Jumat, 25 Mei 2018

Rusia Tolak Kesimpulan Rudalnya Tembak Jatuh Pesawat MH17



Rusia Tolak Kesimpulan Rudalnya Tembak Jatuh Pesawat MH17
Bangkai pesawat Malaysia Airlines MH17 di Donetsk Ukraina. Pesawat pembawa ratusan orang itu ditembak jatuh pada 17 Juli 2014. Foto/REUTERS/Maxim Zmeyev


MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia menolak kesimpulan tim investigator internasional bahwa sistem rudal anti-pesawat Moskow yang menjatuhkan pesawat Malaysia Airlines MH17. Ada 12 penumpang asal Indonesia di dalam pesawat Malaysia yang ditembak jatuh di wilayah udara Ukraina pada 17 Juli 2014 tersebut.

Militer Moskow mendesak penyelidikan yang dipimpin Belanda untuk fokus mempelajari fakta-fakta keras, bukan pada gambar di media sosial.

"Tidak ada satu pun sistem rudal anti-pesawat dari Angkatan Bersenjata Rusia yang pernah melintasi perbatasan Rusia-Ukraina," kata kementerian pertahanan dalam pernyataan.

Militer Rusia "mengangkat alis" dengan kesimpulan tim investigasi internasional tersebut. "Penentuan penyelidikan yang dipimpin Belanda membenarkan kesimpulannya dengan hanya menggunakan gambar dari jejaring sosial yang telah diubah secara canggih dengan alat edit grafis komputer," lanjut pernyataan kementerian tersebut.

Kementerian itu menunjukkan bahwa gambar yang digunakan dalam konferensi pers Joint Investigation Team (JIT) pada hari Kamis disediakan oleh layanan khusus Ukraina. Gambar itu sebelumnya telah ditampilkan oleh kelompok aktivis investigasi online Inggris; Bellingcat.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyelidikan yang dipimpin Belanda mengumumkan bahwa rudal yang menjatuhkan pesawat Malaysia Airlines MH17 pada Juli 2014 berasal dari sistem rudal Buk militer Rusia yang menyeberang ke Ukraina dan kemudian kembali ke pangkalannya di Rusia barat.

Para penyelidik mengklaim sistem rudal yang terlibat berasal dari "Brigade Misil Antipesawat ke-53" yang berbasis di Kursk, Rusia. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, JIT pada dasarnya hanya mengulangi kesimpulan yang dibuat oleh Bellingcat setahun yang lalu.

"Bagian yang mengkhawatirkan dalam penyelidikan JIT adalah bahwa para penyelidik Belanda sepenuhnya mengabaikan dan menolak kesaksian para saksi mata dari komunitas Ukraina terdekat," lanjut kementerian tersebut, yang dilansir Russia Today, Jumat (25/5/2018).

"Kesaksian, bagaimanapun, memberikan informasi penting yang menunjukkan peluncuran rudal dilakukan dari wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Ukraina," imbuh kementerian tersebut.


Pesawat MH17 saat ditembak jatuh di wilayah udara Ukraina membawa 283 penumpang dan 15 awak. Dari ratusan penumpang itu, 12 di antaranya berasal dari Indonesia.

Data 12 penumpang asal Indonesia itu disampaikan pihak maskapai kepada Kementerian Perhubungan Indonesia tahun 2014 silam.

Mereka yang jadi korban antara lain; Hadiono Gunawan, Yodricunda Theistiasih, Ketut Wiartini, Yuli Hastini, Vickline Kurniati Kardia, Supartini, Hendry, Gerda Leliana Lahendra, Wether Smallenburg, Jane M Adi Soetjipto, Wayan Sujana, dan Clarice Yelena Huizen. 






Credit  sindonews.com






Penyelidik Sebut Rudal Rusia Tembak Jatuh Pesawat MH17


Penyelidik Sebut Rudal Rusia Tembak Jatuh Pesawat MH17
Para penyelidik jatuhnya Malaysia Airlines MH17 di Ukraina Timur pada 2014 menyimpulkan bahwa yang menembak jatuh pesawat adalah rudal buatan Rusia. (REUTERS/Maxim Zmeyev)



Jakarta, CB -- Para penyelidik jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina Timur pada 2014 menyimpulkan bahwa rudal yang menembak jatuh pesawat adalah milik kelompok pemberontak separatis Rusia.

Pesawat tersebut dihantam rudal buatan Rusia pada 17 Juli 2014 bersama 298 penumpang dan awaknya di wilayah yang dikuasai pemberontak Ukraina. Dua pertiga di antaranya warga Belanda. Sebelas di antaranya warga Indonesia. Seluruhnya tewas.

Wilbert Paulissen, Kepala Penyelidik Kejahatan Kepolisian Belanda menyatakan rudal ditembakkan dari sebuah kapal induk milik Brigade Anti-Pesawat ke-53.




Penyelidik Sebut Rudal Rusia Tembak Jatuh Pesawat MH17
Foto: REUTERS/Michael Kooren


"Seluruh kendaraan dalam konvoi membawa rudal itu adalah bagian dari pasukan Rusia," kata Paulissen, dalam konferensi pers yang ditayangkan televisi.



Rusia membantah terlibat dalam insiden itu. Belum ada komentar langsung dari Moskow terkait perkembangan penyelidikan.

Penyidik menyatakan mereka belum dapat mengidentifikasi tersangka individual secara terbuka atau mengeluarkan dakwaan. Pertanyaannya apakah anggota Brigade ke-53 terlibat dalam jatuhnya pesawat masih dalam penyelidikan.

Pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines MH17 sedang menempuh penerbangan dari Amsterdam menunju Kuala Lumpur, Pesawat itu pecah di udara setelah dihantam sebuah rudal di atas wilayah Ukraina Timur yang dikuasai pemberontak pro-Rusia.




Credit  cnnindonesia.com





Koalisi pimpinan Amerika Srikat serang posisi militer Suriah di gurun


Koalisi pimpinan Amerika Srikat serang posisi militer Suriah di gurun

Ilustrasi peluru kendali Tomahawk dari kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat. (Reuters)



Damaskus, Suriah (CB) - Pesawat tempur koalisi pimpinan Amerika Serikat menyerang dua posisi militer Suriah di wilayah gurun di Suriah Timur, Kamis pagi, demikian pernyataan Media Perang Militer Suriah dan sekutunya.

