Rabu, 27 Februari 2019

Kanada minta negara lain perluas sanksi terhadap Venezuela


Kanada minta negara lain perluas sanksi terhadap Venezuela
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berbicara kepada para pendukungnya dalam unjuk rasa untuk mendukung pemerintahan di Karakas, Venezuela, 23 Februari 2019. REUTERS/Manaure Quintero




Ottawa (CB) - Kanada bersama mitra-mitranya sedang membahas sanksi tambahan terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang mendapat tekanan agar mundur dari jabatannya, kata Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland, Senin (25/2).

"Kami telah menempatkan banyak pemimpin senior di rezim Maduro ke daftar sanksi kami. Kami dan mitra kini sedang membahas daftar sanksi yang dapat diperluas agar memberikan efek jera," kata dia kepada para wartawan.

Freelend, yang berbicara melalui telekonferensi setelah pertemuan blok Kelompok Lima di Bogota untuk membahas krisis Venezuela, tidak memberikan informasi secara rinci.

Amerika Serikat membidik pemerintah Venezuela dengan sanksi baru dan meminta negara-negara sekutu untuk membekukan aset perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA. Langkah itu diambil setelah kekerasan mematikan menghadang bantuan kemanusiaan masuk ke Venezuela selama akhir pekan.

"Sayangnya, ada sinyal yang meresahkan bahwa rezim tidak sah Maduro menjadi semakin putus asa dan masih bersikukuh. Hal tersebut dibuktikan dengan penggunaan kekuasan yang mematikan terhadap rakyatnya sendiri," kata Freeland. Ia menegaskan bahwa Kelompok Lima tidak mendukung penggunaan tindakan militer untuk mengakhiri krisis Venezuela.

Ditanya apa yang dapat dicapai oleh Kelompok Lima, mengingat Maduro bersikeras akan terus berkuasa, Freeland mengatakan sedang meningkatkan jumlah negara yang mendukung pengakuan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden sementara.



Credit  antaranews.com



Maduro Sebut AS 'Mengarang' Krisis Venezuela Demi Picu Perang


Maduro Sebut AS 'Mengarang' Krisis Venezuela Demi Picu Perang
Presiden Nicolas Maduro menuduh pemerintah Amerika Serikat mengarang isu krisis di Venezuela untuk memicu perang di Amerika Selatan. (Reuters/Eduardo Munoz)



Jakarta, CB -- Presiden Nicolas Maduro menuduh pemerintah Amerika Serikat mengarang isu krisis di Venezuela untuk memicu perang di Amerika Selatan.

"Mereka berusaha mengarang krisis untuk membenarkan eskalasi politik dan intervensi militer di Venezuela untuk membawa perang ke Amerika Selatan," ujar Maduro sebagaimana dikutip AFP.

Maduro mengatakan bahwa AS hanya menginginkan minyak dari Venezuela dan rela berperang demi mendapatkannya.


"Pemerintah ekstremis Ku Klux Klan yang disutradarai Donald Trump menginginkan perang atas minyak, dan lebih dari sekadar minyak," kata Maduro, menggambarkan Venezuela sebagai "negara yang pasifis dan rendah hati."

Selama ini, Venezuela memang dilaporkan mengalami krisis akibat hiperinflasi hingga membuat warganya kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

Di tengah isu krisis ini, AS menyatakan dukungan kepada Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela ketika demonstrasi besar-besaran anti-Maduro meluas pada Januari lalu.

AS pun mengundang Guaido untuk menghadiri pertemuan Grup Lima yang berisi negara-negara Amerika Latin dan Kanada. Dalam pertemuan di Bogota itu, Wakil Presiden AS, Mike Pence mengumumkan bantuan sebesar US$56 juta atau setara dengan Rp783,7 untuk Venezuela.

Guaido sendiri dicekal tak lama setelah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim. Ketika ditanya apakah dia akan mengizinkan Guaido kembali ke Venezuela, Maduro menjawab, "Dia harus menghormati hukum."

"[Guaido] bisa pergi dan kembali dan harus menghadapi hukum karena hukum melarangnya untuk meninggalkan negara ini."

Maduro pun mengecam pertemuan di Bogota yang disebutnya sebagai "politik untuk membentuk pemerintahan paralel di Venezuela." Namun Maduro mengaku siap berpartisipasi dalam "dialog langsung" dengan pemerintahan Trump.






Credit  cnnindonesia.com






Rusia Tuding AS Siapkan Operasi Militer di Venezuela



Rusia Tuding AS Siapkan Operasi Militer di Venezuela
Rusia menuduh AS mengerahkan pasukan di Puerto Riko dan Kolombia dalam persiapan untuk intervensi militer di Venezuela guna menggulingkan Maduro. Foto/Reuters

MOSKOW - Rusia menuduh Amerika Serikat (AS) mengerahkan pasukan di Puerto Riko dan Kolombia dalam persiapan untuk intervensi militer di Venezuela guna menggulingkan Nicolas Maduro dari kursi presiden.

"AS sedang mempersiapkan invasi militer terhadap negara merdeka," kata Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev dalam sebuah wawancara dengan media Rusia, Argumenty i Fakty.

"Pemindahan pasukan operasi khusus Amerika ke Puerto Riko, pendaratan pasukan AS di Kolombia dan fakta-fakta lain menunjukkan Pentagon memperkuat pasukannya di wilayah itu untuk menggunakannya dalam operasi untuk melengserkan Maduro dari kekuasaan," ucap Patrushev, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (26/2).

Patrushev kemudian mengatakan bahwa Washington telah meminta Moskow untuk berkonsultasi tentang Venezuela dan bahwa Rusia telah setuju. "Tetapi, para pejabat AS telah berulang kali menunda mereka dengan dalih palsu," ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya Presiden Bolivia, Evo Morales memperingatkan bahwa ada ancaman terhadap nyawa Maduro. Dia menuturkan, bahwa AS akan bertanggung jawab atas kemungkinan pembunuhan Maduro.

Menurut pemimpin Bolivia, satu-satunya tujuan AS adalah merebut sumber daya alam Venezuela. AS, lanjut Morales, bisa melakukan apapun untuk mencapai tujuanya, termasuk melenyapkan Maduro.

"Apa yang Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo katakan sekarang setelah kegagalan (AS dan sekutunya)? Dia mengatakan bahwa hari-hari Maduro telah dinomori. Semalam, seorang senator AS mengatakan bahwa Maduro harus dibunuh. Jika terjadi sesuatu dengan Maduro, AS, Pompeo dan senator ini Rubio akan bertanggung jawab untuk itu," ucap Morales.




Credit  sindonews.com




Brazil Tolak Jadi Basis AS untuk Serang Venezuela



Brazil Tolak Jadi Basis AS untuk Serang Venezuela
Wakil Presiden Brazil Hamilton Mourao mengatakan negaranya tidak akan mengizinkan Amerika Serikat melakukan intervensi militer di Venezuela dari wilayah Brazil. Foto/Reuters

BRASILIA - Wakil Presiden Brazil, Hamilton Mourao mengatakan, negaranya tidak akan mengizinkan Amerika Serikat (AS) melakukan intervensi militer di Venezuela dari wilayah Brazil.

Berbicara saat pertemuan Kelompok Lima di Bogota, Kolombia untuk membahas situasi di Venezuela, Mourao menuturkan bahwa pihaknya menentang intervensi militer apa pun oleh AS di Venezuela.

Mourao, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (26/2), mengatakan negaranya bekerja untuk memastikan bahwa krisis di Venezuela tidak berubah menjadi konflik bersenjata di wilayah tersebut.

Terkait pertemuan Kelompok Lima di Bogota, dalam pernyataan bersama, mereka meminta Mahkamah Pidana Internasional untuk mempertimbangkan penolakan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kelompok itu mengecam Maduro karena merampas makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar orang. "Negara-negara yang masih bekerja sama dengan Venezuela akan dipanggil untuk membantu menyelesaikan krisis politik di negara itu," bunyi pernyataan Kelompok Lima.

Menekankan bahwa Juan Guaido akan didukung secara permanen, kelompok itu menyerukan kepada pengadilan dan Angkatan Bersenjata Venezuela untuk mengakui Guaido.

"Transisi menuju demokrasi harus dilakukan secara damai oleh Venezuela dalam kerangka konstitusi dan hukum internasional, didukung oleh langkah-langkah politik dan diplomatik, tanpa menggunakan kekuatan," tukasnya. 



Credit  sindonews.com




Utusan Oposisi Venezuela Temui Trump


Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.
Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.
Foto: AP Photo/Rodrigo Abd

Vecchio meminta presiden AS meningkatkan tekanan kepada Maduro.



CB, JAKARTA -- Utusan pihak oposisi Venezuela untuk Amerika Serikat (AS), Carlos Vecchio mengatakan dirinya telah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini dan memintanya untuk meningkatkan tekanan pada Presiden sosialis Venezuela, Nicolas Maduro.

Vecchio berkicau melalui akun twitternya, mengatakan bahwa ia bertemu dengan Trump ketika presiden AS itu berpidato di Florida. Trump, pada pidatonya Senin (18/2) memperingatkan memperingatkan anggota militer Venezuela yang tetap loyal kepada Maduro bahwa mereka telah mempertaruhkan masa depan dan kehidupan mereka dan mendesak mereka untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan ke negara itu.

Amerika Serikat adalah salah satu negara pertama yang mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela setelah ia bersumpah sebagai presiden bulan lalu, dengan alasan pemilihan kembali Maduro pada Mei 2018 adalah bohong.


