Kamis, 09 Februari 2017

Teknologi Antariksa Cina Ini Membuat AS Khawatir


 Teknologi Antariksa Cina Ini Membuat AS Khawatir
Jenderal John Hyten, Komandan Komando Strategis AS. spacenews.com
 
CB, Washington D.C. - Kemampuan teknologi persenjataan antariksa Cina telah membuat ketar-ketir Amerika. Bahkan, Jenderal John Hyten, pemimpin Komando Strategis AS, meminta Amerika harus siap untuk menghadapi setiap agresi Cina di luar angkasa.

“Cina menguji kemampuan untuk menghancurkan sebuah satelit di orbit rendah Bumi pada tahun 2007, dan mereka terus menguji kemampuan itu saat ini ... di beberapa wilayah orbital," kata Hyten dalam pidato 24 Januari di Stanford University, salah satu penampilan pertamanya di sebuah universitas sejak mengambil alih STRATCOM pada bulan November.
 

"Dalam waktu yang tidak terlalu lama, mereka akan dapat menggunakan kemampuan itu untuk mengancam setiap pesawat luar angkasa yang kita miliki di antariksa," kata Hyten, menurut siaran pers dari Departemen Pertahanan sebagaimana dikutip Space.com, Selasa 7 Februari 2017.

"Kita harus mencegah hal itu, dan cara terbaik untuk mencegah perang adalah harus siap berperang. Jadi Amerika Serikat akan melakukan itu, dan kita akan memastikan bahwa semua orang tahu kami siap untuk berperang," tambahnya.

Membela dan melindungi lingkungan antariksa adalah salah satu dari dua tugasnya sebagai pemimpin STRATCOM, kata Hyten. Tugas lainnya adalah membela rakyat Amerika terhadap setiap ancaman.

Hyten bukan orang asing soal antariksa. Dia pemimpin Air Force Space Command (AFSC) 2014-2016, wakil komandan AFSC 2012-2014, dan memegang berbagai jabatan yang berhubungan dengan antariksa sepanjang karirnya militer 36 tahun.

“Menghalangi agresi di antariksa saat ini lebih penting daripada sebelumnya, mengingat sejumlah sistem penting seperti GPS, peringatan rudal, dan komunikasi di mana AS bergantung,” ujar Hyten.




Credit  TEMPO.CO



AS Kirimkan Tank M1 Abrams untuk Operasi Atlantik di Latvia


 AS Kirimkan Tank M1 Abrams untuk Operasi Atlantik di Latvia
Sebuah tank M1 Abrams yang dipersiapkan untuk Operasi Atlantik NATO di Garkalne, Latvia, 8 Februari 2017. Tank tempur M-1 Abrams ini dipersenjatai dengan sebuah meriam utama kaliber 105 mm. REUTERS/Ints Kalnins


 AS Kirimkan Tank M1 Abrams untuk Operasi Atlantik di Latvia
Sebuah tank M1 Abrams diturunkan dari kapal untuk perisapan Operasi Atlantik NATO di Garkalne, Latvia, 8 Februari 2017. Mesin tank tempur M-1 Abrams menggunakan turbin gas Avco Lycoming AGT-1500 yang mampu memberikan tenaga sebesar 1500 HP. REUTERS/Ints Kalnins


 AS Kirimkan Tank M1 Abrams untuk Operasi Atlantik di Latvia
Seorang tentara AS mempersiapkan tank M1 Abrams yang akan dibongkar muat untuk Operasi Atlantik NATO di Garkalne, Latvia, 8 Februari 2017. Kapasitas tanki tank M-1 Abrams bahan bakarnya sebanyak 1908 liter bahan bakar, dengan kemampuan jelajahnya tidak lebih dari 500 km. REUTERS/Ints Kalnins

 AS Kirimkan Tank M1 Abrams untuk Operasi Atlantik di Latvia
Seorang tentara AS mempersiapkan tank M1 Abrams yang akan dibongkar muat untuk Operasi Atlantik NATO di Garkalne, Latvia, 8 Februari 2017. Tank M1 Arbrams memiliki kecepatan 72,421 km/jam. REUTERS/Ints Kalnins


 AS Kirimkan Tank M1 Abrams untuk Operasi Atlantik di Latvia
Sebuah tank M1 Abrams yang dipersiapkan untuk Operasi Atlantik NATO di Garkalne, Latvia, 8 Februari 2017. Tank tempur M-1 Abrams ini dipersenjatai dengan sebuah meriam utama kaliber 105 mm. REUTERS/Ints Kalnins


 AS Kirimkan Tank M1 Abrams untuk Operasi Atlantik di Latvia
Sejumlah tentara AS berdiri disamping tank M1 Abrams yang dipersiapkan untuk Operasi Atlantik NATO di Garkalne, Latvia, 8 Februari 2017. REUTERS/Ints Kalnins








Credit  tempo.co





Pertengahan 2017 Ekspor RI Tak Perlu Lewat Singapura Lagi


 
Pertengahan 2017 Ekspor RI Tak Perlu Lewat Singapura Lagi  
Foto: Grandyos Zafna


Jakarta - Pelabuhan Tanjung Priok akan dijadikan hub internasional supaya ekspor dari daerah tidak lagi lewat Singapura, tetapi langsung dari Indonesia. Rencananya Priok akan menjadi hub internasional mulai pada semester II-2017.

"Pelaksanaan transhipment port dimulai di semester II tahun 2017 ini," kata Dirut Pelindo II, Elvyn G Masassya kepada detikFinance, Rabu (8/2/2017).

 
Ia mengatakan, saat ini Pelindo II sedang melakukan beberapa upaya untuk menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan shipping line. Kemudia juga melakukan sosialisasi ke pengguna jasa dan pengusaha terkait dengan adanya rencana ini.

"Saat ini sedang proses administrasi dan kesepakatan bisnis dengan beberapa shipping line. Kemudian sosialisasi ke pengguna jasa/cargo owner dan asosiasi," kata Elvyn.

 

Pertengahan 2017 Ekspor RI Tak Perlu Lewat Singapura LagiFoto: Rachman Haryanto


Saat ini telah ada 3 perusahaan shipping line yang akan melayani pengiriman ekspor dan impor. Pada tahap pertama, layanan hub internasional ini akan ditujukan ke negara Asia Timur yang muatannya berasal dari Sumatera Tengah, Sumatera Selatan hingga Jawa seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Tahap pertama akan dimulai dengan transhipment untuk tujuan Asia Timur yang kargonya berasal dari Sumatera Tengah atau Selatan dan Jawa," kata Elvyn.


Credit  finance.detik.com


Jadi Hub Internasional, Ini Persiapan di Pelabuhan Tanjung Priok


Jadi Hub Internasional, Ini Persiapan di Pelabuhan Tanjung Priok  
Foto: Rachman Haryanto

Bandung - Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi hub internasional yang rencananya beroperasi pada semester II 2017. Bagaimana persiapannya saat ini?

Di Tanjung Priok nantinya akan ada tempat kargo konsolidasi. Di tempat ini barang-barang dari daerah dikumpulkan di Priok agar muatan kapal besar penuh sebelum diekspor.

Saat ini telah ada 3 shipping line kapal besar yang mau bersandar di Priok demi proyek ini.

"Nanti Priok mau jadi transhipment internasional. Ada kargo konsolidasi dari daerah-daerah itu ke Priok. Sekarang sudah ada 3 shipping line yang sudah bekerja sama dengan kita. Saya tidak mau sebutkan karena pihak sana tidak mau disebutkan," kata Dirut PT Pelindo II, Elvyn G Masassya, di Hotel Hilton, Bandung, Jumat (4/2/2017).

Lokasi pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional ini tidak berada di dekat jalur perdagangan internasional seperti Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatera Utara yang berada di dekat Selat Malaka dan Singapura. Namun, Tanjung Priok masih cukup menarik bagi shipping line untuk bersandar karena Jawa memiliki prospek industri yang besar.

"Itu proses bisnis di mana Indonesia sendiri kalau dari sisi titik berat industri, titik berat ekonomi, Jawa masih suatu yang besar dalam beberapa tahun ke depan. Jadi diharapkan daya tarik Tanjung Priok ini masih memberikan hal yang positif," kata Dani.

Disinggahi kapal besar

Direktur Operasi dan Sistem Informasi Pelindo II, Prasetyadi mengatakan saat ini Tanjung Priok telah siap disandarkan kapal besar berkapasitas hingga 10.000-12.000 TEUs per vessel.