Serangan tersebut ditujukan ke posisi militer di lingkungan stasiun minyak T-2 di pinggir selatan Provinsi Deir Az-Zour di Suriah Timur, kata laporan itu.

Laporan tersebut tidak memberi perincian lebih lanjut, tapi satu sumber menyatakan, serangan itu dilancarkan pada pukul 00.50 (04.50 WIB) Kamis. Ditambahkannya, belum ada keterangan mengenai kerugian.

Serangan saat larut malam tersebut dilancarkan saat para pegiat melaporkan pemboman antara militer Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang didukung Amerika Serikat, di pinggir Deir Az-Zour pada Rabu.

Menurut laporan sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel telah menyerang beberapa posisi militer Suriah belum lama ini, dengan daerah sasaran tempat para ahli militer Iran berada.

Peningkatan bentrokan itu adalah bagian dari ketegangan antara pemerintah Suriah dan sekutunya, Iran, di satu pihak dan Amerika Serikat bersama Israel di pihak lain.

Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Rabu mengatakan beberapa pihak internasional, terutama Barat --yang terpisah dari kenyataan ketika sampai pada pendekatan terhadap situasi di Suriah, adalah penghalang bagi dicapainya terobosan di jalur politik.

Ia juga mendesak pihak semacam itu agar memperlihatkan jumlah minimal kenyataan politik, menghentikan dukungan buat terorisme dan menerima jalur politik.

Ia mengeluarkan pernyataan tersebut ketika bertemu dengan Utusan Presiden Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentiev, yang sedang berkunjung.

Serangan pada Kamis dini hari dilancarkan saat Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, mengatakan kepada lembaga berita Rusia, Sputnik, bahwa keluarnya Iran dan kelompok gerilyawan Lebanon, Hizbullah, dari Suriah tidak masuk dalam agenda pembahasan, sebab kekuatan itu telah datang ke Suriah atas undangan pemerintah.





Credit  antaranews.com






Parlemen Inggris Desak Penjualan Senjata ke Israel Disetop


Anggota parlemen Inggris, Richard Burden
Anggota parlemen Inggris, Richard Burden
Foto: Birmingham Post

Gerakan ini muncul setelah pembantaian tentara Israel terhadap warga Palestina




CB, LONDON -- Sebuah gerakan yang disponsori oleh beberapa anggota parlemen Inggris mendesak pemerintah untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel. Gerakan itu muncul setelah pembantaian yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap warga sipil Palestina yang melakukan aksi unjuk rasa damai.


Gerakan yang dinamakan sebagai The Early Day Motion itu didukung olehsejumlah anggota parlemen termasuk Richard Burden dari Labour Party atau Partai Buruh. Gerakan tersebut mencatat dengan keprihatinan bahwa lisensi Inggris telah diberikan dalam dua tahun terakhir untuk ekspor ke Israel dari kategori komponen senjata dan senjata.

Menurut para anggota parlemen tersebut, senjata dan komponen itu. Termasuk sniper dan senapan serbu, pistol, pemandangan senjata, peralatan penargetan, amunisi untuk senjata kecil dan granat, tabung asap, tank, helikopter tempur dan helikopter militer, dukungan militer dan pesawat tempur, serta peralatan perlindungan pengendalian huru hara sipil.


Mosi tersebut mengungkapkan kekhawatiran bahwa menteri pemerintah telah menyatakan bahwa mereka tidak mengumpulkan data tentang penggunaan peralatan tersebut setelah penjualan. Para anggota parlemen itu mencatat bahwa kriteria dua dan empat dari kriteria terkonsolidasi pada ekspor senjata menghalangi perizinan di mana ada risiko bahwa barang akan digunakan untuk penindasan internal atau dalam pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.


Mereka juga meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kebutuhan untuk tidak mempengaruhi stabilitas regional yang merugikan dalam cara yang signifikan. Selain itu juga dengan terang-terangan memfasilitasi penggunaan senjata api oleh pasukan Israel melawan Palestina di Gaza.


Mosi itu diakhiri dengan menyebut permintaan untuk penangguhan penjualan persenjataan Inggris ke Israel kecuali dapat dibuktikan bahwa senjata dan komponen yang diimpor dari Inggris hanya digunakan sesuai dengan kriteria konsolidasi. Badan amal Inggris War on Want juga termasuk di antara mereka yang mendesak dukungan untuk The Early Day Motion.


"Pemerintah Inggris secara langsung terlibat dalam kekerasan Israel terhadap Palestina, dan tahu bahwa senjata-senjata ini digunakan untuk kekerasan brutal dan untuk pelanggaran berat hukum internasional, namun pihaknya memungkinkan perdagangan senjata ini berlanjut," kata badan amal tersebut, dikutip Middle East Monitor, Kamis (24/5).




Credit  republika.co.id







Hamas Kecam Foto Dubes AS dengan Al-Aqsa Diganti Kuil Yahudi



Hamas Kecam Foto Dubes AS dengan Al-Aqsa Diganti Kuil Yahudi
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel David Friedman berpose dengan poster Masjid al-Aqsa digantikan kuil Yahudi. Foto/Times of Israel


GAZA - Hamas melayangkan kecaman atas munculnya foto Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, David Friedman dengan gambar yang menunjukan kuil Yahudi menggantikan Masjid al-Aqsa, dengan ditempatkan di atas situs suci umat Islam tersebut.

"Perilaku rasis ini mencerminkan kemitraan AS dengan pendudukan Israel dalam serangan terhadap kepekaan rakyat Palestina dan seluruh dunia Arab dan Muslim," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum dalam sebuah pernyataan.

"Kami menyerukan adopsi tindakan balasan dengan maksud untuk melindungi Masjid Al-Aqsa dan mendukung orang-orang kami di Yerusalem," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (24/5).

Kedutaan Besar AS di Israel sendiri telah mengatakan bahwa Friedman telah menjadi korban penipuan. Friedman ditipu agar mau difoto menerima poster Yerusalem Timur dengan masjid al-Aqsa yang dihormati umat Muslim telah dihilangkan.

Sebuah pernyataan kedutaan AS mengatakan, gambar itu didorong di depan Friedman tanpa persetujuannya selama kunjungan ke lembaga amal di Bnei Brak, dekat Tel Aviv.