Pernyataan dari utusan oposisi itu datang sehari setelah AS menargetkan pemerintah Venezuela dengan sanksi baru dan meminta sekutu untuk membekukan aset perusahaan minyak milik negara PDVSA setelah kekerasan mematikan memblokir bantuan kemanusiaan dari negara itu pada akhir pekan.


Sementara itu, Maduro membantah negaranya yang kaya minyak membutuhkan bantuan kemanusiaan dan menuduh Guaido sebagai boneka kudeta bagi Trump.



Credit  republika.co.id



Jadi Mata-mata Iran, Eks Menteri Israel Divonis 11 Tahun Bui


Jadi Mata-mata Iran, Eks Menteri Israel Divonis 11 Tahun Bui
Ilustrasi pengadilan. (Pixabay/Succo)



Jakarta, CB -- Pengadilan di Yerusalem, Israel, pada Selasa (26/2) menjatuhkan vonis 11 tahun penjara kepada mantan Menteri Energi dan Infrastruktur, Gonen Segev. Dia terbukti menjadi mata-mata untuk Iran, salah satu musuh utama negaranya.

Menteri yang menjabat pada 1995-1996 itu divonis meski telah mengajukan pembelaan dan banding dalam kasus ini.

Kepada wartawan di Yerusalem, jaksa penuntut, Geula Cohen, mengatakan hakim telah menerima pembelaan Segev tapi tetap menjatuhkan vonis tersebut.


Segev terbukti melakukan aksi mata-mata terhadap negara dan memberikan informasi rahasia kepada musuh, dalam hal ini Iran.

Sergev dituduh memberikan Iran informasi soal pasar energi dan situs-situs keamanan di Israel. Dia diekstradisi dari Guinea Khatulistiwa dan ditahan sejak Mei 2018 lalu di Israel.

Segev menjabat sebagai menteri di era Perdana Menteri Yitzhak Rabin yang mendukung Perjanjian Oslo II dengan Palestina.

Sebelum dijatuhi vonis, Segev telah menjalani hukuman penjara dalam perkara lain.

Kasus Segev bermula ketika pada 2004 lalu dia dituduh menyelundupkan 30 ribu pil ekstasi ke Israel dari Belanda menggunakan paspor diplomatik dengan tanggal masa berlaku yang dipalsukan.

Selain itu, dikutip AFP, Segev juga dihukum karena percobaan penipuan kartu kredit.


Credit  cnnindonesia.com



Presiden Iran Menolak Pengunduran Diri Menteri Luar Negeri


Presiden Iran Menolak Pengunduran Diri Menteri Luar Negeri
Presiden Iran, Hassan Rouhani. (REUTERS/Alessandro Bianchi)




Jakarta, CB -- Presiden Iran, Hassan Rouhani, menolak pengunduran diri Mohammad Javad Zarif dari posisi Menteri Luar Negeri. Namun, Juru Bicara Kepresidenan, Bahram Qasemi, tidak memaparkan alasan penolakan itu.

"Kantor kepresidenan menyatakan pengunduran diri itu tidak diterima," kata Bahram, seperti dilansir CNN, Rabu (27/2).

Zarif mengundurkan diri secara tiba-tiba melalui Instagram pada Senin (25/2). Dalam wawancara dengan kantor berita ISNA, dia berharap sikap itu bisa mengembalikan posisi lembaga yang dipimpinnya untuk melaksanakan tugas dan kewajiban secara menyeluruh.


Pengumuman Zarif tersebut muncul beberapa jam setelah Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, mengunjungi Teheran. Sejumlah petinggi parlemen Iran segera mendesak Rouhani untuk tidak menerima pengunduran diri Zarif.


Zarif telah menjabat sebagai menteri luar negeri sejak Agustus 2013. Dia adalah salah satu tokoh kunci dalam perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat pada 2015 lalu, yang dibatalkan sepihak oleh Presiden Donald Trump pada tahun lalu.

Zarif pergi ke AS sejak 1977 untuk belajar. Dia kuliah di Universitas Negeri San Francisco dan lulus empat tahun kemudian. Lantas dia melanjutkan studi untuk meraih gelar master dan doktor dalam ilmu hubungan internasional di Universitas Denver pada 1984 dan 1988.

Kedua anak Zarif lahir di AS. Dia juga dikenal dekat dengan kalangan diplomat dan negara Barat, serta fasih berbahasa Inggris.


Menurut informasi yang dihimpun, pengunduran diri Zarif adalah karena perselisihan di tubuh pemerintah Iran antara kelompok moderat yang dipimpin Rouhani, dan kelompok garis keras yang diwakili oleh Garda Revolusi dan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Kaum ultra-konservatif menyalahkan Zarif karena dianggap menegosiasikan kesepakatan yang buruk. Mereka menganggap perjanjian nuklir itu tak membawa keuntungan bagi Iran secara singifikan.

Zarif sempat mengakui bahwa tantangan paling besar selama menegosiasikan perjanjian nuklir tersebut adalah tekanan dari dalam negeri.

Rouhani sempat mencoba membujuk Zarif dalam pidatonya saat menyambut Assad. Namun, belum ada reaksi dari Zarif.


Credit  cnnindonesia.com


Orang Dekat Ungkap Alasan Menlu Iran Mengundurkan Diri


Orang Dekat Ungkap Alasan Menlu Iran Mengundurkan Diri
Pengunduran diri dimotivasi oleh kritik terhadap perjanjian nuklir, di mana Tekanan terhadap Zarif semakin kuat di Iran sejak AS meninggalkan kesepakatan itu. Foto/Reuters

TEHERAN - Salah seorang sekutu Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengungkapkan kemungkinan alasan diplomat top Iran tersebut memutuskan mundur dari jabatannya secara tiba-tiba.

Berbicara dalam kondisi anonim, sekutu Zarif itu mengatakan, pengunduran diri tersebut dimotivasi oleh kritik terhadap perjanjian nuklir dengan lima negara kekuatan dunia. Tekanan terhadap Zarif semakin kuat di Iran sejak Amerika Serikat (AS) meninggalkan kesepakatan itu tahun lalu.

Kesepakatan nuklir Iran memang telah menyebabkan perpecahan di dalam negeri antara kubu politik garis keras dan moderat. Zarif dan Presiden Iran, Hassan Rouhani adalah beberapa tokoh moderat di Iran.

"Ada pertemuan tertutup setiap minggu, di mana para pejabat tinggi membombardirnya dengan pertanyaan tentang kesepakatan itu dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia dan bosnya (Rouhani) berada di bawah tekanan yang sangat besar," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (27/2).

Sementara itu, menurut seorang politisi garis keras di Iran, yang juga berbicara dalam kondisi anonim menuturkan, tekanan terhadap Zarif dan Rouhani bisa berkurang jika Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengumumkan bahwa dia mendukung kedua orang itu.

"Jika dia (Khamenei) secara terbuka mendukung Zarif dan Rouhani, krisis ini akan berakhir dengan cara yang baik dan itu akan mempersempit kesenjangan antara berbagai kubu politik di negara ini," kata politisi tersebut. 




Credit  sindonews.com



Netanyahu Sambut Baik Keputusan Mundur Menlu Iran


Netanyahu Sambut Baik Keputusan Mundur Menlu Iran
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu membuat ucapan perpisahan kepada Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif, yang telah mengumumkan mundur dari jabatannya. Foto/Istimewa

TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu membuat ucapan perpisahan kepada Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, yang telah mengumumkan mundur dari jabatannya. Netanyahu menyebut mundurnya Zarif adalah sebuah hal yang bagus.

"Zarif telah pergi, pengurangan yang baik. Selama saya ada, Iran tidak akan pernah mendapatkan senjata nuklir," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (26/2).

Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, kebijakan AS terhadap Teheran tidak akan berubah, meski Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif telah mengundurkan diri.

Pompeo menuturkan, meski Presiden Iran, Hassan Rouhani juga mengundurkan diri, kebijakan Washington terhadap Teheran tetap tidak berubah. Sebab, menurut Pompeo, kebijakan Iran semuanya bermuara di pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

"Kami mencatat pengunduran diri Zarif. Kami akan melihat apakah itu tetap. Meski demikian, dia dan Rouhani hanyalah orang-orang terdepan untuk mafia agama yang korup.Kita tahu Khamenei membuat semua keputusan akhir. Kebijakan kami tidak berubah, rezim harus berperilaku seperti negara normal dan menghormati rakyatnya," ucap Pompeo.

Seperti diketahui, kemarin, melalui akun Instragramnya, Zarif secara tidak terduga mengumumkan pengunduran dirinya. Namun, dia tidak memberikan alasan khusus atas keputusan pengunduran dirinya. 



Credit sindonews.com




Menlu Iran minta diplomat tidak ikut mundur


Menlu Iran minta diplomat tidak ikut mundur
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif tersenyum saat mengikuti Konferensi Keamanan Munich tahunan di Munich, Jerman, 17 Februari 2019. (REUTERS/Andreas Gebert)




Jenewa (CB) - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Selasa meminta para diplomat serta staf lainnya pada Kementerian Luar Negeri untuk tidak mengundurkan diri.

Zarif mengeluarkan imbauan itu satu hari setelah ia mengumumkan mundur dari jabatannya, demikian dilaporkan Kantor Berita Republik Islam (IRNA).

"Saya tekankan kepada seluruh saudara saya di Kementerian Luar Negeri dan kantor-kantor perwakilan agar melanjutkan tugas mereka dalam membela negara dengan penuh kekuatan serta tidak mengambil tindakan itu (mengundurkan diri, red)," kata Zarif.

