Kamis, 29 September 2016

Menggugat Rumor 'Black Moon' 30 September sebagai Pemicu Kiamat

 
CB, Jakarta - Isu tentang kiamat kembali beredar. Kali ini fenomena Black Moon atau Bulan Hitam yang terjadi pada 30 September di Belahan Bumi Barat, disebut-sebut menjadi awal kehancuran Bumi.
Menurut pencetus teori konspirasi seperti dilansir oleh Inquisitr, ramalan Bulan Hitam akan dipenuhi pada 30 September dan menjadi awal kehancuran dunia. Namun, para ilmuwan membantah rumor tersebut.
Lalu apa sebenarnya Bulan Hitam itu?
Dikutip dari Space.com, Rabu (28/9/2016), Bulan Hitam adalah bulan baru ke dua yang terjadi dalam satu bulan kalender. Hal itu berkebalikan dengan fenomena Blue Moon, yakni bulan purnama ke dua yang terjadi dalam satu bulan kalender.
"Bulan Hitam adalah fenomena langit yang jarang, biasanya terjadi sekitar 32 bulan sekali," ujar Joe Rao dari Space.com.
Menurut AccuWeather, fenomena Bulan Hitam terakhir kali terjadi pada Maret 2014.
Seperti halnya bulan baru lain, Bulan Hitam tak dapat diamati. Hal tersebut terjadi karena sisi Bulan yang diterangi sinar Matahari menjauh dari Bumi, sehingga sisi yang terlihat dari Bumi seluruhnya berada dalam bayangan.
"Black moon hanya istilah bulan baru ke dua dalam satu bulan. Awal September yang pertama dan akhir September. Tidak teramati. Itu hanya istilah," jelas Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, kepada Liputan6.com.
Namun karena Bulan sangat gelap, malam terjadinya Bulan Hitam merupakan waktu yang tepat untuk mengamati bintang.
Bulan Hitam akan terjadi pada Jumat, 30 September 2016, pukul 20.11 waktu setempat bagi mereka yang tinggal di Bumi Belahan Barat, yakni Amerika Utara dan Selatan.
Untuk Belahan Timur, seperti Eropa, Afrika, Asia, dan Australia, bulan baru akan terjadi pada malam hari tanggal 1 Oktober. Jadi untuk bagian Bumi tersebut, yang terjadi bukanlah bulan baru kedua, tapi yang pertama.
Akibat hal tersebut, Bulan Hitam di Belahan Timur baru akan terjadi pada 30 Oktober, dan 31 Oktober untuk benua Asia, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
Dilansir dari Huffington Post, fenomena Bulan Hitam akan terjadi lagi di Belahan Barat pada Juli 2019.

Bulan Biru dan Merah Darah

Tak hanya hitam. Bulan bisa juga 'biru' atau merah serupa darah.
Dalam bahasa Inggris ada istilah 'Once in a Blue Moon.' Ini adalah ekspresi tentang sesuatu yang jarang, langka, bahkan absurd.
Biasanya tiap tahun, Bumi mengalami 12 kali purnama. Setiap bulan. Tapi di beberapa kali kesempatan, Bumi mendapatkan purnama ekstra. Hal ini terjadi karena ketidaksinkronan antara rotasi Bulan dan Bumi.
Bulan berotasi 29 hari, sementara Bumi 30 hari--kecuali Februari. Itulah yang menyebabkan purnama hadir dua kali dalam sebulan. Dan menurut perhitungan, blue moon terjadi tiap 2,7 tahun sekali, demikian seperti ditulis oleh SPACE.
Ada sebuah artikel di majalah Sky & Telescope terbitan tahun 1943  yang menuliskan artikel tentang bulan ekstra  dalam kalender Masehi. Ditulis oleh Lawrence J. Lafleur. Ia menemukan sebuah fotokopi almanak tahun 1937. Di almanak itu tertulis 'blue moon' dan penjelasan tentangnya.
Di almanak tersebut tertulis, "Ini adalah sebuah kebetulan yang tidak menguntungkan, terutama buat para pendeta yang menyiapkan festival bulan purnama tiap bulannya, terpaksa melakukan dua kali karena terdapat dua bulan purnama dalam satu bulan."
"Ada tujuh bulan biru di kalendar Lunar tiap 19 tahun," lanjut almanak itu, "Di masa lalu, para pembuat almanak menemukan banyak kesulitan mengkalkulasi kapan terjadi Blue Moon dan ketidakpastian ini menciptakan istilah 'once in a blue moon.'
"Biru pada Blue Moon tidak merujuk pada warna, dalam Bahasa Inggris kuno 'biru' sebelum kata benda berarti 'pengkhianat.
'Disebut 'pengkhianat' karena bulan purnama seharusnya datang tiap satu bulannya, di mana Bulan terlihat besar dan berwarna putih pucat. Maka, purnama kedua dianggap 'pengkhianat'.
Hal berbeda terjadi pada bulan merah darah.
Efek merah muncul karena cahaya matahari yang mengenai Bulan tertutup Bumi. Tetapi atmosfer Bumi masih membiaskan cahaya merah dari Matahari ‎itu, sehingga Bulan tidak gelap total.
"Saat cahaya matahari mengenai atmosfer Bumi, maka cahayanya akan dibiaskan. Hasil pembiasan ini yang membuat Bulan menjadi terlihat berwarna merah," ujar Thomas. ‎




Credit  Liputan6.com






Pepatah Tajam Diplomat Muda Indonesia Menusuk Pemimpin Negara Pasifik

 Second Secretary Urusan Ekonomi di Misi Permanen Republik Indonesia untuk PBB di New York, Nara Masista Rakhmatia yang menjawab tudingan pelanggaran HAM enam negara Pasifik di Papua.
Second Secretary Urusan Ekonomi di Misi Permanen Republik Indonesia untuk PBB di New York, Nara Masista Rakhmatia yang menjawab tudingan pelanggaran HAM enam negara Pasifik di Papua.
CB, JAKARTA -- Ada yang berbeda pada Sidang Majelis Umum PBB, Senin (26/9) lalu. Seorang diplomat junior Indonesia menjawab tudingan enam pemimpin negara Pasifik soal pelanggaran hak asasi manusia dengan berani dan tegas.

Delegasi dari Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga, semua menyatakan keprihatinan atas provinsi yang terletak di bagian barat Pulau Papua Nugini dan merupakan rumah bagi sebagian besar populasi warga Melanesia.

Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasye Sogavare mengatakan, dugaan pelanggaran hak asasi manusia di provinsi Papua Barat terkait dengan dorongan untuk memerdekakan diri. "Kekerasan HAM di Papua Barat dan upaya untuk menentukan diri sendiri di Papua Barat adalah dua sisi dari koin,” katanya.


Second Secretary Urusan Ekonomi di Misi Permanen Republik Indonesia untuk PBB di New York, Nara Masista Rakhmatia (34 tahun) menjawab dengan mengatakan tudingan itu jelas mencerminkan ketidakpahaman mereka terhadap sejarah, situasi saat ini dan perkembangan progresif di Indonesia, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat, serta manuver politik yang tidak bersahabat dan retoris.

"Kami menolak mentah-mentah sindiran terus-menerus dalam pernyataan mereka," kata Nara tak gentar.

Dia menambahkan, pernyataan bernuansa politik mereka itu dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi tersebut yang begitu bersemangat terlibat mengganggu ketertiban umum dan melakukan serangan teroris bersenjata terhadap warga sipil dan petugas keamanan.

"Pernyataan negara-negara tersebut benar-benar melanggar tujuan dan maksud piagam PBB dan melanggar prinsip hukum internasional tentang relasi persahabatan antarnegara serta kedaulatan dan integritas teritori suatu negara," ujarnya.

Dia menyesalkan tindakan negara Pasifik yang menyalahgunakan sidang Majelis Umum PBB untuk mengajukan agenda domestik mereka, dan bagi beberapa negara untuk mengalihkan perhatian dari persoalan politik dan sosial di negara mereka.

Menurut Nara, sikap negara-negara itu meremehkan piagam PBB dan membahayakan kredibilitas majelis. Nara juga menyatakan komitmen Indonesia terhadap HAM tidak perlu dipertanyakan.

Dia menjabarkan Indonesia adalah anggota pendiri Dewan HAM PBB. Indonesia sudah menjadi anggota dewan tersebut selama tiga periode sebelumnya. Saat Ini Indonesia menjadi anggota keempat kalinya.

Indonesia adalah penggagas komisi HAM antarpemerintah ASEAN dan komisi independen permanen OIC. Indonesia sudah meratifikasi delapan dari sembilan instrumen utama HAM.

