Jumat, 15 Maret 2019

Boeing Setop Pengiriman 737 MAX


Boeing Setop Pengiriman 737 MAX
Boeing setop pengiriman jet 737 MAX. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)



Jakarta, CB -- Boeing tengah menghadapi krisis terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Buntut insiden mematikan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, Boeing menyetop pengiriman jet 737 MAX-nya kepada maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Dihentikannya pengiriman pesawat ini dilakukan berdasarkan perintah dari Badan Aviasi Federal Amerika Serikat.

Jet 737 MAX telah dilarang beroperasi di sejumlah negara, termasuk AS. Pelarangan muncul pasca-insiden jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) lalu, yang menjadi tragedi kedua dalam kurun waktu lima bulan terakhir.

Lima bulan sebelumnya, Lion Air, dengan jenis pesawat yang sama, terjun bebas di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Insiden itu menewaskan 189 penumpang dan awak yang ada di dalamnya.

Kendati demikian, penyetopan pengiriman ini tak serta merta membuat Boeing berhenti memproduksi 737 MAX.

"Kami terus memproduksi 737 MAX sambil menilai bagaimana situasi, termasuk kendala kapasitas potensial, dan dampaknya pada sistem produksi kami," ujar Juru Bicara Boeing, Chax Bikers, melansir Reuters.

Boeing juga berencana untuk menaikkan tingkat produksi. Produsen pesawat terbesar di dunia itu menargetkan sebanyak 52 pesawat dihasilkan dan rampung setiap bulannya. 



Credit  cnnindonesia.com


Pilot AS Sudah Keluhkan 737 MAX 8 Kerap Menukik Mendadak


Pilot AS Sudah Keluhkan 737 MAX 8 Kerap Menukik Mendadak
Ilustrasi pesawat Boeing 737 Max 8. (REUTERS/Jason Redmond)



Jakarta, CB -- Setidaknya empat pilot Amerika Serikat tercatat mengeluhkan soal kendala teknis yang dialami pesawat Boeing tipe 737 MAX 8. Masalah yang dialami adalah burung besi itu selalu mendadak menukik ketika hendak mencapai ketinggian jelajah, mirip seperti kondisi yang terjadi dalam kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Air.

Seperti dilansir AFP, Kamis (14/3), laporan seperti itu tercatat muncul pada November 2018, tiga pekan selepas kecelakaan Lion Air JT610. Pilot yang identitasnya dirahasiakan itu menyatakan hidung pesawat mendadak menukik selama dua hingga tiga detik setelah mode autopilot diaktifkan tak berapa lama selepas lepas landas.

"Pilot segera mematikan autopilot dan menarik kemudi pesawat hingga posisi hidung pesawat kembali naik. Kondisi itu tidak terjadi lagi hingga akhir penerbangan," demikian catatan yang tercantum dalam Sistem Laporan Keselamatan Penerbangan yang dikelola NASA.


Selepas terbang, lanjut laporan itu, pilot dan ko-pilot lantas melakukan evaluasi. Namun, mereka tetap tidak mengerti mengapa pesawat itu bisa tiba-tiba menukik.

Dalam bulan yang sama, pilot lainnya mencoba metode berbeda untuk menghindari kejadian serupa. Dia mencoba mengaktifkan mode autopilot lebih awal ketika lepas landas. Akan tetapi, pesawat itu tetap menukik dan sensor peringatan langsung menyalak.

"Saya segera mematikan autopilot dan pesawat kembali menanjak. Setelah evaluasi, kami tidak menemukan kegagalan setelan," demikian isi laporan itu.

"Karena ada kecenderungan pesawat MAX 8 tiba-tiba menukik, kami pikir layak untuk menjadi perhatian," lanjut isi laporan itu.

Diduga hal itu ada kaitannya dengan sistem Sensor Sudut Jelajah (Angle of Attack) yang terhubung dengan sensor Sistem Stabilisasi Pesawat (MCAS) 737 MAX 8.

Kesimpulan awal ada kegagalan fungsi pada kedua sistem itu mengakibatkan kecelakaan maut dalam penerbangan Lion Air JT610. Termasuk dugaan yang sama dalam insiden Ethiopian Airlines ET302.

Penerbangan Ethiopian Airlines ET302 jatuh di sebuah tanah kosong di dekat Desa Tulu Fara, Kota Bishoffu, tak lama setelah lepas landas dari ibu kota Addis Ababa. Sebanyak 157 penumpang dan awak yang ada di dalamnya dilaporkan tewas.

Sedangkan penerbangan Lion Air JT610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Oktober 2018 lalu. Sebanyak 189 penumpang dan awak juga meninggal.

Insiden itu membuat gelombang larangan terbang terhadap 737 MAX 8 di seluruh dunia. Tercatat ada 50 negara melarang operasional pesawat itu, ditambah sejumlah maskapai. 



Credit  cnnindonesia.com


Rusia Larang Boeing 737 Max Lewati Wilayah Udaranya



Rusia Larang Boeing 737 Max Lewati Wilayah Udaranya
Pengumuman Moskow datang dua hari setelah maskapai Rusia, S7 mengatakan mereka akan menangguhkan pengoperasian jet Boeing 737 Max 8 milik mereka. Foto/Reuters


MOSKOW - Aksi boikot dan larangan terbang terhadap pesawat Boeing 737 Max kian hari kian meluas, pasca kecelakaan Ethiopian Airlines beberapa waktu lalu. Terbaru, Rusia melarang pesawat tersebut melintasi wilayah udara mereka.

"Rusia telah menjadi yang terbaru dalam serangkaian negara yang secara sementara melarang Boeing 737 Max 8," kata Badan Transportasi Udara Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (14/3).

Pengumuman Badan Transportasi Udara Rusia ini sendiri datang dua hari setelah maskapai Rusia, S7 mengatakan bahwa mereka akan menangguhkan pengoperasian jet Boeing 737 Max 8 milik mereka.

Sementara itu, sebelumnya Amerika Serikat (AS) akhirnya bergabung dengan sejumlah negara yang melarang pesawat Boeing 737 MAX 8 dan 9 beroperasi. Hal itu terjadi setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah darurat untuk mengandangkan semua pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9.

"Kami akan mengeluarkan perintah darurat larangan untuk mendaratkan semua penerbangan dari 737 Max 8 dan 737 Max 9 serta pesawat yang terkait. FAA siap untuk membuat pengumuman yang sangat singkat mengenai informasi baru dan bukti fisik yang telah kami terima dari situs, dan dari lokasi lain serta melalui beberapa keluhan lainnya," kata Trump, merujuk pada Administrasi Penerbangan Federal AS, FAA. 





Credit  sindonews.com


Parlemen Inggris Minta Perpanjangan Waktu Brexit


Parlemen Inggris Minta Perpanjangan Waktu Brexit
Foto/Ilustrasi/Istimewa

LONDON - Anggota parlemen Inggris memilih untuk meminta perpanjangan batas waktu Brexit. Keputusan itu diambil lewat serangkaian pemungutan suara yang dramatis.

Sebanyak 412 anggota parlemen Inggris memilih resolusi tersebut, berbanding 202. Resolusi ini mengarahkan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk meminta kepada pemimpin Uni Eropa waktu lebih banyak untuk memecahkan masalah yang telah menjadi kekacauan politik berkepanjangan.

May membutuhkan dukungan dari 27 anggota parlemen untuk menyetujui perpanjang batas waktu hingga 29 Maret seperti dikutip dari NBC News, Jumat (15/3/2019).

Anggota parlemen Inggris secara sempit juga memberikan suara menentang sebuah amandemen yang secara efektif akan memungkinkan anggota parlemen mengendalikan proses Brexit untuk mencoba menemukan alternatif dari kesepakatan May.

Anggota parlemen juga menolak amandemen yang membuka jalan untuk referendum kedua - setidaknya untuk saat ini - dengan 334 suara melawan 85.

Namun, banyak yang mendukung referendum kedua abstain karena mereka tahu akan kalah, dan mereka yakin akan mendapatkan peluang yang lebih baik dalam waktu dekat.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan ia telah mengimbau negara-negara Eropa untuk terbuka pada perpanjangan waktu yang panjang jika perlu.

Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum Juni 2016, tetapi politisi belum bisa menyepakati bagaimana proses yang kompleks harus bekerja.

Kecuali jika ada semacam intervensi, Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret dengan atau tanpa kesepakatan. Skenario yang terakhir - dijuluki "no-deal Brexit" - menurut sebagian besar ahli dan kritikus, akan menjadi tindakan merugikan diri sendiri secara ekonomi. 


Jadi pada jam ke-11, dengan sisa waktu dua minggu, anggota parlemen Inggris berusaha keras untuk mencegah apa yang dilihat banyak orang sebagai bencana yang mengancam.

May sebelumnya telah membuat kesepakatan dengan Uni Eropa, tetapi telah ditolak dua kali oleh Parlemen.

Dengan "no-deal Brexit" meningkat sebagai posisi default, anggota parlemen pada hari Kamis menginstruksikan May untuk kembali ke pejabat Uni Eropa dan berusaha mendapatkan perpanjangan pada tenggat waktu guna memberi mereka lebih banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.

May kemungkinan besar akan melakukan upaya ketiga untuk mendorong kesepakatan yang tidak populer pada minggu depan, di hadapan apa yang tampaknya menjadi krisis Uni Eropa. KTT dijadwalkan untuk Kamis dan Jumat.



