Rabu, 08 Februari 2017

Akankah ‘Perang Bintang’ Antara Rusia-AS Terjadi dalam Waktu Dekat?


 
Rusia sedang mengembangkan rudal dan sistem laser yang dapat menghancurkan satelit Amerika di orbit Bumi rendah (bahasa Inggris: low Earth orbit/LEO), kata kepala Komando Strategis AS (STRATCOM). Namun demikian, para pakar militer Rusia mengatakan bahwa ‘perang bintang’ yang melibatkan senjata laser tak akan terjadi dalam waktu dekat.
 
 aerospace defense
Pada pertengahan 1970-an, Uni Soviet melakukan penelitian untuk mengembangkan senjata laser. Hasil riset ini kemudian menghasilkan A-60, sebuah laboratorium terbang eksperimental dengan laser yang dipasang pada pesawat Il-76. Sumber: Vladislav Belogrud/RIA Novosti
Rusia sedang mengembangkan sistem rudal dan laser untuk melumpuhkan satelit AS, kata Kepala STRATCOM Jenderal John Hyten. Karena itu, AS perlu mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk mengatasi ancaman ini, ungkap sang jenderal meyakini.
“Kita harus mencegah perangai buruk di luar angkasa dan kita juga perlu mencegah terjadinya konflik di luar angkasa,“ kata Jenderal Hyten yang secara khusus menyebutkan bahwa Tiongkok dan Rusia sedang menciptakan senjata yang dapat menyasar target di orbit Bumi rendah (LEO) dan disebarkan di permukaan Bumi.
Satelit-satelit Amerika di wilayah LEO sangat rentan terhadap ancaman ini dan Washington harus mengambil tindakan untuk mengamankan mereka, kata Jenderal Hyten tanpa memerinci langkah-langkah apa yang perlu diambil. Sang jenderal adalah orang yang bertanggung jawab atas arsenal nuklir Amerika, operasi ruang angkasa, pertahanan rudal, dan perang siber.
Viktor Murakhovsky, pemimpin redaksi majalah Arsenal Otechestva, mengatakan bahwa Hyten sedang mencoba untuk menakut-nakuti wajib pajak Amerika dengan isu ancaman Rusia yang baru demi mendapatakan lebih banyak uang untuk proyek-proyek militer.

Laser Soviet

“Pada pertengahan 1970-an, Uni Soviet melakukan penelitian untuk mengembangkan senjata laser. Hasil riset ini kemudian menghasilkan A-60, sebuah laboratorium terbang eksperimental dengan laser yang dipasang pada pesawat Il-76,” kata Murakhovsky.
Sayangnya, program ini dinyatakan gagal dan kementerian pertahanan menutup proyek ini pada awal 1990-an. Pada pertengahan 2000-an, proyek ini kembali dilanjutkan. Namun, hingga kini tak ada yang bisa diketahui karena program ini diklasifikasikan sebagai rahasia negara.
“Hingga kini, berbagai proyek senjata laser masih dalam tataran fiksi ilmiah. Baik Rusia maupun Amerika Serikat belum memiliki sumber energi yang memadai untuk menggerakkan sistem ini di Bumi ataupun di luar angkasa,” kata Dmitry Safonov, seorang analis militer Izvestia.

Sistem Rudal Baru

Namun demikian, baik sistem rudal Rusia maupun Amerika sebenarnya sama-sama mampu menghancurkan sasaran di LEO. Kolonel (Purn.) Viktor Litovkin, seorang pakar militer TASS, mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal yang dikerahkan di luar kota Moskow mampu menghancurkan sasaran di orbit Bumi rendah dan merupakan salah satu proyek negara yang paling dirahasiakan.
“Jika diperlukan, para perancang Rusia dan Amerika bisa meningkatkan kemampuan sistem pertahanan rudal baik yang ada saat ini maupun di masa depan supaya mereka dapat menghancurkan target di orbit Bumi rendah,” kata Litovkin. “Pada 2018, Almaz-Antey, perusahaan pertahanan milik negara, akan mengeluarkan sistem pertahanan udara terbaru S-500 yang akan mampu menghancurkan target musuh pada ketinggian itu.”

Traktat Luar Angkasa

Para analis militer menilai pernyataan jenderal AS sebagai upaya untuk memulai militerisasi ruang angkasa. Namun, hal ini tentu saja akan berbenturan dengan hukum. Pada 1967, Washington dan Moskow menandatangani dan meratifikasi perjanjian demiliterisasi luar angkasa, yang dikenal sebagai Traktat Luar Angkasa.
Traktat Luar Angkasa (secara resmi disebut Traktat mengenai Asas-Asas yang Mengatur Aktivitas Negara-negara dalam Penjelajahan dan Penggunaan Luar Angkasa, termasuk Bulan dan Benda Langit Lainnya) adalah traktat yang menjadi dasar hukum luar angkasa. Traktat ini ditandatangani pada 27 Januari 1967 dan mulai berlaku pada 10 Oktober 1967. Pada Mei 2013, 102 negara telah meratifikasi traktat ini, sementara 27 lainnya telah menandatanganinya, tapi belum meratifikasinya.
Perjanjian internasional ini melarang kedua negara menyebarkan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya di orbit Bumi. Namun demikian, penyebaran sistem senjata konvensional tetap diperbolehkan.
Hingga kini, tak satu pun dari negara-negara yang menandatangani dan meratifikasi perjanjian tahun 1967 ini mengerahkan sistem semacam itu di ruang angkasa.




Credit  RBTH Indonesia





Konflik Wilayah Sengketa, China 'Sentil' AS Lupa Sejarah


Amerika jangan pernah meninggalkan sejarah Perang Dunia II.
Konflik Wilayah Sengketa, China 'Sentil' AS Lupa Sejarah
China gelar latihan di Laut China Selatan. (REUTERS / Stringer)