Ia menanggapi kabar bahwa para pegawai Kemlu kemungkinan akan mengundurkan diri setelah ia sendiri menyatakan mundur, lapor IRNA.

"Merupakan kehormatan selama ini bekerja bersama kalian. Saya harap pengunduran diri akan membawa Kementerian Luar Negeri ke tempat yang semestinya dalam hubungan luar negeri. Saya mengucapkan terima kasih kepada Anda semua," kata Zarif.

Presiden Hassan Rouhani belum secara resmi menerima pengunduran diri Zarif, yang diumumkan pada Senin (25/2) di Instagram.




Credit  antaranews.com




WHO kutuk kekerasan terhadap pekerja kesehatan di Irak


WHO kutuk kekerasan terhadap pekerja kesehatan di Irak
Sejumlah pemuda Irak menggotong tiga peti jenazah korban penculikan dan pembunuhan oleh pria bersenjata saat prosesi pemakaman di Najaf, Irak, Rabu (20/2/2019). ANTARA FOTO/Reuters/Alaa Al-Marjani/wsj.



Baghdad, Irak (CB) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan keras mengutuk serangan kekerasan terhadap pekerja kesehatan di Irak, dan menyeru pemerintah Irak agar menjamin keselamatan pekerja kesehatan.

Satu pernyataan dari WHO dikeluarkan setelah seorang pekerja kesehatan diserang secara fisik saat ia memberi perawatan medis buat seorang perempuan yang berusia 70-an tahun dan sedang sakit di Azadi Teaching Hospital di Provinsi Kirkuk, Irak Utara.

"WHO menyeru pemerintah di Irak agar menjamin keselamatan pekerja kesehatan, instalasi kesehatan, dan kesucian perawatan kesehatan," kata pernyataan itu, yang mengutip Adham Rashad Ismail, Penjabat Wakil WHO di Irak.

"Serangan semacam itu merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional dan melucuti hak warga yang paling rentan --anak kecil, perempuan dan orang tua-- untuk memperoleh layanan kesehatan dasar," kata Ismail, sebagaimana dikutip Kantor Berita China, Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

Pada 2018, sebanyak 42 serangan terhadap pekerja perawatan kesehatan dicatat oleh WHO di Irak, 40 persen di antaranya terhadap praktisi medis, kata pernyataan tersebut.

"Sangat penting bahwa Pemerintah Irak menjamin bahwa pekerja kesehatan diperkenankan bekerja sepanjang waktu tanpa resiko, tak peduli lokasi mereka, dan pasien serta instalasi kesehatan dilindungi," tambah pernyataan itu.

Kementerian Kesehatan Irak mengatakan di jejaringnya bahwa Menterinya Alas Ad-Dini Al-Awan menerima di kantornya dokter yang diserang di Kirkuk dan menegaskan "dukungan penuhnya buat personel kesehatan dan administratif di semua lembaga kesehatan dari setiap serangan saat mereka melaksanakan tugas kemanusiaan mereka".




Credit  antaranews.com




Terdesak di Suriah, Militan ISIS Kabur ke Irak


Terdesak di Suriah, Militan ISIS Kabur ke Irak
Ilustrasi militan ISIS. (REUTERS/Social Media Website via Reuters)



Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar seribu militan kelompok ISIS dilaporkan kabur ke wilayah gurun di Irak, dari basis pertahanan terakhir mereka di Suriah. Hal itu dikhawatirkan bakal memberi mereka waktu untuk menyusun kekuatan sebelum kembali menyerang.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (26/2), militan ISIS lari karena digempur pasukan koalisi Kurdi dan Amerika Serikat di sebelah timur Suriah. Mereka diduga bakal bergabung dengan militan ISIS di sebelah utara Irak.

"ISIS mencoba menyusun kekuatan di Irak, karena di Suriah mereka terdesak," kata Juru Bicara Angkatan Bersenjata Irak, Brigjen Yahya Rasoul.


Di Irak, militan ISIS kerap menculik, membunuh, menyergap kendaraan di jalan untuk menakuti penduduk setempat, dan memeras warga. Jumlah mereka sekitar 5000 sampai 7000 orang dan bersembunyi di wilayah gurun yang tandus.

Pemerintah Irak sudah mengirim 20 ribu pasukan mereka untuk menjaga perbatasan, tetapi para militan ISIS dari Suriah tetap bisa lolos. Mereka memanfaatkan terowongan atau menyusup pada malam hari. Sebagian menyamar menjadi penggembala ternak.

Menurut informasi intelijen Irak, para militan ISIS itu tetap membawa senjata ringan seperti pistol, dan juga mengantongi uang yang mereka peroleh ketika masih berjaya.

"Kalau kita kirim pasukan terhebat di dunia, tidak mungkin mereka bisa menguasai kawasan ini. Operasi kami membutuhkan bantuan informasi intelijen dan serangan udara," ujar Rasoul.

Ketika berjaya, ISIS menguasai sepertiga wilayah Irak dan Suriah. Sempalan Al-Qaeda itu lantas memburu para kelompok minoritas. ISIS kemudian digempur dari dua negara itu sampai terdesak.

Akan tetapi, militer Irak saat ini kembali waspada karena ISIS kembali berulah, dan bahkan dikhawatirkan bisa kembali menguasai wilayah Syam. Menurut informasi intelijen, pada Januari lalu tercatat ada sembilan serangan yang dilakukan militan ISIS di Irak.

Mereka bahkan membunuh tiga warga Desa Tal al-Asfour di kawasan Badush karena dituduh menjadi mata-mata. Rekamannya lantas disebar melalui media sosial.

Menurut kepala desa setempat, Syekh Mohamed Nouri, mereka melakukan itu untuk membuat jera dan menekan warga supaya tidak buka mulut kepada aparat.





Credit  cnnindonesia.com



Donald Trump Tiba di Vietnam untuk Temui Kim Jong-Un


Donald Trump Tiba di Vietnam untuk Temui Kim Jong-Un
Presiden AS Donald Trump (kanan). (Lehtikuva/Heikki Saukkomaa via REUTERS)



Jakarta, CB -- Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Vietnam pada Selasa (26/2). Mereka akan mengadakan KTT kedua selama dua hari.

Pada pertemuan puncak ini, pihak AS mendesak langkah-langkah nyata Korea Utara untuk menghentikan program senjata nuklirnya.

Trump terbang ke Hanoi menggunakan Air Force One. Dia mendarat tepat sebelum pukul 9 malam waktu setempat.


"Baru saja tiba di Vietnam," tulisnya di posting Twitter. "Terima kasih untuk semua orang atas sambutan yang luar biasa di Hanoi. Kerumunan yang luar biasa, dan begitu banyak cinta!" dikutip Reuters, Rabu (27/2). 


Kim tiba dengan kereta api pada pagi hari setelah perjalanan tiga hari, sekitar 3.000 km (1.850 mil) dari ibu kota, Pyongyang, melalui Cina. Dia menyelesaikan perjalanan terakhir dari stasiun perbatasan ke Hanoi dengan menumpang mobil.

Kedua pemimpin, yang memulai hubungan hangat pada pertemuan puncak pertama mereka di Singapura Juni 2018, akan bertemu untuk berbicara empat mata pada Rabu malam, disertai makan malam. Mereka akan ditemani dua tamu dan penerjemah.

Donald Trump Tiba di Vietnam Temui Kim Jong-Un
Pertemuan Trump dan Kim di Singapura, 12 Juni 2018. (Anthony Wallace/Pool via Reuters)
Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan mereka akan bertemu lagi pada Kamis.

Pembicaraan mereka dilakukan delapan bulan setelah pertemuan puncak bersejarah di Singapura pada Juni 2018. 



Pada pertemuan pertama itu, mereka berusaha memecahkan kebekuan setelah berpuluh-puluh tahun terjadi permusuhan sengit antara kedua negara. Pada pertemuan kali ini akan ada desakan untuk menagih komitmen Kim menuju denuklirisasi di seluruh semenanjung Korea.

Sebagai imbalannya, Kim akan mengharapkan konsesi penting AS seperti bantuan dari sanksi-sanksi dan pernyataan bahwa Perang Korea 1950-53 akhirnya secara resmi berakhir.

Trump, mendarat dalam kegelapan, melambaikan tangan saat ia turun dari Angkatan Udara Satu dan disambut oleh pejabat senior Vietnam dan A.S. Iring-iringan mobilnya melewati kerumunan orang yang mengibarkan bendera Vietnam, Amerika Serikat dan Korea Utara dalam perjalanan ke JW Marriott Hotel, tempat untuk pertemuan puncak selama dua hari.

Sebelumnya, para pejabat Vietnam menyambut Kim di stasiun di kota Dong Dang setelah ia melintasi perbatasan dari China dengan kereta api. Dia mendapat sambutan karpet merah dengan penjaga kehormatan, band militer dan mengibarkan bendera Korea Utara dan Vietnam. 



Kim ditemani oleh saudara perempuannya, Kim Yo Jong, seorang pembantu penting.

Sekitar selusin pengawal berlari sebentar di samping limusinnya ketika ia memulai perjalanan dua jam ke Hanoi. Kim tersenyum dan melambai kepada anak-anak yang berbaris di rute.





Credit  cnnindonesia.com



PBB Desak Rusia-AS Gelar Pembicaraan Soal INF dan 'New START'


PBB Desak Rusia-AS Gelar Pembicaraan Soal INF dan \New START\
Guterres menyerukan kepada Rusia dan AS untuk melestarikan Perjanjian INF dan menyepakati perpanjangan Perjanjian Pembatasan Senjata-senjata Serangan Strategis. Foto/Istimewa

NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyerukan kepada Moskow dan Washington untuk melestarikan Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dan menyepakati perpanjangan Perjanjian Pembatasan Senjata-senjata Serangan Strategis atau "New START".

