Jumat, 22 Februari 2019

Wawancara Mahathir Mohamad: Utang kepada Cina Terlalu Besar


PM Malaysia Mahathir Mohamad. REUTERS/Handout
PM Malaysia Mahathir Mohamad. REUTERS/Handout

CB, Jakarta - Pemilihan Raya ke 14 pada Mei tahun lalu memberi kejutan terhadap demokrasi di negeri jiran karena Mahathir Mohamad dinyatakan kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia setelah koalisinya, Pakatan Harapan, memenangkan pemilu.
Mahathir pernah menjabat perdana menteri pada 1981 hingga 2003. Kini, di usia 92 tahun, dia memimpin perlawanan terhadap monopoli kekuasaan partai yang pernah dipimpinnya, Pertubuhan Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO).
Mahathir kembali memimpin setelah mengalahkan petahana Najib Razak yang diusung Barisan Nasional. Mahathir menang dengan merangkul Anwar Ibrahim, mantan wakilnya yang kemudian menjadi seteru politiknya.
”Perselisihan, perlu kami lupakan. Bukan tidak ada, tapi memang ada. Tapi itu tidak penting. Hal terpenting adalah masa depan. Meski pernah bermusuhan, saat ini kami perlu bekerja sama,” ujar Mahathir dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa Indonesia, Selasa (19/02/2019) lalu.

Pertemuan diinisiasi Ikatan Setia Kawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) di kantor Perdana Menteri Malaysia di Putra Jaya, Malaysia. Berikut petikannya.

Bagaimana mempererat masa depan Indonesia dan Malaysia, termasuk isu tenaga kerja dan juga investasi?

Kami selalu berjuang dengan Partai untuk mencapai kemerdekaan. (Partai yang dimaksud adalah UMNO, Red). Namun, partai yang berjuang sejak kemerdekaan itu lama kelamaan popularitasnya merosot dan lupa akan tugas partai. Beberapa tahun belakangan ini partai tersebut lupa karena merasa berkuasa.
Sebenarnya saya dulu adalah pemimpin partai tersebut. Pada masa itu, saya memimpin dan menang dalam pemilu raya pada masa lampau. Tapi setelah saya menyerahkan jabatan, dan bukan karena desakan dari masyarakat, saya melihat partai ini lama-kelamaan semakin buruk. Rakyat pun tidak mau terima. Meski rakyat setia pada partai itu, tapi mereka tidak puas. Kemudian mereka mencari "kerajaan" atau pemerintahan baru dengan bergabungnya sejumlah partai.
Pemerintahan sekarang ini sebenarnya adalah partai yang pernah membangkang selama puluhan tahun. Tapi, sekarang ini mereka memimpin tapi mereka masih berpikir bahwa mereka pembangkang. Tapi lebih sedikit demi sedikit mulai sadar bahwa kini mereka adalah partai pemerintah. Dengan begitu, mereka mesti berhubungan baik dengan swasta karena mereka yang membantu pemerintahan dalam sejumlah proyek. Tak hanya dengan swasta tapi juga berbaik-baik dengan semua negara tanpa melihat ideologi maupun keadaan negara. Siapapun yang terpilih sebagai pemerintah, kami hormati dan dukung.


Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad saat masih muda. abc.net.au

Bagaimana setelah kepemimpin Anda yang dikatakan akan menyerahkan ke Anwar Ibrahim?

Partai yang kini menjadi partai pemerintah tidak akan pernah menang karena di internal mereka pun terpecah-belah. Kalau tidak bersatu, tidak mungkin mereka mampu mengalahkan Barisan Nasional yang menaungi 13 partai.
Masalah besar saat itu adalah bagaimana menjatuhkan pemerintahan Najib. Untuk itulah kami perlu bergabung. Soal perselisihan kami yang lama, perlu kami lupakan. Bukan tidak ada, tapi memang ada. Tapi itu tidak penting. Hal terpenting adalah masa depan. Meski pernah bermusuhan, tapi saat ini kami perlu bekerja sama.
Saya sebenarnya tidak berniat untuk maju sebagai perdana menteri. Tapi orang yang mengajukan saya sebagai perdana menteri adalah orang yang dulu mengucapkan kata-kata kasar dan mencaci saya sebagai Firaun. Mereka memilih saya sebagai pemimpin (partai) bahkan sebagai perdana menteri. Setelah saya katakan bahwa saya tidak akan lama menjadi perdana menteri karena sudah berumur dan penggantinya belum ditentukan. Tapi kami bersepakat sebagai pengganti adalah Anwar Ibrahim. Saya pikir sebelum masa Pemilu Raya ke 15, saya akan serahkan jabatan saya. Ini janji saya. Walapun ada beberapa pendapat. Tapi saya pegang janji saya akan meletakkan jabatan itu.

Kapan kira-kira dilaksanakan?

Saya memerlukan mungkin 2 sampai 3 tahun untuk memperbaiki masalah utang yang terlalu besar. Pemerintahan telah rusak. Ini bukan perkara yang mudah.

 Apakah ada peluang untuk perempuan memimpin Malaysia?

Sangat mungkin. Tapi perlu ada orang mempunyai personality. Wakil saya seorang wanita. Di Malaysia mudah saja menerima pemimpin wanita. Sudah ada di semua tingkat baik dalam partai maupun pemerintahan.

Apakah di Malaysia pers sudah bebas?

Pada masa lalu pun pers sudah bebas. Tapi kebebasan apa pun ada batasnya. Tapi kalau pers sudah menimbulkan perasaan benci di antara masyarakat, maka itu sangat berbahaya. Karena kami di sini banyak kaum (kelompok) yang berbeda. Kalau ada pers yang sengaja menghasut agar kaum-kaum berkelahi dan menyusup, kami terpaksa menyetop kegiatan mereka. Kebebasan itu ada batasnya. Tidak ada kebebasan yang mutlak. Undang-undang dibuat untuk membatasi hal-hal yang dilarang. Jadi tidak mungkin ada kebebasan pers yang absolut.

Bagaimana dengan fenomena sosial media?

Sosial media memang hal yang sukar untuk diawasi. Sebagai contoh di Jerman saja penggunaan sosial media sudah mulai dibatasi apalagi yang terkait dengan moral anak-anak dan (ujaran kebencian)

Di Malaysia sendiri, apakah sudah mulai sampai pada tahap itu?

Pada beberapa hal, ada yang tidak boleh dilakukan. Masalah ini sukar untuk disetujui dengan undang-undang. Tapi apabila ada upaya untuk menciptakan huru-hara dalam negara, maka negara terpaksa mengambil tindakan untuk mengawal dan membatasi.

Bagaimana konsolidasi ASEAN dalam menangani konflik, tetapi juga menghadapi perang dagang besar. Amerika-Cina dan juga Rusia?

ASEAN yang lama adalah ASEAN yang terlibat dalam perjuangan di negaranya sendiri, misalnya Soeharto (Indonesia), Lee Kuan Yeuw. Perkembangan demokrasi saat ini banyak pemimpin baru yang terpilih. Jalinan dengan pemerintahan saat ini tidak seperti jalinan pada masa lalu. Kalau dulu, kami selalu berjumpa dan membahas isu-isu penting. Kami pun mengerti kehendak dan cara penyelesaian masing-masing negara-negara. Saat ini dengan pergantian kepemimpinan, maka kami terus mencoba merapatkan hubungan meski upaya tersebut tak seperti dulu. Dengan begitu, ASEAN kurang kuat. Perpaduannya kurang. Segi saling memahami antara pemimpin juga kurang. Saya berpendapat, andaikata ada pemimpin yang lama sedikit (dalam memimpin) maka mungkin kami bisa mempererat hubungan dan banyak yang bisa dilakukan.
Contohnya, Malaysia dengan Cina. Kami sejak dulu mempunyai hubungan baik dengan Cina. Meski Cina mengklaim semua kepulauan di Laut Cina Selatan, tapi kami yakin mereka tidak akan ceroboh terhadap pulau yang kami bina di Laut Cina Selatan.

PM Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan Presiden Xi Jinping (kanan)

Indonesia akan menggelar Pemilu. Bagaimana pandangan Anda?

Kami tidak akan campur tangan dalam urusan politik negara tetangga ataupun negara manapun. Kami akan tetap menjalin hubungan dengan siapa saja yang terpilih. Kami tidak bisa menyatakan tidak suka terhadap satu calon. Kalau ternyata calon itu terpilih, nantinya bisa jadi masalah. Untuk saat ini kami menanti saja pemilu. Kami akan tetap menjalin hubungan dengan siapa saja yang terpilih nanti.

Apa yang membuat Anda tetap bugar?

Saya dulu menunggang kuda. Tapi kuda saat ini sudah terlalu tua. Hal yang saya lakukan saat ini mengayuh sepeda dan mengendarai mobil. Itu kegemaran saya. Kalau seminggu saja tidak mengendarai mobil, saya khawatir hilang kecakapan saya dalam mengendarai mobil. Menyetir, ya, sekitar dua jam. Mengayuh sepeda sekitar 18 kilometer.

Bagaimana Anda punya jembatan dengan generasi millenial?

Bekerja sama dengan pemimpin yang lebih muda, itu bukan perkara yang luar biasa. Pada masa lalu, ketika pertama kali menjadi perdana menteri, saya sudah berusia hampir 60 tahun. Tapi saya memilih menteri yang muda-muda. Saya memang bergaul dengan anak muda. Tapi saat ini memang jaraknya jauh. Tapi itu tidak jadi masalah bekerja sama dengan anak muda. Saya paham akan kemauan dan kehendak mereka. Saya bersimpati juga terhadap tuntutan mereka.

Anda menjadi blogger di usia 83. Apa yang ingin Anda sampaikan?

Saya menulis itu karena saya melihat pemerintah saat itu melakukan hal-hal yang kurang baik. Karena itu saya perlu suarakan. Mungkin juga karena saya lama menjadi Perdana Menteri, banyak dari mereka yang meminta saya berbuat sesuatu terhadap pemerintahan, baik saat Abdullah Badawi maupun Najib Razak. Cukup efektif. Sekitar 20 juta yang membaca. Sosial media ini lebih kuat dari media massa biasa.


Dunia Islam. Apa visi Anda?

Di sini ada satu partai Islam. Tapi meski memiliki nama partai Islam, kami tidak sependapat bahwa mereka berjuang untuk Islam. Mereka adalah partai politik yang menggunakan Islam untuk meraih suara. Kalau mereka mau duduk di pemerintahan pusat, mereka harus mendapat dukungan semua kalangan.

Anda menjadi blogger di usia 83. Apa yang ingin Anda sampaikan?

