Rusia mengirim sistem pertahanan rudal S-300 ke Suriah.
CB - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kepada Presiden
Rusia Vladimir Putin, Senin (24/9) bahwa pengiriman sistem rudal S-300
ke Suriah akan meningkatkan bahaya di kawasan. Netanyahu juga
mengatakan, kepada Putin bahwa Isrel akan tetap melindungi daerah
keamanannya dan kepentingannya.
Pemimpin Israel
tersebut juga setuju dengan Putin untuk melanjutkan koordinasi antara
pasukan bersenjata kedua negara. Rusia mengumumkan sistem misil datang
satu pekan setelah Moskow menyalahkan Israel secara tidak langsung atas
jatuhnya pesawat militer milik Rusia di Suriah. Israel menyatakan Suriah
bertanggung jawab.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, negaranya
akan meningkatkan pertahanan udara Suriah dengan mengirimkan sistem
pertahanan S-300 untuk tentara Suriah dalam waktu dua pekan. Rencana
pengiriman sistem pertahanan tersebut dilakukan menyusul jatuhnya
pesawat Rusia pekan lalu.
Dalam pernyataan yang
ditayangkan televisi, Shoigu mengatakan keputusan negara mengirim sistem
pertahanan udara S-300 untuk angkatan bersenjata Suriah nerupakan
keputusan presiden Rusia Vladimir Putin dan merupakan salah satu langkah
merespons jatuhnya pesawat Rusia yang membawa 15 pasukan beberapa waktu
lalu.
"Ini telah mendorong kami untuk menerapkan
langkah-langkah respons memadai yang ditujukan untuk meningkatkan
keamanan pasukan Rusia. Rusia akan mengirim sistem pertahanan udara
S-300 modern ke angkatan bersenjata Rusia dalam waktu dua pekan," kata
Shoigu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi seperti dikutip
dari laman Al Arabiya, Selasa (25/9).
Dia
menambahkan, di wilayah dekat Suriah di Laut Mediterania, akan ada
penekanan radio elektronik navigasi satelit sistem radar dan sistem
komunikasi penerbangan yang menyerang benda-benda di wilayah Suriah.
Pihaknya yakin realisasi rencana itu akan mendinginkan kepala pihaknya
yang memanas.
"Kemudian bisa menjauhkan tindakan kurang dipikirkan yang mengancam prajurit kami," katanya.
Kunjungan Dubes Uni Eropa. Dubes Uni Eropa untuk
Indonesia, Vincent Guerend saat kunjungan ke Harian Republika, Jakarta,
Senin (24/9).
Foto: Republika/ Wihdan
Trump memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
CB,
JAKARTA -- Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend mengaku
kehadiran Presiden AS Donald Trump dalam kancah politik global semakin
memperumit keadaan. Setidaknya hal itu dapat terlihat dari sejumlah
kebijakan Trump di Timur Tengah.
"Iya (kian memperumit) seperti perubahan kebijakan di Timur Tengah,
ketika mereka memindahkan Kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem," ujarnya
saat mengunjungi kantor Republika, Senin (24/9).
Selain
itu AS di bawah Trump, juga memangkas bantuan Badan PBB untuk Pengungsi
Palestina. Hal ini memicu kecaman dari berbagai pihak, karena dianggap
bertentangan dengan nilai kemanusiaan.
Trump
juga mencabut perjanjian nuklir dengan Iran. Padahal perjanjian itu
sudah disepakati secara susah payah oleh negara-negara berpengaruh
(P5+1) pada 2015 lalu. "Kami menyesalkan sikap itu," tuturnya.
Trump
juga menarik diri dari pejanjian tentang Iklim Global, Paris Climate
Agreement. Di dalam negeri, politikus dari Partai Republik ini membuat
kebijakan pembatasan imigran yang menuai banyak kecaman. "Hubungan
semakin rumit, dan perdamaian akan sulit dicapai," jelasnya.
Lavrov
mengungkapkan alasan mengapa Rusia menolak proposal perdamaian
Israel-Palestina yang diajukan oleh pemerintahan Barack Obama tahun 2016
lalu. Foto/Reuters
MOSKOW
- Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengungkapkan alasan mengapa
Rusia menolak proposal perdamaian Israel-Palestina yang diajukan oleh
pemerintahan Barack Obama tahun 2016. Lavrov menyebut, alasan utamanya
adalah proposal tersebut kontrapuktif.
Berbicara jelang melakukan
kunjungan ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, Lavrov
menuturkan, pada akhir masa pemerintahannya, Obama sempat menyampaikan
proposal baru perdamaian Israel-Palestina di Dewan Keamanan (DK) PBB.
Tanpa
menjelaskan isi dari proposal tersebut, Lavrov menyatakan, Rusia
menolak proposal tersebut, karena dinilai dapat mempersulit situasi di
lapangan.
"Pada akhir 2016, ketika pemerintahan Obama mulai
mempromosikan keputusan mengenai penyelesaian Palestina-Israel di DK
PBB, lebih tepatnya memaksakan parameter 'buatan' dan hasil negosiasi
yang telah ditentukan sebelumnya, Rusia tidak mendukung ini," kata
Lavrov.
"Inisiatif AS, mengingat
bahwa itu pasti akan mengarah ke situasi 'di lapangan' secara
signifikan memperburuk situasi yang ada dan tanpa dampak nyata. Itu akan
menjadi kontraproduktif," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada
Senin (24/9).
Lavrov lalu menyatakan, pada bulan Desember 2016
dia menjelaskan kembali posisi Rusia saat melakukan pembicaraan dengan
Menteri Luar Negeri AS kala itu, yakni John Kerry. "Kami mengklarifikasi
posisi Rusia, yang juga diperhitungkan atas permintaan (Perdana Menteri
Israel) Benjamin Netanyahu," ucapnya.
Pada akhir Desember 2016,
Lavrov, dalam pembicaraan dengan Kerry, menekankan perlunya menciptakan
kondisi untuk negosiasi langsung antara para pemimpin Israel dan
Palestina dan memperingatkan agar tidak membawa agenda domestik AS ke
dalam Kuartet di Timur Tengah dan DK PBB, menunjukkan bahaya upaya untuk
menggunakan platform ini untuk pertikaian antara Demokrat dan Republik.
Wakil
Perdana Menteri Rusia, Yuri Borisov menyatakan, Moskow tidak akan
menghentikan produksi senjata mereka, meskipun adanya sanksi dari
Amerika Serikat (AS). Foto/Istimewa
MOSKOW
- Wakil Perdana Menteri Rusia, Yuri Borisov menyatakan, Moskow tidak
akan menghentikan produksi senjata mereka, meskipun adanya sanksi dari
Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Washington menjatuhkan sanksi kepada
perusahaan dan individu Rusia di sektor pertahanan.