"Saya meminta pihak-pihak dalam Perjanjian INF untuk menggunakan waktu yang tersisa untuk terlibat dalam dialog yang tulus tentang berbagai masalah yang telah diangkat. Sangat penting bahwa perjanjian ini dilestarikan," kata Guterres, seperti dilansir Tass pada Selasa (26/2).

Dia menekankan bahwa runtuhnya kesepakatan itu akan membuat dunia lebih tidak aman dan tidak stabil, yang menurutnya akan sangat dirasakan di Eropa. "Kami benar-benar tidak mampu untuk kembali ke kompetisi nuklir yang tidak terkendali di hari-hari paling gelap Perang Dingin," katanya.

Guterres juga mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk memperpanjang Perjanjian START, yang akan berakhir pada 2021, dan menjajaki kemungkinan pengurangan lebih lanjut persenjataan nuklir mereka.

"Perjanjian itu adalah satu-satunya instrumen hukum internasional yang membatasi ukuran dua persenjataan nuklir terbesar di dunia dan bahwa ketentuan inspeksi mewakili langkah-langkah membangun kepercayaan penting yang bermanfaat bagi seluruh dunia. Saya mendesak Rusia dan AS untuk menggunakan waktu yang disediakan oleh perpanjangan perjanjian untuk mempertimbangkan pengurangan lebih lanjut dalam persenjataan nuklir strategis mereka," ucapnya.

Pemimpin PBB itu menambahkan, proses kontrol senjata bilateral antara Rusia dan AS telah menjadi salah satu faktor utama atas stabilitas keamanan internasional selama 50 tahun terakhir. 




Credit  sindonews.com





Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Tunggu Trump di Vietnam



Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Tunggu Trump di Vietnam
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Tunggu Trump di Vietnam

HANOI - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah tiba di Vietnam kemarin untuk konferensi tingkat tinggi (KTT) dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kedua pemimpin akan berupaya mencapai kesepakatan tentang cara penerapan janji Korut untuk menyerahkan senjata nuklirnya. Trump diperkirakan tiba di Hanoi pada pukul 9 malam waktu setempat.

“Mereka akan bertemu untuk percakapan langsung pada Rabu (27/2) malam, diikuti dengan makan malam, yang masing-masing ditemani oleh dua orang dan penerjemah,” ungkap juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders kepada para jurnalis di atas pesawat Air Force One yang terbang menuju Hanoi kemarin.

Sanders menambahkan, “Kim dan Trump akan bertemu lagi pada Kamis (28/2)” KTT kedua itu digelar delapan bulan setelah pertemuan pertama di Singapura. Adatekanan kepada kedua pihak untuk melangkah lebih nyata, tak hanya komitmen seperti yang dibuat di Singapura untuk sepenuhnya melakukan denuklirisasi semenanjung Korea.

Para pengkritik memperingatkan Trump agar tidak membuat kesepakatan yang banyak menghalangi ambisi nuklir Korut. Mereka meminta Trump mengambil langkah lebih jelas untuk tindakan Korut meninggalkan senjata nuklir yang mengancam AS. Sebagai imbalan, Kim diperkirakan mengharapkan konsesi besar dari AS seperti pemulihan dari sanksi dan deklarasi bahwa Perang Korea 1950-1953 telah resmi berakhir.

Kim yang melakukan perjalanan dari Pyongyang dengan kereta, tiba di stasiun di Kota Dong Dang, Vietnam, setelah melintasi perbatasan China. Para pejabat Vietnam menyambutnya di stasiun dengan karpet merah, termasuk pasukan kehor matan dan kibaran bendera Korut dan Vietnam. Adik Kim, Kim Yo-jong, yang muncul sebagai ajudan penting mendampingi kakaknya.

Puluhan pengawal berlari di samping mobil Kim saat dia melakukan perjalanan dua jam menuju ibu kota Vietnam, Hanoi. Jalanan ditutup oleh pasukan keamanan Vietnam yang dilengkapi personel bersenjata lengkap untuk menjaga jalanan yang dilalui Kim menuju Hotel Mulia, tempat Kim menginap.

Beberapa jam kemudian, Kim untuk pertama kali muncul, mengunjungi kedutaan besar (kedubes) Korut di Hanoi. Kim dan Trump juga akan menggelar pertemuan terpisah dengan para pemimpin Vietnam. Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo juga tiba di Hanoi kemarin.

Dia menjadi utusan penting Trump dalam upayanya memperbaiki hubungan dengan Korut dan telah melakukan beberapa perjalanan ke Pyongyang untuk negosiasi mengakhiri program nuklir Korut. Trump menjelaskan, dirinya dan Kim akan memiliki pertemuan tingkat tinggi yang sangat hebat.

Dalam tweet, Trump menekankan keuntungan bagi Korut jika mereka menyerahkan senjata nuklirnya. “Dengan denuklirisasi penuh, Korut akan cepat menjadi kekuatan ekonomi. Tanpa itu, hanya akan sama. Chairman Kim akan membuat keputusan bijaksana!” tweet Trump. Saat pidatonya akhir pekan lalu, Trump berupaya meredam harapan tentang terobosan besar di Hanoi dengan menyatakan dia akan bahagia selama Korut tetap menghentikan tes senjata.

“Saya tidak terburu-buru. Saya hanya tidak ingin tes. Selama tidak ada tes, kita senang,” ujar Trump. Korut menggelar tes nuklir terakhir pada September 2017 dan tes rudal balistik antar benua pada November 2017. Para pengamat menyatakan, kedua pemimpin harus mengambil langkah lebih nyata.

“Tugas paling penting adalah membagi pemahaman bahwa denuklirisasi sangat diperlukan,” kata Gi-Wook Shin, direktur Pusat Riset Asia Pasifik Stanford kepada Reuters. “Ambiguitas tentang istilah denuklirisasi hanya akan menambah skeptisme tentang komitmen AS dan Korut pada denuklirisasi,” kata Gi-Wook Shin. Saat AS meminta Korut menyerahkan seluruh program nuklir dan rudalnya, Korut ingin melihat pencabutan payung nuklir AS untuk Korea Selatan (Korsel).

Juru bicara kepresidenan Korsel menjelaskan, kedua pihak mungkin menyepakati berakhirnya Perang Korea. Langkah ini sangat diinginkan oleh Korut. Kedua pihak juga telah membahas kemungkinan deklarasi politik bahwa perang telah berakhir.



Credit  sindonews.com




JK Harap Pertemuan Trump-Kim Bawa Dampak Positif untuk RI


JK Harap Pertemuan Trump-Kim Bawa Dampak Positif untuk RI
Wapres Jusuf Kalla berharap pertemuan Presiden Donald Trump dengan Kim Jong-un di Vietnam dapat membawa dampak positif bagi kondisi ekonomi di Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)




Jakarta, CB -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap pertemuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di Vietnam pada 27 dan 28 Februari akan membawa dampak positif bagi kondisi ekonomi di Indonesia.

JK mengatakan bahwa dampak positif dapat terjadi jika kedua negara sepakat dalam bidang keamanan, salah satunya dengan penghentian pembuatan senjata nuklir di Korea Utara.

"Apabila tercapai persetujuan, apalagi dengan penghentian pembuatan senjata nuklir, itu akan memberikan keamanan di Asia Timur. Kalau Asia Timur aman, seperti Korea, Jepang, China, itu akan meningkatkan ekonomi kita secara umum," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (26/2).


JK juga berharap kedua negara dapat membuat kesepakatan penghentian perang Korea secara resmi. 

Korsel dan Korut secara teknis memang masih berperang karena Perang Korea pada 1950-1953 berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Dalam perang Korea yang terjadi pada 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953 itu, Korea Utara diketahui bersekutu dengan China. Sementara itu, Korea Selatan bersekutu dengan sejumlah negara, termasuk AS.

"Apabila tercapai persetujuan dalam pertemuan itu, secara formal dapat menghentikan perang di Korea. Itu hal yang baik," kata JK.

Kim dilaporkan sudah tiba di Vietnam pada Selasa (26/2) pagi waktu setempat. Ia menempuh perjalanan selama dua setengah hari dari Ibu Kota Pyongyang menggunakan kereta api lapis baja.

Trump juga dilaporkan sudah berangkat dari AS untuk mempersiapkan pertemuan dengan Kim di Vietnam.



Credit  cnnindonesia.com



Kedubes Rusia kenalkan Islam di negaranya lewat pameran foto


Kedubes Rusia kenalkan Islam di negaranya lewat pameran foto
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva dalam pameran foto "Tradisi Muslim Rusia" di Bayt Al-Quran dan Istiqlal Museum, TMII, Jakarta, Selasa (26/2/2019). (ANTARA News/Azis Kurmala)




Jakarta (CB) - Kedutaan Besar Rusia di Indonesia coba mengenalkan kehidupan dan kebudayaan umat Islam di Negeri Beruang Merah kepada publik di Indonesia lewat pameran foto.

"Ada 120 foto yang diambil dari delapan distrik di Rusia. Delapan distrik itu, antara lain Volga, Ural, Kaukasus, Moskow, Saint Petersburg, serta Siberia Barat," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva di Museum Bayt Al-Quran dan Istiqlal, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa.

Foto-foto tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kegiatan 20 juta penduduk Muslim Rusia kepada masyarakat Indonesia.

