Jumat, 04 Januari 2019

Polisi Prancis Tahan Pemimpin Demonstran 'Rompi Kuning'


Polisi Prancis mengamankan aksi demonstrasi di Paris.
Polisi Prancis mengamankan aksi demonstrasi di Paris.
Foto: AP Photo/Rafael Yaghobzadeh
Drouet ditahan karena menggelar aksi demonstrasi tanpa izin di Paris.




CB,  PARIS - Kepolisian Prancis telah menahan pempimpin demonstran antipemerintah 'Rompi Kuning' Eric Drouet. Penahanan dilakukan karena Drouet menggelar aksi demonstrasi tanpa izin di Paris.

Drouet ditahan pihak kepolisian pada Rabu (2/1) malam ketika ia sedang menuju Champs Elysees di Paris. Sebelumnya, Drouet juga telah menjalani proses pengadilan pada 5 Juni lalu karena membawa senjata.

"Membawa senjata terlarang kategori D," ungkap sumber yudisial seperti dilansir Voice of America.



Di hari yang sama, sejumlah demonstran telah berkumpul di luar restoran cepat saji McDonalds yang terletak di dekat monumen perang Arc de Triomphae. Mereka menungggu kedatangan Drouet pada Rabu malam.
Demonstrasi 'Rompi Kuning' ini mulai digelar pada November di area pedesaan Prancis. Demonstrasi digelar sebagai aksi protes terhadap kebijakan pajak bahan bakar.

Akan tetapi demonstrasi ini berkembang menjadi aksi protes yang lebih luas terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Emmanuel Macorn. Mereka menilai kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Presiden Macron lebih memihak kepada para pebisnis yang kaya raya.

Para demonstran telah beberapa kali bentrok dengan pihak kepolisian di Paris maupun pihak kepolisian di beberapa kota besar lain di Prancis. Aksi protes ini membuat pemerintahan Macron masuk ke dalam krisis.

Setelah beberapa minggu, Macron akhirnya menghapus kenaikan pajak bahan bakar sebagai respons terhadap protes. Ia pun menjanjikan tambahan pemasukan bagi pekerja dengan upah minimum serta menjanjikan pemotongan pajak bagi para pensiunan.

Sejak itu, jumlah demonstran yang mengambil peran dalam aksi protes Rompi Kuning berangsur berkurang. Akan tetapi para demonstran yang tersisa tetap melanjutkan aksi protes mereka.

Pemimpin sayap kiri Jean Luc Melenchon yang dikenal keral melontarkan kritik terhadap Maron turut angkat bicara terkait penahanan Drouet. Melenchon menilai penahanan Drouet merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan Macron.

"Polisi yang dipolitisasi menarget dan melecehkan pemimpin-pemimpin gerakan Rompi Kuning," tulis Melenchon melalui akun Twitter.





Credit  republika.co.id





Menlu Inggris: Assad akan Tetap Bertahan Sementara



Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Foto: Reuters
Assad mendapat dukungan kuat dari Pemerintah Rusia.



CB, LONDON -- Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengungkapkan, Presiden Suriah Bashar al Assad akan tetap berkuasa untuk sementara waktu. Hunt menilai dukungan Rusia turut berperan dalam mempertahankan kedudukan Assad.

Hunt menegaskan, Inggris tetap pada posisi sebelumnya. Inggris meyakini bahwa tak akan ada perdamaian yang berlangsung lama di Suriah bila negara tersebut masih dipimpin oleh Assad. "Tapi dengan menyesal, kami berpikir ia akan tetap berkuasa untuk sementara waktu," ungkap Hunt seperti dilansir Reuters.

Hunt mengatakan, Rusia mungkin berpikir bahwa mereka telah meraih wibawa atas hal ini. Akan tetapi, Hunt mengatakan Rusia juga turut memikul tanggung jawab terkait dampak yang terjadi.



Hunt melanjutkan, tiap pihak yang ingin terlibat di Suriah perlu memastikan bahwa kedamaian benar-benar dapat tercipta di negara tersebut.

Perang di Suriah telah berlangsung hampir delapan tahun. Perang ini telah menyebabkan jutaan warga Suriah terlantar. Assad telah memegang kendali pada sebagian besar wilayah Suriah. Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan yang diberikan oleh Rusia, Iran dan warga Iran dari grup Syiah seperti Hizbollah.

Moscow, Rusia, telah terlibat dalam perang di Suriah sejak 2015. Keterlibatan Rusia dalam perang ini adalah untuk mendukung pemerintahan Suriah yang dipimpin Assad.





Credit  republika.co.id






Inggris Berencana Bangun Pangkalan Angkatan Laut di Asia Tenggara




Kapal induk terbaru Inggris, HMS Queen Elizabeth memasuki pangkalan angkatan laut Portsmouth setelah menyelesaikan uji coba laut keduanya, 21 November 2017. HMS Queen Elizabeth akan resmi masuk dalam Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada 7 Desember 2017. Matt Cardy/Getty Images
Kapal induk terbaru Inggris, HMS Queen Elizabeth memasuki pangkalan angkatan laut Portsmouth setelah menyelesaikan uji coba laut keduanya, 21 November 2017. HMS Queen Elizabeth akan resmi masuk dalam Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada 7 Desember 2017. Matt Cardy/Getty Images

CB, Jakarta - Inggris berencana untuk membangun pangkalan angkatan laut di Asia Tenggara. Rencana ini dikemukakan Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson, selama wawancara dengan The Sunday Telegraph pekan ini.
Dalam wawancara, Williamson mengatakan pangkalan angkatan laut kemungkinan akan berada di antara Brunei Darussalam dan Singapura, seperti yang dilansir dari South China Morning Post, 2 Januari 2019.

Willamson mengatakan Inggris akan membuka dua pangkalan militer baru dalam beberapa tahun ke depan, termasuk salah satunya di Karibia. Ia mengatakan langkah ini akan mengembalikan Inggris menjadi pemain di ranah global setelah Brexit.
"Ini adalah momen terbesar bangsa sejak akhir Perang Dunia II, ketika kita dapat menyusun kembali diri kita dengan cara yang berbeda, kita benar-benar dapat memainkan peran di panggung dunia yang dunia harapkan kita mainkan," katanya.

Menhan Inggris, Gavin Williamson. REUTERS
Langkah ini menandai perubahan kebijakan dari penarikan Inggris dari pangkalan militer di Asia Tenggara dan Teluk Persia pada 1960-an.
Namun langkah ini, jika direalisasikan, akan membayangi hubungan Cina dengan tetangganya di ASEAN dan akan membuat ketegangan berlanjut setelah kapal perang Inggris berlayar di dekat Pulau Paracel Laut Cina Selatan.


"Ini jelas merupakan gerakan melenturkan otot yang menargetkan Cina dan menunjukkan keterlibatan yang lebih erat dari kekuatan eksternal dalam perselisihan Laut Cina Selatan," kata Xu Liping, seorang profesor di Institut Studi Asia-Pasifik di Chinese Academy of Social Sciences.
Ni Lexiong, seorang pakar kemaritiman di Shanghai University of Political Science and Law, juga mengatakan rencana itu memberikan bukti Inggris dan sekutu kunci Amerika lainnya semakin menyelaraskan diri dengan pendekatan garis keras Presiden AS Donald Trump terhadap Cina.


