Selasa, 24 Juli 2018

Mufti Yerusalem Kecam Serbuan Pemukim Israel Terhadap Kompleks Masjid Al-Aqsa


Mufti Yerusalem Kecam Serbuan Pemukim Israel Terhadap Kompleks Masjid Al-Aqsa
Grand Mufti Yerusalem, Sheikh Mohamed Hussein mengecam serbuan ribuan pemukim Israel terhadap kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur. Foto/Istimewa

YERUSALEM - Grand Mufti Yerusalem, Sheikh Mohamed Hussein mengecam serbuan ribuan pemukim Israel terhadap kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur untuk memperingati penghancuran kuil-kuil Yahudi.

Sheikh Mohamed Hussein mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa penyerbuan oleh para pemukim Israel tidak akan mengubah pola Arab-Islam di Yerusalem, khususnya di Yerusalem Timur.

"Meski demikian, jika hal ini terus berlanjut, maka upaya itu akan menyeret daerah itu ke dalam perang agama," kata Sheikh Mohamed Hussein, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (23/7).

Dia kemudian mengatakan, warga Palestina sangat berhati-hati dalam menghadapi upaya, yang menurutnya memiliki niat untuk memicu insiden baru. "Tapi orang-orang kami membela Al-Aqsa dan akan terus mempertahankan itu," ucapnya.

Sumber-sumber Palestina sebelumnya mengatakan, sekitar 1.023 pemukim memasuki kompleks suci itu pada hari Minggu. Mereka di bawah perlindungan polisi Israel secara ketat.

Kompleks Al-Aqsa, yang mencakup Dome of the Rock dan Masjid Al-Aqsha, merupakan situs suci bagi umat Islam dan Yahudi.

Yehuda Glick, anggota Knesset dari kubu sayap kanan yang berkampanye untuk akses Yahudi ke Masjid Al-Aqsa, juga terlihat di kompleks suci tersebut.

Firas al-Dibis, seorang pejabat Otoritas Wakaf Keagamaan di Yerusalem yang dikelola Yordania, mengatakan bahwa polisi Israel menyerbu kompleks suci sebelum massa pemukim tiba.

Menurut Al-Dibis, pasukan Israel menolak akses untuk Najeh Bakirat, seorang sarjana di Otoritas Wakaf. Pasukan Israel mengizinkan jamaah Muslim berada dalam Masjid Al-Aqsa setelah merebut ID (tanda pengenal) mereka. 





Credit  sindonews.com




Soal Evakuasi White Helmets, Yordania 'Lapor' ke Rusia

Soal Evakuasi White Helmets, Yordania Lapor ke Rusia
Kemlu Rusia menuturkan, dalam pembicaraan itu, Lavrov telah diberitahu oleh Safadi mengenai evakuasi kelompok White Helmets, dari Suriah ke Yordania. Foto/Reuters

MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov dilaporkan telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi untuk membahas perkembangan situasi di Suriah.

Kementerian Luar Negeri Rusia menuturkan, dalam pembicaraan yang berlangsung semalam itu, Lavrov telah diberitahu oleh Safadi mengenai evakuasi kelompok "White Helmets", beserta keluarganya dari Suriah ke Yordania.

"Safadi, khususnya melaporkan kedatangan 'The White Helmets' ke Yordania, yang kemudian akan "dikirim" ke beberapa negara barat setelah kunjungan singkat," kata Kemlu Rusia dalam sebuah pernyataan.

"Lavrov, dalam pembicaraan itu, menekankan pentingnya repatriasi pengungsi Suriah. Pembicaraan ini adalah insiaitif dari Yordania," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (23/7).

Sementara itu, Safadi melalui akun TWitterya mengkonfirmasi pembicaraan Lavrov mengenai Suriah. Dalam kicauannya Safadi mengatakan, Yordania dan Rusia sepakat untuk bekerjasama untuk mencari solusi damai di Suriah.

"Membahas situasi Suriah dengan Lavorv, Kami akan menjaga koordinasi yang kuat untuk menemukan solusi damai untuk krisis yang akan menjaga integritas Suriah dan diterima rakyatnya. Kami juga mendiskuskan situasi di selatan Suriah dan ide Rusia untuk repatriasi pengungsi," kicau Safadi. 




Credit  sindonews.com





Yaman kini terancam kelaparan


Yaman kini terancam kelaparan
Sejumlah wanita duduk di sebelah bantuan makanan dari Komite Internasional Palang Merah bagi pengungsi internal di kota pelabuhan Hodeidah, Laut Merah, Yaman, Sabtu (21/7/2018). (REUTERS/Abduljabbar Zeyad)




Beirut (CB) - Ancaman bencana kelaparan di Yaman naik 25 persen sebagai akibat dari kekurangan pangan yang parah tahun ini serta pertempuran di kota pelabuhan utama Hudaidah, kata sejumlah organisasi kemanusiaan pada Senin.

Hudaidah selama ini menjadi titik masuk penyaluran bantuan internasional bagi jutaan warga.

Ratusan orang terpaksa mengungsi akibat konflik dan banyak di antara mereka tidak bisa makan dengan teratur dan mengemis di jalanan. Sekitar 8,4 juta warga Yaman diperkirakan sudah nyaris kelaparan.

"Kami menilai negara ini telah berada di ujung tanduk dalam hal bencana kelaparan. Bencana ini bisa melanda mereka kapan saja," kata Suze van Meegen, juru bicara organisasi Norwegian Refugee Council kepada Reuters melalui sambungan telepon dari kota Sanaa.

"Kami menyaksikan kondisi memprihatinkan yang memburuk. Semakin banyak orang yang mengemis di jalanan," kata dia.

Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengatakan bahwa empat dari 10 anak (atau sebanyak 40 persen) anak di bawah umur lima tahun kini menderita kekurangan gizi akut. Mereka juga memperkirakan jumlah pengungsi telah naik menjadi 200.000 orang sejak pertempuran di Hodeida dimulai.

"Pencegahan bencana kelaparan di Yaman akan bergantung pada kemampuan WFP dan badan kemanusiaan lain untuk mendistribusikan bantuan kepada mereka yang sangat membutuhkan," kata Stephen Anderson, direktur WFP untuk Yaman.

Pada tahun lalu, PBB sempat menyatakan bahwa sejumlah wilayah di Yaman telah dilanda bencana yang mirip dengan kelaparan. Tetapi tidak semua daerah memenuhi kualifikasi bencana tersebut.

Untuk dinyatakan sebagai negara yang mengalami kelaparan, prosentasi penduduk yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri harus mencapai lebih dari 20 persen. Syarat kedua, ada sekitar 30 persen anak di bawah umur lima tahun yang menderita kekurangan gizi akut. Sementara yang terakhir, angka kematian setidaknya naik dua kali lipat.

Pertempuran di Hudaidah dimulai saat pasukan pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mulai melancarkan operasi militer di kota pelabuhan itu. Hudaidah kini menjadi ajang pertempuran terbesar dalam konflik yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang.

Perang di Yaman telah menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Sekitar 22 juta penduduk di negara itu kini bergantung pada bantuan asing.

Van Meegan mengatakan bahwa situasi di pusat kota Hudaidah kini mulai tenang. Namun, pertempuran sengit di kawasan selatan di kota itu telah menyebabkan banyak warga sipil tewas dan memaksa warga meninggalkan rumahnya.

Perang antara koalisi pasukan internasional pimpinan Arab Saudi melawan kelompok bersenjata Houthi -- yang mendapat dukungan dari Iran -- sebelumnya sempat menyebabkan pelabuhan tertutup.

