Senin, 03 Oktober 2016

Sejarah Hari Ini: Umat Kristen Kota Eger Usir Kaum Yahudi

 
Simbol Yahudi, ilustrasi
Simbol Yahudi, ilustrasi
 
CB, Pada 3 Oktober 1430 kaum Yahudi diusir  dari Kota Eger Bohemia, wilayah perbatasan antara Ceska dan Jerman. Umat Kristen Eger sangat kecewa dengan kaum Yahudi. Sebab mereka tak mau membela Kota Eger dari serangan. Mereka tak mau menjaga Kota Eger.

Umat Kristen Eger mengeluh kepada Raja Sigismund kalau kaum Yahudi tak mau menjadi tentara di Kota Eger. Mereka menolak masuk ke militer dan membantu negara. Padahal kala itu situasi sering genting karena berbagai perang yang sering  terjadi.

Akibat keluhan umat Kristen tersebut. Akhirnya kaum Yahudi diusir oleh rakyat Eger dari Eger Bohemian. Mereka sudah tak boleh tinggal lagi di Eger karena dinilai tak berbakti kepada negara.

Namun menurut Skepticism.org, rupanya kepergian kaum Yahudi memberikan dampak yang cukup buruk bagi ekonomi Kota Eger kala itu. Sebab kaum Yahudi memiliki kiprah yang cukup baik di bidang bisnis dan perdagangan.

Beberapa abad kemudian, pada 1898 Tsar Nicholas II mengusir orang-orang Yahudi dari berbagai kota di Rusia. Orang Yahudi juga diusir dari Kiev, Moskow, dan Orel.

Pengusiran terjadi karena Tsar Nicholas II dan rakyat Rusia kala itu tak menyukai orang Yahudi. Namun pengusiran ini berakhir dengan pembunuhan kelompok militan Yahudi terhadap Tsar Nicholas II dan keluarganya.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID




AS dan Korsel Perkuat Sistem Pertahanan Rudal

 Rudal AS/ilustrasi
Rudal AS/ilustrasi
 
CB, SEOUL - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) memutuskan untuk memperkuat sistem pertahanan rudal yang canggih dan mampu menangkis serangan lawan. Pada Juli lalu, keduanya menyepakati pembuatan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yaitu sistem anti rudal untuk melindungi Korsel dari ancaman Korea Utara (Korut).

Ketegangan di samenanjung Korea semakin tinggi di tahun ini, yang dimulai dengan uji coba nuklir keempat oleh Korut. Korut juga melakukan peluncuran satelit, melakukan serangkaian tes berbagai rudal dan terakhir melakukan uji coba nuklir terbesar yang pernah ada.

Namun rencana tersebut memicu kemarahan Cina. Cina khawatir radar kuat THAAD akan membahayakan keamanan dan tidak berpengaruh apa-apa terkait ketegangan di samenanjung Korea.

Surat kabar resmi Partai Komunis Cina, People's Daily, menyatakan, penolakan Cina terhadap THAAD tidak akan berubah. Sebab THAAD adalah ancaman serius bagi keseimbangan keamanan strategis regional.

"Seperti negara lain, Cina tidak bisa diam saja dalam masalah keamanan," tulis People's Daily.

AS dan Korsel harus menyadari fakta jika di samenanjung Korea tidak ada tempat untuk mengambil resiko.

"Jika Amerika Serikat dan Korea Selatan merugikan keamanan strategis negara-negara di kawasan ini, termasuk Cina, maka mereka ditakdirkan untuk menerima serangan balik yang tepat," tulisnya lagi.

Cina telah berulang kali berjanji akan mengambil langkah untuk merespon keputusan dibentuknya THAAD. Tapi belum ada keputusan mengenai apa yang akan mereka lakukan.

Amerika Serikat dan Korsel mengatakan THAAD tidak mengancam keamanan Cina atau negara lain selain Korut. Cina diketahui sebagai mitra diplomatik dan ekonomi Korut yang paling utama, namun Cina juga mengutuk uji coba nuklir dan rudal yang dilakukan Cina.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID




Menhan AS dan ASEAN Kumpul Bahas Kelakuan Cina

 Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter
 
CB,PEARL HARBOR -- Menteri Pertahanan negara-negara ASEAN melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ash Carter, di Hawaii, pada Jumat (30/9) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN akan mencari solusi praktis untuk meredakan sejumlah insiden di Laut Cina Selatan (LCS).

Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, menganggap Cina telah menyerang negara yang lebih kecil terkait wilayah sengketa tersebut. Menurutnya, ketegangan yang terjadi antara Cina dengan negara lain belum tentu melibatkan militer masing-masing negara.

Dia mengatakan, angkatan laut memiliki protokol ketika bertemu satu sama lain di laut. Dengan demikian, konfrontasi banyak terjadi juga di antara kapal-kapal nelayan dan kapal sipil lainnya.

Singapura tidak memiliki klaim pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Namun, Ng mengaku negaranya tertarik dengan masalah tersebut karena Laut Cina Selatan merupakan jalur pelayaran utama dan tempat menggantungkan banyak kegiatan ekonomi.

"Singapura tidak memiliki klaim wilayah, minat utama kami adalah, dengan atau tanpa putusan, bagaimana memastikan wilayah ini stabil dan memastikan kita benar-benar memiliki mekanisme untuk mencegah eskalasi apapun," kata Ng seperti ditulis AP.

Cina mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan sebagai miliknya, karena latar belakang sejarah. Cina bersengketa dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Cina baru-baru ini mengembangkan terumbu karang di tujuh pulau dengan pengerjaan reklamasi besar-besaran. Beberapa pulau memiliki landasan yang mampu menampung pesawat militer.

Pada Juli lalu, pengadilan arbitrase internasional memutuskan klaim Cina adalah ilegal. Namun Cina menolak putusan itu dan terus melakukan kegiatannya.

Kepada media, Carter mengatakan, ia dan rekan-rekannya membahas peningkatan koordinasi dan kerja sama militer untuk menjaga kawasan itu. Dia meminta kepada Kepala Angkatan Laut AS dan AS Coast Guard untuk mengadakan pertemuan dengan ASEAN tahun depan dan membahas tentang praktik terbaik bagi keamanan maritim.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID



Ukraina dan pemberontak tarik pasukan dari kota timur

 
Ukraina dan pemberontak tarik pasukan dari kota timur
Seorang anak duduk di atas ayunan di depan kendaraan pengangkut personel lapis baja di dekat gedung rumahnya yang rusak akibat pertempuran antara tentara Ukraina dan separatis pro-Rusia di Avdeyevka dekat Donetsk, Ukraina, Minggu (7/6/15). (REUTERS/Gleb Garanich)
 
Kiev (CB) - Tentara Ukraina dan separatis pro-Rusia pada Sabtu, mengumumkan penarikan tentara mereka dari sebuah kota kecil di wilayah timur seperti yang disepakati dalam perjanjian demiliterisasi pada bulan lalu.