Beijing telah lama melihat peningkatan aktivitas militer Washington di Laut Cina Selatan yang disengketakan sebagai ancaman bagi stabilitas regional dan telah menyatakan keprihatinannya terhadap strategi Indo-Pasifik, yang dipandang sebagai bagian dari upaya AS yang lebih luas untuk menggagalkan ambisi Cina untuk menjadi negara adidaya global.
Rencana pangkalan militer Inggris bisa menjadi kabar baik bagi sekutu AS di wilayah sengketa Laut Cina Selatan.
Xu juga mengatakan bahwa meskipun rencana Inggris masih pada tahap awal, itu akan menguji hubungan Cina dengan Singapura dan Brunei, yang keduanya adalah bekas jajahan Inggris.

Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei bersalaman dengan Presiden Cina Xi Jinping saat upacara penyambutan di forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), di Pusat Konvensi Internasional di Danau Yanqi di Beijing 11 November 2014. [Reuters / Kim Kyung- Hoon]
Beijing telah berusaha keras untuk merayu Brunei, pihak lain dalam sengketa Laut Cina Selatan, melalui kerja sama ekonomi Belt and Road Initiative. Presiden Xi Jinping mengunjungi Brunei pada November untuk memperkuat hubungan, yang membuat perdagangan bilateral melambung dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, hubungan Cina dengan Singapura, yang bukan merupakan pihak yang menuntut Laut Cina Selatan, diuji dua tahun lalu ketika Beijing menuduh negara kota berpihak pada AS di Laut Cina Selatan.

Selama pertemuan KTT ASEAN pada November kemarin, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memperingatkan bahwa negara-negara Asia Tenggara telah terjebak dalam persaingan antara Beijing dan Washington dan ASEAN mungkin dipaksa untuk memilih pihak yang bertikai.
Terlepas dari ambisinya untuk mengembalikan kejayaan masa lalunya sebagai negara global, Ni mengatakan masih harus melihat apakah Inggris dapat mengandalkan rencana semacam itu untuk pangkalan-pangkalan luar negeri ketika mereka berjuang dengan kekurangan anggaran selama bertahun-tahun untuk mempertahankan pertahanan militer yang kuat, bahkan untuk pangkalan angkata laut di perairan Asia Tenggara.







Credit  tempo.co



https://dunia.tempo.co/read/1160930/inggris-berencana-bangun-pangkalan-angkatan-laut-di-asia-tenggara/full&view=ok



Pusat Hiburan Senilai Rp 38,1 T Dibangun di Riyadh, Arab Saudi


Bangunan mewah hotel Ritz Carlton di Riyadh, Arab Saudi. Salah seorang yang ditahan di hotel tersebut sejak Minggu (05/11) adalah pebisnis Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal. ritzcarlton.com

CBJakarta - Pusat hiburan segera dibangun di Riyadh, ibukota Arab Saudi setelah puluhan tahun dilarang. Rencana pembangunan pusat hiburan seluas 100 ribu meter persegi itu resmi diumumkan pada hari Rabu, 2 Januari 2018.


Seperti dilansir dari Reuter, Perusahaan Saudi Entertainment Ventures Company atau SEVEN, perusahaan yang seluruh dananya disubsidi dari dana kerajaan, akan membangun pusat hiburan di Riyadh.

Untuk tahap awal, SEVEN menggelontorkan dana pembangunan pusat hiburan itu sebesar 2,1 miliar pound sterling atau setara dengan Rp 38,1 triliun. Perusahaan ini menggandeng mantan bos Disney, Bill Ernest.



Perusahaan ini nanti akan membangun 20 pusat hiburan di lokasi tersebut seperti pusat kebugaran dan olahraga, restoran, ruang terbuka untuk acara live perfomance, dan bioskop.

Selain menghibur rakyat Arab Saudi, pembangunan pusat hiburan di Riyadh juga untuk menyediakan lapangan pekerjaan, membuat norma-norma sosial jadi lebih bebas dan diversifikasi ekonomi setelah selama bertahun-tahun fokus di sektor ekspor minyak.

Meski Arab Saudi sudah mengumumkan rencana membangun pusat hiburan di Riyadh, namun tidak ada penjelasan besarnya investasi.



Selain itu, bisnis pusat hiburan di Riyadh akan menghadapi tantangan tentang masuknya investor dari luar setelah pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi pada Oktober 2018. Milioner Inggris, Richard Branson telah membatalkan dua proyek turisme yang didukung pendanaan publik di sepanjang pantai Laut Merah. Belum ada kabar tentang kerja sama lanjutan di bisnis turisme Arab Saudi.

Credit TEMPO.CO


https://dunia.tempo.co/read/1161108/pusat-hiburan-senilai-rp-381-t-dibangun-di-riyadh-arab-saudi/full?view=ok




Amerika Serikat Gelar Latihan Rudal Pertama di Okinawa


Amerika Serikat Gelar Latihan Rudal Pertama di Okinawa.

TOKYO -  Amerika Serikat (AS) akan menggelar latihan rudal pertama di sekitar Pulau Okinawa, Jepang, tahun ini. Langkah tersebut untuk melawan peningkatan agresivitas China.

Militer AS mengungkapkan kepada Jepang bahwa Washington berencana mengerahkan rudal darat ke kapal di Okinawa tahun ini. Latihan rudal ini merupakan yang pertama digelar oleh AS.

“Latihan itu juga melibatkan peluncur roket mobile sebagai langkah antisipasi untuk potensi serangan dari rudal balistik darat ke laut milik China,” papar laporan Sankei Shimbun.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kapal perang China sering berlayar melintasi perairan dekat Okinawa, tempat pangkalan mayoritas tentara AS di Jepang. Para pakar menyatakan, aktivitas maritim China yang semakin aktif itu bagian dari rencana membangun kontrol perairan dalam “rantai pulau pertama” yang menghubungkan Okinawa, Taiwan, dan Filipina.

Beberapa pengamat yakin Beijing berupaya mengakhiri dominasi militer AS di Pasifik barat dengan memperkuat kontrol di rantai pulau kedua yang menghubungkan rantai pulau Ogasawara di selatan Jepang, wilayah AS di Guam dan Indonesia.

Cepatnya perkembangan militer China membuat khawatir negara-negara tetangga Asia. Menteri Pertahanan Jepang tahun lalu menyatakan, China secara sepihak meningkatkan aktivitas militernya. Beijing menegaskan aktivitas itu untuk pertahanan diri.

Meski mengalami persaingan militer yang terus meningkat, AS dan China merupakan mitra dagang dan China menjadi salah satu pemegang terbesar obligasi nasional AS. Ketidakseimbangan perdagangan bilateral mengakibatkan konflik antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu.

Washington dan Beijing saling memberlakukan tarif senilai lebih dari USD300 miliar untuk barang dalam perang dagang dua pihak pada tahun lalu.

Okinawa merupakan pulau paling selatan Jepang yang 70% militer AS di Jepang berada di sana. Keberadaan pangkalan AS di Okinawa juga menjadi polemik berkepanjangan antara warga setempat dan pemerintah pusat Jepang.

“Saya yakin situasi itu tidak adil dan tidak normal. Saya pikir Jepang tidak menghormati keinginan warga Okinawa. Itu karena demokrasi tidak ada di Okinawa,” tutur Denny Tamaki, gubernur baru Okinawa yang menentang keberadaan pangkalan militer AS tersebut, dilansir The Nation.

