Presiden Sirisena melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia.
Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
CB – Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena melakukan kunjungan kenegaraannya di Jakarta, Indonesia, pada Rabu, 8 Maret 2017.
Sebelum masuk dan menemui Presiden Joko Widodo di pelataran Istana
Merdeka, Sirisena 'dikawal' oleh pasukan berkuda dan pasukan berbaju
adat yang berjumlah 34 orang, di mana semuanya dari Pasukan Pengamanan
Presiden.
Kemudian, dari gerbang menuju Gedung Utama Istana Merdeka,
iring-iringan Sirisena disambut oleh siswa-siswi sekolah dasar, yang
juga memakai pakaian adat dengan kibaran bendera kedua negara.
Setelah itu, dilanjutkan dengan upacara kenegaraan yang diiringi
dentuman meriam sebanyak 21 kali. Usai upacara, Jokowi dan Sirisena lalu
berbincang di beranda belakang Istana Merdeka atau yang biasa dikenal Veranda Talk. Keduanya terlihat akrab bercengkerama. Mobil Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, di Istana Merdeka (VIVA.co.id/Agus Rahmat).
China gelar latihan di Laut China Selatan. (REUTERS / Stringer)
CB – Kementerian Luar Negeri China mengaku telah menyelesaikan draf awal Kode Etik Perilaku (Code of Conduct/CoC) untuk Laut China Selatan.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengungkapkan, penyelesaian draf
awal ini bersamaan dengan semakin meredanya ketegangan di kawasan
sengketa itu.
Sejak 2010, China dan beberapa negara anggota ASEAN, telah membahas
seperangkat aturan dan kode etik yang bertujuan untuk menghindari
konflik terbuka, yang sama-sama mengklaim Laut China Selatan.
"Sudah ada kemajuan terkait CoC. Kami telah merumuskan draf awal dari
kerangka kerja. China dan ASEAN merasa puas dengan hal ini," kata Wang,
seperti dilansir situs Reuters, Rabu, 8 Maret 2017.
Keterlibatan Amerika Serikat di Laut China Selatan dengan alasan
melakukan patroli, menurut Wang, bisa menciptakan kekacauan. Oleh karena
itu, Wang mengancam tidak akan membiarkan situasi 'yang stabil' menjadi
terganggu.
"Bagi mereka yang masih ingin menciptakan kekacauan akan dikecam oleh
negara-negara di kawasan itu. Kami pasti tidak akan membiarkan situasi
yang telah stabil ini menjadi rusak dan terganggu," tutur Wang,
menegaskan.
AS berdalih bahwa keberadaannya di Laut China Selatan karena kawasan tersebut di bawah ketentuan Kebebasan Bernavigasi atau U.S. Freedom of Navigation Operations (FONOP). Washington telah mengkritik pembangunan pulau buatan dan fasilitas militer di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, AS menyatakan keprihatinannya kepada Beijing yang
dianggap menghalangi kebebasan bernavigasi. Namun, China dengan tegas
menolak keinginan AS dan negara-negara 'di luar wilayah' diminta untuk
tidak perlu ikut campur masalah ini.
Seperti diketahui, China mengklaim hampir seluruh wilayah yang kaya
akan ikan, minyak dan gas alam dan dilewati oleh kapal tanker serta
kapal perdagangan senilai US$5 triliun setiap tahunnya. Brunei
Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam, juga mengklaim
bagian dari Laut China Selatan.
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, melambaikan
tangan saat akan memasuki pesawat terbang pribadinya usai melakukan
kunjungan kenegaraan dan pertemuan Bilateral dengan Pemerintah
Indonesia, di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017.
Raja Salman akan melanjutkan kunjungan kenegaraan singkat ke Brunei
Darussalam, dan Malaysia. TEMPO/Imam Sukamto
CB, Denpasar - Liburan Raja
Salman di Bali akan diperpanjang selama 3 hari, yang sebelumnya hingga 9
Maret menjadi 12 Maret 2017. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda
Bali Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja mengatakan telah menerima surat
tembusan dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta melalui Kementerian
Luar Negeri RI.
"Dalam surat Kedubes Arab
Saudi itu disebutkan Raja Salman berkeinginan memperpanjang masa
liburannya di Bali sampai 12 Maret 2017," kata Hengky, Selasa, 7 Maret
2017.
Hengky menambahkan, Kedubes Arab Saudi menyampaikan rasa hormat dan
penghargaan setinggi-tingginya kepada Kementerian Luar Negeri RI. Dengan
perpanjangan masa liburan tersebut, Raja Salman, yang juga dikenal
sebagai "Pelayan Dua Kota Suci", akan menghabiskan delapan hari liburan
di Bali.
Keberadaan Raja Salman di Indonesia
menjadi yang terlama, atau selama 12 hari, sejak tiba di Jakarta pada 1
Maret 2017, dalam kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara. Selama di
Bali, tidak banyak diketahui agenda wisata Sang Raja karena merupakan
kegiatan pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi.
Raja Salman dan rombongan menginap di Nusa Dua, Kabupaten Badung. Salah
satunya di Hotel Saint Regis, yang langsung menghadap laut. Kawasan
pantai di sekitar hotel bahkan dipagari dengan bambu ditutupi kain putih
untuk menjamin kenyamanan liburan pribadi Raja Salman dan rombongan.
Ilustrasi bulan. AP/The Gainesville Sun, Matt Stamey
CB, Jakarta
- Pelesiran ke luar angkasa tampaknya akan segera terwujud. Perusahaan
roket Amerika Serikat, SpaceX, yakin bisa mewujudkan perjalanan membawa
wisatawan ke bulan dua tahun ke depan.
Hasrat
manusia menjelelajah angkasa bisa ditelusuri hingga pada 1972 lalu.
“Kita pergi seperti saat datang, dan jika Tuhan mengizinkan, kita bisa
kembali dengan damai dan membawa harapan bagi umat manusia.” Kalimat
itulah yang diucapkan astronaut Eugene A. Cernan sebelum meninggalkan
bulan dengan wahana Apollo 17 bersama rekannya, Ronald E. Evans dan
Harrison H. Schmitt, pada 14 Desember 1972.
