercermin dalam peningkatan keamanan untuk negara-negara di kawasan Teluk," katanya.
Credit
republika.co.id