Rabu, 28 September 2016

Mantan Presiden Israel Shimon Peres Meninggal Dunia


Shimon Peres meninggal dunia akibat stroke.
Mantan Presiden Israel Shimon Peres Meninggal Dunia

Mantan Presiden Israel Shimon Peres. (REUTERS/Blair Gable/Files)
CB – Mantan Presiden Israel Shimon Peres meninggal dunia di Sheba Medical Centre, Tel Aviv, ibu kota Israel, akibat penyakit stroke yang dideritanya. Ia wafat dalam usia 93 tahun.
Melansir situs Independent, Rabu, 28 September 2016, pengumuman kematian Peres dikeluarkan pada pukul 03.40 pagi waktu setempat. Selanjutnya, pernyataan dari pihak keluarga Peres akan segera keluar.
Sebelumnya, Peres telah dirawat di rumah sakit sejak 13 September. Meski awalnya dinyatakan stabil, namun teman almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini masih menjalani perawatan medis.
Pada Januari tahun ini, Peres dua kali dibawa ke rumah sakit akibat gangguan jantung. Peres dikenal sebagai arsitek Perjanjian Damai Oslo 1993 di Camp David, AS.
Karena itu, ia diganjar Nobel Perdamaian pada 1994 bersama Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, yang tewas dibunuh setahun kemudian.
Sebelum menjadi Presiden Israel (2007-2014), Peres pernah menjabat sebagai Perdana Menteri sebanyak dua kali. Ia merupakan salah satu tokoh pendiri negara Israel.



Credit  VIVA.co.id





Setelah 2.000 Tahun Hilang, Taman Kota Petra Ditemukan Kembali

 
AFP PHOTO Warisan Dunia Petra dibangun oleh peradaban Nabataean pada abad keempat SM.
AMMAN, CB — Taman Petra yang terlupakan selama hampir 2.000 tahun ditemukan kembali serta mengungkap sistem irigasi dan penyimpanan air yang mengejutkan.

Bersama dengan sistem yang bisa digunakan untuk memelihara taman yang terletak di gurun pasir itu, penggalian juga menemukan sisa-sisa air mancur, telaga, dan kolam renang.

Terletak di wilayah barat daya gurun pasir Jordania, ibu kota Kerajaan Nabatea itu tampaknya dulu memiliki pepohonan, perkebunan kurma dan anggur, serta sebuah kolam renang dengan lebar 44 meter.

Leigh-Ann Bedal, guru besar di Penn State Behrend College, mengatakan, taman Petra merupakan simbol zaman keemasan Kerajaan Nabatea.

"Kolam itu merupakan titik akhir dari sebuah akuaduk yang membawa air dari salah satu mata air, yaitu Ein Brak, yang terletak di perbukitan di luar kota Petra," kata Leigh-Ann kepada harian Haaretz.

"Arsitektur luar biasa kolam itu dan taman yang kesukaan rakyat Nabatea sukses menyediakan air bersih bagi pusat kota," kata Leigh-Ann.

Sistem pengairan ini tak hanya membuat rakyat Petra memiliki cadangan air  yang mencukupi kebutuhan mereka, tetapi juga lebih dari cukup untuk digunakan bercocok tanam.

Penggalian ini juga menemukan sebuah lereng yang membawa air turun hingga 10 meter dan terowongan bawah tanah yang digunakan untuk mengendalikan level air pada musim hujan.

Para pakar mengatakan, Petra tak mungkin bisa berkembang tanpa manajemen pengairan yang canggih karena lokasi tempat Petra berada hanya menerima curah hujan sebanyak 10-15 sentimeter tiap tahun.

Pada masa kejayaannya, Petra terletak di antara persimpangan jalur perdagangan penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Damaskus dan Teluk Persia dengan Gaza.

Petra menjadi tempat persinggahan para pedagang yang menyediakan persediaan makanan, penginapan, dan yang terpenting adalah air bersih.

Pada masa kini, Petra dikenal dengan istana yang dipahat ke tebing dan menjadi lokasi adegan pemuncak film petualangan Indiana Jones and the Last Crusade.





Credit  KOMPAS.com





Selasa, 27 September 2016

Gunadarma Berjaya di Kompetisi Rancang Satelit Internasional

 
Gunadarma Berjaya di Kompetisi Rancang Satelit Internasional 
 Tim Universitas Gunadarma Memenangi Lomba Rancang Satelit internasional. (Dok. Gunadarma)
 
Jakarta, CB -- Sejumlah mahasiswa asal Universitas Gunadarma yang tergabung dalam tim Garuda berhasil menjuarai rancang satelit internasional, CanSat Internasional Competition 2016.

Kompetisi yang diselenggarakan pada 21-22 September 2016 di UlaanBaatar, Mongolia, ini diselanggarakan oleh Asia-Pasific Space Cooperation Organization (APSCO) bekerja sama dengan Information Technology, Post and Telecommunication Mongolia (ITPTA Mongolia).

Tim Garuda sendiri berangkat ke Mongolia pada Senin, 19 September 2016 didampingi oleh Eri Prasetyo Wibowo yang mewakili institusi Universitas Gunadarma.

Kompetisi CanSat ini merupakan kompetisi rancang bangun dan implementasi satelit kecil berukuran kaleng minuman standard Eropa. Kompetisi ini diikuti oleh Perguruan Tinggi dari berbagai negara termasuk Mongolia yang menjadi tuan rumah dari kompetisi ini.

Sebelum berangkat Tim Garuda, yang beranggotakan tujuh mahasiswa Universitas Gunadarma yang diketuai oleh Dennis Aprilla Christie, telah mendapat pembekalan materi di Kantor Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) LAPAN, di Rancabungur, Bogor.

Selama dua hari, 7-8 September 2016, tim Garuda diberikan bimbingan teknis tentang ruang lingkup dari pengenalan hingga mensimulasikan satelit seperti desain, Assembly, Integration, and Test (AIT), dan operasi satelit.

Terdapat sepuluh tim yang terdaftar dan ikut serta dalam kompetisi CanSat 2016 ini. Setelah CanSat diluncurkan oleh roket, CanSat harus mampu mengambil data atmosfer, seperti ketinggian, temperatur, tekanan udara, kelembaban, dan lainnya, kemudian mengirimkannya ke ground station.

“Lalu, Tim Garuda akan mengobservasi data yang diperoleh, mengolah serta menganalisanya, kemudian mempresentasikan model CanSat dan hasil analisa mereka di penghujung acara,” tulis pihak Gunadarma, seperti dikutip melalui keterangan resminya.

Tim Garuda juga menanamkan beberapa sensor dalam CanSat-nya sehingga mampu mengambil data atmosfer, seperti temperatur, tekanan udara, kelembaban.
 
Tim Universitas Gunadarma Memenangi Lomba Rancang Satelit internasional. (Dok. Gunadarma)

Selain data atmosfer, tim Garuda juga mampu mengolah data sikap CanSat terhadap bumi, seperti posisi bujur, lintang, ketinggian, dan orientasi.

CanSat tim Garuda juga dilengkapi kamera untuk mengambil citra objek yang sebelumnya ditentukan panitia. Ini ditujukan agar peserta mampu menyimulasikan tugas satelit sesungguhnya yang mampu mengambil dan mengirimkan citra bagian bumi.

Setelah melalui proses penjururian, dewan juri memutuskan juara runner-up diberikan kepada tim Garuda Universitas Gunadarma, Indonesia.

"Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi kami dan warga Indonesia pada umumnya, mengingat Gunadarma baru kali ini mengikuti ajang kompetisi CanSat tingkat internasional," kata Purnawarman Musa, dosen pembimbing tim Garuda.



Credit  CNN Indonesia




Negara Teluk Diduga Akan Persenjatai Pemberontak Suriah

 
Negara Teluk Diduga Akan Persenjatai Pemberontak Suriah 
 Ilustrasi pertempuran di Suriah (Reuters/Hosam Katan)
 
Jakarta, CB -- Berakhirnya gencatan senjata dan dimulainya kembali serangkaian aksi kekerasan di Suriah sejak pekan lalu meningkatkan kemungkinan bahwa negara-negara Teluk akan mempersenjatai kelompok pemberontak Suriah dengan rudal panggul untuk mempertahankan diri dalam gempuran serangan udara pasukan Suriah yang didukung Rusia.

Pemerintah AS hingga kini masih mengupayakan perdamaian melalui jalur perundingan. Namun, perundingan terus menemui jalan buntu, utamanya setelah gempuran serangan udara yang menghantam 18 dari 31 truk bantuan yang tengah konvoi pekan lalu untuk mencapai wilayah yang terkepung di Aleppo. AS menuding Rusia berada di balik serangan itu.

Pada Senin (26/9), pasokan medis semakin menipis di wilayah Aleppo yang dikuasai. Padahal, kian hari kian banyak korban yang dilarikan ke rumah sakit, akibat gempuran bom yang seakan tanpa henti di wilayah yang dikepung pasukan rezim Bashar al-Assad itu.