Cernan,
yang wafat di usia 82 tahun pada 16 Januari lalu, menjadi manusia
terakhir yang menjejakkan kaki di bulan. Ekspedisi manusia ke bulan tak
dilanjutkan lagi setelah Apollo 17 mendarat di bumi pada 19 Desember
1972.
Misi ke bulan tidak dilanjutkan karena
biayanya sangat tinggi. Selama misi Apollo, NASA mendapatkan hampir 5
persen dari total anggaran. Selain itu, pada saat bersamaan, pembangunan
stasiun di orbit bumi tengah digodok.
Namun
Cernan bisa jadi bukanlah orang terakhir yang pergi ke bulan. Perusahaan
roket Amerika Serikat, SpaceX, menghidupkan kembali rencana membawa
manusia terbang ke bulan.
Bos SpaceX, Elon
Musk, 27 Februari lalu, mengumumkan rencana perusahaannya untuk
menerbangkan dua pelanggan ke bulan pada akhir 2018. Perjalanan
pergi-pulang itu akan berlangsung selama sepekan dan para turis akan
menumpang kapsul Dragon 2 yang sedang dikembangkan SpaceX.
Para
penumpang, yang identitasnya masih dirahasiakan, bersedia membayar
sekitar US$ 100 juta atau Rp 1,3 triliun untuk melihat bulan dari dekat.
Menurut Musk, mereka akan mengelilingi bulan, melayang mendekati
permukaannya, lalu kembali meluncur ke bumi.
“Jarak
yang ditempuh mungkin sekitar 500-650 ribu kilometer,” kata Musk—yang
juga pendiri perusahaan mobil listrik Tesla Motors.
Manusia
pertama kali melihat sisi lain bulan pada 1968 lewat misi Apollo 8.
Setelah itu, ada enam misi berawak yang berhasil mendaratkan manusia di
permukaan bulan.
Teknologi penerbangan
antariksa berkembang pesat, termasuk pembangunan Stasiun Antariksa
Internasional. Namun, setelah Cernan cs, tak ada lagi manusia yang
diterbangkan ke bulan.
Wayne Hale, mantan
manajer program pesawat ulang-alik Badan Antariksa Amerika Serikat,
menilai jadwal Musk untuk mengantar manusia ke bulan tahun depan terlalu
mepet.
“Bahkan, dengan teknologi yang ada
saat ini, akan sangat sulit dan berbahaya untuk dilakukan,” kata Hale,
seperti ditulis laman Space.com. “Aku berharap mereka sukses. Namun,
sebagai pembayar pajak, aku senang jika tak ada uang dilibatkan di
sini.”
Phil Larson, bekas penasihat kebijakan
antariksa Presiden Barrack Obama yang pernah bekerja sama dengan SpaceX,
juga mengatakan misi ke bulan akan sangat sulit dilakukan sesuai jadwal
Musk.
Meski begitu, menurut dia, penundaan
jadwal penerbangan, termasuk demi alasan keamanan, tak akan mengubah
daya tarik misi tersebut. “Bahkan, jika target 2018 baru terlaksana pada
2019, tetap akan menjadi peristiwa yang sangat bersejarah.”
Peluncuran Roket Falcon 9 SpaceX yang membawa satelit Iridium, Sabtu 14 Januari 2017. forbes.com
CB, Jakarta
- Bila tak ada aral melintang, akhir tahun depan, dua orang akan pergi
ke bulan. Mereka akan diterbangkan menggunakan wahana SpaceX, Dragon 2,
di roket Falcon Heavy.
Perjalanan SpaceX diprediksi mirip dengan Apollo 8, misi berawak pertama dan satu-satunya yang hanya mengitari bulan pada 1968.
Berikut ini tahap perjalanan dua turis istimewa itu.
1. Peluncuran Menempel
di Falcon Heavy, roket terkuat setelah peluncur Saturn milik NASA yang
pensiun pada 1970-an, wahana Dragon 2 yang mengangkut penumpang
diluncurkan. Falcon Heavy baru diuji pertengahan tahun ini, yang disusul
Dragon 2 yang akan dites terpisah pada November.
2. Pendorong Falcon
Heavy adalah varian besar dari Falcon 9, roket yang dirancang bisa
dikendalikan pulang ke bumi untuk digunakan kembali. Kapsul Dragon bisa
melaju terpisah dari roket induknya untuk melanjutkan perjalanan ke
bulan.
3. Kendali Jarak bumi ke
bulan sekitar 384 ribu kilometer dan akan ditempuh dalam 2-3 hari.
Wahana Dragon 2 akan meluncur dan memutari bulan secara otomatis. Para
awak dilatih untuk mengendalikan wahana secara manual dalam keadaan
darurat.
4. Melayang Misi Dragon 2
dirancang hanya sampai angkasa bulan dan tidak mendarat. Apollo 8
melayang selama 73 jam pada ketinggian 100 kilometer di atas permukaan
bulan dan mengelilinginya 10 kali sebelum memulai perjalanan kembali ke
bumi.
5. Pulang Wahana Dragon 2
melakukan manuver menjauh dari bulan setelah beberapa kali memutarinya.
Butuh tiga hari untuk kembali ke bumi. Total waktu pelesir pergi-pulang
setidaknya berlangsung selama sepekan.
6. Pendaratan Wahana
Apollo 8 meluncur ke bumi dengan kecepatan 40 ribu kilometer per jam
dan tercebur di perairan selatan Hawaii di Samudra Pasifik. Dragon 2
didesain untuk mendarat di landasan dengan memanfaatkan parasut dan
pendorong balik seperti yang dimiliki roket Falcon 9. Pendaratan di air
dinilai sebagai opsi terbaik mengingat sekitar 70 persen permukaan bumi
adalah lautan.
Embrio buatan ciptaan peneliti Universitas Cambridge (www.gizmodo.com/University of Cambridge)
CB – Dengan kemajuan teknologi, kini menciptakan embrio tanpa sperma dan sel telur bisa dilakukan.
Peneliti Universitas Cambridge, Inggris sukses membuat embrio buatan
tikus di laboratorium dengan menggunakan sel induk, atau sel punca untuk
pertama kalinya. Embrio ditumbuhkan dalam rangka tiga dimensi pada
cawan petri di laboratorium.
