Foto
asli Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat,
Barack Obama yang bertemu disela-sela KTT G20 di Hangzhou, Cina, 5
September 2016. boredpanda.com
CB, Moskow - Rusia
memerintahkan semua pejabatnya memulangkan anggota keluarga yang saat
ini berada di luar negeri. Perintah ini dipicu ketegangan antara Rusia
dan negara-negara Barat yang semakin panas sehingga berpotensi
pecahnya perang global.
Seorang pejabat top Rusia mengutip
perintah Presiden Vladimir Putin agar seluruh pejabat Rusia membawa
pulang orang-orang tercinta mereka secepatnya.
Peringatan ini muncul setelah Putin membatalkan rencananya berkunjung
ke Prancis untuk meresmikan pusat spiritual di Gereja Ortodoks Rusia di
dekat Menara Eiffel. Putin marah setelah Presiden Prancis Francois
Hollande mengatakan pasukan Suriah melakukan kejahatan perang di Aleppo
dengan dukungan pasukan udara Rusia.
Sebelumnya, di Dewan
Keamanan PBB, Prancis, sekutu Amerika Serikat, mengajukan draf resolusi
untuk menghukum Rusia sebagai penjahat perang di Suriah. Mengutip Daily Mail,
12 Oktober 2016, Rusia memerintahkan semua pejabat dan staf pada semua
level untuk mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah-sekolah asing
secepatnya.
Belum ada penjelasan resmi tentang alasan Putin
memerintahkan warga Rusia di luar negeri pulang. Namun, menurut analis
politik Rusia, Stanislav Belkovsky, perintah itu bermakna sebagai
langkah untuk persiapan perang besar. "Ini semua sebagai langkah
mempersiapkan para elite untuk perang besar," kata Belkovsky kepada Daily Star.
Hubungan Rusia dan Amerika Serikat saat ini mengalami titik terburuk
sejak Perang Dingin setelah keduanya melibatkan diri dalam konflik
bersenjata di Rusia. Dalam perang di Suriah, Rusia mendukung pasukan
pemerintah Suriah dan Amerika Serikat mendukung pemberontak
anti-Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Mantan Presiden Uni
Soviet Mikhail Gorbachev mengingatkan dunia saat ini dalam titik
berbahaya, dipicu permusuhan Rusia dan Amerika Serikat dalam perang di
Suriah.
Media Inggris: Waswas PD III, Putin Desak Warganya di Barat Pulang
Media
Inggris, Daily Star, menerbitkan laporan yang menyebut Presiden Rusia
Vladimir Putin mendesak warganya di Barat untuk pulang terkait ancaman
Perang Dunia III. Foto/Daily Star.co.uk
LONDON - Media Inggris, Daily Star,
menerbitkan laporan yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin
mendesak para pejabat dan kerabatnya di negara-negara Barat untuk pulang
ke Rusia. Desakan itu terkait potensi pecahnya Perang Dunia III antara
Rusia dan Barat.
Laporan yang belum dikonfirmasi itu mengklaim
mengutip sumber-sumber anonim di lingkup Pemerintah Rusia. Namun,
Kremlin dilaporkan membantah laporan media Inggris ini.
”Russia ‘urgently recalls officials’ families living abroad’ as WW3 threat looms (Rusia
mendesak untuk menarik pejabat dan keluarganya yang tinggal di luar
negeri, mengingat ancaman Perang Dunia (PD) III),” demikian judul headline Daily Star, yang dikutip Kamis (13/10/2016).
Publikasi
media Inggris ini disertai gambar Presiden sedang melirik marah dengan
latar belakang sebuah ledakan. Gambar lainnya menunjukkan Putin dan
peta Eropa, di mana Rusia diwarnai cat merah dengan sabit dan palu
simbol Uni Soviet hendak membombardir negara-negara Eropa dengan rudal
nuklir.
Surat kabar itu juga mengutip analis politik Rusia;
Stanislav Belkovsky, yang mengatakan bahwa laporan perintah evakuasi
keluarga pejabat Rusia di Barat sebagai bagian dari Rusia untuk
mempersiapkan perang besar dengan Barat.
Keputusan Rusia
menangguhkan kesepakatan dengan AS soal pembuangan plutonium dari
senjata nuklirnya juga dijadikan latar belakang laporan tersebut untuk
mendukung asumsi Rusia mempersiapkan perang besar dengan Barat.
Klaim deskan Putin untuk warga Rusia di Barat agar eksodus awalnya dilaporkan znak.com, sebuah
situs berita yang berbasis di Yekaterinburg di Ural. Laporan ini
mengutip lima pejabat Rusia, namun bukan rekomendasi resmi dari Kremlin.
Menurut
media itu, mahasiswa Rusia yang belajar di perguruan tinggi asing harus
segera dipindahkan ke universitas-universitas Rusia untuk melanjutkan
pendidikan mereka.
Ketika ditanya tentang laporan itu, juru
bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa itu adalah pertama
kalinya dia mendengar tentang adanya desakan penarikan pejabat Rusia dan
keluarganya yang ada di negara-negara Barat.
Kantor
Berita Rusia TASS, 5 Oktober 2016, melaporkan bahwa Rusia mengirim dua
kapal perang kelas Buyan-M, Serpukhov (603) dan Zelyony Dol (602) menuju
Laut Mediteranian. Kapal perang itu terlihat melintasi Selat Bosphorus,
pada 5 Oktober 2016. REUTERS/Murad Sezer
Kapal
perang Rusia jenis korvet, Zelyony Dol (602) melewati Selat Bosphorus,
Istanbul, Turki, 5 Oktober 2016. Rusia mengirim beberapa kapal
perangnya ke Laut Mediteranian untuk bergabung dengan pasukan di Suriah.
REUTERS/Murad Sezer
Meskipun
berukuran kecil, panjang 60 m, kapal perang kelas Buyan-M dipersenjatai
dengan delapan rudal jelajah Kalibr. Buyan-M pernah menjadi perhatian
dunia militer, ketika korvet dari armda Laut Kaspia menembakkan rudal
Klibr dengan sasaran basis ISIS di Suriah, yang jauhnya 1.500 km, pada
Oktober 2015. Buyan-M juga menembakan rudal Kalibr dengan sasaran Front
al-Nusra di propinsi Aleppo, Suriah, pada Agustus 2016. yotutube.com
Selain
mengirim dua kapal kelas Buyan-M, Rusia juga mengirim korvet kelas
Nanuchka-III (Project 1234) Mirazh (617) melintasi Selat Bosphorus
menuju Laut Mediteranian, 7 Oktober 2016. Rusia mengirimkan Mirazh dari
Sevastopol. REUTERS/Osman Orsal
Tidak
seperti kelas Buyan-M, kapal perang kelas Nanuchka-III tidak
dipersenjatai dengan rudal jelajah permukaan ke darat Kalibr, tetapi
membawa enam rudal anti kapal P-120 Malakhit (NATO menyebutnya SS-N-9
Siren). REUTERS/Osman Orsal
Lukisan dinosaurus Titanosaurus di depan tsunami akibat tumbukan asteroid.
Para ilmuwan
menemukan informasi baru yang menarik terkait bencana lingkungan yang
disebabkan tumbukan asteroid pada Bumi sekitar 66 juta tahun lalu.
Mereka
menemukan bahwa kehidupan kembali normal dengan cukup cepat setelah
terjadi tumbukan benda angkasa luar yang diduga banyak pihak memusnahkan
dinosaurus tersebut.
Para peneliti memeriksa batu dari kawah raksasa selebar 100km
dan sedalam 30km yang membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai Teluk
Meksiko.
Lukisan tumbukan asteroid pada bumi 66 juta tahun
lalu yang menciptakan kawah Chicxulub, Semenanjung Yucatan, Meksiko.
Mereka menemukan organisme kecil ternyata dapat berevolusi hanya dalam waktu ribuan tahun pertama setelah peristiwa tersebut.
Professsor
Joanna Morgan dari Imperial College, London yang merupakan salah satu
pimpinan proyek penelitian mengatakan batu yang ditemukan sangat berbeda
dengan yang ada di bagian lain dunia.
"Batu ini sangat aneh, batu
yang membentuk hal ini, dinamakan cincin puncak, mereka sangat, sangat
(mewakili) apa yang kami namakan 'shocked', tekanan kejutan puluhan gigapascal
merusak batu dalam cara yang dinamakan 'metamorfisma kejutan'; (batu)
sangat terpecah-pecah, sehingga tersebar pada jarak yang berjauhan,
sangat berpori, jadi meskipun terbuat dari batu sejenis granit, sangat
berbeda dengan yang lainnya, (sangat berbeda dengan ) jenis batu granit
manapun yang kami lihat di dunia," kata Prof. Morgan.