Menurut pejabat AS yang tak mau identitasnya dipublikasikan, salah satu konsekuensi dari kegagalan diplomasi adalah meningkatnya kemungkinan negara-negara Teluk Arab atau Turki meningkatkan pasokan senjata mereka ke kelompok pemberontak, termasuk di antaranya rudal panggul anti-pesawat.

Sumber itu menyatakan kepada Reuters bahwa Washington berupaya agar rudal panggung untuk sistem pertahanan udara, atau disebut juga MANPADS, tidak digunakan dalam perang Suriah.

Meski demikian, aksi kekerasan yang terus menerus dikhawatirkan akan membuat negara-negara Teluk dan Turki akan mempergunakan kesempatan ini untuk menjual MANPADS ke sejumlah kelompok oposisi.

"Saudi selalu berpikir bahwa cara agar Rusia mundur sama seperti konflik di Afghanistan sekitar 30 tahun lalu, yaitu dengan mengirimkan MANPADS ke para mujahidin," kata pejabat itu, dikutip dari Reuters.

"Sejauh ini, kami mampu meyakinkan mereka bahwa risiko [menggunakan MANPADS] jauh lebih berbahaya saat ini karena kami tidak mendesak Soviet untuk mundur, namun seorang pemimpin Rusia yang berambisi membangun kembali kekuatan Rusia dan tak gentar sama sekali," kata pejabat itu, Senin (26/9) mengacu kepada Presiden Rusia, Vlamidir Putin.

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat bersedia melakukan apa pun di luar negosiasi untuk mencoba untuk menghentikan aksi kekerasan, juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner mengaku tidak mempersiapkan cara apapun, namun menegaskan bahwa Washington tak ingin ada lebih banyak senjata dalam konflik Suriah.

"Itu hanya menimbulkan eskalasi ketegangan dari konflik yang sudah memburuk," ujar Toner.



Credit  CNN Indonesia





India Bawa Perseteruan dengan Pakistan ke PBB

 
India Bawa Perseteruan dengan Pakistan ke PBB  
Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj menuding Pakistan mendukung terorisme. (Reuters/Brendan McDermid)
 
Jakarta, CB -- India menyeret perseteruan dengan Pakistan ke ranah global dengan membahasnya dalam Sidang Umum PBB. Langkah ini diambil India sebagai bagian dari kampanye untuk mengucilkan Pakistan di PBB.

Diberitakan Reuters, Selasa (27/9), India mengatakan kepada 193 negara anggota PBB bahwa sudah saatnya mereka mengidentifikasi negara pendukung terorisme dan mengisolasinya karena tidak ikut memerangi teroris.

Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj mengatakan bahwa penahanan warga Pakistan, Bahadur Ali, adalah bukti bahwa Pakistan mendukung teror lintas batas. Bahadur Ali yang mengaku anggota Taliban ditangkap dalam baku tembak di Jammu dan Kashmir, wilayah sengketa kedua negara, pada Juli lalu.

"Tapi saat dikonfrontir dengan bukti, Pakistan membantah. Mereka meyakini serangan itu akan membuat Pakistan mendapatkan wilayah itu," kata Swaraj.

"Saran saya untuk Pakistan adalah: Lupakan mimpi kalian. Saya tegaskan bahwa Jammu dan Kashmir adalah bagian tidak terpisahkan dari India dan akan tetap demikian," lanjut dia.

India menuding Pakistan terlibat serangan ke pangkalan militer India di Kashmir pada 18 September lalu, salah satu serangan paling mematikan sejak kedua negara pemilik senjata nuklir ini terpisah pada 1947. Pakistan membantah terlibat serangan itu.

"Kita harus menanggalkan prasangka dan bersama mengambil strategi yang efektif melawan teror. Dan jika ada satu negara yang menolak bergabung dengan strategi global ini, maka harus dikucilkan," ujar Swaraj.

Perdana Menteri India Narendra Modi pada Sabtu lalu bersumpah akan menggelar kampanye global untuk mengucilkan Pakistan. Bulan lalu, Menlu AS John Kerry mendesak Pakistan bergabung dengan negara-negara lain untuk memerangi terorisme.

India sejak lama menuding Pakistan menyokong militan di wilayah Kashmir, serta mengirim pasukan untuk mengacau di India. Tudingan ini dibantah keras oleh Pakistan.

PM Pakistan Nawaz Sharif pekan lalu mengatakan di PBB bahwa India memberikan syarat yang tidak bisa dipenuhi untuk dilangsungkannya dialog dua negara.

"Syarat apa? Kami mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah bukan atas dasar syarat, tapi dasar persahabatan," ujar Swaraj.

Duta Besar Pakistan untuk PBB Maleeha Lodhi mengatakan tudingan Swaraj "salah dan tidak berdasar". Menurut dia, India yang tidak ingin berdialog untuk menyelesaikan masalah.

"India menghentikan perundingan lebih dari setahun lalu, dan menolak melanjutkannya meski beberapa kali ditawarkan Pakistan," kata Lodhi.



Credit  CNN Indonesia



Mundur dari Militer, Agus Yudhoyono Serahkan Tongkat Komandan Batalyon

 Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono dan 345 Prajurit Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud) 17 Kostrad dalam Pembukaan Perayaan Ulang Tahun Emas 50 tahun Perjalanan Konservasi WWF di Indonesia.
Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono dan 345 Prajurit Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud) 17 Kostrad dalam Pembukaan Perayaan Ulang Tahun Emas 50 tahun Perjalanan Konservasi WWF di Indonesia.
 
CB, JAKARTA -- Agus Harimurti secara resmi mengakhiri tugas dan jabatannya sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/ Arya Kamuning pada Senin (26/9).  Hal itu disampaikan ibunda Agus, Ani Yudhoyono yang mengunggah foto serah terima jabatan itu, Selasa (27/9).

Dalam foto itu tampak Agus yang masih mengenakan seragam tentara menyerahkan bendera komando batalyon berwarna merah. Di foto yang kedua Agus juga menyerahkan tongkat Komando ke penggantinya. "AHY menyerahkan tugas dan tanggung jawab komando Dan Yonif Mekanis 203/Arya Kamuning kepada Kasbrigif 1 PIK/Jaya Sakti, Letkol Inf. Edwin Sumantha," tulis Ani.

 

Agus mundur dari kesatuan militer setelah menyatakan maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Ia yang diusung oleh empat partai akan didampingi oleh seorang birokrat Sylviani Murni.
Sebelumnya, Ani Yudhoyono menjawab pertanyaan mengapa putranya Agus Harimurti Yudhoyono mundur dari kesatuan militer dan memilih maju jadi calon gubernur DKI. Menurut Ani, pertanyaan mengapa Agus berhenti atau pensiun dini dari dinas militer, hanya Agus yang paling tepat untuk menjawabnya. Namun ia membantah jika Agus mundur dipaksa orang tua. 

"Tuduhan kalau dipaksa oleh orang tua, sangat menyakitkan. Saya kira, tak satu pun orang tua yang ingin mengorbankan anaknya," ujar Ani di akun Instagram miliknya. 

"Pak SBY dan saya tak pernah menekan Agus dan Ibas sejak dulu. Keputusan dan pilihan Agus sepenuhnya diambil oleh Agus dengan segala risiko dan konsekuensinya.

Ani menegaskan, SBY dan ia selalu mendukung cita-cita, niat baik dan tulus anak-anak. "Yang sepengetahuan kami  untuk kepentingan rakyat. Terima kasih atas pengertiannya. Cinta kami untuk rakyat Jakarta dan Indonesia."



Credit  REPUBLIKA.CO.ID






Damaskus Klaim Miliki Rekaman Pembicaraan AS dengan ISIS


 
Damaskus Klaim Miliki Rekaman Pembicaraan AS dengan ISIS
Intelijen Suriah mengaku memiliki rekaman percakapan antara Amerika Serikat (AS) dan ISIS. (Istimewa)
 
DAMASKUS - Intelijen Suriah mengaku memiliki rekaman percakapan antara Amerika Serikat (AS) dan ISIS. Rekaman ini mengenai rencana serangan koalisi pimpinan AS terhadap pasukan Suriah di Deir el-Zorr.

"Pasukan Suriah mendapati sebuah percakapan antara AS dan ISIS, sebelum adanya serangan udara di Deri el-Zorr," kata juru bicara Parlemen Suriah, Hadiya Khalaf Abbas, seperti dilansir Sputnik pada Senin (26/9).

Jet tempur koalisi AS menggempur posisi pasukan pemerintah Suriah di dekat Deir ez-Zor pada tanggal 17 September lalu. Serangan itu menyebabkan 62 personel militer tewas dan ratusan orang lainnya menderita luka-luka.

Rusia, sebagai sekutu dekat Suriah langsung menuding Gedung Putih membela ISIS. Pasalnya, pasca serangan udara yang salah sasaran itu, muncul laporan jika militan ISIS melakukan serangan besar-besaran terhadap sejumlah posisi pasukan Suriah yang lumpuh.

