Negara di Timur Tengah akan menggelar konferensi non-proliferasi nuklir
CB, YERUSALEM -- Media Israel, Haaretz,
melaporkan Pemerintah AS meyakini seluruh negara di Timur Tengah
sebaiknya mengakui Israel terlebih dulu sebelum meminta otoritas Zionis
menyerahkan persenjataan nuklirnya.
"Pihak Trump telah mengambil posisi bahwa Israel tidak perlu diminta
untuk menyerahkan senjata nuklir sebelum semua negara di Timur Tengah
mengakui hak keberadaan negara Israel," sebut Harian Israel Haaretz dengan mengutip sumber seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (3/5).
Pada
2010 yang lalu, sejumlah negara di Timur Tengah menandatangani sebuah
perjanjian. Penandatangan perjanjian ini mengadopsi resolusi dan
menyerukan adanya konferensi internasional untuk menjadikan Timur Tengah
sebagai zona bebas nuklir. Saat itu, Israel menentang perjanjian
tersebut.
Sejumlah negara di Timur Tengah akan menggelar
konferensi non-proliferasi nuklir yang dijadwalkan digelar pada 2020.
Dalam laporan Haaretz, ditegaskan Israel bukan penandatangan
perjanjian tersebut."Israel bukan penandatangan perjanjian, tapi Mesir
telah secara aktif mencari resolusi di berbagai forum internasional,"
tulis Haaretz.
Menurut mereka,
masalah senjata nuklir tidak dapat dipisahkan dari masalah keamanan di
kawasan atau dari keadaan perang yang ada antara Israel dan beberapa
negara lain.
Finlandia akan menjadi tuan rumah dan mengatur
acara untuk konferensi pada 2020 itu. Tapi mediator Finlandia tidak
dapat membentuk kesepakatan di antara calon peserta mengenai mandat
konferensi.
Pada
2015, AS yang saat itu dipimpin Barack Obama mengambil sikap bahwa
penyerahan senjata nuklir hanya bisa dilakukan melalui dialog dengan
Israel. Menurut Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS) yang
berbasis di Washington, Israel telah memproduksi 115 hulu ledak nuklir
sejak mulai memproduksinya pada 1963.
Jumlah sebenarnya
senjata nuklir Israel tetap menjadi rahasia yang dijaga ketat.
Penelitian lain telah menempatkan angka pada sekitar 80 hulu ledak yang
dapat disebarkan.
Abbas dituding memicu rasa kebencian terhadap orang Yahudi dan Israel.
CB,
TEL AVIV -- Para pejabat AS dan Israel mengatakan Presiden Palestina
Mahmoud Abbas telah menyebarkan sikap antisemitisme. Juru bicara
Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon menuduh Abbas telah
memicu rasa kebencian terhadap orang-orang Yahudi dan Israel.
Dalam pidatonya di pertemuan Dewan Nasional Palestina pada Senin
(1/5), Abbas mengatakan hubungan Yahudi dengan perbankan telah
menyebabkan pembantaian kaum Yahudi itu sendiri. "Dari abad ke-11 hingga
Holocaust yang terjadi di Jerman, orang-orang Yahudi yang pindah ke
Eropa barat dan timur menjadi sasaran pembantaian setiap 10 hingga 15
tahun. Tetapi mengapa hal ini terjadi? Mereka mengatakan, 'ini karena
kami orang Yahudi'," kata Abbas, di hadapan ratusan delegasi.
Dia
kemudian mengutip tiga buku yang ditulis oleh orang Yahudi sebagai
bukti bahwa pembantaian terhadap Yahudi bukan karena agama mereka,
melainkan karena fungsi sosial mereka. Abbas mengatakan, fungsi sosial
itu terkait dengan bank dan bunga. Ia membandingkannya dengan Yahudi di
negara-negara Arab, yang dia katakan tidak mengalami penganiayaan
serupa.
Duta Besar AS untuk Israel David Friedman
mengatakan, Abbas telah mencapai titik terendah baru dengan
menghubungkan penyebab pembantaian orang-orang Yahudi selama
bertahun-tahun dengan perilaku sosial mereka terkait dengan bunga dan
bank. "Untuk semua orang yang berpikir Israel tidak memiliki alasan
untuk membangun perdamaian, coba pikir lagi," ujar Friedman, dikutip The Guardian.
Sementara
utusan Presiden AS Donald Trump, Jason Greenblatt, mengatakan
perdamaian tidak dapat dibangun di atas landasan antisemitisme. Menurut
Greenblatt, komentar Abbas sangat disayangkan, sangat menyedihkan, dan
sangat mengecewakan.
Perselisihan antara Israel dan
Palestina terjadi ketika AS memutuskan untuk memindahkan Kedutaan Besar
AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah itu, yang
dijadwalkan akan dilakukan pada 14 Mei, yang kemudian memicu protes
besar dari warga Palestina, yang menganggap Yerusalem timur sebagai ibu
kota mereka.
Seorang pria berjalan di sebuah jalan
yang didekorasi dengan bendera Korea Utara di Pyongyang, Korea Utara,
Rabu (12/4/2017). (REUTERS/Damir Sagolj/cfo/17)
Perserikatan Bangsa Bangsa/PBB, Amerika Serikat (CB) -
Korea Utara pada Rabu (02/05) membantah telah meretas basis data komite
PBB yang bertugas mengawasi penerapan sanksi terhadap Pyongyang, dan
meminta Washington fokus pada upaya perdamaian menjelang rencana
pertemuan tingkat tinggi pemimpin kedua negara.
Dalam pernyataannya, misi Korea Utara di PBB mengatakan Pyongyang "tidak
pernah mengakui resolusi-resolusi sanksi ilegal dan tidak sah dari
Dewan Keamanan" dan "tidak tertarik dengan apa yang dilakukan Komite
Sanksi", menambahkan pikiran bahwa mereka melakukan operasi peretasan
"tidak masuk akal".
"AS dan pasukan yang musuh harus secara jujur mengakui tren waktu dan
melakukan upaya untuk melakukan pekerjaan yang membantu deeskalasi dan
proses perdamaian di semenanjung Korea, bukannya memanipulasi cerita
dengan insiden peretasan tersebut," kata Misi Korea Utara dalam
pernyataan itu.
Misi Korea Utara menambahkan bahwa AS menyampaikan tuduhan peretasan itu
dalam pertemuan tertutup Komite Sanksi. Namun, misi AS membantah telah
menyampaikan tuduhan semacam itu.
"Kutipan dan komentar yang dihubung-hubungkan dengan delegasi AS
tersebut seluruhnya tidak benar," kata seorang juru bicara yang dikutip
kantor berita AFP.
Tekanan AS membuat PBB menjatuhkan tiga set sanksi ekonomi terhadap
Korea Utara tahun lalu berkenaan dengan program senjata nuklirnya,
terutama yang berpengaruh pada sektor seperti batu bara, besi,
perikanan, tekstil dan minyak.
Wakil Menlu Korsel Lim Sung-nam bertemu dengan
Menlu RI Retno Marsudi. Pihak Indonesia menyatakan berencana ingin
mengundang pemimpin dari Negeri Ginseng. (CNN Indonesia/Riva Dessthania
Suastha)
Jakarta, CB -- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pemerintah berencana mengundang seluruh kepala negara peserta Asian Games 2018, termasuk pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan, untuk datang di pembukaan turnamen itu pada Agustus mendatang.
