Rabu, 02 November 2016

Begini Penampakan Antasena, Kapal Tank Buatan Pindad


Begini Penampakan Antasena, Kapal Tank Buatan Pindad
Foto: Ardan Adhi Chandra


Jakarta - PT Pindad (Persero) baru saja memproduksi tank boat diberi nama Antasena. Kapal tank buatan Pindad juga ikut dipamerkan dalam ajang Indodefence di JIExpo Kemayoran.

Nama Antasena diberikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat meninjau booth Pindad. Nama Antasena diambil dari nama wayang yang dapat hidup di air.

Begini Penampakan Antasena, Kapal Tank Buatan PindadFoto: Ardan Adhi Chandra

Antasena dibuat dengan kerja sama Pindad dengan perusahaan lokal PT Lundin Industry Invest dan CMI Defence asal Belgia.

Begini Penampakan Antasena, Kapal Tank Buatan PindadFoto: Ardan Adhi Chandra

Pembuatan kapal tank ini merupakan pertama di dunia. Kapal tank ini memiliki panjang 18 meter dengan tenaga penggerak menggunakan mesin diesel.

"Tank boat ini kita berikan fungsi untuk kegiatan di air. Ini produk pertama belum ada di dunia kapal dengan senjata seperti ini ukuran 18 meter," jelas Direktur Komersial Pindad Widjajanto dalam pameran Indodefence di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (2/11/2016).

Kapal tank ini mampu melaju hingga 50 knot dari perairan dangkal hingga ke laut lepas. Alat tempur di air ini juga dibekali senjata Remote Control Weapon System (RCES) dengan kaliber 7,62 mm dengan sistem navigasi yang canggih.

Begini Penampakan Antasena, Kapal Tank Buatan PindadFoto: Ardan Adhi Chandra

Kapal tank ini bisa beroperasi di sungai, danau, hingga laut lepas dengan daya jelajah 400 nautical mile (nm) atau setara 2003 mil tanpa harus isi ulang bahan bakar.

"Dilengkapi rudal untuk mengejar pesawat. Kecepatannya bisa 40 knot dengan jelajah 2003 mil, kira-kira Jawa ke Kalimantan tidak perlu refuel (isi bahan bakar)," kata Widjajanto.

Begini Penampakan Antasena, Kapal Tank Buatan PindadFoto: Ardan Adhi Chandra

Indonesia sebagai negara maritim sangat memerlukan alat pertahanan seperti ini. Kapal tank Antasena mampu menembakkan peluru hingga 15 km dengan tembakan tidak langsung.

"Tembakan sampai 5 kilometer untuk direct fire (tembakan langsung), untuk vertikal artileri 15 kilometer,"ujar Widjajanto.

Begini Penampakan Antasena, Kapal Tank Buatan PindadFoto: Ardan Adhi Chandra

Antasena saat ini masih dalam tahap pengembangan dan diharapkan di tahun 2017 bisa beroperasi di Indonesia. Bahkan beberapa negara di dunia sudah menunjukan ketertarikannya untuk membawa pulang kapal tank ini.

"Oktober 2017 beroperasi. Saat ini yang minat TNI dan negara Timur Tengah," kata Widjajanto.

Begini Penampakan Antasena, Kapal Tank Buatan PindadFoto: Ardan Adhi Chandra




Credit  detikFinance





Bakal Dibanderol Rp 50 M/Unit, Ini Kehebatan Medium Tank Made In Bandung


Bakal Dibanderol Rp 50 M/Unit, Ini Kehebatan Medium Tank Made In Bandung
Foto: Ardan Adhi Chandra

Jakarta - PT Pindad (Persero) ikut ambil bagian dalam pameran alat pertahanan Indodefence di JIExpo Kemayoran. Dalam perhelatan Indodefence yang ke-7, Pindad memamerkan medium tank yang dibuat dengan menggandeng perusahaan asal Turki FNSS.

Medium tank bermesin diesel memiliki dimensi panjang 7 meter, lebar 3,2 meter, dan tinggi 2,7 meter. Tank ini mampu mengangkut 3 personil terdiri dari juru kemudi, juru tembak, hingga pemberi komando.

Bakal Dibanderol Rp 50 M/Unit, Ini Kehebatan <i>Medium Tank Made In</i> BandungFoto: Ardan Adhi Chandra

Tank berukuran sedang ini mampu menembus kecepatan 70 kilometer (km) dengan daya jelajah hingga 600 km.

"Kecepatan 70 km per jam di jalan raya, kalau daya jelajah bisa sampai 600 km," kata Kepala Program Pengembangan Medium Tank Pindad Windhu Paramarta dalam pameran Indodefence di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (2/11/2016).

Tank berukuran sedang ini mampu melesatkan amunisinya secara langsung hingga 6 kilometer (km), sedangkan untuk tembakan melalui udara atau tidak langsung bisa mencapai 16 km.

"Jarak efektif tembak langsung 2,5-6 km. Indirect fire bisa gunakan amunisi roket folarik yang paling baru sehingga jangkauannya 16 km pakai peluru kendali," jelas Windhu.

Bakal Dibanderol Rp 50 M/Unit, Ini Kehebatan <i>Medium Tank Made In</i> BandungFoto: Ardan Adhi Chandra

Jika sudah diproduksi massal, medium tank buatan Pindad dan FNSS akan dijual seharga Rp 50 miliar sampai Rp 60 miliar. Harga tersebut lebih murah dibandingkan tank Leopard yang dibeli bekas dari luar negeri.

"Penjualan sekitar Rp 50-60 miliar, tapi masih tahap pengembangan, lihat spesifikasi nantinya bagaimana. Target kami tidak akan lebih mahal dari Leopard yang sekarang dibeli, karena Leopard kan second (bekas)," tutup Windhu.

Credit  detikFinance







Indo Defence 2016 - Ramai-Ramai Dagang Senjata ke Indonesia


Minggu ini, Indonesia menggelar pameran militer Indo Defence 2016. Semua pedagang senjata besar akan datang. Di tengah kelesuan perekonomian global, belanja peralatan militer terus naik.
Indonesien Marine Panzer (Getty Images/R. Pudyanto)
Pameran militer dan peralatan pertahanan "Indo Defence 2016" yang digelar 2-5 November 2016 di pekan Raya Jakarta diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Ajang ini menjadi bursa industri senjata untuk memperkuat jaringan dan melakukan bisnis.
Lebih dari 20.000 delegasi dan pengunjung perdagangan diharapkan menghadiri Indo Defense tahun ini. Lebih dari 800 perusahaan internasional akan menampilkan teknologi pertahanan terbaru mereka. Acara ini dibarengi dengan konferensi internasional yang menyediakan platform untuk jaringan dan pakar industri. Terutama bagi pengunjung awam, atraksi yang menarik adalah peragaan berbagai peralatan tempur.
Perusahaan-perusahan ternama Eropa juga akan hadir di sini. Dari British Aerospace (BAE), Airbus Industries sampai Rheinmetal dari Jerman, produsen tank Leopard dan Marder, yang juga menjadi bagian dari peralatan militer di Indonesia.
Indonesien Militärübung (Getty Images/R. Pudyanto) Latihan militer gabungan di Surabaya, Oktober 2014
Produsen senjata memang sedang mengincar pasar Asia, salah satunya Indonesia. Ketegangan di Asia seperti sengketa perbatasan di Laut Cina memicu naiknya anggaran belanja militer di negara-negara terkait. Pada masa-masa penerbangan komersial mulai goyah akibat kelesuan ekonomi, pemesanan pesawat militer malah mencatat rekor terus menerus dalam beberapa tahun terakhir.
"(Penerbangan) Sipil melemah dan berputar di tempat, sedangkan (industri) pertahanan berkembang di AS dan di pasar global," kata konsultan Teal Grup Richard Aboulafia. "Ini adalah kombinasi dari siklus belanja persenjataan, ditambah dengan meningkatnya ketegangan regional dan ketakutan."
Minggu ini saja, ada dua pameran pertahanan besar di Asia: China Airshow di Zhuhai dan Indo Defence di Jakarta. Terutama China belakangan sangat berambisi membangun industri militernya untuk menembus pasar ekspor.
Russland Kampfjet Sukhoi Su-35 (picture-alliance/dpa) Jet tempur Sukhoi Su-35 yang diminati Indonesia
Menurut data Stockholm International Peace Research Institute, impor senjata ke Indonesia sejak tahun 2010 meningkat tiga kali lipat. Baru-baru ini, Indonesia menggelar manuver militer besar-besaran di kawasan Laut Cina Selatan, dengan mengerahkan jet-jet tempur terbarunya yang dibeli dari Rusia.
Di Indo Defence 2016, delegasi Rusia ingin mendapat kepastian tentang recana Indonesia membeli pesawat tempur Sukhoi Su-35 yang sudah diputuskan pemerintah. Sementara para pesaing Rusia juga berupaya mendekati pemerintahan Joko Widodo dengan tawaran-tawaran menarik.
Produsen pesawat terkemuka seperti Lockheed Martin dari Amerika Serikat, SAAB dari Swedia, dan Eurofighter dari Eropa, semuanya akan hadir di Jakarta minggu ini.



