Senin, 17 Oktober 2016

Banggar Setujui Belanja K/L RAPBN 2017 Jadi Rp 1.315 T


Banggar Setujui Belanja K/L RAPBN 2017 Jadi Rp 1.315 T
Foto: Ardan Adhi Chandra

Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPR dan Kementerian Keuangan menggelar rapat panja belanja pemerintah pusat dalam RAPBN 2017. Rapat tersebut menyetujui jumlah postur belanja pemerintah pusat RAPBN 2017 menjadi Rp 1.315 triliun, naik dari sebelumnya Rp 1.310 triliun.

Hal itu karena ada perubahan DAK (Dana Alokasi Khusus) Fisik yang dipindahkan ke belanja pusat. DAK sebelumnya pada raker postur sebesar Rp 59,842 triliun, turun Rp 1,5 triliun menjadi Rp 58,34 triliun.

"Maka hari ini menjadi Rp 1.315 triliun disebabkan oleh perubahan alokasi DAK yang berkurang Rp 1,5 triliun yang dipindahkan ke belanja pusat," kata Wakil Ketua I Badan Anggaran Said Abdullah yang diikuti persetujuan dari Anggota Banggar, di ruang Banggar, DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016).

Said menegaskan, penyesuaian tersebut merupakan inisiatif pemerintah, bukan Banggar yang melakukan. Hal itu karena pemerintah menilai berdasarkan prioritas pemerintah.

"Banggar tidak mengurangi pagunya komisi-komisi, penghematan dilakukan oleh internal pemerintah sendiri dan kami Banggar tidak ada optimal-optimalisasi bahwa terhadap penyesuaian yang dilakukan pemerintah itu adalah prioritas yang dilakukan oleh pemerintah," ujar Said.

Dalam rapat ini pemerintah diwakili Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani memaparkan beberapa usulan penyesuaian alokasi belanja yang disepakati DPR. Askolani menyebut belanja K/L mendapat tambahan dari sebelumnya pada raker postur sebesar Rp 21 triliun menjadi Rp 25 triliun.

Beberapa kementerian dan lembaga yang mendapat tambahan anggaran prioritas belanja K/L RAPBN 2017 di antaranya adalah Kemenhan menjadi sebesar Rp 5,238 triliun, Polri Rp 13,91 triliun, BPPT Rp 260 triliun, BNPS Rp 450 triliun, Kementerian PUPR Rp 70 triliun, BIN Rp 3,539 triliun, Wantanas Rp 133 triliun, Kemenpora Rp 465 triliun, Basarnas Rp 136 triliun, Kemendag Rp 75 triliun, Lemsanek Rp 386 triliun, Kemenkumham Rp 423 triliun, ANRI Rp 50 triliun, LIPI Rp 25 triliun.

Selain itu, Banggar juga menyetujui turunnya cadangan risiko energi dari Rp 4,359 triliun pada raker postur menjadi Rp 1,853 triliun atau turun Rp 2,506 triliun. Banggar juga menyetujui belanja non K/L dari Rp 552,061 triliun menjadi Rp 551,951 triliun.

Rincian dari belanja non K/L tersebut sebesar Rp 221,194 triliun untuk membayar bunga utang, terdiri dari dalam negeri sebanyak Rp 205,479 triliun dan luar negeri Rp 15,715 triliun.

Banggar juga menyetujui program pengelolaan hibah negara Rp 2,199 triliun, serta program pengelolaan subsidi dari Rp 174,193 triliun menjadi Rp 160,055 triliun. Untuk subsidi dibagi dua, yakni subsidi energi menjadi Rp 77,314 miliar dan subsidi non energi menjadi Rp 82,741 triliun.

Sementara itu, untuk program pembelanjaan biaya lainnya menjadi Rp 60,450 triliun dan untuk program pengelolaan transaksi khusus menjadi Rp 108,501 triliun.




Credit  detikFinance




Sejumlah prinsipal global otomotif lempar handuk

 
Sejumlah prinsipal global otomotif lempar handuk

JAKARTA. Satu per satu perwakilan perusahaan otomotif global di Indonesia melempar handuk. Setelah Ford Motor di Juni 2016, pekan lalu giliran Mazda Motor menyatakan keluar dari Indonesia.  
Astrid Ariani Wijana, Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia menyatakan, Mazda menunjuk PT Eurokars Motor Indonesia untuk meneruskan bisnis Mazda Motor. "Apa yang kami lakukan tidak mengubah keberadaan Mazda di Indonesia," kata Astrid kepada KONTAN, Jumat (14/10). 
Meski Ford dan Mazda menunjuk pihak ketiga sebagai penerus, hengkangnya kedua prinsipal global itu akibat kalah bersaing dengan jawara otomotif di Indonesia. Simon Littlewood, analis Asia Now kepada BBC, beberapa waktu lalu, menyatakan, pasar otomotif Indonesia memang potensial asalkan memiliki perakitan sendiri di Indonesia.
Syarif Hidayat, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, menandaskan, perusahaan otomotif yang tak memiliki pabrik kesulitan berkompetisi di Indonesia. "Ford  tak punya pabrik, begitu juga  Mazda," kata Syarif, kepada KONTAN, Minggu (16/10).
Karena tak punya pabrik, keluarnya Ford dan Mazda tidak mengganggu iklim industri. Beda dengan General Motors Indonesia yang menutup pabriknya di Indonesia tahun 2015. Penutupan itu sempat mengganggu industri. 
Tak hanya Ford dan Mazda, perusahaan otomotif lain yang tak punya pabrik harus berhadapan dengan risiko ini. Sebab, mobil impor sulit bersaing dengan  rakitan dalam negeri yang mendapatkan insentif pemerintah. 
Jika ingin menikmati pasar Indonesia, perusahaan otomotif harus memiliki basis produksi seperti Toyota, Daihatsu, Honda dan Datsun. Selain pabrik, mereka yang menikmati pasar adalah yang memiliki jaringan pemasok komponen, pemasaran dan pembiayaan lewat afiliasi.
Subronto Laras, Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses International Tbk menilai, keluarnya Mazda dari Indonesia bukan karena buruknya iklim bisnis di Indonesia. Dia menilainya akibat tingginya bea masuk mobil impor. 
Meski menyayangkan Mazda keluar dari Indonesia, Rizwan Alamsyah, Ketua IV Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) tak bisa berbuat apa-apa. "Itu kewenangan Mazda," kata Rizwan.
Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, mengingatkan agar Mazda memperhatikan hak-hak konsumennya. Sebab, keluarnya Mazda berpotensi melanggar hak konsumen. "Pemberitahuan tak bisa mendadak, harus sosialisasi, termasuk soal layanan purna jual," kata Tulus. 





Credit  Kontan.co.id



Duet investasi Arab Saudi & Softbank

 
Duet investasi Arab Saudi & Softbank

DUBAI/TOKYO. Masih terluka karena harga minyak anjlok, Arab Saudi justru bergerak cepat. Aksi terbaru, Arab Saudi menggandeng raksasa teknologi Jepang, SoftBank Group. Dua entitas ini sepakat mendirikan perusahaan investasi bernama SoftBank Vision Fund yang khusus membenamkan duit di bidang teknologi.
Dana investasinya keduanya diperkirakan bisa mencapai US$ 100 miliar alias private equity terbesar di dunia. Ekspansi Arab di bidang teknologi semakin mantap setelah awalnya menyuntikkan dana sebesar US$ 3,5 miliar kepada perusahaan taksi online Uber. Ini merupakan upaya Arab untuk mendiversifikasi portofolio pendapatan yang selama ini bergantung pada minyak.
Sementara, SoftBank pun terus memantapkan dirinya sebagai penguasa teknologi di kawasan Asia. Perusahaan telekomunikasi dengan valuasi mencapai US$ 68 miliar ini baru saja membeli anak usaha perusahaan cip Arm Holdings senilai US$ 24 miliar, nilai akuisisi terbesar dalam sejarah perusahaan Jepang.
Nantinya Arab akan menggunakan perusahaan investasi milik negara, Public Investment Fund (PIF), sebagai kendaraan investasi di private equity baru itu. PIF berencana menggelontorkan dana hingga US$ 45 miliar dalam tempo lima tahun mendatang. Sementara SoftBank diperkirakan akan membenamkan duit senilai US$ 25 miliar. "Ada sejumlah investor besar lain yang masih dalam tahap negosiasi dan bisa menyumbang investasi mencapai US$ 100 miliar," ujar Chairman SoftBank Masayoshi Son, seperti dilansir Reuters, Jumat (14/10).
Terbesar
Son menegaskan, SoftBank Vision Fund bakal menjadi perusahaan investasi terbesar di bidang teknologi dalam satu dekade mendatang. Di tahun pertama, SoftBank Vision Fund bakal mengelola dana sebesar US$ 20 miliar. Di tahun perdana, private equity yang berbasis di London itu langsung mendominasi seperlima dari pasar venture capital dunia.Mengutip data KPMG and CB Insights, transaksi venture capital mencapai US$ 79 miliar.
"Son sangat jeli melihat perusahaan yang memiliki prospek bagus. Persaingan di venture capital teknologi akan sengit," ujar Hiroyuki Kuroda, Sekretaris Jenderal Venture Enterprise Center di Jepang.
Rajeev Misra, eksekutif SoftBank, bakal memimpin SoftBank Vision Fund. Sementara PIF juga akan membentuk tim khusus. Asal tahu saja, tahun ini Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman berambisi untuk mereformasi arah investasi PIF.
Salman berambisi membesarkan dana kelolaan PIF dari posisi saat ini US$ 160 miliar menjadi US$ 2 triliun dalam jangka panjang. Pada Juni, PIF resmi mengubah strategi investasi. Awalnya, PIF menaruh investasi di instrumen dengan risiko rendah. Investasi di Uber merupakan investasi PIF perdana di startup.



