Goliat dan pasukan sudah membunuh banyak pasukan TNI dan Polri.
Ilustrasi bendera OPM. (Banjir Ambarita/Papua)
CB - Setelah bertahun-tahun diburu,
akhirnya panglima tertinggi organisasi Papua Merdeka (OPM), Jenderal
Goliat Tabuni menyerahkan diri ke Tentara nasional Indonesia (TNI).
Kepala
Staf TNI angkatan darat, Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Jenderal
Goliat Tabuni menyerahkan diri bersama 23 orang prajuritnya.
Dalam
penyerahan diri itu, Jenderal Goliat mengajukan beberapa permintaan
kepada TNI, di antaranya, minta dibuatkan rumah adat Honai dan dibuatkan
sebuah markas Koramil TNI.
"Kami akan berusaha memenuhi
permintaan untuk membangun rumah adat, tapi untuk markas Koramil akan
dipertimbangkan lebih dulu," kata Jenderal Gatot Nurmantyo, Selasa, 24
Maret 2015 di Jakarta.
Goliat Tabuni resmi menjabat sebagai panglima tinggi OPM sejak 11 Desember 2012 melalui konferensi tingkat tinggi OPM di Papua.
Goliat
dan pasukannya selama ini dikenal sangat kejam dan berdarah dingin.
Tercatat sejak tahun 2004 lalu, ia dan pasukannya telah membunuh pasukan
TNI dan juga Polri serta merampas senjata.
Credit
VIVA.co.id
Ingin Kembali Jadi Warga RI, Puluhan Anggota OPM Turun Gunung
KOMPAS.com
Kepala Staf Kodam XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Tatang Sulaiman
(kanan), bersalaman dengan perwakilan 23 anggota TPN-OPM Tingginambut.
JAYAPURA, CB – Puluhan anggota anggota Tentara
Pembebasan Nasional/ Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang bermarkas
di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua menyatakan
keinginan untuk turun gunung kembali menjadi warga Indonesia. Mereka
ingin hidup normal berbaur dengan saudara mereka lainnya.
Hal
tersebut disampaikan 23 orang yang menjadi perwakilan TPN/OPM di wilayah
Tingginambut kepada Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XVII
Cenderawasih, Brigjen TNI Tatang Sulaiman beserta rombongan di Distrik
Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (23/3/2015) kemarin.
Menurut
Tatang, alasan pengikut Goliat Tabuni turun gunung karena merasa
pembangunan sudah masuk ke daerah mereka. “Pada dasarnya mereka
merindukan hidup pada tatanan aman dan nyaman,” kata Tatang kepada
wartawan di Jayapura melalui telepon selulernya.
Mereka juga
berharap, untuk dibangunkan honai (rumah) dan tetap mempertahankan
komandan Pos Ramil yang memberi perhatian kepada mereka. “Mereka
ditampung di penginapan sementara dan untuk permintaan mereka, akan
dikomunikasikan dengan Bupati Puncak Jaya untuk membangun perumahan,”
ungkap Tatang.
Tinjau pos TNI di Pegunungan Tengah Papua
Sebelumnya,
rombongan Kasdam XVII Cenderawasih meninjau Pos TNI dari Kabupaten
Jayawijaya, Tolikara dan Puncak Jaya, sejak Minggu (22/3/2015) kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, menurut Tatang, pihaknya ingin melihat
kesiapan pasukan dan kondisi pos TNI dan rute perjalanan dari Kabupaten
Jayawijaya, Tolikara, dan Puncak Jaya.
“Peninjauan ini untuk
pemetaan wilayah menghadapi berbagai kerawanan di daerah tersebut.
Selain itu untuk mengetahui alat transportasi yang pas untuk pengiriman
pasukan dan logistik,” kata Tatang.
Tatang mengatakan, kehadiran
mereka akan menambah moril pasukan dan sekaligus untuk mendengar
langsung persoalan yang dihadapi prajurit di lapangan. Ada beberapa
permasalahan yang dihadapi prajurit TNI di Pegunungan Tengah seperti
kondisi medan yang ekstrim (dingin) serta kendala peralatan komunikasi.
“Ini akan menjadi masukan untuk Kodam XVII Cenderawasih dan akan
dilaporkan kepada pimpinan,” tegas Tatang.
Credit
KOMPAS.com
Panglima Papua Merdeka dan 23 Pengikutnya Menyerahkan Diri
Mereka kembali ke pangkuan NKRI atas inisiatif sendiri.
Goliat Tabuni (kanan). (www.majalahselangkah.com)
CB - Panglima tertinggi Organisasi
Papua Merdeka (OPM), Jenderal Goliat Tabuni, akhirnya menyerahkan diri
ke TNI. Goliat Tabuni yang selama ini bermarkas di Tingginambut, Puncak
Jaya, Papua, menyerahkan diri bersama 23 pengikutnya.
Kepala staf
daerah militer (Kasdam) XVII Cenderawasih, Brigjen Tatang Sulaiman
mengatakan, Goliat Tabuni dan pengikutnya memilih menyerahkan diri dan
kembali ke pangkuan NKRI atas kesadarannya sendiri.
"Mereka
ingin hidup layak seperti masyarakat Indonesia lainnya, sehingga
menyerahkan diri Minggu (22/3) kemarin," ujar Brigjen Tatang, Senin 23
Maret.
Goliat Tabuni dan para pengikutnya serta anak istri,
lanjut Kasdam, menyampaikan keinginan untuk dibangunkan Honai (rumah
adat Papua) sebagai tempat tinggal.
"Mereka minta dibangunkan tempat tinggal dan juga meminta dibangunkan Markas Koramil di Tingginambut," katanya.
Menyikapi
permintaan itu, Kasdam mengatakan akan menyampaikannya kepada
pemerintah Kabupaten Puncak Jaya. "Kami akan sampaikan keinginan mereka
kepada pemerintah, sedangkan mengenai Markas Koramil, akan menjadi
pertimbangkan Kodam," ujar dia.
Goliat Tabuni selama ini memang
dikenal sebagai Panglima OPM. Ia resmi mendaulat sematan Panglima OPM
sejak 11 Desember 2012 melalui Konferensi Tingkat Tinggi OPM. Wakilnya
adalah Letjen Gabriel Melkizedek Awom, dan Kepala Staf TPN-OPM, Mayjen
Terianus Satto.
Berdasarkan catatan, sejak 2004, Goliat Tabuni cs
sudah banyak menewaskan anggota TNI-Polri serta merampas sejumlah
senjata. Mereka selama ini dikenal sebagai kelompok separatis sadis yang
tak segan membunuh sasarannya.
Credit VIVA.co.id