Credit  DW









Meluncur di Indodefence 2016, Ini Kehebatan Kapal Tank Pindad





CB, Jakarta - PT Pindad (Persero) akan meluncurkan produk barunya dalam acara Indodefence 2016 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Produk ini disebut sebagai tank boat atau kapal yang berkonsep layaknya tank atau kapal tank.
Dikutip Liputan6.com dari publikasi Pindad, Selasa (2/11/2016), peluncuran produk terbarunya ini akan dihadiri langsung oleh Wakil Presien RI Jusuf Kalla. Lalu, apa kehebatan dari kapal tank milik Pindad ini?
Kapal tank yang akan diproduksi yang bekerjasama dengan PT Lundin Industry Invest ini akan menjadi yang pertama di dunia, dan juga yang tercepat. Moda tempur di laut ini bisa melaju dengan kecepatan 40 knot di atas air.
Dalam proses produksinya, nantinya Lundin Industry Invest akan membuat hull sedangkan Pindad akan membuat teknologi dan pengerjaan kanon.
‎Kapal pengembangan dua perusahaan itu merupakan kecil berkubah tank yang dirancang dioperasikan di alur sungai hingga pesisir pantai dan selat kecil untuk memberi dukungan tembakan dalam serbuan amfibi.
Karena yang akan dipasang di tank boat adalah meriam CT-CV 105HP kaliber 105 mm, maka yang jadi tantangan terberat dalam rancangan perahu kecil dengan meriam besar adalah soal recoil (efek tolak balik dari meriam) dan bobot kapal yang relatif ringan.
Solusi yang ditawarkan Lundin adalah dengan menerapkan desain catamaran, desain catamaran dipercaya lebih stabil serta bisa menerapkan gyro stabilized gun. Sebelumnya desain catamaran juga sudah digunakan untuk X38 Combat Boat Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL.
Dengan desain catamaran yang berlunas ganda, tank boat akan punya rancangan draft (sarat air kapal) 0,8 meter sehingga cocok untuk bermanuver di perairan dangkal.
Untuk dapur pacu kapal tank buatan Pindad ini menggunakan mesin diesel buatan MAN berdaya 1.200 HP untuk memasok tenaga sepasang waterjet MJP450 dengan kecepatan maksimum 40 knots (74 km per jam).
Kapal tank ini dirancang untuk diawaki empat personel, dan bisa membawa 20 pasukan bersenjata lengkap. Untuk deployment pasukan amfibi, bagian buritan kapal akan dilengkapi sebuah RHIB (Rigid Hull Inflataable Boat) yang digunakan untuk penyerangan atau penyusupan pasukan.
Agar dapat bermanuver lincah, maka kapal tank ini harus menghemat berat kapal, untuk itu digunakan bahan komposit yang lebih ringan 10 kali dan lebih kuat 10 kali dibanding baja serta tentunya tahan api. Sementara untuk material pada kubah, digunakan bahan aluminium yang lebih ringan dari baja.
Kanon yang akan digunakan memiliki jenis CT-CV 105HP, senjata ini sejatinya adalah meriam yang telah digunakan pada tank ringan besutan Polandia, Anders. Selain memang kodratnya melepaskan aneka proyetil, laras CT-CV 105HP juga dapat memuntahkan rudal anti tank, yakni Falarick 105.
Rudal yang masuk segmen Gun-Launched Anti-Tank Guided Missile (GLATGM) ini dapat menghajar sasaran sejauh 5.000 meter. Falarick 105 mampu membawa hulu ledak tandem hollow charge. Rudal seberat 25,2 kg ini dipandu dengan sistem semi otomatis lewat laser beam.
Waktu yang dibutuhkan untuk terbang menyasar ke sasaran sekitar 17 detik. Falarick 105 punya panjang 1015 mm dengan kaliber 105 mm. Temperatur operasional rudal ini di rentang -40 hingga 60 derajat Celcius.
Jenis laras yang digunakan meriam CT-CV 105HP adalah tipe L51 dengan panjang 5.545 mm. Desain tekanan laras mencapai 120 persen dari gun pressure pada meriam 105 mm klasik. Secara umum, di dalam kubah terdapat dua awak, sehingga proses pengisian amunisi menggunakan cara auto loader.


Operasi kubah dapat digerakkan secara secara elektrik dan mekanik. Laras meriam kaliber 105 mm smoothbore dapat menembakkan berbagai jenis amunisi (termasuk jenis APFDS) dengan jarak tembak efektif minimal 1.500 meter.
Laras juga dibekali bore evacuator dan dilapisi thermal jacket. Untuk olah geraknya, laras punya sudut elevasi maksimum 42 derajat hingga -6 derajat. Tentu saja dengan sudut putar kubah 360 derajat.
Sebagai senjata sekunder, pada bagian atas kubah meriam akan dipasang Lemur RCWS (Remote Control Weapon System) dengan senapan mesin kaliber 7,62 mm. Sementara untuk perlindungan bagi awak kapal, Lundin bakal memberi asupan sistem proteksi tambahan di beberapa titik yang bisa menahan terjangan proyektil dari kaliber 7,62 mm.


Credit  Liputan6.com




Antasena, Kapal Tank Buatan Pindad Pertama di Dunia

CB, Jakarta PT Pindad (Persero) memperkenalkan produk terbarunya‎ Tank Boat 105 mm dengan nama Antasena. Nama ini diberikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat berkunjung ke area pameran Pindad dalam Indo Defence 2016 di JIExpo Kemayoran.
Direktur Utama PT Pindad‎ Abraham Mose mengatakan, tank boat ini merupakan terjemahan dari kondisi dan tantangan geografis Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan perairan. Produk pertahanan ini merupakan kerja sama antara Pindad dengan PT Laudin Industry Invest dan CMI Defence.
"Kami mencoba menggabungkan konsep persenjataan berat kaliber 105 mm dalam sebuah wahana air yang mampu bergerak cepat dan memiliki daya gempur luar biasa," ujar dia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/11/2016).
Sementara itu, Direktur Komersial Pindad Widjajanto mengatakan tank boat ini merupakan pertama yang diproduksi di dunia. Sedangkan penamaan Antasena berasal dari mitologi pewayangan yang menjadi ciri khas Indonesia.
"Ini kapal yang pertama, belum pernah ada di dunia. Kalau nama Antasena dari mitologi wayang, Gatot Kaca di udara, Antareja yang nembus bumi, Antasena yang di air," kata dia.
Kapal ini memiliki panjang 18 m dan bisa beroperasi di perairan dangkal 90 cm hingga perairan laut dalam. Ini dinilai cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang punya banyak perairan.‎
"Bisa di sungai, danau, rawa karena dia pakai water jet, bukan baling-baling," lanjut dia.


Credit  Liputan6.com


Tank Hingga Bom Produksi RI Bakal Unjuk Gigi di Indodefence 2016

 


CB, Jakarta - Sebanyak 13 Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) akan memamerkan produk pertahanan hasil inovasi secara bersama. Dalam salah satu pameran pertahanan terbesar dunia yang berjudul Indodefence 2016 tersebut mengusung tema Sinergy for The Nation.
Perhelatan tersebut digelar pada 2-5 November 2016 di JIExpo Kemayoran Jakarta. BUMN Industri Strategis tersebut terbagi menjadi dua cluster besar di Kementerian BUMN, yaitu National Defence and Hitech Industry (NDHI) dan National Shipbuilding and Heavy Industry (NSHI), 13 BUMN ini sepakat merancang dan merampungkan kegiatan akbar ini secara bersama-sama di BUMNIS Paviliun.
Cluster (NDHI) terdiri dari PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia/DI (Persero), PT DAHANA (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia/INTI (Persero), PT Len Industri (Persero) dan PT Industri Nuklir Indonesia/Inuki (Persero).
Sementara, cluster NSHI terdiri dari PT PAL Indonesia (Persero), PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari/DKB (Persero), PT Dok Perkapalan Surabaya/DPS (Persero), PT Industri Kapal Indonesia/IKI (Persero), PT Krakatau Steel/KS (Persero) Tbk., PT Barata Indonesia (Persero), dan PT Boma Bisma Indra/BBI (Persero).
Seluruh BUMN Industri Strategis dari kedua cluster yang bergabung di BUMNIS Paviliun ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian BUMN. Terbukti dari keterlibatan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN RI, F. Harry Sampurno yang terus mengawal persiapan ke-13 BUMNIS dalam ajang pamer Indodefence 2016 ini.
"Saatnya produk pertahanan nasional bicara di level internasional. Ajang ini sangat baik, apalagi kita sebagai tuan rumah," ungkap F Harry Sampurno dalam keterangannya, Selasa (1/10/2016).
Menurutnya, kualitas produk pertahanan dalam negeri tidak kalah dengan produk asing. Tidak mengherankan apabila dalam perhelatan inipun, beberapa BUMN Industri Strategis melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan partner luar negeri, termasuk menyepakati sejumlah transaksi produk.

