
Credit republika.co.id




Uji terbang pesawat N219. (Foto:Instagram/@officialptdi)
PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) terus mengebut proses sertifikasi pesawat asli karyanya, N219. Pesawat baling-baling seri N219 merupakan asli karya PTDI yang kedua, setelah BUMN ini meluncurkan program N250 pada tahun 1990-an.
Sayangnya, proyek N250 harus dihentikan sebelum memasuki fase produksi massal karena Indonesia terkena krisis ekonomi 1998. Setelah proyek N250 dihentikan, PTDI tak memiliki pesawat asli buatannya. BUMN yang bermarkas di Bandung ini hanya merakit dan membuat komponen pesawat hingga helikopter.
Setelah bangkit dari keterpurukan, PTDI sejak tahun 2010-an kembali merancang dan mengembangkan varian pesawat penumpang baling-baling berukuran lebih kecil dari N250, yakni N219. PTDI sendiri telah membuat 2 purwarupa (prototype) pesawat N219. Terbaru, PTDI mengunggah video proses uji terbang N219 sebelum memasuki fase produksi massal.
"Come up and bring some actions, #N219 Prototype Design 2 is on another flying.. Happy Sunday everyone!" tulis akun instagram PTDI, Minggu (27/1).
N219 pertama kali melakukan uji terbang dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, menuju ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 8 November 217. Uji terbang ini merupakan persiapan N219 sebelum nantinya diproduksi massal dan digunakan secara komersil.
Saat ini, proses penyelesaian N219 masih tinggal menunggu sertifikasi. PTDI menggunakan 2 flying prototype untuk menyelesaikan proses sertifikasi. PTDI juga tengah mengembangkan pesawat N219 tipe amfibi. Pesawat N219 varian amfibi bisa mendarat di perairan dan mampu meningkatkan konektivitas di daerah terpencil 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal).
Untuk harga jual per unit, N219 ini rencananya dipatok pada angka USD 5,8 juta hingga USD 6 juta. Pesawat N219 juga direncanakan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 60 persen, sampai saat ini, TKDN yang dihitung sudah mencapai 44 persen.
Penamaan Pesawat N219 buatan PT Dirgantara (Foto:ANTARA/Rosa Panggabean)
Credit Kumparan.com
https://m.kumparan.com/@kumparanbisnis/penampakan-pesawat-n219-buatan-ptdi-yang-sedang-jalani-uji-terbang-1548580022665970547.amp

Satelit Nusantara Satu buatan PT Pasifik Satelit Nusantara. (psn.co.id)
Jakarta (CB) - Perusahaan telekomunikasi PT Pasifik Satelit Nusantara akan meluncurkan satelit Nusantara Satu pada pertengahan Februari mendatang di Amerika Serikat, menumpang roket milik Space X.
"Kami ingin terus perkuat satelit di Indonesia," kata Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu.
Satelit Nusantara Satu dikembangkan sejak tiga tahun lalu, semula bernama Satelit PSN VI, PSN mengklaim satelit ini akan menjadi satelit pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi high throuhgput satellite (HTS). HTS menjanjikan layanan internet broadband yang lebih cepat dibandingkan satelit konvensional yang saat ini ada di Indonesia.
Satelit ini memiliki kapasitas 15Gbps, tiga kali lebih besar dibandingkan satelit konvensional yang saat ini ada. Satelit Nusantara Satu dirakit di Palo Alto, Amerika Serikat.
Satelit Nusantara Satu akan digunakan untuk menyambungkan daerah-daerah di Indonesia yang tidak terjangkau jaringan broadband atau pita lebar. PSN menilai salah satu pekerjaan panjang di industri telekomunikasi adalah mengatasi kesenjangan jaringan komunikasi yang belum merata di seluruh Indonesia.
"Kebutuhan internet atau broadband sangat tinggi. Perkiraan kami, ada 25.000 desa yang tidak memiliki koneksi komunikasi internet yang memadai. Target kami membantu mencakup mereka," kata Adi.
Proyek senilai 230 juta dolar ini menjanjikan kecepatan internet ke end-user hingga 25Mbps, jauh lebih cepat dibandingkan satelit konvensional yang saat ini hanya memberikan 5Mbps.
Menurut jadwal, satelit Nusantara Satu akan diluncurkan dengan roket Falcon 9 Space X pada 18 Februari mendatang. Orbital satelit Nusantara Satu akan berada di atas Papua Nugini.
