Kamis, 09 Maret 2017

Kedatangan Presiden Sri Lanka Dikawal Pasukan Adat


Presiden Sirisena melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia.
Kedatangan Presiden Sri Lanka Dikawal Pasukan Adat
Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
 
CB – Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena melakukan kunjungan kenegaraannya di Jakarta, Indonesia, pada Rabu, 8 Maret 2017.
Sebelum masuk dan menemui Presiden Joko Widodo di pelataran Istana Merdeka, Sirisena 'dikawal' oleh pasukan berkuda dan pasukan berbaju adat yang berjumlah 34 orang, di mana semuanya dari Pasukan Pengamanan Presiden.
Kemudian, dari gerbang menuju Gedung Utama Istana Merdeka, iring-iringan Sirisena disambut oleh siswa-siswi sekolah dasar, yang juga memakai pakaian adat dengan kibaran bendera kedua negara.
Setelah itu, dilanjutkan dengan upacara kenegaraan yang diiringi dentuman meriam sebanyak 21 kali. Usai upacara, Jokowi dan Sirisena lalu berbincang di beranda belakang Istana Merdeka atau yang biasa dikenal Veranda Talk. Keduanya terlihat akrab bercengkerama.
Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena di Istana Negara Jakarta.
Mobil Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, di Istana Merdeka (VIVA.co.id/Agus Rahmat).



Credit  VIVA.co.id






Tiongkok Tuntaskan Draf 'Code of Conduct' Laut China Selatan


 
Tiongkok Tuntaskan Draf 'Code of Conduct' Laut China Selatan
China gelar latihan di Laut China Selatan. (REUTERS / Stringer)
 
CB – Kementerian Luar Negeri China mengaku telah menyelesaikan draf awal Kode Etik Perilaku (Code of Conduct/CoC) untuk Laut China Selatan.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengungkapkan, penyelesaian draf awal ini bersamaan dengan semakin meredanya ketegangan di kawasan sengketa itu.
Sejak 2010, China dan beberapa negara anggota ASEAN, telah membahas seperangkat aturan dan kode etik yang bertujuan untuk menghindari konflik terbuka, yang sama-sama mengklaim Laut China Selatan.
"Sudah ada kemajuan terkait CoC. Kami telah merumuskan draf awal dari kerangka kerja. China dan ASEAN merasa puas dengan hal ini," kata Wang, seperti dilansir situs Reuters, Rabu, 8 Maret 2017.
Keterlibatan Amerika Serikat di Laut China Selatan dengan alasan melakukan patroli, menurut Wang, bisa menciptakan kekacauan. Oleh karena itu, Wang mengancam tidak akan membiarkan situasi 'yang stabil' menjadi terganggu.
"Bagi mereka yang masih ingin menciptakan kekacauan akan dikecam oleh negara-negara di kawasan itu. Kami pasti tidak akan membiarkan situasi yang telah stabil ini menjadi rusak dan terganggu," tutur Wang, menegaskan.
AS berdalih bahwa keberadaannya di Laut China Selatan karena kawasan tersebut di bawah ketentuan Kebebasan Bernavigasi atau U.S. Freedom of Navigation Operations (FONOP). Washington telah mengkritik pembangunan pulau buatan dan fasilitas militer di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, AS menyatakan keprihatinannya kepada Beijing yang dianggap menghalangi kebebasan bernavigasi. Namun, China dengan tegas menolak keinginan AS dan negara-negara 'di luar wilayah' diminta untuk tidak perlu ikut campur masalah ini.
Seperti diketahui, China mengklaim hampir seluruh wilayah yang kaya akan ikan, minyak dan gas alam dan dilewati oleh kapal tanker serta kapal perdagangan senilai US$5 triliun setiap tahunnya. Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam, juga mengklaim bagian dari Laut China Selatan.





Credit  VIVA.co.id




Rabu, 08 Maret 2017

Raja Salman Betah di Bali, Liburan Diperpanjang 3 Hari


   Raja Salman Betah di Bali, Liburan Diperpanjang 3 Hari  

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, melambaikan tangan saat akan memasuki pesawat terbang pribadinya usai melakukan kunjungan kenegaraan dan pertemuan Bilateral dengan Pemerintah Indonesia, di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. Raja Salman akan melanjutkan kunjungan kenegaraan singkat ke Brunei Darussalam, dan Malaysia. TEMPO/Imam Sukamto
 
CBDenpasar - Liburan Raja Salman di Bali akan diperpanjang selama 3 hari, yang sebelumnya hingga 9 Maret menjadi 12 Maret 2017. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja mengatakan telah menerima surat tembusan dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta melalui Kementerian Luar Negeri RI.

"Dalam surat Kedubes Arab Saudi itu disebutkan Raja Salman berkeinginan memperpanjang masa liburannya di Bali sampai 12 Maret 2017," kata Hengky, Selasa, 7 Maret 2017.

 

Hengky menambahkan, Kedubes Arab Saudi menyampaikan rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kementerian Luar Negeri RI. Dengan perpanjangan masa liburan tersebut, Raja Salman, yang juga dikenal sebagai "Pelayan Dua Kota Suci", akan menghabiskan delapan hari liburan di Bali.

Keberadaan Raja Salman di Indonesia menjadi yang terlama, atau selama 12 hari, sejak tiba di Jakarta pada 1 Maret 2017, dalam kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara. Selama di Bali, tidak banyak diketahui agenda wisata Sang Raja karena merupakan kegiatan pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi.

 

Raja Salman dan rombongan menginap di Nusa Dua, Kabupaten Badung. Salah satunya di Hotel Saint Regis, yang langsung menghadap laut. Kawasan pantai di sekitar hotel bahkan dipagari dengan bambu ditutupi kain putih untuk menjamin kenyamanan liburan pribadi Raja Salman dan rombongan.


Credit  TEMPO.CO







Pelesiran Mewah ke Bulan, Ongkosnya Rp 1,3 Triliun

 Pelesiran Mewah ke Bulan, Ongkosnya Rp 1,3 Triliun
Ilustrasi bulan. AP/The Gainesville Sun, Matt Stamey
 
 CB, Jakarta - Pelesiran ke luar angkasa tampaknya akan segera terwujud. Perusahaan roket Amerika Serikat, SpaceX, yakin bisa mewujudkan perjalanan membawa wisatawan ke bulan dua tahun ke depan.