Saya menulis itu karena saya melihat pemerintah saat itu melakukan hal-hal yang kurang baik. Karena itu saya perlu suarakan. Mungkin juga karena saya lama menjadi Perdana Menteri, banyak dari mereka yang meminta saya berbuat sesuatu terhadap pemerintahan, baik saat Abdullah Badawi maupun Najib Razak. Cukup efektif. Sekitar 20 juta yang membaca. Sosial media ini lebih kuat dari media massa biasa.

Soal terorisme. Apa dan bagaimana Malaysia memberantas terorisme?

Banyak hal yang berkenaan dengan terorisme. Pada masa lampau ada komunisme. Tapi rakyat menilai tidak mungkin itu bisa diterima. Untuk sekarang ini banyak hal yang dilakukan dengan propaganda. Mereka pergi ke Suriah. Kami terus mencoba menahan berbagai cara-cara yang ganas yang dilakukan kelompok terorisme. Saya kira belum hal-hal ganas seperti yang terjadi di Indonesia.

Abu Sayyaf posting gambar dari sandera Malaysia di Facebook. thestar.com

Malaysia membatalkan sejumlah proyek besar dengan Cina. Apakah ini karena Cina berkonflik dengan beberapa negara ASEAN ?

Dulu Cina miskin dan takut ketinggalan dengan kita. Tapi sekarang mereka kaya dan berkuasa. Cina banyak memberi bantuan dan proyek, mulai dari jalan dan lain sebagainya. Dengan begitu, setelah bantuan diberikan, negara itu menjadi "lebih rapat" dengan Cina. Penduduk Cina di Malaysia juga banyak sekitar 28 persen. Tapi Cina Malaysia berbeda dengan Cina di tempat lain.
Kami khawatir dengan dasar-dasar negara Cina. Contohnya klaim Laut Cina Selatan. Dalam sejarah tidak pernah disebut mereka adalah pemilik Laut Cina Selatan. Hanya nama saja, ”Laut Cina Selatan”. Tapi mereka seakan-akan punya kuasa untuk menguasai. Kami mencari cara menolak cara-cara dan tuntutan mereka. Tapi kami tidak bisa dengan cara yang langsung. Kami tetap berharap adanya hubungan yang baik. Cina adalah market (pasar) yang besar. Kami tetap menjaga hubungan baik. Tapi kami menolak hal-hal yang tidak menguntungkan. Rezim pemerintahan yang lalu terlalu banyak meminjam uang kepada Cina yang tidak mungkin kami bayar. Setelah kami ambil alih, kami setop proyek-proyek.

Meski proyek-proyek itu dibatalkan, tetap ada cost (biaya). Kami dikenai ganti rugi. Kami terus berunding untuk menurunkan biaya-biaya tersebut, dan jika boleh dihentikan. Utang kepada Cina terlalu besar. Kami akan selesaikan masalah utang ini agar kami lebih bebas bergerak.

Bagaimana ASEAN di masa depan?

Merapatkan hubungan dengan negara-negara ASEAN. Jumlah penduduk ASEAN 600 juta. Ini suatu pasar yang besar. Kalau boleh ASEAN bisa bekerja dalam satu proyek. Misalnya proyek mobil. Kalau itu bisa semua negara ASEAN terlibat.  Ambil contoh Boeing. Beberapa bagian dibuat oleh beberapa negara. Bagi Malaysia sendiri sedang masa peralihan industri. Kita perlu untuk meningkatkan itu demi pendapatan mereka. Kami ingin meningkatkan kemampuan mereka. Apa yang dibuat negara maju, kami pun bisa membuatnya juga.





Credit  tempo.co


Menkeu Inggris: Ancaman Kirim Kapal Induk Merumitkan Hubungan dengan China


Menkeu Inggris: Ancaman Kirim Kapal Induk Merumitkan Hubungan dengan China
Ilustrasi bendera China. Foto/REUTERS

LONDON - Menteri Keuangan (Menkeu) Inggris Philip Hammond mengakui ancaman pengerahan kapal induk ke wilayah Pasifik telah merumitkan hubungan negaranya dengan China. Ancaman itu sebelumnya dilontarkan Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson.

Ketika Inggris bersiap untuk meninggalkan Uni Eropa (Brexit) pada akhir bulan depan, yang merupakan perubahan kebijakan luar negeri dan perdagangan terbesarnya dalam lebih dari 40 tahun, Inggris berupaya memperkuat hubungan diplomatik dan hubungan dagang dengan negara-negara di seluruh dunia.

Awal bulan ini Williamson mengatakan Inggris akan menggunakan kekuatan militer untuk mendukung kepentingannya setelah Brexit dan menguraikan rencananya untuk mengerahkan kapal induk baru ke Pasifik, di mana London telah berusaha untuk menunjukkan pengaruhnya dalam hubungannya dengan China.

Media Inggris melaporkan bahwa China telah membatalkan pembicaraan perdagangan dengan Hammond karena kesal dengan pidato Williamson yang berisi ancaman tersebut.

Ketika ditanya langsung di radio BBC apakah hubungan itu dirusak oleh ancaman Williamson, Hammond mengatakan; "Ini adalah hubungan yang kompleks dan belum dibuat lebih sederhana oleh kekhawatiran China tentang penyebaran Angkatan Laut Kerajaan di Laut China Selatan."

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan pidato itu telah diselesaikan sebelumnya oleh departemen yang dipimpin Hammond dan Kantor Perdana Menteri.

Ekspor dan impor Inggris ke China mencapai rekor tertinggi pada tahun 2017. China adalah pasar ekspor keenam terbesar Inggris pada tahun itu, senilai 22,3 miliar poundterling dan sumber impor terbesar keempatnya, senilai 45,2 miliar poundsterling. Data ini berasal dari House of Commons Library.

Hammond dilaporkan menghentikan perjalanan di tengah amarah di Beijing atas rencana Williamson untuk mengirim kapal induk baru, HMS Queen Elizabeth, ke Pasifik.

Dalam pidatonya, Mr Williamson mengumumkan bahwa misi pertama dari kapal induk HMS Queen Elizabeth akan mencakup pekerjaan di wilayah Mediterania, Timur Tengah dan Pasifik.

Pada bulan Agustus tahun lalu, sebuah kapal perang Inggris berlayar dekat ke Kepulauan Paracel yang diklaim oleh China di Laut China Selatan, yang memicu kemarahan Beijing.

Hammond mengatakan dia kecewa karena orang China bereaksi marah atas komentar Williamson.

"Ini sepenuhnya prematur, kapal induk tidak akan berada dalam kesiapan operasional penuh untuk beberapa tahun lagi, tidak ada keputusan yang dibuat atau bahkan dibahas tentang di mana penempatan awal memungkinkan," kata Mr Hammond, dikutip Reuters, Jumat (22/2/2019).

Ditanya apakah Williamson harus dikekang, dia mengatakan; "Saya pikir sangat penting bagi kita untuk mengelola hubungan ini dengan China dengan sangat hati-hati." 





Credit  sindonews.com




Jelang Pertemuan Trump-Kim Jong-un, Korut Krisis Pangan


Jelang Pertemuan Trump-Kim Jong-un, Korut Krisis Pangan
Ilustrasi Korut. (Reuters/Damir Sagolj)



Jakarta, CB -- Sepekan menjelang pertemuan tingkat tinggi Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald TrumpKorea Utara melaporkan bahwa mereka mengalami krisis pangan.

Dalam memo yang dilihat Reuters, Korut menyatakan mereka menghadapi kekurangan pangan sekitar 1,4 juta ton pada tahun 2019 akibat cuaca buruk, kekeringan, banjir, dan sanksi PBB sehingga terpaksa mengurangi separuh ransum.

Memo dua halaman tak bertanggal yang dikeluarkan oleh perwakilan Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa itu juga memaparkan bahwa produksi pangan mereka pada 2018 turun 503 ribu ton dari tahun sebelumnya.


PBB mengonfirmasi angka-angka ini sebagai data resmi pemerintah yang diberikan pada akhir Januari lalu.

"Pemerintah Korut menyerukan kepada organisasi internasional untuk segera menanggapi penanganan situasi pangan ini," demikian bunyi memo tersebut.

Korut menyatakan bakal mengimpor 200 ribu ton makanan dan memproduksi sekitar 400 ribu ton pada masa panen awal. Namun, masih ada kekurangan sehingga mereka harus memotong jatah harian dari 550 gram per orang menjadi 300 gram.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan bahwa pejabat AS dan kelompok-kelompok bantuan di Korut sedang berkonsultasi untuk "lebih memahami dampak situasi keamanan pangan pada orang-orang yang paling rentan untuk mengambil tindakan dini demi memenuhi kebutuhan kemanusiaan mereka."

Dia mengatakan PBB dan kelompok-kelompok bantuan hanya mampu membantu sepertiga dari enam juta orang berdasarkan perkiraan jumlah di tahun lalu karena kekurangan dana. 

PBB memperkirakan total 10,3 juta orang atau hampir setengah dari populasi membutuhkan bantuan dan sekitar 41 persen warga Korea Utara kekurangan gizi, kata Dujarric.

Memo ini terungkap sepekan menjelang KTT kedua antara Trump dan pemimpin Kim Jong Un yang salah satu agenda utamanya adalah denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Akibat ambisi senjata nuklir, Korut diganjar serangkaian sanksi internasional, termasuk dari AS secara unilateral dan melalui PBB.

Benjamin Silberstein, editor North Korea Economy Watch dan seorang sarjana di Institut Kebijakan Luar Negeri, mengatakan bahwa Korut sengaja merilis memo ini untuk menekan AS dalam pertemuan Trump-Kim nanti. Menurut Silberstein, panen di Korut memang buruk, tidak ada tanda-tanda darurat.

"Lihat saja bagaimana surat itu ditulis. Mereka ingin membuatnya terdengar seperti sanksi sama dengan kelaparan sehingga AS harus benar-benar berbaik hati dan melepaskan mereka (dari sanksi)," katanya.

Kim Young-hee, seorang pembelot Korea Utara dan ahli ekonomi Korea Utara di Korea Development Bank di Seoul, juga menyampaikan opini serupa.

"Memo itu sepertinya pesan yang mengatakan 'Meskipun sanksi tidak mempengaruhi kehidupan orang secara langsung, mereka memengaruhi seluruh ekonomi dan kehidupan masyarakat semakin buruk. Jadi bukankah lebih baik jika sanksi diringankan?'" tuturnya.



