Jakarta, CB -- Iranmenyebut bahwa tuduhan Israelsoal adanya program nuklir di Teheran adalah konyol dan kekanak-kanakan.
"Apa
yang ditunjukkan Netanyahu adalah permainan kekanak-kanakan dan
konyol...yang ditujukan untuk memengaruhi keputusan Trump atas
kesepakatan nuklir Iran pada 12 Mei mendatang," jelas Abbas Araqchi,
Menteri Luar Negeri Iran, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Iran,
Tasnin, Senin (30/4).
Pada 12 Mei mendatang, Amerika Serikat
akan menentukan apakah akan melanjutkan sanksi ekonomi kepada Teheran
atau tidak. Keputusan ini akan menjadi pukulan berat bagi pakta yang
terbentuk pada 2015 antara Iran dan enam negara. Lima negara pemegang
hak veto PBB, AS, China, Perancis, Rusia, Inggris, serta satu lainnya
adalah Jerman.
Sementara itu Jerman menyerukan pesimismenya bahwa Teheran telah
mengurangi program nuklir di negaranya. Jerman menyebut akan memberikan
analisis yang rinci berdasarkan informasi Israel terkait aktivitas
nuklir Iran.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benyamin
Netanyahu menyebut akan mengirim ahli untuk membicarakan aktivitas
nuklir Iran ke Jerman dan Perancis. Netanyahu juga sudah berbicara pada
Presiden Rusia terkait temuannya ini.
Sementara itu, di hari
yang sama, Presiden Trump dan Presiden Perancis, Emmanuel Macron
membicarakan terkait kondisi di Siria dan Iran dalam pertemuan di Gedung
Putih, AS.
Dokumentasi Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano, bersama Menteri Nuklir Iran, Ali Akbar Salehi. (IRNA)
... bukan tugas IAEA untuk membahas terbuka masalah terkait dengan keterangan semacam itu...
Wina, Austria (CB) - Badan Pengawas Energi Atom PBB (IAEA),
Selasa, menolak secara langsung menangani tuduhan Perdana Menteri
Israel, Benjamin Netanyahu, bahwa Iran melanggar kesepakatan nuklir
bersejarah dengan kekuatan besar.
Netanyahu, Senin, meningkatkan tekanan pada Amerika Serikat untuk keluar
dari kesepakatan pada 2015, dengan menyajikan yang disebut dia sebagai
bukti kegiatan rahasia senjata nuklir Iran.
Iran diketahui memiliki rencana persenjataan hingga 2003, yang pengulas
dan diplomat katakan Netanyahu tampaknya mendaur ulang tuduhan lama.
"Sejalan dengan aturan IAEA, IAEA menilai semua keterangan terkait
perlindungan tersedia untuk itu," kata juru bicara Badan Tenaga Atom
Dunia, yang mengawasi kesepakatan tersebut.
"Namun, bukan tugas IAEA untuk membahas terbuka masalah terkait dengan keterangan semacam itu," katanya.
Dalam laporan yang dikeluarkan pada Desember 2015, sesaat sebelum
kesepakatan itu berlaku, IAEA menyatakan berbagai kegiatan terkait
pengembangan perangkat peledak nuklir yang dilakukan di Iran sebelum
akhir 2003 sebagai upaya tergalang.
Kegiatan tersebut berlanjut sesudah 2003, meskipun dalam jumlah lebih
sedikit secara tergalang, dan tidak ada tanda sahih apa pun hingga lewat
2009, kata IAEA pada saat itu.
Pernyataan juru bicara itu, Selasa, menegaskan kembali temuan laporan pada 2015 itu.
Berdasarkan atas kesepakatannya pada 2015 dengan kekuatan dunia, Iran
menahan pengayaan uraniumnya untuk bahan bakar nuklir guna menghilangkan
kekhawatiran akan mengembangkan bahan bom dan Teheran mendapatkan
imbalan pengurangan sebagian besar hukuman antarbangsa.
IAEA berulang kali melaporkan Iran mematuhi persyaratan kesepakatan itu.
Fasilitas pengayaan uranium di Isfahan,
Iran. Pengolahan urania di fasilitas ini dicurigai menjadi bagian
program rahasia pengembangan senjata nuklir. (wikipedia.org)
Ankara (CB) - Iran memiliki kapabilitas teknik untuk
mengayakan uranium ke tingkat lebih tinggi dari pada yang bisa dibuat
Iran sebelum kesepakatan nuklir dicapai demi menghentikan program nulir
Iran, lapor televisi Iran mengutip kepala Organisasi Energi Atom Iran,
Ali Akbar Salehi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberi tenggat waktu sampai
12 Mei kepada negara-negara Eropa yang menandatangani perjanjian nuklir
Iran itu untuk mengatasi cacat pada perjanjian itu. Jika tenggat waktu
itu dilewati maka AS akan memperpanjang sanksi kepada Iran.
Salehi memperingatkan Trump untuk tidak melakukan hal itu.
"Iran tidak sedang membual. Secara teknis kami sepenuhnya siap
memperkaya uranium pada tingkat lebih tinggi ketimbang yang kami
produksi sebelum kesepakatan nuklir dicapai. Saya harap Trump
menyadarinya dan mematuhi kesepakatan itu," kata Salehi.
Di bawah kesepakatan yang mengantarkan pencabutan sanksi internasional
kepada Iran pada 2016, tingkat pengayaan Uranium Iran masih sekitar 3,6
persen.
Iran menghentikan produksi 20 persen Uranium diperkaya dan telah
menyerahkan sebagian besar cadangan uraniumnya sebagai bagian dari
kesepakatan dengan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, China dan
Rusia.
Uranium dimurnikan sampai 20 persen dari biasanya 5 persen untuk
menggerakkan pembangkit listrik tenaga nuklir. Sedangkan untuk dibuat
bom nuklir dibutuhkan pemurnian 80 sampai 90 persen.
Iran sudah menolak kemungkinan menegosiasikan program peluru kendali
balistik dan aktivitas nuklirnya sampai 2025 serta peran
internasionalnya di Timur Tengah, seperti diminta Trump.
Inggris, Prancis dan Jerman sudah menyatakan dukungan kepada perjanjian
itu yang disebut mereka sebagai pilihan terbaik dalam menghentikan
program senjata nuklir Iran. Tetapi ketiga negara menyeru Iran untuk
membatasi pengaruh regionalnya dan menghentikan program peluru
kendalinya, demikian Reuters.
Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu presentasi slide dan video yang
diklaim sebagai program bom nuklir yang dimiliki Iran. Presentasi
dilakukan di Kantor Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv, Senin
(30/4/2018). Foto/Russia Today
TEL AVIV
- Dokumen arsip program pembuatan bom nuklir Iran yang dibeberkan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah hasil kerja Mossad.
Mata-mata dari badan intelijen Israel itu menemukan lokasi gedung
rahasia gudang yang digunakan untuk menyimpan file senjata nuklir Iran
dan mencurinya.
Dalam aksinya, mata-mata Mossad mengambil setengah ton dokumen dan berhasil menyelundupkannya ke Israel. Menurut laporan The New York Times, aksi pencurian dan penyelundupan arsip senjata nuklir itu dilakukan Mossad pada malam yang sama.
Seorang
pejabat senior Israel, yang berbicara dalam kondisi anonim karena
membahasa misi rahasia, mengatakan kepada media Amerika Serikat (AS)
tersebut bahwa aksi mata-mata Israel itu berlangsung pada Januari 2016.
Sejak kebobolan, bangunaan itu diawasi.
Pejabat
tersebut mengatakan, dokumen yang dicuri mata-mata Mossad otentik.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kata dia, telah diberitahu
tentang operasi itu oleh kepala Mossad, Yossi Cohen, pada kunjungan ke
Washington.
PM Netanyahu mengatakan bahwa arsip setengah ton dari
program senjata nuklir Iran diperoleh oleh Israel dalam "pencapaian
intelijen yang hebat". Dia, seperti dikutip Reuters, Selasa (1/5/2018), mengklaim bahwa file-file
berisi bukti yang memberatkan bahwa Iran telah bekerja untuk
mengembangkan bom nuklir sebagai bagian dari program yang disebut
"Project Amad".
Netanyahu
menggambarkan arsip-arsip itu sebelumnya disimpan di sebuah bangunan
yang tampak seperti "gudang bobrok" di Distrik Shorabad, selatan
Teheran.
"Di sinilah mereka menyimpan arsip atom. Di sini.
Beberapa orang Iran tahu di mana letaknya, sangat sedikit, dan juga
beberapa orang Israel," ujar Netanyahu.
“Sekarang, dari luar, ini
adalah senyawa yang terlihat tak berharga. Kelihatannya seperti gudang
yang bobrok. Tapi dari dalam, itu berisi arsip atom rahasia Iran yang
dikunci dalam file-file besar," ujar Netanyahu.
Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu presentasi slide dan video yang
diklaim sebagai program bom nuklir yang dimiliki Iran. Presentasi
dilakukan di Kantor Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv, Senin
(30/4/2018). Foto/Russia Today
TEL AVIV - Presentasi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berupa slide
dan video yang diklaim sebagai bukti bahwa Iran membuat bom nuklir yang
dirahasiakan telah memicu reaksi sejumlah negara. Sebagian ragu,
sebagian lagi menyebut dokumen Netanyahu meyakinkan.
Dokumen yang
ditunjukkan PM Israel di Tel Aviv kemarin itu diklaim hasil kerja hebat
dari intelijen. "Meskipun Iran mengklaim tidak pernah memiliki program
senjata nuklir, 100.000 file rahasia membuktikannya," kata Netanyahu.
"Setelah
kesepakatan nuklir 2015, Iran terus melestarikan dan memperluas
pengetahuan senjata nuklirnya untuk digunakan di masa depan," lanjut
dia.
"Setelah menandatangani kesepakatan nuklir pada 2015, Iran mengintensifkan upaya untuk menyembunyikan file rahasianya," papar Netanyahu, seperti dikutip Reuters, Selasa (1/5/2018)."Pada 2017, Iran memindahkan file senjata nuklirnya ke lokasi yang sangat rahasia di Teheran."
Beberapa
pejabat, terutama dari negara-negara yang meneken kesepakatan nuklir
Iran 2015 angkat bicara terkait dokumen yang dibeberkan Netanyahu.
Berikut reaksi mereka.
Jerman
Berlin
masih percaya dengan kepatuhan Iran untuk mengekang program nuklirnya di
bawah kesepakatan bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Terlebih, kesepakatan antara Iran dengan enam kekuatan dunia—Amerika
Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China—diawasi ketat oleh
Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
"Jelas bahwa komunitas
internasional meragukan bahwa Iran melaksanakan program nuklir damai
secara eksklusif," kata Steffen Seibert, juru bicara pemerintah Jerman,
mengatakan kepada wartawan, mengomentari presentasi PM Israel.
"Karena
alasan inilah perjanjian nuklir ditandatangani pada 2015, termasuk
penerapan sistem pengawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya,
menyeluruh dan kuat oleh Badan Energi Atom Internasional," ujarnya.
Uni Eropa
Perwakilan
Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan,
Federica Mogherini, sependapat dengan Jerman. Menurutnya, kesepakatan
nuklir Iran 2015 diteken karena tidak adanya kepercayaan.
"Kesepakatan
itu diberlakukan justru karena tidak ada kepercayaan di antara para
pihak, jika tidak, kami tidak perlu kesepakatan nuklir diberlakukan,"
katanya dalam sebuah pernyataan.
Menurutnya, IAEA bertanggung jawab untuk memverifikasi kepatuhan Iran atas kesepakatan itu.
"IAEA
merupakan satu-satunya organisasi internasional yang tidak memihak yang
bertugas memantau komitmen nuklir Iran," katanya. IAEA sebelumnya telah
menerbitkan 10 laporan yang menyatakan bahwa Iran telah sepenuhnya
memenuhi komitmennya.
Menurutnya, tuduhan Tel Aviv membuat semua pihak harus menunggu penilaian IAEA.
Inggris Inggris
menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah naif tentang Iran dan niat
nuklirnya. Tetapi, London menekankan bahwa kerangka yang ada tetap
merupakan cara yang sangat penting untuk memverifikasi secara independen
bahwa Iran mematuhi kesepakatan dan bahwa program nuklir Iran secara
eksklusif damai.
"Itulah sebabnya rezim (Teheran) setuju inspeksi
IAEA sebagai bagian dari kesepakatan nuklir Iran, salah satu yang
paling luas dan kuat dalam sejarah perjanjian nuklir internasional,"
kata pemerintah Inggris dalam sebuah pernyataan melalui seorang juru
bicara.
Prancis Duta Besar Prancis untuk
Amerika Serikat, Gerard Araud, mengatakan bahwa klaim yang dibuat oleh
Netanyahu sebenarnya adalah argumen yang sangat meyakinkan.
"Dalam
perjanjian kontrol senjata, Anda selalu memperkirakan bahwa pihak lain
akan mencoba menipu. Mekanisme pengawasan adalah untuk membuatnya sulit
atau idealnya tidak mungkin," katanya dalam serangkaian tweet mengenai
masalah ini.