Pada saat itu puing asteroid diduga keras melontar ke langit,
membuat iklim membeku selama berbulan-bulan dan memusnahkan bukan hanya
dinosaurus tetapi juga hal-hal lain, lapor wartawan BBC Jonathan Amos.
Para
peneliti memperkirakan peristiwa ini dapat dipakai untuk mengetahui
evolusi yang terjadi pada kejadian yang menghapuskan hampir semua bentuk
kehidupan di dunia.
Asteroid menghantam wilayah yang sekarang ialah Meksiko.
Di tempat pepohonan
pernah menjulang tinggi, menaungi semak belukar dan paku-pakuan yang
lebat, hanya batang-batang pohon hangus yang tersisa.
Alih-alih
dengungan serangga yang tak putus-putus mengaburkan geraman dinosaurus
raksasa, hanya ada kesunyian, yang sesekali dipecahkan suara angin.
Kegelapan merajalela: warna biru, hijau, kuning, dan merah yang pernah
menari-nari di bawah sinar matahari telah sirna.
Itulah kondisi Bumi setelah tabrakan asteroid selebar 9,6 kilometer, 66 juta tahun lalu.
“Dalam
hitungan menit sampai jam, Bumi berubah dari tempat yang subur dan
penuh kehidupan menjadi hening total dan kosong,” kata Daniel Durda,
ilmuwan dari Southwest Research Institute di Colorado. “Terutama dalam
radius ribuan kilometer di sekeliling lokasi benturan, semuanya tersapu
bersih.”
Layaknya menyusun potongan gambar puzzle, saintis telah
menguraikan dampak jangka panjang dari tubrukan meteor. Peristiwa itu
memusnahkan lebih dari tiga perempat spesies hewan dan tumbuhan di bumi
termasuk dinosaurus – meskipun sebagian dari mereka mampu bertahan dan
berevolusi menjadi burung.
Namun melengkapi detail, terutama apa
yang terjadi setelah benturan dan apa yang memungkinkan beberapa
organisme bertahan hidup, ternyata lebih menantang dari yang
diperkirakan.
Kawah tubrukan Chicxulub terkubur di bawah tanah, sebagian di bawah laut.
Perkiraan bahwa dinosaurus musnah karena hantaman
asteroid pertama kali diajukan pada tahun 1980. Ide tersebut dianggap
kontroversial pada waktu itu.
Kemudian pada tahun 1991, geolog
menemukan lokasi tumbukan: kawah berdiameter 180 km di sepanjang
Semenanjung Yukatan, Meksiko. Mereka menamakannya Chicxulub, seperti
nama kota terdekat.
Kawah itu tersembunyi di bawah tanah. Bagian utaranya berada di lepas pantai, terkubur di bawah 600m sedimen lautan.
Pada
April 2016, ilmuwan memulai pengeboran sedalam dua kilometer di bagian
kawah di lepas pantai, untuk mengambil sampel sedalam 3 meter. Mereka
akan menganalisis sampel tersebut untuk melihat perubahan pada jenis
batuan, mencari fosil dan bahkan DNA yang terperangkap di dalam
bebatuan.
“Kami akan melihat apa yang kemungkinan besar merupakan samudera yang steril di ground zero tak
lama setelah tumbukan, lalu kami dapat melihat bagaimana kehidupan
muncul kembali,” kata seorang peneliti yang terlibat dalam pengeboran,
Sean Garrick dari Institut Geofisika University of Texas.
Ilustrasi kawah Chicxulub.
Beberapa hal dapat diperkirakan tanpa mengebor ke dalam kawah.
Berdasarkan ukuran kawah, ilmuwan telah menghitung seberapa besar energi yang dihasilkan dari tumbukan asteroid.
Dengan
informasi ini, Durda bersama David Kring dari Lunar and Planetary
Institute di Texas, membuat simulasi kejadian detail tabrakan asteorid –
dan memprediksi apa saja kejadian yang dipicu oleh tabrakan itu. Para
peneliti kemudian menguji skenario tersebut dengan bukti fosil untuk
menentukan apakah yang diprediksikan benar-benar terjadi.
“Semua
perhitungan itu dilakukan dengan cermat,” kata paleobotanis Kirk
Johnson, direktur Museum Smithsonian. “Kami dapat menyusun skenario
detail, mulai dari momen tabrakan hingga menit, jam, hari, bulan, dan
tahun-tahun setelah kejadian itu.”
Berbagai penelitian mengungkap suatu bencana besar.
Gelombang tsunami menyapu Teluk Meksiko.
Asteroid melesat di udara dengan kecepatan lebih
dari 40 kali kecepatan suara. Ketika menghantam bumi, batu dari luar
angkasa itu menghasilkan ledakan yang setara dengan 100 triliun ton TNT,
kira-kira tujuh miliar kali lebih kuat dari bom Hiroshima.
Tumbukan dengan permukaan bumi mengirimkan gelombang kejut ke sekitarnya.
Gelombang
tsunami setinggi 100 hingga 300 meter menyapu Teluk Meksiko. Gempa
berkekuatan 10 skala Richter menghancurkan garis pantai dan hempasan
udara meratakan hutan dalam radius ribuan kilometer. Setelah itu,
berton-ton batuan berjatuhan dari langit dan mengubur kehidupan yang
tersisa.
“Meteor itu bagaikan peluru berdiameter 10km,” kata Johnson.
Namun dampak langsung ini bukan satu-satunya penyebab kepunahan massal.
Puing-puing akibat tubrukan menyelimuti seluruh Bumi.
Ketika asteroid menghantam bumi, ia menguapkan
bongkahan besar kerak bumi. Puing-puingnya terlempar bagaikan bulu-bulu
api ke atas lokasi tubrukan, hingga ke langit.
“Bagaikan bola plasma yang menembus atmosfer sampai ruang angkasa,” kata Durda.
Puing-puing
itu menyebar ke timur dan barat hingga menyelimuti seluruh permukaan
bumi. Kemudian, karena masih terikat gravitasi, mereka jatuh kembali ke
atmosfer bagaikan hujan.
Ketika mendingin, mereka terpadatkan
menjadi triliunan butiran gelas berukuran seperempat milimeter.
Butiran-butiran tersebut melesat ke permukaan bumi dengan kecepatan
setara kecepatan pesawat ruang angkasa, membuat atmosfer begitu panas
sehingga, di sejumlah tempat, tumbuh-tumbuhan darat terbakar.
“Pijar panas dari puing-puing yang kembali memasuki atmosfer menjadikan planet bumi seperti oven raksasa,” kata Johnson.
Puing-puing jatuh ke bumi bagaikan hujan.
Jelaga dari api, bercampur debu dari tubrukan,
menghalangi cahaya matahari dan mengantarkan bumi ke musim dingin yang
gelap berkepanjangan.
Selama beberapa bulan setelahnya,
partikel-partikel kecil turun bagai gerimis ke tanah, menutupi seluruh
permukaan planet dengan lapisan debu asteroid. Sekarang paleontolog
dapat menemukan lapisan ini terawetkan bersama fosil. Ia menandakan
“Batas Cretaceous-Paleogen (K-Pg)”, titik balik dalam sejarah planet
kita.
Pada tahun 2015, Johnson menelusuri lapisan Batas K-Pg
sejauh 177km di North Dakota, mencari fosil di sepanjang perjalanan.
“Jika Anda melihat ke bawah lapisan ini, ada dinosaurus di mana-mana,”
ujarnya. “Tapi jika Anda melihat ke atas, tidak ada dinosaurus.”
Triceratops ialah salah satu jenis dinosaurus besar terakhir yang hidup di Bumi.
Di Amerika Utara, sebelum tubrukan Chicxulub, bukti
fosil menggambarkan hutan kanopi yang rimbun, terjalin dengan rawa dan
sungai; serta dipenuhi paku-pakuan, tumbuhan air, dan semak belukar.
Iklim di masa itu lebih hangat dari
sekarang. Tidak es yang menutupi kutub, dan dinosaurus memenuhi daratan
dari Alaska sampai Antartika.
“Alam penuh dengan kehidupan
beraneka ragam seperti yang kita punya sekarang,” kata Durda. “Namun
setelah tubrukan, ia jadi seperti di bulan. Gersang dan tandus.”
Saintis memperkirakan dampak asteroid dengan mempelajari lapisan K-Pg, yang telah mereka temukan di 300 lokasi di seluruh dunia.
Banyak hutan terbakar.
“Tak seperti proses geologi lainnya, dampak asteroid
terasa dalam sekejap,” kata Johnson. “Setelah kita memastikan bahwa
lapisan itu ialah debris dari kawah tubrukan asteroid, kita dapat
melakukan perbandingan atas dan bawah, sebelum dan sesudah.”
Di dekat lokasi tubrukan, hewan dan
tumbuhan mati akibat temperatur sangat tinggi, hempasan angin kuat,
gempa, tsunami, atau batu-batuan yang jatuh dari langit. Di tempat yang
jauh, banyak spesies menderita karena dampak berantai seperti kekurangan
cahaya matahari.
