Presiden Kunjungan PM Malaysia. Presiden Joko
Widodo (kanan) bersama PM Malaysia Mahathir Mohamad saat veranda talk
pada kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6).
Foto: Republika/ Wihdan
PM Mahathir Mohamad melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi hari ini.
CB,
JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia
Mahathir Mohamad telah melakukan pembicaraan empat mata maupun dengan
sejumlah menteri dari kedua negara. Beberapa hal yang ditekankan dalam
pertemuan ini di antaranya mengenai pemberantasan korupsi, perbatasan
Indonesia-Malaysia, hingga kerja sama di sektor ekonomi yang bisa
meningkatkan pertumbuhan perekonomian keduanya.
Jokowi mengatakan, dia dan Mahathir memiliki komitmen yang sama dalam
penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid, bertanggung jawab,
dan sejalan dengan prinsip demokrasi. Pemerintahan yang berkualitas pun
salah satunya harus bisa terhindar dari korupsi.
"Satu per
satu akan mulai kita bahas di forum-forum di tingkat menteri. Kemudian,
bekerja secara sama-sama di perbatasan sehingga keuntungan akan didapat
oleh Malaysia maupun Indonesia," ujar Jokowi dalam pernyataan pers
bersama, Jumat (29/6).
Selain persoalan perbatasan antara
kedua negara, Jokowi pun menyinggung terkait perbatasan Laut Cina
Selatan. Indonesia dan Malaysia berkomitmen terkait persoalan di kawasan
ini yang berbasis pada hukum-hukum internasional.
Jokowi
pun kembali menitipkan kepada Mahathir mengenai pentingnya perlindungan
bagi tenaga kerja Indonesia yang berada di negeri jiran. Ini penting
karena banyak tenaga kerja dari Indonesia yang sekarang bekerja di
Malaysia.
"Dan juga (dibicarakan) tentang pembangunan sekola-sekolah bagi anak-anak di Indonesia," ujar Jokowi.
Dalam
pertemuan ini, sejumlah menteri Kabinet Kerja pun tampak hadir, di
antaranya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto, Menteri
Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri
Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir
Effendy, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri PDT Eko
Sandjodjo, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas
Lembong.
Warga berjalan melewati logo 1Malaysia Development Berhad (1MDB) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Foto: Reuters/Olivia Harris
Gugus Tugas 1MDB akan memburu uang dan harta yang diselewengkan.
CB,
KUALA LUMPUR -- Gugus Tugas 1MDB memastikan telah membekukan sejumlah
rekening milik pribadi dan beberapa lembaga, termasuk UMNO serta partai
politik lain yang dipercaya terlibat penyelewengan dana negara Malaysia
di 1MDB.
Gugus Tugas 1MDB mengemukakan hal tersebut
dalam pernyataannya ke media di Kualalumpur pada Jumat (29/6). Gugus
tugas itu beranggotakan, antara lain Tan Sri Gani Patail (mantan
pengacara), Tan Sri Hj Abu Kassim Mohamed (mantan Ketua Pesuruhjaya
SPRM/Komisi Pemberantasan Korupsi), dan Dato Sri Hj Mohd Shukri Abdull
(Ketua Pesuruhjaya SPRM).
Turut dibekukan rekening milik persatuan dan perusahaan, yang
juga terlibat dalam penyelidikan perkara itu. Mereka memberikan jaminan
penyelidikan dijalankan secara adil dan profesional serta mengikuti
undang-undang.
Gugus Tugas 1MDB memberi ruang kepada
pihak terkait untuk melaksanakan penyelidikan tersebut serta tidak
melakukan spekulasi dan sensasi kasus terkait karena dikhawatirkan akan
menghambat penyelidikan. Dalam penjelasannya, Gugus Tugas 1MDB akan
memburu uang dan harta hasil dari kegiatan salah kelola yayasan dana
investasi pemerintah, yang dibentuk mantan perdana menteri Najib Razak
tersebut.
Tim itu sepakat memberikan penekanan
kepada pemulihan harta, mengembalikan uang dan harta hasil kegiatan
salah dari 1MDB dan menghukum pihak yang terlibat melalui akta SPRM dan
KUHP. Mohd Shukri Abdull diberhentikan pada 2015 karena mengungkap
perkara tersebut dan diangkat menjadi Ketua MACC (KPK) saat Tun Dr
Mahathir Mohamad terpilih menjadi perdana menteri.
Najib mengatakan sangat tidak masuk akal dirinya mengizinkan penggunaan dana publik.
CB,
KUALA LUMPUR -- Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak kembali
membantah tuduhan keterlibatan megakorupsi 1Malaysia Development Berhad
(1MDB). Dia menegaskan, tidak terlibat dalam hal apa pun terkait
kesepakatan yang dibuat 1MDB.
"1MDB membayar uang sesuai perjanjian joint-venture
dengan negara-negara asing tetapi setelah uang dibayarkan, saya tidak
memiliki kendali atas apa yang mereka lakukan dengan uang itu," kata
Najib seperti dikutip The Star, Jumat (29/6).
Najib mengatakan, akan sangat tidak masuk akal jika dirinya
mengizinkan penggunaan dana publik untuk kegiatan ilegal. Dia bersikeras
dirinya tidak akan melakukan hal ilegal apa pun apalagi mengizinkan hal
ilegal terjadi di 1MDB selama dirinya menjabat sebagai kepala
pemerintahan.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat
(AS) menduga penyalahgunaan sebesar 4,5 miliar Dolar dari 1MDB. Uang
tersebut digunakan untuk membeli dana gelap itu disebut-sebut telah
dialirkan guna membeli perhiasan mahal untuk istri Najib, sebuah kapal
pesiar mewah hingga lukisan Picasso.
Najib mengaku
tidak mengetahui sama sekali, apalagi melihat kapal pesiar yang
dimaksud. Begitu juga dengan lukisan Picaso yang diberikan kepada
Leonardo DiCaprio sebagai hadiah ulang tahun.
Dia
menegaskan, dirinya tidak akan pernah menyetujui sebuah kesepakatan jika
mengetahui ada penyalahgunaan dana. Menurutnya, masa jabatan panjang
sebagai pejabat publik membuat tuduhan yang dilontarkan terhadap dirinya
merupakan hal yang tidak masuk akal.
"Jika saya
pejabat tertinggi yang harus memfinalisasi kesepakatan, saya tidak akan
pernah mengizinkan hal itu. Untuk apa sebagai perdana menteri menyetujui
penggunaan dana publik untuk membeli kapal dan lukisan?" kata Najib.
Sebelumnya,
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menantang najib Razak untuk
membuktikan aliran dana 10 miliar Ringgit yang masuk ke rekening
pribadinya. Dana itu kini tengah dipermasalahkan lantaran diduga terkait
skandal penggelapan dana 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).
"Tunjukan buktinya, minta dia untuk menunjukan bukti itu," kata Mahathir.
Bantahan
yang selalu dilontarkan najib juga telah mendapatkan cemoohan dari
Mahathir Mohamad. Politiku yang kembali dari masa pensiun itu mengecam
Najib yang mengelak melakukan tindakan ilegal di perusahan investasi
negara tersebut.
