Pengadilan AS mempertimbangkan upaya menghentikan pengapalan satu metrikton plutonium
CB,
WASHINGTON -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara sembunyi-sembunyi
telah mengapalkan plutonium yang mematikan dalam jumlah banyak.
Plutonium tersebut dikapalkan dari South Carolina ke Nevada, demikian
diungkapkan oleh pemerintahan Trump pada Rabu (30/1).
Pembangkit di South Caroline itu merupakan tempat produksi logam radioaktif untuk bahan pembuatan bom pada masa Perang Dingin.
Departemen
Kehakiman atas nama Pelaksana Keamanan Nuklir Nasional (NNSA)
Departemen Energi mengatakan dalam pemberitahuan kepada suatu pengadilan
di Nevada bahwa pihaknya bisa mengungkapkan telah melakukan pengiriman
setengah metrik ton karena waktunya sudah lewat untuk perlindungan
keamanan nasional. Pengiriman terjadi sebelum November 2018.
Pengadilan
AS di Nevada sedang mempertimbangkan upaya dari pemerintah Negara
Bagian Nevada untuk menghentikan rencana pengapalan satu metrik ton
plutonium dari South Carolina, yang diumumkan oleh Departemen Energi
pada Agustus.
Plutonium tersebut dikirim dari K-Reactor di
Savannah River Site, yaitu reaktor tertua di fasilitas tersebut, menuju
ke Fasilitas Perakitan Peralatan di Situs Keamanan Nuklir Nevada, yang
berjarak 112,6 km di utara Las Vegas.
Pemberitahuan
tersebut membuat marah para politisi asal Nevada, negara bagian yang
jarang penduduknya dan sudah lama diincar oleh pemerintah federal untuk
menjadi tempat pembuangan limbah nuklir.
Senator AS Jack
Rosen dari Partai Demokrat mengatakan bahwa NNSA menyesatkan pengadilan
federal melalui langkah "culas, tidak tahu aturan, membahayakan
kesehatan dan keselamatan ribuan penduduk Nevada dan warga Amerika yang
tinggal di dekat jalur-jalur yang dilalui pengiriman tersebut".
Wakil
rakyat lainnya dari Partai Demokrat Nevada, Dina Titus, mengatakan
bahwa pengapalan tersebut akan meningkatkan penentangan atas penyimpanan
bahan bakar yang dipakai dari pembangkit tenaga nuklir di Gunung Yucca,
Nevada. Proyek itu telah menghabiskan miliaran dolar dan sudah ditutup
oleh mantan presiden Barack Obama.
NNSA mengatakan bahwa,
sehubungan dengan alasan keamanan, tidak ada pengumuman yang disampaikan
menjelang pengapalan dan jalur jalan raya yang dipakai juga tidak
disebutkan. Departemen itu juga tidak mengungkapkan waktu pengiriman
tersebut, kecuali menyebutnya terjadi sebelum November 2018, yaitu
sebelum Nevada menggugat untuk penghentian rencana pengiriman.
AS
membangun Savannah River Site pada 1950-an untuk menghasilkan
bahan-bahan pembuatan senjata nuklir, kebanyakan berupa tritium dan
plutonium-239. Pada Oktober, pemerintahan Trump membatalkan rencana
untuk mengubah 34 ton plutonium di tempat itu menjadi campuran oksida
atau bahan bakar MOX bagi pembangkit nuklir khusus, yang tidak pernah
dibangun di AS.
Seperti juga pemerintahan Obama sebelumnya,
pemerintahan Trump berniat mencairkan atau mengubur plutonium tersebut,
kemungkinan di New Mexico.
Ilustrasi logo perusahaan pakaian olahraga asal Amerika Serikat, Nike. (REUTERS/Lucy Nicholson)
Jakarta, CB -- Perusahaan sepatu olahraga, Nike,
didesak menarik salah satu model sepatu Air Max-nya dari pasaran,
lantaran memiliki desain mirip dengan tulisan "Allah" dalam huruf Arab
yang terpampang pada bagian telapaknya (sol).
Desakan itu muncul
dalam petisi yang dibuat Saiqa Noreen, salah satu konsumen sepatu asal
Amerika Serikat tersebut yang juga merupakan seorang Muslim.
"Kami
mendesak Nike untuk menarik semua sepatu dengan desain menyerupai kata
Allah yang sangat menghina dan menghujat ini dari seluruh dunia sesegera
mungkin. Kami juga meminta pengawasan produk yang lebih ketat dari Nike
sebelum memasarkan produk," tulis Noreen dalam petisi itu, seperti
dilansir The Independent, pada Kamis (31/1).
Petisi dibuat Noreen dalam situs change.org pada awal Januari lalu dan berisikan desekan bagi Nike untuk menarik sepatu Air Max 270 dari seluruh toko.
Dia beralasan sepatu Air Max itu menggunakan logo yang menyerupai huruf arab "Allah."
Perempuan
itu juga menambahkan logo menyerupai tulisan Allah tersebut tidak
pantas dipampang pada sepatu lantaran "pasti akan diinjak-injak,
ditendang, dan menjadi kotor akibat tanah hingga kotoran."
"Adalah sesuatu yang keterlaluan dan mengerikan jika Nike membiarkan lafaz Tuhan dipasang di sepatu," kata Noreen.
"Hal
tersebut merupakan tindakan yang tidak sopan dan sangat-sangat menghina
umat Muslim bahkan agama Islam. Islam mengajarkan belas kasih,
kebaikan, dan keadilan kepada semua orang," ujar Noreen.
Noreen juga menyerukan "seluruh umat Muslim dan orang-orang
yang menghormati kebebasan beragama" untuk menandatangani dan mendukung
petisi itu.
Pekan lalu, Footwear News melaporkan petisi itu telah
diteken 5.400 orang. Hari ini, dukungan itu bertambah menjadi 12 ribu
tanda tangan.
Desakan itu tak hanya muncul dari petisi. Warganet
di media sosial juga turut mendesak Nike untuk menarik sepatu tersebut.
Beberapa konsumen bahkan mengunggah cerita mereka mengembalikan sepatu
Air Max tersebut setelah melihat kemiripan logo dengan lafaz "Allah."
"Mengapa
Nike menjual sepatu yang jelas memiliki logo bertuliskan 'Allah' dalam
bahasa Arab. Tarik seluruh sepatu dari pasaran. Menjijikan dan
mengerikan," ucap salah satu konsumen Nike di Twitter.
Merespons petisi tersebut, Nike beralasan kemiripan logo itu hanya kebetulan.
"Nike menghormati seluruh agama dan kami memperhatikan hal ini dengan sangat serius," tutur perusahaan tersebut.
"Logo
Air Max dirancang untuk menjadi representasi bergaya dari model sepatu
ini. Logo dimaksudkan untuk mencerminkan merek Air Max saja. Kesamaan
makna atau representasi lainnya terbentuk tidak disengaja."
Ini
bukan pertama kalinya Nike diduga menistakan agama. Pada 1997,
perusahaan itu dipaksa menarik sekitar 38 ribu pasang sepatu dari
seluruh dunia dari Inggris karena logo serupa.
Selain menarik sepatu-sepatu itu dari pasaran, Nike menyumbangkan US450
ribu ke sebuah sekolah dasar Islam di AS untuk digunakan membangun taman
bermain anak-anak.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda. Foto/REUTERS/Piroschka Van De Wouw
DEN HAAG
- Seorang hakim senior dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den
Haag mengundurkan diri setelah Amerika Serikat (AS) mengancam para hakim
yang menyelidiki dugaan kejahatan perang Amerika di Afghanistan.
Ancaman kematian terhadap para hakim dilontarkan Penasihat Keamanan
Nasional Gedung Putih John Bolton September lalu.
Hakim Christoph
Flugge telah bekerja dengan ICC dan Pengadilan Pidana Internasional
untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) sejak 2008. Baru-baru ini, ia terlibat
dengan penyelidikan awal terhadap klaim bahwa anggota layanan militer AS
dan para petugas CIA menyiksa para tahanan di Afghanistan.
Flugge mengatakan kepada surat kabar Jerman, Zeit,
bahwa ia menyerahkan pengunduran dirinya setelah ada ancaman terbuka
dari pejabat AS, termasuk pidato Bolton September lalu. Dalam pidatonya,
Bolton berharap para hakim yang terlibat penyelidikan dugaan kejahatan
perang itu tewas di pengadilan.
"Jika
para hakim ini pernah mencampuri urusan rumah tangga AS atau
menyelidiki seorang warga negara Amerika, ia (Bolton) mengatakan
pemerintah Amerika akan melakukan semua yang dapat dilakukan untuk
memastikan bahwa para hakim ini tidak lagi diizinkan untuk bepergian ke
Amerika Serikat, dan bahwa mereka akan bahkan mungkin diadili secara
pidana," kata Flugge kepada Zeit, dalam sebuah wawancara yang diterjemahkan oleh The Guardian, Kamis (31/1/2019).
