Senin, 13 Februari 2017

Dua teori mengapa Donald Trump hobi caci maki


 
 Dua teori mengapa Donald Trump hobi caci maki
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
 
Jakarta (CB) - Belum juga sebulan berkuasa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung menyedot perhatian manusia dan media massa sejagat. Di antara yang paling disorot media massa adalah kebiasaan Trump untuk menghardik, mencerca dan mengejek, termasuk kepada hakim dan sistem peradilan AS yang bukan wilayah kewenangannya.

Dia mencaci maki Hakim Judge James L. Robart dari Mahkamah Negara Bagian Washington yang mengeluarkan putusan yang menangguhkan implementasi kebijakan Trump mengenai larangan untuk imigran tujuh negara muslim.

Pekan berikutnya Trump meradang di Twitter setelah tiga hakim senior pada Pengadilan Tingkat Banding di San Francisco memperkuat putusan Hakim Robart.

"Saya tak ingin mengatakan pengadilan telah berlaku bias, jadi saya tak akan mengatakan pengadilan bias, dan kami belum memutuskan apa-apa. Tetapi pengadilan memang terlihat sangat politis," cerca Trump dalam laman New Yorker.

Mengapa Trump begitu gampang menyerang pihak-pihak yang dianggapnya berseberangan dan bertentangan dengan kemauan dia?

Menurut New Yorker, ada dua teori untuk menjawab pertanyaan itu.

Teori pertama, adalah teori yang dianut pakar-pakar kesehatan mental bahwa Trump mungkin mengidap gangguan kepribadian narsistis yang membuatnya tidak tahan untuk menyerang orang yang dianggap dia telah menyerangnya.

Menurut teori ini, ketika ada orang yang kritis atau bertentangan dengan Trump, maka Trump merasa mengalami cedera narsistis, yakni perasaan bahwa seluruh dirinya dipertanyakan orang lain. Perasaan ini mendorongnya untuk menyerang orang lain dengan tak peduli akibatnya.

John Gartner, psikoterapis dari Baltimore, meluncurkan petisi online yang menyebutkan Trump mengidap kecenderungan sakit mental yang akut sehingga secara kejiwaan tidak layak dan tidak kompeten menjalankan tugas-tugas Presiden Amerika Serikat. Petisi online ini sejauh ini telah ditandatangani oleh sekitar 20.000 orang.

Teori kedua menyatakan Trump adalah aktor yang rasional yang tidak peduli pada apa yang dikatakan media massa atau bahkan mayoritas rakyat Amerika, karena dia memang merasa tidak memerlukan dukungan mereka.

Sepanjang para politisi Republik di Kongres (legislatif) setia kepada dia, maka dia akan melakukan apa saja tanpa perlu menunggu rating penerimaan publik. Tapi tentu saja dia ingin memetik dukungan rakyat.

Dengan terus menerus menyerang lawan-lawannya di media massa dan Partai Demokrat, dengan menyerang hakim yang berani mempertanyakan keputusan-keputusannya, dan bahkan mencuit bisnis anak perempuannya yang diblok sebuah jaringan supermarket, Trump berusaha memberikan isyarat kepada pendukung utamanya bahwa dia bukan politisi biasa sehingga para pendukung setianya menganggap dia dipercaya.

Kedua teori itu tidak bisa menjelaskan secara tepat Donald Trump. Dan Trump sendiri tak bisa menghentikan kebiasaannya mencerca orang lain. Tetapi dia yakin caranya ini menguntungkan dia secara politik. Mungkin inilah alasan mengapa dia tak mau memberikan akun Twitter pribadinya, dan juga alasan mengapa dia merekrut juru bicara seperti Kellyanne Conway yang hampir merugikan Trump ketika menganjurkan para penonton Fox News untuk membeli pakaian dan aksesoris produksi Ivanka Trump.

Gedung Putih lalu buru-buru mengatakan Conway tengah ditatar soal etika hukum yang melarang pegawai pemerintah memanfaatkan kantor atau lembaga pemerintahan mengiklankan produk komersial.

Trump agaknya akan terus mencerca, namun dia harus tahu bahwa dia harus lebih memperhatikan apa yang dia ucapkan.




Credit  antaranews.com




China-Korsel tegang soal THAAD, 32 misionaris diusir

 
China-Korsel tegang soal THAAD, 32 misionaris diusir
Dokumen foto uji terminal peluru kendali Amerika Serikat (AS) yang dipublikasikan Badan Pertahanan Rudal di Departemen Pertahanan AS (Pentagon). (Reuters)
 
Seoul, Korea Selatan (CB) - China mengusir 32 orang misionaris Korea Selatan di tengah ketegangan diplomatik antara kedua negara menyangkut rencana penggelaran sistem pertahanan rudal AS THAAD di Korea Selatan.

Ke-32 misionaris itu berbasis di Provinsi Yanji di China timur laut dekat perbatasan China-Korea Utara dan kebanyakan dari mereka sudah bekerja sejak sepuluh tahun lalu.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengungkapkan sudah membriefing kelompok-kelompok Kristen menyangkut kasus yang menimpa para misionaris itu. Para misionaris itu diusir Januari silam.

Kementerian itu memberi nasihat kepada kelompok-kelompok itu mengenai pentingnya mematuhi hukum dan kebiasaan di daerah mereka bekerja.

Di Korea Selatan, China luas dianggap menentang rencana Seoul menjadi basis sistem pertahanan  Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) dari militer AS, untuk melawan ancaman serangan peluru kendali dari Korea Utara.

Namun tidak ada petunjuk yang mengisyaratkan kaitan langsung antara pengusiran para misionaris itu dengan ketegangan kedua negara menyangkut THAAD, kata seorang pejabat Korea Selatan.

"Tak ada penjelasan dari pihak China," kata dia seperti dikutip Reuters. "Tak ada konfirmasi bahwa ini berkaitan dengan THAAD."

Partai Komunis China menandaskan kebebasan beragama dilindungi di negeri ini. Jumlah misionaris Korea di China tidak akan lebih 1.000 orang dan kebanyakan berada di timur laut untuk membantu para pembelot Utara yang kemudian pergi ke negara ketiga.

Radar THAAD mampu menjangkau wilayah China. China menolak penggelaran ini karena dianggap bakal mendestabilisasi kawasan. Banyak orang Korea Selatan meyakini China ingin menghacurkan THAAD.





Credit  antaranews.com





Jumat, 10 Februari 2017

Selesaikan Konflik Rohingya, Ini Cara RI 'Luluhkan' Myanmar


Tak pernah keras di luar, tapi tetap tegas dengan pendekatan langsung.

Selesaikan Konflik Rohingya, Ini Cara RI 'Luluhkan' Myanmar
Ads by Kiosked
Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Desra Percaya. (VIVAnews/Kementrian Luar Negeri RI)

CB – Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat diterima kehadirannya di Myanmar, terutama terkait penyelesaian konflik Rohingya. Hal ini tak lepas dari hubungan sejarah dan diplomatik kedua negara yang telah terjalin sejak lama.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya, mengatakan bahwa hubungan diplomatik Indonesia dan Myanmar telah terjalin sejak 1949.
"Bahkan Bung Karno mengatakan bahwa Myanmar merupakan salah satu negara sahabat dalam perjuangan dan memenuhi kemerdekaan penuh," kata Desra, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2017.
Ia mengatakan perlu dipahami bahwa kondisi politik di Myanmar sedang mengalami perubahan besar, di mana semula mengalami kekuasaan militer sejak 1962, lalu berubah di bawah kepemimpinan Daw Aung San Suu Kyi pada 2015.
"Faktanya Suu Kyi tidak memiliki pengaruh dalam isu pertahanan, perbatasan, serta dalam negeri. Hingga kini militer juga masih menguasai kursi parlemen," tutur Desra.

