Jumat, 12 Oktober 2018

Iran Tak Diusir, AS Tolak Bantu Pemulihan Pascaperang Suriah


Iran Tak Diusir, AS Tolak Bantu Pemulihan Pascaperang Suriah
Ilustrasi (AFP PHOTO / OMAR HAJ KADOUR)


Jakarta, CB -- Amerika Serikat akan menolak memberikan bantuan rekonstruksi pasca perang ke Suriah jika Iran tidak angkat kaki dari negara itu. Hal ini memperpanjang alasan keterlibatan AS dalam konflik di Suriah.

Menteri Luar N egeri AS Mike Pompeo berjanji akan mendorong secara agresif untuk melawan Iran di Timur Tengah. Dirinya juga menganggap bahwa Suriah adalah medan pertempuran yang menentukan. Hal ini disampaikan ketika ia berbicara kepada kelompok pro Israel.

"Tanggung jawab untuk mengusir Iran dari negara itu jatuh pada pemerintah Suriah dan memegang tanggung jawab atas kehadirannya disana," kata Pompeo kepada Institut Yahudi untuk Keamanan Nasional Amerika.



"Jika Suriah tidak menjamin penarikan total pasukan yang didukung Iran, itu tidak akan menerima satu dolar pun dari AS untuk rekonstruksi," kata dia menambahkan.

Pidato Pompeo juga memberikan penjelasan resmi mengapa AS terlibat dalam perang sipil Suriah yang hampir menewaskan 365 ribu orang sejak 2011.

Mantan presiden AS, Barack Obama mengesahkan aksi militer dengan tujuan untuk membasmi kelompok ISIS yang memberikan serangan mengerikan di Suriah dan Barat.

AS memiliki 2.000 pasukan di Suriah terutama untuk melatih dan memberi saran kepada pasukan selain ISIS yang sedang berjuang untuk menggulingkan presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Pompeo mengakui bahwa Assad menjadi lebih kuat berkat bantuan dari Iran dan Rusia. Dirinya mengatakan bahwa mengalahkan ISIS merupakan prioritas baru.

"Mengalahkan ISIS dulunya jadi fokus utama kami, sekarang jadi prioritas. Tetapi, sekarang akan bergabung dengan dua tujuan yang saling menguatkan lainnya," kata dia.

"Ini termasuk resolusi politik damai untuk konflik Suriah dan penghapusan seluruh pasukan yang didukung Iran dari Suriah," kata dia menambahkan.


Ancaman pendanaan AS tidak membuat dampak langsung di Suriah.

Pada Agustus lalu Trump menarik AS keluar dari rekonstruksi jangka pendek Suriah dengan menangguhkan $230 juta (Rp 3 triliun) setelah sekutu Arab membuat janji mereka sendiri.

Namun, pidato Pompeo menjadi sebuah tanda baru bahwa AS tidak meninggalkan Suriah dalam waktu dekat, setelah Trump berpikir mengenai penarikan pasukan.

Pada bulan lalu, penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton mengatakan bahwa pasukan AS akan tetap disana selama pasukan Iran berada di luar perbatasan Iran.




Credit  cnnindonesia.com