Hal tersebut disampaikan Retno pada Rabu (2/5) di kantornya, Jakarta, usai bertemu Wakil Menlu Korsel Lim Sung-nam.
"Ya
itu sedang kami coba jajaki kemungkinan mengundang mereka," ucap Retno
saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan pemimpin kedua Korea datang
ke Jakarta.
Meski begitu Retno tak menyebut apakah Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un yang mereka undang.
Pada Februari lalu, Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang dihadiri oleh
sejumlah pemimpin negara peserta seperti Wakil Presiden Amerika Serikat
Mike Pence dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev.
Sebagai
salah satu peserta olimpiade, Korut turut mengirimkan pejabat seniornya
ke pembukaan acara tersebut, yakni adik Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un,
Kim Yo-jong. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, keluarga pemimpin
Korut diutus mewakili negara di ajang internasional.
Sejauh ini Retno mengatakan kedua Korea masih berembuk soal pengiriman tim gabungan di cabang-cabang olahraga Asian Games.
Namun,
para atlet Korsel dan Korut kemungkinan besar berparade dalam satu
bendera unifikasi di pembukaan Asian Games 18 Agustus nanti, kata Retno.
"Yang sudah hampir pasti adalah Korut dan Korsel akan tampil jadi satu
di pembukaan Asian Games nanti. Tapi, soal mereka mengirimkan tim
gabungan di cabang-cabang olahraga mana saja itu masih dibahas kedua
negara," ujarnya.
Selain itu, Retno mengatakan pertemuannya
dengan Lim sore tadi banyak membahas kelanjutan hasil pertemuan tinggi
antara Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada pekan lalu.
Kepada
Retno, Lim mengatakan kedua Korea sepakat memperkuat kerja sama sebagai
implementasi dari Deklarasi Panmunjom yang disepakati Moon dan Kim,
Jumat (27/4).
Beberapa kerja sama itu meliputi rencana Korsel
mempertemukan ratusan ribu warganya yang terpisah dari keluarga yang
berada di Korut.
Seoul dan Pyongyang, papar Retno, juga berencana menggelar pertemuan
militer bulan ini untuk menghentikan seluruh "kegiatan permusuhan" demi
membangun kepercayaan di antara kedua negara.
Selain itu, Lim juga mengatakan sudah ada rencana dari Presiden Moon untuk berkunjung ke Pyongyang tahun ini.
Dalam
kesempatan itu, Retno mengatakan Lim juga mengungkapkan terima kasihnya
kepada Indonesia yang terus mendukung proses perdamaian di Semenanjung
Korea.
"Minggu lalu sebelum KTT Inter-Korea berlangsung, saya
juga mendapat telepon dari Menlu Korsel yang mengucapkan terima kasih
karena RI terus mendukung perdamaian di Semenanjung Korea. Hal itu
kembali diutarakan Lim saat bertemu dengan saya tadi," ujar Retno.
Indonesia tegaskan dukungan bagi penyelesaian konflik di Suriah.
CB,
DAMASKUS -- Pemerintah Indonesia melalui Duta Besar RI untuk Suriah
Djoko Harjanto menegaskan dukungan bagi penyelesaian konflik di Suriah.
Dikutip dari keterangan pers KBRI Damaskus, Dubes Djoko menegaskan
dukungan pemerintah Indonesia itu saat melakukan pertemuan dengan
beberapa menteri Suriah pada Senin (30/4). Dalam pertemuan tersebut,
Dubes RI membahas berbagai hal strategis yang menjadi perhatian kedua
negara, salah satunya terkait isu politik di Suriah.
Ketika
bertemu dengan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Suriah,
Dubes RI kembali menegaskan sikap dan dukungan politik Indonesia kepada
Suriah. Dia mengatakan bahwa Indonesia selalu mendukung upaya
penyelesaian konflik di Suriah secara politis dan damai.
Menteri
Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Suriah menyampaikan penghargaan dan
berterima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas sikap dan
dukungannya selama ini kepada Suriah. Dalam pertemuan tersebut dibahas
pula berbagai peluang kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan antara
kedua negara. Suriah berharap adanya penurunan tarif untuk beberapa
produk Suriah yang masuk ke Indonesia.
Kementerian
Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri Suriah berencana menjalin kerja sama
dengan pemerintah Indonesia dalam hal pengelolaan koperasi serta usaha
kecil dan menengah (UKM) melalui pelatihan kader-kader Suriah di
Indonesia. Duta Besar RI menyambut baik dan mendukung upaya pemerintah
Suriah yang ingin membentuk kembali beberapa dewan bisnis, termasuk
Syrian-Indonesia Businessman Council (SIBC), guna meningkatkan volume
perdagangan bilateral RI-Suriah.
Sebelumnya, Dubes Djoko
juga telah bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Menteri Transportasi
Suriah untuk membahas berbagai peluang kerja sama pariwisata dan
transpotasi antara kedua negara. Dubes RI mengutarakan bahwa terdapat
beberapa operator perjalanan haji dan umrah di Indonesia yang ingin
membuka jalur umrah plus ke Suriah karena banyak wisatawan Indonesia
yang ingin berkunjung ke situs-situs sejarah dan religi di Suriah.
Jumlah kasus dugaan pelecehan seksual dalam sistem PBB meningkat.
CB,
NEW YORK -- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan bahwa
mengakhiri pelecehan seksual di dalam badan dunia tersebut adalah salah
satu prioritasnya.
"Kami telah sangat berkomitmen untuk memastikan bahwa kami bisa
mengakhiri ini," kata Guterres dalam perayaan terbuka Hari Buruh di
Markas Besar PBB. Ia menegaskan bahwa sejumlah tindakan dan upaya besar
sedang dilancarkan guna mengakhiri masalah itu.
Pada Selasa
pagi (1/5), Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan PBB menerima 54
dugaan pelecehan dan eksploitasi seksual dalam kuartal pertama tahun
ini di seluruh sistem PBB, dibandingkan dengan 40 kasus serupa dalam
kuartal terakhir 2017.
Haq mengatakan "memerangi momok ini,
dan membantu serta memberdayakan mereka yang telah dilukai oleh
perbuatan mengerikan ini" terus menjadi prioritas bagi Guterres. Di
dalam pidatonya, Guterres menyampaikan keinginannya mengenai kesetaraan
gender, dan berikrar akan memastikan anggota staf PBB memiliki
kesetaraan penuh antara lelaki dan perempuan.
CB,
TRIPOLI -- Sekelompok militan menyerang kantor pusat komisi pemilihan
umum Libya di Tripoli pada Rabu (2/5). Sebuah bom bunuh diri kemudian
diledakkan di gedung komisi tersebut dan menewaskan 11 warga sipil.
Pertempuran sempat terjadi antara pasukan keamanan Libya dengan para
penyerang yang mencoba mengambil alih gedung kantor. Juru bicara komisi
pemilihan umum Libya, Khaled Omar, mengaku segera melarikan diri dari
gedung itu dengan staf lain ketika serangan terjadi.
