Selasa, 27 November 2018

Demo di Prancis Rusuh, Trump Kritik Perlakuan Eropa ke Amerika

Presiden AS Donald Trump berbincang dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam KTT G7 di Charlevoix, Quebec, Kanada, 8 Juni 2018. REUTERS/Leah Millis
Presiden AS Donald Trump berbincang dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam KTT G7 di Charlevoix, Quebec, Kanada, 8 Juni 2018. REUTERS/Leah Millis

CBWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluh sehari pasca demonstrasi rusuh menolak harga bahan bakar minyak di Paris, Prancis. Menurut Trump, AS telah mengalami perlakuan buruk dari Uni Eropa selama ini.

 
“Protes yang besar dan rusuh di Prancis tidak mempertimbangkan betapa buruknya AS telah diperlakukan secara perdagangan oleh Uni Eropa atau dalam pembayaran iuran yang adil dan masuk akal untuk perlindungan besar militer kam. Dua topik ini harus segera ditangani,” kata Trump sebelum pergi ke lapangan golf pada Ahad, 25 November 2018 waktu setempat.
Selama ini, Trump berulang kali mendesak negara-negara Eropa seperti Prancis, yang merupakan anggota NATO, untuk membayar iuran.

 
Trump juga mengeluhkan praktek perdagangan dengan EU, yang nyaris berujung perang dagang skala besar.
Menjelang peringatan 100 tahun berakhirnya PD I, Presiden Prancis Macron sempat melontarkan pembuatan pasukan Eropa untuk melindungi kawasan ini dari Cina, Rusia, dan AS.
Pernyataan Macron ini membuat Trump sempat meradang dan meminta Prancis fokus membayar iuran dana pertahanan NATO.

Demonstran yang mengenakan rompi kuning membakar ban bekas saat memprotes atas kenaikan harga bahan bakar minyak dengan memblokir akses ke depot bahan bakar di Fos-sur-Mer, Prancis, 19 November 2018. Dikabarkan bahwan unjuk rasa tersebut berlangsung di 2000 titik dari ibu kota Paris hingga kota-kota lain. REUTERS/Jean-Paul Pelissier


Para pengunjuk rasa di Prancis, yang mengenakan jaket bergaris kuning menyala, memprotes kebijakan Macron, yang menaikkan pajak BBM pada akhir 2017. Ini membuat harga BBM terkerek naik. Mereka meminta Macron mencabut keputusannya itu.

 
Pada unjuk rasa Sabtu kemarin, sekitar 130 orang pengunjuk rasa ditangkap polisi dan 42 orang ditahan. 2 orang pengunjuk rasa, sejauh ini, telah tewas dari beberapa aksi unjuk rasa menolak harga BBM, yang telah digelar sejak 3 pekan terakhir.


 
Aksi unjuk rasa ini juga memprotes standar hidup yang dinilai turun se antero Prancis. Pendemo beralasan kenaikan harga BBM hanya memperparah kondisi ini. Saat ini, tingkat pengangguran menjadi 9.1 persen atau sekitar dua kali dari Inggris dan Jerman. Menurut polling, tingkat kepuasan publik atas kinerja pemerintahan Macron turun menjadi 26 persen.




Credit  tempo.co