"Jika sebelumnya kita memiliki kecurigaan bahwa Front al-Nusra dilindungi dengan cara ini, sekarang setelah serangan udara hari ini terhadap tentara Suriah, kami sampai pada suatu kesimpulan yang benar-benar menakutkan bagi seluruh dunia: Gedung Putih membela ISIS," kata juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharov kala itu.

AS sendiri menyatakan serangan tersebut tidak bermaksud menargetkan pasukan Suriah, tapi teroris ISIS. Para pejabat militer AS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom terhadap posisi tentara Suriah yang membuka jalan bagi ISIS untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan Suriah dan menewaskan 80 personel.

Meski begitu, AS mengaku serangan tersebut adalah sebuah kecelakaan dengan sasaran yang dituju adalah ISIS.



Credit  Sindonews



AS Sebut Tudingan Suriah Menggelikan

AS Sebut Tudingan Suriah Menggelikan
Pentagon menyebut tudingan terbaru yang dilontarkan oleh Damaskus tersebut adalah hal yang menggelikan. (Istimewa)
 
WASHINGTON -
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) memberikan respon atas klaim dan tudingan terbaru yang dilontarkan oleh Suriah. Sebelumnya Damaskus mengklaim, mereka miliki bukti adanya kerja sama antara AS dan ISIS.

Pentagon menyebut tudingan terbaru yang dilontarkan oleh Damaskus tersebut adalah hal yang menggelikan. Pentagon dengan tegas menyebut klaim dan tudingan tersebut adalah kebohongan belaka.

"Tuduhan yang menggelikan dan benar-benar palsu," kata juru bicara Pantagon, Adrian Rankine-Galloway dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (26/9).

Sebelumnya, initelijen Suriah mengatakan, mereka memiliki rekaman percakapan antara Amerika Serikat (AS) dan ISIS. Rekaman ini mengenai rencana serangan koalisi pimpinan AS terhadap pasukan Suriah di Deir el-Zorr pada pertengahann Sepetember lalu.

"Pasukan Suriah mendapati sebuah percakapan antara AS dan ISIS sebelum adanya serangan udara di Der el-Zorr," kata juru bicara Parlemen Suriah, Hadiya Khalaf Abbas dalam sebuah pernyataan.




Credit  Sindonews







Manuver Bersama AS, Helikopter Korsel Jatuh dan 3 Awaknya Hilang

 
Manuver Bersama AS, Helikopter Korsel Jatuh dan 3 Awaknya Hilang
Militer Korea Selatan dan AS bermanuver di Laut China Timur untuk unjuk kekuatan pada Korut. | (The Chosunilbo)
 
SEOUL - Sebuah helikopter militer Korea Selatan (Korsel) jatuh ke laut saat unjuk kekuatan bersama Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Tiga awak helikopter dinyatakan hilang.

Militer Korsel dan AS bermanuver di Laut China Timur untuk pamer kekuatan terhadap Korea Utara (Korut). Kementerian Pertahanan Korsel seperti dikutip AFP, Selasa (27/9/2016), mengatakan, satu helikopter Korsel jatuh ke laut sekitar pukul 12.00 waktu Korea pada hari Senin setelah sebelumnya mengirim sinyal marabahaya.

Militer Korsel terus melakukan upaya pencarian untuk menemukan tiga anggota awak yang ada di dalam helikopter.

Menurut kantor berita Yonhap, latihan gabungan AS dan Korsel itu merupakan latihan rutin. Sebelum kecelakaan itu terjadi, kedua Angkatan Laut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa  manuver kedua militer diperlukan mengirim pesan yang kuat kepada Korut.

Sebab, Korut telah melakukan uji coba nuklir yang kelima kalinya dan telah menembakkan tiga rudal balistik ke Laut China Timur pada awal September.

Manuver AS dan Korsel yang dipamerkan meliputi latihan menembak, latihan perang anti-kapal selam dan latihan meluncurkan serangan presisi terhadap target di darat.

”Kami bekerja side-by-side dengan mitra kami ROK (Republik Korea) setiap hari; kami di pihak mereka saat di laut, dan kami akan tetap di pihak mereka untuk membela terhadap tindakan agresi tak beralasan Korut,” kata Komandan Angkatan Laut AS, Brad Cooper.



Credit  Sindonews









Sosok Falcon 9, Roket yang Puingnya Diduga Jatuh di Sumenep

 
 
SpaceX Falcon 9
 
  CB - Falcon 9, roket yang salah satu bagiannya diduga jatuh di Sumenep pada Senin (26/9/2016), bukan roket biasa. Peluncur tersebut merupakan salah satu yang paling diperhitungkan saat ini dan berhasil mencetak sejumlah rekor. Seperti apa sebenarnya Falcon 9?

Roket itu dikembangkan oleh SpaceX, perusaan teknologi antariksa yang didirikan oleh Elon Musk. Sang pendiri sendiri merupakan seorang visioner yang menaruh perhatian pada pemanasan global dan keberlanjutan energi. Ia juga ada di balik Tesla Motor dan SolarCity.

Sejauh ini, telah ada tiga versi dari Falcon 9. Versi pertama (Falcon 9 v 1.0) dan versi kedua (Falcon 9 v1.1) kini telah pensiun. Versi yang sekarang dipakai adalah Falcon 9 Full Thrust.

Dari situs SpaceX, terungkap bahwa Falcon 9 telah meluncurkan satelit atau muatan sejak tahun 2010. Falcon 9 mencetak sejarah ketika meluncurkan kargo Dragon ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada tahun 2012. Saat itu, Falcon 9 menjadi satu-satunya roket buatan perusahaan komersial yang mencapai ISS.

Falcon 9 juga istimewa sebagai roket dua tingkat. Tingkat pertamanya akan meluncurkan muatan hingga ketinggian 150 - 300 kilometer, bisa mendarat kembali di bumi, dan digunakan untuk peluncuran berikutnya. Dengan demikian, Falcon 9 bersifat reusable.

Falcon telah berhasil mendarat beberapa kali. Falcon 9 Full Thrust berhasil mendarat pertama kali di landasan pendaratan di Florida pada 21 Desember 2015 usai peluncuran satelit OG-2. SpaceX mengajukan aplikasi ke Federal Aviation Administration (FAA) untuk melakukan percobaan pendaratan dan berhasil mendarat.

Dikutip dari Space Flight Now, pada 8 April 2016, Falcon 9 berhasil mendarat pada kapal tanpa awak. Ujicoba tersebut dilakukan untuk menguji kemampuan mendarat di benda yang mengapung. Pada 6 Mei 2016, Falcon 9 untuk pertama kalinya bisa mendarat dari misi mengirim satelit JCSAT-14 milik Jepang ke orbit geostasioner.

Versi terbaru Falcon 9 punya ukuran tinggi 70 meter dan diameter 3,66 meter. Falcon Full Thrust mampu mengirim muatan seberat 22.800 kilogram ke orbit rendah bumi, dan 8.300 kilometer ke orbit geostasioner. Sementara, bila manusia merancang misi ke Mars, Falcon 9 bisa mendukung pelunciuran muatan seberat hingga 4.020 kilogram.

Versi Full Thrust memiliki daya 30 persen lebih besar. Di samping itu, bahan bakarnya berupa oksigen cair bersuhu minus 207 derajat Celsius dan minyak tanah untuk rocket propellant (RP-1) yang didinginkan hingga suhu minus 7 derajat Celsius. Suhu dingin memungkinan tangki memuat bahan bakar lebih banyak.

Mencetak rekor, Falcon 9 bukan berarti pernah gagal. Saat meluncurkan satelit komunikasi Israel Amos-6 pada 1 September 2016 lalu, Falcon 9 meledak. saat ini, SpaceX masih menyelidiki sebab ledakan tetapi diduga dipicu helium.

Apakah pecahan yang jatuh di Madura berasal dari misi Falcon 9 yang gagal itu? Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, kepada Kompas.com, Senin (26/9/2016), mengatakan obyek yang jatuh adalah obyek 41730, tingkat kedua Falcon 9 yang membantu peluncuran satelit JCSAT-16 pada 14 agustus 2015 lalu.

Bagaimana bisa jatuh? Lain dengan tingkat pertama, tingkat kedua Falcon 9 dibiarkan tetap melayan di orbit Bumi dan jatuh dengan sendirinya. Saat melayang, ketinggian orbit makin rendah hingga pada akhirnya jatuh ke permukaan bumi.

Falcon Heavy, versi yang tengah dikembangkan SpaceX, nantinya akan menjadi roket paling maju. Roket itu bisa meluncurkan muatan setara dengan Boeing 747 jetliner berikut penumpang, bahan bakar, dan barang-barangnya, dengan harga lebih murah. Falcon 9 menjadi harapan bagi misi antariksa yang lebih efisein.



Credit  KOMPAS.com


Astronom Ungkap Alasan di Balik Dugaan Jatuhnya Puing Roket Falcon 9 di Sumenep

 
Thomas Djamaluddin Lintasan Falcon 9 pada Senin (26/9/2016)
 
CB — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan bahwa benda misterius yang jatuh di Sumenep, Madura, pada Senin (26/9/2016), mungkin merupakan sampah antariksa.
Diduga kuat, obyek yang jatuh itu adalah puing roket Falcon 9 yang bertugas mengantar satelit JCSAT-16 ke antariksa pada 14 Agustus 2016.