Terkait peran Indonesia, sejak awal pemerintah memilih menggunakan metode 'constructive engagement, dan menekankan pentingnya menghormati hak asasi manusia etnis Rohingya.
"Kita tidak pernah kritik keras di luar, tetapi lebih dengan pendekatan dan bertemu langsung. Tapi tetap kita sampaikan posisi kita dengan keras. Cara ini efektif membawa perubahan di Myanmar," ujarnya.
Desra menambahkan, beberapa diplomasi kemanusiaan sudah dilakukan Indonesia. Salah satunya, pada 29 Desember 2016, Presiden Joko Widodo melepas bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingya sebanyak 10 kontainer yang terdiri atas makanan cepat saji, pakaian dan makanan anak.
Indonesia juga telah membangun sekolah di Rakhine dan bantuan tanggap darurat senilai US$2 juta untuk warga Muslim dan non-Muslim. "Jadi, bantuan kemanusiaan Indonesia disalurkan kepada pihak-pihak yang terdampak krisis melalui jalur pemerintah," paparnya.


Credit  VIVA.co.id


Krisis Rohingya dan Kepentingan Indonesia

Indonesia pilih pendekatan persuasif ketimbang 'megaphone diplomacy'.

Krisis Rohingya dan Kepentingan Indonesia
Ads by Kiosked
Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Desra Percaya (kacamata) dan Bini Buchori (kanan). (VIVA.co.id/Dinia Adrianjara)
 
CB – Krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, tetap menjadi perhatian Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki kepentingan dalam menciptakan perdamaian dan kesejahteraan.
Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Binny Buchori, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan hal tersebut dalam Agenda Nawacita.
"Sudah menjadi niat Presiden Jokowi yang tercantumkan dalam visi dan misi serta peran Indonesia di kawasan dan menciptakan regional yang adil dan aman," kata Binny, di Jakarta, Kamis, 9 Februari 2017.
Dalam Agenda Nawacita yang dirancang pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla juga telah disampaikan mengenai penguatan peran Indonesia dalam kerja sama global dan regional untuk membangun saling pengertian antarperadaban.
Selain itu, Indonesia juga ingin memajukan demokrasi dan perdamaian dunia. "Agenda ini juga menuliskan bahwa Indonesia akan meningkatkan kerja sama pembangunan Selatan-Selatan serta mengatasi masalah-masalah global yang mengancam umat manusia. Salah satunya kasus Rohingya," ujar Binny.
Ia menegaskan sudah menjadi strategi presiden untuk memperkuat Indonesia sebagai negara kekuatan menengah. Terkait penyelesaian konflik Rohingya, Binny mengungkapkan, Indonesia memilih untuk tidak menggunakan cara 'megaphone diplomacy', tetapi lebih menekankan pendekatan persuasif.
'Megaphone diplomacy' adalah istilah dari berkoar-koar di depan publik yang menimbulkan perhatian khalayak.
"Kita memilih gaya persuasif dan melibatkan masyarakat sipil sehingga menciptakan keadaan yang lebih aman. Pasti plus dan minusnya. Tetapi, sejauh ini pendekatan kami yang bisa diterima di Myanmar dan berdampak untuk perbaikan di Rakhine," tegas Binny.



Credit  VIVA.co.id











Program Nuklir Iran dan Propaganda Negatif


Kesepakatan nuklir Iran adalah kesepakatan internasional.

Program Nuklir Iran dan Propaganda Negatif
Ads by Kiosked
Reaktor Nuklir Bushehr Iran. (energia.gr)
 
CB – Duta besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi mengungkapkan, propaganda negatif nuklir damai negaranya yang dinilai mengancam keamanan internasional dan berujung pada penjatuhan sanksi justru semakin menguatkan Iran.
Padahal, keberhasilan nuklir Iran termasuk salah satu kategori prestasi ilmiah. Dubes Valiollah menuturkan Iran dapat menghadapi dan melewati kondisi ini berkat dukungan masyarakat dan pemerintahan yang solid.
Di samping itu, pemerintah Iran mampu membangun sebuah simbol pendekatan baru yang didasarkan pada moderasi dan logika dalam hubungan internasional. "Kesepakatan nuklir Iran merupakan kesepakatan internasional. Kesepakatan ini datang dari negara 5+1. Tidak ada satu negara yang dapat merusak atau mematahkan kesepakatan ini," ujarnya di Jakarta, Kamis malam, 9 Februari 2017.
Negara 5+1 terdiri lima Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Prancis dan China) ditambah Jerman.
Menurutnya, negosiasi Iran dengan negara 5+1 tidak hanya membangun dinding kepercayaan dan menghapus kekhawatiran dunia, tetapi juga bisa mencapai sebuah kesepakatan yang bernama "Rencana Tindakan Komprehensif Bersama".
Melalui kesepakatan ini pula, Dubes Valiollah menambahkan, aktivitas damai nuklir Iran bisa menghilangkan berbagai isu negatif yang direkayasa. "Kami memiliki komitmen multilateral yang menghasilkan pengakuan internasional dalam memanfaatkan hak wajar bangsa Iran untuk menggunakan teknologi nuklirnya secara damai," tuturnya.
Pascakesepakatan nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, komunitas internasional secara serius mengikuti kerja sama dan interaksi dengan negeri Mullah tersebut.
Tahun lalu, puluhan kontrak dan Memorandum of Understanding (MoU) telah disahkan di bidang ekonomi, investasi, minyak, dan perdagangan. Seluruh kerja sama ini dihasilkan dari sejumlah negara dan perusahaan raksasa, seperti Boeing dan Airbus.



Credit  VIVA.co.id





Dubes Iran Sebut Indonesia 'Saudara Tertua'


Hubungan dan kerja sama kedua negara meningkat dalam setahun terakhir.
Dubes Iran Sebut Indonesia 'Saudara Tertua'
Ads by Kiosked
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi Nasrabadi. (VIVA.co.id/Rebecca Reiffi Georgina)
 
CB – Kedutaan Besar Iran di Indonesia menggelar perayaan ulang tahun ke-38 atas kemenangan Revolusi Islam.
Dalam sambutannya, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi Nasrabadi, menyampaikan terima kasih dan menyebut Indonesia salah satu sahabat tertua Iran.
Perjalanan sejarah kedua negara dinilai penuh dengan persaudaraan dan interaksi positif. Beberapa tahun terakhir, terutama pascakesepakatan nuklir, interaksi keduanya berlanjut secara menyeluruh.
"Selama satu tahun terakhir banyak perkembangan positif dalam hubungan bilateral. Komisi bersama di bidang ekonomi dan perdagangan sudah ada, beberapa perjanjian telah disepakati dan pertukaran delegasi tinggi," kata Dubes Valiollah, di Jakarta, Kamis malam, 9 Februari 2017.
Ia lalu menyebut sejumlah kerja sama ekonomi kedua negara yang akan dan sudah berjalan. "Kami telah menandatangani kontrak jual beli elpiji. Iran telah menyuplai elpiji untuk Indonesia dan beberapa kargo telah dikirimkan ke Indonesia. Kontrak jual beli minyak bumi juga sudah (ditandatangani), kargo pertama Iran sedang dalam perjalanan ke sini," katanya.
Selain itu, pemerintah kedua negara juga telah membicarakan investasi listrik Iran di Indonesia yang jumlahnya mencapai 50 ribu megawatt. Tahun lalu, volume perdangangan keduanya meningkat 30 persen.
Di luar itu, lanjut Dubes Valiollah, PT Pertamina (Persero) sedang melakukan negosiasi dengan perusahaan BUMN Energi Iran untuk berinvestasi di dua ladang minyak mereka.
Dubes Valiollah menambahkan, saat ini Iran menjadi salah satu negara yang berpengaruh memimpin di wilayah Timur Tengah.
Iran telah mencapai pertumbuhan yang luar biasa di berbagai sektor seperti ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, politik, dan keamanan.
"Secara statistik, Iran berada pada peringkat pertama di kawasan dan urutan ke-16 di dunia dalam bidang ilmu pengetahuan," terangnya.