Satelit ini akan mulai beroperasi pada April mendatang, PSN akan menggunakan satelit tersebut untuk mengembangkan divisi broadband mereka yang antara lain memiliki klien UMKM dan kafe internet di daerah.
Pemerintah melalui BAKTI Kominfo juga memiliki program satelit multifungsi yang akan selesai pada 2023 mendatang, selama menanti satelit selesai, BAKTI akan menyewa sejumlah satelit yang berada di atas wilayah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan internet di wilayah yang tidak terjangkau kabel serat optik.
Menurut PSN, satelit Nusantara Satu ini akan menjadi salah satu yang akan dipakai oleh BAKTI dalam masa tersebut, saat ini mereka berada dalam tahap finalisasi kontrak.
Beberapa operator seluler juga akan menggunakan satelit ini untuk backhauling layanan internet mereka.
Credit AntaraNews
https://m.antaranews.com/amp/berita/790613/satelit-nusantara-satu-buatan-indonesia-segera-mengudara

Ilustrasi ledakan bom (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Manila (CB) - Dua bom saat misa Minggu di sebuah gereja di Filipina selatan menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 71 lainnya, kata pejabat keamanan.
Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah referendum otonomi di wilayah mayoritas Muslim itu dimenangkan suara "Ya" (mendukung).
Ledakan pertama muncul di dalam katedral di Jolo, di Provinsi Sulu, disusul ledakan kedua di tempat parkir mobil, hingga menewaskan personel militer dan warga sipil, kata pejabat.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Pengeboman terjadi setelah muncul pengumuman pada Jumat, yang menyebutkan bahwa daerah itu, wilayah mayoritas Muslim di negara yang mayoritas penduduknya memeluk Katolik, mengesahkan rencana pemerintahan mandiri pada 2020. Langkah tersebut meningkatkan harapan perdamaian di negara itu, yang beberapa wilayahnya dilanda konflik, sekaligus salah satu negara termiskin di Asia.
Referendum pada Senin lalu menghasilkan 85 persen suara dukungan bagi pembentukan wilayah otonomi bernama Bangsamoro. Meskipun Sulu menjadi salah satu dari sedikit daerah yang menolak otonomi, daerah itu tetap akan menjadi bagian entitas baru tersebut.
Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut dan meminta warga setempat untuk waspada dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mencegah terorisme menang.
"Kami akan menggunakan kekuatan penuh hukum untuk mengadili para pelaku di balik insiden ini," kata Lorenzana dalam sebuah pernyataan.
Warga sipil menanggung serangan itu, yang juga menewaskan tujuh tentara.
Juru Bicara Komando Militer Mindanao Barat Kolonel Gerry Besana mengatakan pemeriksaan material bom akan mengungkap dalang serangan.
Kepala Kepolisian Nasional Oscar Albayalde mengatakan gerilyawan kelompok Abu Sayyaf kemungkinan terlibat dalam insiden itu.
"Mereka ingin menggangu keamanan dan ketertiban, mereka ingin unjuk kekuatan dan menabur kekacauan," kata Albayalde di radio.
Jolo adalah benteng Abu Sayyaf, yang dikenal lewat serangkaian pengeboman dan kebrutalan, serta berbaiat kepada ISIS. Gerilyawan kelompok itu juga sering terlibat dalam pembajakan dan penculikan.
Referendum pekan lalu digelar pada masa-masa kritis Filipina, yang berharap dapat mengakhiri konflik separatis puluhan tahun di Mindanao yang menurut para ahli telah meningkatkan ekstremisme.
Konflik itu dikhawatirkan dapat menarik gerilyawan asing ke Mindanao untuk memanfaatkan perbatasan yang rapuh, hutan dan pegunungan, serta melimpahnya persenjataan, sebut Reuters.
Credit AntaraNews
https://m.antaranews.com/berita/792042/dua-ledakan-bom-di-filipina-selatan-tewaskan-21-orang

DK PBB gagal menyepakati pernyataan bersama terkait Venezuela. Foto/Istimewa
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB gagal menyepakati pernyataan bersama terkait Venezuela. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pun menyalahkan Rusia karena memblokir pernyataan bersama DK PBB.
Menanggapi tudingan itu, Dubes Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, DK PBB gagal menyepakati pernyataan bersama tentang Venezuela karena posisi AS yang kontrovesial.
"Saya akan mengoreksi Menteri Luar Negeri (AS) (Mike) Pompeo," kata utusan Rusia itu.
