Jumat, 30 November 2018

Iran Ekspor Roket Ilegal, AS Ancam Bakal Gunakan Kekuatan Militer


Iran Ekspor Roket Ilegal, AS Ancam Bakal Gunakan Kekuatan Militer
Utusan Khusus AS untuk Iran, Brian Hook, berdiri di depan sejumlah persenjataan asal Iran yang diberikan kepada proksinya di sejumlah negara. Foto/Istimewa

Amerika Serikat (AS) menawarkan bukti baru untuk menahan agresi Iran. AS menuding Iran telah melanggar larangan PBB untuk mengekspor senjata. Negeri Mullah itu diketahui telah mengirimkan roket dan peralatan militer lainnya ke proksi di sekitar Timur Tengah. AS pun mengancam akan menggunakan kekuatan untuk membatasi aktivitasnya tersebut.

Utusan Khusus AS untuk Iran, Brian Hook mengatakan, Iran telah menciptakan berbagai peristiwa di seluruh kawasan itu selama hampir empat dekade melalui transfer senjata ilegal, proksi dan teror. Hook menyebutnya dengan trifecta mematikan.

Ia mengatakan hal tersebut sambil menunjukkan sejumlah persenjataan Iran yang disebut diambil dari militan di Yaman, Bahrain dan Afghanistan yang didukung oleh Teheran. Di antara peralatan yang dipamerkan adalah senjata anti tank, pesawat tanpa awak, senjata kecil dan persenjataan canggih lainnya. AS menuduh Iran mempersenjatai proksi yang mencakup pemberontak Houthi Yaman, militan di Bahrain dan Taliban Afghanistan.

Hook mengatakan kebijakan pemerintah Trump tetap terbuka untuk negosiasi. "Tetapi AS tidak akan ragu untuk menggunakan kekuatan militer ketika kepentingan kami terancam," Hook menekankan seperti dikutip dari Washington Times, Jumat (30/11/2018).

Persenjataan yang dipamerkan di Bolling Air Force Base ini hanya sehari setelah Senat menyampaikan mosi kepada pemerintah AS untuk menghentikan dukungan terhadap kampanye militer koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi di Yaman. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bhawa campur tangan Iran dalam Perang Yaman adalah alasan utama AS harus tetap terlibat dalam pertempuran.

Hook mengatakan materiil yang dipajang memperkuat dugaan pemerintah Trump bahwa Iran menjalankan program proliferasi senjata yang semakin berbahaya di Timur Tengah. 




Credit  sindonews.com