Credit  sindonews.com



Irlandia: EU berpeluang tawarkan penundaan 21 bulan Brexit


Irlandia: EU berpeluang tawarkan penundaan 21 bulan Brexit

Anti-Brexit demonstrators protest outside the Houses of Parliament, in Westminster, London, Britain, February 14, 2019. REUTERS/Henry Nicholls (REUTERS/HENRY NICHOLLS)




Dublin (CB) - Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney mengatakan pada Kamis, Uni Eropa (EU) kemungkinan akan menawarkan pada Inggris untuk melakukan penundaan keluar dari blok hingga 21 bulan.

Ia menilai penundaan itu mungkin akan bisa mengarah pada "pemikiran ulang yang mendasar" akan kebijakan Inggris mengenai persoalan tersebut.

"Bila Anda memiliki perpanjangan yang lama akan artikel 50, yang terbuka untuk perdebatan yang lebih luas akan pendekatan menyeluruh yang diambil oleh Inggris untuk melakukan Brexit. Mungkin ini akan menjadi fasilitas untuk pemikiran ulang yang mendasar. Walau bisa juga tidak, kami belum tahu," kata Coveney dalam wawancara dengan radio RTE

"Apabila ada perpanjangan, misalnya 21 bulan hingga akhir 2020, periode apa pun, Inggris akan memiliki hak resmi untuk memiliki perwakilan di Parlemen Eropa," dan ikut ambil bagian dalam pemilihan EU.




Credit  antaranews.com


Vietnam Kecewa Warganya Masih Terbelit Kasus Kim Jong-nam


Vietnam Kecewa Warganya Masih Terbelit Kasus Kim Jong-nam
Terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam asal Vietnam, Doan Thi Huong. (REUTERS/Lai Seng Sin)




Jakarta, CB -- Pemerintah Vietnam menyatakan kecewa terhadap Malaysia karena menolak permohonan supaya membebaskan salah satu warga mereka, Doan Thi Huong, dari ancaman hukuman mati. Doan adalah terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam, yang merupakan kakak tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

"Kami sangat menyesalkan pengadilan tinggi Malaysia tidak membebaskan warga negara Vietnam, Doan Thi Huong, secepatnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Thi Thu Hang, dalam jumpa pers seperti dikutip Reuters, Kamis (14/3).

Jaksa yang pemimpin penyelidikan kasus Kim Jong-nam, Muhammad Iskandar Ahmad, mengatakan proses persidangan atas Doan akan tetap dilanjutkan karena pengadilan menolak permintaan Vietnam untuk membebaskan warganya tersebut.

Ketika putusan itu dibacakan, Doan menangis mengingat tersangka asal Indonesia, Siti Aisyah, dibebaskan pada Senin (11/3) karena jaksa penuntut umum mencabut seluruh tuntutan.


"Saya tidak marah karena Siti dibebaskan. Hanya Tuhan yang tahu bahwa kami tidak melakukan pembunuhan itu. Saya ingin keluarga saya berdoa untuk saya," tutur Doan kepada para wartawan.

Le Thi menyatakan sudah berulang kali meminta supaya Malaysia membebaskan Doan. Dia dan Siti didakwa terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam dengan mengusapkan zat saraf beracun VX, pada 2017 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

"Vietnam sudah mengangkat kasus ini dalam setiap kesempatan dengan Malaysia, dan kami juga sudah meminta supaya Malaysia menggelar persidangan yang adil," ujar Le Thi.

Hakim pada Pengadilan Tinggi Shah Alam, Azmi Ariffin, mengatakan bahwa fisik dan mental Doan belum belum begitu baik untuk mengikuti sidang yang dijadwalkan digelar pada hari ini. Sidangnya akan dilanjutkan pada 1 April mendatang.

Seusai sidang, Duta Besar Vietnam untuk Malaysia, Le Quy Quynh, mengatakan kepada AFP bahwa, "Saya sangat kecewa pengadilan tidak membebaskan Doan. Kami akan meminta Malaysia agar adil dan membebaskan dia secepat mungkin."

Keluarga Doan meminta perempuan itu tak hilang harapan setelah permohonan pembebasannya ditolak Malaysia.

"Tolong bersabar. Pemerintah Vietnam akan mendukung pembebasanmu," ujar ayah sang tersangka, Doan Van Thanh, saat ditemui AFP di rumahnya di utara Vietnam.



Credit  cnnindonesia.com


Malaysia tolak permintaan Vietnam atas pembebasan Doan Thi Huong


Malaysia tolak permintaan Vietnam atas pembebasan Doan Thi Huong
Warga Vietnam Doan Thi Huong, yang diadili atas pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, tiba di Pengadilan Tinggi Shah Alam di pinggiran kota Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (11/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Lai Seng Sin/cfo




Jakarta (CB) - Jaksa Agung Malaysia pada Kamis menolak permintaan Vietnam untuk membebaskan warganya, Doan Thi Huong,  yang dituduh membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam.

Pengadilan akan melanjutkan sidang pada 1 April mendatang.

Permintaan Vietnam menyusul pembebasan pada Senin, atas permintaan Indonesia, terhadap Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang bersama warga Vietnam tersebut dikenai tuduhan.  


Huong dan Siti Aisyah dituduh membunuh Kim dengan mengusapkan racun VX ke wajah pria itu di bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017. VX merupakan senjata kimia yang dilarang.

"Kami keberatan bahwa penuntutan umum tidak bertindak secara adil terhadap Doan Thi Huong," ungkap pengacaranya, Hisyam Teh, yang meminta penangguhan dengan alasan bahwa kliennya sedang sakit.

Teh mengatakan kepada pengadilan bahwa penolakan permintaan Vietnam tersebut "jahat" dan merupakan kasus diskriminasi. Jaksa agung dianggap lebih memilih satu salah satu pihak saja, sejak pengadilan memerintahkan keduanya untuk mengajukan pembelaan mereka.

Menteri Kehakiman dan Luar Negeri Vietnam sedang berkomunikasi dengan mitra mereka dari Malaysia untuk menjamin pembebasan kliennya, kata Teh.

Setelah putusan itu, Huong terlihat terisak saat berbicara dengan pejabat kedutaan Vietnam, sebelum akhirnya dibawa pergi oleh polisi.

Jaksa membuat kejutan pada Senin dengan meminta pengadilan untuk membatalkan dakwaan terhadap Siti Aisyah dan membebaskan perempuan tersebut. Kedutaan Indonesia membawanya pulang ke Jakarta pada hari yang sama.

Persidangan memperlihatkan CCTV dua wanita yang diduga menyerang Kim Jong Nam saat kakak tiri Kim Jong Un itu bersiap menjalani pemeriksaan sebelum terbang.

Para pengacara menyatakan bahwa kedua perempuan itu merupakan orang-orang suruhan dalam pembunuhan yang dirancang agen Korea Utara. Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur dirusak dengan coretan, hanya beberapa jam sebelum persidangan dilanjutkan.

Interpol mengeluarkan permintaan penangkapan atas empat warga Korea Utara, yang diidentifikasi sebagai tersangka oleh kepolisian Malaysia. Keempatnya meninggalkan Malaysia beberapa jam setelah pembunuhan terjadi.

Sebelum dibunuh, Kim Jong Nam tinggal di pengasingan di Macau selama beberapa tahun. Ia meninggalkan tanah airnya setelah  Kim Jong Un menjadi pemimpin Korea Utara pada 2011 setelah kepergian ayah mereka.

Sejumlah anggota parlemen Korea Selatan menuduh rezim Korea Utara sebagai otak dibalik pembunuhn Kim Jong Nam, yang mengkritik pemerintahan dinasti keluarganya. Tuduhan  itu dibantah oleh Pyongyang.







Credit  antaranews.com





Kamis, 14 Maret 2019

Pasukan India dan Pakistan Jual Beli Tembakan di Kashmir



Pasukan India dan Pakistan Jual Beli Tembakan di Kashmir
Pasukan India dan Pakistan terlibat baku tembak sengit di Jalur Kontrol (LoC), Kashmir. Foto/Ilustrasi


SRINAGAR - Pasukan India dan Pakistan kembali terlibat baku tembak sengit. Keduanya saling menargetkan posisi masing-masing di Jalur Kontrol (LoC), yang membagi wilayah Kashmir, kata para pejabat.

Kedua belah pihak terlibat baku tembak di distrik Poonch, sekitar 180 km barat daya Srinagar, Ibu Kota musim panas Kashmir yang dikuasai India.

"Pakistan hari ini kembali melepaskan tembakan tanpa sasaran yang menargetkan pos-pos terdepan pada pukul 10:00 waktu setempat di daerah Khari Karmara, sektor Gulpur," kata seorang pejabat. 

"Pihak kita juga memberikan balasan yang sesuai kepada pihak lain sebagai tanggapan," imbuhnya seperti dilansir dari Xinhua, Kamis (14/3/2019).

Baku tembak berlangsung selama beberapa jam dan kedua belah pihak menggunakan senjata kecil serta mortir untuk menargetkan posisi masing-masing.

Menurut para pejabat, sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam pertempuran di kedua belah pihak.

Para pejabat mengatakan dua peluru, ditembakkan dari seberang LoC, mendarat di dekat pusat perdagangan di daerah Chakan da Bagh di Poonch, tetapi ledakan peluru itu tidak menyebabkan kerusakan.