Pameran bertajuk "Tradisi Muslim Rusia" yang diselenggarakan di Museum Istiqlal TMII itu berlangsung sejak 26 Februari hingga 18 Maret 2019.



Beberapa foto yang dipajang dalam pameran foto "Tradisi Muslim Rusia" di Museum Bayt Al-Quran dan Istiqlal, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (26/2/2019). (ANTARA News/Azis Kurmala)


Berdasarkan pantauan Antara, pameran foto tersebut, antara lain menampilkan perayaan Idul Fitri, Idul Adha, seni merajut kerudung, kegiatan membaca Al-Qur'an pernikahan maupun pameran produk halal.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan pameran itu memperlihatkan betapa sangat berwarna kehidupan dan kebudayaan Islam di Rusia sejak puluhan tahun lalu.

Menurut Lukman, meskipun dulu bangsa Indonesia mengenal Rusia sebagai negara yang menganut ideologi komunis, namun sebenarnya kehidupan keagamaan di tingkat bawah tetap ada.

Sayangnya, lanjut dia, kehidupan keagamaan di tingkat bawah itu tidak terekspos secara besar-besaran.

Oleh karena itu, Lukman berharap agar pameran foto tersebut menunjukkan ajaran Islam yang menebarkan kedamaian dan kerukunan di dunia.





Credit  antaranews.com





Selasa, 26 Februari 2019

Jet-jet Tempur India Gempur Wilayah Pakistan, Klaim Incar Kamp Teror


Jet-jet Tempur India Gempur Wilayah Pakistan, Klaim Incar Kamp Teror
Pesawat jet tempur India saat menjalankan misi tempur. Foto/REUTERS/Abhishek N. Chinnappa

ISLAMABAD - Sejumlah pesawat jet tempur India menyeberang ke wilayah Pakistan pada hari Selasa (26/2/2019) dan melakukan serangan udara. Namun, militer New Delhi mengklaim target serangan adalah kamp-kamp teror.

Serangan secara dramatis ini semakin meningkatkan ketegangan antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut. Keduanya telah berperang tiga kali.

Gempuran jet-jet tempur India ini terjadi setelah serangan bom bunuh diri pada 14 Februari di wilayah Kashmir yang disengketakan kedua negara. Serangan yang menewaskan 40 polisi paramiliter India itu diklaim dilakukan oleh kelompok militan yang bermarkas di Pakistan.

New Delhi menyalahkan Islamabad atas serangan yang merugikan India. Namun, Pakistan menyangkal memiliki peran dalam serangan itu.

Pakistan sendiri meremehkan gempuran jet-jet tempur India yang diklaim tak mengakibatkan korban jiwa. Menurut militer Pakistan, jet-jet tempur India "melepaskan muatan" dengan tergesa-gesa di kawasan hutan setelah melintasi Garis Kontrol (LoC) Kashmir, yang merupakan garis perbatasan de facto antara kedua negara.

"Angkatan Udara melakukan serangan udara pagi hari ini di kamp-kamp teror di seluruh LoC (Line of Control) dan benar-benar menghancurkannya," kata Menteri Negara untuk Pertanian India, Gajendra Singh Shekhawat, di Twitter.

Militer Pakistan mengonfirmasi pesawat India melanggar wilayah udaranya, tetapi tidak ada infrastruktur yang terkena serangan.

"Pesawat-pesawat India diganggu dari sektor Muzafarabad," kata juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor, di Twitter, pada Selasa pagi, merujuk pada sebuah daerah di bagian Kashmir yang dikelola Pakistan.

"Menghadapi respons tepat waktu dan efektif dari Angkatan Udara Pakistan,, pesawat India melepaskan muatan dengan tergesa-gesa saat melarikan diri di dekat Balakot. Tidak ada korban atau kerusakan," ujar Ghafoor.

Ghafoor, mengatakan bahwa lebih banyak informasi akan dirilis. Dia telah men-tweet empat gambar dari situs yang diduga menjadi lokasi jet-jet tempur India menjatuhkan muatan di dekat Balakot, yang dianggap sebagai kawah bom.

Balakot, sebuah kota di provinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan, berjarak sekitar 50 km dari Garis Kontrol (LoC) di Kashmir, yang menjadi penyebab dua dari tiga perang yang melibatkan kedua negara sejak akhir perang pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1947.

Sementara itu, stasiun televisi India mengutip sumber-sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya mengatakan beberapa sasaran dihancurkan selama serangan udara ke Pakistan yang melibatkan selusin pesawat Mirage.

CNN News18 melaporkan itu adalah serangan besar yang melibatkan bom 1.000 pound dan jumlah gerilyawan yang tewas kemungkinan mencapai 200 orang. Media itu tidak mengatakan dari mana sumber informasinya. Sedangkan Kementerian Pertahanan setempat menegaskan kembali bahwa tidak ada informasi terkait serangan tersebut.

"Ini jawaban yang tepat untuk kengerian yang kami saksikan di Pulwama," kata mantan komandan Angkatan Udara India, Pradeep Vasant. "Ini serangan bedah di udara, kami telah menaikkan taruhan," katanya.

Mohammed Iqbal, seorang penduduk Mendhar di sisi Kashmir India, mengatakan bahwa ada jet yang terbang sepanjang malam. 





Credit  sindonews.com





Pakistan Tuding India Luncurkan Serangan Udara di Kashmir


Pakistan Tuding India Luncurkan Serangan Udara di Kashmir
Jubir militer Pakistan, Asif Ghafoor, beberapa pesawat tempur India menerobos wilayah udaranya di perbatasan daerah gencatan senjata di Kashmir dan menurunkan sejumlah muatan. (AFP Photo/Aamir Qureshi)




Jakarta, CB -- Pakistan mengklaim beberapa pesawat tempur India menerobos wilayah udaranya di perbatasan daerah gencatan senjata di Kashmir dan menurunkan sejumlah muatan pada Selasa (26/2).

"Angkatan Udara India melanggar Garis Kontrol (garis perbatasan de facto antara India-Pakistan di wilayah Kashmir)," ucap juru bicara militer Pakistan, Asif Ghafoor, dalam kicauannya di Twitter.

Ghaffor mengatakan angkatan udara Pakistan langsung mengerahkan sejumlah pesawat tempurnya sebagai respons atas manuver jet-jet India tersebut.

Ia kemudian mengunggah sejumlah gambar muatan yang disebut dilepaskan pesawat-pesawat India saat hendak kabur dari wilayahnya. Muatan tersebut tampak seperti potongan logam-logam yang ditemukan di daerah hutan di sekitar Kashmir.

"Menghadapi respons yang tepat dan efektif dari Angkatan Udara Pakistan, (jet-jet India) melepaskan muatan dengan tergesa-gesa saat melarikan diri di dekat Balakot. Tidak ada korban atau kerusakan," katanya.

Ghaffor tidak memberikan informasi lebih lanjut lokasi interaksi pesawat tempur kedua negara terjadi. Hingga kini, India juga belum mengeluarkan komentar terkait laporan tersebut.

Namun, sejumlah media lokal India melaporkan bahwa jet angkatan udara negaranya berhasil menghantam sejumlah sasaran di wilayah itu, termasuk sebuah kamp milik Jaish-e-Mohammad.

Jaish-e-Mohammad (JeM) merupakan kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri pada 14 Februari lalu di Kashmir. Serangan itu menewaskan sedikitnya 40 personel militer India dan memicu peningkatan ketegangan antara India-Pakistan.

Menuding Pakistan sebagai dalang di balik serangan tersebut, New Delhi menegaskan akan meluncurkan serangan balasan atas serangan bom bunuh diri tersebut.

Namun, Pakistan berkeras tidak terlibat dalam serangan itu. Islamabad mengancam akan membalas setiap serangan yang diluncurkan India.



Credit  cnnindonesia.com





Jet Tempur F-35 AS Akan Dilengkapi Laser Penghancur Rudal Nuklir Musuh


Jet Tempur F-35 AS Akan Dilengkapi Laser Penghancur Rudal Nuklir Musuh
Pesawat jet tempur siluman F-35 produksi Lockheed Martin, Amerika Serikat. Foto/REUTERS


WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) berencana melengkapi jet tempur siluman F-35 dengan bom, roket dan laser yang mampu menghancurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) berhulu ledak nuklir milik musuh. Para petinggi Pentagon sedang kerja sama dengan para pakar industri pertahanan untuk mewujudkan kemampuan jet tempur siluman tersebut.

Orang dalam Pentagon mengatakan rencana ke depan adalah untuk membawa dimensi baru ke pertahanan yang ada yang dapat menemukan atau menghentikan serangan terhadap AS jauh lebih awal daripada yang saat ini memungkinkan.

Para petinggi Pentagon ingin menggunakan senjata laser dan sensor yang dipasang di jet siluman F-35 untuk mendeteksi dan menghancurkan peluncuran ICBM berhulu ledak nuklir selama fase "boost" awal penerbangan ke atas.

Mereka mengatakan F-35 dapat menggunakan solusi kinetik yang akan melihatnya menyala dan menghancurkan peluncuran ICBM atau menggunakan solusi sensor di mana ia memberi isyarat sistem pertahanan rudal.

"Kami sangat senang dengan konsep ini," kata seorang pejabat senior Pentagon. "Kami sekarang melihat bagaimana kami bisa menutup rantai pembunuhan pada proses itu," lanjut pejabat yang tak disebutkan namanya tersebut, seperti dikutip Express.co.uk, Selasa (26/2/2019).

