Selasa, 01 Januari 2019

Petahana Menang Pemilu Bangladesh, Oposisi Minta Diulang


PM Bangladesh, Sheikh Hasina (71) berhasil mengamankan masa jabatan keempat setelah partainya, Liga Awami, memenangkan pemilu. Namun, oposisi menolak hasil itu. (REUTERS/Eduardo Munoz)

Jakarta, CB -- Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina (71) berhasil mengamankan masa jabatan untuk keempat kali setelah partainya, Liga Awami, memenangkan pemilihan umumpada Minggu (30/12) kemarin. Meski demikian kelompok oposisi menuduh mereka curang dalam pemungutan suara.

Komisi Pemilu Bangladesh mengatakan Liga Awami dan partai koalisinya berhasil menguasai 288 dari total 300 kursi. Sementara koalisi oposisi hanya mengisi enam kursi di parlemen.

Kemenangan Hasina memicu penolakan dari oposisi utama, Partai Nasional Bangladesh (BNP). Mereka mendesak komisi pemilihan umum setempat membatalkan hasil penghitungan. 

Mereka menuduh pemerintahan Hasina disebut telah lama berupaya membungkam oposisi demi mengamankan kekuasaannya.

"Kami menuntut pemilihan umum baru yang diadakan di bawah pemerintahan yang netral sesegera mungkin," ucap Kamal Hossain, pemimpin koalisi oposisi.

Selepas pemilu di pengujung 2018 malah memicu kerusuhan yang saat ini menewaskan 17 orang. Bentrokan terjadi antara pendukung Liga Awami dan BNP.

Pendukung BNP menuduh partai Hasina memanipulasi perolehan suara. Juru bicara BNP, S.M Asaduzzaman mengatakan ada kejanggalan pada perolehan 221 oleh BNP, dari 300 kursi yang diperebutkan.

Asaduzzaman mengaku pihaknya menerima beberapa laporan dugaan penyimpangan dalam pemilu dan sedang menyelidikinya.

Otoritas Bangladesh mengerahkan 600 ribu aparat keamanan demi membendung kerusuhan di sejumlah daerah.

Polisi menyatakan 13 orang tewas dalam bentrokan antara pendukung BNP dan Liga Awami. Sementara itu, tiga orang tewas ditembak polisi yang tengah mengamankan tempat pemungutan suara (TPS).

Selain itu, seorang personel polisi dilaporkan tewas oleh aktivis oposisi bersenjata.

Kemenangan Liga Awami kemarin dipastikan mengamankan jabatan Hasina untuk lima tahun ke depan. Selama tiga periode menjabat, Hasina dipuji karena dianggap berhasil membangun ekonomi Bangladesh, salah satu negara miskin di Asia Selatan.

Selain itu, kebijakannya untuk menampung jutaan pengungsi Rohingya yang lari dari kekerasan di Myanmar juga menjadi nilai tambah bagi kepemimpinan Hasina selama ini.

Meski begitu, lawan politiknya menuding dia sebagai seorang pemimpin otoriter yang kerap membungkam oposisi, termasuk rivalnya pemimpin BNP, Khaleda Zia.

Zia kini tengah menjalani hukuman 17 tahun penjara atas tuduhan korupsi. 

Credit CNN Indonesia



https://m.cnnindonesia.com/internasional/20181231154448-113-357562/petahana-menang-pemilu-bangladesh-oposisi-minta-diulang