"Semuanya terintegrasi dalam sistem hukum nasional kami, dibanding hanya empat oleh Kepulauan Solomon dan lima oleh Vanuatu," kata Nara, suaranya tenang dan tegas.

Dengan bahasa Inggris yang fasih, dia mengatakan Indonesia ada di antara segelintir negara yang memiliki Rencana Aksi Nasional HAM Indonesia juga memiliki Komnas HAM yang aktif dan kuat sejak 1993, masyarakat sipil yang aktif dan media yang bebas

Nara menuturkan Indonesia adalah negara demokrasi yang dinamis. "Hampir mustahil pelanggaran HAM terjadi tanpa diketahui dan diperiksa," ujarnya.

Dalam penutup pernyataannya, ia mengutip suatu pepatah di kawasan Asia Pasifik. "Ketika seseorang menunjukkan jari telunjuknya pada yang lain, jempolnya secara otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri. Terima kasih," kata Nara sambil mengacungkan tangannya.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID








Indonesia Kecam Tudingan HAM Negara Pasifik Soal Papua Barat

 Nara Masista Rakhmatia, seorang pejabat di misi tetap Indonesia untuk PBB, pada gilirannya berbicara menuduh negara-negara Kepulauan Pasifik telah mengganggu kedaulatan nasional Indonesia.
Nara Masista Rakhmatia, seorang pejabat di misi tetap Indonesia untuk PBB, pada gilirannya berbicara menuduh negara-negara Kepulauan Pasifik telah mengganggu kedaulatan nasional Indonesia.
 
CB, MELBOURNE -- Negara-negara di Kepulauan Pasifik mengkritik catatan HAM Indonesia di Papua dan Papua Barat. Mereka menggunakan kesempatan berpidato di Majelis PBB untuk mendesak dilakukannya penentuan nasib sendiri di wilayah tersebut.
Komentar ini mendapatkan respons yang kuat dari delegasi Indonesia yang mengatakan kritik itu bermotif politik dan dirancang untuk menarik perhatian dari masalah di negara mereka sendiri. Delegasi dari Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga, semua menyatakan keprihatinan atas provinsi yang terletak di bagian barat Pulau Papua Nugini dan merupakan rumah bagi sebagian besar populasi warga Melanesia.
Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasye Sogavare mengatakan, dugaan pelanggaran hak asasi manusia di provinsi Papua Barat terkait dengan dorongan untuk memerdekakan diri. "Kekerasan HAM di Papua Barat dan upaya untuk menentukan diri sendiri di Papua Barat adalah dua sisi dari koin,” katanya.
"Banyak laporan tentang pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat menekankan kuat dan melekatnya antara hak untuk menentukan nasib sendiri yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran langsung terhadap hak asasi manusia oleh Indonesia, dan upaya untuk meredakan segala bentuk oposisi."

Pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial
Seorang pejabat di misi tetap Indonesia untuk PBB, Nara Masista Rakhmatia, pada gilirannya berbicara menuduh negara-negara Kepulauan Pasifik telah mengganggu kedaulatan nasional Indonesia. "Laporan bermotif politik mereka dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi Papua Barat, yang telah secara konsisten terlibat dalam menghasut kekacauan publik dan dalam melakukan serangan teroris bersenjata," katanya.
"Ini adalah bentuk pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayah negara kami. Hal ini sangat disesalkan dan berbahaya bagi negara-negara ini untuk menyalahgunakan forum PBB, termasuk sidang pada Agustus ini. Negara-negara ini menggunakan Majelis Umum PBB untuk memajukan agenda domestik mereka, dan bagi beberapa negara menggunakan forum ini untuk mengalihkan perhatian dari masalah politik dan sosial di dalam negeri mereka sendiri," katanya.
Kawasan yang merupakan bekas koloni Belanda, Papua Barat, telah berada di bawah pemerintahan Indonesia sejak 1969 melalui sebuah referendum kontroversial yang diawasi oleh PBB. Pendukung kemerdekaan mengatakan, pemungutan suara itu, yang juga dikenal sebagai Pepera, tidak sah dan karenanya referendum kedua mengenai kemerdekaan wilayah itu perlu diadakan.
Ketegangan atas pemerintahan Indonesia di kawasan itu telah memicu konflik separatis panjang di wilayah yang kaya sumber daya, dan kekuasaan Indonesia atas provinsi ini juga telah menimbulkan berbagai tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.
Sebuah laporan misi pencari fakta yang dirilis oleh Keuskupan Agung Katolik Brisbane pada Mei lalu menggambarkan situasi di sana sebagai genosida yang bergerak lambat, dan menjelaskan rincian tuduhan terjadinya penyiksaan yang meluas dan juga pelecehan. Indonesia telah berulang kali membantah klaim pelanggaran hak asasi manusia.
Budi Hernawan, seorang dosen di Sekolah Tinggi Diplomasi Paramadina Jakarta dan Research Fellow di Pusat Lintas Keyakinan dan Perdamaian, Abdurrahman Wahid, di Universitas Indonesia di Jakarta, telah bekerja selama lebih dari satu dekade pada isu-isu hak asasi manusia di Papua untuk Katolik keuskupan Jayapura.
Hernawan mengatakan, Indonesia memiliki mekanisme untuk melindungi hak asasi manusia di tingkat nasional dan provinsi, tetapi tidak ada bukti bahwa mekanisme ini telah efektif dalam menangani isu-isu hak asasi manusia di Papua dan Papua Barat. "Sejauh ini kita belum melihat adanya kemajuan dari pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah ini, sehingga respons dari delegasi Indonesia di New York tidak mencerminkan kenyataan di lapangan,” katanya.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID





Turki akan Perpanjang Status Darurat

 Warga mengibarkan bendera Turki saat berkumpul di Lapangan Taksim, Sabtu, 16 Juli 2016. Warga turun ke jalan menolak aksi kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Warga mengibarkan bendera Turki saat berkumpul di Lapangan Taksim, Sabtu, 16 Juli 2016. Warga turun ke jalan menolak aksi kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
 
 CB, ISTANBUL -- Dewan Keamanan Nasional (MGK) Turki menyerukan perpanjangan status darurat yang diberlakukan setelah kudeta militer pada 15 Juli lalu. Hingga kini sudah ada 32 ribu tersangka yang ditahan atas peristiwa tersebut.

MGK mengatakan, status darurat harus diperpanjang untuk memastikan demokrasi, supremasi hukum, dan hak-hak kebebasan warga negara bisa terlindungi. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di istana presiden, Ankara.

Status darurat membuat Pemerintah memberikan tindakan hukum yang keras dalam sejarah modern Turki. Keadaan tersebut juga meningkatkan kewaspadaan negara-negara di Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap Turki.

Dilansir dari Strait Times, Erdogan menyatakan Turki dalam status darurat selama tiga bulan, setelah kudeta gagal dilakukan oleh militer. Dengan demikian, status darurat akan berakhir pada pertengahan Oktober.

Pernyataan yang diungkapkan MGK menjadi sinyal akan diperpanjangnya status darurat di Turki. Namun, belum diketahui perpanjangan status darurat tersebut akan kembali berlangsung selama tiga bulan.

Sejumlah aktivis menuduh Pemerintah Turki mencoba mengikis hukum dengan diberlakukannya status darurat. Meski demikian, pihak berwenang menepis hal itu dan mengatakan ada langkah yang harus ditempuh pemerintah untuk menghukum pendukung Fethullah Gulen, yang dituduh ada dibalik kudeta.

Secara terpisah, dewan merekomendasikan 15 Juli sebagai Hari Demokrasi dan Kebebasan yang dirayakan tahunan di Turki.

Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengatakan sekitar 70 ribu orang berada dalam penyelidikan pascakudeta. Sedikitnya 32 ribu orang telah resmi ditahan.


Credit  Sindonews




Holding Migas Dibentuk, Pertagas Diserahkan ke PGN


Holding Migas Dibentuk, Pertagas Diserahkan ke PGN
Foto: Agung Pambudhy


Jakarta - Pemerintah lewat Kementerian BUMN sedang menyiapkan pembentukan holding BUMN migas. PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk perusahaan, dan di bawahnya ada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Deputi Kementerian BUMN Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Aloysius Kiik Ro mengatakan, dalam holding tersebut akan ada pemisahan usaha antar BUMN migas. Pertamina hanya akan bermain di bisnis hulu, sedangkan PGN akan bermain di bisnis hilir gas.

Karena itu, Pertagas selaku anak usaha Pertamina yang berbisnis gas, akan diserahkan kepada PGN dan dilebur.

