Selasa, 25 Desember 2018

Kehabisan Lahan, Singapura Mau Bangun Kota Bawah Tanah


Patung singa di Singapura. TEMPO/ Arie Basuki
CBJakarta - Keterbatasan wilayah membuat Singapura berpikir lebih jauh untuk menampung populasi yang semakin tumbuh, dan salah satunya rencana megaproyek kota bawah tanah.
Setelah gedung pencakar langit, Singapura mulai mengungkap rencana yang disebut Underground Master Plan 2019, menurut laporan News Straits Times, 24 Desember 2018.


Dengan penduduk 5,6 juta jiwa yang tinggal di wilayah tiga perlima dari New York, belum lagi prediksi penduduk akan mencapai 6,9 juta jiwa pada 2030, Singapura mulai kehabisan lahan.


Pengembang JTC Corporation telah mempertimbangkan untuk membangun fasilitas penelitian bawah tanah untuk ribuan ilmuwan di Singapura. (JTC Corporation / Majalah Smithsonian)
Sebetulnya negara kota tersebut sudah melakukan banyak proyek reklamasi selama puluhan tahun, namun dampak kenaikan air laut dan perubahan iklim lainnya, Singapura mulai menggali tanah.
Singapura telah membangun sejumlah infrastruktur di bawah tanah, seperti jalur kereta, pertokoan, jalur pejalan kaki, hingga jalan raya lima lajur hingga pipa pendingin, dan bahkan pom bensin sampai gudang senjata.
"Singapura memiliki lahan yang terbatas, kita ingin memanfaatkan sebaik mungkin permukaan dan mempertimbangkan secara sistematis bagaimana untuk membangun tempat di bawah tanah untuk masa depan," kata Ler Seng Ann, Direktur Urban Redevelopment Authority (URA), lembaga pemerintah untuk perencanaan tata kota.
"Saat ini kita fokus menggunakan bawah tanah untuk transportasi, gudang penyimpanan dan industri, demi memberikan area permukaan untuk perumahan, perkantoran, sarana masyarakat dan tempat terbuka hijau," tambah Ler.
Gambaran kota bawah tanah Singapura. [www.ura.gov.sg]


Rencana Kota Bawah Tanah akan dibangun area percontohan, termasuk pusat data, pabrik, depot bus, sistem saluran air limbah terowongan, gudang dan penampungan air. Tidak ada rencana untuk memindahkan rumah atau kantor ke bawah tanah.
Singapura hanya bergabung dengan beberapa kota yang memetakan ruang bawah tanah mereka, kata Peter Stones, seorang insinyur senior perusahaan konsultan Arup, yang melakukan penelitian untuk URA membandingkan penggunaan ruang bawah tanah dengan kota-kota lain.
Studi Arup menemukan kepadatan kereta bawah tanah Singapura sedikit di belakang Tokyo, dan memiliki kepadatan terendah untuk jalur pejalan kaki bawah tanah.
Studi ini juga menemukan Singapura di belakang Hong Kong dan Tokyo dalam kepadatan jalan bawah tanah pada 2014.
Dari 180 kilometer kereta api perkotaan, hampir setengahnya terletak di bawah tanah, seperti halnya sekitar 10 persen jaringan jalan bebas hambatan Singapura.
Selain kemacetan, hambatan lain pengemudi untuk memanfaatkan ruang kota bawah tanah di Singapura adalah cuaca, kata Stones.
Credit TEMPO.CO


https://dunia.tempo.co/read/1158508/kehabisan-lahan-singapura-mau-bangun-kota-bawah-tanah

Asteroid Berbentuk Kuda Nil Terdeteksi Dekati Bumi


abc news
Badan antariksa AS NASA menyebutkan pergerakan sebuah asteroid yang mendekat ke Bumi pada sekitar hari Natal tahun ini menunjukkan bentuknya yang mirip "kuda Nil yang berenang di sungai".
Objek antariksa yang dinamai 2003 SD220 itu kini berada di posisi terdekat ke Bumi dalam 400 tahun.
Pada Sabtu lalu asteroid ini terdeteksi di posisi 2,9 juta kilometer dari Bumi. Itu setara dengan tujuh setengah kali jarak dari Bumi ke Bulan.
Asteroid kuda Nil ini selanjutnya akan kembali mendekati Bumi pada tahun 2070. Posisinya diperkirakan akan sedikit lebih dekat lagi.
Tiga fasilitas komunikasi antariksa berhasil mengumpulkan data baru tentang asteroid ini selama tiga hari sejak 15 Desember lalu.
Data tersebut menunjukkan bentuk dan permukaan asteroid serta memberi informasi yang lebih baik tentang orbitnya.
Gambar-gambar yang dirilis NASA 20 kali lebih terperinci dibandingkan citra asteroid sebelumnya.
Menurut NASA, asteroid kuda Nil ini berukuran panjang 1,6 kilometer dengan rotasi yang sangat lambat, sekitar 12 hari.
NASA menjelaskan asteroid ini juga "memiliki semacam rotasi kompleks yang agak mirip dengan lembaran bola yang buruk".
Gambar radar dari asteroid ini, yang diambil menggunakan satu antena untuk mengirim dan antena lainnya untuk menerima, secara detail sebanding dengan sebuah pesawat ruang angkasa, seperti ketika OSIRIS-REx NASA mengambil foto asteroid Bennu awal November lalu.
Photo: Citra radar asteroid Bennu yang dirilis NASA pada 6 November 2018. (NASA/Goddard/University of Arizona via AP)
 
https://m.republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/18/12/24/pk8571-asteroid-berbentuk-kuda-nil-terdeteksi-dekati-bumi

http://www.abc.net.au/indonesian/2018-12-24/asteroid-berbentuk-kuda-nil-terdeteksi-dekati-bumi/10666342





Mantan Astronaut Kritik Rencana Pengiriman Manusia ke Mars


Radar memutari Planet Mars

CB, LONDON -- Mantan astronaut Amerika Serikat (AS) Bill Anders mengkritik rencana mengirim manusia ke planet Mars. Andres, 85 tahun seorang astronot Apollo 8, pesawat antariksa pertama yang berhasil mengorbit bulan sebanyak 10 kali pada 1968 mengkritik rencana pengiriman manusia ke Mars. 

"Apa yang sangat penting? Mendorong kami pergi ke Mars? Saya kira itu bukan sesuatu yang menarik perhatian publik," kata Andres di Radio BBC 5 Live, seperti dilansir dari ABC News, Senin (24/12). 

Misi Apollo 8 sangat penting bagi misi selanjutnya yaitu Apollo 11, di mana pertama kalinya manusia berhasil menginjak kaki di atas bulan. Dalam wawancaranya dengan BBC 5 Live, Andres mengatakan ia sangat mendukung program luar angkasa tanpa awak. Tetapi, menurutnya mengirim manusia ke Mars sebagai sesuatu 'yang hampir konyol'. Ia menyinggung tentang rendahnya minat masyarakat terhadap program yang mahal tersebut. 

Meski memiliki peran penting di misi Apollo 8, Andres mengkritik kerja NASA saat ini. Menurutnya, NASA telah berevolusi dengan buruk. Sampai kini menurut Andres NASA telah gagal mengirim manusia ke bulan lagi. 

"Sekarang NASA tidak bisa ke bulan, mereka sangat kaku, NASA menjadi program kerja," kata mantan astronot tersebut. 

Andres mengakui ia bukan orang yang terkenal karena pendapatnya. Andres mengatakan NASA cukup beruntung dengan apa yang mereka miliki. Tapi Andres sulit mengakui NASA pantas mendapatkan apa yang sekarang mereka miliki. Yaitu anggaran yang sangat besar serta fasilitas yang luar biasa mahal. 

