Minggu, 08 April 2018

Israel Kalap di Gaza, Total 30 Demonstran Palestina Dibunuh



Israel Kalap di Gaza, Total 30 Demonstran Palestina Dibunuh
Para demonstran Palestina beraksi d perbatasan Gaza. Mereka menghadapi pasukan Israel yang mengerahkan sniper, tank hingga pesawat tempur. Foto/REUTERS


GAZA - Pasukan Israel semakin kalap di Gaza dengan membunuh delapan demonstran Palestina pada hari Jumat. Jumlah korban tewas terbaru ini menambah daftar korban jiwa di pihak Palestina menjadi 30 orang sejak demon pekan lalu.

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan ratusan demonstran dirawat di rumah sakit pada hari Jumat.

Situasi di sepanjang perbatasan Gaza semakin bergejolak ketika demonstran Palestina membakar tumpukan ban untuk membuat asap hitam guna menghalangi pandangan sniper Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, dalam insiden hari Jumat sebanyak 1.070 orang terluka, termasuk 293 orang yang terkena tembakan pasukan Israel.

Dari 293 korban dengan luka tembak, 25 orang di antaranya berada dalam kondis serius.

Demo "Great Return March" yang dimulai sejak pekan lalu itu akan berlanjut hingga beberapa minggu ke depan. Para demonstran menyatakan aksi itu sebagai pesan kepada dunia bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah melupakan tanahnya yang diduduki Israel.

"Israel mengambil segala sesuatu dari kami, tanah air, kebebasan, masa depan kami," kata Samer, 27, seorang demonstran Palestina yang menolak memberikan nama lengkap karena khawatir akan menerima pembalasan dari Israel.

"Saya punya dua anak, laki-laki dan perempuan, dan jika saya mati, Tuhan akan merawat mereka," ujarnya.

Jumlah pengunjuk rasa pada hari Jumat lebih besar dari pada beberapa hari terakhir. Militer Israel memperkirakan massa demonstran yang beraksi di perbatasan Gaza kemarin sekitar 20.000 orang.

Juru bicara pemerintah Israel, David Keyes, menuduh Hamas telah menghasut protes dengan kekerasan di sepanjang perbatasan Gaza.

"Ini adalah parodi bagi rakyat Palestina bahwa pemerintah Hamas mendorong rakyatnya untuk menyerang Israel, (kelompok) itu mendorong orang-orangnya untuk melakukan tindakan kekerasan," katanya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/4/2018).

Seorang pejabat Hamas, Yehya Al-Sinwar, yang berbicara di sebuah perkemahan demonstran memuji massa Palestina yang tetap berani menghadapi pasukan Israel.

"Kami akan mencabut perbatasan, kami akan mencabut hati mereka, dan kami akan berdoa di Yerusalem," katanya sembari menegaskan bahwa demo akan terus berlanjut.

Sebelumnya, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mendesak para pengunjuk rasa untuk menjaga agar aksi unjuk rasa berlangsung damai. "Mempertahankan sifat damai dari protes akan menyerang semua propaganda Zionis yang rapuh," kata Qassem dalam sebuah pernyataan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang memegang sedikit kekuasaan di Gaza, mengutuk apa yang dia gambarkan sebagai "tindakan pembunuhan dan penindasan Israel terhadap demonstran damai".

Pembunuhan pasukan Israel terhadap puluhan demonstran Palestina secara brutal telah memicu kecaman masyarakat internasional dan kelompok-kelompok HAM. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengerahkan sniper, menggunakan tank dan pesawat tempur untuk membunuh para demonstran di Gaza.




Credit sindonews.com


20.000 orang Palestina ikuti aksi di perbatasan Gaza-Israel

20.000 orang Palestina ikuti aksi di perbatasan Gaza-Israel
Aktivis Palestina mengumpulkan ban untuk dibakar di sepanjang perbatasan Israel-Gaza, di selatan Jalur Gaza, Selasa (3/4/2018). (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)


Jerusalem (CB) - Sebanyak 20.000 orang Palestina berdemonstrasi di lima lokasi di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel, puncak kedua pertemuan terbuka anti-Israel selama enam-pekan, yang dikenal dengan nama "Pawai Akbar Kepulangan".

Pada Jumat pagi, kantor hak asasi manusia PBB mencela penggunaan kekuatan secara berlebihah oleh tentara Israel, yang diberitakan, selama protes pekan lalu di Jalur Gaza. Lebih dari 16 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang lagi cedera dalam peristiwa pekan lalu.

Namun, protes pada Jumat lebih kecil dalam jumlah dibandingkan dengan Jumat lalu, yang diperkirakan diikuti oleh sebanyak 30.000 orang Palestina.

Militer Israel menanggapi dengan cara pembubaran huru-hara, dan melepaskan tembakan sejalan dengan doktrin keterlibatan, kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat sore.

Berbagai upaya dilakukan oleh orang Palestina guna menyusup ke dalam wilayah Israel dengan tameng asap tebal, selain bahan peledak dan bom api yang dilemparkan ke arah prajurit IDF, kata Xinhua. Orang Palestina juga berusaha merusak pagar keamanan, kata IDF.

"IDF takkan membiarkan kerusakan apapun pada prasarana keamanan atau pagar keamanan, yang melindungi warga sipil Israel, dan akan bertindak melawan perusuh serta pelaku teror yang berusaha melakukannya," katanya.

Asap tebal yang diciptakan oleh ban yang dibakar menghalangi sebagian pandangan pemrotes, tapi suara tembakan senjata api dan teriakan dapat terdengar dengan jelas.

"Kami telah menyaksikan banyak upaya untuk menaruh bom di sepanjang pagar, upaya untuk melintasi pagar dan upaya untuk menyabot pagar," kata Juru Bicara Militer Isrel Let. Kol. Jonathan Conricus di lokasi di dekat perbatasan antara Israel Israel dan bagian utara Jalur Gaza.

"Keprihatinan kami ialah HAMAS akan berusaha memanfaatkan kerusuhan ini sebagai kedok dan mengirim agennya untuk melewati pagar dan kemudian menyerang sasaran Israel," kata Conricus.

Militer Israel pada Kamis mengancam HAMAS dengan reaksi militer yang lebih keras terhadap demonstrasi yang direncanakan diselenggarakan Jumat di perbatasan Israel dan Jalur Gaza.

Jumat pekan lalu, hari pertama aksi "Pawai Akbar Kepulangan", berakhir dengan tewasnya 16 orang Palestina dan cederanya lebih dari 1.000 orang lagi, demikian laporan Kementerian Kesehatan Palestina.



Credit  antaranews.com