Berbicara
saat melakukan wawancara dengan saluran TV Rossiya-1, Borisov
menuturkan, Rusia akan terus melakukan pengembangan senjata dan
alat-alat militer lainnya, meskipun adanya sanksi dari AS.
"Tidak
mungkin bagi sanksi ketat untuk mengurangi tingkat pembangunan di
sektor pertahanan Rusia dan Moskow akan selalu dapat menemukan jalan
keluar," kata Borisov dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Xinhua
pada Senin (24/9).
Seperti diketahui, AS telah menambahkan 33
orang dan entitas sektor pertahanan dan intelijen Rusia ke daftar hitam.
Ini berarti siapa pun yang melakukan bisnis dengan mereka akan
menghadapi sanksi AS.
Juru
bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauer menyatakan, pemerintah
AS akan terus menerapkan sanksi CAATSA. Ia pun menyerukan pada
negara-negara lain untuk menghentikan kontak dengan sektor pertahanan
dan intelijen Rusia.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei
Ryabkov menyebut, gelombang sanksi baru AS sebagai salah arah. Dia
mengatakan kebiasaan Washington menjatuhkan sanksi terhadap Moskow
berisiko merusak stabilitas global dan merupakan bagian dari permainan
berbahaya.
"Setiap putaran baru sanksi membuktikan
ketidaksempurnaan total musuh kami dalam menekan Rusia dengan
upaya-upaya sebelumnya. Washington tidak akan pernah berhasil
mendiktekan kondisinya ke Moskow," kata Ryabkov.
"Itu tidak akan
menjadi sesuatu hal yang buruk jika mereka ingat tentang konsep
stabilitas global, yang mereka hancurkan tanpa berpikir dengan terus
meningkatkan ketegangan dalam hubungan Rusia-AS. Mereka telah bermain
api, itu adalah hal yang bodoh dan bisa menjadi berbahaya," sambungnya.
Jakarta, CB -- Amerika Serikat menyepakati prospek penjualan onderdil jet F-16 dan pesawat militer lainnya senilai US$330 juta atau setara Rp4,9 triliun ke Taiwan.
Badan
Kerja Sama Keamanan Kementerian Pertahanan AS menjabarkan bahwa prospek
penjualan itu mencakup suku cadang untuk F-16, C-130, F-5, Indigenous
Degence Fighter (IDF), dan sejumlah elemen logistik lainnya.
"Prospek
penjualan ini akan berkontribusi ke kebijakan luar negeri dan keamanan
nasional Amerika Serikat dengan membantu mengembangkan kemampuan
keamanan dan pertahanan penerima," demikian pernyataan Badan Kerja Sama
Keamanan Kemhan AS.
Menurut badan tersebut, Taiwan "sejak lama menjadi kekuatan penting
untuk stabilitas politik, keseimbangan militer, dan perkembangan ekonomi
di kawasan."
Selama ini, China selalu menganggap Taiwan sebgai bagian dari kedaulatan mereka di bawah prinsip "Satu China".
Namun,
AS memastikan bahwa prospek penjualan ini bertujuan untuk membantu
Taiwan mengembangkan "armada pertahanan dan udaranya" tanpa merusak
keseimbangan militer di kawasan.
Meski tak pernah melarang, Beijing selalu curiga dengan kepentingan AS
di Taiwan dengan semua penjualan senjata dan alat militer lainnya selama
ini.
Dalam pertemuan dengan Menhan AS, Jim Mattis, pada Juni
lalu, Presiden China, Xi Jinping, pun mengatakan bahwa mereka menjunjung
perdamaian, tapi tidak akan melepaskan "satu inchi pun" wilayah yang
diwariskan leluhur mereka.
Jakarta, CB -- Komandan Angkatan Laut China, Shen Jinlong, membatalkan pembicaraan militer dengan Amerika Serikat pada akhir pekan lalu, di tengah peningkatan ketegangan kedua negara akibat isu pembelian alat pertahanan dari Rusia.
"Kami
diberi tahu bahwa Shen Jinlong dipanggil kembali ke China dan tidak
akan melakukan pertemuan dengan Kepala Operasi Nasional Amerika, John
Richardson," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan AS, Dave Eastburn,
kepada CNN.
Shen
dan Richardson seharusnya bertemu di sela Simposium Kekuatan Laut
Internasional di Naval War College di Newport pada akhir pekan lalu.
Eastburn mengatakan bahwa pihaknya belum memiliki informasi lebih lanjut mengenai pembatalan ini.
Namun,
seorang pejabat AS menduga pembatalan mendadak ini diyakini karena
peningkatan ketegangan antara Washington dan Beijing setelah China
membeli alat pertahanan dari Rusia.
Akibat pembelian tersebut, AS
menjatuhkan sanksi atas militer China berdasarkan undang-undang CAATSA
yang disahkan pada 2017 lalu untuk menekan Rusia, Korea Utara, dan Iran.
Undang-undang itu mengatur pemberian sanksi jika ada kegiatan transaksi dengan sektor intelijen atau pertahanan Rusia.
Menanggapi
perkembangan terbaru ini, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, mengatakan
bahwa jajarannya akan mencari langkah ke depan untuk membicarakan kerja
sama militer dengan China.
"Kami percaya bahwa kami memiliki
hubungan dengan China. (Menteri Luar Negeri, Mike) Pompeo dan saya
sepakat soal ini. Sekarang, kami mencari jalan ke depannya," ucap
Mattis, sebagaimana dikutip Reuters.
Pemrakarsa Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Nyoman
Nuarta berfoto dengan latar belakang Patung GWK. Miniatur patung ini
banyak dijadikan suvenir termasuk untuk Badan Tenaga Atom Internasional
(IAEA)
Foto: Antara
Filosofi patung GWK sebagai pemelihara keseimbangan alam semesta sejalan dengan IAEA
CB,
LONDON -- Duta Besar atau Wakil Tetap RI untuk PBB di Wina, Dr
Darmansjah Djumala, mendonasikan patung Garuda Wishnu Kencana (GWK) yang
terbuat dari kayu jati setinggi 160 cm hasil karya pemahat Bali, I Made
Ada kepada Badan Tenaga Atom Internasional IAEA. Pemberian Patung GWK
dari Indonesia menandai berakhirnya posisi ketua Indonesia di Dewan
Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) setelah menjabat selama
satu tahun dari September 2017 hingga September 2018.
Indonesia
menyerahkan posisi ketua kepada Dubes Leena Al-Hadid dari Yordania yang
akan menjabat untuk periode 2018-2019, demikian Pensosbud KBRI
Danurdoro KM Parnohadiningrat kepada Antara London, Selasa (25/9).