Credit  cnnindonesia.com



Menhan Klaim Senjata Mutakhir Rusia Ratusan Kali Lebih Murah



Presiden Rusia, Vladimir Putin (tengah), Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kiri), dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia dan Deputi Pertama Menteri Pertahanan Valery Gerasimov menyaksikan latihan militer di tempat pelatihan "Telemba", sekitar 80 kilometer utara kota Chita selama latihan militer Vostok 2018 di Siberia Timur, Rusia, Kamis, 13 September 2018. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

CB, Jakarta - Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengklaim senjata terbaru Rusia ratusan kali lebih murah dibandingkan satu senjata musuh yang akan digunakan untuk menyerang Rusia.
"Panglima tertinggi mengatakan dalam pidatonya kepada Majelis Federal bahwa semua senjata canggih yang dia bicarakan setahun lalu telah dibuat dan beberapa di antaranya bahkan telah dioperasikan," kata Shoigu, dikutip dari TASS, 21 Februari 2019. Shoigu menambahkan bahwa Rusia senjata baru Rusia meningkatkan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Rekan-rekan asing kami menyadari bahwa senjata kami ratusan kali lebih murah daripada sistem yang digunakan untuk melawan kami. Dan itu tidak berlaku hanya untuk sistem pertahanan rudal AS," katanya.

Menteri Pertahanan Rusia menekankan bahwa ada kegiatan yang pertama dan terutama ditujukan untuk menjamin keamanan militer Rusia tanpa meningkatkan biaya dan bergabung dengan perlombaan senjata.

Vladimir Putin melihat uji coba rudal hipersonik Avangard dari Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow.[Sky News]
Perlombaan senjata dua negara superpower kembali terjadi setelah AS dan Rusia keluar dari perjanjian INF. Perjanjian yang dibuat selama Perang Dingin membatasi jarak rudal untuk menghindari bencana perang nuklir antara Uni Soviet dan AS.
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Federal Rusia, Vladimir Putin juga memperingatkan ancaman AS yang semakin menyebar rudal di Eropa. Putin menegaskan Rusia akan mengarahkan sistem rudal nuklirnya lebih dekat dengan wilayah AS sebagai tanggapan.
Dikutip dari Reuters, Putin mengatakan tidak mencari konfrontasi dan tidak akan mengambil langkah ceroboh. Namun ia memperingatkan rudal Rusia akan secepat mungkin menghantam AS jika mengambil langkah berisiko.

Namun Putin tidak mengkonfirmasi secara teknis, bagaimana Rusia akan mengerahkan rudal dengan waktu serangan yang lebih singkat.
Opsi yang mungkin termasuk menempatkan mereka di tanah sekutu dekat wilayah AS, menyebarkan rudal lebih cepat di kapal selam, atau menggunakan salah satu senjata hipersonik yang menurut Moskow sedang dikembangkan.Dalam pidatonya pada hari Rabu, Putin mengatakan bahwa kapal selam yang mampu membawa drone bawah laut terbaru dengan kemampuan serangan nuklir, yang disebut Poseidon, akan diluncurkan pada musim semi ini, dan juga berbicara tentang keberhasilan pengembangan senjata hipersonik baru Rusia bernama Tsirkon.




Credit  tempo.co



Ketegangan dengan AS Memanas, Iran Latihan Perang di Selat Hormuz



Ketegangan dengan AS Memanas, Iran Latihan Perang di Selat Hormuz
Kawasan Selat Hormutz yang jadi lokasi latihan perang Angkatan Laut Iran. Foto/REUTERS

TEHERAN - Angkatan Laut Iran meluncurkan latihan perang berskala besar di Selat Hormuz dan Laut Oman. Teheran unjuk kekuatan maritimnya di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) yang semakin memanas.

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Hossein Khanzadi mengatakan manuver dimulai pada hari Kamis dan akan berjalan selama seminggu. Untuk pertama kalinya, latihan akan menampilkan rudal yang diluncurkan dari kapal selam.

Awal pekan ini, Presiden Iran Hassan Rouhani meresmikan kapal selam produksi dalam negeri, Fateh (Penakluk). Menurut militer, kapal selam ini mampu menembakkan rudal jelajah.

Angkatan Laut Iran mengatakan Fateh dilengkapi dengan torpedo dan sistem penembakan presisi, dan mampu bertahan di bawah air hingga lima minggu.

AS dan sekutunya di wilayah Teluk telah berulang kali mengecam militer Iran sebagai ancaman terhadap kawasan itu. Namun Teheran mengatakan militernya hanya untuk tujuan pertahanan.

Khanzadi juga mengatakan rudal dengan jangkauan berbeda akan diluncurkan dari kapal perang selama latihan perang.

"Untuk pertama kalinya, senjata-senjata ini akan diuji secara serius dan kita dapat membuat wilayah maritim tidak aman bagi musuh dengan cara apa pun yang memungkinkan," kata Khanzadi, dikutip Al Jazeera, Jumat (22/2/2019).

Kegiatan-kegiatan Angkatan Laut Iran berlangsung di sebuah perairan yang berjarak 2 km dari Selat Hormuz dan membentang 10 derajat di utara Samudra Hindia.

Latihan perang Angkatan Laut akan mencakup bagaimana menghadapi ancaman eksternal, serta penilaian peralatan, kesiapan, akuntabilitas dan kesiapan Angkatan Laut Iran di perairan terbuka.

Latihan perang yang dinamai "Velayat 97" itu akan mencakup berbagai manuver, termasuk latihan perang amfibi dan anti-amfibi.

Pada bulan Januari, Iran mengadakan latihan bersama Angkatan Laut dengan Rusia di Laut Kaspia. Latihan pada saat itu melibatkan jet tempur Angkatan Udara, roket yang diproduksi di dalam negeri, dan anti-radar dan rudal termal diuji.

Ghanbar Naderi, seorang analis dan jurnalis pertahanan yang berbasis di Teheran, mengatakan latihan di Selat Hormuz adalah latihan tahunan sehingga tidak ada yang mengejutkan.

"Tidak ada yang luar biasa tentang acara tahunan ini," kata Naderi kepada Al Jazeera. "Tapi tentu saja, tahun ini mengambil arti yang berbeda karena perang ekonomi yang dihadapi negara ini."

"Seluruh idenya adalah untuk menguji kesiapan angkatan bersenjata. Ini seharusnya tidak ditafsirkan sebagai ancaman terhadap keamanan regional," tambahnya.

AS menarik diri dari kesepakatan nuklir bersejarah 2015 dengan kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi sanksi terhadap Iran tahun lalu. Sejak itu ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran. 





Credit  sindonews.com




Erdogan Dituding Ingin Sebarkan Ikhwanul Muslimin ke Suriah


Erdogan Dituding Ingin Sebarkan Ikhwanul Muslimin ke Suriah
Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan. Foto/Istimewa

 

DAMASKUS - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dituding telah berusaha untuk membawa Ikhwanul Muslimin ke dalam pemerintahan di Suriah. Tudingan itu dilontarkan penasihat politik dan media untuk Presiden Suriah Bashar Assad, Bouthaina Shaaban.

"Apa yang masih coba dilakukan dan ingin dilakukan Erdogan sebelum dimulainya perang melawan Suriah ini adalah pengakuan Ikhwanul Muslimin dan menjadikannya bagian dari otoritas Suriah," kata Shaaban dalam sebuah wawancara dengan penyiar Al Mayadeen.

"Hari ini, Erdogan, bertindak melalui apa yang disebut oposisi, mayoritas dari yang, tentu saja, setia kepadanya, berusaha untuk menentukan nama yang akan memastikan bahwa Ikhwanul Muslimin memiliki suara di pemerintah Suriah," imbuhnya seperti dilansir dari Sputnik, Jumat (22/2/2019).

Shaaban melanjutkan dengan mencatat bahwa partai-partai berbasi agama tidak diizinkan di Suriah karena negara itu adalah negara pluralis sekuler.

Penasihat Assad itu mencatat bahwa presiden Turki telah berusaha menerapkan skema yang sama, termasuk membawa anggota anggota Ikhwanul Muslimin ke dalam pemerintahan, di beberapa negara lain juga.

Pernyataan itu muncul setelah Assad mengatakan dalam pidato pada 17 Februari bahwa Erdogan adalah "budak kecil Amerika Serikat" dan mengisyaratkan afiliasi presiden Turki itu dengan organisasi Islam.

Suriah sendiri menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teror dan sejumlah negara kawasan lainnya. Namun, beberapa negara regional percaya bahwa Ankara mendukung grup tersebut. Erdogan mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah organisasi ideologis dan tidak boleh diperlakukan sebagai kelompok teror.




Credit  sindonews.com




Turki Jajaki Beli Sistem Rudal S-400 dan Rudal Patriot Bersamaan


Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga dapat menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat mendeteksi target sejauh 600 km dengan perlindungan anti jamming. Radar 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan jangkauan 400 km. Sputnik/Sergey Malgavko
Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga dapat menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat mendeteksi target sejauh 600 km dengan perlindungan anti jamming. Radar 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan jangkauan 400 km. Sputnik/Sergey Malgavko

CBIstanbul – Pemerintah Turki mengatakan akan merampungkan proses pembelian senjata rudal anti-serangan udara S-400 dari Rusia pada Oktober 2019.

Pernyataan ini keluar di tengah keberatan Amerika Serikat, yang berkeberatan negara anggota NATO membeli senjata dari Rusia.
Pada saat yang sama, AS dan Turki juga menjajaki penjualan sistem rudal anti-serangan udara Patriot.
Pejabat kementerian Pertahanan Turki mengatakan proses pembicaraan pembelian rudal Patriot masih berlangsung termasuk mengenai transfer teknologi dan waktu pengiriman rudal.

“Pemerintah Turki mengatakan membutuhkan alternatif sistem pertahanan untuk melawan ancaman regional dan dapat menasionalisasi sistem senjata Rusia ini dengan mendesain ulang piranti lunaknya,” begitu dilansir Aljazeera pada Kamis, 21 Februari 2019.
Hubungan AS dan Turki menegang setelah kedua negara berbeda pendapat mengenai keberadaan milisi Kurdi YPG, yang beroperasi di sisi utara Suriah.
AS mendukung milisi ini untuk melawan kelompok ISIS. Sedangkan Turki melihat kelompok itu sebagai teroris yang berusaha memisahkan diri dari negara.
Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, mengatakan negaranya berkeberatan dengan rencana Turki membeli S-400 dari Rusia.
“Kami tidak akan diam saja sementara ada anggota NATO membeli senjata dari musuh kita. Kami tidak bisa menjamin pertahanan Barat jika sekutu kami menggantungkan diri pada Timur,” kata Pence baru-baru ini.