"Penasihat
keamanan Amerika menyampaikan pidatonya pada saat Den Haag merencanakan
penyelidikan awal terhadap tentara Amerika yang dituduh menyiksa orang
di Afghanistan," ujar Flugge. "Ancaman Amerika terhadap hakim
internasional jelas menunjukkan iklim politik baru. Ini mengejutkan.
Saya belum pernah mendengar ancaman seperti ini."
Pidato Bolton
saat itu disampaikan kepada Masyarakat Federalis yang konservatif di
Washington, DC. Pidatonya disampaikan setahun setelah ICC mulai
menyelidiki klaim bahwa setidaknya 61 orang yang ditahan di Afghanistan
telah disiksa oleh pasukan Amerika dan 27 lainnya oleh CIA di penjara
rahasia di Afghanistan dan di luar negeri. Awal penyelidikan itu
diungkap jaksa penuntut ICC Fatou Bensouda.
Bolton
menyebut penyelidikan itu sama sekali tidak berdasar dan tidak dapat
dibenarkan. "(Saya) berjanji untuk melindungi warga negara kita dan
orang-orang dari sekutu kita dari penuntutan yang tidak adil oleh
pengadilan yang tidak sah ini," kata Bolton dalam pidatonya.
Pejabat
senior AS itu juga berjanji untuk membela warga Israel dari ICC. Sekutu
AS, Israel, pada saat itu dituduh melakukan kejahatan perang terhadap
warga sipil Palestina. Bolton memperingatkan bahwa AS akan mengabaikan
surat perintah penangkapan, melarang hakim dan jaksa memasuki Amerika,
dan bahkan mengadili mereka di pengadilan Amerika.
Wakil Menteri AS untuk Kontrol Senjata dan Keamanan Internasional, Andrea Thompson. Foto/Istimewa
BEIJING - Amerika Serikat (AS) akan mengumumkan penangguhan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia dalam beberapa hari mendatang. Langkah itu dilakukan setelah pembicaraan bilateral kedua negara gagal mencapai kemajuan.
"Rusia
masih belum mengakui bahwa mereka melanggar perjanjian itu," kata Wakil
Menteri AS untuk Kontrol Senjata dan Keamanan Internasional, Andrea
Thompson, dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Kamis (31/1/2019).
Namun Thompson menambahkan bahwa diplomasi tidak pernah dilakukan dan dia mengantisipasi lebih banyak diskusi.
Ditandatangani
pada tahun 1987, Perjanjian INF melarang rudal berbasis darat dengan
jangkauan antara 500 km dan 5.500 km - banyak di antaranya telah
dikerahkan oleh kedua sisi saat Perang Dingin pada waktu itu.
Selama
beberapa tahun terakhir, AS menuding Rusia telah melanggar INF dengan
membangun rudal yang dilarang. Namun Moskow membantah tuduhan itu dan
pada gilirannya menuduh AS yang tidak patuh, dengan alasan bahwa mereka
dapat mengubah situs pertahanan rudal di Eropa Timur menjadi peluncur
jarak menengah yang ofensif.
Washington
menuntut agar Rusia menghancurkan rudal yang dianggap sebagai bentuk
pelanggaran terhadap perjanjian itu. Rudal yang dimaksud adalah rudal
jelajah 9M729 atau oleh NATO dinamai SSC-8. Namun tuntutan itu menurut Moskow tidak dapat diterima.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
mengajungkan jempolnya ke arah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam
pertemuan bersejarah mereka di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura
(12/6/2018). (Reuters)
Seseorang yang
oleh PBB disebut telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan telah
dideskripsikan sebagai orang yang cerdas, mencintai rakyatnya....
(CB) - Apa yang ada di benak Anda saat mendengar nama Kim
Jong-un? Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin tidak akan terlalu
terpengaruh dengan sosok pemimpin tertinggi Korea Utara itu.
Namun, bagi Kim Min-jae (21), mahasiswa tingkat akhir di suatu
universitas khusus laki-laki di Seoul, Korea Selatan, Kim Jong-un adalah
tokoh yang sudah dia kenal sejak masuk sekolah dasar.
Bagi Kim Min-Jae dan mayoritas generasi muda Korea Selatan lainnya,
Wangsa Kim di Utara merupakan sosok di balik bayang-bayang ancaman
perang dan rezim yang menyengsarakan rakyatnya demi ambisi pengembangan
senjata nuklir.
Akan tetapi, mahasiswa yang ditemui saat mengikuti tur universitasnya ke
Zona Demiliterisasi (DMZ) di perbatasan Korea Selatan-Korea Utara akhir
November 2018 itu mengatakan sosok Kim Jong-un berubah menjadi lebih
positif dalam setahun terakhir.
"Saya tahu bahwa Kim Jong-un memiliki iktikad baik untuk memperbaiki hubungan dengan kami (Korea Selatan)," kata dia.
Kim Min-jae menambahkan, progres yang ditunjukkan selama setahun
terakhir di 2018 oleh Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un tampaknya
benar-benar akan menghasilkan suatu kesepakatan untuk perdamaian di
Semenanjung Korea.
Harapan tersebut disampaikan warga Seoul itu karena ia dan rakyat Korea
Selatan sudah lelah hidup di bawah kecemasan akan senjata nuklir dan
perang. Tercatat pada 2017, Korea Utara meluncurkan 23 rudal dalam 16
kali uji coba senjata nuklir.
Kim
Min-jae (21), mahasiswa tingkat akhir di suatu universitas khusus
laki-laki di Seoul, Korea Selatan, saat diwawancarai ANTARA di Zona
Demiliterisasi (DMZ) Korea Selatan (30/11/2018). (ANTARA News/Azizah
Fitriyanti)
Pandangan Kim Min-jae yang berubah itu juga didukung suatu survei
independen pada 2018 yang menunjukkan hampir 80 persen rakyat Korea
melihat Kim Jong-un sebagai sosok yang baik.
Kelompok pendukung Kim di Korea Selatan juga makin tumbuh sejak
pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin
Korea Utara Kim Jong-un di Singapura pada Juni 2018.
Peneliti senior Asan Institute yang berbasis di Seoul dan Washington DC,
Dr. James Kim, menyebutkan bahwa sebagian masyarakat Korea bahkan
menggambarkan pemimpin Korea Utara itu sebagai tokoh yang imut sekaligus
"macho".
"Jika Anda pergi ke Myeongdong, bukan tidak mungkin Anda akan menemukan
boneka figurin Kim," kata James Kim menyebut salah satu kawasan turis di
Seoul.
Presiden Trump pernah menyebut Kim Jong-un sebagai "rocket man"
saat ketegangan antara dua kedua meningkat setelah Kim meluncurkan
rudal jarak jauh Hwasong-15 pada November 2017 yang menjangkau hingga
Pulau Saipan, wilayah administrasi AS.
Namun, begitu pertemuan di Singapura terlaksana, sikap Trump berubah 180
derajat, dia memuji Kim sebagai sosok yang sangat terbuka dan pemimpin
yang luar biasa. Trump juga mengaku kagum pada pemimpin Korea Utara itu
atas cintanya kepada negerinya.
Padahal, di dalam negeri AS sendiri, negeri yang diancam akan
"dilumatkan" oleh Korea Utara, sosok Kim Jong-un masih seperti ayah (Kim
Jong-il) dan kakeknya (Kim Il-sung), yang dianggap sebagai diktator
yang melanggar HAM dengan penjara kerja paksa yang tidak manusiawi,
hukuman mati--bahkan pada anak-anak, hingga tuduhan bahwa ia sengaja
membiarkan rakyatnya mati kelaparan.
Namun, citra Kim yang negatif itu tanpa sadar dipoles oleh Trump menjadi lebih baik sejak pertemuan di Singapura Juni 2018 lalu.
Dr. James Kim dalam pertemuan dengan jurnalis Asia-Pasifik peserta
program Meridian International Center yang didanai Departemen Luar
Negeri AS, mengatakan bahwa sikap Trump yang kerap memuji Kim merupakan
taktik agar pemimpin Korea Utara itu mau duduk di meja perundingan.
Sementara itu, Kim mengambil kesempatan pada gaya kepemimpinan Trump
untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan pihaknya.
Presiden
Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
meninggalkan tempat setelah menandatangani dokumen yang mengakui
kemajuan pembicaraan dan berjanji untuk menjaga momentum yang ada,
setelah pertemuan keduanya di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura,
Selasa (12/6/2018). (REUTERS/Jonathan Ernst)
Di luar harapan yang tinggi terhadap kelanjutan pertemuan itu, kini AS
dan Korut seperti menemui jalan buntu karena hingga akhir 2018, tidak
ada pertemuan tingkat teknis untuk membahas perundingan denuklirisasi.