Analisis lebih lanjut oleh Lapan dan astronom amatir Ma'rufin Sudibyo mengungkap sejumlah faktor yang semakin menguatkan dugaan tersebut.
Thomas mengatakan, obyek yang jatuh dalam katalog sampah antariksa yang dikembangkan North American Aerospace Defence Command (Norad) mempunyai nomor 41730. Obyek dengan nomor tersebut melintasi wilayah sekitar Madura, Senin sekitar pukul 09.21 WIB.
Sementara itu, Marufin menyebut bahwa berdasarkan perhitungan Joseph Remis, puing Falcon 9 akan jatuh pada 26 September 2016 pukul 09.10 WIB plus minus 4 jam.
Melihat waktu jatuhnya obyek misterius di Sumenep, fakta bahwa obyek 41730 melintas sekitar Madura, serta prediksi jatuh yang berdekatan, maka besar kemungkinan benda yang jatuh memang sampah dari Falcon 9.
Ma'rufin menambahkan, faktor ketinggian orbit obyek 41730 yang semakin lama semakin rendah.
Pada 17 Agustus 2016, orbitnya 184 km x 35.912 km (baca: orbit lonjong dengan titik terdekat 184 km dan titik terjauh 35.912 km). Sementara itu, pada 20 September 2016 TU lalu orbitnya sudah berubah dramatis menjadi 96 km x 6.448 km.
"Lima hari kemudian orbitnya berubah dramatis kembali menjadi 105 km x 1.145 km. Semua ini merupakan pertanda bahwa roket bekas itu akan segera jatuh kembali ke Bumi," kata Ma'rufin dalam tulisan yang diunggah di blognya, Selasa (27/9/2016) dini hari.
Lantas, bagian Falcon 9 manakah yang mungkin jatuh di Sumenep? Menurut Thomas, benda misterius yang jatuh diduga tingkat dua Falcon 9.
Falcon 9 merupakan roket dua tingkat. Saat membantu sebuah peluncuran satelit, tingkat pertama roket akan mendorong muatan ke ketinggian 150 - 300 kilometer dari permukaan bumi. Pada roket kontemporer, tingkat pertama ini akan kembali lagi mendarat di bumi dan bisa digunakan untuk peluncuran satelit lainnya.

Sementara itu, tingkat dua roket atau upperstage akan mengantarkan muatan ke ketinggian orbit, sekitar 35.000 kilometer dari permukaan bumi. Bagian roket itu tidak akan mendarat kembali ke bumi, tetapi tertinggal sebagai sampah antariksa.
Tingkat dua roket terdiri dari bahan bakar cair berupa minyak tanah yang diolah khusus sebagai Rocket Propellant-1 (RP-1). "Jadi yang jatuh di Sumenep diduga tangki bahan bakar dari roket," katanya.

Sebagian tangki bahan bakar mungkin telah terbakar saat memasuki atmosfer. Bagian yang jatuh mungkin terbuat dari material komposit sehingga lebih tahan saat bergesekan dengan atmosfer. "Mungkin komposit yang lebih kuat, hanya sejenis dengan komposit karbon," kata Thomas.

Dari foto, benda misterius yang jatuh di Sumenep sangat mirip dengan tangki bahan bakar Falcon 9. Namun, Thomas mengatakan, pihaknya masih perlu menganalisis untuk memastikan. Saat ini, pemeriksa dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) ditugaskan untuk mengamankan benda tersebut untuk dianalisis.




Credit  KOMPAS.com








Anindya Bakrie hingga Sandiaga Uno Ikut "Tax Amnesty", Sri Mulyani Bahagia


 
 
Yoga Sukmana/Kompas.com Para pengusaha Kadin bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelar jumpa per di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (27/9/2016)
JAKARTA, CB — Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambangi Kantor Pusat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Selasa (27/9/2016).
Tujuannya, yakni untuk menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH) dalam rangka mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty.
Hadir di antaranya Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani, Anindya Bakrie, MS Hidayat, Bambang Soesatyo, hingga pengusaha Sandiaga Uno.
Menteri Keuangan Sri Mulyani merespons positif pelaporan harta serentak oleh para pengusaha. Ia juga mengaku senang karena, dengan pelaporan harta itu, jumlah uang tebusan yang masuk ke kas negara langsung bertambah.
"Saya menyambut baik dan gembira," ujar perempuan yang kerap disapa Ani itu.
Di mata Ani, keputusan para pengusaha Kadin patut dihargai lantaran harta yang dibawa pulang ke Indonesia (repatriasi) bisa diinvestasikan untuk pembangunan.
Hingga hari ini, kata Menkeu, uang yang masuk ke kas negara sudah mencapai Rp 65,9 triliun.
"Saya harap Kadin bangun Indonesia. Harta kekayaan untuk bangun Indonesia, dengan ekonomi yang kuat, Kadin juga akan ikut kuat," kata Ani.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah pengusaha untuk makan malam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9/2016).
Sejumlah pengusaha yang hadir antara lain Arifin Panigoro, Franky Welirang, Erwin Aksa, Rosan Roeslani, serta Sugianto Kusuma (Aguan). Tampak juga bos Bakrie Group Aburizal Bakrie dan bos Media Group Surya Paloh.
Pertemuan malam itu berkaitan dengan sosialisasi program pengampunan pajak. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Kadin Indonesia menyampaikan pada 27 September 2016 bahwa anggota Kadin akan mengikuti program pengampunan pajak secara serempak.



Credit  KOMPAS.com



Kini, Giliran Bos Sriwijaya Air Ikut Program "Tax Amnesty"

 
Estu Suryowati/Kompas.com Presdir Sriwijaya Air, Chandra Lie di sela-sela peluncuran anak usaha perseroan, NAM Air
JAKARTA, CB - Pemilik maskapai penerbangan Sriwijaya Air yakni Chandra Lie dan Hendry Lie akan melaporkan hartanya dalam rangka mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty.
Rencananya, dua pengusaha sektor penerbangan itu akan menyambangi Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar IV di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (26/9/2016) pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah pengusaha untuk makan malam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9/2016).
Sejumlah pengusaha yang hadir antara lain Arifin Panigoro, Franky Welirang, Erwin Aksa, Rosan Roeslani, serta Sugianto Kusuma (Aguan). Tampak juga bos Bakrie Grup Aburizal Bakrie dan bos Media Grup Surya Paloh.
Pertemuan malam itu berkaitan dengan sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty. Chandra Lie dan Hendry Lie pun ternyata menjadi pengusaha yang datang memenuhi undangan Presiden tersebut.
Sebagai tindak lanjut pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Chandra Lie dan Hendry Lie langsung memutuskan ikut program tax amnesty pada bulan ini.
Seperti diketahui, September merupakan akhir periode pertama program tax amnesty dengan tarif terendah yakni 2 persen untuk deklarasi dalam negeri dan repatriasi. Adapun tarif deklarasi luar negeri sebesar 4 persen.
Setelah 30 September, program tax amnesty memasuki periode kedua hingga 31 Desember 2016. Tarifnya meningkat jadi 3 persen untuk deklarasi dalam negeri dan repatriasi. Adapun tarif deklarasi luar negeri menjadi  6 persen.

Credit  KOMPAS.com

Bos Sriwijaya Air: Rugi Kalau Pengusaha Tidak Ikut "Tax Amnesty"

 
Yoga Sukmana Pemilik maskapai penerbangan Sriwijaya Air yakni Chandra Lie (kanan) di Kantor Kanwil Wajib Pajak Besar, Jakarta, Senin (26/9/2016)
JAKARTA, CB - Pemilik maskapai penerbangan Sriwijaya Air yakni Chandra Lie langsung mengajak seluruh pengusaha termasuk pengusaha penerbangan, mengikuti jejaknya untuk segara memanfaatkan program pengampunan pajak.
"Seluruh pengusaha, tidak hanya airlines, saya katakan rugi kalau tidak ikuti amnesti pajak," ujar Chandra di Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar, Jakarta, Senin (26/9/2016).
Menurut dia, program tax amnesty merupakan kesempatan bagi pengusaha untuk melaporkan harta-hartanya yang tidak pernah dilaporkan baik di dalam maupun di luar negeri. Termasuk juga, harta yang sengaja atau tidak sengaja tidak dilaporkan.
Selain itu, dia juga menilai program tax amnesty sebagai kesempatan warga negara ikut membangun bangsa melalui pembayaran pajak. Seperti diketahui, pemasukan dari sektor pajak adalah pemasukan terbesar untuk keuangan negara.
"Ini luar biasa, pemerintah hanya berikan empat persen (tarif tebusan repatriasi). Di dunia ini paling murah. Amerika Serikat dulu saja 25 persen," kata dia.
"Namun bukan itu maksud utamanya, mikirnya gimana uang di luar negeri bisa masuk untuk kelola supaya negara kita dikelola oleh bangsa kita sendiri agar masyarakat Indonesia sejahtera."
Sebelumnya, Chandra mengungkapkan bahwa harta yang dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) meliputi harta yang ada di dalam dan luar negeri.
Selain deklarasi, dia juga mengatakan menarik hartanya dari luar negeri ke Indonesia atau repatriasi. Hanya saja, Chandra tidak mengungkap total harta-hartanya itu.