Hasrat manusia menjelelajah angkasa bisa ditelusuri hingga pada 1972 lalu.  “Kita pergi seperti saat datang, dan jika Tuhan mengizinkan, kita bisa kembali dengan damai dan membawa harapan bagi umat manusia.” Kalimat itulah yang diucapkan astronaut Eugene A. Cernan sebelum meninggalkan bulan dengan wahana Apollo 17 bersama rekannya, Ronald E. Evans dan Harrison H. Schmitt, pada 14 Desember 1972.

Cernan, yang wafat di usia 82 tahun pada 16 Januari lalu, menjadi manusia terakhir yang menjejakkan kaki di bulan. Ekspedisi manusia ke bulan tak dilanjutkan lagi setelah Apollo 17 mendarat di bumi pada 19 Desember 1972. 

Misi ke bulan tidak dilanjutkan karena biayanya sangat tinggi. Selama misi Apollo, NASA mendapatkan hampir 5 persen dari total anggaran. Selain itu, pada saat bersamaan, pembangunan stasiun di orbit bumi tengah digodok.

Namun Cernan bisa jadi bukanlah orang terakhir yang pergi ke bulan. Perusahaan roket Amerika Serikat, SpaceX, menghidupkan kembali rencana membawa manusia terbang ke bulan.

Bos SpaceX, Elon Musk, 27 Februari lalu, mengumumkan rencana perusahaannya untuk menerbangkan dua pelanggan ke bulan pada akhir 2018. Perjalanan pergi-pulang itu akan berlangsung selama sepekan dan para turis akan menumpang kapsul Dragon 2 yang sedang dikembangkan SpaceX.

Para penumpang, yang identitasnya masih dirahasiakan, bersedia membayar sekitar US$ 100 juta atau Rp 1,3 triliun untuk melihat bulan dari dekat. Menurut Musk, mereka akan mengelilingi bulan, melayang mendekati permukaannya, lalu kembali meluncur ke bumi.

“Jarak yang ditempuh mungkin sekitar 500-650 ribu kilometer,” kata Musk—yang juga pendiri perusahaan mobil listrik Tesla Motors.

Manusia pertama kali melihat sisi lain bulan pada 1968 lewat misi Apollo 8. Setelah itu, ada enam misi berawak yang berhasil mendaratkan manusia di permukaan bulan.

Teknologi penerbangan antariksa berkembang pesat, termasuk pembangunan Stasiun Antariksa Internasional. Namun, setelah Cernan cs, tak ada lagi manusia yang diterbangkan ke bulan.

Wayne Hale, mantan manajer program pesawat ulang-alik Badan Antariksa Amerika Serikat, menilai jadwal Musk untuk mengantar manusia ke bulan tahun depan terlalu mepet.

“Bahkan, dengan teknologi yang ada saat ini, akan sangat sulit dan berbahaya untuk dilakukan,” kata Hale, seperti ditulis laman Space.com. “Aku berharap mereka sukses. Namun, sebagai pembayar pajak, aku senang jika tak ada uang dilibatkan di sini.”

Phil Larson, bekas penasihat kebijakan antariksa Presiden Barrack Obama yang pernah bekerja sama dengan SpaceX, juga mengatakan misi ke bulan akan sangat sulit dilakukan sesuai jadwal Musk.

Meski begitu, menurut dia, penundaan jadwal penerbangan, termasuk demi alasan keamanan, tak akan mengubah daya tarik misi tersebut. “Bahkan, jika target 2018 baru terlaksana pada 2019, tetap akan menjadi peristiwa yang sangat bersejarah.” 



Credit  tempo.co




SpaceX Akan Bawa Wisatawan ke Bulan, Begini Caranya

 SpaceX Akan Bawa Wisatawan ke Bulan, Begini Caranya
Peluncuran Roket Falcon 9 SpaceX yang membawa satelit Iridium, Sabtu 14 Januari 2017. forbes.com
 
CB, Jakarta - Bila tak ada aral melintang, akhir tahun depan, dua orang akan pergi ke bulan. Mereka akan diterbangkan menggunakan wahana SpaceX, Dragon 2, di roket Falcon Heavy.

Perjalanan SpaceX diprediksi mirip dengan Apollo 8, misi berawak pertama dan satu-satunya yang hanya mengitari bulan pada 1968.

Berikut ini tahap perjalanan dua turis istimewa itu.

1. Peluncuran
Menempel di Falcon Heavy, roket terkuat setelah peluncur Saturn milik NASA yang pensiun pada 1970-an, wahana Dragon 2 yang mengangkut penumpang diluncurkan. Falcon Heavy baru diuji pertengahan tahun ini, yang disusul Dragon 2 yang akan dites terpisah pada November.

2. Pendorong
Falcon Heavy adalah varian besar dari Falcon 9, roket yang dirancang bisa dikendalikan pulang ke bumi untuk digunakan kembali. Kapsul Dragon bisa melaju terpisah dari roket induknya untuk melanjutkan perjalanan ke bulan.

3. Kendali
Jarak bumi ke bulan sekitar 384 ribu kilometer dan akan ditempuh dalam 2-3 hari. Wahana Dragon 2 akan meluncur dan memutari bulan secara otomatis. Para awak dilatih untuk mengendalikan wahana secara manual dalam keadaan darurat.

4. Melayang
Misi Dragon 2 dirancang hanya sampai angkasa bulan dan tidak mendarat. Apollo 8 melayang selama 73 jam pada ketinggian 100 kilometer di atas permukaan bulan dan mengelilinginya 10 kali sebelum memulai perjalanan kembali ke bumi.

5. Pulang
Wahana Dragon 2 melakukan manuver menjauh dari bulan setelah beberapa kali memutarinya. Butuh tiga hari untuk kembali ke bumi. Total waktu pelesir pergi-pulang setidaknya berlangsung selama sepekan.

6. Pendaratan
Wahana Apollo 8 meluncur ke bumi dengan kecepatan 40 ribu kilometer per jam dan tercebur di perairan selatan Hawaii di Samudra Pasifik. Dragon 2 didesain untuk mendarat di landasan dengan memanfaatkan parasut dan pendorong balik seperti yang dimiliki roket Falcon 9. Pendaratan di air dinilai sebagai opsi terbaik mengingat sekitar 70 persen permukaan bumi adalah lautan.