"Kami memblokir pernyataan Ketua yang diusulkan oleh Amerika Serikat. Kami membuat perubahan yang berarti di dalamnya. Kami yakin mereka akan didukung tanpa syarat oleh mayoritas anggota Dewan dan beberapa dari mereka sudah melakukannya," terang Nebenzia.
"Bola ada di delegasi AS; sudah waktunya untuk itu," kata diplomat itu.
"Namun, kami tidak yakin bahwa pernyataan seperti itu didasarkan pada penilaian yang seimbang dari Sekretaris Jenderal PBB dan menegaskan kedaulatan Venezuela dan tidak dapat diterimanya campur tangan dalam urusan domestiknya dan menghormati konstitusi adalah apa yang dicari delegasi AS," tambahnya seperti dikutip dari TASS, Minggu (27/1/2019).
Selain Rusia, sejumlah negara macam China, Afrika Selatan dan Guinea Khatulistiwa juga memblokir desakan AS untuk pernyataan DK PBB yang menyatakan dukungan penuh bagi Majelis Nasional Venezuela sebagai satu-satunya lembaga yang dipilih secara demokratis di negara itu.
“China tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain. Kami berharap negara yang menuduh orang lain dapat melakukan hal yang sama,” kata Duta Besar Tiongkok Ma Zhaoxu, menyindir AS seperti dikutip dari Reuters.
Pada 23 Januari, ketua parlemen Venezuela dan pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada demonstrasi di Ibu Kota negara itu, Caracas. Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pada gilirannya, mengecam langkah itu dengan menyebutnya sebagai kudeta yang dilakukan oleh Washington dan memutuskan hubungan diplomatiknya dengan AS.
Beberapa negara, termasuk Grup Lima (tidak termasuk Meksiko), Amerika Serikat, Albania, Georgia, Swiss, dan Organisasi Amerika Serikat, pun mengakuinya.
Sedangkan Rusia, Bolivia, Iran, Kuba, Nikaragua, Salvador dan Turki menyuarakan dukungan untuk Maduro, sementara China dan Belarus menyerukan penyelesaian semua perbedaan secara damai dan memperingatkan terhadap campur tangan asing. Sekretaris jendral PBB, pada gilirannya, menyerukan dialog untuk menyelesaikan krisis.
Credit Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1373926/42/rusia-dan-china-blokir-desakan-as-akui-guaido-presiden-venezuela-1548572530

Anggota tentara Venezuela menunjukkan cara menggunakan senjata anti-pesawat pada seorang wanita paruh baya dalam latihan militer bersama tentara di Caracas, 26 Agustus 2017. REUTERS/Andres Martinez Casares
CB, Caracas – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengatakan militer negaranya bakal menggelar latihan perang untuk bersiap menghadapi potensi invasi.
Angkatan bersenjata Venezuela bakal menggelar latihan besar-besaran antara 10 – 15 Februari 2019. Selama latihan ini, pasukan akan melakukan simulasi melawan invasi dan meningkatkan keterampilan mempertahankan wilayah daratan, pantai dan sungai.
“Angkatan bersenjata kita membuat negara kita tidak bisa diserang,” kata Maduro sambil menambahkan militer mampu melawan setiap agresor yang menginjak Tanah Air Venezuela seperti dilansir Russia Today pada 25 Januari 2019.
Maduro mengklaim militer negara itu telah mencapai level profesional tertinggi. Saat ini, Venezuela diperkirakan memiliki jumlah tentara sebanyak sekitar 500 ribu orang. Pasukan ini terdiri dari angkatan darat, laut, udara, Garda Nasional dan Milisi Nasional. Venezuela juga memulai program modernisasi senjata militernya, yang dilakukan sejak pendulunya Presiden Hugo Chavez.
Venezuela menjadi target embargo senjata AS sejak 2006. Ini membuat negara Amerika Latin itu melirik Rusia dan Cina untuk modernisasi senjata dan perlengkapan. Saat ini, Venezuela memiliki jet tempur SU-30MK, beberapa jenis helikopter tempur, sejumlah senjata seperti rudal darat ke udara terpandu laser dan rudal udara ke kapal.
Seperti dilansir Express, sekitar 25 orang anggota pasukan tentara level bawah Venezuela menyerang pos penjagaan Garda Nasional pada Senin, 21 Januari 2019. Mereka mendesak Presiden Maduro untuk mundur. Tuntutan ini mendapat sokongan dari pimpinan oposisi Juan Guaido, yang merupakan Presiden Majelis Nasional atau DPR. Guaido lalu menobatkan diri sebagai Presiden interim, yang ditolak militer.