Selama dua minggu terakhir, baku tembak kerap terjadi di LoC Kashmir. Aksi penembakan yang berlangsung setiap hari ini telah memaksa penduduk di kedua sisi untuk bermigrasi ke lokasi yang lebih aman.

Ketegangan terbaru antara New Delhi dan Islamabad tumbuh setelah India melakukan serangan udara di dalam Pakistan, memicu aksi balasan. Situasi ini telah menurun sampai batas tertentu setelah seruan untuk menahan diri dari beberapa negara.






Credit  sindonews.com






India Uji Coba Sistem Rudal Baru Dekat Perbatasan Pakistan



India Uji Coba Sistem Rudal Baru Dekat Perbatasan Pakistan
Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dilaporkan telah melakukan uji coba sistem rudal Pinaka di wilayah dekat dengan perbatasan Pakistan. Foto/Istimewa


NEW DELHI - Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dilaporkan telah melakukan uji coba sistem rudal Pinaka, di wilayah Pokharan di negara bagian Rajasthan, dekat dengan perbatasan Pakistan.

Senjata yang baru dikembangkan dan diuji ini dapat menghancurkan wilayah seluas 900 meter persegi pada jarak 20 hingga 90 kilometer. Sistem rudal Pinaka dapat menembakkan 12 roket dalam waktu 44 detik.

"Sistem senjata memengaruhi sasaran yang dituju dengan presisi tinggi dan mencapai akurasi yang diinginkan di semua misi. Sistem Telemetri melacak dan memantau kendaraan melalui jalur penerbangan. Semua tujuan misi telah dipenuhi," kata Kementerian Pertahanan India, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (13/3).

Sistem Pinaka ditenagai oleh motor berbahan bakar padat dan dapat dilengkapi dengan tiga hulu ledak, bahan peledak tinggi pra-terfragmentasi (PFHE), atau pembakar, atau hulu ledak ledak berkekuatan tinggi (RHE). Stabilisasi penerbangan disediakan oleh enam sirip sisi-lipatan-delta yang terpotong menuju bagian belakang roket.

Sistem Pinaka secara bertahap akan menggantikan SMERCH Rusia, yang dapat meratakan area seluas 1,1 kilometer persegi.

Dipercayai, meskipun tidak secara terbuka, bahwa sistem Pinaka mungkin telah dikembangkan untuk mengirimkan hulu ledak nuklir pada kisaran kecil. Waktu reaksi yang cepat dan laju tembakan yang tinggi memberikan keunggulan bagi tentara selama situasi konflik.

Menurut DRDO, kemampuan sistem untuk menggabungkan beberapa jenis hulu ledak membuatnya mematikan bagi musuh, karena bahkan dapat menghancurkan struktur padat mereka dan bunker yang tersebar di area seluas 900 meter persegi. 





Credit  sindonews.com



Waspada, Jumat Besok Ada Badai Matahari ke Arah Bumi



Memprediksi Badai Matahari dalam 24 Jam
Memprediksi Badai Matahari dalam 24 Jam

CB, Jakarta - Lembaga layanan cuaca Inggris Met Office memberikan peringatan bahwa besok Jumat, 15 Maret 2019, akan terjadi ledakan besar sinar kosmik dari Matahari menuju Bumi. Badai Matahari itu dapat melumpuhkan GPS, sinyal ponsel dan TV digital, seperti dilansir laman express, Rabu, 13 Maret 2019.

Fenomena tersebut merupakan hasil dari lubang berbentuk ngarai di atmosfer atas Matahari. Celah panjang dan sempit di atmosfer Matahari, yang dikenal sebagai lubang koronal, melepaskan rentetan sinar kosmik. Pakar peramalan cuaca luar angkasa memperkirakan badai matahari akan mencapai Bumi.
Laman web Space Weather menyatakan bahwa lubang akan berbentuk ngarai di atmosfer Matahari menghadap Bumi, dan itu memuntahkan aliran angin matahari ke arah Bumi. Fenomena yang juga disebut badai geomagnetik minor G1 tidak berbahaya.
Sebagian besar, medan magnet Bumi melindungi manusia dari rentetan radiasi, tapi badai Matahari dapat mempengaruhi teknologi berbasis satelit. Angin Matahari dapat memanaskan atmosfer luar Bumi, yang menyebabkannya mengembang.
Ini juga dapat mempengaruhi satelit di orbit, berpotensi menyebabkan kurangnya navigasi GPS, sinyal ponsel, dan TV satelit. Selain itu, gelombang partikel dapat menyebabkan arus tinggi di magnetosfer, yang dapat menyebabkan arus lebih tinggi dari listrik normal di saluran listrik, mengakibatkan transformator listrik dan pembangkit listrik meledak dan kehilangan daya.

Jumlah radiasi yang lebih tinggi juga membuat orang rentan terhadap kanker. Met Office telah memperingatkan bahwa masyarakat akan menghadapi badai Matahari yang monumental di masa depan, yang dapat menghancurkan teknologi Inggris dan merugikan Inggris hampir £ 16 miliar setara Rp 304 triliun.
Inggris tidak cukup siap untuk badai matahari yang kuat, Met Office juga memperingatkan hal itu kepada para menteri. Peramal cuaca percaya bahwa Inggris tidak memiliki infrastruktur yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi peristiwa semacam itu.
"Kami menemukan bahwa dalam 100 tahun, tanpa kemampuan peramalan cuaca luar angkasa, Inggris bisa kehilangan produk domestik bruto £ 15,9 miliar (Rp 302,1 triliun)," ujar seorang peneliti dari Met Office.
"Dengan satelit yang ada, kemampuan perkiraan akan menurun di tahun-tahun mendatang, jadi jika tidak ada investasi lebih lanjut, infrastruktur penting akan menjadi lebih rentan terhadap cuaca luar angkasa".





Credit  tempo.co




Mengenal Bom Tsar Rusia: Raja Bom Nuklir Dunia, 3.000 Kalinya Bom Hiroshima


Mengenal Bom Tsar Rusia: Raja Bom Nuklir Dunia, 3.000 Kalinya Bom Hiroshima
Bom Tsar atau Raja Bom, bom nuklir terbesar di dunia yang dimiliki Rusia. Foto/The National Interest

MOSKOW - Runtuhnya Perjanjian Intermediate Nuclear Forces (INF) antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia, membuat Tsar Bomba (Bom Tsar) jadi sorotan media. Senjata itu dianggap sebagai rajanya bom nuklir di dunia yang kekuatannya 50 megaton atau 3.000 kalinya dari bom nuklir yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima, Jepang, saat Perang Dunia II.

Perjanjian INF 1987 runtuh setelah AS menarik diri dari perjanjian tersebut secara bertahap hingga enam bulan ke depan. Washington menuduh Moskow melanggar perjanjian pencegah perang nuklir itu. Rusia, di bawah pemerintah Presiden Vladimir Putin, merespons serupa dengan menarik diri dari Perjanjian INF. Moskow membantah melanggar perjanjian dan menuduh balik Washington sebagai pelanggarnya.

The National Interest, majalah militer yang berbasis di AS, dalam artikel online-nya 11 Maret mengulas bom mengerikan yang dimiliki rezim Rusia itu. Dalam radius hingga 50 mil jauhnya, siapa pun yang terkena kilatan senjata nuklir ini akan menerima luka bakar tingkat tiga. Singkatnya, hulu ledak Bom Tsar akan benar-benar menghancurkan seluruh area metropilitan seluas Los Angeles.

Mayor Andrei Durnovtsev, seorang pilot angkatan udara Soviet dan komandan pesawat pembom Tu-95 Bear, memiliki kehormatan dalam sejarah Perang Dingin. Dia pernah menerbangkan pesawat yang menjatuhkan bom berdaya ledak 50 megaton tersebut dalam uji coba.

Selama bertahun-tahun, sejarawan mengidentifikasi banyak nama untuk tes Bom Tsar. Andrei Sakharov, salah satu fisikawan yang membantu mendesainnya, hanya menyebutnya "the Big Bomb (Bom Besar)". Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev menyebutnya "Kuzka's Mother", sebuah rujukan ke pepatah Rusia kuno yang berarti Anda akan mengajari seseorang dengan keras, pelajaran yang tak terlupakan.

Badan Intelijen Pusat atau CIA Amerika Serikat menjulukinya tes "Joe 111". Tapi nama yang lebih populer lahir dari kebanggaan Rusia dan sangat mengagumi semuanya, yakni Tsar Bomba atau Raja Bom.

"Sejauh yang saya tahu istilah itu tidak muncul sampai setelah berakhirnya Perang Dingin," kata Alex Wellerstein, seorang sejarawan di Stevens Institute of Technology yang juga seorang blogger, kepada War Is Boring. "Sebelum itu hanya disebut bom 50 megaton atau 100 megaton."

"Saya pikir kami membuat lebih banyak Tsar Bomba hari ini daripada kapan pun selain periode langsung di mana ia diuji," ujarnya.

"Orang Amerika suka menunjukkannya sebagai contoh betapa gilanya Perang Dingin, dan betapa gilanya orang-orang Rusia itu," ujar Wellerstein. "Rusia tampaknya bangga karenanya." 


