Senin, 03 Desember 2018

Iran Luncurkan Kapal Penghancur Siluman Sahand



Kapal Penghancur Siluman Sahand buatan Iran. The Iran Project
Kapal Penghancur Siluman Sahand buatan Iran. The Iran Project

CBDubai – Angkatan Laut Iran meluncurkan kapal penghancur buatan domestik, yang diklaim memiliki kemampuan menghindari deteksi radar.

 
Kapal Penghancur Sahand ini, yang dapat berlayar selama 5 bulan tanpa mendapat suplai, memperkuat AL Iran dan berpangkalan di Bandar Abbas di Teluk.
Kapal Sahand memiliki dek untuk tempat pendaratan helikopter, peluncur torpedo, anti-pesawat dan anti-kapal senjata, rudal dari darat ke darat dan darat ke udara, serta kemampuan melakukan perang elektronik atau electronic warfare.

 
“Kapal ini merupakan hasil dari desain kreatif dan berani dengan mengadalkan pengetahuan teknis lokal dari AL Iran. Kapal ini memiliki kemampuan siluman,” kata Wakil Laksamana Alireza Sheikhi, yang mengepalai galangan kapal AL untuk pembuatan kapal itu, seperti dilansir kantor berita IRNA dan dilansir Reuters pada 1 Desember 2018.
Peluncuran kapal penghancur ini terjadi di tengah menghangatnya hubungan AS dan Iran terkait sanksi ekonomi yang dialami negeri mullah ini. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, seperti dilansir Aljazeera, mengenakan kembali sanksi ekonomi kepada Iran setelah menyatakan diri keluar dari perjanjian internasional, yang didukung lima negara besar lainnya seperti Prancis, Inggris, Jerman, Cina dan Rusia.

 
Iran meluncurkan kapal penghancur buatan lokal pertama pada 2010 sebagai bagian dari program memperbarui kemampuan AL, yang kebanyakan berasal dari era sebelum revolusi Islam Iran pada 1979. Kebanyakan teknologi kapal Iran merupakan buatan AS.

Iran juga telah mengembangkan industri senjata domestik berukuran besar di tengah ancaman sanksi dari AS, yang membuatnya kesulitan untuk mengimpor senjata canggih dari negara lain. Sebagian industri ini dibangun di dalam bunker di bawah gunung untuk menghindari serangan rudal terpandu.

 
“Diantara tujuan kami dalam waktu dekat adalah mengiri dua hingga tiga kapal dengan helikopter khusus ke Venezuela di Amerika Selatan dalam misi yang berlangsung lima bulan,” kata Wakil Laksamana Touraj Hassani Moqaddam, yang merupakan deputi komandan AL Iran, kepada media Mehr.
Dalam pertemuan dengan militer Iran pada pekan lalu, pemimpin tertinggi Ayatullah Ali Khamenei mengatakan Iran harus meningkatkan kemampuan militernya dan kesiapan untuk menghalau musuh.




Credit  tempo.co