Pesawat tempur Su-30MKI andalan Angkatan Udara India, IAF. Foto/Istimewa
NEW DELHI
- Pemerintah India akan membangun sekitar 110 blast pen (tempat
perlindungan) jet tempur Angkatan Udara India, IAF, generasi berikutnya
yang dilindungi dekat perbatasan Pakistan dan China. Tempat perlindungan
itu akan digunakan untuk melindungi jet-jet tempur dari kehancuran
akibat pemboman dan serangan rudal di pangkalan-pangkalan udara.
Kantor
berita India, ANI melaporkan, mayoritas tempat perlindungan akan
menampung jet tempur Sukhoi buatan Rusia yang merupakan andalan IAF.
"Pemerintah
pusat telah menyelesaikan sebuah proyek untuk pembangunan sekitar 110
tempat penampungan yang keras yang juga dikenal sebagai blast pen yang
melindungi pesawat-pesawat tempur dari rudal musuh atau serangan bom,"
kutip Sputnik dari ANI yang menyitir sumber-sumber pemerintah, Rabu (13/3/2019).
Menurut
ANI, tempat perlindungan generasi berikutnya jet-jet tempur IAF akan
dibangun secara bertahap di pangkalan udara yang dekat dengan perbatasan
dengan China dan Pakistan.
Saat ini, IAF menyimpan Su-30MKI dan
jet tempur lainnya di "lini belakang" selama operasi di dekat perbatasan
Pakistan karena kurangnya tempat perlindungan. Karena kelemahan ini,
IAF harus menerbangkan jet MiG-21 saat menanggapi serangan Angkatan
Udara Pakistan pada 27 Februari karena jet tempur Sukhoi tidak siap
untuk digunakan.
Sebelumnya, selama perang dengan Pakistan pada
tahun 1965, IAF telah kehilangan beberapa jet tempurnya karena mereka
tanpa tempat perlindungan, tambah laporan itu.
PM Pakistan, Imran Khan (kiri) dan PM India, Narendra Modi
(kanan), bertemu di rumah Modi pada 2015 sebelum Khan menjabat sebagai
Perdana Menteri. Dailynews
CB, Beijing – Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, menyebut Pakistan sebagai saudara yang kokoh atau ‘Iron Brother’ dan memintanya bekerja sama dengan India menurunkan eskalasi ketegangan.
“Cina
memainkan peran vital dalam meredakan konflik antara Islamabad dan New
Delhi, keduanya perlu bertemu untuk mendeeskalasi krisis,” kata Wang
saat jumpa pers di sela-sela Kongres Nasional Rakyat ke – 13 seperti
dilansir Sputnik News dan Samaa Tv pada Selasa, 12 Maret 2019.
Wang
mengatakan Cina berharap Pakistan dan India mau memulai dialog untuk
menyelesaikan perbedaan pendapat dan menciptakan kerja sama lebih baik
untuk masa depan.
“Cina berharap Pakistan dan India mau menggunakan krisis ini sebagai
kesempatan untuk saling bertemu. Kami menyarankan kedua negara untuk
segera membalik lembaran ini dan membangun hubungan fundamental jangka
panjang yang lebih baik,” kata Wang.
Wang juga menegaskan naga Cina dan gajah India tidak bakal bertempur karena keduanya bakal saling berdansa.
Komentar
Wang ini muncul beberapa hari setelah Wakil Menlu Cina, Kong Xuanyou,
mengunjungi Islamabad pada 6 Maret 2019. Kong menyatakan dukungan
Beijing kepada Paksitan untuk membangun perdamaian dan stabilitas di
wilayah ini. Beijing juga mengakui upaya Pakistan dalam menangani aksi
terorisme.
“Cina memperhatikan situasi saat ini antara Pakistan
dan India, dan mengapresiasi sikap Pakistan yang tenang dan
mengendalikan diri sejak awal, serta berupaya menurunkan temperatur
dengan India lewat dialog,” kata Kong saat mengunjungi Islamabad.
Cina
merupakan sekutu dekat Pakistan lewat investasi puluhan triliun dengan
membangun Koridor Ekonomi Cina dan Pakistan. Ini merupakan proyek
infrastruktur yang menghubungkan antara Provinsi Xinjiang dan Pelabuhan
Laut Arab di Kota Gwadar di Provinsi Balochistan.
Seperti dilansir Reuters,
hubungan Pakistan dan India sempat memanas pada Februari 2019 menyusul
terjadinya serangan bom terhadap pasukan paramliter India di Kashmir,
yang menewaskan sekitar 40 orang. India membalas dengan menyerang lokasi
yang disebutnya sebagai kamp pelatihan milisi Jaish-e-Mohammed di
perbukitan Kota Balakot, Pakistan.
Pakistan
membalas dengan menyerang target non-militer di wilayah Kashmir, yang
dikuasai India. Angkatan Udara Pakistan menyebut menembak dua jet tempur
MiG-21 Bison milik India, yang menyebabkan satu jet tempur jatuh di
wilayah Kashmir yang dikontrol Pakistan. Satu pilot ditahan dan telah
dikembalikan sebagai gestur perdamaian.
Parade militer Pakistan.[REUTERS / Faisal Mahmood]
CB, Jakarta - Militer memiliki peran penting dalam pengembangan salah satu cadangan tembaga dan emas terbesar Pakistan yang belum dimanfaatkan, dan saat ini mandek oleh perselisihan multi-miliar dolar dengan perusahaan pertambangan asing.
Tambang
emas dan tembaga Reko Diq menjadi ujian Perdana Menteri Imran Khan
untuk menarik investasi asing ke Pakistan karena untuk mencegah krisis
ekonomi yang memaksanya meminjam dana ke IMF.
Sepuluh pejabat
pemerintah provinsi dan federal yang masih menjabat dan yang sudah
purnabakti, serta sumber pertambangan yang akrab dengan proyek di
wilayah Baluchistan mengatakan, militer telah menjadi suara paling
penting tentang masa depan Reko Diq, yang dipandang sebagai aset
nasional yang strategis, seperti dikutip dari Reuters, 12 Maret 2019.
Militer tidak hanya akan berada dalam posisi untuk memutuskan
investor mana yang mengembangkan tambang, tetapi sebuah perusahaan
teknik yang dikontrol tentara, Frontier Works Organization (FWO),
memposisikan dirinya untuk menjadi anggota konsorsium yang terlibat,
kata sumber.
"(tambang) ini telah diambil alih oleh GHQ," kata
seorang pejabat senior pemerintah Baluchistan, merujuk pada Markas Besar
Jenderal Angkatan Darat Pakistan di kota garnisun Rawalpindi.
"(Militer)
hanya dapat berpartisipasi dalam rencana pengembangan pemerintah Reko
Diq, sesuai dengan persyaratan nasional," kata kantor juru bicara
militer menanggapi laporan ini.
Tetapi
pihaknya mengakui bahwa FWO, yang terkenal karena membangun jalan
melalui wilayah perbatasan Pakistan yang ekstrem dan tak terjangkau
hukum, telah mengembangkan kemampuan penambangan "substansial" dalam
beberapa tahun terakhir dan akan tertarik untuk mengambil peran dalam
proyek tersebut.
"Jika ada peluang untuk berpartisipasi dalam
mengembangkan Reko Diq, FWO dapat bekerja sama dengan perusahaan pesaing
lainnya (atau) asalkan proyek tersebut layak secara finansial (atau)
sesuai," kata jubir militer.
Reko Diq, aset cadangan emas terbesar Pakistan.[The Express Tribune]
Menteri
Informasi dan Komunikasi Pakistan Fawad Chaudhry mengatakan, otoritas
sipil di provinsi Baluchistan barat daya yang dilanda pemberontakan
bertanggung jawab atas Reko Diq dan, bersama dengan PM Khan, akan
mengambil keputusan. Namun, ia menambahkan bahwa militer dan semua
pemangku kepentingan lainnya jelas merupakan pemain penting.
FWO
mengajukan pertanyaan ke kantor juru bicara militer. Juru bicara Khan
Iftikhar Durrani mengatakan provinsi Baluchistan bertanggung jawab atas
Reko Diq, dan mengajukan pertanyaan kepada pemerintah provinsi dan
kantor juru bicara militer.
Manuver
di belakang proyek ini menunjukkan bagaimana militer, yang secara
historis mendikte keamanan dan kebijakan luar negeri Pakistan,
meningkatkan kekuasaannya atas pemerintah sipil di tingkat federal dan
provinsi untuk mengukir peran yang tumbuh dalam urusan ekonomi negara.Polemik
penguasaan tambang emas Reko Diq, menunjukkan bagaimana militer telah
memerintah negara yang memiliki senjata nuklir selama hampir setengah
sejarah Pakistan dan dianggap memiliki pengaruh besar terhadap pemerintahan Imran Khan yang baru terpilih.
Sinar yang ditembakkan Filin 5P-42, senjata aneh yang dipasang di kapal perang Rusia. Foto/Zvezda/YouTube
ST PETERSBURG
- Filin 5P-42, senjata aneh yang dipasang pada kapal perang Rusia
terekam kamera media untuk pertama kalinya. Senjata itu mengeluarkan
sinar yang menyebabkan pasukan musuh mengalami halusinasi, pusing,
muntah dan bahkan buta untuk sementara.
Media Moskow, Zvezda
yang dikelola Kementerian Pertahanan Rusia, dalam laporannya Senin
(11/3/2019), merekam senjata tersebut ketika diaktifkan dalam sebuah uji
coba di St Petersburg. Dalam video yang telah dirilis kemarin, Filin
5P-42 menunjukkan lampu yang menyala tajam dan berkedi secara
terus-menerus.
Foto/Zvezda/YouTube
Salah
satu dari Filin 5P-42 saat in dipasang di kapal perang Admiral
Gorshkov. Kapal itu terlihat melintasi lepas pantai Inggris minggu lalu.