"Pertagas kan hilir ya, ya sudah diserahkan ke PGN ya," kata Aloysius di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Nantinya, saham milik pemerintah di PGN akan diserahkan kepada Pertamina dengan skema inbreng, dan pemerintah hanya menyisakan 1% saja sahamnya di PGN. Meski begitu, PGN tetap mempertahankan statusnya sebagai perusahaan terbuka.

"Jadi yang di-inbreng itu sahamnya bukan aset. PGN itu tetap perusahaan terbuka, tidak dimerger. Merger itu gabung misalnya itu antar bank lama kemudian dimerger menjadi satu Bank Mandiri. Ini holding, Pertamina di atas, PGN di bawah tetap berstatus terbuka, tetap PT sendiri, bisnisnya itu yang diatur ulang. Nah mana lagi coba yang konflik," papar Aloysius.

Dia mengatakan, pemisahan bisnis hulu dan hilir antara Pertamina dan PGN ini dilakukan agar lebih efisien, dan ujungnya harga gas bisa lebih murah.

"Kenapa orang komplain harga gas mahal, kalau kita bikin di sana pipa, bangun juga di sini, pipanya itu berjejer jelas mahal. Kenapa tidak pakai sama-sama satu. Nah kalau jadi grup pasti lebih mudah untuk dikoordinasikan," jelas Aloysius.




Credit  detikFinance





Bagaimana Proses Persiapan Holding BUMN Migas? Ini Kata Pertamina


Bagaimana Proses Persiapan Holding BUMN Migas? Ini Kata Pertamina
 Foto: Ari Saputra


Jakarta - Pemerintah akan membentuk holding BUMN migas. Holding ini melibatkan PT Pertamina, PT Pertagas (anak usaha Pertamina), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Dalam holding ini Pertamina akan menjadi induknya. Lantas, bagaimana persiapan menuju terbentuknya holding ini?

"Holding bagus. Saya komunikasi terus, kita kerja sama dalam suatu gugus tugas komunikasi publik. Semua anggotanya adalah sekper-sekper (sekretaris perusahaan) yang akan menjadi holding," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, di Patra Jasa, Kuningan, Rabu (28/9/2016).

"Kita udah rapat secara kontinyu dan kita dari tim komunikasi menyiapkan segala macam tataran untuk nanti bisa menjelaskan secara bersama-sama kepada publik tahapan-tahapan holding. Koordinasinya bagus," lanjut Wianda.

Wianda menambahkan, keputusan akhir dari holding ini tetap ada di tangan Kementerian BUMN. Sedangkan BUMN yang terlibat dalam holding ini bertugas menyiapkan segala sesuatunya agar pembentukan berjalan lancar.

"Kalau keputusan di Kementerian BUMN. Saya pelaksana bersama dengan sekper-sekper BUMN yang lain, bertugas menyiapkan hal-hal yang diperlukan apabila holding ini sudah keluar PP (Peraturan Pemerintah). Kita bisa jalan dengan baik," tutup Wianda.



Credit  detikFinance



Pesan Rini ke BUMN: Jangan 'Cakar-cakaran', Harus Sinergi dan Kompak


Pesan Rini ke BUMN: Jangan Cakar-cakaran, Harus Sinergi dan Kompak
Foto: Yulida Medistiara


Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya meresmikan holding BUMN perhotelan di bawah bendera Hotel Indonesia Grup (HIG). HIG yang terdiri dari sinergi antar hotel yang dalam tahap pertama ini ada PT Hotel Indonesia Natour (HIN), PT Patrajasa (anak usaha PT Pertamina), PT Aero Wisata (anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk), Taman Wisata Candi, dan Pegadaian.

Dalam kesempatan ini Rini berpesan agar BUMN tidak saling 'cakar-cakaran', tetapi harus saling bersinergi dan kompak agar memiliki kekuatan untuk tumbuh.

"Keluarga ini harus saling mendukung bukan main cakar-cakaran. Ada Sinarmas chairmannya itu Widjaja, nah grup itu mereka sinergi loh di dalamnya semua mereka bisa kuat," kata Rini.

Dia juga mencontohkan beberapa BUMN yang sempat berselisih satu sama lain.

"Masa kita BUMN nggak bisa jadi grup BUMN, Pertagas masih berantem dengan PGN, PLN berantem dengan Pertamina urusan geotermal. Jangan dong nanti orang ketiga yang ambil untung," tutur Rini

"Kita punya tangung jawab di sini untuk membuat BUMN itu kuat lincah besar profesional dan sustainable sampai anak cucu kita, tapi bagaimana kita membuat anak usaha kita bagus untuk cicit kita," Lanjut Rini.

Ke depan, Rini menambahkan, akan ada holding yang menyatukan antara properti dan transportasi. Hal itu agar wisatawan yang datang dapat dilayani dengan bisnis holding ini. Misalnya wisatawan menginap di hotel milik BUMN dan jika berpergian ke Bandung bisa menggunakan transportasi kereta cepat Bandung atau dari bandara menggunakan bus Damri ke tempat tujuan.



Credit  detikFinance

Pesan Rini ke Pertamina-PLN dan Pertagas-PGN: Jangan Berantem



Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan pesan khusus ke 4 BUMN. Keempatnya adalah PT Pertamina, PT PLN, PT Pertagas (anak usaha Pertamina), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Pesan ini disampaikan dalam acara peresmian holding BUMN perhotelan. Acara ini dihadiri pula Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Dalam pesannya, Rini meminta keempat BUMN itu jangan berantem lagi.

"Masa kita BUMN nggak bisa jadi grup BUMN. Pertagas masih berantem dengan PGN, PLN berantem dengan Pertamina urusan geothermal. Jangan dong, nanti orang ketiga yang ambil untung," ujar Rini di Patra Jasa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2016).

"Kita punya tanggung jawab di sini untuk membuat BUMN itu kuat, lincah, besar, profesional dan suistainable sampai anak cucu kita. Bagaimana kita membuat anak usaha kita bagus untuk cicit kita," Lanjut Rini.

Selain itu, Rini meminta antar BUMN tidak boleh saling 'cakar-cakaran', namun harus saling bersinergi dan kompak agar memiliki kekuatan untuk tumbuh.

"Keluarga ini harus saling mendukung bukan main cakar-cakaran. Ada Sinarmas chairmannya itu Widjaja, nah grup itu mereka sinergi di dalamnya semua, mereka bisa kuat," kata Rini.

Ke depan, Rini menambahkan, akan ada holding yang menyatukan antara properti dan transportasi. Hal itu agar wisatawan yang datang dapat dilayani dengan bisnis holding ini.

Misalnya, wisatawan menginap di hotel milik BUMN dan akan berpergian ke Bandung bisa menggunakan transportasi kereta cepat Jakarta-Bandung atau dari bandara menggunakan bus Damri ke tempat tujuan.


Credit  detikFinance

Ini Respons Pertamina Soal Pesan Rini Agar BUMN Jangan Berantem


Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan pesan khusus ke 4 BUMN. Keempatnya adalah PT Pertamina, PT Pertagas (anak usaha Pertamina), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan PT PLN.

Pesan ini disampaikan dalam acara peresmian holding perhotelan. Acara ini dihadiri pula Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Dalam pesannya, Rini meminta keempat BUMN itu jangan berantem lagi.

"Masa kita BUMN nggak bisa jadi grup BUMN. Pertagas masih berantem dengan PGN, PLN berantem dengan Pertamina urusan geotermal. Jangan dong, nanti orang ketiga yang ambil untung," ujar Rini di Patra Jasa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2016).

"Kita punya tanggung jawab di sini untuk membuat BUMN itu kuat lincah besar profesional dan sustainable sampai anak cucu kita. Bagaimana kita membuat anak usaha kita bagus untuk cicit kita," Lanjut Rini.

Menanggapi pernyataan Rini tersebut, Pertamina memberikan tanggapannya. Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan pernyataan Rini tersebut menunjukkan ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam hubungan antar BUMN.

"Ibu (Menteri BUMN, Rini Soemarno) menangkap itu sebagai suatu hal yang harus dibetulkan, dikoreksi. Menurut saya itu hal yang sangat bagus," ujar Wianda di lokasi yang sama.

Menurut Wianda, sesuai dengan arahan, harus berpikir dan bergerak ke depan untuk menyiapkan rencana investasi ke depan. Dia mencontohkan, saat ini Pertamina dan Pertagas bersama PGN sedang menyiapkan pembentukan holding migas.

"Sudah hampir 4 bulan ada tim gabungan Pertagas PGN, untuk bersama-sama mengatur untuk rencana investasi ke depan seperti apa. Jadi kalau kita lebih suka bergerak maju ke depan sesuai dengan arahan ibu menteri," tutur Wianda.