Credit  Kontan.co.id




Defisit anggaran AS membengkak

 
Defisit anggaran AS membengkak

WASHINGTON. Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) membengkak. Pada tahun fiskal 2016, defisit anggaran AS mencapai US$ 587 miliar.
Menurut Departemen Keuangan AS seperti dikutip Reuters, pengeluaran paling besar untuk program jaminan sosial dan kesehatan. Defisit ini meningkat setara dengan 3,2% dari produk domestik bruto (PDB) AS pada 2016.
Menurut angka dari The Congressional Budget Office (CBO, peningkatan defisit ini pertama kali terjadi sejak 2009. Namun, pada tahun 2009, defisit terjadi karena ada krisis keuangan. Saat itu, nilai defisit AS mencengangkan yakni US$ 1,4 triliun.
Pada tahun lalu, defisit fiskal AS mencapai US$ 439 miliar dengan rasio defisit terhadap PDB sebesar 2,5%. Defisit terjadi lantaran pendapatan AS di 2016 hanya tumbuh 1% menjadi US$ 3,27 triliun. Namun, pengeluaran naik lebih gede yakni 5% menjadi US$ 3,85 triliun.
Departemen Keuangan AS seperti dikutip Reuters menyebut, pengeluaran naik karena jumlah populasi yang semakin meningkat dan menua. Akibatnya, belanja untuk jaminan sosial dan kesehatan pensiun serta kesehatan ikut terkerek.
New York Times memaparkan, orang AS yang berumur lebih dari 65 tahun diperkirakan meningkat hampir 40% dalam satu dekade. Imbasnya, belanja untuk kesehatan dan jaminan sosial juga ikut meningkat.
Presiden AS Barack Obama selama masa jabatannya tidak pernah berhasil mengusulkan kenaikan pajak yang signifikan bagi orang kaya dan perusahaan. Strategi ini diharapkan bisa menekan angka defisit anggaran AS.
Sementara itu, Partai Republik mengusulkan untuk memangkas pengeluaran biaya kesehatan masyarakat. Defisit masa depan Departemen Keuangan AS seperti dikutip Bloomberg menjelaskan, peningkatan beban pemerintah juga berasal dari bunga utang pemerintah yang membengkak.
Sementara itu, pajak yang dikenakan di AS justru berkurang. New York Times menulis, peningkatan anggaran belanja bakal berlanjut hingga 2018. Pasalnya calon pengganti Obama yakni Hillary Clinton dan Donald Trump tidak memiliki strategi lebih tegas untuk mengurangi defisit.
Clinton calon dari Partai Demokrat mengusulkan kenaikan pajak seperti yang dilakukan Obama. Tapi pendapatan baru ini untuk membayar pengeluaran termasuk pendidikan. Sehingga potensi pengurangan defisit tak akan signifikan.
Sementara itu, Trump dari Partai Republik justru akan memotong pajak bagi orang kaya dan perusahaan. Trump juga berjanji akan memotong utang. Trump ingin membelanjakan lebih banyak untuk program infrastruktur.
Trump memperkirakan bisa menghabiskan sebanyak US$ 500 miliar untuk program infrastruktur. Menurut dia, usulannya itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi utang.
"Perlambatan hasil pemungutan pajak membuat data pasar tenaga kerja yang saat ini membaik, tidak bisa terangkat," ujar Gennadiy Goldberg, Analis Strategi TD Securities LLC di New York seperti dikutip Bloomberg.
Dia menambahkan, tingginya defisit anggaran menyiratkan kebutuhan pinjaman Departemen Keuangan membengkak. Pekan lalu, Dana Moneter Internasional alias International Monetary Fund (IMF) mengingatkan Negeri Paman Sam atas risiko meningkatnya beban utang pemerintah.
IMF menyarankan para pembuat kebijakan menggunakan instrumen kebijakan fiskal untuk mencegah risiko.



Credit  Kontan.co.id







Emir Kuwait Bubarkan Parlemen karena Kurangnya Kerja Sama

 
 
Associated Press Majelis Nasional Kuwait saat pelantikan Legislatif Majelis Nasional ke-14, 16 Desember 2012.
 
KUWAIT CITY, CB — Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, Minggu (16/10/2016), mengeluarkan dekrit pembubaran majelis nasional.
Kantor berita Pemerintah Kuwait, KUNA, melaporkan, dekrit tersebut terbit setelah Emir Sabah menggelar pertemuan darurat dengan para petinggi negara.
Alasan keputusan yang juga menjatuhkan pemerintah itu adalah karena “kurangnya kerja sama”. Pembubaran ini memicu diselenggarakannya pemilu dini.
Sehari sebelumnya, Ketua Parlemen Marzouk al-Ghanem menyerukan pemilu dipercepat karena meningkatnya tantangan keamanan dan ekonomi.
Berdasarkan konstitusi Kuwait, pemilihan dini harus diselenggarakan dalam waktu dua bulan setelah pembubaran parlemen.
Pemilihan legislatif terakhir diselenggarakan Kuwait pada tahun 2013.
Kuwait merupakan salah satu negara produsen minyak utama dan sekutu Amerika Serikat.

Credit  KOMPAS.com




Inilah Daftar Kota yang Direbut Kembali dari Tangan ISIS

 
 
AP Seorang penembak jitu Kurdi Suriah duduk di antara puing-puing di kota Kobani, Suriah (30/1/2015).
BEIRUT, CB - Pasukan pemberontak Suriah dukungan Turki, Minggu (16/10/2016), berhasil merebut kota Dabiq dari tangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sejak merebut sebagian wilayah Irak dan Suriah pada pertengahan 2014, ISIS kini mengalami tekanan berat dari berbagai kelompok bersenjata termasuk milisi Kurdi dukungan AS serta pasukan pemerintah Suriah dan Irak.

Hingga awal Oktober tahun ini, ISIS sudah kehilangan 16 persen wilayahnya termasuk sejumlah rute logistik krusial.

Berikut rangkuman kota-kota di Irak dan Suriah yang berhasil direbut kembali dari tangan ISIS.

Di Suriah

KOBANI: Kota Kurdi di wilayah utara Suriah ini menjadi simbol perjuangan melawan ISIS. Kelompok ini diusir dari Kobani oleh pasukan Kurdi yang didukung AS pada Januari 2015 setelah empat bulan pertempuran brutal.

TAL ABYAD: Satu kota di perbatasan Turki yang direbut pasukan Kurdi dan pemberontak Arab pada Juni 2015.

Kota ini merupakan gerbang dari rute pasokan logistik antara Turki dan kota Raqqa yang diklaim ISIS sebagai ibu kota kekalifahannya.

Lalu lintas anggota ISIS dan pasokan senjata selalu melewati rute ini sebelum direbut kembali.

PALMYRA: ISIS menguasai kota kuno ini pada Mei 2015 dan menghancurkan sebagian besar peninggalan sejarah yang masuk di dalam daftar warisan budaya UNESCO.

Pasukan pemerintah Suriah dibantu jet-jet tempur Rusia mengusir ISIS dari kota ini pada Maret lalu.