Credit  VIVA.co.id





Siapa Memesan Helikopter AW 101?


Investigasi dilakukan. Panglima TNI dan menhan tidak merasa memesan.

Siapa Memesan Helikopter AW 101?
Ads by Kiosked
Menhan Ryamizard dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam Rapat Kerja di DPR RI, Senin, 6 Februari 2017. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
 CB – Helikopter AgustaWestland 101 sudah sepekan di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Heli berkelir loreng hijau khas TNI itu terparkir di Skuadron Teknik 021. Dijaga petugas, dikelilingi garis polisi "dilarang melintas". Heli menengah buatan negeri Ratu Elizabeth ini belum digunakan, karena dalam proses investigasi.
Sebab, siapa yang mendatangkan heli ini, masih misterius, sehingga muncul polemik. Baik panglima TNI maupun menteri pertahanan, sama-sama tidak merasa memesan.
Padahal, dalam rapat kabinet 2015, Presiden Joko Widodo sudah meminta untuk membatalkan pembelian Helikopter AW 101, karena harganya yang dinilai mahal.
Kontroversi, Helikopter AW 101 Sudah Tiba di Indonesia

Helikopter Agusta Westland (AW) 101 terparkir dengan dipasangi garis polisi di Hanggar Skadron Teknik 021 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, 9 Februari 2017. (Foto: VIVA.co.id/Widodo S. Jusuf/Pool)

Kontroversi, Helikopter AW 101 Sudah Tiba di Indonesia
Helikopter Agusta Westland (AW) 101 terparkir dengan dipasangi garis polisi di Hanggar Skadron Teknik 021 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, 9 Februari 2017. (Foto: VIVA.co.id/Widodo S. Jusuf/Pool)
Berawal dari Curhat Panglima
Polemik ini terkuak dalam rapat kerja antara menteri pertahanan, panglima TNI, dan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 6 Februari 2017.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan tidak pernah memesan Helikopter AW 101 itu. Dia juga tidak tahu proses pengadaan helikopter buatan Inggris itu sampai tiba di Tanah Air.
Di hadapan para anggota Dewan, Jenderal Gatot kemudian mencurahkan unek-uneknya. Dia menyinggung soal Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 28 Tahun 2015 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara. Dengan adanya permenhan itu, Gatot merasa kewenangan panglima TNI dipangkas.
Sebagai Panglima TNI, Gatot menyatakan tidak bisa mengatur berapa anggaran TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Menurut dia, semua anggaran TNI langsung di bawah tanggung jawab Kementerian Pertahanan, tidak melalui panglima TNI.
"Panglima sulit bertanggung jawab dalam pengendalian terhadap tujuan sasaran penggunaan anggaran TNI, termasuk angkatan," kata Gatot.
Dia merasa, sebelum ada Permenhan No 28 Tahun 2015, mekanisme pengadaan alat utama sistem persenjataan berjalan baik, sistematis, dan ketat. Namun, kewenangannya sebagai panglima terkikis setelah ada permenhan itu.
Mantan kepala staf TNI AD itu tak menampik bahwa TNI memang berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan, sebagaimana Pasal 3 Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Namun demikian, bukan berarti TNI bagian dari unit operasional Kemenhan.
TNI, lanjut dia, terdiri atas tiga matra yakni, Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, semua matra TNI ada di bawah pimpinan panglima TNI.
Gatot mengatakan, seharusnya dia membuka persoalan ini sejak 2015. Tapi, baru kali ini dia bisa sampaikan.
"Tapi, berkaitan dengan saya, saya buka ini untuk menyiapkan adik-adik saya. Karena saya mungkin besok bisa diganti, paling lambat Maret saya harus diganti. Kalau ini terjadi terus, maka kewenangan di bawah panglima TNI tidak ada," ujar Gatot.
Mendengar keluhan panglima, Anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon, lantas meminta penjelasan Menhan Ryamizard Ryacudu. Namun, Ryamizard meminta agar penjelasannya disampaikan secara tertutup, tanpa diliput media.
"Kalau tertutup, bisa buka-bukaan," kata Ryamizard. Para wartawan pun diminta untuk keluar dari ruang rapat.
Bukan Kemenhan
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, meminta tidak dibenturkan dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait dengan penggunaan anggaran alutsista. Terutama terkait dengan pembelian helikopter AW 101 oleh TNI Angkatan Udara.
"Sudah saya sampaikan itu, jangan diungkit-ungkit lagi. Semuanya punya. Saya pengguna anggaran. Mulai dari yang bendahara siapa, menkeu. Diserahkan kepada saya, saya semua itu. Saya sebarkan untuk Kemhan, di Sekjen. TNI ada panglima atau kasum. Dulu begitu," ujar Ryamizard, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017.
Masalah pembelian Helikopter AW 101, ia menyerahkan semuanya kepada kepala staf TNI Angkatan Udara yang kini tengah melakukan penyelidikan internal. Namun, terkait dengan curhatan Gatot di DPR, Ryamizard meminta tidak dibesar-besarkan.
"Jangan digede-gedein. Dari dulu saya enggak pernah ribut kan, jangan buat saya ribut. Saya orang pejabat pengalah, bukan kalah," kata dia.
Menurut Ryamizard, pengadaan Helikopter AW 101 bukan melalui kementeriannya. "Begini, ini kan untuk Kepresidenan. Kalau Kepresidenan tidak lewat Kemhan. Lewat Sekretariat Negara," kata Ryamizard.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo sudah menolak membeli heli itu, yang awalnya diperuntukkan VVIP Kepresidenan. Karena heli sudah dibeli, menurutnya, tidak ada persoalan kalau nanti dikembalikan.
"Kalau kebutuhan sih bagus, tapi mahalnya itu. Kalau kita kan sudah bisa buat di PT DI. Kenapa enggak PT DI saja, kan itu maunya Presiden," kata Ryamizard.
Saat ini, Ryamizard menyerahkan pada TNI AU terkait investigasi masalah ini. “Saya serahkan pada KSAU. Tunggu KSAU,” katanya.
Bentuk Tim Investigasi
Polemik bergulir, hingga dibentuk tim investigasi. Baik panglima TNI, maupun TNI Angkatan Udara, membuat tim investigasi masing-masing.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyatakan, pembentukan tim investigasi internal sudah mendapatkan izin dari panglima TNI.
Menurut Hadi, saat ini masih terus menyelidiki dan mendalami pengadaan Helikopter AW 101. Dia pun mengaku telah berkoordinasi dengan menteri Sekretariat Negara terkait anggaran dari pembelian Helikopter AW 101.
"Kenapa terjadi, itulah yang akan diinvestigasi oleh panglima TNI, dan saya bantu untuk melaksanakan investigasi internal," kata Hadi di Markas Wing I Paskhas Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu, 8 Februari 2017.
Menurut Hadi, anggaran yang digunakan untuk membeli AW 101 turun dari Dirjen Anggaran Angkatan Udara. Sebab, helikopter tersebut masuk dalam kategori pembelian khusus.
"Itulah kami sampaikan dan saya sudah sampaikan bahwa anggaran itu adalah anggaran Unit Organisasi AU yang memang bisa diberikan ke sana, apabila digunakan secara khusus. Karena pada waktu itu kekhususannya akan mengadakan heli VVIP," kata Hadi.
"Saya tahu betul anggaran itu bukan dari Setneg. Karena saya mantan sesmil tahu betul dari proses pengadaan pesawat VVIP sampai dengan apa yang terjadi sekarang," kata Hadi.
Hanya saja, ia masih belum dapat menentukan sampai kapan investigasi itu berlangsung, juga tenggat waktunya. Itu dimaksudkan agar penyelesaian masalah itu dapat menyeluruh.
"Kita harus pelan-pelan. Tidak boleh buru-buru, sehingga kita akan mengarah ke sasaran, kena sasarannya. Kalau buru-buru nanti akan miss. Sehingga kita punya tim sendiri kemudian membantu panglima TNI," kata Hadi.