Credit  KOMPAS.com

Ikut "Tax Amnesty", Bos Sriwijaya Air Investasikan Dananya untuk Beli Pesawat Baru

 
Yoga Sukmana Pemilik maskapai penerbangan Sriwijaya Air yakni Chandra Lie (kanan) di Kantor Kanwil Wajib Pajak Besar, Jakarta, Senin (26/9/2016)
JAKARTA, CB - Pemilik maskapai penerbangan Sriwijaya Air yakni Chandra Lie ikut dalam gerbong pengusaha besar yang mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty. Ia sudah memiliki rencana atas harta-hartanya yang dilaporkan tersebut.
"Untuk beli pesawat (Sriwijaya Air), untuk modal kerja lagi," ujar Chandra di Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar, Jakarta, Senin (26/9/2016).
Menurut Chandra, harta yang dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) meliputi harta yang ada di dalam dan luar negeri.
Selain deklarasi, dia juga mengatakan menarik hartanya dari luar negeri ke Indonesia atau repatriasi. Hanya saja, Chandra tidak mengungkap total harta-hartanya itu ataupun persentasenya.
Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa pelaporan SPH kepada Ditjen Pajak Kemenkeu atas nama pribadi. Sementara untuk perusahaan, dia akan melaporkannya pada Selasa (27/9/2016).
"Ini kewajiban saya sebagai WNI (melaporkan harta). ... pajak pribadi saya, tentunya ada kelupaan (dilaporkan) karena ini pribadi," kata Chandra.
"Tidak semua orang mau (dipublikasikan), namun artinya sebagai masyarakat Indonesia saya ajak saudara-saudara saya sebagai pengusaha dan masyarakat, yang selama ini belum mengenal pajak, tentunya ikut kontribusi untuk bangun Indonesia. Karena kita lahir dan kalau mati juga di Indonesia," ucap dia.
Seperti diketahui, Sriwijaya Air pada 2015 lalu membeli 20 pesawat Boeing untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang pesawat yang berkisar antara enam persen hingga delapan persen per tahun.
Perusahaan juga membeli 20 unit seri terbaru Boeing 737 Max 8 mulai 2017 dan 2018 yang total nilainya mencapai 2,2 miliar dollar AS.
Pada tahun ini, Sriwijaya Air fokus untuk merengkuh penumpang di tujuh destinasi wisata, seiring dengan meningkatnya minat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Tujuh destinasi wisata tersebut antara lain Ternate Maluku Utara, Sorong Papua Barat, Pulau Komodo Nusa Tenggara, Belitung, Pangkal Pinang, Silangit Sumatera Utara, dan Pinang Island Malaysia.
Perusahaan juga memperbanyak jumlah rute berjadwal dari dan ke China seiring dengan tingginya minat wisatawan Nigeri Tirai Bambu itu berkunjung ke Indonesia. Yakni menjadi enam rute dari sebelumnya empat rute

Credit  KOMPAS.com 





Meski Diganggu, Pelaporan "Tax Amnesty" dari Singapura Capai Rp 375,8 Triliun


 
 
KOMPAS.COM/NICKY AULIA WIDADIO Merlion, Singapura.
JAKARTA, CB - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali memaparkan data realisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty termasuk, asal muasal harta dari luar negeri yang dilaporkan kepada negera.
Hingga hari ini, Singapura tetap menjadi negara asal paling dominan harta para warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Seperti dikutip dari data DJP, Senin (26/9/2016), harta yang dilaporkan berasal dari Singapura mencapai Rp 375,8 triliun terdiri dari harta yang dideklarasikan Rp 336,3 triliun dan harta yang ditarik ke Indonesia atau repatriasi mencapai Rp 39,4 triliun.
Seperti diketahui, belum lama ini bank-bank swasta Singapura melaporkan para nasabahnya yang ikut program tax amnesty ke Kepolisian setempat.
Sikap itu langsung memancing reaksi keras publik Indonesia. Bahkan tidak sedikit yang menilai sikap perbankan swasta Singapura itu sebagai upaya mengagalkan program tax amnesty.
Namun, isu itu mulai mereda setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani menghubungi langsung seorang pejabat di Singapura.
Dari pembicaraan itu, Ani begitu ia disapa, memberikan penjelasan lengkap terkait persoalan tersebut.
Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumarnayar membantah kalau pemerintahan Singapura menjegal jalannya program pengampunan pajak di Indonesia.

Selain Singapura, ada pulau surga pajak yakni Kepulauan Cayman yang merupakan wilayah luar negeri Britania Raya di Laut Karibia bagian barat.
Harta yang dilaporkan mencapai Rp 64,1 triliun dengan rincian Rp 47,8 triliun deklarasi luar negeri dan Rp 16,3 triliun repatriasi.
Di tempat ketiga ada pulau surga pajak lainnya yakni Virgin Islands yang merupakan wilayah luar negeri Britania Raya di Laut Karibia bagian timur.
Harta yang dilaporkan mencapai Rp 28,6 triliun dengan rincian deklarasi luar negeri Rp 26,8 triliun dan repatriasi Rp 1,8 triliun.
Sedangkan posisi keempat negara asal harta WNI yang dilaporkan dalam program tax amnesty berasal dari Hong Kong Rp 26 triliun dengan deklarasi luar negeri Rp 15,6 triliun dan deklarasi Rp 12,4 miliar.
Adapun posisi kelima ditempati oleh negara tetangga Indonesia lainnya yakni Australia sebesar Rp 17,8 triliun. Semua dana tersebut hanya dana deklarasi dalam negeri.






Credit  KOMPAS.com


Dubes Singapura: Kami Tak Jegal "Tax Amnesty" Indonesia

 
THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi tax amnesty.
JAKARTA, CB - Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumarnayar menegaskan sekali lagi tidak ada upaya dari pihak pemerintah Singapura untuk menjegal jalannya program pengampunan pajak di Indonesia.
Malah, kata dia, sebagaimana pernyataan Authority Monetary of Singapore (AMS) perbankan Singapura didorong untuk kooperatif dengan nasabah warga negara Indonesia yang ingin memanfaatkan tax amnesty.
"Apakah kebijakan tax amnesty ini sukses atau tidak, itu tergantung pada kondisi Indonesia. Tidak ada sangkut pautnya dengan Singapura," tegas Anil, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin petang (19/9/2016).
Lebih jauh Anil menyadari, sebagai pusat keuangan (financial center), Singapura banyak memainkan peran sebagai tempat penampungan dana.
Namun, sekali lagi ia tegaskan, Singapura tidak bisa mengatur kebijakan di negara lain. Ia juga menyadari, sebagai financial center, sangat lumrah jika ada arus keluar masuk dana. Arus dana keluar-masuk Singapura sudah sangat biasa terjadi dan tidak menjadi isu penting.
"Tapi kalau ada tuduhan bahwa kami mencoba menghentikan tax amnesty ini, itu tidak akurat dan tidak benar. Kami sudah mengklarifikasi, dan Bu Ani (Menkeu) juga sudah memberikan pernyataan," kata Anil.

Credit  KOMPAS.com

IDI Minta Undang-Undang Pendidikan Kedokteran Diubah, Ini Alasannya

 
 
Fachri Fachrudin Badan Legislasi DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum bersama Ikatan Dokter Indonesia di Ruang rapat Badan Legislasi DPR, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Rapat tersebut juga dihadiri oleh 120 orang sebagai perwakilan dari IDI di seluruh Indonesia.
 
