Senin, 28 Januari 2019

Afrika Selatan Tolak Upaya Penggulingan Pemerintah di Venezuela


Afrika Selatan Tolak Upaya Penggulingan Pemerintah di Venezuela
Afrika Selatan menegaskan menentang setiap upaya perubahan yang tidak semestinya atau tidak konstitusional dari pemerintah di Venezuela. Foto/Istimewa

NEW YORK - Afrika Selatan menegaskan menentang setiap upaya perubahan yang tidak semestinya atau tidak konstitusional dari pemerintah di Venezuela. Tentangan itu disampaikan Duta Besar Afrika Selatan untuk PBB, Jerry Matjila.



Berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membahas situasi di Venezuela, Matjila mengatakan DK harusnya tidak dijadikan panggung untuk menggulingkan sebuah pemerintahan yang sah.


"DK PBB seharusnya tidak pernah menjadi instrumen yang memvalidasi perubahan inkonstitusional dari pemerintah mana pun," ucap Matjila dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (27/1).



Dia kemudian mencatat bahwa Venezuela telah mengadakan pemilihan presiden pada 20 Mei 2018, yang digelar sesuai hukum berlaku di negara itu. Di mana dalam pemilihan itu, Nicolas Maduro kembali terpilih sebagai Presiden Venezuela.


"Atas dasar inilah Presiden Afrika Selatan, Tuan Cyril Ramaphosa, memberi selamat kepada Maduro setelah pelantikannya untuk masa jabatan keduanya. Setiap keluhan atau perselisihan harus diselesaikan secara damai melalui mekanisme dan proses yang tepat sebagaimana diatur dalam konstitusi Venezuela dan undang-undang pemilihannya, tanpa pengaruh eksternal," ucapnya.



Matjila menambahkan dia mendukung pernyataan yang dibuat oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres di Davos pada 24 Januari 2019, di mana Guterres mendesak pengurangan ketegangan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut di Venezuela. 







Credit  sindonews.com