Dikutip dari Gizmodo, Rabu 8 Maret 2017, keberhasilan
menciptakan embrio tanpa sperma dan sel telur ini dianggap sebagai
terobosan penting dan bisa membantu meningkatkan prosedur perawatan
kesuburan.
Pakar biologi Universitas Cambridge, Magdalena Zernicka-Goetz
menjelaskan, sukses menciptakan embrio merupakan terobosan bagi ilmu
pengetahuan. Magdalena merupakan ahli yang telah lama menekuni
pengembangan embrio buatan dan fokus dalam pengembangan garis keturunan
sel.
Dia mengatakan, tanpa sel telur ilmuwan akan sudah untuk megembangkan
embrio pada tahap awal pengembangan. Kasus yang bisa dilihat adalah
kloning domba Dolly di masa lalu. Dalam kasus itu, memang ilmuwan tak
memerlukan sperma, namun tetap membutuhkan sel telur untuk memasukan
dengan DNA domba dewasa yang sudah dikloning.
Dalam eksperimennya, ilmuwan Cambridge menggunakan sel punca embrionik dan menumbuhkan di samping sel punca trophoblast, sel ini memproduksi plasenta.
Kemudian, peneliti menumbuhkan dua jenis sel secara terpisah dan
mengombinasikan dalam matriks jel. Dua jenis sel itu, kemudian mulai
bercampur dan berkembang bersama. Empat hari kemudian, embrio tersebut
mulai menyerupai embrio tikus normal.
Peneliti mengatakan, untuk menumbuhkan embrio buatan itu menjadi
organ masih belum bisa. Masih dibutuhkan jenis sel buatan lainnya dan
dicampurkan dengan sel buatan yang sudah ada.
Seluruh Delegasi IORA 2017 Tandatangani Jakarta Concord. (ANTARA FOTO/IORA SUMMIT 2017/Wahyu Putro A)
CB – Pemimpin dari 21 negara Kelompok Negara-negara Pesisir Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA)
menandatangani “Jakarta Concord.” Dokumen berisi komitmen setiap negara
anggota untuk mempromosikan dan meningkatkan kerja sama di berbagai
bidang.
Demikian hasil utama dari Konferensi Tingkat Tinggi IORA yang
berlangsung di Jakarta hari ini. Kerja sama itu, di antaranya, menjaga
keselamatan dan keamanan maritim, perdagangan dan investasi,
mempromosikan manajemen perikanan yang berkelanjutan, serta meningkatkan
manajemen risiko bencana.
Di samping itu, para kepala negara dan pemerintahan ini juga
berkomitmen dalam penguatan akademik, ilmu pengetahuan dan teknologi,
mendorong pariwisata dan pertukaran budaya.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengakui bahwa penguatan
kawasan Samudera Hindia merupakan hal penting karena menjadi salah satu
poros kunci dalam perhelatan dunia.
"Kami percaya bahwa Samudera Hindia berada di ambang pintu menuju
keperkasaan dan perkembangan masyarakat yang besar," katanya, di Jakarta
Convention Center, Selasa, 7 Maret 2017.
Para negara anggota IORA ini juga sepakat mengakui bahwa, saat
menjadi Ketua IORA, Indonesia merupakan negara yang memiliki
kepemimpinan dan berinisiatif untuk menggelar KTT IORA untuk kali
pertama, sekaligus merayakan ke-20 tahun berdirinya organisasi yang
berbasis di Mauritius tersebut.
Salah satunya deklarasi penanggulangan terorisme dan ekstremisme.
Sidang Tingkat Menteri IORA 2017. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
CB – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyebut bila Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Negara-negara Pesisir Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) mengadopsi dua dokumen.
Hal itu disampaikannya pada pidato pembuka KTT IORA di Jakarta
Convention Center, Selasa, 7 Maret 2017. Menurutnya, acara akbar yang
digelar sejak 5-7 Maret ini berlangsung sangat konstuktif dan produktif.
"Pertemuan ini diadakan dengan cara yang sangat konstruktif dan
produktif. Pertemuan yang dipimpin oleh troika - Menteri Luar Negeri RI,
Australia, dan Afrika Selatan - mengadopsi dua dokumen," ujar Retno.
Dokumen pertama yaitu IORA Action Plan untuk jangka waktu 2017-2021. Action Plan
mengatur segala bentuk langkah yang akan diambil dalam jangka pendek,
menengah, dan jangka panjang. Dokumen ini memberikan panduan yang jelas
akan seperti apa dan mengarah ke mana IORA ke depan. Action Plan merupakan batu loncatan signifikan dalam
perjalanan IORA sejak berdiri 20 tahun silam. "Pertemuan tingkat menteri
luar negeri kemarin menggarisbawahi pentingnya komitmen negara anggota
IORA untuk mengimplementasikan Action Plan," tuturnya.
Dokumen kedua yakni Deklarasi Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme
dan Kekerasan Ekstremisme. Deklarasi ini berfungsi sebagai panggilan
untuk mengambil sikap tegas dalam melawan aksi terorisme dan kekerasan
ekstremisme.
"Deklarasi ini adalah refleksi dari tekad kami untuk menjaga
perdamaian dan stabilitas, mempromosikan pesan-pesan positif mengenai
toleransi, keragaman, serta moderasi di kawasan Samudera Hindia," kata
mantan Duta Besar RI di Belanda ini menegaskan.
Ju Yong Choi, diplomat Korut untuk Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa yang disponsori PBB. Foto / REUTERS
JENEWA
- Korea Utara (Korut) pada forum PBB di Jenewa, Selasa kemarin,
menghadapi rentetan kecaman atas uji tembak empat rudal balistik
terbaru. Namun, Korut membalas kecaman itu dengan memperingatkan bahwa
latihan serangan pre-emptive nuklir Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan terhadap Pyongyang bisa menjadi perang nyata.
Peringatan
dari Pyongyang itu disampaikan diplomat Korut, Ju Yong Choi, dalam
Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa yang disponsori PBB. ”Latihan
tahunan yang jadi penyebab utama eskalasi ketegangan bisa berubah
menjadi perang yang sebenarnya di semenanjung Korea,” kata Ju.