"Siapa yang akan percaya dengannya
kalau dia tidak tahu-menahu akan tanda tangan atas perjanjian yang dia
sepakati?" kata Mahathir.
Gedung USFK baru di Camp Humphreys di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi.[hani.co.kr]
CB, Jakarta - Komandan pasukan militer Amerika Serikat memuji Korea Selatan karena menanggung hampir seluruh biaya pembangunan pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di luar negeri.
"Ini
adalah proyek yang menelan biaya hampir US$ 10,8 miliar atau Rp 155
triliun yang dibangun 10 tahun lebih dan investasi Republik Korea
Selatan 90 persen lebih dari biaya keseluruhan," kata Komandan Vincent
Brooks di pangkalan, di Pyeongtaek, sekitar 65 kilometer (40 mil)
selatan Seoul, seperti dilaporkan Reuters, 29 Juni 2018.
"Untuk 90 persen itu, Amerika Serikat tetap bersama kalian 100 persen," tambah Vincent Brooks.
Presiden Donald
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Seoul harus menanggung lebih
banyak biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan sekitar 28.500 pasukan
AS di Korea Selatan. Pejabat di Amerika Serikat dan Korea Selatan
sendiri menolak mengungkapkan berapa banyak biaya latihan setiap pihak.
Kedua
negara saat ini sedang dalam pembicaraan tentang bagaimana membagi
biaya operasional pasukan AS di Korea Selatan mulai 2019. Perjanjian
sebelumnya ditandatangani pada 2014 dan berakhir pada akhir 2018, yang
mengharuskan Seoul untuk membayar sekitar US$ 856.6 juta atau Rp 12,2
triliun untuk tahun ini.
Donald Trump menekankan bahwa
biaya yang ditanggung oleh Amerika Serikat untuk keamanan negara-negara
seperti Korea Selatan dan Jepang sangat tinggi.
Konstruksi markas USFK baru di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan.[Chosun.com]
Dilansir
dari Financial Express, menurut perjanjian lima tahunan, Seoul, yang
mulai memberikan kontribusi keuangan kecil pada 1990-an, telah membayar
sekitar US$ 865 juta atau Rp 12,4 triliun untuk 2018, sekitar setengah
dari total biaya yang dikeluarkan untuk tahun ini.
Markas
Pasukan AS Korea (USFK) sebelumnya berada di jantung kota Seoul sejak
konflik Korea 1950-53. Namun Brooks mengatakan bahwa Komando Pasukan
Gabungan AS-Korea Selatan akan tetap berada di Seoul, dan hanya
direlokasi ke kompleks kementerian pertahanan Korea Selatan. Sementara
lokasi pangkalan USFK sebelumnya di Seoul akan diubah menjadi taman
umum. Brooks sendiri memimpin komando USFK dan CFC.
Pangkalan
di Pyeongtaek, Camp Humphreys, adalah pangkalan militer AS terbesar di
luar negeri, yang memiliki luas 14,7 juta meter persegi.
Pangkalan
ini juga yang terbesar dalam menampung personel. Pada 30 April,
pangkalan memiliki 19.904 personel AS secara keseluruhan, menurut USFK,
dan diperkirakan akan mencapai 27.702 pada akhir 2021.
Proyek
relokasi, yang dimulai pada 2004, awalnya dimaksudkan untuk
merampingkan dan memasukkan sekitar 40 pangkalan AS di seluruh Korea
Selatan ke Pyeongtaek dan kota selatan Daegu pada 2008.
Presiden
Korea Selatan, Moon Jae-in memuji pembukaan kantor pusat baru dan
mengatakan langkah-langkah baru menuju denuklirisasi semenanjung Korea
hanya mungkin terjadi karena intervensi aliansi AS-Korea Selatan, dan upaya sekutu untuk melibatkan Korea Utara secara diplomatis .
Aksi penembakan menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai tiga orang lainnya.
CB, ANNAPOLIS -- Tersangka penembakan di kantor surat kabar the Capital Gazette diketahui memiliki perseteruan panjang dengan media tersebut.
The Capital Gazette dan Baltimore Sun melaporkan, tersangka diidentifikasi sebagai Jarrod W. Ramos (38) dari Laurel. Ia pernah menggugat the Capital karena dinilai telah melakukan pencemaran nama baik.
Namun kepolisian belum secara resmi merilis nama tersangka
karena alasan penyelidikan. Ramos diketahui melancarkan tembakan ke
kantor Capital Gazette yang menewaskan lima orang dan melukai tiga lainnya.
Menurut
pihak berwenang, ini menjadi salah satu serangan paling mematikan di
media AS. Tersangka menembak melalui pintu kaca, mencari korban dan
kemudian melancarkan tembakan secara brutal di kantor koran Capital Gazette di Maryland.
"Ini adalah serangan yang ditargetkan pada Capital Gazette.
Orang ini siap untuk menembak orang. Niatnya adalah untuk menyebabkan
kerusakan," kata Pejabat Kepala Polisi Departemen Kepolisian Anne
Arundel, William Krampf.
Polisi menyebut insiden
penembakan itu sebagai kejadian lokal dan tidak ada kaitannya dengan
terorisme. Namun Krampf tidak menjelaskan alasan tersangka menargetkan
Capital Gazette atau karyawannya.
Dalam
konfrensi pers, Krampf mengatakan, asisten editor Capital Gazette, Rob
Hiaasen (59) termasuk di antara korban tewas. Korban tewas lainnya
yaitu Wendi Winters (65) Rebecca Smith (34) Gerald Fischman (61) dan
John McNamara. Smith adalah seorang asisten marketing koran dan yang
lainnya adalah wartawan.
Petugas polisi di ibu kota
Maryland Annapolis menjawab dalam satu menit panggilan 911 tentang
insiden penembakan. Polisi menangkap tersangka yang bersembunyi di bawah
meja.
Eksekutif daerah Anne Arundel, Steve Schuh mengatakan kepada stasiun televisi CNN
bahwa saat proses penangkapan, tersangka tidak memegang senjatanya.
Senjata diletakkan oleh tersangka di lantai. Polisi mengatakan, mereka
menemukan granat asap. Para penyelidik sedang dalam proses mengamankan
kediaman Ramos untuk melakukan penggeledahan.
Stasiun TV Baltimore WJZ
dan media lokal lainnya melaporkan tersangka telah merusak ujung
jarinya untuk mencoba menghindari deteksi dan menolak bekerja sama
dengan penegak hukum. Krampf tidak mengomentari laporan-laporan itu.
Pada 2012, Ramos diketahui mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Eric Hartley, mantan staf penulis dan kolumnis The Capital, dan Thomas Marquardt. Ia juga menggugat editor dan penerbit The Capital.
Pada
2015, pengadilan tertinggi kedua di Maryland membenarkan putusan yang
mendukung Capital Gazette dan mantan wartawannya yang dituduh Ramos
melakukan pencemaran nama baik.