Credit  detikFinance





Suka Duka Susi Selama Dua Tahun Menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan





Suka Duka Susi Selama Dua Tahun Menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan
Foto: Eduardo Simorangkir

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hari ini menggelar diskusi santai bersama para awak media di kantornya, Gedung Mina Bahari IV, Jakarta, Rabu (28/9/2016). Susi datang sekitar pukul 16.50, dengan menggunakan busana serba merah, dengan sepatu hak tinggi berwarna serupa.

Selama berdiskusi, wanita yang kerap mendengungkan perlawanan kepada penangkapan ikan secara ilegal ini bercerita mengenai suka duka nya selama menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, juga dengan segala kebijakan yang ia perbuat. Menurutnya, adalah sesuatu yang menyenangkan dapat membuat suatu perubahan yang selama ini tidak pernah terpikirkan, meskipun dengan bekal pendidikan minim yang ia miliki.

"Senangnya ya bisa do something big yang unthinkable, unbelieveble. Kalau jenderal bintang 3 atau 4 Angkatan Laut saja, nggak percaya laut Indonesia bisa sepi, itu dulu pasar malam puluhan pulau, sekarang tidak ada lagi. Ya senang dengan achievement seperti itu. Senang, Presiden kok berani sama saya yang cuma lulusan SMA kelas 2. Itu juga suatu kegembiraan," tutur dia.

Selama ini, disinyalir banyak pihak yang menginginkan Susi untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri, oleh karena terobosan yang dibuatnya. Menurutnya, jawaban terbaik hanya berbuat yang terbaik yang ia miliki. Ia pun menampik ada anggapan, dirinya masih dipertahankan di jajaran kabinet oleh kekayaan yang ia miliki.

"Yang saya ingat beliau (Presiden) ambil saya karena kegilaan yang saya punya. Dan kegilaan kan relatif, tergantung dari sisi mana lihatnya. Kalau saya bilang, Indonesia yang gila, saya yang waras. Wong hal-hal nggak benar dibiarin bertahun-tahun kan gila. Saya yang benar, karena saya hal seperti itu nggak benar. Jadi bukan Susi yang gila, Indonesia yang gila," katanya.

Wanita yang kerap tampil blak-blakan dan apa adanya dalam mengurus hal-hal yang tidak beres ini, seolah tidak pernah merasa takut menghadapi musuh-musuhnya. Susi dinilai sebagai menteri yang pemberani. Ia berkali-kali menenggelamkan kapal asing yang ketahuan mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

"At the end of the day, apresiasi terhadap what we do itu bukan dari your education or your money, tapi the way you are," ujar Susi dengan penuh semangat.

Selama ini, wanita pemilik maskapai penerbangan Susi Air ini juga terkenal dengan penampilan yang nyentrik. Susi mengungkapkan, bahwa ia hanya mencoba untuk berpenampilan apa adanya.

"Saya dari dulu begini mau ketemu siapa saja. Presiden, Menteri ya begini. Biasa saja. Tidak punya perasaan minder walaupun pendidikannya rendah. Jalan mau cepat ya buka sepatu. Apa karena saya menteri saya harus tersiksa jadi Menteri," ucapnya.

"Kalau pas mau rapi ya rapi. Pokoknya senang hati saja. Saya punya prinsip tidak mau suffer from unnecessary matter. Banyak perempuan mau suffer for the beauty. Tapi hari ini mau coba saja pakai baju merah, sedikit rapi," tambahnya.



Credit  detikFinance







Perusahaan Asing Dituduh Suap Pejabat Indonesia terkait Proyek Listrik

 
Perusahaan Asing Dituduh Suap Pejabat Indonesia terkait Proyek Listrik
Bill Winters, CEO Standard Chartered, dalam sebuah forum di Singapura tahun 2016.| (BLOOMBERG/Seongjoon Cho)
 
JAKARTA - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyelidiki perusahaan energi asing, Standard Chartered PLC, atas tuduhan menyuap pejabat Indonesia untuk memenangkan kontrak proyek listrik. Perusahaan itu berbasis di London, Inggris dan beroperasi di lebih dari 70 negara.

Audit internal Maxpower Group Pte. Ltd, perusahaan pembangun pembangkit listrik di Asia Tenggara, menemukan bukti dugaan penyuapan dan pelanggaran lainnya. Temuan juga terungkap dari review terpisah yang dilakukan sebuah firma hukum yang disewa oleh Maxpower, yang salinan laporannya dilihat The Wall Street Journal.

Jaksa AS menyelidiki apakah Standard Chartered ikut bersalah dalam kasus ini atau tidak. Sebab, perusahaan asing itu tidak menghentikan dugaan kesalahan yang dilakukan karyawannya.

Departemen Kehakiman AS fokus menyelidiki dugaan suap, apakah melanggar Undang-Undang Anti-Korupsi AS atau tidak ketika eksekutif Maxpower diduga memfasilitasi suap kepada pejabat Indonesia untuk memenangkan kontrak proyek listrik.

Pihak perusahaan Standard Chartered telah mengomentari penyelidikian tersebut. ”(Perusahaan) proaktif menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwenang dan telah melaksanakan review sendiri,” kata perusahaan itu, yang dikutip kemarin (28/9/2016).

Pihak Maxpower juga mengaku bekerja sama secara professional dalam upaya penyelidikan kasus ini. Seorang juru bicara Departemen Kehakiman AS menolak berkomentar.

Menurut laporan review firma hukum sewaan Maxpower yang dikutip The Wall Street Journal, audit internal di Maxpower tahun lalu menunjukkan bahwa lebih dari USD750.000 dalam bentuk uang tunai yang beredar pada tahun 2014 dan awal tahun 2015 perlu diperiksa karena mungkin terkait suap.

Pada bulan Desember, para pengacara di Sidley Austin LLP yang disewa untuk meninjau audit menemukan apa yang mereka digambarkan indikasi kuat bahwa karyawan Maxpower melakukan pembayaran yang tidak pantas kepada pejabat Pemerintah Indonesia dan lain-lain dari tahun 2012 hingga akhir 2015.

Dugaan suap itu “dibayar” dengan kompensasi seringnya mendapatkan kontrak listrik di Indonesia. Masih menurut review itu, pembayaran uang yang diduga suap dibayar tepat waktu.

Review dari firma hukum itu tidak mengungkap siapa sosok pejabat Indonesia yang diduga disuap terkait pemenangan kontrak proyek listrik.





Credit  Sindonews







Duterte: Minggu Depan Latgab Filipina-AS yang Terakhir


 
Duterte: Minggu Depan Latgab Filipina-AS yang Terakhir
Presiden Filipina Rodrigo Duterte | (Istimewa)
 
HANOI - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan bahwa latihan perang gabungan (latgab) Filipina dan Amerika Serikat (AS) yang akan dilakukan pada pekan depan adalah yang terakhir. Duterte menyatakan hal itu mengesampingkan patroli bersama yang dilakukan oleh kedua negara.

"Saya memberikan pernyataan yang ditujukan kepada AS sekarang, ini akan menjadi latihan militer terakhir. Latihan bersama Filipina-AS terakhir," kata Duterte selama kunjungannya ke Vietnam seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/9/2016).

Selanjutnya Duterte mengatakan jika ia akan membangun aliansi baru untuk perdagangan dan perniagaan dengan Rusia dan China. Namun ia akan tetap mempertahankan perjanjian keamanan dengan Washington.

Pernyataan Duterte ini seolah memberi tanda kuat celah aliansi yang diandalkan Washington untuk memberikan pengaruhnya di Asia untuk mengimbangi pesatnya perkembangan China.

Militer Filipina dan Marinir AS tengah mempersiapkan latihan perang tahunan yang mulai digelar pada 4 hingga 12 Oktober di pulau Luzon, pulau utama sebelah utara Filipina. Pemimpin militer dari kedua negara juga sudah mulai mempersiapkan set baru untuk latihan tahun depan.

Credit  Sindonews







Takut Diserang Rusia, Lithuania Beli Sistem Pertahanan Udara

 
Takut Diserang Rusia, Lithuania Beli Sistem Pertahanan Udara
Sistem pertahanan rudal NASAMS buatan Norwegia. | (Istimewa)
 
VILNIUS - Lithuania menegaskan akan berinvestasi jutaan dolar untuk membeli sistem pertahanan rudal. Hal itu dilakukan ditengah kekhawatiran atas potensi agresi dari Rusia.