 

Produk

 Produk yang dipamerkan
Bagian darat diwakili oleh PT Pindad yang menampilkan produk-produk senjata, munisi dan kendaraan tempur, seperti Tank boat, Taktis Sanca, Komodo 4 x 4, Panser Badak, Panser Anoa Amphibi, Senapan SS2 V7, SS2 V4, SM2, Pistol G2 Premium, P3 serta munisi.
Bagian udara diwakili PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang menampilkan produk andalannya, seperti CN235-220, NC212i, dan juga produk terbaru karya anak bangsa N219 dan N245.
PT DI juga menampilkan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) Wulung yang telah memperoleh sertifikat tipe (Type Certificate) dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA) serta produk kerjasama industri dengan Airbus Helicopter dan Bell Helicopter Textron Inc diantaranya : H225M (EC725 Cougar), AS332C1e, AS565MBe, H125M (AS355), dan Bell412EP.
Selain Pesawat terbang dan Helikopter PT DI juga menampilkan produk-produk senjata hasil sinergi dengan BUMN Industri strategis lainnya seperti: Rocket FFAR 2.75", RHan 122B, rocket motor RD-702 Mod.4, dan SUT Torpedo.
Lalu, PT DAHANA (Persero) pun menampilkan Bomb P 100 Live untuk pesawat Sukhoi dan F16, serta Roket RHan 122 yang merupakan hasil kerja sama dalam konsorsium roket nasional. Selain itu, perusahaan inipun juga menghadirkan beragam produk bahan peledak, seperti bahan peledak Dayagel Sivor yang telah diekspor.
Selanjutnya, PT INTI (Persero) pun unjuk gigi dengan memamerkan inovasi radar navigasi pesawat ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast), Radar Cuaca, serta Communication Integrator (radio over IP) alias telepon berbasis internet protocol yang khusus diperuntukkan industri pertahanan.
PT Len Industri (Persero) pun ikut ambil bagian dengan menampilkan Communication System, Command & Control System, Sensor System, Integration System and Learning Management System.
Tak mau kalah, PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI) pun menampilkan produk-produk terkait nuklir seperti Elemen Bakar Nuklir (bahan bakar reaktor), produk untuk kesehatan yakni Generator-Tc 99m, I-131 Oral Solution, I-131 Kapsul, I-131 Injeksi dan untuk industri Irridium -192,Cobalt-60 serta sedang mengambangkan Produk Radiation Portal Monitor.
Selanjutnya, adapula BUMN Industri Strategis dari bagian laut yang menampilkan produk kapal perang dan kemampuan galangan. Seperti yang ditampilkan oleh PT PAL Indonesia (Persero) diantaranya KCR 60 atau yang lebih di kenal Kapal Cepat Rudal 60meter. PKR 105 (Perusak Kawal Rudal 105meter frigate), produk pengembangan dari KCR 60 dan SSV 123 yang merupakan alutsista matra laut perdana yang telah diekspor ke philipina dan merupakan produk innovasi dari kapal yang telah dibangun sebelumnya yaitu KRI Banjarmasin (592) dan KRI Banda Aceh (593).
Ikut berpartisipasi pada matra laut, PT Industri Kapal Indonesia (Persero) pun menampilkan Kapal Ferry 750 hingga 2000 Gt, kapal cargo container up to 200 Teus, kapal ikan up to 300 Gt, serta Kapal Patroli 31 M.
Adapula, PT Dok Perkapalan Surabaya (Persero) yang memamerkan keberhasilan melaksanakan program modernisasi kapal perang ketika usia kapal perang yang dioperasikan sudah mencapai hampir batas usia ekonomis (MLM). Proyek MLM pertama kali ini adalah: MLM I-KRI FATAHILLAH 361 yaitu Flagship kapal kombatan TNI AL dari era 80-an. Program Mid Life Modernization KRI Fatahillah 361 adalah program MLM pertama kalinya yang sukses diselesaikan di galangan nasional.
Lalu, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) yang ikut ambil bagian dengan menampilkan Kapal Fleet Tanker KRI TARAKAN 905 atau Kapal Bantu Cair Minyak yang dilengkapi dengan peralatan RAS System. Perusahaan ini juga memamerkan Kapal Landing Craft Unit 1200 DWT yang dapat mengangkut tank Leopard dan Transporter.
Sementara itu dari industri berat, PT Krakatau Steel menampilkan Hot Rolled Coil, Cold Rolled Coil, dan Wire Rod. PT KS juga turut mendukung penyediaan baja untuk industri strategis.
Lalu, PT Barata Indonesia (Persero) menampilkan Airport Fueling System, Rudder Horn, dan Rubber Tyred Gantry Crane. Kemudian, PT Boma Bisma Indra yang ikut unjuk gigi melalui produknya Kondensor, Boiler Head Exchanger.
Sebagai industri pendukung, PT Barata Indonesia dan PT Boma Bisma Indra turut berperan dengan menyuplai komponen kapal dan produk sejenis lainnya. Selain itu juga menyediakan logistic support bagi industri pertahanan seperti pembangunan SPBU/SPBG tanki-tanki penyimpanan bagi camp tentara.
BUMNIS Paviliun ini pun semakin menarik untuk dikunjungi karena menampilkan Tankboat asli yang memiliki panjang 18 m yang dilengkapi Turret 105 mm, kemudian mencoba N219 Cockpit Demonstrator dan merasakan menjadi pilot dengan menerbangkan sekaligus mendaratkan N219.





Credit  Liputan6.com





Wapres Jusuf Kalla Buka Pameran Indo Defence 2016

 
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau pameran Indo Defence 2016 Expo and Forum, usai meresmikannya di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Perhelatan pameran alat pertahanan dari dalam dan luar negeri kali ini diikuti 174 delegasi resmi dari negara sahabat dan 6 Menteri Pertahanan.
 
JAKARTA, CB - Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi membuka pameran Indo Defence 2016 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).
Dalam acara peresmian tersebut, Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna.
Prosesi peresmian ditandai dengan membunyikan sirine oleh Jusuf Kalla.
Saat menyampaikan sambutan, Menhan Ryamizard Ryacudu berharap ajang Indo Defence bisa menjadi wadah untuk menjalin kerja sama teknologi pertahanan antarnegara.
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung melihat replika tank Hanwa Defense System dalam pameran Indo Defence 2016 Expo and Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Perhelatan pameran alat pertahanan dari dalam dan luar negeri kali ini diikuti 174 delegasi resmi dari negara sahabat dan 6 Menteri Pertahanan.
"Saya berharap ajang ini bisa menjadi tempat untuk menjalin kerja sama industri pertahanan dan memperkuat poros maritim negara," ujar Ryamizard. Ryamizard menuturkan, pada Indo Defence kali ini ada 174 delegasi resmi dari negara sahabat dan 6 Menteri Pertahanan yang hadir, yakni Menteri Luar Negeri Yunani, Ceko, Pakistan, Singapura, Timor Leste, dan Filipina.
Pameran industri pertahanan bertaraf internasional yang diselenggarakan ketujuh kalinya ini mengangkat tema Bolstering Defence Industri Coorperation: Achieving a Global Maritime Fulcrum and Secure World.
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Anggota polisi mencoba simulator pesawat tempur dalam pameran Indo Defence 2016 Expo and Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Perhelatan pameran alat pertahanan dari dalam dan luar negeri kali ini diikuti 174 delegasi resmi dari negara sahabat dan 6 Menteri Pertahanan.
Indo Defence 2016 Expo & Forum pertama kali diadakan pada 2004 sebagai ajang promosi bagi produsen peralatan sektor pertahanan dan keamanan internasional. Tahun ini tercatat ada 844 peserta dari 45 negara yang akan ikut dalam pameran dua tahunan tersebut.
Seluruh peserta berasal dari 573 perusahaan asing dan 271 perusahaan dalam negeri.
Instansi pemerintah juga ikut ambil bagian, antara lain Badan Keamanan Laut (Bakamla), Badan SAR Nasional, BPPT, LIPI, LAPAN, TNI, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian.
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Helly rescue 1301 AW319 diperlihatkan dalam pameran Indo Defence 2016 Expo and Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Perhelatan pameran alat pertahanan dari dalam dan luar negeri kali ini diikuti 174 delegasi resmi dari negara sahabat dan 6 Menteri Pertahanan.
Perusahaan asing yang ikut memamerkan produknya antara lain Airbus, Arsenal, Avibraz, Brahmos Aerospace, Beretta Defence Technologies, Boeing Defence, Space & Security, China Aerospace, Daewoo Ship Building & Marinne Engineering, Damen Schelde, General Dynamics, Lockheed Martin, Norinco, Optix, Rheinmetall, Roketsan, Rosoboronexport, SAAB dan Thales. Sementara, industri pertahanan dalam negeri yakni PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Len Industri, PT. Dok Perkapalan Kodja Bahari, PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT. Krakatau Steel, PT. Industri Kapal Indonesia, PT. PAL Indonesia, PT. Barata Indonesia, PT. Boma Bisma Indra, PT. Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dahana, PT. Industri Nuklir Indonesia, PT. Maju Mapan, PT. Sari Bahari, PT. Garda Persada, PT. Farin Industri Nusantara, PT. Palindo Marine dan PT Tesco Indomaritim.
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung melihat replika jet tempur sukhoi buatan rusia dalam pameran Indo Defence 2016 Expo and Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Perhelatan pameran alat pertahanan dari dalam dan luar negeri kali ini diikuti 174 delegasi resmi dari negara sahabat dan 6 Menteri Pertahanan.
Dalam acara itu PT. Pindad bekerja sama dengan PT. Lundin Indistry Invest akan meluncurkan tank boat. Rheinmetall AG juga akan memamerkan medium tank jenis marder.
Beberapa produk yang akan dipamerkan antara lain mobil unit Rehabmedik Keliling dari Kementerian Pertahanan, UAV Puna dan Sriti miliki Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, helikopter Dauphin dan Personel Rescue Carrier milik Basarnas, kendaraan taktis Anoa dan Komodo dari PT. Pindad, kapal Searider untuk di sungai dari PT. Panorama Graha Teknologi, Guardian Wheeled APC dan JAWS Wheeled APC dari International Armored Group.
Di sela-sela rangkain acara pameran, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan kerja sama produksi Tank Boat dan Sancha antara PT. Pindad dan Theon Sensor SA dari Yunani, disaksikam oleh Menteri Pertahanan RI dan Menteri Pertahanan Yunani.




