Jumat, 09 November 2018

Cina Ingin Berdamai dengan AS Setelah Terlibat Perang Dagang


Bendera Cina-Amerika
Bendera Cina-Amerika
Foto: washingtonote
Cina dan AS saling menaikkan tarif impor untuk produk kedua negara.



CB, BEIJING -- Kepala komisi urusan luar negeri Partai Komunis Cina Yang Jiechi mengatakan negaranya ingin menjalin kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikannya ketika bertemu penasihat keamanan nasional AS John Bolton di Washington.

“Cina berkomitmen untuk bekerja sama dengan AS guna mencapai kerja sama yang tidak konfrontatif, tanpa konflik, saling menghormati, di mana kedua belah pihak menang,” kata Yang dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Cina pada Kamis (8/11).

“Kedua belah pihak harus mencari solusi yang tepat melalui negosiasi yang sama dan saling menguntungkan,” kata Yang seraya menambahkan bahwa esensi hubungan perdagangan dan ekonomi antara AS dan Cina memang saling menguntungkan.

Ia mengatakan, Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump akan menghadiri pertemuan G-20 di Argentina akhir bulan ini. Menurutnya kedua negara harus memastikan agar dialog antara Xi dan Trump dapat berjalan baik.

“Kedua belah pihak harus benar mengelola perbedaaan dan secara hati-hati mempersiapkan guna memastikan hasil positif dalam pertemuan (G-20) di Argentina,” ujar Yang.

Cina dan AS tengah terlibat dalam perang dagang. Kedua negara diketahui telah menaikkan tarif impor hingga ratusan miliar dolar AS untuk produk atau barang masing-masing. Trump mengancam akan menetapkan tarif atas sisa ekspor Cina senilai 500 miliar dolar AS bila perang tarif tak dapat diselesaikan.

Penasihat Negara Wang Yi mengatakan sengketa perdagangan dan ekonomi antara negaranya dan AS dapat diselesaikan melalui dilaog. “Kami yakin itu harus dan dapat diselesaikan secara tepat melalui dialog yang setara,” ujar Wang.




Credit  republika.co.id