Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu saat berbicara di Konferensi Keamanan di Muenchen, Jerman, Ahad (19/2).
Foto: Matthias Balk/dpa via AP
Turki menentang tindakan Presiden Assad yang menggelar operasi militer di Idlib
CB,
ISTANBUL -- Dalam suratnya kepada New York Times Menteri Luar Negeri
Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan ada kemungkinan kelompok pemberontak
Turki milisi YPG Kurdi membantu pemerintah Suriah dalam melancarkan
operasi militer mereka ke Provinsi Idlib. Cavusoglu menuduh pemerintah
Amerika membantu kelompok pemberontak tersebut.
"Laporan baru menunjukan kelompok teroris YPG yang bekerja dari
Suriah telah menerima senjata dan bantuan dari pembayar pajak Amerika,
membentuk aliansi dengan Assad dan mengirim tentara sebagai bagian
kesepakatan pada bulan Juli lalu untuk membantunya merebut Idlib dari
para pemberontak," kata Cavusoglu dalam surat tersebut, Jumat (14/9).
Baik
Turki maupun Amerika Serikat sama-sama menentang tindakan Presiden
Suriah Bashar al-Assad yang menggelar operasi militer di Idblib. Mereka
telah memperingatkan pemerintah Suriah serangan tersebut dapat
mengganggu stabilitas kawasan dan menewaskan penduduk sipil.
Tapi
Turki dan Amerika berbeda pendapat tentang YPG. Kelompok milisi
tersebut salah satu sekutu kuat Amerika melawan ISIS. Di sisi lain Turki
melihat YPG sebagai kelompok teroris dan perpanjangan tangan dari
Partai Pekerja Kurdi yang telah memberontak kepada pemerintah Turki
sejak tahun 1980-an.
Sebelumnya Turki telah menegaskan
bersama dua sekutu Suriah, yakni Rusia dan Iran tengah berusaha
membangun stabilitas di Idlib. Mereka juga terus menentang upaya
pemerintah Suriah merebut satu-satunya wilayah yang masih dikuasai oleh
pemberontak tersebut dengan kekerasan.
Presiden Turki
Tayyip Erdogan bertemu dengan para pemimpin Iran dan Rusia pekan lalu di
Teheran, Iran. Tapi ia gagal membujuk kedua negara tersebut untuk
meminta Suriah melakukan gencatan senjata di Idlib.
Pesawat yang membawa kontingen pasukan militer Turki tiba di dekat perbatasan Suriah. Foto/Twitter @mkpetkova
ANTAKYA
- Turki terus mengerahkan pasukan dan persenjataan berat, termasuk tank
tempur, ke wilayah barat daya yang berbatasan langsung Suriah. Langkah
militer Ankara itu untuk mengantisipasi serangan besar-besaran oleh
pasukan rezim Suriah dan sekutu-sekutunya di wilayah yang dikuasai
oposisi atau pemberontak.
Satu konvoi militer Turki tiba di sebuah pos Turki di dekat Kota Morek, di Provinsi Hama utara, Suriah, pada Kamis pagi.
Menurut laporan Al Jazeera,
sebuah pesawat militer juga tiba dengan lusinan tentara Turki di
bandara sipil di Provinsi Hatay, sekitar 50 km dari perbatasan
Turki-Suriah. Belum jelas apakah pasukan tersebut telah melintasi
perbatasan atau belum.
Turki telah menjadi tuan rumah dari 3,5
juta pengungsi Suriah dan khawatir akan munculnya gelombang besar
pengungsi lainnya jika pasukan Suriah-yang didukung oleh kekuatan udara
Rusia dan milisi sekutunya-menyerang basis terakhir pasukan oposisi di
Provinsi Idlib.
Menurut Metin Gurcan, seorang ahli keamanan Turki, penguatan perbatasan oleh militer Ankara adalah tindakan defensif.
"Jika
Anda melihat jenis-jenis sistem senjata itu, saya akan mengatakan itu
semua untuk tujuan pertahanan. Jadi saya tidak berpikir Turki memiliki
niat ofensif dan kemampuan untuk campur tangan militer dalam teka-teki
Idlib," katanya kepada Al Jazeera, Jumat (14/9/2018).
"Ini
semacam pertahanan militer preventif dan defensif untuk mengelola
aliran pengungsi yang diantisipasi karena dorongan pasukan Suriah yang
didukung Rusia dari selatan," katanya lagi.
Hampir 40.000 orang
telah melarikan diri dari Idlib setelah serangan udara Suriah-Rusia
meningkat selama dua minggu terakhir. PBB memperkirakan, dalam kasus
terburuk, sekitar 900.000 warga sipil dapat melarikan diri dari Idlib
jika serangan darat skala penuh dimulai.
Para pejabat Turki telah
berulang kali memperingatkan Rusia dan pemerintah Suriah terhadap
bahaya dari serangan di Idlib. Menurut mereka, serangan di wilayah itu
akan memicu gelombang pengungsi besar-besaran yang menuju ke Turki.
Selama
seminggu terakhir, Turki telah mengerahkan bala bantuan dan memperluas
struktur pertahanan di sekitar selusin titik pengamatan di wilayah yang
dikuasai pasukan oposisi di Idlib, Aleppo barat, dan provinsi Hama
utara.
Pos-pos terdepan didirikan setelah kesepakatan de-eskalasi tercapai antara Turki, Rusia dan Iran pada Juli 2017.
Pada
7 September 2018 lalu, gencatan senjata yang diusulkan Turki ditolak
oleh Rusia dan Iran selama pertemuan puncak trilateral di Teheran.
Menurut Gurkan, sebuah konfrontasi antara pasukan Turki dan mereka yang
mendukung pemerintah Suriah sangat tidak mungkin terjadi jika serangan
terhadap Idlib terus berlanjut.
Rusia, lanjut Gurkan, terus
mengontrol wilayah udara Suriah. Hal itu tidak mungkin bagi Turki untuk
memulai tindakan militer di sana tanpa persetujuan Rusia.
"Saya
tidak mengharapkan serangan darat skala besar (oleh pasukan Suriah). Ini
akan menjadi peperangan-pengepungan bertahap yang bisa bertahan mungkin
sembilan sampai sepuluh bulan," kata Gurkan.
Dia menambahkan
Turki tidak mungkin untuk menarik titik-titik pos pengamatan yang
diawaki oleh pasukannya jika pertempuran berat dimulai.
"Ini
adalah pos pengamatan yang didukung Rusia, tujuan utamanya adalah untuk
mencegah perluasan milisi pro-Iran dari Aleppo ke Idlib," katanya.
Menurut Gurkan, Rusia juga ingin membatasi pengaruh Iran di Suriah dan mencegahnya menyebar ke Provinsi Idlib.
Jakarta, CB -- Perang Suriah yang
telah berlangsung selama tujuh tahu telah membunuh lebih dari 360 ribu
korban jiwa. Hal ini dilaporkan oleh kelompok pengamat di Suriah, Kamis
(13/9), ditengah kekhawatiran dunia internasional akan terjadinya
pertumpahan darah jika pemeringah Suriah melakukan serangan kepada para
pemberontak di Idlib.
Kekhawatiran ini muncul
lantaran pemerintah Suriah berencana untuk menggempur wilayah pertahanan
terakhir para pemberontak di barat laut provinsi Idlib. Jika serangan
itu benar dilakukan, internasional khawatir akan terjadi pertumpahan
darah di wilayah itu.
Pengamat yang menamakan diri
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebut bahwa 364.792
orang telah tewas sejak meletusnya Perang Suriah 2011 lalu. Sebanyak
sepertiga dari mereka adalah warga sipil.
Korban jiwa naik 13 ribu orang dalam enam bulan terakhir.
Berdasarkan keterangan lembaga pengawasan di Inggris, jumlah korban
tewas ini termasuk para pejuang, pejabat, dan staf medis.
Perang telah membunuh 110.687 warga sipil, termasuk lebih dari 20.000 anak dan hampir 13.000 wanita.
Sementara
dari pihak pro pemerintah, lebih dari 124.000 pejuang tewas, setengah
dari mereka adalah pasukan rezim. Sisanya bermacam-macam milisi Suriah
dan asing yang setia kepada Assad. Sebanyak 1.665 korban berasal dari
gerakan Hezbollah Lebanon.
Observatorium mencatat kematian 64.000 Islamis garis keras dan
jihadis, termasuk dari kelompok Negara Islam dan mantan faksi afiliasi
Al-Qaeda.