JAKARTA, CB - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran segera diubah.
Hal itu disampaikan Wakil ketua IDI Daeng M Faqih dalam rapat dengar pendapat umum bersama Badan Legislasi DPR RI, Selasa (27/9/2016). Rapat tersebut juga dihadiri oleh 120 orang sebagai perwakilan IDI di seluruh Indonesia.
Faqih mengatakan, UU tersebut memasukan frasa "dokter layanan primer", sehingga menyebabkan kontroversi karena memunculkan jenis profesi baru dalam dunia kedokteran.
Menurut Faqih, dunia kedokteran internasional tidak mengenal gelar setara spesialis "dokter layanan primer".
"Layanan primer atau primary care adalah wilayah pelayanan. Tidak ada satu pun negara yang menyebutkan primary care physician sebagai gelar profesi khusus yang berpraktik di layanan primer," ujar Faqih di DPR, Jakarta, Selasa (27/9/2016).
"Dokter layanan primer adalah komunitas dokter yang memberikan pelayanan kesehatan pada fasilitas layanan primer yang meliputi dokter umum, dokter keluarga, dokter spesialis, dokter anak, dokter penyakit dalam, dan dokter psikiatri," kata dia.
Dengan demikian, lanjut Faqih, adanya UU tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik horizontal antar-dokter di pelayanan primer.
"Dan ini juga bepotensi mengkriminalisasi dokter umum yang menangani pasien," kata dia.
Selain itu, lanjut Faqih, tidak ada perbedaan signifikan terkait kompetensi dokter layanan primer (DLP) dengan kompetensi pendidikan dokter yang tercantum dalam standar kompetensi dokter Indonesia (SKDI) tahun 2012 yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.
"Kurikulum, standar pendidikan, dan gelar 'dokter layanan primer' belum memiliki kejelasan dan landasan formal, peraturan pemerintah, pengesahan kurikulum oleh KKI, peraturan menteri, dan belum ada kolegium DLP yang disahkan IDI" kata dia.
Faqih mengatakan, simulasi pelaksanaan program dokter layanan primer memerlukan waktu 30 hingga 50 tahun untuk men-DLP-kan dokter umum yang akan bekerja di layanan primer.
Itu belum termasuk 8.000 lulusan dokter per tahun yang terus dihasilkan.
"Dengan demikian, program ini tidak realistis, tidak signifikan, tidak efisien dan memboroskan anggaran negara," kata Faqih.





Credit  KOMPAS.com





Salat pun Dalam Kondisi Waspada. Ini Kisah Prajurit TNI di Medan Tempur



Salat pun Dalam Kondisi Waspada. Ini Kisah Prajurit TNI di Medan Tempur
Ilustrasi Suasana TNI salat berjamaah dalam tugas.
CB,BINTAN - Selalu ada cerita menarik saat prajurit TNI bertugas di medan pertempuran.
Selain harus menghadapi berbagai situasi sulit, seperti kesulitan makanan, terputusnya komunikasi, kewasdpadaan yang tinggi harus terus dijaga dalam kondisi apapun juga.
Cerita itu muncul di tengah latihan militer yang digelar Komando Resort Militer (Korem) 033 Wira Pratama di belantara Kampung Pulau Ladi, Bintan.
Kasi OPS Korem 033 Wira Pratama Koloner Inf. Parjiyo menceritakan pengalamannya 23 tahun pengabdi di TNI yang pada 5 Oktober nanti memperingati ulang tahun ke-71.
Para prajurit diajarkan teknik khusus berjuang dalam berbagai kondisi sesulit apapun di medan tempur.
"Menu mereka serba natural dan terbatas. Di sini yang dituntut adalah daya tahan fisik dan strategi serta kekompakan," kata Parjio.
Bagi Parjiyo, latihan tempur seperti ini bukan hal baru baginya. Bahkan ia sudah pernah terjun pada pertempuran yang sebenarnya karena pria ini sudah 23 tahun menjadi prajurit TNI.

Salah satunya di Timor Timor ketika daerah itu masih bergejolak belasan tahun silam.
Parjio melukiskan sejenak suasana saat saat menegangkan itu. Senapan kala itu adalah benda yang tak boleh lepas dari tangan. Mata harus awas dan konsentrasi benar benar harus ditajamkan.
Uniknya, saat salat pun, tetap dalam kondisi siap tempur. Beberapa waktu lalu sempat beredar video yang menggambarkan pasukan TNI salat berjamaah.
Setiap saf bergerak bergantian saat rukuk, sujud dan duduk. Pada saat saf ganjil rukuk dan sujud, saf genap tetap berdiri menjaga. Itu dilakukan bergantian.
Ada juga yang salatnya bergantian. Prajurit yang salat dijaga oleh prajurit lain.
Menurut Parjiyo, salat dilakukan dengan gerakan setenang mungkin. Namun tetap harus tepat waktu.
"Fokus pikiran kita itu benar-benar ke Tuhan, karena kita berada di medan bergejolak. Intinya kalau sudah azan harus salat. Tak boleh ditunda-tunda. Kita sangat sadar bahwa saat itu, Tuhan adalah penolong utama kita," ujar Parjiyo.

Bergerilya di tengah belantara hutan Timor timur yang keras hampir menjadi makanan sehari-hari Parjiyo menjelang referendum 1999 itu. Mereka juga harus bertahan hidup dengan menu yang tersedia dari alam, baik binatan atau tunbuh-tumbuhan
Selama delapan bulan di Timor Timor, Perjiyo mendapatkan pengalaman berharga.
Namun rupanya ada wilayah penugasan yang lebih mengusik ingatannya dari Timor Timur. Yakni saat bertugas di wilayah Ambon, ketika ibukota provinsi Maluku itu bergejolak dalam tragedi Ambon.
Ketika tragedi Ambon itu terjadi, Parjiyo dihadapkan pada suasana lebih menegangkan. Mereka dituntut untuk mendinginkan suasana di tengah gejolak panas antara kelompok agama.
"Suasana Ambon berbeda dengan Timor Timur. Di Timor Timur, musuhnya jelas, kalau di Ambon tak ada musuh, yang ada kelompok-kelompok bertikai.
Semuanya bangsa kita yang harus dilindungi. Dalam pertikaian itu kita berada di tengah tengah, mencoba melerai. Tapi kita harus hati-hati, sebab sebab salah salah kita kena," kenang Parjiyo.
Dia bersyukur, pertikaian itu berakhir dan masyarakat kini tidak terpecah-pecah lagi.

Pengalaman ditugaskan di medan-medan konflik membuat Parjiyo sering dijagikan komandan regu latih dalam latihan tempur TNI.
Pria ini semakin yakin akan pentingnya persatuan bangsa. Pun, rasa cinta kepada Indonesia semakin kokoh dalam jiwa dan sanubarinya.
Dirgahayu 71 tahun TNI.




Credit  BATAM.TRIBUNNEWS.COM












Mengenal Puing Roket Falcon 9 yang Jatuh di Sumenep


Upperstage Falcon 9 berbahan bakar minyak tanah.
Mengenal Puing Roket Falcon 9 yang Jatuh di Sumenep

Benda diduga bekas roket Falcon 9 (Facebook/Thomas Djamaluddin)
CB – Terjawab sudah benda misterius yang jatuh di Sumenep, Madura awal pekan ini. Analisa dan data dari astronom Indonesia menunjukkan, benda yang jatuh tersebut merupakan bagian dari roket Falcon 9 milik perusahaan antariksa swasta, SpaceX.
Astronom amatir Muh Ma'rufin Sudibyo mengatakan, dari data yang ia dapatkan, roket bekas tersebut punya katalog benda terbang buatan manusia North American Aerospace Defence Command (NORAD) bernomor 41730. Dari nomor tersebut, diketahui identitasnya merupakan tubuh roket Falcon 9. Sementara benda yang jatuh di Sumenep merupakan bagian atas atau tingkat kedua (upperstage) roket Falcon 9 Full Thrust. Ma’rufin menjelaskan informasi dan fungsi upperstage tersebut.
"Sebelum diterbangkan, upperstage tersebut punya bobot mati empat ton dan sanggup mengangkut 107,5 ton bahan bakar," tulis Ma'rufin dalam blognya dikutip, Selasa, 27 September 2016.
Dia menjelaskan, bahan bakar upperstage tersebut yaitu minyak tanah (kerosene) yang diolah khusus sebagai Rocket Propellant-1 (RP-1). Sementara pengoksidnya yaitu oksigen cair.
Sedangkan dari sisi desain, tabung bakar maupun pengoksid punya bentuk khas, yaitu silinder tabung dengan kedua ujungnya berupa setengah bola. Upperstage itu dibuat dari bahan komposit yang diselubungi lapisan antiapi. Tak heran SpaceX menamakannya dengan Composite Overwrapped Pressure Vessel (COPV).
"Tabung inilah yang ditemukan dalam peristiwa Sumenep," jelas Ma'rufin.
Dia mengatakan, yakin sekali upperstage yang masuk kembali ke atmosfer Bumi di atas Pulau Madura telah terkikis nyaris habis oleh tekanan sangat tinggi saat menembus atmosfer. Kondisi itu, kata dia, seperti yang dialami oleh meteoroid dari langit yang masuk ke area Bumi. Gesekan dengan atmosfer itu membuat objek yang akhirnya mendapat di Bumi hanya sebagian kecil dari yang ada sebelum masuk atmosfer Bumi.
"Seperti meteoroid, masuknya kembali roket bekas bernomor 41730 pun menghempaskan gelombang kejut dan dentuman sonik yang terdengar di paras Bumi sebagai suara menggelegar," kata dia.
Ma’rufin menjelaskan, jatuhnya upperstage Falcon 9 itu ke daratan terbilang tidak begitu berisiko dibanding masuknya sampah antariksa lain. Sebab, kata dia, dengan berbahan bakar kerosene maka roket bekas itu lebih ramah lingkungan dan tak bersifat racun, bila dibandingkan dengan Hydrazine, senyawa anorganik beracun, yang menjadi sumber tenaga utama upperstage roket-roket klasik.
Meski upperstage Falcon 9 aman, namun Ma'rufin menegaskan, peristiwa Sumenep itu menjadi peringatan serius persoalan sampah antariksa. Dia mencatat saat ini tak kurang dari 16 ribu buah sampah antariksa dengan diameter lebih dari 10 sentimeter melayang-layang di orbit.
"Total massa seluruhnya mencapai tak kurang dari 62 ribu ton. Dan hingga kini bagaimana solusi mengatasi persoalan ini belum kunjung dijumpai," jelas dia.
Bekas roket Falcon 9 yang jatuh di Sumenep, Madura