Menurut Murat Aslan, yang merupakan analis senjata dan bekas pejabat militer Turki, sistem pertahanan negara-negara Baltik dan Eropa Timur terdiri dari sistem senjata Rusia dan NATO. Ini termasuk sistem radar dan mekanisme pendukung. Dia mempertanyakan keberatan AS soal pembelian S-400 oleh Turki.
“Kenapa tidak? Turki telah membeli sistem pertahanan udara dari AS. Tapi pihak AS yang meminta harga sangat tinggi, persyaratan dan adanya kekhawatiran penolakan oleh kongres,” kata dia seperti dilansir Aljazeera.
Menurut Aslan, masalah interoperatibilitas antara sistem senjata Barat dan Timur tidak terbukti.
“Kesepakatan dengan pemerintah Rusia tidak mencantumkan larangan pemasangan patch software yang bisa dimodifikasi oleh Turki agar sesuai standar nasional dan NATO,” kata dia.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Aljzaeera bahwa kongres AS tidak akan menyetujui penjualan paket Patriot ke Turki kecuali Ankara membatalkan pembelian S-400.
Selain Turki, seperti dilansir Reuters, Rusia menjual senjata canggih yang mampu mengejar pesawat jet tempur musuh itu ke Cina, Iran dan India. AS tidak berkeberatan saat India, yang bertikai dengan Cina, membeli senjata ini dari Rusia. Namun, AS mengenakan sanksi kepada unit di militer Cina, yang mempelopori pembelian senjata ini.





Credit  tempo.co




Transfer Nuklir AS ke Arab Saudi Untungkan Jared Kushner?


Penasihat senior Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, kiri. (Jabin Botsford/The Washington Post)
Penasihat senior Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, kiri. (Jabin Botsford/The Washington Post)

CB, Jakarta - Pejabat senior pemerintahan Donald Trump yang memaksakan penjualan teknologi nuklir ke Arab Saudi diyakini bisa menguntungkan keluarga Jared Kushner.
Mengutip whistleblower di dalam pemerintah AS, laporan oleh Dewan Pengawas dan komite reformasi yang dipimpin Demokrat menuduh "tindakan tidak normal" di Gedung Putih mengenai proposal untuk membangun lusinan reaktor nuklir di seluruh kerajaan Saudi.
Dikutip dari The Independent, 21 Februari 2019, Komite DPR pada hari Selasa membuka penyelidikan atas tuduhan, yang mencakup kekhawatiran apakah pejabat Gedung Putih pada bulan-bulan awal pemerintahan Trump berusaha untuk memperbaiki prosedur keamanan nasional, dan memaksakan kesepakatan dengan Arab Saudi yang dapat secara finansial menguntungkan pendukung dekat presiden Trump.
Menurut laporan itu, upaya nuklir didorong oleh mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn, yang dipecat pada awal 2017 dan sedang menunggu hukuman karena berbohong kepada FBI dalam penyelidikan Rusia.
Derek Harvey, seorang pejabat Dewan Keamanan Nasional yang dibawa oleh Flynn, terus mengerjakan proposal tersebut, yang masih dalam pertimbangan oleh pemerintahan Trump.
Mengandalkan keterangan whistleblower, komunikasi email dan dokumen lainnya, laporan komite merinci bagaimana Dewan Keamanan Nasional (NSC) dan pejabat etika berulang kali memperingatkan tindakan Flynn dan seorang pembantu senior bisa bertabrakan dengan konflik kepentingan federal dan undang-undang yang mengatur transfer teknologi nuklir untuk kekuatan asing.
Laporan itu juga mencatat salah satu produsen pembangkit listrik yang dapat mengambil manfaat dari kesepakatan seperti itu termasuk Westinghouse Electric, anak perusahaan dari Brookfield Asset Management, sebuah perusahaan yang membuat kesepakatan pada bulan Agustus untuk menyelamatkan menara 666 Fifth Avenue milik keluarga Kushner di Manhattan yang terlilit hutang besar.
Laporan juga mengungkap bahwa Kushner, menantu dan penasihat presiden, diduga tetap terlibat langsung dengan upaya-upaya itu, dan ia akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada akhir Februari untuk berbagi poin-poin rencana ekonomi AS dan proposal perdamaian di Timur Tengah.
Gedung Putih dan Kushner tidak segera menanggapi laporan ini.

Presiden Donald Trump bersama dengan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, 20 Maret 2018. REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo
Laporan itu muncul pada saat anggota parlemen semakin gelisah dengan hubungan dekat antara pemerintahan Trump dan Arab Saudi, yang telah menimbulkan kekhawatiran bahkan di antara anggota partai Republik di Kongres.
Anggota parlemen dari kedua belah pihak telah menyatakan keprihatinan bahwa Arab Saudi dapat mengembangkan senjata nuklir jika teknologi AS ditransfer tanpa perlindungan yang tepat.
Trump telah menjadikan kerajaan Saudi sebagai pusat kebijakan luar negerinya di Timur Tengah untuk menekan Iran, meskipun Trump berulangkali mengecam pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi dan peran Saudi dalam perang di Yaman.
Para penyelidik kongres juga menyelidiki peran Tom Barrack, seorang pendukung proposal nuklir yang menjalankan komite pelantikan presiden Trump, yang berada di bawah penyelidikan terpisah oleh jaksa federal di New York. Rick Gates, mantan karyawan dan kooperator Barrack dalam investigasi Mueller, juga terlibat dalam advokasi untuk proposal nuklir.

Juru bicara Tom Barrack mengatakan ia akan bekerja sama dengan penyelidikan DPR. Sementara Harvey belum berkomentar terkait hal ini.Menurut laporan itu, pelapor datang ke komite karena mereka memiliki kekhawatiran tentang upaya di dalam Gedung Putih untuk mempercepat transfer teknologi nuklir AS yang sangat sensitif ke Arab Saudi, karena berpotensi melanggar Undang-Undang Energi Atom dan tanpa tinjauan oleh Kongres.




Credit  tempo.co




Rakyat Palestina shalat di luar masjid Al-Aqsha untuk protes penutupan


Rakyat Palestina shalat di luar masjid Al-Aqsha untuk protes penutupan
kompleks Mesjid Al-Aqsha di Palestina . (WAFA)




Al-Quds, 21/2 (CB) - Puluhan orang Palestina menunaikan shalat pada Rabu (20/2) di luar komplek Masjid Al-Aqsha, yang menjadi tempat bentrokan, di Al-Quds (Jerusalem) untuk memprotes penutupan yang berlanjut oleh Israel atas Bab Ar-Rahmah.

Pada Rabu pagi, pasukan Israel digelar di dekat gerbang itu di tengah ketegangan yang meningkat dengan orang Palestina yang beribadah, demikian dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.

Gerbang berada di sisi timur kompleks tempat suci umat Muslim tersebut.

Pada Senin, penguasa Yahudi menutup gerbang itu, menghalangi ratusan orang Muslim yang ingin beribadah memasuki Masjid Al-Aqsha, dan menahan beberapa orang Palestina di dalam kompleks masjid tersebut.

Hari berikutnya, penguasa Yahudi dilaporkan membuka kembali gerbang itu untuk sementara.



Credit  antaranews.com




Hamas Tolak Bertemu Utusan Perdamaian Timur Tengah Norwegia



Hamas Tolak Bertemu Utusan Perdamaian Timur Tengah Norwegia
Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya al-Sinwar, menolak bertemu dengan utusan khusus Norwegia untuk proses perdamaian Timur Tengan Tor Wennesland. Foto/Istimewa

 

GAZA - Pemimpin kelompok Islam Hamas di Jalur Gaza, Yahya al-Sinwar, menolak bertemu dengan utusan khusus Norwegia untuk proses perdamaian Timur Tengan Tor Wennesland. Hal itu diungkapkan oleh seorang sumber yang mengahui soal informasi tersebut kepada Anadolu.

"Wennesland telah meminta untuk bertemu Sinwar selama perjalanannya baru-baru ini ke wilayah Palestina," kata sumber yang berbicara secara anonim kepada kantor berita Turki itu, Jumat (22/2/2019).

Pada hari Selasa, Wennesland bertemu dengan Perdana Menteri Palestina Rami al-Hamdallah di kantornya di kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki. Ramallah adalah Ibu Kota administrasi pemerintah Palestina.

Kantor Sinwar sejauh ini menahan diri untuk mengomentari pernyataan sumber.

Sinwar telah beberapa kali bertemu dengan Wennesland di masa lalu.

Sementara itu, dikutip dari Middle East Monitor, anggota senior biro politik Hamas Mousa Abu Marzouq baru-baru ini mengatakan Norwegia mengerahkan upaya untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza. Ia menambahkan bahwa gerakan Islam itu memiliki hubungan "kuat" dengan pemerintah Norwegia.

Norwegia mengepalai kelompok negara-negara Eropa untuk mendukung masalah Palestina.

Gaza telah menyaksikan krisis kemanusiaan yang dahsyat sejak 30 Maret 2018 ketika penduduk daerah kantong itu melakukan aksi yang disebut sebagai Great March of Return. Aksi ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia internasional terhadap hak warga Palestina untuk kembali ke rumah-rumah mereka di Nakba saat dipindahkan secara paksa pada tahun 1948. 

Aksi ini juga bertujuan untuk menghancurkan pengepungan Israel-Mesir selama 12 tahun di Jalur Gaza, di mana daerah kantong itu diblokade dari darat, udara dan laut.

Sejak demonstrasi dimulai, lebih dari 230 demonstran Palestina telah tewas oleh tembakan tentara Israel. 



Credit  sindonews.com




Israel Luncurkan Rudal Rocks yang Bisa Hancurkan Bungker Bawah Tanah


Israel Luncurkan Rudal Rocks yang Bisa Hancurkan Bungker Bawah Tanah
Rudal Rocks diluncurkan perusahaan Israel dalam pameran Aero India di Bangalore. Foto/Globes


TEL AVIV - Perusahaan elektronik pertahanan Israel, Rafael Advanced Defense Systems Ltd., telah meluncurkan rudal jarak jauh Rocks dalam pameran Aero India di Bangalore. Misil air-to-surface (udara ke permukaan) ini diklaim mampu menghancurkan target bawah tanah, seperti bungker.

Menurut Rafael, rudal baru dapat ditembakkan jarak jauh dari pesawat tempur menuju target permukaan dan bawah tanah sehingga pesawat tetap di luar area yang ditargetkan oleh sistem pertahanan udara.

Rudal itu, lanjut Rafael, bergerak lebih cepat daripada kecepatan suara sehingga mengurangi kemungkinan bahwa pesawat yang menembakkan rudal akan dideteksi oleh pertahanan anti-pesawat. Menurut Rafael misil itu juga dapat menghantam target yang bergerak dan juga mengganggu sistem navigasi GPS, jika ditargetkan.