"Jadi memang benar hampir 60-70% barang dari Indonesia itu harus lewat Singapura dulu. Jadi di sana ada kapal transit lalu ke destinasinya. Kita coba merubah di Tanjung Priok jadi kapal besar tidak perlu nunggu di Singapura. Kita sudah siap menerima kapal sampai dengan generasi ke 7. Jadi yang di sana yang sudah bisa masuk itu sampai 10.000-12.000 TEUs per vessel," kata Prasetyadi.

Adanya hub internasional ini menurutnya akan mengefisienkan biaya logistik sekitar 1,5 juta per kontainer. Hal itu karena tidak harus dikenakan biaya pemindahan kapal di Singapura.

"Kita bisa menerima kapal besar untuk direct call ke negara tujuan seperti ke AS, Eropa dan Asia timur. Itu target kita ke depan," imbuhnya.

Kapasitas priok saat ini sekitar 8,5 juta TEUs. Saat ini sedang dibangun 3 juta TEUs pada proyek New Tanjung Priok Container Terminal (NPCT tahap 2 dan 3). Secara total Priok akan berkapasitas 11,5 juta TEUs jika proyek NPCT 2 dan 3 selesai 2019.



Credit  finance.detik.com

Ekspor Tak Lewat Singapura, Pengusaha Hemat Rp 1,5 Juta/Kontainer


Ekspor Tak Lewat Singapura, Pengusaha Hemat Rp 1,5 Juta/Kontainer  
Foto: Jhoni Hutapea


Jakarta - Pelabuhan Tanjung Priok sedang disiapkan menjadi hub internasional. Nantinya, para pengusaha Indonesia bisa ekspor melewati Tanjung Priok, tanpa melewati Singapura seperti selama ini.

Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G Masassya, mengatakan, selama ini para pengusaha mengekspor ke negara lain harus melewati Singapura terlebih dulu.

Namun kini, Pelabuhan Tanjung Priok sudah memiliki sarana infrastruktur yang lengkap. Ia menyebut Priok telah siap secara fasilitas, peralatan, kapasitas, kedalaman, dan telah memiliki jaringan dengan banyak perusahaan shipping line. Jadi, jika pengusaha mengirim barang ekspor lewat Priok, dari segi biaya logistik akan lebih murah.

"Akan terjadi kargo konsolidasi, kapal besar bisa masuk, biaya logistik bisa murah, dan secara national interest kita bisa berkompetisi dengan Singapura. Sehingga barang-barang dari daerah enggak perlu ke Singapura kalau mau pergi ke Osaka, Taiwan. Tapi dikonsolidasikan dulu di Tanjung Priok," ujar Elvyn, di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).

Ia menyebut, pengiriman barang dari pulau Jawa dan Sumatera bisa lebih efektif dan efisien melalui Tanjung Priok. Pengusaha bisa menghemat hingga Rp 1,5 juta per kontainer jika mengirim barang melalui Priok tanpa melewati Singapura.

"Tentu bervariasi di tiap daerah. Palembang kalau mau ke Jepang via Singapura itu bisa lebih mahal ketimbang via Tanjung Priok, penghematannya sekitar Rp1,5 juta. Daerah lain juga bervariasi berkisar antara Rp 1-1,5 juta per kontainer," kata Elvyn.

"Poinnya kan adalah yang penting ongkos logistik turun, ada kargo konsolidasi sehingga kapal besar bisa masuk, dan di sisi lain national interest kita bisa berkompetisi dengan Singapura khususnya untuk transhipment barang-barang dari Indonesia yang mau ke luar negeri," imbuhnya Elvyn.

Nantinya kapal-kapal besar akan masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok. Pelindo II pun telah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan shippling line internasional terkait rute yang akan digunakan.

"Kita kan sudah punya terminal, peralatan. Poinnya adalah bagaimana kita berkoordinasi dengan shipping line, sehingga bisa sosialisasikan bahwa biayanya lebih murah dan shipping line mau reroute untuk menggunakan Priok sebagai transit, angkut terus istilahnya," ujarnya.

Ia mengatakan, hingga kini telah ada tiga perusahaan shipping line yang mau berkoordinasi dengan Pelindo II terkait hub internasional ini. Pelaksanaan Priok sebagai hub internasional ini ditargetkan selesai pada semester II-2017.



Credit  finance.detik.com

Priok Jadi Hub Internasional, Eksportir Buah Hemat Biaya 20%


Priok Jadi Hub Internasional, Eksportir Buah Hemat Biaya 20%  
Foto: Rachman Haryanto


Jakarta - Pemerintah sedang mempersiapkan Tanjung Priok sebagai hub internasional sehingga tidak lagi ekspor harus ke Singapura terlebih dulu. Menurut pengusaha, hal ini akan mengurangi sekitar 20% biaya logistik karena langsung mengirim ke tempat tujuan.

"Pasti lebih murah kalau misalnya direct dari Jakarta langsung, secara biaya logistik lebih murah supaya harga bisa lebih bersaing karena freight (kirim) lebih murah," kata Wakil Ketua Bidang Ekspor dan Impor Asosiasi Ekspor Impor Buah dan Sayuran, Alvin Susilo, kepada detikFinance, Senin (30/1/2017).

Ia mencontohkan misalnya biaya freight (kiriman) Jakarta-Qingdao 40 feet sekitar US$ 800-1000 via Singapore atau Malaysia. Dengan adanya direct call atau pengiriman langsung dari Indonesia sehingga diperkirakan menurunkan biaya logistik 20%.

"Minimal harusnya 20-30% karena hemat biaya lift on lift off, terminal handling charge dan penumpukan di negara transit dan biaya freight," ujarnya.

Sementara itu, pengiriman yang lebih efisien adalah ketika muatan kapal terisi baik ketika melakukan ekspor maupun impor ke negara tujuan. Oleh karena itu, selanjutnya yang harus ditingkatkan adalah produksi komoditas yang akan diekspor.

Hal itu karena jumlah produksi komoditas pangan masih sedikit yang layak ekspor sehingga pemerintah harus membantu petani meningkatkan produksinya.

Untuk meningkatkan itu, salah satu bantuan yang bisa diberikan misalnya dengan memberikan bantuan benih hingga insentif. Misalnya seperti di negara lain jika petani mampu menghasilkan banyak produksi dengan kualitas yang baik maka bisa diberikan insentif seperti pengembalian bea keluar.

"Kita menyambut baik, biaya logistiknya murah, tapi kita harus perbaiki dulu produksi kita, standar kita dengan meningkatkan kuantitas kita bisa menekan harga kita, barang standar ekspor itu masih sedikit," papar Alvin.

"Untuk memproduksi pasar ekspor, pemerintah memberikan tax insentif kalau bisa ekspor dalam jumlah tertentu pemerintah berikan dia reward, atau bea keluarnya dikembalikan ke permintah atau nol," terangnya.



Credit  finance.detik.com












RI Punya 23,99 Miliar Ton Batu Bara yang Masih Tersembunyi


 
RI Punya 23,99 Miliar Ton Batu Bara yang Masih Tersembunyi 
Foto: Rachman Haryanto




Jakarta - Cadangan batu bara Indonesia yang sudah terbukti saat ini tercatat sebesar 8,26 miliar ton. Dengan produksi per tahun hampir 400 juta ton, maka cadangan batu bara yang terbukti cukup untuk 20 tahun ke depan.

Tapi sebenarnya masih ada potensi cadangan batu bara yang belum terjamah alias 'masih perawan', jumlahnya mencapai 23,99 miliar ton. Terdiri atas 6,2 miliar ton batu bara kalori rendah, 16,48 miliar ton batu bara kalori sedang, 545,2 juta ton batu bara kalori tinggi, dan 761,51 juta ton batu bara kalori sangat tinggi.

"Jumlah cadangan terbukti batu bara 8,3 miliar ton. Tapi masih ada cadangan potensial yang jumlahnya 3 kali lipat dari itu. Jadi total seluruh cadangan batu bara bisa 4 kali lipat dari yang sudah terbukti," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, kepada detikFinance, Selasa (8/2/2017).

RI Punya 23,99 Miliar Ton Batu Bara yang Masih Tersembunyi 
Foto: Hasan Alhabshy


Ia menambahkan, 24 miliar ton cadangan batu bara yang belum tersentuh ini tak sulit untuk ditemukan. Eksplorasi batu bara jauh lebih mudah dibanding eksplorasi migas, risikonya jauh lebih kecil.