Sejumlah
gambar yang diunggah di media sosial menunjukkan asap hitam tebal
mengepul dari lokasi serangan di distrik Ghout al-Shaal di barat
Tripoli. "Saya melihat dua pelaku bom bunuh diri. Mereka meneriakkan
Allahu Akbar. Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dalam
gedung komisi dan yang lainnya membakar bagian dari bangunan itu," kata
Omar.
Menurutnya, korban tewas termasuk tiga pegawai komisi
dan empat anggota pasukan keamanan lokal. Kementerian Kesehatan Libya
menyebutkan, selain 11 korban tewas, ada dua orang lainnya yang terluka.
Serangan
itu adalah serangan pertama yang terjadi di Tripoli selama beberapa
tahun. Meskipun situasi keamanan di Libya masih bergejolak, aksi
kekerasan di ibu kota itu selama ini hanya terbatas pada bentrokan lokal
antara kelompok-kelompok bersenjata.
Belum ada pihak yang
mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Serangan itu diduga
dilakukan untuk menggagalkan penyelenggaraan pemilihan umum di Libya
akhir tahun ini. Pemilu di Libya telah mendapat dukungan dari Amerika
Serikat (AS) dengan tujuan untuk menyatukan dan menstabilkan negara itu
setelah bergejolak selama bertahun-tahun.
Komisi pemilihan
umum Libya telah mendaftarkan hampir satu juta pemilih baru, meskipun
belum ada tanggal yang ditetapkan untuk melakukan pemungutan suara.
Libya telah berada dalam keadaan tidak stabil sejak perang saudara pada
2011 yang mengakibatkan penggulingan Muammar Gaddafi oleh para
pemberontak yang didukung NATO. Hasil pemilu 2014 sempat diperdebatkan
karena dimenangkan oleh pemerintah yang didukung oleh aliansi militer.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS
ANKARA
- Perusahaan-perusahaan Rusia tertarik untuk mengembangkan mesin TF-X,
jet tempur pertama Turki yang dikembangkan secara lokal. Pejabat proyek
pengembangan jet tempur tersebut mengungkap rencana bantuan dari Moskow
itu.
"Ada minat Rusia dalam hal ini, tetapi terlalu dini untuk
mengatakan jika gagasan itu akan mendapatkan pijakan lebih lanjut," kata
pejabat tersebut kepada Defense News tanpa menyebutkan nama, yang dilansir Kamis (3/5/2018).
Ankara
kini mulai gencar berinvestasi pada perusahaan-perusahaan pertahanan di
negara itu untuk mengembangkan proyek bernilai miliaran dollar,
termasuk proyek jet tempur buatan Turki serta pesawat nirawak canggih.
Turki
sejatinya adalah sekutu NATO. Namun, hubungan Turki dengan
sekutu-sekutunya di keanggotaan aliansi itu terutama Amerika Serikat
(AS) sedang mengalami kemerosotan dalam beberapa tahun terakhir. Salah
satu penyebabnya karena AS dan Prancis mendukung pasukan Unit
Perlindungan Rakyat (YPG) dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Afrin,
Suriah.
Pasukan YPG diperangi tentara Turki karena dianggap
sebagai kelompok teroris yang membahayakan keamanan nasional Ankara.
Namunm oleh AS pasukan Kurdi itu menjadi sekutu utamanya dalam perang
melawan ISIS.
Rusia telah memanfaatkan perseteruan internal NATO
itu dengan membuat kesepekatan penjualan sistem rudal pertahanan udara
S-400 dengan Turki. Moskow juga menggarap proyek pembangkit listrik
tenaga nuklir pertama Turki.
Pengembangan mesin untuk TF-X dapat
dilakukan oleh konglomerat pertahanan Rusia, Rostec. Seorang direktur
perusahaan tersebut mengatakan kepada wartawan di Eurasia Air Show di
Turki selatan bahwa proposal untuk mesin jet tempur itu sedang
disatukan.
Proyek TF-X masih menunggu dukungan kritis dari
Presiden Turki Recep Tayyip ErdoÄŸan. Sedangkan dua perusahaan pertahanan
terbesar Turki, Aselsan dan Turkish Aerospace Industries, telah
menandatangani sebuah memorandum yang setuju untuk membagi pekerjaan
pada proyek tersebut. Untuk desain jet tempur, Pemerintah Turki telah
mengalokasikan USD1,178 miliar.
Angkatan
Udara AS dan Badan Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) menyiapkan uji
terbang bom nuklir yang dipandu, B61-12, di Nevada Test and Training
Range. Foto/US Air Force/SSgt. Cody Griffith
WASHINGTON
- Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah melakukan beberapa kali uji
coba penerbangan dari bom gravitasi nuklir yang dipandu, B61-12. Uji
coba itu bertujuan untuk membuat senjata tersebut menjadi tiga kali
lebih akurat dari pendahulunya.
Wakil Kepala Staf untuk
Pencegahan Strategis dan Integrasi Nuklir Angkatan Udara AS, Letnan
Jenderal Jack Weinstein mengakui puluhan uji coba senjata tersebut.
"Kami sudah melakukan 26 tes teknik, pengembangan dan penerbangan," kata Weinstein. "Programnya berjalan sangat baik," ujarnya.
Program
modifikasi B61-12, yang telah bekerja selama setidaknya tujuh tahun,
dijadwalkan untuk dibawa oleh pesawat B-2 Spirit, serta pesawat B-21
Long Range Strategic Bomber yang akan datang, yang dikenal sebagai
Raider.
Weinstein tidak mengatakan platform mana yang telah
melakukan pengujian terbaru, tetapi kantor program gabungan F-35
Lightning II telah bekerja untuk mengintegrasikan modifikasi terbaru ke
dalam berbagai persenjataannya. Integrasi itu dijadwalkan akan dilakukan
sekitar tahun 2020-an.
Dokumen Nuclear Posture Review (NPR)
Pentagon baru-baru ini tidak hanya menyerukan peningkatan kemampuan
senjata nuklir tetapi juga menekankan kebutuhan penting untuk
memodernisasi senjata saat ini, seperti rudal jelajah dan rudal balistik
antarbenua, sebagai bagian dari triad nuklir.
Triad ini terdiri dari rudal balistik antarbenua (ICBM), pembom strategis, dan rudal balistik kapal selam (SLBM).
"Ketika
saya mengatakan 'pesawat berkemampuan ganda,' saya harus benar-benar
spesifik," katanya. "Pesawat berkemampuan ganda disebut B-52 dan B-2,
itu konvensional dan nuklir. Itu juga berarti F-16 dan Strike Eagle, dan
pesawat lain yang terbang dari NATO," ujarnya seperti dikutip Military, Kamis (3/5/2018).
Jet
tempur generasi kelima F-35 telah dirancang dengan persyaratan untuk
membawa muatan senjata nuklir. Pada 2015, F-35 terbang dengan B61-12
untuk mengukur getarannya.
Sebuah jet Eurofighter Angkatan Udara Jerman beroperasi di dekat Cologne. Foto/REUTERS/Wolfgang Rattay
BERLIN
- Hanya empat dari 128 jet Eurofighter Typhoon yang dioperasikan oleh
Angkatan Udara Jerman yang siap untuk misi tempur nyata. Musababnya,
sistem pertahanan diri dari ratusan jet tempur itu tidak berfungsi.