"Duta Besar Friedman tidak menyadari gambar yang di dorong di depannya ketika foto itu diambil. Dia sangat kecewa bahwa siapa pun yang memanfaatkan kunjungannya ke Bnei Brak untuk menciptakan kontroversi," kata kedubes AS.

Dikatakan bahwa pihaknya menuntut permintaan maaf dari badan amal Achiya, seorang pejabat yang telah mempresentasikan gambar itu kepada Friedman. Kedutaan AS menegaskan bahwa pihaknya tidak mendukung perubahan status tempat suci Yerusalem. 






Credit  sindonews.com





Israel Peringatkan Damaskus Tak Halau Serangan Mereka di Suriah


Israel Peringatkan Damaskus Tak Halau Serangan Mereka di Suriah
Seorang perwira senior AU Israel mengatakan, jet tempur Israel akan terus beroperasi di wilayah udara Suriah selama operasi itu dianggap perlu dilakukan. Foto/Istimewa


TEL AVIV - Seorang perwira senior Angkatan Udara Israel mengatakan, jet-jet tempur Israel akan terus beroperasi di wilayah udara Suriah selama operasi itu dianggap perlu dilakukan. Perwira itu kemudian memperingatkan Damaskus untuk tidak menghalau serangan yang mereka lakukan.

Perwira yang berbicara dalam kondisi anonim itu mengatakan, Israel melakukan serangan ke Suriah bukan karena mereka adalah negara yang agresif. Serangan ini dilakukan, menurut perwira itu, semata-mata untuk menghapuskan ancaman yang ditimbulkan Iran.

"Kami tidak melakukan ini karena kami agresif, tetapi karena kami terus-menerus harus secara aktif membela negara Israel. Ini adalah satu-satunya hal yang mencegah langkah-langkah ofensif oleh Iran," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (24/5).

Dia kemudian memperingatkan Suriah agar tidak menggunakan pertahanan udara untuk menghalau serangan yang mereka lakukan, terlebih untuk tidak menggunakanya untuk menjatuhkan jet tempur Israe. Perwiwa itu menyebut ada konsekuensi serius jika Damaskus melakukan hal itu.

"Setiap  sistem pertahanan udara yang menembaki pesawat Israel akan hancur. Setiap sistem pertahanan udara yang tidak menembaki kami tidak akan hancur. Kebijakan ini akan terus berlanjut," tukasnya.





Credit  sindonews.com





Sistem Pertahanan Suriah Halau Serbuan Rudal di Bandara Militer


Sistem Pertahanan Suriah Halau Serbuan Rudal di Bandara Militer
Lokasi bandara militer Dabaa, dekat Homs, Suriah, yang jadi lokasi serangan rudal. Israel yang dicurigai sebagai pelaku serangan memilih bungkam. Foto/Twitter @sfrantzman


BEIRUT - Media pemerintah Suriah, SANA, menyatakan sebuah bandara militer dekat kota Homs jadi target serangan rudal musuh pada hari Kamis. Namun, serangan rudal dihalau oleh sistem pertahanan udara.

Damaskus tidak menyebut musuh yang meluncurkan serangan rudal. Namun, media Beirut melaporkan pesawat-pesawat tempur Israel terbang di atas wilayah udara Lebanon saat serangan berlangsung.

"Salah satu bandara militer kami di wilayah tengah terkena serangan rudal musuh, dan sistem pertahanan udara kami menghadapi serangan itu dan mencegahnya mencapai tujuannya," bunyi laporan kantor berita SANA, yang dilansir Reuters, Jumat (25/5/2018).

Media pemerintah Presiden Bashar al-Assad tersebut sebelumnya melaporkan adanya suara ledakan di dekat bandara Dabaa, sekitar 20km (12 mil) sebelah barat daya dari pusat Kota Homs dan dan 10km (6 mil) dari perbatasan Lebanon.

Militer Israel memilih bungkam atau tidak berkomentar terkait serangan rudal yang menghantam bandara militer Suriah. Selama ini, militer negara Yahudi itu khawatir dengan Iran dan Hizbullah Lebanon yang mengubah Suriah menjadi lokasi perlawanan baru terhadap Israel.

Militer Israel telah berkali-kali menyerang basis tentara Suriah, Hizbullah dan basis-basis lain yang dianggap sebagai markas militer Iran di Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan pasukan Hizbullah dan milisi lain yang bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad ditempatkan di bandara militer Dabaa. Namun, belum ada informasi tentang kemungkinan jatuhnya korban jiwa dalam serangan terbaru ini.

Juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Kone Faulkner, ketika ditanya tentang laporan serangan itu, mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS yang memerangi kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah tidak melakukan serangan, terlebih menargetkan pasukan Suriah.

Laporan lain dari kubu oposisi Suriah, serangan itu berasal dari Israel dengan target basis sistem anti-rudal Suriah di bandara Dabaa di dekat Homs. Seorang perwira tinggi oposisi Suriah memperkirakan bahwa empat rudal Israel menghancurkan sistem pertahanan udara Suriah dan beberapa orang tewas. 





Credit  sindonews.com




Amerika Serikat Tinjau Ulang Penjualan Senjata ke Arab Saudi


Presiden Donald Trump memberikan pernyataannya di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 13 April 2018. Donald Trump memberi pernyataan akan melakukan serangan ke Suriah terkait penggunaan senjata kimia di Suriah. (AP Photo/Susan Walsh)
Presiden Donald Trump memberikan pernyataannya di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 13 April 2018. Donald Trump memberi pernyataan akan melakukan serangan ke Suriah terkait penggunaan senjata kimia di Suriah. (AP Photo/Susan Walsh)

CB, Jakarta - Sejumlah sumber di Amerika Serikat menyatakan pemerintah Presiden Donald Trump saat ini tengah meningkatkan ekspor senjata, meminta Kongres meninjau kembali penjualan lebih dari 12 ribu amunisi ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Menurut sumber, sebagaimana dikutip Middle East Monitor, Trump menggunakan pengaruh politiknya dalam usaha meningkatkan penjualan senjata guna membantu pertumbuhan lapangan pekerjaan di dalam negeri.