Juru bicara militer Ukraina Valentyn Shevchenko mengatakan kepada AFP bahwa kedua pihak sudah memindahkan pasukan mereka ke beberapa kilometer dari Zolote.

"Beberapa perwakilan dari misi pengamat OSCE membenarkan penarikan tersebut," katanya, merujuk kepada Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (Organisation for Security and Cooperation in Europe).

Kantor berita resmi separatis di Ukraina timur juga mengumumkan penarikan tentara mereka dari Zolote.

"Tidak ada satu pun tentara yang masih berada di posisi yang mereka tempati, sesuai dengan apa yang dituntut oleh perjanjian Minsk," kata komandan pemberontak Mikhail Filimonenko, menurut badan tersebut.

Negosiator untuk Kiev dan pemberontak pro-Moskow mencapai kesepakatan di Minsk pada September untuk demilitarisasi tiga wilayah garis terdepan di Ukraina timur, menarik senjata berat dan pejuang dari Kota Stanytsya Luganska serta Zolote di derah Lugask dan Petrovske di daerah Donetsk.

Penarikan mundur pasukan belum terjadi di dua kota lainnya, menurut para separatis.

Pemberlakuan kesepakatan ini akan menciptakan perimeter keamanan sepanjang dua kilometer di sekitar tiga kota garis terdepan dan dipandang sebagai kemajuan kecil dalam proses perdamaian Ukraina yang mandek.

Konflik meletus setelah Moskow menganeksasi Crimea dari Ukraina pada Maret 2014, demikian dikutip dari AFP.


Credit  ANTARA News




Iran pamerkan pesawat tanpa awak baru mirip "drone" buatan AS

 
Iran pamerkan pesawat tanpa awak baru mirip
Drone atau pesawat militer tak berawak AS (Reuters)
 
Dubai (CB) - Garda Revolusi Iran memperlihatkan sebuah pesawat tanpa awak buatan sendiri yang mereka katakan mampu membawa bom, media negara melaporkan pada Sabtu.

Pesawat itu tampaknya mirip dengan sebuah pesawat tanpa awak untuk pengintaian buatan Amerika Serikat yang Iran tangkap lima tahun lalu.

Pesawat (drone) yang diberi nama Saegheh atau kilat diperlihatkan di sebuah expo yang memamerkan prestasi-prestasi paling akhir yang dicapai perusahaan antariksa Garda Revolusi.

"Pesawat yang memiliki jarak jelajah jauh mampu menghantam empat sasaran dengan bom-bom yang punya tingkat akurasi tinggi," kata Amir Ali Hajizadeh, kepala perusahaan itu, sebagaimana dikutip kantor berita IRNA.

Garda itu tidak mendemonstrasikan kemampuan drone tersebut dan tidak mengatakan jarak jelajah yang dimilikinya.

Foto yang disiarkan kantor berita Tasnim memperlihatkan pesawat tanpa awak Iran tersebut mirip dengan pesawat Sentinel buatan AS RQ-170 yang ditangkap di bagian timur Iran pada tahun 2011. Media Iran melaporkan model Iran itu didasarkan atas satu pesawat AS.

Presiden AS Barack Obama meminta Iran mengembalikan drone itu milik passukan Amerika di Afghanistan, tetangga Iran. Tetapi Teheran menyatakan Washington hendaknya meminta maaf atas aksi mata-mata terhadap negaranya dengan pesawat tanpa awak, demikian Reuters.



Credit  ANTARA News


Suriah ultimatum pasukan oposisi untuk tinggalkan Aleppo

 
Suriah ultimatum pasukan oposisi untuk tinggalkan Aleppo
Foto udara menunjukkan sebuah masjid dan gedung-gedung di sekitarnya yang rusak di Al-Maysar, Aleppo, Suriah, Kamis (23/4). (REUTERS/Hosam Katan )
 
Beirut (CB) - Pasukan pemerintah Suriah dan sekutu-sekutunya merangsek ke Aleppo untuk menduduki kembali bagian kota itu yang dikuasai pasukan pemberontak setelah bombardemen udara bertubi-tubi.

Pasukan Suriah meminta pasukan pemberontak meninggalkan posisi-posisi mereka demi menjamin jalur aman dan pasokan bantuan ke kota itu.

Pasukan Suriah yang didukung milisi-milisi dukungan Iran dan bombardemen udara Rusia semakin merangsek ke wilayah kekuasaan pemberontak demi menguasai seluruh kota yang tercabi-cabik itu menyusul gencatan senjata gagal bulan lalu.

Ketika Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry berbicara melalui telepon untuk merundingkan normalisasi situasi, Inggris menyebut pemboman rumah sakit oleh pasukan yang loyal kepada Presiden Suriah Bashar al Assad telah membuat perdamaian di Suriah menjadi mustahil diciptakan.

"Ini adalah berlanjutnya pembantaian oleh rezim Assad kepada penduduk Aleppo dan keterlibatan Rusia dalam melakukan apa yang jelas-jelas kejahatan perang --membom rumah sakit ketika mereka tahu itu rumah sakit dan tak ada apa-apa selain rumah sakit-- adalah hal yang membuat mustahil melanjutkan perundingan perdamaian," kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson seperti dikutip Reuters.

Observatorium HAM Suriah mengatakan militer Suriah dan sekutu-sekutunya merangsek dari arah selatan dari kamp pengungsi Handarat di utara kota itu, dengan mengambilalih rumah sakit Kindi dan bagian dari wilayah industri Shuqaif.

Zakaria Malahifji dari kelompok pemberontak Fastaqim yang berbasis di Aleppo berkata kepada Reuters bentrokan pecah di daerah ini Minggu.  Terjadi pertempuran sengit di sepanjang garis depan yang membelah kota itu menjadi dua.

Pasukan Suriah mengatakan pemberontak harus mengosongkan Aleppo timur dengan imbalan jalur keluar yang aman dan pasokan bantuan.

"Komando tertinggi tentara menyerukan semua laskar bersenjata di bagian timur Aleppo untuk meninggalkan wilayah itu dan membiarkan penduduk sipil melanjutkan kehidupan normal mereka," kata militer Suriah seperti dilaporkan kantor berita  SANA.