Credit  tempo.co

















Sukses, Embrio Dibuat Tanpa Sperma dan Sel Telur


Embrio buatan diciptakan dari sel punca.
Sukses, Embrio Dibuat Tanpa Sperma dan Sel Telur
Ads by Kiosked
Embrio buatan ciptaan peneliti Universitas Cambridge (www.gizmodo.com/University of Cambridge)
 
CB – Dengan kemajuan teknologi, kini menciptakan embrio tanpa sperma dan sel telur bisa dilakukan.
Peneliti Universitas Cambridge, Inggris sukses membuat embrio buatan tikus di laboratorium dengan menggunakan sel induk, atau sel punca untuk pertama kalinya. Embrio ditumbuhkan dalam rangka tiga dimensi pada cawan petri di laboratorium.
Dikutip dari Gizmodo, Rabu 8 Maret 2017, keberhasilan menciptakan embrio tanpa sperma dan sel telur ini dianggap sebagai terobosan penting dan bisa membantu meningkatkan prosedur perawatan kesuburan.
Pakar biologi Universitas Cambridge, Magdalena Zernicka-Goetz menjelaskan, sukses menciptakan embrio merupakan terobosan bagi ilmu pengetahuan. Magdalena merupakan ahli yang telah lama menekuni pengembangan embrio buatan dan fokus dalam pengembangan garis keturunan sel.
Dia mengatakan, tanpa sel telur ilmuwan akan sudah untuk megembangkan embrio pada tahap awal pengembangan. Kasus yang bisa dilihat adalah kloning domba Dolly di masa lalu. Dalam kasus itu, memang ilmuwan tak memerlukan sperma, namun tetap membutuhkan sel telur untuk memasukan dengan DNA domba dewasa yang sudah dikloning.
Dalam eksperimennya, ilmuwan Cambridge menggunakan sel punca embrionik dan menumbuhkan di samping sel punca trophoblast, sel ini memproduksi plasenta.
Kemudian, peneliti menumbuhkan dua jenis sel secara terpisah dan mengombinasikan dalam matriks jel. Dua jenis sel itu, kemudian mulai bercampur dan berkembang bersama. Empat hari kemudian, embrio tersebut mulai menyerupai embrio tikus normal.
Peneliti mengatakan, untuk menumbuhkan embrio buatan itu menjadi organ masih belum bisa. Masih dibutuhkan jenis sel buatan lainnya dan dicampurkan dengan sel buatan yang sudah ada.



Credit  VIVA.co.id






Para Pemimpin KTT IORA Tandatangani 'Kesepakatan Jakarta'


Komitmen kerja sama fokus pada keamanan maritim dan perdagangan.
Para Pemimpin KTT IORA Tandatangani 'Kesepakatan Jakarta'
Ads by Kiosked
Seluruh Delegasi IORA 2017 Tandatangani Jakarta Concord. (ANTARA FOTO/IORA SUMMIT 2017/Wahyu Putro A)
 
CB – Pemimpin dari 21 negara Kelompok Negara-negara Pesisir Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) menandatangani “Jakarta Concord.” Dokumen berisi komitmen setiap negara anggota untuk mempromosikan dan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.
Demikian hasil utama dari Konferensi Tingkat Tinggi IORA yang berlangsung di Jakarta hari ini. Kerja sama itu, di antaranya, menjaga keselamatan dan keamanan maritim, perdagangan dan investasi, mempromosikan manajemen perikanan yang berkelanjutan, serta meningkatkan manajemen risiko bencana.
Di samping itu, para kepala negara dan pemerintahan ini juga berkomitmen dalam penguatan akademik, ilmu pengetahuan dan teknologi, mendorong pariwisata dan pertukaran budaya.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengakui bahwa penguatan kawasan Samudera Hindia merupakan hal penting karena menjadi salah satu poros kunci dalam perhelatan dunia.
"Kami percaya bahwa Samudera Hindia berada di ambang pintu menuju keperkasaan dan perkembangan masyarakat yang besar," katanya, di Jakarta Convention Center, Selasa, 7 Maret 2017.
Para negara anggota IORA ini juga sepakat mengakui bahwa, saat menjadi Ketua IORA, Indonesia merupakan negara yang memiliki kepemimpinan dan berinisiatif untuk menggelar KTT IORA untuk kali pertama, sekaligus merayakan ke-20 tahun berdirinya organisasi yang berbasis di Mauritius tersebut.


Credit  VIVA.co.id



Menlu Retno Sebut Telah Adopsi Dua Dokumen IORA

Salah satunya deklarasi penanggulangan terorisme dan ekstremisme.
Menlu Retno Sebut Telah Adopsi Dua Dokumen IORA
Sidang Tingkat Menteri IORA 2017. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
 
CB – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyebut bila Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Negara-negara Pesisir Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) mengadopsi dua dokumen.
Hal itu disampaikannya pada pidato pembuka KTT IORA di Jakarta Convention Center, Selasa, 7 Maret 2017. Menurutnya, acara akbar yang digelar sejak 5-7 Maret ini berlangsung sangat konstuktif dan produktif.
"Pertemuan ini diadakan dengan cara yang sangat konstruktif dan produktif. Pertemuan yang dipimpin oleh troika - Menteri Luar Negeri RI, Australia, dan Afrika Selatan - mengadopsi dua dokumen," ujar Retno.
Dokumen pertama yaitu IORA Action Plan untuk jangka waktu 2017-2021. Action Plan mengatur segala bentuk langkah yang akan diambil dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Dokumen ini memberikan panduan yang jelas akan seperti apa dan mengarah ke mana IORA ke depan.
Action Plan merupakan batu loncatan signifikan dalam perjalanan IORA sejak berdiri 20 tahun silam. "Pertemuan tingkat menteri luar negeri kemarin menggarisbawahi pentingnya komitmen negara anggota IORA untuk mengimplementasikan Action Plan," tuturnya.
Dokumen kedua yakni Deklarasi Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme dan Kekerasan Ekstremisme. Deklarasi ini berfungsi sebagai panggilan untuk mengambil sikap tegas dalam melawan aksi terorisme dan kekerasan ekstremisme.
"Deklarasi ini adalah refleksi dari tekad kami untuk menjaga perdamaian dan stabilitas, mempromosikan pesan-pesan positif mengenai toleransi, keragaman, serta moderasi di kawasan Samudera Hindia," kata mantan Duta Besar RI di Belanda ini menegaskan.




Credit  VIVA.co.id







Latihan Serangan Nuklir AS pada Korut Bisa Menjadi Perang Nyata


 
Latihan Serangan Nuklir AS pada Korut Bisa Menjadi Perang Nyata
Ju Yong Choi, diplomat Korut untuk Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa yang disponsori PBB. Foto / REUTERS
 
JENEWA - Korea Utara (Korut) pada forum PBB di Jenewa, Selasa kemarin, menghadapi rentetan kecaman atas uji tembak empat rudal balistik terbaru. Namun, Korut membalas kecaman itu dengan memperingatkan bahwa latihan serangan pre-emptive nuklir Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan terhadap Pyongyang bisa menjadi perang nyata.