Bangunan dan mobil yang rusak dekat bangunan Istana Kepresidenan yang hancur akibat serangan udara di Sanaa, Yaman, 7 Mei 2018. Serangan udara koalisi Arab Saudi menewaskan 6 orang dan 30 lainnya luka-luka. AP
"Tahun lalu, pemerintahannya setuju menjual senjata senilai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 99 triliun (kurs Rp 14.158 per dolar) ke Arab Saudi," ujar sumber yang tak mau disebutkan namanya.
Kesepakatan penjualan senjata antara Amerika Serikat dan Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran sejumlah anggota Kongres atas penggunaan senjata Amerika Serikat dalam perang melawan milisi Houti di Yaman oleh Arab Saudi yang menewaskan ribuan warga sipil sejak Maret 2015.
Seorang pria berjalan dekat reruntuhan bangunan Istana Kepresidenan yang rusak akibat serangan udara koalisi Arab Saudi di Sanaa, Yaman, 7 Mei 2018. Istana kepresidenan Yaman sekarang dipakai oleh pemberontak Houthi sebagai kantor pemerintahan mereka. AP
Salah seorang pejabat di Raytheon Company, pabrik amunisi terbesar di Amerika Serikat, menolak memberikan komentar atas berita tersebut.

Kantor berita Reuters mengutip keterangan beberapa sumber di pemerintahan dan Kongres, saat ini, Kongres sedang membahas peninjauan kembali penjualan senjata kepada kedua negara, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.






Credit  tempo.co





Amerika Serikat Kontak Bekas Musuh di Irak, Moqtada al-Sadr


Pemimpin Syiah Irak, Muqtada al-Sadr. [Middle East Eye]
Pemimpin Syiah Irak, Muqtada al-Sadr. [Middle East Eye]

CB, Jakarta - Amerika Serikat mengontak anggota koalisi politik di Irak yang dipimpin oleh bekas musuhnya, ulama Syiah Moqtada al-Sadr, setelah memenangkan pemilu. Keterangan tersebut disampaikan oleh pembantu dekat Sadr seperti dikutip Middle East Monitor.
"Kemenangan Sadr sangat mengejutkan dan menempatkannya dalam posisi yang sangat kuat untuk membentuk pemerintahan baru," ucapnya.


Ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr berbicara dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi di Baghdad, Irak 20 Mei 2018. Iraqi Prime Minister Media Office/Handout via REUTERS
Kemenangan luar biasa oleh aliansi Sairoon yang dipimpin oleh Sadr dalam pemilihan parlemen pekan lalu membuat Washington canggung. Milisi bersenjata Mehdi yang dipimpin Sadr pernah bertempur melawan pasukan Amerika Serikat setelah Saddam Hussein jatuh pada 2003.
Meskipun keduanya pernah bermusuhan, Washington dan Sadr, seorang nasionalis, sepakat menentang pengaruh Iran di Irak dengan cara mempersenjatai, melatih dan mendanai milisi serta menjalin kedekatan dengan sejumlah politikus.
Dhiaa al-Asadi, pembantu dekat Sadr, mengatakan, beberapa pejabat Amerika Serikat telah menggunakan perantara berinisiatif menghubungi anggota aliansi Sairoon.
Muqtada Al-Sadr, kiri, berjabat tangan dengan pemimpin Syiah Ammar Al-Hakim di Bagdad. (AP Photo)
"Mereka menanyakan posisi apa yang diminta oleh Gerakan Sadris ketika mereka mendapatkan kekuasaan. Apakah mereka akan meminta menjadi Angkatan Darat Mahdi atau mempekerjakan mereka kembali? Apakah mereka akan menyerang pasukan Amerika di Irak,” katanya kepada Reuters.
Asadi menerangkan, Angkatan Bersenjata Mahdi telah dibubarkan pada 2008. "Mereka tidak akan kembali lagi. Kami hanya menggunakan anggota militer resmi, pasukan kepolisian dan pasukan keamanan," kata Asadi.

Sadr tidak bisa menjadi Perdana Menteri karena bukan salah satu kontestan dalam pemilu. Namun dalam beberapa kali pertemuan dengan para pemimpin koalisi, dia mengatakan akan mendukung salah satu dari mereka menjadi Perdana Menteri Irak.
Amerika Serikat diyakini masih menempatkan sekitar 7.000 pasukan di Irak, meskipun Pentagon mengakui hanya 5.200 pasukan yang ditempatkan di sana. Hampir semuanya bertugas melatih dan menjadi penasihat pasukan Irak. 




Credit  tempo.co








Menhan: Australia Bukan Ancaman Indonesia


Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
Foto: Republika/Putra M. Akbar

Teroris tak akan hidup kalau TNI dan Polri solid.




CB, JAYAPURA -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Australia bukan menjadi ancaman bagi Indonesia. Demikian pula sebaliknya Indonesia bukan menjadi ancaman bagi Australia.

Untuk memastikan itu, Kementerian Pertahanan sudah mengirimkan buku putih sehingga diharapkan Australia memahami Indonesia. "Indonesia terus menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara tetangga sehingga berbagai permasalahan yang muncul diselesaikan secara damai, tanpa menimbulkan konflik seperti yang terjadi dil aut Cina Selatan," kata Menhan saat memberikan pengarahan kepada para perwira dilingkungan TNI dan Polri di Jayapura, Kamis (24/5).


Indonesia dan Australia beberapa kali bersitegang dalam berbagai isu. Pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, kedua negara sempat berselisih ihwal penyadapan yang dilakukan oleh Australia. Namun persoalan ini akhirnya bisa diselesaikan secara diplomatik.


Menyikapi masalah teroris dan pemberontakan, Menhan meminta agar TNI dan Polri tetap solid sehingga seperti halnya yang terjadi di Papua.


Kebersamaan TNI-Polri di Papua hendaknya dapat menjadi contoh bagi kodam-kodam lainnya. Sekembalinya dari kunjungan kerja ini, Ryamizard akan melaporkan ke Presiden agar tidak perlu ragu tentang masalah keamanan di Papua.

"Teroris tidak akan hidup bila TNI dan Polri bersama rakyat solid dan menjalin komunikasi yang nantinya dapat menghambat peredaran paham radikalisme," kata mantan KSAD. 


Menurut Menhan yang perlu diwaspadai saat ini adalah perang siber. Karena itu kedepan Kemenhan akan berupaya secara bertahap memenuhi berbagai peralatan atau alusista, termasuk memesan berbagai peralatan penunjang dari Pindad yang produknya sudah diakui negara lain.