CB – Amerika Serikat perlu 'membersihkan' sejarah tentang Laut China Selatan. Perjanjian yang tertera usai Perang Dunia II menyebutkan bahwa seluruh wilayah China yang diambil oleh Jepang harus dikembalikan ke China atas bantuan AS.
Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, di Canberra, Australia. "Amerika jangan pernah meninggalkan sejarah Perang Dunia II. Ini untuk memperjelas masalah di wilayah sengketa," kata Wang, seperti dikutip situs Reuters, Rabu, 8 Februari 2017.
Menurut Wang, Deklarasi Kairo 1943 dan Deklarasi Postdam 1945 secara jelas menyatakan bahwa Jepang harus mengembalikan seluruh wilayah China setelah sebelumnya dijajah. Wilayah tersebut, dia melanjutkan, termasuk Kepulauan Nansha, atau lebih dikenal sebagai Kepulauan Spratly.
Kemudian, pada 1946, pemerintah China, dengan bantuan AS, secara terbuka dan sesuai hukum, resmi mengambil alih gugusan pulau karang di Kepulauan Nansha yang sebelumnya di bawah Jepang.
"Setelah itu, negara-negara tertentu di sekitar China menggunakan 'metode ilegal' untuk memasukkan beberapa pulau karang di Nansha, yang kemudian terjadilah apa yang disebut sengketa Laut China Selatan," ungkap Wang.
Oleh karena itu, China tetap berkomitmen untuk menggelar pembicaraan dengan negara-negara yang terlibat langsung, dan berdialog sesuai dengan fakta-fakta sejarah dan hukum internasional dalam penyelesaian sengketa dengan damai. "Dan, posisi kami tidak akan berubah,” tutur Wang.
Beijing mengklaim, jalur laut strategis yang memiliki sumber alam berupa hasil perikanan dan minyak serta gas ini, bersama dengan Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Brunei Darussalam. Pernyataan Wang ini menangkal tudingan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Senat AS, Tillerson mengatakan China seharusnya tidak diperbolehkan memiliki akses tunggal ke pulau-pulau yang bersengketa. Ia juga bersumpah untuk mempertahankan 'wilayah internasional' di perairan strategis.



Credit  VIVA.co.id







Pesawat China Saingan Airbus-Boeing Akan Terbang Perdana Tahun Ini


 
Pesawat China Saingan Airbus-Boeing Akan Terbang Perdana Tahun Ini Foto: Reuters



Beijing - Pesawat berbadan besar dan panjang buatan China akan terbang perdana pada semester I-2017 ini. Pesawat bernama C919 ini akan menjadi saingan dari Airbus dan Boeing.

Menurut surat kabar People's Daily, seperti dilansir dari AFP, Selasa (7/1/2017), pemasangan sistem di dalam pesawat tersebut hampir komplit.

C919 ini dibuat oleh BUMN China, yaitu Commercial Aircraft Corp of China (COMAC). Awalnya pesawat ini akan terbang perdana di 2015, namun mundur karena sertifikasi dan uji cobanya belum bisa dilakukan.

Bagi China, pesawat ini merupakan penyelesaian mandat negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap pesawat Airbus dan Boeing, dan bersaing di pasar pesawat komersial.

Pesawat C919 pertama ini dirakit pada November 2015. Para pekerja menghabiskan waktu setahun untuk merakit satu persatu bagian pesawat yang bermuatan 168 penumpang.

Pesawat China Saingan Airbus-Boeing Akan Terbang Perdana Tahun IniFoto: Reuters


Pesaing pesawat ini adalah Boeing 737 dan Airbus A320. Pada November 2016, COMAC menerima pesanan 570 unit pesawat C919 dari 23 pelanggan. China merupakan salah satu pasar terbesar pesawat terbang.

Menurut Airbus, dalam 20 tahun ke depan, negara ini membutuhkan sekitar 6.000 pesawat baru dengan nilai pesanan US$ 945 miliar. Boeing lebih optimistis, China bakal membutuhkan 6.800 unit pesawat dengan nilai US$ 1 triliun dalam 20 tahun ke depan.

Untuk bisa memenangi pemesanan pesawat, Airbus dan Boeing menggandeng perusahaan lokal dalam perakitan pesawat di China.




Credit  finance.detik.com




Petisi untuk Memakzulkan Donald Trump Tembus 650 Ribu Suara


 Petisi untuk Memakzulkan Donald Trump Tembus 650 Ribu Suara
Karakter Donald Trump dilihat dari tulisan tangannya by Reuters
 
CB, Washington—Petisi online dengan tajuk Impeach Trump Now untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menembus lebih dari 650 ribu suara.

Seperti dilansir Time, Rabu 8 Februari 2017, petisi yang dibuat oleh Free Speech for People  dan RootsAction, sejak Trump dilantik pada 20 Januari lalu, telah mencapai dukungan 655.363 suara pada Selasa waktu setempat.


 

“Presiden tidak berada di atas hukum. Kami tidak akan membiarkan Presiden Trump memperoleh keuntungan dari jabatan dengan taruhan demokrasi Amerika,” demikian pernyataan dari laman Impeach Trump Now.

Baru berkuasa selama dua pekan, Trump telah meloloskan sejumlah perintah eksekutif yang kontsroversial, termasuk larangan masuk bagi warga dari tujuh negara mayoritas Muslim pada 27 Januari lalu.

Gugatan dari sejumlah pihak membuat hakim federal membekakukan larangan ini pada 3 Februari.

Trump juga tercatat dalam sejarah sebagai presiden Amerika Serikat dengan tingak popularitas paling rendah.

Jajak pendapat yang dirilis Public Policy Polling menyebut 40 persen responden menginginkan Trump dilengserkan. Jumlah ini naik lima persen dari sepekan sebelumnya.

Namun, ia tidak dapat dimakzulkan hanya karena alasan ini.

Norman Solomon, salah satu pendiri organisasi RootsAction, mendesak Kongres untuk memulai proses pemakzulan. Salah satunya dengan alasan Trump telah melanggar Konstitusi.

“Ini adalah sebuah ujian penting bagi demokrasi Amerika. Sangat berbahaya jika seorang presiden melanggar Konstitusi,” tulis dia dalam opini di The Hill pada Senin lalu.

Tapi, desakan ini belum berhasil menggugah Kongres. Ketua Minoritas Kongres, Nancy Pelosi dari Demokrat menyebut Trump belum melakukan hal-hal yang membuatnya dapat dimakzulkan.

Meski Pelosi mengakui selama dua pekan berkuasa, Trump bertindak sangat gegabah.

“Saat dia melanggar hukum, (pemakzulan) mungkin terjadi. Tapi tidak saat ini,” ujar Pelosi menanggapi pernyataan dari Maxine Waters, koleganya di Kongres pada Senin lalu.



Credit  TEMPO.CO





Tinggal 30 Ekor, Panda Laut Segera Punah


 Tinggal 30 Ekor, Panda Laut Segera Punah
Vaquita, lumba-lumba kecil dari Teluk Meksiko. (naturalhistorymag.com)
 
CB, California -Porpoise terkecil di dunia semakin dekat menuju kepunahan. Saat ini hanya tersisa 30 vaquita porpoises. Lumba-lumba mini Vaquita dikenal juga sebagai “panda-nya laut” karena mata bulatnya yang istimewa dan panjangnya rata-rata 1,4 meter.