Para ahli mengatakan F-35 untuk tujuan ini memperkenalkan berbagai kemungkinan pertahanan yang belum menjadi bagian dari persenjataan pertahanan rudal Pentagon.

Pesawat tempur itu dapat menembakkan bom-bom atau rudal udara-ke-darat untuk meledakkan ICBM selama atau sesaat setelah peluncuran untuk memungkinkan juga menggunakan laser dan sistem peperangan elektronik untuk membakar, menyumbat atau menonaktifkan lintasan penerbangan ICBM musuh yang menyerang.

Jika sistem panduan ICBM atau mekanisme propulsi diganggu, ICBM mungkin terlempar, menuju ke lautan atau daerah yang tidak berpenghuni.

Loren Thompson, Chief Operating Officer (COO) dari lembaga think-tank keamanan Institut Lexington mengatakan; "F-35 dapat menggunakan konfigurasi sembunyi-sembunyi dan kemampuan manuver untuk lebih dekat dengan titik peluncuran ICBM yang berasal dari wilayah musuh."

Proposal dari Pentagon itu muncul dengan latar belakang ketidakstabilan global yang tumbuh di belakang keputusan Donald Trump yang menarik AS keluar dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987. 

Washington telah mengonfirmasi bahwa mereka telah menangguhkan kewajibannya berdasarkan perjanjian itu dan sedang dalam proses menarik diri secara total.

Perjanjian era Perang Dingin antara AS dan Rusia itu melarang kedua pihak mengerahkan rudal-rudal jarak pendek dan menenangah berbasis darat di Eropa. Runtuhnya Perjanjian INF meningkatkan prospek perlombaan senjata baru antara Washington dan Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi langkah AS dengan mengatakan Rusia akan melakukan respons cermin atas setiap langkah Washington. Salah satunya dengan menangguhkan kewajibannya pada Perjanjian INF seperti yang dilakukan Washington.

Putin sendiri telah memperkenalkan persenjataan tambahan baru Rusia selama pidato kenegaraan di Parlemen pada pekan lalu. 





Credit  sindonews.com



Aksi Tanam Zaitun Bentuk Protes Perluasan Permukiman Yahudi


Petani Palestina memanen buah zaitun di ladang mereka.
Petani Palestina memanen buah zaitun di ladang mereka.
Foto: Lazar Simeonov/Al Jazeera

Israel gencar malakukan penggusuran lahan zaitun dan mencabuti tanaman tersebut.




CB, AL-KHALIL -- Komisi Anti-Tembok dan Anti-Permukiman ikut dalam kegiatan penanaman pohon zaitun di tanah yang terancam penyitaan untuk perluasan permukiman Yahudi di Bani Hefer.


Permukiman Yahudi tersebut dibangun secara tidak sah di tanah milik orang Palestina di Kota Kecil Bani Na'im di Kabupaten Al-Khalil (Hebron) di bagian selatan Tepi Barat Sungai Yordania.


Menteri Walid Assaf, Kepala Komite Perlawantan Tembok dan Permukiman , yang menghadiri kegiatan tersebut bersama pejabat lain, mengatakan kegiatan itu adalah bagian dari aksi perlawanan rakyat terhadap prosedur Israel untuk menyita tanah orang Palestina demi kepentingan pembangunan permukiman.


Kegiatan tersebut, katanya, juga bertujuan memperkuat kebulatan tekad warga Palestina untuk mempertahankan tanah mereka di Permukiman al-Hamra, yang berada berdampingan dengan permukiman Yahudi yang dimaksud.


Assaf menekankan Komisi Anti-Tembok dan Anti-Permukiman akan melancarkan segala upaya guna mendukung keteguhan hati rakyat Palestina, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA, Selasa (26/2).


Komisi itu juga bermaksud memenuhi keperluan warga Palestina di Daerah Masafer Bani Na'im, yang berada di Daerah C di Tepi Barat, yang merupakan 60 persen wilayah Tepi Barat, yang diduduki, dan berada di bawah kekuasaan penuh militer Israel.


Pada Senin pagi, buldoser Israel meratakan sebidang lahan luas yang ditanami pohon zaitun milik warga Desa Barta'a, sebelah barat-daya Jenin.


Buldoser Israel meratakan 28 dunum lahan milik Jamal Sharif Amarneh dan mencabuti 300 pohon zaitun serta almond (1 dunum = 1.000 meter persegi).



Credit  republika.co.id



Rusia Buka Peluang Pasok India dengan Jet Tempur Su-57



Rusia Buka Peluang Pasok India dengan Jet Tempur Su-57
Pesawat jet tempur generasi kelima Rusia, Su-57. Foto/Sergei Bobylev/TASS

MOSKOW - Rusia membuka peluang untuk memasok militer India dengan jet tempur generasi kelima Sukhoi Su-57. Moskow mengaku siap untuk mengadakan dialog dengan New Delhi mengenai pengiriman jet tempur canggih tersebut.

Direktur Kerja Sama Internasional dan Kebijakan Regional di perusahaan teknologi tinggi negara Rostec, Viktor Kladov, mengungkap kesiapan Rusia tersebut kepada kantor berita TASS pada hari Senin (25/2/2019).

"Dari pihak kami, kami siap untuk melanjutkan pengiriman pesawat generasi 4+ dan 4++ dan untuk pekerjaan pengiriman pesawat generasi kelima. Pada saat yang sama, Angkatan Udara Rusia adalah prioritas utama bagi kami. Pesawat (jet tempur generasi kelima Su-57 terbaru) telah diuji dalam kondisi tempur di Suriah dan pengirimannya ke pasukan Rusia telah dimulai," kata pejabat Rostec tersebut.

Pesawat tempur generasi kelima Su-57 Rusia telah melakukan penerbangan pertama dengan mesin baru.
Kladov mengatakan India menunjukkan minat pada Su-57, tetapi negara itu perlu membentuk konsep lebih lanjut tentang Angkatan Udara-nya.

"Angkatan Udara India harus menentukan seberapa besar pesawat ini cocok dengan konsep umum mereka, apa yang harus menjadi fokus mereka serta pada apa uang yang harus dikeluarkan untuk memperoleh beberapa model pesawat generasi berikutnya atau membangun secara signifikan jumlah 30 pesawat MKI yang terkenal bagi para pilot India," lanjut dia.

Wakil Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer dan Teknis Anatoly Punchuk mengatakan pada pertunjukan udara Aero India 2019 bahwa India telah mengajukan permintaan pengiriman 21 jet tempur ringan MiG-29.

Rusia sebelumnya memasok lebih dari 200 jet tempur multirole Su-30MKI. Namun, harian Kommersant pada awal Februari mengutip Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer dan Teknis, mengatakan bahwa India telah mengajukan permintaan baru untuk perakitan satu set pesawat tersebut.

Su-57 adalah pesawat tempur generasi kelima yang dirancang untuk menghancurkan semua jenis target udara pada jarak jauh dan jarak pendek. Selain itu, jet tempur itu juga dirancang untuk menghantam target musuh di darat dan laut, serta mengatasi kemampuan pertahanan udaranya.

Su-57 naik terbang untuk pertama kalinya pada 29 Januari 2010. Dibandingkan dengan pendahulunya, Su-57 menggabungkan fungsi pesawat penyerang dan jet tempur yang menggunakan bahan komposit. Dengan teknologi inovasi, konfigurasi aerodinamis jet tempur Su-57 diklaim rendah terhadap deteksi radar dan inframerah. 





Credit  sindonews.com





Ini Daftar Wilayah AS yang Jadi Target Rudal Nuklir Rusia



Ini Daftar Wilayah AS yang Jadi Target Rudal Nuklir Rusia
Presiden Rusia Vladimir Vladimorvich Putin. Foto/REUTERS

MOSKOW - Stasiun televisi negara Rusia merilis daftar wilayah Amerika Serikat (AS) yang jadi target rudal hipersonik nuklir Rusia jika perang nuklir pecah. Rilis daftar target itu muncul setelah Presiden Vladimir Putin terang-terangan mengancam menyerang Amerika jika nekat mengerahkan senjata nuklir di Eropa.

Rusia telah memperingatkan rudal hipersonik berhulu ledak nuklir berpotensi mencapai target di Amerika Serikat hanya dalam waktu kurang dari lima menit.

Dalam siaran Minggu malam, stasiun televisi negara Rusia mengklaim rudal-rudal hipersonik nuklir Moskow dapat menghantam Pentagon dan tempat peristirahatan presiden AS, Camp David, dalam waktu sekejap, yakni kurang dari lima menit.

Selain Pentagon dan Camp David, penyiar berita Dmitry Kiselyov, menunjukkan beberapa target lain yang berpotensi dihantam senjata mengerikan Moskow.

Kiselyov yang juga dikenal sebagai pembawa program berita Vesti Nedeli menguraikan target-target tersebut, antara lain Fort Ritchie, pusat pelatihan militer di Maryland yang ditutup pada tahun 1998, McClellan, pangkalan Angkatan Udara AS di California yang ditutup pada tahun 2001, dan Jim Creek, sebuah basis komunikasi Angkatan Laut di negara bagian Washington.

Laporan berita itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara atas keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik AS keluar diri dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987.

Trump menuduh Rusia melanggar ketentuan Perjanjian INF. Sebaliknya, Rusia juga menuduh AS melanggar perjanjian era Perang Dingin tersebut.

Awal bulan ini, Putin menyetujui rencana pengembangan senjata baru yang mencakup pembuatan rudal hipersonik berbasis darat yang dikembangkan dari rudal jelajah Kalibr.