Credit  ANTARA News





Jet-jet tempur Rusia gempur Aleppo

 
Jet-jet tempur Rusia gempur Aleppo
Seorang pria menggendong anak perempuan yang terluka di situs yang rusak setelah terkena serangan udara dua kali di lingkungan yang dikendalikan pemberontak, Bab al-Nairab, Aleppo, Suriah, Sabtu (27/08/2016). (REUTERS/Abdalrhman Ismail)
 
Amman (CB) - Pesawat-pesawat tempur Rusia menggempur kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak di bagian utara Aleppo pada Sabtu sementara tentara menyerang bagian kota itu yang dikepung dalam suatu ofensif, kata pemberontak dan satu kelompok pemantau.

Rusia dilaporkan pada Jumat akan mengirim lagi jet-jet tempur ke Suriah untuk meningkatkan kampanye udaranya sementara Amerika Serikat mengatakan pihaknya masih mencari resolusi diplomatik.

Serangan-serangan paling akhir itu merupakan bagian dari ofensif pemerintah Suriah dukungan Rusia untuk merebut kembali Aleppo yang dikuasai pemberontak dan menghancurkan benteng terakhir dari revolusi menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad yang mulai pecah pada 2011.

Serangan-serangan udara pada Sabtu fokus pada jalur pemasokan utama ke kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak - Jalan Cantello dan distrik Malah - sementara pertempuran merebak di Suleiman al Halabi, distrik di dekatnya, jalur terdepan ke arah utara Kota Tua Aleppo.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei lavrov berbicara melalui telepon untuk hari ketiga pada Jumat. Seorang diplomat tinggi Rusia mengatakan Moskow siap mempertimbangkan cara-cara menormalisasi situasi di Aleppo.

Tetapi Lavrov mengecam kegagalan Washington memisahkan kelompok-kelompok pemberontak yang moderat dari mereka yang Rusia sebut terroris, yang telah membiarkan pasukan pimpinan kelompok yang sebelumnya dikenal dengan nama Fron Nusra untuk melanggar gencatan senjata AS-Rusia yang disepakati pada 9 September.

AS menjelaskan pihaknya tidak akan, sedikitnya untuk sekarang, melaksanakan sebuah ancaman yang dibuat pada Rabu guna menghentikan diplomasi jika Rusia tidak mengambil langkah-langkah segera mengakhir kekerasan itu.

Observatorium Suriah bagi Hak Asasi manusia, sebuah kelompok yang berkedudukan di Inggris dan memantau perang itu, melaporkan gempuran hebat oleh pasukan pemerintah dan pertempuran di Suleiman al-Halabi.

Pemantau itu mengatakan pesawat-pesawat tempur menyerang sebuah rumah sakit lapangan di distrik al Sakhour yang dikuasai pemberontak dibom untuk kedua kali. Rumah sakit itu merupakan salah satu dari empat fasilitas medis yang disasar dalam beberapa hari terakhir.

Serangan itu merenggut sedikitnya satu nyawa dan melukai beberapa orang dan menyebabkan rumah sakit tersebut tak berfungsi, katanya.

Ratusan orang telah meneinggal dalam pengeboman itu dan ratusan lagi cedera. Hanya tersedia sedikit akses untuk memperoleh perawatan di rumah-rumah sakit akibat ketiadaan pasokan dasar, demikian Reuters.



Credit  ANTARA News





Jumat, 30 September 2016

Respons Duterte ke Senator AS: Setop Jadi Orang Munafik


 
Respons Duterte ke Senator AS: Setop Jadi Orang Munafik
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. | (REUTERS/Erik De Castro)
 
DAVAO - Presiden Filipina; Rodrigo Duterte, merespons kritik dua senator Amerika Serikat (AS) terkait perang narkoba yang menewaskan ribuan orang. Duterte memperingatkan dua senator itu untuk  berhenti jadi orang munafik dan tidak mencampuri urusan dalam negeri Filipina.

“Jangan berpura-pura menjadi penyuara hati moral dunia,” kata Duterte dalam konferensi pers di Kota Davao setelah tiba dari kunjungan resmi ke Vietnam.

Dua senator AS; Patrick Leahy dan Benjamin Cardin, telah mengkritik taktik Duterte dalam memerangi masalah narkoba di Filipina. Mereka juga mengekspresikan keprihatinan atas perkembangan politik terakhir di negara itu, di mana Senator Leila De Lima yang paling kritis terhadap Duterte hendak digulingkan dari posisinya di komite investigasi pembunuhan.

”Jika Presiden Duterte serius memperbaiki kondisi di Filipina, dia harus fokus pada peningkatan layanan untuk Filipina, bukan pilih-pilih ke samping; komitmen penegakan hukum yang akuntabel, bukan  memberi mereka izin perlindungan untuk membunuh tersangka, serta memperkuat peradilan, bukan meremehkannya,” kritik Leahy.

Senator Cardin setuju dengan kritik rekannya. ”Saya telah menjadi pendukung kuat dari lembaga penegak hukum Filipina, termasuk yang baru-baru ini memperkenalkan undang-undang yang akan meningkatkan kerja sama penegakan hukum antara kedua negara,” katanya.

”Tapi laporan terbaru dari ribuan pembunuhan ekstra-yudisial serta penahanan dan kurangnya rasa hormat untuk komitmen hak asasi manusia internasional yang mendalam sudah mengganggu. Mereka merusak tujuan bersama kami menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi liberal di wilayah tersebut dan untuk memperkuat hukum internasional,” lanjut Cardin mengkritik perang narkoba yang dikobarkan Duterte.

Duterte membalas kritik itu dengan mengangkat kembali isu pembunuhan rasial baru-baru ini di AS. Yakni, ketika polisi kulit putih menembak mati warga kulit hitam ras Afrika-Amerika yang tak bersenjata.

”Saya akan bertanya dia sekarang, mengapa Anda menembak orang-orang kulit hitam di sana ketika mereka tiarap di tanah?,” tanya Duterte. ”Mereka mungkin, bukan? Yang saya katakan, kemunafikan,” lanjut Duterte, seperti dikutip GMA, Jumat (30/9/2016).

Duterte melanjutkan “aib” AS lainnya dalam perang Irak, Suriah, dan Libya dengan tujuan untuk menggulingkan pemimpin yang tidak disukai AS. Duterte sebelumnya telah membandingkan dirinya dengan para pemimpin dari negara-negara yang tidak disukai AS tersebut.


Credit  Sindonews

Asia Selatan Memanas, India Lancarkan Serangan ke Kashmir

 
Asia Selatan Memanas, India Lancarkan Serangan ke Kashmir
India melancarkan seranga ke basis militan yang berada di wilayah Kashmir. | (Reuters)
  -
NEW DELHI - Para pejabat India menyatakan pasukan elit negara itu telah menyebarang ke wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan untuk menyerang kelompok militan. Aksi ini meningkatkan ketegangan diantara kedua negara yang berlomba dalam senjata nuklir.