Credit TEMPO.CO
https://dunia.tempo.co/read/1169144/kudeta-venezuela-maduro-perintahkan-militer-siap-hadapi-invasi

Kedutaan besar Amerika Serikat di Caracas, AS.
CB, WASHINGTON -- Etase pertahanan Venezuela untuk Amerika Serikat (AS) membelot dari pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Pembelotan ini dilakukan setelah Venezuela menarik sejumlah diplomatnya dari AS.
Venezuela menarik sejumlah diplomatnya karena AS mengakui ketua oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara. AS, Kanada dan sejumlah negara Amerika Latin mengatakan pemilihan umum yang memenangkan Maduro tidak sah.
"Hari ini saya berbicara kepada rakyat Venezuela dan terutama rekan-rekan saya di angkatan bersenjata, untuk mengakui Presiden Juan Guaido sebagai satu-satunya presiden," kata etase pertahanan Venezuela untuk AS Kolonel Jose Luis Silva di sebuah rekaman video, Ahad (27/1).
Ia merekam video tersebut di kedutaan besar Venezuela di Washington. Kantor berita Reuters melaporkan melalui sambungan telpon Silva mengatakan ia tidak lagi mengakui Maduro sebagai presiden Venezuela dan meminta pemilihan umum yang adil segera digelar.

Ilustrasi krisis Venezuela.
"(Pembelotan ini) menunjukan bahwa peran militer untuk melindungi konstitusi, bukan untuk mempertahankan diktaktor dan menekan rakyatnya, dukung yang lainnya untuk melakukan hal yang sama," kata juru bicara Dewan Keamanan PBB Garrett Marquis.
Tenggat waktu 72 jam untuk diplomat AS meninggalkan Caracas sudah habis pada Sabtu (26/1) lalu. Tenggat waktu itu diberikan setelah Maduro memutuskan hubungan bilateral dengan AS pada hari Rabu (23/1).
Beberapa staf kedutaan AS meninggalkan Caracas pada hari Jumat. Sementara Kementerian Luar Negeri Venezuela mengatakan sudah menarik staf kedutaan mereka dari Washington pada hari Sabtu.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Venezuela disebutkan dalam 30 hari ke depan kedua negara akan mencari kesepakatan untuk mengganti kedutaan besar menjadi 'Interest Offices' di ibukota masing-masing. Jika kesepakatan tersebut gagal dicapai maka diplomat yang tersisa harus segera angkat kaki.
Di saat yang sama sisa diplomat yang tersisa hanya diperboleh melakukan misi diplomatik. Kementerian Luar Negeri AS tidak segera memberikan komentar tentang status kedutaan besar AS di Caracas.
Credit REPUBLIKA.CO.ID
https://m.republika.co.id/berita/internasional/amerika/19/01/27/plywfi370-etase-pertahanan-venezuela-di-as-membelot

Tiga orang anggota Green Berets saat memberi pengarahan kepada sejumlah penduduk Afganistan, untuk menyerang benteng taliban. Keahlian pasukan ini memang merekrut pemberontak atau warga, untuk dijadikan pasukan bersenjata. Green Berets memiliki motto De Oppresso Liber, atau membebaskan yang tertindas. Green Berets memiliki tugas utama yaitu Unconventional Warfare, melatih pemberontak bersenjata, misi pengintaian, direct action mission, dan operasi anti teror. Getty Images
CB, Jakarta - Pada Sabtu kemarin, Taliban dan juru runding AS dikabarkan menyepakati draf perdamaian penarikan pasukan asing dari Afganistan dalam waktu 18 bulan.
Rincian draf, seperti yang dilaporkan Reuters, 27 Januari 2019, didapat dari sumber Taliban yang ikut dalam negosiasi selama enam hari dengan juru runding AS Zalmay Khalilzad di Qatar. Draf perdamaian ini berpeluang mengakhiri invasi AS ke Afganistan selama 17 tahun lebih.
Salah satu poin dalam draf perdamaian adalah pasukan asing harus meninggalkan Afganistan dalam kurun 18 bulan setelah kesepakata ditandatangani.
Meskipun belum mengeluarkan pernyataan resmi, Khalilzad menulis di Twitter bahwa pembicaraan menghasilkan kemajuan signifikan dan dia berencana untuk menemui langsung pemerintah Afganistan.