Padahal, pelabuhan di Hudaidah adalah pintu masuk bagi bantuan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Pada Juni lalu, WFP berhasil mendatangkan tiga kapal berisi makanan bagi enam juta orang selama satu bulan. Anderson mengatakan bahwa kemungkinan pelabuhan Hudaidah kembali tertutup adalah "kekhawatiran utama"nya.




Credit  antaranews.com




Suriah sebut pengungsian para "white helmet" sebagai aksi kriminal


Suriah sebut pengungsian para "white helmet" sebagai aksi kriminal
Ledakan terlihat di Quneitra, sisi Suriah pada perbatasan Suriah-Israel dilihat dari wilayah pendudukan Israel, Golan Heights, Israel, Minggu (22/7/2018). (REUTERS/Ronen Zvulun)




Beirut (CB) - Pemerintah Suriah pada Senin mengecam evakuasi terhadap ratusan relawan organisasi White Helmet beserta keluarga mereka, dengan menyebutnya sebagai "aksi kejahatan" "Israel dan para bonekanya".

Para relawan dan keluarga White Helmet -- yang selama ini dikenal membantu korban perang di Suriah -- mengungsi dari Suriah menuju wilayah Dataran Tinggi Golan lalu meneruskan perjalanan sampai ke Jordania pada akhir pekan lalu.

Mereka mengungsi dari operasi militer pemerintah Suriah dan Rusia yang tengah berupaya membebaskan kawasan barat daya dari tangan gerilyawan.

Israel mengaku telah membantu evakuasi terhadap White Helmet atas permintaan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pemimpin negara lainnya. Selain itu, ada kekhawatiran terkait keselamatan para relawan.

Pemerintah Suriah selama ini menuding White Helmet, yang juga dikenal sebagai Syria Civil Defence, sebagai organisasi teroris yang menjadi boneka negara-negara Barat. Presiden Bashar al Assad bahkan mengatakan bahwa White Helment adalah bagian dari kelompok bersenjata Al Qaida di Suriah.

White Helmet adalah organisasi yang dibentuk untuk memberi bantuan penyelamatan di wilayah-wilayah gerilyawan. Para relawan lembaga ini sering menyelamatkan orang yang terjebak di bawah timbunan bangunan yang runtuh akibat pengeboman pesawat pemerintah.

Kantor berita Suriah SANA, mengutip seorang pejabat kementerian luar negeri, mengatakan bahwa evakuasi itu "menunjukkan wajah sebenarnya dari organisasi yang dikenal sebagai White Helmet", yang mereka sebut sebagai ancaman terhadap stabilitas dan keamanan karena merupakan bagian dari terorisme.

White Helmet sendiri mengatakan bahwa relawan mereka sering kali menjadi sasaran serangan pemerintah Suriah dan sekutunya selama masa perang yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.

Dalam pernyataan tertulis pada Senin, White Helmet mengatakan empat relawannya telah tewas dan puluhan lainnya terluka akibat operasi militer di wilayah barat daya Suriah. Empat bangunan milik organisasi dan sejumlah kendaraan hancur akibat pengeboman pasukan pemerintah.

"Sejak terbentuknya organisasi kami, sebanyak 251 relawan telah tewas saat bertugas," kata White Helmet.

Organisasi itu mengatakan bahwa 98 relawan laki-laki dan perempuan, serta 324 anggota keluarga mereka kini telah berada di Jordania setelah melakukan perjalanan melewati Dataran Tinggi Golan.

Sebelumnya, para relawan White Helmet masih bisa mengungsi ke Idlib di utara saat pasukan pemerintah berhasil merebut kawasan timur seperti Aleppo dan Ghouta dari tangan gerilyawan. Saat itu mereka mendapat jaminan akan selamat sampai Idlib.

Namun sekarang di wilayah barat daya Suriah, White Helmet mengatakan bahwa tidak ada jaminan jalur aman bagi relawan kemanusiaan untuk pergi ke wilayah lain di Suriah. Dengan demikian, satu-satunya pilihan adalah evakuasi lintas negara.

"Ini adalah alternatif satu-satunya bagi para relawan kami, yang jika tidak melakukannya akan berisiko kehilangan nyawa di tangan rezim Suriah dan sekutunya, Rusia," kata White Helmet.

Seorang sumber pemerintahan Jordania mengatakan bahwa para relawan akan ditempatkan di sebuah lokasi rahasia, dan akan dikirimkan untuk bermukim di Inggris, Jerman, serta Kanada dalam tiga bulan mendatang.

Sumber yang lain mengatakan jumlah awal relawan yang akan dievakuasi adalah 800 orang. Namun, hanya 422 yang selamat sampai tujuan karena terhambat pos pengamanan pemerintah Suriah dan perluasan kelompok ISIS bersenjata di wilayah yang sama.



Credit  antaranews.com


Indonesia kecam Undang-undang Tanah Yahudi


Indonesia kecam Undang-undang Tanah Yahudi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (ANTARA/Galih Pradipta) (antara)




Jakarta (CB) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam Undang-Undang Tanah Yahudi yang disahkan oleh Parlemen Israel pada 19 Juli 2018.

Pernyataan sikap pemerintah Indonesia itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah di Gedunga Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Senin.

"Saya ingin membahas tentang pernyataan mengenai Jewish Statement Law pada tanggal 19 Juli kemarin oleh parlemen Israel. Disahkannya Undang-Undang (Tanah Yahudi) tersebut telah menafikkan hak-hak warga Palestina di Israel," kata Menlu Retno.

Ada istilah "negara bangsa Yahudi" dalam Undang-Undang Tanah Yahudi yang disahkan oleh Parlemen Israel pada 19 Juli 2018.

Undang-undang itu menganggap tanah Israel sebagai tanah air historis dari orang-orang Yahudi dan bahwa hak untuk melaksanakan penentuan nasib sendiri nasional di negara Israel adalah unik untuk orang-orang Yahudi.

Undang-undang itu juga menyatakan bahasa Ibrani sebagai bahasa resmi dan menurunkan peringkat bahasa Arab hanya menjadi "status khusus".

Di bawah undang-undang tersebut, negara Israel memandang perkembangan permukiman Yahudi sebagai nilai nasional dan akan bertindak untuk mendorong dan mempromosikan pembentukan dan konsolidasi.

Terkait hal itu, pemerintah Indonesia memandang bahwa Undang-Undang Tanah Yahudi tersebut dapat mengganggu upaya penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina secara damai.

"(Undang-undang) itu mengancam upaya penyelesaian konflik berdasarkan Two State Solution (Solusi Dua Negara)," ujar Menlu Retno.




Credit  antaranews.com



Senin, 23 Juli 2018

Pejabat Filipina Klaim Sabah, Malaysia Bilang Ini


Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan PM Malaysia Mahathir Mohamad bersalaman. REUTERS
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan PM Malaysia Mahathir Mohamad bersalaman. REUTERS

CB, Kota Kinabalu – Pemerintah Malaysia mengecam pernyataan berulang salah satu penasehat Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, bahwa Sabah seharusnya menjadi negara bagian ke-13 Filipina.

Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan pernyataan seperti itu berpotensi merusak hubungan bilateral baik antara kedua negara.
“Ini kedua kalinya (Aquilino) Pimentel Jr membuat pernyataan tak berdasar terkait Sabah,” kata kementerian seperti dilansir Straits Times, Sabtu, 21 Juli 2018.
Kemenlu Malaysia melanjutkan pernyataan itu bisa mengganggu upaya-upaya memperkuat hubungan bilateral yang tidak hanya penting bagi kedua negara tapi juga bagi regional.
Kepala Daerah Sabah, M Shafie Apdal, juga mengecam pernyataan Pimentel Jr itu.