Tinjau Ulang Permenhan
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, menilai ada kepentingan begitu kuat yang mendasari TNI AU ngotot membeli Helikopter AW 101.
"Saya kira (ada) kepentingan. Pasti kepentingan. Bisa terkait dengan jenis pesawat, bisa juga ada motif lain, kita tidak tahu. Yang jelas ada motif kepentingan," ujar Fadli.
Menurut dia, kepentingan itu terlihat dari tarik-menarik untuk menentukan alutsista yang paling cocok. Karenanya, kata dia, harus dibuka dan diungkap secara transparan.
"Tinggal bagaimana sekarang ini, kalau mau melihat itu urut-urutannya saja. Dokumennya diurutkan, dari mana, siapa yang memberikan rekomendasi, siapa yang mengambil keputusan sesungguhnya," kata politikus Gerindra itu.
"Jadi dari situ saya kira tidak bisa dibantah lagi, siapa sebetulnya yang punya otoritas untuk pengajuan dan pembelian helikopter tersebut, dan yang diuntungkan atau apa," Fadli menambahkan.
Anggota Komisi I DPR Ahmad Muzani menilai Permenhan Nomor 28 Tahun 2015 cukup janggal. Aturan seperti itu seolah membuat panglima TNI tidak memiliki pasukan.
"Bayangkan seorang panglima tidak memiliki kendali atas apa yang akan dikerjakan oleh AD, AL, AU. Saya kira itu berarti sama saja panglima tanpa pasukan," kata Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017.
Menurut Muzani, Permenhan tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara itu sebaiknya ditinjau ulang. Hal itu untuk memperbaiki hubungan antara panglima TNI dan menteri pertahanan.
"Kemudian dibicarakan lagi supaya kendali atas AD, AL, AU itu bisa lebih koordinatif lagi," ujar Muzani.
Muzani menyarankan agar Presiden Jokowi, menteri pertahanan, dan panglima TNI duduk bersama membahas aturan ini. Rapat harmonisasi diperlukan untuk membicarakan poin-poin krusial dalam permenhan tersebut.
"Sebaiknya ini diselesaikan di tingkat kementerian oleh Presiden supaya koordinasi di Mabes TNI bisa berjalan efektif dan lebih baik lagi, sehingga tentara kita bisa betul-betul dalam satu kendali," kata Muzani.
Anggota Komisi I DPR, Andreas Hugo Pareira, mengatakan, substansi dari adanya permenhan itu adalah sentralisasi perencanaan dan pembelian alutsista. Upaya itu sudah ditanyakan kembali kepada Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.
"Di situ Kemenhan mengatakan bahwa mereka mengacu pada Undang Undang Sistem Perencanaan Pembangunan. Dari situ dasarnya bahwa pertanggungjawaban penganggaran itu ada pada kementerian," ujar Ryamizard.
Andreas mengatakan, terkait pengurangan kewenangan akibat permenhan ini memang menimbulkan dampak positif dan negatif secara keorganisasian. Hal itu kembali akan dibicarakan dalam sesi khusus selanjutnya.
"Pasti (berpengaruh). Kalau ada wewenangnya dikurangi dari sesuatu yang bisa dia peroleh. Kami ingin memperdalam itu dalam sesi khusus di agenda selanjutnya," kata politikus PDIP ini.
Namun, dengan adanya kontroversi ini, Andreas berharap tidak ada perbedaan pendapat yang tajam lagi antara panglima TNI dan Menhan Ryamizard.
"Di mana pun, baik panglima atau menhan itu kan adalah aparat negara di bawah Presiden. Yang satu punya fungsi administrasi, perencanaan dari pertahanan. Yang satu adalah poin sebagai penggerak pasukan, sehingga dia seharusnya sinergi, gitu," kata Andreas.




Credit  VIVA.co.id






Telepon Putin, Trump Kecam Perjanjian Senjata Nuklir Era Obama

 
Telepon Putin, Trump Kecam Perjanjian Senjata Nuklir Era Obama
Sebuah billboard di Montenegro, AS, menayangkan gambar Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin. Foto / REUTERS / Stevo Vasiljevic
 
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pembicaraan perdana via telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam perjanjian senjata nuklir yang dibuat di era pemerintahan Presiden Barack Obama. Perjanjian itu membatasi AS dan Rusia untuk penyeberan hulu ledak nuklir.

Reaksi Trump yang mengecam perjanjian era Obama itu diungkap sumber-sumber di pemerintah AS yang mengetahui pembicaraan telepon Trump dan Putin. Trump, kata salah satu sumber, mengtakan perjanjian itu merupakan transaksi yang buruk bagi AS.

Saat bicara di telepon, Putin semula membahas kemungkinan untuk memperluas perjanjian yang dibuat pada tahun 2010 yang dikenal sebagai “New START”. Trump tiba-tiba menghentikan pembicaraan dan meminta ajudan yang ada di sampingnya untuk menjelaskan detail pejanjian tentang pembatasan senjata nuklir itu.

Trump kemudian mengatakan kepada Putin bahwa perjanjian itu salah satu dari beberapa penawaran yang buruk yang dinegosiasikan oleh pemerintahan Obama.

Pihak Gedung Putih enggan menyangkal maupun membenarkan reaksi Trump saat bicara via telepon dengan Putin seperti yang dibeberkan para sumber di pemerintah AS.

”Percakapan Presiden (Trump) dengan Presiden Putin adalah panggilan pribadi antara mereka berdua, dan saya akan berhenti di situ,” kata juru bicara Gedung Putih Sean Spicer ketika ditanya tentang isi pembicaraan telepon, seperti dikutip Reuters, Jumat (10/2/2017).

Pembicaraan via telepon dengan Putin itu berlangsung sekitar satu jam. Jika Trump mengonfirmasi laporan tentang reaksinya itu, maka itu akan menjadi sikap pertama Trump yang meragukan perjanjian “New START” yang dibuat di era Obama.