Credit  VIVA.co.id


Benda Misterius Jatuh di Sumenep Diduga Puing Roket Falcon 9

Roket Falcon 9 mengorbitkan satelit JCSAT 16 pada 14 Agustus 2016.
Benda Misterius Jatuh di Sumenep Diduga Puing Roket Falcon 9
Benda diduga bekas roket Falcon 9 (Facebook/Thomas Djamaluddin)
CB – Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengungkapkan benda misterius yang jatuh di wilayah Sumenep, Madura, Jawa Timur, kemarin. Objek benda jatuh dari langit itu, yang berwarna kehitaman seperti bekas terbakar, ramai dibahas oleh netizen dan media massa.
Melalui akun Facebook-nya, Thomas menceritakan dengan detail perihal jatuhnya objek benda jatuh dari langit itu, hingga mengungkapkan asal benda misterius tersebut.
"Saya kemudian memeriksa benda jatuh antariksa yang diprakirakan jatuh hari ini (Senin, 26 September). ada dua obyek yang diprakirakan jatuh kebetulan melintas (di) Madura," ucap Thomas.
Objek yang pertama berasal dari bekas roket Delta 2 PAM-D yang melintas pukul 06.27 WIB  dan objek yang kedua merupakan dari bekas roket Falcon 9 kepunyaan SpaceX, yang melintas pada pukul 09.21 WIB.
Mengacu pada laporan media, Thomas mengatakan, kejadian objek benda jatuh di Sumenep itu terjadi sekitar pukul 09.00-10.00 WIB. Melihat waktu yang bersamaan itu, Thomas menduga kuat benda yang jatuh di Sumenep itu berasal dari sisa puing roket Falcon 9.
"Maka dugaan kuat objek tersebut adalah sisa roket Falcon 9 tingkat 2. Roket Falcon 9 itu milik SpaceX, Amerika Serikat, yang telah digunakan mengorbitkan satelit JCSAT 16 pada 14 Agustus 2016," tutur profesor riset astronomi ini.
Thomas mengatakan, sampat saat ini, Lapan telah menerima dan menyimpan tiga objek sampah antariksa yang jatuh di Indonesia. Pertama, 1981 dari Gorontalo yang merupakan bekas tabung bahan bakar roket Rusia. Kedua, 1988 dari Lampung yang merupakan bekas bahan bakar roket Rusia juga. Dan, ketiga, pada 2003 pecahan roket RRT yang jatuh di Bengkulu.
Perkiraan lintasan roket Falcon 9
Sebelumnya benda mencurigakan jatuh di Kepulauan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Senin 26 September 2016. Warga menduga benda itu adalah serpihan pesawat milik maskapai Lion Air.
Seorang warga, Muhammad mengatakan bahwa benda itu terjatuh di perairan Giliraja. Para nelayan yang curiga segera mengambil benda itu dari laut dan membawanya ke daratan.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PT Lion Air, Andi M. Saladdin dan Kepada Badan SAR Nasional Surabaya, Arifin membantah informasi yang benda tersebut bagian dari pesawat Lion Air yang jatuh.

Credit  VIVA.co.id


Penyebab Puing Roket Falcon 9 Jatuh ke Sumenep

Puing tersebut merupakan bagian atas dari roket Falcon 9.
Penyebab Puing Roket Falcon 9 Jatuh ke Sumenep

Benda mencurigakan jatuh di Kepulauan Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Senin 26 September 2016. (IST)
CB – Benda asing yang jatuh di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin 26 September 2016, diduga kuat merupakan bagian dari roket Falcon 9. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin mengatakan dari perkiraan waktu jatuhnya benda tersebut, berbarengan dengan bekas roket Falcon 9 yang melintasi Sumenep.
Thomas menuliskan, roket bekas Falcon 9 melintas pada pukul 09.21 WIB, sedangkan benda yang jatuh di Sumenep terjadi kemarin pada pukul 09.00-10.00 WIB.
Sementara analisis dari astronom amatir, Muh Ma'rufin Sudibyo mengungkapkan dari data yang didapatkan, pada Senin 26 September 2016 pukul 09.21 WIB, roket bekas itu melintas di atas Pulau Madura, yang memiliki katalog NORAD (North American Aerospace Defence Command) bernomor 41730.
"Identitasnya adalah Falcon 9 R/B (rocket body), yakni upperstage (tingkat kedua) roket Falcon 9 Full Thrust milik perusahaan inovatif SpaceX yang ditujukan untuk mengorbitkan satelit komunikasi JCSAT-16 (Jepang)" tulis Ma'rufin dalam blognya dikutip Selasa, 27 September 2016.
Tingkat kedua roket Falcon 9 itu memang telah sukses mengantarkan Satelit JCSAT-16 ke orbit geostasioner. Ma'rufin menjelaskan, usai menjalankan tugasnya, tingkat kedua Falcon 9 itu menjadi sampah antariksa dengan nomor 41730.
Dia mengatakan, sebenarnya roket bekas bernomor 41730 telah diprediksi akan jatuh kembali ke Bumi pada akhir bulan ini. Sejak selesai menempatkan satelit Jepang itu, roket bekas itu kecepatannya melambat akibat bergesekan dengan atmosfer Bumi.
Gesekan tersebut mengakibatkan orbit lonjong roket bekas itu berubah dinamis, yaitu titik terdekat ke paras Bumi (perigee) dan titik terjauh ke paras Bumi (apogee) roket bekas tersebut kian berkurang.
Ma’rufin mengatakan berdasarkan perhitungan dari astronom amatir, Josep Remis, menyebutkan roket bekas ini bakal jatuh pada 26 September 2016 pukul 09.10 WIB dengan catatan plus minus 4 jam.
Ma'rufin menuliskan, dari analisa dinamika orbit roket bekas tersebut, menunjukkan benda itu mengalami perubahan orbit cukup radikal sepanjang lima hari terakhir sebelum jatuh ke Bumi.
Dia menuliskan, pada 17 Agustus 2016, roket bekas tersebut punya orbit lonjong dengan perigee 184 kilometer dan apogee 35.912 kilometer, maka pada 20 September 2016, orbitnya berubah dramatis dari 96 kilometer (perigee) x 6448 kilometer (apogee).
"Dan lima hari kemudian orbitnya kembali berubah dramatis menjadi 105 kilometer (perigee) x 1145 kilometer (apogee)" tulis Ma'rufin.
Dinamika orbit tersebut membuat periode orbital roket bekas 41730 menjadi berkurang, dari 163 menit pada 20 September 3026 menjadi 97 menit lima hari kemudian. Dinamika itu, tulis Ma'rufin, menandakan roket bekas Falcon 9 akan segera jatuh ke Bumi.
"Dengan semua informasi tersebut, hampir dapat dipastikan bahwa peristiwa Sumenep merupakan akibat dari jatuhnya, atau tepatnya, kembali masuknya (re-entry) roket bekas bernomor 41730 yang adalah upperstage Falcon 9 Full Thrust penerbangan 28," kata dia.


Credit  VIVA.co.id



Setelah Setahun Lebih, Dolar AS Akhirnya Lengser dari Rp 13.000


Setelah Setahun Lebih, Dolar AS Akhirnya Lengser dari Rp 13.000


Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bertahan cukup lama di kisaran Rp 13.000 sepanjang tahun ini. Bahkan sempat mendaki ke titik tertingginya di 13.960 tahun ini.

Bayangkan, dari titik tertingginya itu di awal 2016, kini mata uang Paman Sam jatuh ke kisaran Rp 12.945. Rentang yang cukup dalam.

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (27/9/2016), butuh waktu lebih dari satu tahun untuk The Greenback kembali bergerak di bawah Rp 13.000. Pertama kali dolar AS tembus Rp 13.000 pada 6 Mei 2015.

Sejak saat itu, dolar AS pernah mencapai posisi paling tinggi di Rp 14.705 pada 28 September 2015. Penguatan dolar AS ini sejalan dengan naiknya suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada waktu itu.

Setelah naik tinggi dalam satu tahun terakhir ini, dolar AS akhirnya lengser juga dari Rp 13.000. Penguatan rupiah terjadi berkat program pengampunan pajak alias tax amnesty yang dicanangkan pemerintah.

Berkat program ini, dana-dana WNI yang disimpan di luar negeri bisa pulang kampung sehingga membuat Indonesia banjir likuiditas.