Peneliti Senior Kajian Asia Timur The Heritage Foundation Bruce Klingner
mengatakan bahwa "pencitraan" Kim Jong-un oleh Trump menjadi blunder
bagi Deklarasi Sentosa yang ditandatangani di Singapura.
Menurut mantan agen CIA di Korea itu, pujian Trump mungkin memang telah
menjaga jalannya pertemuan tetap pada jalurnya, namun juga membuat
masyarakat internasional melunakkan tekanan pada pelanggaran HAM yang
terjadi di Korea Utara, serta mendorong legitimasi Kim di kancah dunia.
"Seseorang yang oleh PBB disebut telah melakukan kejahatan terhadap
kemanusiaan telah dideskripsikan (oleh Trump) sebagai orang yang cerdas,
mencintai rakyatnya, telah saling jatuh cinta," kata dia.
"Bahkan, Neville Chamberlain tidak menggambarkan Hitler mencintai
rakyatnya, sosok yang pintar, dan bahwa Neville jatuh cinta pada Adolf,"
lanjut Klingner mengacu pada mantan perdana menteri Inggris dan
kanselir serta pemimpin Nazi Jerman di masa Perang Dunia II.
Citra Kim yang bergeser positif itu, menurut Peneliti Senior Foundation
for Defense of Democracies Kolonel David Maxwell, merupakan buah pikiran
saudarinya, Kim Yo-jong, yang juga menjabat deputi direktur Departemen
Propaganda dan Agitasi Korea Utara.
Menurut mantan personel militer Angkatan Darat AS itu, dua bersaudara
Kim telah sukses dalam membalikkan seluruh asumsi tentang pemimpin Korea
Utara di mata dunia.
Dalam pertemuan dengan Presiden Moon Jae-in di desa gencatan senjata
Panmunjom pada Mei 2018, Kim juga dinilai berhasil menampilkan sosok
pemimpin yang pintar, ramah dan rendah hati.
"Sungguh mengesankan! Saya mengapresiasi rakyat Korea Selatan yang
mengatakan 'ini berbeda,' bahwa mereka berharap (pada pertemuan itu).
Semua orang menginginkan perdamaian dan berharap dia (Kim Jong-un) akan
berubah," kata Maxwell.
"Mungkin dia akan berubah, tapi saya pikir tidak," lanjut dia.
Di wilayah perbatasan Korea Selatan dan Utara itu, Kim menampakkan
kehangatan pada Moon, bagai seorang saudara yang kembali bertemu dengan
kerabatnya yang lama berpisah.
Presiden
Korea Selatan Moon Jae-in mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin
Korea Utara Kim Jong Un saat ia pergi meninggalkan konferensi tingkat
tinggi di desa gencatan senjata Panmunjom, Korea Utara, dalam foto yang
disiarkan oleh Istana Kepresidenan Blue House, Sabtu (26/5/2018). (The
Presidential Blue House/Handout via REUTERS)
Peneliti Senior bidang Korea dari Center for Strategic and Internasional
Studies (CSIS) yang berbasis di washington DC, Dr. Sue Mi Terry,
mengatakan citra Kim Jong-un terdongkrak oleh sikap Moon Jae-in yang
memposisikan Korea Selatan sebagai pengacara Korea Utara.
Berulang kali Presiden Moon berperan sebagai pembawa pesan Kim bagi
Trump dan sebaliknya, salah satunya yang disampaikan kepada media jelang
kunjungan ke Selandia Baru pada awal Desember 2018. Trump memintanya
menyampaikan pada Kim bahwa Trump memiliki pandangan yang bersahabat
dengan Kim dan menyukainya.
Dalam pesan via Moon itu, Trump juga berharap Kim dapat menaati semua
kesepakatan dari pertemuan Juni bersama-sama sehingga dia dapat membuat
Kim mendapatkan yang dia inginkan.
Strategi Korea Selatan adalah keluar dari retorika "fire and fury,"
istilah yang disebutkan Trump untuk menanggapi ketegangan yang
meningkat dengan Korea Utara pada 2017, yakni ancaman untuk membalas
dengan kekuatan yang besar yang berasal dari kemarahan.
"Karena itu saya memahami apa yang Presiden Moon coba lakukan, dia
membuat Korea Selatan percaya bahwa asalkan mereka memperbaiki hubungan
inter-Korea, maka situasi akan berubah. Kim akan melunak dan hadir dalam
berbagai pertemuan," kata dia.
Langkah Moon tersebut juga didukung Dewan Nasional Korea, lembaga
legislatif Korea Selatan, yang kini juga dikuasai partai yang kini duduk
di pemerintahan.
Ketua Dewan Nasional Korea Moon Hee-sang mengatakan Presiden Moon tengah
membuat kemajuan dalam memperbaiki hubungan dengan Korea Utara, dan
saat Kim Jong-un berkunjung ke Seoul untuk pertama kali, dia akan
disambut dengan hangat. Kim diharapkan hadir di Seoul pada akhir 2018
lalu, namun gagal memenuhinya dan hingga kini belum ada kepastian kapan
dia akan melaksanakan kunjungan itu.
Lebih lanjut, Terry memperingatkan jika tidak ada strategi yang jelas
untuk meraih hasil yang terukur, terutama dari pemerintah AS,
pertemuan-pertemuan itu hanya akan menjadi ajang pencitraan bagi Kim
yang tanpa sadar turut dipoles oleh Trump dan Kim.
"Dia (Kim) ingin diperlakukan seperti pemimpin yang normal dari sebuah
negara yang normal, dan Korea Selatan memberikan itu agar dia mau
melunak dan maju ke perundingan, meskipun saat ini saya tidak melihat
ada kesungguhan dari Korea Utara untuk menuju ke sana," kata dia.
Tampaknya, kesungguhan Kim untuk berubah menjadi negosiator, alih-alih
sekadar pencitraan, diuji pada awal tahun 2019 ini, saat pertemuan kedua
dengan Trump benar-benar terlaksana. Pertemuan yang diharapkan dapat
menghasilkan suatu perjanjian yang jelas serta terukur untuk
denuklirisasi dan peningkatan HAM di Korea Utara.
Menlu AS, Mike Pompeo, mengatakan pertemuan
kedua antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim
Jong-un akan digelar di salah satu negara Asia. (Reuters/Jonathan Ernst)
Jakarta, CB -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengatakan pertemuan tinggi yang kedua antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, akan digelar di salah satu negara Asia.
"Kami akan melakukannya di suatu tempat di daerah Asia," kata Pompeo dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (30/1).
Pompeo mengaku telah membentuk dan mengirim tim untuk mempersiapkan
pertemuan tersebut. Dia juga mengatakan Korut sepakat menggelar
pertemuan itu akhir Februari mendatang.
"Mereka menuju ke sana
sekarang untuk meletakkan fondasi yang saya harapkan bisa menjadi
langkah tambahan yang substansial menuju arah tak hanya denuklirisasi di
Semenanjung Korea, tetapi juga masa depan yang lebih cerah bagi rakyat
Korut," katanya.
Meski begitu, Pompeo tidak menyebutkan
tempat pertemuan tersebut. Vietnam, yang selama ini digadang-gadang
menjadi lokasi pertemuan, juga mengaku belum diberi tahu terkait
persiapan KTT tersebut.
Meski begitu, Hanoi merasa yakin negaranya mampu menjadi tuan rumah dari pertemuan tinggi yang paling dinanti itu.
Kepada Reuters, sejumlah pejabat dan diplomat memaparkan bahwa Vietnam memang menyatakan diri ingin menjadi tuan rumah KTT AS-Korut.
Dua sumber juga membeberkan bahwa Hanoi tengah berbenah untuk menyambut Kim Jong-un dalam sebuah kunjungan kenegaraan.
Selain
Vietnam, Singapura dan Hawaii dikabarkan masuk ke dalam daftar tempat
yang dipertimbangkan menjadi lokasi pertemuan kedua Trump dan Kim
Jong-un.
Singapura
telah menjadi pertemuan pertama KTT AS-Korut pada Juni 2018 lalu.
Negara itu kembali dipertimbangkan karena jaraknya yang tak begitu jauh
dari Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang.
Pertimbangan lainnya adalah
soal transportasi. Jet pribadi Ilyushin-62M milik Jong-un mampu
menempuh jarak perjalanan 10 ribu kilometer. Dengan burung besi itu, dia
bisa mencapai Singapura, Hanoi dan Hawaii.
Namun, pesawat kargo
Ilyushin-76 milik Korut tidak dapat terbang lebih dari 3.000 kilometer
tanpa mengisi bahan bakar jika membawa muatan penuh.
Kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford. Foto/Ryan Litzenberger/US Navy
WASHINGTON
- Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerlad R. Ford, dibangun dengan
biaya USD13 miliar atau lebih dari Rp182,9 triliun. Namun kapal raksasa
ini bermasalah, yakni mengalami 20 kegagalan dalam sistem peluncuran
dan pendaratan pesawat selama operasi di laut.
Data angka kegagalan itu diungkap kantor pengujian Pentagon, sebagaimana diberitakan Star and Stripes, Kamis (31/1/2019).
Kegagalan
yang sebelumnya tidak diungkapkan itu terjadi selama lebih dari 740 uji
coba di laut sejak kapal induk itu dikirim ke Angkatan Laut AS Mei
2017. Sistem ketapel elektromagnetik yang dibuat oleh General Atomics
mengalami masalah.
Meski
ada masalah, para pejabat Angkatan Laut memuji kemampuan tempur USS
Gerlad R. Ford yang semakin berkembang. Angkatan Laut harus membayar
untuk memperbaiki kekurangan semacam itu di bawah kontrak pengembangan "cost-plus".
Menurut
laporan tahunan tentang senjata utama dari uji operasional Kantor
Departemen Pertahanan AS, masalah keandalan baru menambah keraguan bahwa
kapal induk yang ditunjuk sebagai CVN-78 itu akan memenuhi tingkat
serangan yang direncanakan per 24 jam—metrik utama untuk setiap kapal
induk.
"Tidak ada gangguan yang dialami selama operasi
penerbangan (pesawat) pada CVN-78 yang menyebabkan cedera pada personel,
atau kerusakan pada pesawat atau kapal," kata Michael Land, juru bicara
Angkatan Laut, dalam sebuah email.
Menurutnya, ada dua
misi yang dibatalkan yang terkait dengan peluncuran dengan sistem
ketapel elektromagnetik. Dalam kedua kasus, operasi penerbangan
ditangguhkan sebentar dan koreksi diterapkan.
Ada juga masalah
dari kurangnya 11 elevator yang berfungsi untuk mengangkat amunisi dari
bawah geladak. Masalah ini menarik perhatian dari Ketua Komite Layanan
Angkatan Bersenjata Senat, James Inhofe.
"Ford mungkin tidak akan
mencapai persyaratan laju serangan karena asumsi tidak realistis yang
mengabaikan efek cuaca, keadaan darurat pesawat, manuver kapal, dan
komposisi sayap udara saat ini pada operasi penerbangan," kata Robert
Behler, direktur operasional kantor pengujian Pentagon dalam
penilaiannya terhadap operator yang diperoleh oleh Bloomberg.
Dalam
memo kepada pelaksana tugas Menteri Pertahanan Patrick Shanahan, Behler
menyoroti masalah Ford dengan mengatakan bahwa meskipun perbaikan telah
terjadi, keandalan yang buruk dan tidak diketahui terus mengganggu
kapal dan sistem utamanya.
Presiden Donald Trump telah menyatakan
keraguannya tentang sistem ketapel elektromagnetik pada kapal induk
sebagai pengganti versi yang lebih tua, yang digerakkan oleh sistem uap.
Meghan
Ehlke, juru bicara General Atomics, menolak berkomentar soal masalah
pada kapal induk tersebut."Sesuai dengan syarat dan ketentuan kontrak
kami," katanya dalam sebuah email.
Hotel Ritz-Carlton, Riyadh, Arab Saudi. Sumber: middleeastmonitor.com
CB, Jakarta - Kerajaan Arab Saudi
membebaskan 10 pengusaha yang ditahan di hotel Ritz-Carlton, Riyadh.
Ke-10 pengusaha itu ditangkap dalam sebuah kampanye anti-korupsi 15
bulan lalu.
“Otoritas Arab Saudi telah membebaskan 10 tahanan di
hotel Ritz-Carlton dalam tempo dua hari,” tulis kelompok HAM Prisoners
of Conscience, seperti dikutip dari middleeastmonitor.com, Rabu, 30 Januari 2019.
Riyadh membebaskan miliarder berdarah Arab Saudi – Ethiopia, Mohammed al-Amoudi. Sumber: Al Jazeera
Dalam keterangannya, Prisoners of Conscience menyebut diantara mereka
yang dibebaskan adalah miliarder kelahiran Ethiopia Mohammed Hussein
Al-Amoudi. Amoudi di tahan di hotel itu sejak November 2017. Riyadh
enggan menanggapi laporan kelompok HAM itu.
Otoritas
Arab Saudi menahan puluhan mantan pejabat, pengusaha dan pangeran serta
pejabat tinggi negara di Hotel Ritz-Carlton, Riyadh pada awal November
2017. Mereka yang tak suka dengan Kerajaan Arab Saudi menyebut kampanye
ini sebuah trik untuk mengangkat pengaruh Putra Mahkota Mohammed bin
Salman. Beberapa bulan setelah penahanan massal itu, otoritas
Arab Saudi membebaskan sejumlah pengusaha yang ditahan setelah mereka
membuat kesepakatan penyelesaian keuangan dengan Kerajaan Arab Saudi. Total uang penyelesaian kesepakatan mencapai 400 miliar riyal atau sekitar Rp 1.500 triliun.
Ilustrasi wisata di wilayah pendudukan Israel. (REUTERS/ Amir Cohen)
Jakarta, CB -- Organisasi pemantau hak
asasi manusia, Amnesty International menyatakan sejumlah perusahaan
pariwisata daring, seperti Airbnb hingga TripAdvisor, mendapat keuntungan dari bisnis di wilayah Palestina yang dicaplok Israel. Hal itu tercantum dalam laporan penyelidikan mereka setebal 94 halaman.
Seperti dilansir CNNIndonesia.com,
Rabu (30/1), dari hasil laporan yang diunggah di situs Amnesty
International menyatakan perusahaan penyedia layanan perjalanan dan
wisata yang ikut berbisnis di kawasan pendudukan ilegal Israel adalah
Airbnb, Booking.com, Expedia dan TripAdvisor. Mereka diangga mendukung
terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap warga Palestina.
Dalam
laporan berjudul "Destination: Occupation", Amnesty menyatakan
perusahaan-perusahaanitu ikut menawarkan ratusan kamar dan kegiatan
wisata di wilayah Palestina yang dicaplok Israel, termasuk di Yerusalem.
Amnesty
International menyatakan kebijakan perusahaan pariwisata daring
menawarkan paket wisata ke wilayah yang diduduki Israel secara tidak sah
turut mendorong perluasan wilayah Negeri Zionis.
Selama ini
dunia tidak mengakui sejumlah wilayah Palestina yang digusur dan
kemudian diduduki oleh Israel karena merupakan pelanggaran hukum dan
HAM. Namun, hasil temuan Amnesty menyatakan keempat perusahaan wisata
itu terus beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki Israel (OPT).
Salah
satu kawasan pemukiman ilegal dan pusat pariwisata Israel yang tengah
berkembang, Kfar Adumim, menjadi salah satu sorotan Amnesty. Wilayah itu
terletak kurang dari dua kilometer dari desa Bedouin di wilayah Khan
al-Ahmar, Palestina.
Amnesty menyatakan aparat Israel bahkan
sudah siap meratakan desa Bedouin, karena tinggal mendapat persetujuan
dari Mahkamah Agung setempat. Perluasan pendudukan Israel hingga Kfar
Adumim dan permukiman sekitarnya merupakan salah satu penyumbang utama
pelanggaran HAM terhadap warga Palestina di desa Bedouin.
"Perampasan
ilegal atas tanah Palestina oleh Israel dan perluasan permukiman di
wilayah pendudukan telah menimbulkan penderitaan yang sangat besar,
memaksa warga Palestina keluar dari rumah mereka sendiri, menghancurkan
mata pencaharian mereka dan merampas hak-hak mereka atas kebutuhan
dasar, seperti air minum," kata Direktur Isu Global Tematik Amnesty
International, Seema Joshi.
Menurut Joshi, perusahaan wisata
Airbnb, Booking.com, Expedia dan TripAdvisor memilih metode berbagi dan
saling percaya di model bisnis mereka. Namun, pada saat yang sama
berkontribusi terhadap pelanggaran HAM dengan melakukan bisnis di
wilayah pendudukan Israel.
"Pemerintah Israel menggunakan
industri pariwisata yang berkembang di wilayah pendudukan sebagai cara
untuk melegitimasi keberadaan dan ekspansi mereka, dan perusahaan
pemesanan online perjalanan berkontribusi memuluskan agenda tersebut,"
ujar Joshi.
"Sudah waktunya bagi perusahaan-perusahaan tersebut
berpihak pada HAM dengan menarik semua iklan permukiman dan pariwisata
di wilayah pendudukan. Kejahatan perang sama sekali bukanlah tujuan
wisata," lanjut Joshi.