Angkatan
Laut Kerajaan Inggris dipaksa mengirim kapal perang HMS Defender untuk
menguntit kapal Admiral Gorshkov dan rombongannya. Kapal HMS Defender
melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal Rusia pengawal kapal Admiral
Gorshkov di perairan timur laut Skotlandia.
Filin
5P-42 bukan senjata mematikan. Namun, sinar yang ditembakkan seperti
strobo bisa mengganggu penglihatan dan mencegah serangan pasukan musuh.
Senjata aneh itu sudah menjadi bagian dari isi gudang senjata Rusia yang
mencakup peluru kendali (rudal) Kalibr.
Foto/Zvezda/YouTube
Kementerian
Pertahanan Rusia mengatakan kapal Admiral Gorshkov—namanya diambil dari
Laksamana Angkatan Laut Soviet, Sergey Gorshkov—berlayar dengan kapal
Elbrus, kapal penyelamat Nikolay Chiker dan kapal tanker Kama.
Admiral Gorshkov mulai beroperasi tahun lalu dan diperkirakan akan bergabung dengan armada kapal Rusia di Mediterania.
Sedangkan
HMS Defender, kapal perusak Tipe 45 yang dilengkapi dengan sistem rudal
Sea Viper, dikirim sejak akhir pekan untuk berjaga-jaga ketika kapal
Admiral Gorshkov dan tiga kapal rombongannya melintasi Selat Inggris.
Amerika akan menarik semua staf kedutaan dari Venezuela akhir pekan ini.
CB,
WASHINGTON -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan,
warga Amerika di Venezuela harus lebih mempertimbangkan meninggalkan
negara itu. Pejabat juga berusaha memfasilitasi pengaturan perjalanan
bagi warga AS, yang ingin pergi dari situasi yang semakin berbahaya dan
tidak stabil di Caracas.
"Kami sedang mengejar semua opsi yang memungkinkan untuk mengamankan
opsi perjalanan bagi warga AS," kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar
Negeri, dilansir di USA Today, Rabu (13/3).
Palladino
membuat pernyataan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike
Pompeo mengumumkan Amerika akan menarik semua staf kedutaan AS yang
tersisa dari Venezuela akhir pekan ini. Pompeo mengatakan, kondisi di
Caracas mengerikan dan mengancam keselamatan diplomat Amerika.
Venezuela
telah mengalami pemadaman listrik besar-besaran sejak Kamis pekan lalu.
Kondisi ini memperburuk krisis ekonomi yang sudah tidak stabil dan
kekurangan pangan yang merajalela.
"Keputusan ini
mencerminkan situasi yang memburuk di Venezuela, serta kesimpulan bahwa
kehadiran staf diplomatik AS di kedutaan telah menjadi kendala pada
kebijakan AS," kata Pompeo dalam pernyataan.
Terkait
pernyataan Pompeo, diplomatik Amerika di Venezuela mewakili kendala
kebijakan AS, telah memicu spekulasi baru tentang kemungkinan intervensi
militer AS. Sebuah langkah yang disebutkan Presiden AS, Donald Trump
berulang kali merupakan pilihan yang kemungkinan akan diambil.
Pada
briefing Selasa sore, Utusan Khusus AS untuk Venezuela Elliott Abrams,
tidak mengatakan bagaimana kebijakan AS terhambat dengan memiliki staf
kedutaan di Caracas. Ketika ditanya apakah itu petunjuk aksi militer
Amerika di Venezuela, Abrams menyampaikan, "Tidak ada yang berubah. Kami
terus mengatakan, karena itu benar, semua opsi ada di atas meja".
Abrams
mengungkapkan, Pompeo membuat keputusan menarik staf kedutaan AS yang
tersisa Senin malam, karena kekhawatiran mereka akan kehabisan air dan
bahan bakar sebab generator telah digunakan untuk listrik selama
pemadaman massal.
"Saya tidak percaya kedutaan pada saat
ini terhubung ke sistem air, jadi ada pertanyaan tentang bagaimana Anda
mendapatkan air bersih," kata Abrams.
Ia melanjutkan, jika
kedutaan kehabisan listrik, para diplomat tidak akan lagi dapat
berkomunikasi dengan para pejabat di Washington. Namun, ia tidak bisa
mengungkapkan jumlah diplomat Amerika yang ditempatkan di Venezuela. Dia
mengatakan mereka akan kembali ke Washington pada akhir pekan ini.
Jakarta, CB -- Venezuela memerintahkan diplomat Amerika Serikat untuk angkat kaki dalam waktu 72 jam terhitung mulai Selasa (12/3), setelah Presiden Nicolas Maduro menuding Washington sebagai dalang di balik masalah listrik di negara mereka.
"Kehadiran
para pejabat ini di tanah Venezuela menimbulkan risiko terhadap
perdamaian, persatuan, dan stabilitas negara," ujar Menteri Luar Negeri
Venezuela, Jorge Arreaza, sebagaimana dikutip Reuters.
Kementerian
Luar Negeri AS sendiri sudah mengumumkan akan menarik staf perwakilan
diplomatik mereka dari Venezuela pada pekan ini.
Pernyataan
itu dirilis tak lama setelah Maduro menuding bahwa padam listrik
berkepanjangan di negaranya merupakan salah satu upaya AS untuk
melakukan sabotase.
Sejak Kamis pekan lalu, aliran listrik di sebagian besar wilayah
Venezuela terputus, membuat rakyat kian sengsara di tengah krisis
ekonomi yang mereka alami.
Akibat masalah listrik ini, banyak
moda transportasi mengalami gangguan, sementara belasan pasien meninggal
karena rumah sakit tak punya daya alternatif untuk mengoperasikan
peralatan yang dibutuhkan.
Pemimpin oposisi yang mendeklarasikan
diri sebagai presiden interim Venezuela, Juan Guaido, akhirnya
menyerukan demonstrasi besar-besaran untuk memprotes Maduro karena
membiarkan situasi ini.
Listrik di Venezuela kerap kali padam karena kekurangan investasi pemerintah di bidang infrastruktur.
Pemerintah sering menuding ada upaya sabotase, tapi tak pernah menyebut pihak yang mereka anggap sebagai dalangnya.
Tahun
lalu, Maduro meminta angkatan bersenjata menjaga generator di Guri,
tapi listrik tetap sering padam. Situasi ini dianggap sebagai kemunduran
karena sebelumnya, Guri dianggap sebagai salah satu pembangkit listrik
paling kuat di Amerika Latin.
Guaido
meminta Maduro menepikan urusan politik dan mulai membenahi masalah ini
karena rakyat semakin menderita. Namun, Maduro berkeras bahwa AS yang
patut disalahkan atas kesengsaraan rakyat Venezuela ini.
Selama
ini, AS dan 50 negara lain mendukung Guaido untuk memegang kekuasaan
sementara di Venezuela dan mendesak pemilu yang adil secepatnya.
Desakan ini muncul setelah Maduro dilantik kembali menjadi presiden usai menang dalam pemilihan umum yang dianggap tidak sah.
Mayoritas
rakyat dilaporkan sudah tak mempercayai Maduro untuk memimpin bangsa
karena selama ini, ia tak berhasil membangkitkan perekonomian, malah
menimbulkan hiperinflasi.
Menteri
Luar Negeri UE, Frederica Mogherini mengatakan solusi untuk krisis di
Venezuela harus bersifat politis, serta damai dan demokratis.
Foto/Istimewa
BRUSSELS
- Uni Eropa (UE) menuturkan, mereka mengesampingkan kemungkinan untuk
melakukan intervensi terhadap Venezuela. UE menyebut intervensi militer
bukan opsi untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan dan politik di
Venezuela.
Menteri Luar Negeri UE, Frederica Mogherini mengatakan
bahwa sementara ketegangan telah meningkat secara dramatis di
Venezuela, solusi untuk krisis harus bersifat politis, serta damai dan
demokratis.
"Tidak ada intervensi militer dari dalam atau luar
negeri yang dapat diterima bagi kami. Dan solusi tidak dapat, dan tidak
boleh, dipaksakan dari luar," ucap Mogherini, seperti dilansir Anadolu
Agency pada Rabu (13/3).
Mayoritas
negara UE, bersama dengan Amerika Serikat (AS), dan lusinan negara
lainnya telah mengakui presiden Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido
sebagai pemimpin sah negara itu setelah ia menyatakan dirinya sebagai
presiden sementara pada 23 Januari.
Namun Presiden Venezuela,
Nicolas Maduro dengan gigih menolak seruan dari Guaido dan para
pendukungnya untuk menyerahkan kekuasaan, bersikeras dia adalah korban
dari kudeta yang diatur oleh AS.
AS sendiri telah memimpin
kampanye internasional untuk menerapkan tekanan ekonomi dan diplomatik
pada Maduro, termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan minyak milik
negara negara itu, Petroleos De Venezuela S.A., atau PDVSA, dan sejumlah
pejabat pemerintah Venezuela yang tetap setia pada Maduro.
Pompeo
sebut Kuba dan Rusia telah merusak demokrasi di Venezuela, dengan tidak
mengakui Guaido sebagai Presiden sementara Venezuela dan terus
mendukung Maduro. Foto/Reuters
WASHINGTON
- Menteri Luar Negeri Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, Kuba dan
Rusia telah merusak demokrasi di Venezuela. Dia menuturkan, bukan AS
yang tidak mengakui Juan Guaido sebagai Presiden sementara Venezuela,
tapi Kuba dan Rusia.
Pompeo mengklaim bahwa Kuba adalah kekuatan
imperialis sejati di Amerika Selatan, dan bahwa negara kepulauan itu
telah melatih polisi rahasia Venezuela dalam taktik penyiksaan, di
antara disiplin ilmu lainnya. Lebih jauh, lanjut Pompeo, pasukan
keamanan Kuba telah menggusur posisi pasukan keamanan Venezuela.