Pada 30 Oktober 1961, Durnovtsev dan krunya lepas landas dari lapangan terbang di Semenanjung Kola dan menuju ke area uji coba nuklir Soviet di atas Lingkaran Arktik di Teluk Mityushikha, yang terletak di kepulauan Novaya Zemlya.

Ilmuwan proyek uji coba itu melukis pesawat pembom Bear dan pesawat pengejarnya, Tu-16 Badger, berwarna putih untuk membatasi kerusakan akibat panas dari pulsa termal bom. Setidaknya itulah yang para ilmuwan harapkan dari cat itu.

Bom itu juga memiliki parasut untuk memperlambat kejatuhannya. Tujuannya adalah memberi kesempatan bagi kedua pesawat untuk terbang sekitar 30 mil dari titik nol sebelum bom nuklir itu meledak. Ini sekaligus memberi Durnovtsev dan kawan-kawan kesempatan untuk melarikan diri.

Ketika pesawat mencapai tujuan mereka di ketinggian 34.000 kaki yang telah ditentukan, ia memerintahkan bom dijatuhkan. Parit terbuka, dan bom mulai turun tiga menit ke ketinggian ledakan dua setengah mil di atas bumi.

Kemudian bom mengerikan itu meledak. Bola api selebar lima mil membumbung tinggi di langit seperti pesawat pembom Bear. Gelombang kejut bom itu menyebabkan pesawat Bear turun lebih dari setengah mil di ketinggian sebelum Durnovtsev mendapatkan kembali kendali atas pesawatnya.

Ledakan itu memecahkan jendela lebih dari 500 mil jauhnya. Saksi mata melihat kilatan menembus awan tebal lebih dari 600 mil dari lokasi ledakan.

Awan jamurnya mendidih ke atmosfer sampai 45 mil di atas tanah nol, yang pada dasarnya di batas bawah. Bagian atas awan jamur menyebar hingga lebarnya 60 mil. Denyut panas nuklir itu membakar cat kedua pesawat.

Daya ledak itu pun masih kecil dibandingkan dengan rencana asli Soviet kala itu.

Para perancang awalnya berniat Bom Tsar memiliki daya ledak 100 megaton. Mereka menggunakan konfigurasi bahan bakar kering Teller-Ulam lithium tiga tahap, mirip dengan perangkat termonuklir yang pertama kali ditunjukkan oleh Amerika Serikat selama tembakan Castle Bravo.

Kekhawatiran tentang kejatuhannya mendorong para ilmuwan Rusia untuk menggunakan perusak timbal yang menurunkan daya ledaknya hingga setengah dari kemampuan aslinya. Yang cukup menarik, Bom Tsar adalah salah satu senjata nuklir "terbersih" yang pernah diledakkan, karena desain bomnya menghilangkan 97 persen dari kemungkinan kejatuhan.


Bahkan ukurannya pun mengerikan. Panjangnya 26 kaki, berdiameter sekitar tujuh kaki dan beratnya lebih dari 60.000 pound, ukuran yang begitu besar sehingga tidak bisa muat di dalam teluk bom dari pesawat pembom Bear yang dimodifikasi untuk menjatuhkannya.

Bom Tsar yang begitu besar diragukan apakah itu bisa menjadi senjata praktis yang dikirimkan oleh pesawat pembom Soviet.

Karena jarak dari Uni Soviet ke Amerika, pemindahan tangki bahan bakar pesawat untuk mengakomodasi bom—dikombinasikan dengan bobotnya yang tipis—berarti bahwa pesawat pembom Bear tidak akan memiliki bahan bakar yang cukup untuk misi bahkan dengan pengisian bahan bakar di udara.

Namun, CIA menyelidiki apakah Soviet berencana untuk menempatkan hulu ledak serupa pada rudal balistik antarbenua super kuat yang akan menargetkan kota-kota Amerika.

Alasannya adalah akurasi. Atau lebih tepatnya, kekurangannya. Karena keunggulan nuklir aliansi NATO, AS dapat menempatkan pesawat pembom dan rudal balistik jarak menengah yang cukup dekat dengan target Soviet di Eropa Timur.

Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, AS menempatkan rudal balistik jarak menengah seperti Thor di Inggris dan Turki, dan rudal Honest John dan Matador di Jerman Barat.

Jarak penerbangan yang lebih pendek untuk rudal-rudal itu berarti mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk mengirimkan hulu ledak nuklir mereka secara efektif tepat sasaran.

Senjata nuklir Rusia harus melakukan perjalanan lebih jauh, sehingga ada lebih banyak peluang untuk kehilangan tandanya. Tetapi untuk hulu ledak 100 megaton itu cukup dekat.

Pada tahun 1963, Khrushchev mengatakan Uni Soviet memiliki bom berkekuatan 100 megaton yang dikerahkannya ke Jerman Timur. Tetapi klaim perdana menteri itu diragukan kebenarannya oleh sejarawan.

Sedangkan Sakharov, yang karena pengalamannya membangun dan menguji Bom Tsar mengubah hidupnya, mendorong dirinya sendiri untuk meninggalkan penelitian senjata.

Dia menjadi kritikus blak-blakan terhadap upaya Soviet untuk menciptakan sistem pertahanan rudal anti-balistik. Dia kemudian menjadi advokat untuk hak-hak sipil di Uni Soviet dan banyak pembangkang politik yang dianiaya yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1975.



Credit  sindonews.com



Rudal JSM Kongsberg Jadi Senjata Jet Tempur Siluman F-35 Jepang



Rudal JSM Kongsberg Jadi Senjata Jet Tempur Siluman F-35 Jepang
Seni rendering dari Joint Strike Missile (JSM) dan pesawat jet tempur F-35. Foto/Kongsberg


TOKYO - Perusahaan Norwegia, Kongsberg Defense & Aerospace, telah menandatangani kontrak dengan Jepang untuk memasok Joint Strike Missiles (JSM) untuk armada jet tempur siluman F-35 Lightning II negara tersebut.

"Ini adalah tonggak utama untuk program JSM, memasuki fase produksi," kata Eirik Lie, presiden Kongsberg Defense & Aerospace. "Perusahaan sangat bangga telah dipilih oleh Jepang untuk menyediakan JSM bagi Armada F-35 mereka," lanjut dia, dikutip Defense News, Kamis (14/3/2019).

Baik Kongsberg maupun Jepang tidak mengungkapkan nilai dolar atau jumlah rudal yang tercakup dalam kontrak. Namun, dokumen anggaran Jepang menunjukkan negara itu mengalokasikan 7,3 miliar yen (USD 65,6 juta) untuk akuisisi rudal untuk tahun fiskal mendatang, yang dimulai 31 Maret.

JSM hanya direncanakan untuk berintegrasi pada F-35A. Hasil pengamatan sebelumnya mengonfirmasi bahwa dua JSM dapat masuk ke dalam rongga senjata internal F-35A. Namun, F-35B dirancang hanya dapat membawa rudal di stasiun senjata eksternal.

Jepang berencana untuk mengakuisisi 157 unit jet tempur F-35, termasuk 42 unit F-35B. Negara Asia Timur akan memiliki skuadron F-35A pertamanya akhir tahun ini. Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang saat ini melatih kader penerbangan dan kru darat, serta mengambil pengiriman pesawat.

Menurut Kongsberg, JSM adalah satu-satunya rudal jarak jauh yang dapat digunakan melawan target kapal dan target di darat dan juga dilakukan secara internal di F-35.

Perusahaan tersebut mengatakan JSM menambahkan fitur kemampuan serangan darat standoff seperti kemampuan observasi yang rendah, kelincahan dan fleksibilitas. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 mil laut.

Selain Jepang, Australia juga ingin memperoleh JSM untuk jet-jet tempur F-35-nya sendiri. Niat Australia untuk mengakuisisi misil JSM sudah muncul sejak 2015. 






Credit  sindonews.com


NASA: Orang Pertama yang Mendarat di Mars Kemungkinan Wanita


Foto kolase planet Mars terlihat saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu, 28 Juli 2018. Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit, atau merupakan gerhana terlama yang terjadi pada abad ini. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Foto kolase planet Mars terlihat saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu, 28 Juli 2018. Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit, atau merupakan gerhana terlama yang terjadi pada abad ini. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

CB, Jakarta - Lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat atau NASA menyatakan, bahwa kemungkinan manusia pertama yang mendarat di Planet Mars adalah wanita.
"Benar bahwa orang pertama di Mars kemungkinan adalah seorang wanita," ujar Administrator NASA Jim Bridenstine, seperti dikutip laman khaleejtimes, Rabu, 13 Maret 2019.

Bridenstine menyampaikan hal itu dalam sebuah acara bincang-bincang radio sains dan teknologi bernama 'Science Friday'. Dia tidak menjelaskan nama wanita yang akan menjadi orang pertama mendarat di Planet Merah itu, tapi Bridenstine mengatakan perempuan berada di garis depan dalam rencana NASA yang akan datang.

