PARIS
- Sekretariat Jenderal Prancis untuk Pertahanan dan Keamanan Nasional
(SGDSN), dilaporkan sedang menyelidiki laporan-laporan tentang dugaan
campur tangan Rusia dalam apa yang disebut demonstrasi "Rompi Kuning"
yang baru-baru ini terjadi di Prancis.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian menuturkan, dia mendengar kabar bahwa SGDSN sedang menyelidiki kemungkinan campur tangan Rusia dalam demostrasi "Rompi Kuning", yang sudah berlangsung beberapa pekan di Paris.
"Saya telah mendengar desas-desus ini. Sekretariat Jenderal untuk Pertahanan dan Keamanan Nasional saat ini sedang menginvestigasi mereka. Kami akan melihat apa hasil dari penyelidikan ini. Saya tidak akan memberikan penilaian saya pada apa pun, kecuali fakta-fakta telah ditetapkan," ucap Le Drian, seperti dilansir Sputnik pada Senin (10/12).
Pernyataan menteri itu menyusul laporan media Prancis, yang mengutip analisis yang dilakukan oleh New Knowledge, sebuah perusahaan cybersecurity, bahwa ratusan akun Twitter yang diduga terkait Rusia mungkin memicu aksi "Rompi Kuning" dengan memposting gambar pengunjuk rasa yang terluka dan me-retweet posting yang terhubung dengan kerusuhan.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian menuturkan, dia mendengar kabar bahwa SGDSN sedang menyelidiki kemungkinan campur tangan Rusia dalam demostrasi "Rompi Kuning", yang sudah berlangsung beberapa pekan di Paris.
"Saya telah mendengar desas-desus ini. Sekretariat Jenderal untuk Pertahanan dan Keamanan Nasional saat ini sedang menginvestigasi mereka. Kami akan melihat apa hasil dari penyelidikan ini. Saya tidak akan memberikan penilaian saya pada apa pun, kecuali fakta-fakta telah ditetapkan," ucap Le Drian, seperti dilansir Sputnik pada Senin (10/12).
Pernyataan menteri itu menyusul laporan media Prancis, yang mengutip analisis yang dilakukan oleh New Knowledge, sebuah perusahaan cybersecurity, bahwa ratusan akun Twitter yang diduga terkait Rusia mungkin memicu aksi "Rompi Kuning" dengan memposting gambar pengunjuk rasa yang terluka dan me-retweet posting yang terhubung dengan kerusuhan.
Pihak
Rusia belum mengomentari publikasi dan penyelidikan yang diluncurkan.
Ini bukan kali pertama Moskow dituduh ikut campur dalam urusan internal
negara lain. Menanggapi tuduhan tersebut di masa lalu, Rusia telah
berulang kali membantah keterlibatan dalam urusan negara asing, menuntut
bukti nyata dalam setiap kasus yang ada.
Credit sindonews.com