Seusai pengarahan yang dihadiri Pangdam Mayjen TNI Joppie Ones Wayangkau dan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.






Credit  republika.co.id






Bahas Kerja Sama, Satgas Penyelidikan 1MDB Bertemu dengan FBI


Bahas Kerja Sama, Satgas Penyelidikan 1MDB Bertemu dengan FBI
Ilustrasi. (Reuters/Olivia Harris)



Jakarta, CB -- Satuan tugas penyelidikan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) bertemu dengan perwakilan dari Biro Investigasi Federal (FBI) dan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada Kamis (24/5) untuk membahas kerja sama investigasi.

"Hasil dari pertemuan ini adalah kedua belah pihak sepakat bekerja sama sepenuhnya untuk menyempurnakan penyelidikan yang dijalankan," demikian pernyataan resmi satgas tersebut melalui siaran pers.

Di awal pertemuan tersebut, pihak FBI mengajukan permohonan kerja sama yang sebenarnya sudah disampaikan melalui surat bertanggal 13 November 2016 kepada Ketua Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) saat itu, Duzlkifli Ahmad, tapi tak berbalas.


Pihak Kementerian Kehakiman AS juga melayangkan surat serupa kepada Jaksa Agung Malaysia, Mohamed Apandi Ali, pada 22 September 2017 lalu.



"Walau bagaimana pun, permohonan ini tidak dipenuhi dan ditangguhkan atas alasan akan mengganggu penyelidikan yang sedang dijalankan oleh pihak berkuasa di Malaysia," tulis satgas tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, pihak FBI dan Kementerian Kehakiman AS pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Malaysia atas kerja sama mereka, "setelah pemerintahan sebelum ini tak melakukan apa-apa terkait 1MDB."


Mereka lantas membahas tujuan utama dan fokus penyelidikan bersama ini, juga hal-hal terkait pembekuan aset yang dilakukan oleh AS terkait skandal 1MDB. Namun, satgas itu tak merinci pembahasan tersebut.

Selama ini, sejumlah pihak, termasuk AS, menggelar penyelidikan khusus karena investor global dari 10 negara menduga ada miliaran dolar dijarah melalui 1MDB.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah pada 2015 lalu Wall Street Journal melaporkan bahwa ada aliran dana sebesar US$681 juta dari 1MDB masuk ke rekening pribadi mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.


Saat menjabat, Najib selalu membantah tudingan ini dengan menegaskan bahwa uang tersebut merupakan sumbangan dari anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Setelah Najib digulingkan oleh Mahathir Mohamad dalam pemilu bersejarah pada 9 Mei lalu, pemerintah Malaysia langsung melakukan penyelidikan besar-besaran.

Sejak saat itu, Najib sudah dua kali dipanggil ke markas MACC untuk memberikan keterangan terkait skandal 1MDB tersebut. Namun, MACC belum memutuskan untuk menahan Najib karena masih mengumpulkan bukti lebih lanjut.






Credit  cnnindonesia.com




Polisi: 35 Karung Uang Sitaan dari Najib Razak Capai Rp463 M


Polisi: 35 Karung Uang Sitaan dari Najib Razak Capai Rp463 M
Sebanyak 35 karung uang sitaan dengan berbagai denominasi mata uang yang disita dari eks PM Najib Razak bernilai 130 juta ringgit atau Rp463 miliar. (Ariffin Jamar/The Straits Times via REUTERS)


Jakarta, CB -- Kepolisian Diraja Malaysia mengungkapkan jumlah total uang yang disita dari sejumlah apartemen milik eks Perdana Menteri Najib Razak pekan lalu berjumlah 130 juta ringgit atau sekitar Rp463 miliar. Jumlah tersebut dihitung dari 35 karung uang dengan berbagai denominasi mata uang.

"Proses menghitung uang dimulai sejak awal pekan ini karena para penyelidik benar-benar harus memastikan proses penghitungan dilakukan secara saksama. Sekitar 35 karung uang tunai dihitung oleh petugas polisi dibantu oleh petugas Bank Negara. Totalnya mencapai 130 juta ringgit," ucap seorang sumber, Kamis (24/5).

Puluhan karung uang tunai dan 72 kotak barang mewah dan 284 tas bermerek yang disita polisi dari sejumlah properti milik Najib dan keluarganya. Barang-barang mewah itu terdiri dari jam, tas mahal, hingga perhiasan.




Proses penghitungan uang disebut memakan waktu cukup lama karena terdiri atas berbagai denominasi mata uang. Selain itu, polisi juga harus merekam setiap nomor serial uang-uang tersebut.

Dikutip The Strait Times, sumber itu mengatakan sulit bagi aparat menghitung nilai seluruh barang yang disita, mengingat jumlahnya yang mencapai ratusan. Dia mengatakan nilai perhiasan yang disita saja bisa mencapai 200 juta ringgit atau setara Rp712 miliar.

Meski begitu, kepolisian disebut tetap berupaya meminta bantuan tenaga profesional untuk menentukan nilai total barang-barang tersebut.


Direktur Departemen Penyelidikan Kriminal Komersial (CCID) Amar Singh menolak menanggapi jumlah uang hasil sitaan yang berhasil dihitung sampai saat ini.

Penyitaan uang dan barang mewah dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan dugaan korupsi lembaga investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang merongrong Najib sejak 2015 lalu.

Berdasarkan laporan polisi, Najib mengaku miliaran uang yang disita polisi itu adalah sumbangan teman-temannya dan ditujukan untuk membiayai kampanye pemilihan umum Barisan Nasional.
Untuk kedua kalinya, Najib diperiksa oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) hari ini, Kamis (24/5). MACC meminta penjelasan Najib terkait dugaan aliran dana mencurigakan sebesar US$700 juta (hampir Rp10 triliun) ke rekening pribadinya.

Ratusan juta dolar dana tersebut diduga hanya sebagian kecil dari total US$4,5 miliar (sekitar Rp64 triliun) uang negara yang diduga disalahgunakan oleh 1MDB, lembaga yang didirikan Najib pada 2009 lalu.