Peringatan dari Pyongyang itu disampaikan diplomat Korut, Ju Yong Choi, dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa yang disponsori PBB. ”Latihan tahunan yang jadi penyebab utama eskalasi ketegangan bisa berubah menjadi perang yang sebenarnya di semenanjung Korea,” kata Ju.

”Latihan militer bersama yang sedang berlangsung dilakukan dengan mobilisasi tentara besar-besaran, belum pernah terjadi sebelumnya untuk kategori jumlah dan berbagai jenis pasukan strategis termasuk operator nuklir, pesawat pengebom strategis nuklir dan Stealth,” lanjut Ju dalam forum yang dihadiri 61 anggota konferensi.

”Ini tentu akan membahayakan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan mendorong situasi di semenanjung Korea ke ambang perang nuklir,” lanjut dia, seperti dikutip Reuters, Rabu (8/3/2017).

 
Dalam sesi forum selama 90 menit para diplomat dari berbagai negara seperti China, Inggris, Prancis, Rusia dan AS kompak mengutuk uji tembak empat rudal balistik Korut pada hari Senin. Dari empat rudal balistik yang ditembakkan, tiga di antaranya menghantam perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.

Robert Wood, duta perlucutan senjata AS mengecam uji tembak rudal balistik Korut sebagai pelanggaran terbaru dari resolusi Dewan Keamanan PBB. “Program senjata Pyongyang merupakan ancaman yang jelas terhadap keamanan nasional setiap negara di wilayah tersebut,” katanya.

“AS memiliki komitmen ‘berpakaian besi’ untuk membela sekutunya dan latihan militer bersama yang dilakukan dengan Seoul selama lebih dari 40 tahun transparan dan berorientasi pertahanan,” lanjut Wood membela latihan perang gabungan AS dan Korea Selatan yang diprotes Korut.




Credit  sindonews.com




Presiden Dihina, Peru Tarik Dubes dari Venezuela


 
Presiden Dihina, Peru Tarik Dubes dari Venezuela
Menteri Luar Negeri Peru Ricardo Luna. Foto/Istimewa
 
LIMA - Pemerintah Peru telah menarik duta besarnya dari Venezueal di tengah pertikaian diplomatik kedua negara. Pihak berwenang di Lima telah mengirimkan surat ke Caracas.

Sebelumnya, selama perjalanan ke AS, Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengatakan Washington tidak menginvenstasikan banyak waktu di Amerika Latin seperti anjing yang berperilaku baik. Namun ia mengatakan Venezuela adalah masalah besar.

Pernyataan itu membuat marah Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang menyerukan Peru untuk meminta maaf pada akhir pekan lalu. Awal pekan kemarin, Menteri Luar Negeri Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan Kuczynski adalah satu-satunya anjing, yang selalu mengibaskan ekornya untuk kekaisaran Amerika.

Menanggapi pernyataan itu, Menteri Luar Negeri Peru, Ricardo Luna mengatakan, negaranya tidak akan mentolerir penghinaan seperti dikutip dari BBC, Selasa (7/3/2017).

Luna juga menjelaskan pernyataan Presiden Peru yang disebutnya menggunakan metafora. Menurutnya, Presiden Peru bermaksud mengatakan Amerika Latin bukan daerah yang kontroversial seperti daerah lain.

Venezuela saat ini berada dalam tekanan. Pasca pemerintah berhaluan kanan-tengah berkuasa di Brazil dan Argentina dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Maduro semakin terisolasi di Amerika Latin.



Credit  sindonews.com




Pejabat AS Sebut Iran Luncurkan 2 Rudal Balistik


 
Pejabat AS Sebut Iran Luncurkan 2 Rudal Balistik
Pejabat AS mengatakan Iran lakukan uji coba rudal balistik pada akhir pekan lalu. Foto/Istimewa
 
WASHINGTON - Pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan Iran melakukan uji coba sepasang rudal balistik pada akhir pekan lalu. Teheran juga mengirimkan kapal serangan cepat dekat dengan kapal Angkatan Laut (AS) AS di Selat Hormuz.

 
Dua pejabat AS mengatakan salah satu uji coba rudal balistik Iran berhasil menghancurkan tongkang sekitar 155 mil jauhnya. Peluncuran dari rudal balistik jarak pendek Fateh-110 adalah tes pertama dari rudal jenis itu dalah dua tahun terakhir seperti dikutip dari Fox News, Selasa (7/3/2017).

Belum diketahui apakah ini adalah tes pertama yang berhasil di laut. Hal ini meningkatkan kekhawatiran untuk AL AS yang mengoperasikan kapal perang di daerah tersebut.

Iran meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek dari basis pasukan Garda Revolusi, IRGC, di Bandar-e-Jask, di tenggara Iran. Rudal pertama ditembakkan pada hari Sabtu, tapi tidak mengenai sasaran meskipun mendarat di daerah sekitarnya. Sehari kemudia, Iran melakukan hal yang sama dan berhasil.

Rudal Iran Fateh-110 Mod 3 memiliki sistem sensor yang baru, membantu rudal menemukan kapal di laut. "Ini menjadi perhatian berdasarkan jarak dan bahwa salah satu rudal bekerja dengan baik," kata seorang pejabat, yang meminta anonimitas karena tidak berhak mengungkapkan hal tersebut.




Credit  sindonews.com






Pemimpin Militer Turki, Rusia, AS Bertemu Bahas Irak dan Suriah


 
Pemimpin Militer Turki, Rusia, AS Bertemu Bahas Irak dan Suriah
Pemimpin militer Turki, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) mengadakan pembicaraan di kota selatan Turki, Antalya, untuk memnbahas masalah Suriah dan Irak. Foto/Istimewa
 
ANKARA - Pemimpin militer Turki, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) mengadakan pembicaraan di kota selatan Turki, Antalya. Pertemuan itu untuk membahas isu-isu regional termasuk Iran dan Suriah.

"Masalah umum yang berkaitan dengan keamanan regional, di Suriah khususnya dan Irak, sedang dibahas pada pertemuan tersebut," kata militer Turki dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan lebih lanjut, seperti dikutip dari New Indian Express, Selasa (7/3/2017).

Pertemuan itu dihadiri oleh Kepala Staf Umum Turki Hulusi Akar, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford dan Kepala Staf Militer Rusia Jenderal Valery Gerasimov. Pertemuan ini tampaknya menjadi yang pertama dari jenisnya.