"Serangan didasarkan pada informasi spesifik dan kredibel bahwa beberapa unit teroris telah memposisikan diri dengan tujuan untuk melaksanakan infiltrasi dan serangan teroris," kata Direktur Jenderal tentara India untuk operasi militer (DGMO), Letnan Jenderal Ranbir Singh, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/9/2016).

Singh mengatakan ia telah menelepon Presiden Pakistan untuk memberitahukan kepadanya tentang operasi. India kemudian diberi pengarahan kepada kelompok oposisi, yang mendukung misi itu, serta sekitar 25 utusan asing, tetapi tidak mengungkapkan rincian operasional.

"Ini akan menunjukkan bahwa ini semua cukup baik terorganisir," kata seorang diplomat, yang berbicara dengan syarat anonim karena briefing oleh Menteri Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar itu rahasia.

Sementara itu, Pakistan dilaporkan menangkap seorang tentara India di wilayah perbatasan. Hal ini diakui oleh para pejabat militer dari kedua negara. Menurut seorang pejabat militer India tentara itu tidak sengaja melintasi perbatasan dan tidak ada hubungannya dengan serangan sebelumnya.

Serangan yang dilakukan pada Kamis kemarin itu adalah pengumuman langka yang dilakukan oleh India bahwa mereka telah melancarkan operasi militer di perbatasan de facto dengan Pakistan. Serangan ini diluncurkan seiring pernyataan Perdana Menteri Narendra Modi yang akan mencari dalang serangan sebuah pangkalan militer di Uri pada 18 September lalu. Serangan itu menewaskan 18 tentara.




Credit  Sindonews



Dalam Sebulan, Serangan Koalisi AS Tewaskan 18 Pentolan ISIS

 
Dalam Sebulan, Serangan Koalisi AS Tewaskan 18 Pentolan ISIS
Serangan pasukan koalisi AS menewaskan belasan pemimpin ISIS. | (Istimewa)
 
WASHINGTON - Sedikitnya 18 pemimpin dari kelompok teroris ISIS tewas selama serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu di Suriah dan Irak. Para teroris yang tewas termasuk tiga pejuang asing asal Chechnya yang mendukung operasi ISIS di kota Irak, Mosul.

"Dalam 30 hari terakhir saja, serangan koalisi AS telah menewaskan 18 pemimpin ISIS yang mendukung operasi musuh di Irak dan Suriah," kata juru bicara operasi pasukan koalisi John Dorrian seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (30/9/2016).

Dorrian juga menyatakan pasukan koalisi telah menewaskan Abu Jannat, wakil militer "emir" kelompok ekstrimis itu yang bertanggung jawab untuk pembuatan senjata kimia dan yang bertanggung jawab atas pertahanan kota Mosul.

Serangan koalisi juga menewaskan menteri informasi ISIS yang dikenal sebagai Dr. Wail dan  "emir" dari polisi militer timur Mosul Abu Bakar.

ISIS merebut dan menguasai Mosul, salah satu kota terbesar Irak, sejak tahun 2014. Amerika Serikat telah berulang kali menyatakan dukungannya bagi pemerintah Irak untuk merebut kembali Mosul.

Dukungan AS di wujudkan dalam bentuk pengerahan pasukan untuk membantu mempersiapkan tentara Irak melaksanakan serangan untuk membebaskan kota itu dari kelompok teroris. Irak berencana akan melakukan serangan pada minggu kedua bulan Oktober nanti.




Credit  Sindonews





Upaya Diplomatik Gagal, AS Pertimbangkan Opsi Militer di Suriah


 
Upaya Diplomatik Gagal, AS Pertimbangkan Opsi Militer di Suriah
AS pertimbangkan untuk menggunakan opsi militer di Suriah setelah upaya diplomatik gagal. | (Istimewa)
 
WASHINGTON - Pemerintah Obama tengah mempertimbangkan sejumlah opsi militer di Suriah. Hal ini dilakukan menyusul kegagalan upaya diplomatik tingkat tinggi untuk menciptakan gencatan senjata di negara itu.

Dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (30/9/2016), pembahasan mengenai opsi militer ini masih berada dalam tingkatan staf. Rencana ini belum menghasilkan rekomendasi kepada Presiden Barack Obama yang telah menolak melakukan aksi militer terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Wacana ini muncul seiring ancaman Menteri Luar Negeri John Kerry untuk menghentikan hubungan diplomatik terkait Suriah dengan Rusia. Para pejabat AS mengatakan kegagalan diplomasi di Suriah telah membuat pemerintah Obama tidak mempunyai pilihan selain untuk mempertimbangkan alternatif.

Dua pejabat AS mengatakan, kemajuan yang didapat pasukan pemerintah di Aleppo dan runtuhnya jalur diplomatik telah membuat sejumlah pejabat pemerintah lepas kontrol. Jatuhnya Aleppo akan memulihkan kekuasaan Assad atas kota paling penting di Suriah barat itu dan akan menghancurkan kelompok oposisi.

Akibatnya, kata salah satu pejabat, daftar pilihan adalah penyempitan untuk mendukung serangan pemberontak di tempat lain dengan persenjataan tambahan atau mungkin serangan. Hal ini mungkin tidak membalikkan gelombang pertempuran, tetapi dapat menyebabkan Rusia untuk berhenti dan berpikir.

Meski begitu pemberian senjata kepada kelompok pemberontak ini tidak akan mencakup rudal anti pesawat portabel atau MANPADS. Pemerintah Obama takut jika senjata tersebut jatuh ke tangan militan ISIS atau Al-Qaeda.



Credit  Sindonews





Konferensi Internasional Aceh Pertama di Australia

 Salah satu hasil karya Mahdi Abdullah yang dipamerkan di MADA Gallery, Melbourne.
Salah satu hasil karya Mahdi Abdullah yang dipamerkan di MADA Gallery, Melbourne.
 