Frank Borman, rekan Andres di Apollo 8 dan komandan dalam misi itu memiliki pendapat yang berbeda. Borman mengatakan ia tidak sekritis Andres dalam melihat NASA. "Saya sangat yakin kami harus mendorong eksplorasi tata surya dan saya pikir manusia menjadi bagian dari itu," kata Borman. 

Tapi, Borman mengkritik dua pengusaha terkaya di dunia Elon Musk dan Jeff Bezos yang memiliki ambisi untuk menciptakan sebuah koloni di Mars. Musk memiliki SpaceX dan Bezos membangun Blue Origin. Dua perusahaan eksplorasi antariksa terbesar di dunia.  

"Saya pikir terlalu banyak gembar-gembor tidak masuk akal tentang Mars, Musk dan Bezos berbicara tentang menempatkan koloni di Mars, itu omong kosong," kata Borman.


Credit REPUBLIKA.CO.ID


https://m.republika.co.id/berita/internasional/amerika/18/12/24/pk8m28382-mantan-astronaut-kritik-rencana-pengiriman-manusia-ke-mars



Tsunami Sapu Selat Sunda, UE Aktifkan Satelit Copernicus


Uni Eropa (UE) mengatakan bahwa mereka sudah mengaktifkan satelit darurat milik mereka, yakni satelit Copernicus untuk terus memantau situasi di Selat Sunda. Foto/Reuters
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) mengatakan bahwa mereka sudah mengaktifkan satelit darurat milik mereka, yakni satelit Copernicus untuk terus memantau situasi di Selat Sunda. Satelit Copernicus digunakan UE untuk menggumpulkan data dari berbagai sumber untuk mendapatkan informasi yang tepat waktu dan berkualitas dalam kaitannya dengan lingkungan dan keamanan di tingkat global. 
Semua informasi yang diperoleh oleh stasiun satelit Copernicus tentang lingkungan, udara dan darat untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang "kesehatan" dari Bumi. 
Dalam pernyataan bersama, Menteri Luar Negeri UE, Frederica Mogherini dan Komisaris untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis UE, Christos Stylianides menuturkan bahwa Brussels mengucapkan duka cita kepada Indonesia atas bencana ini.
"Banyak orang kehilangan nyawanya, banyak yang terluka atau hilang setelah tsunami menghantam Selat Sunda di Indonesia pada Sabtu malam," bunyi pernyataan keduanya, seperti dikutip dari lama resmi UE pada Senin (24/12).
"Kami bersama para korban dan semua yang terkena dampak, serta dengan layanan darurat yang bekerja keras untuk menyelamatkan jiwa dan membantu mereka yang membutuhkan. Kami menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang yang dicintai," sambungnya.
Keduanya kemudian mengatakan, UE akan terus berdiri berdampingan dengan pemerintah dan masyarkat Indonesia dalam situasi ini dan menegaskan siap memberikan bantuan jika memang dibutuhkan.

"Layanan pemetaan satelit Copernicus darurat UE telah diaktifkan dan pakar kemanusiaan UE siap siaga untuk dikerahkan jika diminta. Kami siap menawarkan bantuan yang dibutuhkan dan memantau situasi dengan cermat," ungkapnya.
Mogherini sendiri, menurut UE, telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi untuk membahas masalah ini.

Credit Sindonews.com


https://international.sindonews.com/read/1365473/41/tsunami-sapu-selat-sunda-ue-aktifkan-satelit-copernicus-1545649969

Satelit ESA Konfirmasi Anak Krakatau Pemicu Tsunami Selat Sunda


Satelit ESA Konfirmasi Anak Krakatau Pemicu Tsunami Selat Sunda
Foto udara memperlihatkan letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). Foto/Antara Foto/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/ via REUTERS


WELLINGTON - Gambar satelit Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa (ESA) mengonfirmasi longsoran sebelah selatan Gunung Anak Krakatau meluncur ke laut. Para ilmuwan menyatakan, longsoran akibat erupsi gunung berapi itulah yang memicu tsunami Selat Sunda.

Data terkini dari dampak tsunami yang melanda kawasan pantai di Banten dan Lampung Selatan itu menyatakan 280 orang tewas dan ratusan orang lainnya terluka. Banyak bangunan juga rusak berat.

Para ilmuwan mengatakan pada hari Senin (24/12/2018) bahwa konsensus, berdasarkan pada gambar satelit dan informasi yang tersedia, adalah bahwa runtuhnya sebagian gunung berapi memicu gelombang pembunuh.

"Longsor bawah laut adalah teori utama," kata Sam Taylor-Offord, seismolog di GNS Science di Wellington, yang dikutip Reuters.

"Jadi ketika daratan itu mendorong ke lautan...itu menggeser permukaan lautan menyebabkan perpindahan vertikal yang menyebabkan tsunami," katanya. Namun, dia mengakui kurangnya data dan akses membuat mustahil untuk memastikan teori tersebut.

Gunung Anak Krakatau, yang berada di antara Jawa dan Sumatra, telah memuntahkan abu dan lava selama berbulan-bulan. Gunung itu erupsi sekitar 24 menit yang menyebabkan longsor ke bawah laut dan memicu tsunami Selat Sunda.

Taylor-Offord mengatakan letusan dan kebisingan yang tinggi mungkin menjadi alasan mengapa tanah longsor Anak Krakatau itu tidak terekam secara seismik.

Para ilmuwan mengatakan, fakta bahwa tsunami dipicu oleh gunung berapi, dan bukan oleh gempa bumi. Hal ini menjadi alasan mengapa tidak ada peringatan dini tsunami yang dikeluarkan otoritas terkait di Indonesia.

Penduduk di kawasan pantai mengaku tidak melihat atau merasakan tanda-tanda akan adanya tsunami, seperti gempa bumi atau air surut di sepanjang pantai. Tiba-tiba gelombang setinggi sekitar tiga meter muncul.

Jose Borrero, pakar teknik pesisir yang berspesialisasi dalam bahaya tsunami di eCoast Marine Consulting, mengatakan tsunami vulkanik yang dihasilkan oleh tanah longsor berperilaku aneh, dibandingkan dengan tsunami yang dihasilkan oleh gempa bumi.

Menurutnya, hal itu karena ada begitu banyak variabel yang berbeda dan ada "sweet spot" dengan kecepatan dan volume batuan yang tepat, yang menyelinap masuk ke laut dan lebih dalam untuk menghasilkan gelombang.


"Di Indonesia, kita semua telah menunggu tsunami gempa besar lainnya dan kemudian boom, di sini kita mengalami longsor gunung berapi," kata Borrero.

"Saya telah melihat beberapa penggambaran yang menunjukkan ada semacam keruntuhan miring yang mungkin meluas di bawah air (laut), tetapi tidak ada yang akan dikonfirmasi sampai ada survei lepas pantai di mana itu bertindak dan memetakan dasar laut," ujarnya.

Anak Krakatau Berbahaya


Gunung Anak Krakatau muncul dari gunung berapi Krakatau, yang pada tahun 1888 meletus dengan kekuatan dahsyat, yang ledakannya terdengar sampai Perth. Hal itu disampaikan Mika McKinnon, ahli geofisika yang berbasis di Vancouver, Kanada.

Erupsi lebih lanjut berlanjut dari kawah besar yang tertinggal.

McKinnon mengatakan gunung berapi itu sejatinya rapuh, di mana tumpukan bebatuan yang terikat longgar dan semuanya miring ke bawah. Bebatuan itu tergelincir sepanjang waktu.
Jika hal itu terjadi dalam porsi besar, maka itu akan menggantikan air yang cukup untuk memicu tsunami. Tidak ada sistem peringatan dini yang dapat mendeteksi tsunami yang disebabkan oleh tanah longsor.
Anak Krakatau sangat dekat dengan pantai sehingga tidak akan pernah ada cukup waktu untuk bereaksi dan membersihkan populasi.
"Sulit untuk mengidentifikasi tsunami yang dipicu oleh tanah longsor, terutama cukup cepat untuk mengeluarkan peringatan yang berguna," kata McKinnon.