”Latihan
militer bersama yang sedang berlangsung dilakukan dengan mobilisasi
tentara besar-besaran, belum pernah terjadi sebelumnya untuk kategori
jumlah dan berbagai jenis pasukan strategis termasuk operator nuklir,
pesawat pengebom strategis nuklir dan Stealth,” lanjut Ju dalam forum
yang dihadiri 61 anggota konferensi.
”Ini tentu akan membahayakan
perdamaian dan stabilitas di kawasan dan mendorong situasi di
semenanjung Korea ke ambang perang nuklir,” lanjut dia, seperti dikutip Reuters, Rabu (8/3/2017).
Dalam
sesi forum selama 90 menit para diplomat dari berbagai negara seperti
China, Inggris, Prancis, Rusia dan AS kompak mengutuk uji tembak empat
rudal balistik Korut pada hari Senin. Dari empat rudal balistik yang
ditembakkan, tiga di antaranya menghantam perairan zona ekonomi
eksklusif (ZEE) Jepang.
Robert Wood, duta perlucutan senjata AS
mengecam uji tembak rudal balistik Korut sebagai pelanggaran terbaru
dari resolusi Dewan Keamanan PBB. “Program senjata Pyongyang merupakan
ancaman yang jelas terhadap keamanan nasional setiap negara di wilayah
tersebut,” katanya.
“AS memiliki komitmen ‘berpakaian besi’ untuk
membela sekutunya dan latihan militer bersama yang dilakukan dengan
Seoul selama lebih dari 40 tahun transparan dan berorientasi
pertahanan,” lanjut Wood membela latihan perang gabungan AS dan Korea
Selatan yang diprotes Korut.
Menteri Luar Negeri Peru Ricardo Luna. Foto/Istimewa
LIMA
- Pemerintah Peru telah menarik duta besarnya dari Venezueal di tengah
pertikaian diplomatik kedua negara. Pihak berwenang di Lima telah
mengirimkan surat ke Caracas.
Sebelumnya, selama perjalanan ke
AS, Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengatakan Washington tidak
menginvenstasikan banyak waktu di Amerika Latin seperti anjing yang
berperilaku baik. Namun ia mengatakan Venezuela adalah masalah besar.
Pernyataan
itu membuat marah Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang menyerukan
Peru untuk meminta maaf pada akhir pekan lalu. Awal pekan kemarin,
Menteri Luar Negeri Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan Kuczynski
adalah satu-satunya anjing, yang selalu mengibaskan ekornya untuk
kekaisaran Amerika.
Menanggapi pernyataan itu, Menteri Luar
Negeri Peru, Ricardo Luna mengatakan, negaranya tidak akan mentolerir
penghinaan seperti dikutip dari BBC, Selasa (7/3/2017).
Luna
juga menjelaskan pernyataan Presiden Peru yang disebutnya menggunakan
metafora. Menurutnya, Presiden Peru bermaksud mengatakan Amerika Latin
bukan daerah yang kontroversial seperti daerah lain.
Venezuela
saat ini berada dalam tekanan. Pasca pemerintah berhaluan kanan-tengah
berkuasa di Brazil dan Argentina dalam beberapa bulan terakhir, Presiden
Maduro semakin terisolasi di Amerika Latin.
Pejabat AS mengatakan Iran lakukan uji coba rudal balistik pada akhir pekan lalu. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan Iran melakukan uji coba
sepasang rudal balistik pada akhir pekan lalu. Teheran juga mengirimkan
kapal serangan cepat dekat dengan kapal Angkatan Laut (AS) AS di Selat
Hormuz.
Dua
pejabat AS mengatakan salah satu uji coba rudal balistik Iran berhasil
menghancurkan tongkang sekitar 155 mil jauhnya. Peluncuran dari rudal
balistik jarak pendek Fateh-110 adalah tes pertama dari rudal jenis itu
dalah dua tahun terakhir seperti dikutip dari Fox News, Selasa (7/3/2017).
Belum
diketahui apakah ini adalah tes pertama yang berhasil di laut. Hal ini
meningkatkan kekhawatiran untuk AL AS yang mengoperasikan kapal perang
di daerah tersebut.
Iran meluncurkan dua rudal balistik jarak
pendek dari basis pasukan Garda Revolusi, IRGC, di Bandar-e-Jask, di
tenggara Iran. Rudal pertama ditembakkan pada hari Sabtu, tapi tidak
mengenai sasaran meskipun mendarat di daerah sekitarnya. Sehari kemudia,
Iran melakukan hal yang sama dan berhasil.
Rudal Iran Fateh-110
Mod 3 memiliki sistem sensor yang baru, membantu rudal menemukan kapal
di laut. "Ini menjadi perhatian berdasarkan jarak dan bahwa salah satu
rudal bekerja dengan baik," kata seorang pejabat, yang meminta
anonimitas karena tidak berhak mengungkapkan hal tersebut.
Pemimpin
militer Turki, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) mengadakan pembicaraan
di kota selatan Turki, Antalya, untuk memnbahas masalah Suriah dan Irak.
Foto/Istimewa
ANKARA
- Pemimpin militer Turki, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) mengadakan
pembicaraan di kota selatan Turki, Antalya. Pertemuan itu untuk membahas
isu-isu regional termasuk Iran dan Suriah.
"Masalah umum yang
berkaitan dengan keamanan regional, di Suriah khususnya dan Irak, sedang
dibahas pada pertemuan tersebut," kata militer Turki dalam sebuah
pernyataan, tanpa menjelaskan lebih lanjut, seperti dikutip dari New Indian Express, Selasa (7/3/2017).
Pertemuan
itu dihadiri oleh Kepala Staf Umum Turki Hulusi Akar, Ketua Kepala Staf
Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford dan Kepala Staf Militer Rusia
Jenderal Valery Gerasimov. Pertemuan ini tampaknya menjadi yang pertama
dari jenisnya.
Pertemuan ini juga dikonfirmasi oleh Moskow
melalui kementerian pertahanan. "Rencananya akan ada sebuah diskusi
bersama mengenai masalah keamanan di Suriah dan Irak pada pertemuan
tersebut," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Pembicaran
ini datang sehari setelah Turki menarik ancaman untuk menyerang pasukan
milisi Kurdi Suriah yang dikerahkan ke bekas benteng ISIS di Manbij,
Suriah, kecuali bekerja sama dengan Rusia dan AS.