CB, VICTORIA -- Konferensi Internasional dan Kegiatan Budaya Aceh untuk pertama kalinya digelar di Australia. Konferensi menghadirkan para ilmuwan dan pemerhati isu-isu sosial untuk membahas masa depan Aceh.
Isu yang diangkat dalam konferensi ini diantaranya apa-apa saja yang dicapai dalam bidang politik, hukum, sejarah, budaya dan seni di Aceh serta tantangan Aceh di masa depan. Konferensi digelar sejak Senin (26/9) hingga Rabu (28/9) dengan mengambil tempat di kampus Monash yang berada di kawasan Clayton, negara bagian Victoria.
Salah satu pembicara dalam konferensi ini adalah Anthony Reid, Emeritus Professor di bidang sejarah dari Australian National University. Anthony adalah sejarawan yang banyak mengikuti perjalanan Aceh dan kawasan Asia Tenggara lainnya.
"Aceh memiliki keunikan tersendiri dengan apa yang telah dilaluinya, mulai dari konflik hingga bencana alam sehingga memang layak untuk mendapat sorotan," ujar Anthony.
"Aceh agak berbeda dari daerah lain, sejarahnya penuh [dengan] kosmopolitan, sebagai pelabuhan yang punya peranan dengan Arab, India, Asia Tenggara, saya rasa Aceh memberi banyak bagi Indonesia," tambah Anthony yang disampaikannya dalam bahasa Indonesia.
"Tapi saya rasa isu kemerdekaan Aceh sudah lewat, karena sebenarnya dalam dunia sekarang, kita semua saling ketergantungan, jadi membuang darah untuk mencari kemerdekaan 100 persen sudah tidak masuk akal lagi."
Professor Anthony Reid
Profesor Anthony Reid, salah satu pembicara di ICCE 2016.
Sementara itu sejumlah mahasiswa asal Aceh yang sedang kuliah di Australia menyambut baik konferensi internasional Aceh yang pertama kalinya ini. "Pertama kali saya menghadiri konferensi yang kenalkan budaya Aceh... saya sebagai orang Aceh merasa bangga ketika Aceh diperkenalkan di mata publik Australia," ujar Tata Hira, mahasiswa S2 Monash University di bidang pendidikan.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Raihan, yang juga memiliki harapan dengan adanya konferensi Aceh di tingkat internasional ini. "Saya berharap Aceh bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya dan saya berharap masyarakat dunia, khususnya Australia bisa mengenal Aceh lebih dalam lagi," kata Raihan yang baru berada di Australia beberapa bulan.

Ada upaya memperkenalkan budaya Aceh

Tak hanya konferensi dengan mendengarkan pemaparan para pengamat dan mereka yang ahli di bidangnya, acara ini juga menampilkan sejumlah kegiatan budaya. Pelukis asal Aceh, Mahdi Abdullah menggelar pameran tunggalnya di MADA Gallery, Monash University selama lebih dari 10 hari.
Ia banyak menampilkan kehidupan rakyat Aceh, lengkap dengan masalah yang mereka hadapi sehari-hari. "Saya merasa bangga karena bisa ikut ambil bagian dengan memamerkan hasil karya lukisan saya di konferensi internasional Aceh yang pertama kalinya ini," ujar Mahdi.
Sebuah pameran bernama Keuneubah Indatu juga ditampilkan dengan koleksi instrumen musik, bahan tekstil, perlengkapan pernikahan, kostum, yang semuanya adalah tradisional Aceh.
Acara konferensi ditutup dengan sebuah konser yang menampilkan seni tari dan musik khas Aceh, yang dibawakan langsung oleh para seniman dari Universitas Syiah Kuala di Aceh. Seniman ternama Aceh, seperti Hasan Basri yang dikenal sebagai jagonya sudati dan penyanyi sikambang Anhar Sitanggang ikut tampil dalam panggung, selain tentunya penampilan Saman Gayo.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID/australiaplus.com




Kebocoran Radiasi Nuklir Skala Besar di Jepang

 Setelah krisis nuklir Fukushima, opini penolakan penggunaan energi nuklir di Jepang kian berkembang
Setelah krisis nuklir Fukushima, opini penolakan penggunaan energi nuklir di Jepang kian berkembang
 
CB-- Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Tokaimura, Jepang mengalami kebocoran radiasi nuklir dosis besar pada 30 September 1999. Insiden ini merupakan salah satu kecelakaan nuklir terburuk di Jepang yang disebabkan karena kesalahan teknis.

Dilansir dari History, PLTN Tokaimura terletak 87 mil dari Tokyo, berfungsi memberikan pasokan listrik ke banyak wilayah di sekitarnya. Saat kecelakaan terjadi, petugas PLTN membuat kesalahan ketika sedang mencampurkan uranium.

Alih-alih menuangkan 2,2 Kg uranium bubuk ke dalam asam nitrat, petugas justru menuangkan 15,8 Kg uranium, tujuh kali lebih banyak dari seharusnya. Reaksi berantai yang disebabkan oleh sinar gamma dan neutron langsung membanjiri ruang pemurnian.

Tim darurat PLTN terpaksa mencari bantuan dari luar, karena mereka tidak bisa mengatasi kebocoran reaksi itu sendiri. Sebagai tindakan pencegahan, kereta api dan akses menuju dan dari Tokaimura diblokir.

Lebih parahnya, para pekerja pabrik lupa mematikan sistem ventilasi sehingga radiasi secara tidak sengaja bocor ke udara dan mencapai kota-kota terdekat. Tokyo Electric Power Company kemudian membawa 900 pon natrium borat untuk menyerap radiasi.

Akan tetapi mereka kesulitan menemukan cara aman mendekati sumber radiasi. Akhirnya, beberapa jam kemudian, mereka menyemprotkan natrium borat dengan menggunakan selang ke sumber radiasi.

Hisashi Ouchi, seorang petugas pabrik, meninggal dunia setelah menghabiskan dua pekan di rumah sakit dalam keadaan koma. Sebanyak 49 orang lainnya terkena radiasi yang cukup banyak yang membuat mereka sakit parah.

Selain itu, 33 ribu orang yang tinggal di dekat pabrik itu harus diungsikan selama beberapa hari.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID





Peneliti Berhasil Uji Tulang Buatan Dicetak Printer 3D

 Peneliti biomedis pada University of Sydney sedang menguji pengganti tulang jenis baru dengan menggunakan mesin pencetak tiga dimensi atau printer 3D.
Peneliti biomedis pada University of Sydney sedang menguji pengganti tulang jenis baru dengan menggunakan mesin pencetak tiga dimensi atau printer 3D.
 
CB, LONDON -- Peneliti Amerika Serikat berhasil memulihkan tulang belakang dan tengkorak hewan, yang patah, dengan tulang buatan, yang dibentuk dengan pencetak 3 dimensi. Uji teknologi itu membuka peluang pembuatan tulang sesuai dengan kebutuhan orang tertentu demi memperbaiki tulang gigi, tulang belakang, dan cedera lain.

Tidak seperti pemulihan sebelumnya, bahan buatan bernama tulang hiper-elastis itu dapat menumbuhkan jaringan tanpa membutuhkan unsur pertumbuhan tambahan. Tulang buatan itu dikabarkan lentur, kuat, serta dapat langsung dipakai di ruang bedah.