Sementara 64.800 pejuang lain dari pasukan
lain, termasuk pemberontak non-jihadis, tentara yang membelot dan faksi
Kurdi, juga tewas sejak 2011.
Observatorium mengatakan telah mengkonfirmasi kematian 250 orang lainnya tetapi tidak dapat menyebutkan identitas mereka.
Pemerintahan
Basar Al-Assad telah berhasil merebut kembali hampir dua pertiga
wilayah Suriah. Hal ini dicapai dengan bantuan dari sekutu Rusia dan
Iran. Sementara wilayah besar lainnya di timur laut, dikuasai oleh
Kurdi.
Bagian terbesar dari wilayah yang dikuasai
pemberontak yang tersisa terdiri dari provinsi Idlib dan daerah
sekitarnya, tempat sekitar tiga juta orang tinggal.
Pasukan Assad telah berkumpul di sekitar Idlib selama berminggu-minggu sebelum pemerintah mengancam melakukan serangan.
Perserikatan
Bangsa-Bangsa, kekuatan dunia, dan kelompok bantuan sama-sama telah
memperingatkan serangan penuh terhadap Idlib dapat menciptakan bencana
kemanusiaan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio
Guterres pekan ini mendesak rezim untuk mundur dan bagi semua pihak
untuk menemukan solusi damai, mengatakan Idlib "tidak boleh berubah
menjadi pertumpahan darah."
Pesawat-pesawat jet tempur siluman F-35 di atas dek kapal induk USS Essex. Foto/US Navy
WASHINGTON
- Amerika Serikat memiliki kapal induk yang menjadi tuan rumah pesawat
jet tempur siluman F-35B di Timur Tengah saat Rusia mengancam pasukan
Washington di Suriah. Jika pertempuran pecah, Amerika Serikat tidak akan
punya pilihan selain mengirim jet tempur canggih tersebut.
Moskow
dan sekutunya, rezim Damaskus, telah meluncurkan serangan terhadap
Provinsi Idlib, wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak di negara
itu. Washington juga telah memprediksi akan ada penggunaan senjata kimia
dalam prosesnya.
Pemerintah Suriah telah dikaitkan dengan 33
kasus penggunaan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri selama tujuh
tahun perang sipil. Bersama Moskow, pasukan rezim Presiden Bashar
al-Assad juga dituduh Barat telah melakukan kejahatan perang seperti
pemboman tanpa pandang bulu terhadap rumah sakit dan sekolah.
Sedangkan
Moskow dan medianya menuduh teroris dan kelompok pemberontak yang
didukung Barat sudah merencanakan dan bersiap menjalankan serangan
senjata kimia terhadap anak-anak dan keluarga di Idlib untuk membenarkan
Amerika Serikat dan sekutunya untuk menyerang rezim Assad.
Rusia
telah membuat klaim seperti itu sebelumnya, dan itu tidak menghentikan
AS untuk menyerang Suriah di masa lalu. Kali ini, ketika Suriah dan
Rusia menyaksikan kemenangan berdarah atas para pemberontak yang
tersisa, Rusia telah mengirim telegraf bahwa pihaknya akan menyerang
balik AS jika rudal Washington mengenai sasaran Suriah atas tuduhan
penggunaan senjata kimia.
Rusia duduk diam ketika AS membombardir
Suriah dua kali sebelumnya. Kali ini, Washington mengancam akan
menghantam rezim Assad "lebih kuat".
Dengan armada kecil kapal
Rusia di Mediterania, Moskow telah mengambil langkah-langkah untuk
terlihat lebih berkomitmen untuk mencegah rezim Assad diserang
Washington dan sekutunya.
Dalam menghadapi kehadiran Angkatan
Laut Rusia yang sangat besar di Laut Tengah yang memeluk pesisir Suriah,
AS tidak memiliki kelompok tempur kapal induk di mana pun di dekat
wilayah tersebut.
Namun AS memang memiliki USS Essex, sebuah
kapal induk helikopter kecil Angkatan Laut AS yang dimodifikasi untuk
membawa pesawat jet tempur siluman F-35B. USS Essex dan kapal-kapal yang
menyertainya di Terusan Suez dan kapal-kapal perang Rusia di Laut
Mediterania merupakan salah satu konsentrasi terbesar dari kekuatan
angkatan laut yang pernah melaut.
Juru bicara Korps Marinir AS Kapten Christopher Harrison mengatakan kepada USNI News
bahwa F-35B yang sudah lama ditunggu-tunggu debutnya telah memperbarui
perangkat lunak yang memberinya “kemampuan tempur secara penuh”
Kemampuan F-35, yang diklaim melebihi apa pun yang F/A-18 miliki, bisa diandalkan di lingkungan seperti Suriah.
Rezim
Assad sendiri telah mengembangkan sistem rudal pertahanan yang dipasok
Rusia, dan menciptakan beberapa ruang udara paling menantang di dunia.
Hanya jet tempur siluman dengan sensor canggih, seperti F-35B, yang bisa
dengan aman mengambil misi pertempuran di wilayah udara Suriah.
Marinir AS dan pemberontak Suriah melakukan latihan militer di Suriah selatan. Foto/Istimewa
DAMASKUS
- Seorang komandan pemberontak Suriah mengatakan pihaknya tengah
melakukan latihan militer yang jarang dilakukan dengan Marinir Amerika
Serikat (AS) di Suriah selatan. Latihan seolah mengirim pesan yang kuat
ke Rusia dan Iran bahwa AS pemberontak Suriah bermaksud untuk bertahan
dan siap menghadapi ancaman terhadap kehadiran mereka.
Kolonel
Muhanad al Talaa, komandan kelompok Maghawir al Thawra yang didukung
Pentagon, mengatakan latihan militer yang dilakukan selama delapan hari
itu akan berakhir pekan ini. Latihan yang dilakukan di pos militer AS di
al-Tanf adalah latihan pertama dengan serangan udara dan darat, yang
melibatkan ratusan pasukan AS dan pemberontak.
"Latihan-latihan
ini memiliki kepentingan besar dan telah meningkatkan pertahanan daerah
dan meningkatkan kemampuan tempur dan moral serta warga sipil di daerah
itu," kata Talaa.
"Kami akan
tetap di sini terlepas apakah Rusia atau Iran menginginkannya atau
tidak," tambah komandan pemberontak itu seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/9/2018).
Juru
bicara militer AS mengatakan, latihan itu adalah unjuk kekuatan dan
Pentagon telah memberi tahu Moskow melalui saluran “dekonfliksi” untuk
mencegah miskomunikasi atau meningkatkan ketegangan.
"Latihan ini
dilakukan untuk memperkuat kemampuan kami dan memastikan kami siap
untuk menanggapi setiap ancaman terhadap pasukan kami di dalam area
operasi kami," ujar Kolonel Sean Ryan.
Rusia
dan pemerintah Suriah telah berulang kali meminta Washington untuk
menarik pasukannya dari pangkalan al-Tanf, di mana negara itu telah
mendeklarasikan "zona dekonflik" sepanjang 55 km - radius yang terlarang
bagi yang lain.
Pemberontak mengatakan ratusan Marinir AS tiba
bulan ini di al-Tanf untuk bergabung dengan pasukan operasi khusus yang
sudah berbasis di garnisun dan berpartisipasi dalam latihan, di tengah
meningkatnya ketegangan AS-Rusia di Suriah dan penumpukan angkatan laut
di Mediterania.
"Zona dekonflik" telah menjadi tempat yang aman bagi setidaknya 50.000
warga sipil yang tinggal di kamp Rukban yang terletak di dalamnya.
Kementerian pertahanan Rusia pada Agustus mengulangi tuduhan bahwa
Washington telah menyembunyikan militan ISIS di dalam zona itu.
Pos terdepan, dikelilingi oleh gurun pasir, didirikan selama pertempuran
melawan militan ISIS yang digunakan untuk mengendalikan Suriah timur
yang berbatasan dengan Irak.
Setelah ISIS diusir, pesawat-pesawat
tempur koalisi pimpinan AS menyerang milisi yang didukung Iran pada
beberapa kesempatan untuk mencegah mereka maju, dalam apa yang
digambarkan Washington sebagai pembelaan diri.
Al-Tanf terletak di jalan raya Damaskus-Baghdad yang strategis, salah satu rute pasokan utama untuk senjata Iran ke Suriah.
Ini
membuat pangkalan itu menjadi benteng melawan Iran dan bagian dari
kampanye yang lebih besar terhadap ekspansi militer Iran di Timur
Tengah.