Rudal Rocks sendiri dipandu sebagian besar jalan menuju target dengan sistem navigasi GPS, sedangkan beberapa meter terakhir dilakukan oleh perangkat pelacak dan memproses foto-foto target guna memastikan pukulan yang tepat. Rafael belum mengungkapkan rincian lengkap tentang kisaran rudal dan muatannya, tetapi menekankan bahwa hulu ledaknya mematikan.

Wakil Presiden dan Kepala Sektor Sistem Udara Rafael dan C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance), Yuval Miller, mengatakan; "Rocks adalah rudal yang maju dan inovatif dan kami juga telah menerapkan teknologi yang sudah digunakan dalam sistem senjata rudal Spice, yang sudah beroperasi".

Seorang sumber terkait yang dikutip media Israel, Globes, Kamis (21/2/2019), percaya bahwa Rafael telah merancang rudal baru terutama untuk pasar India di mana perusahaan Israel telah aktif selama beberapa dekade melalui berbagai anak perusahaan dan banyak kemitraan bisnis. 

Sebagai bagian dari kolaborasinya dengan India, Rafael telah mentransfer pengetahuan yang memungkinkan perusahaan lokal untuk memproduksi beberapa produknya di India sebagai bagian dari kebijakan pemerintah India, "Make in India".

Rafael juga telah menunggu beberapa waktu untuk lampu hijau dari pemerintah India guna untuk kesepakatan untuk rudal anti-tank Spike bernilai ratusan juta dolar. Kesepakatan itu ditangguhkan oleh pertengkaran internal di India mengenai apakah akan membeli rudal anti-tank Rafael atau rudal alternatif yang sedang dikembangkan di India. 




Credit  sindonews.com




Sekolah di Tepi Barat diserang oleh pemukim Yahudi, kedua dalam sepekan


Sekolah di Tepi Barat diserang oleh pemukim Yahudi, kedua dalam sepekan
Seorang guru Palestina berkerudung memberikan pelajaran matematika kepada murid-murid di sebuah kelas pada hari pertama tahun ajaran baru sekolah di sekolah yang dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di Khan Young di selatan Jalur Gaza, Minggu (28/8). (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)




Nablus, Palestina,(CB) - Untuk kedua kali dalam satu pekan, pemukim Yahudi pada Kamis (21/2) menyerang dengan menggunakan batu pada Sekolah Menengah Urif di bagian selatan Kota Nablus di bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan.

Anggota Dewan Desa Urif Adel Amer mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi, pemukim Yahudi melemparkan batu ke sekolah tersebut tak lama setelah kegiatan belajar-mengajar berakhir.

Sementara itu, tentara Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah siswa saat mereka meninggalkan sekolah tersebut.

Itu adalah untuk kedua kali dalam satu pekan pemukim Yahudi menyerang Sekolah Urif, katanya.

Pemukim Yahudi juga menyerang beberapa rumah di daerah tersebut, sehingga mengakibatkan bentrokan dengan warga setempat.

Belum ada laporan mengenai orang yang cedera.




Credit  antaranews.com





Tahanan Palestina Jadi Kelinci Percobaan Farmasi Israel


Seorang mahasiswa Palestina, berada di dalam kurungan saat berdemonstrasi dalam aksi solidaritas tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel 2014 di Kota Gaza (19/5). Ashraf Amra/Anadolu Agency/Getty Images
Seorang mahasiswa Palestina, berada di dalam kurungan saat berdemonstrasi dalam aksi solidaritas tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel 2014 di Kota Gaza (19/5). Ashraf Amra/Anadolu Agency/Getty Images

CB, Jakarta - Para tahanan Palestina telah dijadikan kelinci percobaan oleh sejumlah perusahaan farmasi Israel. Seorang profesor Israel, Nadera Shalhoub-Kevorkian saat berbicara di Universitas Columbia di New York City, AS mengungkapkan bahwa otoritas Israel mengeluarkan izin bagi perusahaan farmasi untuk melakukan tes obat kepada tahanan Palestina dan Arab, seperti dilaporkan Middle East Monitor, Rabu, 20 Februari 2019.
Pengajar di Universitas Hebrew ini kemudian mengungkapkan bahwa perusahaan perlengkapan militer Israel juga melakukan tes senjata terhadap anak-anak Palestina dan warga Palestina di Yerusalem.

"Seluruh ruang milik orang Palestina jadi laboratorium,"kata Kevorkian.

"Penemuan produk dan layanan perusahaan keamanan yang disponsori negara dipicu oleh jam malam dan penindasan orang Palestina oleh angkatan bersenjata Israel," ujarnya.
Pekan lalu, otoritas Israel menolak menyerahkan jasad Fares Baroud, yang meninggal di dalam penjara Israel setelah menderita sejumlah penyakit. Keluarga korban khawatir Baroud telah dimanfaatkan untuk tes semacam itu dan Israel khawatir hal ini terungkap melalui investigasi forensik.

Sebagai catatan, surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth pada Juli 2017 melaporkan pernyataan ketua komisi parlemen, Dalia Itzik, mengaku bahwa Kementerian Kesehatan Israel telah mengizinkan perusahaan farmasi mengadakan tes obat baru kepada para tahanan. Diperkirakan ada 5 ribu tes yang telah dilakukan.Pada Agustus 2018, Sekretaris Budaya Organisasi Buruh ACOD di Belgia, Robrecht Vanderbeeken memperingatkan penduduk di Jalur Gaza sedang menderita kelaparan parah hingga tewas, diracun, dan anak-anak diculik dan dibunuh untuk mendapatkan organ tubuh mereka.
Sebelumnya, Duta besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan, jasad warga Palestina yang dibunuh pasukan keamanan dikembalikan tanpa kornea dan organ tubuh lainnya.




Credit  tempo.co





Saksi mata: jet Israel serang Jalur Gaza timur


Saksi mata: jet Israel serang Jalur Gaza timur
Seorang pengunjuk rasa Palestina melempar kembali tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel dalam sebuah protes di pagar perbatasan Israel-Gaza, di selatan Jalur Gaza, Jumat (1/2/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/cfo




Kota Gaza, Palestina (CB) - Satu jet tempur Israel pada Rabu (20/2) melancarkan serangan udara ke bagian timur Jalur Gaza, tempat rakyat Palestina melancarkan protes, kata beberapa saksi mata.

Dua rudal ditembakkan ke dekat pemrotes, kata beberapa saksi mata kepada Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.

Tak ada laporan mengenai korban jiwa.

Militer Israel mengatakan di dalam satu pernyataan pada Rabu bahwa serangan tersebut ditujukan ke satu lokasi yang berafiliasi kepada HAMAS sebagai "reaksi atas balon terbakar" yang diluncurkan ke permukiman di Israel Selatan di dekat Jalur Gaza.

Para pegiat Palestina telah menerbangkan balon dan layangan yang terbakar ke wilayah Israel sebagai bagian dari protes antipendudukan yang berlangsung di sepanjang zona penyangga Jalur Gaza-Israel.

Menurut para pejabat Israel, "senjata udara rakitan" itu telah mengakibatkan sejumlah kebakaran di dalam permukiman Israel, sehingga menimbulkan kerugian materil besar tapi tak merenggut korban tewas atau cedera.



Credit  antaranews.com




Tarik Pasukan dari Suriah, AS Sisakan 200 Personel Perdamaian


Tarik Pasukan dari Suriah, AS Sisakan 200 Personel Perdamaian
Ilustrasi pasukan AS di Suriah. (DELIL SOULEIMAN/AFP)




Jakarta, CB -- Amerika Serikat akan meninggalkan "kelompok kecil pasukan perdamaian" yang terdiri dari 200 tentara di Suriah untuk periode waktu tertentu setelah mereka menarik pasukan militer.

"Sekelompok kecil pasukan perdamaian sekitar 200 personel akan tetap berada di Suriah untuk jangka waktu tertentu," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (21/2).

Keputusan itu diumumkan setelah Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Kedua pemimpin sepakat untuk "terus berkoordinasi demi menciptakan zona aman" di Suriah.


Desember lalu, Trump memerintahkan penarikan 2.000 tentara AS dari Suriah karena mereka telah mengalahkan militan ISIS di sana.


Namun, beberapa penasihat Trump meminta sang presiden mempertimbangkan lagi kebijakannya demi memastikan perlindungan terhadap pasukan Kurdi.

Selama ini, AS mendukung dan melatih pasukan Kurdi di Suriah untuk melawan ISIS. Sementara itu, Turki menganggap Kurdi sebagai teroris karena terus menggemakan pemberontakan di negaranya.

Komandan pasukan Suriah yang didukung AS telah menyerukan agar 1.000 hingga 1.500 tentara internasional tetap berada di negara itu untuk membantu memerangi ISIS.

Ia juga menyampaikan harapan kepada Amerika Serikat, khususnya, agar menghentikan rencana penarikan total.

Sampai saat ini, sekutu Eropa menolak keras menyediakan pasukan kecuali jika Washington terus berkomitmen di kawasan itu.

Seorang pejabat senior AS mengatakan keputusan Trump untuk menyisakan pasukan perdamaian sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Namun, belum jelas berapa lama 200 personel itu akan tetap berada di sana atau lokasi penempatan mereka.

Keputusan untuk mempertahankan pasukan penjaga perdamaian dapat membantu Trump mengatasi kritik.

"Ini adalah arah yang jelas bagi sekutu dan anggota koalisi lainnya bahwa kami akan berada mencapai kesepakatan mengenai beberapa hal," kata pejabat senior pemerintah AS itu.







Credit  cnnindonesia.com




Putin Sesumbar Nuklir Hipersonik Dapat Hantam AS dalam 5 Menit



Putin Sesumbar Nuklir Hipersonik Dapat Hantam AS dalam 5 Menit
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS/Maxim Zmeyev

MOSKOW - Presiden Vladimir Putin telah sesumbar senjata nuklir hipersonik Rusia dapat menghantam Amerika Serikat (AS) dalam lima menit. Dalam pesan yang mengerikan, Putin mengatakan dia tidak takut untuk memulai pengulangan Krisis Misil Kuba.

Orang nomor satu Kremlin ini mengklaim negaranya memiliki keunggulan jika meluncurkan serangan pertama.

Pada tahun 1962, Krisis Misil Kuba membawa dunia ke ambang perang nuklir. Lebih dari 50 tahun kemudian hubungan antara Rusia dan AS memanas karena Amerika dapat mengerahkan rudal nuklir jarak menengah di Eropa.

Putin sebelumnya memperingatkan Washington bahwa Rusia akan menyamai langkah AS dengan menempatkan misilnya sendiri lebih dekat ke Amerika Serikat atau dengan mengerahkan rudal yang lebih cepat dari yang dimiliki Washington.

Dia mengatakan militernya dapat mengerahkan rudal hipersonik pada kapal permukaan dan kapal selam yang dapat mengintai di luar wilayah perairan AS.