Tamaki sempat menghentikan kontraktor swasta yang disewa pemerintahan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe yang hendak memulai fase akhir pembangunan bandara lepas pantai baru untuk Marinir AS di Henoko, utara Okinawa, dengan mereklamasi Teluk Oura dengan tanah, pasir, semen, batu kerikil, dan batu besar. 

Fase reklamasi proyek itu diawasi oleh Biro Pertahanan Okinawa, Kementerian Pertahanan Jepang, yang akan membutuhkan waktu lima tahun. Saat proyek itu selesai dan sejumlah landasan dibangun di lahan reklamasi itu, pangkalan baru akan menggantikan Stasiun Udara Futenma Korp Marinir AS, fasilitas besar di tengah kota Ginowan. 

Futenma telah menjadi pusat kemarahan warga lokal selama puluhan tahun karena sering terjadi pemerkosaan dan tindakan lain yang tak dapat ditoleransi oleh para tentara AS. Keberadaan pangkalan udara Futenma itu juga mengakibatkan masalah lingkungan, sebisingan, dan sejumlah kecelakaan serius sering terjadi yang melibatkan pesawat militer AS.

Namun rencana AS memindahkan Futenma ke Henoko tanpa menutup pangkalan Futenma itu mendapat penolakan dari mayoritas warga Okinawa yang berpenduduk 1,4 juta jiwa. Dalam beberapa tahun terakhir, para gubernur yang terpilih di Okinawa ingin pangkalan Marinir itu seluruhnya dipindahkan dari wilayah itu.

“Sejak 2014, jika Anda melihat hasil pemilu Okinawa, kita telah katakan ‘tidak’ untuk rencana relokasi,” kata Tamaki. Dia menegaskan, parlemen lokal Okinawa tahun lalu telah menggelar voting untuk resolusi mendesak pemindahan seluruh Marinir AS dari pulau tersebut.

Dalam unjuk rasa perlawanan dramatis pada Agustus lalu, sebanyak 70.000 warga Okinawa berpawai menentang pangkalan Henoko di Kota Naha, Okinawa. Lokasi konstruksi di Henoko juga menjadi tempat unjuk rasa dan blokade yang kemudian dibubarkan secara paksa oleh kepolisian Jepang.




Credit Sindonews.com




https://international.sindonews.com/read/1367776/40/amerika-serikat-gelar-latihan-rudal-pertama-di-okinawa-1546560320







Telepon Putin, Macron Sampaikan Prioritas Prancis di Suriah

Presiden Prancis, Emanuel Macron dalam percakapan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin menyampaikan prioritas Prancis di Suriah, yakni perang melawan teroris. Foto/Istimewa

PARIS - Presiden Prancis, Emanuel Macron dalam percakapan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin menyampaikan prioritas Prancis di Suriah. Macron menuturkan, prioritas Prancis di Suriah adalah perang melawan teroris.

"Macron itu ingat bahwa perang melawan terorisme adalah prioritas utama Prancis di Suriah untuk memberantas kelompok ISIS dan menangkal setiap kebangkitan terorisme di wilayah itu," kata Istana Elysee dalam sebuah pernyataan.


Istana Elysee menyatakan, kepada Putin, Macron menegaskan pertarungan ini belum berakhir dan akan dilanjutkan oleh koalisi internasional, meski Amerika Serikat (AS) telah mundur dari Suriah.

Menurut Istana Elysee, dalam percakapan itu juga, Macron menekankan perlunya memastikan semua pihak untuk memenuhi komitmen yang dicapai dalam pertemuan  Istanbul pada 27 Oktober 2018 lalu.


"Macron menggarisbawahi bahwa Prancis telah lebih dari sebelumnya berpegang pada solusi politik untuk krisis Suriah sejalan dengan Resolusi 2254 Dewan Keamanan (DK) PBB, satu-satunya cara yang mungkin untuk stabilitas dan perlindungan bagi populasi sipil dan bagi dunia," ungkapnya.

"Dia menunjukkan dalam konteks ini bahwa negara-negara yang bersangkutan harus bertanggung jawab penuh untuk memastikan proses konstitusi yang andal bersama dengan pemilihan umum yang bebas dan adil yang dipantau oleh PBB," tukasnya.


Credit Sindonews

https://international.sindonews.com/read/1367597/41/telepon-putin-macron-sampaikan-prioritas-prancis-di-suriah-1546500530


Dagestan, Potret Negeri 'Paling Islam' di Rusia

Muslim Dagestan

CB, JAKARTA -- Dagestan adalah potret indah sebuah negeri multietnis. Puluhan kelompok etnis dan subetnis hidup di sana. Sementara, di mata para ilmuwan politik, kawasan ini disebut sebagai republik yang paling terislamkan di antara negara-negara federasi Rusia lainnya.

Republik Dagestan terletak di bagian utara wilayah Kaukasus (sebuah kawasan geopolitik di perbatasan Eropa dan Asia). Data yang dikutip Wikipedia dari www.rferl.org menyebutkan, sebanyak 90,6 persen populasi Dagestan adalah Muslim, sementara Kristen dipeluk oleh 9,4 persen sisanya. Sejumlah data lain menambahkan, terdapat pula sejumlah kecil pemeluk agama Yahudi di republik ini.

Menurut The Caspian Sea Encyclopedia (Igor S Zonn), nama Dagestan berasal dari bahasa Turki. Dag berarti "gunung" dan -stan adalah imbuhan Persia yang berarti "daratan". Maka, Dagestan memiliki arti "daratan (tempat) gunung-gunung".

Situs www.government-rd.ru menyebutkan, beberapa kelompok etnis terbesar yang mewarnai keragaman Dagestan adalah Avar, Dargin, Kumyk, Lezgin, Lak, Azerbaijani, Tabasarantsy, Chechen, Nogai, Rutul, Aul, dan Tsakhur. Bangsa Rusia hanya membentuk proporsi kecil dari total populasi, yakni hanya sekitar 4,7 persen.

Selama berabad-abad, Muslim Dagestan didominasi oleh golongan Suni dengan mazhab Syafi'i. Sedangkan, di wilayah Pantai Kaspia, khususnya di Kota Derbent dan sekitarnya, mayoritas populasinya adalah para Muslim Syiah. Kemunculan tasawuf di Dagestan berakar pada abad 14. Dua tarekat sufi yang tersebar luas di negara Kaukasus Utara ini adalah Naqshabandiyah dan Qadiriyah.

Amri Shikhsaidov, guru besar dan ketua Departemen Naskah Oriental pada Institut Sejarah Arkeologi dan Etnografi Dagestani Scientific Center, menuliskan, Islam telah menjadi satu dari sejumlah faktor penting dan berpengaruh bagi kehidupan sosial politik di republik ini. Ia bahkan menekankan dalam tulisan berjudul Islam in Dagestan yang diunggah di situs www.ca-c.org, berbagai situasi di negara tersebut tidak lagi dapat dipahami di luar konteks agama.



Credit REPUBLIKA.CO.ID


https://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/19/01/01/pkntug313-dagestan-potret-negeri-paling-islam-di-rusia



Wali Kota di Meksiko Tewas Ditembak 2 Jam Usai Dilantik


Alejandro Aparicio (Alejandro Aparicio/Facebook via CNN)

Mexico City - Seorang Wali Kota di Meksiko tewas dibunuh sekitar kurang dari dua jam setelah dilantik. Wali Kotaini ditembak hingga tewas saat hendak menghadiri rapat di balai kota setempat.