Penyerahan patung dilakukan Dubes/Wakil Tetap RI untuk PBB di
Wina, Dr Darmansjah Djumala, kepada Acting Direktur Jenderal IAEA, Mr
Dazhu Yang, sebagai simbol dukungan Indonesia kepada IAEA. "Filosofi
patung Garuda Wishnu Kencana sebagai pemelihara keseimbangan alam
semesta sejalan dengan motto IAEA, yaitu Atom for Peace and
Development," kata Dubes Djumala.
Selain sebagai
bentuk dukungan kepada IAEA, pemberian patung ini sekaligus sebagai
bentuk promosi produk seni budaya Indonesia. Hal ini mengingat Markas
PBB di Wina setiap tahun dikunjungi ribuan orang dari seluruh dunia,
sehingga karya seni budaya Indonesia akan semakin dikenal luas oleh
masyarakat internasional.
Pemberian patung disambut
pihak IAEA. Mr Yang selaku Acting Dirjen IAEA menyampaikan terima kasih
atas pemberian patung seraya mengapresiasi kontribusi Indonesia sebagai
Ketua Dewan Gubernur. "Kami menyampaikan penghargaan atas kualitas
kepemimpinan, obyektifitas, dan keterbukaan yang ditunjukkan selama
memimpin Dewan Gubernur dua belas bulan terakhir. Kami juga mengagumi
ketenangan dan kelihaian Anda dalam menangani isu-isu yang sensitif di
Dewan Gubernur," demikian Mr Yang mewakili Dirjen IAEA.
Indonesia
menjabat sebagai Ketua Dewan Gubernur IAEA periode 2017-2018 mewakili
kelompok Asia Tenggara dan Pasifik (SEAP). Ini adalah kali kedua
Indonesia menduduki jabatan tersebut setelah tahun 1985-1986. Patung
tersebut akan dipasang di tempat strategis, di lobi utama markas PBB di
Wina, sehingga dapat disaksikan setiap pengunjung.
Wakil Presiden RI Jusuf kalla memberikan kata
sambutan pada Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion
Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9).
Foto: Antara/Inasgoc/Wahyudin
Wapres Jusuf Kalla berada di New York menghadiri KTT Perdamaian Dunia.
CB,
NEW YORK -- Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyerukan dialog,
rekonsiliasi dan keadilan kepada seluruh masyarakat dunia guna membangun
perdamaian dunia. Seruan itu dikemukakannya dalam sidang KTT Perdamaian
Dunia untuk memperingati ulang tahun ke-100 Nelson Mandela di Markas
PBB New York, Amerika Serikat, Senin (24/9) siang waktu setempat.
Jusuf
Kalla mengatakan, rekonsiliasi dan keadilan merupakan nilai-nilai yang
diajarkan pejuang kemanusiaan Nelson Mandela dalam membebaskan
masyarakatnya dari sistem apartheid yang diskriminatif. Perjuangan
Mandela tersebut, kata dia, telah menginspirasi dunia, bukan hanya
masyarakat Afrika Selatan.
"Saya percaya pada nilai rekonsiliasi. Salah satu contohnya
adalah bagaimana proses rekonsiliasi berjalan dengan baik di Aceh,"
katanya.
Jusuf Kalla mengatakan, perdamaian di Aceh
memungkinkan pembangunan ekonomi terus berlangsung dan mantan
pemberontak sekarang memegang posisi pemerintahan yang penting. Dalam
sidang KTT tersebut, Wapres mengatakan kebiasaan dialog memupuk budaya
perdamaian. Selain itu mendukung hubungan yang baik di antara
negara-negara, toleransi di antara kepercayaan dan agama, dan menjadikan
aliansi peradaban.
"Kami juga percaya bahwa dialog dapat membantu mengatasi pidato kebencian, radikalisme dan ekstremisme kekerasan," katanya.
Wapres
mengatakan perdamaian merupakan prasyarat pembangunan. Pembangunan
tidak akan mungkin berkelanjutan tanpa perdamaian. Pembangunan dapat
bertahan bila dilaksanakan secara adil di dalam dan di antara
masyarakat.
"Oleh karena itu, PBB dan semua organ dan
badannya harus terus mempromosikan dan menjamin perdamaian global dan
pembangunan yang adil dan berkelanjutan untuk semua anggota. Tidak ada
yang tertinggal," kata Wapres.
Dalam kesempatan tersebut,
Wapres juga menyampaikan kenangannya terhadap Presiden Afrika Selatan
pertama pasca-rezim Apartheid tersebut.
"Saya beruntung
bertemu dengannya pada 2003. Saya ingat dia sebagai pribadi dengan
karakter yang tenang. Seorang tokoh sederhana, tetapi kuat dalam
keyakinan. Saya juga sangat menyukai kaos batik kesayangannya yang
berwarna-warni, yang mencerminkan semangatnya yang semarak," katanya.
Jakarta (CB) - Pemerintah Indonesia pada Sidang Dewan HAM
PBB di Jenewa mendesak PBB untuk segera mengakhiri impunitas Israel,
seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta,
Selasa.
Pada Sidang Dewan HAM PBB di Jenewa yang membahas situasi hak asasi
manusia (HAM) di wilayah pendudukan Palestina, pemerintah Indonesia
kembali menegaskan posisinya yang lugas dan tegas dalam membela hak-hak
sah dan fundamental rakyat Palestina.
"Sudah lebih dari 60 tahun Israel membuat kawasan sebagai teater
ketegangan dan kekerasan. Rakyat Palestina mengalami kesulitan hidup
setiap hari, dan Israel dengan keras kepala terus mengabaikan desakan
internasional untuk mengakhiri pendudukan ilegal nya di tanah milik
Palestina," ujar Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan organisasi
internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib.
Dubes Hasan Kleib selanjutnya menyampaikan bahwa Indonesia mendesak agar
Dewan HAM PBB segera mengambil aksi nyata untuk mengakhiri impunitas
yang terus dinikmati Israel, dan secara serius mengejar akuntabilitas
atas berbagai pelanggaran HAM oleh Israel yang terus berlanjut di
wilayah pendudukan Palestina.
Dia menekankan bahwa Israel dengan terang-terangan telah melanggar
berbagai hukum internasional melalui pembangunan pemukiman ilegal,
pendirian tembok pemisah, dan pembatasan mobilitas warga Palestina.
Wakil Tetap RI di Jenewa itu juga mengingatkan bahwa penggunaan
kekerasan bersenjata terhadap rakyat sipil Palestina di Gaza baru-baru
ini harus menjadi tanda pengingat bagi PBB untuk segera mengambil
langkah-langkah konkret guna memastikan bahwa Israel mengakhiri
kebijakan-kebijakannya yang tidak manusiawi, dan menarik diri dari
seluruh wilayah pendudukan.
Pada saat yang sama, pemerintah Indonesia juga menyambut baik terbentuknya Commission of Inquiry (CoI) baru-baru ini yang sejalan dengan desakan Indonesia sebelumnya.