MANBIJ: Pada 6 Agustus lalu, koalisi Arab dan pasukan Kurdi yang didukung jet-jet tempur AS merebut kembali kota ini setelah bertempur selama dua bulan.

ISIS merebut kota ini pada 2014 dan menjadikan Manbij pusat bagi para anggotanya yang akan pergi ke atau datang dari Eropa.

JARABULUS: Pasukan Turki dan pemberontak Suriah merebut kota perbatasan ini hampir tanpa perlawanan berarti pada 24 Agustus dalam Operasi Euphrates Shield, yang juga mengincar milisi Kurdi.

PERBATASAN SURIAH-TURKI: Pada 4 September lalu, pasukan Turki dan milisi pemberontak Suriah mengusir pasukan ISIS dari posisi terakhirnya di perbatasan kedua negara.

Akibatnya, para rekrutan baru ISIS semakin sulit melintas untuk menuju basis mereka di Suriah atau Irak.

DABIQ: Kota ini dikendalikan ISIS sejak Agustus 2014 dan memiliki nilai ideologis penting bagi kelompok itu karena mereka yakin perang besar antara Kristen dan Islam akan terjadi di kota tersebut.
Di Irak

TIKRIT: Kota kelahiran Saddam Hussein ini berada di sebelah utara Baghdad dan jatuh ke tangan ISIS pada Juni 2014 tak lama setelah kejatuhan Mosul.

Kota ini dibebaskan pada Maret 2015 lewat operasi milter militer dan polisi Irak yang didukung pasukan paramiliter Syiah.

SINJAR: Pasukan Kurdi dibant serangan udara koalisi pimpinan AS merebut kembali Sinjar pada November 2015, sekaligus memutus jalur pasokan logistik dengan wilayah lain yang dikuasai ISIS.

ISIS merebut Sinjar pada Agustus 2014 dan melakukan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa terhadap etnis minoritas Yazidi.

RAMADI: Ibu kota Anbar, provinsi terluas Irak yang membentang di sepanjang perbatasan dengan Suriah, Jordania dan Arab Saudi.

Kota ini dibebaskan dari ISIS pada Februari lalu, sekitar sembilan bulan setelah direbut ISIS.

QAYARRAH: Pasukan Irak yang disokong koalisi AS merebut kembali Qayarrah dari ISIS pada Agustus lalu.

Kota ini penting karena bisa digunakan pemerintah Irak sebagai tempat persiapan serangan terhadap Mosul, kota terbesar kedua di negeri itu.

SHARQAT: Pada 22  September, pemerintah Irak mengumumkan telah merebut kembali kota yang terletak di sebelah selatan Mosul.

Kota ini bernilai penting karena terletak di dekat jalur pasokan logistik yang diperlukan militer saat menggelar serangan terhadap kota Mosul.



Credit  KOMPAS.com





Gedung Putih Minta CIA Gelar Serangan "Cyber" terhadap Rusia

 
 
AP Photo Lambang CIA.
WASHINGTON DC, CB - Gedung Putih tengah mempertimbangkan serangan siber terhadap Rusia sebagai bentuk balasan terhadap intervensi negeri itu terhadap pemilihan presiden AS.

Para mantan pejabat dan mereka yang masih bekerja di CIA saat ini mengatakan, pemerintah sudah menanyakan opsi seranan siber secara klandestin untuk mempermalukan pemerintah Rusia.

Sejumlah pejabat yang tak mau disebutkan namanya kepada NBC News mengatakan, CIA sudah membuat pintu-pintu operasio siber, memilih sasaran dan membuat persiapan operasi.

Sumber itu mengatakan, CIA sudah mengumpulkan informasi yang berpotensi untuk mengekspos kesalahan yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rencana ini menyusul upaya kelompok peretas yang didukung pemerintah Rusia yang berujung bocornya ribuan surat elektronik yang dikirim anggota senior Partai Republik.

Seorang peretas yang dikenal dengan nama Guccifer 2.0 merilis ribuan email antara para anggota senior Komiter Nasional Demokratik (DNC) beberapa hari sebelu konvensi digelar.

Dalam ribuan surat elektronik itu mereka mendiskusikan cara untuk menggagalkan rencana Senator Bernie Sanders untuk mencalonkan diri sebagai preside.

Pengungkapan ini berujung dengan pengunduran diri ketua DNC, Debbie Wasserman Schultz.

Kelompok peretas lainnya, DC Leaks, diyakini mendalangi pembocoran rincian paspor milik Michelle Obama. Kelompok ketiga, Fancy Bears, diyakini mencoba mengganggu pemilihan umum Iggris pada 2015.

Saat itu, Fancy Bears berpura-pura menjadi kelompok militan Islam meretas server milik sebuah stasiun televisi ternama.

Hubungan antara AS dan Rusia mencapai titik terburuk dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat mantan kepala dinas intelijen Inggris MI6 Sir John Sawers mengatakan, dunia tengah memasuki era baru yang lebih berbahaya ketimbang Perang Dingin.





Credit  KOMPAS.com


Industri Militer Jepang Mulai Dilirik, Juga oleh Indonesia

 
 
AFP/DW Helikopter militer buatan Jepang SH-60K 
 
TOKYO, CB - Dulu, penampilan wakil-wakil industri dengan delegasi militer dari dalam dan luar negeri bisa memicu debat panjang di Jepang.
Namun, sekarang publik Jepang mulai terbiasa. Jepang ingin mendongkrak industri militernya.
Pameran Dirgantara Japan Aerospace 2016 di Tokyo kali ini tampak agak lain, seperti dilaporkan Deutche Welle.
Delegasi militer dari berbagai negara, baik berseragam resmi maupun dengan pakaian sipil, tampak lalu lalang.
Di anjungan Shinmaywa Industries, beberapa pejabat militer Indonesia ingin informasi rinci tentang pesawat amfibi yang dikembangkan perusahaan itu.
Di sudut lain, para perwira militer Arab Saudi mempelajari brosur pesawat patroli militer yang di anjungan Kawasaki Heavy Industries.
"Orang Indonesia sangat tertarik dengan pesawat kami," kata seorang salesman Shinmaywa yang tidak ingin disebut namanya.
Sementara itu seorang rekannya dari Shinamaywa juga terlibat pembicaraan serius dengan enam pejabat militer dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) tentang spesifikasi pesawat amfibi US-2.
Pesawat penyelamat amfibi US-2 memang sedang dipromosikan pemerintah Jepang untuk dijual ke luar negeri.
Tahun 2014, Perdana Menteri Shinzo Abe mencabut larangan penjualan senjata ke luar negeri.
Japan Aeropace di Tokyo adalah pameran kedirgantaraan besar pertama yang digelar Jepang sejak Abe berkuasa.
Ada sekitar 800 perusahaan yang menampilkan produk unggulannya, disaksikan oleh banyak delegasi militer dari luar negeri.
"Kami tadi dikunjungi delegasi militer lain juga, selain militer Saudi," kata seorang salesman Kawasaki, yang juga menolak disebut namanya.
"Pengunjung pameran ini sebagian besar masih warga sipil, tapi sudah lebih banyak delegasi militer dibanding empat tahun yang lalu," ujarnya.
Dengan mengakhiri tujuh dekade isolasi industri militer dari pasar internasional, Shinzo Abe sekarang berharap bisa memperluas produksi senjata dengan biaya yang lebih rendah dan bekerjasama dengan negara-negara lain dalam mengembangkan teknologi militer.
Ketertarikan Indonesia bisa membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Jepang merambah pasar internasional. Tapi sejauh ini, Indonesia masih bersikap tertutup.
"Kami melihat-lihat semua anjungan," kata seorang jenderal anggota delegasi Indonesia.
Sampai sekarang, rakyat Jepang tetap peka menanggapi isu militer. Gejala militerisme dianggap sebagai salah satu hal utama yang ikut menghancurkan Jepang selama Perang Dunia Ke-II.
Kawasaki, yang lebih dikenal sebagai produsen motor, punya model pesawat transportasi C-2 untuk mengakut  peralatan militer berat.
Selain itu ada juga pesawat ptroli dan pemburu P-1. Selama ini, pembelinya adalajh militer Jepang sendiri. Tapi pemerintah Jepang percaya, kedua produk ini mampu bersaing di pasar dunia.
"Delegasi militer luar negeri kebanyakan tertarik pada C-2, dan mereka ingin tahu berapa harganya," kata salesman Kawasaki.
Fuji Heavy Industries, yang lebih dikenal dengan mobil Subarunya, juga membuat helikopter militer. Di Japan Aerospace 2016 mereka menunjukkan model helikopter transportasi terbaru UH-X, dan jet pengintai tanpa awak yang masih dalam tahap percobaan. Kedua alat ini sudah dipesan militer Jepang.
"Kami tidak ingin produk-produk militer merusak citra merek utama kami, Subaru. Tapi sejak ada perubahan aturan ekspor, memang banyak hal berubah" kata seorang pejabat Fuji Heavy Industries. "Sekarng delegasi militer asing juga datang ke sin," tambahnya.
Perusahaan lain yang menghindari iklan untuk produk-produk militer adalah AC Daikin Industries, yang memproduksi peluncur granat.
Ada juga perusahaan Komatsu Ltd yang membuat kendaraan militer lapis baja, selain excavator dan truk.
Karena puluhan tahun terisolasi dari pasar internasional, industri militer Jepang masih terdiri dari ratusan perusahaan kecil, berbeda dengan produsen-produsen militer barat yang sudah lama melakukan fusi untuk bisa bersaing sebagai perusahaan besar.