"Saya
bahkan mendengar bahwa Maduro tidak memiliki orang Venezuela di
sekitarnya," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir
Sputnik pada Selasa (12/3).
Dia
juga menyalahkan kesengsaraan ekonomi Venezuela disebabkan oleh Kuba
"Ketika tidak ada listrik, terima kasih keajaiban modern listrik Kuba,
ketika tidak ada makanan, terima kasih tuan komunis Kuba," ucapnya.
Dirinya
kemudian menyalahkan krisis Venezuela terhadap Rusia, dengan mengatakan
bahwa Moskow karena alasannya sendiri, mendistorsi harapan sah rakyat
Venezuela atas demokrasi. "Moskow terus mengakui presiden terpilih
Venezuela, bukan Guaido," ungkapnya.
Menurut
Pompeo, Moskow menggunakan media-medianya sebagai sarana untuk
mengalihkan perhatian orang dari krisis yang sedang dihadapi, dan bahwa,
Kremlin berdiri bersama kroni-kroninya di Venezuela dalam upaya untuk
melemahkan kehendak rakyat Venezuela.
"Rusia terus membeli minyak
dari Venezuela dan memperdagangkan emas dengan negara mirip dengan
bertindak sebagai "ATM pribadi" untuk oligarki, dan bahwa Moskow
memberikan "bantuan dan kenyamanan" kepada pemerintah Maduro," tukasnya.
Agen intelijen pasukan khusus Irak memeriksa identitas pria
ketika mencari anggota ISIS di Mosul, Irak pada 27 November. [Goran
Tomasevic / Reuters]
CB, Jakarta - Salah seorang dari 14 eks militan asing ISIS asal Prancis mengaku pernah menjadi tentara di kesatuan militer Prancis.
Pengadilan Tinggi Irak merilis rekaman pengakuan 14 eks militan ISIS yang ditahan di Suriah dan dikirim ke Irak.
Salah
seorang pria berusia 37 tahun mengaku dia adalah keturunan Tunisia, dan
pernah bertugas di kesatuan militer Prancis dan tinggal di Toulouse,
Prancis selatan.
"Saya lahir di Prancis dan tamat sekolah di sana. Saya bergabung
dengan angkatan darat Prancis pada 2000 selama sepuluh tahun, kemudian
saya ditugaskan ke Afganistan pada 2009 sebagai tentara Prancis di
sana," katanya, seperti dikutip dari Kurdistan24, 12 Maret 2019.
"Ketika
saya kembali ke Prancis dan kontrak saya di angkatan darat Prancis
berakhir, saya bekerja sebagai sopir untuk perusahaan minyak sampai
menikah dengan perempuan Prancis," katanya. "Alasan saya bergabung ke
ISIS karena keinginan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan
tertarik kepada kelompok ini setelah mencari tentang mereka di media
sosial hingga situsnya."
Beberapa anggota ISIS Prancis yang ditahan dan dipindahkan dari Suriah ke Irak.[Supreme Judicial Council of Iraq/Kurdistan24]
Kemudian
dia pindah ke Belgia dan bertemu teman yang bertugas merekrut anggota
untuk kelompok militan. Dari Belgia, dia pindah ke Maroko bersama
temannya. Dia menikah lagi dengan seorang perempuan yang dikenal di
media sosial, dan juga ingin tinggal di Suriah yang dikuasai ISIS.
"Saya
masuk Aleppo Suriah secara ilegal lewat Turki dan menyelesaikan latihan
militer dan keagamaan di sana. Kemudian saya ke Mosul di Irak untuk
bersumpah setia kepada salah satu pemimpin ISIS yang saat itu mengenakan
penutup wajah," katanya.
Dia
mengatakan banyak pemimpin ISIS yang takut menunjukkan wajah mereka
kepada milisi asing karena takut mereka adalah mata-mata intelijen
asing.Dewan Kehakiman Irak telah mengkonfirmasi pengakuan dari 14 terdakwa ISIS asal Prancis, dan mereka semua menikah di Suriah dan memiliki anak.
Beberapa anggota ISIS Prancis yang ditahan dan dipindahkan dari Suriah ke Irak.[Supreme Judicial Council of Iraq/Kurdistan24]
CB, Jakarta - Pengadilan tinggi Irak mengungkapkan pengakuan 14 mantan militan asing ISIS asal Prancis yang ditangkap dan dikirim dari Suriah ke Irak.
Pengakuan
eks militan itu direkam di ruang pengadilan Karkh di Baghdad, yang
digunakan untuk mengadili kasus terorisme, seperti dikutip dari laporan
Kurdistan24, 12 Maret 2019.
"Salah satu dari mereka adalah mantan tentara Prancis, yang bertugas di Afganistan pada 2009," kata dewan pengadilan.
Para militan terdiri dari keturunan asli Prancis dan sebagian
keturunan Arab berkebangsaan Prancis. Mereka menerima pelatihan militer
dan doktrin agama sebelum bergabung ke ISIS. Para militan mengaku
bergabung dengan kelompok faksi militan lain sebelum bergabung ke ISIS.
Agen
intelijen pasukan khusus Irak memeriksa identitas pria ketika mencari
anggota ISIS di Mosul, Irak pada 27 November. [Goran Tomasevic /
Reuters]
Salah satu terdakwa mengaku sebelum ke Suriah
untuk bertempur, dia bekerja sebagai sopir truk di perusahaan pembersih
di Prancis. Dia tinggal di kota Figeac sebelum ke Mesir untuk studi
Bahasa Arab sampai 2013.
"Saya
bertemu seorang teman di sana, ketika belajar di Kairo, Mesir, dan dia
berencana untuk pergi ke Suriah untuk berperang. Dia mulai membujuk saya
untuk ikut bertempur dengan menunjukkan aksi mereka di sana." kata
salah seorang eks militan berusia 33 tahun.
"Saya
pergi dari Mesir ke Prancis untuk beberapa lama, bertemu keluarga:
ayah, ibu, istri, adik, yang kemudian semuanya ikut ISIS. Dari Paris
saya ke Istanbul lalu masuk ke Suriah ilegal," lanjutnya.Pria itu
mengaku bergabung dengan Front Al-Nusra pada 2013. Dia bertugas sebagai
penerjemah dan pengajar Bahasa Arab untuk militan asing.
Pria Prancis itu kemudian bergabung ISIS setelah mendeklarasikan "kekhalifahan" pada 2011 dan ikut pelatihan militer di Homs sampai 2015.
Presiden
Iran, Hassan Rouhani mengatakan Amerika Serikat (AS) sekarang
memindahkan teroris dari Timur Tengah ke Afghanistan, Asia Tengah, dan
Kaukasus. Foto/Istimewa
BAGHDAD
- Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, perang melawan terorisme
belum berakhir, meskipun kelompok ISIS telah runtuh di Irak dan Suriah.
Dia menyebut, Amerika Serikat (AS) sekarang memindahkan teroris dari
Timur Tengah ke Afghanistan, Asia Tengah, dan Kaukasus.
Dalam
sebuah pertemuan dengan para elit Irak di Baghdad, Rouhani mengatakan AS
telah membawa ISIS dan teroris lainnya ke wilayah itu dalam upaya untuk
menabur perselisihan di antara negara-negara, bangsa, suku dan agama
mereka sehingga mereka dapat membenarkan kehadiran tidak sah mereka di
wilayah tersebut.
AS, lanjut Rouhani kemudian menawarkan gambaran
kekerasan tentang Islam dan akhirnya menggambarkan diri mereka sebagai
"penyelamat". Namun, ia mengatakan, Irak dan Suriah, dibantu oleh negara
sekutu di kawasan, menggagalkan plot-plot yang ditetaskan oleh kekuatan
imperialis.
"Muslim
di wilayah tersebut berhasil membuat dunia tahu bahwa para teroris
bukanlah Muslim sejati, dan bahwa Islam adalah agama keadilan, rahmat
dan hidup berdampingan secara damai di antara semua etnis dan agama yang
bertentangan dengan semua propaganda Islamofobia," kata Rouhani,
seperti dilansir PressTV pada Selasa (12/3).
Negara-negara
regional, katanya, menunjukkan kepada dunia bahwa arogansi global, itu
sendiri, adalah sponsor utama para teroris. "Jelas di mana mereka
(teroris) menerima dukungan keuangan dan militer dan bagaimana dan di
pasar mana mereka menjual artefak yang dijarah," ucapnya.
"Kami
tidak mengizinkan kekuatan imperialis untuk menampilkan diri sebagai
penyelamat kawasan dan sekarang semua orang tahu bahwa kekuatan Barat
tidak memiliki peran dalam penghancuran teroris di kawasan itu," sambung
Rouhani.
Rouhani
menuturkan, pada faktanya bangsa dan tentara Irak serta dengan dorongan
dari fatwa para ulama adalah yang sukses mengalahkan teroris. Namun,
dia memperingatkan, bagaimanapun, bahwa masalah terorisme masih harus
diselesaikan.
"Teroris mungkin masih menciptakan masalah bagi
orang-orang di wilayah ini dengan cara yang berbeda karena orang Amerika
memiliki mimpi lain untuk wilayah tersebut dan mentransfer teroris ke
Afghanistan, Asia Tengah dan Kaukasus," tukasnya.
Pengunjuk Palestina bentrok dengan pasukan pendudukan Israel di Hebron, Palestina Sabtu (10/10). (REUTERS/Mussa Qawasma)
Tentara Israel membunuh lebih dari 260 orang Palestina sejak 2015.
CB,
YERUSALEM -- Dua warga Palestina tewas di Tepi Barat oleh tembakan
pasukan Israel. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dua orang itu
tewas dalam insiden yang berbeda.
Dilansir dari Voice of America, Rabu(13/3), militer Israel
mengatakan tentara mereka menembak dan membunuh seorang laki-laki
berusia 37 tahun yang berlari ke arah mereka dengan pisau dapur. Mereka
mengatakan laki-laki itu mencoba melakukan serangan ke pos militer di
Hebron.