Sebuah laporan April tahun lalu menunjukkan populasi vaquita menurun hingga 92 persen sejak survei yang lengkap pada 1997. Keseluruhan populasinya tinggal di area kecil Teluk California, yang menjadi wilayah perikanan terpenting Meksiko. Di daerah ini juga terdapat banyak penangkapan ikan ilegal. Jika Meksiko tidak berusaha dan mengatur penangkapan ikan untuk menyelamatkan spesies itu, maka vaquita diperkirakan punah pada 2022.

Laporan terbaru yang dibuat Komite Internasional untuk Pemulihan Vaquita (CIRVA) akhir Januari silam menyebutkan, populasinya berkurang separuh lagi meski ada upaya-upaya dari pemerintah Meksiko menghentikan penggunaan gill net (jaring penangkap ikan yang digantung secara vertikal).

Pada 2015, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto mengerahkan angkatan laut untuk menghentikan illegal fishing, memperluas wilayah perlindungan vaquita dan memberlakukan larangan dua tahun terhadap pemakaian gill net. Drone juga dikerahkan dalam upaya perlindungan vaquita, tapi CIRVA menyatakan hal itu tidak cukup mengurangi kegiatan penangkapan ikan ilegal.

Vaquitas memiliki sangat sedikit pemangsa alami, sehingga berkurangnya populasi mereka sepenuhnya kesalahan intervensi manusia. Saat ini para ilmuwan mengajukan usaha terakhir untuk menyelamatkan vaquita. Mereka berupaya mendapatkan persetujuan pemerintah untuk menempatkan sejumlah mamalia itu dalam semacam keramba sehingga mereka bisa melakukan reproduksi dengan aman.

Credit  TEMPO.CO










Misi Jepang untuk Bersihkan Sampah Antariksa Gagal

 Misi Jepang untuk Bersihkan Sampah Antariksa Gagal  
Pengangkut kargo Kounotori 6 milik Jepang terbakar 6 Februari 2017. Foto: The Verge
 
CB, Tokyo - Badan Antariksa Jepang, JAXA, telah mengkonfirmasi kegagalan sebuah misi yang bertujuan menguji teknologi untuk membersihkan puing-puing di ruang angkasa.

“Pengangkut kargo Kounotori 6 kembali ke bumi dan terbakar di atmosfer pada Senin,” kata pejabat JAXA sebagaimana dikutip The Verge, Senin, 6 Februari 2017.

 

Meskipun segmen eksperimental dari misi itu gagal, Kounotori telah berhasil memberikan pasokan ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) setelah peluncuran pada Desember.

Kounotori 6 membawa penambat logam berukuran 700 meter yang dirancang untuk memperlambat sampah antariksa dan membawanya kembali ke Bumi dengan gaya elektromagnetik.

JAXA mengatakan ada masalah dengan mekanisme untuk melepaskan penambat, dan teknisi tidak dapat memperbaikinya. Ini kemunduran penting kedua yang menimpa JAXA dalam beberapa pekan terakhir setelah lembaga itu gagal untuk menempatkan roket SS-520-4 ke orbit bulan lalu.

Roket sepanjang sekitar 10 meter dan dengan diameter 50 sentimeter itu membawa sebuah satelit seberat 3 kilogram dan panjang 35 sentimeter untuk mengambil gambar Bumi dan mengumpulkan data lainnya. “Tahap pertama dari peluncuran roket itu dilakukan, tapi tidak untuk tahap yang kedua, setelah masalah komunikasi ditemukan,” ujar juru bicara JAXA.

NASA memperkirakan ada sekitar 500 ribu keping puing-puing yang berukuran di atas setengah inci di orbit rendah. Puing-puing itu memiliki bahaya potensial terhadap 780 satelit yang beroperasi di daerah tersebut.

ISS, misalnya, terlindung dari objek yang berukuran lebih dari setengah inci, tapi hanya dapat memantau potongan puing-puing yang lebih besar dari dua inci.





Credit  TEMPO.CO






Batan Bangun Iradiator Gamma, Tebal Tembok 2 Meter



 Batan Bangun Iradiator Gamma, Tebal Tembok 2 Meter
Pembangunan Iradiator Gamma di Puspitek Serpong, Banten, diresmikan oleh Menristekdikti, Muhammad Nasir. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
 
CB, Tangerang Selatan - Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Djarot Wisnubroto, mengatakan pihaknya sedang membangun Iradiator Gamma Merah Putih senilai Rp 76,7 miliar di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.


Menurut Djarot, Iradiator Gamma, berfungsi untuk meningkatkan kualitas dari komoditas produk industri dan kesehatan.


“Agar memiliki nilai tambah ekonomi, terutama komoditas yang akan diekspor, meliputi buah, ikan, rempah-rempah, bahan obat, bahan kosmetik, dan alat kesehatan,” kata Djarot, Selasa, 7 Februari 2107.




Peneliti Batan, Nada Marnada, mengatakan dengan Iradiator Gamma semua komoditas yang akan di ekspor ke negara lain bisa di sterilisasi dengan radiasi.


Bangunan Iradiator Gamma pada lahan seluas 2 hektare ini, kata Nada, sangat menunjang kebutuhan industri Indonesia ke negara lain.


Saat ini, Nada menambahkan, Indonesia baru ada satu unit Iradiator dengan kapasitas besar yang digunakan secara komersial. Iradiator bernama Re-Lion tersebut milik perusahaan asal Singapura berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi.


“Iradiator melayani jasa iradiasi, itu pun sudah kelebihan kapasitas,” ujar Nada.

Nada mengatakan, dalam sehari Iradiator Gamma Merah Putih akan mampu menghasilkan produk iradiasi sebanyak 30 ton.


Nada menjamin Iradiator Gamma aman, karena tembok dinding untuk proses iradiasinya saja setebal 2 meter, tebal atapnya 1,8 meter. “Agustus 2017 akan diresmikan dan siap untuk di komersilkan,” ujar Nada.

Keberadaan Iradiator Gamma, ujar Nada, ini diharapkan membantu peningkatan komoditas produk untuk di ekspor ke luar negeri.  “Agar komoditas awet tanpa bahan kimia dan mempunyai nilai jual yang tinggi,” kata Nada.