Menurut Shafie, Filipina bakal memasuki masa pemilu namun tidak bijak untuk menggunakan isu ini untuk meraup dukungan suara publik.
Suasana bawah laut di Seaventures Dive Rig, Sabah, Malaysia. Lingkungan bawah laut resor ini adalah rumah bagi lebih dari 3.000 spesies ikan dan 500 jenis karang. Mercury Press.
“Sebagai bagian dari ASEAN, kita bekerja sama sebagai mitra. Tapi mereka juga harus sensitif terhadap isu yang penting bagi kami bangsa Malaysia,” kata Shafie.
Menurut Shafie, Komisi Cobbold telah menggelar referendum dalam proses pembentukan Malaysia. Ketika itu, Sabah dan Sarawak memilih bergabung ke dalam federasi Malaysia.
Seperti diberitakan, Pimentel Jr mengatakan kepada media bahwa seharusnya ada cara yang bisa diterima dunia internasional untuk mengakui klaim Filipina atas Sabah.
Seperti diberitakan Rappler, Pimentel adalah anggota dari Komite Konsultasi bentukan Presiden Duteteuntuk menyiapkan draf konstitusi berbentuk federal. Nantinya, Filipina bakal memiliki 12 negara bagian. Sabah, menurut Pimentel, bakal menjadi negara bagian ke-13.
“Tidak hanya Sabah, tapi juga wilayah Scarborough, Benham Rise, dan Spratlys,” kata Pimentel sambil menyebut sejumlah wilayah-wilayah yang berada di wilayah sengketa Filipina dan Cina.



Credit  tempo.co




Cegah Agresi AS, China Didesak Percepat Pengembangan Nuklir


Cegah Agresi AS, China Didesak Percepat Pengembangan Nuklir
Media China mendesak Beijing untuk mempercepat pengembangan nuklir untuk mengimbangi agresi AS. Foto/Istimewa

BEIJING - China harus mempertimbangkan kembali ukuran "cukup" dari persediaan senjata nuklirnya untuk menakut-nakuti para penyerang potensial. Demikian editorial yang diturunkan media milik negara Global Times China, merujuk pada sikap agresif Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan dan masalah Taiwan.

"Salah satu pelajaran yang harus dipelajari China dari pertemuan Donald Trump-Vladimir Putin adalah Washington menghormati kekuatan militer di tempat pertama dan persediaan senjata nuklir, khususnya," begitu bunyi editorial surat kabar yang berafiliasi dengan Partai Komunis China.

Artikel ini menunjukkan bahwa persenjataan nuklir Rusia berada di belakang rasa hormat kepada AS dan mungkin satu-satunya alasan yang sebelumnya telah menghalangi keterlibatan NATO dalam konflik terbuka di Ukraina dan Suriah dengan Rusia.

"Hanya dengan melihat sikap agresif AS di Laut Cina Selatan dan masalah Taiwan, kita tahu bahwa kekuatan nuklir China 'jauh dari cukup.' Bagian dari arogansi strategis AS mungkin datang dari keunggulan nuklir absolutnya," editorial itu memperingatkan seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (22/7/2018).

Editorial itu menambahkan bahwa suatu hari nanti Washington akan mengubah arogansi ini menjadi provokasi militer yang melibatkan China.

"Dengan demikian, meningkatkan pengembangan senjata nuklir untuk menunjukkan tekad untuk membela kepentingan nasional intinya harus menjadi prioritas utama bagi negara," artikel itu menekankan.

Sementara Moskow dan Washington adalah hegemoni nuklir global dengan jumlah hulu ledak, Beijing tertinggal di belakang dua kekuatan di klub nuklir. China memiliki sekitar 270 hulu ledak dibandingkan dengan beberapa ribu hulu ledak AS dan Rusia yang kuat, menurut laporan International Peace Research Institute (SIPRI) 2017.

Beijing perlahan-lahan meningkatkan jumlah hulu ledak dan saat ini mengembangkan Dongfeng-41 (DF-41) - rudal balistik jarak jauh yang mungkin mampu menyerang target potensial di seluruh dunia. Namun, tidak jelas kapan senjata baru itu akan digunakan.

Terlepas dari perang perdagangan yang baru-baru ini terjadi antara kedua kekuatan itu, pasukan China dan AS telah lama terlibat perang dingin di perairan Laut China Selatan yang diperselisihkan, yang diklaim Beijing sebagai wilayah nasionalnya.

Terlepas dari kenyataan bahwa AS bukan merupakan salah satu negara penuntut, Washington bersikeras bahwa wilayah tersebut harus tetap perairan internasional. Washington secara rutin mengirim misi "kebebasan navigasi", yang meliputi kapal perang dan pengebom, ke wilayah itu, yang mengundang kemarahan dari Beijing.

Taiwan adalah titik panas lain dalam hubungan AS-Cina, karena pulau itu mencari otonomi yang lebih luas dan bahkan kemerdekaan dari China daratan. Washington mengakui kebijakan "Satu Cina" pemerintah China, yang menetapkan integritas negara, tetapi itu tidak menghentikannya melakukan manuver yang agak provokatif di wilayah tersebut. Dalam contoh lain, Departemen Luar Negeri AS memberi izin penjualan teknologi kapal selam ke Taiwan. 





Credit  sindonews.com




Rusia Minta AS Bebaskan Warganya yang Dituding Spionase



Sergei Lavrov
Sergei Lavrov
Foto: EPA

Maria Butina ditangkap atas tuduhan kegiatan terselubung demi kepentingan asing



CB, MOSKOW -- Pemerintah Rusia meminta Amerika Serikat (AS) membebaskan warganya, Maria Butina (29 tahun), yang ditangkap atas tuduhan melakukan spionase. Menurut Rusia, tuduhan yang dilayangkan kepada Butina palsu.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov ketika menjalin percakapan via telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Sabtu (21/7).

"Lavrov telah menunjukkan bahwa langkah Pemerintah AS, yang menangkap warga negara Rusia, Butina, yang didasarkan pada tuduhan palsu, tidak dapat diterima dan bahwa ia harus dibebaskan sesegera mungkin," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, dikutip laman kantor berita Rusia TASS. 

Butina, seorang aktivis dan anggota dewan asosiasi publik Rusia "The Right to Guns", ditangkap di Washington pada 15 Juli. Ia menghadapi tuduhan konspirasi dan melakukan kegiatan terselubung demi kepentingan asing.

Butina dituding bekerja dengan seorang pejabat Rusia dan dua warga AS yang belum teridentifikasi. Mereka diyakini berupaya menyusup ke organisasi pro-senjata di AS dan mempengaruhi kebijakan luar negeri AS terhadap Rusia.

Awal pekan ini, Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan Butina memasuki AS pada Agustus 2016. Ia datang menggunakan visa pelajar dan mengambil studi di American University. Ia menerima gelar master dalam hubungan internasional pada Mei lalu.

Selain membahas soal Butina, Lavrov dan Pompeo juga membicarakan tentang cara-cara meningkatkan hubungan bilateral dengan dasar kesetaraan serta saling menguntungkan. Itu merupakan diskusi lanjutan setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Helsinki, Finlandia, pada Senin lalu. 




Credit  republika.co.id



Rusia Tembak Jatuh Drone di atas Pangkalan Militer di Suriah


Rusia Tembak Jatuh Drone di atas Pangkalan Militer di Suriah
Rusia menyatakan, sistem pertahanan udara mereka di pangkalan udara Hmeymim telah menembak jatuh sebuah drone yang mencoba mendekati pangkalan udara itu. Foto/Istimewa

MOSKOW - Rusia menyatakan, sistem pertahanan udara mereka di pangkalan udara Hmeymim di Suriah telah menembak jatuh sebuah drone. Pesawat tanpa awak itu ditembak jatuh ketika hendak melakukan patroli di atas basis militer Rusia di Suriah.