Perjanjian itu memerintahkan kedua negara untuk memangkas hingga 1.550 hulu ledak nuklir strategis hingga Februari 2018. Jumlah pemangkasan hulu ledak nuklir dalam perjanjian itu merupakan yang terendah dalam beberapa dekade. Perjanjian juga membatasi pengerahan rudal berbasis di kapal selam dan rudal berkemampuan nuklir.

Dua anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS dari Partai Demokrat, Jeanne Shaheen dan Edward J. Markey, kesal karena Trump mengejek perjanjian pengontrolan senjata nuklir yang dibuat era Presiden Obama.

”Tidak mungkin untuk melebih-lebihkan kelalaian presiden AS dengan tidak mengetahui fakta-fakta dasar tentang kebijakan nuklir dan pengawasan senjata,” kata Shaheen dalam sebuah pernyataan.

Daryl Kimball, direktur eksekutif dari Arms Control Association, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Washington, meragukan pemahaman Trump soal perjanjian senjata nuklir. ”Sayangnya, Trump tampaknya tak mengerti tentang nilai dan kunci perjanjian pengurangan risiko nuklir dan bahaya yang unik dari senjata nuklir,” ujarnya.



Credit  sindonews.com







Serangan Jet Tempur Rusia di Suriah Membunuh 3 Tentara Turki

 
Serangan Jet Tempur Rusia di Suriah Membunuh 3 Tentara Turki
Pesawat pengebom Su-34 Rusia yang beroperasi di Suriah. Tiga tentara Turki tewas akibat serangan udara Rusia di Al-Bab, Suriah, pada Kamis (9/2/2017). Foto / Sputnik / Igor Kovalenko
 
AL BAB - Serangan pesawat jet tempur Rusia di Al-Bab, Suriah, pada hari Kamis (9/2/2017), secara tidak sengaja menewaskan tiga tentara Turki. Selain itu, 11 tentara Turki lainnya terluka.

Kementerian Pertahanan Rusia telah mengonfirmasi insiden itu semalam. Tiga tentara Turki terbunuh ketika serangan pesawat jet tempur Rusia menghantam bangunan perumahan di Al-Bab yang dihuni para tentara Turki.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas kematian tiga tentara Ankara. Belasungkawa Putin disampaikan melalui sambungan telepon.

”Presiden Putin membahasnya dalam percakapan telepon baru-baru ini dengan Presiden Turki Erdogan. Antara lain, dia mengatakan bahwa dia menyampaikan belasungkawa kepada rekannya atas insiden yang terjadi Kamis pagi, ketika tentara Turki tewas akibat inkoordinasi dalam serangan udara oleh Angkatan Udara Rusia terhadap teroris selama operasi bersama untuk membebaskan al-Bab,” kata Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (10/2/2017).

Kepala Staf Umum Militer Rusia, Valery Gerasimov, juga berbicara di telepon dengan Kepala Staf Militer Turki, Hulusi Akar, untuk menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut.

Gerasimov dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pesawat jet tempur Rusia sejatinya menargetkan basis kelompok Islamic State atau ISIS di daerah Al-Bab.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Gerasimov dan Akar sepakat untuk meningkatkan kerjasama dan pertukaran informasi antara pasukan Rusia dan Turki di lapangan.

Sementara itu, pihak militer Turki mengatakan bahwa Moskow dan Ankara akan melakukan investigasi bersama terkait serangan udara yang menewaskan tiga tentara Turki.

Pada November 2015, pesawat pengebom Rusia Su-24 ditembak jatuh pesawat tempur Turki di perbatasan Suriah-Turki saat menjalankan operasi anti-teroris. Dua pilot tempur Rusia berhasil keluar dari pesawat pengebom yang ditembak pesawat tempur Turki, namun salah satu dari mereka ditembak mati militan di Suriah saat terjun.

Penembakan pesawat pengebom Su-24 itu sempat membuat hubungan Rusia dan Turki rusak, di mana Moskow menjatuhkan gelombang sanksi ekonomi terhadap Ankara. Hubungan kemudian dipulihkan berkat diplomasi Erdogan kepada Putin.




Credit  sindonews.com









Rusia Tersinggung 2 Bomber Blackjack-nya Dicegat Jet Tempur Inggris

 
Rusia Tersinggung 2 Bomber Blackjack-nya Dicegat Jet Tempur Inggris
Pesawat pengebom Tu-160 Blackjack Rusia. Moskow tersinggung atas pencegatan dua pesawat Tu-160 oleh jet-jet tempur Inggris pada Kamis (9/2/2017). Foto / Sputnik
 
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia tersinggung dengan aksi pencegatan dua pesawat pengebom (bomber) Tu-160 Blackjack oleh beberapa pesawat jet tempur Typhoon Inggris di dekat wilayah Inggris pada hari Kamis. Rusia terkejut dengan tindakan itu, karena pesawat pengebomnya terbang di wilayah udara internasional atau wilayah netral.

”Mereka terbang di atas atas perairan netral di Barents dan (di atas) laut Norwegia, serta di Samudera Atlantik,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov.

Menurut Konashenkov tidak ada pelanggaran yang dilakukan dua pesawat pengebom Blackjack. ”Semua penerbangan oleh pesawat militer Rusia dilakukan ketat sesuai dengan peraturan internasional tentang penggunaan wilayah udara di atas perairan netral, tanpa melanggar perbatasan negara-negara lain,” ujar Konashenkov, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (10/2/2017).

Dia tidak bisa mengerti mengapa ”pilot Angkatan Udara Inggris (RAF) melakukan pemantauan terhadap jet dan kapal perang Rusia, seolah-olah sebagai peristiwa luar biasa dan berita utama”.
 

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa pesawat jet tempur Typhoon RAF mencegat dua pesawat bomber Blackjack Rusia yang terbang di dekat wilayah Inggris. Dua pesawat Rusia itu terbang di antara Kepulauan Faroe dan Shetland, pada hari Kamis.

Pihak RAF mengakui bahwa dua pesawat pengebom Blackjack Rusia belum masuk ke wilayah udara teritorial Inggris.

”Kami dapat mengonfirmasi bahwa reaksi cepat pesawat Typhoon dari RAF Lossiemouth dan RAF Coningsby untuk memantau dua (pesawat) pengebom Blackjack ketika mereka berada di dekat wilayah kepentingan Inggris,” bunyi pernyataan RAF.

“Tujuannya untuk (mencegah) pesawat Rusia memasuki wilayah udara Inggris,” lanjut pernyataan RAF.



Credit  sindonews.com






Jet Typhoon Cegat 2 Bomber Blackjack Rusia di Dekat Inggris


 
Jet Typhoon Cegat 2 Bomber Blackjack Rusia di Dekat Inggris
Pesawat jet tempur Typhoon Angkatan Udara Inggris (RAF). Beberapa pesawat Typhoon Inggris mencegat dua pesawat pengebom Blackjack Rusia pada Kamis (9/2/2017). Foto / REUTERS / Toby Melville

LONDON - Beberapa pesawat jet tempur Typhoon Angkatan Udara Inggris (RAF) mencegat dua pesawat pengebom (bomber) Blackjack Rusia yang terbang di dekat wilayah Inggris. Dua pesawat bomber Rusia itu terbang di antara Kepulauan Faroe dan Shetland, pada hari Kamis.

Pihak RAF mengonfirmasi bahwa dua pesawat pengebom Blackjack Rusia memang terbang di dekat wilayah Inggris, tapi belum masuk ke wilayah udara teritorial Inggris.