Credit  KOMPAS.com






Cadangan Migas RI Jadi Aset Pertamina, Ini Manfaatnya


Cadangan Migas RI Jadi Aset Pertamina, Ini Manfaatnya
Foto: Michael Agustinus-detikFinance

Jakarta - Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas)0 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Energi dan Migas yang diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta, hari ini, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyatakan keinginannya agar revisi UU Migas dapat memperkuat BUMN perminyakan, yaitu PT Pertamina (Persero).

Caranya dengan mengalihkan cadangan migas nasional yang saat ini dikuasai kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kepada Pertamina. Cadangan migas nasional akan dijadikan leverage alias aset yang dapat digunakan Pertamina untuk mencari pinjaman.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, menyambut baik usulan Arcandra. Kalau itu bisa terwujud, kemampuan investasi Pertamina akan jadi lebih besar, bisa untuk pembangunan infrastruktur migas, menguasai lebih banyak blok migas, dan eksplorasi untuk mencari cadangan-cadangan migas baru.

"Itu justru yang kita lihat sebagai sebuah potensi agar kita bisa mempercepat pembangunan infrastruktur, mempercepat peningkatan cadangan untuk upstream (hulu). Dengan kita memonetisasi (cadangan migas nasional), kita akan memiliki kemampuan investasi besar. Investasi bisa kita lakukan untuk eksplorasi, untuk penguasaan penguasaan blok migas," kata Dwi usai menghadiri Rakernas Kadin di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Dwi menambahkan, ke depan kemungkinan SKK Migas akan menjadi unit di bawah Pertamina. Perusahaan hulu migas yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan berkontrak dengan unit di bawah Pertamina ini.

"Cadangan migas bisa menjadi aset Pertamina, tetapi bahwa Pertamina berkontrak (dengan KKKS) lewat unit di bawahnya. Pertamina akan menjadi strategic holding yang di bawahnya semacam unit-unit yang akan berkontrak. Tapi untuk kebijakan tetap di Kementerian ESDM, sementara pelaksanaan kontrak ada unit khusus," tutupnya.



Credit  detikFinance


ESDM: Kuasai Cadangan Migas RI, Pertamina Bisa Saingi Petronas

ESDM: Kuasai Cadangan Migas RI, Pertamina Bisa Saingi Petronas
Foto: Grandyos Zafna

Jakarta - Dalam Rapat Kerja Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Energi dan Migas yang diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta, hari ini, Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menyatakan keinginannya agar revisi UU Migas dapat memperkuat BUMN perminyakan, yaitu PT Pertamina (Persero).

Caranya dengan mengalihkan cadangan migas nasional yang saat ini dikuasakan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kepada Pertamina.

Cadangan migas nasional akan dijadikan leverage alias aset yang dapat digunakan Pertamina untuk mencari pinjaman.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, menyatakan beberapa negara telah melakukan cara tersebut untuk membesarkan BUMN perminyakannya (National Oil Company/NOC). Misalnya di Malaysia, Petronas punya modal yang kuat dan kemampuan investasi yang besar berkat penguasaan cadangan migas nasional.

"Beberapa negara menggunakan aset migasnya sebagai leverage untuk NOC-nya. Itu yang membuat NOC cepat besar kalau dikelola dengan baik. Contohnya Malaysia, aset migas Malaysia untuk leverage Petronas jadi cepat sekali berkembang," kata Wirat, usai menghadiri Rakernas Kadin Bidang Energi dan Migas di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Kalau Indonesia melakukan hal yang sama, bukan tidak mungkin Pertamina bisa menyaingi Petronas, asalkan modal yang diperoleh dengan menjaminkan cadangan migas nasional dikelola dengan baik.

Wirat menambahkan, Pertamina memerlukan banyak uang untuk menjalankan berbagai proyeknya. Contohnya untuk 4 proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan 2 Grass Root Refinery (GRR), Pertamina membutuhkan US$ 40 miliar.

Belum lagi untuk investasi di hulu migas, Blok Mahakam saja membutuhkan US$ 2 miliar per tahun. Itulah sebabnya Kementerian ESDM mengupayakan agar cadangan migas nasional bisa dikuasakan kepada Pertamina.

"Aset hulu kita kan besar sekali. Kalau bisa jadi leverage, misalkan diserahkan ke Pertamina, Pertamina bisa menggunakan sebagai leverage untuk meminjam dana bangun kilang dan sebagainya," tutupnya.


Credit  detikFinance


Ini rekomendasi Bappenas soal tanggul raksasa

 
Ini rekomendasi Bappenas soal tanggul raksasa
JAKARTA. Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) baru saja menyelesaikan kajian mereka terhadap rencana pembangunan Proyek Pengembangan Wilayah Pesisir Ibukota (NCICD). Dalam kajian tersebut, Bappenas merekomendasikan pemerintah untuk fokus dalam membentengi wilayah Jakarta dari terjangan air laut.
Wismana Adi Suryadibrata, Deputi Sarana dan Prasarana mengatakan, setidaknya ada sembilan titik kritis yang dari hasil kajian direkomendasikan Bappenas untuk ditangani dengan pembangunan tanggul raksasa dulu.
Total Panjang tanggul yang perlu dibangun di sembilan titik, yang salah satunya terdapat di Muara Baru Jakarta, mencapai 28,6 kilometer. "Kritis ini artinya, tinggi tanggul yang ada saat ini dengan permukaan air sudah tinggal 0,5 meter, sehingga ketika air pasang, daratannya tergenang," katanya, Selasa (1/11).
Wismana mengatakan, kebutuhan dana yang diperlukan untuk pembangunan tanggul di sembilan titik kritis tersebut sekitar Rp 10 triliun. Alokasi dana tersebut akan dipikul pemerintah pusat dan Pemda DKI Jakarta.
Sementara itu, swasta belum direkomendasikan untuk dilibatkan. "Sembilan titik kritis ini tugasnya pemerintah," katanya.
Bambang Brodjonegoro, Kepala Bappenas sementara itu mengatakan, fokus tersebut dibuat demi menyelamatkan Jakarta. "Paling tidak untuk sepuluh tahun ke depan," katanya.


Credit  Kontan.co.id


Bappenas sarankan bangun tanggul di 9 titik kritis


Bappenas sarankan bangun tanggul di 9 titik kritis

JAKARTA. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) baru saja merampungkan kajian proyek tanggul raksasa Jakarta atau dikenal dengan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Hasil rekomendasi tim kajian ini menyatakan agar pemerintah fokus untuk membentengi wilayah Jakarta dari air laut.
Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan, berdasarkan hasil kajian tim Bappenas, setidaknya ada sembilan titik kritis yang direkomendasikan untuk segera ditangani lewat pembangunan tanggul raksasa.
Total panjang tanggul yang perlu dibangun di sembilan titik itu mencapai 28,6 kilometer (km) yang berlokasi di Jakarta Utara. Salah satunya terdapat di Muara Baru. "Yang disebut kritis artinya batas tinggi tanggul yang ada saat ini dengan permukaan air hanya tinggal 0,5 meter. Sehingga saat air pasang, daratannya tergenang," ungkap Wismana, Selasa (1/11).
Menurut Wismana, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tanggul di sembilan titik itu sekitar Rp 10 triliun. Rencananya, biaya pembangunan tanggul di sembilan titik kritis itu akan dipikul pemerintah pusat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menambahkan, rekomendasi tim kajian Bappenas terkait fokus pembangunan tanggul di sembilan titik kritis ini bertujuan untuk menyelamatkan Jakarta. "Paling tidak untuk waktu 10 tahun ke depan," ungkapnya.
Swasta tak terlibat
Sementara itu, Wismana bilang, dari kajian tim Bappenas juga belum merekomendasikan keterlibatan swasta untuk turut serta membangun tanggul di sembilan titik kritis itu. Sebab, "Proyek di sembilan titik kritis ini tugas pemerintah," ungkapnya.
Bahkan, Bambang menambahkan sebenarnya pembiayaan untuk pembangunan tanggul di sembilan titik kritis ini sanggup dibiayai dari APBD DKI Jakarta. "DKI Jakarta sanggup membiayai Rp 10 triliun. Itu bukan proyek satu tahun," imbuhnya.
Catatan saja, sebelumnya pemerintah berencana melibatkan swasta dalam membangun proyek tanggul raksasa. Mereka adalah perusahaan yang memiliki lahan di sepanjang Pantai Utara Jakarta, termasuk pengembang kawasan reklamasi.