"Eksplorasinya mudah, batu bara kan terperangkap di permukaan, beda sama minyak. Perhitungan cadangannya juga lebih tepat (dibanding migas)," paparnya.

Hanya butuh waktu beberapa bulan saja untuk menemukan cadangan batu bara, beda dengan migas yang bisa sampai lebih dari 6 tahun. "Kira-kira hanya beberapa bulan saja, tak sampai tahunan," tutupnya.

Berdasarkan peta cadangan batu bara yang dibuat Kementerian ESDM, sebagian besar cadangan berada di Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Ada juga sebagian kecil di wilayah lain seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua.


Credit  finance.detik.com


Ini Wilayah-wilayah Paling Kaya Batu Bara di RI


Ini Wilayah-wilayah Paling Kaya Batu Bara di RI  
Foto: Rachman Haryanto

Jakarta - Data Badan Geologi Kementerian ESDM menunjukkan, total cadangan batu bara yang dimiliki Indonesia diperkirakan mencapai 32,26 miliar ton. Dari 32,26 miliar ton itu, 8,26 miliar ton di antaranya sudah terbukti.

Sedangkan 23,99 miliar ton adalah cadangan yang statusnya masih 'potensi' perlu pembuktian dulu melalui kegiatan eksplorasi.

Berdasarkan peta cadangan batu bara yang dibuat Badan Geologi Kementerian ESDM, sebagian besar cadangan berada di Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Ada juga sebagian kecil di wilayah lain seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Cadangan 24 miliar ton batu bara yang belum tersentuh ini tak sulit untuk ditemukan. Eksplorasi batu bara jauh lebih mudah dibanding eksplorasi migas, risikonya jauh lebih kecil.

"Eksplorasinya mudah, batu bara kan terperangkap di permukaan, beda sama minyak. Perhitungan cadangannya juga lebih tepat (dibanding migas)," Ego kepada detikFinance, Rabu (8/2/2017).

Hanya butuh waktu beberapa bulan saja untuk menemukan cadangan batu bara, beda dengan migas yang bisa sampai lebih dari 6 tahun. "Kira-kira hanya beberapa bulan saja, tak sampai tahunan," tutupnya.




Credit  finance.detik.comi






Benarkah Minyak RI Habis 12 Tahun Lagi?


 
Benarkah Minyak RI Habis 12 Tahun Lagi?  
Foto: Michael Agustinus


Jakarta - Banyak data yang menyebutkan cadangan minyak Indonesia tinggal 3,6 miliar barel, dan akan segera habis dalam waktu kurang dari 20 tahun lagi. Bila dibagi dengan rata-rata produksi minyak Indonesia yang sekarang 300 juta barel per tahun, cadangan minyak itu habis dalam 12 tahun.

Tapi angka 3,6 miliar barel adalah cadangan terbukti (proven reserve) yang berstatus P1, belum termasuk potensi cadangan yang belum terbukti (P2).

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, menjelaskan Indonesia memiliki hampir 100 cekungan (basin) yang menyimpan cadangan minyak. Dari jumlah itu, 28 cekungan di antaranya sudah dieksplorasi dan memproduksi minyak. Cadangan P1 sebanyak 3,6 miliar berada di 28 cekungan ini.

Masih ada sekitar 70 cekungan lagi yang belum tersentuh alias masih 'perawan'. Di 70 cekungan ini diperkirakan ada cadangan minyak sebanyak 3,8 miliar barel.

"Sebenarnya cadangan kita yang terbukti itu baru dari sepertiga basin, kebanyakan di Indonesia Barat. Duapertiga basin belum disentuh sama sekali, ada 70 basin yang belum dieksplorasi," kata Ego kepada detikFinance, Selasa (7/1/2017).

Adapun 70 cekungan ini lokasinya tersebar di perairan Sumatera bagian timur, selatan Pulau Jawa, Laut Natuna, daratan Kalimantan Utara, perairan Sulawesi, perairan Maluku, pedalaman Papua, dan perairan Papua. Tiap cekungan dapat terdiri dari beberapa lapangan minyak.

Dalam peta milik Badan Geologi, lokasi 70 cekungan dengan potensi cadangan minyak 3,8 miliar barel itu berwarna merah muda. Sedangkan 3,6 miliar barel yang terbukti ada di cekungan berwarna merah tua dan hijau.

Benarkah Minyak RI Habis 12 Tahun Lagi?Foto: Dok. Kementerian ESDM


Cadangan-cadangan minyak yang belum tersentuh hampir semuanya berada di wilayah yang sulit dijangkau. Risiko kegagalan eksplorasi tinggi, butuh biaya besar juga untuk pengeborannya.

"Umumnya potensi-potensi ini ada Indonesia Timur, di laut lepas. Investor kurang melirik karena dengan teknologi perminyakan sekarang masih mahal," papar Ego.

Selain minyak, 70 cekungan ini juga memiliki potensi gas, diperkirakan sebesar 47,35 TSCF. "Potensi gas lebih menjanjikan, di Indonesia Timur masih banyak," tutupnya.



Credit  finance.detik.com

Ada 3,8 Miliar Barel Minyak di Laut RI, Kok Tidak Dilirik Investor?


Ada 3,8 Miliar Barel Minyak di Laut RI, Kok Tidak Dilirik Investor? Foto: Imam Wahyudinata


Jakarta - Indonesia memiliki hampir 100 cekungan (basin) yang menyimpan cadangan minyak. Sebanyak 28 cekungan di antaranya sudah dieksplorasi dan memproduksi minyak. Cadangan P1 sebanyak 3,6 miliar berada di 28 cekungan ini.

Masih ada sekitar 70 cekungan lagi yang belum tersentuh, masih 'perawan'. Di 70 cekungan ini diperkirakan ada cadangan minyak sebanyak 3,8 miliar barel.

Cekungan-cekungan yang lokasinya tersebar di perairan Sumatera bagian timur, selatan Pulau Jawa, Laut Natuna, daratan Kalimantan Utara, perairan Sulawesi, perairan Maluku, pedalaman Papua, dan perairan Papua. Tiap cekungan dapat terdiri dari beberapa lapangan minyak.

Tapi tak banyak investor yang mau melakukan eksplorasi di wilayah-wilayah tersebut. Masalahnya bukan karena tingkat kesulitannya, tapi lebih kepada iklim investasi hulu migas Indonesia.

"Memang iklim investasi kurang baik, itu jadi masalah untuk eksplorasi," kata Ketua Apindo Bidang ESDM, Sammy Hamzah, kepada detikFinance, Selasa (7/2/2017).

Permasalahannya mulai dari perizinan, perpajakan, syarat dan ketentuan kontrak yang ditawarkan pemerintah, dan sebagainya. Padahal pengeboran di laut lepas sudah membutuhkan biaya sangat besar, US$ 40 juta sampai US$ 200 juta per sumur.

Proses yang berbelit dan berbagai beban pajak membuat eksplorasi migas di laut dalam Indonesia kurang menarik.

Jika kebijakan-kebijakan di sektor hulu migas diperbaiki, Sammy yakin duapertiga cekungan yang saat ini belum tersentuh bakal digarap. "Indonesia masih tujuan investasi kalau iklimnya baik," tutupnya.




Credit  finance.detik.com




Ilmuwan 'Sulap' Minyak Sayur Jadi Logam Super Kuat

 
Ilmuwan 'Sulap' Minyak Sayur Jadi Logam Super Kuat 
 
Jakarta, CB -- Kelompok ilmuwan asal Australia menemukan cara membuat graphene, material yang 200 kali lebih kuat dari baja, hanya dari minyak sayur. Teknik ini disebut bisa mengurangi secara drastis biaya pembuatan nanomaterial.

Para ilmuwan tadi memanfaatkan cara paling efektif di suhu udara normal. Padahal untuk membuat graphene, dibutuhkan kondisi vakum, suhu yang sangat panas, dan materi yang dimurnikan lebih dulu.

Cara lama itu, selain butuh waktu lebih panjang, juga memakan biaya yang cukup mahal.

"Proses kedap udara kali ini cepat, sederhana, aman, dan bisa dibuat massal, serta ramah untuk diintegrasikan," ucap salah satu peneliti Zhao Jun Han seperti yang dikutip dari Science Alert.