Credit  cnnindonesia.com



Isi Lengkap Surat Trump untuk Kim Jong Un Soal Batal Bertemu


Isi Lengkap Surat Trump untuk Kim Jong Un Soal Batal Bertemu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)


Jakarta, CB -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memutuskan untuk membatalkan pertemuannya dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pertemuan ini sejatinya akan berlangsung di Singapura pada 12 Juni mendatang dan diperkirakan menjadi pertemuan paling bersejarah di dunia.

Menariknya, Trump menyampaikan pembatalan pertemuan dengan Kim melalui sepucuk surat terbuka. Dalam akun Twitter @WhiteHouse dan laman resmi Gedung Putih, surat tersebut ditampilkan. Berikut isi lengkap surat tersebut:



Gedung Putih, Washington, 24 Mei 2018

Kepada yang Mulia
Kim Jong Un
Pimpinan Negara Republik Rakyat Korea
Pyongyang



Yang Terhormat Saudara Pemimpin,
Kami sangat mengapresiasi waktu, kesabaran, dan usaha anda terkait dengan negosiasi dan diskusi kita baru-baru ini, sehubungan dengan pertemuan puncak yang telah lama diinginkan oleh kedua pihak, yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni di Singapura.

Kami diberitahu bahwa pertemuan itu atas permintaan Korea Utara, tetapi hal itu sama sekali tidak relevan. Saya sangat menantikan untuk berada di sana bersama Anda.

Sayangnya, berdasarkan kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda, saya merasa hal itu tidak pantas, saat ini, untuk melakukan pertemuan panjang yang direncanakan selama ini. Oleh karena itu, melalui surat ini saya menyatakan bahwa pertemuan di Singapura, demi kebaikan kedua belah pihak, tetapi merugikan dunia, tidak akan terjadi. Anda berbicara tentang kemampuan nuklir Anda, tetapi kemampuan kita begitu besar dan kuat sehingga saya berdoa kepada Tuhan, hal itu tidak akan pernah digunakan.


Saya memperjuangkan dialog yang indah antara Anda dan saya, dan akhirnya, hanya dialog itulah yang penting. suatu hari nanti, saya sangat ingin bertemu dengan Anda. Sementara itu, saya ingin mengucapkan terima kasih atas pembebasan sandera yang sekarang berada di rumah bersama keluarga mereka. Hal itu merupakan sikap yang indah dan sangat menghargai.

Jika Anda berubah pikiran terkait pertemuan puncak yang paling penting ini, jangan ragu untuk menelepon atau menulis untuk saya. Dunia dan Korea Utara khususnya, telah kehilangan kesempatan besar untuk perdamaian abadi dan kemakmuran dan kekayaan yang besar. Kesempatan yang hilang ini adalah momen yang benar-benar menyedihkan dalam sejarah.





Credit  cnnindonesia.com






Trump: Militer AS Terkuat di Dunia, Siap Merespons Kim Jong-un


Trump: Militer AS Terkuat di Dunia, Siap Merespons Kim Jong-un
Seorang pria di Seoul melintas di layar televisi yang siarkan penghancuran situs uji coba senjata nuklir Korea Utara, Kamis (24/5/2018). Foto/REUTERS/Kim Hong-Ji


WASHINGTON - Presiden Donald Trump memperingatkan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un bahwa militer Amerika Serikat (AS) saat ini jatuh lebih siap dari sebelumnya. Peringatan disampaikan tak lama setelah dia mengirim surat pembatalan pertemuan dengan pemimpin rezim Pyongyang tersebut.

Trump membatalkan pertemuan di saat Korut meledakkan situs uji coba senjata nuklir sebagai komitmen baiknya untuk mewujudkan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Washington berdalih alasan pembatalan pertemuan karena Kim telah menyuarakan permusuhan terbuka dan mengancam AS dengan pertarungan nuklir.

Di sela-sela penandatanganan RUU reformasi perbankan pada hari Kamis waktu Washington, Trump mengklaim kekuatan militer AS saat ini siap untuk merespons Kim Jong-un jika bereaksi buruk terhadap pembatalan pertemuan bersejarah.

"Militer kami, yang sejauh ini paling kuat di mana pun di dunia," kata Trump."Siap jika perlu," lanjut dia mengacu pada opsi jika Kim Jong-un bereaksi buruk terhadap pembatalan pertemuan.

Trump juga mengumumkan bahwa militer Korea Selatan dan Jepang berada di kapal dan siap untuk menanggung sebagian biaya operasi militer terhadap Korut, jika diperlukan.


Seperti diberitakan sebelumnya, Trump membatalkan pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni mendatang. Pembatalan melalui surat itu hanya berselang beberapa jam setelah Korea Utara menghancurkan tempat uji coba senjata nuklirnya di hadapan wartawan asing.

Meski melontarkan peringatan militer pada Pyongyang, Trump tetap membuka pintu untuk bertemu Kim Jong-un suatu hari nanti.

“Korea Utara memiliki kesempatan untuk mengakhiri dekade kemiskinan dan depresi. Banyak hal yang bisa terjadi," katanya, seperti dikutip Russia Today, Jumat (25/5/2018).

“Saya pikir mereka ingin melakukan yang benar. Semoga ini akan berhasil," ujar Presiden Amerika tersebut. 








Credit  sindonews.com





Pertemuan Trump-Kim Jong-un Batal, Ancaman Nuklir Muncul Lagi


Pertemuan Trump-Kim Jong-un Batal, Ancaman Nuklir Muncul Lagi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bicara di Gedung Putih, Kamis (24/5/2018), setelah mengirim surat pembatalan pertemuannya dengan pemimpin Korut Kim Jong-un. Foto/REUTERS/Kevin Lamarque


WASHINGTON - Rencana pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un berantakan setelah Trump membatalkannya. Dalam surat pembatalan, pemimpin Gedung Putih itu juga menghidupkan kembali ancaman serangan nuklir.

Alasan Washington membatalkan pertemuan karena Kim Jong-un menyuarakan permusuhan terbuka dan mengancam AS dengan "pertarungan nuklir lawan nuklir".

"Saya sangat menantikan untuk berada di sana bersama Anda. Sayangnya, berdasarkan kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda, saya merasa tidak pantas, pada saat ini, untuk memiliki pertemuan yang direncanakan lama ini," bunyi surat Trump.