"Sistem pemantauan yang cukup luas dari kesepakatan Iran adalah tepat untuk memeriksa fakta," lanjut dia.
Amerika Serikat (AS) Presiden
AS Donald Trump memberikan tanggapan yang jauh lebih samar atas
presentasi PM Israel soal Iran memiliki program pembuatan bom nuklir.
"Itu bukan situasi yang dapat diterima," katanya.
"Teheran tidak
duduk diam. Apa yang telah kami pelajari benar-benar menunjukkan bahwa
saya telah 100 persen benar," ujarnya mengacu pada rencananya untuk
membuat AS hengkang dari kesepakatan nuklir Iran 2015.
"Jadi kita
akan melihat apa yang terjadi," katanya, mengacu pada rencananya
tersebut. "Saya tidak memberi tahu Anda apa yang saya lakukan. (Banyak)
orang mengira mereka tahu. Dan pada atau sebelum tanggal 12, kami akan
membuat keputusan," imbuh Trump.
Iran
Menteri
Luar Negeri Iran Javad Zarif mengecam presentasi Netanyahu. Dia
menyebutnya seperti waktu yang terkoordinasi, yakni pernyataan intelijen
Israel yang dia sebut "bocah menangis serigala" sesaat sebelum 12 Mei
ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan menarik
diri Washington dari kesepakatan nuklir Iran.
Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu presentasi slide dan video yang
diklaim sebagai program bom nuklir yang dimiliki Iran. Presentasi
dilakukan di Kantor Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv, Senin
(30/4/2018). Foto/REUTERS/Amir Cohen
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan slide dan
video yang diklaim sebagai bukti bahwa Iran memiliki program pembuatan
bom nuklir yang dirahasiakan. Dia menuduh Teheran berbohong tentang
program nuklirnya yang membuat kesepakatan tahun 2015 tidak berlaku
lagi.
PM Netanyahu menunjukkan dokumen visual di layar lebar
dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan di Tel Aviv,
Senin (30/4/2018). Ada rak buku besar penuh dengan map yang ditunjukkan
Netanyahu, yang dia klaim berisi program senjata nuklir Iran.
"Meskipun Iran mengklaim tidak pernah memiliki program senjata nuklir, 100.000 file rahasia membuktikannya," kata Netanyahu, yang dilansir Reuters, Selasa (1/5/2018).
"Setelah
kesepakatan nuklir 2015, Iran terus melestarikan dan memperluas
pengetahuan senjata nuklirnya untuk digunakan di masa depan," ujarnya.
"Setelah menandatangani kesepakatan nuklir pada 2015, Iran mengintensifkan upaya untuk menyembunyikan file rahasianya," lanjut PM Israel tersebut. "Pada 2017, Iran memindahkan file senjata nuklirnya ke lokasi yang sangat rahasia di Teheran."
Foto/Twittter@netanyahu
Netanyahu
mengatakan bahwa "setengah ton" dokumen dari arsip Iran diperoleh oleh
Israel dalam "pencapaian intelijen yang hebat". Dia mengklaim bahwa file-file berisi
bukti yang memberatkan bahwa Iran telah bekerja untuk mengembangkan bom
nuklir sebagai bagian dari program yang disebut "Project Amad".
Pemimpin
negara Yahudi ini telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin
tentang temuan intelijen. Dia bermaksud mengirim ahli ke Prancis dan
Jerman dalam beberapa hari mendatang untuk berbagi temuan.
Israel
telah lama menentang kesepakatan nuklir Iran tahun 2015. Dalam
kesepakatan itu, Teheran bersedia mengekang program nuklirnya dengan
imbalan pencabutan sanksi atau embargo yang telah bertahun-tahun
menyengsarakan Iran.
Iran Sebut Konyol
Media-media pemerintah Iran menolak presentasi Netanyahu. Kantor berita Fars, misalnya, menyebut presentasi PM Israel itu sebagai "acara propaganda". Sedangkan kantor berita negara IRNA menggambarkan PM Israel sebagai sosok yang terkenal karena menampilkan hal konyol.
Menteri
Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan, presentasi Netanyahu seperti
waktu yang terkoordinasi, yakni pernyataan intelijen Israel yang dia
sebut "bocah menangis serigala" sesaat sebelum 12 Mei ketika Presiden
Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan menarik diri Washington
dari kesepakatan nuklir Iran.
Zarif mengatakan Netanyahu tidak terpengaruh oleh "kegagalan kartun" di
Majelis Umum PBB. Komentar itu mengacu pada presentasi PM Israel
tersebut pada tahun 2012 yang menggunakan kartun grafik bom nuklir Iran.
Helikopter tempur AH-1Z, salah satu peralatan tempur Amerika Serikat yang akan dijual ke Bahrain. Foto/Arabian Business
WASHINGTON
- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan
banyak senjata, termasuk 12 helikopter tempur dan lusinan rudal kepada
Bahrain. Nilai penjualan senjata ini mencapai USD911,4 juta atau lebih
dari Rp12,6 triliun.
Badan Kerja Sama Pertahanan AS (DSCA) dalam
situsnya merinci berbagai senjata yang hendak dijual ke Bahrain. Di
antaranya, 12 helikopter tempur AH-1Z, 26 mesin, lusinan misil dan roket
dari berbagai jenis dan berbagai navigasi, misil planning, serta sistem komunikasi dan peperangan elektronik.
"Penjualan
yang diusulkan ini akan berkontribusi pada kebijakan luar negeri dan
keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan keamanan
sekutu utama non-NATO yang merupakan mitra keamanan penting di kawasan
itu," bunyi pernyataan DSCA, seperti dikutip Arabian Business, Senin (30/4/2018).
"Hubungan kami dan Angkatan Udara Kerajaan Bahrain memainkan peran penting dalam pertahanan Bahrain," lanjut DCSA.
Kesepakatan
tersebut juga mencakup pelatihan personel dan peralatan, dukungan
pemerintah dan kontraktor AS, serta layanan teknis dan logistik.
DSCA
dan Departemen Luar Negeri sekarang telah menyampaikan pemberitahuan
yang diperlukan kepada Kongres AS untuk diinformasikan kepada para
anggotanya tentang rencana penjualan senjata tersebut.
Pada bulan
September lalu, Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan 19
pesawat tempur F-16V ke Bahrain dalam sebuah kesepakatan senilai
USD2,78 miliar.