"Peristiwa serupa pada Anak Krakatau mungkin memicu yang lain, atau mungkin juga tidak. Mungkin sebulan kemudian, atau setahun dari sekarang. Kita tidak akan pernah tahu," katanya.
Credit Sindonews.com


https://international.sindonews.com/read/1365360/40/satelit-esa-konfirmasi-anak-krakatau-pemicu-tsunami-selat-sunda-1545624478

Soal Penculikan Warga Sarawak, Malaysia Apresiasi Sikap Indonesia

Tentara dan polisi Malaysia, bersama dengan lima penduduk desa, mengunjungi tempat di mana penduduk Sarawak diduga ditahan di dekat Kampung Danau Melikin di Sarawak. [New Staits Times]
CBJakarta - Pemerintah Indonesia meminta maaf dan menyayangkan insiden penahanan warga negara Malaysia asal Serawak di perbatasan Kalimantan oleh personel TNI.
Melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan penahanan yang dilakukan TNI terkait dugaan ilegal logging. Juru bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir mengatakan ada mekanisme bilateral untuk penanganan ilegal logging.
"Indonesia dan Malaysia memiliki mekanisme bilateral dan selama ini sepakat untuk membahas isus-isu yang terjadi di perbatasan yaitu melalui forum General Border Committee (GBC) yang dipimpin oleh Menhan kedua negara," kata Arrmanatha kepada Tempo, 24 Desember 2018.


Juru Bicara Kementrian Luar NegeriArrmanatha Nasir. TEMPO/DWI FEBRINA FAJRIN
Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Marzuki Yahya menyampaikan pemerintah Malaysia mengapresiasi tanggapan positif Indonesia atas nota protes yang disampaikan atas insiden ini.
"Indonesia mengakui pelaggaran dan menerima keluhan kami untuk memastikan insiden seperti ini tidak akan terjadi lagi," kata Marzuki, dikutip dari New Straits Times.
Sebelumnya New Sunday Times melaporkan insiden terkait lima warga Malaysia dari Sarawak disergap oleh dua prajurit TNI yang masuk ke wilayah Malaysia di hutan Wong Rangkai, sekitar 400 meter dari perbatasan Kalimantan-Serian pada 11 Desember.
Kayu yang dikumpulkan oleh lima penduduk desa Sarawak sebelum mereka diduga disergap oleh dua orang bersenjata yang diyakini tentara Indonesia di dekat Kampung Danau Melikin di Sarawak.[New Straits Times]


Kelima warga Sarawak itu dibawa ke pos perbatasan Kalimantan di Sungai Enteli dengan todongan senjata SS-1 Pindad. Sesampainya di markas kelimanya dipaksa mengaku melakukan ilegal logging dan meminta tebusan.
Penyerahan warga Malaysia dilakukan di Kuching. Perwakilan pihak Indonesia dipimpin perwakilan militer dari Konsulat Jenderal di Kuching, sementara Malaysia Komandan Brigade ke-3 dari markas Kamp Perinssen.
Credit TEMPO.CO


Rodrigo Duterte Mau Tiru Cara Soeharto Berantas Komunisme

Ekspresi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte saat mendeklarasikan pembebasan kota Marawi, Filipina, 17 Oktober 2017. Militer Filipina berhasil membebaskan Marawi setelah hampir 5 bulan dikuasai kelompok militan Maute. AP Photo/Bullit Marquez
CB, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dirinya ingin mengikuti cara Soeharto untuk memberantas pemberontak komunis Filipina.
Duterte mengatakan hal ini Sabtu kemarin di hadapan tentara dari Divisi ke-10 Angkatan Darat yang bermarkas di Mawab, Lembah Compostela, seperti dilaporkan dari Inquirer.net, 24 Desember 2018.
Duterte menyampaikan pemerintah harus mengubah taktik melawan komunis dengan mengikuti taktik kampanye Soeharto pada 1965-1966 untuk menghancurkan komunisme di Indonesia.


Mantan Presiden Soeharto mengerahkan kampanye Orde Baru yang menargetkan anggota PKI, orang-orang kiri dan oposisi, yang berujung pembantaian massal warga sipil.
"Jangan bertempur dengan mereka. Hancurkan mereka. Hancurkan dan bunuh mereka," tutur Duterte di hadapan para tentara.
Presiden Rodrigo Duterte menyampaikan pidatonya selama kunjungannya ke Markas Besar Divisi Infanteri ke-10 di Kamp Jenderal Manuel T. Yan Sr di Mawab, Provinsi Compostela Valley pada 22 Desember 2018. [Robinson Ninal Jr./Foto Kepresidenan Filipina/inquirer.net]
Duterte juga mengatakan dia akan bertanggungkjawab atas pembunuhan tersebut. Pada Selasa, Duterte mengatakan akan menerapkan strategi Hamlet yang dilakukan selama perang Vietnam oleh AS, yakni dengan mengisolasi warga lokal untuk menahan pengaruh NPA.
Terkait pernyataan Duterte, Komnas HAM Filipina memperingatkan pada hari Minggu bahwa strategi tersebut bisa melanggar hak dan kebebasan warga lokal, dan bahkan pembunuhan sporadis.
"Strategi itu akan mengganggu kultur masyarakat lokal," kata juru bicara Komnas HAM Filipina, Jacqueline de Guia.
Foto yang diambil pada 23 November 2016, memperlihatkan anggota pemberontak komunis Tentara Rakyat Baru (NPA) berbaris selama upacara sebelum konferensi pers rahasia di perkemahan gerilya di pegunungan Sierra Madre di tenggara Manila, Filipina.[AP Photo/ Aaron]


De Guia mengatakan mengurung masyarakat adat di dusun akan melanggar hukum humanitarian internasional, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Filipina No. 9851 tentang Kejahatan Terhadap Hukum Humaniter Internasional, Genosida, dan Kejahatan Lain Terhadap Kemanusiaan.
Selain itu, Duterte sendiri tidak mengakui deklarasi gencatan senjata sepihak yang diajukan oleh Tentara Rakyat Baru (NPA) poros militer komunis Filipina selama masa liburan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
"Kita siap untuk apapun," tegas Duterte.
Rodrigo Duterte menambahkan, selain pemberontak komunis Filipina, tentara juga harus menghancurkan kelompok Abu Sayyaf dan gembong narkoba tanpa ampun.
Credit TEMPO.CO



https://dunia.tempo.co/read/1158474/rodrigo-duterte-mau-tiru-cara-soeharto-berantas-komunisme

Dubes China Temui Ketum PBNU Said Aqil Bahas Muslim Uighur


Jakarta, CB -- Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian menyambangi Kantor Pengurus Besar Nahldatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (24/12). 

Dalam kunjungan yang diterima Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, itu Xiao turut membicarakan persoalan Muslim Uighur di Xinjiang.

Mengutip dari situs NU Online, Said menyatakan Jika digandeng, PBNU siap menjadi mediator persoalan antara pemerintah China dan Muslim Uighur. 

Said mengklaim NU memiliki jejak rekam menjadi 'juru damai' antara dua kelompok yang berkonflik. 

Ia mencontohkan mulai dari konflik Pattani-pemerintah Thailand, Sunni-Syiah di Irak, hingga Taliban-pemerintah Afghanistan. Untuk konflik di Afghanistan, kata Said, masih terus diupayakan hingga hari ini.

Sementara itu terkait persoalan di Muslim Uighur, menurut Said itu akan jadi persoalan domestik jika terkait separatisme yang bersifat politik. Sehingga, katanya, dunia internasional tak bisa ikut campur.