"(Kita berbicara tentang) kendaraan pengiriman laut; kapal selam atau kapal permukaan," kata Putin.

"Dan kita bisa meletakkannya, mengingat kecepatan dan jangkauan (dari rudal kita)...di perairan netral. Ditambah mereka tidak diam, mereka bergerak dan mereka harus menemukannya (target musuh)," imbuh Putin, dikutip Daily Mirror, Kamis (21/2/2019).

"Anda berhasil. (Kecepatan rudal) mach sembilan dan (jangkauannya) lebih dari 1.000 km."

Departemen Luar Negeri AS meremehkan peringatan Putin dengan menyebutnya sebagai propaganda.

Putin mengatakan dia tidak menginginkan perlombaan senjata dengan Amerika Serikat, tetapi dia tidak punya pilihan selain bertindak jika Washington mengerahkan rudal baru di Eropa.

Dia mengakui rudal AS dapat menyerang Moskow dalam 10 hingga 12 menit jika ditempatkan di Eropa.

Namun, Putin mengangggap rudal AS semacam itu akan berarti karena Rusia dapat menyerang Amerika Serikat lebih cepat daripada rudal AS yang dikerahkan di Eropa. Alasannya, waktu penerbangan rudal Moskow lebih pendek.

"(Perhitungan) itu tidak akan menguntungkan mereka, setidaknya seperti keadaan hari ini. Itu sudah pasti," kata Putin.

Menurut Putin, hubungan antara Moskow dan Washington tegang, tetapi ketegangan itu tidak sebanding dengan Krisis Misil Kuba.

"(Ketegangan) itu bukan alasan untuk meningkatkan konfrontasi ke tingkat Krisis Rudal Kuba pada 1960-an," ujarnya.

"Bagaimanapun juga bukan itu yang kita inginkan," kata Putin. "Jika seseorang menginginkan itu, baiklah dipersilakan. (Bila) Saya telah menetapkan hari ini, apa artinya," paparnya. "Biarkan mereka menghitung (waktu penerbangan rudal)." 




Credit  sindonews.com




Putin pada AS: Jika Ingin Krisis Rudal Kuba Lainya, Kami akan Berikan


Putin pada AS: Jika Ingin Krisis Rudal Kuba Lainya, Kami akan Berikan
Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia siap secara militer untuk krisis gaya Rudal Kuba jika Amerika Serikat cukup bodoh untuk menginginkannya. Foto/Reuters

MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia siap secara militer untuk krisis gaya Rudal Kuba jika Amerika Serikat (AS) cukup bodoh untuk menginginkannya. Putin mengatakan, negaranya saat ini memiliki keunggulan dalam hal serangan nuklir pertama.

Krisis Rudal Kuba meletus pada tahun 1962 ketika Moskow menanggapi penyebaran rudal AS di Turki dengan mengirimkan rudal balistik ke Kuba, memicu kebuntuan yang membawa dunia ke ambang perang nuklir.

Pernyataan Putin, yang dibuat saat melakukan wawancara dengan media setempat, mengikuti peringatannya bahwa Moskow akan menyamai langkah AS untuk mengerahkan rudal baru lebih dekat ke Rusia dengan menempatkan rudalnya sendiri lebih dekat ke AS atau dengan mengerahkan rudal yang lebih cepat atau bahkan keduanya.

Putin mengatakan Rusia dapat menempatkan rudal hipersonik di kapal perang dan kapal selam yang dapat mengintai di luar perairan teritorial AS, jika Washington sekarang memutuskan untuk menempatkan senjata nuklir jarak menengah di Eropa.

"Kita berbicara tentang kendaraan pengiriman laut, seperti kapal selam atau kapal perang dan kita dapat menempatkan mereka, mengingat kecepatan dan jangkauan (dari rudal kita) di perairan netral. Ditambah mereka tidak diam, mereka bergerak dan AS harus menemukan mereka," ucap Putin.

"Kalian bayangkan sendiri, kecepatan rudal mach 9 (sekitar 11 ribu Km perjam) dan jangkauan mereka lebih dari 1.000 km," tukasnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (21/2). 



Credit  sindonews.com




Pesawat Militer AS Patroli di Wilayah Udara Rusia


Pesawat Militer AS Patroli di Wilayah Udara Rusia
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)



Jakarta, CB -- Militer Amerika Serikat mengerahkan pesawatnya ke wilayah udara Rusia untuk melakukan operasi pengawasan pada Kamis (21/2).

Kementerian Pertahanan AS mengklaim Rusia tahu akan manuver mereka lantaran patroli tersebut dilakukan di bawah perjanjian internasional Open Skies Treaty.

"Rusia mengetahui penerbangan itu. Enam pengamat dari Rusia juga ikut serta dalam pesawat AS untuk memonitor seluruh fase penerbangan," ucap juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Jamie Davis.


Patroli itu dilakukan dengan pesawat jenis OC-135B yang tidak bersenjata dan akan berakhir hari ini, Jumat (22/2).


Davis mengatakan patroli ini adalah yang pertama dilakukan di wilayah Rusia sejak November 2017, menyusul ketegangan antara Washington dan Moskow dalam beberapa waktu terakhir.

Dikutip AFP, Desember lalu, AS dan sejumlah negara lainnya melakukan penerbangan Open Skies "luar biasa" di atas wilayah udara Ukraina.

Patroli itu dilakukan sebagai misi untuk menunjukkan dukungan bagi Kiev setelah angkatan laut Ukraina dan Rusia terlibat konfrontasi di Laut Hitam pada November lalu.


Open Skies Treaty sendiri merupakan sebuah perjanjian internasional yang bertujuan mempromosikan transparansi militer melalui penerbangan pengawasan timbal balik antara 34 negara anggotanya.

Traktat yang berlaku efektif sejak 2002 lalu itu memberikan hak bagi para anggotanya "untuk mengumpulkan informasi tentang kekuatan militer dan kegiatan masing-masing negara."

Selain AS dan Rusia, sejumlah negara seperti Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Luxemburg, Belanda, hingga Turki juga ikut serta dalam perjanjian itu.




Credit  cnnindonesia.com





Eropa Bunuh Diri Jika Setuju Jadi Basis Rudal Baru AS


Eropa Bunuh Diri Jika Setuju Jadi Basis Rudal Baru AS
Pemimpin partai Solidaritas Gerakan Hak Sipil Jerman, Helga Zepp-LaRouche sebut jika Eropa setuju jadi tempat rudal jarak menengah baru AS, sama saja dengan bunuh diri. Foto/Reuters

BERLIN - Pemimpin partai Solidaritas Gerakan Hak Sipil Jerman, Helga Zepp-LaRouche menuturkan kemungkinan ada perjanjian antara Eropa dan Amerika Serikat (AS) mengenai penempatan rudal jarak menengah baru Washington, yang sama saja dengan bunuh diri.

Zepp-LaRouche mengatakan, langkah ini amat berbahaya, mengingat Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam pidatonya di Parlemen Moskow menegaskan akan menargetkan negara-negara yang menjadi basis rudal jarak menengah baru AS.

"Jika Eropa menerima instalasi rudal AS baru di wilayahnya dalam lingkungan strategis ini, mereka sama saja menandatangani pakta bunuh diri," kata Zepp-LaRouche dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (21/2).

Menurut politisi itu, di tengah-tengah retorika yang ajakan berperang di Barat, Putin baru saja memperkenalkan kembali prinsip dan kejelasan realitas dengan peringatannya.

"Meskipun Donald Trump telah menyatakan niat untuk meningkatkan hubungan antara AS dan Rusia, termasuk bahwa ia mungkin memiliki satu gagasan untuk menggantikan perjanjian INF dengan perjanjian baru, Putin harus mempertimbangkan niat sebaliknya dari para neokons di administrasi Trump," ucapnya.

"Selain itu 'Menteri Perang Inggris', Gavin Williamson, yang mengancam akan menggunakan kekuatan keras dan juga mengklaim bahwa batas-batas antara perdamaian dan perang menjadi kabur," sambungnya merujuk pada pernyataan Williamson di Konferensi Keamanan Munich.

Seperti diketahui, kemarin Putin Rusia akan menanggapi setiap penyebaran senjata nuklir jangka pendek atau menengah AS di Eropa dengan menargetkan tidak hanya negara-negara di mana mereka ditempatkan, tetapi AS sendiri.

Putin mengatakan Moskow tidak mencari konfrontasi dan tidak akan mengambil langkah pertama untuk mengerahkan rudal sebagai tanggapan atas keputusan Washington bulan ini untuk mundur dari Perjanjian INF. Namun, dia mengatakan bahwa reaksi Rusia terhadap penyebaran rudal apapun akan tegas dan bahwa pembuat kebijakan AS, yang beberapa di antaranya menurutnya terobsesi dengan status istimewa AS, harus memperhitungkan risiko sebelum mengambil langkah apa pun. 





Credit  sindonews.com



Jenderal Militer Iran Beri Peringatan Keras ke Saudi



Jenderal Iran, Qassem Soleimani
Jenderal Iran, Qassem Soleimani
Foto: BBC

Saudi dinilai membangun pengaruh regionalnya hanya dengan uang.



REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Pemimpin Garda Militer Iran luar negeri Qassem Soleimani mengancam Arab Saudi dengan pembalasan atas serangan bom bunuh diri di wilayah Iran Tenggara pada 13 Februari 2019 lalu. Serangan tersebut diketahui menewaskan 27 anggota Garda.

Dalam laporan kantor berita Tasnim, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (21/2), Arab Saudi dinilai ikut memberi pengaruh atas situasi yang di wilayah kawasan Timur Tengah.

"Arab Saudi membangun pengaruh regionalnya hanya dengan uang. Ini adalah pengaruh palsu dan kegagalan. Kami akan membalas dendam bagi para martir kami, (dan) itu mungkin ada di mana saja di seluruh dunia," kata Qasem Soleimani.

Iran telah menuduh saingan regional, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mendukung militan yang melakukan serangan terhadap pasukan keamanan di negara tersebut. Namun, Arab Saudi dan UEA membantah ada hubungannya dengan serangan itu.

Kelompok militan Muslim Sunni Jaish al Adl (Tentara Keadilan), mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas serangan di dekat perbatasan dengan Pakistan.

Otoritas Muslim Syiah Iran mengatakan kelompok-kelompok militan beroperasi dari tempat-tempat yang aman di Pakistan dan telah berulang kali meminta negara tetangga untuk menindak mereka. "Saya memperingatkan Anda: Jangan menguji toleransi Iran," kata Soleimani.