Pengendalian daerah telah lama menjadi tujuan pemerintah Suriah dan sekutu Rusia dan Iran.
Pemberontak mengatakan kebijakan baru militer AS untuk meningkatkan kemampuan al-Tanf adalah perubahan besar.
“Posisi
Amerika telah berubah sepenuhnya terhadap Iran. Sebelum itu hanya
menempatkan garis ke Iran untuk tidak mendekati daerah itu,” ujar Talaa.
Dikatakan oleh Talaa kegagalan Teheran untuk mengakhiri kehadiran militernya di Suriah dapat memancing tanggapan militer AS.
“Jika
Teheran tidak menanggapi tuntutan Amerika ada kemungkinan besar mereka
akan terpukul. Tidak dapat dihindarkan orang Iran meninggalkan Suriah.
Ini harus terjadi dengan cepat dan dengan cara yang menentukan,”
tukasnya.
Turki meningkatkan pasukannya di Idlib. Foto/Istimewa
DAMASKUS
- Aktivis melaporkan Turki mengirimkan bala bantuan militer untuk
memperkuat posisinya di dalam wilayah pertahanan terakhir Idlib, Suriah.
Peningkatan itu terjadi saat menteri pertahanan Turki mengatakan Ankara
masih berusaha dengan Rusia dan Iran untuk mencegah tragedi kemanusiaan
akibat ofensif rezim Damaskus.
Menteri Pertahanan Turki, Hulusi
Akar mengatakan, operasi militer di daerah kantong pemberontak yang
berpenduduk padat akan menyeret kawasan yang sudah bermasalah ke arah
bencana. Dia berbicara selama pertemuan dengan duta besar asing pada
Rabu malam.
"Kami bekerja dengan Rusia, Iran dan sekutu lainnya
untuk membawa perdamaian dan stabilitas dan menghentikan tragedi
kemanusiaan," kata Akar, menurut Anadolu yang disitat AP, Jumat
(14/9/2018).
Pengerahan pasukan Turki dilakukan di tengah jeda serangan pemerintah dan pemboman udara Rusia di tepi selatan Idlib.
Observatorium
Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris
mengatakan konvoi tentara Turki yang masuk dari Kfar Lusin menyeberang
di utara Idlib, menuju ke beberapa dari 12 titik pengamatan Turki.
Sebuah video yang diambil oleh para aktivis dari kelompok pemantau
Central Station for Turkish Intervention menunjukkan kendaraan-kendaraan
dan tank-tank lapis baja dan kendaraan bersenjata bergerak melalui
jalan Idlib.
Kedua badan itu mengatakan konvoi tersebut menuju
dua titik pengamatan yang berbeda, satu selatan dari Idlib dan satu lagi
di pusat. Tetapi militer Turki tidak segera menanggapi permintaan untuk
komentar.
Turki mengerahkan ratusan tentaranya ke 12 pos
pengamatan di lingkaran Idlib, menyusul kesepakatan de-eskalasi yang
dicapai dengan Rusia dan Iran tahun lalu untuk membekukan garis konflik,
yang secara efektif menempatkan Ankara sebagai pelindung provinsi itu.
Pemberontak
telah bercokol di provinsi Idlib sejak 2015 tetapi serangan pemerintah
untuk menguasai potongan di sisi timur provinsi itu terjadi tahun lalu
sebelum Turki mulai mengerahkan titik-titik pengamatan dan menghentikan
kemajuan pasukan Suriah.
Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan
pemerintah Suriah telah berkumpul di selatan dan barat daya provinsi
itu. Dalam beberapa hari terakhir pasukan Suriah meluncurkan kampanye
pengeboman udara yang intens menargetkan posisi pemberontak, tiga pusat
medis dan petugas penyelamat pekan lalu.
Namun pemboman itu telah berhenti dalam 24 jam terakhir.
Turki
telah mengajukan banding untuk gencatan senjata di Idlib, yang
melintasi perbatasannya dan merupakan rumah bagi lebih dari 3 juta
orang. Turki berusaha untuk mendapatkan waktu guna mendukung usahanya,
memisahkan militan radikal dari kelompok-kelompok oposisi moderat.
Turki telah meminta dukungan internasional untuk upayanya menghentikan serangan.
Kapal perang USS Bulkeley milik Amerika Serikat. Foto/US Naval Forces Central Command/US Fifth Fleet/Flickr
DAMASKUS
- Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Bulkeley, yang membawa banyak
rudal jelajah Tomahawk mulai mendekati wilayah Suriah. Kapal perusak
kelas Arleigh Burke itu telah tiba di Laut Mediterania.
Kedatangan
USS Bulkeley (DDG-84) memicu kekhawatiran bahwa Washington kembali akan
menyerang rezim Damaskus seiring dengan klaim Washington bahwa pasukan
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad sedang bersiap menggunakan senjata
kimia di Idlib.
Rusia sebagai sekutu Assad, mengklaim serangan
senjata kimia disiapkan oleh kelompok militan yang bekerjasama dengan
kelompok relawan White Helmets.
Kantor berita Interfax,
yang mengutip data pemantauan maritim internasional, pada Kamis
(13/9/2018) melaporkan kapal USS Bulkeley sudah memasuki Laut
Mediterania melalui Selat Gibraltar sejak hari Rabu.
Seorang petugas pengawas di Selat Gibraltar mengonfirmasi transit kapal perusak tersebut pada 12 September 2018.
Dengan
kedatangan USS Bulkeley, pasukan AS di wilayah itu memiliki hingga 200
rudal jelajah Tomahawk yang tersedia untuk menyerang sasaran di Suriah
jika diperintahkan untuk melakukannya.
Pekan lalu, kapal selam USS Newport News (SSN-750) juga tiba di Laut Mediterania.
Saat
kedatangan kapal selam AS, Angkatan Laut Rusia sedan melakukan manuver
besar-besaran di lepas pantai Suriah, termasuk peluncuran rudal.
Kehadiran kapal-kapal perang Rusia di kawasan itu kemungkinan untuk
menjadi penghalang dari tindakan militer Washington terhadap rezim
Damaskus.
Washington telah berulang kali mengklaim bahwa
pemerintah di Damaskus sedang mempersiapkan serangan kimia terhadap
warga sipil di provinsi Idlib, benteng terakhir kelompok pemberontak dan
militan jihadis.
Kelompok militan yang paling kuat di Idlib
adalah Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhat
al-Nusra. Kelompok itu berafiliasi dengan al-Qaeda, kelompok yang
dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh AS karena dianggap
bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001 atau 9/11 terhadap
menara kembar World Trade Center (WTC) di New York.
White
Helmets, sebuah kelompok pertahanan sipil yang beroperasi hanya di
daerah yang dikuasai pemberontak, juga memiliki kehadiran di Idlib.
Rusia
menuduh White Helmets meluncurkan serangan senjata kimia di Idlib untuk
memprovokasi intervensi militer Barat di Suriah. Kelompok itu, menurut
Moskow, telah memfilmkan setidaknya sembilan video yang dimaksudkan
untuk dijadikan bukti klaim bahwa Damaskus telah menggunakan gas klorin
terhadap warga sipil di Idlib.
Jet
tempur siluman F-22 Amerika Serikat mengawal pesawat pembom Tu-95 Rusia
di dekat Alaska, Selasa (11/9/2018). Foto/US Air Force
WASHINGTON - Dua pesawat jet tempur siluman F-22 Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mencegat dua pesawat pembom (bomber)
Tu-95 berkemampuan nuklir milik Rusia di dekat Alaska. Insiden terjadi
pada Selasa, 11 September 2018, di mana rakyat AS sedang memperingati
tragedi serangan 9/11.
Komando Pertahanan Dirgantara Amerika
Utara (NORAD) pada hari Rabu mengatakan sepasang pesawat pembom Moskow
dikawal menjauh dari wilayah udara Alaska.
"Sepasang pesawat
pembom Moskow tidak pernah memasuki wilayah udara AS atau Kanada di
kawasan itu," bunyi pernyataan NORAD, yang dikutip Fox News, Kamis (13/9/2018).
NORAD
melanjutkan, intersepsi pesawat pembom berlangsung di Alaska barat pada
pukul 22.00 malam. Meski demikian, militer AS tidak merinci secara
tepat lokasi intersepsi.
Ini
merupakan yang kedua kalinya pada bulan ini sepasang pesawat pembom
Rusia terbang di dekat Alaska. Pada 1 September, sepasang pembom Moskow
juga dicegat oleh pesawat jet tempur siluman F-22 setelah menyeberang ke
Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska di selatan Kepulauan
Aleutian.