Pertemuan ini juga dikonfirmasi oleh Moskow melalui kementerian pertahanan. "Rencananya akan ada sebuah diskusi bersama mengenai masalah keamanan di Suriah dan Irak pada pertemuan tersebut," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Pembicaran ini datang sehari setelah Turki menarik ancaman untuk menyerang pasukan milisi Kurdi Suriah yang dikerahkan ke bekas benteng ISIS di Manbij, Suriah, kecuali bekerja sama dengan Rusia dan AS.

Pertemuan ini juga terjadi ditengah upaya pasukan Irak yang didukung oleh koalisi pimpinan AS membuat kemajuan dalam operasi merebut kembali Mosul dari ISIS.



Credit  sindonews.com





Ankara Tuduh Jerman Ikut Campur Internal Turki Jelang Referendum

 
Ankara Tuduh Jerman Ikut Campur Internal Turki Jelang Referendum
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu saat bertemu para warga Turki di Hamburg, Jerman, pada Selasa (7/3/2017). Foto / REUTERS / Fabian Bimmer
 
HAMBURG - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuduh Jerman mempengaruhi warga Turki yang berada di Jerman terkait referendum yang akan digelar Ankara. Referendum di Turki pada April nanti untuk perluasan kekuasaan presiden di negara tersebut.

"Ini adalah obstruksi sistematis, dan Jerman menerapkan tekanan sistematis pada warga negara kami. Ini tidak bisa diterima. Kami selalu ingin melihat Jerman sebagai teman, tapi pendekatan sistematis anti-Turki oleh Jerman tidak sesuai dengan persahabatan kami,” kata Cavusoglu, kemarin, di kediaman Konsulat Jenderal Turki di Hamburg, seperti dikutip dari Cumhuriyet, Rabu (8/3/2017).

Pertemuan Menlu Turki itu semestinya digelar di bangunan lain. Namun dibatalkan karena dilaporkan ada tekanan dari Jerman.

”Kami tetap berpegang pada prinsip bahwa kita tidak harus ikut campur dalam politik internal negara yang ramah,” ujar Cavusoglu. ”Jerman tidak boleh campur tangan dalam politik kami, dalam referendum kami,” imbuh dia.

”Jangan memberi kami pelajaran dalam hal-hal lain seperti hak asasi manusia dan demokrasi,” katanya.

Menteri Turki itu mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya bahwa pertemuan orang Turki di Jerman dengan para pejabat Ankara telah dibatalkan di Jerman. Menurutnya, pemerintah di Berlin sedang mencoba untuk mengubah sikap warga Turki terhadap referendum pada bulan April nanti terkait perluasan kekuasaan presiden di Turki.

Pada hari Jumat lalu, Cavusoglu juga menuduh Jerman mengejar kebijakan standar ganda terhadap Turki. Menurutnya, Ankara tidak akan "terintimidasi” oleh sikap Jerman. Komentar itu muncul setelah Kota Jerman selatan, Gaggenau, membatalkan kunjungan Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag, yang berencana untuk memberikan pidato untuk mendukung referendum.



Credit  sindonews.com






Memanas hingga Saling "Sandera", PBB Minta Korut dan Malaysia Tenang


 
Memanas hingga Saling Sandera, PBB Minta Korut dan Malaysia Tenang
Ketegangan antara Malaysia dan Korea Utara yang dipicu pembunuhan Kim Jong-nam semakin memanas. Foto / Ilustrasi / Free Malaysia Today
 
KUALA LUMPUR - PBB menyerukan Malaysia dan Korea Utara (Korut) yang tengah bersitegang untuk tenang. Ketegangan memanas setelah Pyongyang melarang semua warga Malaysia meninggalkan Korut, dan dibalas oleh Malaysia dengan larangan serupa.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menganggap tindakan Korut terhadap warga Malaysia sebagai “penyanderaan”. Dia telah mendesak Korut untuk membebaskan semua warga Malaysia.

”Kami menyerukan tenang dan kedua belah pihak agar menyelesaikan perbedaan melalui praktik diplomatik dibangun,” kata juru bicara PBB Farhan Haq, pada Selasa sore, yang dikutip dari ABC News, Rabu (8/3/2017).

Ketegangan kedua negara ini dipicu oleh tuduhan Duta Besar Korut untuk Malaysia Kang Chol yang menyebut bahwa Malaysia berkomplot dengan kekuatan asing termasuk Korea Selatan dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam—kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-un—di bandara Kuala Lumpur 13 Februari lalu.

Tuduhan itu membuat Malaysia kesal dan mengusir Dubes Kang Chol. Pengusiran itu dibalas Pyongyang dengan mengusir Dubes Malaysia untuk Korut Mohamad Nizan Mohamad.

PM Najib saat berada di Jakarta kemarin mengeluarkan direktif untuk menanggapi langkah Korut yang melarang warga Malaysia di Korut untuk meninggalkan negara tersebut.

"Saya telah menginstruksikan Inspektur Jenderal Polisi untuk mencegah semua warga Korut di Malaysia meninggalkan negara sampai kita yakin keselamatan dan keamanan semua warga Malaysia di Korut," kata Najib dalam sebuah pernyataan.

Najib mengatakan sebagai bangsa yang cinta damai, Malaysia berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan semua negara. "Namun, melindungi warga negara kami adalah prioritas pertama saya, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil semua langkah yang diperlukan ketika mereka terancam,” ujar Najib.


Credit  sindonews.com





Cegah Warga Korut Kabur, Aparat Perbatasan Malaysia Siaga

 
Cegah Warga Korut Kabur, Aparat Perbatasan Malaysia Siaga
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Foto / REUTERS
 
KUALA LUMPUR - Aparat dari imigrasi siaga mengawasi perbatasan Malaysia-Thailand untuk memastikan bahwa tidak ada warga Korea Utara (Korut) yang meninggalkan Malaysia melalui negara tetangga. Aksi siaga aparat imigrasi itu atas instruksi Kementerian Dalam Negeri Malaysia.

Pemerintah Perdana Menteri (PM) Najib Razak telah melarang seluruh warga Korut meninggalkan Malaysia. Aksi “penyanderaan” oleh Malaysia ini sebagai balasan atas tindakan serupa yang dilakukan lebih dulu oleh pihak Korut.

Seorang pejabat imigrasi Malaysia Mohd Amir Othman mengaku sudah mendapat instruksi dari Kementerian Dalam Negeri, Selasa kemarin, untuk meningkatkan pengawasan jalur perbatasan Malaysia-Thailand.