Selain itu, jet-jet tempur andalan militer Berlin ini kekurangan rudal air-to-air. Masalah di persenjataan Jerman itu diungkap majalah Spiegel hari Rabu.
Laporan
majalah itu mengungkap masalah perangkat kritis yang dipasang di ujung
sayap jet canard delta membuat sebagian besar Eurofighters Jerman tidak
layak untuk layanan tempur.
Perangkat, yang dikenal sebagai
Sub-Sistem Aids Defensif (DASS), pada jet tempur Jerman dirancang untuk
mendeteksi serangan rudal dan memperingatkan pilot dari ancaman musuh
yang datang. Perangkat ini juga berfungsi sebagai flare dispenser dan dan memiliki peringatan laser opsional.
Laporan
itu menyatakan, sekitar setengah tahun lalu, teknisi menemukan bahwa
perangkat tidak didinginkan dengan baik, yang menyebabkan kerusakan
signifikan pada sistem elektronik yang sensitif.
DASS selama ini
diklaim sebagai bagian penting yang menjamin kelangsungan hidup pilot,
dan itu harus aktif selama semua misi terbang.
Majalah Jerman itu menyatakan, masalah tersebut bukan satu-satunya yang mencengkeram Angkatan Udara Jerman. Pasokan rudal air-to-air kompatibel Eurofighter terbatas. Militer dilaporkan tidak dapat dengan cepat memperoleh sejumlah proyektil yang dibutuhkan.
Selain
hanya empat jet dari seluruh armada Eurofighter Jerman yang siap
terbang untuk misi tempur setiap saat, masalah itu juga membuat Jerman
tidak layak untuk memenuhi kewajibannya sebagai anggota NATO.
Seorang juru bicara militer Jerman mengatakan kepada Spiegel
mengklaim statistik kesiapan tempur untuk armada Eurofighter "terlihat
lebih baik daripada tahun 2017". Namun, jumlah pasti dari jet tempur
yang tersedia untuk misi tempur tidak diklasifikasikan.
Jerman
telah mengumumkan 82 Eurofighters untuk High Readiness Forces (HRF) dan
Forces of Lower Readiness. Sebagai anggota NATO, Jerman berkontributor
menyebarkan jet-jet tempurnya yang siap pakai jika terjadi krisis dalam
waktu 90 hingga 180 hari. Namun, menurut laporan Spiegel,
mengingat bahwa tidak ada permintaan untuk penyebaran seperti itu,
Bundeswehr dapat mengklaim mereka memenuhi semua kewajiban operasional
saat ini.
"Kami dapat mengatakan dengan hati nurani yang baik
bahwa sebagian besar pasukan kami siap digunakan karena saat ini tidak
ada misi," kata sumber militer kepada majalah itu.
Ini bukan
pertama kalinya media Jerman menyingkap keadaan militer negara yang
tampaknya mengerikan. Sebelumnya pada bulan April, muncul laporan bahwa
dari 97 jet Panavia Tornado yang saat ini dalam pelayanan militer, hanya
10 unit yang memenuhi persyaratan NATO.
Pada tahun 2016,
kontribusi Jerman terhadap koalisi pimpinan Amerika Serikat dalam
serangan terhadap ISIS di Suriah dipertanyakan ketika instrumen kokpit
Tornado berubah menjadi terlalu terang untuk pilot yang terbang dalam
misi malam hari. Armada itu kemudian beralasan setelah monitor di kokpit
mulai kehilangan sekrup selama penerbangan.
Peta negara-negara dengan belanja militer terboros di dunia pada tahun 2017. Foto/Twitter @SIPRIorg
STOCKHOLM
- Belanja militer global pada tahun 2017 meningkat ke level tertinggi
sejak Perang Dingin. Amerika Serikat (AS), China dan Arab Saudi secara
berurutan menduduki daftar teratas sebagai negara terboros dalam belanja
militer.
Data itu merupakan hasil riset Stockholm International
Peace Research Institute (SIPRI), lembaga penelitian yang berbasis di
Swedia, yang dirilis hari Rabu (2/5/2018).
Menurut laporan SIPRI,
pengeluaran militer dunia pada 2017 diperkirakan mencapai USD 1,73
triliun pada 2017, naik 1,1 persen dari tahun sebelumnya.
AS
tetap pemboros terbesar di dunia dengan belanja militer USD610 miliar,
tidak berubah dari tahun ke tahun. AS mendominasi 35 persen dari
pengeluaran militer global. Nilai itu setara dengan belanja militer
tujuh negara tertinggi.
Anggaran pertahanan AS juga diperkirakan akan meningkat secara signifikan tahun ini.
China,
di tempat kedua, diperkirakan telah menghabiskan USD228 miliar. Menurut
laporan SIPRI, pangsa belanja global China meningkat dua kali lipat
sejak 2008 menjadi 13 persen.
Sedangkan Arab Saudi menggantikan Rusia di tempat ketiga, dengan menghabiskan USD69,4 miliar pada 2017.
Militer
Rusia di urutan keempat dengan menghabiskan USD66,3 miliar. Anggaran
belanja ini turun 20 persen secara riil dan merupakan penurunan pertama
sejak 1998. SIPRI mengaitkan penurunan ini dengan sejumlah faktor
termasuk jatuhnya harga minyak.
India menggantikan Prancis dengan
menempati posisi kelima dengan menghabiskan USD63,9 miliar.
Selanjutnya, Prancis (USD 57,8 miliar), Inggris (USD47,2 miliar), Jepang
(USD45,4 miliar), Jerman (USD44,3 miliar) dan Korea Selatan (USD39,2
miliar).
Secara keseluruhan, 29 negara sekutu NATO menghabiskan
USD900 miliar untuk belanja militer pada tahun 2017, atau menyumbang 52
persen dari total pengeluaran dunia.
Pengeluaran militer di Eropa
Tengah dan Eropa Barat meningkat masing-masing sebesar 12 dan 1,7
persen pada tahun 2017. Menurut SIPRI, hal itu dipicu sebagian oleh
persepsi ancaman yang berkembang dari Rusia.
"Melanjutkan
pengeluaran militer dunia yang tinggi adalah penyebab keprihatinan
serius," kata ketua SIPRI Jan Eliasson dalam sebuah pernyataan.
"Ini merongrong pencarian solusi damai untuk konflik di seluruh dunia," ujarnya.
SIPRI mengatakan bahwa angka-angka itu termasuk biaya operasi, pembelian
senjata dan peralatan serta penelitian dan pengembangan.
Papan nama dan bidang jasa yang
ditawarkan perusahaan konsultasi politik Cambridge Analytica yang
terpampang di sebuah gedung di London, Inggris (REUTERS/Henry Nicholls)
Jakarta (CB) - Cambridge Analytica, perusahaan data yang
memicu kontroversi akibat caranya menangani data pengguna Facebook Inc,
dan induk perusahaannya SCL Elections Ltd, segera ditutup, kata
perusahaan itu seperti dikutip Reuters.
SCL Elections dan Cambridge Analytica akan mengajukan pailit ke
pengadilan, kata perusahaan ini, setelah kehilangan pelanggan dan
menghadapi segunung gugatan hukum dalam kontroversi menyangkut laporan
bahwa perusahaan ini telah memanen data pribadi pengguna Facebook sejak
2014.