Pemerintah Indonesia berharap agar CoI yang akan melakukan investigasi
atas pelanggaran HAM oleh aparat keamanan Israel terhadap rakyat sipil
Palestina dalam protes damai di Gaza, yang dimulai sejak Maret 2018,
dapat menjalankan mandatnya dengan efektif.
Dubes Hasan pun meminta agar CoI dapat mengeluarkan rekomendasi terkait
mekanisme akuntabilitas yang sesuai bagi para pelaku kekerasan
bersenjata oleh Israel terhadap rakyat sipil Palestina.
Seorang pengunjuk rasa Palestina berlari melewati ban yang terbakar sambil memegang bendera Palestina.
Foto: Arabnews
Spanyol menunggu resolusi Uni Eropa dengan suara bulat terkait hal ini.
CB, KAIRO
-- Liga Arab menyambut kesediaan dan rencana Spanyol mengakui Palestina
sebagai negara merdeka. Hal dinilai dapat mendorong negara-negara Eropa
lainnya untuk melakukan hal serupa.
"Langkah
Spanyol mencerminkan keterikatan gang mendalam antara rakyat dan
Pemerintah Spanyol terhadap perjuangan Palestina," kata Sekretaris
Jenderal Liga Arab Aboul Gheit pada Senin (24/9), dikutip laman Anadolu Agency.
Ia menilai, keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem
sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017, kemudian dikuti dengan
pemindahan kedutaan besarnya ke kota suci tersebut, telah menyingkap
agenda Negara Zionis. "Kebijakan-kebijakan itu mengharuskan semua
kekuatan cinta damai untuk berdiri di samping Palestina dalam perjuangan
damai mereka yang sah," ujar Gheit.
Pada Rabu
pekan lalu, Menteri Luar Negeri Spanyol Josep Borrell mengumumkan niat
negaranya untuk secara resmi mengakui negara Palestina. Ia mengatakan
Spanyol tengah menunggu resolusi Uni Eropa dengan suara bulat terkait
hal ini.
Jika batas waktu berlalu tanpa konsensus
tercapai, Spanyol, kata Borrell akan secara sepihak mengakui negara
Palestina. Pengakuan itu tentu akan sangat bermakna bagi rakyat dan
pemerintah Palestina.
Palestina telah
mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1988. Sejak saat itu, Palestina
berjuang mencari pengakuan dari berbagai negara di dunia.
Perjuangan
tersebut memang tak mudah. Sebab di satu sisi, Palestina tetap harus
menghadapi aneksasi dan okupasi Israel melalui proyek pembangunan
permukiman ilegal. Pada 2012, Majelis Umum PBB memberikan suara untuk
meningkatkan status Palestina menjadi “negara pengamat non-anggota”.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu
dengan remaja Palestina Ahed Tamimi setelah dibebaskan dari penjara
Israel, di Ramallah, Tepi Barat, Minggu (29/7/2018). (PPO/Handout via
REUTERS)
Jakarta (CB) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan
menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 27
September 2018 untuk menggalang dukungan internasional bagi kemerdekaan
Palestina.
"Kami menunggu pidato presiden kami pada Sidang Majelis Umum PBB. Isinya
tentu akan berdasarkan prinsip kami. Ini tuntutan kami, kita perlu
mengakhiri pendudukan di Palestina," kata Duta Besar Palestina untuk
Indonesia Zuhair Alshun di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Dubes Zuhair Alshun dalam acara bertema
"Solidaritas dan Dukungan untuk Presiden Mahmoud Abbas" yang diadakan di
Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.
"Kami membutuhkan masyarakat internasional berdiri bersama Palestina, berdiri bersama dalam solidaritas," ujar Dubes Alshun.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pertemuan antara Presiden
Palestina Mahmoud Abbas dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di
sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, Dubes Alshun mengatakan bahwa sangat
kecil kemungkinan untuk pertemuan antara kedua pemimpin.
"Saya pikir tidak akan ada pertemuan, karena Trump telah membuat
keputusan tetap mengenai Yerusalem dan isu-isu Palestina lainnya. Saya
pikir tidak akan ada pertemuan antarkedua presiden, kecuali Trump
membuat beberapa perubahan dalam kebijakannya (terkait isu
Israel-Palestina)," ujar dia.
Dubes Alshun menambahkan bahwa Presiden Abbas dalam Sidang Majelis Umum
PBB di New York, AS juga akan mendesak seluruh negara anggota PBB untuk
mengakui kemerdekaan Palestina.
"Kami membutuhkan dukungan masyarakat internasional untuk mengakui
negara Palestina. Hal ini merupakan isu utama Palestina ketika kami
berjuang melalui diplomasi untuk mendapatkan keadilan," ucap Dubes
Alshun.
Pada kesempatan itu, Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Din
Syamsuddin saat hadir di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta bersama
perwakilan dari organisasi keagamaan dan lembaga swadaya masyarakat
Indonesia menyampaikan dukungan bagi Presiden Mahmoud Abbas yang akan
menyampaikan aspirasi rakyat Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB
pada 27 September 2018.
Dukungan dari Indonesia untuk Palestina juga disampaikan oleh Direktur
Kawasan Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko sebagai perwakilan
dari pemerintah Indonesia dalam acara di Kedubes Palestina itu.
"Saat ini momennya penting buat kita menguatkan hubungan kita dengan
Palestina dan menguatkan dorongan kita untuk kemerdekaan Palestina,"
tutur Sunarko.
Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) saat bertemu Presiden Rusia
Vladimir Putin di Moskow beberapa waktu lalu. Foto/REUTERS
TEL AVIV
- Pemerintah Israel dan Amerika Serikat (AS) gusar dengan keputusan
Rusia yang memilih untuk memasok sistem rudal pertahanan S-300 kepada
Suriah. Keputusan Moskow itu sebagai respons setelah pesawat
mata-matanya ditembak jatuh sistem rudal S-200 Damaskus saat merespons
serangan empat jet tempur F-16 Tel Aviv.
Tel Aviv dan Washington
pada Senin malam mengeluarkan peringatan kepada Moskow untuk membatalkan
keputusannya. Mereka menilai langkah Moskow akan semakin mengguncang
kawasan dan meningkatkan ketegangan yang sudah memanas.
Keputusan
militer Moskow itu juga membuat kabinet keamanan Israel menggelar rapat
pada Selasa (25/9/2018) pagi. Pertemuan itu untuk membahas perkembangan
terbaru yang melibatkan hubungan Tel Aviv dengan Moskow setelah retak
akibat insiden jatuhnya pesawat mata-mata Il-20 yang menewaskan 15
tentara Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon
sudah memberitahu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tentang keputusan
militernya untuk menyediakan sistem S-300 kepada Suriah.