 

Zhao dan rekan penelitinya menamai teknik yang mereka temukan sebagai 'GraphAir'.

Bahan utamanya adalah minyak kedelai. Minyak itu nantinya akan dipanaskan ke dalam tungku pembakaran selama 30 menit, hingga materialnya mengurai menjadi karbon.

Karbon yang dihasilkan selanjutnya didinginkan dengan kertas nikel dan membaurkannya ke dalam wadah tipis seukuran 1 nanometer atau sekitar 80 ribu kali lebih tipis dari rambut manusia.

Metode ini diklaim lebih murah sepuluh kali lipat dari pembuatan graphene yang biasa.

 

"Kami sekarang bisa mendaur ulang minyak jelantah yang tak terpakai jadi sesuatu yang berguna," peneliti lainnya Dong Han Seo.

Dengan level 200 kali lipat dari baja, graphene dapat meningkatkan efektivitas sel panel surya, menghemat 25 persen baterai ponsel, hingga menyaring bahan bakar.

Namun tim peneliti graphene ini masih terkendala soal pembuatan massal. Saat ini produksi graphene baru sebesar 5cm x 2cm atau seukuran kartu kredit. Ukuran itu masih jauh dari harapan tim peneliti.

Untuk mengembangkanya ke tahap produksi dalam skala besar, mereka berencana menggandeng perusahaan komersial.



Credit  CNN Indonesia






Peneliti Temukan Oksigen Bumi yang 'Bocor' ke Bulan


 
Peneliti Temukan Oksigen Bumi yang 'Bocor' ke Bulan 
 
Jakarta, CB -- Sekelompok peneliti asal Jepang mengonfirmasi keberadaan oksigen di permukaan Bulan. Keberadaan oksigen di Bulan diduga sudah ada sejak 2,4 miliar tahun yang lalu semenjak kehidupan Bumi baru terbentuk.

Tim penelitian yang dipimpin astrofisikawan Kentaro Terada dari Osaka University menemukan bukti perjalanan oksigen Bumi menuju Bulan setelah meneliti data orbit Bulan yang dikumpulkan wahana antariksa Kaguya milik Jepang.

Terada dan timnya menyadari tiap kali wahana antariksa melintasi orbit Bulan di area plasma Bumi, ruang kosong antara Bumi dan Bulan, terdapat partikel oksigen berkadar tinggi yang terjebak. Detektor plasma Kaguya kemudian mengumpulkan oksigen itu.

Uniknya, oksigen seperti itu hanya ditemukan ketika Kaguya melintasi area plasma Bumi. Terada bersama para kolega akhirnya yakin dan menarik kesimpulan bahwa oksigen tersebut memang berasal dari Bumi.

 
Dugaan oksigen yang berkelana dari Bumi ke Bulan sebenarnya sudah cukup lama. Hanya saja tim peneliti tidak begitu yakin lantaran ada kemungkinan itu datang dari badai partikel dari Matahari yang terus menerjang ke arah Bumi dan Bulan.

Namun Hasil penelitian yang diterbitkan di Nature Astronomy ini menyebut area ekor magnet Bumi yang tak terjangkau pancaran Matahari mencegah semburan partikel mengintervensi perjalanan oksigen Bumi ke Bulan.

Temuan ini membuka kemungkinan jika sebagian permukaan Bulan, yang secara teknis hanya bongkahan batu mati, punya potensi kehidupan.

"Oksigen biogenik telah mengontaminasi permukaan Bulan," kata Terada kepada The Verge, Senin (30/1).

Kemungkinan itu terjadi karena oksigen Bumi yang bocor ke Bulan tadi sama-sama berasal dari proses biologis seperti fotosintesis.

Berkat temuan ini, tim peneliti yakin bahwa ion dengan kadar setinggi itu dapat menembus lapisan permukaan Bulan. Hal ini juga menjelaskan jenis oksigen yang ditemukan di batuan Bulan serupa dengan oksigen di lapisan ozon Bumi.

Bulan sendiri diperkirakan terbentuk dari hasil tubrukan antara Bumi dengan objek angkasa seukuran Mars empat miliar tahun lalu. Dalam perjalanannya, Bumi dan Bulan punya hubungan saling mempengaruhi seperti ketinggian gelombang laut dengan jarak Bulan yang normalnya berjarak 386 ribu kilometer.

"Bumi dan Bulan sudah berevolusi bersama tidak hanya secara fisik tapi juga secara kimiawi," pungkas Terada.



Credit  CNN Indonesia




Australia Minta Maaf pada Indonesia soal Penghinaan Pancasila


 
Australia Minta Maaf pada Indonesia soal Penghinaan Pancasila
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Australia Letnan Jenderal Angus Campbell. Foto / Militer Indonesia
 
JAKARTA - Australia melalui Kepala Staf Angkatan Darat  Letnan Jenderal Angus Campbell meminta maaf kepada Indonesia soal penghinaan Pancasila di sebuah pangkalan militer di Perth. Australia juga berjanji memberikan hukuman kepada semua personel militer yang terlibat dalam pembuatan materi ofensif yang menyinggung Indonesia.

Campbell mengatakan militer Australia menyampaikan “permintaan maaf dan penyesalan yang mendalam” kepada Indonesia.

Permintaan maaf Australia itu diterima Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo. Meski menerima permintaan maaf dari Australia, Jenderal Gatot belum memutuskan soal nasib kelanjutan kerjasama militer antara kedua negara.

Materi penghinaan Pancasila itu memicu kemarahan Jenderal Gatot pada awal Januari lalu. Materi itu ditemukan seorang instruktur bahasa Indonesia di sebuah kurikulum di Campbell Barracks, pangkalan militer Perth. Materi itu memelesetkan Pancasila menjadi “Pancagila”.

Selain itu juga ada materi soal seruan kemerdekaan bagi Papua Barat. Permintaan maaf pihak Canberra itu ramai dilansir sejumlah media Australia pada Kamis (9/2/2017) yang mengutip pernyataan dari militer Indonesia.

”Jenderal Gatot telah menerima permintaan maaf, dan menyadari bahwa di era persaingan global sekarang, persatuan dan persahabatan diperlukan bagi negara-negara tetangga, tanpa mengesampingkan perbedaan mereka,” tulis media Australia, abc.net.au.

Dalam sebuah pernyataan, Jenderal Gatot menegaskan bahwa rakyat Indonesia rela mati membela ideologi negaranya.

”Pancasila adalah ideologi Indonesia, dan warganya,” bunyi pernyataan Jenderal Gatot. ”Rakyat Indonesia rela mati untuk membela ideologinya, terutama bagi militer, ini adalah masalah yang sangat sensitif dan menyakitkan.”



Credit  sindonews.com





Militer Myanmar Diduga Membantai Lebih dari 1.000 Muslim Rohingya


 
Militer Myanmar Diduga Membantai Lebih dari 1.000 Muslim Rohingya
Para warga Muslim Rohingya mengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh, Rabu (8/2/2017). Mereka melarikan diri dari kekejaman militer Myanmar. Foto / REUTERS / Mohammad Ponir Hossain
 
NAYPYIDAW - Dua pejabat senior PBB yang mengurusi masalah pengungsi menduga militer Myanmar sudah membantai lebih dari 1.000 warga Muslim Rohingya. Para pejabat PBB mulai ragu jika korban tewas oleh kekejaman militer Myanmar di Rakhine hanya berkisar ratusan jiwa.

Para pejabat PBB itu sedang bekerja menangani para pengungsi Rohingya di Bangladesh. Mereka berbicara dengan media dengan syarat anonim. Mereka khawatir masyarakat dunia tidak sepenuhnya memahami tingkat keparahan dari krisis Rohingya yang berlangsung di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Dalam beberapa bulan terakhir, hampir 70.000 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh untuk menghindari kekejaman militer Myanmar.

”Pembicaraan sampai sekarang soal ratusan kematian mungkin diremehkan. Kita bisa melihat ribuan (angka kematian),” kata salah satu pejabat senior PBB, seperti dikutip Reuters, Kamis (9/2/2017). Kedua pejabat PBB itu telah menyimpulkan kesaksian para warga Rohingya yang selamat dan mengungsi ke Bangladesh.

Sementara itu, juru bicara presiden Myanmar, Zaw Htay, mengatakan laporan terbaru dari komandan militer Myanmar menyebut jumlah korban tewas dalam operasi kontra militan Rohingya kurang dari 100 orang. Operasi militer diluncurkan setelah kelompok militan Rohingnya menyerang pos polisi perbatasan pada Oktober 2016 yang menewaskan sembilan polisi Myanmar.

