Kamis, 03 Januari 2019

Presiden Baru Brasil Jair Bolsonaro Resmi Dilantik


Presiden baru Brasil Jair Bolsonaro dan istrinya, Michelle Bolsonaro menyapa para pendukungnya saat memberikan sambutan di Planalto Palace, di Brasilia, Brasil, 1 Januari 2018. Bolsonaro mengalahkan kandidat dari partai pekerja kiri tengah, Fernando Haddad yang meraih 44,8 persen suara. REUTERS/Sergio Moraes
Presiden baru Brasil Jair Bolsonaro dan istrinya, Michelle Bolsonaro menyapa para pendukungnya saat memberikan sambutan di Planalto Palace, di Brasilia, Brasil, 1 Januari 2018. Bolsonaro mengalahkan kandidat dari partai pekerja kiri tengah, Fernando Haddad yang meraih 44,8 persen suara. REUTERS/Sergio Moraes

CB, Jakarta - Presiden baru Brasil, Jair Bolsonaro, resmi dilantik pada Selasa 1 Januari dan menandakan peralihan dari kekuasaan sosialisme ke pemerintahan sayap kanan.
Dalam pidato pelantikannya, Bolsonaro bersumpah untuk membasmi korupsi, kejahatan dan kesemerawutan ekonomi yang telah menyelimuti negara Latin Amerika terbesar, menurut laporan Reuters, dikutip pada 2 Januari 2019.

Bolsonaro, 63 tahun, adalah mantan kapten di kesatuan terjun payung, memulai karir politik sebagai anggota legislatif selama 7 tahun. Dia memuji kediktatoran militer Brasil selama 1964-1985. Namun selama pidato pertamanya sebagai presiden, Bolsonaro berjanji akan mematuhi prinsip demokrasi, setelah pernyataan kontroversialnya melawan media dan pesaing politik, yang membuatnya mendapat julukan Donald Trump dari negeri tropis atau Trump versi Latin."Ini adalah awal dari kebebasan Brasil dari sosialisme, kebenaran politik dan birokrasi semerawut," kata Bolsonaro.

Presiden baru Brasil Jair Bolsonaro memberi isyarat setelah menerima selempang kepresidenan dari mantan Presiden Michel Temer di Istana Planalto, di Brasilia, Brasil 1 Januari 2019. Terpilih sebagai Presiden, Bolsonaro janji memberantas korupsi, kejahatan dan mengatasi ekonomi yang memburuk. REUTERS/Sergio Moraes
Bolsonaro menjadi presiden sayap kanan pertama Brasil sejak masa kediktatoran, setelah masa-masa kampanyenya dipenuhi retorika politik kontroversial namun berhasil menyabet dukungan rakyat Brasil dalam pemilu Oktober lalu.

Kemenangan Bolsonaro mencerminkan ketidakpuasan rakyat terhadap situasi politik, skandal korupsi, kemunduran ekonomi dan kejahatan di Brasil yang tidak mampu ditangani oleh pemerintahan sosialis.
Presiden baru Brasil Jair Bolsonaro menyapa para pendukung bersama istrinya dari atas mobil, menjelang dilantik sebagai Presiden Brasil di Brasilia, Brasil 1 Januari 2019. Kandidat presiden dari partai kanan Jair Bolsonaro memenangkan pemilihan presiden, pilpres, Brasil dengan meraih 55,3 persen suara dalam penghitungan suara resmi pada hari Minggu, 28 Oktober 2018. REUTERS/Ricardo Moraes





Sebuah insiden sempat membuatnya dirawat selama berminggu-minggu setelah ditikam saat berkampanye. Untuk antisipasi, Kepolisian Brasil mengerahkan 10 ribu personil bersama tentara di jalan kota Brasilia, di mana Bolosnaro dan istrinya naik Rolls Royce beratap terbuka ke gedung Kongres.

"Kita mempunyai tantangan besar sebagai imbas krisis ekonomi, menghadapi distorsi hak asasi manusia dan kita harus mengakhiri pikiran yang membela para penjahat dan mengucilkan polisi," tegas Jair Bolsonaro dalam pidato pelantikan yang berapi-api.




Credit tempo.co