Ayah dari laki-laki tersebut, Fawzi Sheaki
membantah putranya Yasser mencoba menusuk seseorang. Sheaki mengatakan
Yasser melakukan pekerjaan di pengadilan Islam di Hebron.
Di
waktu yang lain pejabat kesehatan Palestina mengatakan seorang
laki-laki 23 tahun yang diidentifikasi sebagai Mohammed Shahin terbunuh
saat bentrok dengan pasukan Israel. Ia melempari pasukan Israel dengan
batu di desa Tepi Barat di Salfit.
Militer Israel menolak
berkomentar tentang dua insiden ini. Sejak 2015, warga Palestina telah
membunuh lebih dari 50 orang Israel dengan penusukan, penembakan. dan
serudukan mobil. Sementara tentara Israel telah membunuh lebih dari 260
orang Palestina di periode yang sama.
Israel mengatakan
sebagian besar orang Palestina terbunuh saat melakukan penyerangan. Tapi
bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi juga kerap berbuah kematian.
Muslim Palestina sembahyang di dalam
Golden Gate (Gerbang Emas) dekat Masjid Al Aqsa di kota tua Yerusalem,
Kamis (7/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad/wsj.
Al-Quds (CB) - Pasukan Israel menutup gerbang yang menjadi
tempat bentrokan di Masjid Al-Aqsha di Al-Quds (Jerusalem) Timur di
tengah bentrokan dengan warga Palestina, kata seorang pejabat Palestina
pada Selasa.
"Puluhan prajurit Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha dan menyerang
sejumlah tokoh agama," kata Firas Ad-Dibbs, Juru Bicara Departemen
Waqaf Islam Al-Quds, organisasi yang dikelola oleh Jordania dan
bertanggung-jawab untuk mengawasi tempat suci Islam, di dalam satu
pernyataan.
Ia mengatakan Direktur Masjid Al-Aqsha Omar Kiswani dan Sheikh Wasef
Al-Bakri, Penjabat Hakim Tertinggi Pengadilan Agama Islam di Al-Quds,
termasuk di antara orang yang diserang oleh polisi Israel.
Ia menyatakan pasukan Israel menyerang dengan menggunakan pentungan
puluhan orang Muslim yang sedang beribadah di dekat Masjid Kubbah
Ash-Shakhrah (Dome of the Rock) di kompleks tersebut, demikian laporan
Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa
malam.
"Lima orang Palestina ditangkap dan ditahan untuk diinterogasi," kata Ad-Dibs.
Tak ada laporan dari Pemerintah Israel mengenai laporan itu.
Ketegangan telah meningkat di Al-Quds sejak Februari, ketika polisi
Israel sempat menutup Bab Ar-Rahmah di Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang
terletak berdampingan dengan tempat suci umat Yahudi, Tembok Barat
(Bouraq/Tembok Ratapan), di Kota Tua Al-Quds, sehingga menyulut
kemarahan demonstran Palestina.
Dalam beberapa pekan, Pemerintah Israel telah melarang sejumlah orang
Palestina --termasuk tokoh agama-- memasuki Kompleks Masjid Al-Aqsha,
tempat suci ketiga umat Muslim setelah Mekkah dan Madinah.
Israel menduduki Al-Quds Timur, tempat Al-Aqsha berada, selama Perang
Arab-Israel 1967. Israel kemudian mencaplok seluruh kota itu pada 1980,
dalam tindakan yang tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Sebut Israel tanah air Yahudi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuai kecaman. Foto/Istimewa
ABU DHABI
- Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan pernyataan
terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap minorita Arab
di negara itu sangat menjijikan, bahkan ketika yang bersangkutan
membanggakan hubungan Israel dengan negara-negara Teluk.
Lewat
akun Twitternya, Anwar Gargash mengatakan pernyataan Netanyahu bahwa
Israel bukan negara untuk semua warganya dan merupakan tanah air
orang-orang Yahudi saja memberikan pembenaran yang dicari oleh para
ekstremis dan merusak upaya perdamaian, seperti disitir dari ABC News.go.com, Rabu (13/3/2019).
Netanyahu,
yang menghadapi persaingan ketat untuk pemilihan umum, telah
menggunakan slogan kampanye yang membenci para legislator dan pemilih
Arab untuk menggalang basis nasionalisnya. Lawan-lawan politiknya
menuduh ia telah menghasut.
Komentar
Netanyahu di Instagram tersebut sejatinya merujuk pada undang-undang
yang sangat kontroversial yang disahkan tahun lalu yang menyatakan
Israel sebagai negara bagi bangsa Yahudi.
"Israel bukan negara
dari semua warganya," tulis Netanyahu. Komentar itu sekaligus sebagai
jawaban atas kritik dari aktor Israel, Rotem Sela.
Pada upacara
peringatan di Yerusalem, Netanyahu menyebut telah tumbuh benih-benih
aliansi dengan dunia Arab di belakang layar. Dia mengatakan "normalisasi
yang dipercepat" Israel di antara negara-negara Arab memajukan
perdamaian.
Turki
mengecam apa yang mereka sebut rasisme secara terbuka oleh Netanyahu,
setelah ia menyebut Israel negara-bangsa orang Yahudi saja, tidak semua
warganya. Foto/Reuters
ANKARA
- Turki mengecam apa yang mereka sebut rasisme secara terbuka oleh
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, setelah ia menyebut Israel
negara-bangsa orang-orang Yahudi saja, tidak semua warganya.
"Saya
mengutuk keras rasisme dan diskriminasi yang mencolok ini. 1,6 juta
orang Arab / Muslim tinggal di Israel. Akankah pemerintah Barat bereaksi
atau tetap diam di bawah tekanan lagi?" tanya juru bicara pemerintah
Turki, Ibrahim Kalin seperti dilansir Arab News pada Selasa (12/3).
Seperti
dietahui, pernyataan itu disampaikan Netanyahu di akun Instagramnya.
Dia sejatinya merujuk pada undang-undang yang sangat kontroversial yang
disahkan tahun lalu yang menyatakan Israel sebagai negara bagi bangsa
Yahudi.
"Israel
bukan negara dari semua warganya. Menurut hukum kewarganegaraan dasar
yang kami berikan, Israel adalah negara dari bangsa Yahudi, dan hanya
itu" tulis Netanyahu.
Sebelumnya, kecaman juga datang dari aktris sekaligus aktivis Israel, Gal Gadot dan Rotem Sela.
Sela
mengatakan dia berharap ada orang di pemerintahan ini yang akan memberi
tahu publik bahwa ini adalah negara dengan semua warganya, dan semua
orang dilahirkan sederajat. "Orang Arab juga manusia. Dan juga kaum
Druze, kaum gay, dan kaum lesbian dan kaum Kiri," ucapnya.
Sementara
itu, Gadot, melalui akun Istragramnya mengatakan mengasihi sesama
manusia, seperti diri sendiri bukanlah masalah kiri-kanan, Yahudi-Arab,
sekuler atau religius. Dia mengatakan ini adalah masalah dialog, dialog
untuk perdamaian, kesetaraan dan toleransi satu sama lain.
"Tanggung
jawab atas harapan seperti itu adalah pada kita untuk menciptakan masa
depan yang lebih cerah bagi anak-anak kita. Rotem (Sela), saudara saya,
Anda adalah inspirasi bagi kita semua," imbuh dia.
PM Israel Benjamin Netanyahu (REUTERS/Kevin Lamarque)
Al-Quds (CB) - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
dilaporkan mengatakan pada Senin bahwa ia mengizinkan pengiriman uang ke
Jalur Gaza untuk membuat Palestina tetap terpecah.
Harian Israel yang berbahasa Inggris Jerusalem Post, dengan mengutip
sumber dalam satu pertemuan faksi Likud, melaporkan Netanyahu
mempertahankan kebijakannya untuk mengizinkan jutaan dolar AS dari dana
Qatar disalurkan ke Jalur Gaza, sebagai bagian dari strategi yang lebih
luas untuk membuat HAMAS dan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina
terpisah.
Netanyahu, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang
dipantau Antara di Jakarta, Selasa, mengatakan kepada faksinya bahwa
siapa pun yang menentang Negara Palestina mesti mendukung pengiriman
dana ke Jalur Gaza. Sebabnya ialah mempertahankan terpisahnya Tepi Barat
Sungai Jordan --yang dikuasai Pemerintah Otonomi Nasional-- dengan
Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS, membantu menghalangi berdirinya Negara
Palestina, kata Jerusalem Post.
Presiden Rusia Vladimir Putin (ka)
bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Kremlin di Moskow,
Rusia, Selasa (22/1). ANTARA FOTO/Alexander Nemenov/Pool via
REUTERS/cfo/19
Jakarta (CB) - Kremlin, Selasa, mengatakan bahwa pembicaraan
dengan Jepang yang dimaksudkan untuk merampungkan perjanjian damai
Perang Dunia II antara kedua negara sekaligus mengakhiri sengketa
teritorial atas rantai pulau di Pasifik dapat memakan waktu
bertahun-tahun.
Tidak hanya itu, pembicaraan tersebut juga merupakan masalah yang kompleks bagi kedua negara.
Jepang dengan gencar berupaya menyelesaikan sengketa atas empat pulau -
yang dikenal sebagai Teritorial Utara di Jepang dan Kepulauan Kuril
Selatan di Rusia - yang menjadi penghalang bagi Moskow maupun Tokyo
untuk secara resmi mengakhiri permusuhan Perang Dunia II mereka.
Perdana Menteri Shinzo Abe kerap menggelar pembicaraan dengan Presiden
Rusia Vladimir Putin guna mengakhiri sengketa selama puluhan tahun
lamanya. Namun, sejauh ini belum ada terobosan yang dicapai antar kedua
pemimpin tersebut.