Namun Putin menegaskan bahwa dia tidak ingin Rusia terlibat ke dalam perlombaan senjata yang mahal.

Pekan lalu, Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS akan bergerak maju dengan mengembangkan opsi-opsi respons militernya sendiri terhadap penyebaran rudal jelajah Rusia yang terlarang, yang dapat menargetkan Eropa barat.

Putin mengatakan jika rudal AS dibawa ke Eropa, Rusia akan dipaksa untuk merespons dengan menempatkan rudal nuklir hipersonik di kapal selam dekat perairan AS, di mana target wilayah AS berada dalam jangkauan.

Kiselyov, yang dekat dengan Kremlin, mengatakan rudal hipersonik Tsirkon atau Zircon yang sedang dikembangkan Rusia dapat mencapai sasaran dalam waktu kurang dari lima menit jika diluncurkan dari kapal selam.

Penerbangan hipersonik pada umumnya berarti senjata itu bepergian melalui atmosfer dengan lima kali kecepatan suara. "Untuk saat ini, kami tidak mengancam siapa pun, tetapi jika penyebaran seperti itu terjadi, respons kami akan instan," katanya, seperti dikutip Reuters, Selasa (26/2/2019). 




Credit  sindonews.com




Assad Kunjungi Iran Pertama Kali sejak Perang Suriah Pecah


Assad Kunjungi Iran Pertama Kali sejak Perang Suriah Pecah
Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam kunjungan pertama ke Iran sejak perang Suriah pecah . Foto/REUTERS

TEHERAN - Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad melakukan kunjungan publik pertamanya ke Iran perang Suriah pecah pada 2011. Dia bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.

Kunjungan langka pemimpin rezim Damaskus ke Iran itu terjadi pada Senin. Teheran sendiri merupakan sekutu utama Assad yang berjasa dalam memenangkan perang sipil di Suriah.

Stasiun televisi pemerintah Suriah dan Iran menunjukkan Assad dan Khamenei tersenyum dan berpelukan. Televisi pemerintah Suriah melaporkan kedua pemimpin sepakat untuk melanjutkan kerja sama di semua tingkatan untuk kepentingan kedua negara.

Sedangkan Khamenei mengatakan kemenangan militer kedua negara di Suriah telah memberikan "pukulan keras" terhadap rencana AS di wilayah tersebut.

Assad diketahui unggul dalam perang Suriah berkat bantuan kekuatan udara Rusia serta pasukan Hizbullah Iran dan Lebanon. Mereka merebut kembali semua kota utama Suriah dari pemberontak dan militan yang didukung berbagai kekuatan Barat dan negara-negara Arab Teluk.

Milisi Syiah yang didukung Iran telah memperluas kendali mereka atas sebagian besar wilayah sekitar Damaskus, Suriah selatan dan timur. Wilayah-wilayah itu telah menanggung beban terberat dari pengeboman selama perang sipil pecah dan menyebabkan perpindahan massal atau emigrasi ke negara-negara tetangga.

Pengaruh Iran yang berkembang di Suriah, tempat Teheran mencapai kesepakatan ekonomi dan perdagangan, juga telah meningkatkan prospek konfrontasi militer dengan musuh bebuyutannya, Israel.

Israel, yang menganggap Iran sebagai ancaman terbesarnya, telah berulang kali menyerang sasaran-sasaran Iran di Suriah dan orang-orang dari milisi sekutu Teheran, termasuk Hizbullah Lebanon.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengancam akan meningkatkan perjuangannya melawan pasukan-pasukan milisi Iran di Suriah setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara Assad.

Media pemerintah Iran mengatakan Khamenei memuji Assad sebagai pahlawan yang telah memperkuat aliansi antara Iran, Suriah dan Hizbullah.

"Republik Islam Iran berpandangan membantu pemerintah dan bangsa Suriah sebagai dukungan bagi gerakan perlawanan (terhadap Israel) dan sangat bangga melakukannya," kata Khamenei, dikutip Reuters, Selasa (26/2/2019).

Assad juga diberi pengarahan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani tentang upaya Rusia, Iran dan Turki—pendukung pihak utama dalam perang saudara Suriah—untuk mengakhiri konflik.

Suriah menginginkan Turki, yang telah mendukung pemberontak dan mengukir lingkup pengaruh di barat laut negara itu, untuk mengeluarkan tentaranya dari wilayah Suriah dan mengakhiri dukungannya pada pemberontak.

Upaya sejauh ini gagal untuk membuat kemajuan menuju penyelesaian politik untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan memaksa setengah dari populasi pra-perang Suriah mengungsi. 





Credit  sindonews.com



AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Venezuela



Presiden Venezuela, Nicolas Maduro saat peringatan Angostura Discour Bicentennial di Ciudad Bolivar, Venezuela (15/2).
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro saat peringatan Angostura Discour Bicentennial di Ciudad Bolivar, Venezuela (15/2).
Foto: EPA

AS bekukan aset empat gubernur negara bagian yang mendukung Maduro.



CB, BOGOTA -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap Venezuela pada Senin (25/2). Sanksi itu dikenakan kepada empat gubernur negara bagian Venezuela yang bersekutu dengan Presiden Nicolas Maduro.

Departemen Keuangan AS memblokir semua aset yang dikontrol keempat gubernur terkait di AS. Pengumuman sanksi itu dilakukan ketika Wakil Presiden AS Mike Pence bertemu pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido.

Keduanya mengadakan pertemuan dengan Lima Group, yakni sebuah blok negara-negara dari Argentina hingga Kanada. Kelompok itu sengaja dibentuk untuk menyelesaikan krisis politik dan ekonomi Venezuela.

Dalam pertemuan itu, Pence kembali menegaskan dukungan AS untuk kepemimpinan Guaido di Venezuela. Dukungan diberikan hingga kebebasan benar-benar dipulihkan.

Dia pun mengulangi tawaran amnestinya bagi anggota pasukan bersenjata yang memberi dukungan bagi Guaido.


"Kami menjelaskan kepada mereka bahwa kami mendukung seruan presiden sementara (Guaido) untuk amnesti, pemerintah inklusif, masa depan inklusif bagi anggota angkatan bersenjata yang telah meletakkan senjata dan berdiri dengan pemerintahan Guaido," ucap Pence.

Dia secara khusus meminta Uruguay dan Meksiko, yang condong berpihak kepada pemerintahan Maduro agar mengalihkan dukungannya kepada Guaido dan mendorongnya menjadi presiden sah. "Kami percaya tidak akan ada penonton, tidak ada orang di sela-sela ini, terutama di belahan bumi kita," ujarnya.

Pence pun meminta anggota Lima Group membekukan aset perusahaan minyak nasional Venezuela, PDVSA. Dia mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang AS akan mengumumkan kembali sanksi ekonomi yang lebih kuat terhadap pemerintahan Maduro.

"Kami akan bekerja dengan Anda semua untuk menemukan setiap dolar terakhir yang mereka curi dan bekerja untuk mengembalikannya ke Venezuela," ujar Pence.

Venezuela memang tengah dibekap krisis akibat perekonomiannya yang hancur. Situasi di sana kian memanas ketika ratusan ribu warga menggelar aksi demonstrasi menuntut Maduro mundur dari jabatannya.

Saat itu, Majelis Nasional Venezuela, yang juga dipimpin Guaido, menyatakan bahwa pemerintahan Maduro tidak sah. Guaido kemudian memproklamirkan dirinya sendiri sebagai presiden sementara. AS segera mengakui kepemimpinannya. Israel dan Australia juga mengikuti langkah AS mendukung Guaido.

Saat ini negara-negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, Jerman, Inggris, Portugal, Swedia, Denmark, Austria, Albania, dan Belanda, juga telah mengakui kepemimpinan Guaido. Sementara Rusia, Turki, Cina, Iran, Bolivia, dan Meksiko masih mendukung pemerintahan Maduro. 



Credit  republika.co.id



AS Serang Kelompok Al Shabaab di Somalia, 35 Militan Tewas


AS Serang Kelompok Al Shabaab di Somalia, 35 Militan Tewas
Ilustrasi serangan udara. (REUTERS/Omar Sanadiki)




Jakarta, CB -- Angkatan Bersenjata Amerika Serikat pada mengumumkan menggelar serangan udara di Somalia pada minggu (24/2) pekan lalu. Mereka mengklaim operasi itu menewaskan 35 anggota kelompok teroris Al Shabaab.

Seperti dilansir CNN, Selasa (26/2), serangan itu dilakukan sekitar 23 mil sebelah timur Beledweyne, wilayah Hiran. Komando AS di Afrika (AFRICOM) mengatakan operasi itu menargetkan para militan Al Shabaab ketika sedang berpindah posisi di daerah pedesaan.

"Kami terus mendukung Somalia sebagai mitra kami, terutama ketika operasi mereka memberi kami kesempatan untuk melakukan perlawanan ke Al Shabaab sebagai elemen dari strategi mitra kami," kata Direktur AFRICOM, Gregg Olson.

"Dalam kasus serangan ini, kami menghentikan upaya Al Shabaab untuk mengerahkan pasukannya. Serangan ini juga bisa menghilangkan potensi ancaman bagi mitra kami dan orang-orang Somalia sebelum para teroris tersebut mengatur mereka," katanya.


Angkatan bersenjata AS mengatakan tidak ada warga sipil yang menjadi korban dalam serangan itu.

Serangan udara itu diikuti dengan empat serangan lainnya yang dilakukan selama akhir pekan yang menewaskan dua militan lain.