Ditanya tentang dugaan korban tewas dalam operasi militer Myanmar yang diduga para pejabat PBB mencapai lebih dari 1.000 jiwa, Zaw Htay, meragukannya. ”Jumlah mereka jauh lebih besar dari angka kami. Kami harus memeriksa di lapangan,” ujarnya.

Sekitar 1,1 juta warga Muslim Rohingya hidup di Rakhine, Myanmar dengan kondisi terdiskriminasi. Status kewarganegaraan mereka ditolak pemerintah Myanmar. Komunitas Buddha Myanmar bahkan menganggap mereka sebagai imigran ilegal asal Bangladesh.




Credit sindonews.com




Rusia Tangkap 9 Hacker Top Pembobol Rp226 Miliar Uang Bank


 
Rusia Tangkap 9 Hacker Top Pembobol Rp226 Miliar Uang Bank
Salah satu anggota kelompok hacker top Rusia yang dituduh membobol uang bank senilai Rp226 miliar ditangkap aparat berwenang Rusia. Foto / You Tube
 
MOSKOW - Aparat Kementerian Dalam Negeri Rusia menangkap sembilan tersangka kelompok cybercrime yang dituduh terlibat pembobolan uang bank senilai USD17 juta atau sekitar Rp226 miliar. Para hacker top ini beraksi membobol uang bank lewat serangan cyber sejak 2013.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Rusia Irina Wolf mengatakan sembilan tersangka hacker ditangkap bulan lalu dalam sebuah operasi yang dipimpin Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia di lima wilayah; Moskow, Saint Petersburg, Krasnodar Region, Tver dan Sverdlovsk.

”Pada awal 2017 (kelompok) ini didirikan anggota dari kelompok yang terorganisir yang juga terlibat dalam kegiatan ilegal dan diduga terlibat dalam serangan hacker,” katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Itar-Tass, Kamis (9/2/2017).

Menurut kementerian itu, kelompok hacker top ini  juga berhasil menembus ”infrastruktur kritis” Rusia termasuk situs militer. Tapi, pihak kementerian tak menjelaskan seberapa dampak dari serangan para hacker.
Pengumuman penangkapan sembilan hacker ini muncul setelah ada 50 penangkapan terhadap orang-orang yang diduga hacker kriminal, yang diintai sejak Mei tahun lalu.

Ruslan Stoyanov, kepala penyelidikan di Kaspersky Lab, sebuah entitas yang membantu penyelidikan cybercrime, mengatakan bahwa timnya menyadari ada kelompok hacker yang membuat ancaman serius.

“Ahli perusahaan kami menganalisa perangkat lunak berbahaya dan mengidentifikasi jaringan komputer dan server hacker. Berbekal pengetahuan dari polisi Rusia, (kami) bisa mengidentifikasi tersangka dan mengumpulkan bukti kejahatan yang telah dilakukan,” katanya.



Credit  sindonews.com





Manuver Kejutan di Dekat Moskow, Rusia Kerahkan Sistem Rudal S-400


 
Manuver Kejutan di Dekat Moskow, Rusia Kerahkan Sistem Rudal S-400
Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf Rusia. Sistem rudal termutakhir ini kembali dikerahkan Rusia di dekat Moskow hingga Kamis (9/2/2017). Foto / Sputnik / Mikhail Voskresenskiy
 
MOSKOW - Rusia kembali mengerahkan sistem rudal pertahanan canggih S-400 dalam posisi siaga tempur di dekat Moskow mulai kemarin hingga Kamis (9/2/2017) hari ini. Pengerahan senjata termutakhir Rusia ini dilibatkan dalam latihan tempur atau manuver kejutan oleh Angkatan Udara Rusia.

Pada Januari 2017 lalu, Rusia juga mengerahkan sistem rudal pertahanan udara S-400 di pinggiran Kota Moskow dengan dalih melindungi berbagai fasilitas penting milik negara. Saat itu, sistem rudal S-400 juga diposisikan dalam siaga tempur.

"Unit angkatan pertahanan udara bertanggung jawab untuk membela Moskow dan wilayah industri sentral. Telah dimasukkan (kategori) siaga tempur tertinggi,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan. ”Misi pertahanan udara melibatkan para awak tempur,” lanjut pernyataan itu, seperti dikutip Russia Today.

Menurut kementerian tersebut, latihan tempur kilat juga melibatkan sistem rudal S-300 dan sistem pertahanan udara Pantsir-S dengan posisi cadangan. Para petugas penjaga baterai sistem-sistem rudal canggih itu menjalani manuver anti-sabotase dan dilatih untuk beroperasi di medan yang sulit.

Latihan tempur kali ini merupakan bagian dari pelatihan kejutan oleh Angkatan Udara Rusia yang diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin pada hari Selasa.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Aleksandr Fomin mengatakan, manuver di dekat Moskow ini melibatkan sekitar 45.000 tentara dan 1.700 buah peralatan militer, termasuk 150 pesawat jet tempur dan 200 peluncur rudal udara yang dikendalikan dari darat.

”Ini merupakan latihan kejutan dan dengan demikian tidak tunduk pada kontrol bawah dokumen Wina atau dokumen OSCE. Tidak ada pemberitahuan resmi yang diperlukan, tetapi kita menginformasikan sebagai isyarat niat baik,” ujar Fomin.


Credit  sindonews.com
















Rusia Pasok 50 Rudal SS-21 Scarab ke Rezim Suriah

 
Rusia Pasok 50 Rudal SS-21 Scarab ke Rezim Suriah
Rudal balistik SS-21 Rusia. Sebanyak 50 unit rudal canggih jenis itu dikirim Rusia kepada rezim Suriah. Foto / Military Edge
 
WASHINGTON - Para pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa Rusia baru saja mengirim 50 rudal balistik jarak pendek SS-21 kepada rezim Suriah. Pasokan puluhan rudal canggih itu dianggap AS sebagai pengiriman terbesar rudal Moskow untuk Damaskus.

Menurut para pejabat AS, sebanyak 50 rudal balistik jarak pendek SS-21 Rusia tiba di pelabuhan Tartus, Suriah, di kawasan Laut Mediterania dalam dua hari terakhir. ”Untuk seseorang yang mereda perang, itu kiriman rudal besar,” kata seorang pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip Fox News, semalam (8/2/2017).

Rudal SS-21 yang dipasok Rusia kepada Suriah terdiri dari berbagai jenis. Rudal canggih Moskow ini memiliki jangkauan tembak sekitar 100 mil.

Masih menurut pejabat AS, Rusia telah menembakkan dua rudal SS-21 dan empat rudal Iskander SS-26 dalam dua hari terakhir di Provinsi Idlib, Suriah, untuk melawan pasukan oposisi atau pemberontak.

Rudal Iskander yang berkemampuan nuklir pernah jadi sorotan media-media Barat beberapa waktu lalu, ketika Kremlin mengerahkannya ke Kaliningrad, basis Rusia di kawasan Baltik. Pengerahan rudal Iskander itu sempat membuat beberapa negara Baltik anggota NATO cemas.

Sedangkan rudal balistik jarak pendek SS-21 juga dianggap NATO sebagai rudal canggih dengan nama “Scarab”. Hingga kini (9/2/2017), pemerintah maupun militer Rusia belum berkomentar atas laporan pengiriman rudal canggih ke Suriah seperti yang dibeberkan para pejabat AS.

Pada bulan Desember 2016, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Moskow mulai menarik sebagian pasukannya di Suriah. Kapal induk Rusia yang sudah beroperasi membantu rezim Damaskus juga sudah kembali ke Moskow.

Kendati demikian, Rusia masih memiliki sekitar 50 pesawat di Suriah, termasuk pesawat jet tempur, helikopter tempur, dan pesawat militer biasa.

 

Laporan dari para pejabat AS itu bersamaan dengan pengumuman Wakil Ketua Majelis Tinggi Rusia Ilyas Umakhanov bahwa Moskow berencana mengirimkan senjata canggih kepada pemerintah Suriah untuk membantu Damaskus memberangus ISIS.

Menurut Umakhanov, untuk mengalahkan ISIS, pemerintah Suriah membutuhkan senjata canggih Rusia. Tapi, dia tak menyebut nama senjata canggih yang dimaksud.