Barang yang akan diawetkan, kata dia, dimasukkan ke dalam alat iradiator dengan conveyor. “Kemudian barang tersebut dilewatkan sinar gamma dengan intensitas sesuai yang ditentukan. Setelah itu barang keluar melalui conveyor dan sudah diradiasi menjadi awet,” ucap Nada.


Pada prinsipnya, kata Nada, radiasi bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab kerusakan sebuah benda atau barang makanan.



Credit  TEMPO.CO













Rudal SM-3 IIA Mampu Hancurkan Rudal Balistik di Luar Angkasa

 Rudal SM-3 IIA Mampu Hancurkan Rudal Balistik di Luar Angkasa
Situs sputniknews.com, edisi 7 Februari 2017, menulis bahwa Amerika Serikat dan Jepang berhasil melakukan ujicoba rudal SM-3 IIA, yang merupakan penghancur rudal Balistik. SM-3 IIA sukses menghadang rudal balistik yang diluncurkan dari kapal perusak USS John Paul. raytheon.com

 Rudal SM-3 IIA Mampu Hancurkan Rudal Balistik di Luar Angkasa
Penguat atau booster dan hulu ledak kinetik rudal SM-3 IIA lebih besar dibanding SM-3 IB, sehingga meningkatkan waktu operasi. Pejabat Pertahanan Rudal Amerika Serikat menyebutkan bahwa hasil uji coba SM-3 IIA sangat penting, untuk mengantisipasi ancaman rudal balistik di seluruh dunia. youtube.com


 Rudal SM-3 IIA Mampu Hancurkan Rudal Balistik di Luar Angkasa
Rudal masa depan SM-3 IIA dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Jepang. Rudal ini merupakan evolusi dari SM-2 Blok 4 buatan Raytheon yang telah terbukti keampuhannya. Raytheon telah mengembangkan rudal tiga tingkat ditambah booster ini menjadi SM-3 Blok 1, Blok 1A, Blok 1B, Blok 2, dan Blok 2A. raytheon.com

 Rudal SM-3 IIA Mampu Hancurkan Rudal Balistik di Luar Angkasa
Sejak 2002, dua puluh lebih rudal SM-3 telah diuji coba dengan 16 macam test. Uji coba terakhir berhasil dengan memuaskan. Rudal SM-3 IIA dapat mengintersep rudal balistik jarak pendek dan menengah di luar angkasa. Rudal ini diyakini mampu menghadapi rudal balistik Tiongkok DF-16. scout.com


 Rudal SM-3 IIA Mampu Hancurkan Rudal Balistik di Luar Angkasa
Pada Juni 2015, rudal SM-3 Blok IIA telah diuji coba. Evaluasi dilakukan terhadap kepala rudal, kontrol kemudi, dan pemisahan booster nya. Rudal pencegat ini akan masuk dalam jajaran Angkatan Laut Jepang dan Amerika Serikat. naval-technology.com


 Rudal SM-3 IIA Mampu Hancurkan Rudal Balistik di Luar Angkasa
Jepang memerlukan rudal pencegat SM-3 IIA untuk mengatasi ancaman rudal balistik Korea Utara dan juga Tiongkok. Sementara, Amerika Serikat akan menempatkan rudal pencegat SM-3 IIA di Polandia, pada 2018. htka.hu














Credit  tempo.co



Nikmati "Kebebasan", Obama Kiteboard dengan Miliarder Branson

 
Nikmati Kebebasan, Obama Kiteboard dengan Miliarder Branson
Mantan Presiden AS Barack Obama menikmati liburan di pulau pribadi miliarder Sir Richard Branson di Karibia. Foto / REUTERS
 
HAWAII - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mencoba beberapa olahraga air berbahaya seperti kiteboard di pantai Karibia. Obama menikmati “kebebasan”-nya dengan miliarder Sir Richard Branson setelah delapan tahun sibuk di Gedung Putih.

Selama menjadi Presiden AS, olahraga air berbahaya ini dilarang dengan alasan keamanan.

Obama muncul di pulau pribadi Branson di Karibia minggu lalu. Obama muncul di hadapan publik, sebulan setelah dia pensiun sebagai Presiden AS dan digantikan Donald Trump.

Foto-foto dan video keceriaan Obama menikmati liburan itu dipublikasikan Branson pada hari Selasa di situs Branson Virgin Group.

”Menjadi mantan presiden Amerika, ada banyak pengamanan di sekitar, tapi Barack benar-benar mampu bersantai dan masuk ke dalamnya,” tulis Branson.

Obama dan istrinya, Michelle Obama, pada pekan lalu juga terlihat berada di British Virgin Islands. Warga yang melihat mantan orang nomor satu di AS itu mem-posting foto Obama dan Michelle di media sosial.

Branson diketahui memiliki pulau pribadi seluas 48 hektare yang berna,a Moskito Island di Karibia. Menurut Branson, Obama mempelajari hobi olahraga air berbahaya itu selama dua hari. Obama juga menikmati olaharga “terbang layang” di pantai.

”Setelah semua yang telah dia lakukan untuk dunia, saya tidak bisa iri, dia memang layak menang,” tulis Branson, seperti dikutip Reuters, Rabu (8/2/2017).



Credit  sindonews.com





Melawan, Presiden Trump Sebut California di Luar Kendali


 
Melawan, Presiden Trump Sebut California di Luar Kendali
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto / REUTERS
 
WASHINGTON - Ketegangan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan pemimpin California meningkat menjadi perang kata-kata atau cekcok. Presiden Trump menyebut California sudah di luar kendali dan mengancam menjadi wilayah itu sebagai “negara kuburan”.

Gubernur California Jerry Brown dan sekutu-sekutunya tak gentar dengan ancaman Trump. Mereka jutsru bersumpah untuk melawan Presiden Trump di setiap kebijakannya.

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar Fox News, Bill O'Reilly, Trump mengkritik para anggota parlemen California yang memilih membuat hukum sendiri ketimbang bekerja sama dengan pihak imigrasi federal.

”Saya pikir itu konyol,” kata Trump. ”Kejahatan berkembang biak. Kami pasti tidak akan berdiri untuk melakukan perlindungan,” lanjut Trump.

“California di  luar kendali,” ujar Trump yang menambahkan bahwa pihaknya akan menarik dana untuk California. Ancaman finansial Trump itu menjadi “senjata” bagi Gedung Putih.

Pemimpin Senat, Pro Tem Kevin de Leon mengatakan bahwa California merupakan negara bagian yang kuat. ”Jauh dari luar kendali, California menciptakan pekerjaan lebih cepat dari negara bagian lain dan imigran adalah kunci untuk kemakmuran ekonomi kita,” ujarnya, dalam pernyataan tertulis, yang dikutip Rabu (8/2/2017).