Di habitat yang tidak hancur oleh api, panas
ekstrem membunuh makanan bagi hewan dan hujan asam mencemari sumber air.
Lebih parah lagi, puing-puing di udara membuat bumi gelap, menghentikan
fotosintetis dan menghancurkan rantai makanan.
“Di darat, semua terbakar. Dan semua hewan besar kelaparan sampai mati,” kata Johnson.
Setelah bencana, seluruh hutan mati.
Bukti fosil mengungkap bahwa tidak ada hewan yang
lebih besar dari rakun berhasil bertahan hidup. Spesies bertubuh kecil
punya peluang lebih besar untuk bertahan karena jumlah mereka lebih
banyak, makan lebih sedikit, dan beranak-pinak lebih cepat.
Ekosistem air tawar tampaknya lebih berhasil dibandingkan ekosistem darat. Namun di lautan, seluruh rantai makanan hancur.
Dampak
musim dingin lebih besar di belahan bumi yang memasuki musim semi.
“Jika Anda menghentikan fotosintetis selama musim tumbuh, itu akan jadi
masalah,” kata Johnson.
Bukti fosil mengindikasikan bahwa Amerika
Utara dan Eropa bertahan lebih baik setelah bumi terbakar. Dari situ
diperkirakan bahwa belahan bumi utara baru mulai memasuki musim dingin
ketika asteroid datang.
Namun bahkan di area yang terkena dampak paling buruk, kehidupan perlahan kembali muncul tak lama kemudian.
Batas Cretaceous-Paleogen yang ditemukan di Raton,
New Mexico. Lapisan putih ialah debu dari tubrukan dan batuan di
bawahnya berasal dari zaman Cretaceous.
“Ada dua sisi dalam persoalan kepunahan massal ini,”
kata Kring. “Satu sisi adalah apa yang memusnahkan kehidupan? Sisi
lainnya: hewan atau tumbuhan apa yang punya kemampuan bertahan hidup dan
akhirnya memulihkan diri?”
Pemulihan itu butuh waktu panjang:
ratusan atau ribuan tahun. Saintis memperkirakan bahwa, di lautan, butuh
tiga juta tahun hingga aliran materi organik kembali normal.
Seperti
halnya setelah kebakaran hutan di masa sekarang, tumbuhan paku-pakuan
memenuhi lanskap yang hangus. Di ekosistem lainnya, alga dan lumut
mendominasi.
Di wilayah yang lolos dari kehancuran terparah,
beberapa spesies bertahan dan berkembang biak. Di laut, hiu, buaya, dan
beberapa jenis ikan berhasil melalui situasi terburuk.
Punahnya
dinosaurus berarti satu relung ekologi baru terbuka. “Karena spesies
mamalia mengisi relung ekologis yang kosong inilah Bumi memiliki
keanekaragaman mamalia yang kita lihat sekarang,” jelas Durda.
Semua dinosaurus punah, kecuali burung.
Ketika para ilmuwan memulai pengeboran pada musim
semi ini, mereka akan berusaha mendapatkan gambaran lebih jelas tentang
bagaimana kawah terbentuk. Informasi itu akan memperjelas perkiraaan
tentang dampak tubrukan terhadap iklim.
“Kami akan melakukan
analisis yang lebih akurat akan isi kawah ini,” kata Johnson. “Kami akan
belajar banyak tentang distribusi energi, dan pada dasarnya, apa yang
terjadi pada bumi jika dihantam sesuatu sebesar itu.”
Selain itu, mereka akan memeriksa mineral
dan retakan di bebatuan untuk melihat apa yang pernah hidup di sana.
Ini dapat membantu kita memahami bagaimana kehidupan kembali muncul.
“Dengan
melihat kehidupan kembali muncul, Anda dapat menjawab beberapa
pertanyaan,” kata Gulick. “Siapa yang pertama kali muncul? Apakah
spesialis? Atau generalis? Keanekaragaman evolusi apa yang terjadi dan
seberapa cepat?”
Meskipun banyak spesies dan individu musnah,
bentuk kehidupan lain justru berkembang pesat dengan ketiadaan mereka.
Inilah dualisme bencana dan kesempatan yang terjadi berulang-ulang
sepanjang sejarah planet Bumi.
Lebih tepatnya, jika asteroid itu
tidak jatuh ke Bumi 66 juta tahun lalu, jalannya evolusi mungkin akan
sangat berbeda – dan tidak akan menghasilkan manusia. “Adakalanya, saat
sedang puitis, saya membayangkan bahwa kawah Chicxulub ialah ujian besar
bagi evolusi manusia,” kata Kring.
Bakteri termofilik berkembang dengan baik dalam kondisi panas ekstrem.
Dia juga berpendapat kalau tubrukan besar mungkin membantu kehidupan bermula.
Ketika asteroid menghantam bumi, panas
yang dahsyat memicu aktivitas hidrotermal di dalam kawah Chicxulub yang
diperkirakan berlangsung selama 100.00 tahun.
Kondisi itu
memungkinkan organisme termofilik dan hipertermofilik – mahluk bersel
satu yang berkembang dengan baik dalam lingkungan yang panas dan kaya
materi organik – hidup dalam kawah. Proyek pengeboran akan menguji ide
ini.
Sejak kelahirannya pada sekitar 3,9 miliar tahun lalu, Bumi
dibombardir asteroid dan puing-puing luar angkasa lainnya. Pada tahun
2000, Kring mengajukan teori bahwa tubrukan tersebut menciptakan sistem
hidrotermal di bawah tanah, seperti yang mungkin terjadi di Chicxulub.
Kondisi
panas, kaya materi organik, dan basah ini dapat mendukung bentuk
kehidupan pertama. Jika itu benar, maka bakteri termofilik yang tahan
panas adalah bentuk kehidupan pertama di Bumi.
Jakarta, CB
--
Departemen Kehakiman wilayah Saxony, Jerman
mengumumkan bahwa pengungsi Suriah tersangka perencana serangan bom di
bandara Berlin tewas dalam pusat penahanan polisi di Leipzig, Rabu
(12/10) kemarin.
"Rabu malam, Jaber Albakr, tersangka perencana
serangan bom telah bunuh diri di lembaga pemasyarakatan Leipzig," bunyi
pernyataan Departemen Kehakiman Saxony melalui situs resmi mereka,
dikutip Reuters.
Departemen Kehakiman menyatakan akan memberikan keterangan lebih lanjut
seputar tewasnya Albakr itu dalam konferensi pers di Dresden hari ini,
Kamis (13/10) pagi waktu setempat.
Penyidik meyakini bahwa Jaber
Albakr, 22, yang mengungsi ke Jerman sejak tahun lalu, merencanakan
serangan bom yang akan sama besar dampaknya seperti serangan Paris pada
November lalu yang menewaskan 130 orang maupun serangan Belgium yang
menewaskan 32 orang pada Maret lalu.
Kantor berita Spiegel Online
melaporkan, Albakr berada dalam pengawasan dan pemantauan polisi yang
sangat ketat dikarenakan besarnya potensi Albakr untuk bunuh diri akibat
mogok makan. Sampai saat ini, belum jelas bagaimana Albakr membunuh
diri.
Kantor berita Jerman, DPA, melaporkan bahwa Albakr menggantung dirinya sendiri di sel tahanannya.
Albakr
sudah diincar polisi sejak akhir pekan lalu atas dugaan terkait dengan
kelompok militan ISIS yang juga merencanakan serangan di bandara Berlin.
Namun, Albakr berhasil lolos ketika petugas menggerebek apartemennya di
Chemnitz, Jerman timur, Sabtu (8/10).
Dalam penggerebekan itu,
polisi menemukan 1,5 kilogram TATP, bahan peledak buatan yang digunakan
para teroris dalam serangan di Paris dan Brussles lalu.
Albakr
ditangkap pada Senin (10/10) setelah dua orang pengungsi Suriah lainnya
mengetahui bahwa Albakr adalah buronan polisi dan menahannya di
apartemen mereka. Salah satu pengungsi itu lalu melaporkannya ke polisi.
Kapal perang Amerika Serikat kembali
menjadi target dalam serangan rudal yang ditembakkan dari wilayah yang
dikuasai kelompok pemberontak Houthi di Yaman. (Reuters/Karl Ronstrom)
Jakarta, CB
--
Kapal perang Amerika Serikat kembali menjadi target
dalam serangan rudal yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai
kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Serangan rudal yang gagal itu
merupakan insiden kedua dalam empat hari terakhir.
Kapal perusak
AS, USS Mason, kemudian meluncurkan artileri pertahanan sebagai respons
dari penembakan setidaknya satu rudal yang gagal mengenai kapal atau
menyebabkan kerusakaan apapun terhadap kapal yang tengah beroperasi di
wilayah utara Selat Bab al-Mandab pada Rabu (12/10), menurut keterangan
Pentagon.