Seperti dilansir CNN, Kamis (3/1/2018), insiden ini menimpa Alejandro Aparicio yang baru dilantik sebagai Wali Kota Tlaxiaco di Oaxaca, Meksiko pada Selasa (1/1) lalu. Saat Aparicio dalam perjalanan ke balai kota untuk menghadiri rapat dengan sejumlah koleganya, seorang pria melepas tembakan ke arahnya.

Tembakan itu mengenai Aparicio dan tiga orang lainnya. Semuanya dengan segera dilarikan ke rumah sakit setempat, namun nyawa Aparicio tidak bisa diselamatkan. Dia dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan dalam yang dideritanya. 

Kantor Jaksa Agung Wilayah Oaxaca dalam pernyataannya menyebut tembakan itu mengenai bagian paru-paru sebelah kanan dan memicu pendarahan dalam.


Satu orang lainnya yang merupakan pejabat lokal dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (3/1) pagi waktu setempat. Dua korban luka lainnya masih menjalani perawatan medis.

Laporan menyebutkan bahwa Aparicio sedang melakukan kunjungan ke beberapa kantor pemerintahan setempat pada Selasa (1/1) dan sedang dikelilingi oleh para pendukungnya saat dia ditembak di jalanan. 

Tayangan live stream pada halaman Facebook-nya menunjukkan puluhan orang tampak kebingungan usai penembakan terjadi. Beberapa orang lainnya terlihat memegangi seorang pria yang diyakini bertanggung jawab atas penembakan itu.

Disebutkan kantor Jaksa Agung setempat bahwa seorang pria berusia 34 tahun yang diidentifikasi berinisial JMV telah ditangkap terkait kematian Aparicio. Pria yang diketahui berasal dari wilayah Chiapas itu, sebelumnya pernah bertugas sebagai polisi di wilayah Meksiko bagian utara. 


Otoritas setempat meyakini pria itu menjadi satu-satunya sosok yang bertanggung jawab atas kematian Aparicio.

Dalam pernyataan terpisah, Gubernur Oaxaca, Alejandro Murat, mengecam keras serangan itu dan menyerukan penyelidikan menyeluruh untuk kematian Aparicio. "Saya mengecam dengan keras serangan terhadap Wali Kota Tlaxiaco. Saya menyampaikan belasungkawa saya untuk keluarganya dan warga Tlaxiaco," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengaku terkejut mengetahui serangan itu. Dia menyebut wilayah Oaxaca, yang menjadi lokasi kota Tlaxiaco, merupakan salah satu wilayah dengan tindak kekerasan paling minim di Meksiko.

Credit detikNews


https://m.detik.com/news/internasional/d-4369884/wali-kota-di-meksiko-tewas-ditembak-2-jam-usai-dilantik


Kamis, 03 Januari 2019

Trump: Suriah Hanya Pasir dan Kematian, Kami Keluar!


Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan bahwa dia akan menarik pasukan AS dari Suriah dan menyebut, tidak apa-apa di Suriah selain pasir dan kematian.Foto/Istimewa

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali menegaskan bahwa dia akan menarik pasukan AS dari Suriah. Dia menyebut, tidak apa-apa di Suriah selain pasir dan kematian.

Dalam sebuah pernyataan, Trump menyatakan, dia tidak menginginkan Suriah. Alasannya, tidak ada yang bisa didapatkan dari negara itu, selain penderitaan dan kematian.

"Kami tidak berbicara tentang kekayaan yang sangat besar. Kami berbicara tentang pasir dan kematian. Saya keluar, kami keluar dari Suriah. Lihat, kami tidak menginginkan Suriah," kata Trump, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (3/1).

Pada saat yang sama, ia mengisyaratkan kesiapan untuk terus melindungi pasukan Kurdi yang didukung AS di tengah penarikan pasukan AS, yang menurut Trump akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.



Terkait dengan rentang waktu penarikan, di mana sejumlah media di AS menyebut, Washington menargetkan penarikan ini rampung dalam empat bulan. Trump mengatakan bahwa dia tidak pernah memberikan jadwal pasti untuk penarikan ini.

Credit Sindonews.com




https://international.sindonews.com/read/1367651/42/trump-suriah-hanya-pasir-dan-kematian-kami-keluar-1546509653




Tentara Israel Gerebek Sekolah Palestina di Bethlehem


Ilustrasi (REUTERS/Mohamad Torokman)

Tepi Barat - Tentara Israel dilaporkan menggerebek sebuah sekolah Palestina di kota Bethlehem, Tepi Barat. Dalam penggerebekan itu, tentara Israel sempat menembakkan gas air mata dan peluru karet.

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Kamis (3/1/2018), informasi itu disampaikan warga setempat yang menyaksikan langsung penggerebekan itu di sebuah sekolah di kota Tuqu, Bethlehem sebelah timur pada Rabu (2/1) waktu setempat.

Menurut kesaksian warga setempat, tentara Israel melepaskan tembakan peluru karet, gas air mata dan granat cahaya saat penggerebekan berlangsung. 

Tidak disebut lebih lanjut nama sekolah yang digerebek. Namun dilaporkan sejumlah siswa mengalami sesak napas sementara akibat gas air mata yang ditembakkan tentara Israel. Mereka menjalani perawatan di lokasi.

Belum diketahui pasti alasan tentara Israel menggerebek sekolah tersebut. Namun, menurut Anadolu Agency, militer Israel biasanya menuduh siswa-siswa Palestina melemparkan batu ke mobil-mobil pemukim Yahudi yang melintas.

Baik militer Israel maupun otoritas Palestina belum memberikan komentar resmi atas penggerebekan sekolah ini.

Diketahui bahwa lebih dari 650 ribu pemukim Yahudi kini tinggal di sebanyak 196 permukiman yang dibangun atas izin pemerintah Israel dan lebih dari 200 'pos' permukiman yang dibangun tanpa izin di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

Credit detikNews




https://m.detik.com/news/internasional/d-4370079/tentara-israel-gerebek-sekolah-palestina-di-bethlehem







Arab Saudi Mulai Adili 11 Terdakwa Kasus Pembunuhan Khashoggi

Jamal Khashoggi (Dok. Facebook Jamal Khashoggi via NDTV)

Riyadh - Arab Saudi mulai mengadili 11 terdakwa kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Dalam sidang perdana yang digelar di Riyadh ini, jaksa Saudi menuntut hukuman mati untuk lima terdakwa di antaranya. 

Seperti dilansir AFP, Kamis (3/1/2018), pernyataan Jaksa Agung Saudi seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA) menyebut seluruh 11 terdakwa hadir bersama pengacara masing-masing dalam sidang perdana ini. 

Namun hingga kini, nama-nama para terdakwa belum dirilis secara resmi oleh otoritas Saudi.


Dalam pernyataannya, jaksa Saudi menyebut bahwa pihaknya telah dua kali mengajukan permohonan resmi kepada Turki untuk mendapatkan bukti terkait kasus Khashoggi. Namun permohonan itu tidak mendapat tanggapan. 

Diketahui bahwa Khashoggi yang seorang wartawan senior Saudi dan komunis The Washington Post, tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu. Tim intelijen Saudi beranggotakan 15 orang diduga kuat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu. 