”Kami adalah mesin pertumbuhan inovasi dan pekerjaan,  dan negara kita setiap tahun membayar pajak lebih banyak ke federal. Ekonomi kita adalah yang terbesar keenam di dunia dan tiga belas persen dari PDB negara.”

Politisi California lainnya, Anthony Rendon menambahkan, "Jika ini adalah apa yang Donald Trump pikir adalah 'di luar kendali’, saya akan menyarankan negara-negara bagian lain harus lebih seperti kita."

Sejak pemilu AS, Trump dan Brown telah bersteru. Gubernur Brown menyampaikan teguran berapi-api terhadap Trump dalam sebuah pidato Januari lalu.

”Kami punya para ilmuwan, kami punya pengacara dan kami siap untuk melawan," katanya.



Credit  sindonews.com



Tentara Irak Gunakan Mayat Militan untuk Menakuti ISIS

 
Tentara Irak Gunakan Mayat Militan untuk Menakuti ISIS
Seorang tentara Irak berdiri tak jauh dari tiga mayat anggota ISIS yang dibiarkan tergeletak di sebuah jalan di Mosul. Foto / REUTERS
 
MOSUL - Para tentara Irak dilaporkan menggunakan mayat-mayat anggota kelompok Islamic State atau ISIS untuk menakut-nakuti para militan ISIS lainnya. Para anggota ISIS yang sudah dibunuh sengaja dibiarkan tergeletak di jalan layaknya sampah untuk mengintimidasi kelompok radikal tersebut.

Mayat-mayat yang penuh luka dan dikerubuti lalat sejatinya bisa memunculkan penyakit berbahaya. Tapi, militer Irak membiarkannya dan memperingatkan warga sipil akan bernasib serupa jika nekat bergabung dengan ISIS.

”Kami akan meninggalkan teroris di sana,” ucap Ibrahim Mohamed, seorang tentara Irak yang berdiri tak jauh dari tiga mayat anggota ISIS yang tergeletak di jalan, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (8/2/2017).

Dia mengatakan sepupunya meninggal dibunuh dengan cara disengat listrik oleh ISIS di Mosul. Sepupunya dibunuh karena menjabat sebagai polisi Irak.

”Pesan ini sangat jelas untuk (warga) Irak, untuk menjaga diri mereka agar tidak bergabung atau mendukung Daesh (ISIS). Ini akan menjadi nasib (jika bergabung). Tentara Irak akan menghabisi Anda,” lanjut Mohamed.

Militer Irak telah dilatih dan dilengkapi dengan senjata oleh militer Amerika Serikat sejak upaya merebut wilayah Mosul dimulai Oktober 2016.

Perjuangan tentara Irak telah membuat banyak kemajuan dalam beberapa pekan terakhir. Perdana Menteri Haider al-Abadi pada 23 Januari lalu menegaskan bahwa pasukannya sudah berhasil menguasai wilayah timur Mosul dan sedang merebut wilayah barat yang melintasi Tigris.

Meski demikian, cara tentara Irak yang menyiksa dan menggunakan mayat anggota ISIS sebagai “senjata” perang menuai kritik dari kelompok HAM. Sesuai Pasal 17 Konvensi Jenewa, pihak yang berkonflik harus memastikan bahwa setiap orang yang tewas dikuburkan atau dikremasi. Sedangkan yang menderita luka harus diberi perawatan medis.



Credit  sindonews.com



Putin Perintahkan Pasukan Rusia Bersiap Bila Waktunya Perang


 
Putin Perintahkan Pasukan Rusia Bersiap Bila Waktunya Perang
Presiden Rusia Vladmir Putin memerintahkan pasukan Angkatan Udaranya bersiap bila waktunya perang. Foto / Itar-Tass
 
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukan Angkatan Udara Rusia untuk mempersiapkan diri bila waktunya untuk perang. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.

Presiden Putin telah meluncurkan inspeksi kilat terhadap pasukan kedirgantaraan negara. Tujuannya, untuk mengevaluasi kesiapan diri untuk pertempuran.

Inspeksi itu, kata Shoigu, mencakup sistem pertahanan udara Rusia. “Sesuai dengan keputusan dari Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata (Rusia), pengecekan sekejap Angkatan Dirgantara ini dimulai dengan mengevaluasi kesiapan lembaga kontrol dan pasukan untuk melaksanakan tugas-tugas pelatihan tempur,” ujar Shoigu, seperti dikutip dari Itar-Tass, Rabu (8/2/2017).

“Perhatian khusus harus ditebus untuk kewaspadaan, penyebaran sistem pertahanan udara untuk waktunya perang dan kesiapan kelompok (angkatan) udara untuk mengusir agresi,” lanjut Shoigu.

Perintah Putin ini muncul ketika ketegangan antara Rusia dengan negara-negara NATO memanas. Putin telah secara terbuka meningkatkan kekuatan militernya dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Shoigu menambahkan bahwa kelompok tugas batalion dan tim taktis pasukan darat sudah mulai “mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan interaksi mereka”. Pilot-pilot pesawat tempur Rusia juga telah berlatih melakukan latihan soliter.




Credit  sindonews.com







Jet Tempur RAF Cegat Pesawat Komersial Pakistan di Langit Inggris


 
Jet Tempur RAF Cegat Pesawat Komersial Pakistan di Langit Inggris
Pesawat jet tempur Typhoon Angkatan Udara Inggris (RAF) dilaporkan mencegat pesawat Pakistan International Airlines di wilayah udara Inggris, Selasa (7/2/2017) sore. Foto / BBC/ MOD
 
LONDON - Pesawat jet tempur Typhoon Angkatan Udara Inggris (RAF) mencegat pesawat penumpang Pakistan International Airlines (PIA) di wilayah udara atau langit Inggris, pada Selasa sore. Pesawat komersial Pakistan itu kemudian dikawal untuk mendarat di Bandara London Stansted.

Pesawat PIA PK757 tipe Boeing 747 dicegat pesawat jet tempur Inggris setelah ada laporan bahwa penumpang di pesawat Pakistan tersebut ada yang berbuat onar.

Pihak Kepolisian Essex, Inggris, menegaskan, pencegatan dan pengawalan pesawat Pakistan tersebut bukan karena dibajak dan bukan karena ada serangan teror.