Salah satu pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menyatakan terdapat
indikasi bahwa artileri kedua yang ditembakkan dari kapal perang AS
berhasil menjatuhkan rudal lain yang menyasar kapal itu.
Serangan
terbaru terhadap kapal perang Angkatan Laut AS akan menambah tekanan
militer AS untuk membalas serangan, sebuah langkah yang akan mewakili
tindakan militer pertama AS terhadap Houthi dalam konflik Yaman.
Pentagon menyatakan akan menanggapi serangan itu "pada waktu yang tepat
dan dengan cara yang tepat."
"Menarget kapal perang AS adalah
tanda bahwa Houthi telah memutuskan untuk bergabung dengan kubu
perlawanan yang saat ini berisi kelompok Hizbullah dari Libanon, Hamas
dan Iran," kata Knight, dikutip dari Reuters.
Kapal USS
Mason sebelumnya juga menjadi sasaran serangan rudal gagal yang
ditembakkan dari wilayah Houthi di Yaman pada Minggu (9/10). Juru Bicara
Pentagon Kapten Jeff Davis memaparkan kedua rudal ditembakkan pada saat
USS Mason sedang berada di wilayah selatan perairan internasional Laut
Merah. Jarak waktu peluncuran antara rudal pertama dan kedua sekitar 60
menit.
Davis yang dikutip CNN mengatakan, kapal perang
jenis perusak rudal-pemandu itu langsung melancarkan "langkah
pertahanan" dan tidak mengalami kerusakan apa pun.
Sementara, kelompok Houthi sudah membantah terlibat dalam upaya menyerang USS Mason.
Amerika
Serikat merupakan sekutu Arab Saudi, yang tengah membantu Presiden Abu
Rabbu Mansour Hadi memerangi kelompok pemerontak Houthi di Yaman. AS
juga menyuplai senjata dan menyediakan pengisian bahan bakar untuk jet
tempur koalisi serangan udara yang dipimpin Saudi untuk memberangus
Houthi.
Gedung Putih menyatakan sedang mengkaji dukungan untuk
pasukan yang dipimpin Saudi di Yaman, menyusul serangan udara koalisi
itu yang menewaskan sedikitnya 140 orang dengan satu serangan pada Sabtu
(8/10) lalu.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan
menyambangi China pekan depan untuk meningkatkan kerja sama dalam
berbagai bidang. (Reuters/Erik De Castro)
Jakarta, CB
--
Presiden Filipina Rodrigo Duterte tidak main-main
saat mengatakan akan meninggalkan ketergantungan dengan Amerika Serikat
dan mulai merapat ke China dan Rusia. Pekan depan Duterte akan
bertandang ke Beijing untuk mewujudkan rencananya tersebut.
Diberitakan
Reuters, Rabu (12/10), China telah mengonfirmasi kunjungan Duterte
pekan depan, tepatnya pada 18-21 Oktober. Menurut juru bicara
Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, Duterte akan bertemu dengan
Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang untuk "berbagi
pandangan" demi meningkatkan hubungan kerja sama.
"China tidak
sabar untuk meningkatkan rasa saling percaya antara dua negara,
memperdalam kerja sama praktis dan melanjutkan tradisi persahabatan
melalui kunjungan Presiden Duterte," ujar Geng.
Duterte akan membawa 250 pengusaha Filipina ke Beijing. Dalam agenda,
Filipina ini meningkatkan kerja sama dan membuat kesepakatan terkait
berbagai sektor, termasuk perkeretaapian, konstruksi, pariwisata,
agrobisnis dan manufaktur.
Duterte juga mengatakan berencana mengunjungi Rusia setelah dari Jepang bulan ini.
Pemerintah
Filipina kian merapat ke China dan Rusia setelah Duterte mengeluarkan
makian terhadap Presiden AS Barack Obama, seperti "anak pelacur" dan
"pergilah kau ke neraka".
Mantan walikota Davao ini beberapa
kali menyatakan akan menghentikan kerja sama dengan AS yang menurut dia
telah mengekang Filipina, termasuk latihan militer bersama.
Di
bawah pemerintahan Duterte, Filipina seakan mengesampingkan seteru
dengan China dalam sengketa Laut China Selatan. Sebelumnya pengadilan
arbitrase internasional mengabulkan dakwaan Filipina bahwa klaim China
di Laut China Selatan tidak dibenarkan.
Bagi AS, Filipina adalah
salah satu sekutu yang kian memantapkan posisi mereka di Asia. AS
memiliki pangkalan militer dan tentara di Filipina, begitu juga Vietnam,
dua negara yang terlibat perebutan laut dengan China.
Duterte
telah menyiratkan akan menghentikan kerja sama militer dengan AS,
termasuk pembelian senjata. Dalam hal ini, Filipina berencana beralih ke
Rusia dan China untuk memodernisasi militer mereka.
Di mata
Barat, Duterte telah melakukan pelanggaran HAM dengan program
pemberantasan narkotikanya yang telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Namun di Filipina, popularitas Duterte melonjak berkat programnya
tersebut, dibuktikan dari hasil berbagai lembaga survei.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
dan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi saling melontarkan serangan
terkait pengerahan tentara Turki di Irak. (Reuters/Huseyin Aldemir)
Jakarta, CB
--
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana
Menteri Irak Haider al-Abadi saling melontarkan pernyataan yang
menyerang masing-masing pihak terkait pengerahan tentara Turki di Irak
menjelang operasi untuk mengambil alih Kota Mosul dari tangan kelompok
militan ISIS.
Erdogan pada Selasa (11/10) meminta agar Abadi
"menyadari kekurangannya" dan "memahami posisinya", setelah Abadi
mengkritik kehadiran tentara Turki di Irak.
"Dia menghina saya
secara pribadi. Anda tidak usah berbicara kepada saya, Anda tidak berada
di level saya," ujar Erdogan dalam sebuah pertemuan di Istanbul,
mengomentari kritik Abadi.
"Tidak penting sama sekali bagaimana Anda berteriak dari Irak. Anda
harus tahu bahwa kami akan melakukan apa yang ingin kami lakukan," kata
Erdogan, dikutip dari AFP.
"Siapa Anda? Perdana menteri Irak. Anda seharusnya tahu tempat Anda!" tutur Erdogan menambahkan.
Pemerintah Turki menyatakan akan tetap mengerahkan pasukannya di Irak utara meskipun Baghdad geram.
"Tentara Republik Turki belum kehilangan kualitasnya untuk menerima instruksi dari Anda," kata Erdogan, merujuk kepada Abadi.
Menanggapi
pernyataan keras Erdogan, Abadi kemudian menyinggung upaya Erdogan yang
meminta bantuan warganya melalui rekaman video ketika kudeta di Turki
berlangsung pada pertengahan Juli lalu.
"Kami akan membebaskan
tanah kami melalui upaya yang sungguh-sungguh dari para putra bangsa,
bukan melalui rekaman video," tulis Abadi melalui akun Twitter resmi
miliknya, dikutip dari AFP, Selasa.
Sementara itu, juru bicara Abadi, Saad al-Hadithi menyatakan kepada AFP
bahwa pernyataan Erdogan itu bagaikan "menyiram minyak di kobaran api."
Ia menilai respons Turki telah menyebabkan masalah hukum dan keamanan
menjadi "masalah personal."
"Nampaknya Turki tidak serius untuk menyelesaikan masalah dengan Irak," kata Hadithi
Ankara
mempertahankan sekitar 2.000 tentara di Irak, sekitar 500 di antaranya
berada di kamp Bashiqa di Irak utara untuk melatih pejuang lokal yang
akan bergabung dengan pertempuran untuk merebut kembali Mosul, menurut
laporan media Turki.
Baghdad telah berulang kali menyerukan agar
Ankara menarik pasukannya. Abadi memperingatkan bahwa penyebaran tentara
Turki di Irak akan memicu perang regional.
Kisruh antara Ankara
dan Baghdad berkobar setelah parlemen Turki memperpanjang mandat
pemerintah yang memungkinkan pasukan Turki tetap berada di Irak dan
Suriah selama satu tahun ke depan.
Terkait hal ini, parlemen Irak menyebut tentara Turki "pasukan pengokupasi."
Ketegangan Turki-Irak mewarnai upaya militer untuk merebut kembali Mosul, yang dikuasai ISIS sejak 2014.
Presiden
Turki telah menyatakan kesediaan negaranya untuk bergabung dengan
pertempuran darat di Irak, sebagaimana yang dilakukan tentara Turki di
Jarablus, Suriah.
Beijing (CB) - Sebuah stasiun televisi di China meminta
maaf seusai menayangkan sebuah peta pada acara pencarian bakat yang
tidak mmasukkan Pulau Formosa atau Taiwan, yang menjadi salah satu isu
politik paling sensitif bagi Beijing.