Credit  Kontan.co.id


Pendanaan proyek tanggul raksasa diserahkan ke DKI


Pendanaan proyek tanggul raksasa diserahkan ke DKI
JAKARTA. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan merekomendasikan kepada pemerintah agar pembiayaan pembangunan Tanggul Raksasa Jakarta di sembilan wilayah kritis ditangani Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
Bambang Brodjonegoro, Kepala Bappenas yakin, DKI Jakarta akan mampu untuk mendanai pembangunan tanggul tersebut. "Sanggup, kan bukan proyek setahun," katanya di Komplek Istana Negara Selasa (1/11).
Bappenas telah menyelesaikan kajian mereka terhadap rencana Proyek Pengembangan Wilayah Pesisir Ibukota Jakarta. Wismana Adi Suryadibrata, Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas mengatakan, dari hasil kajian tersebut, Bappenas merekomendasikan kepada pemerintah untuk terlebih dahulu fokus dalam menangani banjir rob di sembilan daerah kritis di wilayah Jakarta Utara.
Fokus tersebut, perlu dilakukan dengan membangun tanggul di sembilan wilayah kritis tersebut. "Total panjang tanggul kalau disambung 28,6 kilometer," katanya.
Wismana mengatakan, total dana yang diperlukan untuk pembangunan tanggul tersebut mencapai sekitar Rp 10 triliun




Credit  Kontan.co.id













Benarkah Senjata Radio-Elektronik Rusia Tak Ada Tandingannya di Dunia?

 
Rusia sukses menguji coba senjata radio-elektronik baru mereka. Pakar militer menyebutkan bahwa sistem baru ini akan bertugas menghancurkan perangkat yang dimiliki pesawat dan pesawat tanpa awak, sekaligus perangkat elektronik dalam senjata berpresisi tingi.
Electronic warfare
Sebanyak 70 persen armada senjata radio-elektronik akan dilengkapi dengan berbagai model baru sistem persenjataan pada 2020. Sumber:  Pavel Lisitsyn/RIA Novosti
Rusia telah menguji senjata radio-elektronik yang tak ada tandingannya di dunia, demikian dilaporkan media Rusia mengutip perwakilan perusahaan Rostec, produsen produk-produk industri milik negara.
Saat ini, model-model senjata baru diklasifikasikan sebagai ‘sangat rahasia’ dan hanya komando tertinggi Rusia yang sudah melihat mereka dalam pameran tertutup pada Forum Army 2016 dan Forum eknis-Militer Internasional Army High-Tech 2016.
Perusahaan Rostec hanya membocorkan sebagian potensi yang dimiliki senjata model baru mereka. Humas Rostec Leonid Khozin menyatakan bahwa senjata baru ini terdiri dari perangkat elektronik yang bekerja dengan prinsip panjang gelombang.
“Ia bisa melumpuhkan perangkat elektronik dan lainnya pada pesawat, pesawat tanpa awak, serta senjata berpresisi tinggi milik musuh. Ini adalah senjata darat. Di saat yang sama, ia dapat melakukan serangan darat, laut, dan udara,” terang Khozin.
Ia menyebutkan bahwa perangkat ini mampu ‘menyerang’ target yang berada beberapa kilometer jauhnya. Namun, ia menolak untuk berkomentar lebih lanjut mengenai rahasia negara tersebut.

Siapa yang Akan Menggunakan Senjata Radio-Elektronik?

Menurut pengamat militer dari Gazeta.ru Mikhail Khodarenko, sistem semacam ini digunakan oleh pasukan senjata radio-elektronik. Kemampuan untuk ‘mematikan misil’ dari jarak jauh sebelum peluncurannya merupakan salah satu faktor penentu kemenangan dalam perang senjata modern.
“Perangkat tempur elektronik dapat memenangkan pertempuran bahkan sebelum perang dimulai secara ‘resmi’. Mereka dapat menyalakan sistem yang secara elektronik memojokkan sistem komunikasi, radar, pemanduan, serta penargetan musuh, dan tak akan ada satu unit tempur pun yang bisa bergerak dari tempat ia berada. Unit itu tak akan bisa bereaksi terhadap tembakan dan akan dihancurkan pada menit-menit pertama pertempuran,” terang sang pakar.
Di ranah militer, baik di Rusia maupun negara lain, kekuatan semacam ini biasanya tak dibicarakan di publik. Dalam militer, pasukan ini masuk dalam subunit komunikasi.
Alasannya, mereka perlu melakukan fungsinya secara tersembunyi dari mata musuh.

Pengalaman di Suriah

Sistem senjata radio-elektronik tak hanya digunakan sebagai perangkat ‘penyerang’, tapi juga berfungsi untuk menyembunyikan pasukan dari misil dan pesawat musuh dalam pertempuran.
Sebagai contoh, helikopter tempur Ka-52, yang pertama kali ‘dibaptis’ di langit Suriah, dilengkapi oleh sistem perlindungan individu Vitebsk dan President.

“Mereka menciptakan gangguan bagi misil dengan hulu ledak optikal dan inframerah bergerak, menciptakan ‘jebakan’ elektronik khusus di area gangguan. Mereka juga menginformasikan pilot yang mendekati misil musuh. Tergantung pada tipe hulu ledak, mereka bisa mematikannya dari lintasan hulu ledak tersebut saat ia terbang menuju target,” terang Pemimpin Redaksi Majalah Arsenal Otechestva (Gudang Senjata Tanah Air) Victor Murakhovsky.
Potensi sistem senjata radio-elektronik yang terpasang di helikopter dapat digambarkan seperti sistem radar serupa yang digunakan untuk melindungi perangkat dari misil pendeteksi panas.
Pernah ada insiden di pinggiran Aleppo yang terekam oleh pasukan Asala wa-al-Tanmiya — salah satu kelompok “oposisi moderat” yang didukung AS. Pasukan antipemerintah tersebut meletuskan tembakan dari sistem misil antipesawat Igla-1 pada helikopter angkut militer Suriah Mi-17.
Terlihat jelas bagaimana sistem elektronik mereka bereaksi.

Selain itu, menurut Murakhovsky, sistem senjata radio-elektronik Krasukha-4 ditempatkan di sekitar markas Hmeimim untuk melumpuhkan penyadapan dan senjata musuh yang mengarah pada sistem. Krasukha-4 “menjangkau” semua sistem pelacak musuh sejauh 250 kilometer.
“Di Rusia, sistem senjata radio-elektronik selalu dikembangkan dengan giat. Masalah utama terletak pada ‘elemen dasar’. Sebagaimana yang diketahui, Rusia tak bisa memproduksi model teknologi tinggi terbaik karena peraturan internasional. Namun, terkait sistem senjata radio-elektronik (frekuensi supertinggi, gallium arsenide, dan komponen energi), Rusia melakukannya dengan sangat baik,” kata Murakhovsky menyimpulkan.
Para pakar yakin bahwa sebanyak 70 persen armada senjata radio-elektronik akan dilengkapi dengan berbagai model baru sistem persenjataan pada 2020.





Credit  RBTH Indonesia





Saab Jor-Joran di Indo Defence, Apa yang Akan Ditawarkan?



JAS-39 Gripen milik AU Swedia. Sumber gambar: wikipedia

Sebagai salah satu perusahaan pertahanan yang sedang berkompetisi mendapatkan porsi anggaran belanja pertahanan Indonesia, sudah pasti Saab bakal mengeluarkan jurus-jurus andalannya di pagelaran Indo Defence Expo & Forum 2016 tanggal 2-5 November mendatang.

Apa yang akan Saab promosikan dalam perhelatan akbar ini?
Gripen, pesawat tempur multiperan paling canggih di dunia.

Swiss Pilots flies Gripen E/F Test Aircraft in Sweden. Sumber gambar: Saab AB
Swiss Pilots flies Gripen E/F Test Aircraft in Sweden. Sumber gambar: Saab AB
Teruji, terbukti, dalam masa produksi dan selalu siap tersedia, Gripen disebut-sebut menjadi salah satu pesawat tempur yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia untuk memenuhi kekuatan udara abad ke-21. Simulator kokpit Gripen buatan Saab akan hadir di stand Saab selama pameran. Pengunjung Indo Defence bisa menjajal secara langsung simulator kokpit Gripen.
GlobalEye, sistem pengawasan multiperan buatan Saab yang revolusioner.