Di satu sisi, tegasnya, jika berkaitan dengan agama Islam dan kebebasan Muslim Uighur melaksanakan ajaran agamanya terkekang, maka itu menjadi persoalan muslim sedunia.

"NU akan ikut dan terus bersuara jika persoalan Muslim Uighur-China adalah persoalan agama," kata Said.

Sementara itu, menjelaskan situasi di negaranya, Xiao mengatakan masyarakat China dari berbagai suku -termasuk Uighur- memiliki kebebasan dalam beragama. Menurutnya, persoalan di Xinjiang adalah persoalan separatisme di mana ada sekelompok orang yang memiliki rencana untuk membuat Xinjiang berpisah dengan China. 

"Tapi demikian masih ada segelintir oknum yang berencana memisahkan Xinjiang dari Tiongkok dengan menggunakan tindakan kekerasan, bahkan terorisme," kata Xiao melalui penerjemahnya.

Sebelumnya, terkait situasi yang dialami Muslim Uighur di Xinjiang, pada pekan lalu massa Alumni 212 menggelar aksi di depan Kedubes China di Jakarta.


Sedikitnya seribu orang yang mengaku tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 menggelar demonstrasi mendesak pengusiran Duta Besar China di Jakarta. Hal itu mereka lakukan sebagai protes atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia atau persekusi yang dialami minoritas Muslim Uighur di wilayah Xinjiang.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Muhammad Martak, sebagai salah satu koordinator aksi unjuk rasa menyatakan mengutuk keras penindasan yang dilakukan pemerintah China terhadap etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

"Kami berdiri di sini untuk membela saudara kami, Muslim Uighur di China. Kami mengutuk keras perbuatan yang dilakukan rezim pemerintah komunis China terhadap etnis Uighur yang nyata melanggar HAM dan hukum internasional," ucap Yusuf saat berorasi di depan massa, Jumat (21/12).

Yusuf mengatakan seperti pemberitaan media internasional, Muslim Uighur di China mengalami penyiksaan, intimidasi, diskriminasi, pengucilan, penangkapan, hingga pembatasan menjalankan aktivitas agama.

Yusuf menegaskan pemerintah RI segera mendesak China agar memberikan kemerdekaan kepada Uighur "atau mengusir Dubes China dari Indonesia."

"Kami juga mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Komnas HAM RI menyelamatkan muslim Uighur dan bersikap tegas terhadap rezim komunis China," katanya.

Credit CNN Indonesia



https://m.cnnindonesia.com/nasional/20181224202029-20-356112/dubes-china-temui-ketum-pbnu-said-aqil-bahas-muslim-uighur




Senin, 24 Desember 2018

Kepala Pemantau PBB Temui Gerilyawan Houthi

Gerilyawan Houthi (ilustrasi)

CB, SANA'A -- Kepala misi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang bertugas memantau gencatan senjata di Kota Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman, Patrick Cammaert, tiba di Sana'a pada Ahad (23/12). Purnawirawan jenderal Belanda itu tiba di ibu kota Yaman, yang dikuasai gerilyawan, dengan naik pesawat PBB dari Kota Aden di Yaman Selatan, kata seorang wartawan Kantor Berita Anadolu.

Cammaert dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin kelompok Syiah Al-Houthi. Jenderal Belanda itu telah tiba di Aden pada Sabtu (22/12), tempat ia mengadakan pembicaraan dengan para pejabat pemerintah yang diakui masyarakat internasional.

Pada Jumat (21/12), Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mensahkan resolusi  yang mensahkan penggelaran satu tim PBB untuk memantau gencatan senjata di Al-Hudaydah.

Semua pihak yang berperang di Yaman baru-baru ini menarik pasukan mereka dari kota pelabuhan Laut Merah tersebut dan menegakkan gencatan senjata selama pembicaraan yang ditaja PBB di Swedia.

Arab Saudi telah memimpin satu koalisi beberapa negara untuk menghadapi milisi Syiah Al-Houthi sejak 2015, ketika Riyadh dan sekutu Arab-Sunninya melancarkan serangan besar di Yaman dengan tujuan memutar-balikkan perolehan Al-Houthi --yang dimulai satu tahun sebelumnya.

Operasi pimpinan Arab Saudi di Yaman tersebut telah memporak-porandakan prasarana di negeri itu, termasuk sistem kebersihan dan kesehatannya, sehingga membuat PBB menggambarkannya sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk pada jaman modern.

Al-Hudaydah adalah saluran utama kehidupan penduduk sipil yang dirongrong bencana di Yaman, dan banyak bantuan kemanusiaan memasuki Yaman melalui kota pelabuhan tersebut.

Pada Senin (11/12), Kepala Badan Kemanusiaan PBB, dengan mengutip perkiraan terakhir, mengatakan di Yaman sekarang rakyat menderita kondisi rawan pangan di 42 persen lebih daerah dibandingkan dengan jumlah mereka tahun lalu.

Mark Lowcock, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Kemanusiaan, mengatakan di antara 333 kabupaten di Yaman tempat PBB melakukan survei, 152 kabupaten menghadapi darurat tahap keempat sistem krisis pangan yang dikenal sebagai Integrated Food Security Phase Classification (IPC), dibandingkan dengan 107 tahun lalu.

Secara keseluruhan, sebanyak 20 juta orang Yaman kelaparan, atau 70 persen dari seluruh penduduk negeri tersebut dan merupakan kenaikan 15-persen dari tahun-ke-tahun, katanya.

Secara mengerikan, sebanyak 250.000 warga Yaman telah memasuki tahap kelima IPC tahun ini, katanya. Mark Lowcock menyatakan jumlah itu 10 kali lebih besar dibandingkan dengan rakyat yang menderita kondisi rawan pangan serupa di Sudan Selatan, satu-satunya negara lain yang menghadapi masalah tingkat kelima.

Credit REPUBLIKA.CO.ID



https://m.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/18/12/24/pk77h7383-kepala-pemantau-pbb-temui-gerilyawan-houthi



Rusia Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Hamas-Fatah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov

CB, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki di Moskow, Jumat (22/12). Mereka membahas tentang perpecahan internal Palestina yang melibatkan dua faksi besar, yakni Fatah dan Hamas.

Dalam pertemuan itu, Lavrov mengatakan bahwa Rusia siap menjadi tuan rumah pertemuan antara para pemimpin Hamas dan Fatah. Moskow bersedia membantu proses rekonsiliasi antara kedua faksi yang telah berselisih selama lebih dari 10 tahun tersebut.

Menurut Lavrov, perpecahan internal Palestina menjadi penghambat dimulainya pembicaraan langsung dengan Israel. Oleh sebab itu, dia mendesak semua warga Paletsina berdamai dan memberi Otoritas Palestina wewenang untuk bernegosiasi.

Semenatara itu, al-Malki menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hanya berpura-pura siap untuk bernegosiasi dengan Palestina tanpa prasyarat apa pun. “Ketika sampai pada kesepakatan, Netanyahu, entah bagaimana, menghindarinya,” ujarnya, dikutip laman Anadolu Agency.

Rusia dilaporkan akan mempertemukan perwakilan Hamas dan Fatah guna membantu kedua faksi itu mencapai rekonsiliasi. Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh telah menerima undangan untuk mengunjungi Moskow. Haniyeh dikabarkan akan memenuhi undangan tersebut pada awal tahun depan.

Haniyeh sendiri telah mengumumkan kesiapannya bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Ia mengaku bersedia mengadakan pembicaraan di mana pun untuk membahas situasi internal Palestina. "(Hamas) siap mematuhi segala persyaratan untuk memulihkan persatuan nasional Palestina dan mengakhiri perpecahan," katanya ketika berpidato pada acara peringatan berdirinya Hamas pada 16 Desember lalu. 