Wilayah perbatasan Padang Besar merupakan jalur utama keluar-masuk antara Malaysia dan Thailand di Perlis. Jalur ini biasanya dibuka mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul 22.00 malam. Sedangkan jalur di Wang Kelian biasanya dibuka mulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 19.00 malam.

Amir, seperti dikutip dari Bernama, Rabu (8/3/2017), mengatakan informasi yang menyebut perbatasan di Perlis dibuka 24 jam merupakan informasi palsu.

Di Alor Setar, para aparat imigrasi Kedah juga siaga melakukan hal yang sama di perbatasan Kedah-Thailand. Direktur imigrasi setempat, Zuhair Jamaludin, mengatakan langkah-langkah telah diambil untuk memperketat kontrol perbatasan setelah perintah keluar.

Sementara itu, pihak Imigrasi Johor memastikan tidak ada warga negara Korut yang meninggalkan Malaysia melalui perbatasan Johor-Singapura.  Direktur imigrasi Johor, Rohaizi Bahari, mengatakan langkah itu akan berlaku sampai ada keputusan yang menghentikannya dari pemerintah.

PM Najib saat berada di Jakarta kemarin mengeluarkan direktif untuk Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar tentang larangan warga Korut meninggalkan Malaysia.

"Saya telah menginstruksikan Inspektur Jenderal Polisi untuk mencegah semua warga Korut di Malaysia meninggalkan negara sampai kita yakin keselamatan dan keamanan semua warga Malaysia di Korut," kata Najib dalam sebuah pernyataan.

Najib mengatakan sebagai bangsa yang cinta damai, Malaysia berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan semua negara. "Namun, melindungi warga negara kami adalah prioritas pertama saya, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil semua langkah yang diperlukan ketika mereka terancam,” ujar Najib.

Credit  sindonews.com



Polisi Siap Melarang Semua Warga Korut Tinggalkan Malaysia

Polisi Siap Melarang Semua Warga Korut Tinggalkan Malaysia
Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar. Foto / The Star

KUALA LUMPUR - Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar siap menjalankan perintah Perdana Menteri (PM) Najib Razak untuk melarang semua warga Korea Utara (Korut) meninggalkan Malaysia. Perintah Najib ini sebagai balasan setelah Pyongyang melarang semua warga Malaysia meninggalkan Korut.

Aksi saling “sandra” oleh kedua negara ini semakin memanaskan ketegangan antara Korut dan Malaysia. Ketegangan ini dipicu oleh tuduhan Duta Besar Korut untuk Malaysia, Kang Chol, yang menyebut Malaysia berkomplot dengan kekuatan asing termasuk Korea Selatan dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam—kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-un—di bandara Kuala Lumpur 13 Februari lalu.

Tuduhan itu membuat Malaysia mengusir Dubes Kang Chol. Pengusiran itu dibalas Pyongyang dengan mengusir Dubes Malaysia untuk Korut Mohamad Nizan Mohamad.

”Kami akan melaksanakan instruksi dari Perdana Menteri,” kata Khalid saat dihubungi via WhatsApp pada Selasa malam, seperti dikutip dari Bernama, Rabu (8/3/2017).

 
Menurutnya, ada warga Korut di Semenanjung Malaysia dan Sarawak. PM Najib saat berada di Jakarta kemarin mengeluarkan direktif untuk menanggapi langkah Korut yang melarang warga Malaysia yang ada di Korut untuk meninggalkan negara tersebut.

"Saya telah menginstruksikan Inspektur Jenderal Polisi untuk mencegah semua warga Korut di Malaysia meninggalkan negara sampai kita yakin keselamatan dan keamanan semua warga Malaysia di Korut," kata Najib dalam sebuah pernyataan.

Najib mengatakan sebagai bangsa yang cinta damai, Malaysia berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan semua negara. "Namun, melindungi warga negara kami adalah prioritas pertama saya, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil semua langkah yang diperlukan ketika mereka terancam,” ujar Najib.

Pernyataan yang sama juga dikeluarkan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi. Dia mengatakan bahwa Malaysia tidak akan mengizinkan warga Korut untuk meninggalkan wilayah Malaysia.

Credit  sindonews.com






Malaysia Segel Kedubes Korut terkait Kasus Kim Jong-nam



 
Malaysia Segel Kedubes Korut terkait Kasus Kim Jong-nam  
Hubungan diplomatis Malaysia-Korea Utara terus memburuk setelah pembunuhan Kim Jong-nam. Kini, polisi Malaysia menyegel kantor Kedubes Korut di Kuala Lumpur. (REUTERS/Lai Seng Sin)
 
Jakarta, CB -- Polisi Diraja Malaysia menyegel Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur, Selasa (7/3), untuk memastikan jumlah pejabat Pyongyang yang ada di dalamnya.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Nur Jazlan Mohamed seiring dengan memanasnya hubungan kedua negara akibat kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

"Kami mencoba untuk mengidentifikasi secara fisik semua staf kedutaan yang ada di sini," kata Nur Jazlan kepada wartawan di luar kantor kedutaan, sebagaimana dikutip Reuters.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan pemerintah Malaysia juga melarang warga Korea Utara yang ada di wilayahnya untuk bepergian ke luar negeri.

Langkah ini dilakukan menyusul tindakan serupa yang dilakukan Pyongyang, melarang warga Malaysia di Korea Utara untuk pergi "hingga insiden di Malaysia bisa terselesaikan."

Hubungan diplomatis kedua negara memburuk menyusul pembunuhan kakak tiri Kim Jong-un itu. Korea Utara tidak mengakui bahwa sang korban adalah Kim Jong-nam, saudara pemimpin negaranya, sementara Malaysia menilai Pyongyang tidak kooperatif.

Selain saling menyandera warga negara, Kuala Lumpur menarik perwakilannya di Korea Utara. Sementara, perwakilan Pyongyang di Malaysia justru diusir karena terus melontarkan komentar yang menentang otoritas setempat.

Kim Jong-nam diduga dibunuh oleh dua orang perempuan di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Salah satu dari dua terdakwa pembunuh kasus ini adalah Siti Aisyah, seorang warga Indonesia yang mengaku ditipu.

Sementara itu, polisi masih mencari sejumlah tersangka berkebangsaan Korea Utara yang terkait dengan kasus ini. Diberitakan Reuters, dua di antaranya disebut polisi masih bersembunyi di Kedutaan Besar Korut.

"Mau sampai kapan mereka bersembunyi di Kedutaan...ini hanya soal waktu sebelum mereka akhirnya keluar," kata Kepala Polisi Diraja Malaysia Khalid Abu Bakar dalam konferensi pers.