Kejadian serupa pernah terjadi September lalu ketika dua pesawat jet tempur Typhoon RAF mencegat pesawat pengebom Rusia yang terbang di sebelah barat Kepulauan Shetland.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa reaksi cepat pesawat Typhoon dari RAF Lossiemouth dan RAF Coningsby untuk memantau dua (pesawat) pengebom Blackjack ketika mereka berada di dekat wilayah kepentingan Inggris,” bunyi pernyataan RAF seperti dikutip dari IB Times, Jumat (10/2/2017).

“Tujuannya untuk (mencegah) pesawat Rusia memasuki wilayah udara Inggris,” lanjut pernyataan RAF.

Insiden pencegatan dua pesawat pengebom Rusia oleh pesawat jet tempur Inggris ini terjadi ketika kedua negara masih bersitegang. Rusia sebelumnya marah ketika militer Inggris meledek kapal induk Moskow, Admiral Kuznetsov, sebagai kapal memalukan karena menjadi pembunuh di Suriah.

Kapal induk Rusia dan rombongannya itu dikawal beberapa kapal perang dan pesawat tempur Inggris saat dalam perjalanan pulang dari Laut Mediternia ke Rusia. Militer Rusia yang tak terima kapal induknya diejek, menegaskan bahwa kapal induk tersebut tak butuh pengawalan dari militer Inggris karena sudah tahu jalur dan mahir dalam navigasi.

Rusia membalas ejekan itu dengan meminta Inggris fokus pada militernya yang gagal menguji tembak rudal Trident di lepas pantai Florida Amerika Serikat. Uji tembak rudal dari kapal selam nuklir pada Juli 2016 lalu dilaporkan gagal tapi ditutup-tutupi pemerintah dan militer Inggris untuk meredam kepanikan.




Credit  sindonews.com





Polandia dan Jerman Sebar Tentara di Perbatasan, Rusia Kesal


 
Polandia dan Jerman Sebar Tentara di Perbatasan, Rusia Kesal
Ilustrasi.
 
MOSKOW - Rusia mengaku geram dengan penyebaran pasukan Jerman, Polandia, dan negara Baltik di dekat perbatasan Rusia. Penyebaran pasukan itu adalah bagian dari operasi NATO di kawasan Eropa timur dan Baltik.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexei Meshkov menyatakan, Moskow menganggap penyebaran pasukan tersebut sebagai sebuah ancaman. Dia mengatakan, pihaknya mengawasi dengan dekat setiap penyebaran dan pergerakan pasukan serta alat-alat militer asing di wilayah perbatasan Rusia.

"Penyebaran ini tentu saja ancaman bagi kami. Dan, bagi yang mengatakan hal itu akan segera berakhir, Kami tidak memiliki informasi tersebut. Untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II kami melihat tentara Jerman di sepanjang perbatasan kami," kata Meshkov, seperti dilansir Reuters pada Kamis (9/2).

Sebelumnya, Rusia juga memandang Rumania yang menjadi pos NATO sebagai ancaman, karena menjadi elemen dari perisai anti rudal Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini muncul setelah NATO menyebarkan ribuan tentara dan persenjataan berat ke Polandia, negara-negara Baltik dan tenggara Eropa. Ini adalah penumpukan militer terbesar sejak Perang Dingin.

Para pejabat AS dan NATO mengatakan, langkah ini diperlukan untuk memberikan keamanan dan jaminan tambahan ke negara-negara Eropa, setelah aneksasi Krimea Ukraina oleh Rusia pada 2014 lalu. Tetapi, Rusia mengatakan itu adalah bagian dari strategi agresif pada perbatasannya.




Credit  sindonews.com




Irlandia Bersiap Akui Kedaulatan Palestina


 
Irlandia Bersiap Akui Kedaulatan Palestina
Ilustrasi.
 
DUBLIN - Pemerintah Irlandia dilaporan tengah bersiap untuk mengumumkan pengakuan atas kedaulatan Palestina. Laporan itu tertuang dalam pesan yang disampaikan oleh Duta Besar Israel untuk Irlandia, Ze'ev Boker kepada Tel Aviv.

Dalam pesan yang disampaikan Boker kepada pemerintah Israel, seperti dilansir Times of Israel pada Kamis (9/2), disebutkan Dublin dalam waktu dekat kemungkinan besar akan mengumumkan hal tersebut.

"Pemerintah Irlandia telah beberapa kali ingin menyatakan pengakuan atas Palestina. Dan, dengan munculnya rancangan undang-undang pemukiman baru di Israel, pengakuan ini tampaknya akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat," bunyi pesan Boker.

Pesan Boker itu merujuk pada RUU pemukiman baru Israel yang mengizinkan pemerintah Israel dan pemukim Yahudi untuk merebut tanah Palestina dan membangun pemukiman baru di sana.

Sementara itu, Boker dalam pesannya juga menyarankan pemerintah Israel untuk meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) agar mendesak Irlandia membatalkan pengakuan tersebut.

Irlandia sendiri merupakan negara Eropa pertama yang mengakui Organisasi Pembebasan Palestina dan secara tradisional menjadi salah satu kritikus paling keras Israel di Uni Eropa.


Credit  sindonews.com






Terjadi Ledakan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Perancis


 
Terjadi Ledakan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Perancis  
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir. (AFP PHOTO / FRANCOIS NASCIMBENI)
 
Jakarta, CB -- Sebuah ledakan terjadi di pembangkit listrik tenaga nuklir di Perancis, Kamis (9/2). Beberapa orang terkena dampak, meski tidak ada risiko radiasi.

Insiden itu terjadi di ruang mesin pembangkit listrik Flamanville yang terletak 25 kilometer dari benteng Cherbourg, di seberang Pulau Kanal.

"Ini adalah insiden teknis. Ini bukan kecelakaan nuklir," kata pejabat senior setempat, Jacques Witkowski, kepada AFP.

Dia mengatakan sebuah kipas angin meledak di luar zona nuklir pembangkit listrik yang sudah beroperasi sejak 1980 dan dikelola perusahaan EDF milik pemerintah ini.

"Semua sudah selesai. Tim darurat sudah meninggalkan lokasi," kata Witkowski.

Lima orang mengalami gangguan pernafasan, tapi tidak ada luka-luka serius, ujarnya.

Salah satu dari dua reaktor air tekan di pembangkit ini dimatikan setelah ledakan terjadi, kata sejumlah pejabat.

Dua reaktor 1.300 megawatt itu sudah bekerja sejak 1985 dan 1986 di pembangkit yang mempekerjakan 810 orang pegawai dan 350 subkontraktor itu.

Reaktor generasi ketiga yang dikenal sebagai EPR saat ini masih dibangun di Flamanville. Ketika sudah beroperasi 2018 nanti, reaktor tersebut akan menjadi yang terbesar di dunia.



Credit  CNN Indonesia



Filipina Minta Bantuan China dan AS Lawan Abu Sayyaf

 
Filipina Minta Bantuan China dan AS Lawan Abu Sayyaf  
Ilustrasi operasi lawan perompak. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
 
Jakarta, CB -- Pemerintah Filipina meminta bantuan Amerika Serikat dan China untuk menjaga salah satu jalur lautnya yang kerap diserang oleh kelompok militan Abu Sayyaf.