Credit  republika.co.id




Lawatan Putra Mahkota Saudi, China Tetap Berkawan Dengan Iran


Lawatan Putra Mahkota Saudi, China Tetap Berkawan Dengan Iran
Presiden China, Xi Jinping. (REUTERS/Jason Lee)



Jakarta, CB -- Presiden China, Xi Jinping, menyatakan tetap mempertahankan persahabatan dengan Iran. Hal itu disampaikan di tengah kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (21/2), Iran merupakan pemasok minyak terbesar keempat ke China pada tahun lalu.

Akan tetapi, China berupaya meningkatkan kehadirannya di dunia Arab. Di sisi lain, China bersahabat dengan Iran yang merupakan seteru Arab Saudi.

Pendekatan China dengan Arab Saudi ditandai dengan kedatangan Raja Salman pada 2017.


Menurut Kementerian Luar Negeri China, dalam pertemuan dengan ketua parlemen Ira, Ali Larijani pada Rabu (20/2) kemarin, Xi mengatakan kedua negara telah bersahabat sejak lama dan saling memiliki rasa percaya yang telah teruji.

Ia juga tidak peduli dengan situasi internasional, dan tetap pada tekad awal untuk tetap mengembangkan kerjasama strategi yang komprehensif dengan Iran.

Xi juga menginginkan memperdalam sikap saling percaya dan terus saling mendukung satu sama lain.

China juga mendukung Iran dalam upaya konstruktif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional, dan bersedia untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan erat pada masalah-masalah regional.



Credit  cnnindonesia.com




Iran Klaim Retas dan Kendalikan 8 Drone AS, Ini Bukti Videonya


Iran Klaim Retas dan Kendalikan 8 Drone AS, Ini Bukti Videonya
Cuplikan video yang diklaim sebagai drone Amerika Serikat yang dikendalikan Iran. Foto/Fars News

TEHERAN - Seorang komandan senior Iran mengklaim negaranya telah berhasil mengendalikan sekitar delapan pesawat nirawak atau drone Amerika Serikat (AS). Sebagai bukti klaim itu, Teheran telah merilis beberapa rekaman yang diduga diambil dari kamera drone.

"Tujuh hingga delapan pesawat tanpa awak yang melakukan penerbangan konstan ke Suriah dan Irak dibawa di bawah kendali kami dan intelijen mereka dipantau oleh kami dan kami bisa mendapatkan tangan intelijen pertama mereka," kata komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, seperti dikutip Fars, Jumat (22/2/2019).

Jenderal itu membanggakan kekuatan militer Iran. Media Iran tersebut ikut merilis sebuah video, yang disebutnya "salah satu dari banyak bukti yang mendukung pernyataan Jenderal Hajizadeh".

Video berdurasi tiga menit itu memperlihatkan rekaman yang tampaknya diambil pada beberapa kesempatan berbeda dengan pesawat, yang kemungkinan drone AS. Setengah dari itu tampaknya menunjukkan satu episode, di mana drone MQ-9 Reaper bersenjata jatuh ke tanah setelah operatornya diduga kehilangan kendali. Drone tersebut kemudian ditampilkan hancur di tanah oleh serangan udara.

Iran dikenal karena rekornya mengganggu misi pesawat tak berawak AS selama bertahun-tahun. Misi yang paling terkenal adalah ketika memaksa pesawat pengintai RQ-170 mendarat pada 2011, dengan kondisi hampir utuh.

Video bergambar penghancuran drone MQ-9 Reaper kemungkinan tidak terjadi di Suriah pada tahun 2016. Angkatan Udara AS melaporkan telah menghancurkan salah satu drone serangannya setelah jatuh karena sebab yang tidak diungkapkan, yang bukan merupakan tembakan musuh.

Ketika ditanya oleh Russia Today tentang klaim Iran, juru bicara Pentagon, Komandan Rebecca Rebarich, mengatakan; "Kami mengetahui laporan itu dan tidak ada yang perlu ditambahkan."







Credit  sindonews.com




Kedok Intervensi Militer, Rusia Curigai Bantuan Kemanusiaan AS


Kedok Intervensi Militer, Rusia Curigai Bantuan Kemanusiaan AS
Rusia mempertanyakan niat AS memberikan bantuan kemanusiaan kepada Venezuela. Foto/Istimewa

MOSKOW - Rusia mengungkapkan keraguannya atas niat Amerika Serikat (AS) untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela yang dijadwalkan pada akhir pekan ini.

"Jika penyelenggara benar-benar hanya ingin memberikan semacam bantuan kemanusiaan kepada yang membutuhkan, mengapa tidak menggunakan badan khusus PBB yang memiliki pengalaman luas dan tak ternilai dalam melakukan operasi seperti itu?" tanya Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (22/2/2019).

Zakharova mengulangi peringatan Rusia Kamis lalu terhadap langkah AS untuk menggunakan pengiriman bantuan kemanusiaan sebagai dalih intervensi militer.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyebut intervensi militer sebagai kemungkinan dari sejumlah pilihan yang dapat ia gunakan untuk membantu menyelesaikan krisis di Venezuela.

Krisi politik di Venezuela semakin dalam setelah tokoh oposisi Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai pejabat presiden pada 23 Januari lalu. Sebagai pemimpin parlemen ia mengatakan mempunyai kuasa untuk melakukan hal itu karena pemilu lalu yang dimenangkan oleh Nicolas Maduro tidak sah.

Amerika Serikat (AS) pun dengan cepat mengakui Guaido sebagai presiden sementara negara yang kaya akan minyak itu. Langkah AS diikuti oleh sejumlah negara lainnya macam Australia, negara-negara anggota Grup Lima (kecuali Meksiko), dan parlemen Eropa. 

Maduro pun tidak mengakui deklarasi itu dan memutuskan hubungan diplomatik dengan AS. Ia juga menolak bantuan kemanusiaan yang dianggap akan menjadi pintu masuk intervensi asing.

Maduro mendapat dukungan dari Turki, Rusia, Iran, Kuba, China, dan Bolivia. 



Credit  sindonews.com


Presiden Venezuela Tutup Perbatasan dengan Brasil


Presiden Venezuela Tutup Perbatasan dengan Brasil
Disebutkan, Nicolas Maduro mempertaruhkan 300 ribu nyawa jika meneruskan keputusan blokade bantuan kemanusiaa ini. (Foto: Miraflores Palace/Handout via REUTERS)



Jakarta, CB -- Venezuela terus bergolak. Pada Jumat (22/2) dikabarkan bahwa Presiden Nicolas Maduro memerintahkan penutupan perbatasan dengan Brasil sejak Kamis (21/2) sampai waktu yang belum ditentukan.

Maduro juga menyebutkan mempertimbangkan menutup total perbatasan dengan Kolombia yang terletak di sebelah barat Venezuela. Ia telah memerintahkan militer memblokade jembatan perbatasan utama untuk mencegah pasokan dari Cucuta, Kolombia, di mana berton-ton bantuan kemanusiaan yang sebagian besar datang dari Amerika, untuk rakyat Venezuela diletakkan.

Pertimbangan itu diduga lahir setelah adanya provokasi dari Presiden Kolombia Ivan Duque dan Presiden Amerika Donald Trump.


"Saya menganggap Tuan Duque secara pribadi bertanggung jawab atas kekerasan di perbatasan," kata Maduro setelah pertemuan dengan para jenderal di markas militer di Caracas.

Juan Guaido, yang diakui sebagai pemimpin sementara oleh 50 negara, disebut sedang menuju ke perbatasan Kolombia pada Kamis (21/2) bersama para pendukungnya, untuk mengumpulkan bantuan yang tertimbun di sana.

Pemimpin oposisi itu mengatakan ia bersama ratusan ribu sukarelawan siap membawa bantuan kemanusiaan yang diblokade oleh Maduro. Dirinya mengklaim 300 ribu orang bisa meninggal jika blokade terus dilanjutkan.



Credit  cnnindonesia.com



Kelly Craft Kandidat Terkuat Dubes Baru AS di PBB


Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada Kelly Craft. Ia disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi jabatan duta besar untuk PBB.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada Kelly Craft. Ia disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi jabatan duta besar untuk PBB.
Foto: Adrian Wyld/The Canadian Press via AP

Craft mendapat rekomendasi dari ketua Senat partai Republik.



CB, WASHINGTON -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada Kelly Craft akan menjadi kandidat terkuat untuk mengisi jabatan duta besar untuk PBB. Jumat (22/2) Craft mendapat rekomendasi dari ketua Senat asal partai Republik Mitch McConnell.

Baik staf Trump maupun senator asal Kentucky mengatakan McConnell sudah memberikan rekomendasi untuk memilih Craft mengisi posisi yang ditinggalkan Nikki Haley tahun lalu. Haley meninggalkan posisi tersebut dengan alasan pribadi.

Belum diketahui apakah Trump akan memilih Craft atau tidak. Ia sudah mempertimbangkan kandidat lain seperti Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell dan seorang mantan calon kandidat Senat dari Michigan John James.

Tapi McConnel merekomendasikan Craft yang juga berasal dari Kentucky dan salah satu pendonor terbesar partai Republik. Belum ada tanda-tanda Trump sudah memutuskan siapa yang akan wakili AS di PBB.

Ada ketertarikan untuk memperkerjakan Dina Powell yang pernah bekerja di Gedung Putih. Tapi salah satu pejabat mengatakan untuk saat ini Powell tidak tertarik dengan pekerjaan tersebut.

Powell kembali ke Goldman Sachs Group Inc satu tahun yang lalu setelah sempat menjadi penasihat keamanan nasional untuk Donald Trump. Kabarnya ia masih tetap populer di Gedung Putih.

Sebelumnya, Trump mengungkapkan ingin menempatkan putrinya, Ivanka Trump, di PBB. Tapi para pejabat Gedung Putih ragu Trump akan mengambil langkah tersebut.

Trump pernah mengatakan Grenell akan bekerja dengan baik untuk mewakili AS di PBB tapi ia menyukai pekerjaaannya di Jerman. Trump juga pernah berencana menominasikan mantan juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert untuk pekerjaan itu.

Namun, Nauert tidak pernah mengikuti nominasi resmi dengan datang ke rapat dengar dan pemungutan suara di Senat. Ia sudah menarik dirinya sendiri dari pencalonan pekerjaaan itu.



Credit  republika.co.id





Israel-Polandia Ribut Soal Holocasut Yahudi, AS Memediasi


Pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman atau sering disebut Holocaust (Ilustrasi)
Pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman atau sering disebut Holocaust (Ilustrasi)
Foto: hurriyetdailynews.com

AS menilai Israel harus meminta maaf ke Polandia.




CB, WARSAWA -- Amerikat Serikat (AS) menilai Israel harus meminta maaf kepada Polandia atas tudingan bahwa Warsawa terlibat dalam peristiwa Holocaust pada Perang Dunia II. AS mendorong kedua negara menyelesaikan perselisihan diplomatik akibat kejadian tersebut.