Otoritas Saudi menyebut Khashoggi tewas dalam operasi 'liar' yang tujuan sebenarnya adalah memulangkan Khashoggi ke Saudi. Khashoggi yang kerap mengkritik kerajaan Saudi dan kebijakan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) mengasingkan diri ke Amerika Serikat beberapa tahun terakhir.


Otoritas Turki meyakini Khashoggi tewas dalam pembunuhan berencana. Disebutkan sejumlah pejabat Turki bahwa Khashoggi tewas dicekik dan jenazahnya dimutilasi. Keberadaan jenazah Khashoggi hingga kini masih misterius, dengan sejumlah spekulasi menyebut jenazahnya dilarutkan dalam zat asam.

Turki yang juga melakukan penyelidikan atas kasus Khashoggi, berupaya mengekstradisi para tersangka yang telah ditahan Saudi agar bisa diadili di Turki. Seruan-seruan Turki itu mendapat penolakan dari Saudi. 



Credit detikNews



https://m.detik.com/news/internasional/d-4370027/arab-saudi-mulai-adili-11-terdakwa-kasus-pembunuhan-khashoggi




Rusia Pasok Sistem Rudal S-400 ke India Tahun Depan

Sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. India resmi membeli lima unit sistem pertahanan canggih itu. Foto/Sputnik/Alexei Danichev

NEW DELHI - India mulai menerima sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia pada 2020 atau tahun depan. Pengiriman semua senjata pertahanan secara bertahap diperkirakan akan berlangsung hingga 2023.

Hal itu disampaikan Menteri Negara Urusan Pertahanan India, Subhash Bhamre, kepada parlemen setempat hari Rabu.

"Pengiriman akan dimulai dari Oktober 2020 dan akan selesai pada April 2023," kata Bhamre ketika menjawab pertanyaan tentang pengiriman sistem pertahanan S-400, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (3/1/2019).

Menteri tersebut juga mencatat bahwa India akan membeli sistem pertahanan Rusia meskipun ada ancaman sanksi dari Amerika Serikat (AS).

"Pemerintah menyadari semua perkembangan yang dapat berdampak pada pengadaan peralatan pertahanan dan dibutuhkan keputusan berdaulat berdasarkan persepsi ancaman, operasi dan aspek teknologi untuk menjaga Angkatan Bersenjata dalam keadaan siap untuk memenuhi seluruh spektrum tantangan keamanan," kata Bhamre ketika menjawab pertanyaan tentang dampak sanksi dari UU AS bernama  Countering America's Adversaries Through Sanctions Act(CAATSA) akibat kesepakatan pembelian senjata Rusia.

Komentar Bhamre muncul setelah pada awal Oktober Moskow dan New Delhi mengikat kesepakatan kontrak pengiriman lima unit sistem rudal S-400 Rusia ke India senilai lebih dari USD5 miliar. Kesepakatan itu ditandatangani selama kunjungan dua hari Presiden Rusia Vladimir Putin ke India. 


Menurut Wakil Perdana Menteri Rusia Yury Borisov, kontrak telah ditandatangani dalam mata uang nasional Rusia.

Sistem pertahanan S-400 adalah sistem rudal mobile generasi baru Rusia yang dapat membawa tiga jenis rudal yang berbeda yang mampu menghancurkan berbagai sasaran udara pada jarak dekat hingga sangat jauh. Target-target itu termasuk pesawat pengintai hingga rudal balistik.

Credit Sindonews.com




https://international.sindonews.com/read/1367613/40/rusia-pasok-sistem-rudal-s-400-ke-india-tahun-depan-1546502631







Trump Ancam Tutup Pemerintahan AS Selama Mungkin


Presiden AS, Donald Trump akan terus menutup pemerintahan jika anggaran proyek tembok perbatasan AS-Meksiko tak kunjung disetujui. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Jakarta, CB -- Presiden Amerika SerikatDonald Trumpmenyatakan tetap mempertahankan penutupan pemerintahan, selama anggaran proyek tembok perbatasan AS-Meksiko belum juga rampung. Penutupan pemerintah ini dimulai sejak akhir Desember 2018 lalu, dan dinyatakan terus berlanjut setelah negosiasi antara kubu Partai Demokrat dan Partai Republik tak mencapai kesepakatan.

Menginjak satu hari sebelum Partai Demokrat mengambil alih kendali Dewan Perwakilan, Trump masih belum melonggarkan desakannya atas pendanaan proyek bernilai US$5,6 miliar (Rp81 triliun) itu.

"Ini adalah perkara keamanan nasional yang sedang kita bicarakan. Terlalu penting untuk diabaikan. Saya pikir orang-orang di negara ini berpikir saya benar," kata Trump di Gedung Putih dengan anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik, Rabu (2/1), seperti dikutip Channel NewsAsia.

Pemimpin mayoritas Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell mengatakan hanya akan menjadwalkan pemungutan suara terkait anggaran proyek setelah mendapat dukungan Dewan Perwakilan dan Trump.

Untuk memajukan legislasi di Senat, diperlukan 60 suara yang menyatakan setuju. Partai Republik telah kehilangan 40 kursi di Dewan Perwakilan, sehingga untuk meloloskan anggaran proyek dibutuhkan dukungan dari Partai Demokrat.

Partai Demokrat mengatakan tembok perbatasan ini, yang merupakan salah satu janji kampanye Trump, hanya akan membawa kendala terhadap masalah imigrasi, dan menjadi alat bagi Trump untuk memberikan dukungan di antara basis konstituen konservatifnya.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders kemudian menuding Partai Demokrat menolak untuk berkompromi.

"Presiden Trump telah membuat tawaran serius, dengan itikad baik, kepada Partai Demokrat untuk membuka pemerintahan, mengatasi krisis di perbatasan dan melindungi semua orang Amerika," kata Sanders.

Trump dilaporkan akan melakukan diskusi lebih lanjut terkait perkara ini dengan anggota Dewan Perwakilan dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi dan Chuck Schumer.

Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan pertama antara Trump dan Pelosi, yang akan memegang kursi ketua DPR pada Kamis ini.

Menanggapi kesepakatan anggaran proyek ini, Pelosi mengusulkan anggaran yang akan mendanai sebagian besar lembaga pemerintah hingga 30 September dengan pengecualian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang mengawasi keamanan perbatasan dan hanya akan menerima dana hingga 8 Februari.

Melalui Twitter, Trump mengatakan biaya proyek yang digagas untuk menghentikan pendatang gelap ini bukan jumlah yang banyak untuk keamanan negara.

"Meksiko membayar untuk Tembok tersebut melalui Kesepakatan Perdagangan USMCA yang baru. Sebagian besar proyek telah dibangun. Kami telah melakukan banyak pekerjaan. Biaya sebesar US$5,6 miliar yang telah disetujui Dewan Perwakilan tak ada artinya jika untuk keamanan nasional," tulisnya.

Mitt Romney, mantan calon presiden dari Partai Republik dan anggota Senat AS, kemudian menanggapi cuitan tersebut melalui sebuah opini di The Washington Post.

"Kata-kata dan tindakan Trump telah menyebabkan kegelisahan di seluruh dunia. Saya tidak bermaksud mengomentari setiap kesalahan atau cuitannya, tapi saya jelas menentang pernyataan atau tindakan yang memecah belah, rasis, seksis, anti imigran, tidak jujur dan merusak demokrasi," tulisnya.