“Sebuah pesawat dialihkan ke Bandara Stansted sekitar pukul 15.00 sore ini (kemarin), karena laporan dari penumpang yang mengganggu di kabin,” bunyi pernyataan Kepolisian Essex, seperti dikutip BBC, Selasa (7/2/2017) malam.

”Pesawat saat ini di bandara dan petugas sedang memeriksa,” lanjut pihak kepolisian. ”Tidak ada gangguan terhadap operasi yang sedang berlangsung di Bandara Stansted. Hal ini tidak diyakini karena situasi pembajakan atau adanya materi teror.”

Kementerian Pertahanan Inggris juga mengonfirmasi aksi pencegatan pesawat jet tempur Typhoon RAF. ”Reaksi cepat siaga pesawat Typhoon diluncurkan sore ini dari RAF Coningsby untuk mencegat pesawat sipil,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.

”Pesawat itu dicegat dan aman dikawal ke Bandara Stansted,” imbuh kementerian tersebut. Sementara itu, pihak maskapai PIA belum bersedia memberikan komentar atas pencegatan pesawatnya oleh pesawat jet tempur Inggris.

Credit  sindonews.com








Kota Asotthalom Resmi Melarang Azan, Masjid dan Busana Muslim

 
Kota Asotthalom Resmi Melarang Azan, Masjid dan Busana Muslim
Para tentara Hungaria membangun pagar beton di Kota Asotthalom untuk mencegah pengungsi masuk. Foto / NBC
 
ASOTTHALOM - Kota Asotthalom, Hungaria, resmi melarang pembangunan masjid, kumandang azan dan busana Muslim. Kota ini hanya bersedia menerima orang-orang Eropa kulit putih dan menolak multikultaralisme di masyarakat.

Kota yang dijuluki “anti-Islam” ini pada bulan November 2016 lalu mulai mewacanakan larangan pembangunan masjid, kumandang azan dan busana Muslim seperti niqab. Kini, larangan itu benar-benar diberlakukan.

Kota Asotthalom terletak di daerah terpencil di Hungaria selatan, di dekat perbatasan Serbia. Kota ini juga melarang propaganda homoseksual dan pernikahan sejenis.

Wali Kota Asotthalom Laszlo Toroczkai mengatakan bahwa kota yang dia pimpin hanya berharap menerima orang-orang Eropa dan menentang multikulturalisme.

”Kami terutama menyambut orang-orang dari Eropa Barat, orang yang tidak ingin hidup dalam masyarakat multikultural,” Toroczkai, yang juga wakil pemimpin Partai Jobbik, kepada BBC, yang dilansir semalam (7/2/2017). ”Kami tidak ingin menarik (warga) Muslim ke desa (kami),” lanjut dia.

”Ini sangat penting bagi desa untuk melestarikan tradisi. Jika sejumlah besar umat Islam tiba di sini, mereka tidak akan mampu mengintegrasikan ke dalam komunitas Kristen,” kata Toroczkai.

”Kami bisa melihat komunitas Muslim besar di Eropa Barat yang belum mampu mengintegrasikan (diri), dan kami tidak ingin memiliki pengalaman yang sama di sini,” ujarnya. ”Saya ingin Eropa menjadi milik Eropa, Asia milik orang Asia dan Afrika milik Afrika. Sesederhana itu.”

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban juga telah mengadopsi kebijakan anti-imigran. Dia membangun pagar di sepanjang perbatasan dengan Serbia untuk menolak pengungsi. Dia menolak mengambil kuota penerimaan pengungsi yang ditetapkan Uni Eropa.

Pada hari Selasa (7/2/2017),  Orban mengumumkan rencananya untuk menahan para pengungsi di beberapa kamp sampai pengajuan suaka untuk mereka diproses.



Credit  .sindonews.com







Ketua Majelis Rendah Inggris Tolak Trump Pidato di Parlemen

 
Ketua Majelis Rendah Inggris Tolak Trump Pidato di Parlemen
Ketua Majeis Rendah Inggris menolak Presiden AS Donald Trump berpidato di parlemen. Foto/Istimewa
 
LONDON - Ketua majelis rendah Parlemen Inggris memicu kontroversi setelah menolak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berpidato dihadapan anggota parlemen selama kunjungannya ke Inggris. Trump dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Inggris dalam waktu dekat untuk memenuhi undangan Ratu Elizabeth II.

"Sebuah pidato oleh seorang pemimpin asing untuk kedua majelis parlemen bukan merupakan hak otomatis. Ini adalah sebuah kehormatan yang diperoleh," ucap Ketua House of Commons John Bercow kepada anggota parlemen seperti dikutip dari USA Today, Selasa (7/2/2017).

"Sebelum pemberlakukan larangan migran, saya sendiri telah sangat menentang pidato oleh Presiden Trump di Westminster Hall. Setelah pengenaan larangan migran, saya bahkan lebih sangat menentang," katanya lagi

"Saya merasa sangat kuat bahwa perlawanan kita terhadap rasisme dan seksisme dan dukungan kami untuk persamaan di depan hukum dan peradilan yang independen menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam House of Commons," pungkasnya.

Sebelimnya Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif kontroversial. Trump menangguhkan program pengungsi AS dan imigrasi dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Perintah eksekutif itu juga melarang tanpa batas warga Suriah masuk ke AS.




Credit  sindonews.com


Dua Pertiga Jet Tempur AL AS Tak Layak Terbang

 
Dua Pertiga Jet Tempur AL AS Tak Layak Terbang
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyatakan, sekitar dua pertiga dari jet tempur mereka saat ini sudah tidak layak terbang. Foto/Istimewa
 
WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyatakan, sekitar dua pertiga dari jet tempur mereka saat ini sudah tidak layak terbang. AL AS menggunakan dua jenis jet tempur, yakni Super Hornet dan F-18.

Dalam sebuah laporan, AL AS menuturkan, mereka benar-benar mengalami kesulitan keuangan saat ini. Kondisi ini menyebabkan mereka jarang sekali melakukan peremajaan aramada jet tempur mereka.
Selain itu, kesulitan keuangan juga menyebabkan AL AS kesulitan untuk memulangkan prajurit serta keluarga prajurit yang saat ini berada di luar negeri untuk bertugas.

"Masalah keuangan telah menyebabkan penumpukan pesawat yang membutuhkan perbaikan, dan selama tiga tahun hampir setiap unit pesawat harus menunggu lebih lama untuk dilakukan reparasi. Ini juga berlaku untuk kapal selam, dan kapal perang lainnya," ucap AL AS.