"Kepungan liputan media secara tidak langsung telah mengusir semua
konsumen dan pemasok perusahaan ini," kata Cambridge Analytica.
"Akibatnya perusahan memutuskan adalah sudah tidak layak lagi meneruskan
operasi bisnis yang membuat Cambridge Analytica tidak lagi memiliki
alternatif yang realistis dalam menempatkan perusahaan dalam manajemen."
Tudingan penyalahgunaan data 87 juta pengguna Facebook oleh Cambridge
Analytica yang disewa tim sukses Presiden Donald Trump pada Pemilu 2016,
telah menjatuhkan harga saham jejaring sosial terbesar di dunia itu dan
mengundang rangkaian penyelidikan resmi di berbagai negara.
Cambridge Analytica tutup efektif mulai Rabu dan para karyawan telah
diperintahkan untuk mengembalikan komputer mereka, tulis Wall Street
Journal belum lama ini.
Cambridge Analytica adalah anak perusahaan SCL Group, sedangkan SCL
sendiri merupakan kontraktor pemerintah dan militer yang melayani segala
hal dari riset keamanan pangan sampai kontranarkotika dan kampanye
politik.
SCL didirikan 25 tahun lalu, sedangkan Cambridge Analytica didirikan
sekitar 2013 yang awalnya fokus ke Pemilu AS. Cambridge Analytica
disuntik dana 15 juta dolar AS oleh miliarder yang juga donator Partai
Republik Robert Mercer dan seseorang yang ditunjuk oleh Steve Bannon
yang kemudian menjadi penasihat Donald Trump itu.
Cambridge Analytica sendiri bergerak dalam bidang penyediaan riset
konsumen dengan menyasar iklan dan jasa berkaitan data lainnya, baik
untuk pelanggan politik maupun perusahaan.
Setelah Trump memenangkan Pemilu AS 2016, CEO Cambridge Analytica
Alexander Nix kebanjiran pelanggan. Perusahaan ini mengklaim bisa
mengembangbiakkan profil psikologis pelanggan dan pemilih dengan formula
khusus yang jauh lebih ampub ketimbang perusahaan iklan biasa, demikian
Reuters.
Jet tempur Angkatan Udara Amerika
Serikat F-16 mengambil bagian dalam latihan udara gabungan yang disebut
'Vigilant Ace' antara Amerika Serikat dan Korea Selatan, di Pangkalan
Udara Osan di Pyeongtek, Korea Selatan, Rabu (6/12/2017). (REUTERS/Kim
Hong-Ji)
Seoul (CB) - Pemerintah Korea Selatan pada Rabu menyatakan
bahwa persoalan penempatan pasukan Amerika Serikat (AS) di wilayahnya
sama sekali tidak berhubungan dengan perundingan damai dengan Korea
Utara, dan bahwa tentara AS mesti tetap bertahan bahkan kalau perjanjian
perdamaian disepakati.
"Penempatan tentara Amerika Serikat di Korea Selatan adalah persoalan
persekutuan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Tidak ada
hubungannya dengan perundingan perdamaian," kata juru bicara istana
kepresidenan Gedung Biru Kim Eui-kyeom mengutip pernyataan Presiden Moon
Jae-in.
Gedung Biru menyampaikan pernyataan itu merespons pertanyaan media
mengenai kolom tulisan akademisi dan penasihat kepresidenan Korea
Selatan, Moon Chung-in, yang disiarkan pada awal pekan ini.
Moon Chung-in mengatakan bahwa akan sulit membenarkan kehadiran pasukan
AS di Korea Selatan jika perjanjian damai ditandatangani setelah
pemimpin kedua negara Korea menggelar pertemuan bersejarah pekan lalu
untuk mengakhiri konflik.
Namun demikian, Seoul masih ingin tentara Amerika Serikat tetap bertahan
karena mereka memainkan peran mediator dalam konfrontasi militer antara
tetangga-tetangga kuat seperti China dan Jepang, kata seorang pejabat
kepresidenan lain kepada para reporter dengan syarat namanya tak disebut
pada Rabu.
Penasihat presiden Moon Chung-in diminta tidak menciptakan kebingungan mengenai sikap sang presiden, kata Kim.
AS menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan. Pyongyang sudah
sejak lama meminta mereka keluar sebagai salah satu syarat untuk
menghentikan program peluru kendali dan nuklirnya.
Namun ersoalan penarikan pasukan Amerika Serikat itu tidak disebut sama
sekali dalam deklarasi yang ditandatangani Presiden Moon Jae-in dan
pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Kim dan Moon hanya berjanji untuk
mengupayakan penghapusan penuh senjata nuklir di Semenanjung Korea.
Tentara Amerika Serikat sudah ditugaskan di Korea Selatan sejak Perang
Korea, yang berakhir tahun 1953 dengan kesepakatan gencatan senjata yang
membuat kedua negara secara teknis masih berperang.
Moon dan Kim mengatakan berniat mengakhiri sengketa di Semenanjung Korea
dan menjanjikan perang tidak terulang di kawasan itu, demikian menurut
siaran kantor berita Reuters.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe
memberikan pernyataan kepada wartawan pada hari kerja resmi pertama di
Tahun Baru saat konferensi pers di kediaman resminya di Tokyo, Jepang,
Senin (4/1). (REUTERS/Toru Hanai)
Ramallah, wilayah Palestina (CB) - Perdana Menteri Jepang
Shinzo Abe mengatakan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa
negaranya tidak akan memindahkan kedutaan besar di Israel dari Tel Aviv
ke Yerusalem menurut siaran kantor berita Palestina Wafa, Selasa (1/5),
dua pekan sebelum Amerika Serikat (AS) merampungkan pemindahan
kedutaannya yang kontroversial.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kota Ramallah, Abe mengatakan kepada
Abbas bahwa Jepang "tidak akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem"
menurut siaran Wafa.
Amerika Serikat dijadwalkan memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke
Yerusalem pada 14 Mei, langkah yang memicu kemarahan warga Palestina,
yang menganggap wilayah timur kota tersebut sebagai ibu kota mereka.
Keputusan Presiden Donald Trump itu meruntuhkan konsensus internasional
puluhan tahun bahwa masa depan kota sengketa itu harus dirundingkan
antara kedua pihak, tetapi Israel berharap negara lain akan mengikuti
langkah Amerika Serikat.
Wafa mewartakan Abe menegaskan kembali dukungannya terhadap pembentukan
negara Palestina merdeka di dalam kerangka solusi dua negara dan Abbas
berterima kasih kepada Abe atas dukungan negaranya bagi rakyat
Palestina.
Abbas juga memberi tahu Abe bahwa Palestina tetap "siap bekerja sama
bagi keberhasilan upaya internasional apa pun untuk menemukan satu
proses politik" berdasarkan hukum internasional serta pembentukan negara
Palestina.
Palestina menolak bertemu tim perundingan Trump berkenaan dengan
sengketa pemindahan kedutaan dan Abbas menyeru negara lain untuk masuk
guna memfasilitasi proses perdamaian yang baru.