Netanyahu
melalui kantornya telah memberikan tanggapan. "Perdana menteri
mengatakan menyediakan sistem persenjataan canggih kepada aktor yang
tidak bertanggung jawab akan memperbesar bahaya di wilayah tersebut, dan
bahwa Israel akan terus mempertahankan diri dan kepentingannya," bunyi
pernyataan kantor Netanyahu, seperti dikutip Times of Israel.
Secara
bersamaan, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan
keputusan Rusia adalah "kesalahan besar" yang akan menyebabkan eskalasi
signifikan. Bolton mendesak Moskow untuk mempertimbangkan kembali
keputusannya.
Channel 10 News mengutip seorang pejabat
senior Amerika menyatakan bahwa sistem rudal S-300 dapat membahayakan
jet-jet tempur Angkatan Udara AS yang beroperasi melawan kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah.
"Membawa
lebih banyak rudal anti-pesawat ke Suriah tidak akan menyelesaikan
penembakan misil yang tidak profesional dan sembarangan dan tidak akan
mengurangi bahaya bagi pesawat yang terbang di daerah itu," kata pejabat
yang tidak disebutkan namanya tersebut.
Rusia
sebelumnya membuat pengumuman soal paparan data menit demi menit
jatuhnya pesawat Ilyushin Il-20 oleh sistem S-200 Suriah pada 17
September lalu. Insiden friendly fire itu menewaskan 15 tentara
Rusia. Moskow menyalahkan Tel Aviv dengan menuduhnya menggunakan
pesawat Il-20 sebagai perisai jet-jet tempur F-16 Israel dari respons
S-200 Damaskus.
Dalam panggilan telepon dengan Netanyahu, Putin
mengatakan dia tidak setuju dengan penjelasan versi Israel yang
menyalahkan militer Suriah dalam insiden mematikan itu.
"Informasi
yang diberikan oleh militer Israel bertentangan dengan kesimpulan dari
kementerian pertahanan Rusia," kata Kremlin mengutip pernyataan Putin
dalam panggilan telepon dengan Netanyahu. Menurut Putin, tindakan pilot
Israel telah menyebabkan pesawat Rusia ditargetkan oleh sistem
pertahanan udara Suriah.
"Pihak Rusia melanjutkan dari fakta
bahwa tindakan oleh angkatan udara Israel adalah alasan utama untuk
tragedi itu," lanjut Kremlin.
Sistem rudal pertahanan S-300 Rusia. Foto/Sputnik/Uliana Solovyova
MOSKOW
- Rusia memutuskan akan memasok sistem rudal S-300 kepada rezim Suriah
dalam dua minggu ke depan. Keputusan yang pernah ditentang Israel ini
diambil Moskow setelah pesawat mata-matanya, Il-20, ditembak jatuh
sistem rudal S-200 Damaskus ketika merespons serangan empat jet tempur
F-16 Israel.
Menteri Pertahanan Sergei Shoigu pada hari Senin
(24/9/2018) mengumumkan keputusan Moskow tersebut. Senjata terbaru bagi
rezim Suriah itu akan meningkatkan kemampuan tempur pasukan pertahanan
Presiden Bashar al-Assad terhadap setiap serangan musuh.
Shoigu
mengungkapkan Moskow pernah menghentikan pengiriman S-300 ke Damaskus
pada tahun 2013 atas permintaan Israel."Tetapi situasi di seputar
pasokan itu telah berubah bukan karena kesalahan Rusia," katanya,
seperti dikutip Sputnik.
Sistem, yang memiliki jangkauan
250 kilometer dan dapat melibatkan beberapa target udara, akan
dikerahkan untuk meningkatkan keamanan tentara Rusia yang ditugaskan di
Suriah. Selain itu, peralatan otomatis yang disediakan oleh Moskow itu
akan memastikan identifikasi pesawat Rusia oleh pasukan pertahanan udara
Suriah.
"Jika
tindakan yang diambil oleh Rusia setelah insiden Il-20 di Mediterania
gagal mendinginkan 'pemarah', kita harus merespons sesuai dengan
situasi," ujar Shoigu.
Pada hari Minggu Kementerian Pertahanan
Rusia menyajikan data menit-demi-menit dari tragedi jatuhnya pesawat
Il-20 di Suriah pada 17 September 2018. "Kesalahan atas insiden itu, di
mana 15 tentara Rusia terbunuh, terletak sepenuhnya pada Angkatan Udara
Israel," kata Kementerian itu.
Data radar dan komunikasi yang
sebelumnya dirahasiakan menunjukkan bahwa pesawat Moskow itu ditembak
jatuh oleh sistem rudal pertahanan udara Suriah ketika jet F-16 Israel
secara efektif menggunakan pesawat Il-20 sebagai perisai selama serangan
berlangsung.
Namun, Israel tetap menolak disalahkan. "IAF
(Angkatan Udara Israel) tidak bersembunyi di balik pesawat apapun dan
... pesawat Israel berada di wilayah udara Israel pada saat jatuhnya
pesawat Rusia," kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melalui Twitter
yang dikutip dari akun resminya, @IDFSpokesperson, semalam.
"Mekanisme deconfliction (dengan pasukan Rusia) beroperasi dalam jangka waktu yang relevan," lanjut IDF.
Pesawat jet tempur F-16 Israel. Foto/REUTERS/Amir Cohen/File Photo
MOSKOW
- Rusia bisa mengambil langkah-langkah untuk mencegah tragedi
penembakan pesawat mata-mata Il-20 Moskow di Latakia dengan menutup
wilayah udara Suriah untuk jet-jet tempur Israel. Saran ini disampaikan
anggota senior parlemen Rusia, Frants Klintsevich.
Pesawat Il-20
ditembak jatuh sistem rudal pertahanan S-200 Damaskus saat merespons
serangan empat jet tempur F-16 Israel di Latakia pada 17 September 2018.
Moskow menyimpulkan pesawat Il-20 dijadikan tameng jet tempur Tel Aviv
sehingga terkena tembakan sistem pertahanan Damaskus yang menewaskan 15
tentara Moskow.
"Esensi dan makna dari tanggapan kami adalah
untuk sepenuhnya menghilangkan kemungkinan insiden seperti itu di masa
depan. Kami, misalnya, memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk
benar-benar menutup wilayah udara Suriah bagi Israel, dan ini hanya
salah satu opsi," Kata Klintsevich kepada Sputnik, yang dikutip Senin (24/9/2018).
Menurutnya,
bukti-bukti yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia terkait tragedi
Il-20 tidak diragukan lagi bahwa Angkatan Udara Israel harus disalahkan
atas tragedi itu.
"Tidak
mungkin untuk menentang kesimpulan ini berdasarkan pada (posisi) yang
tidak memihak. analisis menit-demi-menit dari fakta-fakta," paparnya.
Menurut
Klintsevich, daftar pelanggaran berat kesepakatan bersama yang
dilakukan oleh pilot Israel menempati lebih dari satu halaman dan
kementerian menunjuk masing-masing daftar tersebut.