Menurut sebuah dokumen hukum, artikel itu menyatakan bahwa Ramos telah melecehkan seorang wanita di Facebook
dan dia telah mengaku bersalah atas pelecehan itu. Pengadilan setuju
bahwa isi artikel itu akurat dan berdasarkan catatan publik.
Ramos mengatakan di Twitter
bahwa ia membuat akun itu untuk membela diri. Ia menulis dalam
biografinya bahwa ia menggugat orang-orang di County Anne Arundel .
Capital
Gazette menjalankan beberapa surat kabar dari kantor Annapolis dan
termasuk salah satu surat kabar tertua di Amerika Serikat. The Capital
Gazette mulai terbit pada 1727.
Seorang pelaku kulit putih menembaki karyawan media Capital
Gazette, Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, pada Kamis, 28 Juni 2018,
dan menewaskan lima orang karyawan serta melukai serius tiga karyawan
lainnya. WBAL - Tv
CB, Annapolis – Seorang pria kulit putih bersenjata senapan menembaki karyawan media Capital Gazette di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, dan menewaskan setidaknya lima orang dengan tiga orang lainnya terluka serius.
Pelaku tertangkap bersembunyi di bawah salah satu meja di kantor berita itu dan telah ditahan polisi setempat.
“Saya tidak tahu kenapa dia berhenti (menembak),” kata Phil Davis, salah satu jurnalis media Capital Gazette, yang biasa menulis berita kriminalitas seperti dilansir Reuters, Jumat, 29 Juni 2018 waktu setempat.
Davis
mengaku segera bersembunyi di bawah meja kerjanya saat mulai mendengar
suara tembakan pada sekitar pukul tiga sore waktu setempat. “Rasanya
sangat trauma harus bersembunyi di bawah meja kerja Anda sendiri, Anda
tidak akan tahu rasanya. Saya merasa tak berdaya,” kata Davis.
CBS News melansir pelaku berusia 20an tahun dan menembaki menggunakan senapan. CNN
melansir pelaku bersikap tidak kooperatif dengan polisi. Polisi juga
dikabarkan menemukan sejumlah bahan peledak di lokasi kejadian. Sekitar
170 orang telah dievakuasi dari gedung tempat peristiwa penembakan
terjadi.
Menurut media Capital Gazette, yang ikut
memberitakan peristiwa yang dialami karyawannya, pelaku sengaja memotong
beberapa jarinya sebelum beraksi agar tidak bisa diidentifikasi polisi.
Menurut Phil Davis seperti dilansir Capital Gazette,
pelaku mulai beraksi dengan menembaki pintu kaca dan mengenai beberapa
karyawan. “Situasinya seperti di daerah perang saja,” kata dia.
Presiden
AS, Donald Trump, menanggapi peristiwa ini seusai menghadiri acara
peletakan batu pertama pembangunan pabrik Foxconn di Wisconsin, AS, yang
akan menyerap 15 ribu pekerja.
“Sebelum meninggalkan Wisconsin, saya mendapat informasi mengenai peristiwa penembakan
di Capital Gazette di Annapolis, Maryland. Doa saya untuk para korban
dan keluarganya. Terima kasih kepada semua petugas yang merespon pertama
pertama tiba di lokasi,” kata Trump lewat cuitannya.
Kepada AS, Xi Jinping mengatakan China akan mempertahankan setiap inci dari wilayahnya di Pasifik. (REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CB-- Presiden Xi Jinping
mengatakan China akan mempertahankan "setiap inci wilayah" di Samudera
Pasifik. Hal tersebut dia sampaikan langsung kepada Menteri Pertahanan Amerika SerikatJames Mattis di Beijing.
"Sikap
kami tegas dan jelas soal kedaulatan dan integritas teritorial China,"
kata Xi dalam laporan media pemerintah yang dikutip CNN pada
Kamis (28/6). "Setiap inci wilayah yang diturunkan dari leluhur kami
tak boleh sampai hilang ketika kami tak menuntut apa-apa dari pihak
lain.
Pertemuan Mattis dan Xi dilakukan di tengah ketegangan
Washington dan Beijing akibat perang dagang dan aktivitas militer
masing-masing negara yang memicu kecurigaan dan kewaspadaan.
Dia adalah kepala Pentagon pertama yang berkunjung ke China
sejak 2014. Mattis juga bertemu dengan Menhan Wei Fenghe dan sejumlah
jenderal tinggi lain.
Sebelum berangkat ke Asia pada akhir pekan lalu, Mattis sempat
menyatakan berharap bisa membangun "dialog strategis dan transparan"
dengan pihak China.
"Ke depan, kami jelas melihat tindakan
China, tapi saya akan berada di sana untuk mendengarkan dan
mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan di level strategis untuk saat
ini," kata Mattis.
"Saya tak ingin langsung masuk dengan
serangkaian ekspektasi soal pernyataan mereka," ujarnya. "Saya ingin
datang dan banyak mendengarkan. Saya akan sangat tegas soal
perkembangan, tapi tapi itu alasan saya menjalani kunjungan ini
alih-alih duduk di Washington membaca laporan."
Xi mengatakan
kepada Mattis bahwa, meski ada perbedaan pendapat di Pasifik seputar
Laut China Selatan, "telah lama diketahui bahwa pakar urusan militer
sesungguhnya tak mau mengerahkan langkah militer untuk menyelesaikan
masalah."
China menyambut keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda latihan
militer skalan besar AS-Korea Selatan setelah pertemuannya dengan
pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Namun, langkah Pentagon lain di
kawasan memicu reaksi keras dari Beijing.
Mattis, mantan jenderal
Marinir, membuat marah China ketika belum lama ini menyatakan niat
militer AS untuk melanjutkan "genderang" latihan angkatan laut untuk
menantang klaim teritorial China di Laut China Selatan.
Bulan
lalu, Pentagon membatalkan undangan untuk China ke latihan multinasional
tahunan RimPac yang dimulai pekan ini. AS menyebut langkah ini
dilakukan menanggapi eskalasi militer Beijing yang memasang sistem rudal
baru di pulau buatan di LCS.
Ilustrasi - Tentara berpatroli setelah
operasi militer dekat perbatasan Libya, di kota Ben Guerdane, Tunisia,
Senin (19/3/2018). (REUTERS/Stringer)
Tripoli, Libya (CB) - Komandan Angkatan Darat yang berpusat
di Libya Timur, Jenderal Khalifa Haftar, pada Kamis (28/6) mengumumkan
pengambil-alihan seluruh Kota Darna, setelah mengalahkan gerilyawan
garis keras di sana.
"Setelah perjuangan sengit dan pengorbanan besar, hari ini waktu kita
diperbarui seperti biasa melalui kemenangan, dan pelaku teror serta
pendukung mereka mengalami kekalahan seperti biasa," kata Haftar di
dalam pidato melalui televisi.
"Dengan bangga, kami mengumumkan pembebasan Kota Darna, yang berharga,
dan mengembalikannya dengan selamat ke tanah air, sehingga kegembiraan
dapat menyebar ke seluruh Libya," kata Haftar.