”Rusia akan terus merespons keras aksi terorisme di Suriah, respons itu mencakup penyatuan kekuatan dan tentu saja pasokan senjata presisi tinggi untuk pemerintah Suriah,” kata Umakhanov.



Credit  sindonews.com



Berangus ISIS, Rusia Berencana Pasok Suriah dengan Senjata Canggih

Berangus ISIS, Rusia Berencana Pasok Suriah dengan Senjata Canggih
Rusia berencana mengirimkan senjata canggih kepada pemerintah Suriah untuk membantu Damaskus memberangus ISIS. Foto/Istimewa
 
MOSKOW -  Rusia berencana mengirimkan senjata canggih kepada pemerintah Suriah untuk membantu Damaskus memberangus ISIS. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Majlis Tinggi Rusia, Ilyas Umakhanov.

Umakhanov mengatakan, pihaknya menilai, untuk dapat mengalahkan ISIS, pemerintah Suriah membutuhkan senjata canggih. Sebagai salah satu mitra Suriah, lanjut Umakhanov akan memberikan pasokan senjata tersebut.

"Rusia akan terus merespon keras aksi terorisme di Suriah, respon itu mencakup penyatuan kekuatan dan tentu saja pasokan senjata presisi tinggi untuk pemerintah Suriah," kata Umakhanov, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (8/2).

Dia kemudian mengatakan, untuk bisa menyelesaikan masalah terorisme tidak bisa mengandalkan satu atau dua negara saja. Ini membutuhkan upaya bersama, karena terorisme saat ini sudah menjadi ancaman global.

"Tidak mungkin untuk mengalahkan terorisme hanya dengan upaya satu negara. Terorisme telah diasumsikan sebagai ancaman global dan, setelah mencapai kemenangan di satu tempat, tidak ada alasan untuk membuat kekosongan tambahan di mana teroris dapat melanjutkan operasi militer," ucapnya.




Credit  sindonews.com








Sayap Militer Hamas Tolak Tawaran Pertukaran Tahanan Israel


 
Sayap Militer Hamas Tolak Tawaran Pertukaran Tahanan Israel
Brigade Izz ad-Din al-Qassam menolak tawaran pertukaran tawanan yang diajukan oleh Israel. Foto/Istimewa
 
YERUSALEM - Anggota sayap militer Hamas yang dikenal sebagai brigade Izz ad-Din al-Qassam mengatakan Israel telah mengusulkan kesepakatan baru tukar tahanan. Namun tawaran itu ditolak oleh al-Qassam.

Menurut anggota Brigade al-Qassam tawaran yang dimajukan oleh negara Zionis itu tidak memenuhi persyaratan minimum Hamas. "Kami telah menerima tawaran melalui mediator Israel untuk melaksanakan kesepakatan baru pertukaran tahanan," bunyi pernyataan al-Qassam seperti dikutip Sputniknews dari Al Jazeera, Rabu (8/2/2017).

Pada bulan Juni 2015, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk membantu mengembalikan dua warga Israel, Avera Mengistu asal Ethiopia dan Arab-Badui yang namanya belum diungkapkan dari Jalur Gaza. Pada tahun 2014, mereka secara terpisah menyeberang ke daerah kantong Palestina, dan koneksi dengan mereka hilang.

Keduanya diyakini ditahan di Gaza oleh kelompok militan lokal, dilaporkan oleh kelompok Hamas, yang dilarang oleh Israel. Para militan juga diyakini menahan jasad dari dua tentara Israel yang tewas pada tahun 2014.

Pada tahun 2011, Israel membebaskan lebih dari 1.000 warga Palestina dari penjara sebagai imbalan atas tentara Israel, Gilad Shalit. Gilad Shalit diculik oleh militan Hamas pada tahun 2006.




Credit  sindonews.com




Palestina Berencana Hentikan Kerjasama Keamanan dengan Israel

 
Palestina Berencana Hentikan Kerjasama Keamanan dengan Israel
Abbas mengatakan langkah ini adalah langkah terakhir yang akan diambil Palestina sebagai respon atas rancangan undang-undang (RUU) baru Israel soal pemukiman. Foto/Istimewa
 
PARIS - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan pihaknya berencana untuk menghentikan kerjasama dengan Israel. Kerjasama ini akan benar-benar dihentikan jika Israel melanjutkan kolonialisasi di tanah Palestina.

Berbicara saat melakukan kunjungan ke Parlemen Prancis, Abbas mengatakan langkah ini adalah langkah terakhir yang akan diambil Palestina sebagai respon atas rancangan undang-undang (RUU) baru Israel soal pemukiman.

"Jika kolonisasi terus terjadi, saya tidak punya pilihan lain, itu tidak akan menjadi salah saya," kata Abbas dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (8/2).

Sebelumnya, saat melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis, Francois Hollande, Abbas menyebut undang-undang Israel terbaru adalah sebuah serangan terhadap rakyatnya. "Undang-undang Israel ilegal dan jelas-jelas menentang keinginan masyarakat internasional," kata Abbas saat konferensi pers bersama dengan Hollande.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Barang Antik Palestina, Rula Ma'ayah menyerukan masyarakat internasional untuk menghukum Israel atas undang-undang baru yang kontroversial.

RUU terbaru Israel sendiri berisi pemberian status legal pada pembangunan puluhan rumah di atas lahan pribadi rakyat Palestina. RUU akan melegalkan puluhan pos-pos liar Yahudi dan ribuan rumah pemukim di Tepi Barat yang diduduki.

LSM Israel pro-Palestina mengatakan, mereka akan meminta Mahkamah Agung untuk membatalkan undang-undang tersebut.



Credit  sindonews.com



Pemimpin Pemberontak Ukraina Tewas dalam 'Serangan Teror'


 
Pemimpin Pemberontak Ukraina Tewas dalam 'Serangan Teror' 
 Kepala Militer Pemberontak Ukraina, Mikhail Tolstykh dilaporkan tewas dalam insiden bom yang meledak di markas kelompok Batalion Somalia di Donetsk. (Reuters/Baz Ratner)
 
Jakarta, CB -- Kepala Militer Pemberontak Ukraina, Mikhail Tolstykh dilaporkan tewas dalam "aksi teror" pada Rabu (8/2).

"Ada aksi teror terjadi dan Givi [nama samaran Tolstykh] tewas di dalamnya," ungkap Juru Bicara kelompok Batalion Somalia, Eduard Basurin kepada AFP.

Kelompok yang dipimpin Tolstykh itu didukung langsung oleh Rusia. Kelompok separatis ini mendesak kemerdekaan wilayah Ukraina bagian timur untuk membentuk negara Republik Rakyat Donetsk.

Meskipun Basurin menolak menjelaskan lebih rinci mengenai serangan yang menewaskan pemimpinnya itu, laporan media setempat menyebut ada sebuah ledakan yang "meneror" markas Batalion Somalia yang berada di wilayah itu.

Sebelum Tolstykh, pemimpin pemberontak yang juga kepala militer Donetsk, Arseny Pavlov, lebih dulu tewas dalam sebuah serangan bom pada Oktober lalu.

Tolstykh berperan dalam pertempuran sengit pemberontak melawan pemerintah Ukraina dalam konflik sipil yang terjadi sejak April 2014 lalu.

Nama Tolstykh dan Pavlov menjadi yang paling dikenal dalam kelompok pemberontak di Ukraina. Sejumlah cuplikan keduanya di tengah pertempuran melawan pemerintah di zona perang kerap menjadi viral di media sosial.

Setidaknya 100 ribu orang tewas sejak daerah industri bagian timur Ukraina itu memberontak dari pemerintahan Kiev yang pro-Barat.

Ukraina dan Barat menuduh Rusia mendukung pemberontak dan mengerahkan pasukan di perbatasan. Klaim tersebut selama ini terus dibantah oleh Kremlin.

Selama ini pihak Barat terus berupaya membentuk kesepakatan gencatan senjata antar kedua belah pihak berkonflik.



Credit  CNN Indonesia



Beijing Hindari Konflik dengan AS soal Laut China Selatan


 
Beijing Hindari Konflik dengan AS soal Laut China Selatan  
Meski aktif di Laut China Selatan, Beijing menghindari konflik dengan AS. (REUTERS/Stringer)
 
Jakarta, CB -- Beijing meminimalisir kemungkinan konflik dengan Amerika Serikat soal Laut China Selatan di tengah retorika agresif pemerintahan Donald Trump. Negeri Tirai Bambu menyatakan kedua pihak akan merugi jika saling berbenturan.