"Bagaimana
tragedi ini memengaruhi hubungan Rusia dengan Israel? Jelas bahwa
terserah kepada pimpinan (Rusia) bagaimana mengatasi masalah ini, dan
saya hanya bisa membuat asumsi. Saya pikir keputusan itu akan dibuat
dengan mempertimbangkan hubungan baik yang telah berlangsung lama antara
Rusia dan Israel, dan oleh karena itu perubahan tajam seperti
penghapusan rezim bebas visa, belum lagi sesuatu yang lebih serius,
hampir tidak mungkin di sini," katanya.
Secara umum, Klintsevich
percaya bahwa banyak hal akan bergantung pada reaksi Israel terhadap
kesimpulan dari Kementerian Pertahanan Rusia.
"Sehubungan dengan
ini, saya mempertimbangkan pernyataan Menteri Pertahanan Israel (Avigdor
Lieberman), yang mengatakan hari ini bahwa serangan terhadap Suriah
akan terus berlanjut, menjadi kontra-produktif. Retorika ini hanya dapat
memperburuk situasi, saya tidak berpikir bahwa ini perkembangan
peristiwa yang memenuhi kepentingan Israel," imbuh politisi Moskow
tersebut.
Menteri Pertahanan Jim Mattis menyebut
tudingan Iran bahwa Amerika Serikat mendalangi serangan dalam parade
militer di Kota Ahvaz sangat menggelikan. (Reuters/Mary F. Calvert)
Jakarta, CB -- Menteri Pertahanan Jim Mattis menyebut tudingan Iranbahwa Amerika Serikat mendalangi serangandalam parade militer di Kota Ahvaz sangat menggelikan.
"Jelas
mereka tidak tahu apa yang terjadi dan sangat menggelikan untuk
mengatakan bahwa kami mendalangi itu," ujar Mattis, Senin (24/9).
Ia pun menanggapi ancaman balas dendam dari Iran dengan santai. Mattis mengatakan tak ada yang perlu dikhawatirkan.
"Kami
sudah sangat jelas menyatakan bahwa mereka tak seharusnya memperlakukan
kami seperti itu. Saya berharap kepala yang lebih dingin dan bijak bisa
dipakai," ucap Mattis, sebagaimana dikutip Reuters.
Mattis kemudian mengatakan bahwa hingga saat ini Iran sudah menuding
tiga negara dan satu kelompok teror sebagai otak di balik serangn ini.
"Kita
lihat seberapa panjang daftar ini nantinya. Namun, mereka lebih baik
mengetahui terlebih dulu yang mereka katakan sebelum berbicara," tutur
Mattis.
Hingga saat ini, Iran masih melakukan penyelidikan dan
belum diketahui jelas pelaku yang menewaskan setidaknya 25 orang pada
akhir pekan lalu tersebut.
Insiden ini bermula ketika empat pelaku melepaskan tembakan membati buta
di tengah parade militer yang digelar untuk memperingati perang Iran
dengan Irak pada 1980-1988 silam.
Suasana seketika kacau balau.
Para tentara merangkak sembari mencari sumber tembakan, sementara
perempuan dan anak-anak berlarian menyelamatkan diri mereka.
Tak
lama setelah itu, kelompok militan ISIS mengklaim serangan tersebut.
Namun, gerakan oposisi Arab, Avhaz National Resistence, juga mengklaim
bertanggung jawab atas insiden itu.
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, pun langsung membantah tuduhan Iran.
"Ada
banyak orang Iran yang melakukan protes. Setiap dana yang masuk ke Iran
masuk ke militer mereka. Dia menekan rakyat sejak lama dan dia harus
melihat ke dalam untuk mengetahui dari mana semua berasal," ucapnya.
Relasi AS dengan Iran memang sedang memanas karena kesepakatan nuklir yang kacau di tangan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sejak
awal, tentara Garda Revolusi Iran memang tak sepakat dengan keputusan
Presiden Hassan Rouhani untuk menyetujui perjanjian tersebut.
Sejumlah analis mengatakan kepada Reuters bahwa serangan dalam parade militer ini dapat memberikan amunisi politik bagi Garda Revolusi Iran.
Serangan tembakan terjadi ketika parade dilakukan untuk memperingati perang Iran-Irak (AFP PHOTO / ISNA / MORTEZA JABERIAN)
Jakarta, CB -- Peringati penembakan yang tewaskan 25 orang, Iranmenyatakan
hari ini menjadi hari berkabung nasional, Senin (24/9). Untuk itu,
seluruh kantor layanan publik, bank, dan sekolah akan ditutup di
provinsi Khuzestan.
Ribuan orang pun memadati berbagai jalan raya
untuk menyampaikan suasana berduka bagi para korban serangan terhadap
parade militer yang menewaskan 25 orang termasuk 12 anggota Garda
Revolusi Elit di kota Ahvaz, wilayah barat daya Iran, pada Senin (24/9).
Empat
penyerang melancarkan tembakan di kota Ahvaz dimana tempat para pejabat
Iran berkumpul untuk menyaksikan acara tahunan yang menandai dimulainya
Perang Irak-Iran pada 1980-1988.
Serangan yang terjadi pada Sabtu (22/9) merupakan serangan terburuk
terhadap kekuatan militer Republik Islam Iran ketika AS dan sekutunya
bekerja untuk mengisolasi Teheran.
Kantor Berita ISIS (Islamic
State of Iraq), Amaq News Agency, memposting video yang memperlihatkan
tiga pria berada di sebuah kendaraan sedang dalam perjalanan untuk
melakukan serangan itu.
Dalam video tersebut, terlihat seorang
pria mengenakan topi bisbol dengan logo Garda Revolusi membahas serangan
yang akan datang dalam bahasa Farsi.
"Kami adalah muslim, mereka adalah kafir (tidak beriman)," kata pria itu.
"Kami akan menghancurkan mereka dengan serangan gaya gerilya yang kuat, Insya Allah," kata dia menambahkan.
Ahvaz National Resistance merupakan sebuah gerakan oposisi etnis Arab Iran juga mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Komandan
Senior Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran (IRGC) mengatakan serangan
Ahvaz dilakukan oleh militan yang dilatih oleh negara-negara teluk dan
Israel yang didukung oleh Amerika. Tetapi, IRGC diduga tidak mungkin
menyerang musuh-musuh ini secara langsung.
Para pengawal dapat menunjukkan kekuatan dengan menembakkan rudal ke
kelompok oposisi yang beroperasi di Irak atau Suriah yang diduga terkait
dengan militan yang melancarkan serangan itu.
Mereka juga
cenderung memberlakukan kebijakan keamanan yang ketat di provinsi
Khuzestan, dimana mereka menangkap berbagai lawan domestik termasuk
aktivis hak-hak sipil.