Militer Moskow belum berkomentar terkait intersepsi dua
pesawat pembom-nya di dekat Alaska oleh dua jet tempur AS. Kejadian itu
berlangsung di saat militer Rusia meluncurkan latihan perang
terbesarnya sejak Perang Dingin Berakhir.
Menurut Kementerian
Pertahanan Rusia, latihan perang bertajuk Vostok-2018 ini melibatkan
sekitar 300.000 pasukan dan lebih dari 1.000 pesawat.
Pada Rabu
pagi, militer Rusia merilis video di Twitter yang menunjukkan sepasang
pesawat pembom Tu-95 "Bear" era Perang Dingin dan sepasang jet tempur
yang lepas landas dari pangkalan udara di Rusia timur.
Dua jet tempur Typhoon Italia ikut dalam simulai mencegat pesawat Rusia. Foto/Istimewa
BRUSSELS
- Jet-jet tempur Inggris, Prancis, dan Jerman mensimulasikan
penerbangan pencegatan di atas Eropa Barat. Simulasi ini sebagai bagian
dari latihan NATO untuk mencegah pesawat Rusia memasuki wilayah udara
sekutu sekaligus memamerkan upaya Eropa untuk mengintegrasikan
pertahanan udara mereka.
Pilot pesawat tempur yang membawa rudal
udara-ke-udara dari 10 negara NATO bergantian mensimulasikan intersepsi
pesawat angkut Angkatan Udara Belgia dalam perjalanan ke Spanyol,
melakukan inspeksi visual terhadap status pesawat dengan melayang dengan
kecepatan 900 km/jam.
Sekitar 60 jet NATO, terutama dari sekutu
Eropa, waspada untuk mempertahankan wilayah udara aliansi, karena NATO
berurusan dengan peningkatan dramatis dalam aktivitas udara Rusia di
perbatasannya sejak pencaplokan Crimea pada tahun 2014, dengan catatan
870 pencegatan di Baltik pada 2016.
Bulan ini, Moskow melakukan latihan perang terbesarnya sejak jatuhnya Uni Soviet, dengan sekitar 1.000 pesawat.
“NATO
itu relevan. Ini tidak teoritis,” kata Letnan Jenderal Angkatan Udara
Spanyol Ruben Garcia Servert di atas pesawat transportasi militer
Belgia, ketika Eurofighters Italia terbang dekat ke kokpit untuk
mensimulasikan pencegatan. Mereka kemudian termasuk Typhoon Inggris dan
Mirage Prancis.
"Kami tidak selalu berhasil dalam menunjukkan
kepada pembayar pajak bahwa kami memiliki sarana dan kemampuan untuk
melindungi populasi," katanya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/9/2018).
Eropa
berharap pertunjukkan-pertunjukkan bagaimana pasukan udara mereka
membela Eropa cukup untuk menghadapi kritik tajam dari Presiden Amerika
Serikat (AS) Donald Trump, yang pada pertemuan puncak bulan Juli
mencerca orang-orang Eropa karena tidak cukup membelanjakan uang untuk
pertahanan dan bertindak.
Mampu mengalihkan, memaksa mendarat
atau bahkan berpotensi menembak jatuh pesawat tempur, NATO mengatakan
apa yang disebut pemolisian udara tidak diarahkan ke Rusia. Tetapi
konfrontasi antara pesawat tempur kedua saingan di Baltik dan Laut Hitam
semakin meningkat.
Dua jet AS mengawal dua pembom Rusia ke Laut
Arktik pada 7 September dalam insiden terbaru, sementara Rusia telah
mengirimkan jet tempur untuk mencegat pesawat pengebom AS yang memiliki
kemampuan nuklir dalam intersepsi yang menggemakan Perang Dingin.
Para
analis memperingatkan bahwa setiap benturan di udara di atas Laut
Tengah, Baltik atau Laut Hitam dapat berisiko memulai konflik yang lebih
luas dengan Rusia.
Kedua belah pihak kerap saling menuduh
melakukan tindakan berbahaya, tetapi NATO mengatakan pesawat tempur
Rusia secara teratur terbang tanpa menghormati norma keselamatan
internasional, seperti menanggapi kontrol lalu lintas udara dan
permintaan untuk mengidentifikasi diri. Sementara Rusia mengatakan semua
penerbangannya dilakukan sesuai dengan hukum internasional.
"Kami
telah melihat pesawat datang ke perbatasan kami tanpa rencana
penerbangan, tanpa kontrol apapun ... peraturan keselamatan, memasuki
wilayah kami," kata Garcia Severt.
"Kami telah melihat aktivitas yang sering terjadi di Laut Hitam, tetapi
tidak hanya, kadang-kadang kita telah melihat pesawat terbang di sekitar
Eropa," imbuhnya, mengacu pada pembom Rusia di lepas pantai Portugal.
NATO
akan mengadakan latihan terbesarnya sejak 2002 pada Oktober dan
November di Norwegia, yang disebut Trident Juncture. Latihan ini
melibatkan non-NATO Finlandia dan Swedia, dengan lebih dari 40.000
tentara.
Sementara ketegangan dengan Rusia telah mendorong NATO
untuk menyebarkan batalyon multinasional darat di Polandia dan Baltik,
NATO juga mendorong untuk mengintegrasikan kekuatan udaranya, meskipun
ada resistensi politik atas isu-isu kedaulatan.
Di bawah
perjanjian yang sedang dinegosiasikan, pasukan udara negara-negara NATO
masing-masing akan mempertahankan wilayah udara masing-masing, terlepas
dari negara tempat mereka berada, di bawah konsep "satu langit" yang
dapat melihat pesawat Portugis yang membela wilayah udara Spanyol,
misalnya.
Hari ini, setiap negara membela wilayah udara sendiri, kecuali, seperti dalam kasus Baltik, tidak memiliki pesawat tempur.
Presiden Vladimir Putin mengklaim Kremlin
berhasil mengidentifikasi dua tersangka kasus peracunan eks agen Rusia
di Inggris pada awal Maret lalu. (Mikhail Metzel/TASS Host Photo
Agency/Pool via Reuters)
Jakarta, CB -- Presiden Vladimir Putin mengklaim Kremlin berhasil mengidentifikasi dua tersangka kasus peracunan eks agen Rusia, Sergei Skripal, di Salisbury, Inggris, pada awal Maret lalu.
Putin menyebut dua tersangka itu adalah warga sipil, bukan agen mata-mata seperti yang selama ini dituduhkan London.
"Kami
tahu siapa mereka, kami telah menemukan mereka. Mereka (tersangka)
adalah warga sipil tentunya," ucap Putin dalam pidatonya di forum
ekonomi internasional di Vladivostok, Rabu (12/9)
Dikutip AFP, pernyataan itu tampaknya diutarakan Putin sebagai
respons terhadap tuduhan Inggris bahwa dua tersangka bernama Alexander
Petrov dan Ruslam Boshirov adalah anggota badan intelijen Rusia GRU.
London
juga telah merilis foto kedua pria tersebut. Kedua pria berusia sekitar
40 tahun itu disebut masuk ke Inggris melalui Bandara Gatwick pada 2
Maret lalu dan keluar dua hari kemudian.
Kedua warga Rusia
tersebut didakwa melakukan percobaan pembunuhan serta mempergunakan dan
memiliki racun Novichok, zat yang dikategorikan sebagai senjata pemusnah
massal buatan Uni Soviet.
Skripal, mantan agen Rusia yang berkhianat kepada negaranya, ditemukan
tak sadarkan diri bersama putrinya, Yulia, di sebuah bangku di pusat
perbelanjaan di Salisbury pada 4 Maret lalu.
Polisi Inggris menyimpulkan keduanya terpapar racun saraf Novichock, racun yang dikembangkan Uni Soviet di era 1970an.
Inggris
selama ini menuding Rusia berada di balik serangan tersebut. Namun,
Kremlin berkeras membantah seluruh tuduhan tersebut. Rusia bahkan
mengklaim tak mengenal kedua tersangka itu.
Kasus peracunan Skripal berbuntut cekcok diplomatik antara Moskow dan London hingga saling usir diplomat.
Tak
hanya London, akibat kasus Skripal, sejumlah negara Barat, seperti
Amerika Serikat dan anggota Uni Eropa, turut mengusir diplomat Rusia
dari negaranya.