Surat dikirim ke Pyongyang beberapa jam setelah Korea Utara meledakkan situs uji coba nuklir di Punggye-ri. Pembongkaran situs uji coba senjata pemusnah massal itu disaksikan oleh sekelompok wartawan asing, dan dianggap isyarat niat baik dari Kim Jong-un menjelang pertemuan dengan Trump yang telah direncanakan.

Kendati menyesalkan hilangnya kesempatan bersejarah, Trump tetap berterima kasih kepada Kim karena telah melepaskan tiga sandera Amerika. Dia memuji langkah pemimpin muda Pyongyang itu sebagai "gerakan yang bagus".

Wakil Menteri Korea Utara Choe Son-hui mengatakan sebelumnya pada hari Kamis bahwa Pyongyang akan membatalkan pertemuan yang akan berlangsung di Singapura pada 12 Juni, jika Washington terus melakukan tindakan yang melanggar hukum dan keterlaluan.

"Apakah AS akan menemui kami di ruang rapat atau menemui kami pada konfrontasi nuklir dengan nuklir yang sepenuhnya tergantung pada keputusan dan perilaku Amerika Serikat," kata Choe.

Tindakan melanggar hukum yang dimaksud Choe adalah latihan perang gabungan yang dilakukan oleh AS dan Korea Selatan awal bulan ini. Korea Utara memandang latihan tahunan ini sebagai provokasi yang disengaja dan merupakan latihan untuk menginvasi Pyongyang.

Choe juga mempersoalkan komentar Wakil Presiden AS Mike Pence yang mengatakan awal pekan ini bahwa Korea Utara bisa berakhir seperti Libya jika Kim tidak membuat kesepakatan. Bagi Pyongyang komentar Pence dianggap sudah kurang ajar, bodoh dan dungu.

Sekadar diketahui, setelah Libya melucuti senjata nuklirnya pada 2003, pemimpinnya Kolonel Muammar Gaddafi digulingkan dan dieksekusi dalam kudeta yang didukung NATO pada 2011.

Presiden Trump dalam suratnya meremehkan senjata nuklir Korea Utara. "Anda berbicara tentang kemampuan nuklir Anda, tetapi (senjata nuklir) kami sangat besar dan kuat sehingga saya berdoa kepada Tuhan mereka tidak akan pernah digunakan," kata Trump dalam suratnya.

Meski demikian, Trump berharap suatu hari nanti bisa menjadi teman Kim Jong-un. "Jika Anda berubah pikiran...jangan ragu untuk menelepon saya atau menulis (surat)," lanjut surat Trump, yang dikutip Reuters, Jumat (25/5/2018). 




Credit  sindonews.com




Presiden Korsel Sesali Keputusan Trump



Presiden Korsel Sesali Keputusan Trump
Presiden Korsel Moon Jae-in menyesali keputusan Trump membatalkan pertemuan dengan Kim Jong-un. Foto/Istimewa



SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in, melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi keamanannya dan para pembantu lainnya. Itu dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan pertemuannya dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un pada 12 Juni mendatang di Singapura.

Sekretaris pers Istana Presiden Korse Yoon Young-chan mengatakan, Moon antara lain bertemu dengan menteri luar negerinya, menteri pertahanan dan kepala stafnya.

Dalam pertemuan itu, Moon menyatakan penyesalan yang mendalam atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membatalkan pertemuan dengan Kim Jong-un.

"Saya benar-benar bingung dan sangat menyesalkan pertemuan puncak Korea Utara-AS tidak jadi diadakan pada 12 Juni mendatang setelah dijadwalkan," kata Moon seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/5/2018).

Moon lantas mendesak pembicaraan langsung antara Trump dan Kim Jong-un dan mengatakan denuklirisasi Semenanjung Korea tidak boleh ditunda oleh keputusan untuk membatalkan pertemuan puncak tersebut.

Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk membatalkan pertemuannya dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un. Pertemuan itu rencananya akan dilakukan pada 12 Juni nanti di Singapura.

"Berdasarkan kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda, saya merasa waktunya tidak tepat pada saat ini untuk mengadakan pertemuan yang telah direncanakan selama ini," tulis Trump dalam sepucuk surat kepada Kim Jong-un.

Isi surat Trump merujuk pada pernyataan yang dikeluarkan oleh media Korut, Wakil Menteri Luar Negeri Choe Son-hui telah menyebut Wakil Presiden AS Mike Pence sebagai "boneka politik" untuk membandingkan Korut - "negara bersenjata nuklir" - dengan Libya, di mana Muammar Gaddafi menyerahkan nuklirnya yang belum selesai program pengembangannya, hanya untuk kemudian dibunuh oleh pejuang yang didukung NATO.

"Apakah AS akan menemui kami di ruang rapat atau menghadapi kami di konfrontasi nuklir-nuklir yang sepenuhnya tergantung pada keputusan dan perilaku Amerika Serikat," kata Choe.



Credit  sindonews.com






Disebut Akan Seperti Libya, Korut: Wapres AS Kurang Ajar


Disebut Akan Seperti Libya, Korut: Wapres AS Kurang Ajar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) akan bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/REUTERS


SEOUL - Rezim pemerintah Kim Jong-un marah dengan komentar Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) yang memperingatkan Korea Utara (Korut) akan bernasib seperti Libya saat dipimpin Kolonel Muammar Khaddafi. Pyongyang bahkan mengancam akan membatalkan pertemuan puncak antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura 12 Juni nanti.

Pyongyang menyebut pernyataan Pence sebagai komentar kurang ajar, dungu dan bodoh. Komentar Wakil Trump itu muncul dalam wawancara yang disiarkan di Fox News hari Senin lalu.

Sekadar diketahui, Khaddafi telah melucuti program senjata nuklirnya yang baru lahir untuk menghentikan intervensi dan sanksi Barat, dan merundingkan integrasi ekonomi dengan Barat. Tapi beberapa tahun kemudian, Khaddafi dibunuh oleh pemberontak setelah rezimnya ditumbangkan NATO yang dipimpin AS.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh KCNA, hari Kamis (24/5/2018), Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son-hui mengecam keras komentar Pence. Menurutnya, pernyataan wapres Amerika itu sudah kurang ajar.

"Sebagai orang yang terlibat dalam urusan AS, saya tidak dapat menekan keterkejutan saya atas pernyataan dungu dan bodoh seperti itu keluar dari mulut wakil presiden AS," kecam Choe.

