Senin, 04 Februari 2019

Israel Memulai Konstruksi Pembangunan Tembok Baru di Gaza


Israel Memulai Konstruksi Pembangunan Tembok Baru di Gaza
PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tembok Gaza itu akan memiliki tinggi enam meter. Selain itu, tembok tersebut akan bertemu dengan tembok yang menjorok ke Laut Mediterania. (REUTERS/Dan Balilty)


Jakarta, CB -- Israel memulai pengerjaan konstruksi untuk membangun tembok yang baru di Jalur Gaza. Tahap baru itu dengan mengerahkan material-material yang bakal dibangun untuk memisahkan wilayah yang diklaim sebagai milik Israel dengan Palestina.

"Selama akhir pekan ini kami memulai pembangunan fondasi di atas tanah sepanjang jalur Gaza," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada wartawan sebelum rapat mingguan kabinet seperti dikutip dari AFP, Minggu (3/2).



Netanyahu menerangkan tembok tersebut akan berdiri di atas tanah dengan ketinggian enam meter. Dia mengatakan alasan pembangunan tembok itu adalah untuk mencegah pihak-pihak yang disebutnya 'kelompok teroris dari Gaza' masuk ke wilayah yang diklaim sebagia teritorial Israel dan membuat keonaran.


Netanyahu tak memberikan rincian mendetail lainnya, namun Kementerian Pertahanan Israel lewat pernyataan resmi mengatakan pekerjaan pembuatan fondasi struktur itu dimulai pada Kamis pekan ini.

Tembok itu disebutkan akan memiliki panjang 65 kilometer, juga mencegah ancaman Gaza yang menggunakan terowongan bawah tanah. Pada ujung terbarat, Kemenhan Israel, menyatakan tembok itu akan bertemu dengan tembok laut yang menjorok ke lautan Mediterania. Tembok yang menjorok ke lautan itu dibangun untuk mencegah penetrasi warga Palestina lewat laut.

Pada Perang Gaza 2014 silam, tentara Israel setidaknya menewaskan empat militan Hamas yang mencoba melakukan penetrasi lewat laut.

"[Tembok] Ini luar biasa dan sangat kuat," kata kementerian itu dalam sebuah klip video yang menyertainya.

Perihal pembangunan tembok itu sendiri sudah hampir setahun ini diprotes warga Palestina saban pekannya. Biasanya mereka berkumpul di perbatasan Gaza. Mereka menuding Israel telah memisahkan dirinya masing-masing dengan keluarga di sisi yang lain akibat sejak tanah tersebut diberikan untuk Israel usai Perang Dunia II pada 1948 silam.




Credit  cnnindonesia.com