Haftar menyampakan terima kasih kepada Angkatan Darat Libya dan rakyat
Darna karena "bersatu dengan militer dalam perang untuk membebaskan kota
itu dari kegelapan".
Haftar menuduh masyarakat internasional menutup mata terhadap pasokan
senjata buat organisasi teror di dalam Libya, dan menolak untuk
mempersenjatai prajurit militer serta mencabut embargo senjata, demikian
laporan Xinhua.
"Kemenangan militer Libya atas organisasi teror di bagian timur, barat
dan selatan Libya adalah kemenangan buat seluruh dunia sebab militer
memerangi terorisme atas nama dunia," katanya.
Pada 3 Mei, prajurit militer Libya melancarkan operasi militer untuk
mengambil-alih Kota Darna di Libya Timur dari cengkeraman satu
organisasi yang menamakan diri Dewan Shura Mujahideen di Darna, koalisi
milisi keagamaan yang berusaha menerapkan hukum agama di kota itu.
Personel militer telah mengepung kota tersebut sejak 2015, dan menuntut
kelompok itu meninggalkan Darna, dan menuduhnya setia kepada Al-Qaida.
Libya telah dicengkeram kerusuhan dan kondisi tidak aman sejak mantan
pemimpinnya, Muammar Gaddafi, digulingkan dan dibunuh dalam aksi
perlawanan pada 2011.
Perdana Menteri Israel Benjamin
Netanyahu berbicara kepada pelajar yang ikut serta dalam program terkait
teknologi tinggi saat berlangsungnya Konferensi Keamanan Cyber di Tel
Aviv, Israel, Selasa (31/1/2017). (REUTERS/Baz Ratner )
Jerusalem (CB) - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
pada Kamis (28/6) mengatakan sanksi baru AS atas Iran telah melempar
Republik Islam itu ke dalam kekacauan ekonomi.
"Iran terperosok ke dalam kekacauan ekonomi akibat permberlakuan kembali
sanksi terhadapnya," kata Netanyahu dalam acara kelulusan pilot di
Pangkalan Angkatan Udara Harzerim di Israel Selatan.
Ia mengatakan upaya pemerintahnya untuk meningkatkan sanksi atas Iran efektif.
"Negara dan perusahaan meninggalkan pasar Iran dan demonstrasi massa di
Iran memperlihatkan bahwa upaya kita untuk menempatkan Iran di posisinya
membuahkan hasil," kata Netanyahu, sebagaimana dikutip Xinhua.
Netanyahu menyatakan protes baru-baru ini di Iran adalah awal dari ketidak-puasan rakyat yang lebih luas.
"Rakyat Iran merasakan di kantung mereka konsekuensi dari fanatisme fundamentalis penguasa mereka," kata Netanyahu.
Netanyahu, penentang keras kesepakatan nuklir dengan Iran, kembali
menyampaikan sikapnya bahwa Iran "berusaha membuat senjata nuklir untuk
digunakan terhadap Israel".
Iran telah membantah bahwa Teheran sedang berusaha membuat bom atom dan
mengatakan program nuklirnya semata-mata bertujuan damai.
Netanyahu, yang memperingatkan Iran ingin menghancurkan Israel,
menyatakan Israel "takkan membiarkan Iran membuat senjata nuklir", dan
pada saat yang sama terus menerapkan tindakan keras terhadap "rencana
Iran untuk mengubah Suriah menjadi pangkalan rudal mematikan terhadap
Israel".
Pernyataannya dikeluarkan sebelum pertemuan puncak yang dijadwalkan pada
16 Juli di Finlandia antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan
timpalannya dari AS Donald Trump, yang juga diperkirakan akan membahas
tuntutan Israel agar Iran menarik pasukannya ke luar Suriah.
WASHINGTON
- Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan menjatuhkan sanki kepada negara
yang tidak menghentikan impor minyak Iran. Namun, sanksi yang
rencananya akan dijatuhkan pada awal bulan Novenmber itu mendapat
perlawanan dari sejumlah negara.
AS telah mendorong
sekutu-sekutunya untuk mengikuti jejak Presiden Donald Trump setelah ia
memutuskan keluar dari perjanjian nuklir internasional. Seorang pejabat
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa ia telah melakukan perjalanan
ke Eropa dan Asia untuk meyakinkan sekutu Washington untuk mengisolasi
aliran dana Iran.
Sekutu Washington, termasuk mereka yang
bergantung pada minyak Iran, pada akhirnya harus menolak impor pada 4
November atau menghadapi sanksi sekunder AS. Ditekankan bahwa tidak ada
rencana untuk memberikan keringanan.
Ini berarti bahwa
pemerintahan Trump tidak akan mengizinkan negara-negara secara bertahap
menghapuskan ekspor minyak Iran selama beberapa bulan seperti yang
dilakukan oleh Gedung Putih di era Obama.
"Kami memiliki banyak
memori otot diplomatik untuk mendesak, membujuk, bernegosiasi dengan
mitra kami untuk mengurangi investasi mereka ke nol," kata pejabat
Departemen Luar Negeri yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip
dari Russia Today, Kamis (28/6/2018).
Perjalanan mereka
tidak termasuk Turki, dan importir terbesar minyak Iran - India dan
China - sejauh ini. Tetapi negara-negara itu juga harus didesak untuk
menghentikan pembelian pada awal November.
India dan China secara
tradisional diabaikan dari sanksi dan terus melakukan perdagangan
dengan Iran bahkan sebelum perjanjian nuklir tahun 2015, sehingga
spekulasi tersebar luas mengenai apakah mereka akan berhasil menemukan
penyelesaiannya saat ini.
Departemen Luar Negeri mengakui bahwa
memotong impor minyak Iran sepenuhnya adalah tantangan yang tidak ada
negara ingin lakukan secara sukarela.
"Di antara pelanggan Iran
yang paling signifikan adalah China, Korea Selatan (Korsel), India, dan
Jepang. Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa, bahkan dengan enggan,
Tokyo memahami bahwa Menteri Luar Negeri AS dan Gedung Putih tidak
bercanda tentang sanksi," kata pejabat itu.
Di Eropa, di mana
pelanggan terbesar adalah Prancis dan Italia, AS menemui perlawanan
terutama di antara negara-negara yang membantu merundingkan kesepakatan
Iran. Inggris, Prancis, dan Jerman menyuarakan oposisi terhadap
penarikan Trump dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) dan Uni
Eropa menetapkan langkah-langkah yang ditujukan untuk melindungi
perusahaan dari sanksi sekunder.
Harga minyak melonjak saat
pengumuman, yang sudah muncul selama kekhawatiran tentang kekurangan dan
harga minyak mentah mencapai tertinggi tiga setengah tahun.
Penarikan
dari kesepakatan nuklir itu membuat AS terisolasi, karena sekutu
dekatnya, termasuk Prancis, Inggris, dan Jerman, telah bekerja untuk
mencegah perjanjian itu runtuh. Sementara itu Iran berjanji untuk
membuka kembali fasilitas pengayaan uraniumnya yang kedua jika
kesepakatan nuklir itu gagal.