Seorang Tentara Nasional Afganistan
berjaga di pos pemeriksaan di Provinsi Logar, Afganistan. Foto diambil
pada16 Februari 2016. (CFO/Reuters)
"Mereka terpaksa mengambil cara pengeboman."
Washington (CB) - Jumlah tentara Afghanistan turun 11
persen pada 2017 yang menunjukkan kesulitan pemerintahan Kabul dalam
menangani persoalan keamanan, demikian laporan lembaga pemerintahan
Amerika Serikat (AS), Selasa.
Lembaga pemantau Afghanistan bentukan Washington (SIGAR) mengatakan
bahwa jumlah tentara tergabung dalam pasukan Keamanan dan Pertahanan
Nasional Afghanistan (ANDSF) --yang termasuk angkatan darat, laut,
udara, dan kepolisian-- mencakup sekira 296.400 personel terhitung pada
Januari 2018.
Angka tersebut turun 10,6 persen dibanding bulan yang sama pada 2017.
ASi sudah selama dua dasawarsa terakhir ini berupaya untuk mebangun
pasukan keamanan Afghanistan yang mampu melindungi dan mempertahankan
wilayahnya secara mandiri.
"Pembangunan kemampuan pasukan Afghanistan adalah prioritas utama bagi
Amerika Serikat dan negara-negara sahabat. karena itu sangat
mengkhawatirkan menyaksikan kekuatan bersenjata di Afghanistan justru
menurun," kata John Sopko, kepala SIGAR, kepada Reuters.
Ribuan tentara tambahan AS sudah dikirim ke Afghanistan untuk melatih
pasukan di sana. Sementara itu, mereka juga diberikan wewenang yang
lebih luas untuk menggelar serangan udara dengan target kelompok
bersenjata penentang pemerintah Kabul.
Di muka umum, para pejabat AS mengaku optimistis terhadap situasi di
Afghanistan. Seorang jenderal asal Washington di Afghanistan pada tahun
lalu, bahkan mengatakan bahwa negara itu telah "membalik keadaan".
Saat ditanya apa targetnya di Afghanistan pada tahun depan, Menteri
Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan bahwa dia ingin "melihat pasukan
Afghanistan yang punya kemampuan lebih, dan tingkat kekerasan yang
menurun.
Bahkan, pada awal pekan ini Mattis masih mengatakan bahwa serangkaian
serangan yang terjadi belakangan ini sudah diperkirakan dan para
gerilyawan sudah semakin terdesak.
"Ini adalah hal normal bagi orang-orang yang tidak bisa memenangi hati
rakyat dalam kotak suara. Mereka terpaksa mengambil cara pengeboman,"
kata Mattis.
Namun, di balik layar, sejumlah sumber intelijen AS mengatakan bahwa
sebagian besar tentara Afghanistan sangat tidak terlatih dan tidak mampu
mencegah peluasan wilayah Taliban.
Pada Senin kemarin, ledakan ganda di Kabul menewaskan sedikit-dikitnya
26 orang, termasuk sembilan wartawan, yang melaporkan ledakan pertama.
Para wartawan itu nampak menjadi sasaran pelaku bom bunuh diri.
Serangan hanya satu pekan setelah 60 orang tewas saat mengantri di
tempat pendaftaran pemilihan umum di kota itu menandakan semakin goyah
keadaan meski pemerintah berupaya meningkatkan keamanan.
Gelombang serangan itu adalah pengingat buruk mengenai kekuatan Taliban
dan cabang ISIS di Afghanistan, meski Presiden Amerika Serikat Donald
Trump memerintahkan pasukannya lebih gencar menggelar serangan udara.
Jakarta, CB -- Serangkaian serangan di Kabul, Afganistan,
telah menewaskan sepuluh wartawan dan 21 orang lainnya. Penembakan dan
meledaknya dua bom berturutan dan menewaskan 10 wartawan dan 21 lainnya.
Ledakan pertama terjadi pada 8 pagi waktu setempat di wilayah
Shashdarak. Tempat ini dekat dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan
kantor pemerintahan Afganistan. Peristiwa itu memancing para wartawan
untuk mendekat ke lokasi kejadian.
Bom kedua meledak tak jauh
dari lokasi bom pertama terjadi. Bom kedua ini meledak setelah wartawan
berkumpul di tempat kejadian. Bom ini merupakan bom bunuh diri yang
dilakukan oleh seseorang yang menyamar sebagai kamerawan televisi,
seperti disebutkan Juru Bicara Kepolisian Kabul, Hashmat Stanikzai
kepada CNN.
Dalam percakapan yang didapat dari layanan perpesanan Telegram, ISIS
menyebut bahwa "saudara martir" mereka meledakan rompi bom mereka
diantara para murtad dan berhasil menewaskan beberapa diantara mereka
dan melukai sejumlah lainnya. Ledakan bom ini menewaskan sembilan wartawan, seorang diantaranya wartawan perempuan dan wartawan AFP (Agence France Presse). Kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengaku sebagai yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.
"Ini
adalah pengeboman yang sangat menghancurkan staf biro kami di Kabul
kami yang sangat berani dan seluruh agensi. Shah Marai adalah kolega
yang sangat berharga dan telah menghabiskan 15 tahun mendokumentasikan
konflik tragis di Afganistan untuk AFP," tulis AFP Global News Director, Michele Leridon.
Marai
meninggalkan enam anak, termasuk anak yang baru dilahirkan. Dalam salah
satu tulisannya, Marai sempat menyebut bahwa kota Kabul sangat tak aman
untuk keluarga muda.
Sementara itu di tempat terpisah, wartawan
BBC Afganistan, Ahmad Shah, dilaporkan ditembak mati oleh penembak tak
dikenal. Penembakan terjadi di provinsi Khost. Penembakan ini terjadi
saat Shah tengah berjalan ke rumahnya, seperti disebutkan Komite
Keselamatan Jurnalis. Total wartawan yang menjadi korban dalam serangan
ISIS di Afganistan menjadi 10 orang.
Grup ini menamai pembom pertama
sebagai Qaqaa al-Kurdi dan pengebom kedua sebagai Khalil al-Qurshi.
Namun, ISIS tak memberikan bukti apapun atas klaim tersebut.
Afganistan
telah mengalami beberapa serangan dalam beberapa minggu belakangan.
Beberapa hari lalu bom mobil meledak dan menewaskan setidaknya enam
orang termasuk dua orang tentara Afganistan.
Serangan sebelumnya juga menewaskan 57, orang termasuk lima anak-anak, dan melukai setidaknya 100 orang.
Jakarta, CB -- Panglima Myanmar menyangkal anggotanya melakukan pemerkosaan dan penganiayaan seksual lainnya saat operasi militer terhadap Rohingya.
