Jumat, 27 April 2018

Hamas Terima Jenazah Ilmuwan Palestina yang Tewas di Malaysia


Hamas Terima Jenazah Ilmuwan Palestina yang Tewas di Malaysia
Ratusan orang menyambut kedatangan jenazah Fadi al-Batsh di Jalur Gaza. Foto/Istimewa


GAZA - Pemimpin gerakan Islam Hamas, kerabat dan anggota keluarga ilmuwan Fadi al-Batsh menerima jenazahnya pada hari Kamis di Rafah yang melintasi Jalur Gaza dan Mesir. Al-Batsh tewas dibunuh pada 21 April lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Setelah berkoordinasi antara Hamas dan pihak berwenang Malaysia di satu sisi, dan dengan pihak berwenang Mesir di sisi lain, Hamas berhasil membawa kembali jenazahnya dari Kuala Lumpur dan menerbangkan peti mati ke bandara Kairo, yang tiba pada Kamis pagi.

Pada Kamis sore, jenazah al-Batsh dibawa ke titik penyeberangan Rafah antara Jalur Gaza selatan dan Mesir. Sekitar 200 orang, termasuk para pemimpin Hamas, sanak keluarga, teman-teman dan anggota keluarga menerima jenazahnya di persimpangan seperti dikutip dari laman Xinhua, Jumat (27/4/2018).

Tepat setelah al-Batsh dibunuh oleh orang-orang bersenjata yang tidak dikenal pada hari Sabtu, saat dalam perjalanan ke sebuah masjid di Ibu Kota Malaysia, kepala politbiro Hamas Ismail Haneya menuduh intelijen rahasia Israel, Mossad, membunuhnya.

Sementara para pemimpin pemerintah Israel berencana untuk menghalangi jenazah al-Batsh tiba di Gaza sampai militan Hamas memberikan mayat tentara Israel yang hilang sejak perang di Gaza pada tahun 2014.

Al-Batsh, berasal dari kota Jabalia di Jalur Gaza utara, telah tinggal di Malaysia selama sepuluh tahun, di mana ia memperoleh gelar PhD di bidang teknik elektronik.

Ia tewas ditembak oleh dua orang yang memang sengaja telah menunggunya.  Menurut rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, dua tersangka beraksi dengan menaiki sepeda motor.

Pihak kepolisian Malaysia mengatakan para pelaku masih berada di negara itu. Hal itu dikatakan ketika mereka merilis gambar baru dari salah satu pelaku. 





Credit  sindonews.com