Fatah dan Hamas telah berselisih sejak 2007. Beberapa upaya rekonsiliasi antara kedua faksi itu sempat dilakukan. Usaha tersebut gagal karena Hamas selalu mengajukan syarat-syarat tertentu kepada Otoritas Palestina bila hendak berdamai. 

Credit REPUBLIKA.CO.ID


https://m.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/18/12/23/pk6wdi414-rusia-siap-jadi-tuan-rumah-pertemuan-hamasfatah



AS Kirim Kapal Induk, Iran Gelar Latihan Dekat Selat Hormuz


Garda Revolusi Iran, IRGC, menggelar latihan perang sehari setelah kapal induk AS USS John C. Stennis berlayar ke Teluk Arab. Foto/Istimewa
TEHERAN - Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa pasukan darat Garda Revolusi Iran, IRGC, telah meluncurkan latihan di dekat Selat Hormuz yang strategis. Selat Hormuz adalah jalur untuk hampir sepertiga dari semua minyak yang diperdagangkan melalui jalur laut.
Laporan tersebut mengatakan IRGC akan menggunakan helikopter tempur dan pesawat tak berawak di sekitar pulau Qeshm seperti disitir dari Arab News, Sabtu (22/12/2018).
Latihan perang tahunan yang disebut "Great Prophet" itu dilakukan sehari setelah kapal induk Amerika Serikat (AS), USS John C. Stennis, berlayar ke Teluk Arab pada hari Jumat. Kapal milik IRGC membuntuti USS John C. Stennis dan menerbangkan drone untuk merekam kapal AS tersebut.

Teheran merasa semakin di bawah tekanan setelah Presiden Donald Trump pada November memperbarui sanksi setelah AS mencabut perjanjian nuklir 2015. AS menarik diri dari kesepakatan yang ditandatangani oleh 5 negara lain itu pada bulan Mei.
Credit Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1365097/43/as-kirim-kapal-induk-iran-gelar-latihan-dekat-selat-hormuz-1545496219



Rusia Akan Luncurkan Peluncur Misil Berbasis Kecerdasan Buatan


Vitaly V. Kuzmin

Demi mengurangi tenaga manusia dalam pengoperasian senjata, para teknisi sedang membangun monster logam yang mampu bertugas di medan perang tanpa campur tangan manusia.
Sistem peluncur roket (MLRS) Tornado-G merupakan senjata berbasis kecerdasan buatan pertama Rusia, demikian diungkapkan direktur pengelola pabrik senjata NPO Splav Alexander Smirnov kepada awak media Rusia pada awal Desember.
“Benar, sistem generasi pertama seperti Grad dan Smerch memiliki perangkat otomatisasi yang minim. Sulit menghitung dengan tepat angka robotisasi di setiap kompleks rudal yang ada, tapi saya bisa bilang bahwa sistem yang telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, Tornado-G dan Tornado-S, mengandung unsur-unsur yang dapat membentuk dasar dari MLRS terrobotisasi pada masa depan," katanya.
Vitaly V. Kuzmin
Menurut Smirnov, Tornado-G dilengkapi sistem pembidikan otomatis dan kendali penembakan, serta fasilitas pengaturan dan peluncuran.
Sederhananya, senjata-senjata ini mampu secara mandiri melakukan misi tempur: penargetan, pengenalan, penguncian, dan semuanya hingga misil diluncurkan.
Sistem kecerdasan buatan dari robot ini telah memiliki pangkalan data target, yang berisi penampilan, pergerakan, radiasi panas, dan lain sebagainya. Melalui algoritme mandiri, akan selalu ada pembaruan, penambahan, dan perluasan ke pangkalan data ini. Selain itu, para teknisi bisa meningkatkan modul dengan metode deteksi tambahan berdasarkan suhu,  spektrum inframerah, dan lain-lain.
Namun, pada tahap pengembangan saat ini, keputusan menembak target hanya dapat dilakukan manusia yang mengoperasikannya. Meski sistem kecerdasan buatan mampu melakukannya, para petinggi militer belum siap mengizinkan hal itu.
Para teknisi mengatakan bahwa "otak" dari mesin ini akan semakin maju seiring waktu. Ia secara mandiri mempelajari lingkungan dan melengkapi pangkalan data dengan informasi tentang musuh dan sekitarnya.
Semua teknologi ini akan semakin canggih dalam beberapa dekade mendatang. Dan ketika saatnya tiba, peran manusia di medan perang — baik di darat, air, atau langit — akan digantikan oleh mesin.
Senjata-senjata "pintar" pertama ini sudah mulai digunakan di jajaran militer Rusia dan AS.
Credit RBTH INDONESIA


https://id.rbth.com/technology/81054-rusia-peluncur-misil-kecerdasan-buatan-qyx



Ilmuwan Pernah Ungkap Potensi Tsunami Selat Sunda, Ini Risetnya

Seorang pria mencari barang berharga miliknya di puing rumah mereka yang hancur tersapu tsunami di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, Ahad, 23 Desember 2018. Dikabarkan sebanyak 20 orang masih dalam pencarian, seluruh korban merupakan warga setempat. ANTARA/Ardiansyah

CBBandung - Badan Geologi sempat melakukan riset seputar potensi penyebab tsunami Selat Sunda. Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG Badan Geologi, Akhmad Solikhin, menyodorkan riset tsunamigenik di Selat Sunda hasil kajian katalog tsunami Soloviev.
Catatan riset tersebut disusun dua peneliti dari Badan Geologi, yakni Yudhicara (PVMBG) dan K Budiono (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan). Tsunamigenik adalah kejadian alam yang berpotensi menimbulkan tsunami.


Kedua peneliti itu menyebutkan tsunami misterius di Selat Sunda tersebut diduga disebabkan longsoran baik terjadi di kawasan pantai maupun di dasar laut. "Kejadiannya bersifat lokal," kata Akhmad, saat ditemui di kantornya, Ahad, 23 Desember 2018.


Riset dua peneliti itu mendapati potensi terjadinya longsor bawah laut di Selat Sunda yang bisa memicu tsunami. Morfologi dasar laut Selat Sunda menampakkan pola alur dasar laut berupa lembah yang dalam. Di beberapa tempat menyempit dengan kelerangan terjal.
"Sekitar perairan ini merupakan daerah berarus cukup kuat dan berpotensi membentuk longsoran dasar laut," dikutip dari tulisan keduanya di Jurnal Geologi Indonesia edisi 4 Desember 2008.
Selain longsoran bawah laut, kedua peneliti Badan Gelogi itu menyebutkan di Pantai Barat Merak terdapat bidang dasar laut dengan lereng terjal dan pola sesar rapat. Di bagian dasar serta sekitar dinding lereng juga terdapat kantong sedimen yang tidak terkonsolidasi, sehingga ketika arus pada alur lembah semakin kuat, sedimen bisa bergerak turun mengikuti alur dan berpoteni menimbulkan tsunami dalam skala kecil dan lokal.
Potensi pemicu tsunami selanjutnya yang ditemukan keduanya berasal dari morfologi dinding teluk yang terjal. Peristiwa tsunami Selat Sunda pada 1851, misalnya, diduga dipicu oleh longsornya material tanah di tebing teluk ini dalam volume besar.
Sedangkan erupsi gunung api dan gempa bumi terhitung menjadi pemicu tsunami yang paling banyak di Selat Sunda. Tsunami akibat erupsi gunung api terjadi beberapa kali, seperti pada tahun 416 Masehi, 27 Agustus 1883, Februari 1884, serta 26 Maret 1928. "Kala itu, erupsi Gunung Krakatau yang sangat dahsyat sehinga menimbulkan tsunami,” kata dia.
Tsunami pada 27 Agustus 1883 teramati ketinggian maksimum gelombang menembus 30 meter di atas permukaan laut, 4 meter di pantai selatan Sumatera, serta 2-2,5 meter di pantai utara dan selatan Jawa, 1-1,5 meter di Samudar Pasifik hingga menjangkau Ameriksa Selatan. Disebutkan 36 ribu orang tewas akibat peristiwa ini. "Dipublikasikan sebagai tsunami terbesar akibat erupsi gunung," kata Akhmad.
Selanjutnya tsunami Selat Sunda 1928. Ini disebut memiliki kaitan dengan aktivitas awal kelahiran Gunung Anak Krakatau yang muncul dari sisa kompleks Gunung Krakatau yang meletus dahsyat pada 1883. "Gunung Krakatau aktif kembali tahun 1927. Sejak tahun 1927 sampai 1929 itu awal-awal aktivitas Anak Krakatau,” kata dia.