Menurut otoritas keamanan pantai, Manila tidak mau jalur Sibutu yang terletak di antara Malaysia dan Filipina menjadi tempat beraksi perompak ala Somalia.

Kanal perairan dalam yang digunakan 13 ribu kapal per tahun itu adalah jalur tercepat antara Australia dan negara-negara industri seperti China, Jepang serta Korea Selatan, kata mereka.

Kelompok militan Abu Sayyaf dari Filipina Selatan kerap membajak kapal-kapal yang melalui perairan antara Malaysia, Indonesia dan Filipina. Mereka menculik puluhan orang untuk meminta tebusan.

Pemerintah Indonesia memperingatkan, kawasan ini bisa jadi seperti Somalia dan Biro Maritim Internasional menyatakan perairan ini sudah menjadi semakin berbahaya.

"Jika pemilik kapal ingin melewati daerah itu untuk menghindari penculikan yang dilakukan para teroris ini, tentu saja, ada biaya tambahan yang mesti dikeluarkan," kata Kepala Keamanan Pantai Filipina Komodor Joel Garcia kepada AFP, Rabu (8/2).

"Ini bukan hanya masalah Filipina atau Indonesia dan Malaysia, tapi juga komunitas perkapalan internasional."

Manila berencana untuk meminta sekutunya, Amerika Serikat, untuk melakukan kegiatan bersama di perairan tersebut untuk menyelesaikan masalah, kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana kepada AFP, sehari sebelumnya.

Sementara Presiden Rodrigo Duterte pekan lalu mendorong China untuk mengerahkan patroli di perairan yang dihantui perompak itu, seperti yang dilakukan di Teluk Aden, 2009 lalu, untuk melawan pembajak Somalia.

Duterte menyampaikan komentar itu sehari setelah bertemu dengan utusan khusus dari Indonesia yang menanyakan bagaimana cara Filipina mengatasi masalah ini dengan kekuatan angkatan laut yang relatif lemah.

Garcia mengatakan masalah kemungkinan kerja sama patroli dengan China bisa jadi dibahas pekan depan dalam pertemuan otoritas keamanan pantai kedua negara.

Lorenzana mengatakan Manila berencana untuk "berbicara dengan Kementerian Pertahanan China soal operasional patroli bersama" di Filipina Selatan.

Menurut Garcia, peningkatan insiden pembajakan di sekitar Sibutu mengancam biaya pengapalan, termasuk asuransi kapal, kargo dan awaknya.

Mengalihkan kapal melalui Selat Lombok akan memakan biaya lebih tinggi dan perjalanan akan memakan waktu yang lebih lama, kata juru bicara keamanan pantai Komandan Armando Balilo.

Petugas mencatat 12 pembajakan atau penculikan selama enam bulan ini, selain sejumlah upaya gagal yang mereka lakukan.

"Ini belum seperti di Somalia, tapi jika situasi meningkat menjadi kawasan pembajakan sepenuhnya, mereka akan menghindari rute tersebut. Mereka akan menggunakan rute lain dan biaya pengapalan akan meningkat," kata Balilo.




Credit  CNN Indonesia





ISIS Klaim Serangan Rudal dari Mesir ke Israel



 
ISIS Klaim Serangan Rudal dari Mesir ke Israel  
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
 
Jakarta, CB -- Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal yang diluncurkan dari Mesir ke kota Eilat, Israel, pada Rabu (8/2).

Surat kabar Jerusalem Post melaporkan, ISIS mengklaim menembakkan enam rudal. Namun, hanya empat rudal yang sampai ke wilayah Israel, tiga di antaranya berhasil diintersepsi otoritas.

Setelah serangan rudal tersebut, otoritas setempat langsung memperketat keamanan, meskipun suasana sudah kembali normal pada Kamis (9/2).


Diberitakan Sputnik, kota Eilat memang kerap menjadi target serangan dari Mesir, di mana berbagai kelompok militan bersarang.

Ini bukan kali pertama ISIS meluncurkan rudal ke arah Israel. Tahun lalu, ISIS menembakkan tiga rudal ke Israel sebagai aksi balas dendam karena Tel Aviv mendukung pemerintahan Mesir.

Pelontaran rudal ini terjadi hanya beberapa jam setelah Israel melaporkan adanya mortar yang mencapai wilayah Dataran Tinggi Golan akibat perang di Suriah.

Merembetnya serangan rudal dari Suriah ke Israel ini memang sering terjadi. Biasanya, Israel akan merespons dengan menyerang posisi Tentara Suriah.



Credit  CNN Indonesia


China ambil sidik jari wisatawan asing untuk alasan keamanan


 
China ambil sidik jari wisatawan asing untuk alasan keamanan
Ilustrasi (ANTARA News/istimewa)
 
Beijing (CB) - China mulai mengambil sidik jari semua wisatawan asing sebagai langkah pengamanan di wilayah perbatasannya, demikian Kementerian Keamanan Publik setempat di Beijing, Kamis.

Pengambilan sidik jari itu akan diperkenalkan di Bandar Udara Shenzhen di wilayah selatan China mulai Jumat (10/2) dan kemudian secara bertahap diterapkan di titik masuk lain di negara itu, demikian pernyataan kementerian tersebut.

Para pemegang paspor yang berusia 14 hingga 70 tahun akan memberikan sidik jari, demikian pihak kementerian tanpa menyebutkan apakah data biometrik lainnya juga akan diminta kepada para pengunjung asing itu.

Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa regulasi itu untuk memperketat pengawasan imigrasi dan meningkatkan efisiensi.

Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, dan Kamboja di antara beberapa negara yang telah memberlakukan rekam sidik jari saat pemeriksaan imigrasi perbatasan.

Pada saat sejumlah pos perbatasan di China pada umumnya tidak melakukan pemeriksaan formal secara ketat, sebagian besar wisatawan memerlukukan visa masuk, meskipun beberapa kota memiliki kesepakatan bebas visa bagi wisatawan selama beberapa hari sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.



Credit  antaranews.com





Lewat sepucuk surat Trump cairkan hubungan dengan China


 
Lewat sepucuk surat Trump cairkan hubungan dengan China
Presiden Donald Trump (kiri) dan Presiden Xi Jinping. (Reuters)
 
Beijing/Washington (CB) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencairkan hubungan dengan Presiden China Xi Jinping lewat sebuah surat yang mengungkapkan hasratnya memajukan hubungan dengan Xi, kendati kedua pemimpin tak pernah berbicara langsung sejak Trump berkuasa.

Surat itu berisi terima kasih untuk Xi atas ucapan selamatnya saat pelantikan Trump dan doa kepada rakyat China agar semakin makmur pada Tahun Baru China, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, Rabu.

"Presiden Trump menegaskan bahwa menantikan bekerja bersama dengan Presiden Xi untuk membangun hubungan yang konstruktif yang menguntungkan baik Amerika Serikat maupun China," kata Gedung Putih.

Hari ini China menggarisbawahi kesangatpentingan hubungan AS-China.

"Kami sangat mengapresiasi ucapan selamat hari raya Presiden Trump kepada Presiden Xi Jinping dan rakyat China," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang dalam briefing wartawan.

Ketika ditanya apakah surat itu sebagai penghinaan karena Trump malah telah berbicara langsung kepada banyak pemimpin dunia sebagai presiden, sedangkan kepada Xi hanya lewat sebuah surat, Lu berkata, "Kalimat semacam itu tak berarti apa-apa."