NEW DELHI
- Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, meminta India
untuk berhati-hati dengan Iran mengingat New Delhi menunjukkan
keengganan untuk menghapus sanksi AS terhadap Iran. Hal itu dikatakan
Haley saat melakukan kunjungan resmi selama dua hari ke New Delhi.
Haley
mengatakan bahwa nuklir Iran akan menjadi ancaman besar bagi perdamaian
global dan memiliki potensi untuk menjadi the next Korea Utara (Korut).
Ia pun meminta India dan negara-negara lain untuk terus menekan Iran
seperti dalam kasus Korut.
"Dunia bersatu melawan Iran yang
memiliki senjata nuklir, karena kita semua memiliki alasan yang baik
untuk khawatir tentang apa yang akan dilakukan Iran dengan
senjata-senjata ini," kata Haley seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (29/6/2018).
"Kami
percaya bahwa Iran adalah ancaman dan kami memiliki bukti. Iran telah,
meskipun ada perjanjian Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA),
melanggar beberapa resolusi. Kami memiliki catatan jika Iran dapat
menjadi next Korea Utara," imbuhnya saat berbicara di sebuah acara yang
diselenggarakan oleh ORF, sebuah think tank swasta di New Delhi.
Pemerintah
Trump telah menarik diri dari JCPOA pada bulan Mei dan memerintahkan
pengenaan kembali sanksi. Awal pekan ini, AS meminta semua negara yang
berurusan dengan Teheran untuk menghentikan impor minyak mereka sejak
tanggal pemberlakuan sanksi, yaitu dari November 2018.
Namun,
India telah mengindikasikan keengganannya untuk mengikuti sanksi AS
terhadap Iran. New Delhi telah memulai negosiasi dengan Teheran tentang
cara pembayaran selain dolar untuk impor masa depan.
Sementara
itu, Haley juga mengatakan bahwa PBB belum mengakui pertemuan Trump
dengan pemimpin Korut, karena belum ada yang terjadi.
"Komunitas
internasional harus dipuji karena di mana kita berada dengan Korea
Utara. Kita semua benar-benar mengucilkan mereka untuk perilaku mereka
dan membawa mereka ke meja perundingan. Akankah Politik akan ditampilkan
di puncak memimpin mereka untuk denuklirisasi? Kita perlu tindakan
penuh pada denuklirisasi, jika tidak, sangsi akan tetap berada di
tempatnya," tukas Haley.
Pangkalan militer AS yang baru di Korsel Camp Humpreys. Foto/Istimewa
PYEONGTAEK
- Militer Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Korea Selatan
(Korsel) akan menempati pangkalan militer baru. Pangkalan tersebut
adalah pangkalan militer terbesar AS di luar negeri.
Militer AS
di Korsel akan menempati pangkalan militer di Pyeongtaek yang diberi
nama Camp Humphreys. Pangkalan ini memiliki luas 14,7 juta meter
persegi.
Pangkalan ini juga yang terbesar dalam hal personil.
Menurut Pasukan Gabungan AS Korea (USFK), pada 30 April pangkalan itu
secara keseluruhan memiliki 19.904. Populasi ini diperkirakan akan
mencapai 27.702 pada akhir tahun 2021.
Proyek relokasi, yang
dimulai pada tahun 2004, awalnya dimaksudkan untuk merampingkan dan
memasukkan sekitar 40 pangkalan AS di seluruh Korsel ke Pyeongtaek dan
kota selatan Daegu pada tahun 2008.
Kepala pasukan AS memuji Korsel karena menanggung hampir semua biaya pembangunan pangkalan militer itu.
"Ini
adalah proyek yang menelan biaya hampir USD10,8 miliar untuk membangun
lebih dari 10 tahun dan investasi Republik Korea lebih dari 90 persen
dari biaya," kata Komandan Vincent Brooks di pangkalan yang terlerak
sekitar 65 kilometer sebelah selatan dari Ibu Kota Seoul itu.
"Untuk 90 persen itu, Amerika Serikat tetap bersamamu 100 persen," imbuhnya dalam pidato peresmian seperti dilansir dari Reuters, Jumat (29/6/2018).
Pasukan
AS sebelumnya di ditempatkan di jantung Seoul sejak konflik Korea
1950-53, yang telah berakhir dengan gencatan senjata dan bukan
perjanjian damai. Namun kini, pangkalan tersebut akan diubah menjadi
taman umum.
Meski begitu Brooks mengatakan bahwa Komando Gabungan
Pasukan AS-Korsel (CFC) akan tetap berada di Seoul, pindah ke kompleks
kementerian pertahanan Korsel. Brooks sendiri yang memerintahkan USFK
dan CFC.
Sementara itu Presiden Korsel, Moon Jae-in, memuji
pembukaan pangkalan militer AS yang baru. Ia mengatakan langkah-langkah
baru menuju denuklirisasi semenanjung Korea hanya mungkin karena
pencegahan yang dilakukan oleh aliansi AS-Korsel, dan upaya sekutu untuk
melibatkan Korea Utara (Korut) secara diplomatis .
BAE
Systems, kontraktor pertahanan Inggris dipilih untuk menggarap proyek
kapal perang terbesar Australia senilai Rp369 triliun. Foto/BBC
CANBERRA
- Kontraktor pertahanan Inggris, BAE Systems, dipilih untuk menggarap
proyek pembuatan kapal perang terbesar Australia dengan nilai kontrak
AUD35 miliar atau lebih dari Rp369 triliun. Perusahaan Inggris itu
mengalahkan pesaingnya dari Spanyol dan Italia dalam lelang tender.
Proyek itu mencakup pembuatan sembilan kapal perang kelas dunia dan berteknologi tinggi.
Produksi
sembilan kapal perang akan dimulai pada tahun 2020. Proyek ini akan
menciptakan 5.000 pekerjaan di Australia. Lokasi pembangunan sembilan
kapal perang berada di Adelaide.
Perdana Menteri Malcolm Turnbull
pada Jumat (29/6/2018) akan mengumumkan proyek kapal perang global
"Kelas Pemburu" yang akan dikerjakan di galangan kapal ASC di fasilitas
Osborne.
Kapal-kapal perang "Kelas Pemburu" itu nantinya akan
menggantikan kapal fregat Anzac-class, yang telah beroperasi sejak
tahun 1996.
Turnbull mengatakan proyek senilai AUD35 miliar akan
menciptakan 5.000 pekerjaan di Australia, 4.000 di antaranya akan berada
di Australia Selatan.
"Ini adalah perusahaan nasional yang
besar. Ini akan menjadi program pembuatan kapal secara terus-menerus
yang menciptakan 5.000 pekerjaan secara langsung, dan 10.000 lainnya
secara tidak langsung melalui rantai pasokan nasional," katanya kepada Radio ABC di Adelaide.
"Ini
adalah komitmen besar untuk pekerjaan di Australia Selatan," ujar
Turnbull. PM Turnbull ingin menjadikan kota Adelaide sebagai pusat
pembuatan kapal angkatan laut di Australia dan bagi dunia.