"Dalam hal ini AS menentang niat baik kami dan berpegang pada tindakan yang melanggar hukum dan keterlaluan, saya akan mengajukan saran kepada pimpinan tertinggi kami untuk mempertimbangkan kembali pertemuan puncak DPRK-AS," lanjut Choe.

DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Korea Utara pada pekan lalu juga menyampaikan keraguannya atas kesuksesan pertemuan Kim Jong-un dan Trump. Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara yang lain Kim Kye-gwan memperingatkan bahwa negaranya dapat membatalkan pertemuan penting jika Amerika Serikat bersikeras secara sepihak memaksa Pyongyang meninggalkan program nuklirnya.

Pejabat itu menolak permintaan pemerintahan Trump bahwa Korea Utara dapat dengan cepat membongkar program nuklirnya seperti yang dilakukan Libya 15 tahun lalu. Permintaan itu disuarakan John R. Bolton, Penasihat Keamanan Nasional Trump.

"Jika Amerika Serikat mencoba untuk mendorong kita ke sudut untuk memaksa pengabaian nuklir sepihak kami, kami tidak akan lagi tertarik pada dialog semacam itu," kata Kim. 






Credit  sindonews.com






Trump batal bertemu Kim Jong Un


Trump batal bertemu Kim Jong Un
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/Carlos Barria)



Washington (CB) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk membatalkan pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang sudah mereka rencanakan.

Keputusan itu diambil setelah Korea utara melanggar serangkaian janjinya dan memutus komunikasil langsung dengan Amerika Serikat, kata seorang pejabat senior Gedung Putih, Kamis waktu setempat, seperti dikutip Reuters.

Dalam briefing kepada wartawan seraya meminta namanya tidak disebutkan, sang pejabat juga mengutipkan ancaman Korea Utara baru-baru ini bahwa negara itu sudah siap menghadapi bentrok nuklir dengan Amerika Serikat.

"Kurangnya perhitungan yang aneh ini, yang dikombinasikan dengan janji-janji yang dilanggar selama pekan-pekan terakhir dan penghentian komunikasi langsung oleh Korea Utara dengan Amerika Serikat, menunjukkan kurangnya itikad baik yang besar," kata pejabat AS itu.

"Ada jejak janji-jani yang dilanggar yang membuat Amerika Serikat berhenti," sambung dia.






Credit  antaranews.com




Korea Utara tepati janjinya ledakkan tempat uji nuklir


Korea Utara tepati janjinya ledakkan tempat uji nuklir
Grafis lokasi pengembangan fasilitas nuklir Korea Utara (Reuters)



Seoul (CB) - Korea Utara menepati janjinya dengan meledakkan terowongan di tempat uji nuklirnya pada Kamis, kata media pemerintah Korea Utara, sebagai bagian dari upaya mengurangi ketegangan di semenanjung Korea dan mengangkat kemungkinan pertemuan puncak dengan Amerika Serikat.

Korea Utara melakukan seluruh enam uji nuklirnya di Punggye-ri, yang terdiri atas terowongan di bawah gunung Mantap di bagian timur laut negara itu.

Sekelompok kecil media asing, yang dipilih Korea Utara, menyaksikan penghancuran itu, yang menurut Pyongyang adalah bukti tekadnya mengakhiri uji nuklir.

Penghancuran tempat itu dimulai sekitar pukul 11.00 dengan meledakkan dan meruntuhkan terowongan serta pos pengamatan.

Kantor berita Korea Utara KCNA melaporkan ketiadaan kebocoran bahan radioaktif atau dampak buruk apa pun pada lingkungan hidup di sekitarnya.

"Pembongkaran tempat uji nuklir dilakukan sedemikian rupa untuk membuat semua terowongan di tempat uji itu runtuh akibat ledakan dan sepenuhnya menutup pintu masuk terowongan itu, dan pada saat sama, meledakkan beberapa sarana penjagaan dan pos pengamatan di tempat tersebut," kata KCNA.

Pemerintah Korea Selatan menyambut penghancuran tempat percobaan itu dengan menyebutnya "langkah pertama bermakna untuk pewujudan pelucutan nuklir sepenuhnya, yang diungkapkan Korea Utara dalam pertemuan antar-Korea".

Media Korea Selatan menggambarkan bagaimana pejabat Korea Utara memanggil media untuk menanyakan apakah mereka siap untuk memfilmkan ledakan pertama. Mereka lalu menghitung mundur.


"Dengan dentuman berat, yang mengguncang gunung Mantap, debu dan pecahan batu tumpah keluar dari pintu masuk itu," kata media Korea Selatan.

Setelah beberapa waktu, terowongan dan sarana lain dihancurkan, lalu terowongan ketiga dan pos pengamatan lain.

Sekitar lima jam sesudah upaya itu dimulai, dua asrama tentara dihancurkan, kata media Korea Selatan.

Tawaran Korea Utara untuk menghilangkan tempat percobaan itu dilihat sebagai sumbangan besar dalam beberapa bulan mengurangi ketegangan puluhan tahun dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat.


Korea Utara pada April mengumumkan akan menangguhkan uji nuklir dan peluru kendali serta menggantikannya dengan upaya mengejar pertumbuhan ekonomi dan perdamaian, demikian Reuters melaporkan.






Credit  antaranews.com




Korea Utara sudah bongkar situs nuklirnya


Korea Utara sudah bongkar situs nuklirnya
Grafis lokasi pengembangan fasilitas nuklir Korea Utara (Reuters)



Seoul (CB) - Korea Utara sudah sepenuhnya membongkar fasilitas uji nuklir bawah tanahnya di Punggye-ri "demi memastikan transparansi mengenai penghentian uji coba nuklir", lapor kantor berita Korea Utara KCNA seperti dikutip Reuters.

Pembongkaran lapangan uji coba nuklir itu telah sepenuhnya menutup terowongan masuk, lapor KCNA.

Menurut kantor berita itu, dua terowongan tadinya sudah siap digunakan untuk uji coba nuklir bawah tanah yang dahsyat.

Tidak ada kebocoran bahan radioaktif atau dampak negatif terhadap lingkungan di sekitarnya akibat dari pembongkaran itu, sambung KCNA lagi.

"Penghentian uji coba nuklir ini adalah proses penting menuju perlucutan senjata nuklir global," tutup KCNA seperti dikutip Reuters.






Credit  antaranews.com