Keempat perusahaan yang disebut dalam
dalam laporan Amnesty International memiliki daftar akomodasi di OPT,
termasuk di Yerusalem Timur.
Misalnya, perusahaan Airbnb yang
berbasis di Amerika Serikat saat ini memiliki lebih dari 300 properti di
wilayah Palestina yang diduduki Israel.
Contoh lainnya,
perusahaan TripAdvisor mendaftarkan lebih dari 70 objek wisata, tur,
restoran, kafe, hotel, dan apartemen sewaan di wilayah Palestina yang
diduduki Israel. Selain itu, perusahaan Booking.com, yang berkantor
pusat di Belanda, mencantumkan 45 hotel dan penyewaan di wilayah
tersebut.
Sebelum mempublikasikan laporannya, Amnesty
International telah mengirim surat kepada keempat perusahaan tersebut
dan memberikan masing-masing perusahaan kesempatan untuk menanggapi
temuan laporan. Booking.com dan Expedia telah memberikan tanggapan.
Booking.com
menyatakan mereka akan tetap beroperasi sesuai dengan aturan. Mereka
berjanji tidak akan menyediakan layanan apapun di wilayah pendudukan
ilegal Israel, sesuai dengan Laporan Tim Pencari Fakta PBB. Mereka juga
menyatakan tidak bisa melarang orang-orang memesan atau tidak layanan di
wilayah yang ditandai sebagai pemukiman ilegal Israel.
Sedangkan
Expedia Group menyatakan mereka juga tidak bisa mengabaikan kontroversi
itu. Mereka sudah menandai kawasan-kawasan layanan yang diduduki Israel
secara ilegal, dan juga seluruh wilayah yang menjadi sengketa di dunia.
Hanya saja Airbnb dan TripAdvisor tidak memberikan tanggapan.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar tentang
keamanan perbatasan dan penutupan pemerintahan parsial AS dari Ruang
Diplomatik di Gedung Putih di Washington, AS, 19 Januari 2019. [REUTERS /
Yuri Gripas]
CB, Jakarta - Presiden AS Donald Trump menyindir pejabat intelijennya sendiri setelah merilis laporan terkait Iran, Korea Utara, ISIS dan kebijakan luar negeri lain.
"Orang-orang
intelijen terlihat sangat pasif dan naif ketika muncul ancaman
berbahaya Iran. Mereka salah!" kata Trump di Twitter sambil membela
kebijakan luar negerinya sendiri, seperti dikutip dari USA Today, 31
Januari 2019.
Kicau
Trump terlontar setelah sehari setelah laporan baru hasil tinjauan
intelijen AS yang mengatakan Iran tidak membuat senjata nuklir,
sementara Korea Utara tidak menyerahkan senjata nuklirnya. Kedua laporan
ini bertentangan dengan pernyataan Trump sebelumnya.
Dalam pemaparan di hadapan Senat AS, pemimpin intelijen
berupaya menghindari kontradiksi dengan Trump namun satu dan lain hal
berbeda soal Iran dan Korut. Intelijen juga menilai ISIS masih mengancam
di Suriah, meski Trump menggemakan ISIS telah kalah.
Donald Trump membela keputusannya untuk keluar dari perjanjian nuklir dengan sekutunya atas Iran.
"Kita
tidak percaya Iran mengambil langkah yang kita khawatirkan untuk
membuat perangkat nuklir," kata Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats,
di hadapan Senat.
Namun
Trump, melalui Twitternya, mengklaim sikap Iran berubah dan ekonominya
menderita karena penarikan diri AS dari kesepakatan nuklir AS. Trump
juga menyebut Iran masih menjadi "sumber ancaman potensial AS karena
meluncurkan roket (minggu lalu) dan lainnya".
"Waspada Iran. Mungkin intelijen harus kembali ke sekolah," cibir Trump.
Sementara
terkait Korea Utara, Trump yang akan bertemu dengan Kim Jong Un yakin
bahwa Korea Utara berkomitmen menyerahkan senjata nuklirnya.
Namun
selama pemaparan, Ketua CIA Gina Haspel mengatakan bukti menunjukkan
Korea Utara berkomitmen mengembangkan rudal nuklir jarak jauh yang bisa
mengancam AS. Coats menambahkan Korea Utara tetap meningkatkan senjata
nuklirnya di tengah komitmen denuklirisasi.
Di Twitter, Trump
mengatakan hubungan AS dengan Korut kini menjadi hubungan terbaik yang
pernah terjadi dan mengatakan Korea Utara berkomitmen untuk peluang
denuklirisasi."Saya akan bertemu dengan Kim Jong Un dalam waktu dekat," kicau Trump membantah laporan pemimpin intelijennya.
Rudal Trident yang dilengkapi hulu ledak W76 saat diluncurkan dari kapal selam. Foto/US Navy
MOSKOW - Pemerintah Rusia mengecam langkah Amerika Serikat (AS) yang sudah mulai memproduksi bom nuklir baru
yang diklaim daya ledaknya sepertiga dari bom yang dijatuhkan di
Hiroshima. Moskow menyebut langkah Washington telah meningkatkan risiko
perang nuklir.
Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) AS
telah mengumumkan bahwa produksi hulu ledak nuklir telah dimulai di
pabrik Pantex di Texas pada 28 Januari. Produksi bom nuklir mini yang
dinamai W76-2 itu sesuai amanat Nuclear Posture Review (NPR) atau Tinjuan Postur Nuklir yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 2018.
Kecaman
Moskow disampaikan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov. "Itu menurunkan
ambang batas penggunaan senjata nuklir dan, tentu saja, meningkatkan
risiko konflik nuklir," katanya,
Bantuan lama ini Presiden Vladimir Putin mengatakan; "Senjata tidak akan berkontribusi pada keamanan global."
NNSA,
dalam pengumumannya, mengatakan produk perdana dari hulu ledak baru
telah keluar dari jalur produksi. Sesuai jadwal, batch pertama hulu
ledak nuklir baru itu akan dikirim ke Angkatan Laut Amerika Serikat sebelum akhir September 2019.
W76-2 adalah modifikasi dari hulu ledak Trident yang telah ada.
Stephen
Young, perwakilan senior Washington dari Union of Concerned Scientists,
mengatakan hasil produksi senjata itu kemungkinan besar telah dipotong
dengan mengambil satu tahap dari dua tahap asli pembuatan perangkat
termonuklir W76.
"Seperti yang dapat kami katakan, satu-satunya persyaratan adalah mengganti tahap sekunder, atau tahap kedua, dengan versi dummy, yang merupakan apa yang mereka lakukan setiap kali mereka menguji terbang rudal," kata Young.
Dia
menambahkan bahwa jumlah tritium dan isotop hidrogen, juga dapat
disesuaikan. Hasilnya adalah mengurangi daya ledaknya dari 100 kiloton
TNT, menjadi sekitar lima kiloton. Daya ledak tersebut sekitar sepertiga
dari kekuatan bom yang dijatuhkan di Hiroshima saat Perang Dunia II.
Pemerintahan
Trump berargumen bahwa pengembangan senjata dengan hasil rendah akan
membuat perang nuklir lebih kecil kemungkinannya, dengan memberikan AS
pencegah yang lebih fleksibel.
Argumen itu dinilai akan melawan
persepsi musuh Washington, terutama Rusia. Menurut pemerintah Trump, AS
akan menolak menggunakan persenjataan yang menakutkan dalam menanggapi
serangan nuklir terbatas terlebih daya ledak rudal-rudalnya saat ini
berada dalam kisaran ratusan kiloton yang bisa memakan korban sipil tak
terhitung.
"Senjata dengan hasil rendah membantu memastikan bahwa
musuh potensial menganggap tidak ada keuntungan yang mungkin terjadi
dalam eskalasi nuklir terbatas, membuat kemungkinan kerja nuklir lebih
kecil," bunyi dokumen NPR 2018.
Beberapa politisi Demokrat di
Kongres AS khawatir bahwa memasang hulu ledak nuklir berkekuatan rendah
maupun tinggi pada rudal yang sama akan menciptakan situasi berbahaya di
mana musuh tidak dapat mengetahui sistem mana yang digunakan. Oleh
karena itu, musuh AS akan bereaksi seolah-olah hulu ledak yang lebih
besar dan lebih mematikan telah diluncurkan.
Pakar
lain sudah membunyikan alarm tentang bahaya AS membangun senjata nuklir
berdaya ledak lebih rendah. "Saya pikir sudah waktunya untuk pertemuan
baru negara-negara besar yang memiliki senjata nuklir untuk
mengembangkan perjanjian baru atau perjanjian baru yang membatasi apa
yang dapat dikembangkan dan apa yang tidak dapat dikembangkan," kata
Jenderal Paul Vallely yang sebelumnya adalah komandan kedua di Komando
Pasifik AS kepada Russia Today, Kamis (31/1/2019).