"Ini
adalah komitmen dan tekad saya untuk membangun industri pembuatan kapal
yang berdaulat di Australia yang akan membangun kapal bukan hanya untuk
Australia, tetapi untuk ekspor juga," katanya.
PYONGYANG
- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dilaporkan memberi perintah
eksekusi mati terhadap seorang jenderal militer Pyongyang. Alasannya,
jenderal itu memberikan makanan tambahan serta bahan bakar untuk pasukan
serta keluarga mereka.
Laporan itu berasal dari Daily NK.
Menurut laporan tersebut, Hyon Ju Song, seorang letnan jenderal Tentara
Rakyat Korea dieksekusi oleh regu tembak atas tuduhan menyalahgunakan
otoritas dan terlibat dalam tindakan antipartai.
Hyon sejatinya
adalah sosok bintang baru di militer Korut sebelum kematiannya. Dia
menjabat sebagai anggota Komite Sentral Partai Buruh Korea dan komandan
batalion di bawah Komando Garda Tertinggi.
"Saat memeriksa
pasokan minyak untuk Stasiun Peluncuran Satelit Sohae selama inspeksi
komprehensif persediaan masa perang pada 10 April, Hyon menyatakan,
'Kami tidak lagi harus menderita dan mengencangkan ikat pinggang kami
untuk membuat roket atau senjata nuklir'. Ini dilihat sebagai
penyalahgunaan wewenang dan pernyataan berkhianat yang menentang
kebijakan militer pertama partai," kata seorang sumber di Korut yang
mengetahui eksekusi itu kepada Daily NK.
Hyon, kata
sumber itu, memerintahkan pemberian 2.000 pon bahan bakar, 1.300 pon
beras, dan 1.600 pon jagung kepada para pejabat militer di Stasiun
Peluncur Satelit Sohae dan keluarga mereka.
"Ini dianggap sebagai
tindakan antipartai yang melanggar Sepuluh Prinsip untuk Pembentukan
Sistem Satu Ideologi Partai," imbuh sumber tersebut yang dilansir Jumat
(29/6/2018).
"Perwira itu juga dituduh gagal menjaga kerahasiaan
berkaitan dengan urusan partai, militer, dan lembaga pemerintah,
menunjukkan kemurahan hati dengan membagikan selebaran yang tidak sah,
dan salah mengartikan ideologi Partai," papar sumber tersebut.
Sumber yang berbeda mengatakan kepada Daily NK bahwa Kim marah ketika mendengar laporan tentang tindakan jenderal itu. Dia kemudian memerintahkan eksekusi.
Hyon
dibawa ke pengadilan sebelum dia dibawa di depan regu tembak.
"Keracunan ideologis yang merupakan idola pribadi adalah merusak
personel kepala di Tentara Rakyat. Kita harus mencegah kuman keracunan
ideologis," kata sumber itu menirukan ucapan Kim.
Pemerintah Pyongyang hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi atas laporan eksekusi terhadap jenderal militer tersebut.
Azerbaijan pamerkan rudal jelajah buatan Turki, SOM-B1 dalam
parade militer memperingati 100 tahun angkatan bersenjata negara itu.
[Hurriyet Daily News]
CB, Jakarta -Azerbaijan
memamerkan riudal penjelajah terbarunya, SOM-B1, buatan Turki saat
parade militer memperingati 100 tahun berdirinya Angkatan Bersenjata
Azeri pada Selasa, 26 Juni 2018.
Menurut kantor berita Turki,
Anadolu, untuk pertama kali dalam sejarah Azerbaijan mempertontonkan
rudal jelajah pertama buatan Turki.
Rudal
jelazah tersebut memiiki kemampuan menarget sasaran dalam jarak jauh,
mandiri, presisinya tinggi dengan kemampuan meluncur dari permukaan laut
ke udara. Rokestan, produsen senjata Turki yang memproduksi rudal
jelajah itu.
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev menyambut parade militer yang diadakan di Baku, ibukota Azerbaijan.
Pagelaran parade militer angkatan bersenjata Azerbaijan
dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara lain di antaranya Menteri
Pertahanan Turki, Nurettin Canikli dan Kepala Stafnya, Hulusi Akar.
Perwakilan negara lain juga hadir dalam peringatan 100 tahun angkatan
bersenjata Azerbaijan di antaranya Pakistan, Belarus, Bakhrain, Uni
Emirat Arab, Georgia, Iran, Israel, Kazakhstan, Uzebekistan, Arab Saudi,
Rusia, dan Ukrainae.
T-15,
torpedo bawah laut Rusia dengan hulu ledak nuklir 100 megaton yang bisa
memicu tsunami mengerikan di pantai musuh. Foto/fb.ru/East2west News
MOSKOW
- Salah satu senjata hebat Rusia yang sedang dikembangkan dalah torpedo
bawah laut dengan hulu ledak nuklir 100 megaton. Proyek senjata yang
bisa menimbulkan tsunami mengerikan di garis pantai musuh itu sedang
dikaji kembali.
Torpedo nuklir dengan panjang 80 kaki tersebut digagas oleh fisikawan nuklir era Soviet, Andrei Sakharov.
Fisikawan
itu tergerak merancang senjata modern Rusia dengan efek mengerikan
setelah Vladimir Putin sebagai pemimpin Kremlin terbesar sejak Josef
Stalin.
Sakharov dikenal sebagai perancang senjata nuklir Soviet,
namun dia berubah menjadi menjadi pembangkang. Dia telah aktif menuntut
perlucutan senjata dan menyuarakan hak asasi manusia.
Dia telah mengutuk torpedo nuklir gagasannya yang dia sebut "benar-benar rendah budi".
Menurut
media pemerintah Rusia, senjata hebat gagasan Sakharov sedang dikaji
kembali. Hal itu diungkap Shamil Aliyev, 75, perancang top rudal modern
Rusia.
"Ada kecenderungan umum untuk meninjau kembali gagasan yang tidak pernah diimplementasikan sebelumnya," katanya, yang dikutip Daily Mirror, Rabu (27/6/2018) malam.
"Ide
Sakharov tentang membuat torpedo berhulu ledak nuklir sepanjang 24
meter dengan diameter 1,5 meter dan jarak 50 kilometer sedang ditinjau,"
ujarnya.
Proyek ini di era Uni Soviet dikenal sebagai T-15, sebuah torpedo seberat 40 ton dengan hulu ledak termonuklir 100-megaton.
Tujuannya,
kata Aliyev, adalah untuk menghancurkan target pantai musuh melalui
ledakan di sehingga bisa memicu tsunami monumental.
Menurut
ilmuwan tersebut, rencana Sakharov ditangguhkan pada 1950-an karena
kurangnya pendanaan, bukan karena kelemahan intrinsik.
Sebaliknya, Soviet kala itu mengejar T-5 yang jauh lebih sederhana dengan kekuatan setara 3,5 kiloton TNT.
Pengujian
untuk T-5 dilakukan di pulau Arktik di lokasi uji coba di Novaya
Zemlya. Di lokasi itu pula Soviet pada tahun 1961 meledakkan Bom Tsar
berkekuatan 50 megaton.