Pernyataan itu disampaikan Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat bertemu
delegasi utusan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) di
Naypyidaw, Myanmar, Senin (1/5).
PBB menuduh militer Myanmar
telah melakukan 'pembersihan etnis', termasuk pemerkosaan dan pembunuhan
yang membidik warga Rohingya pasca serangan terhadap beberapa pos
keamanan pada Agustus lalu.
Akibat operasi militer tersebut lebih
dari 700 ribu etnis Rohingya mengungsi ke perbatasan Bangladesh,
menyelamatkan diri dari desa-desa yang terbakar dan kekerasan yang
dilakukan tentara.
"Tatmadaw (tentara) selalu disiplin, dan
bertindak terhadap siapa pun yang melanggar hukum," kata Jenderal Min
Aung Hlaing kepada delegasi DK PBB, seperti diposting di laman Facebook
resminya.
Setelah berkali-kali tidak mendapat akses ke Myanmar,
delegasi DK PBB akhirnya melakukan kunjungan pertamanya sejak pekan
lalu. Mereka sempat mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar,
Bangladesh.
Saat dikunjungi delegasi DK PBB, pengungsi Rohingya
melaporkan kekerasan seksual yang mereka alami. Tapi Min Augn Hlaing
menegaskan bahwa pasukannya tidak memiliki sejarah pelecehan seksual.
"Itu tidak dapat diterima menurut budaya dan agama di negara kami," kata
dia sambil menegaskan bahwa siapapun yang bersalah akan dihukum.
Dia
menegaskan kembali bahwa Myanmar siap mengambil kembali para pengungsi
Rohingya yang kini berada di perbatasan Bangladesh. Namun sejak
kesepakatan pemulangan Rohingya diteken, tidak seorang pun pengungsi
yang kembali ke kampung halamannya di negara bagian Rakhine, Myanmar.
Sebelumnya,
delegasi DK PBB juga bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar, Aung San
Suu Kyi. Dalam pertemuan itu Suu Kyi meminta pemahaman mereka tentang
rumitnya konflik yang telah berlangsung lama, serta berjanji untuk
memulangkan para pengungsi Rohingya.
Seusai pertemuan dengan para pejabat Myanmar, delegasi DK PBB akan pergi ke negara bagian Rakhine dengan menggunakan helikopter.
Myanmar
menyangkal Rohingya sebagai warganya dan menyebut mereka sebagai
'Bengali' atau orang-orang asal Teluk Bengal. Mereka tidak diberi akses
ke kesehatan dan pendidikan yang layak. Kekerasan juga menyebabkan dua
per tiga dari sekitar 1,5 juta warga Rohingya mengungsi sejak 2012.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas . (REUTERS/Mohamed Torokman)
Ramallah, Tepi Barat (CB) - Presiden Palestina Mahmoud
Abbas, yang juga ketua komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina
(PLO), pada Senin malam (30/4) mengatakan bahwa tidak akan ada negara
Palestina tanpa Gaza.
Abbas menyampaikan pernyataan itu dalam pidato upacara pembukaan Dewan Nasional Palestina (PNC), Parlemen PLO di pengasingan.
Pertemuan tersebut, yang pertama kali diadakan sejak 2009, berlangsung
di Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, selama empat hari guna
membahas hubungan Palestina dengan Israel dan Amerika Serikat, serta
kondisi internal Palestina.
Abbas memulai pidatonya dengan mengatakan "tidak akan ada perdamaian
tanpa Yerusalem, ibu kota negara Palestina", merujuk pada pernyataan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 6 Desember 2017 yang mengakui
Yerusalem sebagai adalah ibu kota negara Israel.
Ketua Parlemen Palestina Salim Zanoun membuka sidang pertama dengan
melantunkan lagu nasional Palestina dan memuji semangat rakyat Palestina
yang tewas dalam konflik dengan Israel.
Menurut siaran kantor berita Xinhua, Zanoun menyatakan Dewan Nasional
antara lain mengusulkan penyelenggaraan pemilihan umum anggota parlemen
dan Presiden Negara Palestina.
Pada Jumat (27/4), utusan Palestina di PBB mendesak komisi internasional
melakukan penyelidikan yang independen dan transparan mengenai konflik
baru-baru ini yang berlangsung di sepanjang perbatasan Jalur
Gaza-Israel.
Kerusuhan meletus pada Jumat di dekat perbatasan Israel; menewaskan tiga
orang Palestina tewas dan menyebabkan lebih dari 880 orang lagi cedera
menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Dalam aksi yang merupakan bagian dari gerakan yang dinamai "Pawai Akbar
Kepulangan", yang digelar setiap Jumat dalam enam pekan terakhir,
puluhan warga Palestina tewas dan ribuan orang lagi cedera.
Penyelenggara protes telah mengatakan demonstrasi tersebut akan
berlanjut sampai pertengah Mei.
Para saksi mata mengatakan demonstran Palestina melempar batu ke arah
pasukan Israel, dan tentara Israel membalasnya dengan menembakkan gas
air mata serta peluru karet dan bahkan peluru aktif.
Utusan PBB mengutuk kekejaman dan kejahatan terhadap warga sipil
Palestina, mengatakan perbuatan pasukan Israel mesti dihentikan dan para
pelanggar hak asasi manusia harus diseret ke pengadilan.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in.. (REUTERS/Kim Min Hee)
Seoul (CB) - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in
meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membantu memastikan rencana
Korea Utara (Korut) menutup tempat uji nuklirnya, demikian laporan
kantor berita Yonhap, Selasa.
Moon menyampaikan permintaan itu dalam pembicaraan telepon pada Selasa dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Beberapa hari menjelang pertemuan puncak bersejarah Moon dengan pemimpin
Korea Utara Kim Jong-un pada Jumat (27/4), pemerintah di Pyongyang
mengutarakan janji menutup tempat uji nuklir Punggye-ri sebagai bagian
dari "jaminan keterbukaan" tekad kuat mereka untuk menghentikan semua
uji nuklir dan peluru kendali.
Alunan angklung untuk pertama kali
terdengar di dalam gedung PBB New York, Senin, lewat kolaborasi sekitar
30 seniman dari Saung Angklung Udjo dan House of Angklung. (PTRI New
York)
Jakarta (CB) - Alunan angklung untuk pertama kali terdengar
di dalam gedung PBB New York, Senin, lewat kolaborasi sekitar 30
seniman dari Saung Angklung Udjo dan House of Angklung.