"Keyakinan
bahwa mungkin ada keuntungan taktis menggunakan senjata nuklir—yang
saya belum pernah dengar secara terbuka dibahas di Amerika Serikat atau
di Rusia selama bertahun-tahun—sekarang terjadi di negara-negara yang
saya pikir sangat menyedihkan," imbuh mantan menteri pertahanan AS dan
seorang pengacara kontrol senjata William Perry seperti dikutip Guardian.
DAMASKUS - Sebuah pesawat Poseidon P-8A Amerika Serikat (AS) terdeteksi terbang di sepanjang pantai Suriah.
Pesawat yang digunakan untuk mendeteksi kapal dan kapal selam itu
terdeteksi oleh beberapa penggemar penerbangan yang mengawasi radar
penerbangan pada Rabu kemarin.
Pesawat itu terdeteksi melakukan
beberapa melintasi perbatasan laut Suriah dengan terbang di ketinggian
4,7 km dan kemudian kembali ke markas mereka di Sisilia, Italia seperti
dikutip dari Sputnik, Kamis (31/1/2019).
Ini bukan
pertama kalinya pesawat mata-mata AS melakukan penerbangan survei di
sepanjang perbatasan laut Suriah, dekat pangkalan udara Hmeymim Rusia
dan pangkalan angkatan laut Tartus. Pangkalan udara Hmeymim dan
pangkalan angkatan laut Rusia di Tartus terletak di pantai Suriah, dan
sering dipantau oleh pesawat pengintai AS.
Pesawat
mata-mata Poseidon P-8A yang serupa juga sempat terlihat di dekat
pantai Suriah pada 15 Desember 2018 dan bahkan pada 8 Desember 2018.
Pesawat-pesawat semacam itu juga terbang di sepanjang perbatasan Rusia
di wilayah Kaliningrad dan beredar di sekitar Krimea.
Sistem anti-rudal yang dikembangkan Jepang. Nikkei
CB, Washington – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan sistem anti-rudal AEGIS Ashore darat ke udara buatan Lockheed Martin ke Jepang.
Ini merupakan bagian dari persiapan teknologi senjata Jepang dalam menghadapi Cina.
Nilai
penjualan senjata supercanggih ini adalah sekitar US$2.15 miliar atau
sekitar Rp30.3 triliun. Kontrak ini termasuk pembelian sejumlah
perlengkapan rudal pertahanan yang juga dibuat oleh Lockheed.
Rencana penjualan ini dilaporkan oleh Lembaga Kerja sama Keamanan
Pertahanan milik Pentagon kepada Kongres pada Selasa, 29 Januari 2019.
Pentagon juga melaporkan penjualan prosesor control dan command, yang dibuat oleh General Dynamics.
“Sistem
anti-rudal AEGIS Ashore merupakan versi darat dari versi kapal selam
yang telah dibeli Jepang dari AS sebelumnya,” begitu dilansir Russia Today pada Rabu, 30 Januari 2019.
Batere
sistem anti-rudal ini mampu menembakkan rudal SM-3 Block IIA/Block IB,
yang bertugas mencegat serangan rudal. Ini bakal beroperasi pada 2023.
Sistem ini bakal dilengkapi dengan rudal supersonic SM-6 yang merupakan sistem anti-rudal. Japan Times melansir sistem anti serangan rudal canggih ini bakal dipasang di daerah Akita, dan Yamaguchi.
Media RT
menyebut sistem AEGIS Ashore ini sebagai sistem senjata kontroversial.
Ini karena meskipun bersifat bertahan, sistem ini mampu diubah untuk
menembakkan rudal penyerang seperti Tomahawk, yang merupakan rudal
jelajah.
Pemerintah
Rusia mengkritik penempatan sistem AEGIS Ashore ini di Polandia dan
Romania. Ini karena sistem senjata ini bisa menarget sebagian besar
wilayah Rusia secara tiba-tiba. Pemerintah Cina juga menolak rencana
Jepang menempatkan sistem anti-rudal canggih ini, yang diumumkan sejak 2017.
Pemerintah
Jepang menegaskan sistem ini bersifat murni bertahan dan untuk
melindungi negara dari kemungkinan serangan rudal Korea Utara.
Pemerintah juga merilis dokumen peningkatan kemampuan teknologi
pertahanan Jepang dengan alokasi dana sekitar US$243 miliar atau sekitar
Rp3.4 triliun. Dana ini termasuk untuk pembelian 150 unit jet tempur
F-35 yang bisa terbang dan mendarat secara horisontal di wilayah sempit.
Pemerintah Malaysia Masih Negosiasikan Proyek Kereta China
KUALA LUMPUR
- Malaysia masih berunding dengan China terkait proyek kereta senilai
USD20 miliar. Pernyataan itu diungkapkan Menteri Keuangan Malaysia Lim
Guan Eng, kemarin, hanya beberapa hari setelah menteri lainnya
menyatakan Kuala Lumpur telah memutuskan membatalkan kontrak itu.
Setelah
berkuasa pada Mei tahun lalu, Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir
Mohamad berjanji menegosiasikan lagi atau membatalkan berbagai proyek
China yang disahkan mantan PM Najib Razak. Berbagai proyek itu pun masih
dalam pembahasan antara dua negara.
Lim menjelaskan, kabinet
telah memutuskan untuk melanjutkan negosiasi pada proyek Jalur Kereta
Pantai Timur yang menjadi andalan infrastruktur China di Malaysia.
“Kabinet memutuskan dengan membahas sensitivitas berbagai kontrak yang
dibahas, bahwa kami harus mengizinkan diskusi,” kata Lim yang
menambahkan pemerintah akan menggelar perundingan.
Dia
tidak menjelaskan topik diskusi dalam kabinet itu. Pada Selasa (29/1),
Mahathir meminta China memahami rencana Malaysia untuk membatalkan
proyek itu. Menurut Mahathir, kontrak itu mungkin membebani lebih dari
USD24,33 miliar dan Malaysia masih harus membayar biaya pembatalannya.
Pekan
lalu, Menteri Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali menyatakan kabinet
telah memutuskan membatalkan kesepakatan dengan China Communications
Construction Co Ltd (CCCC), salah satu perusahaan terbesar dalam
inisiatif Belt and Road China. Azmin menjelaskan pemerintah masih
menentukan berapa banyak harus membayar CCCC sebagai biaya pembatalan.
Para pejabat pemerintah sebelumnya menyatakan biaya proyek itu telah
naik seiring waktu.
Awal bulan ini, Wall Street Journal (WSJ)
melaporkan Beijing telah menawarkan pada pemerintahan mantan PM Najib
Razak tentang kesepakatan untuk bail out atau dana talangan pada
1Malaysia Development Berhad (1MDB) dengan imbalan berbagai kontrak.
“Kami
tahu bahwa harga (berbagai proyek dengan China) naik, tapi apakah di
sana ada kesepakatan semacam itu, saya akan memeriksanya,” ungkap Lim
saat konferensi pers di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Putrajaya,
dilansir Malay Mail.
Laporan WSJ menuduh pemerintahan Najib
bekerja sama dengan Beijing dalam berbagai proyek Belt and Road
Initiative demi mengalihkan dana untuk 1MDB. Pemerintahan Najib juga
menyatakan telah menaikkan nilai berbagai proyek untuk mengalirkan dana
ke 1MDB yang kewalahan membayar utang.
Najib mengawasi
pembentukan 1MDB pada 2009 dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat
memperkirakan dana USD4,5 miliar telah disalahgunakan oleh para pejabat
tinggi 1MDB dan para rekanan mereka antara 2009 dan 2014.
KTHAM PBB, Michelle Bachelet, terkejut ketika
pemimpin ULMWP, Benny Wenda, ada di dalam rombongan delegasi Vanuatu
saat menemui dirinya pada pekan lalu. (AFP PHOTO/POOL/Fabrice COFFRINI)
Jakarta, CB -- Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet, terkejut ketika pemimpin kelompok separatis United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda, ada di dalam rombongan delegasi Vanuatu saat menemui dirinya pada pekan lalu.
Hal
ini disampaikan langsung oleh Bachelet saat berbincang melalui
sambungan telepon dengan Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib,
pada Rabu (30/1) waktu setempat.
"KTHAM menyampaikan merasa 'caught by surprise' dengan
adanya anggota delegasi yang bukan merupakan anggota Delegasi resmi UPR
Vanuatu (Benny Wenda)," demikian pernyataan tertulis Kementerian Luar
Negeri RI, Kamis (31/1).
Kantor KTHAM PBB (OHCHR) sebelumnya menjelaskan bahwa awalnya, Vanuatu
meminta bertemu dengan Bachelet untuk sesi Universal Periodic Review
(UPR) di markas PBB di Jenewa, Swiss, pada Jumat pekan lalu.