Sumber gambar: Saab
Sumber gambar: Saab
Dengan radar Erieye ER yang paling baru, kapabilitas misi ganda yang canggih dari C4I, GlobalEye menggabungkan peran sistem peringatan dan kendali udara, patroli maritim dan pengawasan darat semuanya dalam satu platform. GlobalEye dapat memberikan keamanan dan kewaspadaan penuh untuk Indonesia.
Sistem pertahanan udara berbasis darat (GBAD, Ground Based Air Defence).

Sumber gambar: Saab
Sumber gambar: Saab
Saab mempunyai kapabilitas untuk memberikan solusi GBAD yang lengkap dan mutakhir ke Indonesia. Di Indo Defence 2016 saksikan kombinasi yang unik antara sistem misil RBS 70 NG dan radar Giraffe 1X AESA.  
Sistem pertempuran laut.

Sumber gambar: Saab
Sumber gambar: Saab
Saab dapat memberikan kapabilitas peperangan laut yang melingkupi semua lini, dari misil sampai sensor, semua terintegrasikan dengan sistem manajemen pertempuran (Combat management systems) untuk segala jenis kelas kapal. Saab siap untuk menyediakan beragam solusi sistem manajemen pertempuran untuk program maritim Indonesia di masa depan. 





Credit  Angkasa.co.id





Ramaikan Indo Defence 2016, Kapal Perang Rusia Tiba di Tanjung Priok

 
indo defence 2016
Sumber gambar: ship-photo-roster.com
Pameran senjata dan peralatan militer internasional Indo Defence 2016 dalam hitungan jam akan segera dibuka. Lebih dari 20 produsen senjata asal Rusia akan ikut meramaikan pameran strategis Indo Defence 2016 ini. Kapal perang Rusia pun telah bersandar di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari ini (Senin, 31/10/2016) untuk turut ramaikan pameran tersebut.
Kedatangan kapal perang anti kapal selam Laksamana Tributs-564 milik Angkatan Laut Rusia berjenis Destroyer yang dipimpin oleh Lieutenant Commander Artem Kolpashchikov ini disambut langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal)  III Jakarta Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana. Pengalungan bunga dan persembahan tarian tradisional turut meramaikan acara penyambutan tersebut.
Turut mendampingi Danlantamal III pada acara penyambutan kapal Armada Pasifik AL Rusia tersebut antara lain Asops Danlantamal III Kolonel Laut (P) Teddie Bernard Hernawan, Asrena Danlantamal III Kolonel Laut (S) Hery Setyo Nugroho, Dansatkamla Lantamal III Letkol Laut (P) Agus Lukman, Kadissyahal  Lantamal III Jakarta Letkol Laut (P) Arief Sebastian, serta pejabat dari Atase pertahanan dan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.
Wakil Komandan Flotilla dari Armada Pasifik Laksamana Eduard Mikhailov mengatakan, Laksamana Tributs datang ke Jakarta demi memenuhi undangan menteri pertahanan Indonesia untuk menghadiri pameran senjata dan peralatan militer Internasional Indo Defence 2016. Pameran strategis ini akan berlangsung mulai Rabu (2/11/2016) hingga empat hari ke depan di JIExpo Kemayoran Jakarta.
Laksamana Tributs memiliki panjang 163 meter, lebar 19,02 meter, dan bobot 6.955 ton. Dengan kecepatan 30 knot, kapal ini mampu menjelajah sejauh 2.600 kilometer. Sementara, dengan kecepatan 18 knot, jarak jelajah kepal bisa mencapai 7.700 kilometer. Kapal yang dilengkapi berbagai senjata dan perangkat sensor ini akan berlabuh di Jakarta hingga Sabtu (5/11).
Selain bertandang untuk menghadiri Indo Defence 2016, rencananya Laksamana Tributs-564 akan berada di Jakarta dengan agenda kegiatan antara lain Courtesy Call (CC) ke Pangarmabar, Danlantamal III dan Walikota Jakarta Utara. Selain itu, kapal perang ini akan menerima kunjungan murid sekolah Rusia, olahraga bersama ABK Kapal di Mako Lantamal III, open ship untuk siswa dan umum, menerima kunjungan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi dan diakhiri dengan latihan PASSEX/COMMEX antara TNI AL dan AL Rusia di perairan Teluk Jakarta.




Credit  Angkasa.co.id









Putra Mahkota Akan Jadi Raja Baru Thailand pada 1 Desember

 
Putra Mahkota Akan Jadi Raja Baru Thailand pada 1 Desember
Putra Mahkota Kerajaan Thailand, Pangeran Maha Vajiralongkorn, akan dikukuhkan sebagai raja baru Thailand pada 1 Desember 2016. Foto/REUTERS
 
BANGKOK - Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn akan dikukuhkan sebagai raja baru Thailand pada tanggal 1 Desember 2016. Hal itu diungkap sumber senior di kerajaan Thailand kepada BBC, Rabu (2/11/2016).

Pangeran Vajiralongkorn akan menggantikan mendiang ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej yang meninggal pada tanggal 13 Oktober 2016 di usia 88 tahun.

Pemerintah Thailand  secara resmi telah mengumumkan masa berkabung selama setahun. Raja Bhumibol yang sudah berkuasa selama 70 tahun merupakan sosok yang sangat dihormati rakyat Thailand.

Dia dianggap sebagai sosok yang menstabilkan negara, mempromosikan pembangunan ekonomi dan harmoni sosial di negara yang dilanda siklus kekacauan politik dan beberapa kudeta.

Putra Mahkota Vajiralongkorn tidak sepopuler ayahnya. Dia justru dikenal karena kontroversi yang dia buat, termasuk menikah tiga kali dan semuanya gagal.

Perdana Menteri (PM) Thailand, Prayuth Chan-ocha, mengatakan bahwa pembatasan acara hiburan dan televisi sejak kematian Raja Bhumibol akan dicabut pada 14 November 2016.

“Dalam hal hiburan—sinetron dan film—mereka bisa menikmati lagi nanti. Kami hanya meminta kerjasama, beberapa program perlu untuk menurunkan nada mereka,” katanya.

PM Thailand juga memperingatkan orang-orang untuk tetap menjaga kesopanan sepanjang masa berkabung dan menahan diri dari mengenakan pakaian yang tidak pantas.




Credit  Sindonews





Inggris Klaim Siap Perang Lawan Rusia dalam Dua Tahun

 
Inggris Klaim Siap Perang Lawan Rusia dalam Dua Tahun
Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, mengatakan militernya siap perang melawan Rusia dalam dua tahun ke depan. Foto/Daily Mirror
 
LONDON - Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, mengklaim Inggris akan siap berperang melawan Rusia dalam waktu dua tahun. Menurutnya, NATO harus bangun setelah potensi agresi dari Kremlin terus meningkat.

Komentar Fallon ini muncul 10 hari setelah armada kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov, berlayar melalui Selat Dover menuju Laut Mediterania.

Inggris menduga armada kapal induk Rusia itu untuk meluncurkan serangan bom terbaru di Suriah untuk mendukung sekutunya, Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin menyangkal dugaan itu.

Menurut Fallon ancaman Rusia semakin nyata ketika pesawat pengebom Moskow “berdengung” di dekat pertahanan udara Inggirs. Selain itu, kapal-kapal selam Rusia yang bergerak ke Suriah juga melewati lepas pantai Inggris secara tersembunyi.

”Kami telah melihat agresi Rusia jauh lebih besar pada tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya, dalam hal jarak penerbangan, dalam hal aktivitas kapal selam, dan kelompok tugas operator yang berlayar melalui perairan kami dan peran Rusia di Suriah dan di tempat lain,” ujar Fallon kepada Komite Pertahanan parlemen Inggris, seperti dikutip Mirror, Selasa (1/11/2016).

Ketika ditanya apakah Angkatan Darat Inggris akan memiliki kemampuan untuk perang dengan Rusia pada tahun 2018, atau 2019, Fallon menjawab; ”Ya, kami akan siap untuk meningkatkan tempo dalam situasi seperti itu, yang tidak bisa saya  ramalkan."

”Dan, tentu saja, kami tidak akan melakukan hal ini (atas nama) sendiri. Kami akan melakukan hal ini sebagai anggota aktif dari NATO, dan mungkin dalam beberapa jenis skenario NATO,” ujarnya.




Credit  Sindonews




Bos MI5 Sebut Rusia Ancaman Utama Inggris, Kremlin Kesal

 
Bos MI5 Sebut Rusia Ancaman Utama Inggris, Kremlin Kesal
Kepala MI5 Inggris, Andrew Parker, menyebut Rusia sebagai ancaman utama bagi Inggris. Foto/MI5
 
MOSKOW - Kremlin kesal dengan komentar Kepala MI5, Andrew Parker, yang menyebut Rusia sebagai ancaman utama Inggris. Bos mata-mata Inggris itu menuding kebijakan luar negeri Rusia semakin agresif mulai dari spionase hingga serangan cyber.

”Kata-kata tidak sesuai dengan kenyataan,” kesal juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada Guardian hari Selasa. “Sampai ada yang menghasilkan bukti, kami akan mempertimbangkan laporan tersebut tidak berdasar dan tidak beralasan,” lanjut Peskov, yang dikutip Rabu (2/11/2016).