Mereka bersama para penari dari Padepokan Jugala Taya memukau tak kurang
dari 500 diplomat dari 193 negara dan pejabat tinggi PBB yang memenuhi
ruangan ECOSOC di Markas PBB, New York, lewat pagelaran budaya bertajuk
"Bamboo for Peace: Enchanting Sounds and Rhythms of Indonesia,"
keterangan pers dari Perutusan Tetap RI untuk PBB, Selasa.
"Alunan angklung untuk pertama kali terdengar di dalam gedung PBB New
York dan ratusan diplomat asing terkesima karena langsung dapat belajar
dan berpartisipasi dalam orkestra musik tradisional Indonesia," demikian
disampaikan oleh Duta Besar Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap (Watap)
Indonesia untuk PBB, di New York.
Para seniman angklung dan penari memukau penoton dengan lagu klasik
tradisional seperti Blue Danube hingga lagu tradisional Indonesia
seperti Bungong Jeumpa dari Aceh hingga Yamko Rambe Yamko dari Papua.
Alunan angklung untuk pertama kali terdengar di dalam gedung PBB New York, Senin, lewat kolaborasi sekitar 30 seniman dari Saung Angklung Udjo dan House of Angklung. (PTRI New York)
Indonesia ingin menunjukkan bahwa seni budaya unik seperti angklung
dapat menjadi sarana untuk perdamaian, kestabilan dan pembangunan, kata
Triansyah.
"Kita juga tegaskan komitmen Indonesia untuk selalu mengedepankan harmoni dan kemitraan dalam hubungan antar-bangsa," kata dia.
Acara yang diselenggarakan oleh PTRI New York dan didukung oleh KBRI
Washington DC dan Kementerian Pariwisata itu juga diselenggarakan dalam
rangka perayaan Hari Keanekaragaman Budaya untuk Dialog dan Pembangunan
Dunia.
Alunan angklung untuk pertama kali terdengar di dalam gedung PBB New York, Senin, lewat kolaborasi sekitar 30 seniman dari Saung Angklung Udjo dan House of Angklung. (PTRI New York)
Angklung dipilih bukan hanya karena memiliki filosofi harmoni dan
perdamaian namun juga karena alat musik tersebut sejak 2010 telah
ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Pertunjukan seni tari dan angklung tersebut juga menjadi salah satu
upaya kampanye Indonesia dalam pencalonannya sebagai anggota tidak tetap
Dewan Keamanan PBB 2019-2020.
Pada bagian akhir pertunjukan, ratusan penonton bergabung dalam orkestra
angklung dan bersama-sama memainkan lantunan lagu "We are the World",
yang dipopulerkan oleh Michael Jackson, untuk menggaungkan pesan agar
negara-negara anggota PBB bersatu dan kompak dalam menciptakan
perdamaian dunia.
Beberapa rudal Brahmos yang dikembangkan India dan Rusia. Foto/REUTERS
MUMBAI
- Brahmos, salah satu rudal tercepat di dunia yang dikembangkan India
dan Rusia, sedangkan dikembangkan menjadi rudal hipersonik yang
kecepatannya akan mencapai Mach 7 atau 7 kali kecepatan suara.
Pengembangnya optimistis tujuannya akan tercapai dalam satu dekade.
"Kami
akan membutuhkan tujuh hingga sepuluh tahun dari sekarang untuk menjadi
sistem rudal hipersonik," kata Sudhir Mishra, kepala eksekutif dan
direktur pelaksana perusahaan patungan Brahmos Aerospace, mengatakan
kepada PTI, yang dikutip Senin (30/4/2018).
Dia
mengatakan rudal Brahmos saat ini berkecepatan Mach 2,8 atau 2,8 kali
kecepatan suara, dan akan menyentuh Mach 3,5 segera dan Mach 5 dalam
tiga tahun ke depan.
Untuk mencapai kecepatan hipersonik, ujar Mishra, mesin peluru kendali itu harus diganti.
Tujuan dikembangkannya Brahmos menjadi rudal hipersonik adalah untuk diandalkan dalam peperangan generasi berikutnya.
Mishra
mengatakan lembaga-lembaga India termasuk DRDO (Defence Research and
Development Organisation), IIT (Indian Institutes of Technology ) dan
Indian Institute of Science sedang mengerjakan teknologi yang akan
membantu mencapai tujuan tersebut. Lembaga-lembaga Rusia juga melakukan
pekerjaan serupa.
Dia melanjutkan bahwa perusahaan pengembang rudal Brahmos 55 persennya dimiliki oleh DRDO dan sisanya dimiliki Rusia.
Menurut
Mishra, mesin, teknologi dan pencari propulsi dari sistem rudal di
perusahaan itu dikembangkan oleh Rusia. Sedangkan India mengerjakan
sistem kontrol, panduan, perangkat lunak, airframes dan sistem kontrol
kebakaran.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat menyaksikan uji coba rudal Hwasong-12 tahun lalu. Foto/KCNA/REUTERS
WASHINGTON
- Amerika Serikat (AS) akan membuat denuklirisasi Korea Utara (Korut)
seperti yang terjadi di Libya pada tahun 2003. Hal itu disampaikan
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo.
Pompeo mengatakan Korut
harus mengambil langkah-langkah yang tidak dapat diubah untuk menghapus
program senjata nuklirnya, dalam sebuah kesepakatan yang mirip dengan
yang terjadi di Libya.
Selama wawancara dengan ABC News
pada hari Minggu, Pompeo, yang diam-diam bertemu dengan Kim Jong-un di
Pyongyang sebagai direktur CIA awal bulan ini, mengatakan ada kesempatan
nyata untuk kesepakatan denuklirisasi antara Presiden Trump dan
pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ketika mereka bertemu bulan depan.
Dia
mengakui bertemu dengan Kim di bawah instruksi yang jelas dari Trump.
Pertemuan itu untuk membahas cara guna memverifikasi soal denuklirisasi
di semenanjung Korea. Menurutnya, pemerintah AS memiliki "mata yang
terbuka lebar" untuk memantaunya.
"Kami menggunakan kata 'irreversible'
dengan maksud yang kuat," kata Pompeo. "Kami akan membutuhkan
langkah-langkah yang menunjukkan bahwa denuklirisasi akan tercapai,"
ujarnya, yang dilansir Senin (30/4/2018).
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan dalam sebuah wawancara terpisah dengan Fox News
bahwa perjanjian tahun 2003 untuk menghapus program senjata pemusnah
massal Libya dapat berfungsi sebagai model untuk negosiasi dengan Korea
Utara.