Para
penerbang saat menyiapkan sebuah rudal di kompleks rudal Pangkalan
Angkatan Udara F. E. Warren, Amerika Serikat. Foto/Airman 1st Class
Braydon Williams/US Air Force
WASHINGTON
- Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) Amerika Serikat (AS)
akan menerima kenaikan 8,3 persen dari anggarannya saat ini. Peningkatan
pendanaan ini untuk menuruti komitmen pemerintah Presiden Donald Trump
yang ingin memastikan kemampuan senjata nuklir Washington tiada duanya.
NNSA
sedang menyelesaikan produksi rudal nuklir berdaya ledak rendah
terbaru. NNSA, sebuah agen semi-otonom di Departemen Energi yang
memiliki pengawasan terhadap persediaan senjata nuklir Amerika,
membutuhkan USD16,5 miliar dalam anggaran tahun fiskal 2020, atau naik
USD1,3 miliar dari total anggaran tahun fiskal 2019 (FY19)-nya.
Kegiatan
yang terkait dengan senjata nuklir dialokasikan anggaran USD12,4
miliar, yang artinya mengalami peningkatan 11,8 persen dari FY19.
"Permintaan
anggaran Presiden mencerminkan komitmen kuat Administrasi Trump untuk
memastikan bahwa kemampuan nuklir AS tidak ada duanya," kata
Administrator NNSA, Lisa Gordon-Hagerty, dalam sebuah pernyataan,
dikutip Defense News, Selasa (12/3/2019).
"Pendanaan
vital ini akan memungkinkan kami untuk melanjutkan modernisasi
Perusahaan Keamanan Nuklir untuk menghadapi ancaman abad ke-21," lanjut
dia.
NNSA memiliki lima program modernisasi senjata nuklir
besar-besaran yang sedang berlangsung, yakni perpanjangan usia bom
gravitasi B61-12; desain hulu ledak W80-4 untuk senjata jarak jauh
Angkatan Udara; W88 Altertion 370 untuk rudal balistik Trident II; dan
Program Modifikasi W87-1 untuk hulu ledak bagi rudal balistik
antarbenua. Program kelima adalah modifikasi W76-2 yang dianggap yang
paling kontroversial.
Bom
nuklir W76-2 dengan daya ledak rendah pertama kali diperkenalkan oleh
pemerintahan Trump dalam Tinjauan Postur Nuklir awal 2018. Pada bulan
Januari lalu, NNSA mengumumkan produksi bom tersebut telah dimulai pada
unit pertama. W76-2 akan diluncurkan oleh kapal selam.
Kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaule milik Prancis. Foto/REUTERS
COLOGNE
- Prancis dan Jerman harus bersatu dan membangun kapal induk Eropa
untuk meningkatkan kemampuan pertahanan benua itu. Demikian gagasan yang
disampaikan Annegret Kramp-Karrenbauer, orang kepercayaan dan
kemungkinan menjadi pengganti Kanselir Jerman Angela Merkel.
Kramp-Karrenbauer,
yang memimpin Uni Demokratik Kristen (CDU) sejak Merkel mengundurkan
diri dari panggung politik musim gugur lalu, mengajukan gagasan itu
dalam komentar hari Minggu di surat kabar Jerman, Die Welt.
Artikel
itu dimaksudkan sebagai tanggapan terhadap permohonan Presiden Prancis
Emmanuel Macron pada hari sebelumnya menjelang pemilihan Parlemen Eropa
pada bulan Mei mendatang.
"Jerman
dan Prancis sudah bekerja pada pesawat tempur Eropa masa depan, di mana
negara-negara lain diundang untuk bergabung," tulis Kramp-Karrenbauer,
mengacu pada Future Air Combat Air System atau FCAS.
"Sebagai
langkah berikutnya, kita bisa memulai proyek simbolis membangun kapal
induk untuk memberikan bentuk pada peran Uni Eropa sebagai kekuatan
global untuk keamanan dan perdamaian," lanjut politisi Jerman itu,
seperti dikutip Defense News, Selasa (12/3/2019).
Proposal
ini muncul pada saat angkatan bersenjata di Jerman sibuk dengan
mempertahankan tingkat kesiapan dasar. Sedangkan alasan krisis yang
masih diperdebatkan—beberapa menyalahkan kesalahan manajemen, yang lain
menunjukkan kekurangan dana—ini sangat jelas, bahwa gagasan proyek kapal
induk Eropa ini benar-benar berada di luar bahasa keamanan nasional
Jerman.
Alasan itu pula yang kemungkinan menjadi penyebab beberapa analis Prancis menolak tawaran Kramp-Karrenbauer.
"'Kapal
induk Eropa' adalah proposal yang konyol dan tidak berarti (jangan
salah paham, saya dapat membayangkan beberapa politisi Prancis memiliki
'ide' yang sama), sehingga tidak layak mendapat respons," kata Bruno
Tertrais, wakil direktur di Fondation pour la Recherce Strategique yang
berbasis di Paris, dalam email-nya kepada Defense News.
Ulrike
Franke, seorang analis pertahanan Dewan Eropa untuk Hubungan Luar
Negeri yang bermarkas di London, juga mengkritik gagasan itu."Saya
mendukung penguatan kemampuan Eropa, ya. Tapi ini muncul..tidak
dipikirkan dengan baik," tulis dia di Twitter.
Wolfgang Ischinger, mantan duta besar Jerman di Washington, mengatakan
Jerman tidak akan benar-benar tahu apa yang harus dilakukan dengan kapal
semacam itu.
"Sebuah kapal induk adalah instrumen proyeksi
kekuatan geopolitik/militer," tulis dia di Twitter. "Sebuah prasyarat
untuk pekerjaan akan menjadi strategi umum dan proses pengambilan
keputusan. Jerman adalah tahun berkilau dari itu!".
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad,
menyatakan tidak tahu menahu soal lobi-lobi pemerintah Indonesia untuk
membebaskan Siti Aisyah dari kasus pembunuhan Kim Jong-nam. (REUTERS/Lai
Seng Sin)
Jakarta, CB -- Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menyatakan tidak tahu menahu soal lobi-lobi pemerintah Indonesia untuk membebaskan Siti Aisyah dari kasus pembunuhan Kim Jong-nam. Menurut dia, pembebasan Siti sudah sesuai aturan hukum.
"Saya
tidak punya informasi. Keputusan ini dibuat oleh pengadilan. Dia (Siti)
sempat diadili dan kemudian tuntutannya dicabut. Jadi itu proses yang
sesuai aturan hukum. Saya tidak tahu detilnya, tetapi jaksa penuntut
umum bisa mencabut tuntutan tidak secara keseluruhan," kata Mahathir
dalam jumpa pers di Parlemen Malaysia, seperti dilansir The Straits Times, Selasa (12/3).
Keputusan
Pengadilan Tinggi Shah Alam membebaskan Siti menimbulkan pertanyaan di
Malaysia. Utamanya soal dugaan intervensi Indonesia dalam proses hukum
yang berlaku di Negeri Jiran.
Apalagi saat ini salah satu
terdakwa dalam kasus itu, Doan Thi Huang asal Vietnam, juga masih
menjalani persidangan. Akan tetapi, Mahathir menyatakan proses
pembebasan Siti memang sesuai aturan, dan bukan karena intervensi.
"Memang ada aturan yang membolehkan untuk mencabut tuntutan. Itu yang
terjadi. Saya tidak tahu alasan rincinya," ujar Mahathir seperti
dilansir AFP.
Hal itu terungkap setelah korespondensi
antara Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly, dengan Jaksa
Agung Malaysia, Tommy Thomas, terungkap. Dalam suratnya, Yasonna
memberikan tiga alasan supaya Tommy membebaskan Siti.
Yaitu
perbuatan yang dilakukan Siti semata-mata bertujuan untuk kepentingan
acara, dan tidak pernah memiliki niat untuk membunuh Kim Jong-nam.
Yasonna
juga mengatakan Siti telah dikelabui dan tidak menyadari sama sekali
dia sedang diperalat oleh pihak intelijen Korea Utara. Siti juga sama
sekali tidak mendapatkan keuntungan dari apa yang dilakukannya.
Tommy
kemudian membalas surat Yasonna dan menyatakan sepakat menggunakan
wewenangnya berdasarkan Pasal 254 Kitab Hukum Acara Pidana Malaysia.
Yaitu untuk tidak melanjutkan penuntutan terhadap kasus Siti Aisyah (nolle prosequi).
Pernyataan
Mahathir bertolak belakang dengan keterangan Direktur Jenderal
Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkum HAM, Cahyo Rahadian Muhzar.
Menurut dia, upaya lobi untuk membebaskan Siti dilakukan saat pertemuan
Presiden Joko Widodo dengan Mahathir pada 29 Juni 2018 di Bogor.
Proses lobi itu dilanjutkan dengan pertemuan antara Yasonna dengan Mahathir pada 29 Agustus 2018 di Putrajaya, Malaysia.
Siti
dan Doan didakwa terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Mereka dituduh
mengusapkan racun syaraf VX ke wajah kakak tiri pemimpin Korea Utara
Kim Jong-un itu, yang kemudian tewas di terminal 2 Bandara Internasional
Kuala Lumpur pada Februari 2017.
Keduanya terancam hukuman mati. Kini, tinggal Doan yang masih menjalani persidangan.
Terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam asal Vietnam, Doan Thi Huong (kiri). (AFP PHOTO / MOHD RASFAN)
Jakarta, CB -- Pemerintah Vietnam meminta Malaysia untuk membebaskan salah satu warga negaranya, Doan Thi Huong, yang masih menjalani persidangan dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam.
Permohonan itu diajukan sehari setelah salah satu terdakwa, Siti
Aisyah, dibebaskan oleh pengadilan karena jaksa mencabut seluruh
tuntutan.
Seperti dilansir AFP, Selasa (12/3), Menteri
Luar Negeri Vietnam, Pham Binh Minh, hari ini menelepon Menlu Malaysia,
Saifuddin Abdullah, guna meminta pembebasan Doan.