"Jadi ini adalah hal yang luar biasa. Karena kami juga memiliki wahana antariksa khusus untuk semua wanita pertama yang akan terjadi bulan ini, pada akhir Maret nanti, yang tentu saja bisa disebut sebagai Bulan Wanita Nasional," kata Bridenstine.
NASA juga akan memiliki wahana antariksa perempuan pertama pada akhir bulan, ketika astronot Anne McClain dan Christina Koch akan melayang di angkasa. Perjalanan keluar angkasa akan berlangsung sekitar tujuh jam, menurut badan antariksa AS.
Anne McClain dan Christina Koch adalah dua astronot NASA dalam Ekspedisi 59, yang akan mengoperasikan wahana antariksa saat di luar angkasa pada 29 Maret. Aktivitas itu diperkirakan akan berlangsung selama 7 jam.
Dikutip dari laman HuffPost, Jackie Kagey akan menjadi pengendali penerbangan ruang angkasa utama. Dan dia akan bergabung dengan direktur penerbangan utama Mary Lawrence serta insinyur Kristen Facciol dari Johnson Space Center NASA di Houston, Texas.
Baik McClain dan Koch adalah bagian dari kelas astronot pada 2013, yang setengahnya adalah wanita. Mereka datang dari kumpulan pelamar terbesar kedua yang pernah diterima NASA, lebih dari 6.100 pelamar. Kelas penerbangan terbaru juga diikuti 50 persen wanita.

NASA telah berjalan jauh sejak 1978, ketika enam wanita pertama bergabung dengan korps astronot NASA. Saat ini, 34 persen dari astronot aktif NASA adalah perempuan. "NASA berkomitmen untuk memastikan bahwa kami memiliki bakat yang luas dan beragam, kami menantikan wanita pertama untuk mendarat di Bulan," kata Bridenstine.




Credit  tempo.co



Menilik Penyebab Lumpuhnya Gmail, Facebook, dan Instagram


Menilik Penyebab Lumpuhnya Gmail, Facebook, dan Instagram
Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)



Jakarta, CB -- Dalam waktu kurang dari satu hari platform Gmail, Facebook, WhatsApp, dan Instagram mengalami kelumpuhan (down). Adanya dugaan serangan peretas merebak sebagai faktor terjadinya kelumpuhan ini.

Pakar Keamanan Siber dari Communication and Information System Security Research Center Pratama Persadha mengatakan Facebook dan Google kemungkinan mengalami kendala yang sama sehingga menyebabkan layanan mereka lumpuh karena jarak kejadian yang berdekatan.

Pratama mengatakan adanya kemungkinan kedua perusahaan terserang oleh peretas. Bagi Pratama, tidak mungkin perusahaan sekelas Google dan Facebook melakukan perawatan sistem hingga menyebabkan kelumpuhan selama berjam-jam.


"Jaraknya bedekatan jangan-jangan masalahnya sama. Apalagi yang kena pemain besar seperti Facebook dan Google. investasi keamanan mereka luar biasa besarnya. Lumpuh karena proses perawatan itu tidak mungkin untuk perusahaan sebesar itu. Karena mereka akan pertimbangkan masa-masa patching. Ada kemungkinan diserang peretas," kata Pratama kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (14/3).


Ia mengatakan potensi faktor serangan peretas di balik lumpuhnya platform Google dan Facebook cukup tinggi. Pasalnya kelumpuhan ini terjadi tiba-tiba. Apabila memang maintenance server, pasti hal tersebut sudah terjadwal.

"Perawatn terjadwal tidak mungkin mendadak. Karean bukan peretas dan hanya perawatan setidaknya kasih tahu kapan layanannya akan lumpuh di Indonesia, jam berapa, tanggal berapa sehingga bisa diantisipasi," imbuhnya.

Pratama menjelaskan kedua perusahaan tidak mungkin beralasan server lumpuh akibat maintenance. Pasalnya ketika perusahaan hendak melakukan pembaruan atau perawatan di live server, perusahaan pasti melakukan protokol yang tidak akan membuat lumpuh live server.

"Kedua perusahaan pasti ada tim riset sendiri, pasti ada server untuk pengujian. Uji coba pembaruan, patching, maintenance di server uji coba itu. Semua hal yang mau dilakukan di liver server pasti di uji coba di tester," ucapnya.


Pratama kemudian mengatakan Facebook dan Google memiliki puluhan hektar lahan yang disediakan untuk data center. Oleh karena itu pasti kalau server terserang atau perawatan, akan ada server backup.

"Kalau menurut saya Facebook itu pasti punya backup server dan mirroring server, mereka punya puluhan hektar server. Kalau terserang satu atau perawatan pasti ada backup server yang pasti bisa backup," ujar Pratama.

Dihubungi terpisah Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan jika lumpuhnya Google dan Facebook berkaitan, maka kemungkinan kelumpuhan ini disebabkan serangan peretas.

Alfons mengatakan peretas ini memanfaatkan "zero day vulnerability" yang merupakan celah keamanan pada piranti lunak. Celah keamanan itu belum ada patch atau tambalan untuk memperbaiki celah tersebut.


Zero day vulnerability
adalah istilah adanya celah keamanan pada piranti lunak yang digunakan oleh komputer. Dan biasanya belum ada patch / tambalan untuk memperbaikinya.

"Kalau kedua insiden berkaitan maka kemungkinan besar terjadi zero day vulnerability exploit. Celah keamanan itu yang digunakan penyerang untuk melumpuhkan sistem komputer," kata Alfons.

Selanjutnya Alfons mengatakan adanya kemungkinan kelumpuhan Facebook diakibatkan sebuah bug dalam  rencana integrasi layanan chat dengan WhatsApp dan Instagram.

"Kalau kedua  insiden ini tidak berkaitan dan terlihat Facebook mengalami gangguan lebih parah maka patut diduga insiden ini berkaitan dengan rencana integrasi layanan WhatsApp, Facebook Chat dan Instagram Chat. Dimana ada bug dalam penggabungan ketiga layanan dengan data yang masif ini," kata Allfons.




Credit  cnnindonesia.com




Facebook, Instagram, WhatsApp Dikeluhkan 'Down' Hampir 12 Jam


Facebook, Instagram, WhatsApp Dikeluhkan 'Down' Hampir 12 Jam
Ilustrasi (REUTERS/Phil Noble)




Jakarta, CB -- Netizen masih mengeluhkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang lumpuh (down) setelah hampir 12 jam layanan ini terganggu.

Laporan mengenai gangguan terhadap tiga layanan ini sudah terjadi sejak Rabu (13/3) pukul 23:00 WIB, seperti tampil pada laporan di situs Down Detector dan Outage Report.

Beberapa pengguna melaporkan mereka tak bisa mengirim gambar lewat WhatsApp. Namun, layanan perpesanan itu masih bisa digunakan untuk mengirim pesan teks. 


Keluhan ini muncul hampir bersamaan dengan memburuknya layanan Instagram dan Facebook. Sejak semalam pengguna mengeluhkan mereka kesulitan mengeposkan status pada akun Facebook dan Instagram mereka. Hal ini masih berlanjut hingga pagi ini.

Netizen pun meramaikan tagar #FacebookDown, #InstagramDown, dan #WhatsAppDown. Ketiganya menjadi topik terpopuler di dunia dan di Indonesia. Topik Facebook dan Instagram telah populer sejak sekitar tengah malam. Sejam kemudian topik soal WhatsApp yang bermasalah ikut menjadi topik populer di Twitter.

Akun @Naufal_F20 yang tidak sadar adanya masalah pada ketiga layanan ini sudah mengisi kuota lantaran mengira masalah terjadi pada paket datanya. 


Pengguna @nanikinan12 berkomentar pantas saja ponselnya sepi notifikasi.

Sementara pengguna lain juga berkomentar kocak soal migrasi para pengguna media sosial yang sedang bermasalah itu ke Twitter hanya untuk berkeluh kesah seperti dicuitkan @HelloDimyati dan @okkyandrianlola.


Akun @jak281296 juga menyebut Twitter hanya sebagai cadangan.

Sindiran itu diakui juga oleh netizen lain @elshatheopani yang menanyakan apakah hanya dia yang memperbarui status di Twitter hanya untuk mencuit dan melihat trending.

Facebook mengakui memang terjadi gangguan pada sejumlah layanannya, Facebook, Facebook Messenger, Instagram, dan WhatsApp. Dalam cuitannya, Facebook meyakinkan pengguna bahwa masalah yang menimpa sejumlah aplikasi miliknya, termasuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp, bukan akibat serangan DDoS (denial-of-service).


Credit  cnnindonesia.com


PBB: 800 Orang Banunu Dibantai 2 Minggu Sebelum Pemilu di Kongo


Bendera negara-negara dunia di markas PBB di Wina, Austria.[weforum.org]
Bendera negara-negara dunia di markas PBB di Wina, Austria.[weforum.org]

CB, Jakarta - Tim investigasi PBB melaporkan sebanyak 890 orang terdiri dari pria, wanita dan anak-anak etnis Banunu dibunuh secara sadis dalam bentrokan dengan penduduk desa Batende di Republik Demokratik Kongo.

Bentrokan komunal yang pecah dua minggu sebelum pemilu dipicu oleh pemakaman pemimpin etnis Banunu di kota Yumbi dan desa Bongede serta desa Nikolo II. Pemimpin etnis Banunu mendukung kandidat-kandidat dari kelompok oposisi. Sedangkan pemimpin etnis Batende mendukung kandidat dari koalisi partai berkuasa di Kongo.

Dalam tempo singkat, pembantaian terjadi yang dipimpin warga desa Batende dengan senjata api, senjata berburu. pisau, panah, dan gasolin.