Kepala pusat Rusia untuk rekonsiliasi Suriah, Mayor Jenderal Alexei Tsygankov menyatakan, drone yang ditembak itu diluncurkan dari wilayah yang dikuasai oleh pemberontak Suriah, di Provinsi Latakia.

"Kemarin, sarana kontrol ruang udara dari pangkalan udara Rusia Hmeymim melihat sebuah drone diluncurkan dari daerah yang dikendalikan oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal di utara provinsi Latakia," kata Tsygankov, seperti dilansir Tass pada Minggu (22/7).

"Sistem pertahanan udara kemudian menembak jatuh target ketika mendekati pangkalan udara. Tidak ada korban maupun kerusakan. Pangkalan udara Rusia Hmeymim beroperasi dalam mode terjadwal," sambungnya.

Menurut Tsygankov, pemberontak Suriah terus melanggar gencatan senjata di zona eskalasi es di Idlib. Dia menyebut, basis militer pemerintah Suriah dan daerah pemukiman yang terletak di dekat garis gencatan senjata di provinsi Latakia, Aleppo dan Hama mendapat tembakan mortir dan artileri setiap harinya.

Tsygankov menambahkan, negosiasi yang diselenggarakan oleh pusat Rusia untuk rekonsiliasi Suriah sedang berlangsung dengan para tetua  setempat dan para pemimpin pemberontak di zona de-eskalasi di barat daya Suriah.

"Sebagai hasil dari pembicaraan, tiga tank, satu senjata anti-pesawat, empat mortir, satu howitzer, empat senapan mesin kaliber besar dan sejumlah besar amunisi berbagai ukuran telah diserahkan dalam 24 jam terakhir," tukasnya.




Credit  sindonews.com


Tolak Izin Pembangunan Masjid, Walikota Prancis Didenda



Tolak Izin Pembangunan Masjid, Walikota Prancis Didenda
Ilustrasi. (REUTERS/ Dinuka Liyanawatte)


Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang walikota di Prancis didenda karena menolak memberi izin pembangunan sebuah masjid. Surat kabar Prancis, Le Parisien mengabarkan Wali Kota Mantes-la-Ville, Cyril Nauth didenda karena menolak izin konstruksi sebuah masjid pada 11 Juli lalu.

Pada Rabu (18/7), Cyril Nauth tidak saja dikenakan denda sebesar 3.000 euro (sekitar Rp50 juta), tetapi juga diberi perpanjangan satu bulan untuk memberi izin pembangunan masjid di Kota Mantes-la-Ville, sekitar 52 kilometer arah barat laut Ibu Kota Paris.

Jika sang wali kota tidak mematuhi perintah hakim Pengadilan Administrasi Versaille, maka dia akan dikenakan denda tambahan sebesar 150 euro (sekitar Ro2,5 juta) setiap hari sejak batas waktu.



Dilansir Eurasiareview, Minggu (22/7), Asosiasi Muslim Mantes Selatan, melalui ketuanya, Abdelaziz El Jaohari menyambut baik keputusan hakim Pengadilan Administrasi Versaille tersebut.

"Untuk alasan dogmatis, wali kota telah menahan prosedur yang panjang dan mahal dengan menginjak-injak hukum yang mendasar. Ribuan euro yang dihabiskan wali kota dalam prosedur ini seharusnya bisa digunakan untuk pelayanan masyarakat yang sangat dibutuhkan saat ini. Kami akan bertekad untuk menjaga koeksistensi warga dan melawan ekstremisme dari manapun mereka berasal," kata El Jaohari seperti dilansir eurasiareview.

Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 2.300 masjid di seluruh Prancis dan rencananya akan menambah 200-250 masjid lagi.



Credit  cnnindonesia.com



Presiden Xi janjikan hubungan lebih kuat dengan Afrika


Presiden Xi janjikan hubungan lebih kuat dengan Afrika
Presiden China Xi Jinping. (REUTERS/Lintao Zhang)




Dakar (CB) - Presiden China Xi Jinping berjanji memperkuat hubungan ekonomi dengan Afrika saat ia berada di Senegal untuk memulai lawatannya ke beberapa negara di benua tersebut.

Xi tiba di Senegal pada Sabtu untuk lawatan dua hari guna menandatangani perjanjian bilateral, demikian seperti dilansir Reuters.

Dari Senegal, ia juga akan mengunjungi Rwanda dan Afrika Selatan, untuk kemudian menghadiri konferensi tingkat tinggi negara-negara BRICS: Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.

Afrika merupakan benua yang sudah dibanjiri pinjaman murah dari China sebagai ganti mineral dan proyek-proyek konstruksi.

China sekarang melakukan perdagangan lebih banyak dengan Afrika daripada negara lain, dan perhatiannya yang konsisten dengan benua itu, kontras dengan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump memperlihatkan sedikit ketertarikannya dengan Afrika.

Kunjungan tersebut merupakan lawatan pertama Xi ke Afrika Barat sebagai presiden, tetapi lawatan keempat ke Afrika, katanya dalam jumpa pers bersama dengan Presiden Senegal Macky Sall setelah pertemuan ketiga mereka.

"Tiap kali saya datang ke Afrika, saya melihat dinamisme benua ini dan aspirasi rakyatnya untuk pembangunan," kata Xi. "Saya sangat percaya akan masa depan hubungan China-Afrika."

Sebelumnya Xi disambut pejabat tinggi dan ratusan orang yang mengibarkan bendera-bendera China dan Senegal serta mengenakan kemeja bergambar wajah kedua pemimpin itu.

Afrika sedang giat membangun proyek-proyek prasarana, dikelola dan dengan murah didanai China, bagian dari inisiatif "Sabuk dan Jalan" yang Xi prakarsai untuk membangun jejaring transpor menghubungkan China lewat darat dan laut ke Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tenegah, Eropa dan Afrika.

China telah menjanjikan pinjaman senilai 126 miliar dolar AS untuk rencana yang dipuji para pendukungnya sebagai sumber keuangan vital untuk dunia berkembang itu.

Di Senegal, pinjaman China digunakan untuk mendanai jalan bebas hambatan yang menghubungkan ibu kota Dakar ke Touba, kota utama keduanya, dan bagian dari kawasan industri di Semenanjung Dakar.

Duta besar China untuk Senegal Zhang Xun, seperti dikutip media lokal pada Maret, mengatakan total investasi China di negara itu mencapai 100 juta dolar tahun 2017.

"Senegal memandang positif peran China di Afrika," kata Sall dalam jumpa pers itu. "Demi sumbangannya bagi perdamaian, stabilitas dan sejajar ... untuk membiayai anggaran."

Tetapi, pengeritik mengatakan Afrika membebani dirinya dengan berhutang kepada China yang diperkirakan nilainya puluhan miliar dolar, dan benua itu akan bersusah payah mengembalikan hutangnya. Hal itu dapat membuat negara-negara Afrika tak mempunyai pilihan selain menyerahkan saham-saham dalam aset-aset strategis mereka kepada China.

Para pejabat AS telah memperingatkan bahwa sebuah pelabuhan di Djibouti, negara kecil di Tanduk Afrika, dapat mengalami nasib ini, walaupun Djibouti menolak ketakutan itu. Di negara tersebut, AS dan Prancis memiliki pangkalan militer.

Di Guinea, sementara itu, salah satu negara termiskisn di dunia, China memberikan pinjaman senilai 20 miliar dolar AS kepada pemerintah sebagai ganti untuk konsesi bijih alumunium.

Selain perdagangan dan mineral, China juga memandang Afrika sebagai sumber dukungan politik. Diplomasi China, sejak Mei tahun ini, berhasil mengajak tiap negara Afrika kecuali Swaziland untuk memutus hubungan dengan Taiwan, negeri yang dipandang Beijing sebagai provinsinya yang membangkang.