Kasus Skripal pun dinilai alasan relasi antara Rusia dan negara Barat berada dalam titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak pemimpin dunia bersatu menghadapi Iran. Foto/Istimewa
TEL AVIV
- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendesak komunitas
internasional untuk menghentikan sikap "menenangkan" Iran. Sebaliknya,
dunia internasional hendaknya bersatu melawan Teheran.
Berbicara
pada awal pertemuan kabinet mingguannya, pemimpin hawkish Israel itu
meminta para pemimpin dunia untuk bersatu dalam perang melawan apa yang
disebutnya sebagai organisasi teroris.
"Apa yang kami lihat
adalah bahwa sementara Iran mengirim sel-sel teroris ke Eropa, para
pemimpin Eropa menenangkan dan berdamai dengan Iran, pada minggu yang
sama sel-sel teroris akan melakukan operasi mereka, yang kami bantu
menggagalkan," katanya.
"Ini tidak bisa diterima," tambahnya seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (13/9/2018).
Pemimpin
Israel itu mengatakan bahwa waktunya telah tiba bagi pemerintah Barat
untuk bergabung dengan upaya yang kuat dan jelas terhadap Iran oleh
pemerintah Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Presiden Donald
Trump.
Israel melihat Iran sebagai ancaman utama dan telah
melakukan lusinan serangan udara terhadap sasaran-sasaran Iran di Suriah
selama beberapa tahun terakhir.
Netanyahu adalah lawan vokal
dari perjanjian nuklir bersejarah pada 2015 lalu yang ditandatangani
oleh enam kekuatan besar dunia dengan Iran, yang bertujuan untuk
membatasi program nuklir Iran. Tetapi Trump kemudian menarik AS keluar
dari kesepakatan pada bulan Mei, sementara memberlakukan kembali sanksi
ekonomi terhadap Iran.
Israel menghancurkan pondok-pondok aktivis
Palestina di Khan al-Ahmar, desa suku Bedouin di Tepi Barat yang telah
digusur pemerintah. (Reuters/Mussa Qawasma)
Jakarta, CB -- Israel menghancurkan pondok-pondok aktivis Palestina di Khan al-Ahmar, desa suku Bedouin di Tepi Barat yang telah digusur pemerintah.
Beberapa sumber Reuters
mengatakan bahwa tentara Israel tiba sebelum matahari terbit pada Kamis
(13/9) dan menghancurkan gubuk-gubuk yang dibangun para demonstran,
tapi tak menyentuh tempat berkemah penduduk Bedouin.
Seorang juru bicara tentara Israel menyatakan bahwa ia tidak bisa memberi informasi apa pun.
Lima gubuk yang dihancurkan ini dibangun oleh aktivis dari kelompok HAM
dan otoritas Palestina yang didukung Barat untuk membantu komunitas
Bedouin.
Desa Khan al-Ahmar sendiri terletak dekat jalan penghubung yang melewati Tepi Barat, dari Yerusalem hingga ke Laut Mati.
Rencana
Israel untuk menggusur desa dan memindahkan 180 penduduk Bedouin
dikecam warga Palestina dan beberapa negara Eropa, yang mengkhawatirkan
dampak pada penduduk dan harapan perdamaian.
Suku Bedouin selama ini hidup berpindah-pindah sambil menggembalakan hewan ternak mereka.
Warga Palestina menganggap penggusuran ini sebagai bagian dari rencana
Israel untuk menciptakan permukiman yang bakal memisahkan Yerusalem
Timur dari Tepi Barat.
Selama ini, Israel dan Palestina memperebutkan wilayah Yerusalem Timur untuk menjadi ibu kota mereka.
Pekan
lalu, Mahkamah Agung menolak petisi untuk mencegah penggusuran ini,
mendukung otoritas yang menyatakan bahwa desa itu dibangun tanpa izin.
Namun, warga Palestina menyatakan bahwa dokumen-dokumen sangat sulit didapatkan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di kantornya. Reuters
CB, Jakarta - Menjabatnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ikut mengubah haluan hubungan AS dengan Palestina, di mana AS selalu maju untuk setiap perundingan konflik Palestina-Israel.
Namun
alih-alih sebagai penengah yang netral, Trump membuat sikap AS terhadap
Palestina berat sebelah, sebut saja pengakuan Yerusalem sebagai ibukota
Israel, ketika Trump tidak menggunakan "hak pengabaian" yang telah
dikesampingkan pendahulunya atas status Yerusalem, hingga keputusan
memotong bantuan badan PBB yang mengurus pengungsi Palestina. Berikut
ini sikap-sikap AS di bawah kepemimpinan Trump terhadap Palestina. 1. Menutup Kantor Perwakilan PLO
Kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington, AS, 19 November 2017. [REUTERS / Yuri Gripas]
Pada
Senin 10 September 2018, Kemendagri AS mengumumkan menutup kantor
perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina atau Palestinian Liberation
Organization (PLO) di Washington DC.
"Kami telah
mengizinkan kantor PLO untuk melakukan operasi yang mendukung tujuan
mencapai perdamaian abadi dan komprehensif antara Israel dan Palestina
sejak berakhirnya kesepakatan sebelumnya pada November 2017," kata
pernyataan resmi Kemendagri AS, seperti dilaporkan Aljazeera, 12
September 2018.
AS
menyebut PLO telah mengecam rencana perdamaian AS yang belum mereka
lihat dan menolak untuk terlibat dengan pemerintah AS sehubungan dengan
upaya perdamaian dan sebaliknya.
John Bolton, penasihat
keamanan nasional AS, seperti dilansir dari Reuters mengatakan kantor
PLO di Washington ditutup karena kekhawatiran tentang upaya Palestina
untuk mendorong penyelidikan Pengadilan Kejahatan Internasional terhadap
Israel.
Bolton yakin penutupan kantor PLO di Washington
tidak akan menutup pintu pada rencana perdamaian Arab-Israel yang telah
lama ditunda.
Sebagai tanggapan penutupan ini, Otoritas
Palestina (PA) mengatakan langkah itu akan memungkinkan Israel
melanjutkan kebijakan mereka terhadap rakyat dan tanah Palestina.
"Ini adalah deklarasi perang melawan upaya perdamaian ke negara kita dan sekitarnya," juru bicara Palestina, Yousef al-Mahmoud.
Sekretaris
Jenderal PLO Saeb Erekat mengatakan keputusan itu adalah penegasan lain
dari kebijakan pemerintah Trump untuk secara kolektif menghukum rakyat
Palestina, termasuk dengan memotong dukungan keuangan untuk layanan
kemanusiaan termasuk kesehatan dan pendidikan.
2. Menghentikan Bantuan kepada Palestina
Seorang
pria Palestina membawa karung tepung di luar pusat distribusi makanan
PBB di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza, 17 Januari 2018. AS adalah
donor terbesar (U.N. Relief and Welfare Agency) UNRWA selama beberapa
dekade. REUTERS/Mohammed Salem
Sebelumnya Amerika
Serikat adalah pendonor bantuan keuangan terbesar bagi Palestina, di
mana bantuan keuangan AS menyentuh hampir setiap aspek kehidupan di
wilayah Palestina.
Baru-baru ini Amerika Serikat
membekukan pendanaan sebesar US$ 25 juta atau Rp 372 miliar (kurs Rp
14.882) untuk rumah sakit Palestina di Yerusalem timur sebagai hukuman
untuk Otoritas Palestina karena menolak berpartisipasi dalam upaya
perdamaiannya.
Dilansir
dari Jerusalem Post, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS
mengkonfirmasi rencana untuk mengalihkan dana tersebut ke sektor
prioritas.
Jaringan Rumah Sakit Yerusalem Timur, yang terdiri dari enam rumah sakit, sebelumnya rutin menerima bantuan AS.
Seorang
pejabat Palestina mengatakan akibat pemotongan dana rumah sakit,
Ramallah akan menggandakan boikotnya terhadap pemerintah dan rencana
perdamaian yang tertunda.
"Kebijakan AS yang baru
bertujuan untuk melikuidasi Palestina dengan dalih palsu dan tidak masuk
akal melalui proposal apa yang disebutnya "Kesepakatan Abad Ini", kata
Menteri Luar Negeri Palestina, seperti dikutip dari kantor berita
Palestina, Wafa.
Sebelumnya
pada 31 Agustus, seperti dikutip dari Associated Press, Amerika Serikat
juga mengumumkan tidak akan lagi melakukan pendanaan lebih lanjut
kepada United Nations Relief and Works Agency (UNRWA), badan PBB yang
mengurus pengungsi Palestina.