Credit  KOMPAS.com






Tidak Ada Dana Repatriasi “Tax Amnesty” dari Swiss, Kenapa?

 
 
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Petugas melayani warga yang mengikuti program pengampunan pajak (Tax Amnesty) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat, 30/9/2016.
MALANG, CB – Hingga pekan kedua Oktober, dana repatriasi tax amnesty yang berasal dari Swiss belum juga nampak. Padahal, Swiss adalah negara favorit warga negara Indonesia (WNI) menyimpan harta-hartanya.
Menurut pengamat perpajakan dari Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, ada kekhawatiran dana yang berasal dari Swiss dicurigai sebagai upaya pencucian uang oleh organisasi internasional Financial Action Task Force (FATF).
“Ternyata memang kita belum selesai dengan FATF. Jadi uang dari Swiss masih dianggap sebagai uang kejahatan. Ini juga belum putus,” ujar Yustinus di Malang, Jakarta Jumat (14/11/2016).
Selama ini, Swiss dikenal sebagai negara tempat penyimpanan uang para WNI sejak masa Orde Baru silam. Oleh karena itu, potensi repatriasi harta sangat besar.
Bahkan berdasarkan informasi yang didapatkan Yustinus, ada satu grup perusahaan yang berencana merepatriasi Rp 150 triliun dananya ke Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri sudah bertemu dengan FATF saat kunjungan kerja ke Amerika Serikat pekan lalu. Ia menyampaikan komitmen kuat Indonesia untuk bekerja sama dengan FATF dalam rangka membangun transparansi kegiatan transaksi keuangan.
Selain itu, Sri Mulyani juga menyatakan keinginan Indonesia untuk dapat menjadi anggota penuh FATF dalam waktu dekat.
“Katanya (Sri Mulyani) sudah melobi FATF supaya bisa lolos. Kita berharap itu segera jadi,” kata Yustinus.
Sebelumnya, berdasarkan periode pertama tax amnsty, jumlah repatriasi atau dana masuk berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) tercatat sebanyak Rp 137 triliun.
Repatriasi dari Singapura sebanyak Rp 79,13 triliun," kata Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi di Jakarta, Senin malam (3/10/2016).
Singapura menduduki peringkat pertama negara asal dana repatriasi, dengan total dana Rp 79,13 triliun atau mencapai 57,71 persen dari total dana repatriasi.
Pada peringkat kedua ada Cayman Island dengan nominal dana repatriasi sebesar Rp 16,50 triliun atau 12,04 persen dari total dana repatriasi.
Berturut-turut setelahnya yaitu Hongkong sebanyak Rp 14,05 triliun (10,25 persen), China sebanyak Rp 3,56 triliun (2,6 persen), serta Virgin Island sebanyak Rp 2,49 triliun (1,82 persen).
Sekadar informasi, dalam program tax amnesty ini, pemerintah menargetkan bisa meraup tebusan sebesar Rp 165 triliun hingga akhir periode program ini di 31 Maret 2017.
Adapun target repatriasi harta WNI yang ada di luar negeri untuk dibawa ke dalam negeri mencapai Rp 1.000 triliun dan deklarasi aset sebesar Rp 4.000 triliun.



Credit  KOMPAS.com






Rusia Akan Terima Pesawat Tempur Siluman PAK FA Tahun Depan

 Rusia Akan Terima Pesawat Tempur Siluman PAK FA Tahun Depan
Komandan Pasukan Luar Angkasa Rusia, Viktor Bondarev mengatakan kepada media bahwa ia berharap pasukannya akan memiliki pesawat generasi kelima PAK FA T-50, pada 2017. Pernyataan ini disampaikan kepada media, pada Jum'at, 14 Oktober 2016. Bondarev melanjutkan bahwa tahun depan, pasukannya akan mencoba pesawat siluman PAK FA, lima pesawat sesuai kontrak. ITAR-TASS/Marina Lystseva

 Rusia Akan Terima Pesawat Tempur Siluman PAK FA Tahun Depan
Pesawat tempur siluman T-50 PAK-FA (Promising Aviation Complex of Frontline Aviation) dibangun sebagai jawaban dari pesawat generasi kelima Amerika Serikat F-22 Raptor. Kantor Berita Rusia TASS menulis bahwa PAK FA adalah intisari dari semua teknologi rancang bangun pesawat tempur Rusia. Hanya sedikit informasi yang diketahui tentang pesawat ini. Kecanggihan dan kemampuan T-50 PAK FA menjadi rahasia yang disimpan rapa. tass.com

 Rusia Akan Terima Pesawat Tempur Siluman PAK FA Tahun Depan
Pesawat generasi kelima PAK FA terbuat dari gabungan beberapa macam serat karbon yang diperkuat polimer. Penggunaan bahan ini untuk pertama kalinya digunakan dalam pembuatan sebuat pesawat. Bahan ini lebih ringan dari alumunium, lebih kuat dibanding titanium, dan empat atau lima kali lebih ringan dari pada baja. PAK FA empat kali lebih ringan dari pada pesawat tempur yang menggunakan bahan baja, karena 70% badan pesawat menggunakan bahan -bahan tradisional. tass.com

 Rusia Akan Terima Pesawat Tempur Siluman PAK FA Tahun Depan
Sukhoi Design Bureau, perancang dan pembuat T-50 PAK FA, mencatat belum pernah ada pesawat dengan jejak radar rendah, visibilitas optikal dan infra merah. Para ahli di Rusia memperkirakan Radar Cross-Section (RCS) PAK FA adalah 0,3-0,4 meter persegi, sementara para ahli Barat memperkirakan RCS pesawat siluman ini tiga kali lebih kecil, sekitar 0,1 meter persegi. RCS PAK FA sebenarnya sangat dirahasiakan. Semakin kecil RCS sebuah pesawat, semakin sulit terdeteksi radar. tass.com

 Rusia Akan Terima Pesawat Tempur Siluman PAK FA Tahun Depan
Pesawat generasi kelima Rusia, T-50 PAK FA dibedakan oleh tingkat intelektualnya yang tinggi. Pesawat siluman ini menggunakan Active Phased Antenna Array buatan Biro Desain Tikhomirov, yang dapat mendeteksi target pada jarak 400 km lebih, melacak 60 target, dan menembak 16 sasaran. Radar PAK FA mampu melacak target dengan RCS minimun 0,01 meter persegi. tass.com

 Rusia Akan Terima Pesawat Tempur Siluman PAK FA Tahun Depan
Ruang mesin yang lebar membuat pengembang dapat meningkatkan thrust vectoring agar pesawat dapat lebih bermanuver dan ruang senjata yang mampu membawa senjata berat atau lebih banyak. PAK FA adalah pesawat tempur yang memiliki kemampuan manuver tinggi dan kontrol yang baik saat pesawat terbang horisontal dan vertikal dengan kecepatan supersonik dan kecepatan rendah. AP/Sukhoi Company Press Service






Credit Tempo.co


Rusia Kirim Kapal Induk ke Suriah


 Rusia Kirim Kapal Induk ke Suriah
Kantor berita Rusia, TASS dan media online Sputnik memberitakan bahwa Armada Utara Rusia yang dipimpin kapal induk Admiral Kuznetsov, dengan persenjataan lengkap dan membawa pesawat tempur serta helikopter, telah meninggalkan pelabuhan Severomorsk menuju Laut Mediterania, pada Sabtu, 15 Oktober 2016. Armada Utara, termasuk kapal perang penjelajah Pyotr Velikiy, Kapal perusak anti kapal selam Severomorsk dan Vice-Admiral Kulakov, dan beberapa kapal pendukung, akan bergabung dalam operasi militer Rusia memerangi ISIS di Suriah. tass.com