"Pertemuan di sini (Qatar) lebih produktif daripada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kami menghasilkan kemajuan signifikan dalam isu penting," tulisnya dan menambahkan sejumlah isu masih dibahas lebih lanjut.
"Tidak ada yang disepakati sampai seluruhnya disetujui dan itu termasuk dialog antara internal Afganistan dan gencatan senjata," tambahnya.
Seorang tentara wanita AS, menyaksikan pertunjukan saat merayakan Natal di Bagram, Kabul, Afganistan, 24 Desember 2017. REUTERS/Mohammad Ismail
Sementara Menteri Luar Negeri AS pada Sabtu kemarin menulis di Twitter bahwa dia telah menerima kabar dari Khalilzad tentang perundingan.
"AS serius untuk perdamaian, mencegah Afganistan menjadi tempat bagi terorisme internasional dan membawa kembali pasukan ke tanah air," kicau Pompeo tanpa memberikan keterangan lebih lanjut kapan penarikan pasukan AS.
"Kebijakan Emirat Islam selama perundingan sangat jelas, sampai masalah penarikan pasukan asing dari Afganistan disetujui, kemajuan di masalah lain tidak akan mungkin," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Sejauh ini belum diketahui apakah draf perdamaian yang diperoleh dari sumber Taliban disepakati oleh AS, Taliban dan pemerintah Afganistan atau sudah disepakati dan ditandatangani.
"Dalam kurun 18 bulan, jika pasukan asing ditarik mundur dan gencatan senjata diberlakukan, baru kemudian aspek lain dari proses perdamaian bisa dilakukan," kata sumber Taliban mengutip isi draf.
Sejauh ini Taliban berulangkali menolak tawaran perundingan dengan pemerintah Afganistan dan lebih memilih berunding langsung dengan AS. Baik Taliban dan AS akan melanjutkan perundingan pada Februari di Doha, Qatar, menurut sumber Taliban.
Credit TEMPO.CO
https://dunia.tempo.co/read/1169267/as-taliban-diduga-sepakat-tarik-pasukan-asing-dari-afganistan

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyerukan untuk mencabut pembekuan anggota Suriah di Liga Arab. Foto/Istimewa
TUNIS - Menteri Luar Negeri RusiaSergei Lavrov menyerukan untuk mencabut pembekuan anggota Suriahdi Liga Arab. Pernyataan Lavrov ini muncul dua bulan sebelum pertemuan puncak tahunan Arab di Tunisia pada bulan Maret mendatang.
"Kami ingin Tunisia mendukung proses pengembalian Suriah ke keluarga Arab dan Liga Negara-negara Arab juga," kata Lavrov dalam konferensi pers bersama dengan koleganya dari Tunisia Khamis al-Jahnawi di Tunis.
Tunisia dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT Arab ke-30 pada bulan Maret.
"Saya percaya bahwa Tunis tertarik dengan pengembalian cepat para pengungsi Suriah yang berteduh di Tunisia," sambung Lavrov.
"Kami akan melakukan segalanya untuk menciptakan kondisi yang tepat di Suriah guna pengembalian pengungsi," tukasnya seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (27/1/2019).
Menurut perkiraan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), ada sekitar 400 pengungsi Suriah di Tunisia.
Al-Jahnawi, pada bagiannya, mengatakan kembalinya Suriah ke Liga Arab adalah keputusan yang diambil oleh badan yang berbasis di Kairo.
"Para menteri luar negeri Arab akan bertemu dan memutuskan apa yang mereka inginkan untuk Suriah," katanya.
"Apa yang diperhatikan Tunisia adalah keamanan, stabilitas dan persatuan nasional Suriah," imbuhnya.
Liga Arab membekukan kursi Suriah pada 2011 dengan dilatarbelakangi penggunaan kekuatan oleh rezim Bashar al-Assad untuk menghancurkan aksi protes pro-demokrasi di negara itu.
Dalam beberapa pekan terakhir, ada seruan Arab yang meningkat untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Assad, termasuk kunjungan Presiden Sudan Omar al-Bashir ke Damaskus, dan pembukaan kembali kedutaan besar Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain di Ibu Kota Suriah.