Penutupan pemerintahan dapat terjadi di AS ketika parlemen tak mencapai kesepakatan terkait rencana anggaran untuk menjalankan roda pemerintahan. Dalam situasi seperti ini, semua sistem pemerintahan berhenti, kecuali layanan kesehatan, keamanan, dan tahanan. 

Pemerintahan akan kembali berjalan setelah parlemen menyepakati rancangan anggaran.

Credit CNN Indonesia



https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190103124616-134-358186/trump-ancam-tutup-pemerintahan-as-selama-mungkin




Trump Bilang Iran Bebas Semaunya di Suriah, Pejabat Israel Shock


Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS

TEL AVIV - Seorang pejabat senior Israel, pada hari Kamis (3/1/2019), mengaku shock mendengar komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang tak peduli dengan keberadaan militer Iran di Suriah. 

"Mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan di sana, terus terang," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Rabu waktu Washington. Dia tak peduli rezim Teheran memindahkan pasukannya ke Suriah yang selama ini diperangi Israel.

"Sangat menyedihkan bahwa ia (Trump) tidak memerhatikan materi intelijen," kata pejabat senior Israel yang dilansir Ynet, Kamis (3/1/2019). Pejabat itu berbicara dalam kondisi anonim karena isu tersebut sensitif.

"Saya benar-benar shock," ujarnya. "Trump sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di Suriah dan kubu Iran di sana," imbuh dia.
 
Komentar Trump muncul dua minggu setelah dia membuat kaget pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan mengumumkan bahwa dia memerintahkan penarikan semua pasukan Amerika keluar dari Suriah. 

Tentara AS telah memimpin koalisi internasional anti-kelompok Islamic State atau ISIS dan secara tidak langsung juga membantu menggagalkan pembangunan infrastruktur militer permanen Iran di Suriah. Alasan Trump memerintahkan penarikan pasukan AS dari Suriah karena ISIS sudah dikalahkan.

Israel telah berulang kali memperingatkan dalam beberapa tahun terakhir bahwa Iran berusaha untuk membangun kehadiran militer di Suriah, di mana rezim Teheran berperang bersama proksi Lebanon-nya, Hizbullah, dan Rusia untuk memulihkan pemerintahan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Para pejabat Israel juga telah memperingatkan bahwa ketidakhadiran Amerika akan membuka pintu bagi Teheran untuk menciptakan apa yang disebut "jembatan darat" dari Iran, melalui Irak dan Suriah, ke Lebanon dan ke Laut Mediterania.

Selama beberapa tahun terakhir, Israel telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah yang diklaim menargetkan fasilitas militer Iran dan Hizbullah.

Namun Trump, pada hari Rabu, mengatakan pada pertemuan kabinet bahwa Teheran seperti AS, yakni menarik pasukannya dari Suriah.

Presiden Amerika melanjutkan dengan mengatakan bahwa dalam menarik keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran tahun lalu, Washington telah mengubah kalkulus Teheran dan menghalangi upaya rezim para Mullah itu untuk mengacaukan kawasan.


"Iran bukan lagi negara yang sama," katanya. “Iran menarik orang keluar dari Suriah. Mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan di sana, terus terang, tetapi mereka menarik orang keluar. Mereka menarik orang keluar dari Yaman. Iran ingin bertahan hidup sekarang," katanya.

Keputusan Trump untuk menarik 2.000 tentara Amerika dari Suriah menyebabkan perombakan besar dalam pemerintahannya sendiri. Salah satunya, Menteri Pertahanan James Norman Mattis langsung mengundurkan diri karena tidak setuju dengan keputusan tersebut.

Trump telah menawarkan pandangan tegas pada situasi di Suriah. Menurutnya, Suriah saat ini seperti "pasir dan kematian" sehingga pasukan AS harus ditarik dari negara tersebut. Namun, dia tidak merinci timeline penarikan pasukan tersebut.


Credit Sindonews.com




https://international.sindonews.com/read/1367700/43/trump-bilang-iran-bebas-semaunya-di-suriah-pejabat-israel-shock-1546519950







Trump: Iran Dapat Lakukan Apa yang Mereka Inginkan di Suriah

Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa sejauh yang dia ketahui, Iran dapat melakukan apa yang mereka inginkan di Suriah.

Trump membuat komentar tersebut selama percakapan dengan wartawan di akhir pertemuan kabinet di Gedung Putih pada hari Rabu waktu Washington. "Iran menarik orang keluar dari Suriah, tetapi mereka terus terang dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan di sana," kata Trump.

Trump juga menolak untuk secara langsung menjawab pertanyaan tentang timeline penarikan pasukan AS dari Suriah. Dia hanya mengatakan penarikan pasukan AS akan terjadi selama periode waktu.

"Saya tidak tahu, seseorang mengatakan empat bulan tetapi saya juga tidak mengatakannya," ujarnya, seperti dikutip Haaretz, Kamis (3/1/2019). 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan dalam beberapa hari terakhir bahwa dia meminta Trump untuk memperpanjang proses penarikan pasukan Amerika dari nagara Republik Arab Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad.

Seorang pejabat administrasi Trump mengatakan kepada New York Timespada hari Senin bahwa Trump telah setuju untuk penarikan pasukan AS secara bertahap. Sikap Trump itu muncul setelah ada tekanan dari para pejabat militer dan politisi Amerika.

Para pejabat itu menambahkan bahwa Trump telah memberi kesempatan kepada militer AS selama empat bulan untuk menarik 2.000 tentara yang saat ini berada di Suriah.

"Kami ingin melindungi orang Kurdi, tetapi saya tidak ingin berada di Suriah selamanya. Itu pasir dan itu kematian," imbuh Trump.

Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintahannya tidak tertarik menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh Suriah. 

"Kami tidak ingin Suriah. Obama menyerahkan Suriah tahun lalu ketika dia tidak melanggar garis merah. Saya lakukan ketika saya menembak 59 rudal, tetapi itu sudah lama sekali," ujarnya. 

"Dan ketika Presiden Obama memutuskan untuk tidak melanggar pernyataannya yang tidak pernah melewati garis merah dan kemudian mereka (Suriah) melakukannya dan dia tidak melakukan apa-apa tentang hal itu," papar Trump.

Presiden AS itu juga membahas ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok Islamic State atau ISIS, yang dia klaim telah dikalahkan ketika dia mengumumkan keputusannya untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

"Ketika kita membunuh ISIS, jika kita tidak—maka semua orang mengatakan mereka akan datang ke negara kita, ya itu mungkin benar dalam persentase yang sangat kecil tetapi Anda tahu ke mana mereka pergi? Ke Iran, yang membenci ISIS lebih dari kita. Mereka pergi ke Rusia, yang membenci ISIS lebih dari kita. Jadi kita membunuh dan kemudian saya membaca ketika kita menarik (pasukan), Rusia senang. Rusia tidak bahagia. Anda tahu mengapa mereka tidak bahagia? Karena mereka suka ketika kita membunuh ISIS karena kita membunuh mereka (ISIS) untuk mereka (Rusia). Dan kita membunuh mereka untuk Assad. Dan kita membunuh ISIS juga untuk Iran."