Credit  antaranews.com




Qatar Bakal Borong Sistem Senjata Rusia, untuk Apa?



Sistem prtahanan udara S-400 Triumph menggunakan radar yang dapat mendeteksi sasaran sejauh 600 km dan dilengkapi empat macam rudal yang berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 dengan jangkauan 400 km, rudal 48N6 dengan jangkauan 250 km, rudal 9M96E dan 9M96E2 dengan jangkauan 40 km dan 120 km. Vitaliy Nevar/TASS
Sistem prtahanan udara S-400 Triumph menggunakan radar yang dapat mendeteksi sasaran sejauh 600 km dan dilengkapi empat macam rudal yang berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 dengan jangkauan 400 km, rudal 48N6 dengan jangkauan 250 km, rudal 9M96E dan 9M96E2 dengan jangkauan 40 km dan 120 km. Vitaliy Nevar/TASS

CB, Moskow – Pemerintah Rusia dan Qatar sedang mendiskusikan rencana pembelian sistem anti-serangan udara S-400 kepada Doha.

Duta besar Rusia untuk Qatar, Nurmakhmad Kholov, membenarkan adanya rencana pembelian sejumlah sistem senjata Rusia oleh negara teluk itu. Ini seperti senjata kecil berupa senapan serbu Kalashnikov dan senjata anti-tank.
“Ada pembicaraan soal pembelian senjata sistem pertahanan udara S-400 dan sebagainya namun belum mencapai kesimpulan kongkrit,” kata Kholov seperti dilansir Reuters mengutip media TASS, Sabtu, 21 Juli 2018.
Rencana Qatar untuk membeli sejumlah sistem pertahanan buatan Rusia juga dilansir media Russia Today. Menurut media ini, Qatar juga menjajaki pembelian sistem peluncur granat, dan rudal anti-tank Kornet.
Pada awal tahun, Dubes Qatar untuk Rusia, Fahad bin Mohammed Al-Attiyah, mengatakan proses negosiasi pembelian senjata S-400, yang dikenal cukup akurat untuk mengejar pesawat tempur musuh, sedang berada pada tahapan maju.

Sistem rudal Kornet Anti-Tank, TOS-1 Peluncur roket, peluncur granat IGS-30 dan senapan mesin AK-103 Kalashnikov.
Qatar, menurut Fahad, menjalin kerja sama secara lebih luas dengan Rusia termasuk pelatihan pasukan dan membangun koneksi dengan jaringan intelijen.
Rencana pembelian S-400 ini mendapat tanggapan dari Arab Saudi. “Arab Saudi akan siap untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghancurkan sistem pertahanan ini termasuk lewat aksi militer,” kata Raja Salman dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, seperti dilansir media Le Monde beberapa waktu lalu.

Saudi dan Qatar sedang terlibat pertikaian politik terkait dukungan Doha terhadap Iran. Saudi dan Iran sedang berperang di Yaman dengan masing-masing mendukung pasukan Houthi dan pemerintah.
Menanggapi ini, kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan Riyadh tidak dalam posisi untuk mendikte Doha. “Pembelian perlengkapan militer merupakan keputusan terkait kedaulatan yang tidak terkait negara lain,” kata Mohammed bin Abdulrahman al-Thani seperti dilansir Al Jazeera.
Sistem rudal canggih S-400, Menurut Russia Today, dijuluki ‘Growler’ oleh NATO. Sistem rudal anti-serangan udara ini mampu melacak dan mengejar serangan pesawat jet tempur dan rudal secara bersamaan hingga jarak 250 kilometer untuk target yang bergerak lambat dan 60 km untuk rudal balistik yang memiliki kecepatan hingga 4800 meter per detik. Sistem ini merupakan upgrade dari S-300. Namun, Rusia juga memiliki sistem S-500 yang tidak dijual ke negara lain.




Credit  tempo.co



Amerika Serikat Percepat Penjualan Senjata ke Seluruh Dunia

Deretan senjata laras panjang dipajang dalam rak sebuah toko senjata di Amerika Serikat.
Deretan senjata laras panjang dipajang dalam rak sebuah toko senjata di Amerika Serikat.
Foto: notanothernewenglandsportsblog.blogspot.com

Presiden Donald Trump menilai impor senjata jadi cara menumbuhkan ekonomi AS.



CB, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) sedang berupaya mempercepat penjualan senjatanya di tingkat global. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS Letjen Charles Hooper.

Hooper mengatakan sejak awal tahun hingga saat ini, AS telah menandatangani kesepakatan penjualan senjata senilai 46,9 miliar dolar AS dengan berbagai mitranya. Bila kesepakatan terlaksana sepenuhnya, nilai penjualan senjata AS akan meningkat cukup signifikan bila dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 41,9 miliar dolar AS.

"Ekspor pertahanan baik untuk keamanan nasional kita, kebijakan luar negeri kita serta bagus untuk keamanan ekonomi kita. Dan sebagaimana pemerintah dan kepemimpinan kami katakan, keamanan ekonomi adalah keamanan nasional," kata Hooper ketika berbicara di British Famborough International Airshow, seperti dikutip laman Newsweek.

Hooper menilai, dengan potensi perang dagang yang tengah dihadapi AS, industri pertahanan mungkin akan mengalami tekanan pada tahun-tahun mendatang. Namun ia mengaku tak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.

"Saya telah berbicara dengan banyak mitra kami dari seluruh dunia dan banyak dari mereka tetap yakin bahwa solusi AS untuk masalah keamanan mereka adalah solusi yang mereka cari dan solusi terbaik untuk masalah mereka," kata Hooper.

Presiden AS Donald Trump memang tengah mendorong industri pertahanan AS agar menjual lebih banyak senjata ke berbagai negara. Menurut Trump, hal itu merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan perekonomian AS.

The Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), pada Maret lalu, merilis data tentang ekspor-impor persenjataan secara global dalam kurun lima tahun terakhir, yakni antara 2013 hingga 2017. Data tersebut menunjukkan Timur Tengah menjadi pasar utama penjualan senjata oleh AS dan Eropa. 

SIPRI mengatakan, transfer global sistem persenjataan utama antara 2013 hingga 2017 meningkat sebesar 10 persen dibandingkan periode lima tahun sebelumnya. Di antara dua periode yang telah dicatat Sipri, AS sebagai salah satu eksportir senjata terbesar di dunia, meningkatkan penjualannya sebesar 25 persen.

Berdasarkan data SIPRI, senjata-senjata produksi AS telah dikirim ke 98 negara. Namun sebagian besar pasokan senjatanya dikirim ke Timur Tengah yang masih dibekap konflik. Sipri mengatakan Timur Tengah menyumbang 32 persen impor senjata secara global.

Antara 2013 hingga 2017, impor senjata ke Timur Tengah telah naik berlipat ganda. Selain AS, Inggris dan Prancis juga menjadi pemasok persenjataan ke wilayah tersebut. Adapun negara yang menjadi pelanggan utama ketiga negara tadi adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir. 





Credit  republika.co.id




Cina Bangun Armada Kapal Selam Nirawak, Incar Kapal Amerika



Pemerintah Cina membangun armada kapal selam nirawak dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk mengimbangi pergerakan pasukan AS di Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik Barat. SCMP
Pemerintah Cina membangun armada kapal selam nirawak dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk mengimbangi pergerakan pasukan AS di Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik Barat. SCMP

CB, Beijing – Militer Cina mengembangkan kapal selam cerdas nirawak, yang bakal diluncurkan pada awal 2020. Kapal selam yang dibuat dengan biaya relatif lebih murah dibandingkan kapal selam konvensional berawak ini diproyeksikan untuk melakukan serangkaian misi.