Credit Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1373896/44/rusia-serukan-suriah-kembali-ke-liga-arab-1548563514

Iring-iringan kendaraan militer berbendera Turki di perbatasan kota Manbij, Suriah. Foto/Istimewa
DAMASKUS - Suriah mengatakan pihaknya siap untuk menghidupkan kembali perjanjian keamanan dengan Turki jika Ankara menarik pasukannya keluar dari negara itu dan berhenti mendukung pemberontak.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan, pihaknya berkomitmen pada perjanjian Adana 1998. Perjanjian ini memaksa Damaskus berhenti menyembunyikan Partai Pekerja Kudistan (PKK) yang dilarang. PKK telah melakukan pemberontakan bersenjata terhadap Turki selama beberapa dekade.
"Suriah tetap berkomitmen dengan perjanjian ini dan semua perjanjian yang berkaitan dengan memerangi teror dalam segala bentuknya oleh kedua negara," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah yang dirilis di media pemerintah seperti dilansir dari Reuters, Minggu (27/1/2019).
Meski begitu, Damaskus mengatakan menghidupkan kembali kesepakatan Adana bergantung pada Ankara untuk mengakhiri dukungan terhadap para pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan menarik pasukannya keluar dari Suriah barat laut.
Menghidupkan kembali kesepakatan AS menjadi topik yang diangkat dalam pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan sejawatnya dari Turki Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Turki telah menempatkan pengaruhnya di daerah kantong yang dikuasai oposisi di Suriah barat laut di sekitar provinsi Idlib dengan bantuan pemberontak Arab, kelompok arus utama yang didukungnya. Pasukannya memantau zona penyangga di provinsi itu berdasarkan kesepakatan dengan Rusia dan Iran.
Sumber-sumber diplomatik Barat mengatakan bahwa waktu usulan Putin untuk menghidupkan kembali kesepakatan Adana mengisyaratkan suatu langkah untuk melawan seruan Presiden AS Donald Trump. Trump baru-baru ini menyerukan pembentukan zona aman di sepanjang perbatasan di dalam wilayah Suriah untuk mendukung orang Kurdi.
Suriah tidak menyebutkan bagaimana mereka akan berurusan dengan milisi Kurdi Suriah YPG yang didukung AS, yang Ankara katakan merupakan perpanjangan dari PKK.
YPG selama konflik telah membentuk otoritas yang dipimpin Kurdi yang menjalankan sebagian besar Suriah utara dan timur serta yang mengatur jutaan etnis Arab di bekas wilayah Negara Islam di mana sebagian besar kekayaan minyak Suriah terletak.
YPG telah melakukan dialog dengan pejabat pemerintah untuk melindungi wilayah otonom mereka ketika pasukan AS yang mendukung mereka mundur.
Dalam sebuah pidato pada hari Jumat, Erdogan, yang telah lama menyerukan penggulingan Presiden Bashar al Assad dan negaranya menampung jutaan warga Suriah yang melarikan diri dari perang, tidak menolak perjanjian Adana. Ia mengatakan hal itu memberi Turki hak untuk memasuki wilayah Suriah ketika negara itu menghadapi ancaman.
Turki, yang memiliki populasi besar Kurdi, melihat wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah sebagai ancaman bagi keamanan nasionalnya. Turki sudah berulang kali mengatakan tidak akan menunggu tanpa batas waktu untuk mendorong keluar YPG dan hanya Turki yang bisa membangun zona aman di sepanjang perbatasannya dengan Suriah.
Credit Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1373901/43/damaskus-minta-turki-tarik-pasukan-dari-suriah-barat-laut-1548565370

Sejumlah demonstran Kurdi yang penuh kemarahan menyerbu sebuah pangkalan militer Turki dan merusak kendaraan serta peralatan militer. Foto/Istimewa
BAGHDAD - Sejumlah demonstran Kurdi yang penuh kemarahan menyerbu sebuah pangkalan militer Turki di wilayah otonom Kurdistan Irak, Sabtu (26/1/2019). Mereka merusak kendaraan dan peralatan militer dalam sebuah konfrontasi yang menewaskan dua orang dan 15 terluka.
Ratusan demonstran Kurdi berkumpul di luar sebuah pangkalan militer Turki di dekat kota Shaladze, barat laut Duhok, Irak, untuk memprotes pemboman Turki minggu lalu yang menewaskan sedikitnya empat warga sipil.
Militer Turki secara teratur melakukan serangan udara di Irak utara terhadap Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang bermarkas di Pegunungan Qandil dan memiliki pos terdepan dan pangkalan gerilyawan yang tersebar di seluruh wilayah perbatasan Turki-Irak-Iran. Ankara juga telah melakukan puluhan operasi darat lintas batas yang menargetkan PKK selama bertahun-tahun.