Abe dalam kunjungannya ke Timur Tengah juga akan bertemu dengan Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu menurut siaran kantor berita
AFP.
Jakarta, CB -- Angkatan Laut Filipina menerima sistem rudal pertama yang mereka beli dari Israel.
Rudal Spike-ER buatan Israel tersebut bakal memperkuat sistem
pertahanan maritim Filipina sebagai bagian dari program modernisasi
militer negeri itu di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte. Telah
dipesan sejak lama, pengiriman rudal tersebut sempat mengalami beberapa
penundaan.
"Kini sedang dalam fase integrasi di bawah bimbingan
Rafael Israel," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Filipina,
Arsenio Andolong dalam sebuah pernyataan.
Dilansir The Inquirer,
Angkatan Laut Filipina juga menerima peluncur rudal Typhoon MLS-ER, dan
sistem perluru kendali Mini Typhoon 12,77 mm dari Israel.
Pejabat
senior Angkatan Laut Filipina menyatakan sistem rudal Israel tersebut
tiba sekitar dua minggu lalu. Dia menilai rudal itu bakal menjadi
terobosan, karena merupakan aset angkatan laut pretama yang memiliki
kemampuan menembak rudal.
"Ini membuat Angkatan Laut lebih kredibel. Angkatan Bersenjata lebih
kredibel. Artinya, kita lebih kredibel saat berpatroli di wilayah yang
menjadi tanggung jawab kita," kata pejabat yang tidak mau disebut
namanya itu seperti dilansir Inquirer, media Filipina, Rabu (2/5).
Sistem
peluru kendal atau rudal Spike-ER mampu menjangkau sesaran hingga
delapan kilometer. Rudal seharga 270 juta peso (sekitar Rp72,8 miliar)
itu akan dipasang di kapal perang Filipina. Filipina mengalokasikan 125
miliar peso (sekitar Rp33,7 triliun) selama lima tahun ke depan untuk
memodernisasi militer dengan kapal perang, jet tempur, helikopter,
pesawat mata-mata, drone dan sistem radar.
Jakarta, CB -- Sebuah pesawat kargo militer Amerika Serikatmembawa sembilan tentara jatuhdekat
Bandara Savannah, Georgia, Rabu (2/5). Pesawat C-130 Hercules dari
Garda Nasional Puerto Rico jatuh sekitar pukul 11.30 setelah lepas
landas dari Savannah, 280 tenggara Atlanta.
"Kami memastikan
sembilan orang, terdiri atas lima awak dan empat penumpang berada di
pesawat," kata juru bicara Garda Nasional Puerto Rico, Mayor Paul
Dahlen.
Dia tidak dapat memastikan bahwa kesembilannya tewas,
tapi gambar-gambar kecelakaan telah berbicara sendiri. Foto-foto yang
beredar di Twitter memperlihatkan puing-puing pesawat terbakar serta
asap tebal.
Rekaman video memperlihatkan pesawat jatuh lalu
meledak menimbulkan bola api yang besar. Seorang saksi, Michael Garrett
mengatakan pesawat itu terbalik sebelum jatuh.
"Pesawat itu berbalik, pelan-pelan seperti gerakan lambat," kata Garret seperti dilaporkan Reuters, Kamis (3/5).
Dilansir AFP, Dahlen menyatakan pesawat kemungkinan berusia
lebih dari 50 tahun dan rencananya akan dipensiunkan. Pesawat yang naas
itu berada di Georgia untuk perawatan dengan perkiraan kondisi mesin
yang baik.
Militer masih menyelidiki insiden tersebut.
Militer
AS diguncang sejumlah kecelakaan penerbangan dalam beberapa pekan
terakhir, termasuk sebuah jet tempur F-16 dekat Las Vegas bulan lalu,
yang menewaskan pilotnya.
Sehari sebelumnya, empat orang tewas saat sebuah helikopter marinir jatuh dalam misi pelatihan di California Selatan.
Di Djibouti, dua insiden memicu pesawat militer dinonaktifkan.
Menurut Military Times, kecelakaan yang melibatkan pesawat militer naik 40 persen pada periode 2013-2017.
Kenaikan itu bertepatan dengan pemotongan anggaran sejak 2013, yang berdampak pada pelatihan dan persiapan.
Sukhoi Su-27 milik Rusia. (Norwegian Air Force /Scanpix/AFP Photo)
Jakarta, CB -- Dua pejabat pertahanan Amerika Serikat mengatakan sebuah jet tempur Sukhoi Su-27 milik Rusiamelakukan
pencegatan "tak profesional" terhadap pesawat pengintai P-8 Angkatan
Laut AS saat terbang di ruang udara internasional di atas Laut Baltik,
Selasa (1/5).
Jet Rusia itu terbang dengan jarak 6 meter dari
pesawat AS, kata salah seorang pejabat itu. Menurutnya, peristiwa itu
berlangsung selama sekitar sembilan menit.
Para pejabat menyebut pencegatan itu dilakukan secara aman, meski tak
profesional. Sementara itu, seorang petinggi Angkatan Laut mengatakan
kepada CNN bahwa pihaknya hanya mengklasifikasikan pencegatan penerbangan hanya sebagai 'aman' atau 'tidak aman'.
Letnan
Komandan Zach Harrell, juru bicara Angkatan Laut AS di Eropa, menolak
mengomentari insiden ini secara spesifik. Dia hanya mengatakan "kapal
dan pesawat Angkatan Laut AS secara rutin berinteraksi dengan unit
militer dari negara lain."
Dia juga mengatakan pihaknya akan memberikan informasi terkait interaksi tak aman.
Pencegatan
tak aman terakhir terjadi pada Januari lalu, ketika Su-27 Rusia terbang
sekitar 1 meter dari pesawat EP-3 milik Angkatan Laut Amerika.
Angkatan Laut AS menyebut pencegatan saat itu tidak aman dan tidak profesional.
Menyusul
insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri AS menerbitkan pernyataan
yang menuding Rusia "terang-terangan melanggar kesepakatan dan hukum
internasional yang berlaku."
Badan Intelijen Nasional Israel, Mossad. Foto/REUTERS
TEL AVIV
- Mossad, badan intelijen Israel sedang jadi sorotan dunia setelah
diklaim sukses mencuri arsip pembuatan bom nuklir Iran yang
disembunyikan di sebuah gudang rahasia di selatan Teheran. Namun, di
balik ketenaran ini ada beberapa kegagalan operasi yang memalukan korps
intelijen negara Yahudi ini.
Mossad, yang nama panjangnya
Ha-Mossad le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim sudah lama diselimuti misteri
dan mitologi di kalangan intelijen internasional karena berada di
belakang beberapa operasi rahasia paling berani pada abad yang silam.
Hanya beberapa yang terungkap dan seringkali sengaja diungkap beberapa
tahun kemudian setelah operasi.
Israel biasanya menahan diri
untuk mengeksploitasi kebocoran data dari kelompok intelijen global yang
bersumber dari komunitas intelijennya. Musababnya, merusak mistik dari
Mossad. Sumber-sumber intelijen Israel juga kerap takut mengungkap
operasi rahasia badan tersebut.