Senjata modern Rusia itu digambarkan oleh pejabat Pentagon sebagai
"ancaman strategis utama" terhadap pelabuhan-pelabuhan AS, instalasi
militer pesisir, dan armada kapal induk.
Aliyev memuji dukungan
Putin bagi para pembuat rudal Rusia. "Faktanya adalah, bahwa tidak ada
pemimpin sejak Josef Stalin yang membuat dirinya begitu gigih dan
konsisten terlibat dalam masalah militer seperti yang dilakukan Vladimir
Putin," katanya.
"Inilah sebabnya mengapa terdengar sangat mendalam, terpelajar, dan profesional," ujarnya.
Sumber-sumber
militer Rusia pernah mengatakan torpedo nuklir itu dirancang untuk
menghancurkan pangkalan angkatan laut musuh dengan amunisi nuklir.
"Karena
pembangkitnya nuklir, Poseidon akan mendekati target pada rentang
antarbenua, pada kedalaman lebih dari satu kilometer dan dengan
kecepatan 60-70 knot," kata salah seorang sumber.
Pesawat pembom B-52 Stratofortress Amerika Serikat. Foto/US Air Force/REUTERS
WASHINGTON - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) memodifikasi pesawat pembom (bomber) berat B-52 Stratofortress untuk membawa Massive Ordnance Air Blast (MOAB). MOAB lebih dikenal sebagai "ibu dari semua bom".
Bom
non-nuklir paling kuat di gudang senjata AS itu memiliki nama resmi
GBU-43/B MOAB. Senjata ini pernah jadi pemberitaan media internasional
saat dijatuhkan di kamp teroris yang dikelola ISIS atau Daesh di wilayah
Afghanistan pada 13 April 2017 lalu.
Angkatan Udara AS sedang
mencari informasi mengenai sumber yang mungkin memiliki keahlian,
kemampuan dan pengalaman untuk memenuhi persyaratan kualifikasi guna
mengirim MOAB dengan pesawat B-52. Modifikasi itu tidak mudah, mengingat
pesawat pembom itu merupakan salah satu peralatan militer tertua yang
masih digunakan Pentagon.
Rencana AS itu muncul dalam dokumen Request For Information (RFI) tertanggal 21 Juni 2018.
Ketika
"ibu dari semua bom" AS itu dijatuhkan pada tahun 2017, awak pesawat
hanya melepaskan bom besar tersebut dari dudukannya di dalam pesawat
kargo C-130. Selanjutnya, mereka membiarkan gravitasi dan pemandu
satelit Global Positioning System melakukan sisa pekerjaan.
Menurut
dokumen RFI, pesawat B-52 Stratofortress memiliki "keterbatasan" ketika
digunakan untuk membawa senjata berat di bawah sayapnya. Untuk membawa
amunisi yang lebih berat dari 5.000 pound, pesawat itu memerlukan
modifikasi.
B-52 biasanya membawa sebagian besar senjata mereka di teluk senjata internal (internal weapons bay). Namun, panjang pintu hanya 28 kaki, sedangkan panjang MOAB mencapai 30 kaki.
"Ketika
(tiang senjata eksternal saat ini) diperkenalkan, tidak ada persyaratan
dan tidak ada orang yang memperkirakan perlunya membawa senjata yang
lebih berat dari 5.000 pound," bunyi dokumen RFI, yang dilansir Sputnik, Rabu (27/6/2018).
"Tiang
senjata eksternal baru perlu membawa banyak senjata di kelas 5.000
hingga 20.000 pound," lanjut dokumen dari pengadaan alat militer
tersebut.
MOAB sejatinya memiliki pesaing, yakni senjata
non-nuklir Rusia yang dijuluki "bapak dari semua bom" atau FOAB. Bom
termobarik Moskow ini memiliki kekuatan sebesar 88.000 pon TNT,
kira-kira empat kali dari kemampuan merusak MOAB.
Sekadar
diketahui, B-52 juga bisa membawa senjata nuklir, yang ironisnya, jauh
lebih kecil daripada berat MOAB. Meski demikian, kekuatan senjata nuklir
ribuan kali lebih kuat dari MOAB.
Jenis sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia yang hendak dibeli Turki. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengancam akan memperkenalkan sanksi terhadap Turki jika nekat membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia.
Washington merasa sulit memulihkan hubungan dengan Ankara jika
pemerintah Presiden Tayyip Erdogan membeli sistem rudal canggih Moskow
tersebut.
Ancaman itu disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri AS
untuk Urusan Eropa dan Eurasia, Wess Mitchell, pada Selasa waktu
Washington.
"Kami menegaskan bahwa (jika) Turki membeli S-400 akan ada konsekuensinya. Kami akan memperkenalkan sanksi dalam Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA)," kata Mitchell kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.
Senat AS telah mengesahkan rancangan undang-undang yang mengamanatkan pemerintah Donald Trump untuk memblokir pasokan pesawat jet tempur siluman F-35 ke Turki dengan alasan masalah keamanan nasional karena Ankara memutuskan untuk membeli S-400 Rusia.
RUU
yang disahkan itu belum berkekuatan hukum tetap, sehingga produsen
F-35; Lockheed Martin, menyerahkan dua jet tempur itu kepada perwakilan
militer Turki di AS untuk latihan. Meski sudah diserahkan, kedua jet
tempur itu akan ditahan Washington.
"Kami percaya bahwa kami
memiliki otoritas hukum yang ada yang akan memungkinkan kami menahan
transfer dalam keadaan tertentu, termasuk masalah keamanan nasional,"
kata Mitchell, seperti dikutip Sputnik, Rabu (27/6/2018).
Pada
bulan April lalu, eksportir senjata negara Rusia, Rosoboronexport,
mengatakan bahwa Moskow telah mulai memproduksi sistem rudal pertahanan
S-400 untuk Turki.
Menurut Mitchell, Turki merupakan mitra yang
teguh dalam upaya memerangi ISIS atau Daesh serta jadi komponen kekuatan
yang dibutuhkan dalam mengimbangi Iran. "Kami berharap dapat bekerja
sama dengan Presiden terpilih Erdogan mengenai tantangan-tantangan ini,
juga memperjelas bahwa isu-isu dalam hubungan bilateral kita perlu
diselesaikan," ujarnya.
Selain menentang pembelian S-400 Rusia,
AS juga menuntut pemerintah Erdogan untuk membebaskan pastor Amerika,
Andrew Craig Brunson. Pastor itu ditahan atas tuduhan spionase dan
terlibat terorisme karena membantu kelompok Kurdi PKK dan Gülenist
Terror Group (FETÖ).
"Kami juga mendorong Presiden Erdogan untuk
segera menerapkan janji terbarunya untuk mecabut keadaan darurat Turki
yang sedang berlangsung," kata Mitchell.
Seperti diberitakan
sebelumnya, Erdogan dan partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)
menang pemilu presiden dan parlemen yang digelar hari Minggu. Dalam
pemilu presiden, Erdogan meraih 52,6 persen suara.