China belum pernah berhenti menggunakan kekuatan untuk mengembalikan
Taiwan yang demokratis ke bawah kendalinya. China menganggap Taiwan
sebagai bagian tak terpisahkan dari negaranya. Pasukan Nasionalis yang
kalah lari ke Taiwan di akhir perang saudara pada 1949.
Semua peta yang diterbitkan di China diharuskan memperlihatkan Taiwan sebagai salah satu provinsi di negara tersebut.
Namun di sebuah acara pencarian bakat untuk warga negara asing yang
sedang mempelajari bahasa China di Stasiun TV Hunan, Minggu (9/10), peta
yang ditayangkan sebagai latar belakang hanya diwarnai merah pada
wilayah China sedangkan Taiwan ditandai dengan warna putih, demikian
menurut laporan di laman resmi Peoples Daily.
Pada pernyataan resminya pada Selasa (11/10), Stasiun TV Hunan
meminta maaf, mereka menunjuk kesalahan ada pada perusahaan alih daya
serta kesalahan petugas internal yang tidak memperhatikan masalah
tersebut sebelum disiarkan.
"Kami meminta maaf sedalam dalamnya atas kejadian peta bermasalah ini dan sangat sangat menyesalinya," mereka mengatakan.
Semua pegawai di stasiun TV tersebut yakin dengan kepercayaan mereka
bahwa Taiwan adalah bagian dari China dan menentang segala bentuk
separatisme di negara tersebut, mereka menambahkan.
Semua pihak yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut sudah
dihukum, kata TV Hunan tanpa meberikan keterangan rinci, serta mendapat
"kritik tajam".
Hubungan antara China dan Taiwan memburuk sejak Tsai Ing-Wen dari
Partai Progresif Demokratis, yang pro kemerdekaan, terpilih sebagai
presiden Januari lalu.
Walaupun Tsai telah berjanji untuk menjaga perdamaian dengan China,
Beijing curiga bahwa ia ingin mendorong pulau tersebut sebagai negara
merdeka secara resmi, demikian Reuters.
MQ-9 Reaper (laman resmi General Atomics Aeronautical Systems)
Paris (CB) - Dua tentara Prancis terluka parah dan dua
tentara Peshmerga tewas terkena jebakan pesawat tanpa awak yang dikirim
oleh sekelompok militan jaringan ISIS di Irak, kata laporan Le Monde,
Selasa.
Pesawat itu disergap ketika terbang dan meledak setelah mendarat di tanah, kata surat kabar itu.
Serangan dengan pesawat tanpa awak itu kemungkinan merupakan pertama
kalinya yang dilaporkan digunakan oleh kelompok bersenjata terhadap
pasukan Prancis.
Dalam laporannya, Le Monde mengatakan serangan terjadi pada 2
Oktober namun tidak jelas apakah pesawat diledakkan melalui kendali
jarak jauh atau membawa bom waktu.
Dua tentara Prancis segera diterbangkan untuk diberi perawatan di
negaranya. Satu di antara mereka dalam keadaan koma, Le Monde
menuliskan.
Sejumlah tentara Prancis lainnya mengalami luka ringan namun Le Monde tidak memberikan jumlah pastinya.
Prancis memiliki sekitar 500 personel militer di Irak sebagai bagian
dari pasukan koalisi yang dipimpin Amerika untuk memerangi milisi ISIS.
Jumlah tentara termasuk pasukan khusus yang berperan dalam pelatihan pasukan Kurdish Peshmerga di negara bagian utara.
Kementerian Pertahanan Prancis, yang memiliki kebijakan untuk tidak
membeberkan operasi pasukan khususnya, menolak berkomentar kepada Le
Monde.
Juru bicara militer Irak di Baghdad tidak dapat mengonfirmasi
laporan tersebut dan laporan seorang sumber dari Peshmerga belum bisa
dipastikan kebenarannya, demikian Reuters.
Para ekstremis militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) (Reuters)
Erbil/Baghdad (CB) - Para militan ISIS menanam ranjau di
seluruh penjuru kota Mosul, menggali terowongan dan merekrut anak kecil
untuk menjadi mata-mata mereka sebagai antisipasi ofensif besar-besaran
pemerintah Irak dalam mengusir kaum militan tersebut dari kubu
pertahanan utamanya di Irak itu, kata para pejabat Irak dan AS seperti
dikutip Reuters.
Mosul yang dihuni 1,5 juta penduduk, telah
menjadi ibu kota ISIS di Irak utara sejak 2014. Kelompok militan ini
tengah membuat persiapan yang kompleks demi antisipasi untuk memukul
mundur pasukan keamanan Irak yang didukung koalisi pimpinan AS.
Pertempuran
memperebutkan kota yang diperkirakan berlangsung bulan ini akan
menentukan masa depan Irak dan warisan Presiden Amerika Serikat Barack
Obama.
Sekalipun nanti ISIS diusir keluar dari Mosul, masih ada
bahaya nyata konflik sektarian, khususnya jika jatuh korban sipil yang
besar di kota berpenduduk mayoritas Sunni itu, tergantung kepada pasukan
Irak yang didominasi warga Syiah dan milisi-milisi Syiah.
ISIS
yang menyapu Mosul hampir tak mendapatkan perlawanan dua tahun silam
ketika pasukan Irak kabur, kini memasang bahan peledak di lima jembatan
di kota ini, menyiapkan bom-bom mobil dan para penyerang bunuh diri
serta meningkatkan pengintaian, kata empat warga Mosul yang berbicara
lewat telepon dan media sosial.
"Mereka menggali tanah untuk
mempertahankan Mosul. Mereka semakin hati-hati, mencukur janggut mereka
untuk menyatu dengan penduduk biasa dan memindah-mindahkan markas
besarnya setiap waktu," kata bekas menteri keuangan dan luar negeri
Hoshiyar Zebari.
Zebari, anggota senior Partai Demokratik
Kurdistan yang memiliki akses ke intelijen mengenai pergerakan ISIS di
Mosul, dan Kolonel John Dorrian, juru bicara koalisi pimpinan AS,
menyebut ISIS terus memindahmindahkan personel dan perlengkapan perang
melalui terowongan-terowongan bawah tanah.
"Anda akan meliihat
seorang petempur masuk di satu tempat dan muncul di sudut lain. Pintu
masuk selalu terekspos dan itulah yang menjadi sasaran prioritas," kata
Dorrian.
Para petempur ISIS memasang tanggul-tanggul beton dan
menggunakan dinding beton berbentuk "T" untuk menutup titik-titik masuk
dari pasukan penyerang, kata dia.
Warga Mosul mengatakan para
militan juga menggali parit sedalam dua meter di sekitar perimeter kota
itu yang akan diisi dengan api dari minyak demi menyulitkan serangan
udara musuh.
Sekitar 200.000 penduduk Mosul diperkirakan
mengungsi dalam dua pekan pertama pertempuran Mosul nanti, kata Lise
Grande dari badan kemanusiaan PBB di Irak.
ISIS sudah kehilangan
Falluja dan Ramadi. Mereka mengancam mengeksekusi siapa pun yang
membicarakan "pembebasan" Mosul, kata warga setempat seperti dikutip
Reuters.
ISIS tempatkan jebakan bom jelang operasi pembebasan Mosul
Dokumentasi
sukarelawan dari Mosul, bergabung dengan tentara Irak untuk berperang
melawan militan Negara Islam, berkumpul di pinggiran provinsi Dohuk,
Sabtu (24/1). (REUTERS/Ari Jalal)
Erbil/Baghdad, Irak (CB) - Kelompok bersenjata ISIS
membuat sejumlah jebakan, menggali terowongan, dan merekrut anak-anak
sebagai mata-mata di kota Mosul untuk mengantisipasi operasi pembebasan
kota tersebut oleh pasukan pemerintah Irak.
Mosul, kota berpenduduk 1,5 juta jiwa, adalah ibu kota ISIS sejak mereka rebut dari Irak pada 2014 lalu.
Pertempuran pembebasan kota Mosul, yang diperkirakan akan dimulai
pada akhir bulan ini, akan menjadi pertaruhan masa depan Irak sekaligus
warisan politik luar negeri Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Jikapun kota tersebut berhasil dibebaskan, masih akan ada bahaya
perpecahan sektarian, terutama jika operasi militer--yang melibatkan
milisi-milisi Syiah--memakan banyak korban sipil dari penduduk Sunni
yang merupakan mayoritas di Mosul.
ISIS kini telah menempatkan bahan peledak di lima jembatan utama
Mosul. Mereka juga menyiapkan sejumlah bom mobil dan pelaku serangan
bunuh diri, kata empat warga Mosul yang dihubungi Reuters melalui
telepon dan media sosial.