Tindakan brutal dan mengerikan terhadap penduduk Banunu dijelaskan secara detil dalam laporan tim investigasi seperti dikutip dari Reuters dan situs africanews.com, 12 Maret 2019.
Sebanyak 535 pria dibantai, perempuan-perempuan diperkosa secara brutal. Bahkan seorang perempuan dilaporkan diperkosa setelah anaknya berusia 3 tahun dan suaminya dibunuh.

Menurut saksi, para pelaku lebih dulu bertanya apakah mereka etnis Banunu sebelum mereka membunuh. Banyak yang tewas dibunuh saat berusaha menyeberang sungai menuju negara tetangga, Republik Kongo.
Para pelaku kemudian membakar rumah etnis Banunu sehingga ada korban yang dibakar hidup-hidup dan yang berhasil lolos mengalami luka bakar serius.
Tim investigasi PBB juga menemukan korban mutilasi oleh para pelaku.
Orang-orang diserang di jalan-jalan, di rumah atau saat mereka berupaya menyelamatkan diri.
Diduga jumlah korban bertambah karena masih ada korban yang dinyatakan hilang karena jasad korban diduga diuang ke sungai.

Sekitar 19 ribu orang diperkirakan lari meninggalkan rumah mereka karena mengalami kekerasan. Dan sekitar 16 ribu orang menyeberangi sungai Kongo menunju negara Republik Kongo.
"Beberapa kepala desa yang mayoritas Batende terlibat dalam perencanaan serangang, mengutip beberapa sumber," ujar laporan tim investigasi PBB.
Tim investigasi menyimpulkan bahwa kejahatan di Yumbi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam bentuk pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan dan bentuk kejahatan seksual lainnya, serta persekusi.
Munculnya kejahatan terhadap kemanusiaan yang menimpa etnis Banunu di Kongo juga karena tidak hadirnya negara untuk mencegah kejahatan itu terjadi. Laporan ini juga memperingatkan tentang kemungkinan kekerasan ini akan terulang kembali.



Credit  tempo.co



Pasca Kerusuhan, Israel Tutup Komplek Al-Aqsa



Pasca Kerusuhan, Israel Tutup Komplek Al-Aqsa
Pihak kepolisian Israel dilaporkan telah menutup komplek masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur, setelah terjadi bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina. Foto/Istimewa


YERUSALEM - Pihak kepolisian Israel dilaporkan telah menutup komplek masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur. Penutupan ini dilakukan setelah terjadi bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina.

Dalam sebuah pernyataan, polisi Israel mengatakan, mereka telah mengevakuasi kompleks masjid Al-Aqsa setelah bom molotov merusak sebuah pos polisi. "Lebih dari 10 orang ditangkap," kata polisi Israel, seperti dilansir Arab News pada Rabu (13/3).

Polisi mengatakan, salah seorang anggota mereka menderita luka-luka akibat bentrokan dan mereka juga menemukan sejumlah petasan dan bom molotov saat menggeledah sejumlah titik di komplek tersebut.

Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan dua orang warga Palestina terluka akibat bentrokan.

Warga setempat mengatakan, polisi bukan hanya menutup komplek al-Aqsa, tapi juga membatasi akses bagi warga Palestina untuk memasuki Kota Tua Yerusalem, tempat komplek itu berada.

Al-Aqsa sendiri adalah situs suci ketiga bagi umat Islam, setelah Makkah dan Madinah. Terletak di Yerusalem timur, diduduki oleh Israel dalam Perang Enam Hari 1967, itu juga merupakan lokasi tempat paling suci Yudaisme, yang dihormati sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman Alkitab.

Orang-orang Yahudi diizinkan untuk berkunjung ke komplek tersebut, tetapi tidak di izinkan berdoa di sana dan ini sering menjadi penyebab ketegangan. 





Credit  sindonews.





Erdogan: Netanyahu Adalah Tiran Pembantai Anak-anak Palestina



Erdogan: Netanyahu Adalah Tiran Pembantai Anak-anak Palestina
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS


ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai tiran yang membantai anak-anak Palestina. Ucapan itu muncul ketika kedua pemimpin saling melontarkan hinaan dalam pertengkaran terbaru mereka.

Awalnya Netanyahu mengecam pemimpin Turki dengan sebutan "diktator" dan pembuat lelucon. Komentar itu muncul setelah seharian pejabat kedua pemerintah bertukar pembicaraan.

Turki dan Israel menjalin hubungan diplomatik, namun kerap bersitegang. Erdogan, yang selama ini menganggap dirinya sebagai jagoan dalam perjuangan Palestina, adalah kritikus vokal terhadap kebijakan Israel. Kedua pemimpin tersebut pernah saling menghina di masa lalu terkait krisis Gaza.

"Hai Netanyahu. Anda adalah seorang tiran, Anda adalah seorang tiran yang membantai anak-anak Palestina berusia tujuh tahun," kata Erdogan dalam sebuah rapat umum di Ibu Kota Turki, Ankara, hari Rabu, yang dikutip AFP, Kamis (14/3/2019).

Erdogan juga menyinggung bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di Yerusalem. Dia mengecam pasukan keamanan Israel karena memasuki tempat suci.

"Jangan memprovokasi. Lihat, kami belum menindas orang Yahudi di negara ini. Kami belum melakukan apa pun yang Anda lakukan pada sinagog di sini. Jangan memprovokasi kami. Kami tidak akan jatuh ke dalam perangkap ini," kata Erdogan.

Netanyahu Membalas


Netanyahu dengan cepat membalas kecaman Erdogan melalui Twitter pada Rabu malam. "Erdogan, diktator yang mengirim puluhan ribu lawan politik ke penjara, melakukan genosida terhadap Kurdi, dan menduduki Siprus Utara, berkhotbah kepada saya, pada Israel, dan ke Pasukan Pertahanan Israel, tentang demokrasi dan etika perang. Sebuah lelucon," tulis Netanyahu.

"Yang terbaik adalah dia tidak terlibat dengan Yerusalem, ibu kota kami selama 3.000 tahun. Erdogan hanya bisa belajar dari kita bagaimana menghormati setiap agama dan melindungi hak asasi manusia," lanjut dia.

Pertengkaran terbaru terjadi setelah Netanyahu menyebut Israel sebagai negara untuk bangsa Yahudi saja, bukan untuk semua warganya. Komentar itu mendorong kritikan keras dari Turki pada hari Selasa dengan menuduh pemimpin Israel itu bertindak rasisme secara terang-terangan. 

Pada Rabu pagi, Netanyahu membalas kritikan itu dalam sebuah pernyataan dari kantornya. Dia menyebut Erdogan seorang "diktator".

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin untuk menuduh Netanyahu menyerang Erdogan karena mengekspos pemimpin Israel itu atas "pernyataan rasis", di mana Netanyahu mendiskriminasikan orang Arab dan Muslim.

"Negara apartheid yang dipimpinnya menduduki tanah Palestina, membunuh wanita dan anak-anak serta memenjarakan warga Palestina di tanah mereka sendiri," tulis Kalin di Twitter.

Kedua negara pada tahun 2016 mengakhiri keretakan hubungan selama enam tahun yang dipicu oleh serangan Israel atas kapal aktivis yang menuju Gaza. Serangan itu menewaskan 10 aktivis Turki dan menyebabkan runtuhnya hubungan diplomatik.



Credit sindonews.com





Sebut Erdogan Diktator, PM Netanyahu Dikecam


Erdogan (kiri) dan Netanyahu (kanan)
Erdogan (kiri) dan Netanyahu (kanan)
Foto: .

Netanyahu sebut Israel adalah negara untuk bangsa Yahudi.




CB,  ANKARA -- Direktur komunikasi kepresiden Turki Fahrettin Altun mengecam pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Netanyahu menyebut Erdogan sebagai diktator.


"Kegilaan melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda," ujar Altun melalui Twitter dilansir Anadolu Agency, Rabu.

Altun merujuk kutipan terkenal dari ilmuwan Albert Einstein dengan menambahkan video yang menunjukkan pertengkaran antara Erdogan dan Presiden Israel Shimon Peres pada KTT Davos pada 2009 lalu.

Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan, Netanyahu menyerang Erdogan dengan kata-kata. Netanyahu mengungkap pernyataan rasis pemimpin Israel terhadap orang Arab dan Muslim.

"Negara apartheid yang dipimpinnya menduduki tanah Palestina, membunuh wanita, anak-anak, dan memenjarakan warga Palestina di tanah mereka sendiri," kata Kalin.
"Kebohongan dan tekanan tidak akan menyembunyikan kejahatanmu," tambahnya.

Pada Selasa (12/3) Kalin mengutuk pengakuan Netanyahu atas Israel sebagai negara-bangsa orang-orang Yahudi. Erdogan juga mengecam pernyataan Netanyahu.



Credit  republika.co.id



Video Ungkap Tentara Israel Pukuli Tahanan Palestina yang Diborgol



Video Ungkap Tentara Israel Pukuli Tahanan Palestina yang Diborgol
Foto/Ilustrasi/Istimewa


TEL AVIV - Sebuah pengadilan Israel membuka rekaman mengerikan saat tentara-tentara ultra ortodoks Israel, IDF, memukuli seorang ayah Palestina yang diborgol dan putranya yang masih remaja sambil tertawa. Mereka ditangkap dalam sebuah penggerebekan. Video itu adalah bukti dalam persidangan pelecehan tahanan.