Ternyata, di dalam delegasi tersebut ada Benny yang kemudian menyerahkan petisi referendum kemerdekaan Papua kepada Bachelet.
Kemlu RI menyatakan Bachelet senantiasa melihat "good intention" dari negara anggota PBB yang ingin bertemu dengannya. Namun, langkah Vanuatu tersebut tidak menunjukkan "good intention."
"KTHAM cukup kaget ketika berita mengenai pertemuan tersebut diberitakan
secara luas oleh Benny Wenda yang bukan merupakan anggota Delegasi
Vanuatu," tulis Kemlu RI.
Dalam pertemuan itu, Benny menerangkan
kepada Bachelet bahwa di bawah pemerintahan Indonesia, warga Papua tak
memiliki kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berkumpul.
Ia kemudian mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan kebebasan adalah melalui petisinya tersebut.
Menurut juru bicara OHCHR, Ravina Shamdasan, setelah itu Bachelet
langsung menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Indonesia
mengenai masalah HAM di Papua, dan meminta akses ke wilayah paling timur
Indonesia tersebut.
"Indonesia sepakat untuk memberikan akses
kepada kantor kami ke Papua dan kami menunggu konfirmasi terkait
pengaturan tersebut," kata Shamdasani kepada CNNIndonesia.com.
Hasan
memastikan bahwa saat ini pengaturan jadwal kunjungan PBB ke Papua itu
masih terus diatur dan diperkirakan bakal terwujud pada tahun ini.
Jajaran kabinet PM Palestina Rami Hamdallah
mengundurkan diri di tengah isu rencana Presiden Mahmoud Abbas merombak
kabinet dan membentuk pemerintahan baru. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CB -- Jajaran kabinet Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah, mengundurkan diri di tengah isu rencana Presiden Mahmoud Abbas untuk merombak kabinet dan membentuk pemerintahan baru.
Kantor berita Palestina, Wafa,
melaporkan "pemerintahan PM Hamdallah telah mengajukan surat
pengunduran diri kepada Presiden Abbas" dalam sebuah rapat kabinet pada
Selasa (29/1).
Wafa melaporkan Abbas juga telah menerima surat
pengunduran diri Hamdallah. Meski begitu, Abbas tetap meminta
pemerintahan Hamdallah bekerja "sampai formasi pemerintah baru
terbentuk."
Dalam laporannya, Wafa menyebut Abbas melihat pengunduran diri Hamdallah sebagai peluang menggelar pemilihan umum parlemen pertama sejak 2006 lalu.
Selain
itu, sejumlah pengamat menilai pengunduran diri Hamdallah dan rencana
perombakan pemerintah ini dilakukan sebagai upaya Abbas untuk
mengisolasi Hamas dari pemerintahan.
Pemerintahan baru
diperkirakan hanya akan terdiri dari partai-partai anggota Organisasi
Pembebasan Palestina (PLO), di mana Hamas dan sekutu-sekutunya bukan
bagian dari organisasi yang memegang kekuasaan di wilayah tersebut.
Sejumlah
pejabat Fatah, salah satu faksi besar Palestina yang merupakan rival
Hamas, juga menuturkan partainya telah memulai konsultasi mengenai
pembentukan pemerintahan baru. Namun, hingga kini belum ada jangka waktu
pasti mengenai pembentukan pemerintah tersebut.
Sementara itu, dikutip AFP, Hamas mengecam pengunduran diri
Hamdallah. Organisasi yang dianggap teroris oleh Amerika Serikat dan Uni
Eropa itu menganggap Abbas berupaya mendirikan "pemerintah separatis"
untuk melayani kepentingannya.
"Rakyat kami membutuhkan pemerintahan yang menjunjung tinggi persatuan nasional," kata juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum.
Hingga
kini, belum jelas perubahan seperti apa yang akan terjadi dalam
pemerintahan Palestina setelah Hamdallah mengundurkan diri. Namun, saat
ini Abbas masih menjadi pemegang kewenangan eksekutif dan pembuat
keputusan utama Palestina.
Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan bertemu dengan utusan
khusus Presiden Rusia Vladimir Putin untuk urusan Suriah, Alexander
Lavrentiev. Foto/Reuters
TEL AVIV
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan bertemu dengan
utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin untuk urusan Suriah,
Alexander Lavrentiev. Keduanya bertemu di Kantor Perdana Menteri di
Yerusalem.
Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah
pernyataan, seperti dilansir Xinhua pada Rabu (30/1), mengatakan bahwa
pertemuan keduanya difokuskan pada keterlibatan Rusia dan Israel dalam
situasi di Suriah.
"Di antara masalah yang dibahas adalah Iran
dan situasi di Suriah. Keduanya membahas bagaimana memperkuat mekanisme
koordinasi keamanan antara militer untuk mencegah gesekan di lapangan,"
bunyi pernyataan kemlu Israel.
Dalam
pernyataannya, kemlu Israel menuturkan pertemuan itu juga turut
dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Vershinin dan
Penasihat Keamanan Nasional Israel, Meir Ben-Shabbat.
Pertemuan
antara Netanyahu dan Lavrentiev sendiri terjadi setelah adanya
kesepakatan yang dicapai awal Januari antara militer Israel dan Rusia
untuk melanjutkan koordinasi aksi militer mereka di Suriah.
Gelombang protes meluas di Sudan yang menuntut Presiden Bashir mundur.
CB,
KHARTOUM -- Pasukan keamanan menahan putri pemimpin oposisi Sudan,
Sadiq al-Mahdi pada Rabu (31/1). Sementara aksi-aksi unjuk rasa
anti-pemerintah meluas ke universitas utama di ibu kota Sudan.
Dua kendaraan keamanan tiba di rumah Mariam Sadiq al-Mahdi di
Khartoum pada Rabu pagi dan membawa dia, kata saudara perempuannya Rabah
kepada Reuters. Penahanan itu terjadi sehari setelah kepala keamanan Sudan memerintahkan pembebasan puluhan pengunjuk rasa yang ditahan.
Sejauh ini tidak ada komentar segera dari pemerintah.
Mariam
adalah wakil kepala Partai Umma yang beroposisi. Partai itu dipimpin
oleh ayahnya, yang merupakan perdana menteri terpilih secara demokratis
terakhir dan digulingkan oleh Presiden Sudan Omar al-Bashir dalam kudeta
pada 1989.
Ia telah mendukung gelombang protes yang telah
mengguncang seluruh Sudan sejak 19 Desember. Para demonstran, yang
frustrasi karena kekurangan roti dan bahan bakar serta kesulitan
ekonomi, menyerukan diakhirinya pemerintahan Bashir yang sudah
berlangsung selama tiga dekade.
Kelompok-kelompok HAM
menyatakan sedikitnya 45 orang tewas tapi pemerintah menyebutkan 30
orang. Sekitar 250 profesor dari Universitas Khartoum berunjuk rasa di
kampus pada Rabu, menuntut pemerintahan transisi baru untuk menggantikan
pemerintahan saat ini.
Sekitar 510 profesor menandatangani
memo yang menyerukan pembentukan suatu "badan berdaulat" untuk
membentuk pemerintahan baru dan mengawasi periode transisi empat-tahun.
Universitas itu mendidik banyak politisi terkemuka Sudan dan telah
menjadi tempat protes-protes dan kerusuhan sepanjang sejarah negeri itu.
"Peran
Universitas Khartoum sebagai institusi akademik ialah menemukan
solusi-solusi bagi peralihan damai kekuasaan," kata Montasser al-Tayeb,
salah seorang guru besar, kepada wartawan.
Sadiq al-Mahdi
kembali ke Sudan bulan lalu dari tempat pengasingannnya selama hampir
setahun dan menyerukan transisi demokratis di hadapan ribuan
pendukungnya. Ia digulingkan oleh aliansi Islamis dan para panglima
militer, dipimpin Bashir, yang masih membentuk inti dari Partai Kongres
Nasional yang berkuasa.
Prajurit TNI mengangkat peti jenazah korban
penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tiba di Landasan
Udara Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (7/12).
Sebanyak 16 jenazah korban penembakan KKB di Nduga dipulangkan dan
diserahterimakan kepada pihak keluarga.
Foto: Abriawan Abhe/Antara
Ada petisi kemerdekaan Papua yang diserahkan untuk Bachelet.
CB,
JAKARTA -- Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR)
mengatakan, Indonesia sudah mengizinkan tim mereka untuk masuk ke Papua
Barat. Tim dari OHCHR ini akan melakukan penyelidikan pelanggaran hak
asasi manusia di wilayah tersebut.
Kepala OHCHR Michelle Bachelet mengatakan, saat ini ia sedang
berkomunikasi dengan pihak berwenang Indonesia dalam isu Papua Barat dan
situasi hak asasi manusia yang berlaku di sana. Ia juga sudah mendapat
izin akses ke Papua Barat.