NRT, saluran berita di Kurdistan Irak, menyiarkan video yang menunjukkan asap membumbung dari pangkalan Turki ketika ratusan pemrotes mencoba memotong kawat berduri dan menghadapi pasukan Turki. Dalam video lain dari NRT, jet Turki terlihat melakukan terbang rendah dan menjatuhkan suar kepada para pengunjuk rasa.
NRT melaporkan bahwa enam jurnalisnya yang meliput protes ditangkap oleh pasukan keamanan Kurdi dan kemudian dibebaskan.
Menurut saksi mata, pasukan Turki pada awalnya menembaki para pengunjuk rasa. Seorang bocah lelaki berusia 13 tahun dan seorang lelaki berusia 60 tahun tewas, bunyi laporan jaringan berita Kurdi, Rudaw.
Setidaknya dua tentara Turki dilaporkan disandera sebelum dibebaskan ke pasukan keamanan Kurdi Irak. Ada juga laporan yang tidak diverifikasi bahwa pasukan Turki telah meninggalkan kamp.
Atas kejadian itu Kementerian Pertahanan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa beberapa kendaraan dan peralatan rusak dalam aksi provokasi yang dilakukan organisasi teror PKK.
Kelompok sayap kiri PKK telah melakukan pemberontakan terhadap Turki sejak tahun 1984 dan dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Pemerintah Daerah Kurdistan mengeluarkan pernyataan yang menyatakan belasungkawa kepada keluarga para korban tetapi mengatakan "tangan yang mengganggu" ada di belakang protes, dalam referensi yang jelas ke PKK.
"Otoritas terkait sedang melakukan penyelidikan menyeluruh dan para pelaku akan diadili," katanya. Bala bantuan keamanan juga dikirim ke wilayah tersebut seperti dikutip dari Deutsche Welle, Minggu (27/1/2019).
Partai Demokrat Kurdistan (KDP) yang mendominasi provinsi Irbil dan Duhok adalah pesaing PKK dan memiliki hubungan dekat dengan Turki.
Sejak 1990-an, Turki telah mendirikan setidaknya selusin pangkalan militer dan kantor intelijen di wilayah Kurdistan Irak untuk mendukung operasi melawan PKK. Insiden hari Sabtu adalah yang pertama dari jenisnya melawan kehadiran Turki di Kurdistan Irak.
Credit Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1373886/43/demonstran-kurdi-serbu-pangkalan-militer-turki-di-irak-2-tewas-1548560564

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
CB, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani anggaran legislasi untuk mengakhiri shutdown pemerintah AS terlama sepanjang sejarah. Shutdown tahun ini telah membuat ratusan ribu pekerja federal AS tidak dibayar selama satu bulan lebih.
"Kami telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri shutdown dan membuka kembali pemerintahan," kata Trump, seperti dilansir dari the Guardian, Ahad (27/1).
Kementerian Keuangan AS memperkirakan AS kehilangan 6 miliar dolar AS selama pemerintahan mereka ditutup satu bulan lebih. Kerugiannya lebih besar daripada anggaran 5,7 miliar dolar AS yang diminta Trump untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.
Trump menandatangani anggaran itu pada hari Jumat (25/1). Keputusan ini menandakan Trump telah menurunkan tekanannya secara signifikan. Tapi dalam pidatonya di Rose Garden di Gedung Putih, Trump tidak mau mengakui melemahkan tekanannya. Ia mengancam akan mendeklarasikan darurat nasional jika Kongres tidak segera membuat kesepakatan yang disetujui bersema.

The Capitol di Washington, Amerika Serikat. Pada Sabtu (12/1), shutdown beberapa instansi pemerintahan memasuki hari ke-22.
"Biar saya perjelas, kami tidak memiliki pilihan lain selain membangun tembok atau penghalang baja yang kuat. Jika kami tidak mendapatkan kesepakatan yang adil dari Kongres, pemerintah akan shutdown lagi pada tanggal 15 Febuari, atau saya akan menggunakan wewenang yang diberikan hukum dan konstitusi AS kepada saya untuk mengatasi keadaan darurat ini," kata Trump.
Kantor berita Reuters melaporkan pada Kamis (26/1) malam Wakil Presiden Mike Pence dan penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner yang juga menantu Trump memberikan empat pilihan kepada presiden AS ke-45 itu. Salah satunya mendeklarasikan darurat nasional yang mana membuat Trump dapat membangun tembok perbatasan tanpa persetujuaan Kongres tapi pasti akan dituntut ke pengadilan.