"Mereka kini lebih berhati-hati. Mereka mencukur janggut untuk
membaur dengan masyarakat sekitar dan terus-menerus memindahkan kantor
pusat," kata mantan menteri keuangan dan menteri luar negeri Irak,
Hoshiyar Zebari.
Sementara itu juru bicara koalisi internasional dari Amerika
Serikat, Kolonel John Dorrian, menyatakan bahwa ISIS tengah memindahkan
para anggota dan perlatan militer melalui terowongan bawah tanah.
"Mereka bisa berpindah dari satu tempat kemudian muncul tiba-tiba di tempat lain," kata Dorrian.
Selain itu, ISIS telah menggali parit sedalam dan selebar dua meter
di sekeliling kota untuk kemudian mengisinya dengan minyak. Mereka akan
membakar minyak tersebut dengan tujuan mempersulit serangan dari udara.
Sementara itu sejumlah organisasi humaniter menyuarakan
kekhawatiran akan banyaknya korban sipil selama operasi pembebasan.
Sekitar 200.000 orang diperkirakan akan melarikan diri dari Mosul dalam
dua pekan pertama pertempuran, kata koordinator kemanusiaan PBB untuk
Irak, Lise Grande.
Satu orang warga Mosul mengatakan bahwa ISIS telah merekrut
anak-anak, mempersenjatai mereka dengan pedang dan senjata api, untuk
mengawasi kota.
"Saya sangat sedih melihat anak-anak Mosul menjadi teroris di masa
mendatang. Saya harus mengajari anak saya berpura-pura menjadi autis
untuk menghindari perekrutan ISIS," kata warga tersebut melalui pesan
singkat WhatsApp.
Sejumlah anggota ISIS berjaga di sejumlah bangunan tinggi dengan
teropong pendek untuk mengawasi warga yang hendak melarikan diri. Mereka
menggali lubang dan menempatkan bom di dalamnya.
Operasi pembebasan Mosul akan menentukan masa depan Irak, apakah
negara kelompok-kelompok sektarian akan semakin bersatu atau sebaliknya.
Irak pernah dilanda perang saudara antara kelompok Sunni dan Syiah
usai invasi militer Amerika Serikat yang menggulingkan Saddam Hussein.
Kini, beberapa pemimpin suku Arab Sunni dan mantan pendukung Saddam
telah menyatakan dukungan terhadap ISIS.
Dokumentasi
seorang wanita membawa walkie-talkie menuju lokasi kerusakan setelah
terjadi serangan udara di kawasan dikendalikan pemberontak, kota Maaret
al-Numan, provinsi Idlib, Suriah, Selasa (31/5/2016).(REUTERS/Khalil
Ashawi)
Istanbul, Turki (CB) - Para militan ISIS di bagian utara
Suriah memberikan "perlawanan keras" terhadap serangan yang dilancarkan
pasukan pemberontak dukungan Turki, sebagaimana dinyatakan militer
Turki, Rabu.
Serangan tersebut berlangsung hampir dua bulan setelah mereka melancarkan pergerakan untuk mengusir ISIS dari perbatasan.
Dibantu sejumlah tank dan serangan udara Turki, pihak pemberontah telah bergerak ke arah markas besar ISIS di Dabiq.
Sejumlah bentrokan dan serangan udara dalam 24 jam terakhir telah
menewaskan 47 orang militan, pihak militer mengatakan dalam sebuah
pernyataan.
"Karena ada perlawanan keras dari kelompok bersenjata ISIS,
perkembangan tidak dapat dicapai dalam sebuah serangan yang dilancarkan
untuk merebut empat lokasi," katanya, menyebutkan wilayah-wilayah yang
ada di bagian timur kota yaitu Azazas Kafrah, Suran, Ihtimalat dan
Duyavbik.
Operasi untuk mengusir kelompok ekstremis dari perbatasan Turki,
yang disebut dengan "Perisai Euphrates," berjalan pada hari ke-50 pada
Rabu. Para pemberontak yang dibantu oleh Turki itu telah merebut kendali
atas wilayah seluas kurang lebih 1.100 kilometer persegi dari kelompok
ISIS sejak operasi dimulai, pihak militer mengatakan.
Dalam sebuah pengepungan harian, disebutkan bahwa 19 orang petarung
ISIS telah "dinetralisir" dalam bentrokan yang ada, sementara delapan
orang pemberontak yang dibantu Turki tewas.
Sebanyak 22 orang pemberontak luka namun pasukan Turki tidak memiliki korban yang jatuh.
Sejumlah pesawat tempur Turki menghancurkan lima unit bangunan yang
digunakan oleh petarung ISIS, sementara pesawat jet tempur dari koalisi
pimpinan AS "menetralisir" 28 orang ekstremis dan menghancurkan tiga
bangunan, ujarnya.
Operasi itu juga menyasar sebuah kelompok milisi Kurdi yang kehadirannya di perbatasan dianggap sebagai ancaman oleh Turki.
Seorang
Tentara Nasional Afganistan berjaga di pos pemeriksaan di provinsi
Logar, Afganistan, Selasa (16/2/2016). Penasehat NATO menginginkan
tentara Afganistan mengurangi waktu untuk melayani pos pemeriksaan dan
lebih terlibat memerangi militan Taliban, pergeseran kunci taktis dari
koalisi diharapkan akan memungkinkan pasukan lokal mengatasi
pemberontakan yang semakin meningkat. Foto diambil tanggal 16 Februari
2016. (ANTARA FOTO//cfo/16)
Kunduz, Afghanistan (CB) - Militer Pemerintah Afghanistan
setelah berhari-hari pertempuran sengit pada Rabu merebut kembali Kota
Kunduz di bagian utara negeri tersebut, dan memaksa petempur Taliban
mundur ke bekas pangkalan mereka, kata seorang polisi senior.
"Anggota Taliban setelah kehilangan banyak rekan mereka dan
meninggalkan banyak mayat menyelamatkan diri dari Kota Kunduz pada Rabu
dan seluruh kota itu saat ini dikuasai pasukan pemerintah," kata pejabat
tersebut, Mahfozullah Akbari, kepada Xinhua.
Anggota Taliban merebut banyak bagian Kota Kunduz pada 3 Oktober,
sehingga membuat pasukan pemerintah melancarkan serangan balasan.
"Lebih dari 200 anggota Taliban telah tewas dan lebih dari 300 lagi
cedera sejak dilancarkannya serangan balasan guna mengusir gerilyawan
dari kota itu," kata pejabat tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.
Pejabat itu, yang menyatakan sejumlah mayat petempur Taliban tergeletak
di jalan-jalan dan gerilyawan yang melarikan diri tak bisa membawa mayat
teman mereka.
Menurut pejabat tersebut, lebih dari 20 personel polisi telah tewas
dan 45 lagi cedera sejak serangan Taliban terhadap Kota Kunduz dan
serangan balasan guna mengusir gerilyawan.
Gerilyawan Taliban belum mengeluarkan komentar mengenai situasi di Kota Kunduz.
Sebelumnya Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA)
melaporkan lebih dari 32.000 orang menyelamatkan diri dari Kunduz di
Afghanistan Utara, tempat pertempuran antara kelompok bersenjata dan
pasukan pemerintah memasuki hari kedelapan pada Senin (10/10).
Menurut laporan awal, lebih dari 32.400 orang telah menyelamatkan
diri dari Kunduz dan tiba di Taloqan, Kabul, Pul-e-Khumri, dan
Mazar-i-Sharif, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam satu
taklimat harian di Markas Besar PBB di New York. "Jumlah ini tampaknya
akan bertambah."
Pertempuran yang berlangsung tanpa henti juga telah merenggut banyak
nyawa warga sipil selama delapan hari belakangan sampai Senin dan
pasukan pemerintah belum merebut kembali kota penting di wilayah
Afghanistan Utara itu.
Anggota Taliban telah meningkatkan operasi selama dua bulan
belakangan dan pertempuran sengit telah berkecamuk terus di Provinsi
Kunduz, Farah serta Helmand.
Peugeot Peugeot mendesain eksterior Airbus Helicopters H160
LONDON, CB - Pimpinan produsen
pesawat asal Perancis Airbus mengkritisi pemerintah Polandia. Pasalnya,
pemerintah Polandia membatalkan kontrak pemesanan helikopter senilai 3,5
miliar dollar AS.
Pemerintah Polandia mengabaikan rencana pembelian 50 unit helikopter
Caracal pekan lalu. Ini membuat hubungan diplomatik antara Perancis dan
Polandia memanas, di mana Presiden Perancis Francois Hollande
membatalkan kunjungan ke Warsawa dan mengancam bakal melakukan
peninjauan kembali terkait kerjasama pertahanan lainnya.
Mengutip BBC, Rabu (12/10/2016), CEO Airbus Tom Enders pun
berang atas keputusan tersebut. Menurut Enders, pihaknya sudah terjebak
selama berbulan-bulan dan akan mengajukan kompensasi.