Keputusan ini memangkas hampir US$ 300 juta atau Rp 4,4 triliun (Kurs Rp 14.758) dari bantuan yang direncanakan.
Amerika
Serikat telah menyumbang US$ 60 juta (Rp 885 miliar) kepada UNRWA pada
Januari, menahan US$ 65 juta (Rp 958 miliar) lainnya, dari yang
dijanjikan sebesar US$ 365 juta (Rp 5,3 triliun) untuk tahun ini. Jumlah
yang tersisa, yakni sekitar US$ 290 juta, (Rp 4,2 triliun) belum
dialokasikan.
3. Menawarkan Proposal Perdamaian Palestina-Israel
Presiden
AS Donald Trump dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan di
Istana Kepresidenan di Bethlehem, 23 Mei 2017. REUTERS/Jonathan Ernst
Donald
Trump membentuk tim khusus untuk menyusun kebijakan Timur Tengah
terutama untuk proposal perdamaian Israel-Palestina yang dia sebut akan
menjadi "Kesepakatan Abad Ini".
DIlaporkan Associated
Press, Dewan Keamanan Nasional telah berkoordinasi dengan lembaga lain
untuk bergabung dengan tim, yang akan bekerja untuk rencana perdamaian
Palestina-Israel. Donald Trump sendiri telah menunjuk dua petinggi
pemerintahan, yakni menantunya Jared Kushner, yang menjadi delegasi AS
untuk Timur Tengah dan Jason Greenblatt, penasihat senior kepresidenan.
Tim
yang dibentuk akan mengatur presentasi publik menganai rencana
perdamaian dan negosiasi yang mungkin terjadi. Tim ini akan terdiri dari
tiga unit, yang pertama akan berkonsentrasi pada rincian politik dan
keamanan, unit kedua fokus pada ekonomi yang signifikan, dan ketiga pada
komunikasi strategis.Tim perdamaian Presiden Amerika
Serikat ini dilaporkan menawarkan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas,
gagasan untuk membentuk konfederasi Palestina-Yordania.
Namun
Mahmoud Abbas mengatakan dia mengakui minatnya dalam proyek semacam
itu, tetapi hanya jika Israel menjadi bagian konfederasi.
Konfederasi
Palestina-Yordania telah disarankan oleh beberapa orang di Israel
sebagai cara untuk menghindari pemberian status negara penuh kepada
warga Palestina. Usulan itu juga akan memungkinkan Israel menghindari
tanggung jawab atas sekitar 3,5 juta warga Palestina di Tepi Barat.
Namun
jawaban Mahmoud Abbas diyakini sebagai isyarat penolakan terhadap
usulan tersebut, karena Israel tidak akan tertarik bergabung dengan
konfederasi bersama Yordania.
4. Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel
Ivanka Trump, menyaksikan pembukaan kedutaan besar AS di Yerusalem, 14 Mei 2018. REUTERS/Ronen Zvulun
Presiden
Donald Trump pada 6 Desember 2017 mengumumkan keputusan mengejutkan
dengan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, yang membuat marah
dunia Arab dan mayoritas masyarakat Internasional.
Trump juga mengumumkan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Status
Yerusalem, rumah bagi situs suci bagi Islam, Yahudi, dan Kristen,
adalah salah satu hambatan terbesar untuk mencapai kesepakatan damai
antara Israel dan Palestina.
Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pengumuman Trump sebagai momen
bersejarah, tetapi sekutu dekat AS yang paling dekat pun seperti
Inggris dan Prancis mengecam putusan ini.Presiden
Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Amerika Serikat telah mencopot
sendiri perannya sebagai mediator dalam upaya perdamaian.
Komunitas
internasional tidak mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota
Yerusalem, dan meyakini statusnya harus diselesaikan dalam negosiasi.
Keputusan
Yerusalem Trump memenuhi janji kampanye akan menyenangkan kaum
konservatif dan evangelis Partai Republik yang membentuk bagian yang
cukup besar dari dukungan domestiknya.
Israel menganggap
Yerusalem sebagai ibukota yang diimpikan dan ingin semua kedutaan negara
lain di sana. Palestina ingin Yerusalem menjadi ibukota negara merdeka
mereka yang di sektor timur kota, yang direbut Israel dalam perang Timur
Tengah 1967, yang didukung oleh Amerika Serikat.
As mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada ICC bila berani menyelidiki Israel.
CB,
RAMALLAH – Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) kembali mendesak
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) melakukan penyelidikan terhadap
Israel. Hal itu dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) mengancam akan
menjatuhkan sanksi kepada ICC bila berani menyelidiki Israel.
Sekretaris Jenderal PLO Saeb Erekat mengatakan dia telah mengajukan
pengaduan baru kepada ICC untuk menangani kasus kejahatan perang yang
dilakukan Israel, termasuk pembongkaran dan penggusuran sebuah desa
Palestina di Tepi Barat yang diduduki. “Keluhan itu menekankan
pentingnya mencegah Israel menghancurkan dan secara paksa menggusur
penduduk (desa) Khan al-Ahmar,” ujarnya pada Selasa (11/9), dikutip
laman Al-Araby.
Pekan lalu, Mahkamah Agung Israel
telah menolak petisi yang menentang pembongkaran desa Khan al-Ahmar di
Tepi Barat. Keputusan itu berpotensi membuat 170 warga Palestina, 92 di
antaranya anak-anak, yang tinggal di desa tersebut kehilangan tempat
tinggal dan terlantar.
Selain perihal pembongkaran desa,
Erekat juga meminta ICC mempercepat penyelidikan awal terhadap kejahatan
perang Israel lainnya, seperti pembantaian sedikitnya 175 warga
Palestina di Jalur Gaza yang berdemonstrasi sejak Maret. Mereka tewas
karena ditembak oleh penembak jitu Israel.
Erekat pun
mengomentari tentang ancaman yang dilayangkan AS terhadap ICC. Erekat
menegaskan hal itu tak akan menyurutkan tekad Palestina untuk mendorong
dan mendesak ICC agar menyelidiki Israel. “Kami akan terus pergi ke ICC
sekarang, tanpa peduli betapa ekstremnya intimidasi dan pemerasan AS,”
katanya.
Sebuah salinan naskah pidato milik penasihat keamanan nasional AS John Bolton yang berhasil dilihat Reuters dan Wall Street Journal
telah menjadi bahan pembicaraan. Dalam naskah tersebut, Bolton
mengancam ICC bila berani melakukan penyelidikan terhadap negaranya dan
Israel.
Bila penyelidikan semacam itu dilakukan,
pemerintahan Trump akan mempertimbangkan pelarangan hakim dan jaksa ICC
memasuki AS. “Kami tidak akan bekerja sama dengan ICC, kami tidak akan
memberikan bantuan kepada ICC, kami tidak akan bergabung dengan ICC.
Kami akan membiarkan ICC mati dengan sendirinya. Lagi pula, untuk semua
maksud dan tujuan, ICC sudah mati untuk kami,” kata Bolton dalam naskah
pidato yang rencananya dibacakan kepada Federalist Society, sebuah
kelompok konservatif di Washington.
Saat ini AS telah
mengambil beberapa langkah guna menekan dan menyeret kembali Palestina
ke meja perundingan damai dengan Israel. Langkah tersebut antara
menghentikan pendanaan terhadap Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina
(UNRWA) dan menutup kantor PLO di Washington.
Keputusan AS
menghentikan pendanaan terhadap UNRWA akan secara langsung mengancam
eksistensi lembaga tersebut. Sebab AS merupakan negara penyandang dana
terbesar untuk UNRWA, dengan kontribusi rata-rata mencapai 300 juta
dolar AS per tahun.
Pada Desember tahun lalu, AS telah
mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Langkah itu membuat
Palestina menarik diri dari perundingan perdamaian dengan Israel yang
dimediasi AS. Palestina menilai AS tak lagi menjadi mediator yang netral
karena terbukti membela kepentingan politik Israel.
Pemerintah
Indonesia dan Pemerintah Vietnam dilaporkan telah menandatangi nota
kesepakahaman mengenai pencurian ikan atau IUU Fishing.
Foto/Twitter/Menlu RI
HANOI
- Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Vietnam dilaporkan telah
menandatangi nota kesepakahaman mengenai pencurian ikan atau IUU
Fishing. Penandatangan ini dilakukan saat Presiden Indonesia, Joko
Widodo melakukan kunjungan kerja ke Hanoi.
