Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPR dan Kementerian Keuangan
menggelar rapat panja belanja pemerintah pusat dalam RAPBN 2017. Rapat
tersebut menyetujui jumlah postur belanja pemerintah pusat RAPBN 2017
menjadi Rp 1.315 triliun, naik dari sebelumnya Rp 1.310 triliun.
Hal
itu karena ada perubahan DAK (Dana Alokasi Khusus) Fisik yang
dipindahkan ke belanja pusat. DAK sebelumnya pada raker postur sebesar
Rp 59,842 triliun, turun Rp 1,5 triliun menjadi Rp 58,34 triliun.
"Maka
hari ini menjadi Rp 1.315 triliun disebabkan oleh perubahan alokasi DAK
yang berkurang Rp 1,5 triliun yang dipindahkan ke belanja pusat," kata
Wakil Ketua I Badan Anggaran Said Abdullah yang diikuti persetujuan dari
Anggota Banggar, di ruang Banggar, DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin
(17/10/2016).
Said menegaskan, penyesuaian tersebut merupakan
inisiatif pemerintah, bukan Banggar yang melakukan. Hal itu karena
pemerintah menilai berdasarkan prioritas pemerintah.
"Banggar
tidak mengurangi pagunya komisi-komisi, penghematan dilakukan oleh
internal pemerintah sendiri dan kami Banggar tidak ada
optimal-optimalisasi bahwa terhadap penyesuaian yang dilakukan
pemerintah itu adalah prioritas yang dilakukan oleh pemerintah," ujar
Said.
Dalam rapat ini pemerintah diwakili Dirjen Anggaran
Kemenkeu Askolani memaparkan beberapa usulan penyesuaian alokasi belanja
yang disepakati DPR. Askolani menyebut belanja K/L mendapat tambahan
dari sebelumnya pada raker postur sebesar Rp 21 triliun menjadi Rp 25
triliun.
Beberapa kementerian dan lembaga yang mendapat tambahan
anggaran prioritas belanja K/L RAPBN 2017 di antaranya adalah Kemenhan
menjadi sebesar Rp 5,238 triliun, Polri Rp 13,91 triliun, BPPT Rp 260
triliun, BNPS Rp 450 triliun, Kementerian PUPR Rp 70 triliun, BIN Rp
3,539 triliun, Wantanas Rp 133 triliun, Kemenpora Rp 465 triliun,
Basarnas Rp 136 triliun, Kemendag Rp 75 triliun, Lemsanek Rp 386
triliun, Kemenkumham Rp 423 triliun, ANRI Rp 50 triliun, LIPI Rp 25
triliun.
Selain itu, Banggar juga menyetujui turunnya cadangan
risiko energi dari Rp 4,359 triliun pada raker postur menjadi Rp 1,853
triliun atau turun Rp 2,506 triliun. Banggar juga menyetujui belanja non
K/L dari Rp 552,061 triliun menjadi Rp 551,951 triliun.
Rincian
dari belanja non K/L tersebut sebesar Rp 221,194 triliun untuk membayar
bunga utang, terdiri dari dalam negeri sebanyak Rp 205,479 triliun dan
luar negeri Rp 15,715 triliun.
Banggar juga menyetujui program
pengelolaan hibah negara Rp 2,199 triliun, serta program pengelolaan
subsidi dari Rp 174,193 triliun menjadi Rp 160,055 triliun. Untuk
subsidi dibagi dua, yakni subsidi energi menjadi Rp 77,314 miliar dan
subsidi non energi menjadi Rp 82,741 triliun.
Sementara itu,
untuk program pembelanjaan biaya lainnya menjadi Rp 60,450 triliun dan
untuk program pengelolaan transaksi khusus menjadi Rp 108,501 triliun.
JAKARTA.
Satu per satu perwakilan perusahaan otomotif global di Indonesia
melempar handuk. Setelah Ford Motor di Juni 2016, pekan lalu giliran
Mazda Motor menyatakan keluar dari Indonesia.
Astrid Ariani
Wijana, Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia menyatakan,
Mazda menunjuk PT Eurokars Motor Indonesia untuk meneruskan bisnis Mazda
Motor. "Apa yang kami lakukan tidak mengubah keberadaan Mazda di
Indonesia," kata Astrid kepada KONTAN, Jumat (14/10).
Meski
Ford dan Mazda menunjuk pihak ketiga sebagai penerus, hengkangnya kedua
prinsipal global itu akibat kalah bersaing dengan jawara otomotif di
Indonesia. Simon Littlewood, analis Asia Now kepada BBC, beberapa waktu
lalu, menyatakan, pasar otomotif Indonesia memang potensial asalkan
memiliki perakitan sendiri di Indonesia.
Syarif Hidayat,
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, menandaskan, perusahaan
otomotif yang tak memiliki pabrik kesulitan berkompetisi di Indonesia.
"Ford tak punya pabrik, begitu juga Mazda," kata Syarif, kepada
KONTAN, Minggu (16/10).
Karena tak punya pabrik, keluarnya Ford
dan Mazda tidak mengganggu iklim industri. Beda dengan General Motors
Indonesia yang menutup pabriknya di Indonesia tahun 2015. Penutupan itu
sempat mengganggu industri.
Tak hanya Ford dan Mazda,
perusahaan otomotif lain yang tak punya pabrik harus berhadapan dengan
risiko ini. Sebab, mobil impor sulit bersaing dengan rakitan dalam
negeri yang mendapatkan insentif pemerintah.
Jika ingin
menikmati pasar Indonesia, perusahaan otomotif harus memiliki basis
produksi seperti Toyota, Daihatsu, Honda dan Datsun. Selain pabrik,
mereka yang menikmati pasar adalah yang memiliki jaringan pemasok
komponen, pemasaran dan pembiayaan lewat afiliasi.
Subronto
Laras, Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses International Tbk menilai,
keluarnya Mazda dari Indonesia bukan karena buruknya iklim bisnis di
Indonesia. Dia menilainya akibat tingginya bea masuk mobil impor.
Meski
menyayangkan Mazda keluar dari Indonesia, Rizwan Alamsyah, Ketua IV
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) tak bisa berbuat
apa-apa. "Itu kewenangan Mazda," kata Rizwan.
Tulus Abadi, Ketua
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, mengingatkan agar
Mazda memperhatikan hak-hak konsumennya. Sebab, keluarnya Mazda
berpotensi melanggar hak konsumen. "Pemberitahuan tak bisa mendadak,
harus sosialisasi, termasuk soal layanan purna jual," kata Tulus.
DUBAI/TOKYO. Masih terluka karena harga minyak anjlok, Arab Saudi justru bergerak cepat. Aksi terbaru, Arab Saudi
menggandeng raksasa teknologi Jepang, SoftBank Group. Dua entitas ini
sepakat mendirikan perusahaan investasi bernama SoftBank Vision Fund
yang khusus membenamkan duit di bidang teknologi.
Dana
investasinya keduanya diperkirakan bisa mencapai US$ 100 miliar alias
private equity terbesar di dunia. Ekspansi Arab di bidang teknologi
semakin mantap setelah awalnya menyuntikkan dana sebesar US$ 3,5 miliar
kepada perusahaan taksi online Uber. Ini merupakan upaya Arab untuk
mendiversifikasi portofolio pendapatan yang selama ini bergantung pada
minyak.
Sementara,
SoftBank pun terus memantapkan dirinya sebagai penguasa teknologi di
kawasan Asia. Perusahaan telekomunikasi dengan valuasi mencapai US$ 68
miliar ini baru saja membeli anak usaha perusahaan cip Arm Holdings
senilai US$ 24 miliar, nilai akuisisi terbesar dalam sejarah perusahaan
Jepang.
Nantinya Arab akan menggunakan perusahaan investasi
milik negara, Public Investment Fund (PIF), sebagai kendaraan investasi
di private equity baru itu. PIF berencana menggelontorkan dana hingga
US$ 45 miliar dalam tempo lima tahun mendatang. Sementara SoftBank
diperkirakan akan membenamkan duit senilai US$ 25 miliar. "Ada sejumlah
investor besar lain yang masih dalam tahap negosiasi dan bisa menyumbang
investasi mencapai US$ 100 miliar," ujar Chairman SoftBank Masayoshi
Son, seperti dilansir Reuters, Jumat (14/10).