"Dia (Pham)
meminta Malaysia untuk memastikan persidangan berjalan adil, dan untuk
membebaskan Doan Thi Huong," demikian laporan yang disampaikan stasiun
radio Voice of Vietnam.
Persidangan Doan akan dilanjutkan
pada Kamis (14/3) mendatang. Kuasa hukumnya sudah meminta supaya Jaksa
Agung Malaysia, Tommy Thomas, mencabut tuntutan terhadap kliennya.
Keputusan Pham mengontak Saifuddin adalah permintaan langsung dari
pemerintah Vietnam. Padahal umumnya mereka jarang ikut campur dalam
perkara hukum yang menjerat warga negaranya di luar negeri.
Vietnam selama ini juga menyediakan bantuan hukum untuk Doan, tetapi selama ini tidak pernah diungkap kepada masyarakat.
Keputusan Pengadilan Tinggi Shah Alam yang membebaskan Siti membuat Doan saat ini seorang diri menjalani proses hukum.
Dalam
sidang Senin (10/3) kemarin, Doan hanya bisa meratapi kebebasan Siti.
Ketika hakim membacakan putusan, Siti sempat memeluk Doan yang sudah
mulai menangis.
Didampingi penerjemah, Doan mengaku merasa "sangat buruk dan sedih" terkait posisinya sekarang dalam kasus ini.
"Saya
tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya sekarang. Saya tidak
bersalah, tolong doakan saya," ucap perempuan 30 tahun itu.
Sementara
itu, ayah Doan, Doan Van Thanh, mengaku terkejut lantaran putrinya
masih harus mendekam di balik jeruji. Sang ayah meminta putrinya itu
segera dibebaskan juga seperti Siti.
"Mengapa mereka melepaskan
gadis asal Indonesia tetapi tak melepaskan putriku?," ucap Doan Van
Thanh di Provinsi Nam Dinh, Vietnam Utara.
Siti bersama Doan telah mengikuti persidangan sejak Oktober 2017 lalu
karena dituduh mengusapkan racun syaraf VX ke wajah Kim Jong-nam, yang
tak lama tewas di terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur pada
Februari 2017. Keduanya sempat terancam hukuman mati jika terbukti
bersalah.
Lampu mobil menerangi sebuah rumah saat
terjadinya padam listrik atau mati lampu di Kota Caracas, Venezuela,
Kamis (7/3/2019) waktu setempat. (Foto Antaranews.com)
Washington (CB) - AS akan menarik staf kedutaan besarnya di Ibu
Kota Venezuela, Karakas, pekan ini, kata seorang diplomat senior AS pada
Senin larut malam (11/3).
"Keputusan ini mencerminkan situasi yang memburuk di Venezuela serta
kesimpulan bahwa kehadiran staf diplomatik AS di kedutaan besar telah
menjadi keregangan dalam kebijakan AS," kata Menteri Luar Negeri AS Mike
Pompeo di akun Twitter.
Pada Januari, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan semua pegawai
non-diplomatik di kedutaan besar Karakas agar meninggalkan negeri
tersebut, tapi mengumumkan bahwa personel tingkat pertama akan
melanjutkan tugas mereka.
Instruksi tersebut, katanya, dikeluarkan sebab sulit untuk menjamin
keselamatan sebanyak 150 staf yang bekerja di misi diplomatik AS di
Venezuela, meskipun kedutaan bear di Ibu Kota Venezuela, Karakas, akan
tetap buka, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang
dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.
Venezuela telah diguncang protes sejak 10 Januari, ketika Presiden
Nicolas Maduro diambil sumpahnya untuk masa jabatan kedua setelah
pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.
Ketegangan meningkat ketika Juan Guaido, yang memimpin Sidang Majelis
Nasional Venezuela, mengumumkan dirinya sebagai penjabat presiden pada
23 Januari, tindakan yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa serta
Amerika Latin.
Turki, Rusia, Iran, Kuba, dan China serta Bolivia memberi dukungan buat
Maduro, yang telah berikrar akan memangkas semua hubungan diplomatik dan
politik dengan AS.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Mike Pompeo. Foto/REUTERS
WASHINGTON
- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan menarik
semua personel diplomatik yang tersisa dari Venezuela. Alasannya,
situasi di negara itu sudah memburuk.
Menteri Luar Negeri Amerika
Serikat Michael Pompeo mengumumkan keputusan penarikan seluruh personel
diplomatik itu pada hari Senin waktu Washington.
Sekadar
diketahui, sebagian besar staf diplomatik AS yang ditugaskan di Caracas
sudah ditarik pada Januari lalu menyusul deklarasi pemimpin oposisi yang
didukung Washington, Juan Guaido, sebagai presiden interim atau
sementara Venezuela.
Beberapa
diplomat Amerika meninggalkan Caracas juga atas perintah Presiden
Nicolas Maduro sebagai protes keras atas dukungan Washington kepada
Guaido.
"AS akan menarik semua personel yang tersisa dari @usembassyve
minggu ini. Keputusan ini mencerminkan situasi yang memburuk di
Venezuela serta kesimpulan bahwa kehadiran staf diplomatik AS di
kedutaan telah menjadi kendala pada kebijakan AS," tulis Pompeo di
Twitter melalui akun resminya, @SecPompeo, Selasa (12/3/2019).
Sebelumnya
pada hari Senin, Presiden Maduro mengumumkan pihak berwenang telah
menangkap dua pelaku sabotase sistem di bendungan Guri yang menyebabkan
pemadaman listrik besar-besaran sejak Kamis lalu. Pembangkit listrik di
bendungan Guri merupakan pemasok listrik terbesar di Venezuela.
Maduro
telah menyalahkan AS atas sabotase listrik tersebut. Dia menyebutnya
sebagai "kudeta kriminal listrik" yang merupakan pelanggaran serius
terhadap hak asasi manusia.
Pompeo,
yang bersama dengan sisa pemerintahan Trump telah mendesak Maduro untuk
mundur sejak Januari, mengklaim pemadaman listrik besar-besaran itu
disebabkan oleh "pengabaian bertahun-tahun" serta kesalahan manajemen
dan keserakahan pemerintah Maduro.
Pompeo yang merupakan bekas
direktur CIA itu membantah bahwa AS terlibat dalam pemadaman listrik di
Venezuela."AS hanya tertarik pada kesejahteraan rakyat Venezuela,"
katanya, dikutip Russia Today.
Sementara itu, Guaido menyatakan "darurat nasional" selama konferensi
pers di Caracas pada hari Senin dalam upaya untuk meningkatkan kemarahan
publik. Dia menyerukan militer Venezuela untuk membelot.
Pemimpin
oposisi ini mengklaim 17 orang telah meninggal karena kurangnya pasokan
listrik sejak pemadaman pertama pada hari Kamis dan menyalahkan Maduro
atas apa yang dia sebut sebagai "pembunuhan" tersebut.
Perdana Menteri Inggris Theresa May (REUTERS/Simon Dawson/Pool)
Jakarta, CB -- Parlemen Inggriskembali menolak kesepakatan untuk mundur dari keanggotaan Uni Eropa
pada proses pemungutan suara, Selasa (12/3). Penolakan ini terjadi pada
17 hari menjelang 29 Maret 2019, tanggal yang sebelumnya dianggap
sebagai waktu paling realistis bagi Inggris untuk hengkang dari UE.
Sebelumnya,
May menggelar pertemuan dengan jajaran pemimpin UE pada Senin (11/3)
untuk meredakan kekhawatiran banyak orang atas kesepakatan Brexit.
Sayang, upaya terakhir itu tak membuahkan hasil.
Mengutip AFP,
pemungutan suara tak membuahkan hasil yang jelas. Apakah Inggris akan
keluar dari UE tanpa kesepakatan apapun, menunda tanggal, pemilihan
cepat, atau referendum lain yang memungkinkan.
Kendati kembali kalah, margin kekalahan saat ini lebih kecil dari rekor kerugian suara yang didapatnya pada Januari lalu.
"Saya sangat menyesali keputusan yang diambil parlemen. Saya tetap
percaya bahwa sejauh ini hasil terbaik adalah Inggris meninggalkan UE
secara tertib dengan kesepakatan," kata Perdana Menteri Inggris Theresa
May, mengutip CNN.
Kesepakatan yang telah dinegosiasikannya, kata May, merupakan yang terbaik dan menjadi satu-satunya kesepakatan yang tersedia.
Parlemen
akan memberikan suaranya pada Rabu (13/3) untuk mendapatkan jawaban
apakah Inggris bisa meninggalkan UE pada 29 Maret mendatang tanpa
kesepakatan.
Kepala Negosiasi Brexit dari Uni Eropa, Michael
Barnier mengatakan dalam sebuat cuitan bahwa UE telah melakukan segala
hal yang dapat dilakukan untuk membantu mendapatkan kesepakatan
tersebut. "Kebuntuan hanya dapat diselesaikan di Inggris," tegasnya.
Presiden UE, Donald Tusk mengatakan, sulit untuk melihat apa lagi yang
bisa dilakukan pihaknya. "Dengan hanya 17 hari tersisa, pemungutan suara
hari ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan Brexit tanpa
kesepakatan," ujar Tusk, mengutip AFP.
UE, kata Tusk,
akan mempertimbangkan perpanjangan waktu untuk Brexit jika Inggris
memintanya. Namun, dia mengingatkan, 27 negara anggota UE lain
dipastikan bakal mengharapkan alasan yang kredibel untuk itu.
Sebagian Besar Negara Serentak Kandangkan Boeing 737 MAX 8
SINGAPURA
- Dampak insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian
Airlines di Kota Addis Ababa, Ethiopia, Minggu (10/3) kian meluas. Kini
sebagian besar negara di dunia telah melarang pesawat Boeing 737 MAX 8
mengudara. Mereka khawatir dengan keamanan sistem otomatisasi
anti-stalling pesawat pabrikan perusahaan asal Amerika Serikat (AS)
tersebut.