Namun, aksi pencurian arsip
program bom nuklir Iran oleh Mossad telah dikonfirmasi Amos Yadlin,
mantan kepala intelijen militer Israel. Menurutnya, penyitaan arsip itu
adalah kudeta yang sangat mengesankan yang mengirim pesan bahwa
intelijen Israel dapat menembus rahasia terdalam Teheran.
"Kontra intelijen di Iran akan bekerja sangat keras untuk menutup celah ini," katanya.
Kendati
demikian, ada tiga kegagalan operasi Mossad yang terkenal dan dianggap
memalukan badan intelijen Israel tersebut. Tiga operasi ini adalah; 1. Operasi Pasca-Black September
Pada
tanggal 5 September 1972, para anggota kelompok "Black September"
Palestina menyerang orang-orang Israel di Olimpiade Munich. Kelompok ini
menewaskan seorang atlet dan seorang pelatih serta menyandera sembilan
orang lainnya.
Para sandera tewas kemudian selama upaya
penyelamatan pasukan Jerman yang gagal di sebuah lapangan udara militer
di luar Munich. Secara keseluruhan, 11 orang Israel tewas dalam
pengepungan yang mengejutkan dunia dan mengantar era baru terorisme
global.
Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Israel saat itu, Golda
Meir, membentuk unit khusus Mossad dengan tujuan memburu semua yang
terlibat. Pembalasan itu membentang dunia dan berlanjut sampai kegagalan
pertama dialami badan intelijen negara Yahudi tersebut.
Kegagalan
yang dimaksud adalah, pembunuhan yang tidak disengaja terhadap pelayan
asal Maroko; Ahmed Bouchikhi, di Lillehammer, Norwegia. Para agen Mossad
mengira korban sebagai kepala operasi Black September, Ali Hassan
Salameh. Beberapa agen Mossad diadili yang menjadi pukulan besar
terhadap reputasi agen tersebut.
2. Fiascos Pada
tahun 1997, agen-agen Mossad berusaha membunuh kepala Hamas Khaled
Mashaal di Amman, Yordania. Dua agen memasuki Yordania menggunakan
paspor palsu Kanada dan meracuni Mashaal ketika dia meninggalkan kantor
Hamas dengan menempatkan perangkat di dekat telinganya.
Para
agen itu ditangkap tak lama sesudah beraksi. Raja Hussein dari Yordania
marah, karena kedaulatan negaranya dilanggar agen-agen intelijen Israel.
Raja Hussein mengancam akan membatalkan perjanjian perdamaian yang
masih baru dengan Israel jika Mashaal sampai meninggal. Israel akhirnya
mengirim penangkal racun yang menyelamatkan hidup pentolan Hamas itu.
Agen-agen
Israel dipulangkan. Tak hanya itu, Israel ditekan Yordania untuk setuju
membebaskan pemimpin spiritual Hamas, Ahmed Yassin, dari penjara.
Sebaliknya, Kepala Mossad saat itu, Danny Yatom, mengundurkan diri.
3. Curi Paspor Selandia Baru Pada tahun 2004,
Selandia Baru secara singkat memutuskan hubungan diplomatik dengan
Israel setelah menangkap dua warga Israel yang dicurigai sebagai agen
Mossad. Penyebabnya, dua orang itu berupaya mencuri atau mengambil
paspor Selandia Baru dengan cara curang.
Mossad juga dikenal melakukan operasi yang sukses. Tiga operasi yang terkenal antara lain;
1. Menangkap Dalang Nazi, Adolf Eichmann Mengangkat
tabir kerahasiaan setengah abad, Mossad membuka arsipnya pada tahun
2012 untuk mengungkap cerita lengkap di balik operasi paling
legendarisnya, yakni penangkapan tahun 1960 terhadap dalang Nazi, Adolf
Eichmann.
Pada tanggal 11 Mei 1960, sebuah tim Mossad yang
terdiri atas tujuh orang menunggu di dekat stasiun bus Buenos Aires di
mana Eichmann tiba setiap malam dari pekerjaannya di sebuah pabrik
Mercedes-Benz. Eichman saat itu bekerja dengan nama alias Ricardo
Klement.
Setelah turun dari bus, agen-agen Mossad menyergapnya,
dengan satu orang menyodorkan tangan yang bersarung ke mulut Eichmann.
Langkah itu untuk mengantisipasi seandainya dia memiliki pil sianida
yang disembunyikan di gigi seperti yang dilakukan para mantan petinggi
Nazi lainnya.
Eichmann ditahan di sebuah rumah yang aman selama
sembilan hari sampai tim Mossad membawanya dengan pesawat El Al. Dia
dibius, mengenakan seragam El Al, duduk di kelas satu dan lolos
pemeriksaan sebagai anggota kru yang sakit.
Pengadilan terhadap
Eichmann di Yerusalem pada tahun berikutnya menampilkan kesaksian
mencekam tentang lebih dari 100 orang Yahudi yang selamat dari
penyiksaan dan deprivasi di kamp-kamp konsentrasi, di mana Eichmann
adalah arsiteknya.
Dia dihukum karena kejahatan perang dan
kejahatan terhadap kemanusiaan dan digantung pada tahun 1962. Dia
merupakan satu-satunya terdakwa yang dieksekusi mati Israel selama
menerapkan hukuman mati.
2. Infiltrasi ke Rezim Suriah Salah
satu pencapaian besar Mossad adalah menempatkan salah satu dari
orang-orangnya di dalam eselon teratas dari kepemimpinan Suriah. Agen
Mossad yang menyusup itu adalah Eli Cohen. Dia berhasil menjalin
hubungan dekat dalam hierarki politik dan militer Suriah yang sejatinya
musuh bebuyutan Israel di awal 1960-an.
Cohen sukses menjadi
penasihat utama menteri pertahanan Suriah. Dia memperoleh data intelijen
rahasia yang secara luas, yang membantu Israel mempersiapkan kemenangan
dalam perang Timur Tengah 1967.
Pada tahun 1965, Cohen ditangkap
pasukan Suriah. Dia diadili dan digantung di alun-alun Damaskus.
Jenazahnya belum dikembalikan ke Israel hingga kini. Namun, dia dianggap
sebagai pahlawan nasional Israel.
3. Menangkap Pembocor Rahasia Nuklir Israel Tahun 1986, koran Inggris; Sunday Times,
merilis bocoran dokumen arsip program nuklir Israel. Dokumen itu
dibocorkan Mordechai Vanunu, mantan teknisi di sebuah pabrik nuklir
Israel. Data yang dibocorkan bersifat sensitif dan detail termasuk
gambar-gambar program senjata nuklir Israel.
Sejak kebocoran data itu, Mossad ditugaskan membawa Vanunu ke pengadilan Israel.
Seorang agen Mossad perempuan, yang menyamar sebagai turis Amerika,
memikat Vanunu ke Italia. Agen itu membius, menculik dan membawa Vanunu
secara rahasia dengan kapal ke Israel.
Vanunu dihukum 18 tahun di penjara Israel. Sejak itu, Israel tidak membenarkan atau pun menyangkal memiliki senjata nuklir.
Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu presentasi slide dan video yang
diklaim sebagai program bom nuklir yang dimiliki Iran. Presentasi
dilakukan di Kantor Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv, Senin
(30/4/2018). Foto/REUTERS/Amir Cohen
WASHINGTON
- Aksi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membeberkan
program bom atom Iran menuai kritik balik. Tel Aviv dinilai ironis,
karena program senjata nuklir Israel yang dirahasiakan menjadi ancaman
terbesar di Timur Tengah.