Akhmad mengatakan, tsunami terjadi akibat letusan gunung api di bawah laut. Saat itu Gunung Anak Krakatau belum muncul ke permukaan. "Kejadian erupsi Anak Krakatau mengiringi gelombang laut yang termaati di beberapa tempat di sekitar wialyah gunung api. Gunung apinya masih di bawah laut, erupsinya menimbulkan tsunami. Tinggi gelombangnya tidak tercatat," kata dia.
Sementara empat peristiwa tsunami terkait dengan gempa bumi terjadi pada Oktober 1722, 24 Agustus 1757, 9 Januari 1852, serta 22 April 1958. "Kebanyakan tsunami terjadi akibat gempabumi bukan di Selat Sunda, tapi bersumber di Megathrust di selatan Selat Sunda," kata Akhmad.
Pada Okober 1722, gempa kuat di laut tercatat membuat air luat naik seperti mendidih. Pada 24 Agustus 1757, tsunami terjadi pukul 02.00 WIB. Gempa terasa di Jakarta kurang dari 5 menit dan membuat air Sungai Ciliwung naik 0,5 meter, sehingga membanjiri Jakarta.
Pada 9 Januari 1852 terjadi gempa pukul 18.00 WIB yang terasa di di Jawa bagian barat dan selatan, hingga Sumatera. Gempa ini menyebabkan fluktuasi air tidak biasa sekitar 2 jam kemudian yakni pukul 20.00 WIB. Sementara pada 22 April 1958 gempa terasa di Bengkulu, Palembang, Teluk Banten, dan Banten di ikuti kenaikan muka air laut.
Credit TEMPO.CO


https://tekno.tempo.co/read/1158269/ilmuwan-pernah-ungkap-potensi-tsunami-selat-sunda-ini-risetnya

11 Kali Tsunami Selat Sunda, 3 Tragedi Masih Terselubung Misteri

Suasana pantauan udara dari lokasi terjadinya tsunami di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita di Kabupaten Pandeglang, Banten pada Ahad, 23 Desember 2018. Tsunami Selat Sunda menghantam kawasan ini pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. TEMPO/Syafiul Hadi
CBBandung - Tsunami Selat Sundatelah terjadi setidaknya lebih dari 11 kali dalam dua abad terakhir. Terbaru, terjadi pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. Namun, ada tiga tsunami yang penyebabnya masih misterius. Yakni, pada 1851, 1883, dan 1889.

"Tidak diketahui karena parameter gempa tidak ada. Diasumsikan akibat aktivitas longsor di bawah laut," kata Kepala Subbidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG, Akhmad Solikhin, saat ditemui di kantornya, Ahad, 23 Desember 2018.
Kendati diduga disebabkan oleh longsor di bawah laut, tapi mencari pembuktiannya terhitung sulit. "Karena kita harus mengetahui batimetri (peta topografi dasar laut) sebelum kejadian, dibandingkan dengan batimetri setelah kejadian. Dan itu memerlukan biaya sangat besar untuk survei," kata dia.


Pertama, 4 Mei 1851. Kejadian tsunami di Teluk Betung, di dalam Teluk Lampung. Tsunami ini teramati gelombang naik 1,5 meter dari pantai biasanya dengan penyebab yang belum diketahui.
Peristiwa kedua terjadi tanggal 10 Oktober 1883. "Terjadi dua bulan setelah kejadian letusan hebat Krakatau (27 Agustus 1883). Tsunami terjdi di Cikawung, di Pantai Teluk Selamat Datang. Teramati gelombang laut membanjiri pantai sejauh 75 meter, jarak jangkauan luncurannya," kata Akhmad.
Sedangkan peristiwa ketiga terjadi pada bulan Agustus 1889. "Itu terjadi di Pantai Anyer. Tidak ada catatan ketinggiannya berapa. Hanya disebutkan terjadi kenaikan air laut yang tidak wajar," kata dia.
Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto, memastikan gempa bumi bukan menjadi pemicu tsunami Selat Sunda, Sabtu, 22 Desember 2018. Hipotesa aktivitas gunung api, kata dia, masih menunggu hasil penelitian tim gunung api PVMBG.
"Apakah terjadi tumpahan material besar akibat letusan ke laut secara tiba-tiba, seperti letusan 1883, sehingga terjadi tsunami? Ini yang kami belum tahu," ujarnya. Agus mengatakan, dugan tsunami akibat longsor bawah laut juga harus dipastikan apakah peristiwa tersebut berdiri sendiri atau terkait dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Faktanya ada tsunami, tanpa gempa bumi dan ada letusan gunung api. "Penyebabnya Ini yang sedang kami cari," kata dia. "Longsor bawah laut itu ada beberapa pemicu, seperti gempa bumi, gunung api, gerakan tanah atau longsoran bawah laut. Longsoran itu bisa terjadi akibat gempa bumi, atau letusan gunung api, atau yang lain. Itu yang harus dicek."


Agus mengatakan, tsunami yang dilaporkan terjadi di Selat Sunda, Sabtu, 22 Desember 2018, diduga berhubungan material dalam volume besar. "Tsunami sebesar itu harus ada sentakan tiba-tiba," kata dia.
Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Wawan Irawan, telah mengirimkan tim untuk memastikan keterkaitan tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Sabtu, 22 Desember 2018, dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. "Hari ini akan berangkat ke sana untuk melakukan pemeriksaan," kata dia di saat konfrensi pers di kantornya di Bandung, Ahad, 23 Desember 2018.
Wawan mengatakan, salah satu letusan yang terjadi Sabtu, 22 Desember 2018, pukul 21.03 WIB, merusak peralatan yang dipasang PVMBG di Pulau Gunung Anak Krakatau. Selepas letusan bertipe strombolian (letusan kecil) tersebut, dilaporkan terjadi gelombang pasang yang belakangan dipastikan oleh BMKG sebagai tsunami.
Credit TEMPO.CO



https://tekno.tempo.co/read/1158264/11-kali-tsunami-selat-sunda-3-tragedi-masih-terselubung-misteri