Kasus kecelakaan pesawat berjenis sama yang dialami
Lion Air di perairan Karawang lima bulan lalu juga makin membuat
sejumlah maskapai di dunia memilih mengandangkan pesawatnya. Kemarin
otoritas Penerbangan Sipil Singapura telah melarang seluruh jenis Boeing
737 MAX terbang dari dan ke Bandara Changi Singapura, baik yang
dioperasikan maskapai lokal ataupun asing.
Maskapai penerbangan
Singapura SilkAir yang mengoperasikan enam unit MAX 8 juga telah
terdampak. Maskapai lainnya yang ikut terdampak ialah China Southern
Airlines, Shandong Airlines, dan Thai Lion Air. SilkAir menyatakan
seluruh penghentian operasi MAX 8 telah memengaruhi jadwal penerbangan.
“Pelanggan yang terdampak akan kami hubungi untuk diakomodasi ulang,”
ungkap SilkAir.
Otoritas
Penerbangan Sipil Singapura berupaya meminimalisasi dampak dari
kebijakan itu di Bandara Changi, terutama terhadap ratusan calon
penumpang dengan berbagai cara. Namun, konsultan penerbangan dari CAPA,
Ian Thomas mengatakan hal itu tidak dapat dihindari mengingat skalanya
cukup besar.
Pemerintah China juga memerintahkan seluruh maskapai
domestik untuk menunda operasi MAX 8. Administrasi Penerbangan Sipil
China menyatakan kecelakaan MAX 8 di Ethiopia dan di Indonesia mirip.
Mereka akan mencabut larangan itu jika MAX 8 lolos menjalani inspeksi
intensif sesuai aturan dan prosedur.
Negara dan maskapai dunia
lain yang turut melarang atau menghentikan operasi MAX 8 untuk sementara
waktu ialah Korea Selatan yang mengoperasikan 8 unit, Mongolia,
Australia, Argentina, COMAIR, Ethiopian Airlines, Cayman Airways
(Cayman), GOL (Brasil), dan Aeromexico yang memiliki enam unit. Sampai
saat ini jumlah pesawat MAX 8 mencapai 350 unit di seluruh dunia.
Kecelakaan
Ethiopian Airlines di Kota Addis Ababa, Ethiopia, Minggu (10/3) telah
menewaskan 157 kru dan penumpang. Sedangkan pada kecelakaan Lion Air di
Laut Jawa menewaskan 189 orang. Kendati demikian, beberapa negara masih
nekat mengoperasikan MAX 8 seperti AS, Rusia, Turki, Italia, Islandia,
Norwegia, Uni Emirates Arab (UEA), dan Oman.
Administrasi
Penerbangan Federal AS menyatakan akan mengambil tindakan secepatnya
jika ditemukan kesalahan di dalam sistem keamanan MAX 8. Sebagai
pengguna Boeing, Southwest Airlines yang mengoperasikan 34 MAX 8 mengaku
tetap percaya diri dengan keselamatan dan keamanan MAX 8. Begitu pun
dengan American Airlines.
Sejauh ini Boeing sendiri tidak dapat
memberikan panduan baru terkait MAX 8 mengingat insiden di Ethiopia
masih diselidiki. “Kami mengirimkan ahli untuk membantu penyelidikan
penyebab kecelakaan di Ethiopia. Keselamatan merupakan prioritas kami,”
ungkap Boeing, dikutip channelnewsasia.com. “Penyelidikan masih dalam
tahap awal. Tapi, sesuai informasi yang tersedia, kami tidak memiliki
panduan baru,” tambah Boeing.
Kepala Operasi IcelandAIr Jens Thordarson mengatakan, saat ini terlalu
dini untuk mengaitkan antara kecelakaan di Ethiopia dengan di Indonesia.
“Saat ini kami tidak memiliki alasan untuk takut terhadap MAX 8. Namun,
semuanya dapat saja berubah tergantung hasil dari penyelidikan di
Ethiopia,” kata Thordarson.
Terjunkan Tim untuk Inspeksi
Pemerintah
Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga bertindak
tegas dengan melarang terbang 11 pesawat MAX 8, di mana 10 unit di
antaranya dioperasikan Lion Air Group dan satu unit oleh Garuda
Indonesia. Kebijakan itu dikeluarkan untuk memastikan pesawat layak
terbang dan mengantisipasi insiden.
Kementerian Perhubungan
(Kemenhub) menerjunkan tim guna melakukan observasi dan penelitian
terhadap pesawat Boeing 737 MAX 8 sejumlah maskapai di Indonesia yang
operasionalnya telah dibekukan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya
Sumadi mengatakan, pihaknya juga menerjunkan tim untuk menilai kelayakan
dari pesawat-pesawat tersebut.
"Kemenhub melalui Dirjen Udara
telah melakukan grounded sementara," ungkap Budi Karya seusai seminar
Nasional Himpuni di Kota Semarang kemarin. Menhub menyatakan bahwa
pesawat jenis tersebut tentunya boleh terbang kembali jika nanti tidak
ditemukan masalah, tetapi sebaiknya ada konsekuensi jika nanti terdapat
temuan dari tim Kemenhub.
"Akan dilakukan dalam satu minggu ini. Kita langsung (periksa) ke pesawatnya, tapi Boeing akan diinformasikan," ungkapnya.
Menurutnya,
pemeriksaan pesawat diperlukan untuk meminimalisasi kemungkinan buruk
terjadi kembali. "Maskapai Lion (Air) dan Garuda (Indonesia) menyatakan
setuju untuk lakukan (pemeriksaan) itu," jelasnya.
Direktur
Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan,
inspeksi dilakukan untuk memastikan pesawat laik operasi. “Inspeksi ini
dilakukan sejak Selasa, 12 Maret diawali dengan melakukan pengecekan
langsung milik maskapai Garuda Indonesia,” ucapnya di Jakarta kemarin.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan sistem air speed, latitude, dan
angle of attack beroperasi dengan baik.
Vice President
Airworthiness Garuda Indonesia Purnomo mengatakan, saat ini pesawat
Boeing 737 MAX 8 dikandangkan sementara sambil menunggu arah akan lebih
lanjut dari pihak otoritas dalam hal ini Kemenhub.
Sementara Lion
Air Group menyatakan menunda kedatangan empat pesawat Boeing 737 MAX
yang rencananya tiba tahun ini. Selain itu, kelompok usaha tersebut juga
tengah bernegosiasi dengan Boeing untuk membatalkan pemesanan sebanyak
205 pesawat lain dengan tipe Boeing 737 seri MAX.
Managing
Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro menjelaskan, Lion Air Group
sebenarnya sudah memesan pesawat Boeing 737 MAX sebanyak 222 unit
hingga 2035 senilai USD22 miliar. Dari jumlah tersebut, 13 pesawat sudah
diterima Lion Air Group dengan rincian 11 unit Boeing 737 MAX 8
dioperasikan Lion Air dan 2 Boeing737 MAX 9 digunakan oleh Thai Lion
Air.
Saat ini Lion Air mengoperasikan 10 Boeing 737 MAX 8 karena satu unit
lainnya mengalami musibah pada Oktober 2018. Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) mengonfirmasi WNI yang menjadi korban adalah Harina Hafitz.
Sehari-hari Harina bertugas di Program Pangan Dunia (WFP) dan tinggal di
Italia. Direktur Eksekutif WFP David Beasley menyebutkan, tujuh stafnya
telah menjadi korban. “Semua keluarga mereka telah kami hubungi,” kata
David.
Menurut PBB, sebanyak 19 orang merupakan personel
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Program Pangan Dunia
(WFP), Badan Pengungsi PBB (UNRA), Bank Dunia, dan Badan Lingkungan PBB
(UNEA). Mereka sedang menuju Nairobi, Kenya, untuk mengikuti pertemuan
tahunan Program Lingkungan PBB.
BRUSSELS
- Regulator keselamatan penerbangan Uni Eropa (UE) melarang semua
penerbangan di organisasi itu menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8
menyusul kecelakaan di Ethiopia yang menewaskan 157 orang. Ini adalah
kemunduran terbesar bagi pabrikan pesawat asal Amerika Serikat (AS) itu.
Langkah
itu dilakukan setelah Inggris, Jerman dan Prancis bergabung dengan
gelombang pelarang pesawat setelah kecelakaan pada hari Minggu, dan
segera diikuti oleh keputusan serupa oleh India, menumpuk tekanan pada
AS untuk mengikutinya.
Boeing,
pembuat pesawat terbesar di dunia, mengatakan pihaknya memahami
tindakan sejumlah negara tersebut. Namun mereka tetap mempertahankan
kepercayaan penuh pada Boeing 737 MAX 8 dan memiliki keselamatan sebagai
prioritasnya.
Boeing juga mengatakan Otoritas Penerbangan
Federal (FAA) AS tidak menuntut tindakan lebih lanjut terkait dengan
operasi Boeing 737 MAX.
Penyebab kecelakaan Ethiopian Airlines
yang jatuh Minggu lalu, yang mengikuti bencana lain pesawat tipe 737 MAX
8 lima bulan lalu di Indonesia yang menewaskan 189 orang, masih belum
diketahui.
Belum ada bukti apakah kedua kecelakaan tersebut mempunyai keterkaitan.
Dalam
langkah yang tidak biasa, Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA)
mengatakan bahwa mereka menangguhkan semua penerbangan jet Boeing 737
MAX 8 dan 9 di organisasi itu.
"Berdasarkan semua informasi yang
tersedia, EASA menganggap bahwa tindakan lebih lanjut mungkin diperlukan
untuk memastikan kelaikan udara lanjutan dari dua model yang terkena
dampak," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters,
Rabu (13/3/2019).