“Misinya seperti melakukan pengintaian musuh, pemasangan ranjau hingga melakukan serangan kamikaze terhadap kapal musuh,” begitu diansir media SCMP mengutip sejumlah ilmuwan yang merancang sistem kecerdasan buatan untuk kapal selam ini, Ahad, 22 Juli 2018.
Kapal selam nirawak ini tidak ditujukan untuk menggantikan sepenuhnya keberadaan kapal selam berawak. Rencananya, kapal selam ini ditujukan untuk mengimbangi pergerakan angkatan laut Barat seperti Amerika Serikat di kawasan laut strategis seperti Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik Barat.
Cina telah membangun pusat pengetesan terbesar di dunia untuk kapal drone di Kota Zhuhai, Guangdong. Pemerintah juga membangun sistem pendukung berbasis Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence, untuk para komandan kapal selam.
“System ini dibangun untuk membantu para kapten kapal membuat keputusan akurat secepat mungkin dalam situasi tempur,” begitu dilansir SCMP.
Sistem kapal selam nirawak ini dirancang untuk menjadi bagian terintegrasi dengan sistem persenjataan militer otonom atau berawak baik di darat, udara, laut dan luar angkasa untuk mencapai target yang diinginkan.

Kapal selam nirawak cerdas ini tidak dikendalikan oleh operator di dalamnya. Kapal-kapal selam ini keluar pangkalan untuk melakukan tugasnya lalu kembali ke pangkalan. Kapal ini bisa melakukan kontak dengan komandan di pangkalan untuk mengupdate informasi.
“Tapi didesain sepenuhnya untuk menyelesaikan misi tanpa intervensi manusia,” kata ilmuwan yang tidak disebutkan namanya kepada SCMP.
Cina saat ini memiliki versi awal kapal selam nirawak yang relatif berukuran kecil. Proses peluncuran dan kembalinya kapal selam ke pangkalan masih membutuhkan bantuan kapal yang lebih besar. Daya jangkau dan daya angkutnya juga relatif minim.
Versi generasi kedua yang sedang dibangun ini berukuran jauh lebih besar dibandingkan versi awal. Kapal selam cerdas nirawak lanjutan ini mampu membawa berbagai perlengkapan serius untuk kegiatan pemantauan, rudal dan torpedo. Sumber energinya berasal dari mesin diesel atau jenis energi lain yang bisa menyuplai energi hingga berbulan-bulan.
Kapal selam nirawak cerdas generasi kedua ini bakal bisa bergerak secara dinamis menyesuaikan dengan kondisi laut yang kompleks, menghindari deteksi radar musuh, berubah arah, dan mampu membedakan kapal militer dengan sipil secara otomatis, hingga mencapai posisi yang diperintahkan.
Seperti diberitakan Reuters, Komando Pasifik AS kerap melakukan latihan di Cina Selatan dengan menggunakan berbagai jenis kapal tempur sejak tahun lalu. Ini dilakukan untuk menantang klaim sepihak Cina atas wilayah laut luas, yang bernilai ekonomi dan strategis ini. 






Credit  tempo.co






CIA Sebut Cina Gelar Perang Dingin terhadap AS, seperti Apa?


Presiden AS Donald Trump dan istrinya  Melania mengunjungi Forbidden City didampingi Presiden Cina, Xi Jinping serta istrinya Peng Liyuan di Beijing, Cina, 8 November, 2017. REUTERS/Jonathan Ernst
Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania mengunjungi Forbidden City didampingi Presiden Cina, Xi Jinping serta istrinya Peng Liyuan di Beijing, Cina, 8 November, 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

CB, Colorado – Badan Intelijen Amerika Serikat mengatakan tujuan dari operasi pengaruh Cina di seluruh dunia adalah menggantikan AS sebagai negara adidaya terdepan atau ‘leading superpower’.
 
Deputi Asisten Direktur Pusat Misi Asia Timur CIA, Michael Collins, mengatakan Presiden Cina, Xi Jinping, dan pemerintahannya melakukan ‘perang dingin’ terhadap AS.
“Menggunakan apa yang mereka katakan sendiri dan apa yang Xi katakan, saya ingin menyatakan secara definisi apa yang mereka lakukan terhadap kita adalah bentuk perang dingin,” kata Collins saat berbicara di Aspen Security Forum dalam sesi kemunculan Cina seperti dilansir Sabtu, 21 Juli 2018.
Collins melanjutkan,”Perang dingin ini tidak seperti yang terjadi pada Perang Dingin sebelumnya tapi secara definisi ini adalah perang dingin.”
Menurut Collins, Cina melakukan ini dengan cara memanfaatkan berbagai sarana kekuatannya baik secara terbuka atau tersembunyi, publik dan privat, ekonomi dan militer, untuk melemahkan posisi negara pesaing tanpa meski terjadi konflik terbuka. “Cina tidak ingin terjadi konflik,” kata Collins.
Pernyataan Collins ini senada dengan pernyataan Direktur FBI, Christopher Wray, dan Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats, yang menunjuk Cina merupakan bahaya nyata terhadap kepentingan AS saat ini.
“Pada akhirnya, mereka ingin setiap negara di dunia mendukung kepentingan Cina,” kata Collins. Dia mengacu kepada pernyataan Xi , yang dicantumkan dalam konstitusi Cina, bahwa negara Tirai Bambu itu menjadi tantangan global terbesar yang dihadapi AS saat ini.
 
Menurut Collins, Cina berkompetisi dengan jauh melebihi dengan apa yang dapat dilakukan Rusia. “Saya pikir, dari perspektif kontra-intelijen, Cina mewakili ancaman terbesar, paling menantang dan signifikan terhadap AS sebagai negara.”
Saat ini, seperti dilansir Reuters, AS dan Cina terlibat perang dagang, yang terjadi sejak awal Juli 2018. Cina membalas pengenaan tarif 10 – 25 persen atas barang impor dari AS senilai sekitar US$34 miliar atau sekitar Rp487 triliun.
Menurut Collins,”Ini merupakan upaya menyeluruh Cina sebagai sebuah negara. Ini berupa spionase ekonomi dan spionase tradisional. Ini berupa agen intelijen tradisional dan nontradisional. Ini berupa sumber daya orang dan teknologi siber.”
Menurut Collins, pemerintah AS harus menetapkan Cina sebagai kompetitor atau musuh dalam konteks pencurian rahasia bisnis dan penelitian akademis. “Ini adalah garis batas,” kata dia.







Credit  tempo.co





Inggris Isyaratkan Akan Kirim Kapal Induk ke Laut China Selatan



Inggris Isyaratkan Akan Kirim Kapal Induk ke Laut China Selatan
Kapal induk HMS Queen Elizabeth milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Foto/REUTERS

GLASGOW - Militer Kerajaan Inggris mengisyaratkan akan mengirim kapal induk HMS Queen Elizebth ke Laut China Selatan. Hal telah dibahas dengan militer Australia di saat pengaruh militerisasi China di kawasan sengketa itu terus menguat.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop telah mendiskusikan operasi angkatan laut bersama di wilayah Pasifik bersama Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson, Jumat kemarin.

Williamson dan Payne mengunjungi galangan kapal BAE Systems di Clyde di Glasgow untuk meninjau kapal fregat Type 26 terbaru yang dibeli Australia bulan lalu dalam kesepakatan senilai 20 miliar poundsterling. Mereka juga menyambangi pangkalan kapal selam nuklir Inggris di Faslane.

Dalam konferensi pers bersama di Edinburgh, termasuk dengan Menteri Luar Negeri Inggris yang baru, Jeremy Hunt, Bishop mengatakan telah terjadi perubahan yang jelas dalam hubungan kekuatan besar yang telah memicu tingkat volatilitas global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tak ada yang menyinggung militerisasi China di pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan dalam konferensi pers tersebut. Namun, Bishop membahas soal tantangan terhadap "norma dan konvensi" internasional di kawasan Pasifik.

