Jumat, 09 November 2018

Damaskus: Tidak Ada Tempat bagi Pasukan Asing di Suriah


Damaskus: Tidak Ada Tempat bagi Pasukan Asing di Suriah
Militer Suriah menegaskan, tidak ada tempat bagi pasukan asing di Suriah, terlebih untuk pasukan Amerika Serikat (AS), yang masuk ke Suriah tanpa izin Damaskus. Foto/Reuters

DAMASKUS - Militer Suriah menegaskan, tidak ada tempat bagi pasukan asing di Suriah, baik itu untuk pasukan Turki, terlebih untuk pasukan Amerika Serikat (AS), yang masuk ke Suriah tanpa izin Damaskus.

"Mereka yang percaya bahwa Suriah akan meninggalkan sebidang tanahnya di bawah kendali Turki, AS atau beberapa kekuatan lain harus berpikir lagi," kata kepala biro politik militer Suriah, Brigjen Hasan Ahmad Hasan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (8/11).

Dia mencatat bahwa Damaskus memiliki hak untuk melawan kehadiran militer AS dan anggota lain dari koalisi internasional dengan berbagai cara yang memungkinkan.

"Koalisi pimpinan AS adalah yang memimpin ISIS dan mengendalikan kegiatannya. Satu-satunya fakta yang telah terbukti di seluruh dunia adalah bahwa AS dan pendukungnya tidak memerangi terorisme, mereka hanya berpura-pura bahwa mereka terlibat dalam perlawanan diri atau melalui Pasukan Demokrat Suriah (SDF)," ucapnya.

Menurutnya, dukungan Washington untuk teroris di Suriah telah dibuktikan oleh informasi, di mana menurut Hassan anggota ISIS telah dievakuasi dari zona tempur oleh pesawat AS.

Hasan juga menekankan, Damaskus akan merebut kembali kota Afrin di Suriah utara, yang terletak di dekat perbatasan Suriah-Turki dan saat ini dikendalikan oleh pasukan Turki, baik melalui cara-cara politik atau melalui militer.

"Suriah akan berhasil merebut Afrin, dan tidak hanya Afrin, kembali di bawah kendali pemerintah, baik melalui proses politik yang bagus atau proses miiter. Dan jika tidak ada opsi yang tersisa pada akhirnya, tentara (Suriah) tidak akan berdiam diri ketika situasi berakhir dalam kebuntuan," ujarnya.

Dia lalu menekankan campur tangan militer Turki melanggar hukum internasional, dan menyatakan bahwa Ankara juga mengizinkan sejumlah besar teroris masuk ke Suriah melalui perbatasan kedua negara.




Credit  sindonews.com