"15 persen dari fasilitas sedang menunggu penggantian, pembongkaran atau perbaikan, dan layanan juga kesulitan mencari uang untuk memulangkan atau memindahkan pelaut dan keluarga mereka," sambungnya, sepeti dilansir Sputnik pada Selasa (7/2).

Namun, masalah keuangan ini tampaknya akan berahir dengan segera, meningat salah satu fokus utama Donald Trump adalah memperkuat militer AS. Menteri Pertahanan James Mattis juga telah merilis pernyataan pada Januari lalu, yang menegaskan pemerintah AS akan meningkatkan anggaran pertahanan.

Presiden dan saya berkomitmen untuk memperkuat Angkatan Bersenjata Amerika. Tujuan utamanya adalah untuk membangun militer yang lebih besar, lebih mampu dan lebih mematikan kekuatan bersama, didorong oleh Strategi Pertahanan Nasional yang baru," kata Mattis kala itu.



Credit  sindonews.com





Pejabat Myanmar Berkeras Tampik Laporan PBB Soal Rohingya

 
Pejabat Myanmar Berkeras Tampik Laporan PBB Soal Rohingya  
Pejabat Myanmar disebut terus menyangkal dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat militer negaranya terhadap etnis Muslim Rohingya yang telah dibenarkan PBB. (Reuters/Soe Zeya Tun)
 
Jakarta, CB -- Pemerintah Myanmar disebut berkeras "menyangkal" dugaan kekerasan militer terhadap kaum minoritas Muslim Rohingya yang dilaporkan PBB, meski pemimpin de facto Aung San Suu Kyi telah berjanji akan menyelidiki dugaan pelanggaran ini.

Penyangkalan ini terjadi saat sejumlah diplomat Myanmar, pejabat pemerintah Bangladesh, dan lembaga internasional bertemu di Dhaka pada Minggu (5/2), membahas laporan komisi HAM PBB yang pada akhirnya membenarkan adanya pelanggaran HAM oleh aparat dan militer Myanmar terhadap kaum Rohingya.

"Ketika Bangladesh mengutip tindakan mengerikan yang dilakukan aparat hukum Myanmar, perwakilan negara itu tidak setuju dan menyangkal pernyataan kami," ucap penasihat hukum Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina yang turut hadir dalam pertemuan itu seperti dkutip Reuters, Selasa (7/2).

Isu mengenai kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar kembali mencuat setelah insiden penyerangan pos pengamanan di tiga wilayah perbatasan Myanmar oleh sejumlah kelompok bersenjata pada 9 Oktober lalu.

Pemerintah Myanmar menuding "teroris Rohingya" berada di balik serangan itu, meski belum ada bukti konkret.

Sejak penyerangan itu, militer Myanmar memperketat pengawasan dengan melakukan "operasi pembersihan" di wilayah Rakhine.

Alih-alih memburu para pelaku penyerangan, militer Myanmar diduga malah menyerang etnis Rohingya secara membabi-buta.

Laporan PBB yang dilansir pada Jumat (3/2) bahkan menyebutkan, militer Myanmar membunuh massal serta memperkosa kaum Rohingya.

Rumah-rumah warga Rohingya juga dibakar hingga rata dengan tanah. Sejak saat itu, setidaknya 69 ribu orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh.

Selain itu, laporan lembaga pemerhati HAM di Myanmar, Burma Human Rights Network (BHRN), juga membenarkan penganiayaan yang dilakukan militer negara itu.

Dalam pernyataan yang diterima CNNindonesia.com, BHRN melaporkan kekerasan militer terhadap kaum Rohingya masih rutin terjadi. BHRN mengumpulkan sejumlah kesaksian dan bukti dari warga lokal di negara bagian Rakhine, tempat mayoritas kaum Rohinya tinggal dan penganiyaan terhadap mereka terjadi.

Kekerasan terbaru bahkan dilaporkan terjadi di Buthidaung, sebuah wilayah bermayoritaskan Muslim Rohingya yang terletak dekat Maungdaw sejak awal Januari lalu. Otoritas Myanmar kembali melakukan penggerebekan pada 4 Januari lalu di wilayah itu untuk menangap kelompok militan al Yaqeen.

Dalam operasi itu militer dilaporkan menangkap bahkan menculik kaum Rohingya sewenang-wenang dan menyiksa mereka. Meski belum terkonfirmasi, GBHRN mengkhawatirkan para aparat Myanmar meminta perempuan Rohingya menjadi "budak seks" mereka.

"Tentara dan pemerintah Burma telah lama melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap Rohingya sejak 1978. Dunia internasional masih memberikan celah bagi pemerintah untuk terus membuat banyak alasan menanggapi masalah ini," ungkap Direktur Eksekutif BHRN, Kyaw Win.

Kekerasan sejak awal Oktober ini merupakan insiden berdarah terparah sejak bentrokan komunal antara umat Buddha dan Rohinya terjadi pada 2012 lalu. Insiden itu menewaskan setidaknya 200 orang.

Selama ini Myanmar terus membantah segala tudingan pelanggaran HAM yang dilakukan aparatnya tersebut. Suu Kyi kian mendapat kecaman dari dunia internasional yang menganggapnya gagal melindungi kaum Rohingya dan mejauhkan negaranya dari pelanggaran HAM.

Pendirian Suu Kyi yang selama ini terkesan "menyangkal" sedikit tergerak usai laporan PBB itu muncul.

Wakil Menteri Luar Negeri, Aye Aye Soe menuturkan pemerintah menganggap serius temuan PBB tersebut dan berupaya memulai penyelidikan.

Meski begitu, Soe juga menambahkan bahwa Myanmar selama ini juga kerap menjadi "korban" salah informasi dan berita palsu mengenai dugaan pembersihan etnis Rohingya hingga upaya genosida sistematis yang dilakukan pemerintahnya.

"Kami tidak mengetahui apakah tuduhan [pelanggaran HAM] selama ini benar. Jika kami temukan kebenaran dari laporan tersebut, kami pasti akan mengambil tindakan," kata Soe.


Credit  CNN Indonesia







AS Akan Berikan Izin Final Pembangunan Jalur Pipa Dakota


 
AS Akan Berikan Izin Final Pembangunan Jalur Pipa Dakota  
Jika rampung, jalur pipa sepanjang 1.886 kilometer ini akan melintasi empat negara bagian dan diperkirakan dapat membawa hampir setengah juta barel minyak mentah dari North Dakota ke Illinois. (Reuters/Josh Morgan)
 
Jakarta, CB -- Tentara Amerika Serikat akan memberikan izin final pembangunan jalur pipa Akses Dakota yang kontroversial setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk melanjutkan proyek tersebut.