Terbesar
Son
menegaskan, SoftBank Vision Fund bakal menjadi perusahaan investasi
terbesar di bidang teknologi dalam satu dekade mendatang. Di tahun
pertama, SoftBank Vision Fund bakal mengelola dana sebesar US$ 20
miliar. Di tahun perdana, private equity yang berbasis di London itu
langsung mendominasi seperlima dari pasar venture capital dunia.Mengutip
data KPMG and CB Insights, transaksi venture capital mencapai US$ 79
miliar.
"Son sangat jeli melihat perusahaan yang memiliki
prospek bagus. Persaingan di venture capital teknologi akan sengit,"
ujar Hiroyuki Kuroda, Sekretaris Jenderal Venture Enterprise Center di
Jepang.
Rajeev Misra, eksekutif SoftBank, bakal memimpin
SoftBank Vision Fund. Sementara PIF juga akan membentuk tim khusus. Asal
tahu saja, tahun ini Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman berambisi untuk mereformasi arah investasi PIF.
Salman
berambisi membesarkan dana kelolaan PIF dari posisi saat ini US$ 160
miliar menjadi US$ 2 triliun dalam jangka panjang. Pada Juni, PIF resmi
mengubah strategi investasi. Awalnya, PIF menaruh investasi di instrumen
dengan risiko rendah. Investasi di Uber merupakan investasi PIF perdana
di startup.
WASHINGTON.
Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) membengkak. Pada tahun fiskal
2016, defisit anggaran AS mencapai US$ 587 miliar.
Menurut Departemen Keuangan AS seperti dikutip Reuters,
pengeluaran paling besar untuk program jaminan sosial dan kesehatan.
Defisit ini meningkat setara dengan 3,2% dari produk domestik bruto
(PDB) AS pada 2016.
Menurut angka dari The Congressional Budget
Office (CBO, peningkatan defisit ini pertama kali terjadi sejak 2009.
Namun, pada tahun 2009, defisit terjadi karena ada krisis keuangan. Saat
itu, nilai defisit AS mencengangkan yakni US$ 1,4 triliun.
Pada
tahun lalu, defisit fiskal AS mencapai US$ 439 miliar dengan rasio
defisit terhadap PDB sebesar 2,5%. Defisit terjadi lantaran pendapatan
AS di 2016 hanya tumbuh 1% menjadi US$ 3,27 triliun. Namun, pengeluaran
naik lebih gede yakni 5% menjadi US$ 3,85 triliun.
Departemen Keuangan AS seperti dikutip Reuters menyebut,
pengeluaran naik karena jumlah populasi yang semakin meningkat dan
menua. Akibatnya, belanja untuk jaminan sosial dan kesehatan pensiun
serta kesehatan ikut terkerek. New York Times
memaparkan, orang AS yang berumur lebih dari 65 tahun diperkirakan
meningkat hampir 40% dalam satu dekade. Imbasnya, belanja untuk
kesehatan dan jaminan sosial juga ikut meningkat.
Presiden AS
Barack Obama selama masa jabatannya tidak pernah berhasil mengusulkan
kenaikan pajak yang signifikan bagi orang kaya dan perusahaan. Strategi
ini diharapkan bisa menekan angka defisit anggaran AS.
Sementara
itu, Partai Republik mengusulkan untuk memangkas pengeluaran biaya
kesehatan masyarakat. Defisit masa depan Departemen Keuangan AS seperti
dikutip Bloomberg menjelaskan, peningkatan beban pemerintah juga berasal dari bunga utang pemerintah yang membengkak.
Sementara itu, pajak yang dikenakan di AS justru berkurang. New York Times menulis,
peningkatan anggaran belanja bakal berlanjut hingga 2018. Pasalnya
calon pengganti Obama yakni Hillary Clinton dan Donald Trump tidak
memiliki strategi lebih tegas untuk mengurangi defisit.
Clinton
calon dari Partai Demokrat mengusulkan kenaikan pajak seperti yang
dilakukan Obama. Tapi pendapatan baru ini untuk membayar pengeluaran
termasuk pendidikan. Sehingga potensi pengurangan defisit tak akan
signifikan.
Sementara itu, Trump dari Partai Republik justru
akan memotong pajak bagi orang kaya dan perusahaan. Trump juga berjanji
akan memotong utang. Trump ingin membelanjakan lebih banyak untuk
program infrastruktur.
Trump memperkirakan bisa menghabiskan
sebanyak US$ 500 miliar untuk program infrastruktur. Menurut dia,
usulannya itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi utang.
"Perlambatan
hasil pemungutan pajak membuat data pasar tenaga kerja yang saat ini
membaik, tidak bisa terangkat," ujar Gennadiy Goldberg, Analis Strategi
TD Securities LLC di New York seperti dikutip Bloomberg.
Dia
menambahkan, tingginya defisit anggaran menyiratkan kebutuhan pinjaman
Departemen Keuangan membengkak. Pekan lalu, Dana Moneter Internasional
alias International Monetary Fund (IMF) mengingatkan Negeri Paman Sam
atas risiko meningkatnya beban utang pemerintah.
IMF menyarankan para pembuat kebijakan menggunakan instrumen kebijakan fiskal untuk mencegah risiko.
Associated Press Majelis Nasional Kuwait saat pelantikan Legislatif Majelis Nasional ke-14, 16 Desember 2012.
KUWAIT CITY, CB — Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, Minggu (16/10/2016), mengeluarkan dekrit pembubaran majelis nasional.
Kantor berita Pemerintah Kuwait, KUNA, melaporkan, dekrit tersebut terbit setelah Emir Sabah menggelar pertemuan darurat dengan para petinggi negara.
Alasan keputusan yang juga menjatuhkan pemerintah itu adalah karena
“kurangnya kerja sama”. Pembubaran ini memicu diselenggarakannya pemilu
dini.
Sehari sebelumnya, Ketua Parlemen Marzouk al-Ghanem menyerukan pemilu
dipercepat karena meningkatnya tantangan keamanan dan ekonomi.
Berdasarkan konstitusi Kuwait, pemilihan dini harus diselenggarakan dalam waktu dua bulan setelah pembubaran parlemen.
Pemilihan legislatif terakhir diselenggarakan Kuwait pada tahun 2013.
Kuwait merupakan salah satu negara produsen minyak utama dan sekutu Amerika Serikat.
AP Seorang penembak jitu Kurdi Suriah duduk di antara puing-puing di kota Kobani, Suriah (30/1/2015).
BEIRUT, CB -
Pasukan pemberontak Suriah dukungan Turki, Minggu (16/10/2016),
berhasil merebut kota Dabiq dari tangan Negara Islam Irak dan Suriah
(ISIS).
Sejak merebut sebagian wilayah Irak dan Suriah pada
pertengahan 2014, ISIS kini mengalami tekanan berat dari berbagai
kelompok bersenjata termasuk milisi Kurdi dukungan AS serta pasukan
pemerintah Suriah dan Irak.
Hingga awal Oktober tahun ini, ISIS sudah kehilangan 16 persen wilayahnya termasuk sejumlah rute logistik krusial.
Berikut rangkuman kota-kota di Irak dan Suriah yang berhasil direbut kembali dari tangan ISIS.
Di Suriah
KOBANI:
Kota Kurdi di wilayah utara Suriah ini menjadi simbol perjuangan
melawan ISIS. Kelompok ini diusir dari Kobani oleh pasukan Kurdi yang
didukung AS pada Januari 2015 setelah empat bulan pertempuran brutal.
TAL ABYAD: Satu kota di perbatasan Turki yang direbut pasukan Kurdi dan pemberontak Arab pada Juni 2015.
Kota
ini merupakan gerbang dari rute pasokan logistik antara Turki dan kota
Raqqa yang diklaim ISIS sebagai ibu kota kekalifahannya.
Lalu lintas anggota ISIS dan pasokan senjata selalu melewati rute ini sebelum direbut kembali.
PALMYRA:
ISIS menguasai kota kuno ini pada Mei 2015 dan menghancurkan sebagian
besar peninggalan sejarah yang masuk di dalam daftar warisan budaya UNESCO.
