Kamis, 27 Desember 2018

Arab Saudi Bantah Bakal Bangun Kembali Suriah



Arab Saudi Bantah Bakal Bangun Kembali Suriah
Seorang bocah Suriah duduk diatas sebuah tank yang hancur akibat perang saudara di negara itu. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Seorang pejabat di Kedutaan Arab Saudi di Washington mengatakan bahwa pihak kerajaan belum membuat perjanjian keuangan baru yang besar untuk Suriah sejak Agustus. Saat itu, Departemen Luar Negeri mengumumkan bahwa Arab Saudi telah berkomitmen USD100 juta untuk dana stabilisasi wilayah Suriah dibebaskan dari militan ISIS oleh koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS).

"Kerajaan Saudi adalah kontributor utama Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS, menerbangkan jumlah sorti tertinggi kedua terhadap ISIS di Suriah, dan juga, menyumbangkan jutaan dolar untuk upaya bantuan di sana," kata seorang pejabat kedutaan Saudi seperti dilansir dari CNBC, Kamis (27/12/2018).

Pernyataan ini sekaligus membantah perkataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengumumkan bahwa Arab Saudi setuju untuk menghabiskan uang yang diperlukan guna rekonstruksi Suriah.

"Arab Saudi kini telah setuju untuk menghabiskan uang yang diperlukan untuk membantu membangun kembali Suriah, bukan Amerika Serikat," kata Trump di akun Twitternya.

"Lihat? Bukankah itu menyenangkan ketika negara-negara yang sangat kaya membantu membangun kembali tetangga mereka daripada sebuah Negara Besar, AS, yang berjarak 5.000 mil. Berkat Saudi A!" imbuhnya.


Pada hari Rabu waktu setempat, Gedung Putih mengklarifikasi bahwa tweet Trump tidak dimaksudkan untuk mengumumkan komitmen baru dari Arab Saudi.


"Amerika Serikat menyambut baik kontribusi semua anggota koalisi terhadap kekalahan ISIS di Suriah, termasuk kontribusi masa lalu yang kuat dari Arab Saudi," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Garrett Marquis.

"Ketika kita melihat upaya masa depan untuk memastikan kekalahan ISIS yang abadi, termasuk menstabilkan daerah yang terbebas dari ISIS, kami akan bekerja sama erat dengan sekutu dan mitra untuk berbagi beban upaya ini," tukasnya. 



Credit  sindonews.com