Sedangkan Payne mengatakan ada ancaman yang jelas terhadap "kawasan internasional berbasis aturan".

Keempat menteri itu menyatakan, ancaman yang ada telah membenarkan kerja sama pertahanan dan keamanan yang lebih besar antara Inggris dan Australia, yang didukung oleh peningkatan pos-pos diplomatik Inggris di negara-negara Pasifik selatan seperti Tonga dan Vanuatu.

"Pada titik kritis dalam urusan dunia, kami merasa sangat penting bagi negara-negara yang berpikiran sama untuk bergabung bersama untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas," kata Bishop, dikutip The Guardian, Sabtu (21/7/2018).

"Kami tidak dapat lebih senang bahwa Inggris akan mengambil peran yang semakin meningkat di Indo-Pasifik," katanya lagi.

Mengacu pada meningkatnya ancaman dari kapal selam di Pasifik, yang dioperasikan oleh negara yang tak disebutkan namanya, Williamson menyoroti keputusan Australia untuk membeli sembilan kapal fregat Type 26, yang tengah dibangun oleh BAE di Adelaide, dan diganti namanya oleh Angkatan Laut Australia sebagai kapal Hunter-class.

"Kami sudah mulai melihat perubahan langkah dalam hubungan kami," katanya.

“Untuk pertama kalinya sejak 2013, Inggris telah mengerahkan kapal ke wilayah Pasifik. Kami memiliki tiga tahun ini, dan ini bukan sesuatu yang ingin kami lihat sebagai kilat, tetapi sebenarnya komitmen untuk wilayah yang terus maju selama beberapa tahun mendatang," lanjut Williamson.

“Kami sangat berharap dan akan bekerja sama dalam menyebarkan HMS Queen Elizabeth ke Pasifik dan mudah-mudahan berlayar berdampingan dengan kapal-kapal Australia," ujarnya. 


"Dan kami ingin memastikan bahwa semua orang di seluruh dunia memahami bahwa kedua negara besar ini adalah sekutu terbesar," imbuh dia.



Credit  sindonews.com




Indonesia-Timor Leste Bahas Pengelolaan Ekosistem Perairan



Indonesia-Timor Leste Bahas Pengelolaan Ekosistem Perairan
uliadi, Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Indonesia, Cesar J. Dacruz, Sekretaris Jenderal Timor LEste Ministry of Agriculture and Fisheries, dan Stephen Rudgard, Kepala FAO di Indonesia. (Dok. Harriansyah/FAO Indonesia)


Jakarta, CB -- Indonesia dan Timor Leste menggelar pertemuan untuk membahas pengelolaan ekosistem perairan kedua negara, pekan lalu. Pertemuan tiga hari di Jakarta meluncurkan proyek baru yang dibiayai oleh Global Environment Facility (GEF) tentang "Mengaktifkan Kerjasama Lintas Batas untuk Pengelolaan Ekosistem Laut Indonesia", (ISLME) bekerja sama dengan Badan Pangan dan Pertanian (FAO) digelar pada 17-19 Juli 2018.

Kedua pemerintah berkolaborasi untuk memastikan konservasi dan pengelolaan sumber daya and ekosistem kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Hal ini penting guna memastikan produktivitas perairan terhadap keamanan pangan dan mata pencaharian yang lebih baik bagi masyarakat lokal. Terutama yang menggantungkan aktivitas ekonomi mereka pada sektor perikanan di perairan kedua negara.

Dilansir FAO, ISLME mencakup total 2,13 juta kilometer persegi. Lus tersebut meliputi 98 persen perairan teritorial di Indonesia, dan sekitar dua persen terletak di perairan wilayah Timor Leste.





Sekitar 185 juta orang tinggal di wilayah ISLME, dan mereka sangat bergantung pada industri pesisir dan laut termasuk perikanan, budidaya air, produksi minyak dan gas, transportasi, dan pariwisata.

Proyek tersebut menyatukan pemerintah Indonesia dan Timor Leste serta dan berbagai organisasi di tingkat nasional, regional dan internasional dalam mengatasi masalah lintas batas yang rumit terkait dengan pengelolaan ekosistem dan sumber daya kelautan. Termasuk pengembangan pendekatan ekosistem untuk budidaya Perikanan dan perlindungan sumberdaya perairan.

"Pertemuan dan agenda regional ini telah menjadi peluang penting bagi para pemangku kepentingan untuk belajar lebih banyak tentang aktifitas yang didukung oleh proyek, berbagi pengalaman, wawasan serta praktik dan pembelajaran terbaik," kata Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Stephen Rudgard.


Pertemuan pertama Komite Pengarah Regional, mengesahkan rencana kerja untuk tahun pertama. GEF memberikan sokongan dana sebesar US $4 juta (sekitar Rp57,9 miliar) untuk mendukung pencapaian target nasional kedua negara selama periode empat tahun.

Di Indonesia, dua Kementerian yang terlibat yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan bahwa proyek kerjasama ini akan sejalan dengan prioritas nasional seperti pengurangan praktek penangkapan ikan ilegal yang tidak dilaporkan (IUU) serta mengatasi kerusakan sumberdaya Perairan lainnya.

Proyek ini akan mengutamakan kolaborasi untuk melindungi dan memperkaya keanekaragaman hayati secara regional dan global dalam agar kawasan kekayaan hayati kedua negara tetap lestari dan makin baik untuk generasi sekarang maupun untuk generasi mendatang.



Credit  cnnindonesia.com




Sebut Suriname Negara Gagal, Menlu Belanda Dikecam



Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok. Reuters
Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok. Reuters

CB, Paramaribo – Pemerintah Suriname mengajukan nota protes diplomatik terhadap Belanda terkait pernyataan Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok, yang menyatakan Suriname sebagai ‘negara gagal’ terkait keberagaman etnisnya.

Blok, yang merupakan anggota partai konservatif VVD pendukung Perdana Menteri Mark Rutte, menghadapi badai kecaman atas pernyataannya, yang dibuat dalam sebuah pertemuan tertutup di Hague pada 10 Juli 2018.
Rekaman pernyataan ini, seperti dilansir Al Jazeera, diperoleh stasiun televisi Zembla, yang fokus pada kegiatan jurnalisme investigasi.
“Tuduhan kasar melawan perdamaian dan stabilitas di Republik Suriname diarahkan untuk menggambarkan Suriname dan populasinya secara negatif,” kata kementerian Luar Negeri Suriname dalam pernyataan pers, seperti dilansir Reuters.
Pemerintah Suriname telah memanggil pejabat perwakilan Belanda, Jaap Frederiks, untuk menyampaikan nota protes itu. “Belanda berupaya mengisolasi Suriname dengan kemungkinan agenda melakukan rekolonialisasi,” begitu pernyataan kementerian Luar Negeri Suriname.
 