"Kemarin kita
bersama-sama menandatangani MoU IUU Fishing, jadi ada secara paralel
kita kerjakan negosiasinya," kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno
Marsudi dalam sebuah pernyataan pada Rabu (12/9).
Dia lalu
menuturkan, berdasarkan nota kesepakahaman itu, untuk jangka pendek ada
kebutuhan bagi kedua negara untuk mengelola bersama hasil laut dengan
baik. Selain itu, adanya kebutuhan untuk mengurangi insiden di laut.
Retno
juga menyatakan, kedua negara turut menandatangani rencana aksi yang
kedua selama lima tahun ke depan, untuk pengembangan hubungan dua
negara. Dirinya menjelaskan Indonesia dan Vietnam sudah memiliki
kemitraan stategis sejak tahun 2013.
"Pada tahun itu, sudah
langsung ada rencana aksi sampai 2018. Pada saat saya bertemu Menlu
Vietnam, saya sampaikan sebaiknya kita siapkan rencana aksi lanjutan
untuk lima tahun ke depan," ungkapnya.
Diplomat senior Indonesia
itu menambahkan, tim teknis dari kedua negara berusaha menyelesaikan
rencana aksi lima tahun ke depan. "Hasilnya, sudah ditandatangani
kemarin saat pertemuan kedua presiden," tukasnya.
Jepang berhasil melakukan uji coba roket interceptor di Pasifik. Foto/Istimewa
TOKYO
- Sebuah kapal perang Jepang, menggunakan sistem anti-rudal berbasis
kapal Amerika Serikat (AS), berhasil mencegat dan menghancurkan rudal
balistik yang masuk di atas Samudra Pasifik Selasa malam. Demikian bunyi
pernyataan Badan Pertahanan Rudal Jepang.
Penghancur rudal kelas
Atago yang diperbarui milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang berhasil
mendeteksi dan melacak rudal balistik sederhana dari Fasilitas Rudal
Pasifik di Baking Sands, Kauai, Hawaii. Menanggapi ancaman tersebut,
Aegis Weapon System yang ada di kapal melacaknya dan meluncurkan rudal
Standard Missile-3 Block IB yang mencegatnya di tengah penerbangan.
"Keberhasilan
ini memberi keyakinan pada kemampuan masa depan bagi Jepang untuk
mengalahkan ancaman yang berkembang di kawasan itu," kata Direktur
Pertahanan Rudal Jepang, Letnan Jenderal Sam Greaves, seperti dikutip
dari Business Insider, Kamis (13/9/2018).
Pernyataan itu
tampaknya merujuk pada gudang senjata rudal balistik di Beijing dan
program rudal Pyongyang, yang ditunda oleh rezim setelah pembicaraan
Trump-Kim serta yang telah terlibat uji coba rudal balistik di atas
Jepang.
Sebelumnya
Pentagon, dalam laporan tentang kekuatan militer China tahun 2018,
menyatakan China sedang mengembangkan dan menguji beberapa varian baru
rudalnya. China juga mengembangkan metode untuk menghadapi pertahanan
rudal balistik.
"Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah
Jepang dalam meningkatkan kemampuan pertahanan rudal nasionalnya
terhadap ancaman yang muncul," kata Greaves.
AS dan Jepang
bersama-sama mengembangkan rudal pencegat lain yaitu SM-3 Blok IIA,
tetapi pengujiannya telah sedikit terlambat. Sistem rudal ini telah
diuji sebanyak tiga kali sejak awal tahun 2017, dan hanya ada satu
intercept yang berhasil.
Badan Pertahanan Rudal menyebut tes pada
Senin ini sebagai tonggak penting dalam kerja sama yang meningkat
antara Jepang dan AS di bidang pertahanan rudal.
Presiden Putin mengatakan Rusia dan Jepang
bisa menandatangani kesepakatan damai pada akhir ini. (Donat
Sorokin/TASS Host Photo Agency/Pool via Reuters)
Jakarta, CB -- Presiden Vladimir Putinmengisyaratkan bahwa Rusia dan Jepangmenandatangani
kesepakatan damai "tanpa syarat apa pun" akhir tahun ini yang merupakan
usul bersejarah dalam menyelesaikan perebutan wilayah yang telah
terjadi selama beberapa dekade.
Usul tiba-tiba Putin ini
diajukan hanya dua hari setelah dia mengatakan perebutan wilayah kedua
negara itu akan sulit diselesaikan dalam waktu dekat.
Perselisihan
antara Rusia dan Jepang berpusat di empat pulau paling selatan di
rangkaian kepulaian Kuril. Keempat pulau itu diduduki oleh Uni Soviet di
akhir Perang Dunia II pada 1945 namun sekarang diklaim milik Jepang.
Perselisihan ini membuat kedua negara tidak mau menandatangani satu kesepakatan damai.
"Kami
sudah mencoba menyelesaikan perselisihan wilayah selama 70 tahun. Kami
sudah berunding selama 70 tahun," kata Putin dalam forum ekonomi di
Vladivostok, Rabu (12/9) yang juga dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang
dan Presiden China.
"Shinzo mengatakan, 'Mari ubah pendekatan
kita' Ayo! Mari capai satu kesepakatan damai, tidak sekarang tetapi pada
akhir tahun tanpa syarat," kata Putin yang disambut dengan tepuk tangan
meriah peserta.
"Ini bukan main-main," tambah Putih yang
mengisyaratkan bahwa kedua negara bertekad untuk menyelesaikan
perselisihan wilayah sesuai dengan kesepakatan damai.
Putin mengatakan penyelesaian dengan kesepakatan semacam ini akan
menciptakan suasana yang lebih baik dan membuat kedua negara "terus
berusaha menyelesaikan masalah lain seperti teman."
"Bagi saya hal ini akan memfasilitasi solusi bagi semua masalah yang tidak bisa kita selesaikan dalam 70 tahun terakhir."
Sementara itu, perdana menteri Jepang mengatakan kedua negara "memiliki satu tugas bagi generasi mendatang."
"Mari
kita berjalan bersama dengan memperhatikan pertanyaan 'Jika tidak
sekarang, kapan?' dan 'Jika bukan kita, siapa?'" kata Abe yang berpidato
sebelum Putin.
"Kami berdua sama-sama sadar hal itu tidak akan mudah."
Putin tampaknya berupaya mengubur isyarat bahwa perselisihan kedua negara akan bisa diselesaikan dalam waktu dekat.
"Sangat
naif untuk berpikir bahwa hal itu bisa diselesaikan dengan cepat," kata
Putin setelah bertemu dengan Abe di sela-sela forum ekonomi itu, Senin
(10/9).
Namun, sejumlah diplomat mengatakan usul itu tidak akan bisa diterapkan.
Rusia
merebut empat pulau yang terletak di sebelah utara Hokkaido pada 1945
di penghujung Perang Dunia II. (Reuters/Issei Kato/File Photo)
Mantan menteri luar negeri Rusia, Georgy Kunadze, meragukan Putin
benar-benar ingin menyelesaikan masalah perebutan wilayah ini.
"Ini disebut memancing. Putin tidak mengharapkan apapun," kata Kunadze kepda radio Echo Moskow.
Dia mengindikasikan bahwa Abe tidak akan pernah menerima kesepakatan yang bisa membunuh karir politiknya.
Putin
dan Abe sudah bertemu berkali-kali dalam beberapa tahun belakangan yang
bertujuan mencari jalan keluar atas kepulauan yang di Jepang disebut
sebagau Wilayah Utara.
Kedua negara telah melakukan berbagai
proyek ekonomi di kepulauan itu seperti peternakan ikan dan karang,
energi tenaga angin dan wisata.
Sejak tahun lalu, Tokyo dan
Moskow juga menyepakati penerbangan pesawat carter bagi bekas penghuni
pulau itu yang ingin mengunjungi makam keluarga mereka.
Para
pejabat kementerian luar negeri Jepang dan Rusia mengatakan upaya
mencapai kesepakatan baru masih terus berjalan seperti biasa.
"Pemerintah
akan terus merundingkan prinsip-prinsip dasar yang akan ditandatangani
sebagai traktat perdamaian setelah mencapai kata sepakat soal sebutan
Kepulauan Empat UTara ini," kata menteri kabinet Jepang, Yoshihide Suga.
"Posisi ini tidak berubah."
Di Moskow, wakil menlu Igor Morgulov
mengatakan kepada kantor berita Rusia bwha pengumuman Putin tidak perlu
diikuti dengan perubahan format perundingan yang sekarang berjalan.