China menegaskan kedaulatan di sebagian besar kawasan kaya sumber daya itu meski negara-negara tetangga di Asia Tenggara turut mengklaimnya. Untuk itu, Beijing membangun karang-karang di perairan sengketa tersebut menjadi pulau buatan yang bisa digunakan untuk megerahkan pesawat militer.

Pulau-pulau itu dianggap berpotensi mengakibatkan masalah dan komentar terbaru dari Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer serta Menteri Luar Negeri Rex Tillerson semakin memanaskan suasana.

Namun, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, ketika berkunjung ke Australia, Selasa (7/2), mengatakan peperangan tidak akan menguntungkan siapa-siapa.

"Untuk setiap politisi yang berakal sehat, mereka jelas memahami bahwa tidak boleh ada konflik antara China dan Amerika Serikat," ujarnya di Canberra, dilaporkan ABC, sebagaimana dikutip AFP.

"Kedua pihak akan merugi dan kedua pihak tidak bisa menerima itu."
China membangun pulau buatan berkapasitas militer di Laut China Selatan.China membangun pulau buatan berkapasitas militer di Laut China Selatan. (Reuters/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe/Handout)
Bulan lalu Spicer mengatakan AS "akan memastikan kepentingan kami terlindungi" di Laut China Selatan sementara Tillerson mengatakan akses China ke pulau-pulau buatan itu bisa diblokade--meningkatkan kemungkinan konfrontasi militer.

Wang mengatakan hubungan AS-China telah berhasil melalui "semua bentuk kesulitan" selama berdekade dan penting untuk memperioritaskan usaha diplomasi, merujuk pada pernyataan lebih baru dari Menteri Pertahanan AS James Mattis.

Dalam kunjungan ke Jepang, pekan lalu, Mattis mengatakan Beijing "telah menghancurkan kepercayaan" negara-negara kawasan dengan penguatan militer di pulau-pulau yang dikendalikannya. Namun, dia menyeimbangkan pernyataan itu dengan menyerukan arbitrasi dan diplomasi untuk menyelesaikan masalah.

Di sisi lain, setelah bertemu dengan Wang, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan China menginginkan hubungan baik dengan pemerintahan Trump.

"Beijing tentunya menyambut baik hubungan mendalam dengan Amerika Serikat," ujarnya kepada Sky News.

"Mereka menginginkan era kerja sama, mereka melihat ada kesempatan untuk memperdalam koneksi dengan pemerintahan yang baru dan sebagaimana dia (Wang) katakan, Amerika Serikat dan China hanya akan mengalami kerugian jika kedua negara berkonflik."

"Impresi saya adalah China menginginkan hubungan positif dengan Amerika Serikat."





Credit  CNN Indonesia




Damaskus bantah laporan mengenai penggantungan massal di penjara Suriah


 
Damaskus (CB) - Kementerian Kehakiman Suriah membantah laporan yang disiarkan oleh Amnesty International mengenai penggantungan massal tahanan di satu penjara militer di dekat Ibu Kota Suriah, Damaskus.

Di dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Suriah, SANA, pada Rabu pagi, Kementerian tersebut mengatakan laporan semacam itu bertujuan "menodai reputasi Suriah di kancah internasional, terutama setelah kemenangan militer Suriah di banyak daerah belum lama ini".

Sehari sebelumnya, Amnesty mengeluarkan laporan yang menyatakan Pemerintah Suriah di Penjara Saydnaya di dekat Damaskus melakukan penggantungan massal sebanyak 13.000 orang.

Pengawas hak asasi manusia itu menuduh pemerintah melancarkan "kebijakan pemusnahan", dan menambahkan laporannya dilandasi atas wawancara dengan 84 saksi mata, termasuk penjaga, tahanan, dan hakim.

Penghukuman mati tersebut terjadi antara 2011 dan 2015, kata laporan itu, yang menambahkan kebanyakan orang yang dibunuh adalah warga sipil yang menentang pemerintah Suriah, demikian laporan Xinhua. Mereka dibawa ke luar sel mereka "pada tengah malam dan secara sangat rahasia".

"Sepanjang proses ini, mata mereka ditutup. Mereka tidak tahu kapan atau bagaimana mereka akan mati, sampai jerat dipasang di leher mereka," kata laporan itu.

Laporan tersebut menimbulkan kehebohan dan menjadi berita utama sejak Selasa, sehingga mendorong Kementerian Kehakiman Suriah untuk menanggapi.

"Kementerian Kehakiman sepenuhnya membantah dan dengan tegas mengutuk laporan tersebut, sebab itu tidak didasari atas bukti yang benar, tapi pada emosi pribadi yang bertujuan mencapai sasaran politik yang sudah diketahui," kata Kementerian itu di dalam pernyataannya.



Credit  antaranews.com





Iran tolak peringatan AS terkait uji nuklir


 
Dubai (CB) - Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Selasa menolak keputusan Amerika Serikat mencantumkan Iran "dalam peringatan" atas uji peluru kendalinya dan menyebut Donald Trump "wajah asli" korupsi di AS.

Dalam pidato pertamanya sejak Trump dilantik, pemimpin tertinggi Iran itu meminta warga Iran turun ke jalanan pada Jumat, hari peringatan revolusi Islam Iran 1979, untuk menunjukkan bahwa mereka tidak takut akan ancaman Amerika Serikat.

"Kami berterima kasih kepadanya (Trump) karena membuat kehidupan kami nyaman saat dia menunjukkan wajah asli Amerika Serikat," kata Khamenei dalam pertemuan petinggi militer di Teheran.

Trump menanggapi uji peluru kendali Iran pada 29 Januari dengan mengatakan "Iran bermain api" dan memberlakukan sejumlah hukuman baru terhadap beberapa orang dan kalangan di Iran, yang beberapa di antaranya berhubungan dengan Pengawal Revolusi Iran.

Gedung Putih mengatakan uji peluru kendali itu bukan pelanggaran langsung terhadap pakta nuklir 2015, yang ditandatangani dengan enam negara kuat di dunia, namun menyatakan itu "melanggar asasnya".

Ketika ditanya terkait komentar Khamenei pada Selasa, juru bicara Gedung putih Sean Spicer mengatakan Iran harus mengakui bahwa Amerika Serikat berada di bawah kepemimpinan baru.

"Presiden ini tidak akan diam saja membiarkan Iran melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan bersama itu," kata Spicer dalam pernyataan, "Saya rasa Iran bercanda jika mereka tidak menyadari ada presiden baru."

Menteri luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan Teheran tidak akan merundingkan ulang kesepakatan nuklir yang sering disebut sebagai hadiah kepada Iran oleh Trump.

"Saya yakin Trump akan mendorong adanya negosiasi ulang, namun Iran dan para negara Eropa tidak akan menerimanya," kata Zarif di harian "Ettelaat", "Kami akan menjalani masa-masa sulit ke depannya."

Pada saat kampanye, Trump berulang kali berjanji untuk menyingkirkan kesepakatan nuklir itu. Sementara Menteri Luar Negeri Rex Tillerson belum menyebutkannya, dia menyarankan adanya "peninjauan ulang penuh" terhadap kesepakatan itu.

Khamenei mengatakan Trump memastikan "yang kami katakan selama lebih dari 30 tahun terkait korupsi politik, ekonomi, moral dan sosial dalam sistem kekuasaan AS".

Pengulas Iran mengatakan bahwa pernyataan Khamenei itu cukup ringan karena tidak menyinggung tentang tanggapan militer.

"Dia (Trump) mengatakan kau harus takut pada saya. Tidak! Rakyat Iran akan menanggapi perkataannya pada 10 Februari dan akan menunjukkan pendirian mereka terhadap ancaman itu," kata Khamenei.

Presiden Hassan Rouhani mendukung permintaan Khamenei bagi para warga Iran untuk turun ke jalanan di penjuru negeri pada Jumat untuk "menunjukkan ikatan mereka yang kokoh dengan Pemimpin Agung dan Negara".

Resolusi Dewan Keamanan AS terkait kesepakatan nuklir mendesak Iran tidak melakukan pengujian peluru kendali, yang dirancang dapat membawa hulu ledak nuklir, namun tidak menyebutkan beberapa kewajiban.