Sementara itu, politisi Republik, Ted Deutch, mengatakan bahwa Trump tidak memiliki pemahaman dasar tentang kebijakan luar negeri yang strategis. Menurutnya, hal itu sangat mengejutkan. "Iran melakukan 'apa yang mereka inginkan' di Suriah adalah ancaman bagi kepentingan AS dalam seluruh wilayah," katanya, mengacu pada komentar Trump.

Keputusan Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah telah dikritik habis-habisan oleh penasihat keamanan nasionalnya serta para anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik. Beberapa di antaranya memintanya untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. 

Keputusan Trump itu juga memicu Menteri Pertahanan James Norman Mattis mengundurkan diri. Selain itu, utusan AS untuk koalisi yang memerangi militan ISIS juga mengundurkan diri sebagai protes.




Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1367621/42/trump-iran-dapat-lakukan-apa-yang-mereka-inginkan-di-suriah-1546504892




AS akan Gelar Latihan Rudal di Jepang


Ilustrasi Rudal

CB, TOKYO -- Militer AS tahun ini akan menggelar latihan rudal pertama di sekitar Pulau Okinawa, Jepang. Rencana latihan tersebut menunjukkan, Washington tampaknya tengah berupaya untuk menangkal dominasi Cina yang semakin kuat.

Surat kabar Sankei Shimbun melaporkan tanpa mengutip sumber, militer AS telah mengatakan kepada Jepang bahwa mereka berencana untuk mengerahkan rudal surface-to-ship di Okinawa tahun ini. Pengerahan dilakukan untuk keperluan latihan rudal yang baru pertama kali digelar AS bersama Jepang.

Latihan itu akan melibatkan peluncur roket bergerak yang dapat dijadikan senjata balasan terhadap potensi serangan rudal balistik surface-to-sea Cina.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal perang Cina telah sering berlayar melalui perairan dekat Okinawa, tempat sebagian besar pasukan AS di Jepang berpangkalan.

Para pengamat mengatakan, aktivitas maritim Cina yang semakin aktif adalah bagian dari rencana untuk membangun kendali perairan. Cina ingin membentuk "rantai pulau pertama" yang menghubungkan Okinawa, Taiwan, dan Filipina.

Beberapa pengamat juga meyakini Beijing tengah berupaya untuk mengakhiri dominasi militer AS di Pasifik barat dengan mengendalikan kendali "rantai pulau kedua". Rantai ini menghubungkan Pulau Ogasawara di selatan Jepang, wilayah AS di Guam, dan Indonesia.

Peningkatan militer Cina yang cepat telah membuat negara-negara tetangganya di Asia gelisah. Kepala pertahanan Jepang tahun lalu mengatakan Cina telah secara sepihak meningkatkan kegiatan militernya pada tahun-tahun sebelumnya.

Channel News Asia melaporkan, Beijing menegaskan kegiatan itu sebagai bentuk pertahanan diri. Meskipun persaingan militer meningkat, AS dan Cina adalah mitra dagang terbesar bagi masing-masing negara. Cina adalah salah satu pemegang utang nasional terbesar AS.

Namun, ketidakseimbangan perdagangan bilateral besar-besaran telah menyebabkan gesekan antara dua ekonomi utama dunia itu. Washington dan Beijing mengenakan tarif mahal untuk barang-barang senilai lebih dari 300 miliar dolar AS dalam total perdagangan dua arah tahun lalu.


Credit REPUBLIKA.CO.ID



https://m.republika.co.id/berita/internasional/amerika/19/01/03/pkqxip382-as-akan-gelar-latihan-rudal-di-jepang




Veteran Tolak Petisi untuk Ubah Malaysia Jadi Negara Islam

Ilustrasi unjuk rasa di Malaysia. (REUTERS/Sadiq Asyraf)


Jakarta, CB -- Kelompok veteran yang tergabung dalam Asosiasi Patriot Nasional (Patriot) menolak sebuah petisi berisikan seruan mendeklarasikan Malaysia sebagai negara Islam. Petisi itu dibuat oleh Ikatan Muslimin Malaysia (Isma).

Patriot menganggap Undang-Undang Federal harus tetap sesuai seperti yang diinginkan para pendiri negara Malaysia. Presiden Patriot, Brigadir Jenderal (Purnawirawan) Mohamed Arshad Raji, mengatakan setiap gagasan yang ingin mengubah konstitusi harus bertujuan mengubah negara semakin demokratis, bukan otokratis.

"Patriot bersama G25 menyatakan bahwa kami tidak akan mendukung amandemen yang akan menganti ideologi negara dari sebuah rezim demokratis menjadi sebuah rezim otoriter atau teokrasi," kata Arshad melalui sebuah pernyataan pada Kamis (3/1).

G25 merupakan kelompok yang terdiri dari orang-orang etnis Melayu terkemuka yang dikenal karena mendorong paham Islam moderat di Negeri Jiran.

Dalam pernyataan itu, Arshad juga mengatakan Isma harus menjelaskan lebih detail lagi apa yang mereka maksud sebagai "negara Islam."

"Jika itu berarti sistem pemerintahan digerakan oleh dewan ulama yang akan menggantikan sistem parlementer yang demokratis saat ini, maka (amandemen) akan sia-sia karena mayoritas warga Malaysia tidak akan mendukung petisi itu," katanya seperti dikutipThe Strait Times.

Arshad mengatakan sebagai contoh, banyak negara-negara dengan sistem teokratis menjadi tidak teratur. Sebagian pemerintahannya cenderung tidak progresif bahkan hingga menjadi sebuah negara gagal.

Dia menuturkan Malaysia tak perlu menjadi negara Islam lantaran selama ini Negeri Jiran telah menganut prinsip-prinsip agama tersebut dalam pemerintahan.

Arshad mengatakan Malaysia bahkan mengakui Islam sebagai agama resmi negara.

"Patriot juga berpandangan bahwa di bawah konstitusi demokratis saat ini, negara kita memiliki peluang lebih baik untuk berkembang menjadi negara yang bersatu dan sukses daripada di bawah Konstitusi yang didasarkan pada teokratis."



Credit CNN Indonesia






Diplomat Korut yang Membelot di Italia Dilaporkan Menghilang


Ilustrasi. (Reuters/Edgar Su)

Jakarta, CB -- Seorang diplomat Korea Utara yang disebut membelot di Italia, Jo Song Gil, dikabarkan menghilang untuk bersembunyi.

Hal itu dipaparkan seorang anggota parlemen Korsel, Kim Min-ki, setelah melakukan pertemuan tertutup dengan pejabat intelijen terkait kasus tersebut pada Kamis (3/1).

Surat kabar Korsel, JoongAngIlbo, melaporkan Jo merupakan seorang Pelaksana Tugas Duta Besar Korut untuk Italia.

"Masa tugas Plt Dubes Jo Song Gil berakhir pada akhir November lalu. Dia melarikan diri dari kompleks diplomatik sejak awal November lalu bersama istrinya," ucap Kim.

Pada akhir 2018 lalu, Korut sendiri mengumumkan bahwa negaranya telah mengirimkan perwakilan baru untuk Roma.

Pertemuan parlemen Korsel dengan badan intelijen hari ini dilakukan menyusul laporan JoongAngIlbo yang menyebut bahwa Jo bersama keluarganya tengah mengajukan suaka ke salah satu negara Barat.

"Dia (Jo) mencari suaka awal bulan lalu," bunyi laporan JongAngIlbo mengutip sumber diplomatik seperti dilansir AFP.