Pertemuan ini
juga terjadi ditengah upaya pasukan Irak yang didukung oleh koalisi
pimpinan AS membuat kemajuan dalam operasi merebut kembali Mosul dari
ISIS.
Menteri
Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu saat bertemu para warga Turki di
Hamburg, Jerman, pada Selasa (7/3/2017). Foto / REUTERS / Fabian Bimmer
HAMBURG
- Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuduh Jerman
mempengaruhi warga Turki yang berada di Jerman terkait referendum yang
akan digelar Ankara. Referendum di Turki pada April nanti untuk
perluasan kekuasaan presiden di negara tersebut.
"Ini adalah
obstruksi sistematis, dan Jerman menerapkan tekanan sistematis pada
warga negara kami. Ini tidak bisa diterima. Kami selalu ingin melihat
Jerman sebagai teman, tapi pendekatan sistematis anti-Turki oleh Jerman
tidak sesuai dengan persahabatan kami,” kata Cavusoglu, kemarin, di
kediaman Konsulat Jenderal Turki di Hamburg, seperti dikutip dari Cumhuriyet, Rabu (8/3/2017).
Pertemuan Menlu Turki itu semestinya digelar di bangunan lain. Namun dibatalkan karena dilaporkan ada tekanan dari Jerman.
”Kami
tetap berpegang pada prinsip bahwa kita tidak harus ikut campur dalam
politik internal negara yang ramah,” ujar Cavusoglu. ”Jerman tidak boleh
campur tangan dalam politik kami, dalam referendum kami,” imbuh dia.
”Jangan memberi kami pelajaran dalam hal-hal lain seperti hak asasi manusia dan demokrasi,” katanya.
Menteri
Turki itu mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya bahwa pertemuan
orang Turki di Jerman dengan para pejabat Ankara telah dibatalkan di
Jerman. Menurutnya, pemerintah di Berlin sedang mencoba untuk mengubah
sikap warga Turki terhadap referendum pada bulan April nanti terkait
perluasan kekuasaan presiden di Turki.
Pada hari Jumat lalu,
Cavusoglu juga menuduh Jerman mengejar kebijakan standar ganda terhadap
Turki. Menurutnya, Ankara tidak akan "terintimidasi” oleh sikap Jerman.
Komentar itu muncul setelah Kota Jerman selatan, Gaggenau, membatalkan
kunjungan Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag, yang berencana untuk
memberikan pidato untuk mendukung referendum.
Ketegangan
antara Malaysia dan Korea Utara yang dipicu pembunuhan Kim Jong-nam
semakin memanas. Foto / Ilustrasi / Free Malaysia Today
KUALA LUMPUR
- PBB menyerukan Malaysia dan Korea Utara (Korut) yang tengah
bersitegang untuk tenang. Ketegangan memanas setelah Pyongyang melarang
semua warga Malaysia meninggalkan Korut, dan dibalas oleh Malaysia
dengan larangan serupa.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak
menganggap tindakan Korut terhadap warga Malaysia sebagai
“penyanderaan”. Dia telah mendesak Korut untuk membebaskan semua warga
Malaysia.
”Kami menyerukan tenang dan kedua belah pihak agar
menyelesaikan perbedaan melalui praktik diplomatik dibangun,” kata juru
bicara PBB Farhan Haq, pada Selasa sore, yang dikutip dari ABC News, Rabu (8/3/2017).
Ketegangan
kedua negara ini dipicu oleh tuduhan Duta Besar Korut untuk Malaysia
Kang Chol yang menyebut bahwa Malaysia berkomplot dengan kekuatan asing
termasuk Korea Selatan dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam—kakak tiri
pemimpin Korut Kim Jong-un—di bandara Kuala Lumpur 13 Februari lalu.
Tuduhan
itu membuat Malaysia kesal dan mengusir Dubes Kang Chol. Pengusiran itu
dibalas Pyongyang dengan mengusir Dubes Malaysia untuk Korut Mohamad
Nizan Mohamad.
PM Najib saat berada di Jakarta kemarin
mengeluarkan direktif untuk menanggapi langkah Korut yang melarang warga
Malaysia di Korut untuk meninggalkan negara tersebut.
"Saya
telah menginstruksikan Inspektur Jenderal Polisi untuk mencegah semua
warga Korut di Malaysia meninggalkan negara sampai kita yakin
keselamatan dan keamanan semua warga Malaysia di Korut," kata Najib
dalam sebuah pernyataan.
Najib mengatakan sebagai bangsa yang
cinta damai, Malaysia berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan
semua negara. "Namun, melindungi warga negara kami adalah prioritas
pertama saya, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil semua langkah
yang diperlukan ketika mereka terancam,” ujar Najib.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Foto / REUTERS
KUALA LUMPUR
- Aparat dari imigrasi siaga mengawasi perbatasan Malaysia-Thailand
untuk memastikan bahwa tidak ada warga Korea Utara (Korut) yang
meninggalkan Malaysia melalui negara tetangga. Aksi siaga aparat
imigrasi itu atas instruksi Kementerian Dalam Negeri Malaysia.
Pemerintah
Perdana Menteri (PM) Najib Razak telah melarang seluruh warga Korut
meninggalkan Malaysia. Aksi “penyanderaan” oleh Malaysia ini sebagai
balasan atas tindakan serupa yang dilakukan lebih dulu oleh pihak Korut.
Seorang
pejabat imigrasi Malaysia Mohd Amir Othman mengaku sudah mendapat
instruksi dari Kementerian Dalam Negeri, Selasa kemarin, untuk
meningkatkan pengawasan jalur perbatasan Malaysia-Thailand.
Wilayah
perbatasan Padang Besar merupakan jalur utama keluar-masuk antara
Malaysia dan Thailand di Perlis. Jalur ini biasanya dibuka mulai pukul
06.00 pagi sampai pukul 22.00 malam. Sedangkan jalur di Wang Kelian
biasanya dibuka mulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 19.00 malam.
Amir, seperti dikutip dari Bernama, Rabu (8/3/2017), mengatakan informasi yang menyebut perbatasan di Perlis dibuka 24 jam merupakan informasi palsu.
Di
Alor Setar, para aparat imigrasi Kedah juga siaga melakukan hal yang
sama di perbatasan Kedah-Thailand. Direktur imigrasi setempat, Zuhair
Jamaludin, mengatakan langkah-langkah telah diambil untuk memperketat
kontrol perbatasan setelah perintah keluar.