Kepulauan
Kurils, sebelah utara pulau Hokkaido, dikuasi oleh Moskow sejak tentara
Uni Soviet merebutnya di penghujung Perang Dunia II.
Keempat pulau itu oleh Rusia diberi nama Iturup, Shikotan, Habomai dan Kunashir.
Pendahulu
Putin, Dmitry Medvedev, pada 2010 menjadi pemimpin Rusia yang
berkunjung ke wilayah itu. Langkah ini menyebabkan Tokyo marah besar.
Hanoi (CB) - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Rabu
menyatakan negara di luar Indochina terlalu kritis terhadap politik di
kawasan tersebut dan bahwa wilayah itu harus dibiarkan memecahkan
masalahnya.
Dalam pidato bersama pemimpin lain kawasan itu, Hun Sen menunjuk kecaman
asing terhadap pemilihan umum negaranya baru-baru ini, yang dilihat
banyak orang sebagai lelucon setelah partai oposisi utama dibubarkan. Ia
juga mengutip kecaman dunia atas kekerasan terhadap suku Rohingya di
Myanmar.
"Negara di luar kawasan ini selalu mengkritik kami dan memberitahu kami
yang harus dilakukan," kata Hun Sen di diskusi panel dengan pemimpin
dari Myanmar, Thailand, Vietnam dan Laos di Forum Ekonomi Dunia tentang
ASEAN di Hanoi.
"Saya mengangkat masalah ini bukan sebagai pesan untuk negara tertentu,
tapi saya ingin mengatakan bahwa negara Mekong ini korban politik. Jadi,
saya minta orang luar kawasan ini, yang tidak tahu tentang masalah,
membiarkan kami menyelesaikan masalah kami," katanya.
Partai Rakyat Kamboja Hun Sen merebut semua 125 kursi parlemen dalam
pemilihan umum pada Juli, yang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa
negara Barat katakan cacat karena antara lain tiada oposisi mumpuni.
Oposisi Partai Penyelamatan Bangsa Kamboja (CNRP) dibubarkan pada akhir tahun lalu menjelang pemilihan umum tersebut.
Hun Sen juga menyatakan Myanmar, yang tentaranya dituduh Perserikatan
Bangsa-Bangsa melakukan pembantaian dan pemerkosaan bergerombol terhadap
warga Rohingya dengan niat pemunahan, salah dipahami.
Myanmar membantah tuduhan melakukan kekejaman, dengan menyatakan tentara melakukan tindakan sah terhadap pemberontak.
"Ia dituduh melakukan pemunahan, tapi apakah Anda semua mengerti tentang
Myanmar? Apakah Anda tahu tentang Myanmar? Mereka harus menyelesaikan
banyak masalah berat dalam kaitan dengan keamanan," demikian Reuters.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte meninjau barisan tentara
kehormatan pada saat kedatangan sebagai tamu kehormatan untuk ulang
tahun ke-116 Layanan Kepolisian RI di kota Quezon, Filipina, 9 Agustus
2017. REUTERS/Romeo Ranoco
CB, Jakarta - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte,
menantang para prajuritnya untuk melakukan pemberontakan jika mereka
tidak senang dengan kepemimpinannya. Duterte mengatakan anggota militer
Filipina bebas bergabung dengan pengkritiknya di kongres, Senator
Antonio Trillanes.
"Lakukan pemberontakan atau revolusi atau
apalah namanya. Jika kalian lebih bahagia dengan Trillanes, maka kalian
sebaliknya bisa mendukung dia. Anda bebas untuk melakukan hal itu, saya
mendorong Anda," kata Duterte, seperti dikutip dari situs RT.com, Rabu, 12 September 2018.
Ekspresi
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte saat mendeklarasikan pembebasan kota
Marawi, Filipina, 17 Oktober 2017. Militer Filipina berhasil
membebaskan Marawi setelah hampir 5 bulan dikuasai kelompok militan
Maute. AP Photo/Bullit Marquez
Pernyataan
Duterte itu disampaikan setelah dia membantalkan pemberian amnesti
kepada Trillanes. Sebelum menjadi anggota senat Filipina, Trillanes
adalah mantan anggota militer Angkatan Laut Filipina yang pernah ikut
melakukan pemberontakan pada pemerintahan di masa lalu.
Duterte
telah memutuskan agar Trillanes ditahan. Dia pun telah meminta
Departemen Kehakiman dan Angkatan Bersenjata Filipina untuk memulai lagi
proses pengadilan terhadapnya. Trillanes dan beberapa ahli hukum
mengatakan tindakan Duterte ini akan menciderai konstitusi negara.
Duterte
beralasan pembatalan pemberian amnesti kepada Trillanes karena dia
dinilai gagal mengajukan permohonan pengampunan secara formal dan
mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam percobaan kudeta sebelumnya.
Namun alasan Duterte itu disanggah oleh Trillanes. Untuk memperkuat
dukungan pada kasusnya, Trillanes telah menggunakan laporan baru dan
dokumen dari Kementerian Pertahanan Filipina. Dia pun sudah meminta
Mahkamah Agung untuk menyatakan tindakan Duterte itu ilegal.
Trillanes
dalam politik Filipina sudah lama dikenal sebagai musuh bebuyutan
Duterte. Dia menuding Duterte sebagai presiden yang telah melakukan
korupsi besar-besaran dan terlibat dalam perdagangan narkoba. Duterte menyangkal seluruh tuduhan tersebut.
Desakan pengunduran diri perdana menteri untuk menyelesaikan kebuntuan politik.
CB,
STOCKHOLM -- Para pemimpin aliansi oposisi moderat kanan Swedia pada
Rabu (12/9) mendesak perdana menteri Swedia untuk mengundurkan diri.
Langkah tersebut diperlukan untuk menyelesaikan kebuntuan politik
pascapemilihan Ahad lalu.
Bangkitnya kaum ekstrem
kanan Sweden Democrats yang dijauhi oleh blok penguasa dan oposisi
membuat moderat kanan dan kiri memiliki peluang yang sama untuk
membentuk pemerintahan. Aliansi telah menolak undangan informal dari
perdana menteri saat ini, Stefan Lofven, untuk mendukung pemerintah yang
dipimpin Social Democrat.
"Kami ingin membangun sebuah pemerintahan aliansi dengan
dukungan dari seluruh bagian politik," ujar para pemimpin partai aliansi
oposisi dalam sebuah artikel yang ditandatangani di harian Dagens Nyheter.
Mereka
mengatakan Swedia membutuhkan kebijakan ekonomi yang stabil dan
reformasi politik jangka panjang. Untuk mencapai hal itu maka dibutuhkan
dukungan parlemen yang luas. Partai Social Democrat, yang telah
mendominasi politik Swedia selama 100 tahun, menolak berkomentar. Tetapi
para analis mengatakan tidak ada indikasi bahwa Lofven akan melakukan
apa pun selain menolak tawaran itu.
Blok penguasa
moderat kiri yang terdiri dari tiga partai memperoleh 40,6 persen suara
dalam pemilihan ini. Mereka unggul tipis dari aliansi oposisi moderat
kanan yang memperoleh 40,3 persen. Blok moderat kiri terdiri dari partai
Social Democrats, Greens dan Left Party. Blok itu memperoleh 144 kursi
di 349 kursi parlemen.
Sedangkan aliansi oposisi
memperoleh 142 kursi. Partai Sweden Democrats, sebuah partai dengan akar
golongan pinggir supremasi kulit putih, memenangkan 17,6 persen dan 63
kursi. Angka itu naik dari 12,9 persen dan 49 kursi di pemilihan
terakhir empat tahun lalu. Hal itu merupakan kenaikan terbesar oleh
partai manapun di parlemen Swedia, Riksdag. Tetapi semua partai arus
utama telah mengesampingkan untuk bernegosiasi dengan partai yang
berakar neo-Nazi, itu.
Sejauh ini belum ada
tanda-tanda kompromi di pihak manapun. Pemimpin Sweden Democrats Jimmie
Akesson, telah berjanji untuk menjatuhkan pemerintah yang tidak
memberinya pengaruh terhadap kebijakan, khususnya imigrasi.
Lofven
adalah pemimpin blok penguasa Swedia. Tetapi Aliansi berpendapat bahwa
ia memiliki peluang terbaik untuk membentuk koalisi yang layak karena
blok moderat kiri mencakup Left Party, yang hampir dipastikan akan
dikecualikan dari pemerintahan mendatang.