Pasukan pemerintah Suriah dibantu jet-jet tempur Rusia mengusir ISIS dari kota ini pada Maret lalu.
MANBIJ:
Pada 6 Agustus lalu, koalisi Arab dan pasukan Kurdi yang didukung
jet-jet tempur AS merebut kembali kota ini setelah bertempur selama dua
bulan.
ISIS merebut kota ini pada 2014 dan menjadikan Manbij pusat bagi para anggotanya yang akan pergi ke atau datang dari Eropa.
JARABULUS:
Pasukan Turki dan pemberontak Suriah merebut kota perbatasan ini hampir
tanpa perlawanan berarti pada 24 Agustus dalam Operasi Euphrates
Shield, yang juga mengincar milisi Kurdi.
PERBATASAN SURIAH-TURKI:
Pada 4 September lalu, pasukan Turki dan milisi pemberontak Suriah
mengusir pasukan ISIS dari posisi terakhirnya di perbatasan kedua
negara.
Akibatnya, para rekrutan baru ISIS semakin sulit melintas untuk menuju basis mereka di Suriah atau Irak.
DABIQ:
Kota ini dikendalikan ISIS sejak Agustus 2014 dan memiliki nilai
ideologis penting bagi kelompok itu karena mereka yakin perang besar
antara Kristen dan Islam akan terjadi di kota tersebut. Di Irak
TIKRIT: Kota
kelahiran Saddam Hussein ini berada di sebelah utara Baghdad dan jatuh
ke tangan ISIS pada Juni 2014 tak lama setelah kejatuhan Mosul.
Kota ini dibebaskan pada Maret 2015 lewat operasi milter militer dan polisi Irak yang didukung pasukan paramiliter Syiah.
SINJAR:
Pasukan Kurdi dibant serangan udara koalisi pimpinan AS merebut kembali
Sinjar pada November 2015, sekaligus memutus jalur pasokan logistik
dengan wilayah lain yang dikuasai ISIS.
ISIS merebut Sinjar pada Agustus 2014 dan melakukan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa terhadap etnis minoritas Yazidi.
RAMADI: Ibu kota Anbar, provinsi terluas Irak yang membentang di sepanjang perbatasan dengan Suriah, Jordania dan Arab Saudi.
Kota ini dibebaskan dari ISIS pada Februari lalu, sekitar sembilan bulan setelah direbut ISIS.
QAYARRAH: Pasukan Irak yang disokong koalisi AS merebut kembali Qayarrah dari ISIS pada Agustus lalu.
Kota
ini penting karena bisa digunakan pemerintah Irak sebagai tempat
persiapan serangan terhadap Mosul, kota terbesar kedua di negeri itu.
SHARQAT: Pada 22 September, pemerintah Irak mengumumkan telah merebut kembali kota yang terletak di sebelah selatan Mosul.
Kota
ini bernilai penting karena terletak di dekat jalur pasokan logistik
yang diperlukan militer saat menggelar serangan terhadap kota Mosul.
WASHINGTON DC, CB
- Gedung Putih tengah mempertimbangkan serangan siber terhadap Rusia
sebagai bentuk balasan terhadap intervensi negeri itu terhadap pemilihan
presiden AS.
Para mantan pejabat dan mereka yang masih bekerja
di CIA saat ini mengatakan, pemerintah sudah menanyakan opsi seranan
siber secara klandestin untuk mempermalukan pemerintah Rusia.
Sejumlah pejabat yang tak mau disebutkan namanya kepada NBC News mengatakan, CIA sudah membuat pintu-pintu operasio siber, memilih sasaran dan membuat persiapan operasi.
Sumber
itu mengatakan, CIA sudah mengumpulkan informasi yang berpotensi untuk
mengekspos kesalahan yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rencana
ini menyusul upaya kelompok peretas yang didukung pemerintah Rusia yang
berujung bocornya ribuan surat elektronik yang dikirim anggota senior
Partai Republik.
Seorang peretas yang dikenal dengan nama
Guccifer 2.0 merilis ribuan email antara para anggota senior Komiter
Nasional Demokratik (DNC) beberapa hari sebelu konvensi digelar.
Dalam
ribuan surat elektronik itu mereka mendiskusikan cara untuk
menggagalkan rencana Senator Bernie Sanders untuk mencalonkan diri
sebagai preside.
Pengungkapan ini berujung dengan pengunduran diri ketua DNC, Debbie Wasserman Schultz.
Kelompok
peretas lainnya, DC Leaks, diyakini mendalangi pembocoran rincian
paspor milik Michelle Obama. Kelompok ketiga, Fancy Bears, diyakini
mencoba mengganggu pemilihan umum Iggris pada 2015.
Saat itu, Fancy Bears berpura-pura menjadi kelompok militan Islam meretas server milik sebuah stasiun televisi ternama.
Hubungan
antara AS dan Rusia mencapai titik terburuk dalam beberapa pekan
terakhir. Kondisi ini membuat mantan kepala dinas intelijen Inggris MI6
Sir John Sawers mengatakan, dunia tengah memasuki era baru yang lebih
berbahaya ketimbang Perang Dingin.
TOKYO, CB - Dulu, penampilan wakil-wakil industri dengan delegasi militer dari dalam dan luar negeri bisa memicu debat panjang di Jepang.
Namun, sekarang publik Jepang mulai terbiasa. Jepang ingin mendongkrak industri militernya.
Pameran Dirgantara Japan Aerospace 2016 di Tokyo kali ini tampak agak lain, seperti dilaporkan Deutche Welle.
Delegasi militer dari berbagai negara, baik berseragam resmi maupun dengan pakaian sipil, tampak lalu lalang.
Di anjungan Shinmaywa Industries, beberapa pejabat militer Indonesia
ingin informasi rinci tentang pesawat amfibi yang dikembangkan
perusahaan itu.
Di sudut lain, para perwira militer Arab Saudi mempelajari brosur
pesawat patroli militer yang di anjungan Kawasaki Heavy Industries.
"Orang Indonesia sangat tertarik dengan pesawat kami," kata seorang salesman Shinmaywa yang tidak ingin disebut namanya.
Sementara itu seorang rekannya dari Shinamaywa juga terlibat
pembicaraan serius dengan enam pejabat militer dari Tentara Nasional
Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) tentang spesifikasi pesawat amfibi US-2.
Pesawat penyelamat amfibi US-2 memang sedang dipromosikan pemerintah Jepang untuk dijual ke luar negeri.
Tahun 2014, Perdana Menteri Shinzo Abe mencabut larangan penjualan senjata ke luar negeri.
Japan Aeropace di Tokyo adalah pameran kedirgantaraan besar pertama yang digelar Jepang sejak Abe berkuasa.
Ada sekitar 800 perusahaan yang menampilkan produk unggulannya, disaksikan oleh banyak delegasi militer dari luar negeri.
"Kami tadi dikunjungi delegasi militer lain juga, selain militer
Saudi," kata seorang salesman Kawasaki, yang juga menolak disebut
namanya.
"Pengunjung pameran ini sebagian besar masih warga sipil, tapi sudah
lebih banyak delegasi militer dibanding empat tahun yang lalu," ujarnya.
Dengan mengakhiri tujuh dekade isolasi industri militer dari pasar
internasional, Shinzo Abe sekarang berharap bisa memperluas produksi
senjata dengan biaya yang lebih rendah dan bekerjasama dengan
negara-negara lain dalam mengembangkan teknologi militer.
Ketertarikan Indonesia bisa membuka peluang bagi
perusahaan-perusahaan Jepang merambah pasar internasional. Tapi sejauh
ini, Indonesia masih bersikap tertutup.
"Kami melihat-lihat semua anjungan," kata seorang jenderal anggota delegasi Indonesia.
Sampai sekarang, rakyat Jepang tetap peka menanggapi isu militer.
Gejala militerisme dianggap sebagai salah satu hal utama yang ikut
menghancurkan Jepang selama Perang Dunia Ke-II.
Kawasaki, yang lebih dikenal sebagai produsen motor, punya model
pesawat transportasi C-2 untuk mengakut peralatan militer berat.
Selain itu ada juga pesawat ptroli dan pemburu P-1. Selama ini,
pembelinya adalajh militer Jepang sendiri. Tapi pemerintah Jepang
percaya, kedua produk ini mampu bersaing di pasar dunia.