Hal itu ditegaskan Kementerian pertahanan Lithuania telah menegaskan hal itu saat mencapai kesepakatan terkait penyebaran sistem pertahanan rudal NASAMS buatan Norwegia. Lithuania juga mengklaim, dalam seminggu terakhir, telah tujuh kali meminta bantuan pesawat militer NATO untuk mengawal pesawat Rusia di Laut Baltik.

Negara-negara Baltik menyimpan kekhawatiran jika mereka tidak akan mampu meladeni serangan pasukan Rusia terutama dari udara. Mereka merasa risau atas kurangnya sistem pertahanan untuk menangkis serangan rudal jarak menengah. Untuk itu, sistem pertahanan anti rudal NASAMS berbaris di sisi timur NATO. Sistem rudal akan membantu pertahanan di Estonia, Latvia, dan Lithuania dari invasi apa pun di masa depan.

"Kurangnya sistem pertahanan udara meningkatkan kemungkinan suksesnya sebuah serangan sekejap dengan kekuatan yang terbatas. Kekuatan militer kami sangat penting untuk pencegahan," kata pensiunan militer Lithuania, Ignas Stankovicius, seperti dikutip dari Independent, Kamis (29/9/2016).

Rusia ditengarai akan menginvasi negara-negara Baltik yang dipicu aneksasi Crimea dari Ukraina. Namun pemerintah Rusia telah berulang kali membantah ingin menyerang salah satu dari tiga negara bagian dan menuduh NATO mengganggu keseimbangan Eropa Timur.



Credit  Sindonews





Jaksa Sebut Pesawat MH17 Ditembak Rudal Buatan Rusia


 
Jaksa Sebut Pesawat MH17 Ditembak Rudal Buatan Rusia
Serpihan pesawat Malaysia MH17 dijaga oleh anggota separatis Ukraina. | (Istimewa)
 
AMSTERDAM - Jaksa internasional mengatakan pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh oleh rudal buatan Rusia. Rudal tersebut ditembakkan dari sebuah peluncur yang dibawa Ukraina dari Rusia dan terletak di sebuah desa yang dikuasai pemberontak pro Rusia.

Kesimpulan ini didasarkan pada ribuan penyadapan, foto, keterangan saksi dan tes forensik selama lebih dari dua tahun. Insiden ini menyebabkan hubungan Rusia dengan Barat menjadi tegang. Sejumlah temuan yang menjadi kunci adalah pesawat itu ditembak dengan rudal Buk 9M38 buatan Rusia, rudal tersebut ditembakkan dari desa Pervomaysk yang dikuasai pemberontak di Ukraina timur, dan peluncur rudal diangkut ke Ukraina dari Rusia.

"Trailer Buk ini berasal dari wilayah Federasi Rusia dan setelah peluncuran itu kembali lagi ke wilayah Federasi Rusia," kata Wilbert Paulissen, kepala penyelidik dengan polisi nasional Belanda seperti disitat dari Reuters, Kamis (29/9/2016).

Jaksa mengatakan bahwa sementara mereka tidak akan mengungkapkan pelaku penembakan atau pun membentuk sebuah pengadilan. Pihak jaksa mengatakan mereka telah mengidentifikasi 100 orang yang diduga terkait dengan insiden yang terjadi pada 17 Juli 2014 lalu.

"Beberapa dari mereka, kita tahu cukup persis apa peran dan posisi mereka, misalnya mereka yang mengorganisir kedatangan roket Buk dan yang bertanggung jawab atas transportasi saat itu. Kami tahu persis apa yang terjadi, tapi siapa yang sebenarnya bertanggung jawab, dan apakah hal itu dilakukan dengan sengaja, masih ada penyelidikan yang masih terus dilakukan," tutur kepala jaksa di kantor Kejaksaan nasional Belanda, Fred Westerbeke.

Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 ditembak jatuh saat melakukan perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur pada bulan Juli 2014. Semua penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 298 tewas dimana sebagai besar dari mereka adalah warga Belanda.



Credit  Sindonews

Rusia Tolak Hasil Penyelidikan Insiden Jatuhnya MH17

Rusia Tolak Hasil Penyelidikan Insiden Jatuhnya MH17
Rusia meragukan hasil penyelidikan Tim Investigasi Gabungan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. | (Istimewa)
 
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov berpendapat bahwa kesimpulan penyidik insiden Malaysia Airlines menimbulkan keraguan. Ia mengklaim hasil penyelidikian itu berdasarkan informasi dari internet dan dinas khusus Ukraina.

Pesawat Malaysia Airlines jatuh pada 17 Juli 2014 oleh rudal yang ditembakkan dari wilayah timur Ukraina, menewaskan 298 orang didalamnya. Hasil penyidikan yang dipimpin oleh Belanda mengatakan bahwa pesawat nahas itu ditembak jatuh oleh rudal Buk buatan Rusia dari wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak yang didukung Rusia. Penyidik mengatakan peluncur rudal di bawa dari Rusia dan kemudian kembali ke Rusia.

Menanggapi hasil temuan itu, Konashenkov bersikeras bahwa Rusia tidak pernah mengirimkan sistem pertahanan rudal ke Ukraina. "Sistem pertahanan rudal Rusia, termasuk Buk, tidak pernah menyebrangi perbatasan Rusia-Ukraina," bantah Konashenkov seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Kamis (29/9/2016).

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka mendukung temuan dari laporan sementara Tim Investigasi Gabungan. AS pun menyerukan digelarnya pengadilan bagi para pelaku penembakan.

"Meskipun tidak ada yang bisa mengambil kesedihan mereka yang kehilangan orang yang dicintai pada hari yang tragis itu, pengumuman ini merupakan langkah maju menuju pengadilan bagi mereka yang bertanggung jawab atas serangan keterlaluan ini," bunyi pernyataan Deplu AS.

Dikatakan AS akan terus bekerja dengan Tim Investigasi Gabungan dalam penyelidikan MH17 dan mendesak negara-negara lain untuk melakukannya juga.


Credit  Sindonews



Sekjen PBB: Aleppo Lebih Buruk ketimbang Rumah Jagal


 
Sekjen PBB: Aleppo Lebih Buruk ketimbang Rumah Jagal
Bocah di Aleppo, Suriah, korban bom barel diselamatkan para aktivis. | (REUTERS/Hosam Katan)
 
NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-moon, mengatakan, situasi di Aleppo, Suriah lebih buruk daripada rumah penjagalan hewan. Komentar keras Ban Ki-moon ini muncul setelah banyak rumah sakit di Aleppo dibom pada hari Rabu kemarin.

Ban Ki-moon enggan menyebut pelaku pengeboman di Aleppo. Sedangkan Amerika Serikat (AS) menyalahkan Rusia dan rezim Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan besar-besaran di Aleppo.

”Mereka menggunakan senjata yang lebih merusak, yang mereka tahu persis atas apa yang mereka lakukan,” kata Ban Ki-moon.

”Mereka tahu bahwa mereka melakukan kejahatan perang. Bayangkan sebuah kehancuran. Orang dengan anggota badan mereka tertiup angin, anak-anak kesakitan tanpa bantuan. Bayangkan rumah jagal. Ini lebih buruk. Bahkan rumah jagal lebih manusiawi,” lanjut Ban Ki-moon.

AS Ancam Rusia

Sementara itu, AS mengancam akan memutuskan diskusi dengan Rusia soal krisis Suriah jika pengeboman di Aleppo tidak berhenti. Ancaman itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS; John Kerry, kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Kerry mengatakan bahwa Rusia bertanggung jawab atas penggunaan bom pembakar yang dikenal sebagai "bunker busters". Bom itu dilaporkan telah menewaskan banyak keluarga di Aleppo, karena mereka ditampung di ruang bawah tanah.

Juru bicara Kerry, John Kirby, mengatakan bahwa perjanjian bilateral dengan Rusia soal krisis Suriah akan berada di bawah ancaman. ”Kecuali Rusia mengambil langkah segera untuk mengakhiri serangan di Aleppo,” kata Kirby, seperti dikutip dari IB Times, Kamis (29/9/2016).

Rumah sakit M2 dan M10—nama kode kota yang diberikan oleh dokter untuk mengaburkan lokasi mereka—menurut  The Guardian  terkena serangan bom udara dan artileri selama pukul 04.00-10.00 waktu setempat, kemarin.

Adiministrator rumah sakit M2, Mohamad Zain Khandaka, mengatakan kepada Middle East Eye, bahwa sekitar 20 orang tewas dan 90 lainnya terjebak setelah serangan bom menghantam rumah sakit. Serangan terjadi saat pasien dan staf rumah sakit antre untuk mendapatkan roti di toko roti terdekat.