Namun, keputusan itu jauh dari langkah yang bahkan lebih jarang yaitu
menarik sertifikasi keselamatan untuk pesawat itu sendiri, dan malah
berfokus pada proses yang lebih lunak dalam membatasi penggunaannya oleh
maskapai. Langkah ini meninggalkan beberapa peluang bagi FAA untuk
memutuskan pendekatannya sendiri.
Keputusan oleh beberapa negara
untuk melarang tidak hanya kedatangan dan keberangkatan tetapi
penerbangan yang melintasi wilayah udara mereka mengejutkan beberapa
sumber peraturan bahkan di daerah yang melarang pesawat, karena
penerbangan berlebihan biasanya dilindungi oleh hukum internasional.
Sebelumnya,
negara-negara termasuk Singapura, Australia dan Malaysia juga untuk
sementara melarang pesawat, mengikuti China, Indonesia dan lainnya
sehari sebelumnya.
Presiden Sudan Omar al-Bashir (tengah)
meninggalkan ruangan seusai melakukan pertemuan bilateral dengan
Presiden Joko Widodo di lokasi KTT Luar Biasa ke-5 OKI di JCC, Jakarta,
Senin (7/3). ( ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Panca )
Khartoum (CB) - Parlemen Sudan telah menyetujui pemberlakuan
keadaan darurat selama enam bulan di seluruh negeri tersebut, kata Ketua
Parlemen Ibrahim Ahmed Omer pada Senin (11/3).
Tindakan tersebut dilakukan setelah Presiden Omar Al-Bashir mengumumkan
pemberlakuan keadaan darurat selama satu-tahun pada Februari.
Bersama dengan keadaan darurat itu, Al-Bashir juga telah mengumumkan
pembentukan "pengadilan darurat", yang bertugas menghukum demonstran
anti-pemerintah, penyelundup dan spekulan mata uang asing.
Menurut Perhimpunan Pengacara Demokratik Sudan, sebanyak 870 pemrotes
telah diseret ke pengadilan yang baru dibentuk tersebut dalam waktu dua
pekan saja, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang
dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.
Saat berbicara dalam Sidang Majelis Umum pada Senin, Menteri Kehakiman
Ahmed Salin menyatakan pengadilan baru itu tidak secara khusus ditujukan
buat pemrotes, yang hak proses hukum mereka, katanya, tidak dilanggar.
Keadaan darurat enam-bulan tersebut ditentang oleh anggota parlemen
independen dan Partai Kongres Rakyat, yang didirikan oleh mendiang
pemimpin oposisi Hassan At-Turabi.
Pada Ahad, wanita anggota Parlemen dari Partai Ummah Nasional. yang
beroposisi di Sudan, dijatuhi hukuman kurungan satu pekan karena
memimpin demonstrasi di Ibu Kota Sudan, Khartoum.
Sudan telah diguncang oleh protes rakyat sejak Desember lalu, dan
demonstran mengecam kegagalan Al-Bashir untuk menyembuhkan kondisi
ekonomi kronis di negeri itu.
Sudan, negara dengan 40 juta warga, telah berjuang untuk memulihkan diri
dari kehilangan tiga-perempat hasil minyaknya --sumber utama devisa
negeri tersebut-- sejak pemisahan diri Sudan Selatan pada 2011.
Eks penasihat Paus Fransiskus, George Pell,
dijatuhi hukuman penjara enam tahun atas kasus pelecehan seksual dua
bocah anggota paduan suara gereja di Melbourne pada 1990-an. (AAP
Image/David Crosling/via Reuters)
Jakarta, CB -- Mantan penasihat Paus Fransiskus, George Pell, dijatuhi hukuman penjara enam tahun atas kasus pelecehan seksual dua bocah anggota paduan suara gereja di Melbourne, Australia, pada 1990-an.
Hakim
Ketua Pengadilan Victoria, Peter Kidd, membacakan putusan tersebut
dalam persidangan yang disiarkan langsung di sejumlah stasiun televisi
Australia pada Rabu (13/3).
Dalam sidang tersebut, Kidd mengatakan bahwa ada kemungkinan besar Pell dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
"Menurut
pandangan saya, tindakan Anda menunjukkan arogansi yang mengejutkan.
Secara keseluruhan, saya menganggap kesalahan moral Anda di dua kasus
ini sangat tinggi," ujar Kidd sebagaimana dikutip Reuters.
Namun,
Pell terus mengklaim tak bersalah dan mengajukan banding atas putusan
hakim. Sidang banding itu dijadwalkan digelar pada Juni mendatang.
Mantan Menteri Keuangan Vatikan itu diduga melakukan pelecehan seksual
terhadap dua anak laki-laki berusia 13 tahun saat ia menjabat sebagai
uskup agung di Melbourne pada pertengahan 1990-an.
Pelecehan seksual itu terjadi setelah ibadah hari Minggu di sebuah ruangan dan di koridor Katedral St. Patrick, Melbourne.
Dalam
persidangan, Pell dinyatakan bersalah atas empat tuntutan terkait
tindakan tak senonoh dan satu dakwaan soal penetrasi seksual. Ia
terancam hukuman 10 tahun penjara dari masing-masing tuntutan.
Pelecehan seksual semacam ini juga ditemukan di beberapa gereja di
berbagai penjuru dunia, melibatkan para petinggi keagamaan Katolik.
Kejahatan
seksual di lingkungan Gereja Katolik semacam ini mulai menjadi
perhatian pada 2002, ketika para uskup di wilayah Boston ditemukan terus
berpindah gereja untuk menutupi skandal pelecehan terhadap anak yang
mereka lakukan.
Kisah ini diungkap dalam film Spotlight yang memenangkan kategori Film Terbaik dalam ajang penghargaan Academy Awards 2016.
NEW YORK
- Korea Utara (Korut) telah melanggar sanksi dengan peningkatan
besar-besaran impor minyak dan ekspor batubara. Demikian temuan laporan
PBB.
Dokumen setebal 400 halaman yang dirilis awal pekan ini oleh
Panel Pakar PBB untuk Korut menyatakan bahwa Pyongyang juga berusaha
menjual senjata di Timur Tengah dan meretas bank-bank di seluruh dunia.
Laporan
itu muncul setelah gagalnya pembicaraan bulan lalu antara Presiden
Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un di
Hanoi, Vietnam. Kegagalan pertemuan itu sebagian karena ketidaksepakatan
mengenai kapan harus menghapus sanksi dalam pertukaran untuk
langkah-langkah menuju denuklirisasi Pyongyang.
Laporan
itu mengatakan bahwa pemberian sanksi terhadap Pyongyang tidak efektif
seiring meningkatnya transfer antar kapal yang dilakukan di laut. Para
pejabat Jepang telah mengamati kapal-kapal Korut yang konon terlibat
dalam transfer antar-kapal.
"Negara itu terus menentang resolusi
Dewan Keamanan melalui peningkatan besar-besaran transfer ilegal
kapal-ke-kapal produk minyak bumi dan batu bara," bunyi laporan PBB itu
seperti dilansir dari CNN, Selasa (12/3/2019).
Penjualan batubara
Korut secara historis merupakan beberapa ekspor paling berharga di
negara itu. Sanksi PBB dimaksudkan untuk menghukum Pyongyang karena uji
coba rudal dan nuklir pada 2017 dengan membatasi jumlah batu bara yang
boleh di jual negara itu secara internasional. Langkah-langkah ini juga
membatasi jumlah produk minyak dan energi yang diizinkan diimpor oleh
Korut.
Laporan
itu menuduh bank dan perusahaan asuransi di seluruh dunia "tanpa
disadari" memfasilitasi dan menyediakan perlindungan untuk kapal yang
terlibat dalam pengiriman ilegal kapal-ke-kapal produk minyak bumi, dan
peningkatan jumlah transfer batubara kapal-ke-kapal.
"Korea Utara
telah berusaha memasok senjata kecil dan senjata ringan dan peralatan
militer lainnya kepada pemberontak Houthi di Yaman, serta ke Libya dan
Sudan, melalui perantara luar negeri," imbuh laporan itu.
Korut sejak lama berusaha untuk menghapus sanksi PBB dan menggambarkan tindakan itu sebagai pelanggaran kedaulatannya.
Kim Song, utusan Korut untuk PBB, Senin mengirim surat kepada Sekretaris
Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk
mencabut sanksi, seperti dilaporkan media Korut.
"'Resolusi
sanksi' Dewan Keamanan terhadap DPRK (nama resmi Korea Utara), yang
melarang pengiriman komputer dan perangkat elektronik lainnya yang
banyak digunakan di masyarakat dan rumah saat ini, memang merupakan
tindakan terhadap kemanusiaan untuk menghancurkan peradaban modern dan
mengembalikan masyarakat ke zaman kegelapan (abad pertengahan)," tulis
surat itu.
Masalah sanksi telah menjadi titik penting dalam pembicaraan antara Washington dan Pyongyang.
Menteri
Luar Negeri Korut Ri Yong Ho mengatakan Pyongyang meminta penghapusan
lima dari 11 set sanksi yang dijatuhkan oleh PBB - yang menghambat
ekonomi dan mata pencaharian rakyat Korut.
Tetapi pemerintahan Trump mengatakan bahwa harga terlalu mahal untuk apa yang ditawarkan Korut.
"Kami
tidak ada di sana tentang denuklirisasi, dan itu adalah masalah pada
pertemuan puncak yang benar-benar menantang kami untuk maju dengan
kesepakatan yang lebih lengkap," ujar Stephen Biegun, perwakilan khusus
AS untuk Korut.
Ini
bukan laporan PBB pertama yang menyebut Korut mengkangkangi sanksi.
Pada Februari tahun lalu laporan rahasia pemantau independen PBB
menyatakan Korut telah melanggar sanksi PBB untuk mendapatkan hampir
USD200 juta pada tahun 2017 dari ekspor komoditas yang dilarang. Laporan
itu juga menuding Korut memasok senjata ke Suriah dan Myanmar.