"Delegasi militer luar negeri kebanyakan tertarik pada C-2, dan mereka ingin tahu berapa harganya," kata salesman Kawasaki.
Fuji Heavy Industries, yang lebih dikenal dengan mobil Subarunya,
juga membuat helikopter militer. Di Japan Aerospace 2016 mereka
menunjukkan model helikopter transportasi terbaru UH-X, dan jet
pengintai tanpa awak yang masih dalam tahap percobaan. Kedua alat ini
sudah dipesan militer Jepang.
"Kami tidak ingin produk-produk militer merusak citra merek utama
kami, Subaru. Tapi sejak ada perubahan aturan ekspor, memang banyak hal
berubah" kata seorang pejabat Fuji Heavy Industries. "Sekarng delegasi
militer asing juga datang ke sin," tambahnya.
Perusahaan lain yang menghindari iklan untuk produk-produk militer
adalah AC Daikin Industries, yang memproduksi peluncur granat.
Ada juga perusahaan Komatsu Ltd yang membuat kendaraan militer lapis baja, selain excavator dan truk.
Karena puluhan tahun terisolasi dari pasar internasional, industri
militer Jepang masih terdiri dari ratusan perusahaan kecil, berbeda
dengan produsen-produsen militer barat yang sudah lama melakukan fusi
untuk bisa bersaing sebagai perusahaan besar.
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Petugas melayani warga yang mengikuti program pengampunan pajak (Tax
Amnesty) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta
Selatan, Jumat, 30/9/2016.
MALANG, CB – Hingga pekan kedua
Oktober, dana repatriasi tax amnesty yang berasal dari Swiss belum juga
nampak. Padahal, Swiss adalah negara favorit warga negara Indonesia
(WNI) menyimpan harta-hartanya.
Menurut pengamat perpajakan dari Center of Indonesia Taxation
Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, ada kekhawatiran dana yang berasal
dari Swiss dicurigai sebagai upaya pencucian uang oleh organisasi
internasional Financial Action Task Force (FATF).
“Ternyata memang kita belum selesai dengan FATF. Jadi uang dari Swiss
masih dianggap sebagai uang kejahatan. Ini juga belum putus,” ujar
Yustinus di Malang, Jakarta Jumat (14/11/2016).
Selama ini, Swiss dikenal sebagai negara tempat penyimpanan uang para
WNI sejak masa Orde Baru silam. Oleh karena itu, potensi repatriasi
harta sangat besar.
Bahkan berdasarkan informasi yang didapatkan Yustinus, ada satu grup
perusahaan yang berencana merepatriasi Rp 150 triliun dananya ke
Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri sudah bertemu dengan FATF saat
kunjungan kerja ke Amerika Serikat pekan lalu. Ia menyampaikan komitmen
kuat Indonesia untuk bekerja sama dengan FATF dalam rangka membangun
transparansi kegiatan transaksi keuangan.
Selain itu, Sri Mulyani juga menyatakan keinginan Indonesia untuk dapat menjadi anggota penuh FATF dalam waktu dekat.
“Katanya (Sri Mulyani) sudah melobi FATF supaya bisa lolos. Kita berharap itu segera jadi,” kata Yustinus.
Sebelumnya, berdasarkan periode pertama tax amnsty, jumlah repatriasi
atau dana masuk berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) tercatat
sebanyak Rp 137 triliun.
Repatriasi dari Singapura sebanyak Rp 79,13 triliun," kata Direktur
Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi di Jakarta,
Senin malam (3/10/2016).
Singapura menduduki peringkat pertama negara asal dana repatriasi,
dengan total dana Rp 79,13 triliun atau mencapai 57,71 persen dari total
dana repatriasi.
Pada peringkat kedua ada Cayman Island dengan nominal dana repatriasi
sebesar Rp 16,50 triliun atau 12,04 persen dari total dana repatriasi.
Berturut-turut setelahnya yaitu Hongkong sebanyak Rp 14,05 triliun
(10,25 persen), China sebanyak Rp 3,56 triliun (2,6 persen), serta
Virgin Island sebanyak Rp 2,49 triliun (1,82 persen).
Sekadar informasi, dalam program tax amnesty ini, pemerintah menargetkan bisa meraup tebusan sebesar Rp 165 triliun hingga akhir periode program ini di 31 Maret 2017.
Adapun target repatriasi harta WNI yang ada di luar negeri untuk
dibawa ke dalam negeri mencapai Rp 1.000 triliun dan deklarasi aset
sebesar Rp 4.000 triliun.
Komandan
Pasukan Luar Angkasa Rusia, Viktor Bondarev mengatakan kepada media
bahwa ia berharap pasukannya akan memiliki pesawat generasi kelima PAK
FA T-50, pada 2017. Pernyataan ini disampaikan kepada media, pada
Jum'at, 14 Oktober 2016. Bondarev melanjutkan bahwa tahun depan,
pasukannya akan mencoba pesawat siluman PAK FA, lima pesawat sesuai
kontrak. ITAR-TASS/Marina Lystseva
Pesawat
tempur siluman T-50 PAK-FA (Promising Aviation Complex of Frontline
Aviation) dibangun sebagai jawaban dari pesawat generasi kelima Amerika
Serikat F-22 Raptor. Kantor Berita Rusia TASS menulis bahwa PAK FA
adalah intisari dari semua teknologi rancang bangun pesawat tempur
Rusia. Hanya sedikit informasi yang diketahui tentang pesawat ini.
Kecanggihan dan kemampuan T-50 PAK FA menjadi rahasia yang disimpan
rapa. tass.com
Pesawat
generasi kelima PAK FA terbuat dari gabungan beberapa macam serat
karbon yang diperkuat polimer. Penggunaan bahan ini untuk pertama
kalinya digunakan dalam pembuatan sebuat pesawat. Bahan ini lebih ringan
dari alumunium, lebih kuat dibanding titanium, dan empat atau lima kali
lebih ringan dari pada baja. PAK FA empat kali lebih ringan dari pada
pesawat tempur yang menggunakan bahan baja, karena 70% badan pesawat
menggunakan bahan -bahan tradisional. tass.com
Sukhoi
Design Bureau, perancang dan pembuat T-50 PAK FA, mencatat belum pernah
ada pesawat dengan jejak radar rendah, visibilitas optikal dan infra
merah. Para ahli di Rusia memperkirakan Radar Cross-Section (RCS) PAK
FA adalah 0,3-0,4 meter persegi, sementara para ahli Barat memperkirakan
RCS pesawat siluman ini tiga kali lebih kecil, sekitar 0,1 meter
persegi. RCS PAK FA sebenarnya sangat dirahasiakan. Semakin kecil RCS
sebuah pesawat, semakin sulit terdeteksi radar. tass.com
Pesawat
generasi kelima Rusia, T-50 PAK FA dibedakan oleh tingkat
intelektualnya yang tinggi. Pesawat siluman ini menggunakan Active
Phased Antenna Array buatan Biro Desain Tikhomirov, yang dapat
mendeteksi target pada jarak 400 km lebih, melacak 60 target, dan
menembak 16 sasaran. Radar PAK FA mampu melacak target dengan RCS
minimun 0,01 meter persegi. tass.com
Ruang
mesin yang lebar membuat pengembang dapat meningkatkan thrust vectoring
agar pesawat dapat lebih bermanuver dan ruang senjata yang mampu
membawa senjata berat atau lebih banyak. PAK FA adalah pesawat tempur
yang memiliki kemampuan manuver tinggi dan kontrol yang baik saat
pesawat terbang horisontal dan vertikal dengan kecepatan supersonik dan
kecepatan rendah. AP/Sukhoi Company Press Service
Kantor
berita Rusia, TASS dan media online Sputnik memberitakan bahwa Armada
Utara Rusia yang dipimpin kapal induk Admiral Kuznetsov, dengan
persenjataan lengkap dan membawa pesawat tempur serta helikopter, telah
meninggalkan pelabuhan Severomorsk menuju Laut Mediterania, pada Sabtu,
15 Oktober 2016. Armada Utara, termasuk kapal perang penjelajah Pyotr