 Rusia Kirim Kapal Induk ke Suriah
Kapal induk Rusia dipersenjatai dengan 12 sel peluncur rudal vertikal (VLS) untuk menembakan rudal jelajah anti kapal P-700 Granit (NATO menyebutnya SS-N-19). Rudal Granit dapat mnjangkau target sejauh 600 km dan dapat membawa hulu ledak nuklir. Admiral Kuznetsov juga dilengkapi membawa 192 sel untuk menembakan rudal anti pesawat Kinzhal, delapan sistem pertahanan udara jarak pendek (close-in weapon system/CIWS) Kortik, 256 roket, dan 48.000 putaran amunisi. sputniknews.com


 Rusia Kirim Kapal Induk ke Suriah
Admiral Kuznetsov membawa pesawat tempur superioritas udara Su-33 dan pesawat tempur multi peran MiG-29K. Sputnik melaporkan bahwa Su-33 dilengkapi dengan sistem pentargetan ultra presisi SVP-24, yang terbukti sukses saat digunakan pada operasi militer di Suriah. MiG-29K dirancang untuk memberi perlindungan udara bagi angkatan laut Rusia, dengan kemampuannya menghancurkan target di laut dan darat. Kapal induk Rusia juga membawa helikopter anti kapal selam (ASW) Ka-27/Ka-29 dan helikopter serang dan intai Ka-52K. sputniknews.com

 Rusia Kirim Kapal Induk ke Suriah
Kapal perang penjelajah Pyotr Veliky, adalah kapal perang bertenaga nuklir kelas Kirov. Kapal sepanjang 252 meter ini dipersenjatai dengan 20 rudal permukaan ke permukaan P-700 Granit (SS-N-19 Shipwreck), 16 rudal anti kapal selam Rastrub (SS-N-14 Silex), 10 rudal anti kapal Vodopad (SS-N-16 Stallion), 96 rudal permukaan ke udara Fort (SA-N-6 Grumble), 128 rudal pertahanan udara Kinshal (SA-N-9 Gauntlet), pertahanan anti rudal jarak dekat Osa-M (SA-N-4 Gecko) dengan 40 rudal. Pyotr Veliky juga dilengkapi dengan sistem anti rudal S-300F. theHZ.ru

 Rusia Kirim Kapal Induk ke Suriah
Kapal perusak anti kapal selam Severomorsk (616) dan Admiral Kulakov (626), termasuk kelas Udaloy I, merupakan dua kapal anti kapal selam Armada Utara yang berangkat ke Laut Mediteranian. Sebelum berangkat, kedua perusak ini melakukan latihan menghadapi serangan udara di Laut Barens, pada September 2016. Latihan menggunakan rudal permukaan ke udara atau surface-to-air missile (SAM) 3K95 Kinzhal yang sukses menghancurkan drone target Saman. SKNews.ru

 Rusia Kirim Kapal Induk ke Suriah
Kelas Udaloy I dirancang untuk menghancurkan kapal selam musuh. Perusak ini dipersenjatai dengan rudal anti kapal selam Metel URPK-4 ( (NATO menyebutnya SS-N-14 Silex) . Metel URPK-4 mampu menjangkau kapal selam musuh sejauh 5-50 km, pada kedalaman 20-500 m. SS-N-14 dapat melaju dengan kecepatan 0,95 Mach (1173 km/jam) dan membawa hulu ledak HE (high-explosive) 100 kg atau hulu ledak nuklir 5 kiloton. Udaloy I juga dilengkapi dengan dua meriam 100mm/70cal DP, dan meriam 30 mm AK-630 sebagai CIWS. tass.com





Credit  Tempo.co





Korea Selatan dan Amerika Serikat Latihan Militer Bersama

 Korea Selatan dan Amerika Serikat Latihan Militer Bersama
Kapal induk tenaga nuklir Amerika Serikat, USS Ronald Reagan memasuki Pelabuhan Busan, Korea Selatan, setelah melakukan latihan militer bersama di perairan Semenajung Korea, 16 Oktober 2016. Latihan bersama dilakukan setelah Korea Utara beberapa kali melakukan uji coba rudal balistik. Ha Kyung-min/Newsis via AP
 Korea Selatan dan Amerika Serikat Latihan Militer Bersama
Kru Kapal Induk USS Ronald Reagan, kapal induk tenaga nuklir kelas Nimitz, berjalan menuju pesawat tempur F/A-18 Super Hornet, selama latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2016. REUTERS/Kim Hong-Ji

 Korea Selatan dan Amerika Serikat Latihan Militer Bersama
Kru kapal induk USS Ronald Reagan memperhatikan pesawat tempur F/A-18 Super Hornet yang akan lepas landas dari kapal induk kelas Nimitz, dalam latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2016. Kim Hong-Ji/Pool Photo via AP

 Korea Selatan dan Amerika Serikat Latihan Militer Bersama
Kru USS Ronald Reagan memandu pesawat tempur F/A-18 Super Hornet lepas landas dari kapal induk, selama latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2016. REUTERS/Kim Hong-Ji


 Korea Selatan dan Amerika Serikat Latihan Militer Bersama
Pesawat tempur Angkatan Laut Amerika Serikat, F/A-18 Super Hornet bersiap mendarat di kapal induk USS Ronald Reagan, dalam latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2015. Kim Hong-Ji/Pool Photo via AP


 Korea Selatan dan Amerika Serikat Latihan Militer Bersama
Pesawat tempur F/A-18 Super Hornet bersiap mendarat di kapal induk USS Ronald Reagan, dalam latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2015. Kim Hong-Ji/Pool Photo via AP










Credit tempo.co







USS Zumwalt, Kapal Perusak Terbesar Baru Milik AS


 
USS Zumwalt, Kapal Perusak Terbesar Baru Milik AS
USS Zumwalt, kapal perusak terbesar dan tercanggih milik Angkatan Laut AS. Foto/Istimewa
 
WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyambut lahirnya kapal perang terbaru mereka. Kapal yang diberi nama Zumwalt itu adalah kapal perusak terbesar dan paling canggih seharga USD4,5 miliar.

"Jika Batman memiliki kapal perang, itu akan menjadi USS Zumwalt. Selama Presiden kita dan Anda orang Amerika memiliki nafsu tak terpuaskan untuk keamanan, maka saya memiliki nafsu tak terpuaskan untuk hal-hal mempertahankan keamanan itu," kata Komandan Komando Pasifik AS Laksamana Harry Harris seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (16/10/2016).

Menurut sekretaris Angkatan Laut (AL) AS, Ray Mabus, USS Zumwalt adalah lompatan kuantum untuk kapal AL. "Ini yang pertama dari jenis pembuka jalan bagi kelas baru kapal perang, sistem baru yang bisa kita gunakan dan ityu akan memperluas hal yang dapat kita lakukan dan cara kita melakukannya," kata Mabus.

USS Zumwalt memiliki panjang 610 kaki dengan bentuk sudut yang tajam untuk meminimalkan pendeteksian radar. Kapal akan terlihat jauh lebih kecil di radar. Anjungan kapal ini mirip dengan pesawat Star Trek dimana dua kursi dikelilingi oleh hampir 360 monitor video.

Kapal ini cukup tenang di banding kapal lain, yang membuat Zumwalt sulit untuk dideteksi, dilacak dan diserang. Sebuah deckhouse dengan komposit mampu membuatnya tersembunyi dari radar dan sensor lainnya. Zumwalt diperkuat dengan sistem senjata terbaru yang mampu memuntahkan 600 proyektil bertenaga roket dengan target lebih dari 70 mil jauhnya.

Zumwalt mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk, Evolved Sea Sparrow Rudal, rudal standar dari permukaan ke udara dan rudal anti kapal selam dari 80 tabung rudal. Zumwalt juga dilengkapi dengan lambung untuk menusuk gelombang konvensional yang membuatnya bergerak dengan sangat halus. Kapal dengan berat hampir 15 ribu ton ini dilengkapi dengan teknologi canggih dan kemampuan yang memungkinkannya diterjunkan dalam berbagai misi baik defensif maupun ofensif dimana pun dibutuhkan.