Presiden Palestina akan Bubarkan Parlemen, Hamas Meradang

RAMALLAH, CB - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menjanjikan bakal segera melaksanakan keputusan pengadilan untuk membubarkan parlemen.
Pernyataan itu langsung mendapat kecaman dari kelompok Hamas, yang menguasai parlemen, dan menjadi perseteruan terbaru dengan Partai Fatah yang dipimpin Abbas.
"Kami beralih ke Mahkamah Konstitusi yang memutuskan untuk membubarkan PLC (Dewan Legislatif Palestina) dan menyerukan untuk pemilihan parlemen baru dalam enam bulan."
"Dan kita harus melaksanakan (keputusan) ini segera," kata Abbasa dalam pertemuan dengan organisasi Pembebasan Palestina di Ramallah, Sabtu (22/12/2018).
Perseteruan antara Partai Fatah dengan Hamas telah dimulai sejak 2007, ketika Hamas membawa pasukannya dan mengambil alih kendali pemerintahan di wilayah Gaza, dan menjalankan kekuasaan terbatasnya di sebagian Tepi Barat yang diduduki Israel.
Semenjak itu, Dewan Legislatif Palestina (PLC), yang didominasi Hamas usai kemenangan telah atas Fatah dalam pemilu, sebagian besar telah dilumpuhkan.
Jika dilaksanakan, pembubaran parlemen akan tetap berlaku simbolis dan hanya makin menegaskan perpecahan politik antara Gaza dan Tepi Barat.
Abbas menuduh Hamas telah berupaya menghalangi upaya pemersatuan Palestina yang ditengahi Mesir. Tuduhan itu telah dibantah keras oleh Hamas.
Mesir telah berulang kali menengahi upaya kesepakatan untuk mengakhiri perpecahan di Palestina, namun tidak ada yang sepenuhnya tercapai. Hamas dan Fatah yang saling menuding atas kegagalan yang terjadi.
Menurut Abbas, pembubaran parlemen akan dapat menekan Hamas agar mau menerima proposal rekonsiliasi nasional.
Yehiha Moussa, anggota parlemen dari Hamas memperingatkan bahwa pembubaran PLC hanya akan membawa pada kehancuran sistem politik di Palestina dan memicu kekacauan di negara itu.
"Pembubaran parlemen adalah cara untuk menuju kekacauan," kata Moussa kepada The Associated Press.
Kelompok Hamas kemungkinan besar akan tetap mengabaikan perintah pengadilan dan bersikeras bahwa PLC akan berakhir secara otomatis ketika parlemen baru telah dibentuk melalui pemilihan umum.
Credit KOMPAS.com


https://internasional.kompas.com/read/2018/12/23/11163101/presiden-palestina-akan-bubarkan-parlemen-hamas-meradang

Panglima Israel: Langkah Keras di Tepi Barat 'Keliru'


Wilayah Palestina di Tepi Barat yang diduki Israel. ilustrasi


CB, YERUSALEM -- Kepala Staf Angkatan Darat Israel Letnan Jenderal Gadi Eisenkot telah memperingatkan agar tindakan keras tidak dilakukan terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat Sungai Yordan. Pernyataan Eisenkot tersebut disampaikan kepada media Israel pada Ahad (22/12).

"Ada pemikiran di sini bahwa jika kita melakukan kekerasan terhadap terorisme, itu akan berakhir," kata Eisenkot sebagaimana dikutip harian The Jerusalem Post selama satu konferensi dengan judul 'Militer dan Masyarakat Israel'.

"Itu adalah pendekatan yang keliru. Saya sering mendengar bahwa pencegahan telah ambruk, tapi konsep semacam itu sulit dilukiskan. Pencegahan tidak merosot dan tidak dibangun dalam sehari," kata Eisenkot.

Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu, ia mengatakan bukan keinginan Israel untuk meningkatkan situasi di Tepi Barat.

Peringatan Eisenkot dikeluarkan sebagai tanggapan atas seruan oleh para menteri dan pejabat Israel untuk menggunakan kekuatan setelah serangan belum lama ini oleh orang Palestina.

"Kedatangan tentara Rusia pada akhir 2015 menciptakan tantangan baru, dan membuat kita perlu menciptakan mekanisme guna mencegah gesekan," katanya.

Pada Rabu (19/12), Presiden AS Donald Trump memerintahkan semua pasukan AS di Suriah untuk keluar dari negeri tersebut, dan mengatakan mengalahkan Da'esh adalah satu-satunya alasan untuk berada di negara yang dicabik perang saudara itu.

AS memulai serangan udaranya di Suriah pada 2014, dan mengerahkan tentara ke negeri tersebut untuk membantu perang anti-Da'esh bersama mitra lokal dari tahun ke tahun.

Menurut banyak laporan, pasukan AS akan keluar dalam waktu 60 sampai 100 hari.

Credit REPUBLIKA.CO.ID

https://m.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/18/12/23/pk75nu383-panglima-israel-langkah-keras-di-tepi-barat-keliru







Turki Perkuat Pengamanan Perbatasan dengan Suriah


Pasukan Turki dan milisi Suriah pro-Turki mencoba mengambil alih bukit Bursayah yang memisahkan Afrin yang dikuasai Kurdi dengan Kota Azaz, Suriah yang dikuasai Turki, 28 Januari 2018. Hampir sebulan operasi militer Turki berlangsung di Afrin.

CB, ISTANBUL -- Turki sedang meningkatkan kekuatan militer di perbatasannya dengan Suriah, demikian laporan Kantor Berita Demiroren (DHA), Ahad (23/12). Laporan itu menambahkan bahwa sekitar 100 kendaraan, termasuk truk, dan persenjataan sudah bergerak ke daerah tersebut.

Peningkatan kegiatan militer terjadi beberapa hari setelah Presiden Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan menangguhkan rencana operasi militer terhadap milisi YPG Kurdi di Suriah Utara setelah Amerika Serikat memutuskan untuk menarik pasukannya dari Suriah.

DHA melaporkan bahwa iring-iringan yang bergerak menuju Kilis, distrik di perbatasan yang berada di provinsi Hatan di Turki Selatan, itu meliputi tank, meriam, senapan mesin dan bus yang mengangkut pasukan.

Sebagian peralatan militer dan personel akan ditempatkan di pos-pos sepanjang perbatasan sementara sebagian lagi telah menyeberang ke Suriah melalui Distrik Elbeyli, kata DHA.

Elbeyli berada di 45 kilometer dari kota Suriah di utara, Manbij, yang telah menjadi titik panas antara Ankara dan Washington.

Pada Juni, sekutu-sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mencapai kesepakatan, yang akan memastikan bahwa YPG didepak dari wilayah tersebut namun Turki mengeluh bahwa peta jalan untuk menjalankan upaya itu tertunda.

Reuters tidak dapat memastikan secara mandiri alasan dibalik pengerahan kekuatan dan para pejabat Turki belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Erdogan mengatakan pada Jumat (21/12) bahwa Turki akan mengambil alih perang terhadap kelompok militan ISIS di Suriah sementara Amerika Serikat menarik pasukannya. Ia menambahkan bahwa operasi yang direncanakan itu akan diarahkan ke YPG serta ISIS sebagai targetnya.

Ankara menganggap kelompok militan YPG, yang didukung AS, sebagai organisasi teroris dan perpanjangan tangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang melancarkan pemberontakan di Turki sejak 1980-an.

Turki telah melancarkan dua operasi di Suriah, yang disebut dengan "Perisai Eufrat" dan "Ranting Zaitun", terhadap YPG dan ISIS di Suriah utara.

Credit REPUBLIKA.CO.ID


https://m.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/18/12/23/pk74l5383-turki-perkuat-pengamanan-perbatasan-dengan-suriah


Trump Tarik Pasukan, Utusan Amerika Serikat untuk Suriah Mundur

Utusan Amerika Serikat untuk koalisi memerangi kelompok radikal ISIS, Brett McGurk, mengundurkan diri. Sumber: Susan Walsh/AP/aljazeera.com
CBJakarta - Utusan Amerika Serikat untuk koalisi memerangi kelompok radikal ISIS di Suriah, Brett McGurk, mengundurkan diri. Sumber mengatakan pengunduran diri McGurk sebagai bentuk penolakannya atas rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menarik pasukan militer Amerika Serikat dari Suriah.
Dikutip dari aljazeera.com, Minggu, 23 Desember 2018, McGurk memasukkan surat pengunduran dirinya kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo pada Jumat, 21 Desember 2018 atau sehari setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis mengundurkan diri.
Warga Suriah berada di gedung yang rusak akibat perang di kota Douma, Suriah, 16 April 2018. AP


Dalam surat pengunduran dirinya, McGurk mengatakan militan ISIS sudah dalam pengejaran, tetapi belum terkalahkan. Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan Trump yang mengklaim pihaknya sudah mengalahkan ISIS.
McGurk juga beralasan saat ini masih prematur untuk menarik pasukan militer Amerika Serikat dari Suriah sehingga berpotensi menciptakan kondisi yang menjadi peluang ISIS tumbuh semakin besar.