Velikiy, Kapal perusak anti kapal selam Severomorsk dan Vice-Admiral
Kulakov, dan beberapa kapal pendukung, akan bergabung dalam operasi
militer Rusia memerangi ISIS di Suriah. tass.com
Kapal
induk Rusia dipersenjatai dengan 12 sel peluncur rudal vertikal (VLS)
untuk menembakan rudal jelajah anti kapal P-700 Granit (NATO menyebutnya
SS-N-19). Rudal Granit dapat mnjangkau target sejauh 600 km dan dapat
membawa hulu ledak nuklir. Admiral Kuznetsov juga dilengkapi membawa 192
sel untuk menembakan rudal anti pesawat Kinzhal, delapan sistem
pertahanan udara jarak pendek (close-in weapon system/CIWS) Kortik, 256
roket, dan 48.000 putaran amunisi. sputniknews.com
Admiral
Kuznetsov membawa pesawat tempur superioritas udara Su-33 dan pesawat
tempur multi peran MiG-29K. Sputnik melaporkan bahwa Su-33 dilengkapi
dengan sistem pentargetan ultra presisi SVP-24, yang terbukti sukses
saat digunakan pada operasi militer di Suriah. MiG-29K dirancang untuk
memberi perlindungan udara bagi angkatan laut Rusia, dengan kemampuannya
menghancurkan target di laut dan darat. Kapal induk Rusia juga membawa
helikopter anti kapal selam (ASW) Ka-27/Ka-29 dan helikopter serang dan
intai Ka-52K. sputniknews.com
Kapal
perang penjelajah Pyotr Veliky, adalah kapal perang bertenaga nuklir
kelas Kirov. Kapal sepanjang 252 meter ini dipersenjatai dengan 20 rudal
permukaan ke permukaan P-700 Granit (SS-N-19 Shipwreck), 16 rudal anti
kapal selam Rastrub (SS-N-14 Silex), 10 rudal anti kapal Vodopad
(SS-N-16 Stallion), 96 rudal permukaan ke udara Fort (SA-N-6 Grumble),
128 rudal pertahanan udara Kinshal (SA-N-9 Gauntlet), pertahanan anti
rudal jarak dekat Osa-M (SA-N-4 Gecko) dengan 40 rudal. Pyotr Veliky
juga dilengkapi dengan sistem anti rudal S-300F. theHZ.ru
Kapal
perusak anti kapal selam Severomorsk (616) dan Admiral Kulakov (626),
termasuk kelas Udaloy I, merupakan dua kapal anti kapal selam Armada
Utara yang berangkat ke Laut Mediteranian. Sebelum berangkat, kedua
perusak ini melakukan latihan menghadapi serangan udara di Laut Barens,
pada September 2016. Latihan menggunakan rudal permukaan ke udara atau
surface-to-air missile (SAM) 3K95 Kinzhal yang sukses menghancurkan
drone target Saman. SKNews.ru
Kelas
Udaloy I dirancang untuk menghancurkan kapal selam musuh. Perusak ini
dipersenjatai dengan rudal anti kapal selam Metel URPK-4 ( (NATO
menyebutnya SS-N-14 Silex) . Metel URPK-4 mampu menjangkau kapal selam
musuh sejauh 5-50 km, pada kedalaman 20-500 m. SS-N-14 dapat melaju
dengan kecepatan 0,95 Mach (1173 km/jam) dan membawa hulu ledak HE
(high-explosive) 100 kg atau hulu ledak nuklir 5 kiloton. Udaloy I juga
dilengkapi dengan dua meriam 100mm/70cal DP, dan meriam 30 mm AK-630
sebagai CIWS. tass.com
Kapal
induk tenaga nuklir Amerika Serikat, USS Ronald Reagan memasuki
Pelabuhan Busan, Korea Selatan, setelah melakukan latihan militer
bersama di perairan Semenajung Korea, 16 Oktober 2016. Latihan bersama
dilakukan setelah Korea Utara beberapa kali melakukan uji coba rudal
balistik. Ha Kyung-min/Newsis via AP
Kru
Kapal Induk USS Ronald Reagan, kapal induk tenaga nuklir kelas Nimitz,
berjalan menuju pesawat tempur F/A-18 Super Hornet, selama latihan
militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat,
Korea Selatan, 14 Oktober 2016. REUTERS/Kim Hong-Ji
Kru
kapal induk USS Ronald Reagan memperhatikan pesawat tempur F/A-18 Super
Hornet yang akan lepas landas dari kapal induk kelas Nimitz, dalam
latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut
Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2016. Kim Hong-Ji/Pool Photo via AP
Kru
USS Ronald Reagan memandu pesawat tempur F/A-18 Super Hornet lepas
landas dari kapal induk, selama latihan militer bersama antara Amerika
Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2016.
REUTERS/Kim Hong-Ji
Pesawat
tempur Angkatan Laut Amerika Serikat, F/A-18 Super Hornet bersiap
mendarat di kapal induk USS Ronald Reagan, dalam latihan militer bersama
antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat, Korea Selatan,
14 Oktober 2015. Kim Hong-Ji/Pool Photo via AP
Pesawat
tempur F/A-18 Super Hornet bersiap mendarat di kapal induk USS Ronald
Reagan, dalam latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea
Selatan di Laut Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2015. Kim Hong-Ji/Pool
Photo via AP
USS Zumwalt, kapal perusak terbesar dan tercanggih milik Angkatan Laut AS. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyambut lahirnya kapal perang
terbaru mereka. Kapal yang diberi nama Zumwalt itu adalah kapal perusak
terbesar dan paling canggih seharga USD4,5 miliar.
"Jika Batman
memiliki kapal perang, itu akan menjadi USS Zumwalt. Selama Presiden
kita dan Anda orang Amerika memiliki nafsu tak terpuaskan untuk
keamanan, maka saya memiliki nafsu tak terpuaskan untuk hal-hal
mempertahankan keamanan itu," kata Komandan Komando Pasifik AS Laksamana
Harry Harris seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (16/10/2016).
Menurut
sekretaris Angkatan Laut (AL) AS, Ray Mabus, USS Zumwalt adalah
lompatan kuantum untuk kapal AL. "Ini yang pertama dari jenis pembuka
jalan bagi kelas baru kapal perang, sistem baru yang bisa kita gunakan
dan ityu akan memperluas hal yang dapat kita lakukan dan cara kita
melakukannya," kata Mabus.
USS Zumwalt memiliki panjang 610 kaki
dengan bentuk sudut yang tajam untuk meminimalkan pendeteksian radar.
Kapal akan terlihat jauh lebih kecil di radar. Anjungan kapal ini mirip
dengan pesawat Star Trek dimana dua kursi dikelilingi oleh hampir 360
monitor video.
Kapal ini cukup tenang di banding kapal lain, yang
membuat Zumwalt sulit untuk dideteksi, dilacak dan diserang. Sebuah
deckhouse dengan komposit mampu membuatnya tersembunyi dari radar dan
sensor lainnya. Zumwalt diperkuat dengan sistem senjata terbaru yang
mampu memuntahkan 600 proyektil bertenaga roket dengan target lebih dari
70 mil jauhnya.
Zumwalt mampu meluncurkan rudal jelajah
Tomahawk, Evolved Sea Sparrow Rudal, rudal standar dari permukaan ke
udara dan rudal anti kapal selam dari 80 tabung rudal. Zumwalt juga
dilengkapi dengan lambung untuk menusuk gelombang konvensional yang
membuatnya bergerak dengan sangat halus. Kapal dengan berat hampir 15
ribu ton ini dilengkapi dengan teknologi canggih dan kemampuan yang
memungkinkannya diterjunkan dalam berbagai misi baik defensif maupun
ofensif dimana pun dibutuhkan.
Pasukan
pemberontak Suriah berhasil menguasai Dabiq. Insert: ISIS bersumpah
akan melakukan pertempuran apokaliptik. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
DAMASKUS
- Pasukan pemberontak Suriah, pasukan pembebasan Suriah atau FSA, yang
didukung oleh militer Turki berhasil merebut kota Dabiq dari ISIS.
Keberhasilan ini membuat ISIS bersumpah akan melakukan pertumpuran
terakhir, pertempuran apokaliptik atau pertempuran yang penuh dengan
kehancuran.