Credit  Sindonews







Dabiq Direbut Pasukan Pemberontak, ISIS Siapkan Pertempuran 'Apokaliptik'

 
Dabiq Direbut Pasukan Pemberontak, ISIS Siapkan Pertempuran Apokaliptik
Pasukan pemberontak Suriah berhasil menguasai Dabiq. Insert: ISIS bersumpah akan melakukan pertempuran apokaliptik. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
 
DAMASKUS - Pasukan pemberontak Suriah, pasukan pembebasan Suriah atau FSA, yang didukung oleh militer Turki berhasil merebut kota Dabiq dari ISIS. Keberhasilan ini membuat ISIS bersumpah akan melakukan pertumpuran terakhir, pertempuran apokaliptik atau pertempuran yang penuh dengan kehancuran.

Pemimpin kelompok Sultan Murad, salah satu faksi FSA, Ahmed Osman mengatakan para pemberontak mengambil Dabiq dan daerah tetangganya Soran setelah terlibat bentrokan dengan ISIS pada Minggu pagi. FSA mendapat dukungan dari tank dan pesawat tempur Turki.

"Mitos ISIS tentang pertempuran besar di Dabiq telah berakhir," katanya seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).

Dalam propagandanya, ISIS kerap menyebut sebuah ramalan menyatakan Dabiq akan menjadi lokasi pertempuran antara kaum Muslim dan kaum kafir yang akan pertanda menjadi kiamat.

Kekalahan di Dabiq memperpanjang daftar kekalahan yang diderita oleh ISIS. Perlahan tapi pasti kelompok yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi ini mulai kehilangan satu per satu wilayah kekuasaannya di Suriah dan Irak.

Kelompok yang menghentak dunia dengan pernyataannya mendirikan kekhalifahan baru ini kini berkonsentrasi penuh untuk mempertahankan Mosul dari serangan pemerintah Irak. Mosul menjadi basis paling berharga kelompok ekstrimis itu.



Credit  Sindonews


Peserta Perundingan Sepakat Suriah Tentukan Masa Depannya Sendiri

 
Peserta Perundingan Sepakat Suriah Tentukan Masa Depannya Sendiri
Rusia menyatakan peserta perundingan di Swiss sepakat jika Suriah menentukan masa depannya sendiri. Foto/Reuters/Jean-Christophe Bott

MOSKOW - Rusia mengatakan semua peserta dalam pembicaraan Suriah di Lausanne telah menyetujui Suriah harus memutuskan masa depan mereka sendiri melalui dialog inklusif dan bahwa negara harus tetap utuh dan sekuler. Pernyataan itu muncul setelah pertemuan berakhir tanpa terobosan.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan agar perjanjian gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Rusia berhasil dan memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan, oposisi moderat Suriah harus terpisah dari Jabhat Fatah al Sham, sebelumnya dikenal sebagai Nusra depan, dan "kelompok teroris" lainnya.

"Pada saat yang sama, harus dipahami bahwa operasi melawan teroris dari negara Islam dan Front Nusra akan dilanjutkan," kata kementerian itu seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).

Pembicaraan mengenai Suriah yang diselenggarakan oleh Sekretaris Negara AS John Kerry di Laussane, Swiis, gagal menyepakati strategi bersama dengan Rusia untuk mengakhiri konflik di Suriah. Perang saudara yang terjadi di Suriah sendiri kini telah memasuk tahun keenam.


Pertemuan di Lausanne dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov beserta tujuh menlu dari Iran, Irak, Arab Saudi, Turki, Qatar, Yordania dan Mesir. Pertemuan ini digelar setelah runtuhnya rencana gencatan senjata Rusia-AS yang susah payah dibuat dan diharapkan bisa mengakhiri perang saudara di Suriah.

Negara-negara Barat menuduh Rusia dan Suriah melakukan kekejaman dengan membom rumah sakit, membunuh warga sipil dan mencegah evakuasi medis di kota terbesar Suriah Aleppo, serta menargetkan konvoi bantuan dengan hilangnya sekitar 20 jiwa. Namun, tudingan ini dibantah oleh Suriah dan Rusia dengan mengatakan mereka hanya menargetkan militan.


Credit  Sindonews

Pembicaraan Soal Suriah di Swiss Berakhir Hampa

Pembicaraan Soal Suriah di Swiss Berakhir Hampa
Pembicaraan soal Suriah yang dilakukan Menlu Rusia dan Menlu AS bersama tujuh Menlu dari sejumlah negara gagal menghasilkan terobosan baru. Foto/Reuters/Jean-Christophe Bott
 
LAUSANNE - Rusia dan Amerika Serikat (AS) gagal membuat terobosan dalam pembicaraan terbaru mengenai perang Suriah di Lausanne, Swiss. Kedua negara gagal menyepakati strategi bersama untuk mengakhiri konflik di Suriah yang telah memasuki tahun keenam.

Pertemuan di Lausanne dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov beserta tujuh menlu dari Iran, Irak, Arab Saudi, Turki, Qatar, Yordania dan Mesir. Pertemuan ini digelar setelah runtuhnya rencana gencatan senjata Rusia-AS yang susah payah dibuat dan diharapkan bisa mengakhiri perang saudara di Suriah.

Kepada wartawan Kerry mengatakan ada konsensus tentang sejumlah pilihan yang dapat menciptakan gencatan senjata. Meski begitu, Kerry mengakui, ada beberapa ketegangan selama pembicaraan.

"Saya akan menggolongkan ini sebagai contoh dari apa yang kita inginkan, yang merupakan sebuah tukar pikiran dan diskusi yang sangat jujur untuk pertama kali," kata Kerry seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/10/2016).

"Sejumlah ide datang dari sejumlah menteri yang berbeda seperti yang kita harapkan yang mungkin dapat membentuk beberapa pendekatan yang berbeda," tambah Kerry.

Namun pertemuan itu gagal membuahkan sebuah pernyataan bersama atau visi bersama. Mengenai hal ini, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan para menteri telah membahas beberapa ide menarik tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Credit  Sindonews


Terkait Suriah, Prancis Tidak Akan Kurangi Tekanan kepada Rusia

Terkait Suriah, Prancis Tidak Akan Kurangi Tekanan kepada Rusia
Presiden Prancis, Francois Hollande, menyatakan tidak akan mengurangi tekanan kepada Rusia terkait krisis di Suriah. Foto/Istimewa

PARIS - Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan ia tidak berencana untuk mengurangi tekanan pada Rusia atas dukungannya bagi pemerintah Suriah dalam memerangi pemberontak. Meski begitu, ia tetap siap untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas perang

"Vladimir Putin tidak ingin serius membahas Suriah. Saya siap setiap saat, tapi aku tidak akan mengurangi tekanan," kata Hollande dalam wawancara dengan surat kabar Prancis.

Hollande menambahkan bahwa prioritas mutlak adalah penghentian pemboman, gencatan senjata, bantuan kemanusiaan dan pembukaan negosiasi seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin membatalkan rencana kunjungan ke Prancis. Awalnya Putin dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Prancis pada 19 Oktober mendatang, dan akan melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Francois Hollande.

Keputusan Putin ini datang tidak lama setelah Hollande menuturkan bahwa dia mungkin akan membatalkan pertemuan dengan Putin. Keputusan Hollande ini dilatarbelakangi oleh konflik yang terjadi di Suriah, dimana Prancis tidak senang dengan sikap Rusia yang mendukung rezim Bashar al-Assad.
Credit  Sindonews

Inggris dan AS Siap Jatuhkan Sanksi Tambahan untuk Assad

Inggris dan AS Siap Jatuhkan Sanksi Tambahan untuk Assad
Inggris dan AS tengah mempertimbangkan menjatuhkan sanksi bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya. Foto/Istimewa

LONDON - Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad dan para pendukungnya. Kedua negara sekutu itu juga meminta Rusia untuk membantu mengakhiri konflik di Suriah.

"Sangat penting bahwa kita menjaga tekanan dan ada banyak langkah-langkah yang kita ajukan, hubungannya dengan sanksi tambahan terhadap rezim Suriah dan pendukung mereka, langkah-langkah untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang ke Mahkamah Pidana Internasional," kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson kepada wartawan.

"Hal-hal ini akhirnya akan datang untuk menggigit para pelaku kejahatan ini dan mereka harus berpikir tentang hal itu sekarang," kata Johnson, yang juga mengatakan tidak ada nafsu bagi Eropa untuk "pergi berperang" di Suriah seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).