Dia menegaskan kembali bahwa China dan AS telah membangun komunikasi yang rekat sejak Trump berkuasa dan kerja sama itu adalah satu-satunya pilihan yang benar.

"China bertekad untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dengan menghormati prinsip non konfrontasi, saling menghormati, dan saling menguntungkan dalam rangka mempromosikan kerja sama, pengendalian sengketa, dan pada fondasi yang sehat dan stabil, mempromosikan pengembangan lebih maju hubungan China-AS," kata Lu.

Trump dan Xi belum pernah berbicara langsung sejak Trump berkuasa 20 Januari lalu, kendati mereka segera berbicara setelah Trump memenangkan Pemilu Presiden AS pada November.

Sumber-sumber diplomatik di Beijing mengatakan China kecewa karena Xi tak pernah ditelepon Trump karena sang presiden baru malah menelepon Presiden Taiwan. Xi merasa dipermalukan karena tidak mendapat hubungan langsung dengan Trump justru ketika diketahui Trump menelepon Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, demikian Reuters.


Credit  antaranews.com




Giliran Rumania diusik Rusia, disebut ancaman nyata


 
Giliran Rumania diusik Rusia, disebut ancaman nyata
Tentara NATO dari Jerman. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
 
Moskow (CB) - Rusia memalingkan perhatian agak ke tenggara dengan menyebut Rumania sebagai pos terdepan NATO dan ancaman nyata karena menjadi markas elemen-elemen tameng anti-rudal Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan kantor berita Interfax mengutip kementerian luar negeri Rusia.

Militer AS yang menyebut tameng itu diperlukan guna melindungi diri dari serangan Iran, menegaskan bahwa  tameng itu tidak untuk mengancam Rusia. Militer AS memasang dua tameng rudal seharga 800 juta dolar AS itu di dua negara, masing-masing Rumania dan Polandia.

"Pendirian Rumania dan pendirian pemimpinnya yang telah mengubah negaranya menjadi pos terdepan, adalah jelas mengancam kita," kata Alexander Botsan-Kharchenko, pejabat senior kementerian pertahanan Rusia dalam wawancara dengan Interfax.

"Semua keputusan ini tujuan pertamanya adalah ditujukan untuk melawan Rusia," kata dia seraya menuduh pemerintah Rumania menebarkan retorika anti-Rusia.

Komentar Rusia ini keluar setelah NATO menggelarkan ribuan tentara dan senjata berat di Polandia, negara-negara Baltik dan Eropa tenggara yang merupakan penggelaran kekuatan militer terbesar sejak Perang Dingin.

Para pejabat AS dan NATO pemindahan wahana dan pasukan militer ke negara-negara itu adalah demi memberi keamanan ekstra dan jaminan kembali kepada Eropa setelah aneksasi Rusia pada 2014 ke wilayah Krimea milik Ukraina. Tetapi Rusia menyebut langkah NATO itu sebagai bagian dari strategi agresif di perbatasan-perbatasannya, demikian Reuters.


Credit  antaranews.com





Jet Israel tembak posisi militer Suriah di Qunaitera


Jet Israel tembak posisi militer Suriah di Qunaitera
Pemandangan menunjukkan bus-bus yang terbakar ketika sedang dalam perjalanan untuk mengevakuasi orang sakit dan terluka dari desa-desa Suriah yang terkepung, al-Fuaa dan Kefraya, setelah bus-bus itu diserang dan dibakar di Provinsi Idlib, Suriah, dalam foto yang disediakan oleh kantor berita SANA, Minggu (18/12/2016). (SANA/Handout via REUTERS/cfo/16)
 
Damaskus (CB) - Satu jet tempur Israel menembakkan roket ke satu posisi militer Suriah di Provinsi Qunaitera di bagian selatan Suriah pada Rabu (8/2), tapi tidak merenggut korban, kata harian elektronik pro-pemerintah Al-Watan.

Pesawat tempur tersebut ditujukan ke posisi militer di pinggiran Kota Al-Baath di Qunaitera, kata laporan itu, sebagaimana dikutip Xinhua.

Sementara itu, stasiun televisi pan-Arab Al-Mayadeen mengatakan jet tempur Israel menembakkan roket dari dalam wilayah udara Dataran Tinggi Golan --yang diduduki Israel.

Laporan tersebut mengatakan lokasi yang dijadikan sasaran serangan menghadap ke satu lokasi yang dikuasai Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida, di Qunaitera.

Media Israel melaporkan serangan roket Israel itu dilakukan sebagai reaksi atas serangan mortir yang mendarat di pinggir utara Dataran Tinggi Golan.

Israel telah berulangkali menyerang posisi militer di Suriah, sebagian berada di Ibu Kota Suriah, Damaskus.

Pada Januari, tembakan roket Israel ditujukan ke gudang senjata di Pangkalan Udara Mazzeh di sebelah barat Damaskus, dan mengakibatkan kebakaran besar.

Pemerintah Suriah telah berkali-kali menuduh Israel mendukung gerilyawan garis keras di Suriah, terutama mereka yang beroperasi di Qunaitera di dekat Dataran Tinggi Golan.



Credit  antaranews.com





Donald Trump mengantarkan dirinya sendiri kepada pemakzulan

 
Donald Trump mengantarkan dirinya sendiri kepada pemakzulan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil sumpah jabatan dengan istrinya Melania dan anak lelakinya Barron disampingnya, dalam pelantikannya di U.S. Capitol di Washington, Amerika Serikat, Jumat (20/1/2017). (REUTERS/Kevin Lamarque )
Kita tak bisa terus mempunyai presiden yang bertindak dalam pola seperti ini. Itu membahayakan Amerika Serikat
Jakarta (CB) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mengantarkan dirinya sendiri ke arah pemakzulan (impeachment), kata politisi senior Partai Demokrat yang juga anggota Kongres, Maxine Waters, seperti dilaporkan The Independent.

Via Twitter, Waters mencuit bahwa hasrat terbesar dia adalah mengantarkan Presiden Trump ke pemakzulan.

Waters berkilah, bukan dia yang menyerukan pemakzulan, tetapi ulah, sikap dan kebijakan Trumplah yang mengarahkan sang presiden kepada pemakzulan.

"Saya hanya ingin mengatakan pernyataan yang telah saya sampaikan itu adalah pernyataan tanggapan atas berbagai pertanyaan dan keinginan banyak warga negara di seluruh penjuru negeri ini," kata dia dalam sebuah jumpa pers. "Apalah kami ini."

Waters merujuk larangan masuk warga tujuh negara muslim dan retorika Trump seputar muslim yang membuatnya menyimpulkan akan ada pemakzulan terhadap Trump.

"Saya kira dia tengah mengantarkan dirinya sendiri ke posisi semacam itu di mana orang-orang akan bertanya, 'apalah kami ini?' dan jawabannya adalah 'Akhirnya kita mendapatkan sesuatu untuk dia'," sambung Waters.

"Kita tak bisa terus mempunyai presiden yang bertindak dalam pola seperti ini. Itu membahayakan Amerika Serikat."

Kepada CNN, Waters menyatakan Trump telah menciptakan kekacauan dan keterpecahbelahan. "Kita harus lebih banyak mengetahui dia dan beberapa yang diketahui itu saya kira akan mengantarkan kepada kemungkinan pemakzulan."

Gedung Putih kemudian menyerang pernyataan Waters ini dengan menyebutnya contoh retorika ekstrem dari partai yang sama sekali sudah kehilangan pijakan.



Credit  antaranews.com