Khalid juga menegaskan, otoritas Korea Utara tidak berkooperasi dalam proses penyidikan kasus ini.



Credit  CNN Indonesia





Irak Rebut Kompleks Utama Pemerintahan Mosul dari ISIS

 
Irak Rebut Kompleks Utama Pemerintahan Mosul dari ISIS  
Ilustrasi gempuran pasukan Irak terhadap ISIS di Mosul. (AFP Photo/Aris Messinis)
 
Jakarta, CB -- Pasukan elite Irak berhasil memukul mundur kelompok militan ISIS dari gedung-gedung utama pemerintahan dan museum di Mosul pada Selasa (7/3).

"Mereka membunuh sepuluh militan ISIS," ujar Juru bicara unit Respons Cepat dari Kementerian Dalam Negeri Irak, Abdel Amir al-Mohammadawi, kepada Reuters.

Kemenangan atas kompleks pemerintahan Irak di dekat pusat kota tua itu dianggap sebagai simbol kemajuan pasukan rezim dalam upaya perebutan sepenuhnya Mosul dari tangan ISIS.

Dengan direbutnya kompleks pemerintahan ini, operasi besar-besaran yang sudah digencarkan sejak Oktober tahun lalu tersebut pun kini memasuki tahap paling sulit, yaitu pertempuran di lokasi padat penduduk.

Militer Irak memperkirakan, ada beberapa ribu militan ISIS yang bersembunyi di tengah populasi di sipil Mosul. Mereka merupakan militan yang tersisa dari Masjid al-Nuri, di mana Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan kekhalifahan ISIS di Irak dan Suriah pada 2014 silam.

Kota tua ini terletak di tepi barat Sungai Tigris yang membelah Mosul menjadi dua bagian. Sekitar 740 ribu warga sipil diperkirakan tinggal di tepi barat tersebut.

Sebelumnya, pasukan pemerintah dibantu koalisi udara pimpinan Amerika Serikat sudah berhasil merebut bagian timur Mosul dari tangan ISIS pada Januari lalu, setelah 100 hari pertempuran.



Credit  CNN Indonesia








WikiLeaks: CIA Bisa Sadap Suara Lewat TV


 
WikiLeaks: CIA Bisa Sadap Suara Lewat TV  
WikiLeaks membocorkan dokumen alat retas CIA. (Wikipedia)
 
Jakarta, CB -- Organisasi pembocor rahasia, WikiLeaks, mengungkap dokumen CIA yang menyatakan badan intelijen Amerika Serikat itu bisa mengubah televisi menjadi alat sadap suara, melewati aplikasi enkripsi dan mungkin mengendalikan mobil dari jauh.

Kelompok ini mengunggah sekitar 9.000 dokumen yang menurutnya dibocorkan dari Badan Intelijen Pusat AS. Mereka menyebut publikasi rahasia intelijen kali ini sebagai yang terbesar sepanjang masa.

WikiLeaks mengklaim banyak dokumen, alat retas dan kode CIA yang mewakili "mayoritas senjata peretasannya" bocor dan tersebar di komunitas keamanan siber. Mereka menerima, dan merilis, hanya sebagian dari informasi tersebut.

"Koleksi luar biasa ini, yang berjumlah lebih dari ratusan juta baris kode, memberikan pemiliknya seluruh kapasitas peretasan CIA," kata WikiLeaks, dikutip AFP, Selasa (7/3). Mereka juga memperingatkan risiko akan proliferasi senjata siber.

Baik CIA maupun Gedung Putih menolak berkomentar publikasi dokumen ini, maupun isinya.

Jika dikuatkan, bocoran ini bisa jadi sangat mempermalukan intelijen AS, setelah Edward Snowden mengungkap kegiatan mata-mata NSA terhadap komunikasi warga Amerika, 2013 lalu, dan penangkapan pejabat NSA tahun lalu yang memindahkan materi rahasia negara ke rumahnya selama 20 tahun.

WikiLeaks mengatakan data ini menunjukkan CIA kini menyaingi Badan Keamanan Nasional AS, organisasi mata-mata elektronik utama pemerintah, dalam peperangan siber. Bedanya, organisasi ini bertindak dengan pengawasan yang lebih minim.

Arsip tersebut menunjukkan CIA mengeksploitasi sejumlah kelemahan yang mereka temukan pada peranti keras dan lunak, termasuk yang dibuat perusahaan-perusahaan AS--tanpa memberi tahu pihak terkait mengenai kecacatan itu sendiri.

Sejumlah dokumen menunjukkan CIA telah memproduksi lebih dari 1.000 sistem peranti jahat atau malware, termasuk virus, trojan dan peranti lunak lain yang bisa menembus dan mengendalikan barang elektronik, kata WikiLeaks.

Alat-alat peretasan ini mengincar iPhone, sistem Android seperti telepon pribadi yang dilaporkan masih digunakan oleh Presiden Donald Trump, peranti lunak Microsoft dan TV pintar Samsung. Barang-barang itu, menurut WikiLeaks, bisa digunakan sebagai alat penyadapan suara.

Badan ini juga tengah mencoba untuk meretas sistem kendali elektronik pada mobil dan truk, berpotensi mengendalikannya dari jauh.

Dengan menginfeksi dan mengambil-alih peranti lunak telepon pintar, kata WikiLeaks, CIA bisa melalui teknologi enkripsi pada aplikasi populer seperti Whatsapp, Signal, Telegram, Weibo dan Confide dengan cara mencegat komunikasi sebelum terenkripsi.



Credit  CNN Indonesia





Dubes AS di PBB Coba Hidupkan Lagi Negosiasi Israel-Palestina


 
Dubes AS di PBB Coba Hidupkan Lagi Negosiasi Israel-Palestina 
 Dubes Nikki Haley mendorong perdamaian negosiasi Israel-Palestina agar dimulai kembali. (AFP Photo/Mandel Ngan)
 
Jakarta, CB -- Duta Besar Amerika Serikat Nikki Haley berdiskusi soal upaya menghidupkan kembali negosiasi perdamaian Israel-Palestina dalam pertemuan pertamanya dengan perwakilan Palestina untuk PBB, Selasa waktu setempat (7/3).

Melalui akun Twitter, setelah bertemu dengan Duta Besar Riyad Mansour, dia mengatakan warga Palestina mesti "bertemu dengan Israel dalam negosiasi langsung, alih-alih mengandalkan PBB untuk menghasilkan hal yang hanya bisa dicapai kedua pihak."

