Selasa, 04 Desember 2018

Pejabat Intelijen Inggris Klaim Putin Perintahkan Bunuh Skripal



Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap-siap mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap-siap mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

CB, Jakarta - Pejabat intelijen Inggris mengklaim peracunan mantan perwira keamanan Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, seolah-olah disetujui oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut laporan CNN, sumber dari intelijen Inggris mengklaim bahwa operasi diperintahkan di atas wewenang GRU dan bisa ditebak apa artinya itu, seperti dilansir dari Sputniknews, 2 Desember 2018.

Tuduhan yang belum dikomentari oleh Rusia atau Inggris, muncul setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mempertanyakan keberadaan Sergai Skripal dan putrinya yang meyakini pemerintah Inggris dan intelijennya menyembunyikan sesuatu.
"Di mana Yulia Skripal, dan di mana ayahnya, ini adalah pertanyaan utama kami hari ini. Mereka belum muncul ke publik selama berbulan-bulan," kata Lavrov.


Mantan Intelijen Rusia dan MI6, Kolonel Sergei Skripal, sekarat di rumah sakit di Inggris karena terpapar zat misterius [SKY NEWS]
Lavrov juga mengatakan baru-baru ini sebuah film dokumenter BBC tentang penyelidikan kasus Skripal telah ditayangkan, tetapi tidak satu kata pun telah dikatakan tentang mereka dalam dokumenter tersebut.

Kedutaan Rusia di London telah mengirim surat resmi ke Kantor Luar Negeri Inggris untuk meminta informasi tentang Skripal. Kedutaan juga menyampaikan pemerintah Rusia untuk menuntut pemerintah Inggris memberikan informasi rinci tentang insiden Skripal, memberikan akses konsuler kepada warga Rusia dan memulai penyelidikan gabungan.
Dokumen itu menekankan bahwa Inggris telah secara terang-terangan melanggar aturan internasional dengan mengabaikan hak vested Rusia untuk mendapatkan informasi mengenai warganya yang telah ditahan secara terpisah di sebuah lokasi yang dirahasiakan, kata kedutaan besar Rusia.

Sergei Skripal, 66 tahun, dan putrinya Yulia, 33 tahun, dalam kondisi kritis di rumah sakit saat ini.l [Rex Features]
Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, menyayangkan Inggris yang menolak proposal Rusia yang mengajak bekerja sama dengan Inggris untuk menyelesaikan kasus Skripal.

"Kami tidak bertemu dengan timbal balik, dan kami tidak memiliki informasi tentang apa yang terjadi di Salisbury. Kami tidak memiliki informasi tentang agen apa yang digunakan, berapa banyak jumlahnya, berapa volumenya, kami tidak punya informasi tentang siapa yang diracuni, apa yang terjadi pada mereka, di mana mereka menghilang, dll, "Peskov menekankan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Theresa May menuduh badan intelijen militer Rusia, GRU, mendalangi peracunan Skripal atas perintah pihak berwenang Rusia.
Inggris dan sekutunya menuduh Rusia telah merencanakan misi pembunuhan Skripal menggunakan racun saraf A234, yang disangkal oleh Putin.




Credit  tempo.co