Parker sebelumnya mengatakan bahwa, meskipun ada kekhawatiran yang luas akan bahaya kelompok, namun Rusia menjadi ancaman utama bagi Inggris.

”Ini (Rusia) yang menggunakan seluruh rangkaian organ negara dan kekuatan untuk mendorong kebijakan luar negeri di luar negeri dengan cara semakin agresif, yang melibatkan propaganda, spionase, subversi dan serangan cyber,” kata Parker.

”Rusia sedang bekerja di seluruh Eropa dan di Inggris saat ini. Ini adalah tugas MI5 untuk mendapatkannya di jalan itu,” ujarnya.

“Rusia tampaknya semakin mendefinisikan diri sebagai oposisi terhadap Barat. Anda dapat melihat bahwa di lapangan, ada kegiatan Rusia di Ukraina dan Suriah. Tapi ada aktivitas dengan volume tinggi terlihat dengan ancaman (serangan) cyber ,” papar Parker.

”Rusia telah menjadi ancaman terselubung selama beberapa dekade. Apa yang berbeda hari ini adalah bahwa ada lebih dan lebih dari metode yang tersedia,” imbuh Parker.



Credit  Sindonews





Armada Kapal Induk Rusia yang Gemparkan Barat Tiba di Mediterania

 
Armada Kapal Induk Rusia yang Gemparkan Barat Tiba di Mediterania
Kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov dan rombongannya dilaporkan sudah mencapai Laut Mediterania pada Selasa (1/11/2016). Foto/REUTERS
 
MOSKOW - Armada tempur Rusia yang dipimpin kapal induk Admiral Kuznetsov telah mencapai Laut Mediterania setelah dalam perjalananannya memicu kegemparan di negara-negara Barat. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu.

Shoigu mengatakan bahwa Moskow telah terkejut oleh sikap negara-negara yang menolak masuk kapal perang dari armada itu ke pelabuhan mereka. Dia mempertanyakan keputusan negara-negara Barat siapa lawan mereka sebenarnya, apakah teroris atau Rusia.

”Pergerakan kapal kami telah menyebabkan kegemparan di antara mitra Barat kami,” kata Shoigu, yang dikutip Russia Today, semalam (1/11/2016).

”Tapi yang paling mengejutkan adalah posisi negara tertentu yang di bawah tekanan Amerika Serikat dan NATO, yang secara terbuka telah menolak masuk kapal perang (Rusia) ke pelabuhan mereka,” ujarnya.

”Itu tidak mempengaruhi jadwal gerakan mereka (armada kapal induk) di sepanjang rute yang dipilih, karena mereka telah disediakan dengan semua sumber daya yang diperlukan,” imbuh Shoigu.

Menteri Pertahanan Rusia itu mencatat bahwa keputusan beberapa negara Barat yang menolak kapal Rusia masuk ke pelabuhan mereka. ”Barat telah menunjukkan bagaimana pada kenyataannya,” ujar Shoigu.

”Ini adalah waktu untuk rekan-rekan Barat kami untuk memutuskan siapa yang mereka perangi sebenarnya, teroris atau Rusia. Sebagaimana salah satu penyair pernah berkata, 'seseorang tidak dapat duduk di satu (lokasi) dan tempat yang sama pada kereta api yang berbeda',” sambung Shoigu.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sempat mengkritik pengerahan armada kapal induk Rusia ke Laut Mediterania yang dia sebut akan digunakan untuk misi tempur di Suriah. ”Kami prihatin dan saya telah menyatakan bahwa sangat jelas tentang penggunaan potensi kelompok pertempuran ini untuk meningkatkan kemampuan Rusia dan menjadi platform untuk serangan udara terhadap Suriah,” katanya.

Rusia mengkritik balik NATO dengan menyebut komentar Stoltenberg tidak membangun. Rusia menegaskan armada kapal induk Admiral Kuznetsov tidak mengambil peran untuk misi tempur di Suriah, tapi hanya patroli rutin di Laut Mediterania.




Credit  Sindonews





TNI AU-Marinir AS Gelar Latihan Bersama di Manado

 
TNI AU-Marinir AS Gelar Latihan Bersama di Manado
TNI AU dan marinir AS menggelar latihan bersama di Manado. Foto/Istimewa

 
JAKARTA - TNI Angkatan Udara (AU) Indonesia dan korps marinir Amerika Serikat (AS) telah memulai latihan gabungan di Manado. Latihan gabungan yang diberi tajuk Cope West tersebut rencananya akan dilakukan selama 10 hari. Latihan bersama antara TNI AU Indonesia dengan AS ini menandai pertama kalinya dalam 19 tahun AU AS dan AU Indonesia mengadakan hubungan bilateral lewat latihan tempur.

Cope West adalah latihan perang yang disponsori oleh Pasific Air Force dan akan melakukan latihan tempur taktis yang melibatkan TNI AU Indonesia dan AU AS. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas antara AS dan Indonesia, memungkinkan pertukaran teknik yang berkaitan dengan operasi udara gabungan khusus untuk AS dan pesawat Indonesia.

Latihan ini juga mempromosikan kerjasama dan kesatuan tujuan. Enam korps F-18 Marinir AS dan enam F-16 TNI AU akan berpartisipasi dalam latihan bersama ini. "Kerjasama pertahanan AS-Indonesia tidak pernah kuat atau lebih komprehensif daripada sekarang ini, dan kami bangga menjadi mitra pertahanan atas Indonesia dalam latihan bersama dan keterlibatan lainnya," kata KUAI AS Brian McFeeters.

"AS adalah temah yang kuat dan mitra yang antusias dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk dalam memperkuat penerbangan dan pertahanan Indonesia. Kami berharap untuk melanjutkan hubungan yang kuat dan berkembang," katanya menyoroti kemitraan strategis antara AS dan Indonesia, dalam rilis yang diterima Sindonews, Selasa (1/11/2016).

Sementara itu mewakili militer AS, Letkol Marinir Stephen McClune menekankan pentingnya latihan bersama. "Indonesia adalah mitra regional yang kuat dan kami menggunakan latihan ini untuk tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga untuk memperkuat persahabatan, saling pengertian, dan saling menghormati antara kedua angkatan bersenjata," katanya.

Dia menambahkan bahwa militer AS dan Indonesia lebih lanjut diuntungkan dengan penggunaan pesawat sejenis. "Kesamaan ini lebih mudah memungkinkan kita bekerjasama untuk mengatasi masalah-masalah regional," katanya.



Credit  Sindonews



Pesawat Tempur TNI AU dan Marinir AS Unjuk Kebolehan

Pesawat Tempur TNI AU dan Marinir AS Unjuk Kebolehan
Ilustrasi pesawat tempur. Foto/SINDOphoto
 
MANADO - Sulawesi Utara (Sulut) khususnya Kota Manado mendapat kunjungan sejumlah pesawat tempur bersama pasukan marinir dari negara sahabat Amerika Serikat (US Marine).

Kedatangan US Marine ke Sulut dalam rangka melaksanakan latihan gabungan bersama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU).

Kegiatan latihan bersama yang dijadwalkan berlangsung 10 hari ini, dibuka oleh Danlanud Sultan Hasanudin Makassar Marsma TNI Nanang Santoso, didampingi Plt AS Mr Brian McFeefers (PLH Kedubes AS), di Lapangan Avron Bandara Sam Ratulangi, Manado, kemarin.

Hadir dalam kegiatan pembukaan latihan diantaranya Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut Irjen Pol Wilmar Marpaung, Kajati Sulut T M Syahrizal, Kabinda Sulut Laksma Hendrawan, Pangkoops AU II Marsda Umar Sugeng Hariono, Wadan lantamal Kolonel Edi Setiawan, Danlanudsri Kolonel Pnb Djoko Tjahjono, Kasrem dan sejumlah perwira lainnya.

Dalam amanatnya, Irup Marsma TNI Nanang Santoso mengatakan latihan gabungan ini merupakan kerja sama TNI dengan Militer AS, guna meningkatkan daya jelajah tempur suatu pesawat dan latihan operasi udara secara bersama, serta cara-cara dasar manuver berbagai pesawat tempur.

“Para personel Korps Marinir Amerika Serikan dan TNI AU ikut berpartisipasi dalam upaca pembukaan yang menandai awal pelaksanaan Cope West, latihan bersama (Latma) 10 hari. Cope West ini juuga menandai pertama kalinya dalam kurun waktu 19 tahun terakhir Angkata Udara AS (USAF) dan TNI AU mengadakan latihan bilateral dengan menggunakan pesawat tempur,” kata Santoso.

Lanjutnya bahwa Latma Cope West ini didukung oleh Pacific Air Forces dan Angkatan Udara kedua Negara, akan terlibat dalam latihan taktis. Latihan ini juga untuk meningkatkan interoperabilitas antara angkatan udara AS dan TNI AU.

“Latihan ini untuk meningkatkan pertukaran infomasi teknis terkait operasi udara gabungan khusus untuk pesawat militer AS dan Indonesia, serta mendorong kerja sama dan kesamaan tujuan. Enam pesawat jet tempur F-18 milik Korps Marinir AS dan enam pesawat jet tempur F-16 TNI AU akan berpartisipasi dalam latihan ini,” jelasnya.