Dalam jumpa pers lewat telepon, peneliti mengatakan, hasil pada hewan, disiarkan pada Rabu (28/9) waktu setempat dalam jurnal Science Translational Medicine menakjubkan. Menurutnya percobaan terhadap manusia dapat dimulai lima tahun mendatang.

Tim peneliti menemukan, tulang hiper-elastis, terbuat dari keramik dan polimer, dapat cepat menyatu dengan jaringan di sekitarnya dan meregenerasi tulang. Hasil itu didapat dalam proses pemulihan patah tulang belakang hewan pengerat dan tengkorak seekor monyet.

Tulang sintetis itu memperbaiki patah tulang belakang tikus dan memulikan retak tengkorak monyet dalam empat minggu tanpa indikasi infeksi atau efek samping lainnya, ujar peneliti.

"Properti unik lainnya tulang itu sangat berpori sehingga mudah menyerap, fitur cukup penting untuk penyatuan sel dan jaringan," kata Ramille Shah dari departemen teknik, rekayasa bahan, dan operasi Universitas Northwestern yang ikut mengepalai penelitian itu.

"Walaupun jika tulang berubah bentuk atau tertekan, alat itu masih dapat menyerap nutrisi, dan hal itu penting bagi sistem aliran darah untuk ikut masuk demi mendukung pertumbuhan sel dan jaringan," katanya.

Tipe tulang lain yang tengah dikembangkan kerap terlalu rapuh saat dibentuk dan digunakan dokter bedah. Alat semacam itu dihindari karena dinilai berisiko saat ditanam dalam tubuh, atau dianggap cukup mahal dan sulit dibuat massal.

Namun masih banyak masalah lain yang mesti diatasi, kata Adam Jakus, anggota peneliti Shah di Universitas Northwestern. "Tulang ini murni sintetis, murah, dan mudah dibuat," katanya, "Alat ini juga dapat dikemas, dikirim dan disimpan dengan baik."

Shah berharap tulang ini dapat menguntungkan warga di negara berkembang. "Ada banyak pasien pediatrik, khususnya di dunia ketiga yang terlahir dengan kelainan ortopedik atau Maxillofacial (kelainan tulang wajah dan rahang," katanya. "Biaya tulang itu murah sehingga kami harap, teknologi tersebut dapat dijangkau pasien tersebut," katanya.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID





Obama Khawatir UU Anti-Terorisme Baru Jadi Bumerang untuk AS

 Presiden AS Barack Obama sedang membaca
Presiden AS Barack Obama sedang membaca
 
CB, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan Undang-Undang baru Justice Against Sponsors of Terrorism (JASTA) adalah sebuah kesalahan, Kamis (29/8). Ia mengatakan UU tersebut akan membawa bahaya yang belum pernah ada sebelumnya bagi AS.

"Ini menjadi bahaya yang belum pernah ada sebelumnya, dan ini adalah contoh kenapa kita harus melakukan sesuatu yang sulit," kata Obama pada CNN.
Undang-Undang ini memberikan peluang cukup lebar bagi keluarga korban aksi teror, termasuk serangan WTC untuk melakukan gugatan kepada kelompok atau negara sponsor.  Sejumlah pihak di AS meyakini Saudi merupakan sponsor dari serangan tersebut.
Obama mengatakan, hanya bisa menyatakan simpati bagi keluarga korban 9/11. Ia hanya tidak ingin tiba-tiba AS sendiri jadi sasaran UU tersebut.
Presiden mengatakan UU tersebut bisa membuat orang di seluruh dunia juga menuntut pemerintah AS. Direktur CIA, John Brennan sepakat dan mengatakan UU tersebut akan membawa implikasi mengerikan pada keamanan nasional AS.

"Potensi kerugiannya sangat besar," kata Brennan dikutip BBC. Senat dan Kongres mengatakan pengesahan UU dilakukan demi keluarga korban 9/11. Senator New York dari Demokrat, Chuck Schumer mengatakan Gedung Putih dan para eksekutif hanya peduli pada hubungan diplomatik.
Keluarga korban dan pengacara juga mengenyampingkan kekhawatiran Obama. Ketua 9/11 Families & Survivors United for Justice Against Terrorism, Terry Strada menyambut bahagia putusan Senat dan Kongres.

"Kami menunggu saat-saat berada di pengadilan dan mendapat jawaban siapa sebenarnya yang berada di balik serangan itu," kata Strada. JASTA baru saja disahkan oleh Senat dan Kongres pada Rabu. Veto Obama tak kandas di tangan Kongres.

Credit  REPUBLIKA.CO.ID


Gedung Putih: Ini Hal Paling Memalukan Dilakukan Senat

Menara Kembar WTC
Menara Kembar WTC
 
CB, WASHINGTON -- Kongres Amerika Serikat menolak veto Presiden Barack Obama. Kongres tetap mengesahkan undang-undang yang memberikan kewenangan bagi keluarga korban teroris 9/11 untuk menuntut Arab Saudi yang dituding menjadi sponsor serangan teroris tersebut.

Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest sangat kecewa dengan Kongres Amerika. Ia  mengatakan, "Ini merupakan hal yang paling memalukan yang dilakukan oleh Senat Amerika sejak tahun 1983," katanya seperti dilansir Haaretz, Rabu, (28/9).

Situasi politik saat ini, ujar Earnest, sangat menegangkan. "Saya kira upaya Presiden Obama melakukan veto terhadap pengesahan undang-undang tersebut hanya mengikuti prinsip-prinsip sebagai seorang kepala negara. Saya yakin sekali presiden tidak buta dengan kondisi dan situasi politik saat ini."

Seperti dilansir USA Today, keluarga korban teroris 9/11 terus melakukan lobi-lobi kepada Kongres agar undang-undang yang bisa digunakan untuk menuntut Arab Saudi disahkan.
Namun undang-undang ini tak hanya bisa digunakan untuk menuntut sekutu Amerika terkuat di Timur Tengah tersebut namun juga bisa dikenakan terhadap sekutu-sekutu Amerika yang lain.

Menurut Earnest, undang-undang ini akan membuat negara-negara lain membalas dendam kepada Amerika. Mereka akan membuat undang-undang yang sama untuk menuntut Amerika jika mereka menuding Amerika mensponsori suatu kegiatan terorisme.

"Saya kira tak ada negara yang lebih kalah daripada Amerika dalam hal ini. Undang-undang ini hanya akan mengganggu peran Amerika dalam urusan internasional," ujarnya.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID




Cina Peringatkan Jepang Agar tak 'Bermain Api'

 Pulau-pulau kecil dan terumbu karang yang tersebar di Laut Cina Selatan menjadi objek sengketa sejumlah negara di kawasan itu.
Pulau-pulau kecil dan terumbu karang yang tersebar di Laut Cina Selatan menjadi objek sengketa sejumlah negara di kawasan itu.
 