Sementara itu, otoritas Italia disebut tengah "bersusah payah" melakukan apa yang semestinya dilakukan, tapi mengatakan aparat "sudah melindunginya" di tempat aman.

Namun, Kementerian Luar Negeri Italia mengaku tidak mengetahui apa-apa perihal pembelotan dan pengajuan suaka tersebut.

Sumber diplomatik mengatakan Kemlu Italia tidak memiliki indikasi atau informasi awal jika Jo telah mengajukan suaka kepada Italia. 

Jo telah menjadi Plt Dubes di Roma sejak Oktober 2017 lalu menyusul pengusiran Dubes Korut untuk Italia, Mun Jong Nam. 

Mun diusir sebagai bentuk protes Italia terkait uji coba nuklir sebulan sebelumnya yang melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mengutip ahli Korut, JoongAngIlbomelaporkan Jo dikenal sebagai anak atau menantu dari salah satu pejabat tertinggi negara terisolasi itu.

Jika berita pembelotan Jo terkonfirmasi, dia akan menambah panjang daftar nama diplomat dan pejabat tinggi Korut yang membelot dari rezim Kim Jong-un.

Pada 2016 lalu, wakil duta besar Korut untuk Inggris, Thae Yong Ho, dan keluarganya membelot ke Korsel. Saat itu, Thae menjadi diplomat tertinggi Korut yang membelot.

Selama ini, berdasarkan aturan, para diplomat Korut yang ditempatkan ke luar negeri tak boleh membawa seluruh anggota keluarganya bertugas. 

Para diplomat tersebut diharuskan meninggalkan salah satu anggota keluarganya, pada umumnya anak, di Pyongyang guna menghindari potensi membelot.

Credit CNN Indonesia



https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190103200155-134-358325/diplomat-korut-yang-membelot-di-italia-dilaporkan-menghilang




Kapal Perang China Diduga Dilengkapi Railgun Elektromagnetik


Salah satu foto kapal militer China yang diduga dilengkapi railgun elektromagnetik. Foto/Twitter @dafengcao/ The Sun

BEIJING - Media sosial Weibo dihebohkan dengan beredarnya foto penampakan kapal perang China yang dilengkapi dengan senjata futuristik bertenaga tinggi. Senjata itu diduga merupakan railgun elektromagnetik yang mampu menembakkan amunisi lima kali kecepatan suara.

Foto itu diunggah ke Weibo oleh blogger dengan nama akun "Defence Blogger Haohan-Red Shark" pada 29 Desember lalu. Foto itu memperlihatkan kapal tank landingHaiyangshan kelas Yuting tipe 07211 dengan senjata besar misterius di atasnya.

China tidak pernah bersedia mengonfirmasi senjata futuristik itu. Namun, CNBC mengutip sumber anonim mengungkap keberadaan senjata pada 2011 dan Amerika Serikat telah mengejar teknologi tersebut sejak 2005.

Dengan menggunakan rel magnetik daripada bubuk mesiu, senjata ini mampu mengirim amunisi terbang hingga ratusan kilometer.


Berbicara kepada nine.com.au, Kamis (3/1/2019), analis senior Australian Strategic Policy Institute, Dr Malcolm Davis, mengatakan bahwa senjata itu ada di "LPD" atau sejenis kapal amfibi.

Namun Davis mengatakan jika China memiliki railgun elektromagnetik yang berfungsi penuh, maka mereka memiliki keunggulan dibandingkan pasukan Angkatan Laut AS, yang bereksperimen dengan teknologi itu tetapi tidak membuat banyak kemajuan.

Dia juga menguraikan keuntungan besar yang dimiliki senjata futuristik tersebut.

"Konsep railgun adalah bahwa ia menggunakan energi elektromagnetik untuk mempercepat proyektil ke kecepatan hipersonik," kata Davis.

"Ini memiliki sejumlah keuntungan. Pertama; kecepatan semata, kedua; jarak jangkau, dan ketiga mengurangi biaya dibandingkan dengan peluru kendali, dan akhirnya, mengurangi risiko kapal yang membawa amunisi, mengingat bahwa tidak perlu putaran eksplosif. Putaran itu menimbulkan kerusakan," katanya.


Davis menunjukkan secara teoritis senjata seperti itu dapat mengubah perang angkatan laut.

Dia mengatakan jika orang China telah memecahkan tantangan teknis, dan memiliki senapan rel, operasional mereka secara teori dapat menembakkan proyektil hipersonik.

"Jika China akan memperkenalkan ini sebagai kemampuan operasional di dalam Angkatan Laut PLA (Tentara Pembebasan Rakyat)—mungkin pada kapal perang China di masa depan— itu bisa menjadi pengubah permainan (game changer)," kata Davis.

Intelijen AS sebelumnya memperkirakan China baru bisa memiliki railgun elektromagnetik pada tahun 2025.



Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1367689/40/kapal-perang-china-diduga-dilengkapi-railgun-elektromagnetik-1546516376





Angkatan Darat Rusia Kini Dilengkapi Sistem Rudal Iskander-M

Sistem rudal Iskander-M milik militer Rusia. Foto/REUTERS/Sergei Karpukhin

MOSKOW - Pasukan rudal Angkatan Darat Rusia sepenuhnya akan dilengkapi dengan sistem rudal Iskander-M pada 2019. Kementerian Pertahanan setempat mengumumkannya dalam sebuah pernyataan.

“Pada 2019, proses melengkapi pasukan rudal Angkatan Darat Rusia dengan sistem rudal Iskander-M akan selesai. Sesuai dengan perintah pertahanan negara, pabrikan akan menyerahkan unit sistem Iskander-M ke Distrik Militer Barat," bunyi pernyataan kementerian tersebut, yang dikutip kantor berita TASS, kemarin.

Sistem rudal balistik Iskander-M mampu mencapai target pada jarak hingga 500 km. Senjata ini diklaim mampu menghancurkan sistem roket multi-peluncuran, senjata artileri jarak jauh, pesawat terbang dan helikopter di aerodromes, pos komando dan pusat komunikasi. 

Moskow bahkan mengklaim sistem tersebut mampu mengatasi segala pertahanan udara yang ada.

Sekitar 200 jenis senjata baru akan diuji coba di kawasan Kapustin Yar di Wilayah Astrakhan selatan, Rusia, pada 2019.

"Pada 2019, sekitar 200 jenis senjata baru direncanakan akan diuji, yang sepadan dengan jumlah (pada) 2018 dan setengahnya sebanyak pada 2017," lanjut kementerian tersebut.


Menurut Kementerian Pertahanan, jumlah tes senjata yang dilakukan di situs tersebut telah meningkat dalam dua tahun terakhir. "Ketika langkah-langkah sedang diambil untuk mengimplementasikan program persenjataan negara, berbagai barang yang diuji akan diperluas dalam dua tahun mendatang," imbuh kementerian itu.

Meningkatkan perlindungan fasilitas militer dan menguji senjata mulai dari peralatan intelijen hingga sistem panduan senjata presisi akan menjadi prioritas utama militer Moskow. Selain itu, pengembangan metode untuk menguji senjata canggih dan perangkat keras militer juga akan berlanjut.






Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1367663/41/angkatan-darat-rusia-kini-dilengkapi-sistem-rudal-iskander-m-1546511477