Pemimpin Libya Muammar Gaddafi setuju untuk membongkar
program senjata itu dengan imbalan pencabutan sanksi yang oleh
negara-negara Barat. Pada saat itu, pengawas internasional dari AS dan
Inggris memverifikasi bahwa Gaddafi menindaklanjuti perjanjian tersebut.
"Kami
sangat ingat model Libya dari 2003, 2004. Jelas ada perbedaan. Program
Libya jauh lebih kecil, tapi itu pada dasarnya perjanjian yang kami
buat," kata Bolton.
Korea Utara berencana untuk menutup situs uji
coba senjata nuklirnya pada Mei. Pyongyang juga akan mengundang para
ahli Korea Selatan dan AS serta media untuk melihat proses itu.
Undangan
itu dikonfirmasi pemerintah Korea Selatan dalam sebuah pernyataan,
menyusul pertemuan antara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon
Jae-in pada hari Jumat pekan lalu.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menegaskan
rencana pemindahan kedutaan AS di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem
pada 14 Mei mendatang. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CB -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menegaskan rencana pemindahan kedutaannya di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem
pada 14 Mei mendatang. Pernyataan itu disampaikan Pompeo seusai bertemu
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, Minggu (29/4).
Menurut
Pompeo, relokasi kedutaan AS ke Yerusalem, langkah yang akan dilakukan
pada 14 Mei adalah "pengakuan pada realitas Yerusalem seabgai Ibu Kota
Israel, dan pusat pemerintahan."
Dunia internasional menyatakan
status Yerusalem harus ditentukan berdasarkan perundingan damai antara
Palestina dan Israel. Palestina mendambakan Yerusalem Timur sebagai ibu
kotanya saat merdeka dari Israel nanti. Keputusan Amerika Serikat yang
diumumkan Presiden Donald Trump pada Desember lalu melanggar kesepakatan
dan hukum internasional, serta dikecam Majelis Umum Perserikatan
Bangsa-bangsa (PBB).
Lawatan Pompeo ke Timur Tengah
merupakan kunjungan ke luar negeri pertamanya sejak disahkan sebagai
Menteri Luar Negeri AS oleh Kongres, menggantikan Rex Tillerson. Tujuan
utama lawatan itu tampak sebagai upaya AS menggalang dukungan untuk
menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran terkait program rudalnya.
Dalam
konferensi pers bersama tersebut, Pompeo juga menegaskan keprihatinan
AS soal aktivitas Iran yang dianggap menyebabkan kawasan Timur Tengah
tidak stabil.
Sebelumnya, saat bertemu dengan Raja Arab Saudi,
Salman bin Abdulaziz, Pompeo menyerukan agar negara-negara Teluk bersatu
agar kuat melawan Iran.
"Kami tetap sangat prihatin tentang
eskalasi berbahaya dari Iran yang mengancam Israel dan kawasan," kata
Pompeo dalam konferensi pers bersama Netanyahu di Tel Aviv, Israel
seperti dilansir Reuters.
"Menurut saya ancaman terbesar bagi dunia dan kedua negara, seluruh
negara adalah militan Islam dengan senjata nuklir, khususnya upaya Iran
untuk memperoleh senjata nuklir," kata Pompeo.
Netanyahu,
menyebut Pompeo sebagai 'teman sejati Israel' menegaskan kedekatan kedua
negara dalam isu Iran. Bertolak belakang dengan kegarangannya saat
pemerintah Presiden Barack Obama meneken kesepakatan nuklir dengan Iran
pada 2015, yang disebutnya 'kesalahan bersejarah', Netanyahu menegaskan
bahwa Israel bersedia mendukung upaya Presiden Trump memperkuat
kesepakatan 2015.
"Iran harus dihentikan. Keinginannay untuk
mendapat bom nuklir harus dihentikan. Agresinya harus dihentikan dan
kami berkomitmen untuk melakukannya bersama-sama," kata Netanyahu.
Dalam
pertemuan dengan Raja Salman di Arab Saudi, Pompeo menegaskan bahwa AS
akan membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran pada 2015. Kecuali jika
pembicaraan dengan Uni Eropa memastikan Republik Islam itu tidak bakal
memiliki nuklir.
Pompeo menyerukan negara-negara Teluk untuk
bersatu bahkan menyerukan agar Arab Saudi menghentikan perseteruannya
dengan Qatar. "Kami berharap mereka, dengan caranya, menemukan cara
menyelesaikan sengketa antar mereka," kata Pompeo.
Arab Saudi
bersama Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan baik
transportasi maupun perdagangan dengan Qatar sejak Juni lalu, karena
menuduh negara itu mendukung terorisme dan Iran. Doha membantah segala
tuduhan dan menyatakan tiga negara tetangga Teluk-nya itu campur tangan
dalam kedaulatannya. Iran membantah mendukung terorisme atau berusaha
mengembangkan nuklir.
Tentara Israel di dekat perbatasan Israel-Lebanon.
Foto: AP/Ariel Schalit
Lebanon telah membahas isu penangkapan dengan PBB.
CB,
JAKARTA -- Tentara Lebanon, Sabtu malam, mengatakan bahwa patroli
perbatasan Israel menangkap seorang perempuan Lebanon di daerah Shebaa
dan membawanya melintasi perbatasan.
"Pada 28 April
pukul 08.30 malam, patroli musuh Israel melakukan penculikan Nohad Dali
dari Kota Shebaa dan membawanya ke wilayah Palestina, yang didudukinya,"
kata pernyataan komando militer Lebanon sebagaimana dikutip kantor
berita negara Lebanon, NNA
Shebaa termasuk wilayah sengketa kecil, yang diklaim Israel
sebagai bagian dari Dataran Tinggi Golan, yang diduduki sejak direbut
dari Suriah pada 1967. Namun, Lebanon mengklaim daerah itu adalah bagian
dari wilayahnya.Pasukan penjaga perdamaian PBB bermarkas di perbatasan
Lebanon-Israel.
Pertempuran terakhir adalah perang
singkat pada 2006 antara Israel dan kelompok Hizbullah dari Lebanon,
yang didukung Iran. Ketegangan antara Israel dan Hizbullah semakin
meningkat merujuk pada peran kelompok itu dalam perang sipil Suriah, di
mana mereka telah memperoleh lebih banyak pengalaman dan pertempuran
bersenjata bersama Presiden Bashar al-Assad sebagai bagian dari aliansi
yang didukung Iran.
Lebanon telah membahas isu
penangkapan Dali dengan pasukan pemelihara perdamaian PBB, kata
pernyataan tentara.Juru bicara militer Israel mengatakan, "Saya tahu
tentang laporan itu dan tidak memiliki pernyataan apa pun untuk saat
ini."