Credit  detikFinance
 

Tax Amnesty Bikin Dolar AS Keok ke Rp 12.936

 


Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) lengser dari posisi Rp 13.000. Mata uang Paman Sam tersebut siang ini bertengger di level Rp 12.936. Program pengampunan pajak atau tax amnesty rupanya sukses membuat mata uang Garuda menguat terhadap dolar AS.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) David Sumual mengungkapkan, tingginya dana repatriasi tax amnesty yang masuk ke dalam negeri cukup membuat rupiah perkasa.

Menurut data statistik tax amnesty di http://pajak.go.id/statistik-amnesti hingga pukul 22.30, Senin (26/9/2016), deklarasi harta mendekati Rp 2.000 triliun, tepatnya Rp 1.939 triliun. Dari total deklarasi harta yang masuk, sebanyak Rp 98,7 triliun direpatriasi alias dibawa kembali ke Indonesia.

"Ini kan memang karena ada repatriasi Rp 100 triliun, ini membuat rupiah positif. Apalagi deadline periode pertama kan September jadi masih akan banyak yang masuk," ujarnya kepada detikFinance, Selasa (27/9/2016).

David menjelaskan, selain dari program tax amnesty, penguatan rupiah juga didorong oleh kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, di mana angka inflasi tetap terjaga di level yang baik.

"Fundamental ekonomi kita juga baik, inflasi rendah, yield turun jadi banyak yang masuk ke aset rupiah," ucap dia.

Sementara dari sisi global, David menjelaskan, penundaan kenaikan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) cukup ampuh menekan dolar AS.

"Data-data AS nggak begitu baik, penundaan suku bunga Fed membuat dolar AS turun, semalam rilis data penjualan perumahan AS turun, bursanya turun, nanti malam juga akan ada rilis PDB AS, kalau jelek, dolar turun lagi, perkiraan kita sih PDB AS masih stagnan," pungkasnya.





Credit  detikFinance

Dolar AS September Tahun Lalu Rp 14.700, Sekarang Rp 12.900



Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) hari ini lengser dari kisaran Rp 13.000. Setahun lebih mata uang Paman Sam bertengger di level tersebut.

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (27/9/2016), dolar AS pagi tadi sudah melemah ke Rp 13.025 dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.033.

Perlahan tapi pasti, The Greenback terus bergerak turun dan meninggalkan level Rp 13.000 dan menembus level terendahnya hari ini di Rp 12.936.

Pada September tahun lalu, dolar AS berada di posisi puncak dengan nilai tukar Rp 14.730, tepatnya pada 29 September 2015. Penguatan dolar AS ini sejalan dengan naiknya suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada waktu itu.

Jika membandingkan posisi tertinggi tahun lalu pada periode 29 September 2015 ke 27 September 2016 maka dolar AS sudah turun 12,2% dalam waktu satu tahun.




Credit  detikFinance


Dana WNI Rp 102 T di Luar Negeri 'Pulang Kampung'


Dana WNI Rp 102 T di Luar Negeri Pulang Kampung
Foto: Rachman Haryanto

Jakarta - Menurut data statistik tax amnesty Direktorat Jenderal (Ditjen Pajak), http://pajak.go.id/statistik-amnesti, hingga pukul 11.30, Selasa (27/9/2016), total dana yang telah direpatriasi (dibawa pulang) ke Indonesia mencapai Rp 102 triliun. Data ini berdasarkan total Surat Pernyataan Harta (SPH) yang masuk ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak hingga Selasa siang ini (26/9/2016).

Komposisi harta berdasarkan SPH yang masuk adalah deklarasi harta dalam negeri mencapai Rp 1.353 triliun. Sedangkan deklarasi harta luar negeri mencapai Rp 553 triliun. Dari total deklarasi harta yang masuk, sebanyak Rp 102 triliun direpatriasi alias dibawa kembali ke Indonesia.

Sedangkan komposisi uang tebusan berdasarkan SPH yang diterima Ditjen Pajak, mencapai Rp 48 triliun. Mayoritas uang tebusan berasal dari wajib pajak (WP) orang pribadi non UMKM.

Uang tebusan WP orang pribadi non UMKM mencapai Rp 42 triliun. Kemudian, uang tebusan dari WP badan non UMKM sebesar Rp 4,29 triliun.

Berikutnya, uang tebusan dari WP orang pribadi UMKM sebesar Rp 1,64 triliun, dan WP badan UMKM Rp 57,9 miliar. Sedangkan realisasi uang tebusan yang sudah dibayar ke bank berdasarkan Surat Setoran Pajak (SSP), mencapai Rp 62 triliun.

Berdasarkan data statistik tersebut, jumlah surat pernyataan harta yang masuk mencapai 162.977. Sedangkan total surat pernyataan harta yang masuk sampai dengan bulan ini mencapai 185.160.

Program tax amnesty bergulir sejak Juli 2016 dan berakhir pada 31 Maret 2017. Melalui tax amnesty, pemerintah menargetkan ada tambahan penerimaan negara sebanyak Rp 165 triliun dari uang tebusan yang masuk.




Credit  detikFinance






Tax Amnesty RI Jadi Salah Satu Tersukses di Dunia, Ini Datanya



Tax Amnesty RI Jadi Salah Satu Tersukses di Dunia, Ini Datanya
Foto: Eduardo Simorangkir

Jakarta - Periode pertama program pengampunan pajak atau tax amnesty tinggal menghitung hari dan akan berakhir 30 September 2016. Dalam 3 bulan terakhir, program tax amnesty ternyata cukup menarik banyak peminat. Uang ribuan triliun rupiah dari deklarasi dan ratusan triliun dari repatriasi mengalir deras masuk ke dalam negeri. Saking derasnya dana yang masuk membuat dolar AS keok ke level Rp 12.936.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) David Sumual menyebutkan, program tax amnesty di Indonesia merupakan salah satu yang tersukses di dunia. Lihat saja, dalam rentang waktu 3 bulan saja, uang ribuan triliun rupiah sudah terkumpul. Dari dana repatriasi saja, bahkan sudah mencapai lebih dari Rp 100 triliun. Ini merupakan angka yang cukup tinggi.

"Tax amnesty kita bisa dibilang jadi tersukses di dunia," ucap David kepada detikFinance, Selasa (27/9/2016).

Sebagai perbandingan, David menyebutkan, negara-negara lain yang pernah menerapkan program tax amnesty hanya mampu mencatatkan pendapatan dari tax amnesty tidak lebih dari 1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kecuali Argentina yang mencapai 1,5% dari PDB. Misalnya India hanya 0,6% dari PDB, Italia 0,1% dari PDB, New Zealand di bawah 1% dari PDB, begitu juga dengan Irlandia, dan Turki di bawah 1% dari PDB.

"Kita termasuk sukses. Dana dari program tax amnesty terkumpul ribuan triliun rupiah, repatriasi ratusan triliun. Kita goverment revenue dari tax amnesty masuk di atas 1%," sebut dia.

Sementara khusus untuk repatriasi saja, kata David, Indonesia juga termasuk menjadi yang tersukses di dunia setelah Italia.

"Repatriasi Italia sampai 3,5% terhadap PDB, negara-negara lainnya kurang dari 1%, kita mendekati 2% dari PDB untuk dana repatriasi, padahal kita baru jalan 2-3 bulan, ini masih berjalan, jadi kita lebih tinggi dari semua," tandasnya.





Credit  detikFinance





Ditemukan Anaconda Berbobot 400 Kg, Ular Terbesar Sedunia?

 
CB, Altamira - Seekor ular sepanjang 10 meter ditemukan di sebuah lokasi pembangunan di utara Brasil.
Reptil raksasa yang memiliki berat sekitar 400 kilogram itu ditemukan oleh para pekerja bangunan setelah adanya ledakan dalam gua di Altamira, Para.
Dikutip dari Daily Mail pada Senin (26/9/2016), rekaman video oleh seorang pekerja menunjukkan betapa besarnya hewan itu. Diameter tubuhnya kira-kira 1 meter.
Dalam video, terlihat anakonda tersebut dirantai ke sebuah alat derek dan kemudian diangkat sehingga menampakkan perutnya yang berbintik kuning.
Sejumlah pemirsa memberi komentar yang menyayangkan dirantainya hewan itu dan dugaan telah membunuh hewan itu, bukannya malah ditinggalkan saja di habitat alamiahnya.
Namun demikian, sebenarnya tidak jelas apakah hewan itu hidup atau mati.
Seorang netizen menuliskan, "Saya tidak yakin ini sungguhan, tapi, jika memang benar, memalukan sekali orang yang membunuhnya! Ular sebesar itu mungkin umurnya panjang sekali, tapi dibunuh hanya untuk beberapa foto? Sia-sia…"
Sementara itu, rekor The Guinness World Record menyebutkan ular terbesar di penangkaran masih dipegang oleh Medusa, seekor ular di Kansas City, Amerika Serikat. Medusa memiliki panjang sekitar 7,5 meter.
Lokasi pembangunan tempat ditemukannya ular tersebut ada di kompleks bendungan Belo Monte yang membendung sungai Xingu.
Setelah tuntas, bendungan tersebut akan menjadi bendungan terbesar ke empat setelah bendungan Tiga Ngarai di China.




Credit  Liputan6.com