Raksasa penerbangan Eropa tersebut memenangkan tender dalam
penyediaan helikopter angkatan bersenjata Polandia pada April 2015.
Kedua belah pihak pun sejak itu mulai menegosiasi rincian kontrak.
Dalam kontrak tersebut, Polandia akan membeli 50 unit helikopter.
Sebagai gantinya, Airbus akan mendirikan fasilitas pabrik di Polandia.
Perjanjian seperti itu, di mana kontraktor memberikan insentif bagi
negara yang membeli produknya, relatif wajar terjadi di industri
penerbangan dan pertahanan.
Namun, hubungan menjadi renggang sejak terpilihnya pemerintahan di bawah pimpinan Andrzej Duda pada bulan Oktober.
Pekan lalu, Polandia membatalkan pembicaraan dengan klaim bahwa
kontrak yang diajukan tidak sesuai dengan kepentingan ekonomi dan
keamanan negara tersebut.
"Airbus Helicopters (divisi produsen helikopter Airbus) tidak
memberikan penawaran memuaskan pada pembicaraan tahap akhir. Mereka
tidak merespon posisi Polandia dan inilah mengapa negosiasi kontrak
dihentikan," ujar Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz.
Dalam pernyataannya, Airbus bersikeras bahwa penawaran investasinya
akan memberikan lebih banyak manfaat kepada Polandia ketimbang
pendapatan yang diperoleh Airbus Helicopters melalui kontrak pengadaan
helikopter.
Indonesia
akan kembali menggelar pertemuan negara-negara yang berada di kawasan
Samudera Hindia, atau yang dikenal dengan nama IORA.
Foto/Ilustrasi/Istimewa
JAKARTA - Indonesia
akan kembali menggelar pertemuan negara-negara yang berada di kawasan
Samudera Hindia, atau yang dikenal dengan nama IORA. Pertemuan tingkat
Menteri Luar Negeri itu akan digelar di Bali pada pekan depan.
IORA
beranggotakan 21 negara, yang tersebar mulai dari benua Asia hingga
Afrika. Beberapa anggotanya adalah Indonesia, Singapura, Thailand,
Australia, Iran, Uni Emirat Arab, India, dan Yaman.
Selain itu,
menurut keterangan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Desra
Percaya, selain beranggotakan 21 negara, IORA juga memiliki tujuh negara
mitra wicara. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat (AS),
China, Prancis, Jepang, Inggris, Jerman, dan juga Mesir.
"Fokus
(IORA) adalah kerjasama ekonomi, itu pada awal pembentukannya. Didirikan
pada tanggal 7 Maret 1997, dan seketeriatnya berada di Maurutius," kata
Desra pada Selasa (11/10).
Dia mengatakan, pada awal
pembentukannya belum ada kejelasan mengenai bentuk kerjasama yang akan
dianut. Namun, lambat laun mulai terbentuk fokus-fokus kerjasama dalam
IORA, yang tidak lagi hanya berkutat pada kerjsama ekonomi, tetapi juga
berkembanng ke sektor keamanan.
"Pada tahun 2011 itu sudah ada
diprioritaskan mengenai enam sektor kerjsama. Pertama mengenai keamanan
dan keselamatan maritim, kedua mengenai fasilitasi perdagangan dan
investasi, manajemen perikanan, manajemen resiko bencana, kerjasama
akademik dan ilmu pengetahun, pariwisata dan pertukaran budaya,"
ucapnya.
Tahun 2013, lanjut Desra, ada sektor kerjasama baru lagi
yang terbentuk yakni pada sektor pemberdayaan wanita, dan mengenai blue
ekonoi atau kerjasama ekonomi yang berbasis ramah lingkungan.
Indonesia sendiri merupakan ketua IORA sejak tahun 2015 lalu, hingga pada tahun 2017 mendatang.
Indonesia dan Inggris menandatangani kerjasama di bidang teknologi dan inovasi. Foto/SINDOnews/Victor Maulana
JAKARTA
- Pemerintah Indonesia dan Inggris menandatangani kerjasama di bidang
teknologi dan inovasi. Kerjasama itu diteken saat kunjungan Menteri
Inggris urusan Asia Pasifik, Alok Sharma.
Bertempat di Gedung
BPPT, Jakarta, pada Selasa (11/10), penandatanganan nota kerjasama
dilakukan antara Sharma dan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi
Kemenresdikti, Jumain Appe. Penandatanganan ini disaksikan oleh
Menristekdisti, Muhamad Nasir.
Perjanjian ini akan mendukung
kolaborasi antara Indonesia dan Inggris, tepatnya dengan UK Royal
Academy of Enggering, yang akan menyediakan dana pelatihan intensif bagi
teknipreneur Indonesia. Selain itu, akan ada proyek bersama di bidang
perkembangann teknologi, dengan nilai 800 ribu poundsterling.
"Inggris
adalah yang terdepan dalam inovasi global, kami bangga menjadi rekan
Indonesia dalam mengembangkan inovasi teknologi. Indonesia adalah mitra
penting bagi program Newton Fund, program layanan pembangunan senilai
375 juta poundsterling yang bertujuan mempromosikan kerjasama riset dan
teknologi," kata Sharma.
"Dalam era inovasi ini, Inggris akan
terus berkoloborasi dengan rekan-rekan penting seperti Indonesia untuk
dapat menghadapi tantangan global," ujarnya, saat menyampaikan sambutan
sebelum melakukan penandatanganan kerjasama.
Sementara itu, Nasir
dalam sambutannya, mengatakan bahwa melalui kerjasama ini Indonesia
mampu membangun kapasitas para inovator untuk dapat menghadapi tantangan
global.
"Kami ingin mengadopsi keahlian Inggris dan membangun
kerjasama dengan cara membantu para inovator mempelajari praktiknya dan
berkolaborasi dalam proyek bersama. Tahun ini akan menjadi langkah awal
dari apa yang kita harapkan, yakni kolaborasi bilateral yang bermanfaat
dalam bidang sains dan teknologi," ujar Nasir.
Para tahanan di penjara Venezuela kelaparan. Mereka terkena imbas krisis ekonomi mengerikan di negara itu. Foto/Daily Mail/CEN
GUARICO
- Sejumlah gambar dan video menunjukkan tahanan di Venezuela mati
kelaparan di dalam penjara. Kondisi itu merupakan dampak dari krisis
ekonomi mengerikan di Venezuela, di mana makanan dan obat-obatan untuk
tahanan sulit terbeli.
Video diselundupkan keluar dari penjara di
San Juan de los Morros, di wilayah Guarico tengah Venezuela. Dalam
video, beberapa narapidana yang tampak kurus harus berjuang untuk
bertahan hidup.
Melalui video itu pula, para narapidana berdiri berbaris dan meminta pertolongan dari dunia luar.
Krisis
ekonomi di Venezuela yang tak kunjung usai sudah melumpuhkan sektor
kesehatan publik. Sekitar 30 juta rakyat di negara itu berjuang keras
untuk mengakses pelayanan kesehatan dasar.
Video kondisi tahanan
di penjara itu direkam oleh narapidana bernama Franklin Paul Hernandez
Quezad. Dalam pembuatan video, seorang tahanan yang sangat lemah harus
diangkat ke kursi.
Salah satu tahanan dilaporkan telah meninggal karena kelaparan dan mengidap penyakit di sebuah penjara di pusat Venezuela.
“Lihat saya, lihat keadaan kami, kami membutuhkan obat untuk bertahan hidup,” keluah seorang tahanan dalam video tersebut.
Narapidana lain yang sebuah kursi roda memohon bantuan obat dan berkata; ”Kami semua manusia dan kami perlu kesempatan kedua.”
Tahanan
ketiga menyerukan permohonan bantuan karena tidak ingin meninggal.
”Tolong, jangan tinggalkan kami mati di sini, bantu kami saudara. Kami
tidak ingin mati,” katanya, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (11/10/2016).
Pria yang merekam video itu mengatakan; ”Media perlu tahu apa yang terjadi di sini.”
Sementara
itu, media lokal menuduh polisi Venezuela memblokir makanan,
obat-obatan dan air ke penjara. Tuduhan itu telah menyebabkan kemarahan,
di mana para kerabat tahanan mendesak aparat berwenang mengambil
tindakan.
Sejak krisis ekonomi menghantam Venezuela, Presiden
Nicholas Maduro, menjadi kecaman dari warganya, terutama yang
pro-oposisi. Namun, presiden penerus Hugo Chavez ini menyalahkan oposisi
dan Barat.
Menteri
Luar Negeri Jerman Frank-Walker Steinmeir memperingatkan ketegangan AS
dan Rusia saat ini lebih berbahaya dari Perang Dingin. Foto/REUTERS
BERLIN
- Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang belum mereda
hingga kini lebih berbahaya dari Perang Dingin. Demikian pendapat
Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman; Frank-Walker Steinmeir.