”Perbaikan dibuat untuk rumah sakit M2 dalam beberapa hari terakhir sekali lagi hancur,” kata Khandaka.

Menurut angka yang dikeluarkan oleh UNICEF, 96 anak tewas dan 223 luka-luka di Aleppo timur sejak Jumat (23/9/2016). Selain itu, sekitar 100.000 anak termasuk di antara 250.000 penduduk yang terkepung di Aleppo.

”Anak-anak dari Aleppo terjebak dalam mimpi buruk,” kata Deputi Eksekutif UNICEF, Justin Forsyth. "Tidak ada kata-kata yang tersisa untuk menggambarkan penderitaan yang mereka alami.”



Credit  Sindonews





Jurnalis Jerman: AS Tahu Senjatanya Jatuh ke Tangan Teroris

 
Jurnalis Jerman: AS Tahu Senjatanya Jatuh ke Tangan Teroris
Jurgen Todenhofer, seorang jurnalis asal Jerman yang berhasil mewawancarai seorang komandan al-Nusra mengatakan, Amerika Serikat (AS) mengetahui kalau senjata yang mereka kirim ke Suriah jatuh ke tangan kelompok teroris. (Facebook)
 
BERLIN -
Jurgen Todenhofer, seorang jurnalis asal Jerman yang berhasil mewawancarai seorang komandan al-Nusra mengatakan, Amerika Serikat (AS) mengetahui kalau senjata yang mereka kirim ke Suriah jatuh ke tangan kelompok teroris. Tapi, AS tetap terus mengirimkan senjata ke pemberontak Suriah.

"Ini adalah hal yang tampaknya sudah diketahui banyak orang. Ini sangat jelas, bahwa Amerika tahu, senjata mereka pada akhirnya berada di tangan teroris," kata Todenhofer, seperti dilansir Russia Today pada Rabu (28/9).

"CIA mengkoordinasikan pengiriman senjata dari Turki dan mereka membawa senjata ke perbatasan. Senjata ini diambil oleh kelompok teroris, Al-Qaeda, dan juga ISIS. Ini adalah hal yang sudah lumrah," sambungnya.

Todenhofer mengatakan, jatuhnya senjata ke tangan teroris mungkin bukanlah sebuah kesalahan atau kelalaian. Namun, dia juga menyebut, sejumlah pengamat percaya AS memang secara sengaja memberikan senjata tersebut pada teroris.

Sementara itu, terkait pernyataan AS yang mengatakan mereka tidak pernah mendukung kelompok teroris, tapi menyebut sejumlah negara sekutu mereka mungkin memberikan dukungan tersebut, Todenhofer menyatakan hal itu mungkin saja benar.

"Mungkin ada beberapa sekutu mereka (AS). Tapi, semua orang tahu bahwa mereka menggunakan sekutu dan mereka memungkinkan sekutu, tidak masalah jika roket TOW atau rudal TOW, yang merupakan rudal Amerika, diberikan kepada teroris oleh kelompok lain," ucapnya.

"Ketika sekelompok teroris menginginkan senjata yang dipasok ke pemberontak, teroris itu mengubah nama mereka dan dari titik itu para kelompok teroris itu menyebut diri mereka sebagai oposisi moderat," ungkapnya.

Dia ingat, bahwa pada tahun 2012 Pentagon mengeluarkan dokumen DIA yang mengungkapkan bahwa Washington berusaha untuk menghancurkan hubungan antara pemerintah Syiah di Iran, Irak, Lebanon dan Suriah.

"Dalam cara tertentu, ia (komandan al-Nusra) mengulangi apa yang dikatakan Pentagon empat tahun lalu. Mereka mencoba untuk menyingkirkan Bashar al-Assad dengan bantuan para pemberontak," tukasnya.

Credit  Sindonews



Peres Meninggal, Media-media Arab Menjulukinya Penjahat Perang


 
Peres Meninggal, Media-media Arab Menjulukinya Penjahat Perang
Judul berita utama media Mesir, al-Youm as-Sabi, berbunyi 'Peres: Insinyur genosida terhadap rakyat Arab'. | (screenshoot al-Youm as-Sabi)
 
YERUSALEM - Media-media Arab mengeluarkan sikap tidak ramah atas meninggalnya bekas Presiden Israel, Shimon Peres, kemarin. Media-media itu kompak menjuluki Peres sebagai penjahat perang, meski media Barat menganggapnya sebagai sosok pejuang perdamaian Israel-Palestina peraih hadiah Nobel.

Media Mesir, al-Youm as-Sabi, mendedikasikan seluruh artikel untuk Shimon Peres dengan menyebutnya sebagai ”insinyur genosida terhadap rakyat Arab”.

Julukan negatif itu bukan tanpa alasan. Bagi media tersebut, Peres dianggap sebagai kontributor kunci untuk proyek permukiman Yahudi Israel di tanah Palestina, dan pendiri industri keamanan Israel.

”Peres: Tukang jagal dari Qana yang memenangkan (hadiah) Nobel untuk perdamaian,” demikian headline obituari Peres di situs al-Jazeera, media yang berbasis di Qatar. Laporan itu mengacu pada serangan artileri tentara Israel di Desa Qana, Libanon selatan, pada bulan April 1996.

Pada waktu itu, Israel meluncurkan agresi dengan nama “Operation Grapes of Wrath” yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil yang mengungsi di kompleks PBB. Peres, Perdana Menteri Israel saat itu, mengatakan bahwa dia tidak tahu ada warga sipil di gedung PBB.

”Peres, mantan anggota geng Haganah (kelompok paramiliter Israel, pendahulu tentara Israel) menjabat Perdana Menteri Israel pada tiga kesempatan. Dia dianggap bertanggung jawab atas sejumlah kejahatan terhadap warga Palestina dan Arab, yang paling terkenal adalah pembantaian Qana pertama di Libanon Selatan pada bulan April 1996,” bunyi paragraf kedua dari obituari Al Jazeera.

As-Safir, surat kabar Libanon berafiliasi dengan Hizbullah, juga menerbitkan headline soal Peres dengan judul “Tukang jagal dari Qana”. Artikel ini fokus mengulas peran Peres atas bedirinya permukiman Israel pertama di Tepi Barat selama masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan tahun 1970-an.

Al-Masry al-Youm, surat kabar populer Mesir, menjuluki Peres sebagai ”arsitek dari agresi tripartit di Mesir” dalam berita orbituari Peres. Media ini menyalahkan Peres atas Krisis Suez.

Media Mesir lainnya, Sada el-Balad, menyatakan kematian Peres secara kebetulan sama harinya dengan kematian mantan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser yang meninggal 46 tahun silam.

”Dua musuh diakui, yang bertemu di medan perang sekali dalam hidup mereka, yang dipersatukan oleh keberuntungan untuk mati pada tanggal yang sama. Persaingan abadi di dunia ini telah berakhir,” tulis media Mesir itu mengacu pada sosok Peres dan Nasser.

Selanjutnya, Safa, media pro-Hamas memanfaatkan momen meninggalnya Peres untuk mengkritik para pemimpin Arab yang disebut media itu sebagai “pengkhianat”. “Faksi di Gaza: Kematian Peres adalah awal dari akhir Israel”, demikian judul berita utama media itu, yang dikutip Kamis (29/9/2016).



Credit  Sindonews

Peres Meninggal, Baru Dua Pemimpin Arab Ini yang Berduka

Peres Meninggal, Baru Dua Pemimpin Arab Ini yang Berduka
Bekas Presiden Israel, Shimon Peres, meninggal dunia. | (REUTERS)
 
YERUSALEM - Bekas Presiden Israel, Shimon Peres, meninggal kemarin. Dari seluruh pemimpin Arab, baru Presiden Otoritas Palestina; Mahmoud Abbas, dan Presiden Mesir; Abdel Fattah el-Sisi, yang menyatakan ikut berduka.

Meski demikian, tidak ada satu pun pemimpin Arab yang mengindikasikan untuk hadir dalam pemakaman Peres. Sikap berbeda ditunjukkan para pemimpin Barat, terutama Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, yang memimpin delegasi AS menghadiri pemakaman mantan pemimpin Israel ini.

El-Sisi dilaporkan memilih mengirim menteri luar negerinya ke pemakaman Peres yang akan digelar pada hari Jumat (30/9/2016) besok. Tapi, Raja Yordania; Abdullah II, belum mengomentari perihal meninggalnya Peres. Sikap bungkam juga ditunjukkan para pemimpin Arab lainnya.