Sementara itu, Mansour kepada AFP mengatakan pertemuan yang berlangsung selama 45 menit itu "meningkatkan keinginan untuk melihat kedua pihak terlibat dalam negosiasi" dan mengindikasikan bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali pembicaraan kedua negara.

"Saya tidak tahu pada tingkat apa mereka mau melakukan itu, tapi begitu kami menerima permintaan terkait hal itu, kami akan merespons," ujarnya.

Proses perdamaian Timur Tengah ini terhenti sejak upaya Menteri Luar Negeri John Kerry untuk menengahi kesepakatan antara kedua negara gagal total April 2014 lalu.

Perancis ikut serta dan mengorganisir konferensi internasional, Januari lalu, bertujuan untuk mempersiapkan kembalinya negosiasi perdamaian kedua negara ini. Namun, hanya sedikit kemajuan yang dihasilkan konferensi itu.

"AS berkomitmen untuk mendukung proses perdamaian yang sesungguhnya antara otoritas Israel dan Palestina," kata Haley.

Mansour menyebut pertemuannya dengan Haley berjalan dengan hangat dan mereka sepakat untuk berdiskusi lebih lanjut.

Awal bulan ini, Haley menampik tudingan yang menyebut pemerintahan baru AS di bawah Presiden Donald Trump mengesampingkan solusi damai dua negara sebagai penyelesaian konflik Palestina-Israel.

"Kami sepenuhnya mendukung solusi dua negara, tapi kami juga memikirkan alternatif lain," kata dia.

Dewan Keamanan PBB akan mendiskusikan proses damai Timur Tengah pada 24 Maret nanti sekaligus mendengarkan laporan soal kepatuhan Israel pada resolusi yang mengecam pembangunan permukiman di tanah Palestina yang mereka rebut.

Resolusi itu diadopsi setelah pemerintahan Barack Obama memutuskan abstain dan tidak menggunakan hak vetonya.

Haley mengkritik langkah pemerintahan pendahulu Trump itu karena tidak membela Israel dan menyebut resolusi itu sebagai kesalahan besar.



Credit  CNN Indonesia






DK PBB Kecam Peluncuran Rudal Korut

 
DK PBB Kecam Peluncuran Rudal Korut  
DK PBB mengecam peluncuran rudal Korut yang dipimpin langsung oleh Kim Jong-un. (REUTERS/KCNA)
 
Jakarta, CB -- Dewan Keamanan PBB mengecam peluncuran peluru kendali balistik Korea Utara baru-baru ini dan menyampaikan keprihatinan soal prilaku negara yang semakin tidak stabil dan terus menentangnya.

Pyongyang meluncurkan empat rudal itu ke zona ekonomi eksklusif Jepang pada Senin kemarin, selang beberapa hari setelah mereka berjanji akan membalas aksi latihan bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dipandang sebagai persiapan perang.

Dewan Keamanan akan menyelenggarakan pertemuan tertutup untuk membahas persoalan tersebut Rabu ini (8/3).

Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, dewan menyayangkan peluncuran rudal itu, mengatakan "aktivitas tersebut berkontribusi pada perkembangan sistem senjata nuklir Republik Rakyat Korea (nama resmi Korut) dan meningkatkan ketegangan di kawasan dan selebihnya, juga memicu risiko perlombaan senjata regional."

Korea Utara sebenarnya sudah dijatuhi sanksi PBB yang bertujuan untuk menghambat perkembangan program nuklir dan rudalnya sejak 2006 lalu. Dewan Keamanan pun terus memperkeras sanksi tersebut, seiring dengan lima uji coba nuklir yang dilakukan Pyongyang setelahnya.

Dalam pernyataan kali ini, DK PBB juga mengancam akan "mengambil langkah lebih signifikan" terkait aksi terbaru Korut.

"Anggota Dewan Keamanan lebih jauh menyesalkan Republik Rakyat Korea mengalihkan sumber daya untuk membuat rudal balistik sementara warganyanya masih mempunyai banyak kebutuhan yang belum terpenuhi," bunyi pernyataan itu lebih jauh.

Dewan juga menyerukan kepada negara anggota PBB agar menggandakan upaya untuk mengimplementasikan sanksi terhadap Korea Utara.




Credit  CNN Indonesia





Keramahan Indonesia dan Malaysia kepada Raja dilaporkan ke kabinet Saudi


 
Keramahan Indonesia dan Malaysia kepada Raja dilaporkan ke kabinet Saudi
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (tengah) melambaikan tangan sebelum menaiki pesawat untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (4/3/2017). (ANTARA /Muhammad Adimaja) 
 
Riyadh, Arab Saudi (CB) - Pangeran Mahkota Mohammed bin Naif menyatakan pembicaraan yang berhasil antara Raja Salman dengan pemimpin Indonesia, Malaysia, dan Brunei telah berbuah apresiasi, penghormatan dan hubungan yang lebih erat antara kerajaan dengan ketiga negara itu.

Meloporkan hasil kunjungan Raja Salman ke ketiga negara itu di Istanan Yamamah kepada kabinet raja, sang pangeran mahkota berkata bahwa penerimaan yang hangat terhadap raja dan rombongannya serta berbagai kesepakatan yang ditandatangani, telah dibarengi dengan keinginan mendalam kerajaan dan ketiga negara untuk memperkuat hubungan pada berbagai bidang.

Pangeran mahkota mengungkapkan selama di tiga negara itu, Raja Salman mendapatkan banyak gelar kehormatan dari Indonesia, Malaysia dan Brunei.

Penghargaan ini diberikan ketiga negara karena sang raja dianggap berjasa dalam memajukan Islam dan muslim, serta karena status raja sebagai pelindung dua tempat suci Islam, dan karena tekad kuat sang raja dalam menciptakan hubungan yang lebih kuat antara kerajaan dengan ketiga negara Asia Tenggara itu.

Kabinet Saudi memuji pencapaian sang raja karena telah berkontribusi bagi perkuatan hubungan bilateral pada berbagai sektor yang akan menguatkan kesalingpahaman dan menciptakan perdamaian serta keamanan global.

Secara khusus kabinet memuji pidato simpatik yang disampaikan Raja Salman di Indonesia dan Malaysia yang menekankan keinginan kuat raja dalam memeranggi terorisme dan ekstremisme, selain menjanjikan dialog antar keyakinan dan budaya demi memperkuat semangat toleransi.

Kabinet juga memuji raja karena telah membolehkan wanita-wanita Saudi menuntut ilmu di Malaysia dalam program beasiswa, demikian laman Al Arabiya.



Credit  antaranews.com