Sebuah pengadilan di Jaffa mencabut perintah pembungkaman terhadap video pada hari Selasa setelah permintaan dari media Israel. Rekaman itu menunjukkan tentara ultra ortodoks dari Batalyon Netzah Yehuda 97 IDF menganiayan dua tahanan Palestina yang diborgol dan ditutup matanya di dalam kendaraan militer.

"Kami sedang berpesta," ujar para prajurit sambil tertawa ketika mereka berulang kali memukul kepala para tahanan, menuntut agar mereka "menyapa" ke kamera. Salah satu pria yang terikat terluka sangat parah sehingga penyidik tidak bisa menanyai dia segera setelah itu seperti dikutip dari RT, Kamis (14/3/2019).

Setelah mendengar pembelaan, kelima tentara IDF itu dinyatakan bersalah atas pelecehan dan dijatuhi hukuman penjara antara dua dan enam setengah bulan penjara. Mereka semua diturunkan pangkat dan menjalani masa percobaan.

Sementara itu komandan para tentara itu menghadapi tuduhan gagal mencegah penganiayaan tahanan oleh bawahannya.

Kasus mengejutkan itu mendapat banyak perhatian di Israel. Presenter TV Oshrat Kotler mengatakan bahwa tentara muda IDF menjadi "manusia binatang" setelah mereka kembali dari Tepi Barat. 

"Itulah hasil pendudukan tanah Palestina," katanya.

Komentar jurnalis itu disambut dengan serangan balik dan dukungan.

Insiden itu terjadi pada bulan Januari lalu. Kedua orang Palestina yang ditangkap, seorang ayah dan putranya yang masih remaja, diduga membantu menyembunyikan seorang teroris yang melarikan diri. Teroris itu sebelumnya menembaki sebuah halte bus di luar sebuah pos dekat Ramallah di Tepi Barat. Aksinya menewaskan dua tentara Israel. Laporan media mengatakan bahwa para keduanya akhirnya didakwa pada awal tahun ini. 


IDF telah berulang kali dituduh menganiaya warga Palestina selama penangkapan dan saat dalam tahanan. Tahun lalu, seorang pria berusia 33 tahun meninggal beberapa jam setelah dia dipukuli dengan parah selama penangkapan di tengah bentrokan di Jericho, Tepi Barat.

Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan tentara menembaki dia saat dia terbaring di tanah. IDF mengklaim bahwa pria itu telah mencoba menyerang mereka.


Credit  sindonews.com


Orang Palestina meninggal di Tepi Barat akibat tembakan Israel


Orang Palestina meninggal  di Tepi Barat akibat tembakan Israel

Warga Palestina membawa jenazah bocah pria berusia 12 tahun Ayoub Assaleya dalam pemakaman di Jabaliyah. sebelah utara Jalur Gaza, Minggu (11/3). Pesawat tempur Israel hari Minggu menewaskan tiga warga Palestina dalam serangannya dan salah satunya adalah Assaleya, menurut sumber medis wilayah Gaza dan militan menembakkan roket ke arah Israel dalam serangan lintas batas hari ketiga. (REUTERS/Suhaib Salem)





Salfit (CB) - Satu orang Palestina yang dibawa pada Selasa (12/3) ke rumah sakit di Kota Salfit, bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan, dengan luka parah akibat peluru yang ditembakkan tentara Israel mengenai jantungnya, telah meninggal, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Tentara Yahudi telah menyerbu kota tersebut untuk menyita rekaman kamera jalanan dan bentrokan terjadi dengan warga setempat, kata beberapa laporan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.

Tentara Israel melepaskan tembakan ke arah pemuda Palestina yang melempari mereka dengan batu, dan membuat jantung Mohammad Jamil Shaheen (23), dari Salfit ditembus peluru aktif.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan organisasi tersebut merawat 40 orang di lokasi itu karena mereka menderita luka tembak dan sesak nafas akibat menghirup gas air mata.





Credit  antaranews.com



Gedung Putih menentang resolusi kekuatan perang Saudi Yaman


Gedung Putih menentang resolusi kekuatan perang Saudi Yaman

Delegasi dari gerakan Houthi, yang bersekutu dengan Iran, serta pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi, bertemu di Amman, Jordania pada 17 Januari, 2019, untuk merundingkan pertukaran tahanan. (REUTERS/Muhammad Hamed)






Washington (CB) - Para penasehat Gedung Putih merekomendasikan pada Rabu agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump memveto satu resolusi untuk mengakhiri dukungan Washington bagi kampanye militer pimpinan Arab Saudi di Yaman.

Pernyataan Gedung Putih itu mengenai kebijakan pemerintah dikeluarkan ketika Senat AS siap memveto hal tersebut, salah satu dari beberapa usaha oleh para anggota Senat untuk mendesak Trump memperkuat kebijakannya terhadap kerajaan itu.

Para pendukung resolusi tersebut, yang termasuk beberapa orang anggota Partai Republik dan juga Demokrat, mengatakan mereka optimistis mengenai peluang-peluang menyangkut pengesahan oleh Senat. Presiden Trump berasal dari Partai Republik.

Namun, pemimpin mayoritas dari Republik di Senat, Mitch McConnell, mengecam resolusi kekuatan-kekuatan perang itu pada Rabu ketika ia membuka sidang Senat, dengan menyatakannya "tak pantas dan kontraproduktif."



Credit  antaranews.com




AS Kritik Negara Islam karena Gagal Angkat Isu Uighur di OKI


AS Kritik Negara Islam karena Gagal Angkat Isu Uighur di OKI
Ilustrasi Uighur di Xinjiang. (Reuters/Thomas Peter)




Jakarta, CB -- Amerika Serikat menyuarakan kekecewaan atas kegagalan negara Muslim anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil sikap tegas terkait dugaan persekusi China terhadap etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

"Kami, saya dapat mengatakan, kecewa dengan tanggapan minim dari anggota Organisasi Kerja Sama Islam dan keprihatinan yang kurang," ucap Duta Besar AS untuk PBB, Kelley Currie, di Jenewa, Rabu (13/3).

Awal Maret lalu, 57 menteri luar negeri negara anggota OKI, termasuk Menlu RI Retno Marsudi, mengadakan pertemuan ke-46 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.


AS menilai, dalam konferensi itu OKI gagal menggambarkan keprihatinan organisasi tersebut terkait kondisi etnis Uighur di Xinjiang. Currie menganggap hasil rapat OKI tersebut "mengecewakan dan membuat frustrasi."


Komentar itu juga dilontarkan Currie setelah AS merilis laporan Hak Asasi Manusia tahunannya. Dalam laporan itu, Washington menyatakan bahwa Beijing telah "secara signifikan mengintensifkan kampanye penahanan massal terhadap kelompok minoritas Muslim di Xinjiang."

"Hari ini, lebih dari satu juta orang suku Uighur, etnis Kazakh, dan minoritas Muslim lainnya ditahan di kamp-kamp pendidikan yang dirancang untuk menghapus identitas agama dan etnis mereka," ujar Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dalam laporan tersebut.

Pernyataan itu juga diutarakan Currie menjelang sesi acara yang disponsori AS di markas PBB di Jenewa. Selain AS, acara dengan fokus isu dugaan penahanan paksa etnis Uighur di Xinjing itu juga didukung Inggris, Kanada, Jerman, dan Belanda.


Tak hanya Currie, sejumlah ahli dan seorang eks warga Xinjiang yang mengaku pernah ditahan di kamp penahanan juga ikut angkat bicara dalam sesi tersebut.

Tudingan pelanggaran HAM tersebut menimbulkan reaksi keras dari diplomat China di acara tersebut yang menganggap acara tersebut "jelas didorong agenda politik" AS.

"Kami sangat menentang ajang anti-China ini yang disponsori oleh perwakilan AS untuk PBB di Jenewa," ucap diplomat China itu seperti dikutip AFP.

"Tidak ada yang disebut kamp konsentrasi di Xinjiang."


Diplomat itu berdalih bahwa kamp-kamp penampungan itu merupakan upaya negaranya memerangi separatisme dan ekstremisme agama melalui pendidikan kejuruan.

Selama ini, pemerintah China memang dilaporkan kerap melakukan pelanggaran HAM secara massal dan sistematis terhadap kaum minoritas Muslim di Xinjiang, termasuk etnis Uighur.

Penindasan terhadap suku Uighur di Xinjiang kembali ramai diperbincangkan setelah laporan Amnesty International pada September lalu mengungkap bahwa otoritas China menahan sekitar 1 juta orang dari etnis minoritas tersebut di penampungan layaknya kamp konsentrasi.

Di sana, para tahanan dilaporkan didoktrin supaya mengamalkan ideologi komunis. Berdasarkan kesaksian sejumlah warga Xinjiang, otoritas China melakukan penahanan secara sewenang-wenang sejak 2014 silam.






Credit  cnnindonesia.com




China Diduga Tahan 1,5 Juta Muslim di Xinjiang


China Diduga Tahan 1,5 Juta Muslim di Xinjiang
Ilustrasi Uighur di Xinjiang. (Reuters/Thomas Peter)



Jakarta, CB -- China diduga menahan 1,5 juta Muslim Uighur dan umat Islam lainnya di kamp-kamp penahanan di Xinjiang.

Seorang peneliti independen dari Jerman, Adrian Zenz, mengatakan bahwa perkiraan baru ini didapat setelah pemeriksaan citra satelit teranyar dan kesaksian sejumlah warga Muslim yang mengaku kerabatnya menghilang.

"Meski masih spekulasi, dapat diperkirakan ada sekitar 1,5 juta etnis minoritas, sekitar 1 dari enam orang dewasa dari kelompok minoritas Muslim di Xinjiang, ditahan di pusat detensi, pengasingan, dan fasilitas re-edukasi," ujar Zenz dalam salah satu acara di Dewan HAM PBB, Rabu (13/3).


Zenz mengatakan bahwa China melakukan genosida kebudayaan dengan mengajarkan paham-paham di luar keagamaan Islam kepada jutaan orang itu.


"Upaya China untuk merampas kebebasan berpendapat sejumlah etnis keagamaan minoritas di Xinjiang tak lebih dari sebuah kampanye sistematis genosida kebudayaan dan harus ditindak," tuturnya sebagaimana dikutip Reuters.

Dalam acara itu, hadir pula seorang Muslim yang mengaku pernah ditahan di kamp di Xinjiang, Omir Bekali. Selama enam bulan, Bekali tinggal di dalam satu ruangan kecil yang dipadati 40 orang.

"Kami harus membanggakan Partai Komunis, menyanyikan lagu mengenai [Presiden] Xi Jinping, dan berterima kasih kepada pemerintah. Kami tak punya hak bicara," katanya.

Selama ini, pemerintah China memang dilaporkan kerap melakukan pelanggaran HAM secara massal dan sistematis terhadap kaum minoritas Muslim di Xinjiang.

Berdasarkan kesaksian korban, otoritas China terus melakukan penahanan massal sewenang-wenang terhadap Uighur dan minoritas Muslim lain di Xinjiang sejak 2014 lalu.

Di tengah kisruh ini, sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat mendesak Presiden Donald Trump untuk mengambil tindakan tegas atas China, seperti sanksi.

Ketika ditanya soal sanksi, Duta Besar AS untuk PBB, Kelley Currie, mengatakan, "Kami selalu melihat segala mekanisme dan alat yang kami punya untuk mengidentifikasi yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM menjijikkan dan memastikan mereka tak dapat bepergian ke AS dan akses ke sistem finansial AS." 




Credit  cnnindonesia.com




Menlu Amerika Tuding Cina Blokir Akses Energi Laut Cina Selatan



Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News
Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News

CBWashington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menuding Cina memblokir pengembangan energi di Laut Cina Selatan lewat tindakan pemaksaan (coercive means).

Ini mencegah negara-negara Asia Tenggara untuk mengakses cadangan sumber daya energi senilai US$2.5 triliun atau sekitar Rp35.600 triliun.
Ads by Kiosked
“Cina membangun bangunan secara ilegal di pulau di perairan internasional. Ini bukan sekadar masalah keamanan,” kata Pompeo kepada eksekutif perusahaan energi dan menteri perminyakan dari sejumlah negara di Houston, Texas, seperti dilansir South China Morning Post pada Rabu, 13 Maret 2019.

Pompeo melanjutkan sikap sebaliknya ditunjukkan pemerintah AS. “Kami mendukung keamanan energi untuk negara-negara di Asia Tenggara. Kami ingin negara-negara ini memiliki akses ke cadangan energi mereka masing-masing,” kata dia.
Pernyataan Pompeo ini merupakan bagian dari serangkaian pernyataan menyoroti perilaku Cina di Laut Cina Selatan. Sebelum ini, dia mengkritik proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan dalam Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra atau Belt and Road Initiative nyaris bisa dipastikan didesain agar tutup.
Pompeo juga menuding Cina mencuri berbagai teknologi pertanian sensitif. Ini terkait teknologi modifikasi genetik untuk beras dan jagung.

Menurut Pompeo, AS ingin membangun kemitraan dengan negara-negara di Asia Tenggara. “Kami ingin transaksi yang transparan, bukan jebakan utang,” kata dia. “Cina tidak bermain dengan aturan yang sama.”
Pompeo juga menuding Cina melakukan diplomasi utang. Dia mengklaim perusahaan Cina merupakan penerima manfaat terbesar dari berbagai investasi di luar negeri.

Presiden Cina, Xi Jiping, menginspeksi latihan perang Angkatan Laut PLA di Laut Cina Selatan, Kamis, 12 April 2018. CNN -- Xinhua




“Cina sering mengirim tenaga kerjanya sendiri, menciptakan lapangan kerja bagi para pekerja cina dan bukannya pekerja di negara tempat investasi seperti di Afrika,” kata dia.

Menurut Pompeo, Cina menggunakan jebakan utang dengan membuat transaksi untuk kepentingan politik. Ini membahayakan negara yang menerima utang itu.
Soal pemberian utang oleh Cina kepada Afrika, situs media CGTN, yang merupakan jaringan televisi yang dikelola pemerintah Cina, melansir tulisan opini soal ini.
Tulisan itu menyatakan bahwa negara-negara membutuhkan pinjaman untuk bisa tumbuh berkembang. “Uang Cina di Afrika dibenamkan pada proyek sungguhan bukan proyek tidak nyata yang tidak berdampak pada kehidupan rakyat setempat,” begitu dilansir CGTN pada 13 Maret 2019.






Credit  tempo.co




Isu Papua Diangkat dalam Rangkaian Sidang Dewan HAM PBB


Isu Papua Diangkat dalam Rangkaian Sidang Dewan HAM PBB
Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo (CNN Indonesia/Giras Pasopati)




Jakarta, CB -- Isu Nduga dan minoritas Papua diangkat dalam rangkaian kegiatan Sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-40.

Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo, menggambarkan nasib warga Papua yang menjadi minoritas di tanah leluhurnya sejak aneksasi Indonesia pada 1969 silam.

"Kekayaan alam kami dicuri, sehingga kami menjadi yang termiskin dengan harapan hidup terendah di Indonesia, meski tanah kami adalah salah satu tanah terkaya sumber daya alamnya di dunia," ujar Victor dalam rangkaian kegiatan Sidang Dewan HAM PBB yang tertulis dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (13/3).


Tak hanya itu, disoroti pula efek dari operasi gabungan kepolisian dengan militer yang telah menewaskan 25 warga sipil dan ditelantarkannya ribuan pengungsi akibat operasi tersebut.

Selain itu, dijadikannya tiga warga Papua sebagai tersangka makar karena menyelenggarakan acara adat 'bakar batu' dan ibadah juga turut disorot dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Victor meminta dukungan negara-negara untuk mendorong Indonesia mengundang PBB berkunjung ke tanah Papua.

"Kami meminta pemerintah Indonesia untuk menghargai dan memenuhi hak atas penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat," tegas Victor.

Sejak mendapatkan status otonomi khusus pada 2001 lalu, pendekatan kesejahteraan menjadi prioritas pemerintah terhadap Papua. Pemerintah Jokowi fokus pada pengembangan infrastruktur dan perbaikan konektivitas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Sepanjang 2015-2019, pemerintah menargetkan penyelesaian Trans Papua sepanjang 1.066 kilometer. Jalan Trans Papua sepanjang 4.330 kilometer di Provinsi Papua Barat dan Papua ditargetkan tembus pada 2019.

Jokowi juga menerapkan program BBM Satu Harga yang dijadikan standar nasional demi menurunkan harga BBM di Papua.

Selain itu, transfer dana dari pemerintah juga terus meningkat untuk kedua provinsi Papua. Pada 2016, pemerintah mengalokasikan dana pembangunan sebesar Rp85,7 triliun untuk Papua dan Papua Barat. Di luar itu, kedua provinsi juga memperoleh dana tambahan untuk pembangunan infrastruktur.




Credit  cnnindonesia.com





Trump Larang Boeing 737 MAX Beroperasi


Trump Larang Boeing 737 MAX Beroperasi
Ilustrasi pesawat Boeing 737 MAX 8 (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)




Jakarta, CB -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pelarangan pengoperasian semua pesawat jenis Boeing 737 MAX. Pelarangan itu muncul di tengah kuatnya tekanan global setelah insiden mematikan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

"Kami akan mengeluarkan perintah larangan darurat terkait semua penerbangan Boeing 737 MAX 8 dan 737 MAX 9," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washington DC, AS, Rabu (13/3), melansir AFP.

Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines menimbulkan tekanan global yang kuat. Sejumlah negara berbondong-bondong melarang penerbangan dengan pesawat jenis tersebut.


Pesawat itu jatuh pada Minggu (10/3) lalu tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa. Sebanyak 157 penumpang beserta awak kapal dilaporkan tewas.


Insiden itu adalah kedua kalinya yang terjadi pada pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 dalam kurun waktu kurang dari lima bulan. Sebelumnya, penerbangan Lion Air JT610, yang menggunakan pesawat jenis serupa, menghadapi insiden mematikan pada Oktober 2018. Insiden jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Karawang merenggut 189 nyawa di antaranya.

Sebelumnya, AS memastikan tidak akan melarang pengoperasian Boeing 737 MAX meski didesak berbagai pihak.

"Sejauh ini, hasil pemeriksaan kami tak menunjukkan masalah performa yang sistematik dan tak ada dasar untuk melarang pesawat itu," ujar Kepala Badan Aviasi Federal AS (FAA), Daniel Elwell, dalam sebuah pernyataan.



Credit  cnnindonesia.com