Basis militer Suriah di Hama dan Aleppo diserang roket oleh musuh misterius pada Minggu (29/4/2018) malam. Foto/SANA
DAMASKUS
- Beberapa pangkalan militer di Hama dan Aleppo, Suriah, diserang roket
pada Minggu malam. Militer pemerintah Presiden Bashar al-Assad
mengatakan serangan terbaru ini merupakan agresi nyata dari musuh.
Kepada
stasiun televisi pemerintah, militer Suriah mengatakan serangan roket
terjadi pada sekitar pukul 22.30 malam. Namun, pelaku serangan belum
disebutkan.
"Suriah sedang menghadapi agresi baru dengan beberapa
pangkalan militer di Hama dan Aleppo dihantam dengan roket musuh," kata
sumber militer kepada stasiun televisi pemerintah Suriah, yang dilansir
Reuters, Senin (30/4/2018).
Sebelumnya, ledakan besar
secara berturut-turut terdengar di wilayah provinsi Hama dan pihak
berwenang sedang menyelidiki penyebabnya.
Sumber penegak hukum Suriah mengatakan kepada RIA Novosti bahwa depot amunisi milik tentara diserang, yang kemungkinan besar merupakan hasil dari serangan udara.
Sumber
itu mengatakan salah satu situs militer yang ditargetkan adalah depot
mesiu milik Brigade ke-47 Tentara Suriah. Menurutnya, kebakaran melanda
depot tersebut akibat serangan.
Target lainnya yang diserang
adalah depot mesiu di timur Aleppo, Suriah utara, yang terletak di
antara bandara Al-Malikiayh dan Al-Nayrab. Ada laporan tentang korban
jiwa dan cedera akibat serangan, namun laporan tersebut belum bisa
dikonfirmasi.
Sky News Arabia mengutip sumber pemberontak Suriah, bahwa lebih dari 40 orang diduga telah terbunuh.
Belum lama ini, pangkalan militer T-4 Suriah diserang rudal oleh dua pesawat jet tempur. New York Times, mengutip
sumber militer Israel, melaporkan bahwa pasukan negara Yahudi itulah
yang menyerang pangkalan tersebut karena digunakan untuk operasional
militer Iran. Tujuh personel militer Teheran dilaporkan tewas dalam
serangan tersebut.
Pemerintah maupun militer Israel tidak
membantah maupun mengakui serangan di pangkalan militer T-4 Suriah.
Sedangkan Teheran bersumpah akan membalasnya.
PLO
menyatakan kembali bahwa Trump telah mengisolasi dirinya dari proses
perdamaian dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
RAMALLAH
- Palestina tidak akan mengambil bagian dalam kesepakatan damai yang
disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal itu
diungkapkan Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)
Saeb Erekat.
Erekat membuat pernyataannya di radio resmi Voice of
Palestine, beberapa jam sebelum kedatangan Menteri Luar Negeri AS Mike
Pompeo di Israel.
Pejabat teras PLO itu menyatakan kembali bahwa
Trump telah mengisolasi dirinya dari proses perdamaian dengan mengakui
Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan usahanya untuk menjatuhkan masalah
pengungsi Palestina dari meja perundingan.
"Amerika Serikat
tidak dapat menjadi mitra atau mediator dalam proses perdamaian kecuali
jika perubahan posisi pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel karena
tidak ada artinya memiliki negara Palestina tanpa Yerusalem Timur
sebagai ibukotanya," tegas Erekat seperti dikutip dari Xinhua, Senin
(30/4/2018).
Media Israel pada Jumat malam melaporkan bahwa Trump
mungkin akan menyampaikan kesepakatan damai Timur Tengah setelah
peresmian Kedutaan Besar AS di Yerusalem pada bulan Mei. Kesepakatan itu
mungkin termasuk kompensasi finansial bagi warga Palestina.
Menanggapi
hal itu, Erekat mengatakan: "Ini secara moral tidak dapat diterima dan
Palestina tidak dijual atau dibeli dengan uang."
Erekat
menegaskan posisi Palestina menyerukan perdamaian berdasarkan solusi dua
negara yang sejalan dengan resolusi legitimasi internasional.
Ketegangan
antara Palestina dan AS telah meningkat sejak Oktober lalu, dan semkain
dalam ketika Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Trump
bahkan memerintahkan relokasi kedutaan AS di Tel Aviv ke Yerusalem pada 6
Desember 2017.
Presiden
Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong-un berjalan bersama
setelah menanam pohon di desa gencatan senjata Panmunjom. Foto/Istimewa
MOSKOW
- Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Presiden Korea
Selatan (Korsel) Moon Jae-in jika Moskow siap mendukung kerja sama
antara Korea seiring keinginan Seoul dan Pyongyag melakukan
rekonsiliasi. Hal itu diungkapkan Putin saat berbicara dengan Jae-in
lewat saluran telepon.
"Selama percakapan telepon mereka, Moon
menginformasikan Putin tentang hasil rinci dari pertemuannya dengan
pemimpin puncak Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) Kim Jong-un pada
hari Jumat di desa perbatasan Panmunjom," pernyataan Kremlin.
"Putin
dan Moon menilai secara positif kesepakatan yang dicapai dalam
pertemuan itu," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Xinhua, Senin (30/4/2018).
Dalam
kesempatan itu, Putin mengkonfirmasi kesiapan Rusia untuk mempromosikan
pembentukan kerja sama praktis antara Korsel dan Korut, khususnya
melalui implementasi proyek infrastruktur dan energi tripartit.
Putin
menekankan pentingnya melanjutkan upaya semua pihak yang terlibat
menuju penyelesaian politik dan diplomatik masalah Semenanjung Korea
menyusul roadmap yang diusulkan oleh China dan Rusia.
Roadmap
menunjukkan bahwa Korut menangguhkan uji coba nuklir dan rudalnya serta
Amerika Serikat (AS) dan Korsel menghentikan latihan militer tahunan
mereka di Semenanjung Korea. Roadmap ini juga mengusulkan pendekatan
dual-track yang melibatkan pembentukan mekanisme perdamaian saat
mencapai denuklirisasi.
Ketegangan di Semenanjung Korea telah
mereda secara dramatis sejak awal 2018, yang mengarah ke pertemuan
bersejarah antara Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada hari Jumat lalu.
Kedua
pemimpin menandatangani deklarasi bersama yang mengkonfirmasi tujuan
bersama untuk denuklirisasi menyeluruh Semenanjung. Mereka juga
menyetujui pembicaraan multilateral untuk mengubah perjanjian gencatan
senjata saat ini antara kedua Korea menjadi perjanjian damai.