Pemimpin kelompok Sultan Murad, salah satu faksi FSA,
Ahmed Osman mengatakan para pemberontak mengambil Dabiq dan daerah
tetangganya Soran setelah terlibat bentrokan dengan ISIS pada Minggu
pagi. FSA mendapat dukungan dari tank dan pesawat tempur Turki.
"Mitos ISIS tentang pertempuran besar di Dabiq telah berakhir," katanya seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Dalam
propagandanya, ISIS kerap menyebut sebuah ramalan menyatakan Dabiq akan
menjadi lokasi pertempuran antara kaum Muslim dan kaum kafir yang akan
pertanda menjadi kiamat.
Kekalahan di Dabiq memperpanjang daftar
kekalahan yang diderita oleh ISIS. Perlahan tapi pasti kelompok yang
dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi ini mulai kehilangan satu per satu
wilayah kekuasaannya di Suriah dan Irak.
Kelompok yang menghentak
dunia dengan pernyataannya mendirikan kekhalifahan baru ini kini
berkonsentrasi penuh untuk mempertahankan Mosul dari serangan pemerintah
Irak. Mosul menjadi basis paling berharga kelompok ekstrimis itu.
Rusia
menyatakan peserta perundingan di Swiss sepakat jika Suriah menentukan
masa depannya sendiri. Foto/Reuters/Jean-Christophe Bott
MOSKOW
- Rusia mengatakan semua peserta dalam pembicaraan Suriah di Lausanne
telah menyetujui Suriah harus memutuskan masa depan mereka sendiri
melalui dialog inklusif dan bahwa negara harus tetap utuh dan sekuler.
Pernyataan itu muncul setelah pertemuan berakhir tanpa terobosan.
Kementerian
Luar Negeri Rusia mengatakan agar perjanjian gencatan senjata Amerika
Serikat (AS)-Rusia berhasil dan memfasilitasi pengiriman bantuan
kemanusiaan, oposisi moderat Suriah harus terpisah dari Jabhat Fatah al
Sham, sebelumnya dikenal sebagai Nusra depan, dan "kelompok teroris"
lainnya.
"Pada saat yang sama, harus dipahami bahwa operasi
melawan teroris dari negara Islam dan Front Nusra akan dilanjutkan,"
kata kementerian itu seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Pembicaraan mengenai Suriah yang diselenggarakan oleh Sekretaris NegaraAS
John Kerry di Laussane, Swiis, gagal menyepakati strategi bersama
dengan Rusia untuk mengakhiri konflik di Suriah. Perang saudara yang
terjadi di Suriah sendiri kini telah memasuk tahun keenam.
Pertemuan
di Lausanne dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan
Menlu Rusia Sergei Lavrov beserta tujuh menlu dari Iran, Irak, Arab
Saudi, Turki, Qatar, Yordania dan Mesir. Pertemuan ini digelar setelah
runtuhnya rencana gencatan senjata Rusia-AS yang susah payah dibuat dan
diharapkan bisa mengakhiri perang saudara di Suriah.
Negara-negara
Barat menuduh Rusia dan Suriah melakukan kekejaman dengan membom rumah
sakit, membunuh warga sipil dan mencegah evakuasi medis di kota terbesar
Suriah Aleppo, serta menargetkan konvoi bantuan dengan hilangnya
sekitar 20 jiwa. Namun, tudingan ini dibantah oleh Suriah dan Rusia
dengan mengatakan mereka hanya menargetkan militan.
Pembicaraan
soal Suriah yang dilakukan Menlu Rusia dan Menlu AS bersama tujuh Menlu
dari sejumlah negara gagal menghasilkan terobosan baru.
Foto/Reuters/Jean-Christophe Bott
LAUSANNE
- Rusia dan Amerika Serikat (AS) gagal membuat terobosan dalam
pembicaraan terbaru mengenai perang Suriah di Lausanne, Swiss. Kedua
negara gagal menyepakati strategi bersama untuk mengakhiri konflik di
Suriah yang telah memasuki tahun keenam.
Pertemuan di Lausanne
dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan Menlu Rusia
Sergei Lavrov beserta tujuh menlu dari Iran, Irak, Arab Saudi, Turki,
Qatar, Yordania dan Mesir. Pertemuan ini digelar setelah runtuhnya
rencana gencatan senjata Rusia-AS yang susah payah dibuat dan diharapkan
bisa mengakhiri perang saudara di Suriah.
Kepada wartawan Kerry
mengatakan ada konsensus tentang sejumlah pilihan yang dapat menciptakan
gencatan senjata. Meski begitu, Kerry mengakui, ada beberapa ketegangan
selama pembicaraan.
"Saya akan menggolongkan ini sebagai contoh
dari apa yang kita inginkan, yang merupakan sebuah tukar pikiran dan
diskusi yang sangat jujur untuk pertama kali," kata Kerry seperti
dikutip dari Reuters, Minggu (16/10/2016).
"Sejumlah ide datang
dari sejumlah menteri yang berbeda seperti yang kita harapkan yang
mungkin dapat membentuk beberapa pendekatan yang berbeda," tambah Kerry.
Namun
pertemuan itu gagal membuahkan sebuah pernyataan bersama atau visi
bersama. Mengenai hal ini, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan para
menteri telah membahas beberapa ide menarik tanpa memberikan penjelasan
lebih lanjut.
Terkait Suriah, Prancis Tidak Akan Kurangi Tekanan kepada Rusia
Presiden
Prancis, Francois Hollande, menyatakan tidak akan mengurangi tekanan
kepada Rusia terkait krisis di Suriah. Foto/Istimewa
PARIS
- Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan ia tidak berencana
untuk mengurangi tekanan pada Rusia atas dukungannya bagi pemerintah
Suriah dalam memerangi pemberontak. Meski begitu, ia tetap siap untuk
bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas perang
"Vladimir
Putin tidak ingin serius membahas Suriah. Saya siap setiap saat, tapi
aku tidak akan mengurangi tekanan," kata Hollande dalam wawancara dengan
surat kabar Prancis.
Hollande menambahkan bahwa prioritas mutlak
adalah penghentian pemboman, gencatan senjata, bantuan kemanusiaan dan
pembukaan negosiasi seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Sebelumnya,
Presiden Rusia Vladimir Putin membatalkan rencana kunjungan ke Prancis.
Awalnya Putin dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Prancis pada 19
Oktober mendatang, dan akan melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis
Francois Hollande.
Keputusan Putin ini datang tidak lama setelah
Hollande menuturkan bahwa dia mungkin akan membatalkan pertemuan dengan
Putin. Keputusan Hollande ini dilatarbelakangi oleh konflik yang terjadi
di Suriah, dimana Prancis tidak senang dengan sikap Rusia yang
mendukung rezim Bashar al-Assad.
Credit Sindonews
Inggris dan AS Siap Jatuhkan Sanksi Tambahan untuk Assad
Inggris dan AS tengah mempertimbangkan menjatuhkan sanksi bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya. Foto/Istimewa
LONDON
- Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka sedang
mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Presiden Suriah Bashar
al-Assad dan para pendukungnya. Kedua negara sekutu itu juga meminta
Rusia untuk membantu mengakhiri konflik di Suriah.
"Sangat
penting bahwa kita menjaga tekanan dan ada banyak langkah-langkah yang
kita ajukan, hubungannya dengan sanksi tambahan terhadap rezim Suriah
dan pendukung mereka, langkah-langkah untuk membawa mereka yang
bertanggung jawab atas kejahatan perang ke Mahkamah Pidana
Internasional," kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson kepada
wartawan.
"Hal-hal ini akhirnya akan datang untuk menggigit para
pelaku kejahatan ini dan mereka harus berpikir tentang hal itu
sekarang," kata Johnson, yang juga mengatakan tidak ada nafsu bagi Eropa
untuk "pergi berperang" di Suriah seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Johnson
sendiri meragukan pemerintah Assad dan sekutunya, Rusia, akan mampu
merebut kembali Aleppo dan memenangkan perang. Ia pun menyerukan Rusia
dan Iran untuk menunjukkan kepemimpinannya untuk mengakhiri konflik.