CB, BEIJING -- Cina memperingatkan Jepang agar tidak 'bermain api'. Pada Kamis (29/9), Kementerian Pertahanan Cina mengatakan Jepang bermain api dengan rencananya 'berperan lebih' di Laut Cina Selatan.

Jepang bergabung dengan Amerika Serikat dalam latihan patroli bersama di wilayah. Cina mengatakan tidak akan tinggal diam dengan menonton saja.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Yang Yujun mengatakan Jepang berencana meningkatkan krisis di Laut Cina Selatan untuk kepentingannya sendiri. "Jika Jepang ingin bergabung dengan patroli gabungan di perairan kekuasaan Cina, ini benar-benar bermain api," kata Yang. Yang tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan tidak tinggal diam.

Beberapa waktu lalu, Jepang mengumumkan rencananya untuk lebih berperan di Laut Cina Selatan. Jepang juga menguatkan hubungan dengan negara sengketa seperti Filipina dan Vietnam.

Hubungan dua negara Asia dengan ekonomi terbesar ini terus menegang. Kedua negara bahkan masih dibayangi oleh sejarah perang dan sengketa wilayah di Laut Cina Timur.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID





RI Desak Ratifikasi Konvensi ASEAN Tentang Perdagangan Orang

 
RI Desak Ratifikasi Konvensi ASEAN Tentang Perdagangan Orang 
 Ilustrasi. (Pixabay/sammisreachers)
 
Jakarta, CB -- Dari persoalan imigran hingga narkoba, orang tua hingga anak-anak, melintasi semua benua, kasus perdagangan manusia terus menjadi masalah yang tak kunjung usai.

Kemelut perdagangan manusia yang kompleks itu tak mungkin bisa diselesaikan tanpa kerja sama negara-negara yang terlibat. Indonesia, karenanya, mendesak anggota ASEAN agar segera meratifikasi konvensi mengenai perdagangan orang yang sudah dirancang.

"Perdagangan manusia itu harus diperangi bersama. Selain mencegah, kita juga harus melindungi hak korban. Untuk itu, konvensi ini harus cepat diratifikasi karena sering kali masalahnya dari negara lain. Harus ada kerja sama yang jelas," ujar Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Jose Tavares, di Jakarta, Kamis (29/9), dalam acara konvensi ASEAN Melawan Perdagangan Orang, Terutama Perempuan dan Anak.

Kerja sama ini bertujuan untuk mencegah dan melawan perdagangan orang dan memastikan pemberlakuan hukum yang efektif bagi pelaku, serta untuk melindungi korban dengan menghormati hak asasi manusia.

Menurut Jose, konvensi ini sangat penting mengingat perdagangan manusia sudah bukan lagi isu nasional, tapi termasuk dalam kejahatan lintas batas.

"Penanganannya tentu tidak bisa sendiri-sendiri. Harus berjalan dari satu titik yang sama. Oleh karena itu, harus segera diratifikasi oleh semua negara," kata Jose.

Menurut Wakil Indonesia untuk Komisi Antar-pemerintah ASEAN mengenai Hak Asasi Manusia, Dinna Wisnu, proses ratifikasi ini mungkin akan memakan waktu lama karena harus dikoordinasikan dengan masyarakat dan badan terkait di negara masing-masing.

"Budaya, kebiasaan, dan hukum di setiap negara berbeda. Terkadang, kita sulit membedakan pelaku dan korban karena pelaku bisa jadi juga korban. Untuk itu, perlu kita duduk bersama, lihat pola pikir, segi budaya, dan kondisi di lapangan karena masalah ini bukan hanya hitam dan putih," tutur Dinna.

Sayangnya, celah dalam kebudayaan dan hukum serta lemahnya aparat di beberapa daerah sering kali dimanfaatkan oleh para pelaku perdagangan manusia.

"Mereka melakukan sistem yang terkoordinasi. Dalam mengatasi ini, kita juga harus memiliki sistem yang terkoordinasi dan berusaha sekeras mungkin agar tidak ada celah," kata Jose.

Indonesia sendiri hingga saat ini belum meratifikasi kesepakatan tersebut. Menurut Wakil Indonesia untuk Komisi Antar-pemerintah ASEAN mengenai Hak Asasi Manusia, Dinna Wisnu, proses ratifikasi tersebut masih panjang.

"Sekarang ini masih harmonisasi rancangan undang-undang di dalam negeri untuk menjalani kesepakatan tersebut di antara kementerian-kementerian terkait, khususnya Kementerian Hukum dan HAM baru bisa diratifikasai parlemen," tutur Dinna.

Ketika semua negara anggota ASEAN sudah meratifikasi, konvensi ini dianggap sangat berguna karena dapat menjadi sarana berkoordinasi guna menangani masalah perdagangan manusia.






Credit  CNN Indonesia




Filipina: Latihan Militer dengan AS Berlanjut pada 2017

 
Filipina: Latihan Militer dengan AS Berlanjut pada 2017  
Berbeda dengan komentar Presiden Duterte sebelumnya, Filipina memastikan bahwa latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat akan berlanjut pada 2017. (Reuters/Kham)
 
Jakarta, CB -- Pemerintah Filipina memastikan bahwa latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat akan berlanjut pada 2017. Meski demikian, Filipina akan meninjau apakah latihan bersama ini akan berlanjut pada 2018 dan seterusnya.

Konfirmasi ini disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina, Perfecto Yasay pada Kamis (29/9), hanya beberapa jam setelah Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan pada Rabu (28/9) malam di Hanoi, Vietnam, bahwa latihan militer kedua negara sekutu yang dimulai pekan depan akan menjadi yang terakhir digelar.

Dilaporkan Reuters, Yasay memaparkan bahwa latihan militer AS-Filipina pada 2017 sudah disepakati oleh pemerintahan sebelumnya, sehingga akan tetap dilakukan. Pemerintahan Duterte hanya akan meninjau perlunya latihan militer dengan AS mulai 2018 hingga seterusnya.

Yasay menyebut bahwa Filipina tidak ingin memiliki sekutu militer dan ingin berteman dengan semua negara, serta tidak mengasingkan satu negara manapun. Dengan cara seperti itu, ujar Yasay, Filipina akan menyelesaikan sengketa maritim di Laut China Selatan.

Yasay menilai bahwa pernyataan Duterte di Vietnam sebelumnya banyak disalahartikan. Menurut Yasay, Duterte tidak akan menghentikan kerja sama militer dengan AS, hanya patroli gabungan saja.