Suriname, yang terletak di Amerika Selatan, merupakan bekas jajahan Beanda dan menjadi merdeka pada 1975. Negara ini memiliki beberapa etnis seperti warga asli, Jawa dari Indonesia, Afrika, dan Belanda.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte dari partai VVD melambaikan tangan setelah memberikan suara dalam pemilihan umum di Den Haag, Belanda, 15 Maret 2017. Hasil pemilu Belanda dipandang sebagai barometer bagi masa depan populisme di Eropa. REUTERS/Michael Kooren
Blok membuat pernyataan kontroversial itu saat menghadiri pertemuan karyawan asal Belanda yang bekerja di sejumlah organisasi internasional. “Suriname merupakan negara gagal karena terkait dengan komposisi etnisnya,” kata dia saat itu.
Sejumlah politikus dari beberapa partai di Belanda, termasuk dari partai pemerintah, menuntut Blok untuk menjelaskan pernyataannya itu.
Menurut Al Jazeera, Blok dan audiens sempat melakukan tanya jawab dalam acara tertutup itu.
“Beri saya contoh masyarakat multietnis atau multikultur, yang populasi aslinya masih hidup dengan baik. Dan ada hubungan damai antar-komunitas. Saya tidak tahu ada yang seperti itu,” kata Blok.
Salah satu audiens menyebut Suriname tapi Blok tidak setuju. “Suriname damai? Sebuah negara yang berdasarkan hukum dan demokrasi? Ini pernyataan yang berani. Jadi partai di Suriname tidak terbelah oleh etnisitasnya?” kata Blok.
Dia lalu melanjutkan,”Saya mengagumi optimisme Anda. Suriname merupakan negara gagal dan itu terutama karena disebabkan divisi etnisnya,” kata dia.
Salah satu audiens lalu menyebut nama Singapura. Blok menjawab,”Singapura merupakan negara yang kecil – mini, sangat selektif dalam memilih imigrannya. Sangat selektif,” kata Blok.
“Sangat sulit untuk bisa masuk. Mereka tidak mengizinkan imigran miskin masuk ke sana. Ya, mungkin untuk kegiatan bersih-bersih bisa,” kata dia.
Lewat akun Twitter, Blok mengaku bahasa yang digunakannya terlalu keras dan menyesal telah menyinggung perasaan.
Kepada televisi Zembla, Blok mengatakan tujuan pernyataannya adalah menstimulasi pertukaran ide dan mendengarkan partisipan menceritakan pengalamannya.
“Kontribusi saya selama sesi tanya dan jawab dalam pertemuan itu adalah memancing reaksi dari audiens. Selama pertemuan tertutup, saya menggunakan ilustrasi yang bisa terlihat tidak cocok jika dilakukan dalam debat publik," kata menlu Belanda ini.





Credit  tempo.co




Ribuan Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa


Ribuan Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Massa pemukim Israel berdatangan ke kompleks Al-Aqsa yang mencakup Dome of the Rock dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Minggu (22/7/2018). Foto/Anadolu

YERUSALEM - Ribuan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur untuk memperingati penghancuran kuil-kuil Yahudi. Momen berkabung bagi warga Yahudi itu dikenal di Israel dengan sebutan Tisha B'av.

Sumber-sumber Palestina mengatakan, sekitar 1.023 pemukim memasuki kompleks suci itu pada hari Minggu. Mereka di bawah perlindungan polisi Israel secara ketat.

Kompleks Al-Aqsa, yang mencakup Dome of the Rock dan Masjid Al-Aqsha, merupakan situs suci bagi umat Islam dan Yahudi.

Yehuda Glick, anggota Knesset (Parlemen) Israel dari kubu sayap kanan yang berkampanye untuk akses Yahudi ke Masjid Al-Aqsa, juga terlihat di kompleks suci tersebut.

Firas al-Dibis, seorang pejabat Otoritas Wakaf Keagamaan di Yerusalem yang dikelola Yordania,  mengatakan kepada Anadolu bahwa polisi Israel menyerbu kompleks suci sebelum massa pemukim tiba.

Menurut Al-Dibis, pasukan Israel menolak akses untuk Najeh Bakirat, seorang sarjana di Otoritas Wakaf. Pasukan Israel mengizinkan jamaah Muslim berada dalam Masjid Al-Aqsa setelah merebut ID (tanda pengenal) mereka.

Media lokal, Shebab News, melaporkan, seorang bocah Palestina ditangkap setelah mengibarkan bendera Palestina di kompleks suci itu.

"Tentara Israel bergegas untuk menangkap bocah Palestina hanya karena menaikkan bendera Palestina di halaman Masjid Al-Aqsa," tulis media tersebut.

"Ini adalah definisi paling jelas dari kolonialisme, di mana Israel mencoba untuk menghilangkan identitas budaya dan agama dari orang-orang Palestina."

Koresponden Al-Jazeera, Mohammed Jamjoom menambahkan, ketegangan di kompleks suci itu mulai memanas dan berpotensi berubah menjadi lebih buruk.

"Para jamaah Muslim Palestina menganggap ini selalu sebagai provokasi," kata Jamjoom, yang dilansir Senin (23/7/2018).

"Ini bukan hal baru bahwa ada flare-up terjadi di kawasan itu," ujarnya. "Tetapi pada hari-hari seperti hari ini-hari libur untuk memperingati banyak bencana dalam sejarah Yahudi-Anda akan melihat lebih banyak pemukim yang ingin mengakses kompleks itu."

Pada Sabtu malam, ratusan pemukim mengorganisir pawai di dalam tembok Kota Tua dan di gerbang kompleks Al-Aqsa. Mereka berdoa, menari dan meneriakkan slogan anti-Arab dan anti-Muslim. 

Yerusalem Timur, lokasi Masjid Al-Aqsa berdiri, merupakan wilayah yang masih diduduki Israel. Palestina mendambakan kota ini sebagai ibu kota masa depan mereka.




Credit  sindonews.com




Israel Evakuasi 800 Anggota White Helmets ke Yordania


Sukarelawan White Helmets mencari korban setelah ledakan di Idlib, Suriah, April lalu.
Sukarelawan White Helmets mencari korban setelah ledakan di Idlib, Suriah, April lalu.
Foto: EPA/Mohammed Badra

Evakuasi dilakukan atas permintaan Amerika Serikat.



CB, YERUSALEM -- Sekitar 800 anggota kelompok pertahanan sipil Suriah, White Helmets dan keluarga mereka dievakuasi melalui Israel ke Yordania pada Ahad (22/7). Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengaku telah menyelesaikan upaya kemanusiaan untuk menyelamatkan anggota White Helmets dan keluarga mereka karena ancaman langsung terhadap kehidupan mereka.


Dikatakan, bahwa mereka dipindahkan ke negara tetangga yang masih belum teridentifikasi. Evakuasi dilakukan atas permintaan Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

Media Israel mengidentifikasi orang-orang Suriah sebagai anggota organisasi White Helmets. Secara resmi disebut Pertahanan Sipil Suriah tetapi dikenal dengan White Helmets. Kelompok itu telah mengoperasikan layanan penyelamatan di wilayah Suriah yang dikuasai pemberontak.

Kantor berita resmi Yordania, Petra melaporkan kerajaan memberi wewenang kepada PBB untuk mengatur perjalanan sekitar 800 warga Suriah melalui Yordania untuk pemukiman kembali di negara-negara Barat. Juru bicara Kerajaan Mohammad al Kayed menyebutkan kerajaan  menyetujui permintaan Inggris, Jerman, dan Kanada untuk memberi para pekerja White Helmets suaka sementara sebelum bermukim di Barat.

White Helmets diidentifikasi oleh media Yordan sebagai pekerja pertahanan sipil yang melarikan diri dari wilayah yang dikendalikan oposisi Suriah setelah serangan  oleh tentara Suriah. Petra mengatakan, anggota White Helmets akan tetap berada di daerah tertutup di Yordania dan Inggris.


Jerman dan Kanada setuju untuk memukimkan mereka kembali dalam waktu tiga bulan. Militer Suriah, yang didukung oleh kampanye udara Rusia, telah menuju ke tepi provinsi Quneitra. Ini menyusul serangan bulan lalu yang mengusir para pemberontak di provinsi Deraa yang dulunya didukung oleh negara-negara bagian Washington, Yordania dan Teluk.

Serangan itu telah memulihkan kontrol pemerintah Suriah atas daerah Barat Daya. Ini merupakan wilayah yang strategis di perbatasan dengan Yordania dan Israel.




Credit  republika.co.id