Jakarta, CB -- Sedikitnya enam orang
tewas dalam kekerasan di Kashmir, seperti diungkap seorang pejabat
militer India, Senin (24/9). Dari enam orang itu, seorang adalah tentara India dan lima lainnya adalah tersangka militan.
Peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah India membatalkan pembicaraan tingkat tinggi dengan Pakistan. Pembatalan itu dilakukan karena meningkatkan ketegangan di wilayah yang disengketakan.
Kolonel
Rajesh Kalia mengatakan dua orang yang dicurigai sebagai pemberontak
tewas hari Minggu. Tentara memergoki satu kelompok yang berusaha
menyeberangi perbatasan de facto yang membagi Kashmir menjadi wilayah India dan Pakistan.
Sementara tiga militan dan seorang tentara India lainnya tewas Senin
(24/9). Insiden ini terjadi di daerah Tangdhar utara, dekat perbatasan
Himalaya.
Pekan lalu India tiba-tiba membatalkan pertemuan
dengan Pakistan. Hal ini dilakukan 24 jam setelah menyetujui pertemuan
langka di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Perundingan
tingkat tinggi antara India dan Pakistan jarang terjadi. Pertemuan
antar menteri luar negeri India dan Pakistan itu pun akan jadi yang
pertama setelah lebih dari tiga tahun.
New Delhi mengatakan
pihaknya membatalkan pembicaraan tiba-tiba setelah oknum yang berbasis
di Pakistan melakukan pembunuhan brutal terhadap personel keamanan
India.
Minggu lalu tiga polisi diculik dan dibunuh oleh gerilyawan di
Kashmir. Sementara itu, seorang penjaga perbatasan juga dibunuh di
wilayah yang terbagi itu.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan
menyebut tindakan India ini sebagai 'tanggapan arogan dan negatif' atas
seruannya untuk memulai kembali perundingan damai.
Namun, Menteri
Luar Negeri India Sushma Swaraj membalas Khan dan menulis kepada
Perdana Menteri Narendra Modi pekan lalu bahwa pihaknya telah 'siap
untuk membahas terorisme" tetapi Pakistan telah menunjukkan 'wajah
aslinya'.
Selain itu, India juga keberatan untuk merilis perangko
Pakistan Juli lalu. Sebab, perilisan perangko itu disebut sebagai
'memuliakan teroris dan terorisme' dan melancarkan 'agenda jahat'
Pakistan.
Sebab, salah satu prangko peringatan yang akan diluncurkan Pakistan itu
terdapat Burhan Wani. Ia adalah komandan militan Kashmir karismatik yang
dibunuh oleh pasukan India pada bulan Juli 2016. Kematiannya ini sempat
memicu gelombang protes kekerasan di bagian Kashmir yang dikelola
India.
India telah lama menuduh Pakistan mempersenjatai kelompok
pemberontak di Kashmir. Wilayah Kashmir telah terbagi dua antara India
dan Pakistan sejak berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris pada tahun
1947.
India juga menuduh Pakistan membiayai serangan militan
tahun 2008 yang mematikan di Mumbai. Kelompok pemberontak sejak 1989
memerangi polisi India dan tentara yang ditempatkan di Kashmir. Mereka
ingin bersatu dengan Pakistan atau menyatakan kemerdekaannya sendiri.
Puluhan ribu jiwa telah tewas dalam pertempuran, kebanyakan adalah warga
sipil.
NEW DELHI
- Pemerintah India telah meluncurkan Program Ayushman Bharat, sebuah
program asuransi kesehatan yang diklaim terbesar di dunia. Program yang
dijuluki sebagai "Modicare" ini menjanjikan jaminan kesehatan untuk 500
juta warga miskin di seluruh negeri.
Julukan "Modicare" mengacu
pada nama Perdana Menteri Narendra Modi yang telah menjanjikan
perlindungan kesehatan senilai 500.000 rupee (USD6.900) kepada setiap
keluarga miskin untuk mengobati penyakit serius.
Pada peluncuran
resmi di Ranchi, ibu kota negara bagian timur Jharkhand, pada hari
Minggu, Modi mengklaim bahwa asuransi berskala besar seperti itu tidak
dilakukan di mana pun di dunia.
Menurutnya, asuransi itu akan
mengubah India menjadi pusat medis di masa depan."Sebagai langkah besar
menuju penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas dan dapat diakses
kepada orang miskin di India," katanya.
"Lebih dari 100 juta keluarga akan mendapat manfaat," ujarnya.
Program,
yang pertama kali diumumkan sebagai bagian dari anggaran tahunan di
bulan Februari, diperkirakan akan membebani pemerintah pusat dan 29
negara bagian total USD 1,6 miliar per tahun.
Pengeluaran akan
dibagi oleh pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian dengan rasio
60 sampai 40 persen di sebagian besar negara bagian dan pendanaan akan
ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan permintaan.
Pada hari
Minggu, Modi menyerahkan kartu medis pada peluncuran di Ranchi. Dia
menyebut hari peluncuran itu sebagai "hari bersejarah" bagi negara
India.
Dia mengatakan pemerintah memiliki tujuan untuk mendirikan 50.000 pusat kesehatan di seluruh negeri selama empat tahun ke depan.
"Skema
ini tidak akan memiliki rencana yang jelas atas dasar sekte atau kasta.
Tidak akan ada diskriminasi berdasarkan ras atau persaudaraan apa pun,"
kata Modi.
India selama ini hanya menghabiskan 1,5 persen dari
produk domestik bruto (PDB) untuk perawatan kesehatan dibandingkan
dengan rata-rata global sebesar enam persen.
Sistem kesehatan
masyarakat yang terbebani di negara itu diliputi oleh kekurangan rumah
sakit dan dokter dan kebanyakan orang menggunakan klinik dan rumah sakit
swasta jika mereka mampu.
Tetapi konsultasi pribadi dapat menghabiskan biaya 1.000 rupee (USD15),
jumlah yang sangat besar untuk jutaan orang yang hidup dengan
penghasilan kurang dari dua dolar per hari.
Menurut angka
perkiraan pemerintah, lebih dari 60 persen pengeluaran keluarga
rata-rata digunakan untuk obat-obatan dan perawatan kesehatan.
"Telah
ada banyak kekhawatiran mengenai sumber daya manusia, tetapi saya kira
dalam 10 hingga 15 tahun, sektor kesehatan kita akan menjadi sektor
kesehatan kelas dunia," kata Ilias Ali, seorang dokter yang bermarkas di
kota Guwahati, kepada Al Jazeera, yang dilansir Senin (24/9/2018).
Para
ahli memuji program terbaru pemerintah India tersebut, tetapi menurut
mereka program itu seharusnya termasuk perawatan kesehatan sehari-hari,
bukan hanya perawatan sekunder dan tersier yang lebih serius dan jangka
panjang.