Salah satu
janji kampanye Erdogan adalah mencabut keadaan darurat yang diberlakukan
setelah upaya kudeta 15 Juli 2016 gagal. Erdogan menuduh FETÖ dan
pemimpinnya; Fethullah Gülen, ulama Turki yang tinggal di AS sebagai
dalang dari upaya kudeta. Namun Gulen telah membantah tuduhan itu dan
curiga upaya kudeta adalah rekayasa kubu Erdogan.
Jakarta, CB -- Korea Utara dilaporkan
masih melakukan aktivitas pembangunan di sebuah fasilitas penelitian
nuklirnya meski pemimpin tertinggi, Kim Jong-un, telah berkomitmen
melucuti senjata penghancur massalnya itu.
Berdasarkan citra
satelit baru-baru ini, kelompok pemantau Korut, 38 North, memaparkan ada
sejumlah aktivitas yang terjadi di fasilitas nuklir terbesar di Korut
di Yongbyon Utara.
"Dari pantauan citra satelit komersial sejak
21 Juni mengindikasikan bahwa ada perbaikan infrastruktur di Pusat
Penelitian Ilmiah Nuklir Yongbyon yang berjalan cukup pesat," bunyi
pernyataan 38 North melalui situs resminya, Rabu (27/6).
Menurut kelompok berbasis di AS ini, Korut masih melanjutkan "operasi"
di pabrik pengayaan uranium dan mendirikan beberapa instalasi baru di
lokasi tersebut, termasuk membangun kantor insinyur teknik dan jalan
menuju ke sebuah reaktor nuklir.
Meski begitu, 38 North
menegaskan aktivitas-aktivitas ini "tidak boleh dikaitkan dengan janji
Korut untuk melucuti senjata nuklirnya."
"Peneliti nuklir
diperkirakan akan tetap melanjutkan kegiatannya seperti biasa sampai
perintah tertentu dikeluarkan oleh Pyongyang," bunyi pernyataan 38
North.
Kim Jong-un berkomitmen menuju denuklirisasi sepenuhnya saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura, 12 Juni lalu.
Meski
begitu, banyak pihak menganggap pertemuan bersejarah Trump-Kim gagal
menentukan definisi dan langkah konkret yang harus dilakukan Korut
menuju perlucutan nuklir.
Trump mengklaim proses denuklirisasi
akan berlangsung cepat dan bahkan sedang terjadi. Menteri Luar Negeri
Mike Pompeo juga mendorong diskusi lanjutan untuk memulai proses
perlucutan nuklir.
Meski Korut tak pernah secara resmi menyatakan sepakat melucuti
senjata nuklir sepenuhnya, negara tersebut telah menghentikan uji coba
rudal hingga menghancurkan situs uji coba nuklirnya yang tertua, yakni
Punggye-ri.
Pyongyang juga belakangan dikabarkan menyetop propaganda anti-AS yang selama ini dijulukinya sebagai "musuh imperialis."
Presiden China Xi Jinping dan Menteri Pertahanan AS Jiim Mattis. Foto/Istimewa
BEIJING
- Presiden China Xi Jinping mengatakan Beijing tidak akan membuat
konsesi atas kepentingan utamanya. Hal itu dikatakan Jinping kepada
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis.
Meski begitu, Jinping menyerukan hubungan yang lebih kuat antara militer kedua negara.
“Sikap
kami tegas dan jelas dalam hal kedaulatan dan integritas teritorial
China, bahwa kami tidak akan kehilangan satu inci pun dari tanah yang
kami warisi dari nenek moyang kami, sementara kami tidak akan mengambil
satu sen pun dari milik orang lain,” kata Xi kepada Mattis di Aula Besar
Rakyat di Beijing seperti dikutip dari South China Morning Post, Kamis (28/6/2018).
Mattis
mengunjungi China di tengah kritik tajam AS terhadap militerisasi
pulau-pulau buatan di Laut China Selatan (LCS) dan ketegangan atas
Taiwan. Kedua negara juga terlibat perselisihan perdagangan.
China
mengklaim sebagian besar Laut Cina Selatan, dan telah mulai
memarjinalkan pos-pos di perairan yang dipersengketakan, yang dianggap
AS sebagai upaya untuk mengendalikan rute perdagangan tersibuk di dunia.
Akibatnya, angkatan laut AS telah melakukan operasi navigasi untuk
menantang China.
Sementara itu, Beijing marah dengan peningkatan
keterlibatan militer AS baru-baru ini dan janji-janji untuk
mempersenjatai Taiwan, yang dianggap sebagai provinsi yang memisahkan
diri untuk dipersatukan kembali dengan kekuatan jika diperlukan.
Undang-Undang
Otorisasi Pertahanan Nasional, yang baru-baru ini disahkan oleh Senat
AS, mendorong militer AS untuk berpartisipasi dalam latihan dengan
militer Taiwan. Pentagon juga dilaporkan mempertimbangkan mengirim kapal
perang melalui Selat Taiwan dan meningkatkan penjualan senjata ke
Taiwan.
Jinping, yang juga ketua Komisi Militer Pusat, mengatakan
ia berharap militer China dan AS dapat meningkatkan komunikasi dan
saling percaya, untuk memperdalam kerja sama dan mengelola risiko, dan
membuat hubungan militer dengan militer menjadi stabilisator dalam
hubungan bilateral.
"Memperkuat pertukaran antar-militer di semua
tingkat akan membantu menurunkan skeptisisme dan mencegah
kesalahpahaman, salah menilai atau insiden," katanya.
Komentar
itu muncul setelah Pentagon membatalkan undangan untuk China ke latihan
militer internasional yang dipimpin Amerika, Rim of the Pacific.
Mattis
mengatakan AS memberi peringkat tinggi bagi hubungan militer dengan
militer dengan militer China-AS dan AS ingin mengelola perbedaan dan
risiko, menghindari konflik dan membuat hubungan antar-militer menjadi
faktor konstruktif dalam hubungan bilateral.
"Ini adalah saat yang penting dalam sejarah China dan Amerika Serikat, saat kami menjalin hubungan kami," kata Mattis.
Mattis
sebelumnya mengatakan AS akan bersaing dengan penuh semangat dengan
China di LCS, menuduh Beijing melakukan militerisasi di wilayah yang
disengketakan dengan cara "intimidasi dan paksaan".
Jinping mengatakan kepada Mattis bahwa China akan tetap pada jalur
pembangunan damai tanpa mencari ekspansi dan penjajahan, atau
menyebabkan kekacauan di dunia.
Sebelumnya pada hari Rabu, Mattis
bertemu dengan mitranya dari Cina Wei Fenghe dan memiliki "dialog yang
disebutnya sangat terbuka dan jujur.
Wei mengatakan militer China akan secara tegas membela kedaulatan nasional, keamanan dan minat pembangunan.
Kedua menteri pertahanan juga membahas topik termasuk Taiwan, LCS dan denuklirisasi semenanjung Korea.
Ini
adalah perjalanan pertama seorang kepala pertahanan AS ke China sejak
2014. Selanjutnya Mattis akan menuju ke Korea Selatan (Korsel).