Jumat, 30 November 2018

Georgia Dipimpin Presiden Perempuan


Georgia Dipimpin Presiden Perempuan
Georgia Dipimpin Presiden Perempuan. (Koran SINDO).

TBILISI - Salome Zurabishvili berhasil memenangkan pemilu presiden Georgia dan dia menjadi perempuan pertama yang memimpin negara tersebut.

Setelah semua suara dihitung, Komisi Pemilu Pusat menyatakan mantan diplomat kelahiran Prancis itu mampu meraup 59,6% suara dibandingkan rivalnya Grigol Vashadze dengan 40,4%. Kemenangan Zurabishvili dikarenakan dia mendapatkan dukungan dari Partai Georgian Dream, sedangkan Vashadze didukung partai oposisi.

Itu sesuai dengan hasil exit poll sebelumnya yang menunjukkan Zurabishvili akan memenangkan pemilu presiden. Namun demikian, posisi presiden hanya akan menduduki peran yang seremonial semata sesuai dengan konstitusi baru.

Zurabishvili, 66, merupakan politikus kelahiran Paris setelah orang tuanya melarikan diri dari Georgia pada 1921 menyusul aneksasi kekuatan Soviet. Dia merintis karier di kementerian luar negeri Prancis dan ditempatkan sebagai duta besar di Tbilisi, ibu kota Georgia, pada 2003.

Dia kemudian mengundurkan diri dari jabatannya dan Presiden Geogia Mikheil Saakashvili menunjuknya sebagai menteri luar negeri. Apa program utama Zurabishvili? ”Saya akan menyeimbangkan hubungan Georgia dengan Rusia dan Barat,” ujarnya dilansir BBC.

Program itu sangat berbeda dengan Vashadze. Hasil pemilu presiden putaran kedua itu akan berdampak langsung pada pemilu parlemen menyusul reformasi konstitusi yang diadopsi tahun lalu dan ditentang oposisi.

Hasil pemilu presiden kali ini akan menjadi indikator bagaimana hasil pemilu parlemen 2020 akan berjalan. Negara-negara Barat sangat memantau perkembangan pemilu di Georgia yang sedang berusaha bergabung dengan Uni Eropa (UE) dan anggota NATO.

Kubu oposisi mengomplain banyaknya pelanggaran pemilu. Oposisi juga menyatakan terjadi insiden penyerangan terhadap aktivis yang berkampanye. Mereka mengatakan, adanya upaya menekan pemilih dan memanipulasi daftar pemilih.

Namun, itu ditentang kubu partai berkuasa dan menegaskan pemilu memang adil dan jujur. Kubu oposisi dan pemantau internasional menyatakan ada indikasi Partai Georgian Dream menggunakan mesin kekuasaan untuk membantu kemenangan Zurabishvili.

Para pengamat internasional menyatakan, pemilu putaran pertama yang digelar bulan lalu dilaksanakan sangat kompetitif. Itu ditunjukkan dengan banyak sumber daya pemerintah yang disalahgunakan, media swasta yang biasa, dan banyak kandidat yang tidak sungguh-sungguh ikut serta. 
Vashadze yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri pada 2008-2012, diperkirakan akan menggunakan kekuasaan presiden yang berbatas untuk mengirimkan pesan vokal tentang integrasi dengan NATO dan UE.

Itu menjadi isu yang sensitif di negara Kaukasus selatan tersebut yang pernah berperang dengan tetangganya, Rusia. Partai Georgian Dream dan Zurabishvili memang mengambil langkah pragmatis dengan menyeimbangkan aspirasi Bara dan sebagian keinginan publik untuk mendekati Kremlin.

Konstitusi mengurangi kewenangan presiden dan memberikan otoritas lebih besar kepada perdana menteri. Pemilu presiden kali ini merupakan pesta demokrasi di mana pemenang ditentukan suara populer.



Credit  sindonews.com