"Departemen Tentara mengumumkan hari ini, kami menyelesaikan peninjauan yang diperintahkan presiden untuk permintaan jalur pipa Akses Dakota dan memberikan notifikasi kepada Kongres bahwa kami akan memberikan izin untuk melintasi lahan pemerintah di Lake Oahe Dam and Reservoir, North Dakota," bunyi pernyataan Tentara AS, dikutip AFP, Selasa (7/2).

Keputusan ini langsung dikecam keras oleh suku asli di North Dakota, Standing Rock Sioux. Mereka mengundang semua pendukungnya untuk melakukan aksi besar-besaran pada 10 Maret mendatang.

Selama ini, Standing Rock Sioux menolak proyek tersebut karena jalur pipa yang direncanakan akan melewati situs makam leluhur mereka dan dapat mengancam persediaan air.

Pada masa pemerintahan Barack Obama, tentara AS menunda pembangunan jalur pipa tersebut. Mereka mengatakan, perlu ada peninjauan lingkungan lebih lanjut.

Namun menurut pihak pembangun Akses Dakota, Energy Transfer Partner, proyek jalur pipa senilai US$3,8 miliar ini sangat penting.

Jika rampung, jalur pipa sepanjang 1.886 kilometer ini akan melintasi empat negara bagian dan diperkirakan dapat membawa hampir setengah juta barel minyak mentah dari North Dakota ke Illinois.





Credit  CNN Indonesia









Markasnya Diserang, Pemimpin Al Qaidah Sebut Trump Bodoh


 
Markasnya Diserang, Pemimpin Al Qaidah Sebut Trump Bodoh  
Qassim al-Rimi mengatakan bahwa serangan ke markas Al Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) itu justru merugikan negara pimpinan Trump itu karena puluhan warga AS juga tewas dan terluka. (AFP Photo)
 
Jakarta, CB -- Sekitar sepekan setelah Amerika Serikat menggempur markas Al Qaidah di Yaman, pemimpin kelompok militan tersebut, Qassim al-Rimi, merilis pesan audio yang berisi hujatan bagi Presiden Donald Trump.

"Orang bodoh baru dari Gedung Putih mendapatkan tamparan menyakitkan di wajahnya," ujar al-Rimi dalam rekaman yang diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group, sebagaimana dikutip CNN, Selasa (7/2).

Dalam rekaman sepanjang 11 menit itu, al-Rimi kemudian mengatakan bahwa serangan ke markas Al Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) tersebut justru merugikan negara pimpinan Trump itu karena puluhan warga AS juga tewas dan terluka.

Selain 23 warga sipil, termasuk anak-anak, upaya kontra-terorisme bersama AS dan Uni Emirat Arab itu juga menewaskan anggota Angkatan Laut Amerika.

Serangan pada 29 Januari itu juga menewaskan Nawar Anwar al-Awlaki, putri dari mantan pemimpin Al Qaidah, Anwar al-Awlaki. Ayah Nawar merupakan seorang ulama kelahiran AS yang tewas dalam serangan udara pada 2011 silam.

Seorang militer senior AS mengatakan kepada CNN, sebenarnya target serangan itu adalah Rimi. Namun saat serangan dilancarkan, Rimi tidak ada di lokasi.

Ia kemudian berdalih, Rimi bukan satu-satunya target. Meskipun Rimi tak ada di lokasi, mereka memang mengincar lokasi itu untuk mengumpulkan data intelijen.

Kolonel John Thomas dari Komando Pusat AS kemudian menegaskan kembali bahwa operasi itu "bukan misi tingkat tinggi."

Sejumlah pengamat mengatakan, operasi ini memang kurang persiapan. AQAP bahkan dilaporkan sudah mengetahui rencana serangan ini. Mereka pun sudah bersiap hingga terjadi baku tembak hebat antara koalisi dan AQAP.

Serangan ini memang sudah lama direncanakan oleh Barack Obama, tapi tak kunjung terlaksana. Tak lama setelah dilantik, Trump pun langsung memberikan lampu hijau untuk operasi ini.

AQAP merupakan salah satu kelompok teror yang dianggap paling berbahaya. Kelompok ini dilaporkan membantu perencanaan serangan teror di kantor majalah satire Charlie Hebdo pada 2015 lalu.



Credit  CNN Indonesia







Presiden Trump Janji Dukung NATO


 
Presiden Trump Janji Dukung NATO  
Foto: REUTERS/Carlo Allegri
 
Jakarta, CB -- Meski berulang kali melontarkan kritik terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan memberikan dukungan kuat untuk aliansi tersebut.

Trump menunjukkan sikap yang berubah-ubah terhadap NATO selama masa kampanye dan setelah menjabat sebagai presiden. Dia sempat menyebut organisasi tersebut "kuno" dan tidak bisa menghadapi ancaman modern.

Namun pada Senin waktu setempat (6/2), Trump mengindikasikan dirinya akan mempertahankan dukungan AS untuk blok tersebut meski tetap menekankan negara lain agar berkontribusi lebih besar secara finansial.

"Kami sangat mendukung NATO," kata Trump di Pusat Komando Florida, dikutip CNN. "Kami hanya meminta semua anggota negara NATO memberikan kontribusi finansial yang penuh dan pantas untuk aliansi."

Dia meyakini selama ini hal tersebut tidak dilakukan oleh kebanyakan negara lain. "Kebanyakan dari mereka bahkan tidak melakukan itu, dan mereka harus melakukannya."

NATO ingin negara-negara anggotanya berkomitmen mengeluarkan 2 persen produk domestik brutonya untuk pertahanan. Hanya lima dari 28 negara anggota yang telah memenuhi tujuan tersebut.

Trump telah lama mengkritisi hal ini, menyebut AS mensubsidi negara-negara lain dalam hal pertahanan lewat kontribusinya untuk NATO. Namun, sejak menjabat, dia menghindari retorika keras seperti itu.

Dua hari yang lalu, Trump berbicara lewat telepon dengan Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg. Menurut Gedung Putih, sang Presiden mendiskusikan dukungan kuat AS untuk organisasi dan membahas bagaimana caranya negara-negara lain bisa berkontribusi maksimal.

Trump juga sepakat menemui para pemimpin NATO di Eropa, Mei nanti.

Tak hanya sang Presiden, Menteri Pertahanan James Mattis juga telah menyatakan hal baik soal aliansi tersebut.





Credit  CNN Indonesia