Menurut data AFRICOM, setidaknya ada 180 pejuang dari kelompok teroris yang berafiliasi dengan Al-Qaeda itu tewas dalam 22 serangan selama 2019.

Kementerian Pertahanan (Pentagon) memperkirakan ada 3.000 hingga 7.000 pejuang Al Shabaab, dan 70 hingga 250 pejuang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Somalia pada Agustus 2018.

Serangan udara AS di Somalia semakin gencar di masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Dia mengizinkan militer AS menggelar serangan presisi yang menargetkan Al Shabaab pada Maret 2017 dalam upaya untuk mendukung pemerintah Somalia.

Sebelumnya, AS hanya dibolehkan melakukan serangan udara untuk membela diri saat di lapangan.

Pada 2018, AS melakukan 47 serangan udara presisi terhadap militan Al Shabab. Sementara pada 2017, AS melakukan 35 serangan udara dan pada 2016 melakukan 15 kali serangan udara.

AS memiliki sekitar 500 tentara di Somalia, yang kebanyakan memiliki peran sebagai penasehat. 




Credit cnnindonesia.com




Permohonan Bebas Bersyarat Nawaz Sharif Ditolak


Nawaz Sharif
Nawaz Sharif
Foto: Reuters/Mohsin Raza

Nawaz Sharif divonis tujuh tahun penjara



CB, ISLAMABAD — Pengadilan Pakistan menyatakan penolakan terhadap permohonan bebas bersyarat, yang diajukan mantan perdana menteri Pakistan, Nawaz Sharif. Sebelum permohonannya ini ditangguhkan, ia sempat mengajukan banding.

Sharif divonis tujuh tahun penjara lantaran tidak mampu mengungkap sumber pendapatannya. Ia mampu mengakuisisi pabrik baja Al-Azizia Steel Mills di Arab Saudi.

Pengajuan bebas bersyarat ditolak ini salam pengadilan pada Senin (25/2). Ia mengajukan hal tersebut dengan alasan medis, karena Sharif sempat dirawat akibat penyakit jantungnya kambuh.

Pengadilan memutuskan kondisinya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bebas bersyarat, karena semua fasilitas medis di penjara telah tersedia baginya. “Kami tentu kecewa dengan keputusan ini,” ungkap ajudan Sharif, Shahid Khaqan Abbasi, kepada wartawan.

Meskipun kliennya itu perlu mendapatkan perawatan khusus, namun pihaknya tetap menghormati putusan pengadilan. “Kami selalu menghormati keputusan pengadilan. Kami akan mengambil semua langkah hukum yang diperlukan,” kata Shahid lagi.


Mahkamah Agung Pakistan sempat mencopot jabatan perdana menteri Sharif untuk ketiga kalinya pada Juli 2017. Ini dikarenakan Sharif tidak bisa menjelaskan berapa banyak uang gajinya dipakai untuk mengambil alih pabrik baja yang kini dikelola anaknya itu.

Sharif juga sudah dua kali dihukum karena  dua kasus berbeda, dimana dalam dua kasus itu, lagi-lagi ia tidak bisa mengungkapkan sumber pendapatannya. Salah satu kasusnya adalah terkait kepemilikan properti kelas atas di London, Inggris.


Pengadilan Tinggi sempat mengabulkan bebas bersyaratnya pada September 2019 lalu. Pengadilan Tinggi menangguhkan hukuman 10 tahun sembari menunggu putusan apakah Sharif bersalah atau tidak.

Proses banding dalam kedua kasus tersebut masih terus berlanjut.

Sementara itu Sharif menyebut tuduhan terhadapnya ini bermuatan politik. Ia menuduh militer dan pengadilan bekerja sama untuk mengakhiri karir politiknya, dan mengguncang Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N).

PML-N kalah dari Partai Kriket yang mengubah kedudukan Perdana Menteri Pakistan baru diisi oleh Imran Khan, berdasarkan putusan dalam jajak pendapat Juli 2018 lalu. Sharif menuduh militer mendukung Khan. Namun, Khan dan militer membantah tuduhan itu.









Credit  republika.co.id




Demonstrasi Gaza Tuntut Mahmoud Abbas Mundur dan Gelar Pemilu



Demonstrasi di Gaza yang menuntut Mahmoud Abbas mundur, Ahad, 24 Februari 2019.[Arutz Sheva]
Demonstrasi di Gaza yang menuntut Mahmoud Abbas mundur, Ahad, 24 Februari 2019.[Arutz Sheva]

CB, Jakarta - Ribuan demonstran Palestina berkumpul Jalur Gaza pada Ahad mendesak Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk mundur.
Pengunjuk rasa pro Hamas berkumpul di alun-alun al Sarya, menyerukan Otoritas Palestina membayar gaji pekerja publik dan pegawai negeri di Gaza, setelah pemotongan anggaran, seperti dikutip dari Aljazeera, 25 Februari 2019.
Selain meminta Abbas mundur, massa juga menuntut Israel membuka blokade Jalur Gaza.

Demonstrasi diserukan oleh Gerakan Populer untuk Keselamatan Nasional yang berbasis di Gaza, yang terdiri dari faksi-faksi Palestina termasuk Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza, dan para oposisi Abbas lainnya.
"Ini adalah momen bersejarah di mana kami berdiri di sini melawan ketidakadilan dan tirani," kata gerakan itu. "Kami di sini untuk menekankan bahwa kami bukan budak penguasa...Kami datang ke sini untuk menyerukan pemilihan umum, termasuk pemilihan presiden, parlemen dan kota."

Sejak 2006, tidak ada pemilihan parlemen di wilayah Palestina dan tidak ada pemilihan presiden sejak tahun sebelumnya.
Demonstrasi tandingan untuk mendukung Abbas juga digelar pada Ahad di kota Hebron, Tepi Barat, menurut Kantor Berita Wafa.
Mahmoud Abbas, 83 tahun, selama beberapa bulan terakhir mengurangi gaji pegawai negeri di Gaza, sebagai bagian dari upaya untuk menekan Hamas dan mendorong perjanjian rekonsiliasi yang bertujuan mengakhiri perpecahan internal Palestina.




Credit  tempo.co




Belgia: Rivalitas Saudi-Iran Bahayakan Keamanan Eropa


Belgia: Rivalitas Saudi-Iran Bahayakan Keamanan Eropa
PM Belgia Charles Michel menyuarakan keyakinan bahwa kompetisi yang berlangsung lama antara Saudi dan Iran dapat membahayakan situasi keamanan di Eropa. Foto/Reuters

KAIRO - Perdana Menteri Belgia, Charles Michel menyuarakan keyakinan bahwa kompetisi regional yang berlangsung lama antara Arab Saudi dan Iran dapat membahayakan situasi keamanan di Eropa.

Berbicara saat menghadiri pertemuan Liga Arab dan Uni Eropa (UE) yang berlangsung di Kairo, Mesir, Michel mengatakan perseteruan antara kedua negara bukan hanya berdampak pada keamanan di kawasan, tapi juga bisa berpengaruh pada keamanan di Eropa.

"Ada persaingan antara Saudi dan Iran sejak Perang Dingin, yang mempengaruhi ketidakstabilan dan ketidakamanan wilayah itu, tetapi juga berdampak pada Eropa," kata Michel dalam sebuah perntyataan.

"Jadi kami ingin di Eropa untuk mempertahankan kepentingan geopolitik kami. Mereka tidak harus sama seperti halnya yang dilakukan Amerika Serikat (AS)," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (25/2).

Dia kemudian mengatakan bahwa melalui kehadirannya di pertemuan Liga Arab-UE, Belgia ingin mendorong stabilitas dan keamanan melalui kemitraan dan untuk berkontribusi memerangi terorisme dan mengatasi migrasi dengan cara paling terstruktur. 




Credit  sindonews.com




Liga Arab Sebut Iran dan Turki Ganggu Stabilitas Timur Tengah


Liga Arab Sebut Iran dan Turki Ganggu Stabilitas Timur Tengah
Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit tuduh Turki dan Iran mengganggu stabilitas kawasan dengan ikut campur dalam konflik yang terjadi di Libya, Suriah, dan Yaman. Foto/Istimewa

KAIRO - Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit menuduh Turki dan Iran mengganggu stabilitas kawasan dengan ikut campur dalam konflik yang terjadi di Libya, Suriah, dan Yaman.

Berbicara pasca pertemuan Liga Arab dan Uni Eropa (UE) di Kairo, Mesir, Gheit menuturkan Liga Arab dan UE menyayangkan konflik yang terus berlanjut di Libya, Suriah dan Yaman. Dia lalu menyebut, konflik di sana menjadi lebih rumit setelah adanya campur tangan asing, seperti Iran dan Turki.

"Kami (bersama-sama dengan UE) berbagi keprihatinan atas konflik militer yang sedang berlangsung di Yaman, Libya dan Suriah serta campur tangan asing di dalamnya, baik yang Iran maupun Turki," kata Gheit, seperti dilansir Sputnik pada Senin (25/2).

Dia kemudian mengatakan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik di Yaman, Libya dan Suriah, serta menunjukkan perlunya menjaga integritas wilayah negara-negara ini.

Terkait pertemuan Liga Arab-UE, pertemuan ini dilaporkan membahas mengenai itu multilateralisme, perdagangan dan investasi, migrasi, keamanan, dan situasi di kawasan.

Pertemuan persiapan yang sebelumnya berlangsung di Brussel pada 4 Februari, bagaimanapun, gagal menghasilkan deklarasi bersama, yang dilaporkan karena kurangnya konsensus tentang isu-isu tertentu dan konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung. 




Credit  sindonews.com