 

Arad Nir, komentator urusan luar negeri untuk Channel 2 TV, mengatakan, akan “sangat sedih” jika orang-orang yang bernegosiasi dengan Peres tidak menghadiri pemakamannya. "Ini menempatkan tanda tanya pada visi Shimon Peres, misi hidupnya: Perdamaian,” katanya.

Kantor berita Palestina, Wafa melaporkan pada Rabu sore, bahwa Abbas telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada keluarga Peres.

“Abbas menyatakan kesedihan dan dukanya,” tulis media Palestina itu. ”Peres adalah partner dalam membuat perdamaian yang berani dengan martir Yasser Arafat dan Perdana Menteri (Yitzhak) Rabin,” lanjut laporan itu mengutip pernyataan Abbas.

“Peres melakukan upaya tak henti-hentinya untuk mencapai perdamaian abadi dari perjanjian Oslo sampai saat-saat terakhir hidupnya,” puji Abbas.

Meski ikut berduka, kantor Abbas tidak mengkonfirmasi perihal kesediaan Abbas untuk menghadiri pemakaman Peres.


Credit  Sindonews




Kongres AS Tolak Veto Obama soal UU 9/11 yang Incar Saudi

 
Kongres AS Tolak Veto Obama soal UU 9/11 yang Incar Saudi  
Hampir 3.000 orang tewas dalam serangan teror ketika 19 teroris membajak pesawat dan menabrakkan ke Menara Kembar World Trade Center tahun 2001. (Reuters/Jim Young)
 
Jakarta, CB -- Kongres Amerika Serikat menolak veto Presiden Barack Obama terkait pembentukan undang-undang yang memungkinkan keluarga korban serangan teror 11 September 2001 lalu untuk menuntut Arab Saudi.

Diberitakan Reuters, penolakan veto Obama diputuskan melalui pemungutan suara Kongres pada Rabu (28/9). Ini merupakan kali pertama Kongres menolak veto Obama, hanya empat bulan sebelum masa kepemimpinannya berakhir.


Hasil voting di Dewan Perwakilan Rakyat AS menunjukkan 348 suara berhasil dikumpulkan untuk menolak veto, sementara hanya 77 suara yang setuju terhadap veto Obama itu. Penolakan veto Obama juga berarti RUU yang memiliki nama resmi "Undang-undang Keadilan Melawan Pendukung Terorisme" (JASTA) akan segera disahkan.

Penolakan veto tersebut merupakan pukulan untuk kepemimpinan Obama maupun hubungan AS dengan Arab Saudi. Selama ini, Saudi merupakan sekutu AS untuk kawasan Timur Tengah.

Selama kepemimpinannya, Obama telah mengeluarkan 12 veto, sebanya 11 di antaranya diterima. Namun kali ini, hampir semua pendukung kuat Obama di Kongres menentangnya.

"Menolak veto presiden adalah sesuatu yang tidak kami anggap enteng, tapi itu penting dalam hal ini bahwa keluarga korban 9/11 diizinkan untuk mengejar keadilan, bahkan jika itu menyebabkan beberapa ketidaknyamanan diplomatik," ujar Senator Charles Schumer, pejabat Demokrat tertinggi ketiga di Senat, dalam sebuah pernyataan.

Schumer mewakili New York, situs World Trade Center yang menjadi lokasi kejadian di mana hampir 3.000 orang tewas dalam serangan tahun 2001.

Dia memimpin perjuangan untuk meloloskan undang-undang ini di Senat, bersama dengan Senator John Cornyn, pejabat dari Partai Republik tertinggi kedua di Senat.

UU Jasta ini sebelumnya lolos di DPR dan Senat tanpa penolakan apapun pada awal tahun ini.

Keluarga korban 9/11 mendorong pembentukan undang-undang selama 15 tahun sejak serangan terjadi. Mereka ingin adanya kerangka hukum pemberian pengecualian terhadap kekebalan hukum yang melarang penuntutan terhadap pemerintah Saudi.

"Kami bersukacita dalam kemenangan ini dan berharap kami akhirnya bisa mendapatkan lebih banyak jawaban mengenai siapa yang benar-benar berada di balik serangan balik," Terry Strada, yang kehilangan suaminya dalam serangan 9/11.

Riyadh selama ini selalu menuding tuduhan mendukung para teroris yang membajak empat pesawat yang menyerang AS pada 2001. Sebanyak 15 dari 19 teroris itu berkewarganegaraan Saudi.




Credit  CNN Indonesia






Tembok Perbatasan Turki-Suriah Akan Selesai Awal 2017

 
Tembok Perbatasan Turki-Suriah Akan Selesai Awal 2017  
Tembok perbatasan Turki-Suriah sepanjang 900 kilometer akan selesai dalam lima bulan, nantinya akan menghadang arus pengungsi dari Suriah. (Reuters/Umit Bektas/File Photo)
 
Jakarta, CB -- Tembok yang akan membatasi Turki dan Suriah sepanjang 900 kilometer akan selesai pada Februari tahun depan.

Sejak gelombang pengungsi membanjiri Eropa, Turki terus didesak untuk memberlakukan kontrol lebih ketat di perbatasan dengan Suriah, terutama oleh nagara sekutunya yang tergabung dalam NATO.

Pembangunan tembok sendiri sudah dimulai sejak awal 2014, meski Turki selalu membuka pintu perbatasan bagi pengungsi dari Suriah yang melarikan diri dari kecamuk perang sipil.

“Konstruksi akan selesai dalam lima bulan,” kata sumber pejabat Turki kepada Reuters yang menolak disebut namanya.

Selain persoalan pengungsi, Turki juga mengantisipasi kekuatan kelompok Kurdi Suriah yang makin menguat.

Bulan lalu, Turki melancarkan operasi dengan kelompok pemberontak Suriah, selain untuk menggempur ISIS, juga untuk menyetop kemajuan yang terus dibuat oleh milisi Kursi Suriah, YPG.

Turki menganggap YPG memiliki hubungan dekat dengan pemberontak Kurdi Turki, PKK, yang dicap Ankara, Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai teroris.

Sementara itu, AS menganggap YPG sebagai sekutu dalam operasi menggempur ISIS di Suriah.




Credit  CNN Indonesia




AS tambah tentara di Irak jelang ofensif ke jantung ISIS di Mosul


AS tambah tentara di Irak jelang ofensif ke jantung ISIS di Mosul
Sukarelawan dari Mosul, bergabung dengan tentara Irak untuk berperang melawan ISIS di pinggiran provinsi Dohuk, Sabtu (24/1). (REUTERS/Ari Jalal/ )
Baghdad/Albuquerque (CB) - Amerika Serikat akan mengirimkan sekitar 600 tentara baru ke Irak untuk membantu pasukan lokal dalam perang merebut kembali Mosul dari ISIS yang diperkirakan terjadi segera tahun ini, kata para pejabat AS dan Irak seperti dikutip Reuters.

Penggelaran baru ini adalah tambahan ketiga pada level tentara AS di Irak sejak April silam yang menyiratkan kesulitan yang dihadapi Presiden Barack Obama dalam mengekstraksi militer AS dari Irak.

"Presiden Amerika Barack Obama telah diberi tahu mengenai permintaan dari pemerintah Irak untuk penambahan terakhir (pasukan) pada kerangka jumlah instruktur dan penasihat di bawah payung koalisi internasional di Irak," kata Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi.

Tentara-tentara baru ini akan melatih dan menjadi penasihat untuk pasukan keamanan Irak serta pasukan Peshmerga Kurdi, khususnya untuk perang di Mosul dan untuk melindungi serta memperluas kemenangan tempur pasukan keamanan Irak di mana pun di Irak, kata Menteri Pertahanan AS Ash Carter.

"Kami sudah mengatakan semuanya, kapan pun kami melihat peluang untuk mempercepat operasi ini, kami ingin memanfaatkannya," kata Carter.

Sekitar 615 tentara akan ditempatkan di pangkalan udara Qayara yang berjarak 60 km dari Mosul, kata Carter. Pasukan Irak merebut kembali pangkalan ini dari militan ISIS pada Juli dan telah membangunnya sebagai penghubung logistik untuk mendukung ofensif mereka ke kota di Irak utara itu.

Tentara-tentara AS lainnya akan ditempatkan di pangkalan udara Ain al Asad di Irak barat di mana ratusan personel AS melatih pasukan Irak.

Tiga tentara AS terbunuh dalam pertempuran langsung sejak AS menggelar operasi melawan ISIS.




Credit  ANTARA News



Bantu Rebut Mosul dari ISIS, AS Kirim 600 Pasukan ke Irak

Bantu Rebut Mosul dari ISIS, AS Kirim 600 Pasukan ke Irak
AS akan kembali mengirim pasukan ke Irak untuk membantu merebut kota Mosul dari ISIS. | (Istimewa)
 
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, berencana untuk mengirimkan lebih banyak tentara ke Irak. Para tentara itu dikirim untuk membantu merealisasikan rencana merebut Mosul dari tangan ISIS.