Sementara itu, pihak
Imigrasi Johor memastikan tidak ada warga negara Korut yang meninggalkan
Malaysia melalui perbatasan Johor-Singapura. Direktur imigrasi Johor,
Rohaizi Bahari, mengatakan langkah itu akan berlaku sampai ada keputusan
yang menghentikannya dari pemerintah.
PM Najib saat berada di
Jakarta kemarin mengeluarkan direktif untuk Kepala Kepolisian Diraja
Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar tentang larangan
warga Korut meninggalkan Malaysia.
"Saya telah menginstruksikan
Inspektur Jenderal Polisi untuk mencegah semua warga Korut di Malaysia
meninggalkan negara sampai kita yakin keselamatan dan keamanan semua
warga Malaysia di Korut," kata Najib dalam sebuah pernyataan.
Najib
mengatakan sebagai bangsa yang cinta damai, Malaysia berkomitmen untuk
menjaga hubungan baik dengan semua negara. "Namun, melindungi warga
negara kami adalah prioritas pertama saya, dan kami tidak akan ragu
untuk mengambil semua langkah yang diperlukan ketika mereka terancam,”
ujar Najib.
Polisi Siap Melarang Semua Warga Korut Tinggalkan Malaysia
Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar. Foto / The Star
KUALA LUMPUR
- Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Khalid
Abu Bakar siap menjalankan perintah Perdana Menteri (PM) Najib Razak
untuk melarang semua warga Korea Utara (Korut) meninggalkan Malaysia.
Perintah Najib ini sebagai balasan setelah Pyongyang melarang semua
warga Malaysia meninggalkan Korut.
Aksi saling “sandra” oleh
kedua negara ini semakin memanaskan ketegangan antara Korut dan
Malaysia. Ketegangan ini dipicu oleh tuduhan Duta Besar Korut untuk
Malaysia, Kang Chol, yang menyebut Malaysia berkomplot dengan kekuatan
asing termasuk Korea Selatan dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam—kakak
tiri pemimpin Korut Kim Jong-un—di bandara Kuala Lumpur 13 Februari
lalu.
Tuduhan itu membuat Malaysia mengusir Dubes Kang Chol.
Pengusiran itu dibalas Pyongyang dengan mengusir Dubes Malaysia untuk
Korut Mohamad Nizan Mohamad.
”Kami akan melaksanakan instruksi dari Perdana Menteri,” kata Khalid saat dihubungi via WhatsApp pada Selasa malam, seperti dikutip dari Bernama, Rabu (8/3/2017).
Menurutnya,
ada warga Korut di Semenanjung Malaysia dan Sarawak. PM Najib saat
berada di Jakarta kemarin mengeluarkan direktif untuk menanggapi langkah
Korut yang melarang warga Malaysia yang ada di Korut untuk meninggalkan
negara tersebut.
"Saya telah menginstruksikan Inspektur Jenderal
Polisi untuk mencegah semua warga Korut di Malaysia meninggalkan negara
sampai kita yakin keselamatan dan keamanan semua warga Malaysia di
Korut," kata Najib dalam sebuah pernyataan.
Najib mengatakan
sebagai bangsa yang cinta damai, Malaysia berkomitmen untuk menjaga
hubungan baik dengan semua negara. "Namun, melindungi warga negara kami
adalah prioritas pertama saya, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil
semua langkah yang diperlukan ketika mereka terancam,” ujar Najib.
Pernyataan
yang sama juga dikeluarkan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi.
Dia mengatakan bahwa Malaysia tidak akan mengizinkan warga Korut untuk
meninggalkan wilayah Malaysia.
Hubungan diplomatis Malaysia-Korea
Utara terus memburuk setelah pembunuhan Kim Jong-nam. Kini, polisi
Malaysia menyegel kantor Kedubes Korut di Kuala Lumpur. (REUTERS/Lai
Seng Sin)
Jakarta, CB
--
Polisi Diraja Malaysia menyegel Kedutaan Besar Korea
Utara di Kuala Lumpur, Selasa (7/3), untuk memastikan jumlah pejabat
Pyongyang yang ada di dalamnya.
Hal itu disampaikan oleh Wakil
Menteri Dalam Negeri Nur Jazlan Mohamed seiring dengan memanasnya
hubungan kedua negara akibat kasus pembunuhan Kim Jong-nam.
"Kami
mencoba untuk mengidentifikasi secara fisik semua staf kedutaan yang
ada di sini," kata Nur Jazlan kepada wartawan di luar kantor kedutaan,
sebagaimana dikutip Reuters.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan
pemerintah Malaysia juga melarang warga Korea Utara yang ada di
wilayahnya untuk bepergian ke luar negeri.
Langkah ini dilakukan
menyusul tindakan serupa yang dilakukan Pyongyang, melarang warga
Malaysia di Korea Utara untuk pergi "hingga insiden di Malaysia bisa
terselesaikan."
Hubungan diplomatis kedua negara memburuk
menyusul pembunuhan kakak tiri Kim Jong-un itu. Korea Utara tidak
mengakui bahwa sang korban adalah Kim Jong-nam, saudara pemimpin
negaranya, sementara Malaysia menilai Pyongyang tidak kooperatif.
Selain
saling menyandera warga negara, Kuala Lumpur menarik perwakilannya di
Korea Utara. Sementara, perwakilan Pyongyang di Malaysia justru diusir
karena terus melontarkan komentar yang menentang otoritas setempat.
Kim
Jong-nam diduga dibunuh oleh dua orang perempuan di Bandara
Internasional Kuala Lumpur. Salah satu dari dua terdakwa pembunuh kasus
ini adalah Siti Aisyah, seorang warga Indonesia yang mengaku ditipu.
Sementara
itu, polisi masih mencari sejumlah tersangka berkebangsaan Korea Utara
yang terkait dengan kasus ini. Diberitakan Reuters, dua di antaranya
disebut polisi masih bersembunyi di Kedutaan Besar Korut.
"Mau
sampai kapan mereka bersembunyi di Kedutaan...ini hanya soal waktu
sebelum mereka akhirnya keluar," kata Kepala Polisi Diraja Malaysia
Khalid Abu Bakar dalam konferensi pers.
