Perdana
Menteri Jepang, Shinzo Abe menolak untuk mengkonfirmasi apakah dia
telah menominasikan Presiden AS, Donald Trump untuk hadiah Nobel
Perdamaian. Foto/Istimewa
TOKYO
- Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menolak untuk mengkonfirmasi
apakah dia telah menominasikan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald
Trump untuk hadiah Nobel Perdamaian musim gugur lalu.
Trump dalam
konferensi pers di Gedung Putih pekan lalu mengatakan, pemimpin Jepang
telah memberinya salinan paling indah dari surat nominasi lima halaman.
Pernyataan Trump ini membuat Abe mendapat kritikan keras di Jepang.
Berbicara
saat melakukan tanya jawab di Parlemen Jepang, Abe ditanya oleh
Yuichiro Tamaki, anggota Parlemen dari Partai Demokrat untuk Rakyat
mengenai apakah benar dia telah mencalonkan Trump untuk Nobel
Perdamaian. Abe mengatakan, dia tidak akan menjawab hal itu.
"Mengingat
kebijakan komite Nobel untuk tidak mengungkapkan rekomendasi dan
nominasi selama 50 tahun, saya menolak berkomentar," kata Abe dalam
sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera pada Senin (18/2).
Abe
kemudian memuji Trump dengan menuturkan pemimpin AS itu telah berbuat
banyak untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara (Korut). "Dia
telah dengan tegas menanggapi penyelesaian masalah nuklir dan rudal
Korut dan tahun lalu dia mengadakan pembicaraan bersejarah antara KTT
AS-Korut," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa Trump juga telah
menyampaikan kekhawatirannya kepada pemimpin Korut, Kim Jong Un Jepang
tentang penculikan warga Jepang oleh Korut di masa lalu, dengan
mengatakan Trump dan seluruh tim Gedung Putih juga secara aktif bekerja
sama dalam menyelesaikan masalah ini.
TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menominasikan Presiden Donald Trump untuk hadiah Nobel Perdamaian musim gugur lalu setelah menerima permintaan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melakukannya. Begitu laporan yang diturunkan oleh surat kabar Jepang, Asahi.
Laporan
tersebut menyusul klaim Trump bahwa Abe telah menominasikaannya untuk
Hadiah Nobel Perdamaian karena membuka pembicaraan dan mengurangi
ketegangan dengan Korea Utara (Korut).
Dalam konferensi pers di
Gedung Putih, Trump mengatakan pemimpin Jepang telah memberinya salinan
paling indah dari surat nominasi lima halaman.
"Pemerintah
AS telah menyuarakan kepada Abe mengenai nominasi Hadiah Nobel
Perdamaian setelah KTT Trump pada Juni tahun lalu dengan pemimpin Korea
Utara Kim Jong-un, pertemuan pertama antara seorang pemimpin Korea Utara
dan seorang presiden AS," tulis Asahi, mengutip seorang sumber
pemerintah Jepang yang tidak disebutkan namanya seperti dilansir dari Reuters, Miggu (17/2/2019).
Seorang
jurubicara Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo mengatakan,
kementerian menyadari pernyataan Trump, tetapi akan menahan diri untuk
tidak mengomentari interaksi antara kedua pemimpin.
Gedung Putih tidak memiliki komentar langsung ketika dihubungi.
Situs
web Yayasan Nobel mengatakan bahwa nominasi untuk Hadiah Nobel
Perdamaian dapat diajukan oleh siapa saja yang memenuhi kriteria
nominasi, yang mencakup para kepala negara saat ini. Di bawah aturan
yayasan, nama dan informasi lain tentang nominasi yang gagal tidak dapat
diungkapkan selama 50 tahun.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Rick Wilking)
Jakarta, CB -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengajukannya sebagai calon penerima Nobel Perdamaian. Namun, Abe dan juru bicara pemerintah Negeri Sakura buru-buru membantahnya.
"Sesuai
dengan kebijakan Komite Nobel untuk tidak mengungkap siapa yang
mengajukan dan calon penerima selama 50 tahun, saya menolak
berkomentar," kata Abe di hadapan parlemen, seperti dilansir Associated Press, Senin (18/2).
Parlemen
Jepang memanggil Abe untuk bertanya soal kabar pencalonan Trump sebagai
salah satu penerima Nobel Perdamaian. Klaim Trump yang menyatakan Abe
mencalonkannya sebagai salah satu penerima Nobel Perdamaian disampaikan
pada Jumat pekan lalu.
Trump bahkan menyatakan Abe memberikan salinan surat yang ditujukan
kepada Komite Nobel, yang berisi uraian pencalonannya sebagai penerima
penghargaan bergengsi itu.
Di dalam rapat badan anggaran majelis
rendah parlemen, Abe berkali-kali memuji sikap dan kebijakan Trump.
Utamanya soal mencari jalan keluar ketegangan di Semenanjung Korea dan
meluluhkan sikap Korea Utara.
"Presiden Trump sangat tanggap
dalam menyelesaikan kemelut nuklir dan peluru kendali Korea Utara, dan
menggelar pertemuan tingkat tinggi antara AS dan Korea Utara. Saya
sangat memuji kepemimpinan Presiden Trump," kata Abe.
Abe
menyatakan Trump juga membantu dengan menyampaikan keluhan Jepang soal
penculikan warga negara mereka oleh Korea Utara. Menurut dia, Trump
membantu memecahkan masalah itu.
Juru bicara pemerintah Jepang,
Yoshihide Suga, senada dengan Abe menyatakan mereka sangat menghargai
upaya Trump untuk melucuti senjata nuklir Korea Utara.
Tenggat untuk mengajukan calon penerima Nobel Perdamaian berakhir
pada 31 Januari lalu. Menurut data yang tercantum di dalam situs Komite
Nobel, mereka menerima pendaftaran 304 kelompok dan orang untuk
mendapatkan penghargaan itu tahun ini. Mereka terdiri dari 219 orang dan
85 lembaga.
Sikap Abe nampak lazim karena Jepang dan AS
melakukan kerja sama pertahanan. Keduanya merupakan sekutu dekat selepas
Perang Dunia II. Abe juga pemimpin negara yang bertemu selepas Trump
menang dalam pemilihan presiden 2016 silam.
Penasihat senior Presiden Donald Trump,
Stephen Miller, menargetkan pembangunan tembok Meksiko rampung sebelum
pemilihan umum pada 2020 mendatang. (Reuters/Jonathan Ernst)
Jakarta, CB -- Penasihat senior Presiden Donald Trump, Stephen Miller, menargetkan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko rampung sebelum pemilihan umum pada 2020 mendatang.
"Kalian
akan melihat ratusan kilometer (tembok) bahkan mungkin beberapa ratus
kilometer" pada September 2020, dua bulan sebelum pemilu, demikian
pernyataan Miller dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Minggu (17/2).
Miller
menerangkan bahwa target itu sangat mungkin tercapai karena pekan lalu
Trump sudah mengumumkan deklarasi darurat nasional di perbatasan dengan
Meksiko.
Deklarasi tersebut membenarkan pemanfaatan anggaran militer dan dana lainnya untuk membangun tembok pembatas.
Rencana deklarasi itu diumumkan Trump setelah kecewa karena melihat draf
kesepakatan anggaran antara dua kubu di Kongres untuk membiayai tembok
perbatasan ini.
Draf itu hanya menyediakan US$1,375 miliar untuk
tembok perbatasan, jauh dari jumlah yang diminta Trump, yakni US$5,7
miliar atau setara dengan Rp80,5 triliun.
Menggemakan argumen
Trump, Miller mengatakan bahwa perbatasan yang tidak aman memungkinkan
narkoba dan penjahat untuk masuk ke negara itu. Dia menolak data
pemerintah yang menunjukkan bahwa imigran ilegal telah menurun.
"Anda
tidak bisa memiliki area perbatasan yang tidak terkontrol dan tidak
aman di mana orang dapat masuk dengan bebas tanpa terdeteksi," katanya.
Meski demikian, pembangunan tembok ini diperkirakan bakal langsung dihalangi oleh tantangan hukum dari berbagai pihak.
Xavier Becerra, jaksa agung California, mengatakan kepada ABC bahwa wilayahnya akan mengajukan gugatan terhadap proyek itu "dengan pasti, dan dalam waktu dekat."
Dia
mengatakan California dan negara bagian lain memiliki kedudukan hukum
dalam kasus ini karena mereka berisiko kehilangan uang yang sebenarnya
bisa dipakai untuk proyek militer, bantuan bencana, dan keperluan
lainnya.
Anggota Demokrat yang lain, Senator Tammy Duckworth
dari Illinois, mengatakan dia pikir Kongres dapat mengeluarkan resolusi
untuk memblokir tindakan Trump. Namun, mereka kemungkinan akan kalah
suara menghadapi hak veto Trump.
Miller
memperkirakan Trump akan menjatuhkan veto, dengan mengatakan, "Dia akan
melindungi deklarasi darurat nasionalnya, dijamin."
Beberapa
senator dari partai tempat Trump bernaung sendiri, Republik, juga
mengecam deklarasi darurat nasional tersebut. Menurut mereka, hal itu
dapat menjadi preseden berbahaya dan sama dengan melampaui batas
wewenang eksekutif.
Seorang politikus Partai Republik terkemuka, William Weld, bahkan menganggap pencalonan Trump dalam pemilu 2020 sebagai lelucon.
Dalam wawancara dengan ABC,
Minggu (17/2), Weld mengatakan warga AS tidak akan tahan enam tahun
lagi dengan seorang presiden yang "ingin memecah belah negara" dan
"ceroboh".
Dia mengatakan deklarasi darurat itu adalah contoh
ketika Trump mencoba "membuat dirinya tampak sangat diperlukan," padahal
"Dia sama sekali tidak diperlukan."
Tim pengembangan rudal Rusia memeriksa prototipe rudal jelajah nuklir Burevestnik 9M730. Foto/Russia Today
MOSKOW
- Rudal jelajah nuklir baru Rusia, Burevestnik 9M730, telah memasuki
tahap akhir pengembangan menyusul laporan uji coba yang berhasil. Para
pejabat Moskow mengatakan Burevestnik (Storm Petrel) akan memiliki jangkauan yang tidak terbatas dan tidak bisa dicegat oleh sistem pertahanan musuh.
Media setempat, Russia Today,
pada hari Minggu (17/2/2019), mengutip sumber militer melaporkan unit
tenaga nuklir rudal itu berhasil diuji kembali pada Januari lalu.
"Tahap
penting pengujian ini menegaskan bahwa reaktor memungkinkan rudal untuk
melakukan perjalanan ke jangkauan yang tidak terbatas," kata sumber
militer tersebut. Media tersebut menjuluki Burevestnik 9M730 sebagai
"Tomahawk-nya Rusia".
Militer
Rusia tidak secara resmi mengonfirmasi laporan tersebut. Belum jelas di
mana dan kapan tes terakhir misil Burevestnik 9M730 dilakukan.
Namun,
video yang dirilis oleh tim pengembangan rudal Rusia sebelumnya
menunjukkan bagaimana para insinyur, berpakaian serba putih dan
mengenakan topeng keselamatan, dengan hati-hati memeriksa prototipe di
lokasi yang tidak diungkapkan. Senjata itu sendiri sebagian tertutup.
Konsep
senjata yang ambisius ini diresmikan oleh Presiden Vladimir Putin
selama pidato kenegaraannya Maret tahun lalu. Burevestnik 9M730—oleh
NATO dinamai SSC-X-9 Skyfall—dirancang sebagai rudal jelajah antarbenua
bertenaga nuklir dan berhulu ledak nuklir yang mampu melakukan jangkauan
tak terbatas. Misil itu bahkan diklaim dapat mengelilingi dunia selama
berhari-hari, jika diperlukan.
Militer mengatakan bahwa
kemampuannya untuk melintasi hampir semua jarak akan digabungkan dengan
kemampuan manuver tanpa batas yang sama mengejutkannya. Ini akan membuat
rudal sangat sulit untuk dicegat saat menembus sistem pertahanan musuh.
"Jika
senjata itu berstatus operasional penuh, Moskow akan dapat meluncurkan
rudal Burevestnik 9M730 dari daratan Asia, memprogramnya untuk melintasi
Pasifik, mengelilingi Amerika Selatan, dan menembus wilayah udara AS
dari Teluk Meksiko," tulis Popular Mechanics, dalam ulasannya.
Pekan lalu, media yang berbasis di Washington DC, The Diplomat,
melaporkan bahwa rudal itu melewati tes yang sebagian besar berhasil
pada 29 Januari di sebuah situs di Rusia selatan. Laporan itu, yang
mengutip sumber-sumber pemerintah AS, mencatat bahwa tidak ada negara
hingga saat ini yang telah menggunakan rudal jelajah bertenaga nuklir
karena tantangan teknik dan masalah keamanan.
Dari
segi tujuan, misil Burevestnik 9M730 memang mirip dengan rudal jelajah
jarak jauh Tomahawk Angkatan Laut AS, kecuali bahwa jangkauan
maksimumnya terbatas hingga 2.500 km (1.550 mil).
Proyek "saudara" dari rudal Rusia, drone
selam Poseidon bertenaga nuklir juga akan menjalani uji coba di laut
pada musim panas ini. Proyek ini dilaporkan mengalami pengujian unit
tenaga nuklir yang juga berhasil. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa
drone, yang digambarkan sebagai torpedo berkemampuan nuklir besar, akan
dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hingga 200km/jam (125 mph)
dan menyelam sejauh 1 km.
Sebuah
pesawat jet tempur siluman F-35B saat menjalani latihan di atas Samudra
Atlantik, Agustus lalu. Foto/REUTERS/US Marine Corps/Handout
WASHINGTON
- Pesawat jet tempur siluman F-35 Joint Strike Fighter (JSF) memang
dinamai "Lightning II" sebagai penghormatan kepada dua pesawat Lockheed
Martin era Perang Dunia II. Namun, satu variannya yakni F-35B, ternyata
tidak bisa menangani masalah petir.
Mengutip National Interest,
Senin (18/2/2019), pada awal Agustus lalu Korps Marinir Amerika Serikat
(AS) mengajukan permohonan untuk penangkal petir portabel guna menarik
sambaran petir dari pesawat F-35B yang saat ini diparkir di Stasiun
Udara Korps Marinir Iwakuni di Jepang.
"Karena F-35 sebagai
pesawat jenis komposit tidak memberikan perlindungan petir pasif yang
melekat, penangkal petir yang diminta diperlukan untuk mengerahkan
pesawat ke lapangan udara, ekspedisi apa pun untuk mendukung operasi
tempur atau latihan yang tidak mendukung semua persyaratan perlindungan
petir untuk F-35B," bunyi dokumen Korps Marinir.
Menurut
penilaian intensif tahunan Pentagon terhadap program F-35, yang
dilakukan oleh Kantor Direktur Uji dan Evaluasi Operasional dan
diterbitkan pada bulan Januari, Lockheed Martin saat ini sedang menguji
kemampuan proteksi petir baru yang dirancang untuk secara tepat
melindungi Autonomic Logistics Information System (ALIS) dari sambaran petir yang tiba-tiba.
The War Zone,
yang pertama kali mengidentifikasi permohonan Korps Marinir minggu
lalu, memiliki rincian penangkal petir khusus untuk menjaga ALIS aman
dari guncangan luar. Tetapi yang lebih penting, The War Zone mencatat bahwa sistem bahan bakar F-35 memiliki risiko unik, yaitu kebakaran.
"Dikombinasikan
dengan kurangnya proteksi petir yang melekat pada pesawat, sulit dan
rumit untuk membuat sistem bahan bakar 'lembam' begitu pesawat berada di
darat," tulis The War Zone dalam ulasannya.
"Ini
artinya ada potensi yang berbeda untuk penumpukan uap oksigen dan bahan
bakar di dalam tangki bahan bakar yang bisa berbahaya dengan sendirinya.
Jika sambaran petir mengenai pesawat yang tidak inert di tanah, akan ada risiko yang meningkat bahwa itu akan memicu ledakan atau menyebabkan kebakaran," lanjut ulasan tersebut.
Masalah ini bukan hal baru. Menurut laporan Pentagon 2012, pengujian sistem inerting
tangki bahan bakar satu dekade lalu mengidentifikasi kekurangan dalam
mempertahankan tingkat oksigen tangki bahan bakar yang lebih rendah
untuk mencegah ledakan tangki bahan bakar. "Kekurangan yang membutuhkan
tingkat perlindungan dari ancaman dan dari ledakan tangki bahan bakar
diinduksi oleh petir," bunyi laporan Pentagon.
Pangkalan Udara
Korps Marinir Skuadron Serangan Tempur Laut 121 Iwakuni (VMFA-121)
menjadi pangkalan militer AS pertama yang mengoperasikan F-35 tahun
lalu.
Kiribati, Negara yang Terancam Tenggelam dan Hilang dari Peta
TARAWA
- Kiribati yang titik tertingginya hanya dua meter di atas permukaan
laut terancam tenggelam dan hilang dari peta dunia akibat pemanasan
global. Kiribati dapat menjadi negara pertama yang seluruh warganya
direlokasi jika negara itu sepenuhnya tenggelam.
Negara di
Pasifik yang memiliki 32 pulau itu diprediksi hilang tenggelam di laut
dalam 50 tahun mendatang. Prediksi itu dapat lebih cepat jika pemanasan
global terjadi lebih cepat dibandingkan perkiraan para pakar.
Pemanasan
global mengakibatkan naiknya ketinggian permukaan laut dan Kiribati
menjadi salah satu negara yang paling merasakan dampak terburuk dari
kondisi itu. Negara yang dihuni sekitar 110.000 orang itu populasinya
terus bertambah sejak merdeka dari Inggris pada akhir 1970-an.
Dengan
lahan yang terbatas untuk pertanian, populasi di sana sangat tergantung
pada produk impor dan sebagian besar berupa masakan siap saji. Kini
kondisi Kiribati semakin merasakan ancaman dari pemanasan global yang
memicu kenaikan ketinggian permukaan laut.
“Komunitas di pulau
terluar telah terkena dampak, kita memiliki satu desa yang tela hhilang,
kita memiliki sejumlah komunitas yang air laut telah masuk dalam
cadangan air tanah dan sekarang mempengaruhi tanaman pangan,” ungkap
mantan Presiden Kiribati Anote Tong yang kini terus mendorong kesadaran
publik dan pemerintah tentang ancaman tenggelamnya negara itu.
“Itu
terjadi di pulau-pulau lain, itu bukan kejadian terpisah, penggenangan
serius telah terjadi. Itu kenyataan yang kita hadapi, baik itu karena
perubahan iklim atau tidak,” tutur Tong, dilansir BBC.
Pulau
Tarawa menjadi pulau utama yang paling banyak dihuni warga Kiribati.
Pulau Abaiang yang populasinya lebih sedikit, menjadi lokasi hilangnya
satu desa yang sudah tenggelam di bawah laut. Pulau Abaiang memiliki
populasi sekitar 10.000 orang.
Warga Kiribati juga semakin
khawatir dengan tanaman pangan mereka. “Kami melihat pohon-pohon kelapa
kami menjadi kurang produktif. Cuaca berubah. Pohon-pohon yang kami
andalkan, mereka mengering,” tutur Anata Maroieta, wakil walikota dewan
pulau Abaiang.
Dengan enggan, pulau itu mulai menerima rencana
dari badan bantuan untuk mengembangkan Abaiang sebagai potensial
eksportir pangan, dengan Tarawa Selatan menjadi pasar utama. Abaiang
juga mengakui bahwa surplus pangan menjadi kunci untuk bertahan hidup di
masa depan. “Kekhawatiran dengan makanan kita berarti kita menerima ide
baru untuk tanaman pangan,” ungkap Maroieta.
Pemerintah Kiribati
juga telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa negara itu akan tenggelam
jika ketinggian air laut naik. “Pada 2050, sebanyak 18 hingga 80% laha
ndi pulau Buariki, Tarawa Utara, dan lebih dari 50% lahan di Bikenibeu,
Tarawa Selatan dapat tenggelam,” ungkap pernyataan pemerintah Kiribati
pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2015 lalu.
Kepulauan
terluar yang ukurannya lebih kecil di Kiribati akan tenggelam lebih
cepat dari proyeksi itu. “Akibat naiknya ketinggian laut dan
meningkatnya gelombang badai, mengancam eksistensi dan mata pencarian
sebagian besar warga,” ungkap pernyataan pemerintah Kiribati.
Negara
kepulauan kecil seperti Kiribati dan Maladewa telah menjadi simbol
potensi dampak pemanasan global. Saat konferensi iklim Paris 2015,
negara-negara itu mendesak negara-negara besar agar menerima target
pembatasan pemanasan global sebesar 1,5 derajat Celsius, dibandingkan 2
derajat Celsius di atas level pra-industri.
Negara-negara
itu juga bekerja keras mengembangkan pertahanan garis depan melawan
dampak kenaikan permukaan laut, termasuk menanam pohon bakau untuk
mencegah erosi pantai dan memperbaiki sistem koleksi air hujan untuk
melindungi kualitas air.
Namun berbagai langkah itu tak banyak
memberikan hasil. Mereka pun mempertimbangkan opsi yang lebih drastis.
Pada 2014, Kiribati membeli lahan sekitar delapan mil persegi di pulau
Vanua Levu, Fiji, senilai kurang dari USD9 juta. Lahan itu diharapkan
dapat menjadi lokasi pemindahan warga yang wilayahnya tenggelam akibat
naiknya permukaan laut. “Kami berharap tidak menempatkan seorang pun di
satu lahan. Tapi jika itu terjadi dan harus dilakukan, ya kami dapat
melakukannya,” ungkap mantan presiden Kiribati Anote Tong.
Fiji
akan menjadi rumah baru untuk warga Kiribati yang mengungsi. Lahan yang
dibeli itu pun akan diberi nama I-Kiribati. Relokasi warga akibat
pemanasan global sudah terjadi di sejumlah lokasi. Papua Nugini telah
mulai memindahkan warganya di Kepulauan Carteret ke daratan utama.
Kendaraan militer AS melintas di utara Manbij di Provinsi Aleppo, Suriah, 9 Maret 2017. [REUTERS/Rodi Said]
CB, Jakarta - Kantor
berita pemerintah Suriah, SANA, mengutip sumber-sumber lokal yang
mengatakan bahwa pasukan AS telah menggunakan helikopter untuk
memindahkan emas rampasan ISIS dari daerah al Dashisha di pedesaan selatan provinsi Hasaka.
Dikutip
dari Sputnik, 18 Februari 2019, sumber mengklaim bahwa kotak berisi
sejumlah besar emas yang disimpan oleh kelompok teroris dengan aman di
sebelah timur kota al-Shadadi, menurut laporan SANA, sesuai dengan
laporan lain bahwa ISIS telah mengangkut sekitar 40 ton emas batangan
yang dicuri dari Mosul di Irak dan daerah lain di Suriah hingga al
Dashisha.
Menurut
sumber-sumber SANA, helikopter militer AS tiba di Hajun di Deir ez-Zor
dan Dashisha di Hasaka, memindahkan gerilyawan Daesh yang menyerahkan
diri kepada pasukan Amerika dan kemudian mengarahkan mereka ke uang
tunai dari emas curian, yang diduga untuk kesapakatan AS akan
menyelamatkan ratusan pemimpin ISIS. Namun Washington belum mengomentari
laporan ini.
Seorang
pria memberi salam pada kendaraan militer AS yang lewat di kota
Darbasiya di sebelah perbatasan Turki. 28 April 2017. [REUTERS / Rodi
Said]
AS sebelumnya dituduh oleh beberapa negara
mengorganisir transportasi untuk ISIS, dengan SANA menyebut bahwa
militer AS telah menggunakan helikopter untuk mengevakuasi komandan ISIS
dengan keluarga mereka atau mengangkut para teroris ke kamp pelatihan.
Dua
bulan lalu, Kantor Berita Tasnim mengutip Ketua Parlemen Iran Ali
Larijani, yang menuduh bahwa AS mengangkut gerilyawan ISIS ke Afganistan
dari Suriah:
September lalu, SANA melaporkan bahwa koalisi
pimpinan AS telah melakukan operasi pendaratan udara di pinggiran a
-Marashida untuk mengangkut para pemimpin teroris ke tujuan yang tidak
diketahui.
Tanda-tanda
pertama dugaan bantuan muncul pada September 2017, ketika sebuah sumber
mengatakan kepada Sputnik bahwa helikopter militer AS telah memindahkan
komandan lapangan ISIS dari provinsi Deir ez-Zor ke Suriah utara pada akhir Agustus di tengah suksesnya kemajuan pasukan Suriah Assad.Washington
mengumumkan rencana untuk menarik diri dari Suriah pada akhir Desember,
setelah Presiden Donald Trump menyatakan kemenangan atas ISIS.
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, bertemu dengan tentara
Suriah saat mengunjungi Ghouta, Suriah, 18 Maret 2018. SANA/Handout via
REUTERS
CB, Jakarta - Presiden Suriah Bashar al Assad mengatakan Amerika Serikat tidak akan melindungi milisi Kurdi setelah ISIS Kalah.
"Kami
mengatakan kepada kelompok-kelompok yang bertaruh pada Amerika, Amerika
tidak akan melindungi Anda," katanya tanpa menyebut nama mereka,
seperti dikutip dari Reuters 18 Februari 2019.
"Orang-orang
Amerika akan menempatkan Anda di saku mereka sehingga Anda bisa menjadi
alat dalam barter, dan mereka sudah mulai dengan itu," tambah Assad.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pada bulan Desember ia akan
menarik pasukan dari Suriah, menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang
nasib sekutu Kurdi AS di bawah ancaman serangan Turki.
Pasukan
SDF Suriah dan pasukan AS terlihat selama patroli dekat perbatasan
Turki di Hasakah, Suriah 4 November 2018. [REUTERS / Rodi Said]
Pasukan
AS telah lama memasok senjata dan pelatihan kepada Pasukan Demokrat
Suriah (SDF), yang dipimpin oleh milisi YPG Kurdi, mitra utama AS dalam
pertempuran melawan ISIS. Kehadiran AS membantu SDF merebut petak-petak
wilayah Suriah utara dan timur, dan juga secara luas dianggap sebagai
pencegah terhadap Turki yang telah bersumpah untuk menghancurkan YPG.
Erdogan
melihat YPG sebagai ancaman keamanan dan perpanjangan dari gerakan
Kurdi PKK yang telah melancarkan teror di tanah Turki selama beberapa
dekade.Langkah AS mendorong para pemimpin Kurdi Suriah ke
perundingan baru dengan Damaskus dan sekutu utamanya Moskow, berharap
untuk menyetujui kesepakatan yang dapat melindungi wilayah SDF dan
melindungi setidaknya sebagian dari mereka.
"Tidak ada yang akan melindungi Anda kecuali negara Anda," kata Assad dalam pidato televisi yang disiarkan pada hari Minggu."Jika Anda tidak mempersiapkan diri untuk membela negara Anda, Anda akan menjadi budak (Turki)," lanjut Bashar al Assad.
Pasukan
wanita Angkatan Darat Suriah (SDF) memegang senjata mereka saat upacara
kelulusan di kota Hasaka, Suriah, 9 Agustus 2017. Sebanyak 210
perempuan dilatih selama 15 hari saat bergabung untuk membantu memerangi
militan ISIS. REUTERS/Rodi Said
Terkait hal ini, jenderal
senior AS mengatakan Amerika Serikat harus memutuskan bantuan
militernya kepada Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi
untuk memerangi ISIS, jika para pejuang Kurdi bermitra dengan Presiden
Suriah Bashar al Assad atau Rusia.
Pernyataan
oleh Letnan Jenderal Angkatan Darat Paul LaCamera, sebagai komandan
koalisi pimpinan-AS yang berjuang melawan ISIS di Irak dan Suriah,
menggarisbawahi keputusan sulit yang dihadapi SDF ketika Amerika Serikat
bersiap untuk menarik pasukannya dari Suriah.Para pemimpin Kurdi
Suriah telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Assad, berharap
untuk melindungi wilayah otonom mereka setelah penarikan pasukan AS.
Mereka
takut akan serangan oleh tetangga Turki, yang mengancam akan
menghancurkan milisi YPG Kurdi dan LaCamera juga memperingatkan bahwa
hukum AS melarang kerja sama dengan Rusia serta militer Suriah di bawah Bashar al Assad.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers tahunan di Moskow, Jumat, 23 Desember 2016.
Foto: Alexei Nikolsky/Tass
Rusia berharap Presiden Xi akan hadiri the St Petersburg International Economic Forum
CB,MOSKOW
-- Presiden Rusia Vladimir Putin akan berkunjung ke Cina pada Maret
mendatang. Dia dijadwalkan menghadiri Belt and Road Forum yang digelar
di Beijing.
"Kami
menantikan Belt and Road Forum kedua, tempat Presiden Putin akan
berpartisipasi," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergev Lavrov pada Sabtu
(16/2), dikutip laman kantor berita Rusia TASS.
Rusia,
kata Lavrov, juga menantikan kunjungan Presiden Cina Xi Jinping ke
Rusia untuk menghadiri the St Petersburg International Economic Forum.
"Kami mengharapkan partisipasi sukses Presiden Xi Jinping selama
kunjungannya ke Rusia dan di the St. Petersburg International Economic
Forum sebagai tamu utama," ucapnya.
Menurut Lavrov, kerja
sama antara Rusia dan Cina telah terjalin cukup erat. Kedua negara
memperoleh banyak manfaat dan keuntungan dari hubungan tersebut.
One
Belt One Road (OBOR) adalah proyek perekonomian yang digagas Xi
Jinping. Proyek tersebut berfokus pada konektivitas dan kerja sama
antara negara-negara Eurasia.
Strategi tersebut menegaskan
tekad Cina untuk mengambil peran lebih besar dalam percaturan global
dengan sebuah jaringan perdagangan yang berpusat di negaranya. Dalam
tiga tahun terakhir, Cina telah bekerja sama dengan sejumlah negara
dalam proyek pembangunan jalan, material konstruksi, kereta api,
properti, jaringan listrik, besi, dan baja.
Sistem pertahanan rudal S-400 Triumf Rusia. Foto/TASS/Sergey Malgavko
ABU DHABI
- Arab Saudi ingin agar Rusia memasok sistem pertahanan rudal S-400
Triumf kepada militer Riyadh. Kedua pihak telah mengadakan konsultasi
tambahan mengenai kontrak pengiriman.
CEO
Rosoboronexport—eksportir senjata negara Rusia—Alexander Mikheyev
mengungkapnya pada pameran pertahanan internasional IDEX 2019 di Abu
Dhabi, hari Minggu.
"Adapun S-400, kami mengadakan konsultasi
tambahan tentang proyek ini, sekarang kontrak ini (dengan Arab Saudi)
sedang dipertimbangkan," kata Mikheyev, seperti dikutip kantor berita TASS, Senin (18/2/2019).
Laporan sebelumnya mengatakan kedua negara telah menyetujui pemasokan sistem pertahanan rudal S-400 Moskow kepada Riyadh.
S-400
Triumf adalah sistem pertahanan rudal udara jarak jauh paling canggih
yang mulai beroperasi di Rusia pada tahun 2007. S-400 Triumf dirancang
untuk menghancurkan pesawat, rudal balistik dan rudal jelajah, termasuk
rudal jarak menengah, dan juga dapat digunakan di darat.
S-400
dapat melibatkan target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30
km. Wakil Komandan Pasukan Dirgantara Rusia Viktor Gumenny mengatakan
April lalu bahwa sistem pertahanan udara S-400 Rusia telah menerima
rudal yang mampu menghancurkan target di ruang angkasa.
China
menjadi negara asing pertama pembeli sistem S-400 Rusia. Sedangkan Turki
sudah sepekat untuk membelinya dan mulai dipasok akhir tahun nanti.
Sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File Photo
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pembicaraan tentang pembelian sistem rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) tidak berjalan mulus. Dia memastikan kesepakatan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia sudah final dan tidak akan rusak.
"Kami
membuat kesepakatan S-400 dengan Rusia, jadi tidak mungkin bagi kami
untuk berbalik. Itu sudah selesai," kata Erdogan kepada wartawan pada
hari Sabtu, dikutip NTV, Minggu (17/2/2019).
Dia
mengungkap alasan krusial mengapa Ankara sulit untuk menerima tawaran
senjata pertahanan canggih dari Washington. "Pejabat AS tidak bisa
mengatakan apa pun (secara konkret) tentang masalah produksi dan
pinjaman bersamaan dengan pengiriman awal," kata Erdogan setelah pulang
dari kunjungannya ke Sochi, Rusia.
Ankara
telah mengajukan syarat sharing teknologi jika harus membeli sistem
rudal pertahanan Patriot. Namun, sejauh ini Washington keberatan. Turki,
kata Erdogan, menganggap penting setiap kondisi untuk kesepakatan pembelian senjata pertahanan yang akan dibuat.
"Dalam keadaan seperti itu, kami tidak dapat mengambil langkah untuk membeli sistem rudal surface-to-air (darat-ke-udara) MIM-104 (Patriot) buatan AS," kata Erdogan, dikutip Russia Today, Minggu (17/2/2019).
Lebih lanjut, Erdogan berharap untuk melakukan produksi bersama sistem pertahanan S-500 dengan Rusia.
Pembicaraan
tentang upaya Ankara untuk memperoleh sistem rudal Patriot AS telah
dilakukan selama bertahun-tahun, tetapi negosiasi telah terhenti
beberapa kali. Negosiasi dihidupkan kembali pada musim gugur lalu
setelah pejabat Ankara mengindikasikan bahwa negaranya sekali lagi
terbuka untuk opsi tawaran senjata pertahanan canggih AS tersebut.
"Akan
sangat sulit bagi Washington setuju untuk berbagi teknologi Patriot
dengan Turki, karena sistem itu sendiri terkait erat dengan satelit dan
pusat komando AS," kata pakar militer Yuri Knutov kepada Russia Today.
"Ini
akan menjadi kehilangan kedaulatan atas senjata itu sepenuhnya. Dalam
praktiknya, itu akan dioperasikan oleh perwira Turki, tetapi tetap
dikendalikan oleh Amerika. Itulah spesifik dari sistem Patriot,"
ujarnya.
Dalam kunjungannya ke Sochi, Erdogan bertemu dengan
Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Iran. Ketiganya diduga
membahas krisis Suriah. Belum jelas apa hasil dari pembicaraan ketiga
pemimpin tersebut.
Turki
menandatangani perjanjian pembelian S-400 dengan Rusia meskipun ada
tekanan besar dari AS. Para politisi Washington mengatakan pembelian
senjata pertahanan Moskow akan merusak keamanan dan interoperabilitas
NATO. Masalah ini telah menyebabkan parlemen AS meloloskan rancangan
undang-undang (RUU) yang secara efektif mencegah pengiriman 100 unit jet
tempur siluman F-35 Lockheed Martin pesanan Turki.
Tekanan
terbaru dari Washington muncul dari Wakil Presiden (wapres) AS Mike
Pence. "Kami juga telah menjelaskan bahwa kami tidak akan berpangku
tangan sementara sekutu NATO membeli senjata dari musuh-musuh kami,"
katanya kepada audiensi di Konferensi Keamanan Munich pada hari Sabtu.
"Kami tidak bisa memastikan pertahanan Barat jika sekutu kami tumbuh bergantung pada Timur," lanjut Pence mengacu pada Rusia.
Sistem senjata laser taktis Mk 38 Mod 2.[Boeing via Newatlas]
CB, Jakarta - Departemen Pertahanan AS telah menghabiskan jutaan dolar untuk proyek-proyek penelitian, termasuk jubah menghilang, senjata
laser berenergi tinggi, lubang cacing, dan portal bintang stargate. Hal
ini terungkap dari sejumlah dokumen yang diperoleh melalui Freedom of
information Act.
Dikutip dari Sputnik, 17 Februari 2019, Federasi
Ilmuwan Amerika (FAS) telah memperoleh daftar hampir 40 judul penelitian
yang didanai oleh Pentagon Defense Intelligence Agency (DIA) antara
2007 dan 2012.
Sementara
beberapa nama mungkin terdengar kurang lebih futuristik tetapi masih
masuk akal, seperti High Energy Laser Weapons atau Pulsed High-Power
Microwave Technology.
Namun yang lain terdengar seperti datang langsung dari teori
konspirasi dan serial TV fiksi ilmiah. Beberapa judul penelitian mungkin
terdengar aneh seperti Advanced Space Propulsion Based on Vacuum,
Traversable Wormholes, Stargates and Negative Energy, dan bahkan Warp
Drive, Dark Energy, dan Manipulasi Dimensi Ekstra.
Total dana
untuk semua proyek yang disebutkan adalah US$ 22 juta. Uang itu disedot
melalui Program Ancaman dan Identifikasi Aerospace Lanjutan (AATIP) yang
sekarang sudah tidak ada.
Seluruh
program dilaporkan telah dikaitkan dengan mantan Pemimpin Mayoritas
Senat Harry Reid, yang mendesak studi lebih lanjut terhadap benda-benda
terbang yang tidak dikenal, lapor Daily Caller.
Senjata laser yang dipasang di atas kapal perang Angkatan Laut AS[US Navy/John F. Williams via Newatlas]
Sebagian besar dana AATIP digunakan untuk perusahaan yang terhubung dengan teman Reid, Robert Bigelow, kata laporan itu.
"Ada
hal-hal yang dibayangkan yang tidak pernah membuahkan hasil dan tidak
akan pernah terealisasi, seperti warp drive, yang bergerak lebih cepat
daripada kecepatan cahaya. Untuk menginvestasikan uang dalam bentuk yang
aneh dan remeh pada yang terburuk," kata Steve Aftergood dari FAS
kepada Jaringan Berita Federal.
"Karya ini, dilihat dari judulnya,
jauh dari segala bentuk ancaman jangka pendek atau jangka panjang
terhadap keamanan nasional. Itu hanya tampak seperti penyalahgunaan dana
pemerintah," kata Steve.
Anehnya, empat dari 38 entri penelitian ditulis oleh orang yang sama, Dr. Eric Davis dari EarthTech International.
"Spesialisasi
penelitian Davis termasuk fisika propulsi terobosan untuk penerbangan
antarbintang, ilmu penerbangan antarbintang, propulsi energi
berkelanjutan," kata bio-nya EarthTech. Davis adalah orang yang menulis
makalah penelitian ke lubang cacing dan stargate.
Karya-karyanya
yang lain termasuk "Konsep untuk Mengekstrak Energi dari Vakum
Quantum", "Quantum Tomography dari Negara-negara Energi Negatif dalam
Vakum" dan "Laser Lightcraft Nanosatellites".
Namun, John Amble
dari Modern Point Institute di West Point membela daftar itu, dengan
mengatakan bahwa apa yang mungkin terdengar seperti gagasan liar
sekarang mungkin menjadi hal yang nyata di masa depan, menurut Federal
News Network, dan bahwa DIA harus melihat ke dalam teknologi yang paling
mustahil sekalipun.
"Salah satu persyaratan intelijen adalah
melakukan peramalan strategis. Jika Anda mulai melihat intelijen
strategis, Anda melihat generasi ke masa depan dalam beberapa kasus dan
tentu saja generasi dalam hal peralatan, senjata, dan platform," kata Amble kepada Federal News Network.
Kapal selam robot Boeing Orca Extra Large Unmanned Undersea Vehicle, atau XLUUVs. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah memesan empat
kapal selam robot raksasa dari produsen pesawat terbang terkemuka,
Boeing. Nantinya, kapal selam robot ini akan dikerahkan bersama kapal
selam berawal tradisional.
Angkatan Laut AS harus merogok kocek
senilai USD43 juta untuk empat Orca Extra Large Unmanned Undersea
Vehicle, atau XLUUVs. Pembelian kapal selam ini muncul ketika armada AS
berjuang untuk membangun cukup banyak kapal selam berawak baru untuk
menggantikan kapal-kapal selam tua yang mengalami dekomisioning ketika
inti nuklir mereka usang.
"Boeing mendasarkan desain Orca XLUUV
pada Echo Voyager kapal selam diesel-listrik tanpa awak," tulis jurnalis
USNI News, Ben Werner.
"Kapal
selam sepanjang 51 kaki diluncurkan dari dermaga dan dapat beroperasi
secara mandiri sambil berlayar hingga 6.500 mil laut tanpa terhubung ke
kapal induk berawak, menurut Angkatan Laut," ulas Werner seperti disitir
dari The National Interest, Minggu (17/2/2019).
"Akhirnya,
Angkatan Laut juga bisa menggunakan Orca XLUUV untuk penanggulangan
ranjau, perang anti-kapal selam, perang anti-permukaan, perang
elektronik dan misi pemogokan," menurut iktisar pengembangan kemampuan
sistem Angkatan Laut AS.
Orca diyakini bisa membantu mengisi
celah di armada kapal selam AS. Pada bulan Desember 2016, Angkatan Laut
AS mengumumkan bahwa diperlukan 66 kapal selam bertenaga nuklir, atau
SSN, untuk memenuhi kebutuhan komando daerah. Tetapi pada awal 2019
hanya memiliki 51 kapal serang.
Angkatan Laut AS dalam beberapa
tahun terakhir telah membeli kapal selam serang kelas Virginia baru pada
tingkat dua per tahun. AS berharap dapat mengurangi kekurangan kapal
selam serang selama pertengahan 2020. Namun kekuatan kapal selam serang
masih bisa turun ke level terendah 42 pada 2028 karena kapal kelas Los
Angeles akan "pensiun" dari armada dalam jumlah besar.
Sementara
China, pada awal 2019, memiliki sekitar 50 kapal selam serang bertenaga
diesel, atau SSK, dan enam kapal selam bertenaga nuklir. Mereka pun
berniat menambah beberapa kapal pada tahun 2020, seperti dilaporkan oleh
Badan Intelijen Pertahanan AS pada Februari 2019.
Angkatan Laut
China mencakup 17 kapal kelas Yuan terbaru dengan propulsi independen
udara, atau AIP. Kapal kelas Yuan panjangnya sekitar 250 kaki dan
memindahkan sekitar 2.500 ton air.
Orca
sendiri ukurannya lebih kecil dari kapal jenis Yuan. Dengan asumsi
Angkatan Laut AS dapat memperbaiki sistem komando dan kontrol kapal
robot, kecerdasan buatan, sensor dan senjata, secara teori Orca bisa
menjadi kapal perang air dangkal yang mumpuni.
Bukan kebetulan,
Angkatan Laut AS juga sedang mengincar kapal robot untuk mendukung
armada permukaan. Lebih murah untuk dibangun daripada kapal saat ini dan
sekali pakai, kapal perang permukaan tak berawak dapat membantu
Angkatan Laut tumbuh dengan cepat - dan dapat memungkinkan armada
mengembangkan taktik baru untuk melawan musuh berteknologi tinggi.
Hal yang sama juga berlaku untuk armada bawah laut.
Sebuah
kapal perang Spanyol mencoba mengusir kapal-kapal komersial Gibraltar
di Perairan Inggris, Minggu (17/2/2019). Foto/Pemerintah Gibraltar/PA
LONDON
- Sebuah kapal perang Spanyol telah memerintahkan kapal-kapal komersial
untuk meninggalkan perairan Inggris. Angkatan Laut Kerajaan Inggris pun
mengirim sekitar tiga kapal perang untuk mengatasi ketegangan tersebut.
Pemerintah Gibraltar telah mengonfirmasi upaya pengusiran kapal-kapal komersial itu oleh kapal perang Spanyol.
Dalam
rekaman audio, awak kapal perang Spanyol pada hari Minggu mengatakan
kapal-kapal komersial yang berlabuh di Rock agar meninggalkan perairan
yang ia klaim sebagai wilayah Spanyol.
Kementerian
Luar Negeri Inggris mengatakan kapal-kapal komersial yang telah
diberitahu untuk pergi diperintahkan untuk tetap berada di wilayah
Otoritas Pelabuhan Gibraltar. Kementerian itu menyebut upaya pengusiran
oleh kapal perang Spanyol sebagai tindakan "bodoh"
"Hanya ada
nilai gangguan pada permainan konyol ini yang dimainkan oleh mereka yang
tidak menerima kedaulatan Inggris yang tidak dapat disangkal atas
perairan di sekitar Gibraltar sebagaimana diakui oleh seluruh dunia
dalam konvensi PBB tentang hukum laut," kata juru bicara kementerian
itu, seperti dikutip The Guardian, Senin (18/2/2019).
"Tampaknya masih ada beberapa di Angkatan Laut Spanyol yang berpikir mereka dapat mengabaikan hukum internasional," lanjut dia.
Pemerintah Gibraltar menuduh kapal Spanyol berusaha mengambil "tindakan eksekutif" terhadap kapal-kapal komersial.
Seorang
anggota kru kapal terdengar dalam rekaman audio meminta kapal Spanyol
untuk memverifikasi perintah pengusiran itu kapal komersial tersebut
berlabuh di Gibraltar. "Kami tidak terapung - kami berada di jangkar
sekarang," katanya, sebelum diberitahu lagi untuk meninggalkan perairan
Spanyol.
Sebuah
pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah Gibraltar mengatakan;
“Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengerahkan kapal dan perahu karet ke
lokasi kejadian. Setelah ditantang oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris,
kapal perang Spanyol berlayar perlahan di sepanjang pantai Gibraltar
dengan senjatanya terbuka dan diawaki."
"Pemerintah Gibraltar
sedang memverifikasi setiap aspek dari insiden itu untuk memastikan
bahwa tindakan yang tepat diambil sesegera mungkin," lanjut pernyataan
pemerintah.
Maduro menyerukan dialog dengan oposisi untuk menyelesaikan krisis Venezuela.
CB,
CARACAS -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, kudeta yang
menurutnya diinisiasi oleh Washington telah gagal. Maduro pun menyerukan
dialog dengan oposisi untuk memahami dan menghormati dalam penyelesaian
krisis di negara kaya minyak.
"Gedung Putih menemui jalan buntu. Kudeta gagal," kata Maduro pada
perayaan peringatan 200 tahun pidato Angostura Simon Bolivar di negara
bagian Bolivar tenggara pada Jumat (15/2) waktu setempat.
Maduro
juga menuduh AS sebab mencegah dialog politik dengan pihak oposisi. Dia
pun menegaskan hal tersebut merupakan kesalahan besar yang dilakukan
Presiden AS Donald Trump.
"Kekaisaran Yankee telah
menggunakan kekuatan politik, diplomatik dan ekonomi untuk mencoba
memaksakan pemerintahan boneka melalui kudeta yang berkelanjutan," kata
Maduro.
Maduro mengatakan, Venezuela menerima 933 ton
obat-obatan dan pasokan medis dari Rusia, Cina dan Kuba, pada Kamis
(15/2). Bantuan tersebut dibayar, kata dia, untuk menekankan bahwa
Venezuela bukan pengemis.
"Kondisi ekonomi kami akan membaik," kata Maduro seperti dilansir Anadolu Agency.
Maduro
berbicara pada acara yang menandai ulang tahun Bolivar, yang memimpin
gerakan kemerdekaan melawan pemerintahan Spanyol di Amerika Latin. Acara
tersebut dihadiri oleh anggota Kabinet, istri Maduro, Cilia Flores, dan
pejabat militer.
Seperti diketahui, Venezuela telah
diguncang oleh protes sejak 10 Januari 2019 ketika Maduro dilantik
kembali untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot
oleh oposisi Mei 2018.
Ketegangan semakin meningkat ketika
pemimpin opoisisi dari Majelis Nasional, Juan Guaido mengukuhkan dirinya
sebagai presiden sementara pada 23 Januari 2019. Pengukuhannya pun
didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin. Sementara
Rusia, Turki, Cina, Iran, Bolivia, dan Meksiko lebih mementingkan
Maduro.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan
televisi dari mejanya di Oval Office mengenai imigrasi dan perbatasan AS
pada hari ke 18 penutupan pemerintahan di Gedung Putih, Washington, AS,
8 Januari 2019. [REUTERS / Carlos Barria[
CB, Jakarta - Menurut Federal Register, ada 58 keadaan darurat nasional Amerika
Serikat yang telah diumumkan sejak Undang-Undang Darurat Nasional tahun
1976 ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Gerald Ford.
31
darurat nasional telah diperbarui setiap tahun dan saat ini masih
berlaku, sebagaimana tercantum dalam daftar federal. Berikut daftar
presiden yang menyatakan darurat nasional, seperti dikutip dari ABC
News, 18 Februari 2019.
Presiden Jimmy Carter
Pada
14 November 1979, Jimmy Carter menyatakan darurat nasional terhadap
Iran, sebagai tanggapan atas krisis sandera Iran. Dokumen yang dikutip
dari iranwatch.org, Jimmy Carter menyatakan dirinya mendapati bahwa
situasi di Iran merupakan penyebabnya ancaman yang tidak biasa dan luar
biasa terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi
Amerika dan dengan ini menyatakan darurat nasional untuk menangani
ancaman itu.
"Saya
dengan ini memerintahkan memblokir semua properti dan kepentingan
pemerintah Iran, instrumen dan entitas yang dikendalikan dan Bank
Sentral Iran yang menjadi subjek yurisdiksi Amerika Serikat atau yang
berada dalam atau berada dalam kepemilikan atau kendali atas orang yang
tunduk pada yurisdiksi Amerika Serikat," tulis perintah Carter dalam
deklarasi darurat nasionalnya. Presiden Bill Clinton
Bill
Clinton beberapa kali menyatakan darurat nasional. Pada 14 Nov 1994,
Clinton mengeluarkan Keadaan darurat nasional untuk proliferasi senjata
pemusnah massal, yang menggabungkan dua darurat nasional sebelumnya yang
difokuskan pada senjata pemusnah massal.
Kemudian 2 Januari 1995,
darurat nasional untuk pelarangan transaksi dengan teroris yang
mengancam mengganggu proses perdamaian Timur Tengah, dan menjatuhkan
sanksi ekonomi sebagai tanggapan terhadap pemboman Yerusalem.
Pada
15 Maret 1995, keadaan darurat nasional untuk larangan transaksi
tertentu untuk pengembangan sumber daya minyak Iran adalah upaya untuk
mencegah kemungkinan kesepakatan antara perusahaan minyak.
Pada
21 Oktober 1995, pengumuman keadaan darurat nasional untuk pemblokiran
aset dan transaksi yang melarang dengan pengedar narkotika signifikan
yang berpusat di Kolombia, setelah meningkatnya laporan tentang kartel
narkoba yang mencuci uang melalui perusahaan-perusahaan Amerika.1
Maret 1996, keadaan darurat nasional terkait peraturan Anchorage dan
pergerakan Kapal yang melibatkan Kuba, setelah pesawat sipil ditembak
jatuh di dekat Kuba
Pada 3 November 1997, darurat nasional untuk
pemblokiran properti pemerintah Sudan dan melarang transaksi dengan
Sudan, serta menerapkan sanksi ekonomi dan perdagangan.
Presiden George W. Bush
Pertama
kali Bush mengeluarkan darurat nasional pada 26 Juni 2001, terhadap
properti orang yang mengancam upaya stabilisasi internasional di Balkan
Barat dan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang membantu gerilyawan
Albania di Makedonia. Pada 17 Agustus 2001, keadaan darurat nasional
atas regulasi pengawasan dan memperbaharui kekuasaan presidensial untuk
mengendalikan ekspor dalam keadaan darurat nasional sejak Undang-Undang
Administrasi Ekspor 1979 dibatalkan.
Kemudian 14 September 2001,
darurat nasional sebagai tanggapan atas serangan teroris tertentu
sebagai respons terhadap serangan teroris pada 11 September dan ancaman
serangan lanjutan di Amerika Serikat. Pada 23 September 2001, darurat
nasional kepada Orang yang berniat, hendak mengancam, atau mendukung
terorisme, yang merupakan respons terhadap serangan teroris 11
September.
Pada 6 Maret 2003, keadaan darurat nasional terkait
pengrusakan properti orang lain atau lembaga demokratis di Zimbabwe
sebagai upaya untuk menghukum rekan Robert Mugabe.
Ilustrasi Serangan WTC dan 11 September 2001. Getty Images
Pada
22 Mei 2003, darurat nasional untuk melindungi dana pembangunan untuk
Irak dan properti tertentu lainnya di mana warga Irak terusir setelah
invasi AS ke Irak.
Pada 11 Mei 2004, Darurat Nasional untuk
pemblokiran properti orang-orang tertentu dan melarang ekspor
barang-Barang tertentu ke Suriah, sebagai respons terhadap Suriah yang
mendukung kegiatan teroris di Irak.
16 Juni 2006, keadaan darurat
nasional atas properti orang-orang tertentu yang merusak proses atau
lembaga demokrasi di Belarusia sebagai tanggapan atas tuduhan penipuan
dalam pemilihan presiden Belarus.
27
Okt 2006, keadaan darurat nasional terkait properti orang-orang
tertentu yang berkontribusi pada konflik di Republik Demokratik Kongo,
sebagai respons terhadap kekerasan di sekitar pemilihan presiden Kongo.1
Agustus 2007, darurat nasional atas properti orang yang merusak
kedaulatan Lebanon, sebagai tanggapan terhadap gangguan aturan hukum di
Lebanon.
26 Juni 2008, keadaan darurat nasional untuk melanjutkan
pembatasan tertentu terhadap Korea Utara, mengutip risiko proliferasi
bahan fisil yang dapat digunakan sebagai senjata. Presiden Trump
memperbarui ini pada 22 Juni 2018, dengan mengutip "keberadaan dan
risiko proliferasi bahan fisil yang dapat digunakan senjata di
Semenanjung Korea dan tindakan serta kebijakan Pemerintah Korea Utara
terus menimbulkan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa""
Presiden Barack Obama
Pada 12 April 2010, Obama mengumumkan keadaan darurat nasional atas
properti orang-orang tertentu yang berkontribusi pada Konflik di Somalia
terkait dengan ancaman yang ditimbulkan oleh para perompak Somalia.
25
Februari 2011, keadaan darurat nasional dengan pemblokiran properti dan
melarang transaksi tertentu terkait dengan Libya, membekukan aset
pemimpin Libya Muammar Gaddafi.
25 Juli 2011, keadaan darurat
nasional untuk pemblokiran properti penjahat transnasional sebagai
respons terhadap meningkatnya kejahatan oleh organisasi tertentu,
seperti Los Zetas (Meksiko), Lingkaran Bersaudara (negara-negara Uni
Soviet), Yakuza (Jepang) dan Camorra (Italia).
16 Mei 2012,
darurat nasional untuk properti orang yang mengancam perdamaian,
keamanan, atau stabilitas Yaman, guna mengatasi kerusuhan politik di
dalam pemerintah Yaman.
16 Maret 2014, keadaan darurat nasional
untuk memblokir properti orang-orang tertentu yang berkontribusi pada
situasi di Ukraina, sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Krimea.
3
April 2014, darurat nasional terhadap properti orang-orang tertentu
terkait Sudan Selatanm, yang merupakan respons terhadap perang saudara
yang sedang berlangsung.
12 Mei 2014, keadaan darurat nasional
terhadap properti orang-orang tertentu yang berkontribusi pada konflik
di Republik Afrika Tengah, sebagai respons terhadap kekerasan terhadap
pekerja bantuan kemanusiaan.
8 Maret 2015, keadaan darurat
nasional untuk pemblokiran properti dan menangguhkannya orang-orang
tertentu yang berkontribusi pada situasi di Venezuela, sebagai tanggapan
pelanggaran hak asasi manusia.
1 April 2015, keadaan darurat
nasional untuk pemblokiran properti orang-Orang tertentu yang terlibat
dalam aktivitas Cyber-Enabled yang berbahaya, sebagai respons terhadap
serangan siber Cina di AS.
23 Nov 2015, keadaan darurat nasional
untuk memblokir properti orang-orang tertentu yang menyebabkan situasi
di Burundi, setelah kudeta yang gagal.
Presiden Donald Trump
20
Desember 2017, Trump menyatakan keadaan darurat nasional untuk
memblokir properti orang yang terlibat dalam Pelanggaran HAM Berat atau
Korupsi dan memberlakukan sanksi pada jenderal Myanmar karena perannya
menganiaya Muslim Rohingya.
12
September 2018, darurat nasional untuk pengenaan sanksi tertentu dalam
intervensi asing di pemilu Amerika Serikat, dan berusaha mencegah campur
tangan dalam pemilihan sela 2018 di tengah penyelidikan yang sedang
berlangsung terhadap campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.
Pada 27 Nov 2018, keadaan darurat nasional
memblokir properti orang-orang tertentu yang menyebabkan situasi di
Nikaragua, yang dideklarasikan oleh Presiden Trump sebagai respons
terhadap kekerasan dan rezim Ortega yang "secara sistematis membongkar
dan merusak institusi-institusi demokrasi dan supremasi hukum" yang
merupakan "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap keamanan
nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat."
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sumber: Alex Wong/Getty Images News/Getty Images/bustle.com
CB, Jakarta - Mantan
pengacara terkemuka FBI, James Baker, dalam kesaksian tertutup kepada
Kongres, mengatakan ada dugaan diskusi di antara para pejabat senior di
Departemen Kehakiman untuk mengajukan Amandemen ke-25, guna melengserkan
Presiden Donald Trump dari jabatannya.
Baker
mengklaim bahwa ia diberitahu Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein
mengatakan dua Kabinet Trump Para pejabat siap mendukung upaya
pemakzulan Trump.
Dikutip dari Fox News, 18 Februari 2019, kesaksian itu disampaikan musim gugur yang lalu ke Komite Pengawasan dan Kehakiman DPR.
Fox News telah mengkonfirmasi bagian dari transkrip tersebut. Ini
memberikan keterangan tambahan ke dalam diskusi yang telah kembali
menjadi sorotan di Washington ketika Direktur Pelaksana FBI yang
dipecat, Andrew McCabe, meninjau kembali masalah tersebut selama
wawancara sebelumnya.
Andrew McCabe selama wawancara program "60 Minutes" NBC News.[REUTERS]
Baker
tidak mengidentifikasi dua pejabat Kabinet terkait, tetapi dalam
kesaksiannya, pengacara mengatakan McCabe dan pengacara FBI Lisa Page
datang kepadanya untuk menyampaikan percakapan mereka dengan Rosenstein,
termasuk diskusi tentang Amandemen ke-25.
"Saya diberitahu oleh
Andy McCabe dan Lisa Page, bahwa dalam sebuah percakapan dengan Wakil
Jaksa Agung, dia menyatakan bahwa dia, (inilah yang terkait dengan
saya), memiliki setidaknya dua anggota Kabinet presiden yang siap
mendukung, saya kira Anda akan menyebutnya, tindakan di bawah Amandemen
ke-25," kata Baker kepada komite.
Amandemen
ke-25 menyediakan mekanisme untuk memecat presiden yang sedang
menjabat. Salah satu cara yang bisa terjadi jika mayoritas kabinet
presiden mengatakan presiden tidak mampu melaksanakan tugasnya.
Rosenstein,
yang masih bekerja di Departemen Kehakiman tetapi yang diperkirakan
akan keluar dalam waktu dekat, telah membantah klaim tersebut sejak
pertama kali muncul di media tahun lalu.
Pengacara Baker dan McCabe menolak berkomentar lebih lanjut soal ini, seperti halnya juru bicara FBI.
Kesaksian
ini datang ketika McCabe, yang dipecat tahun lalu oleh Jaksa Agung Jeff
Sessions, telah membahas pertemuan FBI dengan Departemen Kehakiman
untuk memakzulkan Donald Trump menggunakan amandemen ke-25.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sumber: Alex Wong/Getty Images News/Getty Images/bustle.com
CB, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menempuh jalan memberlakukan darurat nasional
setelah dia diminta untuk tidak lagi memberlakukan shutdown atau
penutupan pemerintah sementara. Pemicu keputusan Trump ini adalah tembok
perbatasan.
Pembangunan tembok perbatasan adalah salah satu janji
kampanye Presiden Trump. Namun mewujudkan janji ini jalannya sungguh
berliku hingga Trump harus memberlakukan status darurat nasional.
Berikut 5 hal tentang darurat nasional :
1. Apa itu darurat nasional?
Dalam undang-undang yang diterbitkan pada 1974, seorang Presiden
Amerika Serikat memiliki kekuasaan khusus untuk menyatakan sebuah
darurat nasional dan mengalihkan pendanaan yang dialokasikan untuk
konflik, bencana alam dan penyebaran wabah penyakit.
Dengan
pemberlakuan kondisi nasional, maka Trump bisa saja mengalihkan
pendanaan dan sumber daya di Kementerian Pertahanan ke pembangunan
tembok perbatasan Amerika - Meksiko. 2. Kapan diberlakukan darurat nasional?
Dikutip
dari bustle.com, Gedung Putih pada Kamis, 14 Februari 2019, mengumumkan
Presiden Trump akan siap mengumumkan darurat nasional. Namun status ini
berlaku untuk wilayah selatan Amerika Serikat yang berbatasan dengan
Mexico.
3. Mengapa darurat nasional diberlakukan?
Keputusan
ini diambil Trump setelah anggota Kongres dari Partai Demokrat
terus-menerus menolak mengalokasikan dana sebesar US$ 5 miliar atau Rp
70 triliun untuk membangun tembok perbatasan Amerika – Mexico, padahal
pembangunan tembok ini sudah menjadi janji kampanye Trump. Awalnya, pada
akhir Desember lalu, Trump memberlakukan shutdown hingga 35 hari
kemudian. Setelah shutdown dicabut, parlemen Amerika Serikat belum
mencapai titik sepakat soal dana pembangunan tembok perbatasan.
Walhasil, Trump menempuh jalan darurat nasional.
Seorang
anggota tentara perbatasan AS berjaga di sekitar tembok pembatas
wilayah Meksiko dan AS di luar Tijuana, Meksiko, 21 Februari 2017.
REUTERS/Edgard Garrido 4. Berapa lama darurat nasional diberlakukan?
Secara
umum, status darurat nasional berlangsung semau presiden. Namun secara
akurat, dalam undang-undang darurat nasional 1976, sebuah status darurat
nasional berlaku selama setahun, dimana presiden bisa memperbaharuinya
dengan cara mendeklarasikan ulang atau memperpanjang masa berlaku.
Kongres Amerika Serikat bisa mengakhiri status ini dengan cara
mengumpulkan dukungan dua per tiga suara. 5. Siapa saja presiden Amerika Serikat yang pernah memberlakukan darurat nasional selain Trump?
Mantan
Jimmy Carter pada 1979 pernah mendeklarasikan darurat nasional atau 10
hari setelah meletupnya revolusi Iran, dimana diplomat Amerika Serikat
yang bertugas di Iran ada yang disandera. Status ini berlangsung hingga
35 tahun kemudian.
Mantan Presiden Bill Clinton pernah
memberlakukan darurat nasional menyusul kekhawatirannya pada
senjata-senjata pemusnah massal dan imgran dari Kuba. Status darurat
nasional ini masih berlaku sampai sekarang.
Paska-serangan teror
pada 11 September 2001 atau yang dikenal 9/11, mantan Presiden Goerge W.
Bush memberlakukan darurat nasional dan diperbaharui enam kali di bawah
pemerintahan Presiden Barack Obama. 6. Bagaimana Trump menggunakan darurat nasional?
Walau
Gedung Putih sudah membenarkan Trump akan menanda tangani sebuah
deklarasi darurat nasional, namun masih belum pasti bagaimana dia akan
menggunakannya. Sejumlah pendukung Trump mengatakan dengan melakukan hal
ini maka Trump bebas mendanai pembangunan tembok perbatasan. Sedang
para pengkritik Trump mengatakan segala tindakan terkait pembangunan
tembok perbatasan akan membawanya dituntut ke meja hijau.
Ketika presiden Amerika Serikat mendeklarasikan darurat nasional,
maka kondisi ini memberikan presiden kekuasaan ekstra, seperti menyita
bangunan, mengerahkan pasukan nasional atau merekrut pasukan militer
baru.
Interior masjid setelah serangan mematikan oleh seorang pembom bunuh diri (ilustrasi)
Foto: Foto AP
Milisi Boko Haram diyakini merupakan dalang di balik aksi keji tersebut.
CB,
ABUJA -- Sebanyak 11 orang tewas dalam insiden serangan bom bunuh diri
di sebuah masjid di Gwozari, Nigeria, Sabtu (16/2). Milisi Boko Haram
diyakini merupakan dalang di balik aksi keji tersebut.
"11
orang, termasuk tiga pembom tewas, sementara 15 lainnya menderita
luka-luka dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Spesialis Negara
Maiduguri," kata Komisaris Polisi Borno Damian Chukwu, dikutip laman Anadolu Agency.
Serangan bom bunuh diri tersebut terjadi hanya beberapa jam
sebelum pemilu Nigeria dilaksanakan. Penyelenggaraan pemilu kini ditunda
karena alasan logistik.
Menurut Pemerintah Nigeria,
sejak mencetuskan gerakan pemberontakan, Boko Haram bertanggung jawab
atas kematian sekitar 20 ribu warga di sana. Sebagian besar tewas akibat
serangan bom bunuh diri.
Tak hanya itu Boko Haram
juga bertanggung jawab atas ribuan penculikan wanita dan gadis-gadis di
Nigeria. Hal itu dilakukan selama hampir 10 tahun pemberontakannya
terhadap Pemerintah Nigeria.
Hal tersebut telah
memaksa jutaan warga Nigeria mengungsi. Alasan utama mereka mengungsi
adalah guna melindungi anggota keluarga, khususnya perempuan, dari
penculikan Boko Haram.
Pemerintah
Iran dilaporkan memanggil Duta Besar Pakistan untuk Iran, Iran Riffat
Masood untuk menyampaikan protes atas serangan teroris baru-baru ini.
Foto/Reuters
TEHERAN
- Pemerintah Iran dilaporkan telah memanggil Duta Besar Pakistan untuk
Iran, Riffat Masood untuk menyampaikan protes keras atas serangan
teroris mematikan baru-baru ini di provinsi Sistan dan Baluchestan di
Iran tenggara. Pemanggilan ini dikarenakan kelompok yang melakukan
serangan diketahui berbasis di Pakistan.
Juru Bicara Kementerian
Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi mengatakan, Masood dipanggil untuk
menemui Direktur Jenderal Asia Barat Kementerian Luar Negeri Iran.
Qassemi menyebut, dalam pertemuan itu pihaknya menyampaikan protes
kerasnya kepada Masood terkait serangan itu.
"Pejabat Iran secara
eksplisit menggarisbawahi bahwa kami mengharapkan pemerintah dan
tentara Pakistan untuk secara serius dan tegas berurusan dengan
perkembangan dan penyebaran sel-sel teroris dan pangkalan mereka di
wilayah perbatasan antara kedua belah pihak," ucapnya.
"Pakistan
juga harus memastikan para teroris untuk tidak dapat menciptakan
ketidakamanan dan ketidakstabilan lebih lanjut di wilayah ini dan
ketidakpercayaan antara kedua belah pihak melalui tindakan teroris dan
tidak manusiawi mereka," sambungnya.
Iran, papar Qassemi, seperti
dilansir IFP News pada Senin (18/2), juga meminta pemerintah Pakistan
untuk mengambil langkah segera dan tepat untuk mengidentifikasi dan
menangkap para teroris di balik serangan mematikan di jalan
Zahedan-Khash.
Sementara itu, di tempat terpisah Masood dalam
sebuah pernyataan mengatakan bahwa ia akan menyampaikan protes Iran
kepada pemerintah di Islamabad.
TEHERAN
- Iran pada hari Minggu meluncurkan kapal selam baru buatan lokal yang
mampu menembakkan rudal jelajah. Peluncuran kapal selam bernama Fateh
ini berlangsung di saat ketegangan antara Teheran dengan Washington
sedang memanas.
Upacara peluncuran dipimpin oleh Presiden Hassan
Rouhani di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas. "Hari ini, Republik
Islam Iran sepenuhnya bergantung pada darat, udara dan laut," kata
Rouhani.
"Kekuatan defensif kami dimaksudkan untuk membela
kepentingan kami dan kami tidak pernah berusaha menyerang negara mana
pun," ujarnya, seperti dikutip AFP, Senin (18/2/2019).
Menurut kantor berita Fars,
Fateh merupakan kapal selam pertama di Iran dalam kategori semi-berat.
Kapal itu akan mengisi celah antara kapal kelas Ghadir yang ringan dan
kapal selam kelas Kilo yang berat.
Fars menyatakan kapal
selam Fateh memiliki bobot hampir 600 ton ketika berada di bawah air.
Kapal itu dilengkapi dengan torpedo dan ranjau laut di samping senjata
utamanya; rudal jelajah. Kapal tersebut diklaim dapat beroperasi lebih
dari 200 meter di bawah permukaan laut hingga 35 hari.
Ketegangan
Iran dan Amerika Serikat mulai memanas sejak Washington menarik diri
dari perjanjian nuklir multilateral 2015 pada Mei 2018. Washington
lantas mengenakan kembali sanksi unilateral terhadap Iran pada akhir
tahun lalu.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran
pada 7 Februari meluncurkan rudal balistik baru dengan jangkauan 1.000
kilometer (620 mil). Rudal surface-to-surface
(permukaan-ke-permukaan) itu diberi nama Dezful. Komandan Dirgantara
Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh mengatakan Dezful adalah upgrade dari misil Zolfaghar yang sudah tua yang memiliki jangkauan 700 kilometer.
Rouhani
mengatakan pada hari Minggu bahwa tekanan oleh musuh, ancaman perang
dan sanksi adalah insentif bagi Teheran untuk mandiri dalam industri
pertahanannya.
"Mungkin kita tidak akan memiliki motivasi untuk
industrialisasi sektor pertahanan kita," katanya, jika Iran bisa membeli
persenjataan yang dibutuhkan.
Para menteri termasuk dari kabinet militer Iran menghadiri upacara peluncuran tersebut.
Jerman juga menolak permintaan AS menghentikan pengiriman gas dari Rusia.
CB,
MUNICH -- Kanselir Jerman Angela Merkel menolak seruan Amerika Serikat
(AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran. Selain itu Merkel
menolak seruan AS dalam pembatalan proyek pipa gas kontroversial dengan
Rusia.
Hal
itu dikatakannya pada kesempatan Konferensi Keamanan Munich pada Sabtu
(16/2) waktu setempat. Merkel memang mengkritik kebijakan Iran terhadap
Israel termasuk program rudal balistik dan keterlibatannya di Suriah dan
Yaman, namun dia juga membela kesepakatan nuklir dengan Teheran.
"Akankah
membatalkan satu-satunya perjanjian yang tersisa dengan Iran membantu
tujuan bersama kita untuk mengatasi dampak negatifnya?" ujar Merkel
seperti dikutip Anadolu Agency, Ahad (17/2). Dia menegaskan kembali bahwa Jerman akan tetap teguh pendirian dalam kesepakatan yang ditandatangani pada 2015.
Pernyataannya
muncul setelah Wakil Presiden AS Mike Pence meminta sekutu Eropa
termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris meninggalkan kesepakatan nuklir
Iran. Pence meminta sekutu Eropa agar bergabung dengan AS dalam
mengampanyekan tekanan diplomatik dan ekonomi Washington melawan Iran.
"Waktunya telah tiba bagi mitra-mitra Eropa kami untuk menarik diri dari
kesepakatan nuklir Iran," ujar Pence dikutip Harretz.
Tiga
kekuatan Eropa, bersama dengan Rusia, Cina dan AS menandatangani
perjanjian nuklir 2015 yang dimaksudkan untuk mengekang jalur Iran
menuju senjata nuklir dengan imbalan bantuan sanksi. Meski Merkel
menyayangkan perpecahan atas Iran sangat menekannya, namun dia
mengesampingkan substansi perbedaan. "Saya melihat program rudal
balistik, saya melihat Iran di Yaman, dan terutama saya melihat Iran di
Suriah," ujarnya.
Kendati demikian, Merkel juga menolak
seruan AS untuk menghentikan pembangunan pipa Nord Stream 2, yang akan
membawa gas Rusia ke Jerman di seberang Laut Baltik. Menurutnya, pipa
Nord Stream 2 tidak akan membuat Eropa bergantung pada Rusia, sebab
Eropa memiliki banyak terminal energi untuk menerima lebih banyak
Liquidfiled natural gas (LNG) dari AS. "Karena Jerman akan menghapus
batubara dan tenaga nuklir, kami pasti akan menjadi pasar yang menarik
untuk gas alam dalam beberapa tahun mendatang," katanya.
Merkel
juga memperingatkan bahwa meninggalkan kesepakatan perdagangan dengan
Rusia akan membuat kekuatan lain seperti Cina mendapat manfaat dari hal
ini.
Lavrov
menuturkan, AS mengambil langkah-langkah tidak bermoral untuk
mengerahkan sekutu-sekutunya untuk mempersalahkan berakhirnya Perjanjian
INF pada Moskow. Foto/Istimewa
MUNICH
- Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menuturkan, Washington
mengambil langkah-langkah tidak bermoral untuk mengerahkan
sekutu-sekutunya untuk mempersalahkan berakhirnya Perjanjian Pasukan
Nuklir Jangka Menengah (INF) pada Moskow.
Berbicara jelang
Konferensi Keamanan di Munich, Jerman, Lavrov menuturkan Amerika Serikat
(AS) adalah pihak yang ingin membatalkan perjanjian itu. Namun,
Washington bermain sebagai korban dan kemudian memobiliasasi sekutunya
untuk menyalahkan Rusia akan pembatalan ini.
"Kembali pada bulan
Oktober, para pejabat AS mengatakan kepada kami bahwa Presiden AS,
Donald Trump mengumumkan penarikan dari perjanjian itu. Ini bukan
undangan untuk dialog tetapi keputusan akhir," kata Lavrov.
"Setelah
itu, mereka tidak terlalu tertutup untuk memobilisasi sekutu untuk
menyalahkan kami karena membatalkan perjanjian penting ini," sambungnya
dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Minggu (17/2).
Lavrov
kemudian mengatakan bahwa Moskow tidak ragu bahwa Washington
memperingatkan para pejabat NATO agar tidak menghadiri briefing yang
diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan
Rusia tentang rudal jelajah 9M729. Rudal ini menjadi alasan AS
meninggalkan kesepakatan yang diteken pada era Perang Dingin tersebut.
"Kami
telah memprakarsai presentasi rudal yang diyakini Amerika sebagai
pelanggaran perjanjian itu. Ada pesanan. Kami tidak ragu bahwa AS
memberi tahu anggota NATO untuk tidak menghadiri pertemuan yang kami
selenggarakan," tukasnya.
Milisi Houthi berpatroli di jalan,
tempat para pengunjung rasa pro-Houthi berdemonstrasi menentang koalisi
pimpinan Arab Saudi, di Hudaidah, Yaman, 10 Desember 2018.
(REUTERS/ABDULJABBAR ZEYAD)
PBB (CB) - Pemerintah Yaman dan perwakilan al Houthi
mencapai kesepakatan "Tahap I" tentang penarikan pasukan mereka,
berdasarkan perjanjian yang ditengahi PBB, dari kota pelabuhan Hudaidah,
Yaman, kata PBB pada Minggu (17/2).
"Para pihak mencapai kesepakatan Tahap I tentang pemindahan pasukan
mereka," kata kantor juru bicara PBB tanpa memberikan penjelasan yang
sebenarnya tentang apa yang disepakati antara kelompok al Houthi, yang
bersekutu dengan Iran, dan pemerintah yang didukung Saudi.
PBB sedang berusaha menerapkan perjanjian penarikan pasukan dan gencatan
senjata di Hudaidah, pintu gerbang utama bagi impor Yaman, sebagai
bagian dari upaya mengakhiri perang yang telah menelan puluhan ribu jiwa
dan membawa jutaan orang ke ambang kelaparan.
Berdasarkan kesepakatan Tahap I, kelompok al Houthi akan mundur dari
pelabuhan Hudaidah, Saleef dan Ras Isa. Langkah serupa juga harus
dilakukan pasukan koalisi dari pinggiran kota bagian timur, tempat
pertempuran berkecamuk sebelum genjatan senjata diberlakukan pada 18
Desember.
Sebagian besar aturan genjatan senjata Hudaidah dihormati namun
pertempuran terus terjadi antara gerakan al Houthi dan musuh mereka
dalam memerangi koalisi pimpinan Saudi untuk memulihkan pemerintahan
yang diakui secara internasional.
Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked,
mengatakan bahwa keputusan ini diambil karena pemerintahan Mahmoud Abbas
terus memberikan uang kepada militan Palestina di penjara.
(Reuters/Amir Cohen)
Jakarta, CB -- Israel akan memangkas pembagian pajak yang selama ini mereka berikan kepada Otoritas Palestina hingga lima persen.
Menteri
Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, mengatakan bahwa keputusan ini diambil
karena pemerintahan Mahmoud Abbas terus memberikan uang kepada militan
Palestina di penjara.
"Abbas terus mentransfer gaji kepada para
pembunuh yang ada di penjara. Kami harus mencari cara menghentikan uang
ini," ujar Shaked pada Minggu (17/2).
Sebagaimana dilansir Reuters, di bawah perjanjian perdamaian
sementara, Israel memang mengumpulkan pajak atas nama warga Palestina
yang hingga kini nilai rata-ratanya mencapai US$222 juta per bulan.
Namun,
karena kesepakatan damai menemui jalan buntu sejak 2014, Israel
menghentikan sebagian aliran dana tersebut sebagai bentuk protes dan
tekanan.
Otoritas Palestina pun kian terdesak, terutama setelah
Amerika Serikat mencabut sebagian besar bantuannya sebagai bentuk
tekanan agar perjanjian damai segera disepakati.
Di tengah
tekanan keuangan tersebut, Abbas tetap membayarkan sejumlah uang bagi
keluarga Palestina yang dibui karena melawan atau dibunuh tentara
Israel. Ia menyebut warga Palestina tersebut sebagai pahlawan dalam
perjuangan bangsa.
Palestina pun menyebut pemangkasan pajak oleh Israel ini sebagai "pembajakan" yang dilakukan untuk mengancam mereka.
"Ini
adalah upaya menekan. Meski kami hanya memiliki satu dolar, kami akan
tetap membayarkannya kepada keluarga para martir yang kini ada di
penjara dan bagi mereka yang terluka," ujar seorang pejabat Organisasi
Pembebasan Palestina (PLO), Wasel Abu Youssef.
Meski demikian. sejumlah pakar keamanan khawatir permasalahan fiskal ini dapat membuat Palestina semakin tidak stabil.
"Jika dia (Abbas) memilih untuk hancur dengan tetap membayar kepada para pembunuh, biarkan mereka hancur," kata Shaked.