Johnson sendiri meragukan pemerintah Assad dan sekutunya, Rusia, akan mampu merebut kembali Aleppo dan memenangkan perang. Ia pun menyerukan Rusia dan Iran untuk menunjukkan kepemimpinannya untuk mengakhiri konflik.

"Terserah mereka untuk menunjukkan rasa belas kasihannya, menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang di kota itu dan mendapatkan gencatan senjata diberlakukan," tambahnya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS John Kerry menegaskan bahwa AS dan sekutunya sedang mempertimbangkan sanksi tambahan atas Suriah, namun tidak menyebutkan nama Rusia sebagai target.

"Kami sedang mempertimbangkan sanksi tambahan dan kami juga membuat jelas bahwa Presiden (Barack) Obama belum mengambil pilihan dari meja," kata Kerry.

Credit  Sindonews







Kudeta Landa Negeri Khadafi, Pemimpin Libya "Menghilang"

 
Kudeta Landa Negeri Khadafi, Pemimpin Libya Menghilang
Perdana Menteri (PM) Libya, Fayez al-Sarraj, tidak diketahui keberadaannya selama upaya kudeta berlangsung di negara itu sejak Jumat petang. Foto/REUTERS
 
TRIPOLI - Upaya kudeta untuk menggulingkan Pemerintah Libya yang didukung PBB berlangsung di Ibu Kota Tripoli sejak Jumat petang. Perdana Menteri (PM) Libya, Fayez al-Sarraj, yang juga menjabat sebagai presiden sementara negara itu “menghilang” dan nasibnya tak diketahui.

Pemerintah Libya (GNA) menuduh mantan PM Khalifa al-Ghwell, sebagai pemimpin kudeta militer di negeri Moammar Khadafi itu. Pemerintah pada Sabtu (15/10/2016) memerintahkan penangkap semua komplotan kudeta, termasuk pemimpinnya, Ghwell.

Komplotan kudeta dilaporkan telah menduduki sejumlah bangunan penting di negara itu, termasuk Hotel Rixos dan gedung-gedung administrasi pemerintah lainnya. Hingga hari ini, para milisi pendukung kudeta masih menguasai bangunan Hotel Rixos.

Ghwell merupakan PM Libya yang digulingkan pada Maret lalu oleh kubu pemerintah saat ini. Para milisi pendukung kudeta menyiagakan truk pickup yang dipasangi senapan mesin di sekitar Hotel Rixos.

Komplotan kudeta dalam sebuah pernyataan mengklaim bahwa GNA saat ini mengalami kekosongan kepemimpinan. Tidak ada yang tahu keberadaan PM Libya Fayez al-Sarraj, namun laporan media menyebut dia berada di negara tetangga, Tunisia.

Jika semua milisi Tripoli muncul dan mendukung kudeta, maka GNA berada dalam bahaya. Selain didukung PBB sebagai pemerintah sah Libya, GNA juga didukung para diplomat Barat, seperti dari Amerika Serikat (AS), Inggris dan Uni Eropa.

Menurut laporan Guardian, belum ada laporan korban jiwa dalam upaya kudeta di Libya. Selain itu, juga belum ada laporan perihal penangkapan terhadap para pelaku kudeta.


Credit  Sindonews






Korut Kembali Ancam Bakal Serang AS dengan Nuklir

 
Korut Kembali Ancam Bakal Serang AS dengan Nuklir
Korut mengancam akan menyerang AS dengan nuklir jika Washington memobilisasi kekuatan untuk menentang Pyongyang.Foto/Ilustrasi/SINDOnews

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) memperingatkan mungkin akan melakukan tes nuklir kembali setelah sempat melakukan uji coba pada 9 September lalu. Korut juga mengatakan siap meluncurkan serangan pendahuluan terhadap Amerika Serikat (AS) jika negara itu memobilisasi kekuatan untuk menentangnya.

"AS memiliki senjata nuklir di lepas pantai kami, menargetkan negara kami, Ibu Kota dan pemimpin terhormat kami, Kim Jong Un," ucap seorang pejabat atas Korut, Lee Yong-pil, mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan NBC News, Senin (17/10/2016).

"Kami tidak akan mundur selama ada ancaman nuklir kepada kami dari AS. Sebuah serangan nuklir preemptive bukanlah apa-apa bagi AS yang memiliki monopoli atas itu. Jika kami melihat bahwa AS akan melakukannya kepada kami, kami akan melakukannya pertama kali. Kami memiliki teknologi itu," tambah Lee, yang merupakan direktur dari Departemen Luar Negeri Institut Studi Amerika.

Yong-pil juga memperingatkan bahwa Korut mungkin akan melakukan uji coba nuklir lanjutan. Hal itu didorong oleh semakin agresifnya latihan gabungan AS dan Korea Selatan (Korsel). Ia pun menyatakan bahwa tidak ada sanksi dari PBB maupun tekanan dari AS yang akan menghentikan Korut untuk membangun gudang senjata.

"Kami harus memiliki senjata nuklir untuk melindungi negara kami, dan itu kebijakan kami untuk memiliki nuklir," katanya.

Pejabat Korut yang lain mengatakan bahwa negara itu telah memiliki kemampuan untuk mencapai daratan AS dengan roket. Hwang Yongnam, yang berwenang untuk berbicara tentang program rudal negara itu, mengatakan Pentagon telah berbohong dengan menyatakan Korut belum bisa mencapai daratan AS dengan senjata.

Sedangkan seorang pejabat senior Korut yang terlibat dalam program luar angkasa, Ri Won-hyok mengatakan kemajuan yang dicapai negaranya bukan hanya senjata. Korut juga telah meluncurkan roket untuk membawa satelit ke ruang angkasa dan tujuan negaranya tidak hanya pergi ke bulan tetapi juga planet-planet lain.

Dia membantah bahwa program roket negara itu telah mendapat bantuan dari Rusia atau Iran. Ia mengklaim jika proyek itu 100 persen buatan Korut.



Credit  Sindonews

Pentagon: Korut Gagal Lakukan Uji Coba Rudal Balistik

Pentagon: Korut Gagal Lakukan Uji Coba Rudal Balistik
Korea Utara gagal melakukan uji coba rudal balistik. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mendeteksi Korea Utara (Korut) melakukan uji coba peluncuran rudal balistik. Namun, uji coba itu berujung pada kegagalan.

Pentagon mengatakan Sistem Komando Strategis AS mendeteksi bahwa rudal Musudan gagal dalam peluncuran yang dilakukan di dekat kota barat laut Kusong, Korut. "Kami sangat mengutuk ini dan tes rudal terbaru Korut lainnya," kata juru bicara Pentagon, Gary Ross.

Uji coba ini adalah yang terbaru dalam serangkaian uji coba yang dilakukan Korut dan melanggar resolusi PBB. AS pun mengungkapkan keprihatinannya dan menyerukan agar badan dunia menjatuhkan sanksi yang lebih tegas kepada Korut.

"Komitmen kami adalah untuk pertahanan sekutu kami, termasuk Republik Korea (Korea Selatan) dan Jepang, dalam menghadapi ancaman ini, akan lebih ketat. Kami tetap siap untuk mempertahankan diri dan sekutu kami dari serangan atau provokasi," kata Ross seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/10/2016).

Ross mengatakan AS menyerukan Korut untuk menahan diri dari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di wilayah Semenanjung Korea.

Pyongyang sudah berada di bawah sanksi internasional yang berat lebih setelah melakukan uji coba rudal dan nuklir. Meski begitu, Korut tetap melakukan uji coba nuklir kelima pada 9 September lalu.

Credit  Sindonews

Kim Jong-un Peringatkan Inggris Tak Gabung Manuver AS dan Korsel

Kim Jong-un Peringatkan Inggris Tak Gabung Manuver AS dan Korsel
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un peringatkan Inggris tak gabung dalam latihan militer AS dan Korea Selatan. Foto/REUTERS

PYONGYANG - Diktator muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, memperingatkan Inggris untuk tidak bergabung dalam latihan militer angkatan udara bersama Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel). Korut sebut rencana manuver gabungan itu sebagai tantangan serius yang tak terampuni.

Inggris telah dijadwalkan untuk bergabung dalam latihan Angkatan Udara dengan AS dan Korsel di tengah meningkatnya ketegangan antara Pyongyang dan Seoul. Inggris berencana mengerahkan empat pesawat jet tempur Eurofighter Typhoon, pesawat tanker Voyager dan pesawat angkut C-17 Globemaster untuk latihan gabungan.