"Saya hanya merasa bahwa dua sekutu kuat seperti Israel dan Polandia, tentu saja mereka adalah sekutu kuat AS, seharusnya tidak menggunakan retorika semacam itu. Kita terlalu penting satu sama lain untuk tidak menyelesaikan hal-hal ini," kata Duta Besar AS untuk Polandia Georgette Mosbacher pada Rabu (20/2).

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengatakan, Polandia terlibat dalam Holocaust (pembantaian Yahudi). Polandia diketahui diduduki Nazi Jerman pada era Perang Dunia II.

Pemerintah Polandia mengecam keras pernyataan Katz. Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki menilai pernyataan Katz tidak dapat diterima dan rasis.

Morawiecki pun memutuskan untuk membatalkan kunjungannya ke Israel guna menghadiri Konferensi Visegrad. Konferensi itu rencananya dihadiri para pemimpin dari Slovakia, Cezka, Polandia, dan Hungaria.



Polandia diketahui telah berusaha keras menyangkal tudingan bahwa warganya bekolaborasi dengan Nazi dalam membantai Yahudi pada Perang Dunia II. Pada Februari tahun lalu, Polandia menerbitakan Undang-Undang Holocaust.
Dalam UU tersebut diatur, siapa pun yang menyatakan atau menuduh Polandia terlibat Holokus, akan didenda atau dipenjara selama tiga tahun. UU itu diajukan oleh partai yang berkuasa di Polandia, yakni Law and Justice Party (PiS).

Menurut PiS, UU Holokus memang perlu dihadirkan untuk membersihkan martabat Polandia dari catatan kelam sejarah, yakni ketika Nazi Jerman menduduki negara tersebut. PiS menegaskan aturan ini dibutuhkan guna memastikan bahwa rakyat Polandia diakui sebagai korban pendudukan Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II. Dengan diajukannya UU tersebut, PiS menolak klaim dan tuduhan bahwa sebagian rakyat Polandia terlibat atau bertanggung jawab atas terjadinya Holocaust.

Ketika diratifikasi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sangat menentang UU tersebut. "Saya sangat menentangnya. Seseorang tidak dapat mengubah sejarah dan Holocaust tidak dapat dipungkiri," katanya.

"Kebenaran tentang Holocaust harus selalu dipelajari dan harus selalu diingat. Israel bekerja sama dengan mitra kami di seluruh dunia untuk membela dan mengungkapkan kebenaran tentang Holocaust," kata Netanyahu.

Oleh sebab itu, ia memperingatkan pemerintah Polandia agar tak berupaya mengaburkan sejarah tentang Holocaust. 





Credit  republika.co.id




Kamis, 21 Februari 2019

Putin: Rudal AS di Eropa Bisa Hantam Rusia dalam Waktu 12 Menit


Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) berbicara dengan Perwakilan Presiden Khusus untuk Perlindungan Lingkungan, Ekologi dan Transportasi Sergei Ivanov (dua dari kanan), Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kiri) dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov (dua dari kiri) ketika ia mengunjungi Pusat Kontrol Pertahanan Nasional (NDCC) untuk mengawasi uji coba sistem rudal hipersonik Rusia baru yang disebut Avangard di Moskow, Rusia 26 Desember 2018. [Sputnik / Mikhail Klimentyev / Kremlin via REUTERS]
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) berbicara dengan Perwakilan Presiden Khusus untuk Perlindungan Lingkungan, Ekologi dan Transportasi Sergei Ivanov (dua dari kanan), Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (kiri) dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov (dua dari kiri) ketika ia mengunjungi Pusat Kontrol Pertahanan Nasional (NDCC) untuk mengawasi uji coba sistem rudal hipersonik Rusia baru yang disebut Avangard di Moskow, Rusia 26 Desember 2018. [Sputnik / Mikhail Klimentyev / Kremlin via REUTERS]

CB, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan setiap langkah AS menempatkan rudal baru di Eropa bisa mengancam Moskow dalam waktu 10-12 menit jika timbul skenario terburuk.
Skenario itu akan membuka kemungkinan Rusia terkena serangan nuklir sebelum rudalnya bisa mencapai wilayah AS.

Dikutip dari laporan Reuters, 21 Februari 2019, rudal darat Rusia yang saat ini menargetkan Amerika Serikat didasarkan pada wilayah Rusia dan oleh karena itu waktu penerbangan ke pusat-pusat populasi AS akan lebih lama daripada rudal AS yang dikerahkan di Eropa.
Putin tidak mengkonfirmasi bagaimana, secara teknis, Rusia akan mengerahkan rudal dengan waktu serangan yang lebih singkat. Opsi yang mungkin adalah menempatkan rudal di tanah sekutu dekat wilayah AS, menyebarkan rudal lebih cepat di kapal selam, atau menggunakan salah satu senjata hipersonik yang menurut Moskow sedang dikembangkan.

Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]





Dalam pidatonya pada hari Rabu di depan Majelis Federasi Rusia, Putin mengatakan bahwa kapal selam yang mampu membawa drone bawah laut terbaru dengan kemampuan serangan nuklir, yang disebut Poseidon, akan diluncurkan pada musim semi ini, dan juga berbicara tentang keberhasilan pengembangan rudal hipersonik baru bernama Tsirkon.

Televisi pemerintah Rusia pada hari Rabu menyiarkan rekaman Poseidon sedang diuji untuk pertama kalinya, menurut laporan kantor berita RIA.Pernyataan Vladimir Putin ini menandai ketegangan baru kedua negara setelah Amerika Serikat keluar dari perjanjian INF, yang menuding Rusia melanggar pakta dengan membuat jangkauan rudal yang dilarang.




Credit  tempo.co




Vladimir Putin Siap Arahkan Rudal Nuklir Rusia ke Amerika Serikat


Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]
Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]

CB, Jakarta - Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia akan mengerahkan rudal berhulu ledak nuklirnya semakin dekat ke wilayah Amerika Serikat. Putin juga mengancam akan mengerahkan nuklir dalam waktu yang lebih singkat, langsung mengarah ke jantung Amerika.
Sementara di Washington, Departemen Luar Negeri AS Mike Pompeo menolak komentar Putin, dengan mengatakan  ancaman Putin "sebagai propaganda yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran Rusia terhadap Perjanjian Pengawasan Senjata Nuklir (INF)."

Dari laporan Reuters, 21 Februari 2019, Putin mengatakan Rusia tidak mencari konfrontas, dan tidak akan mengambil langkah pertama untuk mengerahkan rudal sebagai tanggapan atas keputusan Washington untuk mundur dari INF bulan ini.
Namun dalam sambutannya tentang kemungkinan perlombaan senjata baru, dia mengatakan reaksi Rusia terhadap kebijakan AS sangat tegas. Putin mengatakan pembuat kebijakan AS harus menghitung risiko apapun sebelum mengambil tindakan menyebar sistem rudalnya di Eropa.

"Adalah hak mereka untuk memikirkan apa yang mereka inginkan. Tetapi bisakah mereka memperhitungkannya? Saya yakin mereka bisa. Biarkan mereka menghitung kecepatan dan jangkauan sistem senjata yang kami kembangkan," kata Putin di hadapan Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.
Vladimir Putin melihat uji coba rudal hipersonik Avangard dari Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow.[Sky News]
"Rusia akan dipaksa untuk membuat dan menggunakan jenis-jenis senjata yang dapat digunakan tidak hanya pada wilayah dari mana ancaman langsung terhadap kita berasal, tetapi juga wilayah-wilayah di mana pusat-pusat pengambilan keputusan berada," kata Putin.

"Senjata-senjata ini, dengan spesifikasi taktis dan teknis, termasuk waktu penerbangan mereka ke pusat komando yang saya bicarakan, akan sepenuhnya sesuai dengan ancaman yang akan diarahkan terhadap Rusia."
Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak mengembangkan sistem pengiriman senjata nuklir baru yang mutakhir, dan mengulangi klaimnya bahwa Rusia melanggar perjanjian INF sementara Amerika Serikat tidak.
"Pernyataan Presiden Putin adalah kelanjutan dari upaya propaganda Rusia untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan Rusia yang melanggar Perjanjian INF," tambah seorang juru bicara Departemen Luar Negeri, yang enggan disebut identitasnya.
Rudal nuklir Rusia sudah menargetkan Amerika Serikat dan sebaliknya.

Pernyataan Putin kemungkinan akan membangkitkan ingatan akan Krisis Misil Kuba pada tahun 1962 ketika Uni Soviet menanggapi penyebaran rudal AS di Turki dengan mengirim rudal balistik ke Kuba, memicu kebuntuan yang membawa dunia nyaris menuju perang nuklir.Amerika Serikat mengatakan bulan ini mereka tidak akan mematuhi kewajiban perjanjian INF 1987, dan akan mengembangkan rudal tandingan, setelah menuding Rusia melanggar poin perjanjian INF.






Credit  tempo.co




Iran Buka Kemungkinan Konflik Militer dengan Israel


Iran Buka Kemungkinan Konflik Militer dengan Israel
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif. Foto/Istimewa

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif, menuduh Israel terlibat dalam "petualangan" kampanye pemboman di Suriah. Ia pun mengatakan tidak dapat mengesampingkan kemungkinan konflik militer antara kedua negara.

Zarif mengatakan kepada surat kabar Jerman, Sueddeutsche Zeitung, bahwa Iran berada di Suriah atas permintaan pemerintah Suriah sementara Israel melanggar ruang udara Lebanon dan Suriah, serta hukum internasional.

"Ada adventurisme di pihak Israel, dan adventurisme selalu berbahaya," kata Zarif kepada surat kabar itu dalam sebuah wawancara seperti dilansir dari Middle East Monitor, Kamis (21/2/2019).

Ditanya apakah dia melihat konflik militer yang muncul antara Iran dan Israel, Zarif mengatakan: "Saya tidak, tetapi kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan itu."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah melakukan ratusan serangan di Suriah selama beberapa tahun terakhir dan akan meningkatkan perjuangannya menyusul rencana penarikan pasukan AS dari negara itu.

Israel berusaha untuk melawan pengaruh Iran di Suriah, yang telah mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang yang meletus pada tahun 2011. Ia mengatakan tindakan Teheran adalah faktor destabilisasi utama di Timur Tengah.

Zarif, berbicara di Konferensi Keamanan Munich pada hari Minggu kemarin, menuduh Israel mencari perang dan memperingatkan bahwa tindakannya dan tindakan Amerika Serikat meningkatkan kemungkinan bentrokan di wilayah tersebut.




Credit  sindonews.com