Khalid juga menegaskan, otoritas Korea Utara tidak berkooperasi dalam proses penyidikan kasus ini.
Ilustrasi gempuran pasukan Irak terhadap ISIS di Mosul. (AFP Photo/Aris Messinis)
Jakarta, CB
--
Pasukan elite Irak berhasil memukul mundur kelompok
militan ISIS dari gedung-gedung utama pemerintahan dan museum di Mosul
pada Selasa (7/3).
"Mereka membunuh sepuluh militan ISIS," ujar
Juru bicara unit Respons Cepat dari Kementerian Dalam Negeri Irak, Abdel
Amir al-Mohammadawi, kepada Reuters.
Kemenangan atas kompleks pemerintahan Irak di dekat pusat kota tua itu
dianggap sebagai simbol kemajuan pasukan rezim dalam upaya perebutan
sepenuhnya Mosul dari tangan ISIS.
Dengan direbutnya kompleks
pemerintahan ini, operasi besar-besaran yang sudah digencarkan sejak
Oktober tahun lalu tersebut pun kini memasuki tahap paling sulit, yaitu
pertempuran di lokasi padat penduduk.
Militer Irak memperkirakan,
ada beberapa ribu militan ISIS yang bersembunyi di tengah populasi di
sipil Mosul. Mereka merupakan militan yang tersisa dari Masjid al-Nuri,
di mana Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan kekhalifahan ISIS di Irak
dan Suriah pada 2014 silam.
Kota tua ini terletak di tepi barat
Sungai Tigris yang membelah Mosul menjadi dua bagian. Sekitar 740 ribu
warga sipil diperkirakan tinggal di tepi barat tersebut.
Sebelumnya,
pasukan pemerintah dibantu koalisi udara pimpinan Amerika Serikat sudah
berhasil merebut bagian timur Mosul dari tangan ISIS pada Januari lalu,
setelah 100 hari pertempuran.
WikiLeaks membocorkan dokumen alat retas CIA. (Wikipedia)
Jakarta, CB
--
Organisasi pembocor rahasia, WikiLeaks, mengungkap
dokumen CIA yang menyatakan badan intelijen Amerika Serikat itu bisa
mengubah televisi menjadi alat sadap suara, melewati aplikasi enkripsi
dan mungkin mengendalikan mobil dari jauh.
Kelompok ini mengunggah sekitar 9.000 dokumen yang menurutnya
dibocorkan dari Badan Intelijen Pusat AS. Mereka menyebut publikasi
rahasia intelijen kali ini sebagai yang terbesar sepanjang masa.
WikiLeaks mengklaim banyak dokumen, alat retas dan kode CIA yang
mewakili "mayoritas senjata peretasannya" bocor dan tersebar di
komunitas keamanan siber. Mereka menerima, dan merilis, hanya sebagian
dari informasi tersebut.
"Koleksi luar biasa ini, yang berjumlah lebih dari ratusan juta
baris kode, memberikan pemiliknya seluruh kapasitas peretasan CIA,"
kata WikiLeaks, dikutip AFP, Selasa (7/3). Mereka juga memperingatkan risiko akan proliferasi senjata siber.
Baik CIA maupun Gedung Putih menolak berkomentar publikasi dokumen ini, maupun isinya.
Jika dikuatkan, bocoran ini bisa jadi sangat mempermalukan
intelijen AS, setelah Edward Snowden mengungkap kegiatan mata-mata NSA
terhadap komunikasi warga Amerika, 2013 lalu, dan penangkapan pejabat
NSA tahun lalu yang memindahkan materi rahasia negara ke rumahnya selama
20 tahun.
WikiLeaks mengatakan data ini menunjukkan CIA kini menyaingi
Badan Keamanan Nasional AS, organisasi mata-mata elektronik utama
pemerintah, dalam peperangan siber. Bedanya, organisasi ini bertindak
dengan pengawasan yang lebih minim.
Arsip tersebut menunjukkan CIA mengeksploitasi sejumlah
kelemahan yang mereka temukan pada peranti keras dan lunak, termasuk
yang dibuat perusahaan-perusahaan AS--tanpa memberi tahu pihak terkait
mengenai kecacatan itu sendiri.
Sejumlah dokumen menunjukkan CIA telah memproduksi lebih dari
1.000 sistem peranti jahat atau malware, termasuk virus, trojan dan
peranti lunak lain yang bisa menembus dan mengendalikan barang
elektronik, kata WikiLeaks.
Alat-alat peretasan ini mengincar iPhone, sistem Android
seperti telepon pribadi yang dilaporkan masih digunakan oleh Presiden
Donald Trump, peranti lunak Microsoft dan TV pintar Samsung.
Barang-barang itu, menurut WikiLeaks, bisa digunakan sebagai alat
penyadapan suara.
Badan ini juga tengah mencoba untuk meretas sistem kendali
elektronik pada mobil dan truk, berpotensi mengendalikannya dari jauh.
Dengan menginfeksi dan mengambil-alih peranti lunak telepon
pintar, kata WikiLeaks, CIA bisa melalui teknologi enkripsi pada
aplikasi populer seperti Whatsapp, Signal, Telegram, Weibo dan Confide
dengan cara mencegat komunikasi sebelum terenkripsi.
Dubes Nikki Haley mendorong perdamaian negosiasi Israel-Palestina agar dimulai kembali. (AFP Photo/Mandel Ngan)
Jakarta, CB
--
Duta Besar Amerika Serikat Nikki Haley berdiskusi
soal upaya menghidupkan kembali negosiasi perdamaian Israel-Palestina
dalam pertemuan pertamanya dengan perwakilan Palestina untuk PBB, Selasa
waktu setempat (7/3).
Melalui akun Twitter, setelah bertemu
dengan Duta Besar Riyad Mansour, dia mengatakan warga Palestina mesti
"bertemu dengan Israel dalam negosiasi langsung, alih-alih mengandalkan
PBB untuk menghasilkan hal yang hanya bisa dicapai kedua pihak."
Sementara itu, Mansour kepada AFP mengatakan pertemuan yang
berlangsung selama 45 menit itu "meningkatkan keinginan untuk melihat
kedua pihak terlibat dalam negosiasi" dan mengindikasikan bahwa Amerika
Serikat mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali pembicaraan kedua
negara.