Peringatan dari Kim Jong-un itu disampaikan kantor berita milik negara Korut, KCNA, melalui seorang juru bicara.”Ini adalah tantangan serius, tak pernah diampuni untuk perdamaian dan keamanan,” tulis KCNA.

“Inggris harus segera menarik keputusannya untuk ambil bagian dalam latihan militer untuk agresi,” lanjut media Pemerintah Korut itu, yang dikutip Daily Star, Sabtu (15/10/2016).

Reaksi Kim Jong-un ini muncul beberapa pekan setelah Angkatan Udara Korsel mengumumkan akan menggelar latihan militer “Invincible Shield” dengan Inggris dan AS mulai 4 hingga 10 November 2016 mendatang.

Latihan militer gabungan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan Seoul untuk menyerang fasilitas kepemimpinan utama Korut dan mencegat serangan udara yang masukke Korsel.

Pemerintah Inggris belum berkomentar atas peringatan Kim Jong-un. Tak seperti AS, Inggris selama ini tidak terlibat langsung dalam konflik antara Korut dan Korsel.
Credit  Sindonews

Di KTT BRICS, PM India Sebut Pakistan 'Kapal Induk Terorisme'


Di KTT BRICS, PM India Sebut Pakistan 'Kapal Induk Terorisme'  
Perdana Menteri India Narendra Modi membawa kisruh dengan Pakistan di wilayah Kashmir ke Konferensi Tingkat Tinggi BRICS. (Reuters/Adnan Abidi)
 
Jakarta, CB -- Perdana Menteri India Narendra Modi membawa kisruh dengan Pakistan ke Konferensi Tingkat Tinggi BRICS pada Minggu (16/10). Dia mengatakan Pakistan adalah "kapal induk terorisme" di hadapan kepala negara anggota BRICS.

Pernyataan ini disampaikan Modi sesuai dengan keputusannya untuk mengisolir Pakistan di ranah internasional menyusul ketegangan kedua negara di wilayah sengketa Kashmir. Sebelumnya India berusaha membuat Pakistan terkucil di PBB dengan mengatakan bahwa negara pendukung terorisme.

"Di wilayah kami, terorisme menjadi ancaman besar bagi perdamaian, keamanan dan pembangunan," kata Modi dalam KTT BRICS, kelompok negara berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan, di Goa.

"Tragisnya, kapal induk terorisme adalah negara di sekitar India," lanjut Modi seperti yang dikutip Reuters, tanpa secara langsung menyebut nama Pakistan.

Ketegangan antara kedua negara pemilik senjata nuklir di Asia ini telah tinggi sejak serangan pangkalan militer di Kashmir pada 18 September lalu, menewaskan 19 tentara India.

India mengklaim telah melakukan serangan balasan di dekat perbataan Kashmir yang diklaim Pakistan. Pemerintah Pakistan membantah terlibat dalam serangan ke pangkalan militer India dan mengatakan klaim serangan balasan dari India tidak pernah terjadi.

Menanggapi tudingan India, pemerintah Pakistan menuding Modi telah menyesatkan negara-negara anggota BRICS dan mencoba menutupi kekejaman mereka di Kashmir, saat puluhan orang tewas sejak aksi protes pecah Juli lalu.

"Rakyat Wilayah Pendudukan India di Kashmir menjadi sasaran genosida oleh India karena meminta hak-hak dasar mereka untuk menentukan nasib sendiri," kata Sartaj Aziz, penasihat kebijakan luar negeri Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif.

Pernyataan Modi tidak masuk dalam komunike KTT BRICS di India. Tidak ada komentar dari negara BRICS lainnya.



Credit  CNN Indonesia








Operasi Pembebasan Mosul dari ISIS Dimulai



Operasi Pembebasan Mosul dari ISIS Dimulai  
Operasi untuk membebaskan Mosul dari ISIS dimulai, seperti disiarkan oleh Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi lewat televisi pada Senin pagi. (Reuters/Stringer)
 
Jakarta, CB -- Operasi untuk membebaskan Mosul dari ISIS dimulai, seperti disiarkan oleh Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi lewat televisi pada Senin pagi (17/10).

CNN melansir, pertempuran diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu bahkan bulan. Jika didasarkan pada apa yang sebelumnya terjadi dalam perebutan Falluja dan Ramadi dari ISIS, maka Mosul diperkirakan akan kacau.

Serangan untuk merebut Mosul sendiri telah dipersiapkan lama. Pasukan AS dan Irak telah menggempur target ISIS di Mosul bahkan selama setahun. Baru-baru ini, AS mengumumkan penurunan 600 pasukan tambahan untuk operasi Mosul.

Puluhan penasihat militer AS dan Inggris terlibat dalam persiapan merebut Mosul, begitu pula sebuah unit artileri AS yang akan memberi perlindungan bagi pasukan di selatan Mosul.

ISIS, di lain pihak, dilaporkan mulai membangun terowongan yang dipersiapkan untuk meninggalkan kota terbesar kedua di Irak tersebut. AS memperkirakan terdapat 3.500 hingga 5.000 militan ISIS di Mosul.

Pertempuran di sekitar Mosul telah berkobar selama beberapa hari terakhir.

Sebelum direbut ISIS, Mosul dihuni oleh lebih dari 2 juta orang. Dan saat ini, masih terdapat sekitar 1 juta warga yang tinggal di kota itu.



Credit  CNN Indonesia

Salah Informasi, Koalisi Saudi Serang Pemakaman di Yaman

 
Salah Informasi, Koalisi Saudi Serang Pemakaman di Yaman  
Ilustrasi serangan udara di Yaman (Reuters/Mohamed al-Sayaghi)
 
Jakarta, CB -- Koalisi serangan udara pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok pemberontak Houthi di Yaman menyerang sebuah pemakaman akibat menerima informasi yang salah dari sejumlah tokoh militer Yaman, bahwa terdapat sejumlah pemimpin Houthi di wilayah yang dihantam serangan udara itu.

Koalisi pimpinan Saudi di Yaman menghadapi berbagai kritik tajam akibat serangan udaranya pada akhir pekan lalu menghantam sebuah acara pemakaman di ibu kota Sanaa, menyebabkan 140 warga tewas, menurut laporan PBB. Sementara Houthi menyebutkan serangan itu menyebabkan 82 orang tewas.

Para pelayat yang tewas dalam serangan itu termasuk sejumlah pejabat politik dan keamanan, yang diduga bergabung dengan Houthi untuk melawan pemerintahan Yaman yang didukung Saudi.

"Sebuah pihak yang terafiliasi dengan Kepala Staf Kepresidenan Yaman memberikan kami informasi yang salah bahwa di daerah tersebut terdapat sejumlah pemimpin Houthi bersejenjata di Sanaa, dan memaksa kami menargetkan wilayah itu secepatnya," bunyi kesimpulan badan penyidik yang menginvestigasi serangan itu, dikutip dari Reuters, Sabtu (15/10).

Tim Peninjauan Insiden Gabungan (JIAT) menyatakan bahwa Pusat operasi serangan udara di Yaman juga gagal memberikan persetujuan soal serangan tersebut dari para komandan, sebuah pelanggaran terhadap protokol yang ada.

JIAT kemudian menyerukan peninjuan kembali aturan soal keterlibatan dan kompensasi untuk keluarga korban. JIAT menyatakan "tindakan yang tepat" harus diambil terkait insiden ini, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Juru bicara JIAT menyebut bahwa tindakan itu termasuk proses peradilan.

"Tentu, publik harus diberitahu soal apa yang menyebabkan kesalahan ini. Mereka memiliki hak untuk melindungi diri mereka, namun jelas bahwa langkah hukum harud diambil, pasukan koalisi memahami hal itu," kata Mansour Ahmed al-Mansour, penasihat hukum JIAT.

"Koalisi menyerukan penyesalan terkait insiden yang tidak disengaja ini dan menghaturkan rasa turut berduka cita bagi para keluarga korban. Insiden ini tidak sejalan dengan tujuan koalisi, yang ingin melindungi warga dan mengembalikan keamanan dan stabilitas di Yaman," bunyi pernyataan koalisi Saudi.

PBB memperkirakan sekitar 10 ribu warga Yaman tewas dalam konflik yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun ini. PBB menuding koalisi serangan udara pimpinan Saudi menyebabkan 60 persen dari total kematian 3.800 warga sipil sejak Maret 2015.

Pertempuran terus berlanjut pada Sabtu (15/10), dengan media Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal ke wilayah kamp militer Saudi di Provinsi Asir




Credit  CNN Indonesia