"Terserah
mereka untuk menunjukkan rasa belas kasihannya, menunjukkan belas
kasihan kepada orang-orang di kota itu dan mendapatkan gencatan senjata
diberlakukan," tambahnya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri AS
John Kerry menegaskan bahwa AS dan sekutunya sedang mempertimbangkan
sanksi tambahan atas Suriah, namun tidak menyebutkan nama Rusia sebagai
target.
"Kami sedang mempertimbangkan sanksi tambahan dan kami
juga membuat jelas bahwa Presiden (Barack) Obama belum mengambil pilihan
dari meja," kata Kerry.
Perdana
Menteri (PM) Libya, Fayez al-Sarraj, tidak diketahui keberadaannya
selama upaya kudeta berlangsung di negara itu sejak Jumat petang.
Foto/REUTERS
TRIPOLI
- Upaya kudeta untuk menggulingkan Pemerintah Libya yang didukung PBB
berlangsung di Ibu Kota Tripoli sejak Jumat petang. Perdana Menteri (PM)
Libya, Fayez al-Sarraj, yang juga menjabat sebagai presiden sementara
negara itu “menghilang” dan nasibnya tak diketahui.
Pemerintah
Libya (GNA) menuduh mantan PM Khalifa al-Ghwell, sebagai pemimpin kudeta
militer di negeri Moammar Khadafi itu. Pemerintah pada Sabtu
(15/10/2016) memerintahkan penangkap semua komplotan kudeta, termasuk
pemimpinnya, Ghwell.
Komplotan kudeta dilaporkan telah menduduki
sejumlah bangunan penting di negara itu, termasuk Hotel Rixos dan
gedung-gedung administrasi pemerintah lainnya. Hingga hari ini, para
milisi pendukung kudeta masih menguasai bangunan Hotel Rixos.
Ghwell
merupakan PM Libya yang digulingkan pada Maret lalu oleh kubu
pemerintah saat ini. Para milisi pendukung kudeta menyiagakan truk
pickup yang dipasangi senapan mesin di sekitar Hotel Rixos.
Komplotan
kudeta dalam sebuah pernyataan mengklaim bahwa GNA saat ini mengalami
kekosongan kepemimpinan. Tidak ada yang tahu keberadaan PM Libya Fayez
al-Sarraj, namun laporan media menyebut dia berada di negara tetangga,
Tunisia.
Jika semua milisi Tripoli muncul dan mendukung kudeta,
maka GNA berada dalam bahaya. Selain didukung PBB sebagai pemerintah sah
Libya, GNA juga didukung para diplomat Barat, seperti dari Amerika
Serikat (AS), Inggris dan Uni Eropa.
Menurut laporan Guardian,
belum ada laporan korban jiwa dalam upaya kudeta di Libya. Selain itu,
juga belum ada laporan perihal penangkapan terhadap para pelaku kudeta.
Korut
mengancam akan menyerang AS dengan nuklir jika Washington memobilisasi
kekuatan untuk menentang Pyongyang.Foto/Ilustrasi/SINDOnews
PYONGYANG
- Korea Utara (Korut) memperingatkan mungkin akan melakukan tes nuklir
kembali setelah sempat melakukan uji coba pada 9 September lalu. Korut
juga mengatakan siap meluncurkan serangan pendahuluan terhadap Amerika
Serikat (AS) jika negara itu memobilisasi kekuatan untuk menentangnya.
"AS
memiliki senjata nuklir di lepas pantai kami, menargetkan negara kami,
Ibu Kota dan pemimpin terhormat kami, Kim Jong Un," ucap seorang pejabat
atas Korut, Lee Yong-pil, mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif
dengan NBC News, Senin (17/10/2016).
"Kami tidak akan mundur
selama ada ancaman nuklir kepada kami dari AS. Sebuah serangan nuklir
preemptive bukanlah apa-apa bagi AS yang memiliki monopoli atas itu.
Jika kami melihat bahwa AS akan melakukannya kepada kami, kami akan
melakukannya pertama kali. Kami memiliki teknologi itu," tambah Lee,
yang merupakan direktur dari Departemen Luar Negeri Institut Studi
Amerika.
Yong-pil juga memperingatkan bahwa Korut mungkin akan
melakukan uji coba nuklir lanjutan. Hal itu didorong oleh semakin
agresifnya latihan gabungan AS dan Korea Selatan (Korsel). Ia pun
menyatakan bahwa tidak ada sanksi dari PBB maupun tekanan dari AS yang
akan menghentikan Korut untuk membangun gudang senjata.
"Kami harus memiliki senjata nuklir untuk melindungi negara kami, dan itu kebijakan kami untuk memiliki nuklir," katanya.
Pejabat
Korut yang lain mengatakan bahwa negara itu telah memiliki kemampuan
untuk mencapai daratan AS dengan roket. Hwang Yongnam, yang berwenang
untuk berbicara tentang program rudal negara itu, mengatakan Pentagon
telah berbohong dengan menyatakan Korut belum bisa mencapai daratan AS
dengan senjata.
Sedangkan seorang pejabat senior Korut yang
terlibat dalam program luar angkasa, Ri Won-hyok mengatakan kemajuan
yang dicapai negaranya bukan hanya senjata. Korut juga telah meluncurkan
roket untuk membawa satelit ke ruang angkasa dan tujuan negaranya tidak
hanya pergi ke bulan tetapi juga planet-planet lain.
Dia
membantah bahwa program roket negara itu telah mendapat bantuan dari
Rusia atau Iran. Ia mengklaim jika proyek itu 100 persen buatan Korut.
Pentagon: Korut Gagal Lakukan Uji Coba Rudal Balistik
Korea Utara gagal melakukan uji coba rudal balistik. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Militer Amerika Serikat (AS) mendeteksi Korea Utara (Korut) melakukan
uji coba peluncuran rudal balistik. Namun, uji coba itu berujung pada
kegagalan.
Pentagon mengatakan Sistem Komando Strategis AS
mendeteksi bahwa rudal Musudan gagal dalam peluncuran yang dilakukan di
dekat kota barat laut Kusong, Korut. "Kami sangat mengutuk ini dan tes
rudal terbaru Korut lainnya," kata juru bicara Pentagon, Gary Ross.
Uji
coba ini adalah yang terbaru dalam serangkaian uji coba yang dilakukan
Korut dan melanggar resolusi PBB. AS pun mengungkapkan keprihatinannya
dan menyerukan agar badan dunia menjatuhkan sanksi yang lebih tegas
kepada Korut.
"Komitmen kami adalah untuk pertahanan sekutu kami,
termasuk Republik Korea (Korea Selatan) dan Jepang, dalam menghadapi
ancaman ini, akan lebih ketat. Kami tetap siap untuk mempertahankan diri
dan sekutu kami dari serangan atau provokasi," kata Ross seperti
dikutip dari Reuters, Minggu (16/10/2016).
Ross mengatakan AS
menyerukan Korut untuk menahan diri dari tindakan yang dapat
meningkatkan ketegangan di wilayah Semenanjung Korea.
Pyongyang
sudah berada di bawah sanksi internasional yang berat lebih setelah
melakukan uji coba rudal dan nuklir. Meski begitu, Korut tetap melakukan
uji coba nuklir kelima pada 9 September lalu.
Kim Jong-un Peringatkan Inggris Tak Gabung Manuver AS dan Korsel
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un peringatkan Inggris tak gabung dalam latihan militer AS dan Korea Selatan. Foto/REUTERS
PYONGYANG
- Diktator muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, memperingatkan Inggris
untuk tidak bergabung dalam latihan militer angkatan udara bersama
Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel). Korut sebut rencana
manuver gabungan itu sebagai tantangan serius yang tak terampuni.
Inggris
telah dijadwalkan untuk bergabung dalam latihan Angkatan Udara dengan
AS dan Korsel di tengah meningkatnya ketegangan antara Pyongyang dan
Seoul. Inggris berencana mengerahkan empat pesawat jet tempur
Eurofighter Typhoon, pesawat tanker Voyager dan pesawat angkut C-17
Globemaster untuk latihan gabungan.
Peringatan dari Kim Jong-un itu disampaikan kantor berita milik negara Korut, KCNA, melalui seorang juru bicara.”Ini adalah tantangan serius, tak pernah diampuni untuk perdamaian dan keamanan,” tulis KCNA.