"Modicare tidak mencakup perawatan kesehatan primer,
yang kami percaya, adalah mata rantai terlemah dalam penyediaan
kesehatan masyarakat di India," kata Rajiv Lall dan Vivek Dehejia dari
kelompok think-tank IDFC Institute dalam kolom untuk surat kabar Mint.
"Poin
krusialnya adalah perawatan primer yang tidak terawat dengan baik akan
meningkatkan beban kesehatan dan keuangan di tingkat sekunder dan
tersier," kata kelompok itu.
Andy
Chang, pemimpin Partai Nasional Hong Kong. Partainya resmi dilarang
karena menyerukan Hong Kong merdeka dari China. Foto/REUTERS/Paul
Yeung/Pool
HONG KONG
- Otoritas Hong Kong pada hari Senin (24/9/2018) secara resmi melarang
partai politik yang mempromosikan kemerdekaan wilayah itu dari China.
Larangan ini merupakan yang pertama kali sejak wilayah tersebut
diserahkan oleh Inggris kepada China pada tahun 1997.
Sekretaris
Keamanan Hong Kong John Lee mengumumkan pelarangan terhadap Partai
Nasional Hong Kong dalam pernyataan singkat yang diterbitkan dalam
dokumen pemerintah. Pengumuman muncul sepuluh hari setelah partai
mengajukan argumen yang menentang langkah otoritas setempat.
Pengumuman
Lee tidak memberikan rincian lebih lanjut. Namun biro keamanan Hong
Kong sebelumnya telah mengatakan dalam sebuah surat kepada pemimpin
Partai Nasional Hong Kong, Andy Chan, 27, bahwa partai itu harus
dibubarkan.
Lee menyatakan larangan berlaku di bawah Ordonansi
Perkumpulan Hong Kong, sebuah undang-undang era kolonial yang
mengharuskan semua kelompok dan organisasi sosial untuk mendaftar ke
polisi.
Undang-undang
itu memberi mandat bagi pemerintah untuk melarang kelompok atau pun
partai demi kepentingan keamanan nasional, ketertiban umum atau
perlindungan hak dan kebebasan orang lain.
Lee mengatakan kepada
wartawan bahwa partai partai berumur dua tahun itu siap menggunakan
semua metode untuk membentuk kemerdekaan, yang menjadi ancaman bagi
keamanan nasional dan melanggar Basic Law (Undang-Undang Dasar), konstitusi mini yang mengatur hubungan Hong Kong dengan China.
"(Partai) ini memiliki agenda yang jelas dalam membuat Hong Kong sebagai republik," kata Lee, seperti dikutip Reuters.
Lee juga mengatakan partai itu telah menyebarkan kebencian dan diskriminasi terhadap China daratan.
Pihak
berwenang tidak bisa mengesampingkan tindakan terhadap kelompok atau
partai lain, termasuk yang mempromosikan "penentuan nasib sendiri" serta
kemerdekaan penuh.
Gerakan kemerdekaan Hong Kong baru muncul
beberapa tahun ini yang mendapat reaksi keras dari otoritas setempat.
Reaksi keras itu membuat Partai Nasional Hong Kong dan pemimpinnya, Andy
Chan, menjadi terkenal.
Hong Kong sudah diatur berdasarkan
prinsip "satu negara, dua sistem". Prinsip itu memungkinkan Hong Kong
menjadi pusat keuangan global yang tingkat otonomi dan kebebasan tinggi
yang tidak dinikmati di China, termasuk sistem hukum independen serta
kebebasan berbicara dan berkumpul.
Chan kerap dikutip media lokal dan internasional dalam beberapa pekan terakhir. Pada bulan Agustus, dia berbicara di Hong Kong's Foreign Correspondent's Club, sebuah tindakan yang dikutuk oleh Kementerian Luar Negeri China dan pejabat China yang berbasis di Hong Kong.
"Saya tidak akan pernah berhenti dalam mengejar kebebasan, hak asasi manusia, kesetaraan dan martabat," kata Chan kepada Reuters sebelumnya.
Chan menolak berkomentar ketika dihubungi oleh Reuters terkait larangan partainya. Beberapa laporan media mengatakan dia mempertimbangkan untuk mengajukan banding.
Dang Thi Ngoc Thinh mencatatkan sejarah di Vietnam sebagai Presiden wanita pertama negara tersebut. Foto/Istimewa
HANOI
- Dang Thi Ngoc Thinh mencatatkan sejarah di Vietnam sebagai Presiden
wanita pertama negara tersebut. Dang Thi, yang sebelumnya menjabat
sebagai Wakil Presiden ditunjuk untuk menggantikan Tran Dai Quang, yang
meninggal dunia pada pekan lalu.
Wanita yang lahir pada tahun
1959 dan memiliki gelar sarjana hukum dan gelar master dalam pembangunan
partai ini disumpah pada hari Minggu kemarin sebagai Presiden sementara
Vietnam.
Namun, penunjukan Dang Thi ternyata tidak mendapat
sambutan positif dari kelompok pemantau dan juga aktivis perempuan dah
HAM di negara komunis tersebut.
"Saya pikir penunjukan Dang Thi
menjadi Presiden sementara secara simbolis penting, arti yang lebih luas
terbatas pada beberapa wanita yang adalah anggota Partai Komunis," kata
aktivis terkemukan Vietnam, Do Nguyen Mai Khoi.
"Namun
harus diingat, bahwa sebagai pemimpin terpilih yang tidak bertanggung
jawab kepada publik, penunjukan ini tidak mungkin memperbaiki kondisi
bagi sebagian besar wanita di Vietnam," sambungnya, seperti dilansir
Reuters pada Senin (24/9).
Sementara itu, Federasi HAM
Internasional menyatakan, penunjukan Dang Thi tidak ada kaitannya dengan
gender dan tidak berpengaruh pada posisi perempuan dalam politik di
Vietnam. Menurut badan yang berbasis di Paris itu, penunjukan Dang Thi
hanyalah urusan internal partai.
"Penunjukan seorang wanita
sebagai Presiden Vietnam mungkin bersejarah, tetapi itu lebih berkaitan
dengan politik partai internal daripada gender," kata Andrea Giorgetta,
direktur Asia untuk Federasi HAM Internasional.
"Kenyataannya
adalah, jumlah perempuan dalam posisi pengambilan keputusan di semua
tingkat politik di Vietnam masih rendah dan mencerminkan stereotip
gender yang mengakar kuat tentang peran perempuan dalam masyarakat
negara itu," ungkapnya.
Vietnam sendiri sejatinya tidak memiliki
penguasa penting dan secara resmi dipimpin oleh empat pilar, yakni
Presiden, Perdana Menteri, kepala Partai Komunis dan ketua Dewan
Nasional. Presiden di Vietnam dianggap memiliki peran yang lebih
seremonial.