Para pejabat mengatakan pasukan yang dikirim akan melatih dan memberikan saran kepada pasukan Iran sebagai bagian dari perencanaan operasi merebut Mosul. Meski tidak diungkapkan jumlah pasti pasukan yang dikirim ke Irak, seorang pejabat mengatakan sekitar 600 pasukan tambahan akan dikirim ke Irak.

Tidak diketahui apakah jumlah itu termasuk personil pasukan operasi khusus yang beberapa diantaranya sudah pernah bertugas di Irak seperti dikutip dari Time, Kamis (29/9/2016).

Sementara itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs resminya, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi membenarkan rencana ini. "Pasukan tambahan AS akan memberikan dukungan bagi pasukan keamanan dan para pahlawan Irak dalam perang pembebasan Mosul," katanya.

Ia mengatakan, pemerintahan Obama telah menyetujui permintaan Irak untuk menambah jumlah personil militer. "Kami menekankan para pelatih pasukan AS tidak berperan dalam peperangan, tapi hanya untuk melatih dan konsultasi saja. Tentara kami yang akan membebaskan Mosul," tegas Abadi.



Credit  Sindonews







Jerman tingkatkan keamanan terhadap pusat Muslim di Dresden


 
Jerman tingkatkan keamanan terhadap pusat Muslim di Dresden
Polisi Jerman bersiaga menjaga keamanan. (DPA)
 
Dresden (CB) - Kepolisian Jerman meningkatkan perlindungan terhadap sejumlah lembaga Muslim di Dresden setelah dua bom meledak di kota itu pada Senin sore, satu di masjid dan yang lain di pusat konferensi internasional.

Tidak ada korban akibat ledakan itu, meskipun pada saat kejadian terdapat seorang imam beserta istri dan anak-anaknya.

"Meskipun belum ada klaim di balik kejadian itu, kami harus kembali ke dasar bahwa alasan di balik peristiwa tersebut adalah rasa benci," kata Horst Kretzschmar, kepala polisi Dresden, dalam pernyataan.

Dia mengatakan bahwa kepolisian menduga terdapat keterkaitan dalam perayaan, yang akan diadakan pada akhir minggu di kota itu, untuk memperingati persatuan kembali Jerman pada 3 Oktober 1990.

Kretzschmar mengatakan bahwa tiga masjid, sebuah pusat sosial Muslim dan sebuah ruang ibadah akan diberi perlindungan dengan segera.

Segera setelah adanya ledakan di masjid, Kongres Internasional Dresden juga mendapatkan kejadian serupa yang diakibatkan oleh alat buatan tangan dan sebuah bar dari hotel dekat lokasi segera dievakuasi.

Mehmet Demirbas, pendiri masjid yang diserang, mengatakan bahwa kalangan muslim telah memperkirakan akan terjadi serangan sejak dahulu.

"Kaca-kaca pecah dahulu, atau grafiti di dinding. Namun ini pertama kalinya sesuatu seperti ini terjadi. Semoga itu akan menjadi yang terakhir dan kami terus hidup dengan tenang di Dresden," katanya.

Dresden merupakan tempat lahir gerakan anti-Islam PEGIDA yang kampanye mingguannya menarik dukungan dari sekitar 20.000 orang saat mereka berada dalam puncak popularitas pada awal 2015.

Masuknya sekitar satu juta otang migran, yang kebanyakan kalangan Muslim, ke Jerman pada tahun lalu telah meningkatkan ketegangan sosial, terutama di Jerman timur dimana terdapat sejumlah serangan terhadap pusat-pusat pengungsian.

Dukungan untuk partai Alternatif untuk Jerman (AfD), yang menyebutkan bahwa Islam tidak cocok dengan konstitusi, meningkat dikarenakan adanya kebijakan pintu terbuka Kanselir Jerman Angela Merkel.

Salah satu pendiri AfD Frauke Petry mengutuk serangan terhadap masjid itu, menyebutkan bahwa "menyerang sebuah bangunan dimana orang-orang menyembah Tuhan itu keji, baik sebuah gereja, masjid ataupun sinagoga (tempat ibadah umat Yahudi)".

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble menekankan dalam sebuah konferensi tahunan terkait Islam pada Selasa bahwa Islam merupakan bagian dari Jerman, mengulang pandangan yang diutarakan oleh Merkel pada 2015 sebelum adanya demonstrasi PEGIDA di Dresden, demikian Reuters.


Credit  ANTARA News






Amnesti Internasional: junta Thailand biarkan "budaya penyiksaan" berkembang

 
Amnesti Internasional: junta Thailand biarkan
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha memberi hormat di depan parade militer yang menandakan pengunduran dirinya dari jabatan Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand di Akademi Militer Kerajaan Chulachomklao di Nakorn Nayok, Thailand, Senin (29/9). Perdana Menteri Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha menyerahkan jabatannya sebagai panglima angkatan darat ke sekutu yang dipercayainya sementara ia melangkah ke dunia politik sipil sebagai kepala pemerintahan yang diperkirakan akan segera menghadapi tekanan untuk memperbaiki ekonomi. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Militer berkuasa oleh aturan yang mereka buat sendiri. Mereka membiarkan budaya penyiksaan berkembang tanpa ada hukuman bagi pelaku dan keadilan bagi korban."
Bangkok (CB) - Lembaga pembela hak asasi manusia Amnesti Internasional pada Rabu menuding pemerintahan militer Thailand dengan sengaja membiarkan "budaya penyiksaan" berkembang sejak mengambil alih kekuasaan pada 2014 melalui kudeta.

Militer mengaku terpaksa melakukan kudeta untuk mencegah kekerasan dan mengembalikan keamanan setelah negara dengan perekonomian terbesar kedua se-Asia Tenggara tersebut dilanda demonstrasi selama berbulan-bulan, lapor Reuters.

Pihak militer membantah telah melanggar hak asasi manusia. Pada Rabu, juru bicara pemerintah menyatakan bahwa Amnesti Internasional tidak mempunyai bukti mengenai adanya penyiksaan.

Sejak kudeta, puluhan tokoh oposisi telah dijadikan tahanan militer. Sebuah dekrit dari junta juga memperbolehkan militer untuk menahan warga dengan larangan kunjungan.

Dalam sebuah laporan, Amnesti Internasional mengaku telah mendokumentasikan 74 kasus dugaan penyiksaan oleh tentara dan kepolisian.

Amnesti menuliskan dugaan pemukulan, pembekapan dengan tas plastik, interogasi dengan teknik waterboarding (tahanan dipaksa menengok ke atas kemudian diguyur dengan air dalam jumlah besar sampai memasuki saluran pernafasan), serta penyiksaan dengan aliran listrik.

"Militer berkuasa oleh aturan yang mereka buat sendiri. Mereka membiarkan budaya penyiksaan berkembang tanpa ada hukuman bagi pelaku dan keadilan bagi korban," kata Rafendi Djamin, direktur Amnesti Internasional untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Menurut Amnesti, taktik penyiksaan itu mendapat insentif hukum oleh undang-undang darurat yang sudah tidak berlaku sejak 2015 dan digantikan oleh konstitusi sementara Pasal 44 yang memberi kewenangan besar bagi militer.

Pemerintah membantah tudingan penyiksaan itu, kata Jenderal Sansern Kaewkamnerd, juru bicara Kantor Perdana Menteri.

"Penyelidikan kami terhadap tudingan itu menunjukkan tidak adanya indikasi penyiksaan. Saya tidak pernah menyaksikan adanya penyiksaan, demikian pula dengan rakyat Thailand," kata Sansern kepada Reuters.

Amnesti Internasional rencananya akan menggelar konferensi pers di Bangkok untuk meluncurkan laporan dugaan penyiksaan itu.

Namun beberapa menit sebelum dimulai, beberapa orang pria yang mengaku dari Kementerian Tenaga Kerja dan sejumlah polisi, datang dan menyatakan bahwa para pembicara akan ditangkap di bawah undang-undang perburuhan.

Amnesti Internasional pun terpaksa membatalkan acara tersebut.

"Kami berada di sini dengan visa bisnis. Kami tidak mempunyai kantor di Thailand," kata Omar Waraich, manajer media Amnesti Internasional untuk Asia kepada Reuters.

Pada Mei lalu, PBB menilai situasi hak asasi manusia di Thailand mengkhawatirkan.


Credit  ANTARA News