"Saya tidak tahu pada tingkat apa mereka mau melakukan
itu, tapi begitu kami menerima permintaan terkait hal itu, kami akan
merespons," ujarnya.
Proses perdamaian Timur Tengah ini terhenti
sejak upaya Menteri Luar Negeri John Kerry untuk menengahi kesepakatan
antara kedua negara gagal total April 2014 lalu.
Perancis ikut
serta dan mengorganisir konferensi internasional, Januari lalu,
bertujuan untuk mempersiapkan kembalinya negosiasi perdamaian kedua
negara ini. Namun, hanya sedikit kemajuan yang dihasilkan konferensi
itu.
"AS berkomitmen untuk mendukung proses perdamaian yang sesungguhnya antara otoritas Israel dan Palestina," kata Haley.
Mansour menyebut pertemuannya dengan Haley berjalan dengan hangat dan mereka sepakat untuk berdiskusi lebih lanjut.
Awal
bulan ini, Haley menampik tudingan yang menyebut pemerintahan baru AS
di bawah Presiden Donald Trump mengesampingkan solusi damai dua negara
sebagai penyelesaian konflik Palestina-Israel.
"Kami sepenuhnya mendukung solusi dua negara, tapi kami juga memikirkan alternatif lain," kata dia.
Dewan
Keamanan PBB akan mendiskusikan proses damai Timur Tengah pada 24 Maret
nanti sekaligus mendengarkan laporan soal kepatuhan Israel pada
resolusi yang mengecam pembangunan permukiman di tanah Palestina yang
mereka rebut.
Resolusi itu diadopsi setelah pemerintahan Barack Obama memutuskan abstain dan tidak menggunakan hak vetonya.
Haley
mengkritik langkah pemerintahan pendahulu Trump itu karena tidak
membela Israel dan menyebut resolusi itu sebagai kesalahan besar.
DK PBB mengecam peluncuran rudal Korut yang dipimpin langsung oleh Kim Jong-un. (REUTERS/KCNA)
Jakarta, CB
--
Dewan Keamanan PBB mengecam peluncuran peluru
kendali balistik Korea Utara baru-baru ini dan menyampaikan keprihatinan
soal prilaku negara yang semakin tidak stabil dan terus menentangnya.
Pyongyang
meluncurkan empat rudal itu ke zona ekonomi eksklusif Jepang pada Senin
kemarin, selang beberapa hari setelah mereka berjanji akan membalas
aksi latihan bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dipandang
sebagai persiapan perang.
Dewan Keamanan akan menyelenggarakan pertemuan tertutup untuk membahas persoalan tersebut Rabu ini (8/3).
Dalam pernyataan yang dikutip Reuters,
dewan menyayangkan peluncuran rudal itu, mengatakan "aktivitas tersebut
berkontribusi pada perkembangan sistem senjata nuklir Republik Rakyat
Korea (nama resmi Korut) dan meningkatkan ketegangan di kawasan dan
selebihnya, juga memicu risiko perlombaan senjata regional."
Korea
Utara sebenarnya sudah dijatuhi sanksi PBB yang bertujuan untuk
menghambat perkembangan program nuklir dan rudalnya sejak 2006 lalu.
Dewan Keamanan pun terus memperkeras sanksi tersebut, seiring dengan
lima uji coba nuklir yang dilakukan Pyongyang setelahnya.
Dalam pernyataan kali ini, DK PBB juga mengancam akan "mengambil langkah lebih signifikan" terkait aksi terbaru Korut.
"Anggota
Dewan Keamanan lebih jauh menyesalkan Republik Rakyat Korea mengalihkan
sumber daya untuk membuat rudal balistik sementara warganyanya masih
mempunyai banyak kebutuhan yang belum terpenuhi," bunyi pernyataan itu
lebih jauh.
Dewan juga menyerukan kepada negara anggota PBB agar menggandakan upaya untuk mengimplementasikan sanksi terhadap Korea Utara.
Raja
Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (tengah) melambaikan tangan
sebelum menaiki pesawat untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Brunei
Darussalam di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu
(4/3/2017). (ANTARA /Muhammad Adimaja)
Riyadh, Arab Saudi (CB) - Pangeran Mahkota Mohammed bin
Naif menyatakan pembicaraan yang berhasil antara Raja Salman dengan
pemimpin Indonesia, Malaysia, dan Brunei telah berbuah apresiasi,
penghormatan dan hubungan yang lebih erat antara kerajaan dengan ketiga
negara itu.
Meloporkan hasil kunjungan Raja Salman ke ketiga
negara itu di Istanan Yamamah kepada kabinet raja, sang pangeran mahkota
berkata bahwa penerimaan yang hangat terhadap raja dan rombongannya
serta berbagai kesepakatan yang ditandatangani, telah dibarengi dengan
keinginan mendalam kerajaan dan ketiga negara untuk memperkuat hubungan
pada berbagai bidang.
Pangeran mahkota mengungkapkan selama di
tiga negara itu, Raja Salman mendapatkan banyak gelar kehormatan dari
Indonesia, Malaysia dan Brunei.
Penghargaan ini diberikan ketiga
negara karena sang raja dianggap berjasa dalam memajukan Islam dan
muslim, serta karena status raja sebagai pelindung dua tempat suci
Islam, dan karena tekad kuat sang raja dalam menciptakan hubungan yang
lebih kuat antara kerajaan dengan ketiga negara Asia Tenggara itu.
Kabinet
Saudi memuji pencapaian sang raja karena telah berkontribusi bagi
perkuatan hubungan bilateral pada berbagai sektor yang akan menguatkan
kesalingpahaman dan menciptakan perdamaian serta keamanan global.
Secara
khusus kabinet memuji pidato simpatik yang disampaikan Raja Salman di
Indonesia dan Malaysia yang menekankan keinginan kuat raja dalam
memeranggi terorisme dan ekstremisme, selain menjanjikan dialog antar
keyakinan dan budaya demi memperkuat semangat toleransi.
Kabinet
juga memuji raja karena telah membolehkan wanita-wanita Saudi menuntut
ilmu di Malaysia dalam program beasiswa, demikian laman Al Arabiya.