Kritik ini dilontarkan mantan penasihat hak asasi manusia (HAM) PBB dan analis Timur Tengah James A. Paul kepada Sputnik. Paul mengatakan kemarahan Netanyahu atas Iran itu ironis dan salah tempat.
"Untuk
setiap pengamat yang berpengetahuan, sungguh ironis bahwa Israel, yang
program senjata nuklir rahasianya sejauh ini adalah yang paling
berbahaya di kawasan itu, mengeluh tentang dugaan senjata nuklir di
negara tetangga," katanya.
Tidak
seperti Iran, kata Paul, Israel memiliki gudang senjata nuklir besar
yang didokumentasikan dengan baik yang siap digunakan.
"Israel
sebenarnya memiliki senjata nuklir yang nyata dan siap tempur dan telah
memilikinya untuk beberapa waktu. Apakah Washington mengeluh atau
mengancam akan mengambil tindakan? Tentu saja tidak!," kritik Paul, yang
dilansir Kamis (3/5/2018).
Bagi Paul, argumen Netanyahu maupun Presiden Donald Trump bertentangan dengan logika dan akal sehat.
"Kita
hidup di dunia Alice-in-Wonderland di mana senjata nuklir negara-negara
yang tidak bersahabat dianggap sebagai ancaman bagi perdamaian dunia
dan senjata nuklir sekutu dipandang sebagai sesuatu yang masuk akal dan
dipertahankan," ujarnya.
Netanyahu
pada hari Senin membeberkan banyak dokumen yang diklaim sebagai arsip
otentik tentang program senjata nuklir Iran. Dokumen itu diklaim
diperoleh melalui kerja intelijen Israel yang hebat. New York Times mengutip pejabat Israel menyatakan, dokumen itu diambil mata-mata Mossad dari sebuah gudang rahasia di Iran pada tahun 2016.
Aksi
Netanyahu membeberkan dokumen program pembuatan senjata nuklir Iran itu
sengaja untuk untuk memberikan dukungan politik kepada Trump agar
Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran tahun
2015.
"Saya merasa sulit untuk memprediksi apa dampak yang
ditimbulkan oleh konferensi pers Perdana Menteri Netanyahu mengenai masa
depan kesepakatan nuklir Iran, meskipun presentasi dramatisnya mungkin
akan memberikan sejumlah dampak tertentu bagi keputusan Presiden Trump
yang diharapkan untuk menarik diri dari kesepakatan (nuklir Iran)," kata
Paul.
Pernyataan Netanyahu, lanjut Paul, berpotensi menciptakan
keraguan dalam pikiran publik tentang keandalan kesepakatan nuklir Iran
sebagai instrumen perdamaian.
"Mereka yang tahu benar-benar menyadari bahwa Netanyahu telah lama
memukul drum terhadap senjata nuklir Iran dan jadi klaimnya bukanlah
sesuatu yang baru dan tentu saja tidak mengherankan. Selanjutnya, bukti
yang dia sajikan adalah tentang program di masa lalu, jauh sebelum
kesepakatan nuklir disetujui," papar Paul.
Paul menambahkan,
argumen Netanyahu dianggap banyak ahli tidak memberikan bukti baru atau
mengubah permainan untuk isu program nuklir Iran yang diselesaikan dalam
perjanjian 2015.
"Tampaknya tidak ada bukti dalam kumpulan
dokumen besar ini yang menunjukkan bahwa Iran memiliki program senjata
nuklir saat ini, bertentangan dengan kesepakatan itu," katanya.
"Dalam
kasus ini, ada kesepakatan dengan Iran di tempat, dengan susah payah
dinegosiasikan, dan masih ada dukungan internasional yang sangat kuat
untuk itu. Terlepas dari upaya dari Washington, kekuatan asing lainnya
yang ditandatangani masih berpegang pada perjanjian dan berdebat untuk
mendukungnya," imbuh Paul.
Pada hari Rabu, Ketua Komite Hubungan
Luar Negeri Senat AS Bob Corker mengatakan bahwa Presiden Donald Trump
hampir pasti akan membuat AS menarik diri dari perjanjian nuklir
internasional 2015 dengan Iran pada bulan ini.
Paul mengkritik
bukti tidak akurat yang telah diklaim AS dan Inggris Raya tentang dugaan
program Senjata Pemusnah Massal di Irak sebelum Perang Teluk 2003.
Menurutnya, skandal itu memberi lebih banyak alasan untuk berhati-hati
dan skeptis tentang klaim Netanyahu tentang masalah nuklir Iran saat
ini.
"Pada tahun 2002 dan 2003, kami diyakinkan oleh CIA dan MI6
bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal dari segala jenis dan dalam
jumlah besar. AS dan sekutu Inggris-nya berperang untuk 'melucuti
senjata' Irak tetapi tidak menemukan senjata yang mereka miliki. Kata
mereka akan menemukan," ujar Paul.
Prancis
menuturkan, klaim tentang program nuklir Iran yang disampaikan oleh
Benjamin Netanyahu memperkuat pentingnya kesepakatan nuklir dengan Iran.
Foto/Reuters
PARIS
- Kementerian Luar Negeri Prancis menuturkan, klaim tentang program
nuklir Iran yang disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin
Netanyahu memperkuat pentingnya kesepakatan nuklir dengan Iran.
Kemlu
Prancis, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (2/5), menuturkan
laporan yang dibuat oleh Netanyahu juga dapat menjadi dasar untuk
pemantauan jangka panjang terhadap kegiatan nuklir Teheran.
"Kesepakatan
itu diperkuat oleh rincian yang disampaikan oleh Israel, semua kegiatan
yang terkait dengan pengembangan senjata nuklir secara permanen
dilarang oleh kesepakatan itu," kata Kemlu Prancis.
Sebelumnya,
hal senada disampaikan oleh Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat
(AS), John Kerry. Dalam serangkaian tweetnya, Kerry mengatakan informasi
yang diungkapkan oleh Israel adalah bukti mengapa perjanjian harus
dipertahankan.
“Tidak ada negosiasi - dan semua itu berubah
dengan (kesepakatan). Gembar-gemborkan kesepakatan dan Anda kembali ke
sana besok!” kata Kerry, yang menegosiasikan perjanjian tersebut.
Kemarin,
Netanyahu menunjukkan slide dan video yang diklaim sebagai bukti bahwa
Iran memiliki program pembuatan bom nuklir yang dirahasiakan. Dia
menuduh Teheran berbohong tentang program nuklirnya yang membuat
kesepakatan tahun 2015 tidak berlaku lagi.
Para pejabat Iran
menolak klaim Israel tersebut. Iran pun menyebut Netanyahu sebagai
"seorang bocah yang mencoba menakut-nakuti," dan menyebut presentasinya
sebagai propaganda.
"Kami memperingatkan rezim Zionis dan
sekutu-sekutunya untuk menghentikan rencana dan perilaku berbahaya
mereka atau mereka akan menghadapi respon mengejutkan dan tegas Iran,"
tegas Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami.