Selasa, 22 November 2016

Astronaut Perempuan Tertua NASA Kembali Melawat Antariksa

 
Astronaut Perempuan Tertua NASA Kembali Melawat Antariksa Astronaut NASA, Peggy Whitson. (REUTERS/Shamil Zhumatov)
 
Jakarta, CB -- Tim misi Expedition 50/51 yang telah diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa (International Space Station/ISS) pada Jumat lalu (18/11) dari Baikonur, Kazakhstan terasa istimewa lantaran salah satu anggotanya adalah astronaut perempuan veteran NASA.

Peggy Whitson adalah astronaut berkebangsaan Amerika Serikat yang dinyatakan sebagai perempuan tertua yang masih menjelajah luar angkasa.

Perempuan kelahiran Iowa 56 tahun silam ini adalah seorang peneliti bidang biokimia. Sejak bergabungnya di badan antariksa AS pada 2002, Expedition 50/51 ini mencatatkan rekor baru yang berhasil ia capai dalam hal durasi.

Sebelum memutuskan ikut serta dalam Expedition 50/51, Whitson memang sudah memegang rekor waktu terlama bagi astronaut perempuan yang menetap di luar angkasa, yakni 377 hari.


Nah
, Expedition 50/51 sendiri memiliki durasi selama enam bulan. Jadi jika dikalkulasikan, total durasi yang berhasil dicapai Whitson hingga nanti ia mendarat kembali ke Bumi kira-kira 534 hari, 2 jam, dan 48 menit.

New York Post mewartakan, rekor tersebut bahkan mengalahkan astronaut Jeff Williams yang tercatat menghabiskan waktu 520 hari di antariksa.


Whitson pun bakal merayakan ulang tahunnya yang ke-57 pada 9 Februari ini saat ia masih mengorbit di dalam laboratorium mikrogravitasi.

Whitson mengaku, ia memang tertarik bergabung ke dalam Expedition 50/51 karena menganggap dirinya sudah berpengalaman.

"Betul sekali, saya memang sudah tua," ujarnya dalam wawancara dengan NASA.

Usianya yang sudah matang ditambah pengalaman mengorbit sejak lama diyakininya menjadi modal berharga untuk bisa bergabung kembali.


Expedition 50/51 beranggotakan Whitson, Oleg Novitskiy dari Roscosmos Rusia, dan Thomas Pesquet dari European Space Agency (ESA). Mereka meluncur dari tanah Kazakhstan dengan pesawat awak Soyuz milik Rusia.

Tim Expedition 50/51 sesaat sebelum meluncur ke ISS. 
Tim Expedition 50/51 sesaat sebelum meluncur ke ISS. (REUTERS/Kirill Kudryavtsev)
Whitson pun akan menjadi komandan Expedition 50/51 selama misi ini berlangsung hingga bulan Mei 2017 mendatang.

Tim ini akan melakukan sejumlah tugas dan eksperimen ilmiah seperti mengurut DNA dan studi biologi lainnya.

"Jika berbicara tujuan NASA sebelum saya meninggal, kita semua perlu hidup di Mars. Mungkin umur saya tidak akan panjang, jadi tim NASA sebaiknya mewujudkannya!" seru Whitson.


Credit  CNN Indonesia



Semangat Astronaut Wanita Tertua Menembus Angkasa


Semangat Astronaut Wanita Tertua Menembus Angkasa Astronaut Peggy Whitson. (REUTERS/Shamil Zhumatov)
 
Jakarta, CB -- Peggy Whitson sedang hangat diperbincangkan lantaran dirinya masih semangat menjalankan misi antariksa meski usia tak lagi muda. Whitson pun membeberkan alasannya untuk kembali ke orbit rendah Bumi selama enam bulan.

Whitson sudah berusia 56 tahun. Ia menjadi astronaut perempuan tertua NASA. Keikutsertaannya dalam Expedition 50/51 ini akan menorehkan rekor baru. Namun tentu saja bukan itu tujuan utamanya.

Dalam wawancara eksklusif dengan American Association of Retired Persons (AARP), Whitson berbicara dengan singkat mengenai pandangannya terhadap luar angkasa dan berhasil menyeretnya kembali untuk bertugas.

"Hal magis dari antariksa adalah, Anda berada di lingkungan nol gravitasi, mengapung, dan bisa bergerak ke orientasi apapun serta merasakan hal yang sama," ucapnya.



Jika manusia ditempatkan di luar angkasa --lebih tepatnya Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS)--, suhu yang dirasakan memang akan selalu sama.

Berbeda dengan di Bumi, manusia bisa merasakan angin, panas dari Matahari, hingga dinginnya malam hari.

Hal serupa memang pernah juga diungkapkan oleh mantan astronaut NASA Scott Kelly yang menjalankan satu tahun dalam One-Year Mission pada 2015.

Karir Whitson di NASA bisa dikatakan memang cemerlang. Sekembalinya dari Expedition 16 yang berakhir pada April 2008, Whitson sempat menjadi Chief of the Astronaut Office sampai 2012.

Tanggung jawabnya kala itu adalah mempersiapkan aktivitas misi bagi para kru yang hendak menyambangi ISS.

"Pekerjaan ini sangat memuaskan. Namun saya pada saat itu belum tahu bahwa saya masih punya hasrat untuk kembali terbang," sambung Whitson.

Setelah ia mempertimbangkan secara matang, perempuan kelahiran Iowa ini akhirnya memutuskan untuk bersedia menjadi anggota tim Expedition 50/51.

Bahkan ia pun menjadi komandan selama misi enam bulan ini berlangsung.

Astronaut perempuan tertua NASA, Peggy Whitson.Astronaut perempuan tertua NASA, Peggy Whitson. (REUTERS/Dmitri Lovetsky)
"Kesempatan terbang sudah semakin sedikit karena sudah banyak personil berbakat. Namun, saya merasa saya punya rekam jejak yang bagus bekerja di luar angkasa. Saya bisa produktif di atas sana," ucapnya lagi.

Whitson telah bergabung di NASA sejak 2002. Sekembalinya ke ISS, Whitson siap diganjar oleh rekor baru sebagai astronaut perempuan tertua dengan masa menetap di antariksa terlama.

Total durasi yang ia jalani jika Expedition 50/51 ini rampung adalah 534 hari, 2 jam, dan 48 menit.

New York Post mewartakan, rekor tersebut bahkan mengalahkan astronaut Jeff Williams yang tercatat menghabiskan waktu 520 hari di antariksa.

Whitson pun memiliki harapan sendiri terhadap NASA untuk masa depan.

"Jika berbicara tujuan NASA sebelum saya meninggal, kita semua perlu hidup di Mars. Mungkin umur saya tidak akan panjang, jadi tim NASA sebaiknya mewujudkannya!" serunya."

Expedition 50/51 beranggotakan Whitson, Oleg Novitskiy dari Roscosmos Rusia, dan Thomas Pesquet dari European Space Agency (ESA).

Mereka meluncur dari Baikonur, Kazakhstan dengan pesawat awak Soyuz milik Rusia pada Jumat lalu (18/11).

Trio ini akan berkontribusi sebanyak 250 eksperimen selama mengorbit di dalam ISS yang melingkupi bidang biologi, ilmu Bumi, penelitian human, dan pengembangan teknologi.




Credit  CNN Indonesia



Protes Larangan Israel, Gereja di Palestina Kumandangkan Azan


 
Protes Larangan Israel, Gereja di Palestina Kumandangkan Azan (Ribuan kaum Muslim, Kristiani, yahudi dan gereja di Yerusalem serukan adzan bersama sebagai protes larangan adzan dari otoritas Israel. (Reuters/Ammar Awad)
 
Jakarta, CB -- Sebagian gereja di Kota Nazaret mengumandangkan azan sebagai bentuk protes terhadap rancangan undang-undang pelarangan penggunaan pengeras suara di masjid yang disetujui parlemen Israel.

Diberitakan Morocco World News, gereja di Kota Nazareth mengumandangkan azan sebagai bentuk solidaritas dalam menentang aturan pemerintah Israel yang dianggap membatasi kebebasan beribadah umat beragama. Langkah gereja ini memicu kekaguman dari dunia Islam, yang melihatnya sebagai bentuk kehidupan yang harmonis antar umat beragama di Palestina.

Selain gereja, warga Muslim di kota itu juga menyerukan lantunan azan secara serentak dari atas atap rumah masing-masing. Insiden ini terdokumentasi dalam sebuah video yang menjadi viral di media sosial. Berbagai pujian dilayangkan terhadap aksi solidaritas itu, sementara, cemoohan terus menghujani pembatasan kebebasan beragama yang diatur oleh otoritas israel.

Ribuan kaum Muslim, Kristiani, dan Yahudi menyerukan azan bersama di alun-alun utama Kota Nablus, bagian utara Tepi Barat pada Minggu (20/11). Massa yang terdiri dari warga, organisasi-organisasi Palestina, dan perwakilan umat tiga agama samawi menggelar aksi protes dengan menyerukan slogan "menara mesjid tidak akan pernah dibungkam" seraya menyerukan lantunan azan bersama-sama.

"Aksi protes ini sebagai pesan kepada pendudukan Israel untuk berhenti main-main dengan situs suci kami. Aksi protes ini juga sebagai pertanyaan bagi dunia luar soal perhatian mereka terkait pelanggaran mencolok terhadap tempat suci beragama," ungkap seorang aktivis penggerak aksi protes tersebut, Mazen Al-Danbak, seperti dikutip Middle East Monitor.

"Kami peringatkan pendudukan Israel untuk tinggalkan tanah kami dan kami bersikukuh tidak akan membungkam menara mesjid dari seruan azan dan pujian, Allahu Akbar," kata Mazen menambahkan.

Gubernur Nablus, Akram Al-Rajoub berkata, pendudukan Israel di wilayah itu "tidak akan dapat mendominasi mesjid dan gereja" di sana.

Mufti Palestina, Sheikh Ahmed Shobas menyebutkan, seruan azan, panggilan umat Muslim untuk beribadah, merupakan salah satu ritual keagamaan yang juga dilakukan dan dijamin dalam seluruh agama.

Sementara itu, Uskup Gereja Katolik di Nablus, Yousef Sa'ada juga mengutuk upaya Israel untuk melarang seruan azan. Menurut Yousef, pelarangan seruan beribadah ini menandakan pendudukan Israel "yang sedang mengalami kejatuhan etika, moral, dan politik."

"Pengikut palestina dari semua agama bersatu menolak RUU yang digagas Israel. Ini bukti bahwa keruntuhan sedang dialami oleh Israel," kata Yousef.

Serupa dengan Yousef, Sekretaris Sumeria, sebuah sekte Yahudi di Nablus, mengecam langkah parlemen israel itu dengan menyebutkan, "tidak akan ada keamanan dan keselamatan yang dapat dirasakan warga sampai seluruh hak beragama dapat bebas dan terjamin."

"Selama pujian Allahu akbar menggema lima kali sehari, lonceng gereja dapat berdentang setiap hari Minggu, kami bangsa Sumeria merasa aman dan nyaman."

Mengutip Independent, pada Senin (14/11) pekan lalu, perwakilan dari Knesset, Parlemen Israel, telah menyetujui "RUU Muazin" yang melarang pemimpin agama menggunakan pengeras suara di tempat publik untuk menyerukan panggilan bagi para jemaah mereka untuk shalat.

Walaupun masih ada sejumlah perdebatan dalam Komite Menteri Legislasi Israel terkait RUU ini, peraturan ini pada akhirnya kemungkinan besar tetap akan disahkan, mengingat RUU ini mendapat dukungan dari koalisi yang berkuasa di negara itu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap RUU ini dalam rapat kabinet mingguan. Netanyahu mengatakan warga dari seluruh agama mengeluh kebisingan akibat seruan mesjid setiap kali azan diserukan.

"Israel berkomitmen menjaga kebebasan bagi seluruh umat beragama, tapi kami juga bertanggung jawab untuk melindungi warga dari polusi suara," kata Netanyahu.


Credit  CNN Indonesia




Suku 'Tak Terjamah' di Pedalaman Amazon Terlihat dari Udara


 
CB, Amazon - Foto-foto dari udara di wilayah Amazon, Brasil, mengungkapkan penampakan pertama suku terpencil yang masih belum 'terjamah'.
Gambar tersebut menguak adanya peradaban penduduk asli di wilayah terpencil di utara Brasil, Yanomami, yang menurut ahli bisa 'punah' kapan saja.
Seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (22/11/2016), desa yang diperkirakan dihuni oleh 100 penduduk itu berada tak jauh dari perbatasan Venezuela. Mereka digambarkan memiliki adat yang terlihat seperti suku 'yano' Yanomami.
Menurut kelompok advokasi suku, Survival International, mereka membangun rumah membentuk lingkaran. Setiap sisi persegi bangunan tempat tinggal dihuni keluarga yang berbeda.
Mereka digambarkan bergelayut di hammock, membuat api unggun dan menyimpan bahan makanan.
Organisasi itu memperingatkan, bahwa suku pedalaman tersebut berada dalam bahaya, akibat 5.000 penambang emas liar yang berada di wilayah tersebut.
"Penambang menyebarkan penyakit seperti malaria di wilayah tersebut dan mengotori sumber makanan dan air Yanomami dengan air raksa. Hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius," kata Survival International melalui keterangan tertulisnya.
Penyakit yang dibawa dari luar seperti flu dan campak juga bisa sangat berbahaya bagi penduduk asli yang tinggal di wilayah terpencil itu.
Kelompok itu juga mengatakan, pemerintah Brasil terpaksa harus memotong beberapa persen anggaran untuk melindungi wilayah Yanomami tersebut.
"Kami tahu suku terpencil ini hidup dalam bahaya karena berada tak jauh dari penambang emas ilegal, dan tim yang bertanggung jawab untuk melindungi mereka terpaksa harus mengurangi anggaran," ujar Direktur Kampanye Survival International, Fiona Watson kepada FoxNews melalui sebuah pernyataan via email.
"Tanpa adanya perlindungan yang tepat, kekerasan dan penyakit dapat menghancurkan peradaban tak tersentuh yang berharga ini," sambung Fiona.
Sementara itu FUNAI, Departemen Urusan India Pemerintah Brasil, belum memberikan komentar apapun terkait permintaan perlindungan tersebut.
Wilayah suku Yanomami dibentuk pada 199,2 dalam upaya untuk melindungi kelompok tersebut dari kekerasan dan penyakit yang dibawa oleh orang luar.
Suku pedalaman Amazon tersebut memiliki pengetahuan mengenai tumbuh-tumbuhan yang sangat luas. Mereka menggunakan sekitar 500 tanaman sebagai bahan makanan, obat-obatan, dan membangun rumah.
Anggota suku terpencil tersebut menghidupi keluarganya dengan cara berburu, mengumpulkan makanan, dan memancing.
Tidak hanya itu, mereka juga bercocok tanam seperti menumbuhkan ubi kayu dan pisang, yang ditanam di dalam kebun hutan yang bersih.
"Gambar menakjubkan ini merupakan bukti lebih lanjut mengenai keberadaan suku terasing dari peradaban modern. Mereka tidak brutal tapi lebih kompleks dan merupakan bagian dari masyarakat kontemporer yang haknya harus dihormati," kata Direktur Survival International, Stephen Corry melalui keterangan tertulisnya.
Corry juga menyatakan bahwa komunitas itu dapat hidup dengan baik tanpa adanya 'kemajuan' dan 'perkembangan'.
Menurut Survival International, penemuan suku terpencil tersebut memberitahukan bahwa mereka tak ingin diganggu dan 'sengaja' mengasingkan diri dari Yanomami lainnya.
Sekitar 22 ribu Yanomami hidup di daerah perbatasan Brasil dengan Venezuela, dan setidaknya 3 kelompok belum terjamah dengan 'dunia luar'.
"Kami memperkirakan ada sekitar 100 suku terasing di seluruh dunia, kebanyakan dari mereka berasal di Amerika Selatan, Amazon," ujar juru bicara Survival International.








Credit  Liputan6.com





Donald Trump Ubah Anggaran NASA demi Bikin Markas di Bulan?


 
CB, Washington DC - Donald Trump mungkin akan menggunakan dana penelitian mengenai perubahan iklim untuk kembali mendaratkan astronot di Bulan sebagai bagian dari misinya untuk "Make America Great Again"--"Membuat Amerika Hebat Kembali" yang merupakan slogan kampanyenya.
Anggota komunitas antariksa Amerika Serikat meyakini bahwa terpilihnya Trump sebagai presiden dapat mengarah pada kebangkitan misi Bulan NASA, yang sejak 1972 belum pernah mengirim manusia ke satelit alami bumi itu.
Biaya besar yang dibutuhkan untuk menjalankan misi di Bulan telah menjadi alasan utama kematian program tersebut. Namun, dalam kampanyenya Trump berjanji untuk membebaskan NASA untuk meneliti tentang pemanasan global dan program terkait Bumi. Sebaliknya, Amerika Serikat disebut akan "memimpin jalan menuju bintang".
Politikus veteran dari Partai Republik dan juga salah satu penasihat terdekat Trump, Newt Gingrich, merupakan sosok yang fanatik terhadap angkasa luar, di mana selama bertahun-tahun mengatakan bahwa AS harus mendirikan markas permanen di Bulan.
Ia telah meyakinkan para skeptis bahwa biaya tidak akan menjadi penghalang jika NASA bekerja dengan perusahaan swasta yang tertarik untuk berinvestasi di angkasa luar.
Dikutip dari Daily Mail, Senin (21/11/2016), terpilihnya Trump membuat Partai Republik menjadi pemegang kendali Kongres, sehingga jauh lebih kecil kemungkinannya bahwa mimpi mengenai angkasa luar akan diblokir oleh Capitol Hill.
Trump yang sebelumnya mengatakan bahwa perubahan iklim adalah "hoax" dari China, akan menuntut NASA untuk melakukan eksplorasi dalam misi angkasa luar yang lebih dalam.
Sebelumnya, Barack Obama mendukung program NASA yang berencana akan membawa manusia menuju Mars pada 2035. Sementara itu para ahli meyakini bahwa ketika Trump telah menjabat sebagai presiden, dirinya akan memasukkan misi ke Bulan sebagai langkah untuk memudahkan perjalanan ke Mars.
Dalam kampanyenya, Trump mengatakan bahwa ia berencana melakukan investasi besar dalam eksplorasi angkasa luar. "Begitu banyak hal baik datang darinya, termasuk pekerjaan hebat," imbuh dia.
Ia menuduh para pejabat Partai Demokrat telah melemahkan program antariksa Amerika Serikat, yang memungkinkan negara-negara lain seperti Rusia, China, dan India mengambil inisiatif tersebut.
Bagaimanapun, kubu skeptis ingin tahu dari mana Trump akan membiayai misi ke Bulan. Casey Dreier dari The Planetary Society mengatakan, jika presiden terpilih melaksanakan janjinya untuk memotong biaya pengeluaran dan pajak, NASA akan mengalami masalah dalam melanjutkan programnya.




Credit  Liputan6.com



PM Belanda ke RI Bahas Kapal PD II Hilang? Ini Kata Menlu Retno




CB, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu dengan Presiden Jokowi. Pertemuan itu membahas rencana kunjungan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte ke Indonesia.
Retno menjelaskan, Rutte akan menjalani berbagai kegiatan selama di Indonesia. Termasuk bertemu dengan Presiden Jokowi pada Rabu 23 November. Pertemuan itu terkait pengembangan kerja sama ekonomi.
"Nah kedatangan atau kunjungan PM Belanda ini diikuti 3 menteri, termasuk menteri perdagangan dan kerja sama pembangunan, menteri yang bertanggung jawab di bidang infrastruktur, dan juga diikuti oleh sekitar 200 pengusaha. Jadi akan ada banyak kegiatan yang sifatnya bisnis. Sebagaimana diketahui Belanda salah satu mitra utama kita di Eropa," jelas Retno di Istana Negara, Senin (21/11/2016).
Peningkatan kerja sama ini sangat wajar bila melihat rekam jejak Indonesia dengan Belanda. Kemitraan yang terjadi di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata sangat kuat.
Hubungan Indonesia dengan Belanda memang sedang diuji.
Belanda meminta tanggung jawab Indonesia atas hilangnya bangkai kapal perang dunia II milik Belanda di perairan laut Jawa. Hanya saja, Retno memastikan pertemuan ini akan fokus pada pertumbuhan ekonomi.
"Jadi fokus dari para pendamping yang akan ikut baik menteri, para pengusaha maka jelas bahwa fokus perhatian utama atau prioritas dari kunjungan ini adalah di bidang ekonomi. Ekonomi, investment dan pariwisata," imbuh Retno.
Dalam pertemuan ini juga akan didalami lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade) yang sudah dijalankan pada 15 November. Dengan adanya lisensi ini, produk kayu asal Indonesia yang masuk wilayah ini Uni Eropa tidak lagi menjalani pemeriksaan di pelabuhan-pelabuhan di Eropa.
"Ini merupakan suatu nilai kompetitif yang dimiliki produk kayu Indonesia untuk masuk pasar Uni Eropa dan kita juga berpikir lebih jauh lagi, di saat standar Uni Eropa sudah kita bisa jalankan maka ini akan memudahkan kita melakukan ekspansi produk-produk serupa ke wilayah lain. Itu salah satu yang akan dibahas Presiden dengan PM," tutur Retno.



Credit  Liputan6.com



RI Siap Bantu Cari Kapal Perang Hilang Belanda di Laut Jawa

 
CB, Jakarta - Pada masa Perang Dunia II, Laut Jawa menjadi kuburan bagi tiga kapal perang Belanda; HNLMS Kortenaer, HNLMS De Ruyter, dan HNLMS Java.
Mereka karam usai diserang armada Kekaisaran Jepang. Tenggelamnya kapal Belanda pun menjadi pertanda kemenangan pasukan Jepang atas sekutu.
Berpuluh-puluh tahun setelah peristiwa ini, masalah baru muncul. Bangkai 3 kapal Belanda itu tidak pernah ditemukan.
Banyak spekulasi muncul. Termasuk bangkai tersebut dijual sebagai barang rongsokan oleh pihak tak bertanggungjawab.
Merespons dugaan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan, pemerintah tak tinggal diam. Walau ada dugaan telah dijual sebagai barang rongsok, pencarian akan terus dilakukan.
"Akan ada investigasi di permasalahan tersebut. Kami berusaha mengatasi ini, tapi melihat laporannya dulu," papar Tata, di kantor Kemlu, Senin 21 November 2016.
"Kami bisa bekerja sama untuk membantu mencari. Namun, belum ada kesepakatan apapun untuk saat ini," tambah dia.

Laut sekitar Indonesia, Singapura dan Malaysia diketahui menjadi kuburan bagi lebih dari 100 kapal dan kapal selam yang tenggelam selama Perang Dunia II.
Selama bertahun-tahun, sejumlah pemulung dilaporkan diam-diam mengincar bangkai kapal yang tenggelam. Mencuri sejumlah bagiannya, termasuk baja, aluminium dan kuningan.





Credit  Liputan6.com




Terkuak, Misteri Kapal Selam Perang Dunia I yang Hilang



CB, Schiermonnikoog - Terbaring di dasar laut selama kira-kira 100 tahun dan hampir terlupakan, kapal selam pertama milik Inggris yang pertama kali menembakkan torpedo dalam Perang Dunia I raib sejak 1916.
Baru-baru ini, para penyelam menemukan badan kapal selam HMS E5 dalam keadaan hampir utuh di lepas pantai Belanda setelah para penyelam sejenak meminta penghentian kesibukan lalu lalang kapal di perairan itu.

[bacajuga:Baca Juga](2654965 2654449 0)
Kapal selam yang diberi kode HMS E5 dibangun di Barrow-in-Furness dan memasuki dinas pada 1913. Kapal itu diduga menghantam ranjau ketika sedang menolong para awak kapal trawler yang tenggelam dekat Heligoland Bight pada 7 Maret 1916.
Dikutip dari Daily Mail pada Senin (21/11/2016), tempatnya kandas menjadi misteri hingga akhirnya seorang ahli arkeologi kelautan amatir mendapat izin untuk memeriksa suatu bangkai kapal di lepas pantai Schiermonnikoog, dekat perbatasan dengan Jerman.
Dalam keadaan diselimuti terumbu, terbuktilah bahwa bangkai itu adalah E5 yang memiliki panjang 54 meter. Lubang-lubang palka dalam keadaan terbuka, sehingga menjadi pertanda upaya sia-sia para awak untuk meloloskan diri.
Menaranya masih memiliki tulisan 85 dan terkulai dekat dasar lautan. Tapi tak nampak kerusakan berarti, sehingga diduga kapal selam itu tenggelam bukan karena serangan musuh.
Remy Luttik, pemimpin tim penyelem Zeester,mengatakan, "Salah satu teka-teki sejarah kelautan di Laut Utara telah terkuak. Hasil temuan memberikan harapan kepada para kerabat yang kehilangan orang-orang yang dicintai."
Sementara itu, Martijn Manders, manajer program warisan kelautan untuk pemerintah Belanda, mengatakan ia berharap kerjasama dengan kelompok-kelompok penyelam membantu temuan lebih banyak lagi tempat-tempat tenggelamnya kapal-kapal.

Keluarga Awak Kapal
 
Salah satu awak kapal yang meninggal adalah Stoker Petty Officer (SPO) Francis Garratt Cowburn. Setiap tahun, cucunya yang bernama Malcolm Eckersley (80) bersama dengan para kerabatnya terus mengenang tenggelamnya kapal selam tersebut.
Putranya, Richard (51), pegawai dewan perizinan, mengetahui temuan bangkai kapal secara kebetulan melalui obrolan dengan rekannya yang menjadi penyelam laut dalam.
Richard, cicit dari Francis Garratt Cowburn, mengatakan, "Saya sukar percaya bahwa, setelah 1 abad, keluarga saya akhirnya bisa menutup suatu babak dalam kisah pengalaman Francis."
Pria dari Saddleworth, Greater Manchester itu melanjutkan, "Hal itu terus menjadi misteri keluarga, sekaligus sumber kesedihan dan intrik."
Stoker Cowburn lahir pada 1885 dan bergabung dengan Angkatan Laut Inggris pada 1905. Ia memasuki dinas sukarela di kapal selam pada 4 tahun kemudian.
Daily Mail berhasil melacak beberapa kerabat lainnya, termasuk cucunya yang bernama Petty Officer Arthur Robert Owen (74), dari Battersea, South London.
Pensiunan pialang asuransi itu mengatakan, "Tak seorangpun tahu apa yang terjadi."
"Kakek saya bergabung dengan Angkatan Laut ketika masih berusia 12 tahun dan pindah dinas ke kapal selam karena bayarannya lebih tinggi daripada kapal permukaan. Luar biasa, kapalnya ditemukan 100 tahun kemudian."
Salah satu yang gugur saat itu adalah Engine Room Artificer (ERA) Cecil Rice (28), ayah bagi 2 anak di Peterborough. Putrinya, Mary, sekarang berusia 104 tahun dan tinggal di Amerika Serikat (AS).
Wendy Christensen (82), putri dari Norman, putra awak kapal itu, mengatakan tentang kakeknya, "Hingga sekarang, kami tidak punya kuburan lain selain lautan. Ada tugu peringatan di Chatham dan namanya tertulis di sana, jadi menakjubkan ketika tahu bahwa kapal selam itu akhirnya ditemukan."
Leading Seaman (LS) John 'Tommy' Bassett (33) telah melengkapi masa dinas 17 tahun di Angkatan Laut dan sudah bekerja sebagai pengantar pos di Walsall ketika dipanggil lagi sebagai cadangan, hanya 6 bulan setelah menikah.
Kata Anne Thorpe, sepupunya yang terus menyelidiki selama ini, "Ia tidak perlu berada di sana. Sungguh tragis. Sekarang semuanya terasa dekat setelah mengetahui di mana kapal selamnya terbaring."
"Ayah saya tidak pernah membicarakan apa yang telah terjadi, sehingga seperti misteri rasanya."





Credit  Liputan6.com



Sejarah Hari Ini: Penembakan John F Kennedy dan Gaun Jackie yang Berlumuran Darah

 Presiden ke-35 AS, John Fitzgerald Kennedy bersama ibu negara Jacqueline Kennedy sesaat sebelum penembakan pada 22 November 1963.
Presiden ke-35 AS, John Fitzgerald Kennedy bersama ibu negara Jacqueline Kennedy sesaat sebelum penembakan pada 22 November 1963.
 
CB, Pada hari ini tahun 1963, Presiden ke-35 AS, John Fitzgerald Kennedy ditembak hingga tewas. Ia dibunuh saat dalam perjalanan menuju Dallas, Texas. Ibu negara, Jacqueline yang jarang menemani suaminya bersafari politik berada di sisinya saat insiden.

Bersama Gubernur John Connally dan istrinya, mereka menyapa warga yang antusias dalam parade. Saat kendaraan mereka melewati Texas School Book Depository Building, Lee Harvey Oswald menembaknya tiga kali dari lantai enam.

Luka tembak itu berakibat fatal pada Kennedy, sementara Conally mengalami luka serius. Sekitar 30 menit kemudian di Dallas Parkland Hospital, Kennedy dinyatakan tewas di usianya yang ke-46.

Wakil Presiden Lyndon Johnson yang berjarak tiga mobil di belakangan Kennedy kemudian menggantikannya sebagai presiden ke-36. Sumpahnya sebagai pemimpin baru disaksikan 30 orang, termasuk Jacqueline yang masih mengenakan baju berlumuran darah suaminya.

Tersangka penembakan, Lee Harvey Osland adalah anggota marinir sejak 1956. Namun ia dipecat pada 1959 karena mencoba jadi warga Uni Soviet. Ia bekerja di Minsk dan menikahi perempuan Soviet.

Pada 1962, ia diizinkan kembali ke AS dengan istri dan anaknya. Ia pernah dituduh menembak seorang mantan jenderal militer AS Edwin Walker. Kurang dari satu jam setelah menembak Kennedy, Oswald menembak seorang polisi yang menginterogasinya.

Laporan Komisi Warren pada 1964 menyimpulkan Oswald bukan bagian dari konspirasi besar apa pun. Meski tampak seperti kesimpulan tegas, laporan itu gagal membungkam teori konspirasi yang merebak.

Pada 1978, House Select Committee menyimpulkan Kennedy mungkin dibunuh sebagai hasil dari konspirasi. Mungkin ada sejumlah penembak yang terlibat dan diorganisir oleh kriminal.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID






Kemlu Diminta Panggil Dubes Myanmar Jelaskan Insiden Rohingya

 Warga etnis Rohingya naik sepeda roda tiga di sebuah tempat pengungsian bagi orang-orang Rohingya luar Sittwe di negara bagian Rakhine, Myanmar 15 November 2016.
Warga etnis Rohingya naik sepeda roda tiga di sebuah tempat pengungsian bagi orang-orang Rohingya luar Sittwe di negara bagian Rakhine, Myanmar 15 November 2016.
 
CB,‎ JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri Indonesia diminta segera memanggil Duta Besar Myanmar untuk menjelaskan informasi terkait insiden kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang bermukim di Myanmar. Hal ini karena menurut informasi yang beredar pembantaian yang terjadi di Negara Bagian Rakhine tersebut semakin memburuk. Puluhan ribu orang diperkirakan mengungsi seiring operasi keamanan yang dilakukan junta militer Myanmar.

Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan berdasarkan info dari Kementerian Luar Negeri RI, situasi di sana memburuk. "Akan tetapi, kondisi faktual di lapangan masih belum bisa diverifikasi. Kita tahu, undang-undang di sana masih memberikan otoritas yang sangat kuat terhadap militer untuk mengendalikan keamanan, diplomat, dan juga relawan internasional," ujarnya, Senin (21/11) malam. Selain itu pihak junta juga senantiasa menutup akses media. Hal itulah yang membuat publik internasional sulit untuk mendapatkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

Sukamta secara langsung berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi tentang informasi ini. Sukamta mengapresiasi positif pihak Kemenlu yang aktif memantau perkembangan situasi di Muslim Rohingya di Rakhine. Sukamta juga akan meminta Menlu secepatnya memanggil Duta Besar Myanmar untuk klarifikasi.
Menurut dia, Dubes Myanmar dan Pemerintah Myanmar harus memahami bahwa situasi Muslim Rohingya menjadi perhatian serius Negara Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim. "Dan mungkin juga perlu memanggil duta besar Bangladesh di Jakarta untuk mendorong pemerintah Bangladesh agar mau menerima dan  menampung Muslim Rohingya yang terdampar di perbatasan Banglades,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPR ini.

Komisi I DPR berharap agar pemerintah Indonesia dan ASEAN terus bekerja keras menekan rezim pemerintah Myanmar. Tujuannya agar stabilitas dan perdamaian dapat segera terwujud di Rakhine. Terlebih, ASEAN harus bersikap lebih tegas karena pendekatan persuasif dan kompromis terbukti gagal menghentikan pembantaian terhadap Muslim Rohingya.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID


DPR Desak Sikap Tegas Indonesia atas Kekerasan Terhadap Rohingya

Anak-anak mendaur ulang barang dari reruntuhan pasar yang dibakar di sebuah desa Rohingya luar Maugndaw di negara bagian Rakhine, Myanmar, 27 Oktober 2016. Gambar diambil tanggal 27 Oktober 2016.
Anak-anak mendaur ulang barang dari reruntuhan pasar yang dibakar di sebuah desa Rohingya luar Maugndaw di negara bagian Rakhine, Myanmar, 27 Oktober 2016. Gambar diambil tanggal 27 Oktober 2016.
 
CB,‎ JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Rofi Munawar meminta Pemerintah Indonesia bersikap tegas atas insiden kekerasan yang terjadi di Myanmar terhadap etnis Rohingya. Indonesia sebagai negara yang bertetangga dengan Myanmar dinilai harus secara proaktif mendorong nilai-nilai perdamaian dan penyelesaian konflik yang bermartabat melalui program diplomasi maupun forum-forum internasional.

Rofi menilai hal yang terjadi di Myanmar tidak bisa dilepaskan dari persoalan kawasan ASEAN. Karena sebagaimana diketahui, eksodus besar-besaran pengungsi Rohingya di akhir 2015 menjadi persoalan yang berdampak langsung terhadap negara-negara sekitarnya. "Prinsip-prinsip netralitas ASEAN terhadap urusan dalam negeri anggotanya harus mampu mendesak Myanmar melakukan langkah-langkah pencegahan konflik dan perlakuan kekerasan terhadap etnis Rohingya,” ujarnya, Senin (21/11).

Tahun lalu, Pemerintah Indonesia sudah melakukan langkah-langkah mediasi terkait Rohingya. Ada baiknya, kata Rofi, pemerintah mengingatkan kembali komitmen negara tersebut. Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menlu Myanmar U Wunna Maung Lwin menghasilkan sejumlah kesepakatan. Kesepakatan tersebut termasuk di antaranya adalah mengenai pengungsi Rohingya. Saat itu, Pemerintah Myanmar sepakat untuk mengambil langkah prevensi terkait etnis Rohingya yang bersifat migrasi yang tidak terjadi secara umum (irregular migration).

Menurut dia, di zaman informasi yang terbuka seperti saat ini, sumber informasi tidak lagi bermakna tunggal dan berjalan linier. "Sensitivitas sebuah negara kawasan terhadap perilaku kekerasan yang menyebabkan korban tentu tidak hanya dengan kebijakan tanpa sikap," kata Rofi.

Sebelumnya, rangkaian bentrokan kembali terjadi antara pasukan militer Myanmar dengan sekelompok Muslim Rohingya di wilayah utara Rakhine pada akhir pekan lalu. Insiden ini menewaskan, setidaknya 28 warga Muslim Rohingya serta dua tentara Myanmar. Berdasarkan laporan surat kabar Myanmar, Global New Light of Myanmar, rangkaian bentrokan kuat ini bermula pada Sabtu (12/11) lalu, ketika militer melakukan operasi pembersihan di Rakhine. Dalam bentrokan tersebut, 19 warga Rohingya tewas terbunuh oleh militer.


Credit  REPUBLIKA.CO.ID


Kemenlu Temui Dubes Myanmar Bahas Rohingya

Menteri Luar Negeri Retno L P Marsudi.
Menteri Luar Negeri Retno L P Marsudi.
 
CB, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri melalui Direktur Jenderal Asia Pasifik Desra Percaya bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia pada Senin (21/11). Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, hal itu dilakukan demi mendapatkan informasi mengenai kondisi terkini etnis Rohingya yang dikabarkan menjadi sasaran kekejaman militer Myanmar.

"Tugas kita meminta klarifikasi mengenai kebenaran informasi-informasi tersebut," ucap Retno di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/11).

Retno menegaskan, Indonesia terus mendorong perbaikan situasi di negara bagian Rakhine. Menurutnya, Indonesia sudah banyak melakukan upaya diplomasi untuk meningkatkan situasi keamanan dan kesejahteraan di Rakhine.

Retno menjelaskan, upaya diplomasi itu salah satu bentuknya, yakni menjalin kerja sama dengan Pemerintah Myanmar terkait isu yang berhubungan dengan demokrasi, hak asasi manusia, desentralisasi dan sebagainya.

"Kita sebenarnya hanya share informasi kita pernah menghadapi situasi yang juga sama dengan Myanmar tapi kita bisa kemudian mentransformasikan menjadi sebuah negara yang demokratis," ujar Retno.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga telah melakukan upaya membantu kehidupan etnis Rohingya yang mendiami Rakhine. Pemerintah Indonesia terlibat dalam pembangunan layanan pendidikan dan kesehatan di sana. Menurut Retno, sudah ada empat sekolah Indonesia yang berdiri di negara bagian Rakhine.

"Itu dilaksanakan oleh Indonesia bersama dengan beberapa LSM di sini untuk membantu membangun Rakhine yang inklusif," ujarnya.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID




Sikap PBNU terhadap Tragedi Muslim Rohingya

 Etnis Rohingya ditangkap oleh tentara Myanmar dan kemudian dilepaskan, menunjukkan bekas luka di tangannya di sebuah desa Rohingya luar Maugndaw di negara bagian Rakhine, Myanmar 27 Oktober 2016. Gambar diambil 27 Oktober , 2016.
Etnis Rohingya ditangkap oleh tentara Myanmar dan kemudian dilepaskan, menunjukkan bekas luka di tangannya di sebuah desa Rohingya luar Maugndaw di negara bagian Rakhine, Myanmar 27 Oktober 2016. Gambar diambil 27 Oktober , 2016.
CB, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) angkat bicara perihal tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar. Terlebih lagi, kebiadaban yang harus ditanggung Muslim Rohingya dilakukan terang-terangan oleh militer Myanmar. PBNU pun menegaskan tujuh pernyataan sikap berkaitan dengan kejadian tersebut.

Pertama,  mengecam segala tindakan kekerasan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Segala bentuk tindakan kekerasan adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan.

Kedua, Islam mengutuk kekerasan bahkan tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. Umat Islam umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara seiman yang berada di Myanmar.

Ketiga, mengajak seluruh kepala negara dan pemimpin negara di dunia untuk pro-aktif melawan segala bentuk kekerasan. Represi adalah musuh bersama dan harus dilawan sekuat tenaga guna menciptakan upaya perdamaian dan harmoni.

Keempat, mengajak seluruh umat di dunia untuk terus menggalang solidaritas kemanusiaan guna menciptakan perdamaian bagi segala bangsa.

Kelima, Nahdatul Ulama mendesak pihak-pihak terkait, terutama kepada komunitas internasional dan PBB untuk segera mengambil langkah konkret dalam peristiwa kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar.

Keenam, mendesak ASEAN untuk mengambil sikap dan langkah nyata, khusunya pada pemerintah Myanmar, agar segera mengakui status kewarganegaraan Muslim Rohingnya.

Ketujuh, mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah diplomasi guna terwujudnya penghormatan atas hak asasi manusia di Myanmar.

Adapun poin-poin pernyataan tersebut disusun oleh Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin, Katib Aam PBNU  Yahya C Staquf, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID
















Trump Batalkan TPP



Trump Batalkan TPP
Foto: Stella Iowa City/Getty Images


Washington DC - Presiden baru terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan akan menarik rencana AS membuat kesepakatan Trans Pacific Partnership (TPP). Rencana ini akan dilakukan pada hari pertama dia masuk ke Gedung Putih.

Rencana Trump membatalkan TPP memang telah diungkapkan dalam kampanyenya.

"Saya telah meminta tim transisi untuk mengembangkan daftar aksi eksekutif yang bisa saya lakukan dalam hari pertama saya memerintah," kata Trump dalam sebuah video tentang prioritas 100 hari pertamanya, seperti dilansir dari AFP, Selasa (22/11/2016).

"Di bidang perdagangan, saya akan mengeluarkan notifikasi untuk menarik diri dari Trans Pacific Partnership, yang berpotensi menghancurkan negara kita. Namun kamu akan melakukan negosiasi secara adil, melakukan perjanjian perdagangan bilateral yang bisa menciptakan lapangan kerja dan membantu industri di Amerika," tutur Trump.

Kerangka kerja sama perdagangan bebas TPP memang diinisiasi oleh Barack Obama. Pada KTT APEC 2011 di Honolili, Hawaii, Obama secara masif mempromosikan TPP. Beberapa negara anggota ASEAN yang telah menyatakan kesediaan bergabung dalam kerangka baru perdagangan bebas itu adalah Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan Vietnam. Indonesia lewat Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menyatakan minatnya untuk bergabung dalam TPP, namun masih mempelajarinya.

"Kita kan masih pada tahap mempelajari, kita belum memutuskan untuk masuk, kita masih dalam tahap mempelajari. Kita lihat pemerintah sekarang ini di sana yang baru itu melakukan apa, diteruskan atau nggak," kata Menko Perekonomian, Darmin Nasution, baru-baru ini.



Credit  finance.detik.com







Ini Pemberi Utang Terbesar ke Pemerintah RI



Ini Pemberi Utang Terbesar ke Pemerintah RI
Foto: Rachman Haryanto

Jakarta - Saat ini, Indonesia masih memiliki pinjaman luar negeri. Per Oktober 2016, utang luar negeri pemerintah Indonesia (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 727,2 triliun, turun dari akhir September 2016 yang sebesar Rp 738,89 triliun.

Secara bilateral, Jepang, Prancis, dan Jerman masih menjadi kreditur terbesar utang Indonesia. Sementara secara multilateral, Indonesia masih meminjam dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Bank Pembangunan Islam (IDB).

Berikut adalah pemberi pinjaman bilateral dan multilateral terbesar buat Indonesia, seperti dikutip dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (22/10/2016).

6. Islamic Development Bank (IDB)

Per Oktober 2016, utang pemerintah Indonesia ke IDB mencapai Rp 8,96 triliun, turun dari bulan sebelumnya Rp 9 triliun. Persentasenya adalah 1,2% dari total utang luar negeri Indonesia.

5. Jerman

Hingga Oktober 2016, utang pemerintah Indonesia ke Jerman mencapai Rp 19,42 triliun, turun tipis dari bulan sebelumnya Rp 19,63 triliun. Ini adalah 2,6% dari total utang luar negeri pemerintah pusat.

4. Prancis

Sampai Oktober 2016, utang Indonesia ke Prancis mencapai Rp 23,3 triliun. Turun tipis dari bulan sebelumnya Rp 24,04 triliun. Jumlah tersebut adalah 3,2% dari total utang luar negeri pemerintah pusat.

3. Bank Pembangunan Asia (ADB)

Utang dari ADB per Oktober 2016 adalah Rp 117,89 triliun, turun dari bulan sebelumnya Rp 118,97 triliun. Jumlah ini adalah 16,2% dari total utang luar negeri pemerintah pusat.

2. Jepang

Negeri Matahari Terbit turun ke posisi kedua pemberi utang terbesar ke pemerintah Indonesia. Per Oktober 2016, utang pemerintah Indonesia ke Jepang mencapai Rp 216,57 triliun, turun dari bulan sebelumnya Rp 225,95 triliun.

Utang tersebut mencapai 29,7% dari total pinjaman.

1. Bank Dunia

Bank Dunia kembali pemberi utang terbesar ke pemerintah Indonesia. Jumlahnya hingga akhir Oktober 2016 mencapai Rp 225,06 triliun, naik tipis dari bulan sebelumnya Rp 224,37 triliun.

Utang Indonesia ke Bank Dunia mencapai 30,9% dari total utang luar negeri pemerintah.

Selain 6 besar ini, Indonesia juga memiliki utang luar negeri ke negara ini:
  • Korea Selatan Rp 19,3 triliun
  • China Rp 11,95 triliun
  • Amerika Serikat (AS) Rp 9,37 triliun
  • Australia Rp 7,35 triliun
  • Spanyol Rp 3,52 triliun
  • Rusia Rp 3,36 triliun
  • Inggris Rp 2,15 triliun



Credit  finance.detik.com






Presiden Mesir 2 Kali Lolos dari Upaya Pembunuhan


 
Presiden Mesir 2 Kali Lolos dari Upaya Pembunuhan
Kantor Kejaksaan Kairo mengatakan, otoritas keamanan Mesir berhasil mengagalkan upaya pembunuhan terhadap Presiden Mesir, Abdel Fatah el-Sisi. Foto/Al Arabiya
 
KAIRO - Kantor Kejaksaan Kairo mengatakan, otoritas keamanan Mesir berhasil mengagalkan upaya pembunuhan terhadap Presiden Mesir, Abdel Fatah el-Sisi. Bukan hanya sekali, otoritas keamanan Mesir bahkan berhasil mengagalkan dua kali upaya pembunuhan terhadap pemimpin Mesir itu.

Pihak kejaksaan mengatakan, satu upaya pembunuhan terjadi di dalam negeri dan satu lainnya terjadi di luar wilayah Mesir. Upaya pembunuhan di luar negeri dilakukan saat Sisi melakukan kunjungan ke Arab Saudi.

"Upaya pembunuhan di Saudi terjadi saat Sisi menjalankan ibadah Umrah beberapa waktu lalu. Upaya pembunuhan di Saudi direncanakan oleh dua pekerja di Clock Tower yang berada di Makkah," kata pihak Kejaksaan Kairo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (21/11).

"Usaha pembunuhan kedua dilakukan oleh sebuah kelompok yang beranggotakan tujuh orang, yang terdiri dari enam perwira militer Mesir yang telah dipecat dan seorang dokter gigi," sambung pernyataan itu.

Kejaksaan Kairo menambahkan, para pelaku, baik di Saudi ataupun di Mesir, saat ini sudah diamankan. Namun, sayangnya mereka enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapan upaya pembunuhan itu terjadi dan kapan para pelaku ditangkap.


Credit  Sindonews



Ratusan Anggota ISIS Rencanakan Pembunuhan Presiden Mesir


Ratusan Anggota ISIS Rencanakan Pembunuhan Presiden Mesir Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menjadi sasaran pembunuhan ratusan anggota kelompok militan Sinai yang berafiliasi dengan kelompok ISIS. (Reuters/The Egyptian Presidency)
 
Jakarta, CB -- Ratusan orang diadili karena dituduh merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. Selain Sisi, para militan radikal itu juga disebut berencana membunuh putra mahkota Arab Saudi dan melakukan serangan di Semenanjung Sinai.

Diberitakan AFP, Mesir mengadili 292 militan atas tuduhan perencanaan 17 operasi penyerangan, dua di antaranya adalah rencana pembunuhan Sisi, satu saat dia pergi haji ke Mekkah dan satu di Kairo.

Sebanyak 151 di antara tersangka saat ini telah berada di tahanan, sisanya diadili secara in absentia. Mereka adalah anggota kelompok militan "Negara Sinai" yang berafiliasi dengan ISIS di Suriah dan Irak.

Penyidik telah menginterogasi mereka selama lebih dari satu tahun, 66 di antaranya mengakui seluruh rencana tersebut.

Pemerintah Mesir tidak memberikan rincian soal rencana pembunuhan Sisi. Selain membunuh Sisi, tersangka juga merencanakan pembunuhan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Nayed di negara Teluk dan lima hakim di Mesir.

Penyidik menuding para tersangka telah menyerang pos pemeriksaan militer dan polisi di Sinai serta bertanggung jawab atas serangan pada Februari 2014 terhadap sebuah bus berisi turis Korea Selatan, menewaskan tiga orang.

Selain itu, militan Sinai juga disebut berada di balik serangan roket ke pesawat maskapai Rusia pada Oktober 2015 yang menewaskan 224 orang penumpang dan kru.



Credit  CNN Indonesia











Afghanistan Tuding Iran Dukung Taliban


 
Afghanistan Tuding Iran Dukung Taliban
Militer Afghanistan menuding Iran telah memberikan dukungan kepada Taliban. Foto/Istimewa
 
KABUL - Militer Afghanistan menuding Iran telah memberikan dukungan kepada Taliban. Menurut militer Afghanistan, Iran memberikan bantuan logisitik dan persenjataan kepada kelompok yang juga beroperasi di Pakistan itu.

Seorang pejabat militer Afghanistan mengatakan, selain memberikan senjata, Iran juga memberikan pelatihan kepada anggata Taliban. Pelatihan itu dilakukan di dalam negeri Iran.

Sementara itu, seorang mantan pejabat Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengatakan kepada saluran media Jerman Deutsche Welle, Iran mulai terbuka mengenai dukungan mereka terhadap Taliban.

"Ini adalah pertama kalinya Iran telah mengaku mendukung Taliban. Di masa lalu, mereka selalu menyalahkan Pakistan untuk ini," kata pejabat itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (21/11).
Akhir bulan Oktober, seorang pemimpin Taliban dalam sebuah wawancara dengan media Arab Saudi mengungkapkan rincian hubungan kelompoknya dengan Iran.

"Gerakan ini berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari semua cara yang sah untuk mencapai kesepakatan regional sebagai bagian dari perang melawan invasi Amerika. Oleh karena itu, Imara memiliki jaringan dengan sejumlah besar negara-negara regional dan tetangga," katanya pada saat itu.


Credit  Sindonews




Negara Teluk Desak OKI Cabut Keanggotaan Iran


 
Negara Teluk Desak OKI Cabut Keanggotaan Iran
Dewan Hubungan Internasional Teluk (COGIR), meminta Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengeluarkan Iran sebagai anggota mereka. Foto/Istimewa
 
RIYADH - Dewan Hubungan Internasional Teluk (COGIR), meminta Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengeluarkan Iran sebagai anggota mereka. COGIR menyebut Iran sebagai salah satu negara sponsor terorisme.

"Kami meminta GCC agar mendesak OKI untuk mengeluarkan Iran, karena tindakan mereka yang merugikan terhadap persatuan dan solidaritas Islam dan mensponsori terorisme, serta mempromosikan sektarianisme," kata COGIR dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (21/11).

"Dorongan Teheran terhadap agen mereka di Yaman untuk menargetkan Makkah menunjukkan kepada dunia Muslim, kebencian negara tersebut terhadap situs suci Islam," sambungnya, merujuk pada pemberontak Houthi.

Bulan lalu, 11 negara menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang berisi peringatan mengenai tindakan negatif Iran di kawasan. Mereka mengatakan, tindakan Iran itu menyebabkan ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan.

Surat itu menyebutkan kebijakan ekspansionis Teheran, yang merupakan pelanggaran mencolok dari prinsip kedaulatan dan gangguan konstan dalam urusan internal negara-negara Arab.

Surat itu ditandatangani oleh duta besar PBB dari Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Maroko, Oman, Qatar, Arab Saudi, Sudan, Uni Emirat Arab dan Yaman.


Credit  Sindonews





Turki Berniat Gabung Organisasi Pimpinan China-Rusia


 
Turki Berniat Gabung Organisasi Pimpinan China-Rusia
Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pihaknya berencana untuk bergabung dengan SCO yang dipimpin oleh Rusia dan China, setelah terus menerus mendapat ketidakpastian dari UE. Foto/Reuters
 
ANKARA - Turki dilaporkan berencana untuk bergabung dengan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) yang dipimpin oleh Rusia dan China, setelah terus menerus mendapat ketidakpastian dari Uni Eropa (UE). Rencana bergabungnya Turki ke SCO disampaikan langsung oleh Presiden Tayyip Erdogan.

Erdogan mengatakan, ia sudah membahas mengenai kemungkinan bergabungnya Turki ke SCO dengan Rusia dan Kazakhstan. Kedua negara tersebut, lanjut Erdogan, menyambut baik rencana bergabungnya Turki ke SCO.

"Pertama-tama, Turki harus merasa santai tentang UE dan tidak terpaku tentang bergabung dengan organisasi tersebut," kata Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Senin (21/11).

"Beberapa orang mungkin mengkritik saya, tapi saya mengungkapkan pendapat saya. Sebagai contoh, saya telah mengatakan mengapa kita tidak bergabung saja dengan kelompok Sanghai 5?" sambungnya merujuk pada SCO.

Sebelum tahun 2001 SCO disebut sebagai Shanghai Five. Organisasi ini berganti nama menjadi SCO setelah Uzbekistan bergabungpada tahun 2001. Pakistan diberikan status keanggotaan awal tahun ini, bersama dengan saingannya, India. Islamabad dan Delhi diharapkan menjadi anggota penuh pada tahun 2017 setelah pertemuan SCO di Astana, Kazakhstan.


Credit  Sindonews


Erdogan Mengaku Kecewa dengan Pemerintahan Obama

Erdogan Mengaku Kecewa dengan Pemerintahan Obama
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku kecewa dengan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Barack Obama. Foto/Reuters
 
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku kecewa dengan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Barack Obama. Kekecewaan Erdogan ini terkait dengan sikap AS yang sampai saat ini enggan mengekstradisi Fethullah Gulen.

"Apakah saya kecewa karena saya mengharapkan ini? Saya menjabat, baik sebagai Perdana Menteri dan Presiden Turki, dan setiap kali AS meminta ekstradisi orang-orang diduga teroris, saya menyerahkan mereka. Obama juga harus melakukannya dan menyerahkan orang itu (Gulen) kepada kami," kata Erdogan merujuk pada Gulen.

Seperti dilansir newsweek pada Senin (21/11), Erdogan mengatakan, penolakan Washington untuk memenuhi permintaan Turki memunculkan kecurigaan dalam pemerintah Turki, kalau AS memang melindungi Gulen.

"Mengapa dia (Gulen) masih berada di sana (AS)? Berikan dia ke saya atau keluarkan dia dari negara Anda. Ini adalah kelompok teror internasional. Selama Anda, saya mohon maaf mengatakan ini, melindungi dia, Turki dan persepsi bangsa Turki tidak akan berbeda jauh dengan apa yang saya pikirkan," sambungnya.

Dia juga menyatakan ketidakpuasan atas dukungan Washington untuk milisi Kurdi Suriah yang memerangi ISIS di Suriah utara. Turki khawatir, Kurdi yang mereka katakan terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), mungkin mencoba untuk merebut wilayah dan memperluas kehadirannya di sepanjang perbatasan antara Suriah dan Turki.

"Anda tidak bisa membela kelompok teroris hanya karena mereka berperang melawan ISIS. Semua kelompok teror adalah buruk dan kami akan melawan mereka semua. Kami belum memiliki kesepahaman dengan AS mengenai ini," tukasnya.




Credit  Sindonews



Putin: Rusia Akan Respons Ekspansi NATO



 
Putin: Rusia Akan Respons Ekspansi NATO
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, pihaknya akan memberikan respon yang sesuai terhadap ekspansi yang dilakukan NATO di kawasan Eropa timur. Foto/Reuters
 
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, pihaknya akan memberikan respon yang sesuai terhadap ekspansi yang dilakukan NATO di kawasan Eropa timur. Putin menyebut ekspansi itu mulai menimbulkan ancaman pada Rusia.

"Mengapa kita bereaksi terhadap ekspansi NATO secara emosional? Kami prihatin dengan pengambilan keputusan yang dilakukan NATO," kata Putin dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (21/11).

NATO diketahui terus menambah jumlah pasukan mereka di negara-negara kawasan Eropa timur, yang berdekatan dengan Rusia. Bukan hanya menambahkan jumlah pasukan, NATO juga meningkatkan intensitas latihan gabungan di kawasan tersebut, khususnya di sekitar Laut Baltik.

Terbaru, sekitar 4.000 personel pasukan NATO yang berasal dari 11 negara melakukan latihan gabungan di wilayah Lithuania, yang berbatasan langsung dengan Rusia. Latihan ini disebut sebagai Iron Sword dan merupakan latihan gabungan terbesar yang dilakukan di kawasan Baltik tahun ini.

Latihan perang tersebut dimaksudkan untuk menguji kemampuan negara-negara peserta latihan untuk secara cepat menyebarkan sejumlah besar tentara. Latihan tersebut akan digelar di dua lokasi yang berbeda di Lithuania.

Latihan perang ini diikuti oleh Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, Kanada, Polandia, Rumania, Slovenia, Luxemburg, dan tiga negara Baltik. Ini adalah pagelaran Iron Sword ketiga dan yang terbesar.


Credit  Sindonews






Merespons Rudal AS, Rusia Bakal Sebar S-400 dan Rudal Iskander


 
Merespons Rudal AS, Rusia Bakal Sebar S-400 dan Rudal Iskander
Sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia akan dikerahkan di Kaliningrad, Baltik, untuk merespons rudal AS yang ditempatkan di Eropa. Foto / REUTERS
 
MOSKOW - Rusia akan mengerahkan sistem rudal pertahanan anti-pesawat S-400 dan rudal Iskander di Kaliningrad. Rencana ini diungkap Kepala Komite Pertahahan Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Viktor Ozerov kepada RIA Novosti, Senin (21/11/2016).

Menurut Ozerov, rencana Rusia itu untuk merespons Amerika Serikat (AS) yang menyiapkan rudalnya di Eropa dengan dalih sebagai perlindungan.

“Untuk mengatasi ancaman ini, kami akan dipaksa untuk memperkuat pertahanan udara dan rudal kami di vektor barat akan disebarkan sebagai sarana tambahan untuk mempertahankan infrastruktur komando dan kontrol yang relevan,” kata Ozerov.

Menurut Ozerov, penguatan pertahanan di perbatasan barat Rusia itu dengan penyebaran sistem rudal pertahanan canggih S-400 dan sistem rudal balistik Iskander-M di kawasan Kaliningrad, Baltik. Sistem serupa juga akan disebar di distrik militer Barat dan Selatan.

”Kami menghadapi dua tugas utama, untuk menembus pertahanan udara (Barat) dan memastikan perlindungan dari kemungkinan serangan (dari negara-negara yang telah memungkinkan penyebaran rudal AS),” ujar politikus Rusia ini.

Meski demikian, militer maupun pemerintah Rusia belum mengkonfirmasi rencana penyebaran sistem rudal S-400 dan rudal Iskander di kawasan Kaliningrad seperti yang diungkap Ozerov.



Credit  Sindonews



















Lambang Nazi Bermunculan di AS Pasca Kemenangan Trump


 
Lambang Nazi Bermunculan di AS Pasca Kemenangan Trump Sekitar 300 orang ikut serta dalam unjuk rasa yang digagas oleh mantan personel Beastie Boys, Adam Horovitz. (AFP Photo/Getty Images/Spencer Platt)
 
Jakarta, CB -- Lambang Nazi bermunculan di berbagai penjuru Amerika Serikat setelah Donald Trump menang dalam pemilihan umum presiden, termasuk di salah satu taman di Brooklyn.

Coretan swastika dengan tambahan tulisan "Go Trump!" di taman Brooklyn tersebut terlihat pada Sabtu (19/11) dan langsung mendapat sorotan luas. Pasalnya, taman itu dibuat khusus untuk mengenang mendiang Adam Yauch, personel Beastie Boys yang sangat peduli terhadap masalah hak asasi manusia.

Seorang mantan personel Beastie Boys, Adam Horovitz alias Ad-Rock, pun mengajak warga untuk ikut serta dalam unjuk rasa pada Minggu (20/11).

"Kebencian tidak mendapatkan tempat di Brooklyn, New York City, atau Amerika. Bergabung bersama kami pada Minggu untuk melawan pesan kebencian," kicau Horovitz melalui akun Twitter pribadinya, seperti dikutip AFP.

Sehari setelahnya, Minggu (20/11), sekitar 300 orang turun ke jalan untuk ikut serta dalam demonstrasi tersebut. Menurut mereka, kemunculan lambang Nazi tersebut merupakan kejahatan kebencian yang terinspirasi dari kemenangan Trump.

Para pekerja kota terlihat mengecat ulang sudut Taman Adam Yauch itu guna menghapus coretan swastika tersebut. Para demonstran pun menaruh bunga, lambang hati, pesan kasih sayang, dan bendera Tibet untuk menghormati Yauch yang merupakan penganut ajaran Buddha.

Tak hanya warga, unjuk rasa tersebut juga dihadiri oleh beberapa pejabat, seperti Gubernur New York, Andrew Cuomo, dan Wali Kota New York City, Bill de Blasio.

Mereka mengaku khawatir dengan merebaknya kejahatan kebencian semacam ini. Merujuk pada data lembaga pemerhati ekstremisme, SPLC, kejahatan serupa terjadi di berbagai penjuru AS setelah Trump menang.

Kedua pejabat dari Partai Demokrat ini pun mengumumkan serangkaian kebijakan yang akan mereka terapkan untuk melindungi target kejahatan kebencian, baik itu Muslim, Yahudi, imigran, atau kelompok minoritas seksual.

Sebelumnya, Cuomo sudah membangun jaringan komunikasi bantuan untuk menerima laporan dari korban kejahatan kebencian.

Dalam aksi tersebut, Cuomo mengumumkan bahwa jajaran pemerintahannya kini sedang membentuk satu unit kepolisian untuk mengatasi kejahatan kebencian semacam itu.

Selain itu, mereka juga akan menciptakan mekanisme penggalangan dana untuk membantu para imigran yang membutuhkan perlindungan hukum.




Credit  CNN Indonesia





Menag RI Ajak Umat Islam Lakukan Qunut Nazilah Demi Rohingya


 
Menag RI Ajak Umat Islam Lakukan Qunut Nazilah Demi Rohingya Menteri Agama Lukman Hakim mengajak umat Islam di Indonesia melakukan doa khusus untuk keselamatan warga etnis Muslim Rohingya yang teraniaya di Myanmar. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
 
Jakarta, CB -- Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengajak umat Islam di Indonesia melakukan doa khusus untuk keselamatan warga etnis Muslim Rohingya yang teraniaya di Myanmar.

Ajakan ini disampaikan Lukman di tengah pembunuhan puluhan warga Rohingya di negara bagian Rakhine oleh militer Myanmar dan warga setempat. Menurut Lukman, doa dari umat Islam di Indonesia dilakukan agar Rohingya diberi kemudahan melalui cobaan tersebut.

"Saya imbau umat muslim melakukan qunut nazilah dan Salat Gaib, ini bentuk solidaritas umat Islam di Indonesia," kata Lukman saat ditemui di kantor Kemenkopolhukam, Senin (21/11).

Qunut nazilah adalah salah satu praktik ibadah yang diselipkan di antara shalat wajib, dilakukan jika terjadi musibah besar. Sementara shalat gaib adalah bentuk shalat jenazah mendoakan umat Islam yang meninggal di tempat yang jauh.

Dilaporkan sekitar 70 warga Muslim Rohingya tewas dibantai tentara Myanmar di Rakhine, ratusan lainnya ditangkap. Lembaga HAM mengatakan tentara Myanmar membakar rumah warga Rohingya, menyiksa, membunuh dan memperkosa mereka.

Human Right Watch mengatakan ada lebih dari 1.000 rumah warga Rohingya di lima desa yang rata dengan tanah, dihancurkan oleh militer. Tentara Myanmar juga dikecam karena mengerahkan helikopter untuk menembaki warga.

Sedikitnya 30 ribu warga Rohingya kabur ke Bangladesh untuk menghindari pembunuhan. Aung San Suu Kyi, pemimpin bayangan serta peraih Nobel Perdamaian dikecam karena bungkam dan tidak berbuat apa-apa untuk menghentikan kekerasan.

Menag Lukman mengatakan pemerintah Indonesia telah pro-aktif membantu dan memfasilitasi umat muslim di Myanmar. Tak hanya aktif memberikan bantuan fasilitas bagi Rohingya, Lukman menegaskan bahwa perwakilan Indonesia di Myanmar terus menjalin forum untuk membahas nasib umat Muslim di sana.

"Pemerintah sudah aktif dalam perkembangan terakhitrdi Myanmar, bukan hanya bilateral tapi juga internasional," kata Lukman.



Credit  CNN Indonesia


RI Pantau Perkembangan Situasi Rohingya di Rakhine


RI Pantau Perkembangan Situasi Rohingya di Rakhine Meski tak terdengar atau dipublikasikan kepada media, Retno memastikan bahwa pemerintah Indonesia terus berdiplomasi dengan pemerintah Myanmar untuk mengatasi hal ini. (Dok. Kemlu RI via @Portal_Kemlu_RI)
 
Jakarta, CB -- Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di Rakhine, di mana bentrokan antara militer Myanmar dan etnis minoritas Muslim Rohingya terus terjadi selama sebulan belakangan.

"Kami memantau dari dekat semua perkembangan yang ada di Rakhine State. Kami juga menyampaikan concern terhadap situasi keamanan bahkan jatuh korban tentu kami sampaikan concern," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (21/11).

Rangkaian bentrokan ini bermula ketika pada 9 Oktober lalu terjadi serangan serempak di tiga daerah di Rakhine, menewaskan sembilan polisi. Serangkaian bentrokan kemudian terus terjadi. Militer Myanmar menuding, etnis Rohingya menyerang mereka terlebih dulu.

Pada Sabtu (12/11) saja, operasi militer di Rakhine menewaskan 19 warga Rohingya. Menurut data yang dilaporkan Reuters, jumlah korban hingga pekan lalu mencapai lebih dari 130 orang.

Bentrokan semacam ini kerap terjadi. Namun, bentrokan militer Myanmar dengan etnis Rohingya kali ini disebut sebagai yang terparah sejak aksi kekerasan sektarian oleh kelompok Buddha radikal terhadap warga Rohingya pada 2012 lalu.

Selama ini, sebagian besar dari 1,1 juta total populasi Muslim Rohingya di Myanmar tidak memiliki kewarganegaraan dan hidup dalam diskriminasi. Mereka ditolak karena dianggap pendatang dari Bangladesh. Rohingya sendiri merasa sudah menjadi bagian dari Myanmar karena mereka telah melahirkan beberapa generasi di sana.

Akibat diskriminasi ini, banyak orang Rohingya yang berupaya kabur. Ditolaknya para pengungsi Rohingya ini dari beberapa negara, menyebabkan mereka hidup terkatung-katung di laut. Sebagian dari mereka terdampar di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Retno enggan berkomentar lebih lanjut. Menurutnya, ia bersama jajaran akan mengklarifikasi dan memastikan kondisi pasti di sana terlebih dahulu sebelum berkomentar.

Meskipun tak terdengar atau dipublikasikan kepada media, Retno memastikan bahwa pemerintah Indonesia terus berdiplomasi dengan pemerintah Myanmar untuk mengatasi hal ini.

"Diplomasi kita jalan secara konsisten untuk membangun Rakhine state secara inklusif," katanya.

Selama ini, Indonesia sangat memperhatikan nasib pengungsi. Meskipun bukan pihak yang meratifikasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai pengungsi pada 1951, Indonesia kini menampung 13.700 imigran dari berbagai negara, 1.974 di antaranya merupakan Rohingya.

Indonesia juga menggagas beberapa pertemuan untuk menanggulangi gelombang pengungsi di kawasan, seperti Bali Process dan Jakarta Meeting.

Dalam Jakarta Meeting tahun lalu, para peserta membahas cara mengatasi akar masalah di negara asal guna mengurangi laju pengungsi yang biasanya kabur dari kampung halamannya untuk menghindari konflik, layaknya kaum Rohingya.

Credit  CNN Indonesia