Sementara Plt AS Mr Brian McFeefers mengatakan, AS dan Indonesia adalah kawan dekat dan mitra. "Antusias untuk Indonesia diberbagai bidang termasuk dalam memperkuat bidang penerbangan dan pertahanan di Indonesia," ucapnya.

"Kerja sama pertahanan AS-Indonesia tidak pernah lebih kuat atau lebih komprehensif daripada sekarang ini. Dan kami bangga menjadi mitra utama Indonesia dalam latihan bersama dan kerjasama lainnya dalam bidang pertahanan,” imbuhnya.
Mewakili angkatan bersenjata AS Letnan colonel Marinir Stephen McClune menekankan pentingnya menggelar latihan bersama.

“Indonesia adalah mitra regional yagn kuat dan kami menggunakan kesempatan latihan ini untuk meningkatkan keterampilan teknis dan juga untuk mempererat persahabatan, saling pegertian dan saling menghormati antar kedua angkatan bersenjata,” jelasnya.


Credit  Sindonews








Indonesia Tawar 10 Jet Tempur Su-35 Rusia, Barat Cari Celah

 
Indonesia Tawar 10 Jet Tempur Su-35 Rusia, Barat Cari Celah
Sebuah jet tempur Su-35 saat manuver di International Army Games 2016, di Dubrovichi, Ryazan, Rusia. Indonesia masih tawar-menawar dengan Rusia soal pembelian 9 atau 10 jet tempur Su-35. Foto/REUTERS/Mazim Shemetov
 
JAKARTA - Indonesia masih dalam proses tawar-menawar dengan Rusia terkait pembelian sembilan atau sepuluh pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Sementara itu, perusahaan senjata Barat terus mencari celah untuk memikat Indonesia agar beralih memilih produk alutsista mereka.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Indonesia kepada Reuters, menolak membocorkan apakah Indonesia dan Rusia sudah resmi mencapai kesepakatan soal pembelian sembilan atau sepuluh pesawat jet tempur Su-35 Rusia.

”Kami masih melakukan negosiasi,” kata Leonardi, kepala fasilitas pertahanan di Kementerian Pertahanan Indonesia, melalui telepon, yang dikutip Selasa (1/11/2016) malam. ”Kami masih tawar-menawar, 'berapa banyak yang mereka ingin jual?’,” kata pejabat yang hanya bersedia diidentifikasi dengan nama singkat itu.

Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu pada Mei lalu mengatakan bahwa Indonesia akan membeli delapan pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 Rusia pada tahun ini. Tapi, rencana pembelian itu belum terwujud.

Dua pejabat Kementerian Pertahanan Indonesia yang terlibat negosiasi tersebut mengungkap bahwa beberapa perusahaan alutsista Barat yang jadi saingan perusahaan alutsista Rusia masih mencoba untuk merebut kesepakatan pemasokan jet tempur. Kedua pejabat ini menolak disebut namanya karena isu ini sensitif.

Para pejabat Kementerian Pertahanan tersebut berbicara menjelang acara Indo Defence 2016 di Jakarta yang digelar mulai hari ini, Rabu (2/11/2016) hingga Sabtu (5/11/2016). Ratusan perusahaan alutsista akan memamerkan produk unggulan mereka dalam pameran ini. Di antaranya, Lockheed Martin dari Amerika Serikat (AS), Saab dari Swedia hingga PT Pindad dari Indonesia.

Menurut data resmi, belanja pertahanan Indonesia telah meningkat 77 persen selama empat tahun terakhir menjadi Rp108,7 triliun.

Menurut Leonardi, Indonesia telah menandatangani kontrak dengan Lockheed Martin untuk pembelian 24 unit jet tempur F-16 AS, di mana 14 unit telah dikirim dan 10 unit lainnya diharapkan dikirim pada awal 2018. Dia menolak membocorkan nilai kontrak ini.

Sementara itu, riset IHS memprediksi bahwa Indonesia akan menghabiskan lebih dari USD20 miliar untuk pengadaan alat pertahanan pada 2016 hingga 2025. Jumlah itu mencatatkan anggaran pertahanan Indonesia masuk lima besar dunia yang tumbuh secara cepat.




Credit  Sindonews






Perang Dunia III Hanya 'Isu', Obama-Putin Bergabung Lawan Alien?





CB, London - Ketika suasana terasa genting, kecemasan manusia mengundang berbagai dugaan, salah satunya soal Perang Dunia III. Apalagi dengan peningkatan ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) belakangan ini.
Walaupun begitu, masalah bersama mungkin dapat memaksa pihak-pihak yang bersitegang untuk duduk bersama.
Menurut suatu teori konspirasi teranyar, presiden Barak Obama dari AS dan presiden Vladimir Putin dari Rusia kemungkinan besar terlibat dalam konspirasi global untuk melindungi Bumi dari invasi alien pada September 2017.
Dikutip dari International Business Times pada Senin (31/10/2016), bocoran 'laporan' dokumen sangat rahasia Kremlin telah beredar di dunia maya.
Dalam 'laporan' itu disebutkan bahwa Putin telah beberapa kali berjumpa dengan Wakil Presiden Joe Biden untuk membahas cara menciptakan sistem pertahanan rudal seluruh dunia untuk menghentikan invasi UFO.
Satelit-satelit NASA disebut-sebut telah menemukan armada invasi UFO hingga 'berukuran lebar beberapa kilometer' sedang dalam perjalanan menuju bumi dan akan tiba pada September 2017, demikian dilaporkan pada Minggu lalu oleh tabloid Daily Star di Inggris.
Sementara itu, Inquisitr, suatu penghimpun (aggregator) situs-situs berita, pada Jumat lalu menuliskan, "Ada sebagian orang yang percaya bahwa alien adalah spesies luar angkasa yang doyan perang dan bahwa manusia menghadapi ancaman kebinasaan karena invasi militer dan pembasmian ras kita."
"Sebagian lagi yakin bahwa alien adalah spesies yang ramah untuk menyelamatkan Bumi dari Perang Dunia III antara AS dan Rusia."
Teori konspirasi sudah bertaburan dalam ruang-ruang obrolan internet sejak setidaknya Januari 2014. Pihak-pihak yang percaya yakin bahwa invasi itu sudah diramalkan oleh Nostradamus dan kitab Wahyu dalam Alkitab.
Namun demikian, tidak ada saluran berita lain yang mengulas cerita itu dan tidak ada bukti bahwa Gedung Putih, Pentagon, NASA, atau badan pemerintah AS sedang bersiap menghadapi invasi yang digembar-gemborkan itu.
Tapi hal itu tidak menghentikan sejumlah warga AS untuk menelan kisah seperti itu. Menurut beberapa polling, sebagian besar warga AS percaya adanya kehidupan alien.
Jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan riset pemasaran YouGov mengungkapkan pada tahun lalu bahwa 56 persen warga Jerman mempercayai hal tersebut, demikian pula dengan 54 persen warga AS dan 52 persen warga Inggris.
Hanya seperlima warga Amerika dan Inggris yang mengatakan mereka tidak yakin adanya kehidupan berkecerdasan di luar Bumi.
Survei pada 2012 oleh National Geographic mengungkapkan bahwa lebih banyak warga AS yang yakin alien bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita.
Dalam pol itu, sekitar 77 persen warga AS mengatakan bahwa, pada suatu masa, alien sudah pernah mengunjungi Bumi.

 

Psikologi UFO

Susan Krauss Whitbourne, seorang profesor psikologi dan ilmu otak di University of Massachussetts, Amherst, mengatakan bahwa jejaring sosial dan situs web khusus UFO telah membantu menyuburkan teori konspirasi tentang invasi dan temuan UFO.
Kata Whitbourne kepada IBTimes UK, "Orang sekarang juga memiliki lebih banyak saluran berita. Kamu bisa mencari orang yang mendengarkanmu dan mereka juga bisa meraih informasi yang sekedar menguatkan hal-hal yang sudah ada padamu."
"Menurut saya, orang yang bersikap skeptis akan selalu bersikap skeptis atau sebaliknya. Sekali saja orang memiliki sistem kepercayaan, ia mencocokkan fakta-fakta ke dalam sistem kepercayaan itu, sehingga saya tidak yakin ada orang yang melihat hal demikian secara rasional."
Cukup banyak para ilmuwan NASA dan para peneliti lain di antara orang-orang yang mempercayai hal tersebut. Para ilmuwan memberitahukan Kongres pada 2014 bahwa komponen-komponen yang diperlukan untuk kehidupan "mungkin bertebaran" dalam galaksi Bima Sakti. Ahli astrofisika populer Neil deGrasse Tyson pun percaya adanya alien.
Bahkan, baru-baru ini para peneliti di University of California Berkeley mengatakan mereka menggunakan salah satu teleskop terbesar sedunia untuk menjelajahi kemungkinan adanya kehidupan di suatu bintang berjarak sekitar 1.500 tahun cahaya dari Bumi.






Credit  Liputan6.com