“Inggris
harus segera menarik keputusannya untuk ambil bagian dalam latihan
militer untuk agresi,” lanjut media Pemerintah Korut itu, yang dikutip Daily Star, Sabtu (15/10/2016).
Reaksi
Kim Jong-un ini muncul beberapa pekan setelah Angkatan Udara Korsel
mengumumkan akan menggelar latihan militer “Invincible Shield” dengan
Inggris dan AS mulai 4 hingga 10 November 2016 mendatang.
Latihan
militer gabungan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan Seoul
untuk menyerang fasilitas kepemimpinan utama Korut dan mencegat serangan
udara yang masukke Korsel.
Pemerintah Inggris belum berkomentar
atas peringatan Kim Jong-un. Tak seperti AS, Inggris selama ini tidak
terlibat langsung dalam konflik antara Korut dan Korsel.
Credit Sindonews
Perdana Menteri India Narendra Modi
membawa kisruh dengan Pakistan di wilayah Kashmir ke Konferensi Tingkat
Tinggi BRICS. (Reuters/Adnan Abidi)
Jakarta, CB
--
Perdana Menteri India Narendra Modi membawa kisruh
dengan Pakistan ke Konferensi Tingkat Tinggi BRICS pada Minggu (16/10).
Dia mengatakan Pakistan adalah "kapal induk terorisme" di hadapan kepala
negara anggota BRICS.
Pernyataan ini disampaikan Modi sesuai
dengan keputusannya untuk mengisolir Pakistan di ranah internasional
menyusul ketegangan kedua negara di wilayah sengketa Kashmir. Sebelumnya
India berusaha membuat Pakistan terkucil di PBB dengan mengatakan bahwa negara pendukung terorisme.
"Di wilayah kami, terorisme menjadi ancaman besar bagi perdamaian,
keamanan dan pembangunan," kata Modi dalam KTT BRICS, kelompok negara
berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika
Selatan, di Goa.
"Tragisnya, kapal induk terorisme adalah negara
di sekitar India," lanjut Modi seperti yang dikutip Reuters, tanpa
secara langsung menyebut nama Pakistan.
Ketegangan antara kedua
negara pemilik senjata nuklir di Asia ini telah tinggi sejak serangan
pangkalan militer di Kashmir pada 18 September lalu, menewaskan 19
tentara India.
India mengklaim telah melakukan serangan balasan
di dekat perbataan Kashmir yang diklaim Pakistan. Pemerintah Pakistan
membantah terlibat dalam serangan ke pangkalan militer India dan
mengatakan klaim serangan balasan dari India tidak pernah terjadi.
Menanggapi
tudingan India, pemerintah Pakistan menuding Modi telah menyesatkan
negara-negara anggota BRICS dan mencoba menutupi kekejaman mereka di
Kashmir, saat puluhan orang tewas sejak aksi protes pecah Juli lalu.
"Rakyat
Wilayah Pendudukan India di Kashmir menjadi sasaran genosida oleh India
karena meminta hak-hak dasar mereka untuk menentukan nasib sendiri,"
kata Sartaj Aziz, penasihat kebijakan luar negeri Perdana Menteri
Pakistan Nawaz Sharif.
Pernyataan Modi tidak masuk dalam komunike KTT BRICS di India. Tidak ada komentar dari negara BRICS lainnya.
Operasi untuk membebaskan Mosul dari
ISIS dimulai, seperti disiarkan oleh Perdana Menteri Irak Haider
al-Abadi lewat televisi pada Senin pagi. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CB
--
Operasi untuk membebaskan Mosul dari ISIS dimulai,
seperti disiarkan oleh Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi lewat
televisi pada Senin pagi (17/10).
CNN melansir,
pertempuran diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu bahkan
bulan. Jika didasarkan pada apa yang sebelumnya terjadi dalam perebutan
Falluja dan Ramadi dari ISIS, maka Mosul diperkirakan akan kacau.
Serangan untuk merebut Mosul sendiri telah dipersiapkan lama. Pasukan AS
dan Irak telah menggempur target ISIS di Mosul bahkan selama setahun.
Baru-baru ini, AS mengumumkan penurunan 600 pasukan tambahan untuk
operasi Mosul.
Puluhan penasihat militer AS dan Inggris terlibat
dalam persiapan merebut Mosul, begitu pula sebuah unit artileri AS yang
akan memberi perlindungan bagi pasukan di selatan Mosul.
ISIS,
di lain pihak, dilaporkan mulai membangun terowongan yang dipersiapkan
untuk meninggalkan kota terbesar kedua di Irak tersebut. AS
memperkirakan terdapat 3.500 hingga 5.000 militan ISIS di Mosul.
Pertempuran di sekitar Mosul telah berkobar selama beberapa hari terakhir.
Sebelum
direbut ISIS, Mosul dihuni oleh lebih dari 2 juta orang. Dan saat ini,
masih terdapat sekitar 1 juta warga yang tinggal di kota itu.
Ilustrasi serangan udara di Yaman (Reuters/Mohamed al-Sayaghi)
Jakarta, CB
--
Koalisi serangan udara pimpinan Arab Saudi yang
memerangi kelompok pemberontak Houthi di Yaman menyerang sebuah
pemakaman akibat menerima informasi yang salah dari sejumlah tokoh
militer Yaman, bahwa terdapat sejumlah pemimpin Houthi di wilayah yang
dihantam serangan udara itu.
Koalisi pimpinan Saudi di Yaman
menghadapi berbagai kritik tajam akibat serangan udaranya pada akhir
pekan lalu menghantam sebuah acara pemakaman di ibu kota Sanaa,
menyebabkan 140 warga tewas, menurut laporan PBB. Sementara Houthi
menyebutkan serangan itu menyebabkan 82 orang tewas.
Para pelayat yang tewas dalam serangan itu termasuk sejumlah pejabat
politik dan keamanan, yang diduga bergabung dengan Houthi untuk melawan
pemerintahan Yaman yang didukung Saudi.
"Sebuah pihak yang
terafiliasi dengan Kepala Staf Kepresidenan Yaman memberikan kami
informasi yang salah bahwa di daerah tersebut terdapat sejumlah pemimpin
Houthi bersejenjata di Sanaa, dan memaksa kami menargetkan wilayah itu
secepatnya," bunyi kesimpulan badan penyidik yang menginvestigasi
serangan itu, dikutip dari Reuters, Sabtu (15/10).
Tim
Peninjauan Insiden Gabungan (JIAT) menyatakan bahwa Pusat operasi
serangan udara di Yaman juga gagal memberikan persetujuan soal serangan
tersebut dari para komandan, sebuah pelanggaran terhadap protokol yang
ada.
JIAT kemudian menyerukan peninjuan kembali aturan soal
keterlibatan dan kompensasi untuk keluarga korban. JIAT menyatakan
"tindakan yang tepat" harus diambil terkait insiden ini, tanpa
memberikan rincian lebih lanjut. Juru bicara JIAT menyebut bahwa
tindakan itu termasuk proses peradilan.
"Tentu, publik harus
diberitahu soal apa yang menyebabkan kesalahan ini. Mereka memiliki hak
untuk melindungi diri mereka, namun jelas bahwa langkah hukum harud
diambil, pasukan koalisi memahami hal itu," kata Mansour Ahmed
al-Mansour, penasihat hukum JIAT.
"Koalisi menyerukan penyesalan
terkait insiden yang tidak disengaja ini dan menghaturkan rasa turut
berduka cita bagi para keluarga korban. Insiden ini tidak sejalan dengan
tujuan koalisi, yang ingin melindungi warga dan mengembalikan keamanan
dan stabilitas di Yaman," bunyi pernyataan koalisi Saudi.
PBB
memperkirakan sekitar 10 ribu warga Yaman tewas dalam konflik yang telah
berlangsung selama lebih dari satu tahun ini. PBB menuding koalisi
serangan udara pimpinan Saudi menyebabkan 60 persen dari total kematian
3.800 warga sipil sejak Maret 2015.
Pertempuran terus berlanjut
pada Sabtu (15/10), dengan media Houthi mengaku bertanggung jawab atas
serangan rudal ke wilayah kamp militer Saudi di Provinsi Asir