"Kesepakatan kami akan tetap dihormati dan itulah yang dimaksud oleh presiden," kata Yasay.

Yasay mengatakan bahwa Filipina tidak akan membatalkan Perjanjian Pertahanan Bersama dengan AS tahun 1951. Menurut Yasay, AS tetap merupakan sekutu terdekat Filipina.

Latihan gabungan Pendaratan Amfibi dengan sandi Phiblex akan digelar pada 4-12 Oktober mendatang di Filipina yang merupakan kelanjutan dari latihan tahunan Balikatan pada April lalu yang melibatkan 8.000 personel dari kedua negara.

Komentar Duterte untuk menghentikan latihan gabungan militer dengan AS menambah panjang daftar perseteruan antara Filipina dan AS di bawah kepemimpinannya. Sebelumnya Duterte juga mengatakan akan memulangkan seluruh tentara AS di selatan negara itu.

Pemimpin berusia 71 tahun ini juga sempat menyebut Presiden AS Barack Obama dengan nama "anak pelacur". Perkataan ini membuat Obama membatalkan pertemuan bilateral dengan Duterte di sela KTT Asia Timur September lalu di Laos.



Credit  CNN Indonesia





Dua Tentara Pakistan Tewas Dibunuh Pasukan India di Kashmir


Dua Tentara Pakistan Tewas Dibunuh Pasukan India di Kashmir  
Ilustrasi (Reuters/Amit Dave)
 
Jakarta, CB -- Dua tentara Pakistan terbunuh dalam baku tembak dengan pasukan India di perbatasan sengketa kedua negara, Kashmir, pada Kamis (29/9).

Menurut Direktorat Jenderal Operasi Militer India, baku tembak terjadi setelah pasukan mereka melakukan "serangan terukur" di Kashmir. India mengatakan, serangan itu dilakukan untuk mencegah serangan teroris ke Jammu dan Kashmir.

"Operasi ini pada dasarnya untuk memastikan bahwa teroris tidak akan berhasil menyusup dan melakukan kerusakan dan membahayakan kehidupan warga negara kami," kata pejabat militer India, Letnan Jenderal Ranbir Singh, dikutip CNN.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk pembunuhan dua tentara dengan menyebutnya sebagai "agresi" dari pasukan India. Dia mengatakan bahwa pasukan Pakistan mampu mempertahankan wilayah dan akan menghentikan setiap "rencana jahat" terhadap negara itu.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan bahwa tentara mereka telah merespons dengan tepat.

"Jika India mencoba melakukan ini lagi, kami akan meresponsnya dengan keras. India melakukan ini hanya untuk menyenangkan publik dan media mereka," kata Asif.

Insiden ini terjadi selang dua pekan setelah 18 tentara India terbunuh dalam serangan oleh militan ke pangkalan militer di Uri, sekitar 102 kilometer dari Srinagar, ibukota Jammu dan Kashmir.

Serangan itu adalah yang terparah terhadap militer India sejak militan merongrong India pada 1989, dan memicu perang pernyataan antara kedua negara.

Pemerintah India menuding pemerintah Pakistan berada di balik serangan tersebut. Perdana Menteri India Narendra Modi langsung melancarkan kampanye internasional untuk mengucilkan Pakistan di ranah global.

Dasar India untuk mengucilkan Pakistan, salah satunya dengan lobi di PBB, adalah karena negara itu dituding mendukung terorisme dan tidak ingin ikut andil dalam upaya pemberantasan teror dunia.

Pemerintah Pakistan membantah tudingan tersebut.




Credit  CNN Indonesia







Serangan Udara Hantam Dua Rumah Sakit Terbesar di Aleppo

 
Serangan Udara Hantam Dua Rumah Sakit Terbesar di Aleppo  
Puluhan orang tewas dalam gempuran serangan udara di wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak, utamanya sejak militer Suriah mengumumkan akan meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk kembali merebut Aleppo. (Reuters/Abdalrhman Ismail)
 
Jakarta, CB -- Organisasi non-pemerintah Suriah melaporkan bahwa serangkaian serangan udara yang menghujani wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak menghantam dua rumah sakit terbesar di kota itu, sehingga tak dapat digunakan untuk merawat pasien yang terluka akibat perang.

"Serangan terjadi sekitar pukul 4.00 pagi. Satu pesawat menargetkan kedunya secara langsung," kata Adham Sahloul dari Masyarakat Medis Suriah Amerika (SAMS), yang mendukung kegiatan operasional kedua rumah sakit tersebut.

"Saat ini hanya terdapat enam rumah sakit yang beroperasi setelah rumah sakit M2 dan M10 untuk sementara tak bisa digunakan," ujarnya, dikutip dari AFP, Rabu (28/9).

Sahloul memaparkan bahwa kedua rumah sakit memiliki unit ICU dan penanggulangan trauma akibat pertempuran yang berlangsung di Suriah. Ia menyebut serangan itu "disengaja" dan kedua rumah sakit itu sudah ditargetkan dalam sejumlah serangan udara sebelumnya.

Belum jelas apakah serangan udara tersebut diluncurkan oleh militer Suriah atau Rusia, karena keduanya meluncurkan serangkaian serangan udara untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak, utamanya sejak gencatan senjata berakhir dua pekan lalu.

Hujan bom menghantam pembangkit yang menyuplai pasokan listrik untuk rumah sakit yang disebut M10, rumah sakit yang lebih besar. Sementara di M2, seorang sopir ambulans, perawat dan akuntan rumah sakit itu terluka akibat serangan udara.

"Dua pasien tewas. Kami masih menyelidiki apakah pasien meninggal karena terkena serangan udara secara langsung, atau karena perawatan medis kepada mereka terhenti [akibat gempuran bom]," ujar Sahloul.

Sahloul juga memperingatkan kemungkinan fasilitas medis itu dapat luluh lantak jika serangan udara terjadi lagi.

"Dengan dua rumah sakit tak dapat beroperasi, dan jika hari ini akan terdapat gempuran serangan udara seperti pada Sabtu atau Minggu lalu, maka ini sama seperti menandatangani surat kematian untuk seluruh warga," ujarnya.

Puluhan orang tewas dalam gempuran serangan udara di wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak, utamanya sejak militer Suriah mengumumkan akan meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk kembali merebut Aleppo pada Kamis (22/9) lalu.

Berbagai kelompok pemerhati HAM menuding pasukan Suriah dan Rusia secara sengaja menargetkan fasilitas medis maupun rumah sakit. Amnesty International pada awal tahun ini menuduh kedua negara sekutu ini sengaja "menyapu bersih rumah sakit, sebagai bagian dari strategi militer mereka."




Credit  CNN Indonesia