Iran sepakat mengurangi program nuklir mereka sebagai ganti pencabutan sejumlah sanksi ekonomi dari AS, Eropa dan PBB.

Kritikus menyebut kesepakatan itu membuat Iran memperkuat keterlibatannya dalam sejumlah perang di dunia Arab, namun Teheran menyangkal pernyataan itu, demikian Reuters.




Credit  antaranews.com





Trump menjadi-jadi, akan predikati Pengawal Revolusi Iran sebagai teroris


 
Trump menjadi-jadi, akan predikati Pengawal Revolusi Iran sebagai teroris
Presiden Donald Trump (Reuters)
 
Jakarta (CB) - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk menyebut Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Kantor berita Reuters menyebutkan, kabar ini diutarakan oleh sejumlah pejabat AS yang mengetahui proposal kebijakan kontroversial terbaru dari pemerintahan Trump itu.

Para pejabat itu mengatakan lembaga-lembaga pemerintah AS sudah mengonsultasikan proposal semacam itu yang jika diterapkan akan dilanjutkan dengan menerapkan sanksi individual dan kelompok yang berkaitan dengan IRGC.

IRGC sendiri diketahui lebih dari sekadar aparatur keamanan Iran yang paling berkuasa, namun juga mengendalikan bagian besar perekonomian Iran dan berpengaruh besar terhadap sistem politik Iran.

Reuters sendiri belum melihat salinan dokumen untuk proposal yang disebut-sebut akan menjadi Keputusan Presiden yang diunjukkan kepada Departemen Luar Negeri agar mempertimbangkan menyebut IRGC sebagai kelompok teroris. Belum jelas benar apakah Trump akan menandatangani rancanan Keppres baru ini.

Gedung Putih menolak mengomentari masalah ini, sedangkan Iran membantah terlibat dalam terorisme.

Beberapa rancangan Keppres baru dalam masalah-masalah lain bertebaran di lembaga-lembaga pemerintahan AS, namun ditolak atau ditangguhkan oleh pemerintahan Trump.

Pekan lalu Reuters melaporkan bahwa para pejabat pemerintahan Trump tengah membahas apakah Ikhwanul Muslimin juga akan disebut organisasi teroris, namun kabarnya pembahasan Ikhwanul ini dihentikan.

Menurut Reuters, dengan mengotakkan lembaga militer dan politik paling kuat di Iran sebagai kelompok teroris, maka Trump akan menuai efek destabilisasi, termasuk makin meruncingkan konflik di mana AS dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah menuding Iran sebagai biang keladinya. Iran sendiri membantah tuduhan mereka.

Langkah AS kepada Iran itu juga akan memperumit perang AS melawan ISIS di Irak di mana milisi Syiah dukungan Iran dan dibekingi IRGC berandil besar dalam mengeliminasi ISIS di Irak.

Para penasihat kubu garis keras dalam pemerintahan Trump di Gedung Putih telah mendesak sang presiden untuk meningkatkan sanksi kepada Iran sejak pemerintahan baru AS ini terbentuk.

Sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk menyukai pendirian keras Trump terhadap Iran yang selama ini mereka tuding kerap mengintervensi kawasan Timur Tengah, demikian Reuters.




Credit  antaranews.com








Daftar negara yang jadi sekutu dan musuh Donald Trump



 
Daftar negara yang jadi sekutu dan musuh Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald (Reuters)
 
Jakarta (CB) - Donald Trump bersumpah untuk segalanya menomorsatukan Amerika lewat jargon "America first."  Tidak seperti presiden-presiden AS sebelumnya, Donald Trump benar-benar mengubah pandangan tradisional bangsanya mengenai siapa musuh dan sahabat Amerika.

Menurut kolomnis The Atlantic Jeffrey Goldberg, Trump telah membuat sekutu-sekutu dan musuh-musuh AS menjadi campur aduk, tidak jelas, siapa musuh, siapa sekutu.

"Ini dunia di mana hubungan diplomasi yang sudah mapan diobrak-abrik oleh cepatnya cuitan (di Twitter)," kata Goldberg. "Kita kini hidup di sebuah dunia di mana para pemimpin Uni Eropa berbicara tentangan ancaman nyata dari seorang presiden Amerika yang mantap membela pemimpin Rusia."

Berikut daftar negara yang menjadi sahabat dan musuh AS di bawah kepemimpinan Donald Trump.

TEMAN
Israel:
Mengoreksi sikap Barack Obama terhadap Israel, Trump memulihkan hubungan yang lebih baik dengan sekutu abadi AS ini.  Mengamini pandangan gelap Israel tentang Iran, Trump bertindak lebih jauh ingin memindahkan kedutaan besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Tapi Trump masih mengkritik aktivitas permukiman Yahudi di wilayah Palestina, kendati diam-diam memberi lampu hijau.

Rusia: Sejak Perang Dingin, tak ada presiden AS yang ingin berteman dengan Rusia, tetapi Trump malah benar-benar ingin bersahabat dengan Rusia, atas alasan yang sampai kini hanya dia seorang yang tahu.
Ketika duta besarnya sendiri di PBB mengutuk aneksasi Krimea oleh Rusia dan usil Rusia di Ukraina timur, Trump tetap saja menyanjung Presiden Rusia Vladimir Putin dan menepis tudingan bahwa Putin bukanlah pembunuh.

Inggris Raya: Perdana menteri dari sekutu abadi AS ini, Theresa May, adalah pemimpin asing pertama yang mengunjungi Trump di Gedung Putih. Trump menyambut suka cita keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Tapi belakangan dia dicemooh oleh rakyat Inggris karena mengeluarkan Keppres larangan imigran tujuh negara muslim masuk ke AS, bahkan ketua majelis rendah parlemen Inggris tak sudi memberikan waktu kepada Trump untuk menyampaikan pidato kehormatan di depan parlemen Inggris.

SETENGAH TEMAN
Australia: Trump merasa kerepotan oleh warisan kebijakan Barack Obama yang menyepakati pakta dengan Australia untuk memproses 1.250 pengungsi yang berada di kamp pengungsian Australia, untuk bisa masuk ke AS.  Trump sebenarnya tak mau menampung pengungsi-pengungsi itu, tetapi mengaku menghormati perjanjian Australia-AS yang ditandatangani semasa era Obama itu.

Jepang: Selama kampanye presiden, Trump menuding Jepang terlalu diuntungkan dalam perdagangan dengan AS dan menuduh tidak cukup membayar upeti untuk perlindungan militer AS kepada Jepang. Setelah perdana menteri Jepang menemui Trump di Trump Tower, Jepang mendapatkan jaminan dari Menteri Pertahanan James Mattis bahwa negara ini masih dijamin 100 persen keamanannya oleh AS.  Tapi komitmen ini tidak pernah keluar dari mulut Gedung Putih.

Jerman:
Trump memang menyebut bahwa dia mengagumi Kanselir Angela Merkel, tetapi dia pernah mengkritik kebijakan Merkel soal pengungsi. Merkel pernah mengatakan Eropa tak bisa lagi tergantung kepada AS pimpinan Trump. Jerman kini menjadi pemimpin barisan pembela liberalisme Barat yang dulu ikut dirancang AS.

SETENGAH MUSUH
Meksiko: Sejak awal Trump memang terus menganggap negeri ini musuh, ketimbang sekutu.  Meksiko dituding Trump telah mencuri lapangan kerja Amerika, memukul daya saing produk dagang Amerika, dan mengekspor bandit serta kriminal narkoba ke Amerika.

China: Naik cepatnya China sebagai superpower baru dunia telah membuat negara ini menjadi pesaing Amerika. Dan Trump kini berusaha mengubah praktik dagang China, merongrong pembangunan fasilitas militer China di Laut China Selatan, dan memasukkan China sebagai penyokong program nuklir Korea Utara, dengan langkah-langkah politik lebih drastis dibandingkan para pendahulunya.

MUSUH BENERAN
Suriah, Irak, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman: Dengan melarang sementara warga negara keenam negara ini, plus Iran, Trump secara tidak langsung mengandangkan keenam negara itu sebagai musuh AS.
Soal Korea Utara, Trump tidak percaya dengan nasihat Obama bahwa negara ini tengah mengembangkan peluru kendali berkepala nuklir yang bisa menjangkau wilayah Amerika. Trump yakin dirinya bisa menggertak Korea Utara dan menyepelekan kemampuan nuklir Utara.

Credit  antaranews.com