"Pada prinsipnya Indonesia
sudah setuju untuk memberi izin OHCHR akses ke Papua dan kami sedang
menunggu konfirmasi persiapannya," kata juru bicara OHCHR, Ravina
Shamdasandi, seperti dilansir dari the Guardian, Rabu (30/1).
Sejak
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka
(TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan 17 pekerja
pembangunan di Nduga, Indonesia melancarkan aktivitas militer di Papua
Barat. Kepada media internasional OPM mengaku 17 orang tersebut adalah
anggota militer.
Shamdasani
sebelumnya mengatakan pembunuhan pekerja di Nduga sebagai kekerasan
yang tidak dapat diterima. Tapi pemerintah Indonesia juga tidak
menjelaskan alasan mengapa konflik tersebut dapat terjadi.
Ketua
Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda
menyerahkan satu petisi dengan 1,8 juta tanda tangan yang menuntut
referendum kemerdekaan kepada Bachelet pada Jumat (25/1) lalu. Benny
mengatakan ia harap PBB akan mengirimkan misi pencari fakta ke provinsi
itu untuk membuktikan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.
“Hari
ini adalah hari bersejarah bagi saya dan rakyat saya, saya menyerahkan
apa yang saya sebut tulang-belulang dari rakyat Papua Barat, karena
begitu banyak orang yang telah dibunuh,” kata Benny.
Ia mengatakan, warga Papua Barat tidak memiliki kebebasan berbicara
atau berkumpul dan satu-satunya cara untuk bisa didengar adalah melalui
petisi, ditandatangani oleh hampir tiga perempat dari 2,5 juta populasi.
“Beratnya 40 kg. Seperti buku paling besar di dunia,” tambah Benny.
Ia mengaku juga berbicara kepada Bachelet tentang situasi di
wilayah Nduga. Benny menyebut setidaknya 11 orang telah terbunuh dan
banyak lainnya tewas setelah kabur ke semak-semak untuk melarikan diri
dari pasukan Indonesia. Ia mengklaim 22 ribu orang terpaksa meninggalkan
tempat tinggal.
Pada September 2017 lalu Benny sudah
menyerahkan petisi ke Komite Dekolonisasi PBB. Tapi petisi itu ditolak.
Komite Dekolonisasi PBB mengatakan Papua Barat diluar mandat mereka.
Pada
saat itu Ketua Komite Rafael Ramirez mengatakan mandat komite yang ia
pimpinnya hanya 17 negara yang diidentifikasi PBB sebagai 'wilayah tidak
memerintah diri mereka sendiri'. Papua Barat sudah dihapus dari daftar
itu sejak diambil alih Indonesia pada tahun 1963.
Petisi
yang serahkan Benny termasuk permintaan agar PBB menginvestigasi
kekerasan yang dilakukan militer Indonesia di Nduga. Termasuk tuduhan
yang mengatakan militer Indonesia menggunakan senjata kimia untuk
menyerang warga sipil.
Pemerintah Indonesia dengan tegas
membantah tuduhan tersebut. Billy Wibisono, Sekretaris I untuk urusan
politik di kedutaan Indonesia di Canberra, mengatakan tuduhan itu tidak
berdasar, menyesatkan dan berita yang salah'.
“Separatis
bersenjata di Papua telah melakukan kejahatan mengerikan termasuk
pembunuhan penduduk sipil yang tidak bersalah,” tulis Billy ke Saturday
Paper, surat kabar Australia yang menerbitkan tuduhan Benny itu.
Billy
menulis sebagai anggota yang patuh dari Organisasi untuk Pelarangan
Senjata Kimia, Indonesia tidak memiliki senjata kimia seperti yang
terdaftar dalam bagan 1 dari Konvensi Senjata Kimia. Sementara senjata
kimia bagan 2 dan bagan 3 secara tegas digunakan untuk tujuan damai.
"Seperti
yang telah dikonfirmasi oleh inspeksi 19 OPCW sejak 2004. Karena itu,
tidak ada aparat Indonesia yang pernah memiliki atau menggunakan senjata
kimia apapun," tambahnya.
Sampai saat ini konflik senjata
masih terus terus terjadi. Hari Senin, militer Indonesia mengatakan
kelompok separatis melancarkan tembakan ke arah pesawat yang membawa
anggota TNI dan pejabat setempat, dan menewaskan seorang tentara.
Kapendam
XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menyebutkan, serangan yang
dilakukan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) bukan
dilakukan kepada pesawat rombongan Bupati Kabupaten Nduga, Yarius
Gwijangge, dan logistik bantuan sosial. Serangan dilakukan terhadap
pasukan pengamanan yang berjaga di Bandara Mapenduma, Papua.
"Bukan
ke pesawat. Jadi pesawatnya belum mendarat, yang ditembak itu pasukan
pengamanan yang ada di situ. Tapi yang jelas mereka (KKSB) tahu kalau
ada pesawat mau mendarat di sana," ungkap Aidi.
Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, Swiss, Hasan Kleib. (CNN Indonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CB -- Pemerintah Indonesia berencana mewujudkan janjinya mengundang tim Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Papua
pada paruh pertama 2019. Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, Hasan
Kleib, mengatakan pihaknya saat ini terus mengkoordinasikan jadwal
kunjungan.
"Saat ini sedang dikoordinasikan jadwal kunjungan pada
paruh pertama 2019. Pada Oktober lalu, ketika saya melakukan pertemuan
bilateral dengan Komisioner Tinggi HAM PBB yang baru, Michelle Bachelet,
dibahas juga rencana dan jadwal kunjungan tersebut," ucap Hasan melalui
pesan instan kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (30/1).
Indonesia
memang mengundang PBB untuk melawat Papua. Undangan itu disampaikan
langsung oleh Presiden RI Joko Widodo saat Komisioner Tinggi HAM PBB
sebelumnya, Zeid Raad Al Hussein, berkunjung ke Istana Kepresidenan pada
Februari 2018.
Kendati begitu, sejak saat itu pemerintah
Indonesia belum menerbitkan izin karena prosesnya tak kunjung rampung.
Kantor Zeid sempat mempertanyakan undangan tersebut dan menunggu
pemerintah RI memberikan akses masuk ke Papua.
Menanggapi hal itu, Hasan membantah pemerintah batal mengundang tim KT
HAM PBB ke Papua. Dia beralasan jadwal kunjungan menjadi salah satu
alasan undangan tersebut sampai saat ini belum juga terealisasikan.
Dia
bahkan menganggap kantor KT HAM PBB di Bangkok, Thailand, sebagai
perwakilan untuk kawasan Asia Pasifik, kurang berkoordinasi dengan
markas pusat di Jenewa.
"Tahun lalu, saya pernah mengeluarkan
pernyataan di sidang Dewan HAM PBB ketika Zeid menyebut Indonesia belum
berikan akses (ke Papua). Yang terjadi adalah bahwa kantor KTHAM di
Bangkok kurang koordinasi dan beberapa kali fait accompli jadwal kunjungan yang disampaikan 1-2 hari sebelumnya tanpa terlebih dahulu koordinasi dengan kita," kata Hasan.
"Jadi, undangan sudah disampaikan dan tidak bisa dikatakan KTHAM masih menunggu undangan pemerintah."
Pernyataan
itu diutarakan Hasan menanggapi pernyataan penerus Zeid, Bachelet, yang
mengatakan masih menunggu pemerintah Indonesia untuk memberikan akses
ke Papua. Bachelet menyatakan bertemu pemimpin United Liberation
Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda, pada Jumat (25/1) pekan
lalu.
Benny berhasil bertemu Bachelet lantaran berada dalam rombongan Vanuatu,
yang tengah melakukan kunjungan kehormatan ke kantor KT HAM PBB untuk
membahas laporan penegakan HAM tahunan (Universal Periodic Review/UPR)
negara pulau di Pasifik tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Benny
menyerahkan petisi referendum kemerdekaan Papua Barat yang diklaim
sudah ditandatangani oleh 1,8 juta orang.
Hasan mengatakan
Vanuatu memasukkan Beny ke dalam delegasinya tanpa sepengetahuan KT HAM
PBB. Menurutnya, nama Benny Wenda tidak masuk dalam daftar resmi
delegasi Vanuatu untuk UPR.
"Indonesia mengecam keras tindakan
Vanuatu yang dengan sengaja telah mengelabui KTHAM dengan melakukan
langkah manipulatif melalui penyusupan Benny Wenda ke dalam delegasi
Vanuatu," kata Hasan.
"Tindakan Vanuatu tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji
dan sangat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip fundamental Piagam PBB.
Indonesia tidak akan pernah mundur untuk membela dan mempertahankan
kedaulatan wilayah NKRI," ujar Hasan.