Trump tidak langsung memberikan jawabannya. Di tengah situasi yang tidak pasti para staf Gedung Putih menyiapkan pidato Trump tanpa tahu pasti apa yang akan diucapkannya. Akhirnya Trump memilih membuka kembali pemerintahan selama tiga pekan dan mencoba membuat paket keamanan perbatasan yang disepakati bersama.
Salah satu pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan faktor kunci Trump berkenan membuka kembali pemerintahan adalah kisah-kisah para pekerja federal yang tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dengan memadai karena shutdown. Membuat para pekerja federal tersebut mengambil cuti atau bekerja tanpa dibayar.
"Kami tidak berpikir kami telah menyerah, kami telah konsisten kami ingin melalui proses ini, presiden ingin melakukan satu kesempatan lagi," kata salah satu pejabat Gedung Putih lainnya.
Beberapa pejabat mengatakan perjuangan mendapatkan tembok perbatasan belum usai. Mereka mengatakan Trump semakin yakin pada pekan depan ada beberapa anggota legislatif dari partai Demokrat yang bersedia mendukung anggaran keamanan perbatasan.
Namun ketua House of Representative dari partai Demokrat Nancy Pelosi sudah menegaskan partainya tidak akan membiarkan ada anggaran yang digunakan untuk membangun tembok perbatasan. House of Representative kini dikuasai partai Demokrat yang memenangkan pemilihan paruh waktu bulan November 2018 lalu.
Pertarungan antara partai Demokrat yang menyebabkan shutdown terlama sepanjang sejarah AS ini telah melukai pemerintahan Trump. Pemerintahannya dianggap tidak bersentuhan dengan penderitaan rakyat AS. Terutama setelah Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mempertanyakan mengapa pekerja federal yang tidak mendapatkan gaji untuk mencari pinjaman.
Penilaian terhadap kinerja pemerintahan Trump turun dari 40 persen menjadi sekitar 30 persen. Menandakan ia semakin sulit untuk memenangkan pemilihan presiden pada tahun 2020.
Terutama penyelidikan Jaksa Khusus Robert Mueller atas intervensi Rusia atas pemilihan presiden AS pada 2016 lalu yang sudah mendekati tahapan akhir. Terutama setelah teman dekat dan mantan penasihat politik Trump, yakni Roger Stone ditangkap FBI di kediamannya di Florida.
Credit REPUBLIKA.CO.ID
https://m.republika.co.id/berita/internasional/amerika/19/01/27/plyuo5370-kerugian-shutdown-lebih-besar-dari-dana-tembok-perbatasan

ilustrasi ledakan bom (ANTARA News/Handry Musa/2017)
Kota Zamboanga, Filipina(CB) - Dua ledakan granat di luar satu gereja di pusat kota Jolo, Sulu, Filipina Selatan, menewaskan delapan orang --termasuk lima prajurit-- dan melukai tujuh orang lagi pada Ahad, kata polisi.
Inspektur Senior Polisi Pablo Labra II, Direktur POlisi Sulu, mengatakan kedua ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 08.28, Ahad, di luar Our Lady of Mount Carmel Cathedral, saat missa sedang berlangsung.
Labra mengatakan mereka belum bisa memastikan apakah peristiwa itu adalah perbuatan anggota Abu Sayyaf dan apakah granat tersebut dilemparkan oleh tersangka yang mengendarai sepeda motor.
Nama prajurit yang tewas, serta enam prajurit yang cedera, belum diketahui, kecuali mereka berasal dari Batalion Infantri Ke-35 Angkatan Darat yang bertugas untuk mengamankan gereja itu yang berada di Barangay Walled City, kata Labra.
Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Filipina, PNA --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad siang, Labra mengatakan ketiga warga sipil yang tewas dan satu orang lagi, yang termasuk di antara tujuh orang yang cedera, adalah pejalan kaki.
Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut.
Labra menyatakan tentara dan personel polisi tambahan telah dikerahkan untuk menjaga kedamaian dan ketenangan di pusat kota Jolo, setelah ledakan.
Sementara itu, Kepala PNP Direktur Jenderal Oscar Albayalde mengutuk kedua pemboman di Jolo pada Ahad pagi tersebut. Ia meyakinkan bahwa keadilan akan ditegakkan sesegera mungkin.
Credit AntaraNews
https://m.antaranews.com/berita/791994/delapan-orang-tewas-dalam-dua-ledakan-di-jolo-filipina