Dalam sebuah wawancara dengan tabloid Jerman, Bild,
Steinmeir mengatakan selama Perang Dingin dua negara adidaya itu masih
memiliki "garis merah” dan saling menghormati. Tapi, ketegangan saat ini
tidak hanya terus meningkat tapi keperacayaan di antara kedua kubu
sudah terkikis.
”Jika ini terus berlanjut, kita akan kembali ke
masa konfrontasi antara dua kekuatan besar,” kata Steimeir
memperingatkan bahaya ketegangan AS dan Rusia. ”Tapi sayangnya itu
adalah ilusi untuk percaya bahwa itu adalah Perang Dingin yang lama,”
katanya lagi, yang dilansir news.com.au, Selasa (11/10/2016).
”Sebelumnya,
dunia dibagi menjadi dua, tapi Moskow dan Washington tahu garis merah
dan menghormati mereka (satu sama lain),” lanjut Menlu Jerman tersebut.
Dia
cenderung menyalahkan Rusia untuk menerapkan ketegangan antara Timur
dan Barat. Namun, dia juga menekankan pentingnya para pemimpin dunia
menemukan solusi untuk krisis Suriah sebelum terlambat.
Peringatan
itu datang setelah Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Marc Ayrault,
meminta Pengadilan Pidana Internasional untuk menyelidiki Rusia atas
dugaan kejahatan perang di Aleppo, Suriah. Permintaan itu mendukung
seruan serupa yang lebih dulu disuarakan Menteri Luar Negeri AS, John
Kerry.
Ayrault
mengatakan negaranya tidak setuju dengan Rusia untuk membombardir
Aleppo. Dia menganggap Rusia tidak berkomitmen seperti sebelumnya untuk
menyelamatkan penduduk Suriah.
Dia mengatakan investigasi
tersebut akan bergantung pada peran Moskow terkait serangan udara di
bagian timur Aleppo yang dikuasai pemberontak Suriah.
Sekretaris
Jenderal NATO Jens Stoltenberg, dalam forum di Bavaria, Jerman. NATO
ingin penguatan militer sekaligus dialog dengan Rusia untuk cegah Perang
Dingin baru. Foto/NATO
PASSAU
- Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO; Jens Stoltenberg, melihat ada
kontradiksi antara penumpukan kekuatan militer di dekat perbatasan Rusia
dengan keinginan untuk melanjutkan dialog dengan Rusia. Menurutnya,
kedua opsi itu dibutuhkan NATO.
”Kami harus menggabungkan ide
kekuatan, pencegahan, pertahanan dan dialog. Bagi saya, jangan ada
kontradiksi antara pertahanan yang kuat dan dialog politik,” kata
Stoltenberg dalam sebuah forum Passau, Bavaria, Jerman.
Dalam
forum itu, Stoltenberg bergabung dengan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk
dan Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz. ”Hal ini sangat penting,
pada saat yang sama untuk menghindari Perang Dingin baru. Kami tidak
ingin perlombaan senjata baru,” ujarnya, Selasa (11/10/2016).
Sekjen
NATO ini mengaku tidak terlalu khawatir dengan manuver Rusia baru-baru
yang mengerahkan rudal nuklir Iskander-M ke Kaliningrad, yang berbatasan
langsung dengan negara-negara NATO di Baltik.
”Kami telah
mendeteksi bahwa mereka telah memindahkan rudal, dan ini adalah bagian
dari kecenderungan umum yang kami lihat dalam beberapa kali,” kata
mantan Perdana Menteri Norwegia ini, seperti dikutip Russia Today.
”NATO telah merespon. Anda harus memahami bahwa kami telah menerapkan
penguatan terbesar dari pertahanan kolektif sejak akhir Perang Dingin,”
ujarnya.
Pada bulan Juli lalu, NATO menyetujui pengerahan empat
batalion internasional tambahan untuk negara-negara yang berbatasan
dengan Rusia. Masing-masing diperkirakan berjumlah hingga 1.000 tentara.
Selain itu, NATO juga diperintahkan untuk terus menyebarkan sistem
rudal pertahanan.
Kapal
pasukan Coast Guard China di Laut China Selatan. China kembangkan 'bayi
reaktor nuklir' yang bisa disebar di kawasan Laut China Selatan.
Foto/REUTERS/Nguyen Minh
BEIJING
- Para peneliti China sedang mengembangkan reaktor nuklir portabel yang
akan dimuat di dalam kontainer berukuran standar. Dalam lima tahun,
reaktor nuklir itu bisa menjadi sumber energi ideal yang bisa disebar di
pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan.
Surat kabar South China Morning Post,
dalam laporannya Selasa (11/10/2016) menyebut “bayi reaktor nuklir” itu
dengan julukan "hedianbao" yang bermakna “baterai nuklir portabel”.
Meskipun
dianggap calon reaktor nuklir, proyek China ini bentuknya cukup kecil,
yakni berukuran panjang sekitar 6,1 meter dan tinggi 2,6 meter.
Dengan
dimensi mungil seperti itu, “bayi reaktor nuklir” tersebut diklaim akan
mampu menghasilkan panas 10 megawatt. Jika dikonversi menjadi listrik,
akan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi 50.000 rumah tangga.
Penelitian
itu dilakukan oleh Chinese Academy of Sciences Institute of Nuclear
Energy Safety Technology di Hefei, Provinsi Anhui. Program penelitian
sebagian didanai oleh Tentara Pembebasan Rakyat China.
”Bagian
dari pendanaan kami berasal dari militer, tapi kami berharap—dan itu
tujuan utama kami—bahwa teknologi pada akhirnya akan menguntungkan bagi
pengguna sipil,” tulis media itu mengutip Profesor Huang Qunying,
seorang ilmuwan nuklir yang terlibat dalam penelitian.
Peneliti itu mengatakan, bagaimanapun akan lebih sulit untuk meyakinkan publik bahwa teknologi ini cukup aman untuk digunakan.
Para
peneliti mengakui bahwa teknologi ini mirip dengan reaktor nuklir yang
digunakan pada kapal selam Soviet era 1970-an. China diyakini menjadi
negara pertama yang berencana menggunakan teknologi tersebut untuk
darat.
China mengecam campur tangan AS di kawasan, terutama dalam konflik Laut China Selatan. (AFP Photo/Lockheed Martin)
Jakarta, CB
--
China mengecam intervensi Amerika Serikat di Asia,
khususnya terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan dan konflik
kedua Korea.
Berbicara dalam Forum Pertahanan Regional Xiangshan
ke-7 di Beijing, Menteri Pertahanan China Chang Wanguan secara tidak
langsung menyinggung AS yang menurutnya sering mendiskreditkan
kepentingan bahkan keamanan negara-negara lainnya di kawasan.
"Beberapa negara mencari superioritas militer yang absolut, memperkuat
aliansi militernya, dan keamanan nasional yang mutlak bagi negaranya
dengan mengorbankan keamanan negara lainnya," ujar Chang seperti dikutip
AFP, Senin (11/10).
China telah gerah semenjak pemerintah Barack
Obama memfokuskan kebijakan luar negeri AS pada penguatan eksistensi di
Asia. Melalui kebijakan luar negeri 'Pivot to Asia', AS berupaya
mempererat kerjasama militer dan ekonomi dengan negara-negara rival
China, terutama yang bersengketa di Laut China Selatan.
Hal ini
memicu ketidaksukaan China. Pemerintah Beijing menilai, kehadiran AS di
Asia semakin menahan China menjadi yang terkuat di kawasan itu.
Dengan
dalih mempertahankan kebebasan navigasi, AS meningkatkan perannya di
Laut China Selatan. China sendiri memicu ketegangan setelah bersikap
agresif dengan mengirim kapal patroli ke perairan yang juga diklaim oleh
Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan itu,
China dalam
pertemuan Forum Pertahanan Regional Xiangshan juga mengkritik penempatan
sistem pertahanan rudal di Korea Selatan untuk mengantisipasi serangan
dari Korea Utara. Beijing khawatir, sistem bernama THAAD itu akan
digunakan untuk menyerang China.
Jenderal China Chai Jun dalam
pertemuan itu mengatakan kehadiran sistem pertahanan AS di Korsel bisa
memicu "perlombaan senjata tingkat tinggi, bahkan di antariksa."
Setali
tiga uang dengan China, Rusia dalam pertemuan itu juga menyatakan
kecaman terhadap sistem rudal AS di Korsel. Menurut wakil menteri
pertahanan Rusia Anatoly Antonov, tanpa menyebut nama AS, penempatan
THAAD akan memperparah ketegangan di kawasan dan menambah masalah.
"Kami prihatin atas adanya upaya negara tertentu mengekploitasi situasi yang rumit di Semenanjung Korea," kata Antonov.