McGurk mundur secara efektif per 31 Desember 2018, namun dia telah berkomitmen tetap bekerja hingga pertengahan Februari 2019 atau setelah diselenggarakannya pertemuan para menteri luar negeri negara-negara yang menumpas ISIS di Suriah, dimana dalam pertemuan itu Amerika Serikat menjadi tuan rumah.
Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri Amerika belum mau berkomentar atas pengunduran diri McGurk ini.
Gedung Putih hanya mengatakan sekitar 2 ribu pasukan militer Amerika Serikat di Suriahsudah kembali. Banyak politisi menyebut rencana penarikan pasukan oleh Trump ini terburu-buru dan sangat berbahaya.
Credit TEMPO.CO

https://dunia.tempo.co/read/1158089/trump-tarik-pasukan-utusan-amerika-serikat-untuk-suriah-mundur

Kasus Huawei, Kanada Minta Dukungan Sekutu untuk Menekan Beijing

Menlu Kanada, Chrystia Freeland. Globe and Mail
CBJakarta - Kanada berencana melakukan kampanye tingkat tinggi dalam beberapa hari ke depan. Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, mengatakan kampanye itu untuk menggalang dukungan dari sekutu-sekutunya guna menekan Beijing agar membebaskan dua warga negara Kanada yang ditahan di Cina.
"Saya akan melakukan kampanye ini dalam beberapa hari ke depan bersama para duta besar Kanada di seluruh dunia untuk berbicara dengan mitra-mitra kami mengenai masalah ini," kata Freeland, seperti dikutip dari reuters.com, Minggu, 23 Desember 2018.
Michael Kovrig, warga negara Kanada yang ditahan Beijing tak lama setelah penahanan pejabat tinggi Huawei. Sumber: CRISISGROUP/Julie David de Lossy/REUTERS

Saat ini Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa telah mengekspresikan dukungan mereka bagi Kanada. 

Dua warga negara Kanada yang ditahan Beijing itu adalah Michael Kovrig, mantan diplomat Kanada dan Michael Spavor seorang penasehat di sebuah lembaga kajian Grup Krisis Internasional atau ICG.
Cina tidak memberikan penjelasan rinci alasan penahanan Kovrig and Spavor, yang dua-duanya warga negara Kanada. Beijing hanya mengatakan keduanya diduga telah melakukan aktivitas yang bisa membahayakan keamanan Cina.

Freeland mengatakan otoritas Beijing tidak secara langsung mengkaitkan penahanan kedua warga negara Kanada itu dengan penahanan Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, pada 1 Desember lalu di Kanda. Namun para analis dan mantan diplomat dari Kanada sangat yakin kasus ini saling berkaitan.
Sumber mengatakan kepada Reuters, Kovrig, salah satu warga negara Kanada yang ditahan Beijing, tidak diperbolehkan menemui pengacara. Dia di interograsi hampir setiap pagi, siang dan sore. Dia juga tidak boleh mengetahui siang dan malam.
Freeland sebelumnya pada Jumat, 21 Desember 2018 mengatakan pada Duta Besar Cina untuk Kanada kalau pihaknya mulai waswas dengan kondisi dua warga negara Kanada yang sekarang ditahan Cina. Namun Freeland tidak mau mempublikasi detail pembicaraan tersebut. Kedutaan Besar Cina di Ottawa, Kanada, juga menolak berkomentar.
Credit TEMPO.CO

https://dunia.tempo.co/read/1158134/kasus-huawei-kanada-minta-dukungan-sekutu-untuk-menekan-beijing






Anggota TNI Disebut Sandera 5 WN Malaysia di Sarawak

Ilustrasi anggota TNI saat patroli di wilayah perbatasan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta, CB -- Dua anggota TNI diduga menerobos perbatasan Indonesia-Malaysia di Sarawak, dan menculik lima warga setempat pada pekan lalu. Penyebabnya adalah mereka menganggap warga Negeri Jiran itu mencuri kayu di wilayah Indonesia.

Kelima warga Sarawak yang dilaporkan berusia antara 15 hingga 64 tahun itu diduga diculik ketika sedang memanen kayu di Hutan Wong Rangkai, dekat Kampung Danau Melikin, sekitar 500 meter dari perbatasan dengan Indonesia.

Berdasarkan laporan The New Straits Times, Minggu (23/12), insiden itu terjadi pada 11 Desember lalu. Dua anggota TNI itu dikabarkan membawa lima warga Sarawak ke dalam sebuah kendaraan bak terbuka.

Kedua anggota tentara itu disebut membawa senapan serbu Pindad SS-1 5,56 milimeter, yang merupakan senjata standar yang dimiliki personel TNI. Para anggota TNI itu disebut turut menghajar sejumlah warga Malaysia tersebut dan meminta uang tebusan.

Sementara itu, The New Sunday Times melaporkan kelima warga Malaysia itu diduga disergap di dekat perkebunan kepala sawit WFM Melikin di Balai Ringin.

Surat kabar Malaysia itu menuturkan kelima sandera itu dibawa anggota TNI dengan Toyota Hilux. Kendaraan tersebut lantas kembali ke pos komando Indonesia di Sungai Enteli, perbatasan Kalimantan.

Malaysia dikabarkan telah melayangkan nota protes terkait dugaan penahanan warganya oleh anggota TNI ini.

Nota protes itu dikabarkan disampaikan melalui kedutaan besar Negeri Jiran di Jakarta pada Jumat (21/12) lalu. Namun, hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta belum menjawab pertanyaan CNNIndonesia.com guna mengonfirmasi hal tersebut.

"Betul kami mengirim nota itu langsung dari Kementerian Luar Negeri Malaysia kepada KBRI di Kuala Lumpur," kata Sekretaris Satu Kedutaan Malaysia untuk Indonesia, Abdilbar.

Dari lima warga Malaysia yang disandera, dua di antaranya telah dibebaskan sekitar pukul 16.00 waktu setempat hari ini, sementara tiga lainnya masih ditahan.

Personel TNI tersebut dikabarkan memerintahkan dua warga Malaysia yang dibebaskan untuk memberi tahu keluarga lainnya untuk membayar uang tebusan sebesar RM10 ribu atau setara Rp34,8 juta.

Para oknum TNI itu juga meminta para sandera yang dilepas untuk tidak memberi tahu tentara Malaysia di Kamp Militer Balai Ringin atau otoritas lainnya terkait penahanan mereka.

Personel TNI itu disebut mengancam akan membunuh sisa sandera mereka jika aparat Malaysia sampai mengetahui peristiwa tersebut.

Karena khawatir, kedua warga Malaysia itu memilih mengadu ke pos tentara terdekat. Alhasil, pihak Negeri Jiran mengutus komandan Brigade Infantri Ketiga yang berada di Kamp Penrissen, Kuching untuk berunding.

Waktu perundingan pembebasan ketiga warga Malaysia itu berlangsung pada 14 Desember lalu pada pukul 14.00 waktu setempat. Kedua belah pihak tidak membawa senjata selama perundingan, dan seluruh warga sipil yang ditahan dibebaskan. 

Hingga berita ini dibuat, CNNIndonesia.com sudah mencoba mengontak Kementerian Luar Negeri RI dan Pusat Penerangan TNI tetapi mereka belum memberikan klarifikasi. 

Credit CNN Indonesia


https://m.cnnindonesia.com/internasional/20181223201639-106-355942/anggota-tni-disebut-sandera-5-wn-malaysia-di-sarawak